Rss

Ranma ½ (Jilid 10)

coverranma10

Judul: Ranma ½ (Jilid 10)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792098518

cooltext-blurb

Akane disandera dan akan dijadikan angsa!? Itulah rencana Musu, pria rabun yang muncul untuk merebut Shan Pu yang dicintainya. Dia menantang Ranma bertempur dengan air dari mata air anak angsa yang dibawanya dari Cina. Ranma dan Akane dalam bahaya!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Yossh kembali lagi pada ulasan komik Ranma ½ jilid kesepuluh ini. Seperti baisa ada sebelas chapter yang disuguhkan di komik ini yang secara garis besar terbagi atas tiga cerita utama yang berbeda-beda. Namun demikian, semuanya masih bermuara pada tema slice of (Ranma’s) life.

Chapter berjudul Cinta Sesaat adalah chapter yang cukup lucu. Selama ini kakek Happosai sangat gemar mencuri pakaian dalam wanita muda dan selalu menggoda gadis cantik. Beliau sangat mendambakan pasangan perempuan berambut panjang dan bermata besar. Ranma yang sudah lelah berurusan dengan Shan Pu memiliki ide mengenalkan kakek itu dengannya.

Eh eh eh ternyata Ranma bukan mengenalkan Happosai pada Shan Pu, melainkan pada Ke Lun alias nenek buyut Shan Pu. Tak disangka, peprjumpaan mereka berdua membuka tabis masa lalu tentang seorang pemuda pencuri yang merampas harta keluarga Ke Lun berbentuk gelang. Yang berbahaya di gelang yang dicuri Happy alias Happosai tersebut terdapat hal mengerikan.

Benar. Obat jatuh cinta yang dimasukkan dalam gelang itu… Orang yang meminumnya… Akan jatuh cinta pada lawan jenis yang pertama dilihatnya. (Halaman 21)

Mu Su hadir lagii! Ah saya menantikan kemunculan kembali lelaki rabun dekat yang jago silat ini. Pada chater berjudul Rencana Bebek Ranma, Mu Su bermaksud menghabisi Ranma melalui sebuah pertunjukan sirkus Cina. Ia ingin membuat Ranma mengalami kesialan yang ia alami ketika tercebur mata air kutukan sehingga ia menjadi bebek saat tersiram air dingin.

Ya benar. Rabun dekat Mu Su sangat parah sehingga ia dengan mudah tercebur ke mata air kutukan anak bebek. Pada chapter kali ini juga sangat terlihat bagaimana kesungguhan hati Mu Su ingin mengalahkan Ranma dan merebut hati Shan Pu gadis yang sejak lama ia cintai. Awalnya Ranma bermaksud mengalah. Namun kemudian ia urung melanjutkan rencananya.

Aku sudah lama jadi pemandu wisata di sini. Tapi, Tuan orang pertama yang mendadak… Melompat ke mata air. (Halaman 71)

Tsubasa Kurenai adalah chapter pembuka sebuah kisah rumi yang baru. Masih ingat Konji Ukyo si tukang okonomiyaki yang menjadi tunangan Ranma saat masih kecil? Ternyata urusan dengan Ukyo belum selesai. Kini muncul seseorang bernama Tsubasa Kurenai yang mengincar nyawa Ranma. Hal ini ia lakukan karena merasa Ranma telah merebut Ukyo yang ia cintai.

Tsubasa adalah teman sekolah Ukyo saat belum pindah ke SMU Furinkan. Kelembutan hati Ukyo membuat Tsubasa langsung jatuh cinta dan tak mau melepaskannya. Ukyo yang merasa risih akhirnya mengirimkan surat bahwa ia telah bertunangan dengan Ranma. Pada chapter ini ada sebuah twist yang cukup mengejutan tentang sosok Tsubasa Kurenai dan Ukyo dimasa lalu.

Hmp… Kalau soal Ukyo seorang wanita… Aku sudah tahu dari awal. Dengar, ya! Aku cuma tertarik pada wanita!! (Halaman 146)

Jilid kesepuluh ini awalnya cukup membosankan karena saya kurang begitu suka dengan karakter Happosai dan Ke Lun yang tidak sesuai dengan kaidah manusia pada umumnya. Belum lagi sifat Happosai yang mata keranjang dan menghalalkan segala cara demi berdekatan dengan gadis muda sangat menjengkelkan. Pantas saja Genma & Soun berniat membunuhnya.

Kemunculan Mu Su yang tiba-tiba membuat jilid ini menjadi menarik. Setelah sebelumnya ia kalah telak dari Ranma dan “hilang” dari peredaran, kemunculannya kali ini dengan kondisi mendapatkan kutukan bebek menjadi hal yang menggelikan. Meskipun saya bingung Mu Su menjadi bebek ataukah angsa. Tapi yang jelas tetap saja lucu melihat bebek pakai kacamata.

Plot twist yang terjadi pada kisah ketiga tidak akan saya singgung arena takut spoiler. Yang jelas saya cukup kaget mengetahui siapa Tsubasa Kurenai ini sebenarnya. Meskipun demikian, saya tidak yakin Tsubasa akan kembali muncul di jilid selanjutnya. Padahal ia termasuk tokoh unik yang tidak perlu mendapat kutukan mata air demi keunikannya itu. tunggu saja deh.

Setelah membaca sepuluh jilid Ranma ½ ini, kemunculan tokoh-tokoh baru membuat kisah hidup Ranma semakin rumit. Padahal sebelumnya juga sudah rumit sih dengan mata air kutukan itu. Kalau boleh memberikan spoiler sedikit, sebenarnya hal-hal rumit itu terjadi hanya karena satu alasan: salah paham. Kesalah pahaman membuat kesimpulan sepihak kemudian bertindak sesuai pikirannya sendiri. Hal ini yang jadi poin utama konflik Ranma ½. Ciao!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 9)

coverranma9

Judul: Ranma ½ (Jilid 9)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792097153

cooltext-blurb

Balapan ratu duel katering diadakan. Ranma wanita, Akane, dan Shan Pu melakukan pertarungan besar mempertaruhkan tekad wanita!! Siapakah yang akan menang!? Tiba-tiba, muncul guru ayah Ranma dan Akane yang bernama Happosai. Kakek mata keranjang yang sangat parah!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Yahoooo. Jumpa lagi nih dengan review judul yang saya baca beberapa minggu terakhir ini. Yup, Ranma ½ sudah sampai jilid sembilan yang telah saya baca. Kali ini saya akan memberikan sedikit kesan tentang jilid yang memiliki sebelas chapter cerita di dalamnya. Psst, ada tokoh baru lagi lho~

Oh iya, sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa saya tidak keliru menuliskan blurb di atas yang sama persis dengan blurb di jilid keenam. Hal itu saya ketahui saat melihat sendiri jilid sembiilan ini. Ternyata kesalahan ada pada penerbit Elex yang mencetak halaman blurb jilid keenam pada jilid sembilan. Bahkan ISBN dan barcode juga ikut salah. Jadi bukan salah saya ya.

Cerita pertama memiliki jumlah beberapa chapter. Salah satu chapter tersebut berjudul Never Give Up. Mengisahkan tentang Kunou Kodachi di Sekolah Putri Saint Habereke yang baru saja praktikum memasak, khususnya membat kue. Namanya saja sekolah putri, Kodachi buru-buru ijin pulang cepat dengan tujuan memberikan kue buatannya pada Ranma, orang yang ia suka.

Pada saat yang bersamaan, kelas Akane di SMU Furinkan juga baru saja selesai kelas memasak kue. Banyak anak lelaki yang ingin mencicipi kue buatan Akane. Namun, Akane tidak bersedia memberikannya pada orang lain selain Ranma. Sayangnya, Ranma merasa kue buatan Akane tidak enak. Tiba-tiba muncul Kodachi yang membuat segalanya menjadi rumit.

Aku ingin makan film negatifnya. Maukah kau buatkan untukku? Masakan film negatif… (Halaman 23)

Kisah selanjutnya diiringi dengan kemunculan tokoh baru. Adalah seorang gadis penjual okonomiyaki bernama Kounji Ukyou. Perempuan ini adalah teman masa kecil Ranma ketika sedang mengembara untuk berlatih bersama ayahnya. Ukyou yang dipanggil Ucchan oleh Ranma ini adalah anak perempuan seorang tukang okonomiyaki yang sering dihutangi Ranma.

Pertandingan Maut Okonomiyaki adalah chapter yang mengisahkan pertandingan Ranma dan Ukyou yang teramat dendam kepadanya. Satu hal bodoh yang tidak disadari Ranma adalah, Ukyou sesungguhnya seorang perempuan. Tidak sampai di situ saja, Ukyou ternyata telah disetujui menjadi tunangan Ranma ketika masih kecil. Waduh bagaimana ini?

Gerobak yang dicuri itu, jnji membawamu yang dilanggar itu… Semuanya kejahatan ayahku, ‘kan? Kenapa aku juga jadi sasaran…? (Halaman 86)

Setelah urusan pertandingan antara Ranma dan Ukyou berakhir dengan antiklimaks, kali ini muncul lagi Ryoga yang (lagilagi) ingin menantang Ranma bertarung. Tak tanggung-tanggung, ia menyerang Ranma secara langsung. Melihat tunangannya sedang diserang, Ukyou tidak tinggal diam dan melindungi Ranma. Hal ini sempat membuat hubungan keduanya panas.

Melihat ada sebuah celah yang bisa dimanfaatkan demi merebut tunangannya lagi, Ukyou akhirnya berinisiatif membuat Akane dan Ryoga berkencan. Chapter berjudul Surat Cinta yang Sempurna turut menyuguhkan bagaimana akhirnya Ryoga dan Akane kencan di kedai okonomiyaki milik Ukyou. Melihat hal ini, Ranma jadi tidak rela Akane “direbut” dari dirinya.

Kencan pertama? Dia mau dekatkan aku dengan cowok lain… Untuk membatalkan pertunanganku! Siapa yang mau diatur begitu!? (Halaman 145)

Well well well. Saya cukup suka dengan kemunculan Kunou Kodachi lagi di chapter ini. setelah pada chapter kedua ia langsung lenyap setelah pertandingan senam ritmik, kemunculannya setelah tujuh jilid berlalu membuat cerita makin menarik. Terlebih sifatnya yang sangat naif dan menghalalkan segala cara agar berdekatan langsung (secara fisik) dengan Ranma sangat hmm.

Banyak berbagai hal yang sangat kebetulan kalau dipikir-pikir selama membaca Ranma ½ ini. Namanya juga cerita fiktif, memang tidak salah jika kebetulan-kebetulan merupakan hal yang sangat lumrah. Hanya saja, kebetulan yang terlalu pas dan terjadi berulang-ulang juga menjadi kurang nyaman dibaca. Ditambah beberapa karakter dibuat terlalu “bodoh” dan tidak peka.

Seperti apa contohnya? Kebetulan SMU Furinkan dan Sekolah Putri Saint Habereke sama-sama mengadakan kelas memasak. Kebetulan Ranma yang mengejar Kodachi harus tersungkur dan ada kontak fisik. Kebetulan Gosunkugi mengambil foto keduanya yang dimanfaatkan Kodachi sebagai ancaman. Dan kebetlan pula Akane tidak peka memperhatikan sekelilingnya. Huft.

Kemunculan Ukyou sang tukang okonomiyaki yang berstatus sebagai tunangan Ranma ketika amsih kecil dan menuntut balas ketika sudah cukup dewasa membuat cerita menjadi seakin rumit. Kalau dipikir-pikir, Ranma ini menjadi hareem deh. Sejauh ini ada Akane, Shan Pu, Kodachi, dan Ukyou yang menyukainya. Padahal Ranma teratrik pada satu orang saja.

Sedangkan Akane yang disukai Ranma, Kunou, Ryoga, dan Gosunkugi kurang tergali selayaknya hareem versi Ranma. Apakah ini artinya peran Akane tak lebih dari pasangan Ranma saja ataukah sang mangaka tak ingin membuat kisah cinta Akane lebih menarik daripada sang tokoh utama yaitu Saotome Ranma itu sendiri. Entahlah saya juga tak tahu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 8)

coverranma8

Judul: Ranma ½ (Jilid 8)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792095852

cooltext-blurb

Karena yakin mampu memerankan Juliet, Akane tampil dalam kontes drama. Ternyata, yang jadi pemeran Romeo adalah Happosai dan Kak Kunou. Ranma ikut karena mendengar pemenangnya akan dapat hadiah wisata ke Cina!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Kisah hdup Ranma yang memiliki dua wujud fisik diri masih berlanjuuut. Kali ini saya sudah memasuki jilid kedelapan. Ada sebelas chapter yang dimuat di tankoubon ini. Isi ceritanya masih berupa kisah-kisah slice of life yang acak alias tidak runtut secara waktu. Yuk mari simak saja dulu…

Tak Butuh Bantuan adalah chapter ketika terjadi tragedi pencurian papan nama perguruan milik keluarga Tendo. Saya tidak tahu mengapa hilangnya papan nama ini membuat Akane dan keluarga Tendo yang lain merasa murka. Akane sampai berniat menghabisi sang pencuri yang menantangnya berduel. Bukankah lebih mudah jika membuat yang baru saja ya? Hmmm.

Di sisi lain, Shan Pu tiba-tiba hadir membawa sebungkus bubuk mata air instan yang membuat siapapun menjadi laki-laki setelah mengguyurkan air yang telah ditaburi bubuk itu. Tentu saja Shan Pu sudah merencanakan akan memberikannya pada Ranma asalkan pemuda itu berkenan kencan dengan Shan Pu. Mau tidak mau Ranma menerimanya. Tapi suatu tragedi terjadi…

Orang itu kuat. Paling tidak… Dia bukan lawan yang bisa dikalahkan Akane. (Halaman 30)

Meninggalkan hiruk pikuk bubuk mata air instan dan pencuri papan nama perguruan, chapter berjudul Battle Royale – Romeo ini terasa sangat menarik. Akane sangat suka bermain drama, namun, sejak SD ia selalu mendapatkan peran maskulin. Hal ini membuatnya menolak mentah-mentah permintaan klub drama yang memintanya bermain pada kontes drama antar sekolah.

Yang mengejutkan, ternyata pemain yang dicari untuk peran Juliet. Akane yang sangat ingin memerankan gadis anggun dan lembut akhirnya menerima tawaran itu. Sayangnya, keputusan itu membuat Kunou Tatewaki, Gosunkugi Hikaru, dan kakek Happosai berniat menjadi Romeo. Ranma tak tinggal diam dan ikut serta karena iming-iming hadiah wisata Cina gratis. Benarkah?

I, ini kan drama… Lakukanlah pertandingan di panggung… Orang yang bertahan di pentas sampai akhir… Dialah Romeo yang sebenarnya! (Halaman 81)

Pada jilid kedelapan ini, Ryoga hadir kembali. Ia membawa sebuah peta yang sangat berharga. Chapter berjudul Cari Mata Air Laki-Laki Jepang ini mengisahkan bagaimana Ryoga ingin menemukan mata air yang bisa membuat siapapun menjadi pria setelah menceburkan diri di dalamnya. Sehingga ia tidak perlu pergi ke Cina hanya untuk mata air kutukan itu.

Perjumpaannya dengan Ranma akhirnya melibatkan Ranma yang juga ingin menemukan mata air itu. Yang sulit addalah ternyata mata air itu ada di lingkungan SMU Furinkan tepatnya di bawah ruang ganti wanita. Bisa dibayangkan bagaimana trik dan ide yang dilakukan Ranma dan Ryoga agar bisa menyelinap ke ruang ganti wanita dan mencari mata air itu. Hahahaha.

Membantuku!? Yang benar saja! Maksudmu… Kamu ingin ikut, ‘kan? Aku tak butuh bantuan! Toh, aku yang punya peta. Pokoknya, aku sendiri yang akan kembali jadi laki-la… (Halaman 141)

Jilid kedelapan ini masih seru meskipun satu rangkaian cerita tidak berkaitan langsung dengan jalinan cerita yang lain. Yang masih satu koridor adalah sang mangaka tetap memberikan porsi penampilan karakter yang telah muncul sebelumnya dan berhak menjadi tokoh tetap alias bukan slonong boy numpang lewat ala kadarnya. Hal ini cukup menyenangkan diikuti.

Mengenai interaksi antara Ranma dan Akane yang saya rasa menjadi satu-satunya benang merah yang akan bermuara hingga akhir cerita Ranma ½, masih belum menampakkan perkembangan yang signifikan hingga akhir jilid ini. Keduanya masih benci-tapi-peduli-meskipun-gengsi-mengakui. Mereka berdua selalu bertengkar pada hampir setiap kesempatan.

Meskipun demikian, mereka berdua juga terlihat saling peduli. Misalnya Ranma yang tidak ingin membiarkan Akane terluka saat berduel dengan si pencuri papan nama padahal ia sedang kencan ataupun Akane yang bersedia mengorbankan harga dirinya demi membuat Ranma memenangkan hadiah wisata Cina yang ia idam-idamkan sejak awal kontes drama.

Formula benci-tapi-peduli-meskipun-gengsi-mengakui ini sesungguhnya sangat menyebalkan dan membuat gemas. Namun, kalau dipikir-pikir justru hal itu yang membuat penasaran bagaimana akhir hubungan keduanya. Meskipun semakin ke sini, cerita yang disuguhkan sudah mulai stabil dan hanya berkutat pada eksplorasi karakter yang sudah muncul dahulu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 7)

coverranma7

Judul: Ranma ½ (Jilid 7)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792094251

cooltext-blurb

Balapan ratu duel katering diadakan. Ranma wanita, Akane, dan Shan Pu melakukan pertarungan besar mempertaruhkan tekad wanita!! Siapakah yang akan menang!? Tiba-tiba, muncul guru ayah Ranma dan Akane yang bernama Happosai. Kakek mata keranjang yang sangat parah!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid ketujuh ini sama dengan jilid sebelumnya dalam hal jumlah chapter yang terkandung di dalamnya. Sebelas chapter yang disuguhkan di jilid ini menyimpan kejutan yang tak terduga. Hal ini disebabkan oleh munculnya tokoh baru yang sangat unik sekaligus menyebalkan. Penasaran kan?

Balap Duel Katering adalah chapter pertama yang mengisahkan pertarungan tiga tokoh wanita komik ini yaitu Akane, Shan Pu, dan Ranma versi cewek. Ketiganya bertarung dalam pertandingan balapan ratu duel katering. Inti pertandingan ini adalah adu cepat mengantarkan makanan pada rumah yang ditunjuk oleh panitia. Lucunya, orang tersebut sangat tidak asing.

Dengar, gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan Tuan Pengantin. Biarkan dia merasakan dalamnya ilmu katering. (Halaman 18)

Bangkitnya Kejahatan adalah babak baru yang harus dialami keluarga Tendo dan keluarga Saotome. Guru Happosai, orang yang menjadi mentor Genma dan Soun dimasa lalu. Akibat sebuah tindakan yang sangat “keras”, keduanya menyingkirkan Happosai di sebuah lubang yang ditutup batu. Tak disangka, sang guru bangkit kembali dan meneror kedua keluarga ini.

Tenang. Aku datang bukan untuk balas dendam. Aku juga sudah tua. Aku ingin melatih salah satu dari kalian… (Halaman 80)

Kemarahan Happosai adalah salah satu chapter yang menghadirkan tingkal laku sang kakek yang sangat tidak bermoral. Ia sangat hobi mengintip para gadis muda demi kesenangannya sendiri. Sampai-sampai Ranma menjulukinya sebagai kakek cabul. Bahkan saking cabulnya, ia memiliki Gejala Pantangan yang membuatnya sangat lemah apabila tidak menyentuh wanita. Ckckckck.

Kamu bisa bicara begitu karena tidak tahu kengerian sebenanrnya dari kemarahan guru. (Halaman 141)

Cerita tentang pertandingan balapan ratu duel katering menurut saya adalah sebuah kisah yang lucu dan terlalu ajaib. Sebuah pertandingan yang khusus diikuti oleh kaum hawa membuat ketiga tokoh (agak) utama di komik ini bisa berpartisipasi. Jurus yang dikeluarkan Shan Pu sepanjang pertandingan terasa sangat ajaib karena membuat peserta lain menjadi kesulitan.

Penunjukan rumah yang menjadi garis finish oleh panitia mmebuat saya langsung menggumam “kok ya kebetulan banget nih” berkali-kali. Pun demikian ketika tiga peserta tercepat (kita semua tahu lah ya siapa saja) sudah memasuki rumah target namun akhirnya penentuan juaranya harus melebar ke mana-mana. Cukup antiklimaks juga sih menurut saya.

“Kebangkitan” kakek Happosai setelah “tertimbun” di kaki gunung adalah hal yang (lagi-lagi) cukup fenomenal. Meskipun ia adalah kakek tua, kepandaiannya dalam hal silat dan kung fu jelas sangat lebih baik dibandingkan Ranma, Genma, Soun, dan yang lainnya. Tetapi hobinya mengintip gadis muda dan mencuri pakaian dalam wanita memang sangat menyebalkan.

Dari segi cerita, saya masih menikmati. Apa lagi munculnya Happosai yang mata keranjang namun tangguh bertarung juga menjadian cerita lebih seru lagi. hanya saja, saya masih agak terganggu dengan penggambaran kakek Happosai dan nenek buyut Shan Pu yang seperti anak-anak tetapi kerutan yang cukup banyak. Jadi sedikit aneh sih melihatnya. Hmm.

Oh iya, saat membaca komik ini, saya mendapat gangguan yaitu setelah halaman 124 langsung melompat ke halaman 141. Setelah saya telusuri, ternyata halaman 125 hingga 140 ada di bagian belakang setelah halaman terakhir. Salah posisi di akhir ini cukup menjengkelkan sih. Tetapi masih lebih baik daripada halaman hilang. Paling tidak masih mendingan daripada hilang.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 6)

coverranma6

Judul: Ranma ½ (Jilid 6)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792092523

cooltext-blurb

Ranma mendapat masalah sejak munculnya Nenek buyut Shan Pu. Karena totokan daya tahan panas, dia berusaha mati-matian mendapatkan pil phoenix. Tambah lagi, Ryoga yang menjadi saingannya, dilatih jurus maut Totokan Ledakan oleh nenek buyut untuk berduel dengan Ranma.

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Haloo. Jumpa lagi dengan postingan yang berisi ulasan sekaligus kesan-kesan yang saya alami selama membaca komik Ranma ½ jilid keenam. Tidak terasa saya sudah cukup banyak membaca serial ini. saya tidak tahu komik ini akan tamat pada jilid berapa, jadi mari nikmati saja ya.

Komik jilid keenam ini memiliki sebelas chapter. Cukup banyak juga untuk kuran tankoubon utuh. Jilid ini dibuka dengan kondisi Ranma yang masih tidak bisa berubah kembali menjadi laki-laki. Ada apa gerangan? Hal ini akibat ulah nenek buyutnya Shan Pu yang memberikan jurus Totok Daya Tahan Panas yang membuat Ranma tidak bisa menyentuh air panas.

Perang Laut Memperebutkan Mempelai Pria adalah chapter yang mengisahkan perjuangan Ranma mengejar si nenek hingga ke pantai. Tak disangka disana ada pertadingan memecahkan semangka. Selain berusaha mengalahkan nenek itu, Ranma juga berambisi mengambil pl phoenix yang disinyalir bisa mengembalikannya seperti sedia kala. Berhasilkah Ranma?

Ucapan terima kasih atas latihanmu selama ini… kukembalikan semuanya padamu!! Hehehe… Kenapa, Nek? Gerakanmu lamban. Sudah makin tua, ya!? (Halaman 23)

Setelah gagal merebut pil phoenix, pembaca aan dibawa pada chapter Totokan Ledakan. Kali ini lawan lama Ranma, Ryoga, mengirimkan surat tantangan dan berambisi mengalahkan Ranma. Sayangnya ia kalah telak dengan mudah. Mengetahui hal ini, nenek buyut Shan Pu menawarkan diri melatih Ryoga sebuah jurus bernama Totokan Ledakan yang sangat hebat.

Semua benda yang ada di alam semesta ini… punya titik ledakan. Termasuk katak, jangkrik, dan serngga air. Tentu saja, tubuh manusia juga. (Halaman 92)

Kisah terkhir sebagai penutup jilid keenam ini cukup unik. Alkisah ada seorang pria dari keluarga Daimonji hendak dinikahkan dengan Miyako Ooji Satsuki. Kedua kelarga ini sangat gemar mengadakan upacara minum teh. Keduanya memiliki aliran upacara yang berbeda yaitu Aliran Miyako Ooji Satsuki dan Aliran Daimon. Sayang, si pria tidak bisa menikahi “Satsuki”.

Jurus Upacara Teh adalah chapter di mana Ranma cewek terpaksa berurusan dengan keluarga Daimonji dan mengalahkan “Satsuki” agar si pria tidak mengganggu Ranma lagi. meskipun Ranma jago silat, ketentuan utama upacara minum teh yang mewajibkan petarung duduk bersila sangat merepotkan. Nah, bagaimana akhir pertarungan ini? Bagaimana nasib Ranma?

Ba-gai-ma-na-pun ju-ga aku tak bisa mencintainya… Untuk membatalkannya… Aku harus membawa wanita yang kupilih untuk bertarung dengan calon istriku dalam upacara teh… (Halaman 145-146)

Nenek buyut Shan Pu ternyata tidak mudah menyerah meyakinkan Ranma agar mau menikahi cicitnya itu. berbagai cara ia lakukan termasuk cara yang kotor sekalipun. Bahkan kesediannya melatih Ryoga dengan sangat intensif di pegunungan ternyata hanya kedok belaka agar keinginannya melihat Ranma dan Shan Pu bersanding di pernikahan dapat terlaksana.

Sedangkan cerita kedua tentang upacara minum teh keluarga Daimonji terasa cukup out of the box. Di cerita ini cukup terasa Ranma dan Akane menjadi tokoh figuran di belakang si pria Daimonji dan “Satsuki” yang ternyata diluar dugaan. Sebuah upacara minum teh yang seharusnya lembut dan anggun justru dijadikan pertarungan mempertahankan sikap diri.

Yang saya suka dari jilid ini adalah akhir cerita yang tidak menggantung. Saya sebenarnya agak nganu dengan komik berseri yang sengaja membuat cerita terakhir menggantung dan harus membaca jilid selanjutnya untuk tahu kelanjutannya. Saya lebih menikmati komik berseri yang setiap jilidnya ada titik akhir yang jelas. Hal ini lebih memuaskan daripada digantungkan. Hiks.

Sepertinya resep memnculkan tokoh baru yang hanya tampil sekilas masih digunakan sang mangaka. Pada jilid ini terlihat sekali bahwa tokoh pria Daimonji dan Satsuki bukanlah karakter yang akan bertahan lama dan akan menghilang seiring berakhirnya jilid keenam ini. meskipun saya agak jenuh dengan pola ini, saya masih bisa menerimanya dengan lapang dada.

Akhir kata, saya masih terus menantikan jildi selanjutnya dari komik Ranma ½ ini. masih penasaran apakah Ranma kelak akan menjadi lelaki sesungguhnya dan mendapatkan akhir cerita yang memuaskan dengan Akane, ataukah ia harus menelan pahitnya kenyataan yang tidak sesuai dengan angan pembaca macam saya ini. Entahlah. Terus pantau ulasan saya ya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 5)

coverranma5

Judul: Ranma ½ (Jilid 5)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792091939

cooltext-blurb

Kelemahan besar Ranma terungkap. Tragedi baru menyerang Ranma yang berusaha keras untuk mengatasi titik kelemahannya. Shan Pu yang seharusnya sudah pulang ke Cina, kembali muncul. lalu, pria bernama Mu Su mengejar-ngejar Shan Pu. Situasi semakin kacau!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sebelas chapter yang disuguhkan di jilid kelima ini terasa cukup padat jika dibandingkan jilid-jilid sebelumnya. Panjang chapter terasa semakin singkat dengan bukti jumlah halaman yang lebih sedikit namun memuat lebih banyak chapter. Meskipun demikian, sensasi serunya cerita masih bisa dinikmati.

Awal komik ini dibuka dengan tindak-tanduk Gosunkugi Hikaru, teman sekelas Ranma dan Akane yang mencari tahu tentang kelemahan Ranma agar bisa mengalahkannya dan merebut Akane. Ya benar, chapter berjudul Titik Kelemahan Ditemukan mengisahkan betapa Gosunkugi sangat menyukai Akane. Sampai-sampai, ia berkoalisi dengan Kunou agar rencananya tercapai.

Aku sudah dengar. Katanya, beberapa hari yang lalu kamu pingsan di sekolah. Aku tidak mendidikmu untuk jadi pria selemah itu!! (Halaman 23)

Sama Siapa Pun Mau adalah chapter yang memuat tentang Ranma yang telah “berubah” menjadi sesuatu yang paling ditakutinya. Akibat “perubahan” yang tidak direncanakan ini, Ranma secara kebetulan mencium Akane yang akhirnya justru membuat gadis ini merasa canggung. Meskipun ia sadar bahwa kejadian itu diluar kendali Ranma, ia masih kepikiran sekali.

Iya ya… Kenapa aku harus pusing? Semua salah Ranma… Ya. semua salah Ranma. Aku mau pulang. Baiklah sesampainya di rumah, akan kuhajar Ranma… (Halaman 73)

Kehidupan Ranma kembali bergejolak saat kedatangan nenek buyut Shan Pu yang berupaya membuatnya menikahi Shan Pu. Padahal sebelumnya Shan Pu telah mengucap salam perpisahan dan kembali ke Cina. Namun, siapa sangka disana ia bertarung dengan nenek buyutnya sendiri di mata air kutukan. Dan bisa dipastikan bahwa Shan Pu mendapat kutukan.

Kegaduhan tak berhenti sampai di situ. Teman masa kecil Shan Pu bernama Mu Su tiba-tiba menyusul ke Jepang dan ingin mengalahkan Ranma. Meskipun cowok ini rabun dekat, ia punya sederet jurus khusus seperti tinju bangau putih, tinju telur ayam, tendangan burung kasuari, dan jurus rahasia cakar elang saat melawan Ranma pada chapter Pertunjukan Pertarungan.

Waktu jadi wanita, jangkauan tangan dan kakinya jadi pendek. Fatal sekali dia tida menyadarinya. (Halaman 129)

Lagi-lagi kedatangan tokoh baru tru membuat cerita semakin berkembang. Saya termasuk pembaca yang tertipu ketika jilid keempat yang lalu Shan Pu mengucapkan selamat tinggal, tetapi tiba-tiba jilid kelima ini dia datang lagi. Bawa-bawa nenek buyut dan teman sepermainan pula. Duh rameee. Satu hal yang cukup unik adalah postur nenek Shan Pu yang…unik hahaha.

Hingga jilid kelima ini sebenarnya saya masih meraba-raba inti cerita komik ini akan seperti apa. Apakah berhenti pada Akane dan Ranma yang dijodohkan ataukah ada sebuah benang merah yang saling terkait antara kejadian satu dengan kejadian yang lain. Hal ini saya rasakan ketika mengetahui tokoh yang muncul silih berganti dan (seringnya) hanya muncul sekilas.

Segi cerita sesungguhnya masih sama menariknya dengan jilid sebelumnya. Namun, saya merasa sang mangaka mulai terlihat menghemat penceritaan dengan memenggal chapter sedikit lebih cepat. Ada beberapa chapter yang saya rasa masih bagus jika digabungkan jadi satu alih-alih memisahkannya pada chapter yang berbeda. Agak membuat geregetan sih hehe.

Banyaknya tokoh yang statusnya kurang jelas apakah utama ataupun pendukung jadi membuat jilid ini sedikit bias. Selain Ranma, saya merasa tokoh yang lain memiliki porsi yang sama. Bahkan Akane yang sejak awal akan menjadi pemeran utama wanita jadi sedikit bergeser menjadi karakter pendukung Ranma. Saya jadi bingung dengan posisi Akane ini. Huft.

Meskipun demikian, jilid ini masih mengagumkan kok. jurus yang dikeluarkan Mu Su juga unik-unik namanya. Saya salut pada sang penerjemah yang bisa menerjemahkan dengan apik namun tetap keren dan tidak kaku. Good job. Saya maskin penasaran bagaimana kelanjutan kehidupan Ranma yang menjalani dua kelamin ini kedepannya. Stay tune terus ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 4)

coverranma4

Judul: Ranma ½ (Jilid 4)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792088465

cooltext-blurb

Seorang gadis cantik bernama Shan Pu tiba-tiba muncul untuk membunuh Ranma. Sementara itu, Ranma laki-laki malah dicintai Shan Pu yang memberinya ciuman ‘I love you’. Apa yang akan terjadi?

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sejauh ini saya tetap suka cerita yang diusung Ranma ½ ini. jilid keempat kali ini memiliki jumlah chapter paling banyak dibandingkan pertama hingga ketiga. Sepuluh chapter yag disuguhkan sudah makin berkembang dengan tambahan beberapa tokoh baru. Penasaran siapa saja? Simak yuk.

Melanjutkan akhir kisah di jilid ketiga, jilid keempat ini dibuka dengan chapter Tak Kan Kulepaskan Tangan Ini yaitu pertandingan free skate antara Saotome Ranma dan Tendo Akane melawan Mikado Sanzenin dan Shiratori Asuza. Pasangan SMU Kholkoz ini sangat tangguh. Bahkan keduanya memiliki jurus mematikan bernama Reverse Matchmaker on Ice.

Benar! Tehnik keahlian terdahsyat dari pasangan Mikado Sanzenin dan Shiratori Asuza adalah… menghancurkan pasangan!! (Halaman 5)

Ciuman Maut adalah awal babak baru kehidupan Ranma dan Akane. Pertandingan free skate yang berhasil diluar dugaan membuat keduanya dan juga Ryoga sedikit pening. Tiba-tiba muncul seorang gadis bernama Shan Pu yang memiliki tujuan membunuh Ranma cewek persis seperti Ryoga. Hal ini adalah lanjutan dari sebuah tragedi di masa lalu ketika Ranma di China.

Suku pendekar wanita punya harga diri yang sangat tinggi. Kalah dari orang luar… adalah penghinaan yang melebihi kematian! (Halaman 94)

Shan Pu yang Mematikan merupakan sebuah chapter yang isinya sangat mengejutkan. Kondisi yang semakin rumit karena ketidaktahuan Shan Pu yang ingin membunuh Ranma cewek sekaligus mencintai Ranma cowok turut menyeret Akane dalam pusaran konflik. Pertarungan satu lawan satu keduanya memunculkan jurus totokan cuci rambut oleh Shan Pu. Apa itu?

Menggunakan sampo yang diramu secara khusus dan mengatur ingatan dengan cara menekan titik tertentu pada kepala. Jurus yang mengerikan. (Halaman 151)

Kehadiran Shan Pu dalam kehidupan Ranma dan Akane membuat jalinan cerita semakin seru. sejauh ini, total ada tiga orang yang ingin membunuh Ranma yaitu Kunou, Ryoga, dan Shan Pu. Bedanya, Shan Pu ini sedikit-sedikit menggunakan aksi anarkis. Memang kekuatannya hebat. Ia sanggup merusakkan dinding sekolah, rumah, restoran, atau fasilitas umum lainnya. Super.

Kalau diingat-ingat, hampir semua tokoh penting di komik ini kuat semua dalam hal bela diri dan perjuangan. Sayangnya, kekuatan mereka terlihat cukup lebay karena pada beberapa bagian digambarkan mereka sekali memukul bisa menerbangkan lawan. Namun, karena ini bisa disimbolkan sebagai hal yang lucu, justru menjadi menggelikan.

Sayang sekali beberapa tokoh dibuat hanya sekali lewat. Misalnya Azusa dan Mikado. Padahal karakter mereka berdua sudah cukup unik dan berbeda dengan tokoh lain. Saya harap mereka berdua akan muncul lagi dalam kemasan cerita yang berbeda. Meskipun demikian, kehadiran tokoh-tokoh lain kalau dipikir-pikir juga tidak terlalu mengecewakan.

Kalau bicara tentang terjemahan, saya suka sekali. Terjemahannya tidak kaku dan sanggup menyampaikan kalimat yang sinkron dengan gambar sang mangaka. Kosa kata yang digunakan juga cukup beragam sehingga tidak terjebak pada kata-kata yang itu saja. Secara umum, saya suka jilid ini. Makin penasaran apa yang akan dilakukan Shan Pu nantinya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 3)

coverranma3

Judul: Ranma ½ (Jilid 3)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792086294

cooltext-blurb

Pertandingan senam pertarungan terjadi antara SMU Furinkan tempat Ranma dan Akane bersekolah melawan SMU Putri Hebereke tempat Kodachi, si Mawar Hitam!! Akane menerima tantangan itu, namun karena cedera, Ranma harus menggantikannya!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Kehidupan sehari-hari Ranma dan Akane masih terus berlanjut. kali ini saya akan mengula jilid ketiga serial Ranma ½. Jilid nomor tiga ini mempunyai sembilan chapter yang saling berkaitan satu sama lain. Saya tak akan mengulas semuanya jadi akan saya ambil yang mengesankan.

Kunou Kodachi adalah tokoh baru yang sempat muncul pada bab terakhir jilid kedua yang lalu. Chapter berjudul Cinta Mawar Hitam, Kodachi menantang SMU Furinkan bertanding senam ritmik. Pada dasarnya ini adalah bentuk olah raga yang bisa menyerang lawan namun dilarang menggunakan tangan kosong. Kodachi menantang Akane dengan Ranma sebagai taruhannya.

Kehidupan SMU Putri berwarna abu-abu yang hambar dan tidak bergairah. Hubungan pria wanita yang indah, yang pernah kulupakan. Ooh! Sdah lama kutunggu pertemuan indah seperti ini. (Halaman 20)

Aku Menyerah adalah babak akhir pertarungan antara Ranma versi cewek (karena Akane cedera) melawan Kodachi sang Mawar Hitam. Ambisinya memenangkan pertandingan membuat Kodachi menghalalkan segala cara termasuk menggunakan alat-alat berbahaya untuk menghabisi Ranma. Untung saja Ranma sangat jeli melihat hal tersebut. Bagaimana akhirnya?

Ooh! Ada kerumunan pesenam di bawah ring!! Ternyata rahasia ring bergerak itu adalah tenaga manusia!! (Halaman 93)

Pertandingan senam ritmik berakhir. Kali ini ada babak baru ketika secara tidak sengaja Ranma dan Akane ditantang bertanding free skate oleh sepasang jagoan ice skating dari SMU Kolkhoz yaitu Shiratori Asuza dan Sanzenin Mikado. Chapter berjudul Bibir yang Membingungkan membuka sebuah kejadian yang sangat mengejutkan yang dialami Ranma cewek hahahaha.

Berisik! Orang yang melakukan itu padaku… Mana bisa kukalahkan dalam sekali pukul. (Halaman 154)

Jilid ketiga ini masih saja seru sekaligus menggelikan. Ranma yang kuat namun dalam beberapa hal masih sangat menyedihkan adalah kombinasi yang baik dan realistis. Sebagai contoh Ranma memang lihai bela diri kung fu, namun kemampuannya dalam hal free skate masih nol besar. bahkan ia dikalahkan Akane yang sudah pandai meluncur.

Jalinan kisah asmara antara Akane dan Ranma sampai jilid ini masih jalan di tempat meskipun ada secuil erkembangan yang tidak signifikan. Mereka berdua yang dijodohkan orang tua namun menolak lambat laun sudah bisa berdamai satu sama lain pada beberapa kondisi. Namun ketika sudah emosi, mereka berdua selalu bertengkar. Helah.

Kehadiran Kodachi yang notabene adalah adik Kunou Tatewaki turut membuat cerita menjadi lebih berwarna. Kelihaiannya yang piawai memainkan peralatan senam tidak sebanding dengan minimnya pengalaman cinta yang pernah ia rasakan. Hanya karena ditolong oleh Ranma (karena kesalahan Ranma juga sih), Kodachi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Mengenai pertandingan free skate, sangat terlihat bahwa Shiratori Asuza dan Sanzenin Mikado bukanlah lawan yang mudah. Akane yang tidak terlalu mahir bersama Ranma yang bahkan berhenti saat skating saja belum bisa harus berusaha sekuat tenaga. Lantas bagaimana kelanjutan pertandingan mereka? Simak ulasan saya pada jilid selanjutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 2)

coverranma2

Judul: Ranma ½ (Jilid 2)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792083149

cooltext-blurb

Seorang pria bernama Ryoga Hibiki yang memiliki dendam pada Ranma Muncul. penyebabnya roti kari!? Alasannya tidak jelas, tapi pertarungan keduanya berlanjut!! Akane terlibat sehingga rambutnya terpotong. Situasi menjadi gawat!! Akhirnya alasan dendam Ryoga terjelaskan!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* saya suka dengan komik Ranma ini. setelah selesai menyelesaikan jilid pertama, saya lanjtkan ke jilid kedua. Sembilan chapter yang disuguhkan pada jilid ini masih tetap lucu dan seru. Apa lagi pada jilid ini ada sebuah momen yang sangat mengejutkan. Penasaran? Check this out.

Jilid kedua kali ini ada tokoh baru yaitu Hibiki Ryoga. Chapter yang berjudul Pria yang Mengejar Ranma mengisahkan kehadiran Ryoga secara tiba-tiba di SMU Furinkan setelah berhari-hari tersesat di wilayah lain. Dengan dendam membara, ia berniat menghabisi Ranma karena dirasa telah mengkhianati janji duel ketika Ranma masih sekolah di tempat kelahirannya.

Kamu!! Kamu pikir aku jalan santai selama empat hari!? Kamu tahu tidak, betapa sengsaranya aku berjalan sampai tiba di tujuan!! (Halaman 40)

Pertarungan antara Ranma dan Ryoga masih berlanjut hingga chapter berjudul Walaupun Tidak Terluka. Meskipun di masa lalu Ryoga selalu kalah telak oleh Ranma ketika berebut roti di kantin sekolah, kali ini Ryoga sangat kuat. Kemampuannya yang tangguh membuat Akane mencemaskan Ranma. Yang tidak diduga, sebuah insiden saat duel merenggut rambut Akane.

Aku tidak mau tahu lagi! Mulai sekarang, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi…! (Halaman 96)

Setelah berkali-kali mengelak untuk menjelaskan alasan pasti mengapa Ryoga membenci Ranma akhirnya pada chapter Wajar Jika Dendam terjelaskan sudah sebab musabab Ryoga mendaki gunung lewati lembah demi membunuh Ranma. Hal ini berkaitan erat dengan tragedi di mata air kutukan Zhou Quan Xiang yang membuat Ryoga bisa “berubah wujud” juga. Ups.

Tunggu dulu! Waktu itu kau ditabrak wanita aneh sampai jatuh ke mata air, ‘kan!? Kalau begitu, kamu salah kalau dendam padaku… Kalau mau, dendamlah pada panda dan wanita… (Halaman 150-151)

Selain chapter tentang hadirnya Ryoga Hibiki di kehidupan Ranma dan Akane, chapter terakhir mengisahkan seorang tokoh baru yang dijuluki Mawar Hitam dari Sekolah Putri Saint Hebereka. Ia merupakan perwakilan pertandingan senam ritmik antar sekolah. Karena ketangguhannya, ia mengintimidasi tim lain termasuk tim dari SMU Furinkan. Kelanjutannya?

Saya tidak akan berbicara banyak karena lebih seru jika membacanya sendiri. Secara umum, saya suka dengan jilid kedua ini, jauh lebih suka dibandingkan jilid pertama. Hal ini khususnya ketika mengetahui betapa “parahnya” Ryoga setelah terkena kutukan mata air dan kondisinya yang selalu tersesat bahkan ketika pergi ke tempat yang dekat. Saya ngakak dibuatnya.

Selain itu, sedikit perubahan sikap antara Ranma dan Akane membuat jilid kedua ini lebih menggemaskan. Awalnya mereka berdua saling membenci, tetapi kali ini mereka sedikit lebih perhatian satu sama lain. Meskipun demikian, saya rasa keduanya akan menjadi tipikal orang yang tidak bisa jujur pada perasaannya masing-masing alias benci tapi cinta. Cieee.

Chapter terakhir yang mengisahkan hadirnya Ryoga pada kehidupan Akane dan Ranma memang belum menyelesaikan tujuannya secara lugas. Bahkan hadirnya chapter terakhir yang menghadirkan perempuan muda yang cukup jahat turut membuat saya penasaran. Kira-kira siapa perempuan ini? Kemampuannya dalam bidang senam ritmik tentu bukan hal yang remeh.

Saya suka bagaimana sang mangaka mengemas cerita kehidupan Ranma ini menjadi lucu namun tidak membosankan. Setiap karakter diciptakan unik dan menarik. Tentu saja “kutukan” yang diidap Ranma, Genma, dan Ryoga menjadi salah satu titik kelucuan ketika secara tidak sengaja mereka “berubah wujud”. Saya penasaran dengan jilid selanjutnya. Tunggu ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 1)

coverranma1

Judul: Ranma ½ (Jilid 1)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792082586

cooltext-blurb

Ranma Saotome yang seorang laki-laki?! Atau wanita? Ranma yang jatuh ke mata air Niang Ni Quan pada waktu latihan akan berubah menjadi seorang wanita jika terkena air, dan kembali ke sosoknya semula, laki-laki, jika disiram air panas. Nasib yang sama menimpa ayahnya, Genma. Dia bolak balik berubah wujud menjadi panda dan manusia!!

cooltext-review

Bagaimana jadinya jika seseorang bisa berubah wujud hanya karena tersiram air? Tentu akan sangat kocak dan menggelikan. Hal itu pula yang dijadikan bumbu utama dalam komik Ranma ½ ini. Disebut dengan ½ karena sang tokoh utama dan beberapa tokoh pendukung yang lain memiliki dua wujud yang berbeda selain manusia alias setengah-setengah. Check it out.

Delapan chapter di jilid perdana ini masih berupa pengenalan tokoh dan awal mula konflik yang akan berkembang. Saotome Ranma adalah anak semata wayang dari Saotome Genma. Mereka telah berlatih kung fu dengan sangat keras hingga negeri asalnya, China. Mereka berlatih di Gunung Qunjing yang memiliki tempat latihan legenda bernama Zhou Quan Xiang.

Chapter yang berjudul Rahasia Ranma menguak tabir kengerian yang terjadi selama berlatih di sana. Ranma tercebur di mata air Niang Ni Quan yang membuatnya berubah wujud menjadi perempuan. Sedangkan Genma harus rela berubah wujud menjadi panda karena tercebur ke mata air Xiong Mao Ni Quan. Mereka bisa kembali ke wujud semula saat disiram air panas.

Kengerian sebenarnya apa…?! Ayah, sih… Bawa-bawa aku ke tempat aneh begitu! Walaupun harus berkorban nyawa, aku tak mau membuang wujud laki-laki! (Halaman 46-47)

Tidak memiliki tempat tinggal sekaligus ingin mengunjungi sahabat lama, akhirnya duo ayah-anak ini menumpang tinggal di rumah yang merangkap perguruan silat milik Tendo Soun, ayah tunggal dengan tiga anak perempuannya bernama Tendo Kasumi, Tendo Nabiki, dan Tendo Akane. Untuk sementara, Ranma bersekolah di SMU Furinkan bersama Akane dan Nabiki.

Chapter berjudul Tidak Terima mengisahkan bagaimana kehidupan pagi Akane di sekolah harus berurusan dengan para cowok yang ingin menjadi pacarnya dengan syarat mengalahkannya terlebih dahulu. Cowok terkuat di SMU Furinkan adalah Kunou Tatewaki. Ada sedikit salah paham antara Kunou dan Ranma sehingga mereka harus bertarung hingga…hujan turun.

Aah, sial! Seandainya tidak hujan, orang itu sudah kuhajar… (Halaman 84)

Perjumpaan tak sengaja antara Kunou dan Ranma versi cewek akhirnya membuatnya jatuh cinta. sayangnya, meskipun beberapa kesempatan Kunou menyaksikan sendiri bagaimana perubahan wujud Ranma cowok menjadi cewek, ia terlalu bodoh untuk mengerti. Hal ini membuat kondisi pada chapter berjudul Tubuh dan Pikiran sangat rumit gara-gara Kunou. Huft.

Akane yang bersahaja dan manis. Gadis berkepang yang cantik dan ceria. Keduanya sangat cantik dan tak bisa kubuang. Aku tak bisa membohongi hatiku bahwa aku ingin bersanding dengan keduanya. (Halaman 126-127)

Komik ini seru dan menyenangkan. Ide ceritanya yang unik dengan mengangkat sebuah “kutukan” perubahan wujud pada diri sang tokoh utama membuat kisah ceritanya tidak bisa ditebak. Baik Ranma maupun Akane juga bisa memikat perhatian saya. Ranma yang jago silat tapi memiliki ego tinggi dan Akane yang sangat tanggun tapi jaim mengakui perasaannya.

Oh iya, pada jilid perdana ini, Ranma dan Akane dijodohkan oleh ayah masing-masing. Tentu saja keduanya menolak mentah-mentah. Ranma masih ingin kembali ke China dan mengembalikan kondisi tubuhnya sedangan Akane telah menyukai orang lain bernama Kono Tofu, seorang dokter ahli tulang. Pada akhir jilid ini akan diketahui fakta menarik tentang Tofu.

Jilid perdana ini membuat saya penasaran mengetahui bagaimana kelanjutan kehidupan Ranma dan Akane ke depannya. Apa lagi Ranma versi cewek disukai oleh Kunou yang notabene sebelumnya juga menyukai Akane. Lantas, akan seperti apa kehidupan sang jagoan kung fu dari China, Ranma, dengan gadis kuat dan tangguh berambut panjang, Akane?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Simple Thinking About Blood Type Animation Book

coverbloodani

Judul: Simple Thinking About Blood Type Animation Book

Komikus: Park Dong Sun & Leeonsmart

Penerjemah: Silvanissa

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 194

Terbit Perdana: Desember 2015

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Desember 2015

ISBN: 9786027742673

cooltext-blurb

Komik animasi dari webtoon paling terkenal di Korea.

O: Beli, harus kupamerin ke temen-temen, ah!

A: Beli nggak ya? Gimana, ya? Galau banget!

B: Pokoknya kalian harus beli dan baca buku ini.

AB: Beli kalau ada uang. Kalau nggak ada, jangan!

Ada yang tidak peduli, ada yang berbicara seenaknya, juga ada yang penakut…

Ini adalah cerita tentang kehidupan sehari-hari para karakter yang berbeda golongan darah.

cooltext-review

Seri Simple Thinking About Blood Type yang telah saya baca ada tiga buku. Kali ini saya masih membaca seri yang sama namun bukan kelanjutan buku ketiga, melainkan edisi khusus Simple Thinking About Blood Type Anomation Book. Apa bedanya dengan ketiga buku sebelumnya? Buku kali ini berisikan versi komik yang ceritanya lebih panjang dibandingkan pendahulunya.

Meskipun isi cerita dari animation book ini tidak ada yang orisinal alias sudah pernah muncul di ketiga buku sebelumnya, kemasan yang disuguhkan setiap cerita dibuat lebih kompleks dan lebih jelas awal mula, pertengahan, dan akhir ceritanya. Hal ini bisa membuat pembaca menjadi lebih memahami konteks cerita secara utuh alias tidak hanya sepotong-sepotong saja.

Seperti biasa, awal buku ini dibuka dengan perkenalan karakter setiap golongan darah. Yang menarik, halaman perkenalan ini dibuat full color yang sangat memanjakan mata meskipun isi deskripsinya hampir sama dengan deskripsi di buku-buku sebelumnya. Animation book ini memuat dua belas chapter yang diambil secara acak dari tiga buku yang telah terbit lebih dulu.

Sebelum memasuki setiap cerita, pada awal chapter ada kuis tentang golongan darah yang nantinya akan dijadikan peringkat di akhir cerita. Misalnya pada chapter pertama berjudul Aku Jatuh Cinta! ini ditanyakan golongan darah mana yang paling berani menyatakan cinta pada orang yang disukainya. Masing-masing golongan darah mengaku dirinya yang paling berani.

Setelah menjawab, pembaca dibawa pada situasi bagaimana setiap golongan darah berusaha menyatakan cinta. Ada golongan darah A yang sangat berhati-hati, ada golongan darah B yang langsung pergi begitu saja, ada golongan darah O yang bersikap protektif pada pasangannya. Pada akhirnya, keempat golongan darah tersebut akan mendapat peringkat sesuai tema cerita.

Setelah melihat peringkat ini, bagaimana kalau kita lebih berhati-hati dalam menghakimi sifat seseorang berdasarkan golongan darah, baik di lingkungan sekolah ataupun tempat kerja? (Halaman 20)

Selalu Tepati Janjimu Sampai Ajal Menjemput adalah chapter lain yang menarik. Jadi keempat golongan darah yang duduk di kelas yang sama mendapatkan perintah dari guru untuk mengumpulkan iuran dua puluh ribu won yang akan digunakan dalam elajaran keterampilan. Golongan darah O dan B merasa keberatan dan mengajak yang lain tidak ikut membayar.

Meskipun awalnya golongan darah A dan AB setuju, keesokan harinya justru golongan darah A berniat membayar karena tidak ingin melanggar aturan. Golongan darah O meskipun ingin tidak membayar sesungguhnya telah membawa uang. Golongan darah AB bahkan kemarin telah membayar terlebih dahulu. Siapa yang akhirnya tidak membayar? Semua pasti tahu.

Kalau ada yang berkhianat, kita nggak akan main dengannya lagi. nggak diajak main game, nggak dipinjami buku komik, nggak ditemani ke toilet. Gimana? Jelas? Mengerti, kan? (Halaman 113)

Di buku ini, pembaca akan dikenalkan dengan sebuah acara bernama meeting. Istilah ini pada umumnya digunakan dalam dunia kerja ketika akan berjumpa dengan klen ataupun rapat antar pegawai. Namun, di Korea, acara meeting ini merupakan sebuah acara kencan yang dilakukan secara berkelompok dan antar pasangan yang belum pernah bertemu sebelumnya.

Siapa yang Paling Mahir dalam Meeting? adalah chapter yang meyuguhkan keempat lelaki golongan darah sedang meeting dengan empat perempuan. Mereka meeting di sebuah rumah makan yang cukup mahal. Si golongan darah A yang baru pertama kali mengikuti acara tersebut berniat membagi rata bon pembelian dengan mereka semua. Apakah tidak apa-apa?

Bodoh banget! Dia mau membagi urunan pembayarannya sekarang? Kan nggak enak kalau dilihat para cewek! Makanya si A nggak pernah dapat pacar… (Halaman 142)

Chapter terakhir berjudul Siapa Rajanya Donor Darah? turut membuka wawasan saya. Jadi di sini dikisahkan golongan darah B dan O membaca surat kabar. Di koran tersebut memuat artikel tentang golongan darah yang paling banyak mendonorkan darahnya. Lokasi yang dimaksud adalah di negara Korea (entah bagian selatan ataukah utara). Hasil ini cukup mengejutkan.

Golongan darah A yang sedang bersih-bersih akhirnya tersipu malu kala mengetahui bahwa golongan darahnya lah yang menduduki peringkat pertama. Sedangkan golongan darah AB dibully habis-habisan oleh golongan darah B dan O karena memiliki jumlah paling sedikit. Namun demikian, golongan darah AB justru memberikan “pencerahan” kepada mereka semua.

Menurut penelitian, golongan darah yang paling banyaj mendonorkan darahnya adalah golongan darah A. (Halaman 172)

Secara umum, hal positif yang bisa saya nikmati dari buku ini selain semua halamannya full color adalah ceritanya yang jauh lebih runtut daripada versi Simple Thinking About Blood Type sebelumnya. Jika ada buku terdahulu langsung dimunculkan inti ceritanya dengan sedikit penjelasan, kali ini cerita tersebut dikemas dengan cukup lengkap selayaknya cerita di komik.

Kutipan pada chapter pertama yang sempat saya tuliskan di atas terasa sangat kontradiktif dengan isi buku ini yang notabene menyematkan stereotype pada setiap golongan darah namun menganjurkan tidak boleh menghakimi seseorang melalui golongan darahnya. Hal ini cukup menunjukkan bahwa buku ini terlihat mengalami krisis identitas berdasarkan judul dan isinya.

Memang benar bahwa sifat dan kepribadian bukan hanya ditentukan oleh golongan darah semata, melainkan bisa dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, kebiasaan, pengetahuan, dan lain sebagainya. Namun, sejak awal seri ini ingin memberikan gambaran bahwa sifat golongan darah itu berbeda-beda. Faktanya isi buku ini justru sifat antar golongan sering tumpang tindih.

Selain itu, pada akhir setiap chapter selalu ada kalimat “Tujuan dari peringkat ini bukan untuk mendiskriminasi sifat seseorang berdasarkan golongan darah.” Hal ini sebenarnya juga cukup bertentangan dengan pertanyaan di bagian pembukayaitu golongan darah manakah yang memiliki sifat paling dominan sesai chapter yang tersebut dengan menggunakan peringkat.

Namun demikian, buku ini memiliki keunggulan dari segi penyampaian cerita. Meskipun gaya gambarnya memang sangat berbeda dibandingkan sang komikus asli Park Dong Sun, ceritanya masih berkaitan erat kok. Tidak diketahui mengapa artwork yang digunakan bukan goresan asli sang komikus. Bahkan pada identitas buku ini pun tidak disebutkan nama Park Dong Sun.

Akhir kata, buku ini cukup menarik dibaca jika ingin mengetahui kondisi lebih jelas tentang cerita-cerita di buku Simple Thinking About Blood Type sebelumnya. Penyajian ala komik dengan dialog yang mendominasi turut membuat setiap karakter golongan darah benar-benar berpikir dan bersikap sendiri, bukan hanya dari deksripsi yang dituliskan komikus saja.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Simple Thinking About Blood Type 3

coverblood3

Judul: Simple Thinking About Blood Type 3

Komikus: Park Dong Sun

Penerjemah: Achie Linda

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 304

Terbit Perdana: Mei 2015

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, Juli 2015

ISBN: 9786027742512

cooltext-blurb

Pernah mengalami kesulitan memesan makanan ketika golongan darah A, golongan darah B, golongan darah O, dan golongan darah AB berada dalam satu tempat?

Bingung karena teman sekamar nggak pernah bersih-bersih?

Ingin terlihat baik di depan bos killer?

Penasaran mengapa terjadi konflik gara-gara si cewek tidak bias memilih antara ayam atau piza?

Jika tidak saling mengenal, memesan ayam sepotong pun bisa menimbulkan pertengkaran. Cari tahu dulu sifat lawan bicara agar tidak timbul salah paham; entah itu kewarganegaraan, etnik, ataupun hal yang sudah diakui oleh seluruh dunia, yaitu golongan darahnya.

Pembahasan tentang dunia golongan darah akan selalu memancing senyum. Bersiaplah untuk tersenyum juga.

cooltext-review

Fyuh. Akhirnya saya sukses menyelesaikan buku ketiga dari seri Simple Thinking About Blood Type. Berbeda dari dua jilid sebelumnya, saya puas ketika menutup halaman terakhir buku ini. ada sensasi bahagia yang saya rasakan ketika melahap habis empat bagian yang disuguhkan di buku ini. Buku ketiga ini sangat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Langsung saja ya~

Saya lupa mencantumkan bahwa pada buku ketiga dan kedua yang lalu, sebelum memasuki bagian pertama, ada pengenalan dulu mengenai sifat dasar masing-masing golongan darah yang diambil sesuai rangkuman dua buku sebelumnya. Kemungkinan hal ini dilakukan agar pembaca yang tidak mengikuti buku sebelumnya tetap bisa terhubung dengan isi ceritanya.

Bagian pertama dibuka dengan judul Cerita Sederhana Tentang Kehidupan Sehari-Hari yang berisikan delapan belas cerita lepas. Salah satu yang saya sukai adalah Sifat Antargolongan Darah yang Sesunggsuhnya. Jadi ceritanya, keempat golongan darah ini memiliki junior atau kenalan yang lebih muda bernama si K. dia memiliki pacar perempuan bergolongan darah A.

Yang lucu adalah, selama ini K kerap menyanjung kekasihnya yang dianggap memiliki sifat baik sesuai golongan darah A. Hingga suatu hari, sang kekasih dan si K terkejut mengetahui bahwa sang pacar ternyata golongan darah B. Akibatnya, sejak saat itu pacar K menjadi pribadi yang bertolak belakang dibanding sebelumnya. Berikut analisis dari si golongan darah AB:

Dia sepertinya terkena Pygmalion Effect atau Labelling Effect. Dia bertingkah sesuai harapan lawan bicaranya, bukan menjadi dirinya sendiri. (Halaman 14)

Cerita Sederhana Tentang Kehidupan di Sekolah yang memiliki empat belas cerita juga cukup menarik. Meskipun tema sekolah telah dibahas di buku kedua, sang komikus masih belum kehabisan ide menuangkan berbagai kejadian yang dialami para golongan darah saat duduk di bangku sekolah. Hal ini tentu saja sangat berbeda dibandingkan cerita sekolah di buku kedua.

Cerita berjudul Perpustakaan cukup menggelikan. Alkisah masing-masing golongan darah mencari buku yang akan dipinjam dari perpustakaan. Golongan darah O yang impulsif mencomot banyak buku yang akan dipinjam. Melihat hal ini, tiba-tiba golongan darah B mencomot satu buku dan ingin meminjamnya. Kontan saja golongan darah O marah-marah.

Kau setiap hari pinjam buku dan mengembalikannya tanpa sempat membaca semuanya, kan? (Halaman 146)

Bagian ketiga adalah Cerita Sederhana Tentang Kehidupan di Kantor yang memiliki delapan belas buah cerita. Lagi-lagi dunia kantor pernah muncul juga di buku kedua. Namn kali ini, ada sedikit perbedaan. Sang komikus membawa pembaca menyelami beberapa tingkat jabatan jika dipegang oleh golongan darah yang berbeda-beda. Misalnya bos, asisten, dan karyawan.

Cara Menghadapi Karyawan Golongan Darah B adalah hal yang menarik. Pada cerita ini sang komikus tepat menggambarkan bagaimana seorang karyawan bergolongan darah B ketika mengerjakan tugas. Dengan gambaran ini setidaknya orang-orang yang memiliki bawahan bergolongan darah B bisa sedikit menyesuaikan. Memang bagaimana perilakunya?

Bila diberi perintah terlalu teliti, dia tidak bisa melakukannya dengan baik. Karena dia bisa kehilangan kemampuannya apabila dimarahi atau disuruh menuruti perintah, maka harus berhati-hati. (Halaman 209)

Bagian terakhir yang cukup sentimental adalah Cerita Sederhana Tentang Keluarga dan Percintaan yang terbagi atas tiga belas cerita dan ditutup oleh epilog. Sesungguhnya keluarga dan percintaan ini masuk ke ranah kehidupan pribadi yang lagi-lagi telah diungkapkan di buku kedua. Namun demikian, sang komikus mengemas bagian keempat ini dengan baik dan lucu.

Acara Spesial Peringatan Jadian adalah cerita yang menarik. Masing-masing golongan darah yang memiki pacar dituntut oleh kekasihnya sendiri untuk merayakan seratus hari jadian. Kurang jelas kenapa harus seratus hari, bukannya satu tahun. Yang jelas, tanggapan tiap golongan darah sangat unik dan berbeda. Paling greget tanggapan golongan darah AB berikut.

Kemarin kita ketemu, besok juga akan ketemu, hari ini juga sama seperti hari-hari yang kita lalui bersama biasanya, kan? Dibandingkan besok, apa alasannya hari ini lebih istimewa? (Halaman 283)

Secara umum, saya merasa buku ketiga ini jauh lebih bisa diterima daripada dua buku sebelumnya. Rasa bosan, jenuh, dan muak yang sempat saya idap ketika membaca Simple Thinking About Blood pertama dan kedua tidak saya rasakan lagi di buku ketiga ini. bahkan saya sampai rela membaca hingga tuntas buku ini sampai dini hari hehehe.

Oh iya, sejak buku pertama, sang komikus ternyata tidak mengkhususkan bahwa setiap golongan darah diwakili oleh pria. Di buku Smple Thinking About Blood Type ada cewek dan cowok golongan darah yang masing-masing membawakan cerita sesuai kondisi mereka masing-masing. Terkadang si cewek menjadi pasangan si cowok, terkadang membawakan cerita sendiri.

Oh iya, sepertinya sang komikus telah membuat sense of humor yang disajikan di buku ini menjadi lebih global dan diterima masyarakat luas, tidak seperti buku sebelumnya. Sampai-sampai, ada lagu Kemesraan yang didendangkan golongan darah O sambil bermain gitar dan permainan domikado yang dimainkan para golongan darah yang Indonesia banget.

Pada buku ketiga ini, setiap cerita dikemas lebih kompleks dan teratur. Tidak seperti buku pertama dan kedua yang hanya sekilas dan terkadang kurang bisa dipahami oleh orang non-Korea. Oh iya, cuup banyak istilah bahsa Korea yang disuguhkan di buku ini. dengan dilengkapi catatan kaki, pembaca bisa lebih mudah memahami konteks kalimat di ceritanya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Simple Thinking About Blood Type 2

coverblood2

Judul: Simple Thinking About Blood Type 2

Komikus: Park Dong Sun

Penerjemah: Silvanisaa NA

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 302

Terbit Perdana: Mei 2014

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2014

ISBN: 9786027742321

cooltext-blurb

Pernahkah kamu merasa tidak diperhatikan oleh orang lain? Pernahkah kamu mendapat luka dari perkataan teman baikmu?

Itu semua karena setiap manusia memiliki sifat yang berbeda-beda. Dalam berinteraksi dengan orang lain, tidak ada salahnya kita mencoba mengerti apa yang dirasakan oleh teman dekat ataupun orang lain yang belum kita kenal.

Nah, di komik Simple Thinking about Blood Type 2 ini, kamu akan menemukan bermacam-macam cerita terbaru dan sifat-sifat unik berdasarkan golongan darah.

Semoga komik ini bisa membantumu mencari jawaban yang selama ini dicari, ya. Semoga kamu juga dapat tersenyum saat membacanya.

cooltext-review

Hai hai. Ketemu lagi dengan review saya (yaiyalah). Saya lagi malas intermezo terlalu panjang, jadi langsung saja. Ini adalah buku sekuel dari Simple Thinking About Blood Type yang sebelumnya sudah saya ulas dan tayangkan beberapa hari yang lalu. Meskipun saya kurang menikmati buku pertama, semoga sekuel ini bisa memperbaiki kesan saya terhadapnya *tsah.

Empat bagian utama plus epilog yang disuguhkan di buku ini terasa sangat banyaaaaak. Tentu saja, jumlah halamannya bertambah sekitar 50 halaman dibandingkan buku pertamanya. Yang saya suka dari buku kedua ini adalah sudah ada kelompok tema yang sangat jelas dibandingkan buku pertama yang terasa sangat campur aduk.

Taman Kanak-Kanak yang memiliki sembilan belas cerita adalah judul bagian pertama. Kali ini para golongan darah masih berwujud anak-anak karena masih bersekolah di TK. Layaknya anak-anak pada umumnya, terlihat jelas bahwa setiap golongan darah telah memiliki sikap dan perilaku dasar yang mencerminkan golongan darah mereka yang unik.

Contohnya pada cerita Pertengkaran. Saya suka bagaimana setiap golongan darah bersikap ketika menghadapi konflik dengan teman lainnya. Seperti biasa, sikap golongan darah B yang cuek benar-benar mirip dengan saya hahaha. Kalau diingat-ingat, saya memang enggan bertengkar karena menurut saya hal itu hanya buang-buang waktu saja.

Anehnya, golongan darah B tidak suka bertengkar. Menurutnya itu melelahkan. (Halaman 56)

Bagian kedua adalah Sekolah yang menyuguhkan delapan belas cerita. Setelah tahap anak-anak yang masih TK, kali ini setiap golongan darah telah memasuki usia yang lebih tinggi sehingga mulai sekolah dan bergelut dengan permasalahan-permasalahan khas anak sekolah. Salah satu yang saya sukai adalah cerita Ambisi Untuk Menang. Lagi-lagi saya ambil golongan darah B.

Tidak dapat dipungkiri, masa sekolah juga turut membentuk kepribadian orang menjadi ambisius. Mulai dari berambisi mendapat nilai bagus, populer di sekolah, ataupun target yang lain. Saya mengingat sepertinya saya memang tidak berambisi apa pun ketika sekolah. Tetapi ada beberapa hal yang saya ingin capai juga saat itu. Deskripsi golongan darah B memang tepat.

Golongan darah B peringkat kedua. Ambisi golongan darah B bergantung pada ketertarikannya pada satu barang. Jika sudah terpacu memainkan game maka ambisi akan cepat meningkat drastis. (Halaman 93)

TK sudah, sekolah sudah, kali ini memasuki tahap kehidupan baru yaitu Kantor yang memuat tiga belas cerita. Dunia karir memang lumrah dihadapi manusia setelah selesai berekolah di lembaga pendidikan. Meskipun demikian, proses pembelajaran tidak selesai sampai di situ saja. Saat bekerja, tiap golongan darah juga harus “belajar” menghadapi dunia profesinya itu.

Salah satu kegiatan ketika bekerja di kantor adalah presentasi. Pada cerita Presentasi I ini, digambarkan bagaimana setiap golongan darah mempersiapkan presentasinya. Lagi-lagi saya seperti bercermin dengan apa yang dilaukan golongan darah B saat presentasi. Tipikal golongan darah B yang easy going, bebas, dan tidak suka hal ribet memang sering saya lakukan hahaha.

Dalam presentasi, golongan darah B membenci hal yang rumit. Jadi, ia hanya akan menjelaskan hal-hal yang penting saja. Bahkan presentasinya pun hanya sekitar satu atau dua lembar. (Halaman 131)

Bagian keempat sebagai bagian terakhir yaitu Kehidupan Pribadi memuat jumlah cerita paling banyak yaitu 37 cerita. Namanya saja kehidupan pribadi, jadi di sini dikemukakan bagaimana setiap golongan darah bersikap dan berpikir dalam kehidupan di luar dunia sekolah ataupun pekerjaan. Tak heran 37 cerita bagian ini sangat campur aduk tidak ada pakem yang nyata.

Cerita Marshmallow: Versi Golongan Darah B adalah hal yang patut saya ungkap. Jadi, sang komikus menggambarkan kondisi keluarganya. Sang Ibu bergolongan darah B dan si komikus bergolongan darah O memberikan sikap apa yang dilakukan ketika memiliki empat apel yang berbeda kesegaran dan harus makan satu apel setiap harinya. Sangat logis menurut saya sih.

Seperti cerita mershmallow, golongan darah B patut ditiru karena ia selalu makan apa pun dengan hati yang gembira. (Halaman 250)

Jilid kedua Simple Thinking About Blood Type ini menurut saya lebih bagus dibandingkan jilid pertama. Beberapa hal yang saya sukai adalah tidak ada lagi komik berjudul Diary Bergambar Si Cowok Gila. Bukan saya tak suka, namun lebih kepada out of topic ketika membaca komik dengan berbagai hal golongan darah tiba-tiba ada sejumput hal lain yang nampang di situ.

Baru saya ketahui bahwa Diary Bergambar Si Cowok Gila adalah karya debut komikus sebelum Simple Thinking About Blood Type. Terlihat lebih baik STABT sih daripada DBSCG. Meskipun demikian, komikus masih menyelipkan beberapa hal di luar konteks cowok gundul golongan darah, misalnya keluarga, namun tetap memakai topeng golongan darah jadinya tetap sinkron.

Adanya tiga fase kehidupan yaitu taman kanak-kanak, sekolah, dan kantor menurut saya adalah sebuah hal positif dibandingkan buku terdahulu. Setiap fase seolah memberikan koridor yang jelas pada setiap cerita sehingga pembaca, khususnya saya, bisa lebih menikmati jalinan ceritanya. Sayangnya, bagian keempat membuat saya jenuh karena campur aduk zzzzz.

Kalau bicara tentang kejenuhan seperti yang saya alami pada buku pertama, sepertinya sedikit tidak terlalu jenuh ketika membaca buku kedua ini. tetapi ya muaranya sama aja sih, tetap bosan dan jenuh. Tidak konsistennya sifat dan kepribadian masing-masing golongan darah membuat saya sering malas membacanya. Padahal titik utamanya kan pada perbedaan itu.

Gambar yang menarik dan lucu sepertinya masih belum bisa menyelamatkan saya dari lembah kebosanan. Terlebih jumlah halaman yang semakin banyak justru menjadi bumerang bagi saya untuk menyelesaikannya. Padahal saya termasuk penyuka buku bergambar lho. Tetapi sayangnya buku Simple Thinking About Blood Type ini membuat saya lelah menyelesaikannya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Simple Thinking About Blood Type

coverblood1

Judul: Simple Thinking About Blood Type

Komikus: Park Dong Sun

Penerjemah: Achie Linda

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 262

Terbit Perdana: Desember 2013

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, Maret 2014

ISBN: 9786027742253

cooltext-blurb

Tahu nggak sih kalau orang bergolongan darah A itu orang-orang yang halus, tapi kaku dan taat pada peraturan? Atau tahukah kamu kalau golongan darah B itu orang-orang yang kreatif dan bebas?

Apa jadinya kalau mereka disatukan? Jangan-jangan, bisa terjadi pertengkaran!

Ternyata, selain perbedaan jenis kelamin, tempat tinggal, agama, dan kondisi ekonomi, golongan darah juga bisa menentukan perbedaan sifat kita, lho.

Meski sifat seseorang tidak bisa hanya dilihat dari golongan darahnya, semoga komik Simple Thinking about Bloodtype ini bisa menghibur, sekaligus sedikit membantu kamu untuk memahami orang lain, ya!

cooltext-review

Setiap manusia di dunia ini pasti memiliki darah. Cairan ini sangat penting untuk kesehatan manusia. Mulai dari menyalurkan nutrisi ke selruh organ tubuh, membentuk antibodi untuk melawan penyakit, dan lain sebagainya. Meskipun demikian, darah satu manusia dengan manusia lain bisa berbeda sesuai dengan ciri khas masing-masing darah.

Golongan darah adalah sebuah sebutan yang membedakan jens darah manusia. Di dunia ini dikenal empat jenis golongan darah yaitu A, B, AB, dan O. Selain berfungsi sebagai penanda ketika mendonorkan dan menerima transfusi darah, golongan darah ini juga cuup dipercaya memberikan sumbangsih pada sifat dan karakter manusia yang memilikinya. Penasaran?

Buku Simple Thinking About Blood Type ini menyuguhkan empat golongan darah yang “berwujud” manusia dan berperilaku secara berbeda satu sama lain. Memang benar bahwasanya sifat dan karakter orang tidak hanya ditentukan oleh golongan darah saja. Banyak sekali faktor internal dan eksternal yang membentuk karakter tersebut.

Empat bagian yang disuguhkan di buku ini memberikan gambaran bagaimana empat “orang” yang memiliki golongan darah berbeda dapat bertindak dan berpikir sesuai golongan masing-masing. Sebagai catatan, saya memiliki golongan darah B. Jadi jangan heran ketika membaca review kali ini, kebanyakan saya akan membahas dari sisi golongan darah B hehehe.

Bagian pertama adalah Mengetahui Sifat Seseorang Melalui Golongan Darah yang memiliki 23 chapter. Salah satu yang saya suka adalah chapter berjudul Cara Belajar Anak Golongan Darah. Seperti yang kita ketahui, anak-anak memiliki cara dan sikap sendiri-sendiri ketika belajar. Nah, gambaran golongan darah B yang seharusnya belajar ini terasa saya banget! Hahaha.

Golongan darah B tidak menyukai kata ‘belajar’. Karena itu, belajar sambil bermain lebih disarankan untuk anak golongan darah B karena bisa membuatnya tertarik. (Halaman 78)

Bagian kedua berjudul Hubungan Sosial Antargolongan Darah yang memiliki enam chapter memberikan gambaran bagaimana keempat golongan darah saling berinteraksi satu sama lain. Lagi-lagi saya merasa “tertampar” saat membaca chapter Percakapan Golongan Darah B. sifatnya yang terlalu santai kadang membuat lawan bicaranya terasa tidak dihargai. Hiks :(

Dasar anak nakal! Hei- hei- kau dengar ceritaku, kan? Ceritaku masuk ke lubang pantatmu, ya? (Halaman 121)

Nah, ada lagi yang lucu ketika membaca bagian ketiga yaitu Cerita Seru Golongan Darah. Salah satu dari 23 chapter yang saya sukai adalah Menagih Utang. Dikatakan bahwa golongan darah B menagih secara langsung. Ah ini benar sekali. Saya memang tipikal malas membiarkan utang orang lain berlarut-larut. Maklum saja, uang adalah hal yang sangat sensitif dalam hidup ini.

Hei! Kembalikan uangku~ Mulai besok kamu mencicil seribu won per hari. Kalau sudah menjual tanah, pasti punya uang, kan? (Halaman 159)

Etelah tiga bagian dipenuhi tentang karakter golongan darah, bagian terakhir berjudul Diary Bergambar Si Cowok Gila. Bagian ini spesial karena menyuguhkan 37 diary dari sang komikus alias Park Dong Sun. Tema dan gaya gambarnya campur aduk. Namun demikian, saya suka dengan diary nomor 16 yang memiliki kalimat quotable dipadukan gambar yang menyentuh.

Takdir itu… Bukan sesuatu yang diakhiri. Tetapi sesuatu yang harus dibuka. Meski salah satu ikatan takdir yang tersisa memberikan beban berat seperti ini, tetap tidak boleh mengakhirinya dengan bodoh seperti itu. (Halaman 220-222)

Secara umum, buku ini sangat menarik. Bagaimana setiap golongan darah bersikap dan berpikir sesuai karakternya masing-masing kadang membuat beberapa golongan darah yang lain terkena imbasnya. Contohnya ketika janjian jam 3 sore. Golongan darah B masih santai-santai hingga jam 4 sore dan membuat golongan darah A, O, dan AB marah-marah. Hahahaha.

Kalau berbicara golongan darah  yang menyebalkan, saya rasa jawaranya ada di golongan darah  AB. Si golongan darah AB ini sering sekali merendahkan orang di buku ini. mulai dari menyebut manusia rendahan, orang tidak berguna, dan lain sejenisnya. Dipikir-pikir golongan darah AB ini kok berlidah tajam sekali ya. Pukpuk golongan darah yang lain :)

Beberapa bagian menunjukkan overlapping karakter antara satu golongan darah dengan yang lainnya. Golongan darah A bisa mirip O, golongan darah AB bisa seperti B, dan lain sebagainya. Memang pada kenyataannya tidak ada yang 100% berbeda satu sama lain. Namun demikian, saya mengharapkan ada batas yang jelas pada setiap golongan darah agar terlihat keunikannya.

Saya menyarankan jangan membaca buku ini dalam sekali duduk. Saya merasakan ketika mencoba membaca buku ini secara langsung, saya merasa bosan sekali. Memang seharusnya jalinan komik di buku ini bisa dinikmati sepotong-sepotong dan santai. Lebih terasa menarik dan lucu dibandingkan sekali baca tapi malah merasa bosan sekali.

Terjemahan buku ini pada beberapa bagian sangat kaku dan menyebalkan. Apakah karena hal ini saya merasa jenuh dan muak, saya tidak tahu. Mungin iya, mungkin juga tidak. Saya sih inginnya terjemahannya luwes dan kalau bisa disesuaikan dengan Indonesia. Misalnya menggunakan “sih”, “gimana”, atau yang lain. Sehingga bisa terbaca natural.

Yah, demikian sepatah dua patah kesan dari saya tentang buku Simple Thinking About Blood Type yang pertama ini. Pertama? Berarti ada kedua dan selanjutnya? Ya benar sekali. Nantikan jilid kedia dan ketiga dan selanjutnya ya. Sudah siap baca kok. Semoga pendapat saya lebih positif dibandingkan jilid perdana ini. Semoga :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Sunset on Third Street (Jilid 5)

coversunset5

Judul: Sunset on Third Street (Jilid 5)

Sub Judul: Kumpulan Cerita Terbaik Chapter 5 “Kakak Laki-Laki, Kakak Perempuan”

Judul Asli: Sanchome no Yuuhi Kessaku Shu

Komikus: Saigan Ryohei

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 264

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792334807

cooltext-blurb

Gimana sih rasanya jadi kakak? Jadi kakak harus sering mengalah dengan adik, kan! Ini suka bikin Mami kesal. Ia selalu merasa ibunya memanjakan kedua adiknya. Ibu selalu menyuruh melakukan pekerjaan rumah tangga. Suatu hari, ibu berpesan untuk Mami menjaga adik-adiknya. Ternyata, tiba-tiba ibu pergi meninggalkan rumah. Mami pun harus menggantikan peran ibunya.

cooltext-review

Setelah dibuat tersentuh dengan jilid keempat komik Sunset on Third Street yang lalu, kali ini saya akan menyuguhkan sejumput kesan-kesan saat membaca jilid kelima. 19 chapter yang disuguhkan di jilid ini sedikit banyak membuat saya baper. Selain cerita sederhna yang mengharukan, tema keluarga khususnya saudara sangat erat kaitannya dengan emosional saya.

Tentu saya tidak akan membahas semua chapter satu persatu. Soalnya saya malas pasti kepanjangan broo. Jadi kali ini saya akan mengungkapkan kesan dan pendapat saya pada lima cerita paling membekas dalam sanubari. Oh sekadar info, cerita yang dimuat di blurb komik ini ternyata tidak termasuk cerita yang menyentuh sisi emosional saya. Yuk langsung mulai saja.

Kakak Laki-Laki & Adik Perempuan adalah cerita pertama yang mengharukan sekaligus menggelikan. Ceritanya ada Kitano, anak laki-laki masih SD yang memiliki adik perempuan bernama Atsuko. Kitano sangat malu memiliki adik seperti Atsuko karena adiknya tidak cantik dan anggun. Sampai-sampai ia tidak mau mengakui Atsuko sebagai adik di depan kawannya.

Waktu pun berlalu. Atsuko bukan lagi seorang bocah cilik yang lusuh dan cuek dengan penampilan. Ia tumbuh menjadi gadis cantik dan mempesona. Kitano sangat terkejut dengan perubahan Atsuko. Ia menjadi overprotektif. Ada cowok bernama Matani dan Taniwari yang ingin mendekati Atsuko saja membuat Kitano senewen. Tapi, apakah semua belum terlambat?

Hoi, Atsuko! Pokoknya mulai sekarang kalau ketemu aku di jalan, kau jangan dekat-dekat! Pokoknya jangan panggil aku Kakak, mengerti?! (Halaman 38)

Bunga Cosmos adalah kisah selanjutnya yang sangat menyentuh. Cerita ini mengisahkan tentang sepasang gadis kembar bernama Haruko dan Akiko. Sejak kecil hingga SMP mereka berdua selalu mengenakan baju dan model rambut yang sama persis. Menginjak dewasa akhirnya mereka sudah meninggalkan kebiasaan itu. Untuk urusan masa depan pun mereka berbeda.

Haruko berambisi menjadi karyawati kantoran yang mandiri. Sedangkan Akiko ingin memperdalam ilmu rumah tangga agar bisa menjadi istri yang baik. Sayangnya, kebiasaan menyukai hal yang sama terulang kembali saat menentukan pendamping hidup. Laki-laki dambaan Haruko justru melamar Akiko. Apakah hal itu akhir kehidupan Haruko?

Jangan-jangan dia salah sangka, dikiranya Akiko itu aku? Benar, pasti dia salah! Yang dia sukai sebenarnya itu aku… (Halaman 110)

Cemburu menurut saya adalah cerita yang sangat lumrah dialami oleh seorang yang baru saja menjadi kakak, khususnya saat usia masih anak-anak. Mika adalah gadis cantik yang selalu dimanja oleh orang tuanya. Bertahun-tahun menjadi anak tunggal membuat Mika tak kekurangan aksih sayang. Hingga suatu ketika Mika memiliki adik baru dari sang ibu.

Kotaro yang masih bayi tentu membutuhkan perhatian ekstra. Hal ini membuat Mika merasa diabaikan. Ibunya terkesan lebih perhatian pada Kotaro. Hingga suatu hari, Mika menginginkan Kotaro mati saja agar Mika bisa mendapatkan perhatian seperti dulu. Untuk mewujudkan keinginannya, Mika turut melibatkan kucing hitam dan mainan Kotaro. Waduh gimana nih!

Mika, kau harus paham, ya. Mama sangat menyayangi Mika. Tapi Kotaro masih kecil dan lemah, makanya kita semua harus sungguh-sungguh merawat dan melindunginya. (Halaman 171)

Kelinci Salju menurut saya adalah cerita yang berakhir sedih. Yumiko adalah adik dari Yukiko. Perbedaan usia yang cukup jauh membuat Yukiko mengasihi Yumiko seperti adiknya sendiri. Suatu ketika, Yukiko harus dirawat di rumah sakit karena sakit parah. Sejak saat itu pula Yumiko rutin mejenguk kakaknya bersama sang ibu dua minggu sekali.

Yumiko terlihat cukup risih dengan kebiasaan dua minggu sekali itu. Ia ingin bermain bersama teman-temannya daripada harus pergi ke rumah sakit menjenguk kakak yang sakit-sakitan. Awalnya Yumiko merasa malas dan tidak semangat. Namun lambat laun ia menyadari bahwa rutinitasnya ke rumah sakit akan berakhir beberapa saat lagi. Hiks jadi sedih :(

Ingatan disayangi oleh kakaknya waktu kecil semakin menipis… Yang ada di dalam perasaan Yumiko sekarang hanyalah sebagai adik yang sekali-kali harus menjenguk kakaknya saja. (Halaman 194)

Rumput Hijau yang menceritakan Megumi Nakahara dan adiknya, Emi Nakahara terasa sangat realistis. Awal cerita dibuka dengan Megumi yang sangat tidak mendukung Emi bisa lulus ujian masuk di SMA tempat Megumi bersekolah. Hal ini ia sampaikan karena tidak ingin teman-temannya tahu bahwa Emi adalah adiknya. Ia berujar reputasi populernya bisa hancur.

Emi yang pada dasarnya mengagumi sang kakak justru terpacu semangatnya menembus SMA yang sama. Waktu berselang. Kehadirannya di sekolah Megumi membuatnya salah tingkah. Ia dilarang mendekati Megumi padahal cowok pujaannya sekelas dengan Megumi. Sebuah kejadian terjadi yang membuka mata Emi tentang status asli Megumi di sekolah. Apa itu??

Waktu itu, kakak Emi sedang sendirian membaca buku di sudut kelas. Entah kenapa, dia terlihat kecil dan kesepian. (Halaman 250)

Jilid kelima komik ini terasa sangat kental nuansa keluarganya. Saudara yang saling mengasihi ataupun tidak turut memberikan warna tersendiri untuk setiap cerita. Hubungan kakak adik yang disajikan dalam sebuah cerita terkadang bukan ikatan saudara kandung. Ada yang berstatus saudara tiri atau bisa juga bentuk saudara yang “lain” tapi tetap dekat satu sama lain.

Hampir semua cerita memiliki lini masa yang cukup panjang. Rata-rata melewati banyak tahun. Bisa hitungan beberapa tahun tapi ada juga yang hingga belasan tahun kemudian. Jadi berbeda dengan jild keempat kemarin yang hampir semua berlatar tahun 1955. Di jilid ini, beraneka macam. Meskipun demikian, identitas masa lalu masih tetap terasa kok dari berbagai sisi.

Namanya saja rentang waktu yang cukup panjang. Konflik yang disajikan juga beragam. Kebanyakan dipenuhi oleh masalah keluarga. Mulai dari yang sepele berebut boneka antar saudara, kecemburuan pada anggota keluarga lain, hingga yang berat mengenai perceraian dan kematian. Khusus alasan terahir, saya lihat banyak sekali cerita yang tokohnya mati mendadak.

Satu hal yang saya suka dari komik ini adalah latar belakang sangat padat dan penuh. Sang mangaka membuat hampir setiap panel tidak menyisakan ruang kosong yang sia-sia. Ada saja yang digambar. Misalnya dinding, tidak hanya polos. Ada lukisan, foto keluarga, jam dinding, lemari, dan lampu. Tapi hal itu tidak membuat sesak penglihatan. Justru terasa “niat” dan riil.

“Niat” itu juga tersaja pada satu hal unik yaitu perkenalan tokoh utama masing-masing chapter sebelum halaman daftar isi. Sebelum membaca 19 cerita, saya sebagai pembaca sudah tahu siapa tokoh utama yang akan berperan. Namun, seringnya saya malah membaca bagian ini setelah baca semua ceritanya sampai habis hehehe.

Sedikit berbeda dengan jilid keempat yang mengisahkan pertokoan dalam satu blok yang sama sehingga banyak tokoh sebuah cerita yang menjadi figuran di cerita yang lain, di jilid kelima ini hampir masingmasing cerita tidak ada hubungannya dengan kisah yang lain. Kalaupun ada juga sangat sedikit. Seolah mereka semua berasal dari daerah dan waktu yang berbeda.

Imbasnya, saya menemukan cukup banyak tokoh yang fisiknya sangat mirip bahkan sama persis dengan cerita yang lain tetapi memiliki nama yang berbeda. Ya iya sih, 19 cerita dengan kebutuhan rata-rata 3 tokoh tentu memerlukan 57 tokoh yang berbeda. Terlebih tokoh tersebut harus unik sikap ataupun fisiknya. Saya paham hingga akhirnya ada tokoh yang mirip-mirip.

Narator alias yang bukan termasuk dialog atau monolog karakter mengambil sudut pandang serba tahu. Cukup begus keputusan mangaka mengambil sudut pandang ini. hal ini dikarenakan pada umumnya komik hanya akan terpaku pada sudut pandang tokoh yang bersangkutan. Dengan adanya narator serba tahu jalinan cerita lebih mudah diikuti.

Well, komik ini masih sukses membuat saya memberikan penilaian maksimal karena cerita sederhana dan menyentuh. Tema keluarga khususnya hubungan antar saudara juga terasa erat dengan hidup saya yang bukan anak tunggal. Saya rasa memang kekuatan terbesar komik ini adalah kesederhanaannya. Namun demikian, justru bintang lima yang saya berikan. Great!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Sunset on Third Street (Jilid 4)

coversunset4

Judul: Sunset on Third Street (Jilid 4)

Sub Judul: Kumpulan Cerita Terbaik Chapter 4 “Pertokoan Kota Yuuhi”

Judul Asli: Sanchome no Yuuhi Kessaku Shu

Komikus: Saigan Ryohei

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 256

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792334449

cooltext-blurb

Nobuo, pemilik toko alat tulis Usui, berusia 29 tahun. Ia masih bujangan. Padahal ia cowok yang rajin, pekerja keras dan cukup ganteng. Ibunya berniat menjodohkannya, tapi Nobuo tidak mau. Suatu hari, Ippei, anak pak Suzuki pemilik bengkel Suzuki Auto, memergoki Nobuo memainkan morse dengan cewek yang tinggal di rumah besar yang ada di atas bukit. Ippei pun penasaran.

cooltext-review

Setelah beberapa lama saya membaca komik yang memiliki tensi tinggi dan menegangkan, kali ini saya mencicipi komik dengan tema slice of life yang sederhana dan biasa saja. kalau menengok info di goodreads sih, komik ini memiliki tanggapan yang cukup positif karena kesederhanaan cerita yang mampu menghangatkan hati pembacanya. Benarkah demikian?

Komik ini memilih setting tempat di area pertokoan Kota Yuuhi di blok tiga pada tahun 1955. Saat itu ceritanya Kota Yuuhi sedang dalam masa berbenah diri setelah mengalami perang dunia. Banyak toko yang hancur. Banyak pula korban jiwa yang berjatuhan. Satu persatu toko-toko mulai bangkit kembali dan merintis masa depan yang diharapkan akan lebih baik.

17 cerita lepas yang disajikan di komik jilid keempat ini terasa sangat padat. Satu cerita mengisahkan satu toko yang ada di blok tiga Kota Yuuhi. Jadi total ada tujuh belas cerita dari tujuh belas toko yang ada. Sangat menarik. Oh iya, karena toko-toko tersebut masih dalam satu blok, maka jangan heran banyak tokoh dari cerita lain yang berseliweran di cerita toko lainnya.

Selembar Foto adalah salah satu chapter yang menarik. Toko yang dibahas adalah Studi Foto Takagi. Toko yang dikelola Takagi Tomi ini sangat mengedepankan kebahagiaan pelanggannya. Selain berusaha keras agar hasil foto tampak menarik tanpa bantuan photoshop ataupun media digital lain, Tomi memiliki keahlian tentang kamera dan foto yang diwarisi dari sang ayah.

Meskipun ini adalah cerita rekaan, banyak diselipkan info yang cukup banyak tentang tujuh jenis kamera. Informasi ini ditampilkan disetiap sudut-sudut sepanjang cerita. Di akhir kisah, ada tambahan halaman khusus yang memuat info kamera tersebut yang sangat panjang dan cukup rinci. Kalau boleh saya katakan mungkin itu layaknya wikipedia hehehehe.

Meskipun kalau orang lain yang melihatnya tidak merasa menarik, tapi bagi dirinya, itu adalah kenang-kenangan yang sangat berharga… Tidak perlu foto seni untuk membuat banyak orang terkesan. (Halaman 55)

Toko Alat Tulis Usui adalah salah satu chapter yang unik juga. Sesuai judulnya, toko yang dibahas disini adalah Toko Alat Tulis Usui yang dikelola oleh Usui Nobuo. Ia adalah sosok lelaki mapan yang tampan di usia 29 tahun. Hingga saat itu, dia belum ada tanda-tanda akan menikah. Sering sekali tetangga yang lewat membicarakan status Nobuo yang masih perjaka.

Siapa sangka langkah diam-diam yang diambil Nobuo dalam rangka mencari pendamping hidup ternyata bisa dipecahkan oleh Suzuki Ippei, anak kecil yang biasa membeli dagangan Nobuo. Meski awalnya Ippei hanya menciptakan alat pembuat sandi morse dan ingin menggunakannya untuk bermain, ternyata alat itu bisa mengendus perilaku Nobuo. Hmm :)

Besok jam 6 sore di jejak kaki raksasa… Apa, ya? Jejak kaki raksasa? Rasanya aku sudah pernah dengar itu? (Halaman 89)

Chiyoko, Hiroko, dan Yumiko adalah tiga sahabat karib sejak kecil. Ketika menghadiri festival kembang api akhir tahun, ketiganya secara tidak sengaja melihat bintang jatuh. Sontak ketiganya meminta permohonan pada bintang itu agar kelak bisa terkabul. Obrolan mengalir hingga topik rencana sekolah mereka ke jenjang SMA. Chiyoko tidak bisa lanjut sekolah.

Ya benar, Chiyoko berasal dari keluarga kurang mampu sehingga ia harus putus sekolah pada jenjang SMP. Chapter Memohon pada Bintang ini sangat mengharukan ketika waktu berlalu hingga lima tahun kemudian dan Chiyoko mulai bertanya tentang masa depannya sendiri. Apakah permohonan pada bintang jatuh lima tahun yang lalu tak bisa terkabul?

Sudah lima tahun, ya… Waktu terus berjalan dan semua teman-temanku sudah sukses, sepertinya aku saja yang tertinggal. Padahal sebentar lagi umurku 20 tahun. (Halaman 132)

Pohon yang Kering adalah chapter yang menghangatkan hati. Kisahnya ada seorang nenek bernama Tokugawa Sumako. Sehari-hari ia tinggal sendiri di sebuah rumah besar sambil berjualan teh dan mengajar Chanoyu atau seni membuat teh setiap akhir pekan. Ia dikenal sebagai wanita tua yang anggun dan lembut. Banyak orang kagum kepada perangainya itu.

Di sisi lain, ada nenek lain bernama Kin Oda. Sehari-hari ia berjualan rokok dan makanan kecil di kios kecil depan rumahnya. Ia sama-sama tinggal sendiri karena suami dan anak semata wayangnya telah meninggal. Nenek Oda terasa berbeda 180 derajat dibandingkan Nenek Tokugawa. Bahkan ia cenderung benci pada nenek penjual teh itu. Bagaimana selanjutnya?

Sama-sama sebagai orang tua yang tinggal sendirian seperti ini, kenapa perbedaannya besar sekali, ya… Entah apa aku harus marah atau iri… Dunia ini tidak adil. (Halaman 170)

Tungku Arang Nenek adalah chapter palig mengharukan yang saya temui di komik jilid ini. Ishino Yoshio adalah seorang anak dari penjual tahu di Toko Tahu Ishino. Ia tinggal bersama ayah, ibu, dan neneknya yang telah renta. Ayah dan ibunya sibuk mengurus toko sehingga tanggung jawab merawat nenek ada pada Yoshio. Meski demikian, Yoshio tidak mengeluh.

Suatu hari, Yoshio yang sepulang sekolah harus segera pulang dan membersihkan pispot neneknya sedikit nakal dengan tidak pulang hingga malam. Yoshio tidak menyadari bahwa hari itu adalah pertemuan terakhirnya dengan sang nenek. Sungguh mengharukan melihat interaksi Yoshio dan nenek sehari-hari. Kepergian nenek juga bukan hal yang mudah bagi Yoshio.

Yoshio adalah cucu nenek yang hanya bisa duduk saja di sebelah arang karena kakinya sudah tidak bisa lagi digerakkan. (Halaman 228)

Semua cerita di komik ini bagus. Saya tidak bisa tidak menyukai cerita yang ada di sini. Setting tahun 1955 dalam suasana pasca perang sangat terasa. Bagaimana toko-toko mulai berbenah, tidak ada satupun tokoh dan toko yang kaya raya, benar-benar mengambarkan bagaimana kebahagiaan bisa terbentuk karena satu hal yang sederhana. Ada sensasi hangat di dalam dada.

Komik ini juga memuat cukup banyak fakta sejarah, khususnya sejarah Jepang pada saat itu. Mulai dari cial bakal kedai berlampion merah, macam-macam ukuran penjualan produk sake, shoyu, beras, dan lainnya, mode pakaian yang sedang berkembang, hingga penggunaan mobil jadul oleh salah seorang pemilik toko. Sungguh menarik menyaksikannya dalam bentuk komik.

Semua tokoh utama dalam setiap cerita di komik ini adalah tokoh yang miskin, menderita, atau bahkan sengsara. Saya menyukai bagaimana kemiskinan tersebut dijual dengan apik dan sederhana oleh sang mangaka sehingga membuat kemiskinan itu bukanlah hal yang menghalangi kebahagiaan. Memang kebanyakan hal sepele, namun hal itu sangat membekas.

Munculnya tokoh dari cerita lain sebagai figuran di cerita toko tertentu membuat dunia Kota Yuuhi terasa nyata. Mereka tidak hanya muncul satu kali kemudian pergi. Mereka masih ada. Mereka masih berjuang untuk toko masing-masing. Meskipun mereka hanya tampil sekilas, saya justru suka bahwa mangaka tidak melupakan dan justru melibatkan tokoh lain. Cool!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Onikirimaru (Jilid 5)

coveroni5

Judul: Onikirimaru (Jilid 5)

Sub Judul: Pedang Penakluk Iblis

Komikus: Kusunoki Kei

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2002

cooltext-blurb

Kemudian… Di desa yang terbakar habis itu ditemukan tengkorak anak kecil berbentuk aneh… Namun seiring dengan waktu, tengkorak itu perlahan menjadi debu… Kinasa… Jeritan Iblis… Tempat Momiki tertidur abadi… Tempat jeritan si iblis kecil…

Pemuda itu tidak bernama. Ia mencium kehadiran iblis-iblis dan berusaha menemukan tempat persembunyian mereka. Perburuannya selalu diakhiri dengan terhunusnya sebuah pedang. Pemuda itu tidak bernama, tapi pedang itu bernama Pedang Penakluk Iblis…

cooltext-review

Haloo! Sesuai janji saya pada review sebelumnya, kali ini saya akan menghadirkan sedikit ulasan dan kesan setelah membaca komik Onikirimaru jilid kelima. Kali ini ada enam chapter utama dan dua chapter tambahan yang disuguhkan. Chapter pertama adalah Dewa Iblis Laut bagian ketiga. Karena bagian pertama dan kedua saya tidak tahu, saya skip mengulas bab ini.

Chapter kedua hingga keenam berjudul Momiji, masing-masing terdiri dari bagian satu hingga bagian lima. Saya rasa bagian Momiji ini cukup panjang dibandingkan jilid tiga yang sebelumnya baca. Ya iya laah, wong jumlah bab nya aja ada lima wkwkwk. Langsung saja ya disimak kesan-kesan saya membaca jilid ini hehehe.

Alkisah, di Perfektur N khususnya di Desa Kinasa, ada legenda yang menyebutkan banyak iblis bersemayam di desa itu. ada satu iblis berwujud manusia yang unik. Namanya Momiji. Ia sering membantu warga sekitar namun juga hobi membunih warga desa lain. Akibatnya Momiji sering disebut Wanita Mulia meskipun pada dasarnya ia tetaplah iblis.

Pada akhir hayatnya, Momiji melahirkan seorang anak yang diberi nama Tsunewakamaru. Keberadaan anak ini hilang hingga suatu ketika seorang anak laki-laki bernama Susumu merasa sayup-sayup ada yang memanggilnya dengan sebutan Tsunewakamaru. Singkat kata, panggilan itu berasal dari Momiji yang kemudian membuat tragedi berdarah di rumah Susumu.

Susumu tidak bisa bicara karena shock. Seluruh keluarganya terbunuh. Dia kehilangan kata-kata… Entah apa yang dilihatnya… (Halaman 45)

Sae Goto, gadis cantik yang berprofesi sebagai reporter berita mendatangi Desa Kinasa karena ingin berjumpa dengan sang pembawa pedang pembunuh iblis. Perjumpaannya dengan Susumu semakin rumit ketika sang iblis wanita dari Arakuyama,, Momiji, memerintahkan Susumu membangkitkan empat iblis raja langit yaitu Onitake, Kumatake, Washio, Igase. Aduh!

Kau dapat membangkitkan para iblis hanya dengan mengucapkan mantra… Nah, bangkitkanlah kami kembali! (Halaman 73)

Meninggalkan Desa Kinasa, dua chapter spesial tergabung dalam satu tema yang sama berjudul Twilight Channel. Tema ini terdiri atas dua cerita. Yang pertama adalah Aku Penggemarmu! Chapter ini mengisahkan seorang penyanyi terkenal bernama Takeda Yuko. Saking bekennya, dia dilarang berkeliaran sendiri tanpa pengawal karena dirasa membahayakan diri sendiri.

Sepertinya Yuko ini masih muda. Jadi dia mengelabuhi pengawalnya gitu dengan menyamar pakai pakaian jadul dan pergi melenggang santai. Sayang, ia bertemu dengan seorang penggemar yang berlaku kasar. Tak sampai disitu, ketika kedoknya terbongkar, orang-orang sekitar mulai bertindak anarkis dan tidak terkontrol. Bagaimana nasib Yuko kemudian?

Kamu nggak bisa tidur karena mikirin aku… Kamu bilang “Jangan lepas tanganmu, ajak aku ke kamarmu.” Kan? (Halaman 153)

Kejanggalan Ke-7 adalah cerita kedua dari Twilight Channel. Tagami dan Morimoto bersekolah di tempat yang disinyalir memiliki tujuh kejanggalan di sekolah. Setelah sebelumnya disiarkan enam kejanggalan di televisi, Tagami, Morimoto, dan teman lainnya penasaran dengan kejanggalan ketujuh. Sayangnya, tidak semua orang mengetahuinya. Kecuali…Morimoto.

Ya benar, Morimoto menantang Tagami membuktikan kejanggalan ketujuh dengan menaiki tanga sekolah pukul enam sore. Konon, hanya siswa laki-laki yang bisa menyaksikan sosok misterius itu. Awalnya Tagami tidak percaya. Namun, Morimoto dan teman lainnya mengolok Tagami. Akhirnya Tagami bersedia. Benarkah semua yang dikatakan Morimoto? Hiii….

Didorong oleh murid laki-laki. Lehernya patah karena terjatuh… Lehernya tergantung di pundaknya. (Halaman 174)

Jujur komik jilid kelima ini sangat lebih baik dibandingkan jilid ketiga yang saya baca sebelumnya. Jalinan ceritanya lebih padat dan menegangkan. Tidak seperti jilid ketiga yang hanya sepotong dan tidak jelas. Karena saya tidak membaca bagian pertama dan kedua, chapter berjudul Dewa Iblis Laut tidak terlalu saya nikmati. Oke lanjut.

Chapter berjudul Momiji sangat menegangkan. Ckup banyak iblis yang berperan disini. Terlebih kebodohan warga desa yang memuja Momiji sebagai Wanita Mulia membuat saya sangat geram. Halo, dia itu iblis lho. Membunuh warga desa lain. Kok malah dipuja, sih. Pun demikian dengan Susumu yang harus menjadi korban karena arwah Momiji yang ingin dibangkitkan.

Saya suka bagaimana Sae dengan sukarela merawat Susumu yang sedang shock karena seluruh keluarganya terbunuh. Saya juga suka bagaimana Susumu bersikap layaknya manusia dan tidak menuruti permintaan ibunya sendiri yang berwujud iblis. Meskipun demikian, pemusnahan iblis yang terlanjur bangkit oleh Susumu terasa cukup dipaksakan, sih.

Bagaimana dengan kehadiran pemuda-misterius-pembawa-onikirimaru? Ironis, dia sebagai tokoh utama justru tidak terlalu berperan penting. Susumu dan Sae lah yang menjadi tokoh fokus cerita Momiji ini. padahal seharusnya porsi pemuda-misterius-pembawa-onikirimaru ini bisa lebih banyak dan kompleks dibandingkan hanya sekadar terkapar diserang iblis. Huft.

Dua chapter tambahan Twilight Channel memiliki jalinan cerita yang menurut saya lebih kekinian dibandingkan cerita utama yang terasa jaman dahulu banget. Dua cerita ini juga sukses menghadirkan akhir kisah menggantung dan misterius yang membuat keduanya jauh lebih baik dibandingkan cerita utama. Berbagai pertanyaan setelah akhir kisah adalah nilai jualnya. Wow.

Kalau membahas yang tidak saya sukai dari komik ini, mungkin adalah rambut dari pemuda-misterius-pembawa-onikirimaru. Beneran deh, poni yang terasa tidak seimbang dan aneh banget itu membuat saya risih. Mungkin itu adalah ciri khas ataupun keunikan karakter. Tetapi maaf saja, saya justru tidak suka dengan cowok berpolem aneh dan nggak banget itu hahahaha.

Akhir kata, saya hanya bisa mengulas sampai sini saja. Komik ini berpotensi menghadirkan kisah yang menegangkan dengan storytelling yang baik. Mungkin di jilid-jilid selanjutnya? Entahlah. Namun yang jelas, jilid ketiga dan kelima yang telah saya baca sebelumnya belum membuat saya suka dengan kisah yang disuguhkan. Sayang sekali.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Onikirimaru (Jilid 3)

coveroni3

Judul: Onikirimaru (Jilid 3)

Sub Judul: Pedang Penakluk Iblis

Komikus: Kusunoki Kei

Penerjemah: Sugi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2002

cooltext-blurb

En no Otzunu… Dia bertapa selama 40 tahun untuk menguasai ilmu sihir… Ia diasingkan dan mengembara tanpa arah… Ia dapat mengendalikan manusia dengan pikirannya… Ia berhasil menguasai dunia berkat bantuan iblis… …Yang dikenal dengan iblis Otzunu…

Pemuda itu tidak bernama. Ia mencium kehadiran iblis-iblis dan berusaha menemukan tempat persembunyian mereka. Perburuannya selalu diakhiri dengan terhunusnya sebuah pedang. Pemuda itu tidak bernama, tapi pedang itu bernama Pedang Penakluk Iblis…

cooltext-review

Komik yang cukup sadis dengan darah di mana-mana sepertinya sangat jarang saya baca. Selain terkadang saya berpikir komik model seperti itu hanya “menjual” darah sebagai hal yang dirasa menarik, ceritanya juga bisa saja tidak terlalu seru. Yah, seperti layaknya film gore dan thriller seperti itu deh. Namun, tidak ada salahnya mencoba, bukan? Mari baca Onikirimaru ini.

Saya mendapatkan komik ini secara random. Jadi mohon maaf saya tidak membaca jilid perdananya. Mungkin pendapat atau ulasan saya menjadi bias karena kekurangan saya tersebut. Namun saya berusaha akan tetap memberikan penilaian untuk jilid yang memiliki enam chapter yang terdiri atas bagian awal dan bagian akhir ini. Semoga bisa ya. Lanjuut~

Chapter pertama dan kedua berjudul Otzunu. Seorang gadis remaja bernama Naruze Moeko adalah anak mujur dan beruntung karena ulah En no Otzunu. Ia selalu terhindar dari malapetaka ketika suatu bencana hampir menghinggapinya. Misalnya ketika air keras tidak menimpa kakinya, bola kasti yang meledak sebelum mengenai kepalanya, dan lain sebagainya.

Yuki sangat percaya pada keberuntungan sahabatnya itu. Sayang, ia justru mendapat kemalangan tertimpa jendela kaca yang dilemparkan oleh Isaoka yang masih dendam kakinya terkena air keras gara-gara “keberuntungan” Moeko. Awalnya kaca itu ditujukan pada Moeko. Tetapi tiba-tiba justru Yuki yang terkena sial. Benarkah memang Moeko orang yang mujur?

Aku… Aku pedang penakluk iblis… Iblis itu ada, khan? Dari dalam perutmu dia memanggilku! Mungkin dia cuma menggangguku saja? (Halaman 25)

Iblis Pemangsa Anak adalah chapter ketiga dan keempat. Awal kisah dibuka oleh tewasnya seorang anak kecil bernama Okanoemi yang ditabrak Kobayashi Tadashi saat mengendarai mobil. Sayangnya, kematian Okanoemi justru membangkitkan iblis pemangsa anak-anak sehingga membuat mayat Okanoemi dan si penabrak hilang tanpa jejak karena dimangsa iblis.

Beberapa hari kemudian, dua sahabat karib bernama Akira dan Shinchan bolos sekolah karena lupa mengerjakan PR. Naas, hari itu keduanya bertemu dengan iblis yang kelaparan dan ingin memangsa anak-anak. Shinchan harus meregang nyawa disaksikan Akira. Meskipun pedang penakluk iblis telah menebas iblis itu, ketakutan Akira bisa membangkitkan sang iblis kembali.

Dia belum bangkit, tapi kalau… kau terus begini, dia akan hidup lagi. Dia, iblis pemangsa anak. Darah, daging, dan perasaan adalah sumber kehidupannya. Mengerti? (Halaman 111)

Chapter kelima dan keenam sekaligus bab terakhir adalah Kebangkitan Iblis. Alkisah belasan tahun silam ada iblis yang bertemu dengan wanita yang telah hamil tua. Awalnya si wanita berteriak dan menganggap iblis tersebut telah hilang. Yang tidak ia ketahui, iblis tersebut ternyata bersarang di janin wanita itu, menunggu saatnya terlahir kembali ke dunia.

Takahiro adalah janin yang telah lahir itu. Ia adalah adik laki-laki satu-satunya dari Kaori. Takahiro sangat menyayangi Kaori. Yang tidak Takahiro sadari, sang iblis yang telah bersemayam di tubuhnya mulai merasuk keluar dan ingin segera bebas dari bentuk manusia. Apa yang selanjutnya terjadi? Bagaimana sang pembawa pedang menyelamatkan Takahiro?

Sudahlah! Kau selamat sekarang. Aku akan selalu melindungimu… Takkan kuserahkan Kaori pada siapa pun… Kaori milikku… (Halaman 159)

Komik ini aneh. Tidak konsisten. Kurang jelas alur ceritanya. Duh maafkan saya yang mungkin terasa janggal karena hanya menilai dari satu jilid, bahkan tidak membaca jilid perdana sebagai awal mula kisah. Tetapi ijinkan saya untuk memberikan pendapat pada jilid ketiga yang saya baca ini. mungkin akan negatif, tetapi saya berusaha tidak terlalu kasar dalam penulisan.

Aneh pertama adalah sang tokoh utama tidak memiliki nama, tetapi justru pedangnya yang memiliki nama yatu Onikirimaru alias Pedang Penakluk Iblis. Duh, kenapa justru sang tokoh utama tidak ada namanya? Sepanjang jilid ini saya sangat sulit menyebutnya. Si anak laki-laki misterius, pemuda pembawa pedang, atau apa? Main character with no name is a bad thing.

Aneh kedua adalah status sang pemuda ini. Dikisakan ia adalah iblis berwujud manusia. Tetapi ia sebenarnya bisa dilihat wujudnya atau tidak sih? Moeko sempat berujar bahwa tak seorangpun bisa melihat pemuda itu selain dirinya. Namun pada bagian lain, Isaoka, Akira, dan Kaori bisa bersentuhan dengannya. Kalaupun bisa dua-duanya, kenapa tidak dijelaskan dulu?

Aneh ketiga adalah alur cerita kurang jelas. Sebagai contoh adalah judul ketiga tentang Takahiro. Tidak ada yang bisa menjelaskan kenapa ayahnya tiba-tiba mencekik Kaori. Satu alasan masuk akal mungkin bisa diterima. Namun, terlalu tiba-tiba dan tidak masuk akal jika langsung ingin mengakhiri hidup begitu saja. Storytelling yang cukup buruk, menurut saya.

Seperti yang sudah saya singgung di awal review, komik ini cukup banyak memuat unsur darah berceceran di mana-mana. Terlebih ketika iblis memangsa manusia, bisa dipastikan muncul korban jiwa yang kondisinya tidak utuh lagi. Meski tidak digambarkans anat detail (bahkan ada halaman yang disensor), tetapi cukup jelas bagaimana kondisi mayat bertebaran.

Hingga akhir jilid ketiga inipun saya masih belum tahu apa tujuan sang pemuda membunuh kaumnya sendiri. Apakah ia termasuk protagonis? Ataukah karakter antagonis? Atau netral? Saya belum tahu. Saya ada satu jilid lagi yang belum saya baca. Semoga ada pencerahan ya. padahal artwork komik ini cukup bagus khas shoujo. Tunggu review selanjutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duel Masters (Jilid 3)

coverduel3

Judul: Duel Masters (Jilid 3)

Komikus: Matsumoto Shigenobu

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: November 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, November 2007

ISBN: 9789792313925

cooltext-blurb

Setelah melawan Mikuni, Shoubu kini menghadapi Mimi, salah satu dari White Knights. Dalam pertarungan kali ini, akan diberlakukan peraturan Highlander. Shoubu yang masih belum terbiasa dengan peraturan itu, berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.

cooltext-review

Setelah Shoubu dinyatakan lulus dari JDC, sebenarnya ia sudah bisa pulang ke rumah. Namun, sebuah insiden yang melibatkan Hakuou dan barisan pelindungnya bernama White Knights membuat Shoubu ingin menyelesaikan urusan pertarungan duel dengan Hakuo. Namun sebelumnya, Shoubu harus menghadapi Mikuni, salah satu White Knights bawahan Hakuou.

Enam chapter yang disuguhkan di jilid ketiga ini seru-seru! Chapter pertama berjudul Rencana Rahasia Serangan Balasan adalah proses duel Shoubu dan Mikuni yang edua setelah Shoubu kalah telak dari Mikuni sebelumnya. Pada awal permainan, Shoubu terkesan masih menggunakan trik lama. Hal ini membuat White Knights lain mencemooh Shoubu saat itu.

Lagi-lagi berniat mengandalkan blocker, ya… Dasar orang yang tidak ada kemajuan.

Bab kedua berjudul Kiri-Fuda Keempat masih tentang duel Shoubu dan Mikuni. Kali ini sudah banyak kejutan-kejutan yang dipersiapkan Shoubu. Mikuni yang merasa sebagai orang terkuat sedikit terpojok dengan kemahiran Shoubu. Namun demikian, Mikuni tidak menyerah begitu saja. Hingga titik darah penghabisan, ia takkan membuang kepercayaan Hakuou padanya.

Walau pernah kubilang duel denganmu itu tidak berarti… Tapi ternyata kau sekarang berhasil mendesakku sampai sejauh ini…

Setelah pertarungan melawan Mikuni usai, perhatian Shoubu sedikit teralihkan dengan Rekuta dan Kitarou. Saat Shoubu sadar, Hakuou telah masuk ke sebuah ruangan misterius berpintu besar. Bab berjudul Menuju Ruang Phoenix Putih! ini menggambarkan posisi Hakuou yang bisa ditemui oleh Shoubu. Sayangnya, menemui Hakuou tidak mudah karena perlindungan ekstra.

Kalau terus begini… Mungkin saja ‘sesuai dengan yang kita harapkan.’ Dia akan berhasil menaklukkan kelompok empat langit, ya…

Lawan Shoubu setelah Mikuni adalah Tasagore Mimi. Gadis cantik dan manis ini tidak disangka adalah salah satu anggota White Knights. Kintarou sempat pingsan karena mendapatkan perlakuan “khusus” dari Mimi pada chapter berjudul Musuh Kuat yang Imut-Imut!? Pada duel kedua ini pula Shoubu menghadapi satu peraturan baru yaitu Highlander.

Daripada nungguin Kirifuda yang entah muncul atau nggak… Bertarung dengan creature yang bisa diandalkan itu metode tempur yang umum dalam Highlander.

Singkatnya, Highlander adalah peraturan yang melarang pemain memasukkan kartu yang sama lebih dari satu. Wujud Asli Mimi adalah chapter ketika Shoubu dan Mimi mulai bertarung. Pada duel kali ini, Mimi berlaku bak seorang gadis imut yang centil dan tidak berdaya. Ternyata oh ternyata, hal itu adalah kesengajaan untuk memupus semangat juang Shoubu saat berduel.

Aku tida ada niat buruk! Aku hanya ingin melindungi Beeble-chan yang berharga…! Aku tidak punya niat melukaimu!

Setelah terjebak dengan mode centil dan imut-imut, Mimi akhirnya menampakkan wujud “aslinya” ketika Shoubu serius dalam bertarung. Chapter berjudul Munculnya Super Evil Beast! ini adalah bukti bahwa Mimi tak “seimut” yang terlihat sebelumnya. Ia sangat serius menghabisi Shoubu. Apalagi Highlander sangat menyulitkan gerak Shoubu. Bagaimana nih?

Percuma… Yang seperti itu tidak mungkin bisa ditaklukkan… Habisnya, meskipun seandainya bisa menang dengan pertarungan sesama creature… Dia itu akan hidup kembali sampai tiga kali lagi.

Saya suka dengan chapter ini. segala hal perkenalan tokoh utama dan sistem permainan Magic: The Gathering sudah selesai. Sepertinya sejak akhir jilid kedua dan mulai jilid ketiga hingga seterusnya ini akan penuh dihiasi dengan lika-liku duel yang dijalani Shoubu hingga menjadi seorang duelist hebat dan berjumpa dengan ayahnya sendiri. Pasti seru sekali deh.

Jujur saja, aku takut nanti, masa lalu *eh* meski saya masih sangat kurang paham dengan mekanisme duel Magic dan berbagai kartu yang digunakan termasuk creature atau land atau mana dan sebagainya itu, saya masih bisa mengikuti jalinan ceritanya. Seolah berbagai kejutan memang dipersiapkan untuk pembaca yang tidak tahu permainan ini agar merasa tertarik.

Dari segi gambar dan cerita, saya suka artwork Matsumoto Shigenobu yang tidak lebay dalam penggambaran. Beberapa sudut cerita yang terkesan lucu dan perlu penekanan memang dibuat berlebihan. Namun, karena fungsinya memang untuk menunjukkan segi kelucuan, hal itu memang sah-sah saja untuk dilakukan. Apalagi saat Kintarou jadi bulan-bulanan Mimi. Ahaha.

Sayangnya, pada jilid ketiga ini, rubrik spesial berjudul Matsumoto Dai Sensei’s Jalan Menuju Duel Masters tidak bisa hadir. Pada awal bab pertama sudah ada permintaan maaf dari sang mangaka karena absennya rubrik tersebut. Ia berjanji akan memunculkan kembali lika-liku dibalik layar Duel Masters pada jilid selanjutnya. Semoga saja ya.

Saya juga baru sadar bahwa pengenalan deck masing-masing karakter yang sempat muncul pada jilid pertama ternyata sudah tidak muncul lagi sejak jilid kedua. Sayang sekali. Padahal menurut saya bagian itu sangat berguna untuk berkenalan dengan karakter sekaligus mengetahui beberapa kartu unggulan yang biasa digunakan tokoh yang berbeda-beda.

Jika melihat segi tampilan komik ini, saya masih sangat tidak sreg dengan komik terbitan m&c! yang tidak mencantumkan nomor halaman. Padahal di daftar isi disebutkan bab ini mulai halaman sekian. Namun, sepanjang halaman sejak awal hingga akhir tidak ada nomor halaman. Kan kasihan bagi saya yang ingin menuliskan kutipan penting jadi tidak ada halamannya. Huft.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duel Masters (Jilid 2)

coverduel2

Judul: Duel Masters (Jilid 2)

Komikus: Matsumoto Shigenobu

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: Oktober 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Oktober 2007

ISBN: 9789792313918

cooltext-blurb

Shoubu yang giat belajar Magic di Duel Temple, berhasilmenyelesaikan pelatihannya. Tetapi tiba-tiba muncul duelist menantang Shoubu. Ia Kintarou, duelist yang mampu mengendalikan Mana!

cooltext-review

Jalan yang ditempuh oleh Shoubu demi menjadi seorang duelist terhebat di dunia masih berlanjut. kali ini ada enam chapter yang disuguhkan di komik jilid kedua Duel Masters ini. Babak perjuangan di JDC masih berlanjut pada chapter berjudul Ayo Lampaui Wrath of God! Kali ini semangat Shoubu sangat membara untuk mengalahkan Tohru dengan deck baru miliknya.

Karena kemenangan kelima puluh kelulusan yang patut diperingati… Sudah kuputuskan akan kuperoleh dengan menaklukkan dia!

Bab kedua berjudul Penantangnya Hakuou!? adalah momen kepulangan alumnus JDC karena pelatihannya sudah berakhir dan kini enam orang lulusan JDC termasuk Shoubu dan Tohru hendak pulang ke rumah masing-masing. Sayangnya, tibatiba muncul seorang duelist yang menantang keenam orang itu dan langsung mengalahkan dengan telak. Apakah dia Hakuou?

Aneh… Kenapa, tidak nge-block dengan Metal-worker… Creature rendahan itu memangnya sebegitu pentingnya?

Ternyata eh ternyata, sang penantang tersebut bernama Nanba Kintarou. Ia adalah pemuja fanatik Hakuou sehingga berpenampilan mirip Hakuou termasuk rambut palsunya. Pada chapter berjudul Kartu yang Telah Terbaca ini ia berhadapan dengan Shoubu yang hampir saja kalah dari permainan Kintarou yang sangat ajaib sekaligus mengagumkan.

Beast of Burden akan bertambah kuat sebanyak jumlah Mana!? Yang benar saja! Orang itu menghasilkan Mana dengan bebas! Kalau seperti itu, Shou-chan akan…

Setelah mengalahkan Kintarou, satu fakta kejutan cukup menyita perhatian Shoubu dan Rekuta. Kemenangan Shoubu pada chapter berjudul Ksatria Putih yang Tak Berperasaan ini membawanya kembali ke JDC yang sekaligus markas besar Hakuou dan Shiroi Kishi-dan atau The White Knights yang ia pimpin. Di bab ini ada satu kejadian yang membuat amarah Shoubu berkobar.

Kirifuda Shoubu, dia meningkatkan kemampuannya secara istimewa dalam setiap duel… Bila sering bertarung, dia bisa semakin kuat tanpa batas…

Bentrokan Serangan Cepat! Shoubu vs White Knights adalah chapter selanjutnya yang sangat seru. Kali ini Shoubu berduel melawan Mikuni, salah satu jajaran Shiroi Kishi-dan yang tidak terima pemimpinnya, Hakuou dijelek-jelekkan oleh Shoubu. Sang tokoh utama yang sedang naik pitam ini langsung menerima tantangan Mikuni. Sayangnya, Shoubu kalah telak dengan cepat.

Kirifuda Shoubu! Bila ingin bertarung melawan Tuan Hakuou… Coba taklukkan dulu kami! Tidak akan kami biarkan kau bilang tidak!

Shoubu dan Rekuta sangat kecewa dengan hasil pertandingan itu. terlebih Shoubu sangat depresi sejak kejadian tersebut dan berniat berhenti bermain Magic dan melupakan mimpinya menjadi duelist terhebat. Carilah Kemenangan adalah bab terakhir jilid ini bagaimana Rekuta dan Kintarou membangun semangat Shoubu dan menyadarkannya akan pengalaman pahit.

Kamu kalah karena memang harus kalah. Kamu bahkan tidak berusaha mencari tahu keistimewaan Portal Three Kingdoms yang belum pernah kamu mainkan.

Jilid kedua ini ternyata sangat seru. yah, meskipun pelatihan Shoubu di JDC sangat singkat. Padahal sebelumnya disebutkan bahwa pelatihan akan berlangsung selama satu bulan. Tantangan pertama yang dihadapi oleh Shoubu setelah lolos seleksi awal adalah memenangkan 50 duel selama seminggu. Tetapi ternyata setelah itu tidak ada apa-apa lagi. Lho kok?

Yah saya tidak tahu apakah periode pelatihan selama satu bulan namun setiap orang hanya perlu satu minggu saja untuk lulus ataukah tiga minggu kemudia tidak ada pelatihan, saya memang tidak tahu. Tetapi kok rasanya sangat aneh pelatihan di JDC hanya segitu saja. saya ingin ada bentuk pelatihan yang lain. Karena saat Shoubu duel juga banyak yang di-skip.

Kemunculan Kintarou yang hebat adalah salah satu hal yang sangat menari di jilid kedua ini. ia adalah anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki keinginan membahagiakan ibunya dari permainan Magic yang ia tekuni. Flashback masa lalu Kintarou sangat mengharukan. tidak heran ia menjadi kuat dan sangat tangguh dalam bermain Magic.

Satu hal yang sangat berlebihan dari komik ini adalah masa-masa duel yang seolah nyata sekali. Mulai dari munculnya monster atau creature, sihir atau spell yang digunakan, hingga damage atau dampak yang diterima pemain digambarkan sangat real. Salah satu contohnya adalah Kintarou terpental dan menabrak pohon dan badan Shoubu sampai lebam terkena serangan.

Selain chapter-chapter utama, pada akhir jilid ini ada yang spesial dari sang mangaka yaitu halaman khusus berjudul Matsumoto Dai Sensei’s Jalan Menuju Duel Masters. Setiap jilidnya akan memberikan suatu curhatan(?) ataupun hal menarik di balik layar pembuatan Duel Masters. Bagian kedua menghadirkan galeri kreasi gambar penggemar yang dikirimkan pada komikus.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duel Masters (Jilid 1)

coverduel1

Judul: Duel Masters (Jilid 1)

Komikus: Matsumoto Shigenobu

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: September 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2007

ISBN: 9789792313901

cooltext-blurb

Kirifuda Shoubu anak yang bersemangat dalam card game Magic: The Gathering yang terkenal di seluruh dunia. Suatu hari ayahnya, seorang Duel Master legendaris, menghilang. Setelah memperoleh kartu yang ditinggalkan ayahnya, pelatihan Shoubu yang bercita-cita menjadi Duel Master nomor satu, dimulai!!!

cooltext-review

Kali ini lagi-lagi saya membaca komik yang mengadopsi sebuah permainan yang populer di kalangan anak-anak. Permainan tersebut adalah permainan kartu bernama Duel Masters. Awalnya saya menganggap nama permainan ini adalah Duel Masters, tetapi ternyata yang sesungguhnya adalah Magic: The Gathering. Memang agak panjang dan sulit diucapkan sih.

Enam chapter utama dan satu chapter cerita spesial yang disuguhkan di jilid perdana Duel Masters ini cukup menarik untuk diikuti. Pada chapter pertama berjudul Duelist yang Telah Pulang dikisahkan tentang seorang anak berusia sebelas tahun bernama Kirifuda Shoubu yang menanti kepulangan Kirifuda Shouri yang telah tiga tahun berlatih Magic: The Gathering.

Sayangnya, ayah Shoubu tidak kunjung pulang. Rekan sejawatnya, Nakamura Sutochi, yang biasa dipanggil NAC, justru pulang sendirian dengan kondisi compang-camping. Shoubu yang penasaran justru diamuk oleh NAC karena ia menganggap Shoubu belum cukup tangguh untuk mengetahui apa yang terjadi pada ayahnya yang hilang ditelan bumi.

Duel itu tidak boleh menyerah sampai terakhir! Orang yang tidak menyerah sajalah… yang akan meraih kemenangan!

Bab kedua berjudul Penantang Kegelapan adalah awal mula petualangan Shoubu untuk menjadi seorang duelist sejati agar bisa bertemu dengan ayahnya sendiri. Hal ini ia lakukan setelah mengetahui latar belakang menghlangnya Shouri Kirifuda dari mulut NAC sendiri. Awalnya Shoubu sangat kaget. Namun, ia tidak bisa melakukan apapun selain percaya dengan ayahnya.

Kalau ayahku, dia pasti baik-baik saja, kok! Ayahku… tidak sedang melarikan diri, kok!

Kiri-Fuda pada Tangan yang Bercahaya adalah chapter ketiga. Belum apa-apa, Shoubu sudah ditantang duel oleh Kokujou Kyoushirou yang memiliki deck kegelapan. Kombinasi kartu yang dimiliki sanggup membuat lawan-lawannya kalah telak dalam sekejap. Awalnya Shoubu sangat bahagia bisa mengalahkan Kokujou. Sayangnya, Shoubu tidak melihat siasat lawannya itu.

Semua orang menyebutnya begitu. Karena cara bermainnya yang kejam… Mulanya membiarkan dirinya diserang. Saat lawan lengah, baru dia taklukkan dengan satu hembusan nafas.

Shoubu merasa kemampuannya harus lebih tinggi agar bisa menjadi duelist yang hebat. Bersama sahabat karibnya, Kadoko Rekuta, ia bermaksud belajar menjadi duelist di sebuah tempat pelatihan bernama JDC. Hal ini tertuang pada chapter keempat berjudul Bukalah Gerbang Kuil! Sebelum memasuki hall utama, Shoubu harus menyelesaikan tantangan yang sulit.

Di tempat itu, hanya mereka yang benar-benar ingin jadi kuat, pagi-sore terus berduel. Kokujou juga sepertinya lulusan dari situ lho.

Selain anak-anak seusia Shoubu, di tempat itu juga ada seorang duelist terkenal bernama Hakuou. Masih belum jelas apa kedudukannya di JDC ini, namun sepertinya ia memiliki akses yang cukup penting. Buktinya pada chapter berjudul Perangkap Kuil ini ia bisa bercakap langsug dengan NAC yang notabene adalah seorang duelist yang pernah menjuarai turnamen se-Asia.

NAC-san sepertinya mengakui keunggulannya. Tapi… cara duel dia terkesan kekanakan, lho. Sayang sekali…

Kembali ke Shoubu, syarat awal agar ia bisa menuju tahap seleksi berikutnya adalah dengan memenangkan 50 duel. Shoubu memang memiliki deck legendaris pemberian sang ayah. Namun, kemenanangannya sebanyak 30 kali berturut-turut membuat anak-anak di sana bisa mengetahui deck miliknya. Deck yang Jadi Incaran adalah chapter yang sangat menegangkan.

Karena selama ini selalu bertarung bersama. Karena mereka temanku sejak dulu!

Selain chapter utama di atas, ada satu chapter tambahan yang berisi cerita spesial tentang keseharian Shoubu dan Rekuta versi anak SMP berusia 13 tahun dalam berduel permainan Magic: The Gathering. Saya tidak akan membahasnya karena sesungguhnya chapter ini hanyalah spin-off dari kisah utama yang disuguhkan di jilid perdana ini.

Selain alunan cerita utama, ada tambahan beberapa halaman setiap akhir chapter tenteng pengenalan deck masing-masing karakter. Mulai dari deck milik Shoubu, milik NAC, milik Kokujou, milik Rekuta, hingga lawan Shoubu di JDC yaitu Tohru dan Jamira. Masing-masing memperkenalkan tentang kartu unggulan di deck-nya yang memiliki kemampuan terhebat.

Kelompok kegelapan Garde sempat disinggung oleh NAC yang menjadi salah satu sebab hilangnya Shouri saat hari kepulangan mereka ke Jepang. Meskipun tidak ada lagi kemunculan ataupun pembicaraan tentang kelompok ini, saya rasa kelompok Garde akan menjadi lawan tangguh Shoubu ketika telah menjadi seorang duelist handal. Benarkah? Yah, lihat saja nanti.

Oh iya, ngomong-ngomong Shoubu dan Rekuta dan anak-anak lain di daerah Shoubu ini apakah tidak bersekolah ya. Isinya hanya duel, duel, dan duel melulu. Apakah para orang tua tidak memarahi? Namun, setelah menyaksikan ibu Shoubu yaitu Kirifuda Mai, saya maklum sepertinya dunia Shoubu dan lainnya hidup ini hanya berisi tentang Magic: The Gathering.

Selain itu, ada satu kejanggalan. Disebutkan Shoubu menggunakan warisan ayahnya yang berisi kartu-kartu hebat. Beberapa kartu disebut kartu terlarang. Belum jelas maksudnya terlarang apakah tidak boleh digunakan ataukah terlarang tidak semua orang memilikinya. Jika memang kombinasi keduanya, kenapa Shobu tetap boleh memainkannya? Bukankah itu artinya curang?

Namanya juga jilid pertama, isinya masih seputar pengenalan tokoh dan cikal bakal konflik utama yang akan terjadi. Konflik yang mengerucut di jilid perdana ini adalah lika-liku Shoubu saat berlatih di JDC selama sebulan kedepan. Akankah Shoubu berhasil dan bertemu ayahnya ataukah ia harus memendam impiannya menjadi duelist sejati dan takkan berjumpa Shouri?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 3)

coverdirection3

Judul: A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 3)

Komikus: Yamada J-Ta

Penerjemah: Ine Martiana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: Juli 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2008

ISBN: 9789792317800

cooltext-blurb

Dua gadis kembar harus “menukar waktu” supaya bisa menemukan batu itu. Artinya, salah satu dari mereka harus bertukar tempat dengan Nyonya Kikuko. Dengan begitu, nyonya Kikuko kembali menjadi muda.

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* jilid ketiga tentang lika-liku kehidupan Karada dan Shouko yang terkabul permohonannya semakin lama semakin berkembang. Lima chapter yang disuguhkan dengan dua chapter utama, dua chapter khusus, dan satu chapter utama ini terasa banyak membahas hal diluar cerita utama.

Tetsu yang semakin merasa bersalah akibat perbuatannya pada Karada saat di festival ternyata sungguh terlambat. Karada dan Hiro sudah pindah dari tempat tinggalnya. Tetsu tidak tahu kemana mereka berdua pindah. Yang jelas, ia berpikir untuk menemukan batu permohonan agar bisa bertemu kembali dengan Karada. Hal ini menyibak memori masa lalu Tetsu saat kecil.

Itu kan nggak mungkin! Kalau salah, pasti akan dimarahi. Semua orang juga begitu.

Meninggalkan nostalgia Tetsu dan Karada saat masih kelas 2 SD, pada dua chapter spesial ini saya diajak menyelami apa yang dirasakan oleh kakak Tetsu. Posisinya sebagai kakak dari sang pewaris tunggal kekayaan keluarga Amino membuat sang kakak sangat tersiksa. Berkali-kali ia dimarahi Kakek karena tidak menjaga Tetsu dengan baik. Semua perhatian hanya untuk Tetsu.

… Kenapa… Tetsu terus yang dipikirkan? Apa karena dia penerus Kakek? Memangnya penggantiku ada? Keluarga ini aneh! Aku sudah muak!

Kembali ke masa kini. Tetsu berjumpa dengan seorang nenek misterius bernama Nyonya Kikuko. Entah bagaimana, Nyonya Kikuko mengetahui tentang batu permohonan yang dicari-cari Tetsu dan berupaya mencari keberadaan batu permohonan untuk dirinya sendiri. Karena sudah renta, beliau didampingi oleh sepasang gadis kembar bernama Sae dan Yumiya.

Sae dan Yumi bersekolah di sebuah SMP yang akan dimasuki Tetsu tahun depan. Di sekolah itu ada seorang siswa kutu buku bernama Sasazuka. Perjumpaannya dengan Yumi membuatnya terpana dan ingin berkenalan dengan gadis itu. Sayangnya, Sasazuka adalah cowok yang lemah di hadapan cewek. Jangankan berbincang, menyapa Yumi saja ia tidak berani. Hadeh.

Secara kebetulan, Tetsumasa Amino berada di perpustakaan yang menjadi tempat favorit Sasazuka. Tetsu merasa Sasazuka adalah orang yang tepat yang bisa membantunya mencari batu permohonan karena Sasazuka sangat menguasai literatur di perpustakaan itu. Sasazuka yang terpaksa membantu Tetsu lambat laun justru membantu Yumi yang mencari info serupa.

Hanya saja, kita tidak tahu. Apakah batu ini hanya mitos atau sungguh-sungguh bisa mengabulkan permohonan. Syarat lainnya, bukan soal apakah batu itu mitos atau bukan. Tapi “menukar waktu”.

Well, saya ternyata salah menyebutkan pada review jilid kedua yang lalu bahwa komik ini akan tamat di jilid ketiga. Nyatanya, jilid empat adahal muara akhir kisah tentang batu permohonan ini. Naas, saya tidak memiliki jilid penutupnya. Pantas saja saat hampir menyentuh halaman terakhir, kok saya tidak menemukan jawaban tentang jalan keluar masalah Karada dan Shouko.

By the way, di jilid ini tidak ada Shouko lagi. Ia pergi dengan mencari sendiri jawaban atas masalahnya itu. Hal ini ia lakukan karena tak lain dan tak bukan setelah mendengarkan Hiro mengigau tentang masa lalunya. Sehingga bisa disimpulkan bahwa saya sangat dibuat gemas dengan tamatnya cerita yang masih menggantung karena belum di jilid keempat. Huft.

Oh iya, dua chapter tambahan yang ada di jilid ini terasa tidak berguna karena menurut saya sama saja, baik utama atau sampingan, masih mendukung dengan garis besar cerita utama. Hanya saja, sangat disayangkan sekali Karada dan SHouko yang menjadi tokoh utama justru hilang dan digantikan oleh kemunculan Nyonya Kikuko, Sae, dan Yumi. I don’t like them at all.

Tidak ada halaman pada setiap lembar komik ini adalah hal yang saya kecewakan sejak jilid pertama. Penerbit m&c! kenapa pelit sekali mencantumkan nomor halaman sih? Padahal nomor halaman itu penting untuk menandai bagian-bagian yang menarik atau sebagai pengingat sebuah kejadian yang dirasa sangat berpengaruh untuk tokoh utama.

Akhir kata, saya merasa ini adalah komik yang aneh dari segi penyampaian cerita. Padahal gambarnya sudah cuup bagus dan idenya juga cukup menarik. Sayangnya hingga akhir jilid ketiga ini saya masih tidak paham bagaimana alur yang digunakan komikus untuk membangun jalinan cerita yang baik dan menaik untuk dinikmati pembaca. Sungguh disayangkan sekali.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 2)

coverdirection2

Judul: A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 2)

Komikus: Yamada J-Ta

Penerjemah: Ine Martiana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: Juni 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2008

ISBN: 9789792317794

cooltext-blurb

Badan dewasa, tapi jiwa masih anak-anak, pastinya akan menimbulkan perasalahan. Tidak saja untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain. Begitu yang dialami Karada dan Shouko. Akibatnya, mereka ingin kembali ke kondisi semula. Tapi, apa bisa?

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Lima chapter yang disuguhkan di jilid kedua ini terasa sangat jauh perbedaannya dibandingkan jilid pertama yang lalu. Alurnya cenderung lebih cepat meskipun tidak terlalu kilat. Pada jilid kedua ini juga ada beberapa fakta yang mengejutkan saat Karada dan yang lainnya mencari batu.

Jilid pertama yang lalu diakhiri dengan terkejutnya Tetsu saat berada tepat di depan pintu gerbong kereta tatkala secara tidak sengaja Shouko yang sudah menjadi anak kecil memanggil gadis dewasa di depannya sebagai Karada. Awalnya Hiro dan Shouko tidak ingin melibatkan Tetsu, namun apa mau dikata. Semua sudah menjadi bubur.

Anak-anak memerlukan teman untuk berbagi rahasia. Kita berdua, adalah orang  dewasa, kan?

Demikianlah, Tetsu ikut bersama mereka ke kota lain untuk mencari batu permohonan lain yang bisa mengembalikan mereka seperti semula. Sebuah kenyataan menyakitkan yang harus ditemui ketika ingin melihat batu tersebut ternyata bukan akhir dari berbagai hal mengejutkan hari itu. salah satunya ketika festival di dekat penginapan yang dihadiri Karada dan Tetsu.

Tidak. Tidak mungkin itu anakku, kan? Youko juga tidak mungkin berpikir begitu, kan? Tapi aku merasa itu tidak ada hubungannya denganku.

Di tempat lain, Shouko sedang bersama Hiro di hotel. Saat itu ternyata Hiro sedang mabuk-mabukan di kamar karena merasa tertekan tidak bisa menghadapi kenyataan yang ada di hadapannya. Igauannya ketika sedang mabuk berat yang melibatkan Youko, adik ibu Hiro, membuka memori kelam tentang masa lalu pahit yang tidak seharusnya diketahui oleh Shouko.

Kenapa jadi begini? Menjadi dewasa itu menakutkan. Aku merasa semuanya menghilang.

Saya sangat terkejut dengan hal-hal yang terjadi di jilid kedua ini. saat jilid perdana yang lalu, saya merasa cerita komik ini akan sederhana dan bisa dibaca semua umur. Memang sih, di cover terlihat bahwa komik ini sebaiknya dibaca minimal oleh usia remaja. Tetapi saya jadi ragu tentang bobot kejadian yang ada di komik ini apakah sesuai dengan usia remaja atau tidak.

Contohnya saja ketika festival kembang api di dekat penginapan. Tetsu yang masih berusia akhir SD justru “mengotori” Karada yang masih polos dan lugu. Yah, meskipun tidak “terlalu kotor” tetapi tetap saja bkan hal yang pantas untuk dibaca oleh remaja. Jujur saya sangat benci dengan tokoh Tetsu yang sangat bodoh. Sebaliknya, saya sangat simpati dengan Karada.

Selain itu, flashback masa lalu yang dikisahkan ketika Hiro secara tidak sengaja menceritakan masa remajanya membuat saya lagi-lagi geleng-geleng kepala. Ini beneran komik remaja? Kok ada muatan seksual begitu? Memang tidak eksplisit sih, tetapi 99% sudah bisa ditebak arahnya kemana. Apalagi yang dialami Hiro ini sudah ranah yang sangat menjijikkan (menurut saya).

Overall, saya sudah antipati dengan Hiro dan Tetsu. Untung saja komik ini hanya memiliki tiga jilid saja. saya sudah tidak sabar membaca jilid penutupnya secepatnya agar tidak terlalu lama menyaksikan Tetsu dan Hiro, dua tokoh lelaki yang seharusnya tampil mengesankan justru malah menjadi tokoh menjjikkan dalam komik ini. Huft.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 1)

coverdirection1

Judul: A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 1)

Komikus: Yamada J-Ta

Penerjemah: Ine Martiana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: Mei 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2008

ISBN: 9789792317787

cooltext-blurb

Karada Iokawa seorang gadis kecil yang ingin cepat dewasa. Shouko Nogami, wanita dewasa yang merindukan masa kecilnya. Nasib mereka berubah lewat batu permohonan. Si kecil jadi dewasa, sedang yang dewasa, jadi gadis kecil. Bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka?

cooltext-review

Apakah kamu pernah menginginkan suatu hal yang ajaib dalam hidupmu? Akankah kamu bahagia dengan permintaanmu apabila bisa terkabul? Hal inilah yang dialami oleh dua tokoh utama komik yang memiliki prolog dan tujuh chapter ini. Keduanya saling memohon sebuah permintaan ajaib yang entah musibah ataukah anugerah, permintaan itu terkabulkan.

Iokawa Karada adalah gadis kecil yang akan memasuki dunia SMP setelah musim panas ini. ia tinggal berdua saja dengan kakak laki-lakinya bernama Iokawa Hiro setelah kematian kedua orang tuanya. Hiro kerja keras banting tulang untuk mencukupi kebutuhannya dan Karada yang masih kecil. Sayangnya, Karada menganggap dirinya adalah beban untuk kakakknya.

Masa lalu adalah sesuatu yang sudah pasti. Sekumpulan dari diri kita yang tidak bisa dihapus. Masa depan adalah sesuatu yang belum kita ketahui dan penuh dengan berbagai kemungkinan.

Di lain tempat, Nogami Shouko adalah rekan kerja sekaligus mantan pacar Hiro. Awalnya Hiro bekerja di luar negeri. Namun, karena insiden yang merenggut nyawa ayah ibunya, ia kembali ke Jepang dan memfokuskan diri merawat Karada. Hal ini menyebabkan hubungannya dengan Shouko harus diakhiri. Meskipun demikian, Shouko masih menyimpan rasa pada pemuda itu.

Dunia ini, terdiri dari hal-hal yang bisa kita ubah dan yang sama sekali tidak bisa kita ubah. Tetapi banyak sekali hal-hal yang sama sekali tidak bisa kita ubah.

Suatu hari, Karada dan Shouko berpapasan di jalan dan melewati sebuah batu yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Batu-batu tersebut ditempatkan dalam sebuah rumah kecil yang biasanya ditujukan untuk orang-orang yang meminta permohonan. Menganggap hanya iseng, Karada dan Shouko mengambil satu batu sambil memohon keinginannya terkabul.

Punyaku juga berubah jadi seperti arang. Aku sampai kaget. Kalau suatu permintaan sudah terkabul, mungkin jadinya seperti itu.

Siapa sangka permintaan Karada yang ingin segera dewasa dan Shouko yang ingin kembali menjadi anak kecil tiba-tiba terkabul dalam sekejap. Meski sangat kaget, mereka melibatkan Hiro dan berusaha kembali seperti semula. Masalah menjadi tambah rumit ketika Amino Tetsu, tetangga Karada yang curiga dengan kepergian teman sekelasnya itu secara tiba-tiba. Waduh!

Komik ini shoujo banget. Tokoh perempuan yang cantik dan tokoh laki-laki yang tak kalah cantik memang menjadi ciri khas komik semacam ini. Memang bagus sih, tapi jadinya agak kurang terlihat perbedaan laki-laki dan perempuan. Mungkin jika anak perempuan yang membaca komik ini akan merasa tertarik. Tapi kalau saya jadi merasa monoton. Hmm.

Secara isi cerita sesungguhnya cukup menarik. Permohonan yang terkabul secara tiba-tiba karena membawa batu yang disinyalir mengandung kekuatan gaib tidak umum saya jumpai. Namun demikian, meskipun sangat tidak masuk akal, kisahnya dikemas cukup realistis dan tidak menambah keajaiban itu lebih dalam lagi.

Namanya saja masih jilid pertama, tidak banyak hal seru yang bisa dijumpai. Semua masih tentang perkenalan tokoh dan awal mula konflik utama. Yang masih menjadi pertanyaan saya adalah mengapa Shouko ingin kembali menjadi anak-anak? Alasan keinginannya saya lihat belum sekuat keinginan Karada. Ataukah saya yang kurang teliti membacanya? Entahlah.

Akhir jilid pertama ini diakhiri dengan menggantung ketika Hiro, Shouko, dan Karada hendak ke sebuah daerah yang memiliki informasi cara mengembalikan tubuh mereka berdua. Secara tak sengaja, Tetsu melihat mereka dan terkejut saat menyaksikan tubuh Karada. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Mari simak review saya untuk jilid kedua nanti ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Angan Senja & Senyum Pagi

coverangan

Judul: Angan Senja & Senyum Pagi

Penulis: Fahd Pahdepie

Penerbit: Falcon Publishing

Jumlah Halaman: 360

Terbit Perdana: Maret 2017

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Maret 2017

ISBN: 9786026051455

Format: Paperback

cooltext-blurb

Hujan malam itu lambat dan panjang. Angan dan Pagi saling mematung, terpisah jarak dari kisah mereka yang beku di ujung waktu. Lanskap taman seolah tak ingin menunjukkan diri, lampu merkuri temaram di antara mereka berdua, dikaburkan rintik hujan.

Angan memerhatikan wajah Pagi. Wajah itu, wajah yang pertama kali ia lihat belasan tahun lalu dan membuat matanya nyalang semalaman, wajah yang entah bagaimana diciptakan Tuhan dengan alis yang sempurna, hidung yang sempurna, bibir yang sempurna… Tak pernah bisa pergi dari inti memorinya selama ini.

Angan melangkah mendekat ketika payung miliknya lepas dari genggaman. Kemudian ia menarik ujung payung bening milik Pagi. Angan masih bisa melihat wajah Pagi dari balik payung bening itu, meski titik-titik hujan masa lalu sedikit mengaburkannya. Namun, itu cukup buat Angan… Itu cukup. Sebab ketika ia mengecup payung itu, seolah di kening Pagi, ia tak perlu menjelaskan apa-apa lagi…

Tentang Angan Senja yang tak pernah berhenti menanti Senyum Pagi.

“Kisah cinta yang dewasa. Liris. Manis. Puitis.” —Reza Rahadian, Aktor

“Novel yang indah. Ada rasa kesal, lega, sedih, haru, kecewa, bahagia. Semua jadi satu.” —Bunga Citra Lestari, Aktris dan Penyanyi.

cooltext-review

CLBK sering digunakan sebagai akronim Cinta Lama Bersemi Kembali. Namun, kadang ada pula yang mengatakan CLBK adalah kependekan dari Cinta Lama Belum Kelar. Novel berjudul Angan Senja & Senyum Pagi ini sepertinya mengangkat kepanjangan CLBK yang kedua sebagai inti utama kisahnya. Cinta belasan tahun kemudian antara dua sejoli yang menghiasi buku sepanjang 360 halaman ini tidak bisa dilewatkan begitu saja. Penasaran?

Mari berkenalan dengan tokoh utama pria, Angan Senja. Pemuda berusia 35 tahun ini adalah seorang akuntan hebat di bidang pajak dan keuangan yang sangat sukses berkarir di Jakarta. Statusnya yang masih lajang belum cukup ditutupi oleh berbagai prestasi membanggakan sejak masa sekolah hingga dewasa. Perhatian serius dari ibunya sendiri yang tidak terlalu dianggap oleh Angan berujung pada perginya Ibun –panggilan ibu Angan– menghadap Sang Khalik.

Tapi males aja. Di Indonesia jadi ilmuwan nggak ada masa depannya. Ekonomi lebih asyik… (Halaman 51)

Sepeninggal Ibun, Angan menghadapi sebuah wasiat dari almarhumah yang meminta Angan segera membina rumah tangga. Bahkan Ibun telah mempersiapkan calon istri untuk anak semata wayangnya itu. Meskipun demikian, Angan justru teringat pada masa-masa sekolah menengah. Saat ia merasakan cinta, kebahagiaan, sekaligus penderitaan hingga hampir tujuh belas tahun terakhir karena seorang perempuan.

Adalah Senyum Pagi, sang primadona sekolah penyuka musik dari Dewa 19 sekaligus perebut hati Angan. Perjumpaan tak sengaja di sebuah bilik tak terpakai di sudut sekolah antara Angan dan Pagi membuat mereka semakin dekat. Meskipun terpaut dua jenjang tingkatan kelas, Pagi berencana mengungkapkan perasaannya pada adik kelasnya yang langganan juara olimpiade matematika itu. Sayang, rencana yang matang harus berakhir tanpa ungkapan.

Hidup tetap indah, kok, meski kita tak bisa menyelesaikan hitungan-hitungan matematika. Sebab hidup jadi indah karena kita tak selalu dapat memperhitungkannya, kan? (Halaman 66)

Kondisi yang satu merasa tidak pantas untuk yang lain akhirnya memupuskan hari penting itu. Hujan deras seakan mewakili perasaan Pagi yang harus menyingkir dari kehidupan Angan selama-lamanya. Tujuh belas tahun berselang, Pagi telah tumbuh menjadi ibu tunggal berusia 36 tahun dari seorang anak perempuan bernama Embun. Bakat alami sang anak membawanya berjumpa dengan Angan, masa lalu yang ia coba hapus dari memorinya.

Musik itu matematika perasaan. Mungkin ia bisa dikalkulasi, tapi punya kemungkinan yang tak terbatas… Infinity. (Halaman 183)

Perjumpaan antara Senyum Pagi dan Angan Senja tidak bisa dibilang mulus. Meski keduanya telah “menyelesaikan” apa yang seharusnya diakhiri belasan tahun yang lalu, keduanya tidak bisa memaksakan keadaan. Terlebih Pagi berencana menikah dengan seorang pengacara sukses bernama Hari beberapa pekan lagi. Pun demikian dengan Angan yang merasa bersalah karena masa lalu akhirnya mencoba menunaikan wasiat Ibun dengan melamar sepupu jauhnya, Dini.

Mungkin aku tak akan bisa melupakan Pagi. Tapi, bersama Dini aku bisa bahagia, meski tak sama dengan saat aku bersama Pagi. (Halaman 258)

Novel ini memiliki 35 bab utama beralur maju dengan latar masa kini serta 10 bab sampingan berisi flashback masa SMA yang terdiri atas empat bab dari sudut pandang Pagi dan enam lainnya dari sudut pandang Angan. Melalui sepuluh bab masa lalu inilah pembaca bisa merasakan betapa kuatnya rasa cinta yang dialami kedua tokoh utama saat itu.

Akhir masa SMA tidak turut mengkahiri kisah cinta Angan dan Pagi. Persepsi kebahagiaan yang kelak akan ditemui membuat satu sama lain harus menelan pahitnya kehilangan tanpa ada kejelasan. Namun, siapa sangka tujuh belas tahun kemudian Angan dan Pagi dipertemukan ketika situasi tak lagi sama dengan sebelumnya. Inilah saat pendirian keduanya diuji.

Pada umumnya kejujuran bisa menyelesaikan masalah. Pun demikian dengan masalah Angan dan Pagi yang mengganjal dimasa lalu. Keduanya memang tidak jujur pada perasaan masing-masing. Mereka memahami perasaan mereka sendiri namun tidak saling tahu tentang perasaan yang lain. Naas, kejujuran mereka sekarang justru menimbulkan masalah baru.

Rasa cinta akan menemukan jalan dan muaranya masing-masing. Sekuat apa pun setiap orang menahannya, sejauh apa pun jalan yang harus ditempuh… Jika mereka ditakdirkan bersama dan saling mencintai, mereka akan bersama pada waktunya. (Halaman 159)

Setiap halaman buku ini sejak awal hingga hampir akhir membawa pembaca turut hanyut pada perasaan Pagi dan Angan. Sudut pandang orang ketiga membuat eksplorasi perasaan tokoh tidak ada yang lebih unggul. Semua mengundang simpati pembaca. Bahkan tokoh yang pada awalnya terasa kurang baik ternyata menyimpan suatu hal yang cukup mengecoh.

Novel ini memiliki jumlah halaman yang cukup tebal dengan tulisan yang tidak terlalu kecil. Seharusnya jumlah halaman bisa dikurangi dengan sedikit mengecilkan ukuran huruf. Atau tetap mempertahankan halaman yang tebal dengan mengecilkan tulisan, tetapi ditambah beberapa bagian yang kurang. Misalnya kisah perjuangan Angan setelah berpisah dengan Pagi.

Bab pertama hingga bab 32 yang sangat mengagumkan seolah merupakan tanda bahwa lima bintang patut disematkan untuk novel indah karya Fahd Pahdepie ini. Sayang, bab 33 dan bab 34 sanggup menggugurkan satu bintang penilaian. Akhir kisah yang terasa amat dipaksakan dan kurang realistis justru merusak sederhananya kepingan kisah yang tersaji sebelumnya.

Meskipun demikian, novel ini termasuk karya yang bagus. Penulis tidak menggunakan istilah sulit dan bahasa tinggi, melainkan dengan lugas menyampaikan maksud melalui kalimat yang pendek dengan diksi yang sangat kaya. Perpindahan latar waktu masa kini dan masa lalu terlihat jelas perbedaannya sehingga pembaca tidak dibuat bingung.

Chemistry yang terbangun antar tokoh juga tidak bisa dilupakan begitu saja. Semua memiliki porsi masing-masing, tetapi tidak mengikis eratnya hubungan yang terjalin satu sama lain. Sejak awal hingga akhir cerita, sang penulis piawai memperhatikan ikatan tersebut meskipun banyak gejolak penting yang mengiringi kehidupan sang tokoh. Sangat bagus.

Tambahan bintang penilaian juga disebabkan oleh banyaknya singgungan matematika dan musik yang dapat menyatu sehingga menghasilkan alunan nada indah. Bahkan Embun berpartisipasi pada acara bertajuk Mathematical Concert. Meski awalnya kurang jelas konsep itu, penjelasan Angan tentang frekuensi dari senar alat musik sedikit menghalau rasa penasaran.

Satu lagi hal yang sangat unik dari novel ini adalah nama para tokohnya yang sangat Indonesia. Selain Angan Senja dan Senyum Pagi, sebut saja Embun Fajar, Nyala Cakrawala, Dini Cahya Wulan, Wak Siti, hingga Wak Sabar dan Pakde Slamet. Hal ini seolah mengindikasikan kata-kata dalam bahasa Indonesia sangat keren saat menjelma menjadi nama seseorang.

Kegelisahan perasaan Angan, kalutnya pikiran Pagi, kerasnya kemauan Hari, serta santunnya seorang Dini adalah hal-hal yang sangat memukau di novel ini. Hangatnya keseharian Angan dan Pagi saat masa sekolah serta bimbangnya masa kini yang dijalani oleh keduanya membuat novel ini sulit ditinggalkan sebelum halaman terakhir tanpa menyisakan rasa penasaran.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Let’s & Go!! (Jilid 10)

coverlets10

Judul: Let’s & Go!! (Jilid 10)

Komikus: Koshita Tetsuhiro

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: Juli 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2003

cooltext-blurb

Kejuaraan Dunia telah tiba! Go & kawan-kawan harus berhadapan dengan Tim Astro Rangers dari Amerika. Saatnya Hurricane Sonic dan Proto Saber Evo unjuk kebolehan.

cooltext-review

Mini 4WD adalah sebuah mainan berbentuk mobil-mobilan yang bisa dirakit dan diatur sedemikian rupa sesuai keinginan pemiliknya agar bisa melaju dengan tangguh di lintasan. Komik Let’s & Go!! ini juga menyuguhkan mobil tersebut sebagai obyek utama, sedangkan sang pemilik yang menjadi tokoh utama adalah kakak beradik Seiba bernama Retsu dan Go.

Saya hanya sempat mencicipi jilid keempat yang telah saya ulas sebelumnya lalu kemudian langsung meloncat ke jilid sepuluh. Tentu saja cerita sudah amat berkembang di jilid kesepuluh ini. padahal komik jilid ini hanya memiliki enam buah chapter saja, yang terdiri atas tiga chapter utama dan tiga chapter tambahan alias cerita spesial. Yuk langsung saja disimak…

Kejuaraan Dunia Dibuka! adalah chapter pertama sebagai pembuka chapter utama. Seperti judulnya, kali ini kejuaraan dunia untuk mobil mini 4WD telah diselenggarakan. Secara kebetulan, Okada Tesshin, mantan atasan Profesor Tsuchiya, menjadi ketua penyelenggara. Tidak sampai disitu, Retsu, Go, Tokichi, Ryo, dan J ditunjuk sebagai wakil Jepang. Wow!

Mobil yang lainnya diperbaharui… Kecuali Sonic-ku. Apa bisa… aku menandingi mereka..!? (Halaman 28)

Meskipun sangat mendadak, hampir semua perwakilan Jepang terlihat bersemangat, khususnya Go dengan Cyclone Magnum. Sayangnya, pada chapter kedua berjudul Mobil Baru Muncul! ini, Retsu sedang lesu karena merasa Hurricane Sonic miliknya tidak bisa menang pertandingan. Hal ini ternyata akibat “perjumpaan” Retsu dengan wakil negara Amerika yang sangat tangguh.

Melesatlah, Evo Dolphin! Pada kondisi jalan seperti apapun.. Bodinya yang lentur menciptakan keseimbangan terbaik! (Halaman 65)

Serangan Dahsyat Hurricane Sonic! adalah detik-detik pertandingan. Baru saja pertandingan dimulai, tim Jepang yang diwakili Tim TRF Victory 3 orang awal harus berhadapan dengan tim Amerika yaitu NA Astro Rangers yang terdiri dari Bret, Hamer D, Edge, Joe, dan Miller. Hanya tiga orang perwakilan yang berlaga dibabak awal. Namun, babak itu tak berlangsung lancar.

Kami tidak mampu menganalisis data mobil itu! mobilnya tidak terlihat satelit karena ada di dalam laut! (Halaman 90)

Babak pertama adalah J melawan Edge, dilanjutkan Retsu menghadapi Hamer D, dan terakhir Go bersaing dengan Bret. Meski awalnya J mengalami kendala dengan Proto Saber Evo miliknya yang kalah unggul dari Buck Blader milik Edge, Retsu bisa menyusul kedudukan di babak kedua karena kondisi pertandingan di dasar laut. Bagaimana akhir babak ketiga Go??

Setelah meninggalkan chapter-chapter utama, ada chapter tambahan berjudul Pertarungan Sengit 3 Magnum! Chapter kali ini cukup lucu sih, karena terjadi di sebuah dunia di alam mimpi Go. alkisah ia menjadi raja di sebuah kerajaan. Suatu ketika, muncul Tokichi dan Jiromaru yang ingin menantang Go adu balap mini 4WD. Yang unik, keduanya membawa mobil Magnum!!

Kok Cycloneku terkejar!? Seberapapun cepatnya… Mobil tetap harus dirawat! (Halaman 134)

Pertarungan Panas! Go Vs Tokichi! adalah chapter yang menarik. Retsu dan Go bertanddang ke rumah Tokichi dengan maksud ingin bermain. Sayangnya, Tokichi masih ada jadwal belajar bersama Bu Otome. Tokichi memang anak orang kaya. Ia tidak boleh menghamburkan waktunya. Bahkan istirahat setelah jadwal padat hanya 30 menit. Sangat melelahkan, ya?

Tuan Muda penerus perusahaan Mikuni. Dia nggak ada waktu untuk bermain-main dengan kalian! (Halaman 156)

Hatta Menantang Retsu! merupakan chapter penutup yang mengisahkan seorang anak bernama Hatta. Ia adalah teman sekelas Retsu. Ia sangat benci dengan Retsu karena menganggap Retsu adalah anak licik yang bisa mengalahkannya mendapat nilai tertinggi padahal sehari-hari Retsu hanya bermain mini 4WD. Oleh karena itu Hatta berencana mengalahkan Retsu di taman.

Hua ha ha, mobilku dilengkapi setelan sempurna… untuk mengatasi jalur ini! (Halaman 178)

Secara umum, komik ini masih kental dengan tema dunia anak-anak, khususnya mainan mobil mini 4WD. Yang berbeda dari jilid sebelumnya adalah cerita sudah berkembang cukup pesat. Cntohnya saja J yang dulu menjadi anak buah Profesor Ogami, kali ini ternyata sudah bergabung menjadi asisten Profesor Tsuchiya yang notabene adalah rival Profesor Ogami.

Kemudian yang paling jauh berkembang adalah (lagi-lagi) mobil milik Retsu dan Go sudah berganti lagi. Saya tidak tahu alasan apa yang menyebabkan mereka mendapatkan mobil baru. Namun yang jelas Retsu sudah tidak bersama Vanguard Sonic dan Victory Magnum sudah meninggalkan Go. keduanya telah digantikan Cyclone Magnum dan Hurricane Sonic.

Saat membaca chapter awal jilid ini, menurut saya kok serba kebetulan dan tidak logis. Pertama adalah kedatangan kakek Okada Tesshin yang telah mengembara begitu lama tiba-tiba datang sambil membawa pengumuman Kejuaraan Dunia, plus secara kebetuluan ditunjuk sebagai ketua, dan dengan serta merta menunjuk anak-anak dibawah bimbingan Tsuchiya sebagai wakil Jepang.

Hah? Serius? Kok enak banget gitu? Melihat fenomena mini 4WD yang sangat populer, pasti tidak hanya mereka berlima yang tangguh mewakili Jepang. Pasti ada anak lain di sudut lain Jepang yang tangguh pula. Kenapa tidak diadakan seleksi daerah untuk menentukan wakilnya? Apa lagi untuk event internasional kan harus dipersiapkan dengan sangat matang. Gimana sih.

Saya sadar penunjukan mereka berlima dikarenakan tokoh utamanya ya memang mereka. Tetapi seharusnya ya mbok jangan langsung tingkat internasional gitu kejuaraannya. Mungkin bisa tingkat daerah dulu, lalu perfektur, kemudian negara, dan terakhir mancanegara. Mangaka terlalu instan menciptakan kondisi sang tokoh utama langsung melaju ke kejuaraan dunia itu.

Oh iya, selain itu ada lagi yang menurut saya aneh. Hal itu ketika babak kedua yaitu pertandingan Retsu melawan Hamer D. Sebagai informasi, tim Amerika ini menggunakan satelit untuk mendeteksi ciri dan keunggulan atau hal-hal apapun terkait mobil lawan, yang selanjutnya disampaikan pada orang yang bertanding agar bisa menang. Anehnya, satelit tidak bisa mendeteksi mobil Retsu karena mobilnya masuk ke dalam air. Lha kok bisa? Satelit apaan kok cemen gitu nggak canggih sama sekali?

Yah, meskipun demikian, saya menikmati membaca manga ini. Banyak mobil-mobil keren berseliweran. Masingmasing mobil memiliki kelebihan dan keunggulan yang sangat ajaib jika dipikir-pikir. Namun, justru hal itulah yang membuat manga ini cocok untuk anak-anak. Daya pikir dan imajinasi anak-anak jadi tinggi dan tidak terbatas. Good manga but not too great.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Let’s & Go!! (Jilid 4)

coverlets4

Judul: Let’s & Go!! (Jilid 4)

Komikus: Koshita Tetsuhiro

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: Januari 2003

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, April 2003

cooltext-blurb

Retsu dan Go menghadapi lawan berat. Bisakah mereka mengalahkan Proto Saber JB yang dikendalikan oleh J? kenapa Prof Ogami menciptakan Proto Saber? Siapakah sebenarnya dia?

cooltext-review

Saat masih kecil, saya suka sekali dengan yang namanya mainan. Tipikal anak laki-laki pasti suka dengan mainan mobil-mobilan. Awal tahun 2000an kala itu sedang booming yang namanya Mini 4WD. Kalau saya dan teman-teman menyebutnya sebagai Tamiya. Saya rasa kala itu tidak ada anak laki-laki yang tidak suka dengan mobil-mobilan ini.

Yang membuat Mini 4WD sangat populer adalah karena adanya tayangan serial anime berjudul Let’s & Go!! yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta setiap hari minggu pagi. Tentu saja saya yang masih kecil tidak pernah melewatkan anime itu. ternyata saya baru sadar bahwa Let’s & Go!! adalah anime yang berawal dari manga. Kali ini saya mencicipi versi komiknya.

Seiba Go dan Seiba Retsu adalah kakak beradik kelas 4 SD dan 5 SD. Keduanya sangat menggemari mobil Mini 4WD. Awalnya mereka memiliki mobil yang umum dijumpai di pasaran. Namun, suatu ketika pertemuan mereka dengan Profesor Tsuchiya membuat mobil kedua anak ini “berevolusi” menjadi Magnum Saber dan Sonic Saber.

Singkat kata, pada chapter berjudul Magnum & Sonic Terdesak, Retsu dan Go sedang bertanding dengan anak buah Profesor Ogami yang licik bernama J. Ia memiliki mobil Mini 4WD bernama Proto Saber JB. Mobil itu adalah ciptaan Ogami yang ingin mengalahkan mobil ciptaan Tsuchiya yang digunakan oleh Retsu dan Go. Dan benar, mobil J sangat tangguh di lintasan.

Kalau kita berada di sebelahnya, kita takkan menerima angin darinya! Tapi Saber sudah mencapai batas kecepatannya. Apakah dia bisa!? (Halaman 28)

Balapan Terakhir dengan Air Mata! adalah chapter yang menyedihkan. Belum sampai akhir pertandingan, Magnum Saber dan Sonic Saber milik Retsu dan Go harus terpaksa keluar lintasan karena angin yang dikeluarkan Proto Saber JB. Naas, tepat di luar lintasan itu adalah magma gunung berapi. Meski Retsu dan Go dengan sekuat tenaga ingin menyelamatkannya, gempuran Proto Saber JB tak bisa dihentikan dan membuat kedua mobil jatuh ke dalam magma.

Aku hanya menciptakan Saber yang telah dibesarkan oleh Retsu dan Go! Aku hanya memanfaatkan ciri khas dari Magnum sebagai mobil tercepat, dan Sonic yang unggul di tikungan, jadilah mobil baru yang mengikuti angin dengan sempurna. (Halaman 79)

Mengetahui keadaan itu, pada chapter Meluncurlah, V Magnum & V Sonic! Professor Tsuchiya memberikan mobil baru kepada Retsu dan Go. beliau bilang mobil itu adalah ciptaan Retsu dan Go sendiri. Oleh karena itu beliau meminta Retsu dan Go mengikuti GJC alias Great Japan Cup selanjutnya di sebuah taman bermain milik Mikuni Tokichi. Bagaimana akhir pertandingannya?

Mobil ini menyimpan kekuatan yang belum diketahui! Tolong keluarkan tenaganya dengan kemampuan kalian! (Halaman 93)

Selain tiga chapter utama, ada lagi satu chapter cerita spesial berjudul Bersaing di Laut Musim Panas. Jadi certanya Retsu, Go, Tokichi, dan dua kakak beradik penggemar Mini 4WD juga bernama Takaba Jiromaru dan Takaba Ryo sedang berlibur di pantai. Kegembiaraan mulai sirna ketika mobil mini 4WD milik Ryo bernama Tridagger dicuri oleh seekor monyet.

Nah, lucunya monyet tersebut wajahnya sangat mirip dengan Tokichi. Tak pelak hal ini membuat amarah Ryo dan lainnya dilampiaskan kepada Tokichi. Padahal Tokichi tidak tahu apa-apa. Setelah mengetahui siapa pencuri sebenarnya, merebut mobil milik Ryo tidak semudah yang dibayangkan. Wah kira-kira bisa atau tidak ya Tridagger kembali pada Ryo?

Kamu menyelamatkan Tridagger… Terima kasih! Jangan cemas, pegangan yang erat! (Halaman 174)

Membaca komik ini membuat saya nostalgia belasan tahun yang lalu. Kala itu saya memang sangat tergila-gila dengan Mini4WD atau bekennya disebut Tamiya. Padahal Tamiya adalah nama merek, bukan nama mobilnya ahahaha. Selain tamiya ada pula Auldey yang populer juga sebagai merek mini 4WD selain Tamiya. Tapi nyebutnya ya tetap aja Tamiya hahaha.

Pada jilid keempat kali ini, saya sudah tidak menjumpai mobil awal miilik Retsu dan Go, melainkan sudah berubah menjadi Magnum Saber dan Sonic Saber sebagai buah karya Profesor Tsuchiya. Sayangnya saya tidak mengikuti perjalanan Saber tersebut dengan lama. Karena mereka lebih dulu gugur di medan laga saat bertarung dengan Proto Saber JB.

Victory Magnum dan Vanguard Sonic adalah mobil baru ciptaan Profesor Tsuchiya yang diberikan pada Retsu dan Go karena keduanya telah berduka akibat kehilangan Saber. Agak aneh sih ketika Tsuchiya berkata mobil itu adalah “ciptaan” Retsu dan Go. secara sebenarnya itu adalah mobil hasil eksperimen proyek V milik Profesor Tsuchiya.

Selain itu, dilihat-lihat komik ini memang sangat imajinatif. Bisa-bisanya ketika mobil Retsu dan Go tenggelam di kawah magma yang panas, secara kebetulan dua mobil itu mengeluarkan petir dan secara kebetulan pula petir itu menyambar mobil Profesor Tsuchiya yang sedang kehabisan energi untuk menyelesaikan proyek mobil mini 4WD yang baru. Unbelievable.

Meskipun demikian, saya dulu kok ya seneng banget nonton anime ini. padahal kalau dibaca sekarang terasa sangat janggal dan tidak logis hahaha. Yah meskipun demikian, komik ini sangat bagus untuk membangun semangat anak-anak yang membaca komik ini agar tidak gampang menyerah ketika mengalami kegagalan. Tunggu review jilid selanjutnya ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 12)

coverdeath12

Judul: Death Note (Jilid 12)

Sub Judul: Finis

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316780

cooltext-blurb

Pertarungan Light Yagami dan Near mendekati akhir! Strategi apakah yang telah dibuat oleh mereka berdua?! Inilah akhir pertempuran yang disebabkan oleh DEATH NOTE!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Akhirnya sampai juga pada jilid terakhir seri Death Note ini. Sepuluh chapter yang disuguhkan di jilid ini tida ada yang membuat saya kecewa. Justru terasa sekali ketegangan dan serunya akhir kisah jilid ini pada paruh akhir yang melibatkan Light dan Near.

Jilid ini diawali dengan tindakan gegabah Mello yang menculik Takada saat malam hari. Sesungguhnya hal ini diluar perkiraan Near ataupun Light. Takada memang tidak dibutuhkan Light lagi sehingga dengan mantap ia membuat Takada membunuh Mello dan kemudian Light membunuh Takada. Sayangnya, dari titik inilah yang menjadi senjata Near saat bertemu Light.

Sangat berbahaya jika pihak Near telah lebih dahulu menemukan Takada yang telah membunuh Mello dan menemukan potongan kertas yang di dalamnya tertulis nama Mello.

Saat pertemuan tiba. Near beserta anggota SPK bertemu langsung dengan Light yang didampingi para penyelidik dari kepolisian. Awalnya Near yang bernama asli Nate River ini menggunakan topeng berwajah L. Ia mengulur waktu agar seorang tamu yang menyusul juga hadir di gudang terpencil yang digunakan Near dan Light berhadapan. Siapakah tamu itu?

Setelah berhasil menyentuh langsung buku itu, halamannya kuganti, kertasnya kami balik. Karena pelaku penghakiman Kira menulisi satu halaman setiap hari, maka kami tukar kertasnya supaya kita tidak akan mati meskipun nama kita ditulis.

Ya benar, Mikami. Sesungguhnya Mikami memang disuruh Light untuk datang secara sembunyi-sembunyi dan melihat nama asli semua orang yang ada di situ kemudian menuliskan nama mereka pada buku kematian. Sayangnya, buku kematian yang selama ini dibawa Mikami telah dimanipulasi oleh pihak Near sehingga tidak ada yang mati meskipun nama sudah ditulis.

Seperti yang sudah saya ungkapkan, perbuatan Mello yang menculik Takada adalah awal mula kondisi yang dijadikan Near sebagai senjata. Dari penculikan Takada hingga kematian Mello membuat Mikami bertindak diluar kendali Light sehingga membuat senjata Near dalam mengalahkan Kira menjadi lebih besar. Merasa terdesak, Light mencoba kabur dari tempat itu.

Tapi… Demi dirimu, Mikami bertindak dengan sempurna… Bertindak karena berpikir harus menyelesaikan tugas menggantikan Kira… Perasaan menginginkan kesempurnaan dalam pemujaan, menjalankan misi secara berlebihan, dan kecepatan daya pikirnya justru menjadi lubang kematiannya.

Wow. Baru kali ini saya mengaki kemampuan Near, eh Mello juga. Saat mereka berdiri sendiri, memang mereka tidak bisa mengungguli atau bahkan menyamai L. Namun, ketika Near dan Mello bekerja sama (yah meskipun ini bukan kesengajaan juga), kolaborasi keduanya memang bisa melampaui kemampuan L. Saya salut ketika Near bsia memanfaatkan tindakan Mello.

Awalnya saya tidak menyangka adanya manipulasi buku itu. Soalnya buku itu adalah milik shinigami yang berasal dari dunia shinigami. Sempat disebutkan pada jilid awal bahwa bahan pembuatan Death Note bukan berasal dari bumi. Namun, Near dan yang lain sanggup menduplikasi buku itu dengan sangat mirip yang bahkan Mikami juga tidak menyadarinya.

Baiklah ini saya rasa agak janggal. Buku yang bahannya tidak ada di bumi pastilah memiliki perbedaan tertentu dari buku kebanyakan. Seorang Mikami yang perfeksionis dan detil terhadap segala hal pasti bisa mengetahui perbedaan itu. Buktinya ia bisa mengetahui perbedaan buku asli yang telah dipalsukan sebagian. Tetapi kenapa buku yang semua palsu justru tidak bisa ia bedakan? Kalau tergesa-gesa, itu bukan sifat dasar Mikami. Huft.

Kemudian bicara tentang Yagami Light alias Kira. Saya suka bagaimana keyakinannya sangat tinggi ketika berjumpa dengan Near. Satu chapter khusus yang digunakan untuk monolog Light dan berbagai macam pikirannya memuat saya takjub bahwa ia bisa merencanakan hal yang sangat keji sekaligus cerdas. Namun, semua mulai berantakan saat Near menunjukkan buku.

Light memang masih bisa yakin dan congkak dengan kemampuannya menjadi Kira. Ya benar, ia sudah mengaku jadi Kira. Namun, semua tidak berlangsung lama. Matsuda yang sangat percaya pada Light akhirnya bertindak anarkis. Situasi memanas ketika Light sudah lemah tak berdaya karena perbuatan Matsuda. Ia merangkak, merintih, menangis, dan…memohon.

Saat itulah saya melihat Light bukanlah orang yang cerdas dan bangga akan kemampuannya. Dia sangat menyedihkan. Dia sampah. Seperti kata Near, Light alias Kira bukanlah dewa, melainkan seorang pembunuh keji berdarah dingin. Satu twist yang tidak saya sangka yang melibatkan shinigami alias Ryuk sangat mengejutkan. Saya tahu Ryuk memang tidak memihak siapapun di komik ini. Namun, keputusannya saat hampir akhir cerita membuat saya ternganga.

Akhirnya, berakhir sudah jilid keduabelas Death Note ini. Saya menikmati ceritanya. Mulai dari Light masih SMA yang berjumpa Ryuk, bergabungnya L dan Watari pada kepolisian Jepang, keterlibatan Misa dan Rem, sebuah momen kelam yang ada di pertengahan seri, hingga munculnya Near dan Mello yang awalnya saling bersaing tetapi bisa “bekerjasama” dalam meringkus Kira yang asli. Meski ada beberapa jilid yang membosankan dan menjemukan, saya akan menyematkan rating tertinggi untuk jilid ini. This manga was great! 

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 11)

coverdeath11

Judul: Death Note (Jilid 11)

Sub Judul: Kindred Spirit

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316773

cooltext-blurb

Berkat Takada, Light dapat berkomunikasi dengan Mikami, pemegang baru DEATH NOTE. Sementara itu, Near memutuskan untuk pergi ke Jepang. Apakah yang akan dihadapinya di Jepang?!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Setelah jilid kemarin saya mengungkapkan segala macam keluhan dan ketidaksemangatan saya saat membaca jilid sepuluh, pada kali ini saya menemukan sebuah sisi menarik yang disuguhkan pada sepuluh chapter jilid sebelas. Seolah hampir mencapai garis akhir, jilid ini cukup menarik.

Seperti yang sudah dituliskan dalam blurb di atas, Near yang pada awalnya melakukan penyelidikan di Amerika akhirnya bertolak ke Jepang karena sudah yakin bahwa L kedua alias Light Yagami adalah Kira yang selama ini ia cari-cari. Namun, bukan Near namanya jika langsung konfrontasi langsung pada Light. Ia merencanakan dengan matang sebelum bertemu.

Kita mesti benar-benar mendapatkan buktinya 100%, juga membuatnya sadar akan kekalahannya dan membuatnya ikut merasakan penderitaan. jika belum begitu, tak boleh membunuhnya.

Near menyebut L-Kira, X-Kira, dan L-Light Yagami saat menguraikan rencananya. Siapakah mereka bertiga, bisa dibaca sendiri di komik ini. sementara itu, demi memperlancar komunikasi dengan Mikami, Light menjalin pertemuan rahasia dengan Takada Kiyomi. Meski awalnya dikelilingi kamera pengitai dan alat penyadap, Light bisa membereskan itu dengan mudah.

Amane-san melakukan penghakiman Kira… Dan sekarang, aku… Tidak, aku berbeda dari Amane-san… Amane-san disuruh karena terpaksa, sedangkan aku dipilih oleh Yagami-kun…

Apa maksud kalimat Takada di atas? Benar sekali, Light meminta Takada juga turut menggunakan Death Note yang dibawa Mikami untuk mengeksekusi orang-orang tertentu. Hal ini Light lakukan karena ia tidak bisa lagi mengakses Death Note setelah posisinya dicurigai oleh pihak Near dan SPK serta rekannya sendiri sesama penyelidik dari kepolisian Jepang.

Salah satu penyelidik yang sangat percaya dengan Near adalah Aizawa. Meski ia ingin menangkap Light dengan tangannya sendiri, Near dengan tegas mengatakan bahwa apa yang dilakukan Aizawa tidaklah berguna. Bahkan, gerakan ceroboh yang dilakukan pihak selain Near juga dianggap akan merusak skenario yang telah dipersiapkan. Lantas bagaimana?

Tapi Kira tidak akan bisa meremehkan saya. Bagi Kira, saya adalah… lawan bertarungnya saat ini dengan mempertaruhkan harga dirinya yang menggantikan posisi L. Hanya dengan mengalahkannya, Kira bisa dihentikan.

Sejak jilid ini akhirnya bisa saya simpulkan tokoh yang benar-benar penting pada pra-akhir cerita adalah Yagami Light dan Near. Sedangkan sisanya, mulai dari SPK, penyelidik kepolisian, Amane Misa, Takada Kiyomi, Mikami Teru, dan orang-orang lainnya hanyalah pemain tidak penting yang hanya menjadi kerikil-kerikil selama jalinan kedua tokoh tersebut berinteraksi.

Bagaimana dengan Mello? Meskipun ia mengukuhkan diri sebagai penerus L, saya bisa mengetahui bahwa ia tak setangguh Near. Mello yang tiba-tiba hilang sejak jilid sepuluh yang lalu juga saya pikir ia sudah tertinggal dari Near. Meskipun demikian, kemunculannya pada akhir jilid ini membuat saya heran juga mau apa Mello ikut campur pada kegagalannya itu.

Meskipun tema komik ini sangat serius dan dewasa, ternyata ada beberapa hal lucu yang saya temui. Misalnya ketika Near sedang berpikir pemecahan kasus, ia selalu sambil bermain. Lucunya, mainan yang digunakan Near selalu berganti melulu. Padahal statusnya sebagai imigran  kok ya bisa bawa-bawa mainan. Kalau toh membeli di Jepang, kok ya terlalu mubazir.

Di samping itu, menurut saya, Near memang pantas menjadi penerus L. Namun Near memiliki daya analisis yang terlalu spontan dan justru membuat Near bagaikan dukun atau ahli nujum. L selalu memiliki dasar argumen dan bukti pendukung yang tepat. Hal itu membuatnya pantas menjadi detektif. Tetapi Near seolah sudah mengetahui kebenarannya tanpa perlu mencari bukti pendukung. Hal inilah yang membuat saya menganggap tokoh Near too good to be true.

Setelah beberapa jilid isinya berputar-putar tanpa ada kejelasan dan titik fokus, akhirnya pada jilid sebelas ini hal yang saya tunggu-tunggu akan terjadi. Akan? Ya benar, meskipun sudah diungkapkan, tetapi sampai akhir jilid sebelas ini masih belum terjadi “peristiwa” yang saya nantikan. Peristiwa apakah itu? Hmm… Nantikan review saya jilid berikutnya saja ya hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 10)

coverdeath10

Judul: Death Note (Jilid 10)

Sub Judul: Deletion

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316766

cooltext-blurb

Dengan cerdik, KIRA berhasil mengompori para pendukung KIRA untuk mengepung markas SPK. Sanggupkah Near meloloskan diri dari sergapan licik Light Yagami?!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Hmm saya tekankan bahwa mungkin review jilid ini adalah review yang paling tidak positif sejak review jilid pertama hingga sembilan yang telah tayang. Entahlah, saya merasa bosan, jenuh, malas, dan tidak semangat menyelesaikan sembilan chapter yang ada di jilid sepuluh ini.

Langsung saja, jilid ini dibuka dengan kondisi di markas Near, agen Lidner, agen Gevanni, dan agen Rester. Di sana, Mogi sedang terduduk sambil diinterogasi macam-macam. Sayangnya, Mogi tidak memberikan jawaban apapun dan membuat Near harus merencanakan plan B agar bisa mendapatkan informasi tentang kepolisian Jepang yang sedang menyelidiki kasus Kira.

Kalau Mr. Mogi tidak mau bicara apa-apa, terpaksa kita harus memancing anggota yang lain untuk berbicara. Saya tidak tahu berapa jumlah orang di sana, tapi saya pasti bisa membuat salah seorang dari mereka berbalik mendukung kita.

Ya benar, setelah menyerah dengan Mogi, akhirnya Near bisa mendapatkan seorang penyelidik dari pihak Light yang bersedia memberikan sedikit informasi padanya. Sementara itu, Light yang terdesak akhirnya menunjuk “Kira” baru bernama Mikami Teru. Profesinya yang merupakan seorang jaksa dan masa lalu yang pahit membuatnya sepemikiran dengan Light.

Seperti ucapan Near, bisa saja awalnya Light-kun menyuruh Amane melakukan transaksi mata, lalu menghakimi para kriminal sebagai Kira, dan kemudian mengalihkan tugas itu pada orang lain…

Cerita semakin rumit dengan tambahan tokoh lama yang muncul kembali bernama Takki atau Kiyomi Takada. Perempuan ini adalah mantan pacar Yagami Light saat kuliah. Ia ditunjuk oleh Mikami sebagai juru bicara “Kira”. Posisi yang tidak menguntungkan membuat Light setuju dengan kehadiran Takada agar bisa berkomunikasi dengan Mikumi tanpa dicurigai kepolisian.

Karena Near, orang-orang di sini kembali mencurigaiku, kecuali Matsuda. Tapi gampang sekali membodohi mereka. Akan kubuat Mikami bertindak sebagai Kira sesuai keinginanku…

Well well well, sudah saya katakan bahwa jilid ini membuat saya bosan, jenuh, dan tidak bersemangat seperti biasanya. Bukannya tidak ada perkembangan cerita, namun berbagai konflik yang sengaja diulur-ulur sang mangaka membuat saya geregetan. Apa lagi penguluran itu membuat kejeniusan Light sebagai Kira seolah sirna. Tidak lagi seru dan menegangkan.

Light terlihat bodoh dan gegabah dalam bertindak karena posisinya dicurigai lagi sebagai Kira karena ucapan Near dan Mello. Keputusan Light menunjuk “Kira” baru secara acak dan kebetulan ketemu Mikumi adalah puncak kebodohan Light sebagai Kira. Saya bilang kebetulan karena Light hanya sekali menyaksikan wajah Mikumi dan membaca angket langsung yakin.

Saya yakin rentetan peristiwa setelah Mikumi menjadi “Kira”, mulai dari pertemuan Light secara rahasia dengan Takada, pembunuhan staf Sakura TV yang dahulu memuja Kira, hingga pengkhianatan beberapa penyelidik adalah bukti bahwa Light tak lagi menjadi Kira yang tenang dan cerdas dalam bertindak. Padahal secara usia, Light harus lebih matang mengambil keputusan.

Kalau Mikumi adalah “Kira” baru, bagaimana dengan Misa? Hmm saya rasa Misa sudah bukan lagi tokoh penting di Death Note. Cepat atau lambat dia pasti akan menghadapi kenyataan pahit. Pun demikian dengan Kiyomi Takada yang meskipun digambarkan sangat cerdas tetapi sangat mudah terjebak dengan pesona sang mantan kekasih alias Light-kun.

Saat membaca jilid ini, saya jadi sadar bahwa nyaris semua tokoh perempuan di Death Note adalah perempuan bodoh dan naif. Saya bilang nyaris karena hanya satu perempuan yang cerdas dan tangguh yaitu Misora Naomi. Sisanya? Tak lebih dari boneka yang tak bisa berpikir, termasuk Amane Misa dan Takada Kiyomi. Sungguh berbanding terbalik dengan para lelaki.

Saya tahu bahwa seri Death Note akan berakhir dua jilid lagi. Mungkin saja ini adalah taktik sang mangaka agar pembaca tetap setia mengikuti betapa membosankan dan tidak menariknya jilid ini agar bisa sampai pada puncak akhir cerita Death Note. Dan, saya termasuk pembaca itu. bukan jilid yang sangat menarik, namun cukup untuk dijadikan pijakan sebelum ke akhir cerita.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 9)

coverdeath9

Judul: Death Note (Jilid 9)

Sub Judul: Contact

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316759

cooltext-blurb

Akhirnya KIRA turun tangan membantu Light dan tim penyelidik merebut Death Note dari tangan Mello. Di saat seperti itu, Soichiro Yagami kembali masuk ke dalam tim penyelidik. Light lalu membuat strategi tak terduga. Bagaimana tanggapan Soichiro terhadap strategi Light…?!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Hmm masih sembilan chapter yang disuguhkan di jilid kesembilan ini. Lagi-lagi saya masih belum bisa move on dari jilid ketujuh yang lalu. Padahal pengganti sang tokoh tersebut sampai ada dua. Tapi saya tidak rela berpisah begitu cepat huhuhu. Ah baiklah mari fokus pada jilid ini saja.

Kal Snydar yang merupakan komplotan mafia pimpinan Mello adalah pemilik death note yang dibawa pihak Mello. Tentu saja hal ini membuat mereka kuat dengan mudah karena bisa membunuh siapapun tanpa kesulitan. Hal ini karena Kal sudah melakukan “transaksi” dengan Shidoh, sang pemilk buku kematian yang asli.

Light menilai bahwa ulah Mello dan gengnya sudah tidak bisa dibiarkan. Akhirnya ia membentuk misi penyergapan sekaligus perebutan kembali buku itu. bahkan, Light menyarankan agar Mello dibunuh di tempat dengan cara menuliskan nama aslinya di buku kematian. Soichiro yang keras kepala memaksa akan mengemban misi “penulisan nama” itu.

Ini semua gara-gara aku menyerahkan buku itu. Karena itu, aku sudah siap untuk mati. Jika harus memakai buku itu, biarkan aku yang melakukannya, 13 hari kemudian aku akan mati.

Meskipun misi itu membuahkan hasil bahwa Soichiro telah mengetahui nama asli Mello yaitu Mihael Keehl, beliau menyia-nyiakan kesempatan membunuh Mello dengan menulis di buku kematian. Akibat hal itu, ia harus menerima sebuah “akibat” yang amat pedih dan mengakhiri perjuangannya menyelidiki Kira. Sementara itu, Near merasa ada yang aneh dengan L kedua.

Cukup dengan diam dan mengamatinya saja, aksi Kira dan L kedua akan menunjukkan kecacatannya. Untunglah Mello bisa kabur, jadi mungkin sisa yang 93% itu bisa kita dapatkan dengan mudah

Salah satu cara yang dipikirkan Near adalah dengan memanfaatkan Mello yang tidak punya sekutu lagi. salah satu agen Near, Helle Lidner, berjumpa dengan Mello dan mau tidak mau harus membawa Mello e markas Near. Di sana, alih-alih mengusir Mello dan menyuruhnya pergi, Near justru menjalin kerjasama dengannya agar rencananya mengungkap Kira berhasil.

Seharusnya kita hormat padanya untuk prestasinya karena pernah berhasil mendapatkan buku dan mendekati Kira. Sangat tidak sopan menodongkan senjata kepadanya.

Semakin kesini saya jadi kurang bersemangat mengikuti Death Note. Bukan ceritanya yang sudah tidak menarik ataupun perkembangan yang tidak jelas, saya hanya merasa bahwa “nyawa” Death Note sudah mulai pudar. Nyawa sudah tak ada harganya lagi. Bunuh, mati, tewas, sudah mudah sekali diucapkan para tokoh di jilid ini. Sangat berbeda dengan jilid awal.

Pada awalnya “kematian” di komik ini digambarkan adalah sebuah kondisi yang sangat menakutkan. Tidak semua orang mati. Tidak semuanya dibunuh. Hanya orang tertentu saja yang mati karena ulah Kira. Hal ini membuat saya menjadi “mengamini” tindakan Kira sekaligus tidak “setuju” dengan perbuatannya. Kondisi yang berimbang inilah yang menarik.

Sejak jilid delapan yang lalu hingga jilid ini, keberpihakan saya pada perbuatan salah dan benar menjadi tidak bisa diraba lagi. semua menjadi terasa tidak ada yang “benar” meskipun berlindung dibalik kata “kebenaran”. Mello yang ingin menangkap Kira namun membunuh agen di pihak Near bukanlah hal yang “benar” menurut saya. Namun Light yang membunuh mafia di pihak Mello karena ingin melumpuhkan laki-laki (iya benar, saya baru tahu bahwa Mello itu cowok) itu adalah hal yang “salah” menurut saya.

Kekuatan Near yang sangat tenang namun tepat sasaran adalah hal yang sangaat membuat saya nostalgia dengan L. sayangnya, Near bukanlah L semirip apapun perilakunya. Bahkan terlihat bahwa Near agak lebih cepat menyimpulkan tanpa ada uraian jelas tentang dugaan-dugaannya. Jauh berbeda dengan L yang ngoceh panjang baru menyimpulkan. Near tidak seperti itu.

Oh iya, baik L, Near, atau Mello ada sebuah kebiasaan unik. L sangat suka dengan makanan manis atau dessert sebagai teman memecahkan kasus. Near fanatik dengan berbagai mainan khususnya yang bongkar pasang. Sedangkan Mello adalah seorang chocolate addict yang selalu mengunyah coklat batangan. Unik-unik padahal kasus yang dihadapi adalah kasus pembunuhan massal yang keji.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 8)

coverdeath8

Judul: Death Note (Jilid 8)

Sub Judul: Target

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316742

cooltext-blurb

Bersamaan dengan kematian L, dunia ideal yang dicita-citakan oleh Light Yagami mulai mendekati kenyataan. tapu dua penerus L, yaitu Near dan Mello, mulai beraksi. Pertarungan perebutan DEATH NOTE kembali dimulai! Mello kemudian menculik Sayu Yagami dan meminta pertukaran dengan DEATH NOTE…!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Hmm sebelumnya, saya ingin mengungkapkan bahwa saya rindu L huhuhu. Masih sedih rasanya mulai jilid ini hingga seterusnya saya tidak akan “berjumpa” L lagi. Padahal saya sudah suka dengan karakter L daripada Yagami Light. But show must go on.

Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid ini mulai membawa pembaca pada fase baru ketika Yagami Light telah menjadi polisi. Awalnya ia sudah yakin tak ada lagi penghalang sebagai “dewa” di dunia baru setelah kepergian L. Namun, Light harus menghadapi kasus penculikan Kepala Polisi dilanjutkan penculikan Yagami Sayu karena ulah Mello, sang generasi penerus L.

Aku akan berangkat ke L.A. dengan membawa bukunya. Ini tanggung jawabku sebagai Wakil Kepala Polisi dan ayah Sayu Yagami! Aku akan mempertanggungjawabkan semuanya.

Wakil Kepala Polisi dan jajarannya tidak bisa menyelamatkan pimpinan tertinggi kepolisian dan kini nyawa Sayu yang terancam. Permintaan Mello sederhana. Ia ingin ada pertukaran antara Sayu dengan death note yang dipegang Yagami Soichiro. Pertukaran tak bisa digagalkan meski Light telah berhubungan dengan Near, pimpinan The Special Provision for Kira alias S.P.K.

Jika nama dan foto mereka diumumkan, mereka akan dibunuh oleh Kira… Jika tidak ingin itu terjadi, mereka harus menyerahkan bukunya… Itulah yang akan saya lakukan meskipun sebenarnya saya enggan memakai cara begitu…

Baiklah, mari kita simpulkan bahwa sejak jilid ini ada dua orang yang “bertindak” sebagai generasi penerus L. Mereka berdua bernama samaran Mello dan Near. Keduanya (dan L juga) adalah anak-anak panti asuhan Wammy’s House yang dimiliki oleh Quillsh Wammy alias Watari. Sebenarnya L harus menunjuk salah satu dari mereka sebagai pengganti. Tetapi…hiks :(

Back to topic saat Mello mendapat buku kematian, Light berniat merebutnya kembali. Setelah berhasil meyakinkan presiden Amerika dan mendapatk bantuan pasukan khusus, Light berniat menyergap markas rahasia Mello demi mendapatkan buku tersebut. Sayangnya, kehendak Light harus sirna karena shinigami bernama Shidoh. Siapa dia? Kenapa ada di pihak Mello?

Tapi, bagaimanapun, aku akan membunuh Near dan Mello. Demi melindungi perdamaian di dunia baru yang sedang kubangun ini.

Jilid ini terasa sekali bagaimana Near dan Mello berseberangan jalan dalam menumpas Kira. Near bersama tim The Special Provision for Kira alias S.P.K. yang melibatkan FBI di jalan “putih” sedangkan Mello bergabung dengan organisasi mafia kelas berat yang dikatakan berada di jalur “hitam”. Meski sama-sama ingin menghancurkan Kira, cara mereka berdua tidak sama.

Secara karakter, saya jauh lebih menyukai tokoh Near. Dia mengingatkan saya pada L dalam versi yang lebih muda. Daya analisis dan ketenangannya mirip dengan L. Sedangkan Mello, saya tidak bisa menyukainya. Pantas saja dia berada di urutan “kedua” setelah Near. Dia memang pandai. Kejeniusannya juga tidak main-main. Sayangnya, keterlibatannya di gembong mafia dan menggunakan cara licik dan kotor membuat saya tidak rela dia menjadi penerus L.

Kemunculan Shidoh yang tiba-tiba di dunia manusia membuat saya heran. Kok bisa ada shinigami lain selain Rem dan Ryuk. Padahal shinigami bisa “turun” saat buku kematiannya jatuh di dunia manusia. Jika Rem turun karena ukunya dipegang Misa dan Ryuk turun karena bukunya dibawa Light, lantas siapa yang memegang buku milik Shidoh? Ternyata…rahasia :p

Shidoh saya rasa tidak sefanatik Rem ataupun sesantai Ryuk. Namun bisa saya simpulkan bahwa Rem dan Ryuk jauh lebih pintar daripada Shidoh. Bukan hanya ketidak mampuannya memahami peraturan dunia shinigami dan death note, bahkan ia secara “sukarela” membantu Mello dalam menumpas pasukan khusus milik Light hanya karena alasan sepele. Duh duh duh.

Well, sekarang Light harus menghadapi dua penerus L yang memiliki taktik dan caranya sendiri dalam membongkar identitas Kira sesungguhnya. Cita-citanya membuat dunia baru harus sedikit terhambat karena sebelum Near dan Mello sirna, ia tida bisa menjadi dewa dengan mudah. Bagaimana kelanjutan Light sebagai Kira dan pertarungannya melawan Near dan Mello?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 7)

coverdeath7

Judul: Death Note (Jilid 7)

Sub Judul: Zero

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316735

cooltext-blurb

Para penyelidik dan polisi sudah mengepung Higuchi yang memiliki Death Note. Apakah Light akan berhasil mendapatkan kembali Death Note miliknya? Lalu, apakah rencana yang sudah dirancang oleh Light sebelum disekap akan menjadi kenyataan? Fakta mengejutkan telah menunggu…!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* saya tidak dibiarkan “bernapas” oleh sang mangaka Death Note setelah jilid sebelumnya saya dibuat deg-deg-an. Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid ketujuh ini lagi-lagi “menikam” jantung saya karena ada kejadian sangat besar yang menjadi titik balik “permulaan” baru di Death Note.

Jilid ketujuh ini dibuka dengan chapter yang isinya flashback ke masa-masa sebelum Light dikurung di dalam penjara. Ternyata, ia telah merencanakan hal yang sangat licik sekaligus jenius untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Bahkan ia tega “mengusir” Ryuk dan menukar buku milik Rem dan Ryuk agar rencananya berhasil. Voila! Rencananya benar-benar brilian.

Tidak ada cara lain lagi. Pilih baik-baik orangnya, orang yang akan memakainya demi kedudukan, kesuksesan, dan uang. Kau harus menyerahkan buku itu padanya dalam waktu kurang dari sebulan! Kalau kau terlambat menyerahkannya, Misa akan lebih lama disekap.

Ryuk ternyata selama ini berada di dunia shinigami. Hal ini dikarenakan “buku” miliknya tidak ada manusia yang memilikinya. Pantas saja ia absen di jilid keenam kemarin. Namun, karena Misa dan Light telah dibebaskan, Light membuat Misa mencari keberadaan buku kematian milik Ryuk dan akhirnya shinigami tersebut bisa kembali ke dunia manusia. Hmm menarik.

Tidak bisa, Light… Misa tidak ingat namanya. Soalnya, waktu itu setiap hari Misa melihat nama dan umur berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus orang… Meskipun ingatan Misa kembali, bukan berarti Misa bisa ingat semuanya…

Pada pertengahan komik ini, saya sangat terkejut bahwa sang mangaka akan banyak “menghabisi” tokoh penting Death Note di jilid ketujuh ini. Saya tidak tega mengungkapkan siapa saja yang harus meregang nyawa di jilid ini. Yang jelas, sepak terjang L sang detektif jenius telah usai dan akan dimulai oleh Near dan Mello. Siapakah mereka berdua ini?

Karena ada banyak orang bodoh di dunia ini, meskipun L mati, bukan berarti semua orang lantas akan mendukung Kira. Berikutnya adalah pertempuran kedua…

Benar sekali, jilid ini adalah titik balik berakhirnya penyelidikan kasus Kira oleh L sekaligus dimulainya babak baru perburuan Kira sesungguhnya. Saya benci sekaligus kagum pada kelicikan Light yang memiirkan rencana sangat rapi, bahkan melibatkan Rem dan Ryuk yang masih tidak tahu apa-apa. Saya ragu Light ini sesungguhnya manusia atau bukan hahahaha.

Oh iya, pada akhir jilid keenam kemarin dan di awal jilid ketujuh ini sudah ketahuan siapa “Kira” yang berasal dari jajaran tinggi grup perusahaan Yotsuba. Sayangnya, “Kira” ini tidak sepintar Light bahkan sangat dungu dan seenaknya sendiri. Sudah bisa diduga akhirnya ia juga meregang nyawa karena kebodohannya sendiri. Sedangkan enam petinggi lainnya, meskipun sejak awal dijanjikan oleh L bahwa mereka akan baik-baik saja, ternyata janji hanya tinggal janji.

Seperti yang sudah saya singgung, kematian besar-besaran yang terjadi di jilid ini sangat menyakitkan. Saya speechless mengetahui siapa saja yang harus menutup usia karena Kira alias Light yang sudah ingat segalanya. Ada yang memang pantas mati, namun ada pula yang sangat disayangkan kematiannya huhuhu. Tetapi saya percaya bahwa kebenaran akan menang.

Ryuk muncul lagi! Hore! Saya cenderung lebih suka pada Ryuk daripada Rem. Ryuk sangat santai dan tidak memihak Light meskipun buku kematian miliknya dipegang oleh Light. Sedangkan Rem, meskipun shinigami, ia sudah sangat melibatkan perasaannya sendiri pada Amane Misa. Dan benar saja, hal itulah yang dimanfaatkan Light mencapai tujuannya. Huft.

Seperti yang sudah dikatakan Light, pertempuran kedua ini terjadi sekitar empat tahun kemudian ketika Light sudah menjadi polisi. Ia sudah memastikan bahwa dunia yang baru dengan Yagami Light sebagai “dewa” telah terjadi secara perlahan. Namun, keberadaan Death Note yang hampir tidak terendus tiba-tiba menimbulkan gejolak baru. Seperti apa gerangan?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 6)

coverdeath6

Judul: Death Note (Jilid 6)

Sub Judul: Give-and-Take

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316728

cooltext-blurb

Setelah Yagami dan Amane, kini muncul KIRA yang lain. Namun, KIRA yang satu ini melakukan pembunuhan demi kepentingan pribadi dan berlindung di balik 8 orang kuat Yotsuba. Ryuzaki dan Light bekerja sama untuk menangkapnya, namun Matsuda-lah yang akan menentukan berhasil tidaknya rencana perburuan terhadap KIRA!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid kali ini sangat berbda dibanding lima jilid sebelumnya. Pada jilid kali ini, saya merasakan jantung berdegup kencang dan mata yang tak bisa berhenti membaca untaian kalimat dan menghayati setiap ceritanya. Semuanya seba memukau dan tidak diduga-duga.

Sembilan chapter yang disuguhkan diawali dengan rapat tertutup antar petinggi Yotsuba. Tidak seperti sebelumnya yang anggota rapat berjumlah delapan orang, kali ini hanya ada tujuh orang yang menghadiri rapat. Sudah bisa diduga bahwa salah seorang yang tidak hadir tersebut telah tewas dibunuh oleh “Kira” yang merupakan salah satu dari tujuh anggota yang lain.

Sebenarnya tidak perlu menunggu satu bulan. Jika sebelum satu bulan L sudah terbunuh, kita bisa langsung meminta bantuan Kira lagi. Dengan kata lain, kalau besok L mati, saat itu juga kita bisa meminta kembali bantuan Kira.

Keputusan akhir rapat yang hendak membunuh dua orang petinggi perusahaan pesaing membuat Light bertindak cepat menghubungi Namikawa, orang yang disinyalir bukanlah Kira. Setelah bercakap beberapa saat, Namikawa mengusulkan agar pembunuhan dilakukan sebulan lagi sambil menunggu “Coil” membunuh L. Semua setuju dan rapat diakhiri.

Kecerobohan Matsuda pada jilid yang lalu menawarkan Misa agar menjadi model iklan perusahaan Yotsuba ternyata dimanfaatkan L agar bisa menarik “Kira” yang sesungguhnya. Bersama Mogi, Misa mulai mendekati petinggi Yotsuba dengan mengikuti wawancara direksi. Tak disangka, saat pertengahan wawancara, Rem membuat Misa menyentuh kertas death note!

Kira kedua dipastikan memiliki Mata Shinigami. Sejak peristiwa di Sakura TV… Kalau yang diucapkannya benar, apapun yang terjadi, aku ingin gadis ini terus berada di sisiku.

Tindakan Misa yang berjumpa langsung dengan “Kira” tanpa pemberitahuan apapun pada yang lain membuat strategi L dan Light sedikit berubah. Tak tanggung-tanggung, Matsuda yang telah “tewas” dirasa sangat cocok tampil di Sakura TV dan memberikan kesaksian bahwa ia tahu siapa “Kira” yang ada di Yotsuba. Sosok asli “Kira” pun tidak tinggal diam.

Kau tetap harus pergi ke sana. Kalau tidak ada, kau memang tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi kalau ada dan kau bisa menulis namanya, kau tidak akan dicurigai bila ada yang mati di Sakura TV.

Setelah jilid kemarin saya protes kenapa tidak ada update apapun pada tokoh yang tampil di sepanjang komik, pada jilid kali ini sudah ada update tokoh yang diperkenalkan, khususnya penghapusan tokoh polisi yang mati dan bertambahnya delapan orang petinggi Yotsuba. Sayangnya, jilid kali ini tidak menampilkan Ryuk. Saya penasaran kira-kira Ryuk kemana ya?

Inti konflik yang ada di jilid ini sesungguhnya bermula pada tahap wawancara Misa dengan petinggi Yotsuba yang akan menggunakannya sebagai bintang iklan. Namun, gara-gara Rem yang seenaknya sendiri menampakkan diri di depan Misa dan menceritakan siapa Misa, siapa Light, dan apa yang terjadi di masa lalu membuat rencana L sedikit berantakan.

Awalnya saya menganggap rencana L dan Light sangat bagus dan matang. Semua bagus dan tidak ada yang bisa dicurigai. Sayangnya, tindakan Misa yang ceroboh dan tidak matang membuat tidak logis taktik yang digunakan L dan Light, yang dimulai sejak Matsuda mulai muncul di Sakura TV. Beneran deh, strateginya sangat payah. Tetapi “Kira” kok ya tertipu. Zzz.

Yang paling tidak logis menurut saya adalah ketika “Kira” ingin mengetahui nama asli Taro Matsui alias nama Matsuda saat menjadi manajer Misa karena ia sangat khawatir identitasnya sebagai “Kira” akan terbongkar oleh Matsuda. Awalnya, ia mencoba menelepon Misa dan Mogi.

Namun, ketiadaan informasi siapa nama asli Matsui membuat “Kira” menghubungi direktur manajemen Misa. Dan dengan mudahnya sang “direktur” menyuruh “Kira” datang langsung ke kantornya dengan memberikan akses password pintu utama agar bisa melihat sendiri arsip nama asli Matsui (yang lagi-lagi telah dipalsukan oleh L) yaitu Yamashita Taichiro. Seriously?

Seorang direktur memberikan akses kemanan pintu masuk kantornya pada orang yang tak dikenal (terlihat dari “Kira” yang tidak memperkenalkan diri lebih dahulu) begitu saja tanpa ada kekhawatiran? Maksud saya, bisa saja kan ada yang menyalahgunakan hal itu. memang sih itu hanya taktik L semata. Namun saya juga tidak bisa mengabaikan aspek realistis dong. Huft.

Overall, jilid ini benar-benar membuat jantung saya berdebar khususnya sejak Matsuda tampil di Sakura TV dan melihat “Kira” mulai panik akan identitasnya yang akan terbongkar. Kekalutannya membuat otaknya tak bisa berpikir jernih dan “mengikuti” apa yang diperkirakan oleh L. meskipun demikian, hingga akhir komik jilid inipun saya masih dibuat penasaran karena “Kira” belum bisa diringkus padahal ia sudah terpojok di tepi jalan. Memang tidak mudah meringkusnya sebab “Kira” sudah melakukan “transaksi” dengan Rem. And then?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 5)

coverdeath5

Judul: Death Note (Jilid 5)

Sub Judul: Blackout

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, 2009

ISBN: 9789792313796

cooltext-blurb

Untuk mengamankan Misa, Light yang terdesak meminta agar dirinya disekap. Setelah itu, ia memberitahu Ryuk untuk membuang DEATH NOTE miliknya! Apa yang sedang direncanakannya? Sementara itu, diam-diam KIRA beraksi kembali!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Awal komik dibuka dengan kondisi Amane Misa, Yagami Light, dan Yagami Soichiro dipenjara oleh L. Misa dikurung karena dicurigai sebagai Kira kedua, Light dipenjara karena “merasa” menjadi Kira, dan Soichiro menyusul karena tidak kuat melihat anak kandungnya mendekam dibalik jeruji.

Tidak bisa! Sampai kuputuskan Light-kun adalah Kira atau bukan, apapun yang Light-kun katakan atau apapun yang terjadi, saya tidak akan mengeluarkanmu dari situ, terlebih ini juga atas permintaan Light-kun sendiri.

Light “mengusir” Ryuk dengan membuang hak kepemilikan death note. Akibatnya, semua ingatan tentang death note dan jati dirinya sebagai Kira menjadi lenyap. Hal ini membuat L sangat depresi karena kecurigaannya yang nyaris mutlak pada Light harus terbantahkan begitu saja. Namun, ini justru membuat Soichiro sangat bersyukur karena mereka semua akan bebas.

Setelah hampir dua minggu tidak ada “pembunuhan” massal penjahat lagi, tiba-tiba muncul Kira yang mengeksekusi banyak orang. Tidak hanya penjahat, ternyata ada orang tak berdosa yang menjadi korban. Setelah diselidiki L dan Light, ternyata Kira melibatkan orang-orang perusahaan Grup Yotsuba. Ada delapan orang yang menjadi dalang pembunuhan itu.

Pasti salah satu dari 8 orang di sini adalah Kira. Dengan begini, kita tidak bisa absen dari rapat ini. Ya, karena berarti mati.

Kedelapan orang itu adalah Ooi Takeshi, Mido Shingo, Kida Masahiko, Takahashi Eiichi, Higuchi Kyosuke, Shimura Suguru, Hatori Arayoshi, Namikawa Reiji. Mereka mengadakan “rapat” setiap jumat dan melaksanakan “eksekusi” pada akhir pekan. Mereka mengesankan bahwa yang dibunuh adalah orang jahat. Namun, ternyata ada pihak tertentu yang dieksekusi.

Belum sampai kasus ini berakhir, para penyelidik Kira yang masih berstatus polisi menghadapi pilihan yang amat sulit antara profesi atau dedikasi. Pasalnya, pemerintah memerintahkan seluruh jajaran kepolisian berhenti mengusut kasus Kira. Apabila tetap bersikeras, mereka harus mengundurkan diri menjadi polisi. Hal ini sangat membebani Aizawa.

Menangkap Kira dengan mempertaruhkan nyawa sebagai seorang polisi memang tidak salah. Tapi kalau mengejar Kira sampai harus berhenti dari kepolisian dan membuat keluarga jadi sulit, saya tidak bisa menganggapnya benar. Mati saat bertugas sebagai polisi adalah kehormatan, tapi mati saat jadi pengangguran adalah sia-sia.

Munculnya tokoh baru yang “diimpor” L dari luar negeri bernama Aiber yang profesinya sebagai penipu ulung dan Wedy si gadis pencuri yang lihai turut menyumbang keseruan cerita meskipun hanya tampil sekilas. Saya juga dibuat terkejut menyadari fakta bahwa Erald Coil, detektif bayaran yang disewa para petinggi Yotsuba ternyata adalah…baca sendiri saja ya :p

Saya tidak bisa membenci komik ini. Jalinan cerita penuh kejutan dan alur pemikiran yang memukau membuat saya tidak terasa telah membaca sembilan chapter yang disuguhkan. People change, time flies, everything can happens. Tidak ada lagi karakter hitam pekat ataupun putih cemerlang, khususnya tokoh utama. Semua serba abu-abu. Inilah keunggulan Death Note.

Sebagai pembuka, adanya sinopsis jilid sebelum-sebelumnya sebelum chapter pertama yang merangkum garis besar cikal bakal dan peristiwa penting Death Note membuat saya ataupun pembaca yang tidak marathon membaca semua seri jadi sangat terbantu. Sayangnya, perkenalan tokoh yang ditampilkan tidak diupdate alias sama teruuus. Kan jadi bosan.

Mengenai isi ceritanya, saya tidak akan bercakap lebih banyak lagi. masih tetap bagus. masih tetap stunning. By the way, halaman khusus how to use death note meskipun chapter-nya sudah berganti tetapi ada yang diulangi butir penjelasannya alias sudah disampaikan di chapter yang lalu. Saya jadi tidak terlalu tertarik lagi sih. Seharusnya setiap chapter isinya berbeda-beda.

Mengenai “hilangnya” Kira dan Kira kedua, jujur saya tidak memperkirakan akan terjadi seperti ini. Kalau semua Kira hilang, lantas bagaimana kasus ini akan berakhir? Eh ternyata ada “Kira” baru yang berasal dari grup Yotsuba. Meskipun hingga akhir jilid ini belum jelas siapa yang menjadi “Kira”, perilaku delapan orang itu sangat menjijikkan sebagai petinggi perusahaan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 4)

coverdeath4

Judul: Death Note (Jilid 4)

Sub Judul: Love

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, 2009

ISBN: 9789792313789

cooltext-blurb

Atas petunjuk L, polisi memutuskan untuk memanggil Light setelah muncul KIRA kedua. Saat itulah, Light menyadari tujuan utama yang tersembunyi dari pesan-pesan yang dikirmkan oleh KIRA palsu.

cooltext-review

*WASPADA! Revew ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Aaaargh Death Note ini semakin seru saja. Pada jilid keempat ini, pace sudah lebih cepat karena tidak seperti jilid pertama hingga ketiga yang masih membangun jalinan cerita sambil memperkenalkan para tokoh utama. Namun, jilid ini sudah seru banget.

Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid ini masih merupakan sambungan jilid sebelumnya. Munculnya “Kira” yang tamil di stasiun televisi swasta dengan menggunakan rekaman suara membuat L menjadi menyimpulkan bahwa “Kira” yang ini bukanlah Kira yang asli. Untuk mendukung kesimpulannya, ia secara khusus meminta Light hadir dan memberikan pendapat.

Kalau aku tidak bilang ada Kira palsu, kecurigaannya padaku akan semakin meningkat… Tapi, kalau aku tidak terjebak, hasilnya akan menguatan teorinya.. Hebat sekali.

Singkat kata, akhirnya ada dua Kira yang ada di sekitar Light. Ia sendiri sebagai Kira asli dan seseorang lagi sebagai Kira kedua. Siapa sangka bahwa Kira kedua ini adalah seorang model cantik berusia dua puluh tahun bernama Amane Misa. Akibat kelamnya masa lalu yang ia alami, ia tidak pikir panjang bertransaksi “mata” dengan Rem, shinigami pemilik death note.

Tidak mungkin aku memperkenalkan diri di depan orang banyak dan bilang “Senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu, Kira!” Yang penting, aku sudah tahu namanya. Langkah selanjutnya jadi mudah, apalagi namanyya aneh.

Kekagumannya apda Kira alias Light karena telah “membantunya” membuat Misa terlalu gegabah dalam bertindak. Mulai dari mengajak Light “bertemu” di tempat hitz Aoyama, menyamar seperti anak SMP, hingga langsung mendatangi rumah Light. Semua ini ia lakukan atas dasar ingin berterima kasih. Namun apa daya ia jadi mencintai Light secara sukarela.

Saya sadar, kalau kau bukan Kira, saya pasti akan baik-baik saja… Soalnya, yang tahu saya adalah L hanya Yagami-kun.

Well well well. Jilid ini jadi semakin seru karena hadirnya Misa alias Kira kedua. Jujur saya tidak menyangka akan ada tokoh penting baru yang akan muncul dengan membawa-bawa death note yang sama seperti milik Light. Sayangnya, meski Misa lebih tua daripada Light, sifat dan perilakunya sangat kekanakan. Entah ia sangat polos atau sangat bodoh, saya tidak tahu.

Munculnya Misa secara tiba-tiba di depan rumah dan minta bertemu dengan Light, mau tidak mau Light harus menerima kehadiran Misa di kehidupannya karena ia tidak punya pilihan lain. Terlebih Misa memiliki “mata” yang bisa membantu Light membunuh L. Yah, meskipun permintaan Misa harus membuat Light jadi pacaran dengan Takada Kiyomi, Shiho, dan Emi.

Saya tidak memperkirakan kondisi akan menjadi sangat pelik seperti ini padahal awal mula Death Note terasa akan minim konflik dan kepanikan. Namun demikian, saya menyukai Light maupun L. Light dengan kepandaiannya terus membunuh penjahat demi menciptakan dunia tanpa kejahatan, sedangkan L dengan kejeniusannya ingin membongkar identitas Kira yang asli.

Pada jilid ini juga saya mengetahui bahwa meskipun shinigami bisa berlaku seenaknya sendiri dengan membunuh manusia, ternyata shinigami juga bisa mati. Alasan kematian shinigami ini terasa aaawww so sweet sekali. Saya heran saja sih dengan komik yang seakan kelam dan penuh kegelapan ini, mangaka menyelipkan sebuah hal yang tidak diduga tentang shinigami.

Saya merasa identitas Kira akan segera terbongkar karena L juga sudah bilang bahwa ia yakin 99,99% bahwa Light adalah Kira. Namun, melihat jilid yang masih nomor 4, kok rasanya terlalu cepat untuk berakhir begitu saja ya. Saya jadi penasaran kejutan-kejutan apa lagi yang akan disuguhkan oleh Ohba Tsugumi & Obata Takeshi di jilid kelima. Tunggu review-nya ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 3)

coverdeath3

Judul: Death Note (Jilid 3)

Sub Judul: Hard Run

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, 2009

ISBN: 9789792313772

cooltext-blurb

Mengawasi dan diawasi…! Pertarungan antara L dan Light Yagami berkembang lewat kamera tersembunyi. Walaupun Light berhasil membuktikan dirinya tak bersalah, namun kecurigaan L kepada Light justru semakin meningkat!

cooltext-review

*WASPADA! Revew ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid ketiga ini semakin seru saja. Sembilan chapter yang disuguhkan tidak main-main dalam mengaduk-aduk emosi dan ketegangan pembaca, setidaknya saya sendiri. Komik kali ini dibuka dengan kondisi rumah keluarga Yagami yang telah dipasang kamera pengawas dan alat penyadap.

Berkat ketelitian Light, ia bisa mengetahui bahwa kamarnya telah dimasuki tanpa ijin. Kecurigaannya tentang tindakan L sangat jitu. Akibatnya Ryuk harus gigit jari karena tidak bisa bercakap dengan Light di kamar. Meski awalnya Ryuk berujar bahwa ia tidak memihak Light ataupun L, kondisi menjemukan membuatnya membantu Light mencari kamera pengawas.

Hari ini, Kira membunuh penjahat kecil. Segera setelah disiarkan, ya… Yang menarik, meskipun hari pertama, tapi keluarga Yagami-san langsung terbukti bersih…

Bukan Light namanya jika tidak bisa membunuh penjahat meskipun ada 64 kamera di setiap sudut kamarnya. Tidak sampai disitu saja, saya dibuat terkejut ketika Light sedang mengikuti ujian masuk Universitas Touou angkatan 2004. Ternyata L juga ikut ujian! Bahkan saat upacara penerimaan mahasiswa baru, Light dan L sama-sama menjadi peraih nilai tertinggi. Wow!

Sebenarnya saya curiga kalau Yagami-kun mungkina adalah Kira. Meskipun begitu, sebisa mungkin saya akan memenuhi permintaanmu.

L berniat menjadi sahabat Light karena tertarik dengan kemampuan Light. Light yang tidak mau ambil resiko akhirnya menerima kehadiran L yang menggunakan nama Hideki Ryuga menjadi temannya. Bahkan mereka berdua sempat bermain tenis bersama. Sayangnya, Yagami Soichiro yang ppingsan karena serangan jantung mengakhiri pertemuan mereka berdua.

Kira adalah anak dari keluarga yang serba berkecukupan yang masih memiliki kepolosan. Yang paling cocok adalah adalah anak SMP yang memiliki ponsel dan komputer pribadi.

Jilid kali ini masih terasa cukup datar meskipun saya dibuat terkejut dengan beberapa hal. Yang pertama adalah kelihaian Light menggunakan death note di dalam kamar meskipun hampir seluruh penjuru kamar dipasangi kamera pengawas yang membatasi gerak-geriknya. Bahan Light sampai membeli barang yang canggih seharga puluhan ribu yen untuk aksinya. Wow.

Selain itu, pada paruh akhir komik ini juga saya dikejutkan dengan kematian salah satu tim divisi investigasi kasus Kira. Ada yang bisa menebak siapa yang tewas? Antara Mogi, Ukita, Aizawa, atau Matsuda. Soichiro tidak termasuk karena ia terbaring lemah di rumah sakit karena pingsan. Awalnya saya mengira ini perbuatan Light, tetapi saya salah. Penasaran kan?

Ada hal yang membuat saya mulai menyadari bahwa buku kematian milik shinigami itu sangat kompleks. Pada hampir setiap akhir chapter ada satu halaman yang berisi how to use death note. Jika diumpamakan undang-undang, per halaman tersebut menuliskan satu bab atau satu pasal yang kemudian dirinci lagi menjadi butir-butir penjelas atau ayat.

Hingga akhir jilid tiga ini ada dua puluh lebih bab yang menjelaskan bagaimana atau apa yang terjadi saat penggunaan death note. Secara umum isinya adalah tata cara menggunakan buku atau hal-hal lain yang mendukung misalnya durasi kematian, jadwal kematian, sampai kondisi apabila death note dipinjamkan atau dicuri. Saya kagum Ryuk telaten sekali menuliskannya.

Satu hal yang tidak saya sukai dengan komik Death Note tebitan m&c! ini adalah tidak ada nomor halaman. Penerbit sebelah masih mencantumkan halaman pada beberapa bagian, namun komik ini sama sekali tidak ada halamannya. Kan saya jadi kesulitan menentukan halaman berapa pada kutipan yang saya tuliskan di atas. Sigh. Sudah ya begitu saja kesan saya saat ini~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 2)

coverdeath2

Judul: Death Note (Jilid 2)

Sub Judul: Join

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Keempat, 2009

ISBN: 9789792313765

cooltext-blurb

Setelah berhasil mengetahui nama agen FBI yang membuntuti dirinya, Light menghakimi FBI dengan keyakinan bahwa “tindakannya benar”. Sementara itu, L yang sedang mengejar Light akhirnya menampakkan dirinya…

cooltext-review

*WASPADA! Revew ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sepak terjang Yagami Light dalam menggunakan death note sudah semakin berkembang. Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid kedua ini mengisahkan berbagai kejutan yang mulai muncul dan menjadi bumbu penting dalam keseluruhan seri komik Death Note.

Awal komik dibuka dari kejadian pasca kecelakaan di sebuah bus di dekat area bermain Space Land. Seorang agen FBI bernama Raye = Penber yang sebelumnya memata-matai Light ternyata tidak dilepaskan Light begitu saja. Melalui Raye-lah Light ingin mengumpulkan nama-nama agen FBI yang berada di Jepang. Hal ini dikarenakan ia khawatir kedoknya akan terbongkar.

Ta… Tapi… Lawanku sekarang adalag seorang pembunuh yang sangat menakutan… Kalau melakukan tindakan diluar perintahnya, nanti… Tidak ada pilihan lain. Aku harus melakukan perintahnya. Kalau cuma sekedar ditulis namanya, mungkin tidak bisa dibunuh.

Light sang pemilik death note disebut sebagai Kira, yang berasal dari kata Killer atau pembunuh. Tentu saja semua agen FBI yang mencoba mengusik kehidupan Kira yang serba rahasia harus menanggung akibat yang teramat pedih. Yang unik, kematian Raye ditutup dengan amat sangat dramatis di stasiun kereta setelah melihat sendiri siapa Kira sebenarnya.

Mengatur tindakan sebelum kematian… Bukan itu saja, kalau teoriku benar.. Selain bisa mengatur tindakan, Kira juga bisa membunuh orang dengan cara lain selain serangan jantung.

Kematian Raye membuat tunangannya sendiri, Misora Naomi, mulai ambil tindakan. Rekam jejaknya sebagai agen FBI yang handal membuatnya ingin menangkap Kira dengan tangannya sendiri. Sayangnya, ia terlebh dahulu berjumpa dengan Light. Meskipun ia menyamarkan namanya menjadi Shouko Maki, Light bisa dengan lihai mendapatkan nama aslinya. Wow!

Benar! Wanita ini yakin Raye meninggal karena dia telah menunjukkan kartu identitasnya! Makanya, dia menyembunyikan identitas aslinya!

Pergerakan L juga lambat laun sudah mulai fokus dan tidak main-main. Setelah mendapatkan segelintir polisi yang bisa ia percayai, L mulai memasang siasat setelah melihat video kematian para agen FBI. Salah satu tindakan L adalah memasang kamera pengawas dan alat penyadap di dua rumah keluarga terduga Kira, yaitu keluarga Kitamura dan keluarga Yagami. Waduh!

Seperti bisa diduga, atau lebih tepatnya saya duga, jilid kedua ini sudah merepresentasikan blurb yang tertulis di jilid pertama. “Pertarungan” antara Light a.k.a Kira dengan L sang pemecah kasus sudah mulai mengerucut. Meskipun saya kurang senang dengan segala hal kebetulan yang terjadi, tetapi ya sudahlah yang penting L vs Kira/Light sudah dimulai.

Satu tokoh yang sangat saya sukai muncul (dan lenyap) di jilid kedua ini adalah Misora Naomi. Daya pikir dan nalarnya sungguh bagus saat mencari asal usul kematian tunangannya berkaitan langsung dengan Kira. Bahkan hanya dengan satu kalimat yang terucap dari mulut mendiang tunangannya, Naomi bisa dengan jitu memetakan apa yang sesungguhnya terjadi. Brilian.

Pada jilid kedua ini, peran polisi masih sama saja, tidak berguna sama sekali. Selain menjadi tokoh penting yang nampang di hadapan L, mereka masih saja “bodoh” dan tidak bisa apa-apa selain mengikuti anjuran L. Yah memang sepertinya para polisi hanya dibuat sebagai pintu gerbang L dalam menyelesaikan kasus. Sayangnya, kinerja mereka tidak terlalu terlihat jelas.

Bicara mengenai L, pada jilid ini dia sudah bisa menampakkan diri lho! Tidak seperti jilid pertama yang kebanyakan hanya berwujud suara di laptop, kali ini ia dan Watari sudah menampakkan rupa aslinya di hadapan para penyelidik di kepolisian. Ternyata L tidak seformal yang saya kira dalam hal penampilan. Ia sangat santai namun tetap pintar berpikir. Kagum!

Oh iya, pada jilid pertama dan kedua ini sudah disinggung adanya “pertukaran” yang bisa dilakukan antara Light dan Ryuk. “Pertukaran” ini sebenarnya bisa membuat Light lebih mudah dalam mencari identitas asli calon korban. Namun, Light masih sabar dan cukup pandai untuk tidak melakukan “pertukaran” itu. Bagaimana dengan jilid selanjutnya?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus