Rss

Archives for : January2015

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 8)

coveryakitate8

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 8)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Aryabhima A. Rahman

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190 halaman

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792743777

cooltext1660180343

Ada roti khas Inggris, Jerman, dan Perancis, tapi tak ada roti khas Jepang! Karenanya, Kazuma Azuma akan menciptakannya!! Azuma, selamatkan Pantasia dari rencana jahat si licik Yukino Azusagawa dengan menjuarai Monaco Cup! Tunjukkan kehebatan Japan!

cooltext1660176395

Monaco Cup sudah dimulai. Awal yang greget sudah menarik perhatian dibandingkan Kompetisi Pegawai Baru yang lalu. Terang saja, karena peserta pertandingan ini adalah para perwakilan dari 135 negara di dunia. Bagian 60 “Padahal Kita Tidak Terlambat” adalah awal pertandingan yang dibuka dengan eksibisi yaitu pameran roti dari tiap peserta. Lagi-lagi Jepang melakukan hal “aneh” disini.

Monaco Cup disiarkan langsung lewat internet, sehingga para penjudi di seluruh dunia bisa menontonnya! (Hal. 9)

Bagian 61 “Rolet Bahan Makanan” adalah babak pertama pertandingan. Setiap peserta melakukan permainan rolet (putaran pakai bola kecil) untuk menentukan bahan-bahan yang boleh digunakan saat membuat roti. Selain bahan yang diperoleh, tidak bisa digunakan. Tiap tim ada tiga kali kesempatan memilih bahan. Jepang ternyata mendapat bahan yang sangat err…banyak.

Bagaimanapun juga mereka adalah anak buah Kirisaki! Tak mungkin dia mengirim para pecundang dua tahun berturut-turut. (Hal. 25)

Bagian 62 “Level Dunia” sudah masuk tahap pembuatan. Bahan-bahan yang tidak menguntungkan mau tidak mau harus dibuat menjadi roti yang memukau. Ketika Kawachi dan Suwabara kebingungan, ternyata Azuma memiliki ide cemerlang dengan membuat JaPan 21.

Memang kondisi mereka sangat tak menguntungkan, tapi kelihatannya Azuma sudah memikirkan sesuatu… (Hal. 45)

Bagian 63 “Barang Ketinggalan” adalah saat-saat pencicipan untuk menentukan 16 tim dengan nilai tertinggi sehingga bisa masuk ke babak berikutnya. Pada Monaco Cup putaran kedua ini, dibagi menjadi dua sesi dengan masing-masing sesi bisa memperoleh nilai maksimal 5 poin. Sayangnya, Azuma cs mendapat hambatan.

Bagaimana reaksi lelaki level dunia yang menguasai 135 bahasa dan mampu memperbanyak diri ini!? (Hal. 62)

Setelah usai sesi yang pertama, sesi kedua Monaco Cup dimulai pada bagian 64 “Slot Bahan Makanan”. Berbeda dengan sesi pertama, pemilihan (atau pengundian) bahan makanan tiap tim dengan menggunakan slot (mesin jackpot) yang mengeluarkan koin. Koin inilah yang menjadi bahan karena setiap koin tertulis nama bahan yang harus digunakan.

Aku harus mengalahkan sebanyak mungkin para juara dunia disini!! (Hal. 86)

Bagian 65 “Roti Baru Suwabara” menunjukkan betapa ambisiusnya Suwabara untuk menang. Karena pada sesi pertama ia hanya “bantu-bantu” Azuma membuat roti, pada sesi ini ia yang akan membuat sendiri tanpa bantuan Azuma atau Kawachi. Padahal dengan bahan yang banyak, sulit bagi Suwabara membuatnya sendirian.

Kenapa kau tidak memberi tahu kami, kalau tahun lalu ada aturan seperti ini juga?! (Hal. 101)

Bagian 66 “Kalau Menghancurkan Apelnya, Gusinya…!?” adalah saat-saat pembuatan roti. Secara kebetulan, meja tim Jepang bersebelahan dengan meja tim Perancis. Bisa ditebak lah ya, Suwabara yang emosinya meledak-ledak meladeni ocehan tim Perancis alias Edward Kayser yang sangat meremehkan. Apalagi bahan tim Perancis yang tidak “sebanyak” Jepang juga menjadi hal menguntungkan.

Apa kita akan mendapat 4 angka atau 5 angka… Semuanya tergantung pada bagian nama Kai (kai) itu… (Hal. 121)

Bagian 67 “Pierrot Talk” adalah saat-saat penjurian oleh Pierrot. Tak disangka, roti kouglof au miel milik tim Perancis mendapatkan 5 poin. Padahal Pierrot sama sekali tidak mencicipinya. Ternyata eh ternyata, roti itu adalah roti yang sama yang dibuat tim Perancis pada final Monaco Cup tahun lalu. Sedangkan pain d’epices kai milik tim Jepang harus menunggu untuk dicicipi.

Sulit untuk tahu apa-apa saja yang terkandung dalam pain d’epices ini… (Hal. 137)

Bagian 68 “Nama Pasaran Ada Stempelnya” adalah pasca pengumuman 16 peserta yang lolos. Ditengah hiruk pikuk, tim Perancis dengan kostum aneh itu menghampiri tim Jepang untuk sekedar basa-basi. Kawachi sungguh emosi dengan tim itu sehingga menanggapi dengan acuh tak acuh. Sedangkan Suwabara bersikap lembut kepada mereka.

Untuk berikutnya lakukan dengan jujur. Sehingga paling tidak, kita bisa benar-benar bertanding. (Hal. 157)

Bagian 69 “Kinoshita dan Sirkus” bersetting di Pantasia Cabang Tokyo Selatan. Setelah tiba-tiba St. Pierre memberlakukan diskon 70% untuk setiap produk buatannya, hal ini membuat Tsukino and the gank kelabakan. Pasalnya, mereka tak memiliki modal lagi untuk menyaingi apa yang dilakukan oleh St. Pierre. Tetapi ternyata Manajer memiliki pemikiran lain untuk menanggulanginya.

Demo satu orang yang mampu melakukan banyak pekerjaan sekaligus kayak gini cuma ada di bakeri kita. (Hal. 176)

Tidak bisa dipungkiri, babak pembukaan Monaco Cup membuat saya excited. Selain ada Pierrot sang juri (yang bahkan lebih absurd dan gahar dibandingkan Kuroyanagi), saya yakin pasti muncul berbagai macam roti menakjubkan. Berbeda dengan Kompetisi Pegawai Baru, roti-roti ini berasal dari seluruh dunia. Jadi tentu saja semakin menarik.

Ada yang sedikit menarik perhatian saya saat baca jilid ini. Pada bagian awal, saat eksibisi, Shigeru melihat daftar peringkat 135 negara peserta Monaco Cup. Peringkat ini berdasarkan banyaknya petaruh yang memegang jagoannya. And guess what, Jepang berada di urutan bawah. Bukan itu yang bikin saya mesem. Tapi negara dengan peringkat tepat diatas Jepang. Bisa nebak? Ya benar, Indonesia!

Saya nggak tahu sih ini akal-akalan penerjemah (btw, ada yang ngeh kalau penerjemah komik ini dilakukan oleh tiga orang yang berbeda sejak jilid pertama?) atau memang aslinya begitu. Tetapi yang pasti, sangat unik sekaligus menggembirakan ada nama Indonesia di komik buatan Jepang. Memang sih konteksnya adalah negara di dunia, tapi kenapa harus Indonesia yang dituliskan? Kan ada 134 negara lain sebagai peserta. Meskipun hanya tulisan dan tidak berarti apa-apa dalam cerita, saya mengapresiasi Hashiguchi-san yang memasukkan Indonesia (kalau beneran itu dari komikusnya).

Oh iya, tokoh Pierrot Bolnez yang berprofesi sebagai badut dunia cukup menarik buat saya. Bukannya badut itu hanya untuk lelucon dan lucu-lucuan ya? Tetapi Pierrot membuktikan bahwa badut tak hanya orang lucu, tapi juga pintar dengan segala trik sulap dan kemampuan menguasai 138 bahasa. Penasaran sih bagaimana reaksi yang akan dia buat setelah makan roti. Apakah selebay Kuroyanagi? Tunggu saja review saya jilid kesembilan nanti!

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 7)

coveryakitate7

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 7)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Julianti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 182 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792740455

cooltext1660180343

Tak disangka, Shigeru memilih bergabung dengan Azuma, dkk di Pantasia Cabang Tokyo Selatan demi membalas dendam pada Yukino. Langkah pertamanya memenangkan 10 miliar melalui Monaco Cup!

cooltext1660176395

Pertandingan perebutan juara ketiga dalam Kompetisi Pegawai Baru Pantasia ke-39 dimulai! Bagian 51 “Louis Louis” adalah saat yang menegangkan. Kawachi dengan rambut kribonya percaya diri menghadapi Suwabara si pemakai bandana. Tak disangka, mereka berdua sama-sama membuat roti Perancis! Ternyata kedua roti juga ada keunggulannya.

Jangan mengajakku bicara. Konsentrasilah pada pangganganmu sendiri. (Hal. 11)

Bagian 52 “Kid!” adalah saat-saat penjurian. Sebelumnya, baik roti buatan Kawachi ataupun Suwabara memiliki hal menakjubkan masing-masing. Tak pelak hal ini membuat sulit sang juri, Kuroyanagi. Meskipun begitu, keputusan sudah bulat. Di sisi lain, para pegawai bakeri Pantasia cabang Tokyo selatan sangat ilfil dengan perilaku Kawachi (plus gara-gara rambut kribonya).

Cita-citaku bukan bekerja di bakeri pusat. Tapi, membuat Ja-Pan!! (Hal. 28)

Tiba saatnya penyerahan hadiah pada bagian 53 “‘Apa!?’ Di Situasi Begini”. Azuma juara satu, Shigeru juara dua, dan tebak siapa juara ketiganya? Ternyata…Kawachi dan Suwabara. Ditengah-tengah penyerahan hadiah, Kawachi yang sudah mantap akhirnya pindah ke Pantasia pusat. Tak disangka, Shigeru memberikan sesuatu kepada Kawachi.

Aku ‘kan sudah pernah belajar di Perancis 2 tahun. Lagipula aku nggak begitu suka Perancis. (Hal. 45)

Kepindahan Shigeru ke bakeri milik Tsukino ternyata amat mengejutkan.  Bagian 54 “Laki-Laki 10 Miliar” menguak sebuah rahasia alasan mengapa Shigeru bertindak sejauh itu dengan meninggalkan bakeri milik Yukino. Saya pribadi menilai alasannya agak lebay dan terlalu ambisius sih. Tapi yah suka-sukanya sang mangaka lah ya mau buat cerita seperti apa hehehheh.

Pengambil alihan Pantasia oleh St. Pierre dan Yukino Azusagawa tinggal masalah waktu!! (Hal. 59)

Bagian 55 “Badut” adalah alasan lebih rinci mengenai strategi yang ingin diterapkan Shigeru untuk melawan Yukino. Sadar diri bahwa ia sudah tak punya apa-apa, ia berniat memberikan tampuk kedaulatan di balik bakat Azuma. Itulah sebabnya yang berangkat ke Perancis untuk belajar membuat roti adalah Azuma, Suwabara, dan Kawachi.

Apa maksudmu ingin membuat Azuma mandapatkan 10 miliar!? (Hal. 92)

Bagian 56 “Take Home” adalah detik-detik terakhir sebelum keberangkatan mereka ke Perancis. Shigeru juga meminta bantuan kepada seluruh pegawai Pantasia cabang Tokyo selatan untuk membantu. Tak disangka, hasil yang didapatkan cukup besar. Meskipun masih jauh dari sasaran, namun Shigeru yakin bahwa pasti ada jalan lain untuk menggapainya.

Saat ini sudah terkumpul 51 juta 700 ribu yen… Butuh lebih dari 194 kali lipat untuk mencapai 10 miliar… (Hal. 110)

Bagian 57 “Kau Siapa?” adalah bagian yang sudah bersetting di Paris. Disana, Kawachi, Azuma, Suwabara, dan Kuroyanagi bertemu dengan adik Meister Kirisaki. Gadis itu bernama Sofie Balzac Kirisaki. Ia adalah staf Bakeri Golden Blue di Paris. Sempat terjadi tragedi yang melibatkan Kawachi, Sofie, dan Kuu (burung merak milik Meister yang tak sengaja terbawa ke Paris).

Paris tidak seperti Tokyo. Tidak aman. Kau harus berusaha lebih keras. (Hal. 128)

Bagian 58 “Lentur” menjelaskan alasan mengapa bakeri Sofie sepi pengunjung. Padahal roti yang dijual juga tidak terlalu buruk. Tak disangka, alasan yang sama dengan Pantasia Cabang Tokyo Selatan juga dialami bakeri ini. Gara-gara Bakeri Maison Kayser yang lebih megah dan terkenal berdiri di hadapan Bakeri Golden Blue *krik krik*.

Dengan mengetahui kekuatan lawan, bisa saja rasa percaya diri kalian malah hilang… (Hal. 145)

Bagian 59 “Isi Kotaknya?” adalah bagian penutup jilid ini. Dikisahkan Kawachi and the gank (males nulis semua euy!) “bertamu” ke bakeri Kayser untuk bertemu dengan sang wakil Perancis. Mereka bertemu dengan tiga “bersaudara” bernama Grand Kayser, Bob Kayser, dan Edward Kayser. Ternyata mereka memiliki bakat istimewa bernama taktik ‘tangan dewi’ yang bisa membuat adonan empuk sekaligus kenyal.

Daripada sendirian membuat roti yang tidak laku, lebih baik menemani kalian… (Hal. 162)

Jujur, saya masih belum bisa move on dengan Kompetisi Pegawai Baru. Karena selain bermunculan roti yang (kelihatannya) lezat, aura ketegangan juga terasa. Apalagi dengan hadirnya Yukino, wuuuh tambah sebel diri ini kepadanya. Seperti yang sudah saya singgung di review sebelumnya, saya kurang sreg dengan drama kehidupan di tengah-tengah kompetisi.

Namun di jilid ketujuh ini, saya tidak ada pilihan lain selain menikmati kisah hidup Azuma cs pasca pertandingan. Bisa menikmati sih, cuman porsi roti-rotinya jadi sedikit dan kurang greget. But anyway, semua itu terobati dengan Sofie yang cantik banget (bahkan Tsukino aja kalah!) heheheh. Penasaran juga sih apa yang akan terjadi di Monaco Cup nanti. Sepertinya jilid delapan akan menjawab rasa penasaran saya. So, tunggu yak!

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 6)

coveryakitate6

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 6)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Julianti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 186 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792736243

cooltext1660180343

Babak final Kompetisi Pegawai Baru. Azuma vs Shigeru! Sama-sama jenius dan pemilik tangan matahari! Kelenturan adonan dan sang juri super, Meister Kirisaki, yang akan menentukan pemenangnya!

cooltext1660176395

Heihoo ketemu lagi di resensi Yakitate!! Ja-Pan. Yang kamu baca sekarang sudah mencapai jilid keenam. Kalau penasaran dengan resensi jilid sebelumnya, silakan buka homepage yah. Di jilid enam ini ada sembilan bagian. Langsung saja ya. Bagian 42 “Kuroyanagi In Heaven” berkisah tentang Kuroyanagi yang meninggal dunia karena mencicipi roti buatan Azuma. Eh, bukan Kuroyan saja dink. Tapi Sensei Gembul juga ikut meninggal. Kenapa bisa begitu? Jangan-jangan ada racunnya.

Dasar licik! Kau berbuat begitu karena tidak mau kalah dariku, ‘kan!? (Hal. 14)

Bagian 43 “Santai?” adalah saat Kawachi yang sudah mulai menerima kekalahan, diingatkan oleh Meister Kirisaki tentang perebutan juara 3. Ternyata, juara 3 juga memiliki kesempatan untuk menjadi pegawai Pantasia pusat. Tentu saja Kawachi tertarik dengan fakta ini. Tetapi…

Pertandingan perebutan juara 3!! Aku…mana bisa menang melawan Suwabara!! (Hal. 39)

Bagian 44 “Padahal Papannya” adalah detik-detik saat bebak final Azuma melawan Shigeru dimulai. Azuma merasa khawatir dengan hal serupa yang dialami Kawachi akan ia alami esok hari. Tentu saja, Yukino yang jahat bagai mak lampir itu akan menghalalkan segala cara untuk menang. Tapi bukan Azuma namanya kalau akhirnya tidak percaya diri.

Kalau Shigeru punya ragi samudra, aku pun punya papan petalite!! (Hal. 52)

Bagian 45 “Yang Kental Itu, Ya” mengisahkan Kawachi yang pergi ke suatu tempat atas rekomendasi Manajer. Ia berujar bahwa disana adalah tempat hebat yang akan membuat Kawachi bisa memenangkan pertandingan perebutan juara ketiga. Tempat itu adalah Gereja St. Andrew. Orang yang harus ditemui Kawachi adalah Romo Andrew Graham. Sayangnya, Romo sudah meninggal dan disana hanya ada putrinya, Suster Maku Graham.

Tapi, kalau kau kalah dalam perebutan juara 3… Itu akan membuat Yukino, orang yang lebih jahat darimu, jadi gede kepala… (Hal. 73)

Kembali ke pertandingan final. Bagian 46 “Pertandingan Final Dimulai” menunjukkan betapa babak final dinantikan (hampir) semua orang. Penonton membludak dan membuat suasana memanas. Baik Azuma ataupun Shigeru mempersiapkan roti terbaik mereka. Meskipun Azuma mengalami kehilangan yang berarti, ia tidak gentar melawan Shigeru. Sedangkan Shigeru harus berusaha keras agar laboratorium dan data penelitiannya tidak dihancurkan Yukino.

Aku nggak akan memakainya di final ini. Ah, tepatnya… Tidak bisa. Soalnya sudah hilang. (Hal. 91)

Bagian 47 “Swan Lake” adalah saat-saat Shigeru dan Azuma membuat roti. Seperti yang bisa dibayangkan, Shigeru bisa membuat adonan sangat lentur hingga bisa melar sepanjang rentangan tangan. Ketika asyik memanggang roti, ia baru sadar bahwa Azuma juga sanggup memelarkan adonan! Hal ini tentu aneh karena ramuan Shigeru tidak ada yang tahu.

Adonan yang sudah dicuci dibiarkan begitu saja, lalu mulai membuat adonan baru lagi!! (Hal. 112)

Bagian 48 “Good!!” yaitu proses penjurian. Juri kali ini adalah Meister Kirisaki, bukannya Kuroyanagi. Ternyata ini adalah permintaan Kirisaki, bahwa General Manager akan menjadi juri saat babak final. Yang pertama dicicipi adalah roti buatan Shigeru, kemudian Azuma. Ternyata tak dinyana, reaksi yang didapatkan begitu mencengangkan kedua peserta.

Saya belum pernah makan pain aux restique seenak ini. (Hal. 128)

Bagian 49 “Teka-Teki Kribo” adalah saat ketika Kawachi sudah kembali ke area pertandingan setelah mengunjungi gereja. Dan tebak apa yang terjadi? Rambut Kawachi menjadi kribo. Yak benar! Persis seperti rambut sang Manajer. Apa yang sebenarnya terjadi tidak terlalu masalah hingga Suwabara memberikan sepatah kalimat untuk Kawachi.

Mustahil amatiran sepertimu bisa mengalahkanku! (Hal. 157)

Bagian 50 “Payah” adalah bagian terakhir sebelum pertandingan Kawachi dimulai. Sudah dapat diduga, akhirnya akan nggantung dan bersambung ke jilid berikutnya. Pokoknya, pertandingan Kawachi dan Suwabara tidak boleh dilewatkan begitu saja. Yah, meskipun hanya untuk juara 3 sih.

Model rambut yang menggelikan!! (Hal. 171)

Akhirnya laga puncak Kompetisi Pegawai Baru Pantasia berakhir sudah. Segala kekacauan dan keajaiban roti di babak sebelumnya akhirnya ditutup oleh Shigeru dan Azuma di babak final. Namun saya pribadi merasa roti di babak sebelumnya justru lebih wah dibandingkan roti babak final. Hanya bonus Meister Kirisaki dengan respon “unik” saja yang menjadi nilai plus. Sedangkan dari rotinya sendiri sih biasa saja.

Tetapi selain itu, saya menyukai jilid ini karena tidak terlalu banyak drama yang berlebihan. Saya sih sebenarnya suka mengikuti kehidupan pribadi masing-masing tokoh. Cuman kan ini lagi ada kompetisi. Mbok ya itu aja yang dijadikan fokus cerita, jangan kemana-mana seperti jilid sebelumnya.

Eh by the way, Shigeru itu cowok apa cewek ya? Fisik sih cewek, tapi agak nanggung sikapnya jadi cewek. Kalau jadi cowok malah terlalu lembut. Entahlah. Oh iya, babak perebutan juara 3 oleh Kawachi vs Suwabara yang akan disuguhkan jilid depan saya rasa juga (akan) tidak semenarik babak sebelumnya. Tapi entahlah, mari buktikan saja dulu. Siap-siap baca review saya yang jilid ketujuh yak!

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 5)

coveryakitate5

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 5)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Julianti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 186 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792732481

cooltext1660180343

Taktik kotor Yokino menyebabkan kekalahan Kawachi. Sekalipun sempat terpuruk karenanya, berkat dorongan Kawachi, Azuma bangkit dan bertekad mengalahkan Suwabara dengan Japan 44!!

cooltext1660176395

Kompetisi Pegawai Baru sudah memasuki putaran puncak. Bakat-bakat istimewa dan roti beraneka rupa juga mulai bermunculan. Bagian 33 “Wujud Sihir Sesungguhnya” bercerita tentang roti hewan buatan Azuma yang berwarna hijau. Yak benar, roti yang harusnya kecoklatan karena proses dioven, justru tetap hijau. Rahasianya apa?

Trik memanggang dengan suhu super rendah dalam waktu lama!!! (Hal. 5)

Bagian 34 “Dua Kesalahan” adalah proses penjurian oleh Sensei Gembul dan Kuroyanagi. Agak wasting panel aja sih sampai jadi dua bagian terpisah. Tapi memang saya akui bahwa penjurian juga sudah semakin ketat. Koala sebagai lawan Azuma juga tak bisa dipandang remeh dengan roti hewan miliknya.

Sesuai dengan angka hasil penilaian Sensei Gembul. Karena seri, pertandingannya diulang!! (Hal. 27)

Bagian 35 “Serangan Balasan Katsuwo” adalah cerita saat Kawachi dan Umino Katsuwo bertanding. Katsuwo yang berpostur pendek dan seperti anak kecil, ternyata sudah berusia 31 tahun dan memiliki istri. Saya turut paham tentang betapa genggeus-nya Katsuwo dan istrinya ini. Hih!

Manusia juga bisa dibilang salah satu bagian dari kelompok hewan. Idenya amat menarik! (Hal. 48)

Bagian 36 “Ziarah”, selepas pengumuman empat peserta yang maju pada babak semifinal, Manajer mengajak Azuma dan Kawachi ke taman pemakaman. Ternyata disana ada sebuah tragedi memilukan tentang mendiang ibunda Tsukino. Pantas saja setelah pengumuman, Tsukino langsung meninggalkan aula pertandingan.

Ah, aku cuma kasih sedikit semangat. Lagian dia bukan lawan yang sebanding denganku, kok… (Hal. 63)

Bagian 37 “Senior Kuroyanagi?” adalah bagian yang bukan tentang pertandingan. Hanya ngobrol-ngobrol tentang siapa lawan Kawachi selanjutnya. Ia adalah Kanmuri Shigeru, pegawai bakeri cabang Shinjuku pusat. Secara kebetulan, manajer bakeri tersebut adalah Azusagawa Yukino, kakak Tsukino. Dan ternyata lagi, Shigeru dan Kuroyanagi satu almamater. Too much coinsidence, euh.

Kuroyanagi baru berusia 22 tahun dan sudah menjadi eksekutif bakeri pusat. Apa kalian tahu gimana caranya melakukan itu!? (Hal. 78)

Bagian 38 adalah “Perangkap Yukino”. Seperti yang bisa diduga, Yukino yang berperangai jahat tanpa setitikpun kebaikan dalam jiwa sanubarinya *tsaah* menghalalkan segala cara agar Shigeru menang. Apakah kalian berpikir Yukino mencurangi pertandingan? Yak benar sekali. Sampai-sampai Kawachi dibuat tak berdaya sama sekali.

Tiga tahun setelah Kakak lulus… Akhirnya, aku sudah menyempurnakan ‘itu’. (Hal. 102)

Bagian 39 “Kenangan Akan Laut” berfokus pada hasil roti kreasi Shigeru yang dicicipi oleh Kuroyanagi dan Sensei Gembul. Disini terjadi sebuah keajaiban pada Sensei Gembul. Semua itu karena roti Shigeru yang ajaib dan tidak biasa. Tak pelak hal ini memukul hati Kawachi. Karena apa yang terjadi sungguh bukanlah hal yang diharapkannya.

Aku sudah memakai ragi samudra impianku untuk roti ini… (Hal. 117)

Bagian 40 “Cukup Buat Roti Enak” adalah saat sebelum Azuma bertanding. Ia yang sangat merasakan kesedihan Kawachi, tidak memiliki semangat untuk bertanding lagi menghadapi Suwabara. Simpatinya yang mendalam kepada rekan kerjanya sungguh tinggi. Bahkan Tsukino juga memperbolehkan Azuma mundur dari pertandingan jika ia merasa tidak kuat. Namun ternyata Kawachi memiliki pemikiran sendiri.

Shigeru… Kemampuannya diatas rata-rata!! (Hal. 137)

Bagian 41 “Maaf, Ya” adalah saat-saat pertandingan Azuma dan Suwabara. Ternyata selama ini, setelah kalah dari Azuma di ujian masuk Pantasia, Suwabara telah berlatih keras dan menemukan sebuah roti baru yang ia yakin akan mengalahkan roti buatan Azuma (meskipun agak lebay sih sebutannya). Apakah jenis roti itu?

Inilah croissant tehebat sepanjang sejarah!! Croissant 648 lapis super vapor action!!! (Hal. 164)

Bagian terakhir adalah “Bonus Spesial Takitate!! Gohan”. Seneng banget ada omake (bagian tambahan) tentang gohan ini. Rasanya sesuatu yang berbeda 180 derajat dibandingkan ceritanya Azuma. Cerita bagian ini mirip dengan chapter 2 Yakitate!! Ketika ujian masuk sebuah katering ternama, Tom datang terlambat sehingga poinnya dipotong lima poin oleh juri bernama Shiroyanagi Ryo. Disini Tom juga berkenalan dengan sesama peserta bernama Kishiwada. Tantangan pertama adalah membuat onigiri. Bagaimana akhir nasib Tom?

Ini kedai nasi! Kami tak akan mempekerjakan penyuka roti! (Hal. 173)

Semakin kesini, kompetisi juga semakin menegangkan. Peserta yang lolos juga bukan peserta yang tidak sanggup membuat roti. Entah kenapa, saya justru menanti kehadiran peserta baru dengan bakat menakjubkan membuat roti yang ajaib, alih-alih menanti Azuma membuat Ja-Pannya. Mungkin karena dia tokoh utama, saya udah terlanjur bosan duluan dengan tipikal Azuma.

Kemunculan Yukino sukses membuat saya membenci tokoh ini, bahkan lebih benci dibandingkan tokoh Mizuno. Tipikal peran antagonis di sinetron sih sebenarnya Yukino ini. Tapi Hashiguchi-san berhasil menggambarkan mimik muka dan perilaku jahatnya dengan sangat pas.

By the way, per jilid lima ini, saya kok jadi merasa sebel dengan Azuma ya. Sifatnya itu terlalu polos padahal kenyataannya dia jenius dalam membuat roti yang ajaib. Kesannya jadi pura-pura blo’on. Kalau ada di dunia nyata, saya yakin Azuma adalah orang yang tidak saya sukai hahahaha.

Oh iya, jangan lupakan dengan bonus spesial Takitate!! Gohan. Ketika membaca bagian ini, saya merasa membaca Yakitate!! namun dengan baju yang berbeda. Kesan barunya dapet, tapi nostalgia dengan chapter aslinya juga dapet. Lumayan jadi ice breaking sesaat dari tegangnya Kompetisi Pegawai Baru Pantasia. So, let’s wait my review of volume 6! Coming soon, I swear!

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 4)

coveryakitate4

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 4)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Annisa Laila Khaled

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 195 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792728514

cooltext1660180343

Mengetahui Shachihoko adalah ahli membuat roti yakisoba, Azuma dan Kawachi berguru pada Liu, seorang master mi. Tapi, Azuma tetap tak punya ide untuk menandingi roti yakisoba Shachihoko.

cooltext1660176395

Berbeda dengan ketiga jilid sebelumnya, jilid keempat ini memiliki dua bab spesial selain bab utama lanjutan jilid sebelumnya. Bagian spesial pertama berjudul “Bonus Spesial Matsushiro Deluxe” yang mengisahkan awal mula Matsushiro berniat menggeluti dunia roti. Ternyata gara-gara cinta monyet masa SMA. *Ciee melankolis juga ternayata*

Aku dan B-saku yang sama-sama suka A-ko mendengar hal itu… (Hal. 9)

Bagian bonus kedua adalah “Bonus Spesial Takitate!! Gohan” yang sangat unik. Jadi kisahnya mengenai Tom Crusoe (seems like Tom Cruise, huh?) yang hidup di Amerika. Ia sangat menyukai nasi. Namun ayahnya menolak mentah-mentah usulnya menjadikan nasi sebagai menu sarapan. Bonus ini jalan ceritanya persis dengan chapter pertama di jilid 1. Cuman beda tokoh dan objek saja.

Aku sudah coba merekomendasikan Gohan sama Daddy… Tapi, malah ditentang. (Hal. 33)

Bagian selanjutnya sudah mulai kembali pada Kompetisi Pegawai Baru Pantasia. Bagian 26 “Perfect Melon” mengisahkan pertarungan Azuma melawan Mizuno. Ternyata, untuk membuat roti melon, Mizuno membuatnya dari 100% buah melon mahal nan lezat seharga 3000 yen! Sedangkan Azuma, cuma menggunakan jus kalengan seharga 120 yen. Zzzzz…

Wah, melonnya kayaknya mahalan, tuh… Melon si Azuma, sih, nggak ada apa-apanya… (Hal. 50)

Bagian 27 “Dasar Gegabah” adalah mengenai pertandingan Kawachi pada hari berikutnya. Ia yang sudah memiliki tangan matahari menjadi terlena dan menganggap remeh lawannya. Padahal menurut Manajer, lawan Kawachi, Yuko Motohashi, bukanlah lawan yang mudah. Hal ini membuat Kawachi ketar-ketir.

Dia itu ratu kantin pengurus menu makan siang sekolah dan wanita pemilik ‘Tangan Ibu’!!! (Hal. 69)

Bagian 28 “Kelemahan Azuma” mengisahkan babak berikutnya, dimana Azuma yang akan bertanding terlebih dahulu melawan Spencer Henry Hoko atau biasa dipanggil Shachihoko yang berasal dari Nagoya. Kejutannya, tema pertandingan babak tersebut adalah membuat yakisoba alias mi goreng, bukannya membuat roti. Ternyata, Azuma tidak pernah tahu cara memasak mi goreng! Sedangkan Shachihoko sudah terkenal dengan kemampuannya membuat mi goreng.

Aku akan memperkenalkan kalian seorang ahli mi. Lebih bagus lagi, kalau kalian bisa langsung belajar cara membuatnya disana! (Hal. 93)

Bagian 29 “Tim yang Kompak” berlokasi di tempat seorang ahli mi, Liu Lao Mian. Ia merupakan kawan Manajer. Selain nyentrik, ia juga senang menggunakan kekerasan kepada siapapun. Bagaimana bisa orang seperti itu bisa menjadi ahli pembuat mi? Azuma dan Kawachi sudah keder duluan. Tapi niat membuat mi terbaik tidak boleh luntur begitu saja.

Aku mesti berjuang sekuat tenaga dan nggak boleh meremehkan lawan siapapun orangnya!! (Hal. 108)

Bagian 30 “Reaksi Terlarang” merupakan hari pertandingan Azuma. Seperti yang diprediksi sebelumnya, tehnik pembuatan mi Shachihoko sungguh memukau. Tidak heran ia mendapatkan penghargaan tentang pembuatan mi yakisoba terlezat. Sedangkan Azuma harus berusaha dengan keras agar bisa mengalahkannya.

Meskipun Azuma sudah berusaha keras, kalau cuma mengandalkan mi goreng, dia bisa kalah! (Hal. 132)

Bagian 31 “Wujud Asli Koala” adalah kisah tentang pertandingan Azuma melawan Koala, pegawai Mizuno, di babak berikutnya. Karena Mizuno dan Tsukino sudah melakukan perjanjian tertulis, maka Azuma tidak boleh kalah. Atau reputasi dan masa depan Tsukino dipertaruhkan. Namun yang masih menjadi misteri, siapa orang dibalik topeng Koala itu sebenarnya?

Azuma! Lawan terkuat di kompetisi pegawai baru ini ternyata bukan Suwabara… Tapi, mungkin si Koala itu!!! (Hal. 154)

Bagian 32 “Pakai Sihir” adalah hari-H pertandingan Azuma. Tema roti yang harus dibuat adalah roti hewan. Sebagai tambahan, Kuroyanagi memanggil seorang juri baru bernama Sensei Gembul Hashiguchi dan asistennya, Heidi. Ada yang ngeh kalau juri tambahan ini adalah representasi komikus Yakitate!! Ja-Pan? Hehehe. Di sisi lain, setelah dianalisis, Koala adalah orang yang ahli dengan pembuatan roti hewan.

Bukan berarti menang kalahnya ditentukan dari bisa nggaknya bikin roti dengan 20 jalinan, ‘kan?! (Hal. 173)

Babak Kompetisi Pegawai Baru yang semakin seru menjadi fokus utama jilid keempat ini. Peserta yang ajaib dengan roti yang menakjubkan menjadi salah satu titik kenikmatan saya membaca komik ini. Saya tidak tahu apakah segala tehnik di komik ini akurat atau tidak. Tapi yang pasti semuanya membuat saya terpana.

Efek respon yang dialami oleh Kuroyanagi sebagai juri ketika mencicipi roti buatan peserta juga aneh-aneh. Meskipun semakin kesini semakin lebay dan tidak bisa diterima akal sehat, penjelasan setelah melakukan respon itulah yang membuat saya kagum. Apa ya, andaikata segala hal di komik ini hanyalah bualan semata, Hashiguchi-san sukses membuat saya percaya bahwa profesi juru roti itu keren banget!

By the way, tokoh favorit saya adalah Kinoshita. Dia selalu terlupakan sebagai pegawai bakeri cabang Tokyo Selatan. Entahlah, segala nasib buruk yang dialaminya membuat saya justru nyengir melulu *pukpuk Kinoshita*. Oh iya, akhir cerita yang menggantung membuat saya geregetan. Jadi, ayo tunggu review saya untuk jilid kelima nanti! ~(ˇ▼ˇ)~

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Shift

covershift

Judul: Shift

Sub Judul: Jika kau memiliki kekuatan untuk mengubah kenyataan, apa yang akan kau ubah?

Seri: Shift #1

Penulis: Kim Curran

Penerjemah: Indriani Grantika

Penerbit: Grantika Publishing

Jumlah Halaman: 363 halaman

Terbit Perdana: April 2014

Kepemilikan: Cetakan Pertama, April 2014

ISBN: 9786021791400

cooltext1660180343

Bagaimana jika kau bisa beralih dari versi kenyataan yang sedang kau jalani saat ini ke versi kenyataan alternatif? Bagaimana jika kau bisa mengubah keadaan saat ini dengan membatalkan segala keputusan yang telah kau ambil di masa lalu? Sehingga kau bisa mengubah kejadian yang tak kau inginkan hanya dalam sekejap mata.

Scott Tyler bisa melakukannya karena dia adalah seorang Pengalih. Scott tak pernah mengetahui bahwa dirinya adalah Pengalih sampai suatu ketika dia tanpa sengaja menggunakan kekuatannya untuk mengubah kenyataan.

Awalnya Scott mengira kekuatannya itu luar biasa, sampai akhirnya dia menyadari bahwa ada konsekuensi yang tak terprediksi setiap kali dia menggunakan kekuatannya. Dengan beralih dari satu versi kenyataan ke versi kenyataan lainnya, Scott tak hanya membuat keselamatannya terancam, tapi juga membuat keselamatan orang-orang di sekitarnya terancam.

Saat Scott terjebak dalam versi kenyataan yang bagaikan mimpi buruk, akankah dia berhasil memilih versi kenyataan yang membuat kehidupannya kembali normal? Atau dia justru memilih versi kenyataan yang membawa malapetakan bagi orang-orang yang disayanginya?

“Seperti video game yang seru.” – Amazon

“Seperti perpaduan film Jumper dan Butterfly Effect.” – GoodReads

cooltext1660176395

Setiap manusia di muka bumi ini memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang berbakat menyanyi, memasak, menembak, dan lain sebagainya. Pada umumnya bakat tersebuat adalah sebuah keahlian yang wajar dan bisa diterima akal sehat. Lantas bagaimana jika ada manusia yang memiliki kemampuan “unik” dan mencengangkan?

Adalah Scott Tyler, seorang pemuda Inggris berusia 16 tahun yang tinggal bersama kedua orang tuanya yang selalu cekcok sepanjang hari dan adik perempuannya, Katie. Hidup Scott begitu membosankan. Ia tidak pandai bergaul sehingga kawannya sedikit. Bahkan di akhir pekan, ia hanya bermain video game dengan adik yang usianya lima tahun lebih muda.

Satu-satunya teman dekat (Scott tidak menyebutnya sebagai sahabat), Hugo, mengajak Scott untuk meninggalkan game itu dan mengunjungi Rectory Ground. Tempat yang disingkat RC ini semacam tempat nongkrong anak-anak populer dari sekolah Scott dan Hugo. Salah satu anak paling populer adalah Sebastian Cartwright. Meskipun usianya diatas Scott, ia membiarkan Scott dan Hugo ikut bergabung di “pesta anak populer” tersebut.

Scott yang mulai mabuk berusaha membuktikan pada semua orang disitu bahwa ia bukan seorang pecundang dengan cara memanjat sebuah tower listrik. Ia yakin tower itu sudah tidak dialiri listrik sehingga ia tidak perlu mengkhawatirkan nyawanya. Tepat sebelum puncak menara, Scott terjatuh ke tanah yang jaraknya cukup jauh. Apakah Scott mati? Ternyata tidak.

Tanpa membuka mata, kujulurkan tanganku yang gemetar, lalu meraba-raba batang logam di atas kepala. (Hal. 20)

Suatu hal aneh terjadi. Scott tidak cedera. Bahkan ia berjarak cukup jauh dari menara disertai tawa orang-orang yang menganggapnya pecundang karena Scott terjatuh dari pagar, BUKAN dari menara. Apa yang terjadi? Seorang gadis bernama Aubrey Jones mengajak Scott pergi dari tempat itu sambil menjelaskan apa yang terjadi. Mereka menuju sebuah kasino.

Aubrey menjelaskan bahwa Scott adalah seorang Pengalih. Biasanya Pengalih akan segera ditangkap oleh Regulator untuk dibawa ke markas besar. Markas tersebut semacam pangkalan militer untuk membina Pengalih melalui sebuah Program. Aubrey ternyata adalah seorang Pelacak resmi (Spotter) sehingga ia bisa mengetahui keberadaan Scott. Ia berasal dari ARES atau Agen Regulasi dan Evaluasi Pengalih.

Shifter atau Pengalih punya kemampuan untuk Mengalihkan kenyataan. Dengan Mengalihkan kenyataan, Pengalih menciptakan kenyataan baru di sekitarnya. (Hal. 35)

Tiba-tiba, muncul kelompok bernama Satuan Liberasi Pengalih (SLP) atau disebut Pembelot yang diketuai oleh Isaac Black atau biasa dipanggil Zac. Tak disangka, terjadi sedikit kericuhan antara Aubrey dan Zac di dalam kasino itu. Sebelum semua bertambah panas, mendadak muncul sebuah kejadian yang akhirnya membuat Scott dan Aubrey harus pergi secepat mungkin.

Di apartemen Aubrey, Scott mendapat informasi yang lebih rinci mengenai apa yang terjadi. Selain jenis pekerjaan yang disebutkan Aubrey di kasino tadi, ada lagi Pemeta yang berspesialisasi pada konsekuensi dan prediksi. Awalnya Scott tidak percaya semua kata-kata Aubrey. Namun menyadari keadaan tentang tragedi menara-menjadi-pagar tadi membuat Scott percaya. Bakat seorang Pengalih ini hanya muncul di usia muda dan akan menghilang ketika sudah berusia dewasa. Waktu ketika kekuatan menghilang ini disebut dengan istilah Entropi.

Ini semacam psikosis di mana kau mendapati dirimu berada dalam versi kenyataan baru yang mengganggu, itu karena kau tidak merencanakan alur Peralihan yang kau lakukan dengan hati-hati. (Hal. 96)

Keesokan harinya, Scott yang baru saja mengalami sebuah “hidup” yang memilukan akhirnya berinisiatif untuk menghubungi ARES. Ia percaya bahwa ARES akan membantunya menangani kemampuan ini. Keputusan ini ditentang Aubrey dengan keras. Scott tidak perduli dan tetap pada pendiriannya. Di kantor ARES yang berlokasi di East London, Scott bertemu dengan Komandan Morgan sebagai Kepala Divisi Peralihan ARES.

Ternyata Program ARES untuk para Pengalih itu adalah semacam sekolah. Komandan Morgan menyambut baik kehadiran Scott dan memintanya bergabung di kelas Sersan Jon Cain. Di kelas itu ada Jake, Max, CP, Molly, dan Ben. Mereka berusia dibawah Scott namun kemampuannya lebih baik. Selain itu juga ada Mr. Abbott yang mengajar kelas Sejarah.

Begitu Pengalih menyadari kemampuannya, segelintir pertanyaan pertama yang terbersit di benaknya adalah ‘Bisakah kita mengubah sejarah? (Hal. 164)

Hari-hari Scott dalam Program ARES selama liburan musim panas membuatnya menjadi orang berbeda. Ayah dan ibunya merasa Scott yang “bekerja” di ARES adalah sesuatu yang membanggakan. Namun Katie dan Hugo merasa bahwa Scott telah berubah dan tidak seperti yang dulu. Hal ini mungkin karena ia menghadapi berbagai kesulitan yang harus ia hadapi. Mulai dari kecelakaan kereta, pertemuan dengan orang jahat, bahkan mengalami tekanan menyakitkan bersama teroris.

“Semua teroris adalah pengecut, Scott. Mereka adalah pengintimidasi yang bersembunyi di balik prinsip-prinsip untuk membenarkan tindak kekerasan.” (Hal. 189)

Bagaimana hari-hari Scott selanjutnya? Mengapa semua orang menjulukinya sebagai Pengalih terkuat? Bagaimana mungkin Scott yang baru saja mengetahui kemampuan tersebut bisa menjadi yang terkuat? Lantas, mengapa bisa muncul SLP buatan Zac? Apa yang menjadi tujuan mereka? Lebih penting lagi, kemampuan apa yang dimiliki Scott itu sebenarnya? Silakan dibaca sendiri yah!

Awalnya, saya mengira buku ini akan menceritakan kehidupan remaja dengan kemampuan unik yang kemudian kemampuan tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari unuk menjahili. Tetapi saya salah. Pada beberapa bab awal memang dikisahkan bagaimana hari-hari Scott yang membosankan dan khas remaja banget. Bahkan kehidupannya di rumah juga terlukiskan sangat membuat depresi.

Namun semua berubah saat negara api menyerang kemampuan Beralih itu Scott gunakan, ehm lebih tepatnya tidak sengaja digunakan. Pertemuannya dengan Aubrey adalah cikal bakal kehidupan baru yang harus Scott hadapi mulai awal libur musim panas dan seterusnya. Dua hari cukup bagi saya untuk menyelesaikan buku ini.

Penulis piawai dalam bercerita. Alih-alih menggunakan kalimat panjang dan bertele-tele, ia menggunakan kalimat singkat dan mudah dipahami. Sudut pandang orang pertama dari tokoh Scott membuat saya bisa lebih relate dengan cerita dan mengerti apa yang Scott alami. Dialog yang bertebaran cukup banyak juga banyak membantu saya mamahami cerita dibandingkan narasi yang berpotensi membuat saya bosan.

Bagian terbaik bagi saya adalah saat perubahan hidup Scott yang awalnya biasa-biasa saja cenderung membosankan menjadi penuh petualangan dan ketegangan. Betul sekali, mulai pertengahan hingga akhir semuanya full action dan berbeda 180 derajat dibandingkan bab awal yang membuat saya ngantuk. Tidak bisa saya pungkiri bahwa penulis sanggup membuat saya penasaran hingga halaman terakhir.

Sayangnya, ada beberapa hal yang membuat saya agak kecewa. Ketika Scott dan Aubrey (atau remaja lain di ARES) bercakap-cakap dalam sebuah pembicaraan, saya tidak bisa membayangkan usia mereka hanya 16 tahun. Dalam benak saya justru tergambar tokoh dengan usia 24 tahun keatas gara-gara saking “beratnya” obrolan mereka. Terlalu dewasa dan tidak cocok dengan usia mereka sih. Apalagi kehidupan baru yang Scott jalani pasca tragedi-menara tadi terkesan too damn different than before, dan itu sangat-sangat aneh karena terjadi dalam hitungan bulan saja.

Dan hal yang cukup fatal membuat saya jengkel sendiri adalah tentang konsep Shift atau Peralihan itu sendiri. Awalnya saya menganggap itu semacam kemampuan kembali ke masa lalu dan memperbaiki kesalahan lalu kembali lagi ke masa sekarang. Sayangnya bukan itu maksudnya. Bahkan sampai ada kalimat penegasnya lho.

Tapi kita tidak bisa memutar ulang waktu. Kita hanya bisa membatalkan keputusan. (Hal. 220)

Lah terus apa dong?? Penulis tidak memberikan sebuah penjelasan gamblang yang bisa memuaskan saya tentang kemampuan itu. Ada sih penjelasan tentang konsep mekanika kuantum sebagai konsep shift, tapi apa ya, saya masih bingung (maafkan otak saya yang cetek ini). Buku ini adalah buku pertama dari trilogi Shift. Mungkin apabila saya membaca buku selanjutnya, segala kerisauan saya diatas bisa terjawab dengan baik.

Anyway, saya kagum dengan editornya karena saya nyaris tidak menemukan typo. Hanya satuuu saja yaitu kata menganguk di halaman 317. Selain itu, semuanya bersih tanpa salah penulisan (menurut saya). Jos banget deh. Oh iya, saya acungi jempol untuk penerjemahnya. Saya rasa 99% terjemahannya memang benar-benar menggunakan bahasa Indonesia karena ada beberapa kata yang harus saya googling karena saya tidak familiar hehe.

Kenapa saya katakan hanya 99% saja? Karena panggilan orang seperti Mr., Mrs., Ms., dan Sir justru tidak diterjemahkan. Entah apa alasannya. Saya rasa lebih baik total saja dalam penerjemahan. Karena nanggung banget semuanya sudah pakai bahasa Indonesia yang baik, sedangkan panggilan masih menggunakan bahasa asli. Toh penerjemahan hal itu juga tidak mengurangi esensi cerita. Tapi yang jelas, saya tidak sabar menunggu kelanjutan seri ini. Mengingat buku aslinya sudah tamat, semoga bisa segera diterjemahkan sekuelnya di Indonesia ya.

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 3)

coveryakitate3Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 3)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Annisa Laila Khaled

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792720587

cooltext1660180343

Setelah lolos kualifikasi Kompetisi Pegawai Baru, Azuma dan Kawachi menghadapi soal babak berikutnya yang tak kalah sulit. Membuat butter roll. Celakanya, Azuma salah memilih mentega!

cooltext1660176395

Lagi males bikin intermezzo, jadi langsung aja ya hehehe. Jilid ketiga ini terdiri dari 10 bagian (chapter). Dan seperti jilid sebelumnya, chapter disini memiliki urutan lanjutan dari jilid sebelumnya. Bagian 16 berjudul “Anjing Pecundang” menceritakan tentang Kawachi yang makin bingung sekaligus pesimis dengan latihan yang diterapkan Tsukino untuk membuatnya kuat.

Jangka waktu sampai babak akhir hanya 1 bulan. Dalam waktu sesingkat itu, mana mungkin bisa jadi macho!! (hal. 13)

Bagian 17 “Laki-Laki Itu” mengisahkan Azuma yang sudah kembali dari perjalanannya ke Izu. Oleh karena itu, ia sudah memiliki senjata pamungkas untuk membuat roti tawar yang tidak mudah basi sebagai syarat lolos babak penyisihan Kompetisi Pegawai Baru.

Cuma dikasih hadiah kayak gini, usahaku itu nggak murahan, tahu… (Hal. 37)

Bagian 18 “Rival Sejati” merupakan titik balik semangat Kawachi yang muncul kembali untuk mengalahkan Azuma. Meskipun mereka bekerja dalam satu toko yang sama, Kawachi masih menyimpan ambisi menjadi pegawai Pantasia pusat. Dan Azuma dianggap penghalang terbesar Kawachi dalam meraih mimpinya itu.

Untuk saat ini, jangan sembarangan bicara denganku. Aku enggan mengobrol denganmu. (Hal. 48)

Bagian 19 “Japan Bersejarah” menceritakan Azuma yang (lagi-lagi) kabur ke Gifu. Disini hidup kakek bernama Azuma Umasaburo. Ia merupakan kakak dari Azuma Umataro, kakek yang tinggal bersama Azuma di Niigata. Saking jarangnya bertemu, ia mengira adiknya sudah meninggal dunia. Di bagian ini ada sedikit cerita sedih yang disuguhkan.

Tanah di sekitar Kota Toki ini memang banyak mengandung petalite yang dibutuhkan untuk bikin itu. (Hal. 64)

Bagian 20 “Sampah!!” sudah mengambil waktu ketika Kompetisi Pegawai Baru Pantasia sudah dimulai. 58 pegawai yang sukses membuat roti tawar yang tidak gampang basi sudah berkumpul di Pantasia pusat di Tokyo. Sayangnya, ada sedikit kericuhan saat pegawai yang tidak lolos meminta penjelasan dari Kuroyanagi, sang juri.

Gimana kalau babak penyisihannya sekali lagi? Nggak masalah, ‘kan? (Hal. 92)

Bagian 21 “Pemilihan Mentega” adalah tantangan kedua membuat butter roll. Yang membuat sulit, setiap peserta diminta memilih satu mentega dari delapan jenis mentega yang disiapkan. Tentu saja mereka tidak boleh memegangnya terlebih dulu. Kawachi agak tertinggal dari Azuma yang sudah memilih duluan.

Itu tandanya, nggak mungkin salah!! Kita sudah menyaksikan kelihaiannya!! (Hal. 108)

Bagian 22 adalah “Ultra C” mengisahkan bahwa Azuma terancam gagal. Namun ternyata, ada sebuah trik jitu yang disadari atau tidak, menyelamatkan Azuma dari kegagalan itu. Sehingga ia lolos ke babak berikutnya. Bagaimana dengan Kawachi? Baca sendiri yah hehe.

Pertandingan kali ini 100% ditentukan dari pemilihan mentega!! (Hal. 122)

Bagian 23 “Sangat Bahagia” masih dalam suasana kompetisi, muncul tokoh antagonis baru bernama Azusagawa Mizuno. Ia merupakan adik dari Tsukino yang berasal dari ibu yang berbeda meskipun satu ayah. Di bagian ini, terkuak sedikit tentang asal-usul Tsukino.

Tsukino itu putri dari istri simpanan Sadamichi, putra kakek Azusagawa. (Hal. 146)

Bagian 24 “Tantangan Sulit” adalah babak kedua dimana setiap peserta saling duel satu lawan satu dengan peserta lain. Dibagi dua blok dengan masing-masing juara blok akan bertanding di final. Kawachi berbeda blok dengan Azuma. Ia akan melawan Motohashi Yuko. Sedangkan Azuma?

Azuma melawan Mizuno… Bebannya jadi berat, nih… (Hal. 159)

Bagian 25 adalah chapter terakhir berjudul “Jadilah Pasanganku” mengisahkan tantangan membuat roti melon sebagai roti yang harus dibuat peserta. Pegawai Mizuno, Koala, tampak mencurigakan dengan topengnya itu. Semua orang dari Pantasia cabang Tokyo Selatan menaruh kecurigaan padanya.

Menjual roti gosong itu tabu. Makanya, banyak bakeri menjual roti melon dengan bagian cookie yang setengah matang. (Hal. 178)

Setelah agak krik krik di jilid yang lalu, saya sudah bisa enjoy dengan volume 3 ini. Tidak bisa dipungkiri saya sering menunggu roti-roti ajaib yang dibuat oleh tokoh-tokohnya, terutama Azuma. Soul-nya komik ini memang berada di situ sih.

Awalnya, untuk drama-dramanya sih sebenernya nggak begitu penting bagi saya. Tapi mulai jilid ini kok mulai seru juga menyimak jalan cerita yang disuguhkan. Sehingga fokus saya tidak hanya pada roti, tapi juga pada konflik cerita.

Selain itu apa lagi ya? Oh iya, humor! Meskipun tidak sampai ngakak guling-guling, kadar humor yang digambarkan sungguh pas dan bikin nyengir. Bukan slapstick, tapi apa ya, bagus deh *apasih*. Sebenernya lebay, tapi tetep asik waktu bacanya hehehe. Masih penasaran dengan hasil akhir kompetisi pegawai baru Pantasia ini. Mari nunggu review jilid keempat saya heheheheh.

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Opini Tentang Ekspektasi Bareng BBI 2015

Januari – Ekspektasi

Komunitas blogger buku terkece se-Indonesia Raya a.k.a BBI memiliki sebuah agenda tahunan untuk para anggotanya. Salah satu agenda itu adalah Posting Bareng, yaitu ketika seluruh member yang berniat mengikuti event ini, akan posting suatu hal yang memiliki tema sama dalam waktu serentak jam 9 pagi.

Tahun 2015 ini, Posting Bareng dibagi menjadi dua bagian, yaitu Baca Bareng dan Opini Bareng. Jika Baca Bareng menuntut member yang berpartisipasi nge-posting review buku yang bertema tertentu, Opini Bareng lebih bebas dan fleksibel. Info lebih lanjut bisa dicek & ricek disini yah.

Tema bulan Januari 2015 adalah: EKSPEKTASI. Menurut sepemahaman otak saya, ekpektasi berarti perkiraan. Ekspektasi dibagi dua yaitu ekspektasi tinggi atau harapan baik dan ekspektasi rendah atau harapan buruk. Ekspektasi muncul ketika suatu hal belum terjadi alias di masa depan, namun sudah mulai muncul sejumlah clue. Contoh: saat langit mendung, saya berekspektasi akan hujan. Atau ketika saya tidak belajar untuk ujian esok hari, maka saya berekspektasi nilai saya akan jeblok. Begitu pula dengan dunia perbukuan yang erat kaitannya dengan pembaca buku.

Sebelum membeli atau membaca sebuah buku, sadar atau tidak, sengaja atau tidak, seringkali muncul ekspektasi terhadap calon buku yang akan kita beli atau baca. Baik tinggi ataupun rendah. Lantas, bagaimana ekspektasi itu tercipta? Sepengetahuan dan menurut pengalaman pribadi saya, ekspektasi ketika hendak membeli atau membaca buku dapat muncul karena hal berikut ini:

SAMPUL alias COVER

Saya kurang sreg dengan istilah “don’t judge by its cover”. Mengapa? Karena hal itu membuat kreativitas desainer sampul menjadi tumpul. Padahal seharusnya pewajah sampul harus benar-benar ahli menyampaikan isi buku dalam sebuah desain yang lugas, mengena, dan memikat. Bukankah cover adalah hal paling pertama yang dipandang konsumen? Kalau cover saja tidak menarik, tentu rasa enggan membaca isinya juga akan muncul. Intinya, sampul bagus bisa menambah tingkat ekspektasi menjadi meningkat. Begitu pula sebaliknya.

BLURB

Tulisan dibagian sampul belakang buku dinamakan blurb. Saya enggan menyebutnya sebagai sinopsis, karena kadang ada yang bukannya tertulis ringkasan isi buku, namun justru testimonial dari para pembaca (biasanya tokoh atau media massa ternama). Salah satu fungsi utama blurb adalah mengajak calon pembeli untuk segera membawa buku ke kasir ataupun membuat seseorang tertarik membacanya. Oleh karena itu, blurb yang ciamik dan menawarkan kelebihan isi buku adalah sebuah hal penting dalam rangka membangun ekspektasi yang tinggi.

PENULIS

Untuk poin ketiga ini khusus berlaku bagi konsumen yang sudah membaca karya yang lain dari penulis yang sama. Istilahnya sudah kenal gaya tulisannya. Bagi yang kebetulan menyukai tulisan penulis tersebut, tentu akan memiliki ekspektasi tinggi ketika sang penulis menelurkan karya baru. Namanya penggemar, pasti akan langsung membeli karya dihasilkan penulis idolanya tanpa banyak pertimbangan. Berbeda jauh dengan orang yang kurang tertarik dengan gaya sang penulis. Entah kecewa ataupun memang bukan genre kesukaan. Meskipun ada karya baru dan (katanya) bagus, ia tidak serta merta akan membeli atau membacanya begitu saja. Karena ia tak akan mau kecewa untuk kedua kali. Sehingga ia akan picky membaca karya dari penulis yang bersangkutan.

TANGGAPAN PEMBACA LAIN

Salah satu kebiasaan menjadi blogger buku adalah menuliskan resensi atas buku yang telah dibaca. Khususnya di BBI, mudah sekali dijumpai resensi yang positif atau negatif para anggota. Banyaknya pembaca yang menyukai sebuah buku yang sama, mereka akan menulis resensi yang positif. Akibatnya, menjamurnya resensi seperti ini bisa menjadikan ekspektasi tinggi untuk blogger yang belum membaca bukunya. Begitu pula sebaliknya, jika banyak beredar resensi negatif dari sebuah karya, sedikit banyak bisa memberi sumbangsih dalam membangun ekspektasi rendah orang lain yang masih belum membaca karya tersebut.

Pada akhirnya, keempat sebab munculnya ekspektasi itu akan bermuara pada satu hal, yaitu PEMBUKTIAN. Apakah ekspektasinya yang tinggi itu benar? Ataukah ekspektasi rendah justru menjerumuskan? Satu-satunya cara adalah dengan cara membaca buku tersebut. Ingat, membaca adalah kegiatan personal. Artinya semua kembali ke selera masing-masing. 100 orang yang memuji buku X, belum tentu kita juga menyukainya, bukan? 100 orang menghina buku X, siapa tahu kita justru menikmatinya, kan? Perbedaan itu indah lho, guys!

Apakah ekspektasi itu buruk? Tidak juga kok. Namun sesekali cobalah untuk membeli atau membaca buku tanpa ekspektasi sama sekali (tinggi atau rendah). Saya sarankan melakukannya saat obralan biar nggak gitu nyesek kalau kecewa hehehe. Percayalah, sensasinya lebih plong. Maksudnya plong untuk memuja muji karya tersebut ketika kita menyukainya, ataupun plong untuk mencerca dan menghina karya yang ternyata mengecewakan. Tapi ingat, harus dituliskan secara santun dan berimbang jika dituangkan dalam resensi, ya. Hehehe.

Ekspektasi sesungguhnya bisa menjadi patokan apakah uang dan waktu yang akan kita habiskan untuk membaca buku tersebut sepadan. Semua orang tentu tidak mau membuang waktu dengan percuma hanya untuk membaca karya yang tidak disukai. Setiap pembaca tentu berharap ketika ia sudah menutup halaman terakhir, akan ada sebuah kepuasan batin dan kebahagiaan karena ia merasa tidak sia-sia menghabiskan waktu dan sekian rupiah demi membaca buku yang (akhirnya) disukai. Akhir kata, jangan berekspektasi terlalu rendah jika tak ingin puas dan jangan berekspektasi terlalu tinggi jika tak ingin kecewa.

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 2)

coveryakitate2

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 2)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Dudi Yudia Permana

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 189 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792718492

cooltext1660180343

Roti bakeri cabang Tokyo Selatan nggak laku-laku! Soalnya pesaing mereka, bakeri St. Pierre pusat ada di depan bakeri mereka. Gimana caranya biar menang dari St. Pierre, ya?

cooltext1660176395

Karir Azuma berlanjut lagi di jilid kedua ini. Setelah awalnya terkejut dengan “rupa” sang manajer bakeri Pantasia cabang Tokyo Selatan, Kawachi dan Azuma ditantang untuk membuat roti yang sangat sulit. Chapter pada komik Yakitate!! Japan ini memiliki sistem lanjutan chapter komik sebelumnya. Sehingga kisah pertama ini disuguhkan pada bagian ketujuh berjudul “Enak Buat Kuda”.

Mentega yang terbuat dari susu juga sama!! Walau sudah tahu, kamu masih memakai itu!? (hal. 28)

Awalnya Azuma pede dengan roti yang akan dihasilkannya. Namun, meski dibantu oleh kakaknya yang jauh-jauh datang dari kampung, ternyata bagian kedelapan berjudul “Roti Ideal” membuka mata Azuma mengenai roti yang sesungguhnya dari persepsi sang manajer.

Kalau kau maju dengan percaya pada diri sendiri, suatu hari akan datang saat di mana kau berhasil menciptakan roti idealmu. (hal. 46)

Di hari yang baru, bagian kesembilan berjudul “Ditutupi!?”, Kawachi dan Azuma sangat frustasi dengan roti bakeri mereka yang tidak laku keras. Hal ini jauh berbeda dengan Pantasia pusat yang selalu laris manis diserbu pembeli. Karena penasaran, mereka bertanya pada manajer. Alih-alih mendapat jawaban memuaskan, mereka justru diseret ke depan toko.

Itu sebab utama segala masalah bagi kita!! Rival utama jaringan bakeri Pantasia! Bakeri pusat St. Pierre. (hal. 54)

Manajer St. Pierre di depan Pantasia berniat memperkenalkan produk baru. Matsushiro sang manajer yang jengkel akhirnya malah menantang duel membuat roti dengan Azuma sebagai perwakilan. Cerita kesepuluh berjudul “Bakeri Pusat” ini menunjukkan awal pertarungan Azuma dengan Mokoyama Tsuyoshi, sang manajer bakeri St. Pierre.

Kalau begini, sih… Kita nggak bisa kabur lagi! (hal 73)

Tiba di hari pertandingan, tiba-tiba muncul Meister Kirisaki, general manager Pantasia pusat. Entah apa yang dilakukannya pada pertandingan itu. Semua yang mengenalnya bahkan heran dengan kedatangan Kirisaki disana. Bagian ke-11 berjudul “Kelemahan…!?” memperlihatkan bagaimana Azuma dengan Ja-Pan memiliki kelemahan dibandingkan roti Mokoyama. Juri pada pertandingan itu adalah Hattari Sachio, Midorikawa Kyouko, dan Minokami Koji.

Azuma nggak mau menyia-nyiakan roti buatanku, buatanmu, juga buatan Tsukino… Karena rasanya enak. (hal. 101)

Dengan asumsi akan kalah, Azuma terus berusaha meyakinkan juri bahwa rotinya jauh lebih unggul. Tak disangka, Kirisaki muncul kembali dan bertindak seolah “menyelamatkan” Pantasia. Kisah ini tersaji pada bagian ke-12 berjudul “Taktik Rahasia Meister”.

Menurutku, sebagai produk baru, selain akan dipajang di toko, harga juga akan menjadi referensi yang bagus dalam memberi nilai. (hal. 107)

Pada hari berikutnya, Kawachi dibuat geleng-geleng dengan ulah Azuma yang aneh. Meskipun suka bereksperimen, Kawachi masih ingin mengalahkan Azuma dalam membuat roti. Cerita ini berjudul “Japan 2!” yang sekaligus menghadirkan tokoh lucu di bagian akhirnya pada urutan ke-13.

Bisa-bisanya dia membuat roti pakai rice cooker. (hal. 124)

“Kompetisi Pegawai Baru” adalah kisah selanjutnya (ke-14) mengenai lomba yang diikuti oleh seluruh pegawai Pantasia di penjuru negeri. Hadiah yang menggiurkan menjadi dambaan setiap peserta. Matsushiro dan Tsukino sempat menjadi juara pada tahun-tahun sebelumnya.

Kompetisi untuk mengetahui siapa pegawai baru terhebat di antara seluruh pegawai baru di 128 bakeri cabang grup Pantasia di Jepang ini. (hal. 148)

Kawachi yang sangat ingin memenangkan perlombaan namun merasa sudah kalah dibandingkan Azuma, menjadi muak dengan dirinya sendiri. Tsukino yang mengetahui hal tersebut, menawarkan sebuah hal yang membuat pemikiran Kawachi berubah. Apakah hal itu? Sedangkan Azuma? Ia telah pergi entah kemana. Cerita ke-15 ini berjudul “Izu” sekaligus penutup jilid kedua ini.

Setiap pagi dan malam berenanglah sejauh 10 km sebanyak 2 kali. (hal. 167)

Jilid kedua ini saya masih tetap menyukainya. Tokoh baru Meister Kirisaki menyedot perhatian saya dengan gaya berbusana yang agak nyentrik. Selain itu, yang saya sukai adalah kadar humor yang pas dan pengetahuan tentang roti yang bertebaran. Khusus untuk bagian ini, saya rasa merupakan fakta alias bukan karangan semata. Sehingga ketika membaca komik ini, saya mendapatkan ilmu baru. Jadi jelas kan, komik tak hanya menghibur saja, namun juga bisa menambah pengetahuan.

Jka berbicara kekurangannya dengan edisi sebelumnya, saya rasa adalah roti buatan Azum yang kurang memukau. Ada sih Ja-Pan yang dibuatnya, namun kurang greget dibandingkan Ja-Pan di edisi sebelumnya. Jadi saya agak krik krik saat membacanya. Tetapi mungkin saja Ja-Pan spektakuler diberikan Takashi-san di jilid-jilid berikutnya. Jadi mari ditunggu saja yah ulasan saya untuk jilid selanjutnya.

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 1)

coveryakitate1

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 1)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Dudi Yudia Permana

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188 halaman

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792717143

cooltext1660180343

Ada roti khas Inggris, Jerman, dan Perancis, tapi tak ada roti khas Jepang! Namun kini, Kazuma Azuma dengan tangan mataharinya berhasil menciptakan JAPAN, roti khas Jepang! Roti apaan, tuh!

cooltext1660176395

Masyarakat Indonesia (khususnya saya) sangat damiliar dengan nasi sebagai makan pokok. Bahkan muncul istilah “belum makan kalau belum makan nasi” yang diciptakan orang Indonesia. Selain Indonesia, Jepang juga salah satu negara yang mayoritas penduduknya mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Hal ini jauh berbeda dengan negara-negara Eropa yang menggunakan roti sebagai bahan pokok utama konsumsi penduduknya.

Terkadang muncul pemikiran: apakah orang Jepang tidak bosan makan nasi? Mengapa roti kurang populer dibandingkan nasi? Bukannya tidak ada yang doyan, tapi sepertinya nasi masih dipilih untuk menghilangkan lapar. Oleh karena itu, Takashi-san menciptakan komik ini yang memiliki tokoh seorang anak laki-laki dengan mimpi menciptakan roti khas Jepang bernama Ja-Pan.

Pada bagian pertama berjudul “Road To Japan” menceritakan tokoh utama kita, Azuma Kazuma yang tinggal bersama ibunya (Azuma Hieko), kakaknya (Azuma Inaho), serta kakek dan neneknya. Beberapa tahun yang lalu, kehidupan di desa yang asri membuat keluarga Azuma terbiasa makan nasi untuk makan setiap hari.

Sayangnya, Inaho yang sudah bosan makan nasi, ingin sesekali makan roti untuk sarapan. Tentu saja hal ini ditentang oleh Kakek dan Kazuma. Karena marah, Inaho mengajak Kazuma ke sebuah toko roti di desa mereka bernama St. Pierre.

Tapi aku bercita-cita membuat roti yang bagi orang Jepang rasanya dapat melampaui nasi suatu saat nanti!! (hal. 18)

Sang koki (dipanggil Paman) memiliki keinginan membuat roti yang istimewa. Karena Kazuma sudah merasakan enaknya roti, ia membantu Paman. Di bagian kedua berjudul “Turun Dari Langit!!” menceritakan Azuma yang menjalani tes pegawai bakeri terkenal, Pantasia, di pusat kota Tokyo. Ia menjadi salah satu peserta yang menonjol gara-gara telat datang dan berpenampilan acak-acakan.

Tangan hangat yang melampaui kemampuan orang biasa, yang mampu menjaga suhu ideal untuk pertumbuhan ragi! (hal. 62)

Banyak sekali peserta yang gugur karena sang juri yang sangat hebat, Kuroyanagi Ryo, tidak kenal ampun dalam seleksi. Akhirnya yang lolos ke babak selanjutnya adalah Azuma Kazuma, Azusagawa Tsukino, Suwabara Kai, dan Kawachi Kyosuke. Di bagian ketiga berjudul “Kari? Ya ‘House’, Dong!” inilah yang menunjukkan kemampuan Azuma. Tetapi, karena hanya satu orang yang bisa diterima, akhirnya mereka berempat bersaing kembali keesokan harinya dengan tantangan baru.

Malam ini kalian menginap di toko ini, sebelum jam 12 besok siang buatlah croissant!! (hal. 96)

Bagian keempat berjudul “324 Lapis!!” menceritakan kemampuan Azuma yang pandai (dan Kawachi yang sangat berniat lolos menjadi pegawai) yang berusaha mengalahkan Suwabara, sang pesaing tersulit disini. Meskipun tidak memikirkan Tsukino, mereka bekerjasama untuk menggapai keberhasilan.

Jika gagal, aku… adik-adikku… akan jadi anak jalanan! (hal. 108)

Meskipun Azuma tidak tahu apa itu croissant, ia dan Kawachi berhasil membuat croissant yang mengagumkan. Pertanyaannya adalah: apakah Suwabara bisa mengalahkan croissant mereka berdua? Dan tiba-tiba, terkuak sebuah kenyataan mengejutkan di bagian kelima berjudul “Orang Kampung” ini.

Lihat! Inilah croissant 324 minus 10 lapis dengan tebal 1 mm! (hal. 136)

Pada akhirnya, Kawachi dan Azuma dipekerjakan di Pantasia cabang Tokyo selatan, alih-alih di Pantasia pusat. Meskipun tidak sesuai perkiraan, mereka tetap mau menjadi pegawai disana. Di bagian terakhir berjudul “Pekerjaan Pertama” inilah mereka berkenalan dengan Kinoshita Kageto, pegawai lama, dan juga Tsukino. Siapa Tsukino sebenarnya? Dan siapa pula manajer bernama Matsushiro Ken yang tidak pernah muncul di toko itu?

Roti Perancis itu jenisnya saja ada lebih dari 10 macam. Nah, buatlah Parisien. Ini jenis yang paling umum. (hal. 154)

Saat pertama kali membeli komik ini, saya tidak memperkirakan akan sangat menyukainya. Saya kira hanya komik buat roti biasa yang kurang greget. Tapi ternyata saya salah. Memang sih ada bagian-bagian tips membuat roti yang bisa dipraktikkan. Namun berbagai hal ajaib yang muncul di komik ini membuat saya geleng-geleng terpukau.

Terlalu imajinatif kalau boleh saya bilang. Komikus mencoba menggabungkan dunia realita bakery dengan hal-hal ajaib yang bisa terjadi dalam pembuatan roti. Perpaduan hal tersebut justru membuat saya berdecak kagum. Keajaiban yang masuk akal menurut saya *lah, maksudnya? Abaikan*

Kekurangannya sih masih belum ada kalau menurut saya. So far so great deh hehehe. Saya sudah punya volume selanjutnya. Jadi saya tidak akan menunda untuk membacanya. Sungguh waktu membaca komik ini, saya kepikiran dengan nikmatnya roti yang baru selesai dikeluarkan dari oven *slurp*

Penilaian Akhir:

★★★★★

goodreads-badge-add-plus

Silver Amulet (Jilid 1)

coversilver1

Judul: Silver Amulet (Jilid 1)

Judul Asli: Gin no Amulet

Komikus: Kazama Hiroko

Penerjemah: Adi Humardani

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 189 halaman

Terbit Perdana: 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2003

ISBN: 9789792041064

cooltext1660180343

Sepulang dari ekspedisi di Gurun Takla Makan, ayah membawa satu benda aneh. Saat kuperhatikan, sesuatu di dalamnya bergerak. Tidak berapa lama, Ayah ditemukan tewas mengenaskan dengan penyebab yang masih tidak diketahui. Lalu, tiba-tiba sosokku berubah menjadi seekor singa. Apa yang terjadi? Rahasia apa yang terdapat dalam Amulet penemuan ayah…?

cooltext1660176395

Manusia adalah makhluk terbaik diantara makhluk hidup lain di muka Bumi ini. Mulai dari akal budi hingga nafsu emosi dimiliki manusia. Lantas, bagaimana jadinya jika manusia bisa berubah bentuk menjadi “sesuatu” yang lain? Simak dulu di komik Silver Amulet karya Kazama Hiroko ini.

Bab pertama berjudul Changing menggambarkan awal mula kisah ini. Seorang arkeolog bernama Mizuki Suzuki bersama asistennya, Kijima, sedang berada di Gurun Takla Makan. Di tengah pekerjaan, keduanya menemukan sebuah benda misterius. Karena penasaran, benda itupun dibawa pulang. Esok harinya, putri Mizuki bernama Yumi Suzuki terkejut melihat ayahnya tertidur di ruang kerja karena kelelahan.

Kalau ibu masih hidup, pasti bilang seperti ini ‘seberapa pun sukanya bukan berarti kerja terus sampai merusak badan, kan’. (hal. 10)

Tak disangka, keingintahuan Yumi terhadap benda misterius itu akan mengubah hidupnya. Merasa tak ada hal aneh, ia berangkat sekolah dengan Kenichi Domoto, yang kebetulan menjadi calon guru di sekolah sekaligus gebetan Yumi. Namun di bab kedua berjudul Destiny, terjadi suatu tragedi mengerikan yang melibatkan orang-orang sekitar Yumi.

Aku tidak tahu! Aku belum pernah lihat makhluk seperti itu! Aku hanya bisa bilang, itu monster! (hal. 77)

Di tengah misteri dan tragedi yang menimpa, Yumi dikejutkan dengan seorang ibu hamil yang (secara kebetulan) hampir jatuh di depan rumahnya. Pada bab ketiga berjudul Decision ini, Yumi merasa harus menolong sang ibu hamil itu. Dan kebetulan lagi, ibu itu akan melahirkan. Setelah sukses melahirkan bayi, tiba-tiba ibu itu lenyap dengan meninggalkan secarik surat untuk Yumi.

Maaf, aku memutuskan sendiri. Tolong titip bayiku. Dua-tiga hari nanti pasti dijemput. (hal. 109)

Yumi yang kini memiliki kemampuan (atau kutukan) bisa berubah bentuk menjadi “makhluk lain” semakin terpukul mengetahui Ken juga ikut menghilang. Sehingga pada bab terakhir di komik ini berjudul Friends, diceritakan perjalanan Yumi mencari Ken. Di bagian ini pula Yumi menemukan seorang gadis (atau seekor hewan?) yang menjadi kawan barunya. Lantas, bagaimana kelanjutan ceritanya? Dapatkah Yumi menemukan Ken? Apa sesungguhnya makhluk di dalam diri Yumi?

Setelah jadi separuh manusia, aku memahami kejelekan sifat manusia. Berbuat kejam bagi kepentingan pribadi. (hal. 188)

Awalnya saya agak-agak serem gimana gitu waktu liat gambar covernya. Siapa (atau apa?) itu masih belum jelas sih. Tapi entah kenapa sedikit creepy aja. Dari blurb yang tertera sih, kirain ini cerita horror biasa aja. Eh ternyata melipir-melipir fantasy juga. Nilai plus deh.

Dari segi artwork, hmm agak kurang pas sih. Soalnya desain gambar tokoh-tokohnya yang belo dan berbulu mata lentik sedikit aneh aja jika dipadukan horror fantasy. Oh iya, beberapa tokoh yang seharusnya penting malah tiba-tiba mati itu sungguh menyebalkan bagi saya. Tapi kalau dari segi cerita bagus kok.

Tokoh favorit saya justru Chai, sang tokoh baru di bab terakhir yang mendampingi Yumi. Awalnya meski agak jengah dengan gambar tokoh yang terlalu lembut, tokoh Chai membuat saya luluh. Meskipun masih sedikit, tapi saya yakin akan menyukai karakternya di jilid berikutnya. Tapi sayangnya, saya cuman punya edisi perdana doang ini. Jadi yaa wes nggak ada yang jual lagi kayaknya.

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Tsubasa. Reservoir Chronicle (Jilid 1)

covertsubasa1

Judul: Tsubasa. Reservoir Chronicle (Jilid 1)

Sub Judul: Kan Kulindungi Kau yang Terkasih

Komikus: CLAMP

Penerjemah: Desiree Marietta

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 187 halaman

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792710380

cooltext1660180343

Aku telah membaca ingatanmu. ‘Sayap’ Tuan Putri telah terpencar. Sayap itu adalah jiwa Tuan Putri. Semua kenangan dalam dirinya. Sejak lahir sampai sekarang telah lenyap. Kau harus pergi lintas dimensi demi mencarinya. Perjalanan untuk mengumpulkan kepingan kenangan. Yang tak diketahui keberadaan maupun jumlahnya.

cooltext1660176395

Seorang komikus yang memiliki banyak karya dengan tokoh masing-masing tentu memiliki penggemar tersendiri. Setiap karya yang dihasilkan memiliki hal khusus yang tidak dimiliki karya yang lain, meskipun berasal dari komikus yang sama. Sehingga tidak banyak spin-off dari seri yang sudah ada yang dimunculkan komikus dalam seri tersendiri. Setahu saya hanya muncul sekilas-sekilas saja.

CLAMP dengan karya gemilang Card Captor Sakura ternyata memiliki pemikiran lain. Penggemar CCS (bukan GGS lho ya) tentu menyukai setiap tokohnya sekaligus sedih dengan berakhirnya seri tersebut. Oleh karena itu, CLAMP mengobati kerinduan penggemar CCS dengan menyuguhkan karya terbarunya, Tsubasa RESERVoir CHRoNiCLE (ini saya menyadur tulisan judul asli di komiknya lho, bukan karena saya 4L4Y, camkan!).

Mengambil setting di sebuah daerah bernama Negeri Clow, hiduplah seorang pemuda yang berprofesi sebagai arkeolog bernama Syaoran. Pada bab pertama berjudul “Kan Kulindungi Kau yang Terkasih”, diceritakan Syaoran baru tiba di rumah setelah penggalian situs. Tiba-tiba, muncul Sakura, sang putri kerajaan Clow sekaligus adik dari Raja Toya, di depan pintu. Tentu saja lah ya bisa ditebak: mereka berdua ini dimabuk asmara tapi gengsi mengungkapkan.

Aku juga begitu, kok. Aku juga sering memikirkan… “Sakura sedang apa, ya”… (hal. 21)

Sayangnya, kebahagiaan mereka tak berlangsung lama. Suatu ketika, Sakura yang menyusul Syaoran ke lokasi situs, justru kehilangan jiwanya dalam bentuk serpihan sayap yang menyebar ke seluruh dimensi dunia ini. Yukito sebagai ahli sihir, mengirim Syaoran dan Sakura yang pingsan kepada seorang penyihir dimensi, Yuko, agar bisa menolong Sakura. Cerita ini tersaji pada bab kedua berjudul “Harga Pertukaran Sepotong Ingatan”.

Kalau sendiri-sendiri, keinginan itu tak mungkin diwujudkan. (hal. 97)

Pada dimensi yang lain, Kurogane dikirim ke tempat yang sama oleh Putri Tomoyo karena melakukan onar di Negeri Jepang. Sedangkan Fai D. Fluorite yang memiliki sihir, mengirim dirinya sendiri agar bisa enyah dari Negeri Ceres. Ketiga orang dengan tujuan masing-masing bertemu di satu tempat pada bab ketiga “Nasib Bulu Sayap yang Sudah Digariskan”.

Aku ingin pulang ke duniaku sendiri. Cuma itu tujuanku. Niat membantu atau menolong kalian sama sekali tidak ada. (hal. 129)

Pada bab keempat berjudul “Kekuatan Bertarung”, Mokona Modoki yang membantu mereka bertiga berpindah dimensi, telah tiba di Negeri Republik Hanshin. Karena tidak punya tempat tinggal, mereka menumpang di kos-kosan milik pasangan Sorata Arisugawa dan Arashi. Ternyata di negeri tersebut ada sebuah kemampuan yang dimiliki setiap penduduknya. Kemampuan itu disebut “kudan” yang sepertinya semacam sihir gitu deh.

Itu tergantung pemiliknya. Kudan itu mau dipakai untuk tujuan apa terserah saja. (hal. 152)

Meskipun sebuah sayap jiwa (ingatan) Sakura telah ditemukan, ternyata Mokona masih merasakan ada serpihan sayap yang lain. Ia juga tidak mau meninggalkan sebuah negeri jika sayap Sakura belum ditemukan. Sehingga pada bab kelima (yang nanggung dan ternyata bersambung) berjudul “Saat Bangkitnya Kekuatan” menggambarkan awal petualangan mereka di negeri tersebut.

Untuk menyeberang dimensi satu kali saja, dengan mengerahkan seluruh kemampuan sihirku pun sangat sulit. (hal. 171)

Saya rasa, keputusan CLAMP membuat seri TRC dengan mengadopsi tokoh di CCS adalah hal yang sangat bagus. Pasalnya, saya sangat bisa menikmati cerita yang disuguhkan alih-alih membanding-bandingkan dengan versi CCS. Di TRC ini, cerita yang diangkat memang berbeda jauh dan cenderung lebih kompleks dibanding CCS.

Masalah tokoh yang sama tapi beda latar belakang, justru membuat saya seperti terkesima dibandingkan dengan versi CCS. Karena hal inilah saya jadi bisa menikmati ceritanya dengan lebih saksama. Apalagi ditunjang dengan artwork yang sangat memukau khas CLAMP.

Kekurangannya sejauh ini masih belum kelihatan sih. Meskipun agak lebay dalam penggambaran (seperti gaun Sakura yang kayaknya terbuat dari bermeter-meter kain), justru membuat menarik untuk dilihat. Kemudian tokoh yang cukup banyak di jilid perdana, tidak lantas membuat ada yang numpang lewat. Tapi memang ada fungsinya dalam cerita. Well, kesimpulannya saya suka banget!

Penilaian Akhir:

★★★★★

goodreads-badge-add-plus