Rss

Goodreads Reading Challenge 2014

Goodreads sebagai salah satu tempat berkumpulnya para kutu buku seluruh dunia (dalam dunia maya, tentu saja) juga memiliki sebuah tantangan yang menarik. Di awal tahun, setiap akun Goodreads bisa menentukan akan membaca berapa buku dalam satu tahun. Acuan angka inilah yang akan menjadi tolok ukur kesuksesan membaca selama satu tahun. tantangan ini dinamakan 2014 Goodreads Reading Challenge.

Yang perlu diingat adalah, jangan sampai lupa meng-update progress bacaan pada Goodreads. Karena dari situlah bisa dipantau jumlah buku yang selesai dibaca seperti yang tersaji di sini. Saya memiliki prinsip akan membuat review dari setiap buku yang saya baca. Silakan klik pada judul buku untuk menuju halaman review masing-masing. Enjoy it guys! Berikut 45 buku-buku yang saya baca dan review di 2014:

AGUSTUS

SEPTEMBER

NOVEMBER

DESEMBER

BBI Review Challenge 2014

Tidak hanya Goodreads saja yang punya Goodreads Reading Challenge, tapi BBI pun punya BBI Review Challenge. Event BRC ini merupakan event challenge tahunan resmi dari BBI yang diselenggarakan oleh Divisi Event BBI. Peserta yang boleh ikutan tentu saja hanya member BBI yang telah resmi terdaftar.

Pada tahun 2014, ada 7 level pilihan yang bisa dipilih. Lagi-lagi karena saya baru tahu challenge ini di pertengahan tahun, jadi saya memilih level Lexile Reader yaitu mereview 21 hingga 45 buku. Oh iya, buku-buku yang ada di daftar ini sama dengan yang saya capai pada Goodreads Reading Challenge. Berikut adalah hasil review saya:

AGUSTUS

SEPTEMBER

NOVEMBER

DESEMBER

Baca dan Posting Bareng BBI 2014

Blogger Buku Indonesia punya agenda tahunan namanya Posting Bareng. Intinya sih setiap anggota yang mau berpartisipasi, akan ngeposting review buku dengan tema yang sama dalam waktu yang sama pula. Karena saya baru join BBI per bulan Oktober 2014, jadi saya nggak bisa ikut PosBar bulan-bulan sebelumnya.

Setelah membaca tema PosBar bulan Oktober hingga Desember, saya hanya bisa ikut bulan November. Soalnya saat lihat-lihat timbunan, hanya tema bulan November lah yang bukunya saya punyai. Maklum saya orangnya males beli kalau masih ada timbunan hahahaha. Jadi inilah 1 buku yang saya review untuk PosBar BBI 2014. Semoga tahun depan saya bisa lebih aktif lagi.

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

Salah satu tantangan membaca (dan review) yang saya ikuti di tahun 2014 adalah IRRC (Indonesian Romance Reading Challenge). Beruntung Mbak Sulis pemilik blog Kubikel Romance, sang host, membuka pendaftaran dari 1 Januari 2014 hingga 30 November. Jadi saya bisa ikutan meskipun telat. Itulah alasan saya jadi pendaftar terakhir di challenge ini.

Jadi saya memilih level First Date yaitu membaca dan mereview 6 hingga 10 buku. Apakah berhasil? Tentu saja dong *bangga*. Apakah sampai naik level? Err..sayangnya enggak. Maklum saya juga sibuk bikin buku. Buku itu berjudul skripsi *aduh ketahuan usia saya deh*. Sekalian mohon doa ya agar itu tugas akhir bisa selesai :’( *halah malah numpang mohon doa*

Aduh malah curcol dan cerita kemana-mana. Maafkan saya ya pembaca *sujud*. Jadi nih, saya berhasil membaca dan me-review 8 buah buku romance Indonesia. Silakan klik pada judul bukunya untuk menuju halaman review. Buku-buku tersebut adalah sebagai berikut:

Sebenarnya saya masih ada sih buku romance asli Indonesia di timbunan. Tapi masih belum sempat tersentuh. Rencananya mau saya ikutkan pada IRRC 2015. Tapi ternyata Mbak Sulis tidak bisa menjadi host untuk tahun depan karena kesibukan yang kian padat. Kecewa sih, tapi ya apa boleh buat. Kan kasihan Mbak Sulis juga kalau sampai kegiatannya terganggu. Thanks for this great challenge, Mbak Sulis! Finally, thats my recap of this challenge. And I’m still hoping this challenge will be back next year. Aamiin (˘ʃƪ˘)

Sweet Words No Love

coversweet

Judul: Sweet Words No Love

Judul Asli: Hitotsuno Shigusamo

Komikus: Fujita Nimi

Penerjemah: Wulung Pambuko

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 186 halaman

Terbit Perdana: Juli 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2007

ISBN: 9789792313949

cooltext1660180343

Namanya Hiroyuki Ito. Kami biasa memanggilnya Hiro. Dia masih muda, tinggi, serta tampan. Dia wali kelasku di kelas 3-3 SMP Swasta Pasifik. Berkat senyum dan kebaikannya hatiku telah tertammbat padanya. Berkat senyum dan kebaikannya, aku menginginkan lebih banyak lagi, bukan hanya sekedar seorang guru dan murid…

cooltext1660176395

Mencintai sesorang memang hak setiap individu. Siapa yang dicintai juga itu terserah kehendak hati. Barangkali hal inilah yang terkadang menyebabkan sebuah proses mencintai menghadapi jalan berliku sampai fase dicintai balik (kok istilah saya aneh, biarkanlah).

Mari kita berkenalan dengan Tachibana Haruka, seorang siswi kelas 3 SMP dalam kisah berjudul “Sweet Words No Love”. Cinta monyetnya akan berlangsung biasa saja jika saja ia tidak mencintai gurunya sendiri. Ya benar, Hiroyuki Ito adalah guru matematika di sekolah Haruka yang berusia 25 tahun. Kepribadiannya yang ramah dan hangat kepada siapa saja, membuatnya populer di kalangan para siswi, bahkan ada yang naksir kepadanya, termasuk Haruka.

Belum jelas tersampaikan tapi sudah menyerah? (hal. 40)

Tak tahan dengan apa yang dirasakan, akhirnya Haruka mengutarakan perasaannya pada Hiroyuki. Tanggapan Hiro? Tentu saja menolaknya, bahkan ketika Haruka belum selesai berkata-kata. Di sisi lain, ada seorang siswa bernama Kyoka Honmachi yang pernah menyatakan cinta pada Haruka. Karena ia masih tergila-gila pada Hiro, tentu saja Kyoka ditolak. Meskipun begitu, Kyoka tidak menyerah begitu saja. Lantas, bagaimana kelanjutannya?

Aku nggak ingin melihatmu menangis lagi. Terlebih karena cowok lain. (hal. 85)

Awal-awalnya saya ilfil banget dengan Haru. Ia benar-benar gambaran gadis remaja tanggung labil karena mencintai guru yang 10 tahun lebih tua.  Dan lebih bodohnya lagi karena dia mengungkapkannya. Bukan maksud saya mengungkapkan perasaan itu bodoh, tapi mbokya tau situasi dan kondisi lah ya. Ya gitu itu bocah ababil yang pikirannya masih pendek. Hiro juga sih, jadi guru kok kecakepan banget di depan para siswi. Bukankah guru memiliki kode etik sebagai pengajar ya.

Pada cerita kedua berjudul “Your Wish”, adalah spin-off cerita sebelumnya dengan tokoh utama Kyoka. Meskipun sangat singkat (hanya 7 halaman), saya jauh menyukai cerita ini. Bersetting pada musim panas sesaat setelah ia ditolah Haruka.

Meski kamu suka dengan orang lain, yang pasti aku suka kamu. Biarkan saja sampai perasaan ini berubah alami. (hal. 113)

Cerita ketiga berjudul “My Ideal Lover” dengan tokoh utama (lagi-lagi) gadis kelas 3 SMP bernama Mihiro Ichikawa. Ia sering sekali menerima “tembakan” cowok dengan dalih siapa tahu nanti tiba-tiba cinta, alih-alih menerima dengan perasaan cinta terlebih dahulu. Salah seorang teman sekelasnya, Masaru, sering sekali menggodanya. Dia ini sebenarnya 11-12 dengan Mihiro, yaitu suka kencan dengan kekasih orang lain.

Yang mengajakku kencan sudah punya cowok semua. Anggap saja appetizer. (hal. 123)

Yang jelas, Masaru adalah orang yang tak akan pernah dijadikan pacar oleh Mihiro. Suatu hari, cowok bernama Tazawa menyatakan cinta pada Mihiro. Sayangnya, dia sangat membenci Masaru yang selalu menggoda Mihiro. Padahal Mihiro juga selalu merespon dengan ketus apa yang dilaukan Masaru. Pergolakan batin akhirnya dirasakan Mihiro kemudian hari saat kejadian di atap sekolah.

Makanya… Kalo coba pacaran dengan cowok yang nembak duluan, aku berharap ada yang berubah.. (hal. 144)

Di cerita ini saya suka dengan karakter Masaru yang ceria dan enerjik. Meski sering disebelin sama Mihiro, ia tetap saja suka padanya. Sedangkan Mihiro, seorang gadis mandiri yang ternyata rapuh di dalam. Pokoknya cerita ini bagus deh. Sayangnya tidak sepanjang kisah yang pertama.

“You Are Here” adalah cerita terakhir dalam komik ini. Berkisah pada pasangan Koyuki Watanabe dan Syota Hino. Koyuki adalah seorang cewek yang sangat ingin mesra-mesraan dengan kekasih. Tidak dalam arti mesra sampai di tempat tidur *eh* tapi cukup bergandengan tangan saja. Masalahnya, Syota orang yang agak males begituan. Tentu saja hal ini mengganggu pikiran Koyuki.

Siapa yang suka memaksakan? Syota nggak pernah telpon. Nggak pernah pegangan tangan. Kalo memang pacaran, pikirkan aku sedikit, dong! Bego! (hal.164)

Koyuki yang tidak sengaja melihat Syota dengan kawan-kawannya, mendengar apa yang dikatakan Syota. Hal ini membuat ia marah besar dan galau berat. Namun emosinya yang mudah membaik membuatnya kembali ceria. Suatu hari, ia berkencan dengan Syota di sebuah taman hiburan. Ternyata ada sebuah kejutan tak terduga yang menunggu Koyuki disana.

Meskipun hanya 4 cerita dalam buku ini, tapi saya puas bacanya. Humor yang tidak berlebih serta romance yang kuat membuat setiap pasangan dalam tiap cerita memiliki hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Hal percintaan yang diangkat juga remaja banget yang kalau dipikir sebenernya itu hal yang sepele dan tak perlu dibesar-besarkan. Tapi Fujita-san berhasil menghadirkan cerita manis dengan gambar yang memukau.

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

One Side of Love

coverone

Judul: One Side of Love

Judul Asli: Katakoi Seikatsu

Komikus: Sasada Asuka

Penerjemah: Nanda Andriyana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 215 halaman

Terbit Perdana: Juni 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2007

ISBN: 9789792312904

cooltext1660180343

Kudo adalah teman terbaikku. Tempatku menumpahkan air mata kala cintaku hancur berantakan. Dengan rasa persahabatan di antara kami, tak ada salahnya bukan jika kami menikah? Kami akan jadi pasangan yang paling hebat karena selalu rukun dan harmonis. Namun aku mulai mengenal sisi cinta yang lain pada diri Kudo…

cooltext1660176395

Saya jarang sekali baca shoujo manga. Karena tak lain tak bukan karena tema yang diangkat pada umumnya adalah romance. Tak heran penikmat komik semacam ini adalah kaum hawa. Sampai-sampai, dinamai sebagai “Serial Cantik” oleh salah satu penerbit. Saya awalnya mengira semua Serial Cantik pasti menceritakan romansa muda-mudi usia remaja. Eh ternyata ada juga yang berlabel dewasa. Salah satunya adalah komik ini.

Sasada-san telah menulis setiap cerita di komik ini beberapa lama sebelum akhirnya dijadikan satu dalam sebuah komik utuh. Komik ini ada 6 cerita yang bisa dinikmati. Cerita pertama berjudul “One Side of Love”. Mengisahkan tentang persahabatan Kudo dan Saki. Keduanya akhirnya sepakat menikah dengan hubungan persahabatan. Meski awalnya berjalan lancar, Saki mulai merasa ada yang tidak beres dengan hatinya. Sampai-sampai ia tak bisa berpikir jernih.

Aku nggak mau cerai! Sampai kamu menemukan wanita yang kamu cintai. (hal. 24)

Meninggalkan konflik Saki-Kudo, mari berlanjut ke cerita kedua berjudul “Let’s Go to A Happy Ending!” yang memiliki tokoh utama Sachi Tanaka. Ia adalah tipikal orang yang enggan menjalin hubungan dengan orang lain dan sibuk dengan dunianya sendiri. Bahkan kedua sahabat karibnya selalu meledek Sachi karena tak kunjung menikah ataupun punya kekasih. Well, semua prinsip dan pemikiran Sachi tersebut berubah ketika tak sengaja ia bertemu Sei’ichi Ito.

Benar, sebenarnya aku bukannya nggak butuh pacar! Aku juga ingin kehidupan cinta! Tapi aku malas untuk mencarinya. (hal. 43)

Cerita ketiga berjudul “The Sleeping Beauty” berfokus pada pasangan Soko dan Yuta yang akan melangsungkan upacara pernikahan. Mereka berdua adalah orang yang (kelewat) nyantai. Pagi hari sebelum upacara, Soko kurang tidur sedangkan Yuta datang tanpa pakai jas. Hal ini sebenarnya biasa saja. Namun ketika dalam upacara pernikahan, bukan hal yang baik jika terlalu woles.

Upacara pernikahan itu rasanya seperti dunia yang tidak nyata. Rasanya tidak melakukan ini juga tak apa. (hal. 84)

Cerita keempat adalah “We Are Sitting Here” yang mengisahkan Mihoko dan Fumihiko yang masih berpacaran namun sudah tinggal dalam satu atap. Hmm, iya sih kayaknya emang kumpul kebo. Tapi tapi, ya sudahlah namanya juga imajinasi sang mangaka. Jadi ceritanya Mihoko ini sudah mulai ragu dengan cinta Fumihiko kepadanya. Selain hobi bermalas-malasan dalam kotatsu (meja pemanas Jepang), Fumihiko juga jarang sekali memperhatikan ucapan kekasihnya sendiri. Ketika sedang nongkrong dengan kawannya, Arisa, Mihoko sadar bahwa ia sudah jarang memperhatikan penampilan. Mungkin inilah yang membuat sikap Fumihiko berubah.

Oh, managerku sudah menikah 10 tahun tapi setiap hari berpenampilan bagus, lho! Makanya, masalahnya adalah sifatmu. (hal. 124)

Bagian lima sudah lebih serius. Kisah yang memiliki judul “Our Walk” mengetengahkan kehidupan seorang ibu muda bernama Mana Hashimoto dengan anaknya, Taichi (btw, Taichi nggemesin banget!). Mana bersama suaminya, Masahiro, mengajak sang ibu, Asa Hashimoto untuk tinggal bersama. Hubungan Mana dengan sang mertua inilah yang menjadi inti cerita. Mulai dari sifat Mana, ibu-ibu yang suka gosip, hingga sifat Asa yang jaim.

Ibu bukannya pemalas, tapi orang yang suka santai. Ibu lebih suka disebut begitu. (hal. 158)

Penutup kisah adalah “As Far As We Can See” dengan menceritakan gadis bernama Chika. Sama seperti Sachi di cerita kedua, Chika ini juga selalu diceramahi sang ibu karena tak kunjung memiliki pasangan. Kehidupan di sebuah kota kecil membuat segala tabiat dan gosip mudah sekali menyebar. Ketika seorang cowok bernama Heizo pindah ke kota tempat Chika tinggal untuk bekerja, secara kebetulan mereka berdua dekat. Awalnya Chika mengelak apa yang ditanyakan orang-orang. Namun ia sadar bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Akhir-akhir ini banyak yang tanya mengenai kalian. Misalnya, kapan pernikahanmu. (hal 184)

Saya suka semua cerita yang disuguhkan dalam komik ini. Masing-masing memiliki karakter yang berbeda dan tema kisah yang beragam. Saya bisa mengerti kegalauan dan kekesalan setiap tokoh utama wanita dalam setiap ceritanya. Oh iya, ada semacam humor atau adegan lucu yang diselipkan. Hal ini membuat saya sering nyengir sendiri. Kelucuan ini dituangkan dalam bentuk gambar maupun kata-kata. Jadinya pas aja gitu dengan seluruh isi cerita.

Kekurangannya adalah artwork. Bukan, bukan maksud saya gambarnya acak-acakan. Gambarnya bagus kok. Ceweknya cantik dan cowoknya ehm cantik rupawan juga. Tapi entahlah, Sasada-san memang menggilai gadis berambut pendek atau gimana. Karena semua (iya SEMUA) tokoh utama wanita di komik ini memiliki rambut pendek sebahu. Kecuali Mana yang berambut hitam, sisanya memiliki rambut pirang (?) yang warnanya transparan (ah gimana ya ngomongnya, pokoknya begitu deh) alias warna cerah.

Akibatnya apa? Ya benar, saya tidak bisa membedakan tiap tokoh utamanya. Semua terasa orang yang sama yang muncul dalam cerita berbeda. Sayang sekali padahal ceritanya sangat bagus. Kalau tokoh utama pria juga begitu hampir mirip semuanya. Tapi sayangnya kebanyakan tokoh utama pria hanya terkesan tokoh pendamping saking kurangnya dialog dan penggambaran dibanding sang wanita.

Tapi secara umum, komik ini cukup bagus kok. Semua terasa lengkap komposisinya. Ada yang masih tahap pedekate, ada yang masih pacaran, ada yang hendak menikah, bahkan ada yang sudah berumah tangga. Baca komik ini jadi bisa tahu perbedaan konflik dan cara penyelesaian yang unik dari setiap tahap kehidupan percintaan.

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Polka Dot Fabric

coverpolka

Judul: Polka Dot Fabric

Judul Asli: Mizutama Fabric

Komikus: Hayashi Mikase

Penerjemah: Ine Martiana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 188 halaman

Terbit Perdana: November 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, November 2007

ISBN: 9789792314939

cooltext1660180343

Yori Fukakawa bertubuh jangkung, tapi dia suka baju-baju cantik. Suatu hari, ketika para murid diperolehkan memakai baju bebas, cowok yang ia sukai bilang kalau Yori enggak pantas pakai baju seperti itu. Yori pun jadi trauma memakai baju cantik. Namun ternyata Yori malah direkrut pemilik Hollyhock untuk jadi model!

cooltext1660176395

Tak dapat dipungkiri, genre romance masih menjadi daya tarik untuk diangkat sebagai tema komik. Apalagi komik hasil karya orang-orang Jepang. Entahlah, sepertinya para mangaka (sebutan komikus Jepang) tidak kehabisan ide untuk membuat komik.

Pada komik Polka Dot Fabric ini, terdapat 4 buah cerita pendek. Cerita ini awalnya dimuat pada majalah komik mingguan. Namun kemudian dijadikan satu dalam sebuah buku tersendiri. Cerita pertama yang juga menjadi judul komik ini bercerita tentang Yori Fukakawa. Gara-gara disebut tidak pantas memakai baju cantik oleh gebetannya, ia trauma mengenakan baju seperti itu.

Ini baju khusus untukmu. Nggak ada yang lebih pantas memakainya selain kamu. (hal. 15-16)

Karena tak sengaja memecahkan dagangan di sebuah toko Hollyhock, Yori harus menjadi model busana toko yang digawangi oleh Toya Asagi, Tetsuda Yazawa, dan Hayato Higuchi itu. Berhasilkah dia?

Cerita kedua berjudul “Love Story In Somagi Family” berkisah pada seorang gadis SMA bernama Kujira Umino. Karena kabur dari rumah, ia melamar menjadi pembantu pada sebuah keluarga Somagi (yang ternyata hanya terdiri atas saudara “kembar” Arata Somagi dan Takumi Somagi). Cerita ini saya rasa jauh lebih bagus daripada Yori di kisah pertama. Lebih menyentuh aja gitu.

Lebih baik kita tahu kesukaan masing-masing. Kemarin Takumi bilang begitu, kan? Biar kita lebih akrab. (hal. 57)

Cerita ketiga berjudul “Guiding Angel”. Satu-satunya cerita fantasi yang unik. Berkisah tentang dunia roh, dengan tokoh penuntun roh yang disebut shisha (kenapa saya keinget sisha khas Arab itu yah ehehehe). Hotaru sebagai shisha yang magang menjadi penuntun roh, menjalani tugas pertama untuk menuntun roh Otoha Koizumi yang meninggal karena kecelakaan.

Untuk roh yang baru terpisah dari tubuhnya, ada dua pintu berbeda. Satu pintu untuk kembali ke tubuhnya, satu lagi ke akhirat. (hal. 95)

Sedangkan kisah terakhir tentang sepasang muda-mudi bernama Momiji Konno dan Kiwa Hiiragi. Mereka berdua menyukai bintang-bintang dan hal-hal astronomi. Bahkan pertemuan mereka terjadi di planetarium yang menjelang gulung tikar. Jujur, pada kisah ini buanyak yang saya skip gara-gara nggak paham tentang penjelasan segala hal astronominya. Saya justru bingung karena penjelasannya terlalu ilmiah.

Kau tahu orion? Di kiri atas konstelasi orion adalah betelgeuse, bintang dari kelas magnitud pertamai. Lalu bintang procyon di konstelasi canis minor. (hal. 142)

Secara umum, artwork Hayashi-san cukup bagus. Yah namanya juga shoujo manga pasti ya gitu deh. Ceweknya cantik-cantik, cowoknya juga cantik. Nggak ada deh yang buruk rupa. Semua hidup dengan rupa good looking tanpa cela hahaha.

Minusnya apa ya, mungkin karena 4 cerita dijadikan dalam satu buku, jadi tidak maksimal penggalian karakter dan plot cerita. Tapi secara umum bisa menghibur lah. Bagaimana kikuknya Yori, sedihnya Kujira, bingungnya Otoha, dan kerinduannya Konno. Masing-masing menghadirkan cerita yang berbeda namun tetap dengan penyelesaian yang masuk akal.

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Bleach (Jilid 1)

coverbleach1

Judul: Bleach (Jilid 1)

Tagline: The Death and The Strawberry

Komikus: Kubo Tite

Penerjemah: Lenny

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 187 halaman

Terbit Perdana: Oktober 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Oktober 2007

ISBN: 9789792314960

cooltext1660180343

Ichigo Kurosaki (15 tahun) bisa melihat hantu. Ichigo menjalani hari-hari yang damai dengan kemampuan khususnya itu. Tiba-tiba dia bertemu dengan gadis yang menamakan dirinya Shinigami dan diserang roh jahat yang disebut “Hollow”. Dimulailah pertarungan panjang Ichigo.

cooltext1660176395

Dunia supranatural sepertinya cukup memukau jika diangkat menjadi sebuah komik. Bukan hantu berseliweran dengan wajah rusak dan mengagetkan jantung, melainkan dikemas dengan gaya yang modern dan shounen banget. Tite Kubo sepertinya sukses menjalankan imajinasinya tersebut melalui komik ini.

Kurosaki Ichigo sebagai anak seorang dokter, memiliki kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Mulai hantu anak-anak hingga kakek-kakek. Tak terkecuali adik-adiknya, Karin dan Yuzu. Satu-satunya orang di dalam rumahnya yang tak memiliki kemampuan tersebut hanyalah sang ayah. Oh iya, ibu mereka sudah lama tiada.

Suatu malam, ada seorang gadis yang bernama Kuchiki Rukia, yang menamakan dirinya shinigami. Tugasnya membasmi roh jahat atau disebut hollow dari muka bumi. Seharusnya Rukia tidak bisa dilihat oleh manusia. Namun Ichigo bisa melihatnya. Di sisi lain, kemampuan Rukia mendeteksi hollow tidak bekerja saat di kamar Ichigo.

Entah kenapa, barusan, aku tidak bisa merasakan hawa kehadirannya… (hal. 23)

Akibat hal tersebut, keluarga Ichigo terluka parah. Sok pahlawan, Ichigo berniat membunuh hollow tersebut. Rukia yang merasa kasihan, akhirnya meminjamkan separuh kekuatan shinigaminya untuk dipakai Ichigo membunuh hollow. Naas, bukannya separuh, malah hampir semua kekuatan Rukia disedot oleh Ichigo. Akibatnya, Rukia tidak bisa kembali ke Soul Society (dunia roh) dan meminta Ichigo menggantikan tugasnya sampai kekuatannya kembali.

Aku tidak bisa bertarung dengan monster seperti gitu demi orang yang tidak dikenal! Aku bukan manusia sebaik itu! (hal. 72)

Suatu hari, teman Ichigo, Inoue Orihime, yang berkali-kali mengalami kecelakaan, ternyata ada hollow yang ingin merebut nyawanya. Sebenarnya Rukia lah yang harus menyelamatkan Orihime. Namun karena tenaganya tidak mencukupi, akibatnya Ichigo yang mau tidak mau harus bekerja. Dan ternyata, Rukia diam-diam menumpang di lemari kamar Ichigo alih-alih menyewa penginapan.

Uwaaa!? Ka… Ka… Ka… Ka… Kau! Sejak kapan disitu!? (hal. 99)

Ketika sampai di rumah Orihime, hollow tersebut telah sukses melukai Orihime dan sahabatnya, Tatsuki. Mereka berdua yang tidak bisa merasakan kehadiran hantu, merasa ketakutan dengan segala luka yang mereka terima. Apalagi siapa yang melukaipun mereka juga tidak tahu.

Hollow bukan memakan jiwa karena lapar… Tapi, memakan jiwa untuk lari dari penderitaan. (hal. 116)

Huwaah! Dari jilid pertama aja udah seru banget. Actionnya dapet, horrornya kerasa, humornya lucu, dan ceritanya juga asik. Interaksi antara Ichigo dan tokoh yang lain juga pas. Dalam artian tidak terlalu lebay dan deramah-deramah. Terjemahannya juga nyaman banget dibaca. Pada jilid ini, pembaca juga diperkenalkan pelan-pelan mengenai hollow, shinigami, soul society, dan lain sebaginya. Penjelasannya juga tidak rumit sehingga mudah dimengerti. Karena pemahaman ini harus terpatri karena istilah-istilah itu akan muncul pada jilid-jilid berikutnya.

Tidak heran sih komik ini sampai dibikin anime dan sampai sekarang belum tamat. Karena ide ceritanya emang unik. Seorang bocah usia 15 tahun menjadi pembasmi roh jahat. Kalau dilihat-lihat sih, agak enggak masuk akal usia segitu udah bisa menghunus pedang dan lari-larian di atap (pakai kimono lagi!) tanpa kesulitan. But, it’s cool! Abis baca jilid 1 ini, saya emang penasaran jilid selanjutnya. Tapi udah males ngumpulin sisanya hahaha.

Penilaian Akhir:

★★★★★

goodreads-badge-add-plus

Kyuma! (Jilid 1)

coverkyuma1

Judul: Kyuma! (Jilid 1)

Komikus: Maeda Shunshin

Penerjemah: Agung Nugroho A.P

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 186 halaman

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792703948

cooltext1660180343

Kyuma! Bocah ninja yang diundang suatu klub baseball untuk memperkuat timnya. Wah, bagaimana jadinya klub itu karena Kyuma sama sekali nggak tahu menahu soal baseball. Bisa-bisa klub tersebut jadi kacauuuu!!

cooltext1660176395

Apa jadinya jika seorang ninja bermain baseball? Unik? Atau justru aneh? Sepertinya pertanyaan itu berusaha dijawab oleh Maeda Shunshin melalui karyanya ini. Ninja – yang seperti kita ketahui – seorang prajurit asal Negeri Sakura yang terkenal gesit dan lincah, dipadukan dengan olahraga baseball yang menuntut kecepatan dan ketepatan. Secara materi sih, sebenarnya cocok-cocok saja ya.

Hattori Kyuma adalah seorang ninja usia bocah (entah berapa tahun, enggak disebutin) hidup di gunung bersama anjing peliharaannya, Inui. Sebenarnya Kyuma tinggal bersama kawan-kawan seperguruannya. Namun semuanya telah “bertugas” dan meninggalkan gunung tersebut. Sampai akhirnya hanya Kyuma dan Inui yang tersisa. Kyuma selalu berharap kelak ada seorang tuan yang bersedia mempekerjakannya.

Di kota dekat gunung tersebut, ada sebuah klub baseball yang bernama Hoshinotsuki. Karena berkali-kali kalah disebabkan hanya satu orang dalam tim yang bisa memukul bola (gilee miris bener), tim lawan mengusulkan bahwa siapapun yang menang pada pertandingan selanjutnya, berhak menggunakan lapangan (ground) sesuka hati. Padahal ground itu biasa digunakan tim Hoshinotsuki untuk berlatih.

Yoko, salah satu anggota tim yang bisa meramal (ada gitu orang begini main baseball hihi) berkata bahwa orang yang hidup di gunung lah yang bisa membawa tim mereka memenangkan pertandingan. Oleh sebab itu, sang kapten, Kaoru, mengendap-ngendap ke gunung demi menemukan sang penyelamat timnya tersebut. Siapakah dia? Tentu saja Kyuma lah ya, siapa lagi coba *plakk

Tenaga yang sangat kuat! Tangkapan yang sangat akurat! Dan, batting yang sangat tajam! Mengagumkan! Kau Si Jenius yang dilahirkan untuk bermain baseball! (hal. 22)

Kyuma yang menganggap Kaoru sebagai “Tuan” akhirnya bersedia menjalankan perintah Kaoru untuk bermain bersama di tim Hoshinotsuki. Meski awalnya sulit (karena Kyuma tidak tahu apapun tentang baseball), namun akhirnya tim Hoshinotsuki bisa memenangkan pertandingan dan tidak kehilangan ground.

Inui telah mengajari saya. Meskipun terkena bola dan terluka… dia tetap bertahan dan melindungi bangku cadangan itu! Karena itulah, saya juga! Dan anda sekalian juga… Bila kita melakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang, maka kemenangan itu pasti akan datang dengan sendirinya!! Kita tidak boleh menyerah sampai akhir!! (hal. 41)

Kepolosan (atau ketidaktahuan) Kyuma tentang hal modern juga sempat disinggung ketika akan menghadapi pertandingan persahabatan. Pertandingan ini dilakukan di ground lawan. Jadi mereka berangkat ke daerah lain (kayaknya sih komplek sebelah gitu ya). Bahkan Kyuma sempat shock ketika baru sampai disana.

Di sekeliling ground ini ada banyak sekali bangunan-bangunan batu yang kelihatannya kuat. Ini berarti musuh yang akan kita hadapi kali ini sangat terbiasa dalam pertempuran! (hal. 82)

Lantas, bagaimana kelanjutan pertandingan ini? Apakah tim Hoshinotsuki bisa mengalahkan mereka? Ada lagi cerita ketika tim Hoshinotsuki bermaksud mencari seorang pelatih baseball. Karena dipikir-pikir, tanpa pelatih, permainan mereka tidak berkembang. Sempat terjadi salah paham antara Kyuma dan Kaoru terkait sang “calon” pelatih ini.

Tuan! Hamba mohon, mengertilah!! Orang itu, bagaimanapun juga dia bukanlah orang jahat!! (hal. 153)

Ide ceritanya sih unik ya. Ninja yang biasanya melempar-lempar shuriken dan sembunyi-sembunyi justru bermain baseball. Jadi sebuah bumbu sendiri sih. Apalagi Kyuma yang polos juga menjadikannya lucu sekaligus cupu. Dan oh iya, Inui gemesin banget. Apalagi setia banget di sisi Kyuma.

Sayangnya, saya merasa agak nanggung ketika membaca komik ini. Mungkin karena masih jilid pertama ya, jadi semua serba biasa. Trik baseball-nya biasa. Trik ninjanya juga minim. Dan lagi, Kyuma yang tinggal di gunung kok bisa bikin nasi ya? Kalaupun beli di pasar di kaki gunung, seharusnya dia tidak secupu itu dong lihat rumah. Kalau menanam padi sendiri, kok ya hebat bener sebagai seorang bocah. Jadi saya ngerasanya Kyuma seperti anak baru kenal yang ikut baseball alih-alih sebagai seorang ninja. Mungkin di jilid-jilid berikutnya lebih dijabarkan lagi.

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Gege Mengejar Cinta

covergege

Judul: Gege Mengejar Cinta

Penulis: Adhitya Mulya

Penerbit: GagasMedia

Jumlah Halaman: x + 228 halaman

Terbit Perdana: November 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, November 2004

ISBN: 9789793600437

cooltext1660180343

Mana yang seseorang akan pilih? Mereka yang dia cintai? Atau mereka yang mencintainya? Ini adalah sebuah pertanyaan penting yang entah kenapa orang tidak pernah cukup peduli untuk kaji dan tanyakan pada diri sendiri. Buku ini bercerita tentang Gege. Pria yang akhirnya dihadapkan dengan pertanyaan itu.

“…saya mendapatkan novel ini benar-benar berbeda. Ide-idenya mengalir unprecedented dan menghanyutkan, suatu originalitas yang sulit didapatkan hari ini. Saya suka pendekatannya terhadap klimaks yang chaotic seperti fireworks in the fair ground. Beginilah penulis muda seharusnya, smart, playful, dan explosive.” – Jose Poernomo – Produser & Sutradara Film

cooltext1660176395

Jatuh cinta berjuta rasanya. Banyak yang merasakan manis ketika cintanya mendapat balasan yang sama, namun tak sedikit pula yang harus menelan rasa pahit ketika pujaan hati menolak untuk bersama. Cinta juga sangat identik dengan pengorbanan dan perjuangan. Semakin besar cinta seseorang, maka semakin besar pula perjuangan dan pengorbanan yang sanggup untuk dilakukan.

Begitu pula dengan Gege, tokoh utama dalam novel ini. Pada usia telah mencapai 27 tahun, ia bekerja sebagai seorang produser dalam sebuah radio di Jakarta. Suatu hari, Program Director radio alias atasan Gege, mengumumkan sebuah informasi dari Asosiasi Radio Jakarta terkait penyambutan hari kemerdekaan Indonesia.

Dalam rangka menyambut ulang tahun Indonesia ke-59, sebuah dewan juri akan menilai secara kualitatif, radio mana yang paling mampu menyambut kemerdekaan. (hal. 12)

Gege sebagai sang produser acara, didaulat untuk membuat sebuah acara radio yang bisa membawa Radio Hertz menjadi juara. Akhirnya ide yang dilaksanakan adalah mengenai sandiwara radio. Karena menyewa pengisi suara yang bagus cukup mahal, maka Gege berinisiatif melibatkan rekan-rekan kerjanya dalam sandiwara ini. Tak terkecuali Tia, sang gadis di kantor yang ehm, naksir Gege. Tia ini orangnya gengsi pake banget. Termasuk urusan menyatakan cinta. Bahkan dalam hal ngedeketin aja dia punya alasan jitu.

“Cowok beda Ge, sama cewek. Cowok memang pada kodratnya mempermalukan diri dan usaha untuk kenalan, ngejar cewek.” (hal. 32-33)

Gege tentu saja sebagai seorang cowok, yang merupakan spesies yang dianggap tidak kurang peka, tidak menyadari apa yang Tia rasakan. Justru ia larut dalam pengerjaan sandiwara radio karena cinta lamanya datang kembali. Ya benar, gadis pujaan Gege, sejak SMP hingga SMP, tetangga depan rumahnya, yang menghilang begitu lama, kembali muncul di hadapan Gege. Tentu saja Gege tak menyia-nyiakan hal tersebut dan mencoba mendekati Caca, sang gadis itu. Bahkan kemungkinan terburukpun ia hiraukan.

“Setidaknya gua tahu dan gua masih bisa nunggu.” (hal. 89)

Sinting? Yah mungkin saja. Namanya juga orang jatuh cinta. Dan Tia juga melakukan pengorbanan untuk Gege. Mulai dari mengganti kacamata dengan soft lens, meluruskan rambut (yang akhirnya jadi kribo), sampai dandan menarik agar Gege menyadari perasaannya. Namun apa daya, gengsi telah mengalahkan perjuangannya.

Sulitnya jadi perempuan. Gengsi adalah kulit kedua mereka. Kulit yang mengikat mereka meraih takdir yang sebenarnya jauh lebih luas. Yang sebenarnya dapat membuat mereka mendapatkan apa yang benar-benar mereka mau. (hal. 102)

Di saat Tia sibuk menebar tanda-tanda yang tak kunjung disadari sang pujaan hati, Gege justru sukses pedekate dengan Caca. Bahkan keduanya bisa dikatakan tahu-sama-tahu tentang perasaan masing-masing. Namun untuk berkata jujur, Gege masih belum sanggup.

Anehnya wanita. Selalu menuntut kejujuran dari pria tapi akan lari jika kejujuran itu datang terlalu cepat atau jika sang wanita belum cukup kuat atau nyaman menerimanya. (hal. 153)

Lantas, bagaimana kelanjutan kisah drama percintaan Gege, Tia, dan Caca? Silakan baca sendiri deh. Soalnya seru banget. Karena sang penulis piawai menempatkan segi humor dan serius dalam takaran yang pas dan tidak berlebihan. Tokoh-tokoh figuran, meskipun tidak tampil sebanyak Gege, Tia, dan Caca, mereka tetap memiliki karakter yang kuat.

Selain itu, saya menyukai banyaknya dialog yang dilakukan antar tokoh. Hal ini membuat saya tidak bosan membacanya. Kan ada ya tuh, novel yang menarasikan segala tindak tanduk sang tokoh sampai panjang lebar. Saya justru menyukai sifat, karakter, dan perilaku tokoh disampaikan melalui dialog. Istilahnya kalau tidak salah showing than telling.

Oh iya, banyak sekali catatan kaki (footnotes) yang bertebaran dalam buku ini. Alih-alih sebuah informasi tambahan tentang kutipan yang dimaksud, justru catatan kaki ini semacam perasaan atau pemikiran atau pembelaan penulis ketika pembaca sampai pada kata/kalimat yang dimaksud. Banyak catatan kaki yang lebih lucu dibanding teks di novelnya sendiri hehehe.

Saya juga suka karakter para tokoh utama yang kuat. Saya bisa merasakan sakitnya Tia ketika mengetahui Gege mendamba Caca, saya juga bisa mengerti alasan Gege masih menunggu Caca sekian lama, dan saya juga bisa memahami perasaan Caca yang bahagia dicintai Gege. Hal inilah yang membuat novel ini sangat bagus untuk dinikmati.

Kekurangannya saya rasa ketika ada dialog yang melibatkan beberapa tokoh (lebih dari dua), saya tertukar-tukar siapa yang berkata begini, siapa yang ngomong begitu. Karena penulis hanya meuliskan tanda kutip saja, tanpa disertai siapa tokoh yang berbicara. Tapi kalau dicantumkan juga malah mengganggu yak. Typo sih ada beberapa, namun karena terlanjur asik mengikuti cerita, jadi saya abaikan deh hehehe.

Penilaian Akhir:

★★★★★

goodreads-badge-add-plus