Rss

Simple Thinking About Blood Type

coverblood1

Judul: Simple Thinking About Blood Type

Komikus: Park Dong Sun

Penerjemah: Achie Linda

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 262

Terbit Perdana: Desember 2013

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, Maret 2014

ISBN: 9786027742253

cooltext-blurb

Tahu nggak sih kalau orang bergolongan darah A itu orang-orang yang halus, tapi kaku dan taat pada peraturan? Atau tahukah kamu kalau golongan darah B itu orang-orang yang kreatif dan bebas?

Apa jadinya kalau mereka disatukan? Jangan-jangan, bisa terjadi pertengkaran!

Ternyata, selain perbedaan jenis kelamin, tempat tinggal, agama, dan kondisi ekonomi, golongan darah juga bisa menentukan perbedaan sifat kita, lho.

Meski sifat seseorang tidak bisa hanya dilihat dari golongan darahnya, semoga komik Simple Thinking about Bloodtype ini bisa menghibur, sekaligus sedikit membantu kamu untuk memahami orang lain, ya!

cooltext-review

Setiap manusia di dunia ini pasti memiliki darah. Cairan ini sangat penting untuk kesehatan manusia. Mulai dari menyalurkan nutrisi ke selruh organ tubuh, membentuk antibodi untuk melawan penyakit, dan lain sebagainya. Meskipun demikian, darah satu manusia dengan manusia lain bisa berbeda sesuai dengan ciri khas masing-masing darah.

Golongan darah adalah sebuah sebutan yang membedakan jens darah manusia. Di dunia ini dikenal empat jenis golongan darah yaitu A, B, AB, dan O. Selain berfungsi sebagai penanda ketika mendonorkan dan menerima transfusi darah, golongan darah ini juga cuup dipercaya memberikan sumbangsih pada sifat dan karakter manusia yang memilikinya. Penasaran?

Buku Simple Thinking About Blood Type ini menyuguhkan empat golongan darah yang “berwujud” manusia dan berperilaku secara berbeda satu sama lain. Memang benar bahwasanya sifat dan karakter orang tidak hanya ditentukan oleh golongan darah saja. Banyak sekali faktor internal dan eksternal yang membentuk karakter tersebut.

Empat bagian yang disuguhkan di buku ini memberikan gambaran bagaimana empat “orang” yang memiliki golongan darah berbeda dapat bertindak dan berpikir sesuai golongan masing-masing. Sebagai catatan, saya memiliki golongan darah B. Jadi jangan heran ketika membaca review kali ini, kebanyakan saya akan membahas dari sisi golongan darah B hehehe.

Bagian pertama adalah Mengetahui Sifat Seseorang Melalui Golongan Darah yang memiliki 23 chapter. Salah satu yang saya suka adalah chapter berjudul Cara Belajar Anak Golongan Darah. Seperti yang kita ketahui, anak-anak memiliki cara dan sikap sendiri-sendiri ketika belajar. Nah, gambaran golongan darah B yang seharusnya belajar ini terasa saya banget! Hahaha.

Golongan darah B tidak menyukai kata ‘belajar’. Karena itu, belajar sambil bermain lebih disarankan untuk anak golongan darah B karena bisa membuatnya tertarik. (Halaman 78)

Bagian kedua berjudul Hubungan Sosial Antargolongan Darah yang memiliki enam chapter memberikan gambaran bagaimana keempat golongan darah saling berinteraksi satu sama lain. Lagi-lagi saya merasa “tertampar” saat membaca chapter Percakapan Golongan Darah B. sifatnya yang terlalu santai kadang membuat lawan bicaranya terasa tidak dihargai. Hiks :(

Dasar anak nakal! Hei- hei- kau dengar ceritaku, kan? Ceritaku masuk ke lubang pantatmu, ya? (Halaman 121)

Nah, ada lagi yang lucu ketika membaca bagian ketiga yaitu Cerita Seru Golongan Darah. Salah satu dari 23 chapter yang saya sukai adalah Menagih Utang. Dikatakan bahwa golongan darah B menagih secara langsung. Ah ini benar sekali. Saya memang tipikal malas membiarkan utang orang lain berlarut-larut. Maklum saja, uang adalah hal yang sangat sensitif dalam hidup ini.

Hei! Kembalikan uangku~ Mulai besok kamu mencicil seribu won per hari. Kalau sudah menjual tanah, pasti punya uang, kan? (Halaman 159)

Etelah tiga bagian dipenuhi tentang karakter golongan darah, bagian terakhir berjudul Diary Bergambar Si Cowok Gila. Bagian ini spesial karena menyuguhkan 37 diary dari sang komikus alias Park Dong Sun. Tema dan gaya gambarnya campur aduk. Namun demikian, saya suka dengan diary nomor 16 yang memiliki kalimat quotable dipadukan gambar yang menyentuh.

Takdir itu… Bukan sesuatu yang diakhiri. Tetapi sesuatu yang harus dibuka. Meski salah satu ikatan takdir yang tersisa memberikan beban berat seperti ini, tetap tidak boleh mengakhirinya dengan bodoh seperti itu. (Halaman 220-222)

Secara umum, buku ini sangat menarik. Bagaimana setiap golongan darah bersikap dan berpikir sesuai karakternya masing-masing kadang membuat beberapa golongan darah yang lain terkena imbasnya. Contohnya ketika janjian jam 3 sore. Golongan darah B masih santai-santai hingga jam 4 sore dan membuat golongan darah A, O, dan AB marah-marah. Hahahaha.

Kalau berbicara golongan darah  yang menyebalkan, saya rasa jawaranya ada di golongan darah  AB. Si golongan darah AB ini sering sekali merendahkan orang di buku ini. mulai dari menyebut manusia rendahan, orang tidak berguna, dan lain sejenisnya. Dipikir-pikir golongan darah AB ini kok berlidah tajam sekali ya. Pukpuk golongan darah yang lain :)

Beberapa bagian menunjukkan overlapping karakter antara satu golongan darah dengan yang lainnya. Golongan darah A bisa mirip O, golongan darah AB bisa seperti B, dan lain sebagainya. Memang pada kenyataannya tidak ada yang 100% berbeda satu sama lain. Namun demikian, saya mengharapkan ada batas yang jelas pada setiap golongan darah agar terlihat keunikannya.

Saya menyarankan jangan membaca buku ini dalam sekali duduk. Saya merasakan ketika mencoba membaca buku ini secara langsung, saya merasa bosan sekali. Memang seharusnya jalinan komik di buku ini bisa dinikmati sepotong-sepotong dan santai. Lebih terasa menarik dan lucu dibandingkan sekali baca tapi malah merasa bosan sekali.

Terjemahan buku ini pada beberapa bagian sangat kaku dan menyebalkan. Apakah karena hal ini saya merasa jenuh dan muak, saya tidak tahu. Mungin iya, mungkin juga tidak. Saya sih inginnya terjemahannya luwes dan kalau bisa disesuaikan dengan Indonesia. Misalnya menggunakan “sih”, “gimana”, atau yang lain. Sehingga bisa terbaca natural.

Yah, demikian sepatah dua patah kesan dari saya tentang buku Simple Thinking About Blood Type yang pertama ini. Pertama? Berarti ada kedua dan selanjutnya? Ya benar sekali. Nantikan jilid kedia dan ketiga dan selanjutnya ya. Sudah siap baca kok. Semoga pendapat saya lebih positif dibandingkan jilid perdana ini. Semoga :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Sunset on Third Street (Jilid 5)

coversunset5

Judul: Sunset on Third Street (Jilid 5)

Sub Judul: Kumpulan Cerita Terbaik Chapter 5 “Kakak Laki-Laki, Kakak Perempuan”

Judul Asli: Sanchome no Yuuhi Kessaku Shu

Komikus: Saigan Ryohei

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 264

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792334807

cooltext-blurb

Gimana sih rasanya jadi kakak? Jadi kakak harus sering mengalah dengan adik, kan! Ini suka bikin Mami kesal. Ia selalu merasa ibunya memanjakan kedua adiknya. Ibu selalu menyuruh melakukan pekerjaan rumah tangga. Suatu hari, ibu berpesan untuk Mami menjaga adik-adiknya. Ternyata, tiba-tiba ibu pergi meninggalkan rumah. Mami pun harus menggantikan peran ibunya.

cooltext-review

Setelah dibuat tersentuh dengan jilid keempat komik Sunset on Third Street yang lalu, kali ini saya akan menyuguhkan sejumput kesan-kesan saat membaca jilid kelima. 19 chapter yang disuguhkan di jilid ini sedikit banyak membuat saya baper. Selain cerita sederhna yang mengharukan, tema keluarga khususnya saudara sangat erat kaitannya dengan emosional saya.

Tentu saya tidak akan membahas semua chapter satu persatu. Soalnya saya malas pasti kepanjangan broo. Jadi kali ini saya akan mengungkapkan kesan dan pendapat saya pada lima cerita paling membekas dalam sanubari. Oh sekadar info, cerita yang dimuat di blurb komik ini ternyata tidak termasuk cerita yang menyentuh sisi emosional saya. Yuk langsung mulai saja.

Kakak Laki-Laki & Adik Perempuan adalah cerita pertama yang mengharukan sekaligus menggelikan. Ceritanya ada Kitano, anak laki-laki masih SD yang memiliki adik perempuan bernama Atsuko. Kitano sangat malu memiliki adik seperti Atsuko karena adiknya tidak cantik dan anggun. Sampai-sampai ia tidak mau mengakui Atsuko sebagai adik di depan kawannya.

Waktu pun berlalu. Atsuko bukan lagi seorang bocah cilik yang lusuh dan cuek dengan penampilan. Ia tumbuh menjadi gadis cantik dan mempesona. Kitano sangat terkejut dengan perubahan Atsuko. Ia menjadi overprotektif. Ada cowok bernama Matani dan Taniwari yang ingin mendekati Atsuko saja membuat Kitano senewen. Tapi, apakah semua belum terlambat?

Hoi, Atsuko! Pokoknya mulai sekarang kalau ketemu aku di jalan, kau jangan dekat-dekat! Pokoknya jangan panggil aku Kakak, mengerti?! (Halaman 38)

Bunga Cosmos adalah kisah selanjutnya yang sangat menyentuh. Cerita ini mengisahkan tentang sepasang gadis kembar bernama Haruko dan Akiko. Sejak kecil hingga SMP mereka berdua selalu mengenakan baju dan model rambut yang sama persis. Menginjak dewasa akhirnya mereka sudah meninggalkan kebiasaan itu. Untuk urusan masa depan pun mereka berbeda.

Haruko berambisi menjadi karyawati kantoran yang mandiri. Sedangkan Akiko ingin memperdalam ilmu rumah tangga agar bisa menjadi istri yang baik. Sayangnya, kebiasaan menyukai hal yang sama terulang kembali saat menentukan pendamping hidup. Laki-laki dambaan Haruko justru melamar Akiko. Apakah hal itu akhir kehidupan Haruko?

Jangan-jangan dia salah sangka, dikiranya Akiko itu aku? Benar, pasti dia salah! Yang dia sukai sebenarnya itu aku… (Halaman 110)

Cemburu menurut saya adalah cerita yang sangat lumrah dialami oleh seorang yang baru saja menjadi kakak, khususnya saat usia masih anak-anak. Mika adalah gadis cantik yang selalu dimanja oleh orang tuanya. Bertahun-tahun menjadi anak tunggal membuat Mika tak kekurangan aksih sayang. Hingga suatu ketika Mika memiliki adik baru dari sang ibu.

Kotaro yang masih bayi tentu membutuhkan perhatian ekstra. Hal ini membuat Mika merasa diabaikan. Ibunya terkesan lebih perhatian pada Kotaro. Hingga suatu hari, Mika menginginkan Kotaro mati saja agar Mika bisa mendapatkan perhatian seperti dulu. Untuk mewujudkan keinginannya, Mika turut melibatkan kucing hitam dan mainan Kotaro. Waduh gimana nih!

Mika, kau harus paham, ya. Mama sangat menyayangi Mika. Tapi Kotaro masih kecil dan lemah, makanya kita semua harus sungguh-sungguh merawat dan melindunginya. (Halaman 171)

Kelinci Salju menurut saya adalah cerita yang berakhir sedih. Yumiko adalah adik dari Yukiko. Perbedaan usia yang cukup jauh membuat Yukiko mengasihi Yumiko seperti adiknya sendiri. Suatu ketika, Yukiko harus dirawat di rumah sakit karena sakit parah. Sejak saat itu pula Yumiko rutin mejenguk kakaknya bersama sang ibu dua minggu sekali.

Yumiko terlihat cukup risih dengan kebiasaan dua minggu sekali itu. Ia ingin bermain bersama teman-temannya daripada harus pergi ke rumah sakit menjenguk kakak yang sakit-sakitan. Awalnya Yumiko merasa malas dan tidak semangat. Namun lambat laun ia menyadari bahwa rutinitasnya ke rumah sakit akan berakhir beberapa saat lagi. Hiks jadi sedih :(

Ingatan disayangi oleh kakaknya waktu kecil semakin menipis… Yang ada di dalam perasaan Yumiko sekarang hanyalah sebagai adik yang sekali-kali harus menjenguk kakaknya saja. (Halaman 194)

Rumput Hijau yang menceritakan Megumi Nakahara dan adiknya, Emi Nakahara terasa sangat realistis. Awal cerita dibuka dengan Megumi yang sangat tidak mendukung Emi bisa lulus ujian masuk di SMA tempat Megumi bersekolah. Hal ini ia sampaikan karena tidak ingin teman-temannya tahu bahwa Emi adalah adiknya. Ia berujar reputasi populernya bisa hancur.

Emi yang pada dasarnya mengagumi sang kakak justru terpacu semangatnya menembus SMA yang sama. Waktu berselang. Kehadirannya di sekolah Megumi membuatnya salah tingkah. Ia dilarang mendekati Megumi padahal cowok pujaannya sekelas dengan Megumi. Sebuah kejadian terjadi yang membuka mata Emi tentang status asli Megumi di sekolah. Apa itu??

Waktu itu, kakak Emi sedang sendirian membaca buku di sudut kelas. Entah kenapa, dia terlihat kecil dan kesepian. (Halaman 250)

Jilid kelima komik ini terasa sangat kental nuansa keluarganya. Saudara yang saling mengasihi ataupun tidak turut memberikan warna tersendiri untuk setiap cerita. Hubungan kakak adik yang disajikan dalam sebuah cerita terkadang bukan ikatan saudara kandung. Ada yang berstatus saudara tiri atau bisa juga bentuk saudara yang “lain” tapi tetap dekat satu sama lain.

Hampir semua cerita memiliki lini masa yang cukup panjang. Rata-rata melewati banyak tahun. Bisa hitungan beberapa tahun tapi ada juga yang hingga belasan tahun kemudian. Jadi berbeda dengan jild keempat kemarin yang hampir semua berlatar tahun 1955. Di jilid ini, beraneka macam. Meskipun demikian, identitas masa lalu masih tetap terasa kok dari berbagai sisi.

Namanya saja rentang waktu yang cukup panjang. Konflik yang disajikan juga beragam. Kebanyakan dipenuhi oleh masalah keluarga. Mulai dari yang sepele berebut boneka antar saudara, kecemburuan pada anggota keluarga lain, hingga yang berat mengenai perceraian dan kematian. Khusus alasan terahir, saya lihat banyak sekali cerita yang tokohnya mati mendadak.

Satu hal yang saya suka dari komik ini adalah latar belakang sangat padat dan penuh. Sang mangaka membuat hampir setiap panel tidak menyisakan ruang kosong yang sia-sia. Ada saja yang digambar. Misalnya dinding, tidak hanya polos. Ada lukisan, foto keluarga, jam dinding, lemari, dan lampu. Tapi hal itu tidak membuat sesak penglihatan. Justru terasa “niat” dan riil.

“Niat” itu juga tersaja pada satu hal unik yaitu perkenalan tokoh utama masing-masing chapter sebelum halaman daftar isi. Sebelum membaca 19 cerita, saya sebagai pembaca sudah tahu siapa tokoh utama yang akan berperan. Namun, seringnya saya malah membaca bagian ini setelah baca semua ceritanya sampai habis hehehe.

Sedikit berbeda dengan jilid keempat yang mengisahkan pertokoan dalam satu blok yang sama sehingga banyak tokoh sebuah cerita yang menjadi figuran di cerita yang lain, di jilid kelima ini hampir masingmasing cerita tidak ada hubungannya dengan kisah yang lain. Kalaupun ada juga sangat sedikit. Seolah mereka semua berasal dari daerah dan waktu yang berbeda.

Imbasnya, saya menemukan cukup banyak tokoh yang fisiknya sangat mirip bahkan sama persis dengan cerita yang lain tetapi memiliki nama yang berbeda. Ya iya sih, 19 cerita dengan kebutuhan rata-rata 3 tokoh tentu memerlukan 57 tokoh yang berbeda. Terlebih tokoh tersebut harus unik sikap ataupun fisiknya. Saya paham hingga akhirnya ada tokoh yang mirip-mirip.

Narator alias yang bukan termasuk dialog atau monolog karakter mengambil sudut pandang serba tahu. Cukup begus keputusan mangaka mengambil sudut pandang ini. hal ini dikarenakan pada umumnya komik hanya akan terpaku pada sudut pandang tokoh yang bersangkutan. Dengan adanya narator serba tahu jalinan cerita lebih mudah diikuti.

Well, komik ini masih sukses membuat saya memberikan penilaian maksimal karena cerita sederhana dan menyentuh. Tema keluarga khususnya hubungan antar saudara juga terasa erat dengan hidup saya yang bukan anak tunggal. Saya rasa memang kekuatan terbesar komik ini adalah kesederhanaannya. Namun demikian, justru bintang lima yang saya berikan. Great!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Sunset on Third Street (Jilid 4)

coversunset4

Judul: Sunset on Third Street (Jilid 4)

Sub Judul: Kumpulan Cerita Terbaik Chapter 4 “Pertokoan Kota Yuuhi”

Judul Asli: Sanchome no Yuuhi Kessaku Shu

Komikus: Saigan Ryohei

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 256

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792334449

cooltext-blurb

Nobuo, pemilik toko alat tulis Usui, berusia 29 tahun. Ia masih bujangan. Padahal ia cowok yang rajin, pekerja keras dan cukup ganteng. Ibunya berniat menjodohkannya, tapi Nobuo tidak mau. Suatu hari, Ippei, anak pak Suzuki pemilik bengkel Suzuki Auto, memergoki Nobuo memainkan morse dengan cewek yang tinggal di rumah besar yang ada di atas bukit. Ippei pun penasaran.

cooltext-review

Setelah beberapa lama saya membaca komik yang memiliki tensi tinggi dan menegangkan, kali ini saya mencicipi komik dengan tema slice of life yang sederhana dan biasa saja. kalau menengok info di goodreads sih, komik ini memiliki tanggapan yang cukup positif karena kesederhanaan cerita yang mampu menghangatkan hati pembacanya. Benarkah demikian?

Komik ini memilih setting tempat di area pertokoan Kota Yuuhi di blok tiga pada tahun 1955. Saat itu ceritanya Kota Yuuhi sedang dalam masa berbenah diri setelah mengalami perang dunia. Banyak toko yang hancur. Banyak pula korban jiwa yang berjatuhan. Satu persatu toko-toko mulai bangkit kembali dan merintis masa depan yang diharapkan akan lebih baik.

17 cerita lepas yang disajikan di komik jilid keempat ini terasa sangat padat. Satu cerita mengisahkan satu toko yang ada di blok tiga Kota Yuuhi. Jadi total ada tujuh belas cerita dari tujuh belas toko yang ada. Sangat menarik. Oh iya, karena toko-toko tersebut masih dalam satu blok, maka jangan heran banyak tokoh dari cerita lain yang berseliweran di cerita toko lainnya.

Selembar Foto adalah salah satu chapter yang menarik. Toko yang dibahas adalah Studi Foto Takagi. Toko yang dikelola Takagi Tomi ini sangat mengedepankan kebahagiaan pelanggannya. Selain berusaha keras agar hasil foto tampak menarik tanpa bantuan photoshop ataupun media digital lain, Tomi memiliki keahlian tentang kamera dan foto yang diwarisi dari sang ayah.

Meskipun ini adalah cerita rekaan, banyak diselipkan info yang cukup banyak tentang tujuh jenis kamera. Informasi ini ditampilkan disetiap sudut-sudut sepanjang cerita. Di akhir kisah, ada tambahan halaman khusus yang memuat info kamera tersebut yang sangat panjang dan cukup rinci. Kalau boleh saya katakan mungkin itu layaknya wikipedia hehehehe.

Meskipun kalau orang lain yang melihatnya tidak merasa menarik, tapi bagi dirinya, itu adalah kenang-kenangan yang sangat berharga… Tidak perlu foto seni untuk membuat banyak orang terkesan. (Halaman 55)

Toko Alat Tulis Usui adalah salah satu chapter yang unik juga. Sesuai judulnya, toko yang dibahas disini adalah Toko Alat Tulis Usui yang dikelola oleh Usui Nobuo. Ia adalah sosok lelaki mapan yang tampan di usia 29 tahun. Hingga saat itu, dia belum ada tanda-tanda akan menikah. Sering sekali tetangga yang lewat membicarakan status Nobuo yang masih perjaka.

Siapa sangka langkah diam-diam yang diambil Nobuo dalam rangka mencari pendamping hidup ternyata bisa dipecahkan oleh Suzuki Ippei, anak kecil yang biasa membeli dagangan Nobuo. Meski awalnya Ippei hanya menciptakan alat pembuat sandi morse dan ingin menggunakannya untuk bermain, ternyata alat itu bisa mengendus perilaku Nobuo. Hmm :)

Besok jam 6 sore di jejak kaki raksasa… Apa, ya? Jejak kaki raksasa? Rasanya aku sudah pernah dengar itu? (Halaman 89)

Chiyoko, Hiroko, dan Yumiko adalah tiga sahabat karib sejak kecil. Ketika menghadiri festival kembang api akhir tahun, ketiganya secara tidak sengaja melihat bintang jatuh. Sontak ketiganya meminta permohonan pada bintang itu agar kelak bisa terkabul. Obrolan mengalir hingga topik rencana sekolah mereka ke jenjang SMA. Chiyoko tidak bisa lanjut sekolah.

Ya benar, Chiyoko berasal dari keluarga kurang mampu sehingga ia harus putus sekolah pada jenjang SMP. Chapter Memohon pada Bintang ini sangat mengharukan ketika waktu berlalu hingga lima tahun kemudian dan Chiyoko mulai bertanya tentang masa depannya sendiri. Apakah permohonan pada bintang jatuh lima tahun yang lalu tak bisa terkabul?

Sudah lima tahun, ya… Waktu terus berjalan dan semua teman-temanku sudah sukses, sepertinya aku saja yang tertinggal. Padahal sebentar lagi umurku 20 tahun. (Halaman 132)

Pohon yang Kering adalah chapter yang menghangatkan hati. Kisahnya ada seorang nenek bernama Tokugawa Sumako. Sehari-hari ia tinggal sendiri di sebuah rumah besar sambil berjualan teh dan mengajar Chanoyu atau seni membuat teh setiap akhir pekan. Ia dikenal sebagai wanita tua yang anggun dan lembut. Banyak orang kagum kepada perangainya itu.

Di sisi lain, ada nenek lain bernama Kin Oda. Sehari-hari ia berjualan rokok dan makanan kecil di kios kecil depan rumahnya. Ia sama-sama tinggal sendiri karena suami dan anak semata wayangnya telah meninggal. Nenek Oda terasa berbeda 180 derajat dibandingkan Nenek Tokugawa. Bahkan ia cenderung benci pada nenek penjual teh itu. Bagaimana selanjutnya?

Sama-sama sebagai orang tua yang tinggal sendirian seperti ini, kenapa perbedaannya besar sekali, ya… Entah apa aku harus marah atau iri… Dunia ini tidak adil. (Halaman 170)

Tungku Arang Nenek adalah chapter palig mengharukan yang saya temui di komik jilid ini. Ishino Yoshio adalah seorang anak dari penjual tahu di Toko Tahu Ishino. Ia tinggal bersama ayah, ibu, dan neneknya yang telah renta. Ayah dan ibunya sibuk mengurus toko sehingga tanggung jawab merawat nenek ada pada Yoshio. Meski demikian, Yoshio tidak mengeluh.

Suatu hari, Yoshio yang sepulang sekolah harus segera pulang dan membersihkan pispot neneknya sedikit nakal dengan tidak pulang hingga malam. Yoshio tidak menyadari bahwa hari itu adalah pertemuan terakhirnya dengan sang nenek. Sungguh mengharukan melihat interaksi Yoshio dan nenek sehari-hari. Kepergian nenek juga bukan hal yang mudah bagi Yoshio.

Yoshio adalah cucu nenek yang hanya bisa duduk saja di sebelah arang karena kakinya sudah tidak bisa lagi digerakkan. (Halaman 228)

Semua cerita di komik ini bagus. Saya tidak bisa tidak menyukai cerita yang ada di sini. Setting tahun 1955 dalam suasana pasca perang sangat terasa. Bagaimana toko-toko mulai berbenah, tidak ada satupun tokoh dan toko yang kaya raya, benar-benar mengambarkan bagaimana kebahagiaan bisa terbentuk karena satu hal yang sederhana. Ada sensasi hangat di dalam dada.

Komik ini juga memuat cukup banyak fakta sejarah, khususnya sejarah Jepang pada saat itu. Mulai dari cial bakal kedai berlampion merah, macam-macam ukuran penjualan produk sake, shoyu, beras, dan lainnya, mode pakaian yang sedang berkembang, hingga penggunaan mobil jadul oleh salah seorang pemilik toko. Sungguh menarik menyaksikannya dalam bentuk komik.

Semua tokoh utama dalam setiap cerita di komik ini adalah tokoh yang miskin, menderita, atau bahkan sengsara. Saya menyukai bagaimana kemiskinan tersebut dijual dengan apik dan sederhana oleh sang mangaka sehingga membuat kemiskinan itu bukanlah hal yang menghalangi kebahagiaan. Memang kebanyakan hal sepele, namun hal itu sangat membekas.

Munculnya tokoh dari cerita lain sebagai figuran di cerita toko tertentu membuat dunia Kota Yuuhi terasa nyata. Mereka tidak hanya muncul satu kali kemudian pergi. Mereka masih ada. Mereka masih berjuang untuk toko masing-masing. Meskipun mereka hanya tampil sekilas, saya justru suka bahwa mangaka tidak melupakan dan justru melibatkan tokoh lain. Cool!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Onikirimaru (Jilid 5)

coveroni5

Judul: Onikirimaru (Jilid 5)

Sub Judul: Pedang Penakluk Iblis

Komikus: Kusunoki Kei

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2002

cooltext-blurb

Kemudian… Di desa yang terbakar habis itu ditemukan tengkorak anak kecil berbentuk aneh… Namun seiring dengan waktu, tengkorak itu perlahan menjadi debu… Kinasa… Jeritan Iblis… Tempat Momiki tertidur abadi… Tempat jeritan si iblis kecil…

Pemuda itu tidak bernama. Ia mencium kehadiran iblis-iblis dan berusaha menemukan tempat persembunyian mereka. Perburuannya selalu diakhiri dengan terhunusnya sebuah pedang. Pemuda itu tidak bernama, tapi pedang itu bernama Pedang Penakluk Iblis…

cooltext-review

Haloo! Sesuai janji saya pada review sebelumnya, kali ini saya akan menghadirkan sedikit ulasan dan kesan setelah membaca komik Onikirimaru jilid kelima. Kali ini ada enam chapter utama dan dua chapter tambahan yang disuguhkan. Chapter pertama adalah Dewa Iblis Laut bagian ketiga. Karena bagian pertama dan kedua saya tidak tahu, saya skip mengulas bab ini.

Chapter kedua hingga keenam berjudul Momiji, masing-masing terdiri dari bagian satu hingga bagian lima. Saya rasa bagian Momiji ini cukup panjang dibandingkan jilid tiga yang sebelumnya baca. Ya iya laah, wong jumlah bab nya aja ada lima wkwkwk. Langsung saja ya disimak kesan-kesan saya membaca jilid ini hehehe.

Alkisah, di Perfektur N khususnya di Desa Kinasa, ada legenda yang menyebutkan banyak iblis bersemayam di desa itu. ada satu iblis berwujud manusia yang unik. Namanya Momiji. Ia sering membantu warga sekitar namun juga hobi membunih warga desa lain. Akibatnya Momiji sering disebut Wanita Mulia meskipun pada dasarnya ia tetaplah iblis.

Pada akhir hayatnya, Momiji melahirkan seorang anak yang diberi nama Tsunewakamaru. Keberadaan anak ini hilang hingga suatu ketika seorang anak laki-laki bernama Susumu merasa sayup-sayup ada yang memanggilnya dengan sebutan Tsunewakamaru. Singkat kata, panggilan itu berasal dari Momiji yang kemudian membuat tragedi berdarah di rumah Susumu.

Susumu tidak bisa bicara karena shock. Seluruh keluarganya terbunuh. Dia kehilangan kata-kata… Entah apa yang dilihatnya… (Halaman 45)

Sae Goto, gadis cantik yang berprofesi sebagai reporter berita mendatangi Desa Kinasa karena ingin berjumpa dengan sang pembawa pedang pembunuh iblis. Perjumpaannya dengan Susumu semakin rumit ketika sang iblis wanita dari Arakuyama,, Momiji, memerintahkan Susumu membangkitkan empat iblis raja langit yaitu Onitake, Kumatake, Washio, Igase. Aduh!

Kau dapat membangkitkan para iblis hanya dengan mengucapkan mantra… Nah, bangkitkanlah kami kembali! (Halaman 73)

Meninggalkan Desa Kinasa, dua chapter spesial tergabung dalam satu tema yang sama berjudul Twilight Channel. Tema ini terdiri atas dua cerita. Yang pertama adalah Aku Penggemarmu! Chapter ini mengisahkan seorang penyanyi terkenal bernama Takeda Yuko. Saking bekennya, dia dilarang berkeliaran sendiri tanpa pengawal karena dirasa membahayakan diri sendiri.

Sepertinya Yuko ini masih muda. Jadi dia mengelabuhi pengawalnya gitu dengan menyamar pakai pakaian jadul dan pergi melenggang santai. Sayang, ia bertemu dengan seorang penggemar yang berlaku kasar. Tak sampai disitu, ketika kedoknya terbongkar, orang-orang sekitar mulai bertindak anarkis dan tidak terkontrol. Bagaimana nasib Yuko kemudian?

Kamu nggak bisa tidur karena mikirin aku… Kamu bilang “Jangan lepas tanganmu, ajak aku ke kamarmu.” Kan? (Halaman 153)

Kejanggalan Ke-7 adalah cerita kedua dari Twilight Channel. Tagami dan Morimoto bersekolah di tempat yang disinyalir memiliki tujuh kejanggalan di sekolah. Setelah sebelumnya disiarkan enam kejanggalan di televisi, Tagami, Morimoto, dan teman lainnya penasaran dengan kejanggalan ketujuh. Sayangnya, tidak semua orang mengetahuinya. Kecuali…Morimoto.

Ya benar, Morimoto menantang Tagami membuktikan kejanggalan ketujuh dengan menaiki tanga sekolah pukul enam sore. Konon, hanya siswa laki-laki yang bisa menyaksikan sosok misterius itu. Awalnya Tagami tidak percaya. Namun, Morimoto dan teman lainnya mengolok Tagami. Akhirnya Tagami bersedia. Benarkah semua yang dikatakan Morimoto? Hiii….

Didorong oleh murid laki-laki. Lehernya patah karena terjatuh… Lehernya tergantung di pundaknya. (Halaman 174)

Jujur komik jilid kelima ini sangat lebih baik dibandingkan jilid ketiga yang saya baca sebelumnya. Jalinan ceritanya lebih padat dan menegangkan. Tidak seperti jilid ketiga yang hanya sepotong dan tidak jelas. Karena saya tidak membaca bagian pertama dan kedua, chapter berjudul Dewa Iblis Laut tidak terlalu saya nikmati. Oke lanjut.

Chapter berjudul Momiji sangat menegangkan. Ckup banyak iblis yang berperan disini. Terlebih kebodohan warga desa yang memuja Momiji sebagai Wanita Mulia membuat saya sangat geram. Halo, dia itu iblis lho. Membunuh warga desa lain. Kok malah dipuja, sih. Pun demikian dengan Susumu yang harus menjadi korban karena arwah Momiji yang ingin dibangkitkan.

Saya suka bagaimana Sae dengan sukarela merawat Susumu yang sedang shock karena seluruh keluarganya terbunuh. Saya juga suka bagaimana Susumu bersikap layaknya manusia dan tidak menuruti permintaan ibunya sendiri yang berwujud iblis. Meskipun demikian, pemusnahan iblis yang terlanjur bangkit oleh Susumu terasa cukup dipaksakan, sih.

Bagaimana dengan kehadiran pemuda-misterius-pembawa-onikirimaru? Ironis, dia sebagai tokoh utama justru tidak terlalu berperan penting. Susumu dan Sae lah yang menjadi tokoh fokus cerita Momiji ini. padahal seharusnya porsi pemuda-misterius-pembawa-onikirimaru ini bisa lebih banyak dan kompleks dibandingkan hanya sekadar terkapar diserang iblis. Huft.

Dua chapter tambahan Twilight Channel memiliki jalinan cerita yang menurut saya lebih kekinian dibandingkan cerita utama yang terasa jaman dahulu banget. Dua cerita ini juga sukses menghadirkan akhir kisah menggantung dan misterius yang membuat keduanya jauh lebih baik dibandingkan cerita utama. Berbagai pertanyaan setelah akhir kisah adalah nilai jualnya. Wow.

Kalau membahas yang tidak saya sukai dari komik ini, mungkin adalah rambut dari pemuda-misterius-pembawa-onikirimaru. Beneran deh, poni yang terasa tidak seimbang dan aneh banget itu membuat saya risih. Mungkin itu adalah ciri khas ataupun keunikan karakter. Tetapi maaf saja, saya justru tidak suka dengan cowok berpolem aneh dan nggak banget itu hahahaha.

Akhir kata, saya hanya bisa mengulas sampai sini saja. Komik ini berpotensi menghadirkan kisah yang menegangkan dengan storytelling yang baik. Mungkin di jilid-jilid selanjutnya? Entahlah. Namun yang jelas, jilid ketiga dan kelima yang telah saya baca sebelumnya belum membuat saya suka dengan kisah yang disuguhkan. Sayang sekali.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Onikirimaru (Jilid 3)

coveroni3

Judul: Onikirimaru (Jilid 3)

Sub Judul: Pedang Penakluk Iblis

Komikus: Kusunoki Kei

Penerjemah: Sugi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2002

cooltext-blurb

En no Otzunu… Dia bertapa selama 40 tahun untuk menguasai ilmu sihir… Ia diasingkan dan mengembara tanpa arah… Ia dapat mengendalikan manusia dengan pikirannya… Ia berhasil menguasai dunia berkat bantuan iblis… …Yang dikenal dengan iblis Otzunu…

Pemuda itu tidak bernama. Ia mencium kehadiran iblis-iblis dan berusaha menemukan tempat persembunyian mereka. Perburuannya selalu diakhiri dengan terhunusnya sebuah pedang. Pemuda itu tidak bernama, tapi pedang itu bernama Pedang Penakluk Iblis…

cooltext-review

Komik yang cukup sadis dengan darah di mana-mana sepertinya sangat jarang saya baca. Selain terkadang saya berpikir komik model seperti itu hanya “menjual” darah sebagai hal yang dirasa menarik, ceritanya juga bisa saja tidak terlalu seru. Yah, seperti layaknya film gore dan thriller seperti itu deh. Namun, tidak ada salahnya mencoba, bukan? Mari baca Onikirimaru ini.

Saya mendapatkan komik ini secara random. Jadi mohon maaf saya tidak membaca jilid perdananya. Mungkin pendapat atau ulasan saya menjadi bias karena kekurangan saya tersebut. Namun saya berusaha akan tetap memberikan penilaian untuk jilid yang memiliki enam chapter yang terdiri atas bagian awal dan bagian akhir ini. Semoga bisa ya. Lanjuut~

Chapter pertama dan kedua berjudul Otzunu. Seorang gadis remaja bernama Naruze Moeko adalah anak mujur dan beruntung karena ulah En no Otzunu. Ia selalu terhindar dari malapetaka ketika suatu bencana hampir menghinggapinya. Misalnya ketika air keras tidak menimpa kakinya, bola kasti yang meledak sebelum mengenai kepalanya, dan lain sebagainya.

Yuki sangat percaya pada keberuntungan sahabatnya itu. Sayang, ia justru mendapat kemalangan tertimpa jendela kaca yang dilemparkan oleh Isaoka yang masih dendam kakinya terkena air keras gara-gara “keberuntungan” Moeko. Awalnya kaca itu ditujukan pada Moeko. Tetapi tiba-tiba justru Yuki yang terkena sial. Benarkah memang Moeko orang yang mujur?

Aku… Aku pedang penakluk iblis… Iblis itu ada, khan? Dari dalam perutmu dia memanggilku! Mungkin dia cuma menggangguku saja? (Halaman 25)

Iblis Pemangsa Anak adalah chapter ketiga dan keempat. Awal kisah dibuka oleh tewasnya seorang anak kecil bernama Okanoemi yang ditabrak Kobayashi Tadashi saat mengendarai mobil. Sayangnya, kematian Okanoemi justru membangkitkan iblis pemangsa anak-anak sehingga membuat mayat Okanoemi dan si penabrak hilang tanpa jejak karena dimangsa iblis.

Beberapa hari kemudian, dua sahabat karib bernama Akira dan Shinchan bolos sekolah karena lupa mengerjakan PR. Naas, hari itu keduanya bertemu dengan iblis yang kelaparan dan ingin memangsa anak-anak. Shinchan harus meregang nyawa disaksikan Akira. Meskipun pedang penakluk iblis telah menebas iblis itu, ketakutan Akira bisa membangkitkan sang iblis kembali.

Dia belum bangkit, tapi kalau… kau terus begini, dia akan hidup lagi. Dia, iblis pemangsa anak. Darah, daging, dan perasaan adalah sumber kehidupannya. Mengerti? (Halaman 111)

Chapter kelima dan keenam sekaligus bab terakhir adalah Kebangkitan Iblis. Alkisah belasan tahun silam ada iblis yang bertemu dengan wanita yang telah hamil tua. Awalnya si wanita berteriak dan menganggap iblis tersebut telah hilang. Yang tidak ia ketahui, iblis tersebut ternyata bersarang di janin wanita itu, menunggu saatnya terlahir kembali ke dunia.

Takahiro adalah janin yang telah lahir itu. Ia adalah adik laki-laki satu-satunya dari Kaori. Takahiro sangat menyayangi Kaori. Yang tidak Takahiro sadari, sang iblis yang telah bersemayam di tubuhnya mulai merasuk keluar dan ingin segera bebas dari bentuk manusia. Apa yang selanjutnya terjadi? Bagaimana sang pembawa pedang menyelamatkan Takahiro?

Sudahlah! Kau selamat sekarang. Aku akan selalu melindungimu… Takkan kuserahkan Kaori pada siapa pun… Kaori milikku… (Halaman 159)

Komik ini aneh. Tidak konsisten. Kurang jelas alur ceritanya. Duh maafkan saya yang mungkin terasa janggal karena hanya menilai dari satu jilid, bahkan tidak membaca jilid perdana sebagai awal mula kisah. Tetapi ijinkan saya untuk memberikan pendapat pada jilid ketiga yang saya baca ini. mungkin akan negatif, tetapi saya berusaha tidak terlalu kasar dalam penulisan.

Aneh pertama adalah sang tokoh utama tidak memiliki nama, tetapi justru pedangnya yang memiliki nama yatu Onikirimaru alias Pedang Penakluk Iblis. Duh, kenapa justru sang tokoh utama tidak ada namanya? Sepanjang jilid ini saya sangat sulit menyebutnya. Si anak laki-laki misterius, pemuda pembawa pedang, atau apa? Main character with no name is a bad thing.

Aneh kedua adalah status sang pemuda ini. Dikisakan ia adalah iblis berwujud manusia. Tetapi ia sebenarnya bisa dilihat wujudnya atau tidak sih? Moeko sempat berujar bahwa tak seorangpun bisa melihat pemuda itu selain dirinya. Namun pada bagian lain, Isaoka, Akira, dan Kaori bisa bersentuhan dengannya. Kalaupun bisa dua-duanya, kenapa tidak dijelaskan dulu?

Aneh ketiga adalah alur cerita kurang jelas. Sebagai contoh adalah judul ketiga tentang Takahiro. Tidak ada yang bisa menjelaskan kenapa ayahnya tiba-tiba mencekik Kaori. Satu alasan masuk akal mungkin bisa diterima. Namun, terlalu tiba-tiba dan tidak masuk akal jika langsung ingin mengakhiri hidup begitu saja. Storytelling yang cukup buruk, menurut saya.

Seperti yang sudah saya singgung di awal review, komik ini cukup banyak memuat unsur darah berceceran di mana-mana. Terlebih ketika iblis memangsa manusia, bisa dipastikan muncul korban jiwa yang kondisinya tidak utuh lagi. Meski tidak digambarkans anat detail (bahkan ada halaman yang disensor), tetapi cukup jelas bagaimana kondisi mayat bertebaran.

Hingga akhir jilid ketiga inipun saya masih belum tahu apa tujuan sang pemuda membunuh kaumnya sendiri. Apakah ia termasuk protagonis? Ataukah karakter antagonis? Atau netral? Saya belum tahu. Saya ada satu jilid lagi yang belum saya baca. Semoga ada pencerahan ya. padahal artwork komik ini cukup bagus khas shoujo. Tunggu review selanjutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duel Masters (Jilid 3)

coverduel3

Judul: Duel Masters (Jilid 3)

Komikus: Matsumoto Shigenobu

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: November 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, November 2007

ISBN: 9789792313925

cooltext-blurb

Setelah melawan Mikuni, Shoubu kini menghadapi Mimi, salah satu dari White Knights. Dalam pertarungan kali ini, akan diberlakukan peraturan Highlander. Shoubu yang masih belum terbiasa dengan peraturan itu, berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.

cooltext-review

Setelah Shoubu dinyatakan lulus dari JDC, sebenarnya ia sudah bisa pulang ke rumah. Namun, sebuah insiden yang melibatkan Hakuou dan barisan pelindungnya bernama White Knights membuat Shoubu ingin menyelesaikan urusan pertarungan duel dengan Hakuo. Namun sebelumnya, Shoubu harus menghadapi Mikuni, salah satu White Knights bawahan Hakuou.

Enam chapter yang disuguhkan di jilid ketiga ini seru-seru! Chapter pertama berjudul Rencana Rahasia Serangan Balasan adalah proses duel Shoubu dan Mikuni yang edua setelah Shoubu kalah telak dari Mikuni sebelumnya. Pada awal permainan, Shoubu terkesan masih menggunakan trik lama. Hal ini membuat White Knights lain mencemooh Shoubu saat itu.

Lagi-lagi berniat mengandalkan blocker, ya… Dasar orang yang tidak ada kemajuan.

Bab kedua berjudul Kiri-Fuda Keempat masih tentang duel Shoubu dan Mikuni. Kali ini sudah banyak kejutan-kejutan yang dipersiapkan Shoubu. Mikuni yang merasa sebagai orang terkuat sedikit terpojok dengan kemahiran Shoubu. Namun demikian, Mikuni tidak menyerah begitu saja. Hingga titik darah penghabisan, ia takkan membuang kepercayaan Hakuou padanya.

Walau pernah kubilang duel denganmu itu tidak berarti… Tapi ternyata kau sekarang berhasil mendesakku sampai sejauh ini…

Setelah pertarungan melawan Mikuni usai, perhatian Shoubu sedikit teralihkan dengan Rekuta dan Kitarou. Saat Shoubu sadar, Hakuou telah masuk ke sebuah ruangan misterius berpintu besar. Bab berjudul Menuju Ruang Phoenix Putih! ini menggambarkan posisi Hakuou yang bisa ditemui oleh Shoubu. Sayangnya, menemui Hakuou tidak mudah karena perlindungan ekstra.

Kalau terus begini… Mungkin saja ‘sesuai dengan yang kita harapkan.’ Dia akan berhasil menaklukkan kelompok empat langit, ya…

Lawan Shoubu setelah Mikuni adalah Tasagore Mimi. Gadis cantik dan manis ini tidak disangka adalah salah satu anggota White Knights. Kintarou sempat pingsan karena mendapatkan perlakuan “khusus” dari Mimi pada chapter berjudul Musuh Kuat yang Imut-Imut!? Pada duel kedua ini pula Shoubu menghadapi satu peraturan baru yaitu Highlander.

Daripada nungguin Kirifuda yang entah muncul atau nggak… Bertarung dengan creature yang bisa diandalkan itu metode tempur yang umum dalam Highlander.

Singkatnya, Highlander adalah peraturan yang melarang pemain memasukkan kartu yang sama lebih dari satu. Wujud Asli Mimi adalah chapter ketika Shoubu dan Mimi mulai bertarung. Pada duel kali ini, Mimi berlaku bak seorang gadis imut yang centil dan tidak berdaya. Ternyata oh ternyata, hal itu adalah kesengajaan untuk memupus semangat juang Shoubu saat berduel.

Aku tida ada niat buruk! Aku hanya ingin melindungi Beeble-chan yang berharga…! Aku tidak punya niat melukaimu!

Setelah terjebak dengan mode centil dan imut-imut, Mimi akhirnya menampakkan wujud “aslinya” ketika Shoubu serius dalam bertarung. Chapter berjudul Munculnya Super Evil Beast! ini adalah bukti bahwa Mimi tak “seimut” yang terlihat sebelumnya. Ia sangat serius menghabisi Shoubu. Apalagi Highlander sangat menyulitkan gerak Shoubu. Bagaimana nih?

Percuma… Yang seperti itu tidak mungkin bisa ditaklukkan… Habisnya, meskipun seandainya bisa menang dengan pertarungan sesama creature… Dia itu akan hidup kembali sampai tiga kali lagi.

Saya suka dengan chapter ini. segala hal perkenalan tokoh utama dan sistem permainan Magic: The Gathering sudah selesai. Sepertinya sejak akhir jilid kedua dan mulai jilid ketiga hingga seterusnya ini akan penuh dihiasi dengan lika-liku duel yang dijalani Shoubu hingga menjadi seorang duelist hebat dan berjumpa dengan ayahnya sendiri. Pasti seru sekali deh.

Jujur saja, aku takut nanti, masa lalu *eh* meski saya masih sangat kurang paham dengan mekanisme duel Magic dan berbagai kartu yang digunakan termasuk creature atau land atau mana dan sebagainya itu, saya masih bisa mengikuti jalinan ceritanya. Seolah berbagai kejutan memang dipersiapkan untuk pembaca yang tidak tahu permainan ini agar merasa tertarik.

Dari segi gambar dan cerita, saya suka artwork Matsumoto Shigenobu yang tidak lebay dalam penggambaran. Beberapa sudut cerita yang terkesan lucu dan perlu penekanan memang dibuat berlebihan. Namun, karena fungsinya memang untuk menunjukkan segi kelucuan, hal itu memang sah-sah saja untuk dilakukan. Apalagi saat Kintarou jadi bulan-bulanan Mimi. Ahaha.

Sayangnya, pada jilid ketiga ini, rubrik spesial berjudul Matsumoto Dai Sensei’s Jalan Menuju Duel Masters tidak bisa hadir. Pada awal bab pertama sudah ada permintaan maaf dari sang mangaka karena absennya rubrik tersebut. Ia berjanji akan memunculkan kembali lika-liku dibalik layar Duel Masters pada jilid selanjutnya. Semoga saja ya.

Saya juga baru sadar bahwa pengenalan deck masing-masing karakter yang sempat muncul pada jilid pertama ternyata sudah tidak muncul lagi sejak jilid kedua. Sayang sekali. Padahal menurut saya bagian itu sangat berguna untuk berkenalan dengan karakter sekaligus mengetahui beberapa kartu unggulan yang biasa digunakan tokoh yang berbeda-beda.

Jika melihat segi tampilan komik ini, saya masih sangat tidak sreg dengan komik terbitan m&c! yang tidak mencantumkan nomor halaman. Padahal di daftar isi disebutkan bab ini mulai halaman sekian. Namun, sepanjang halaman sejak awal hingga akhir tidak ada nomor halaman. Kan kasihan bagi saya yang ingin menuliskan kutipan penting jadi tidak ada halamannya. Huft.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duel Masters (Jilid 2)

coverduel2

Judul: Duel Masters (Jilid 2)

Komikus: Matsumoto Shigenobu

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: Oktober 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Oktober 2007

ISBN: 9789792313918

cooltext-blurb

Shoubu yang giat belajar Magic di Duel Temple, berhasilmenyelesaikan pelatihannya. Tetapi tiba-tiba muncul duelist menantang Shoubu. Ia Kintarou, duelist yang mampu mengendalikan Mana!

cooltext-review

Jalan yang ditempuh oleh Shoubu demi menjadi seorang duelist terhebat di dunia masih berlanjut. kali ini ada enam chapter yang disuguhkan di komik jilid kedua Duel Masters ini. Babak perjuangan di JDC masih berlanjut pada chapter berjudul Ayo Lampaui Wrath of God! Kali ini semangat Shoubu sangat membara untuk mengalahkan Tohru dengan deck baru miliknya.

Karena kemenangan kelima puluh kelulusan yang patut diperingati… Sudah kuputuskan akan kuperoleh dengan menaklukkan dia!

Bab kedua berjudul Penantangnya Hakuou!? adalah momen kepulangan alumnus JDC karena pelatihannya sudah berakhir dan kini enam orang lulusan JDC termasuk Shoubu dan Tohru hendak pulang ke rumah masing-masing. Sayangnya, tibatiba muncul seorang duelist yang menantang keenam orang itu dan langsung mengalahkan dengan telak. Apakah dia Hakuou?

Aneh… Kenapa, tidak nge-block dengan Metal-worker… Creature rendahan itu memangnya sebegitu pentingnya?

Ternyata eh ternyata, sang penantang tersebut bernama Nanba Kintarou. Ia adalah pemuja fanatik Hakuou sehingga berpenampilan mirip Hakuou termasuk rambut palsunya. Pada chapter berjudul Kartu yang Telah Terbaca ini ia berhadapan dengan Shoubu yang hampir saja kalah dari permainan Kintarou yang sangat ajaib sekaligus mengagumkan.

Beast of Burden akan bertambah kuat sebanyak jumlah Mana!? Yang benar saja! Orang itu menghasilkan Mana dengan bebas! Kalau seperti itu, Shou-chan akan…

Setelah mengalahkan Kintarou, satu fakta kejutan cukup menyita perhatian Shoubu dan Rekuta. Kemenangan Shoubu pada chapter berjudul Ksatria Putih yang Tak Berperasaan ini membawanya kembali ke JDC yang sekaligus markas besar Hakuou dan Shiroi Kishi-dan atau The White Knights yang ia pimpin. Di bab ini ada satu kejadian yang membuat amarah Shoubu berkobar.

Kirifuda Shoubu, dia meningkatkan kemampuannya secara istimewa dalam setiap duel… Bila sering bertarung, dia bisa semakin kuat tanpa batas…

Bentrokan Serangan Cepat! Shoubu vs White Knights adalah chapter selanjutnya yang sangat seru. Kali ini Shoubu berduel melawan Mikuni, salah satu jajaran Shiroi Kishi-dan yang tidak terima pemimpinnya, Hakuou dijelek-jelekkan oleh Shoubu. Sang tokoh utama yang sedang naik pitam ini langsung menerima tantangan Mikuni. Sayangnya, Shoubu kalah telak dengan cepat.

Kirifuda Shoubu! Bila ingin bertarung melawan Tuan Hakuou… Coba taklukkan dulu kami! Tidak akan kami biarkan kau bilang tidak!

Shoubu dan Rekuta sangat kecewa dengan hasil pertandingan itu. terlebih Shoubu sangat depresi sejak kejadian tersebut dan berniat berhenti bermain Magic dan melupakan mimpinya menjadi duelist terhebat. Carilah Kemenangan adalah bab terakhir jilid ini bagaimana Rekuta dan Kintarou membangun semangat Shoubu dan menyadarkannya akan pengalaman pahit.

Kamu kalah karena memang harus kalah. Kamu bahkan tidak berusaha mencari tahu keistimewaan Portal Three Kingdoms yang belum pernah kamu mainkan.

Jilid kedua ini ternyata sangat seru. yah, meskipun pelatihan Shoubu di JDC sangat singkat. Padahal sebelumnya disebutkan bahwa pelatihan akan berlangsung selama satu bulan. Tantangan pertama yang dihadapi oleh Shoubu setelah lolos seleksi awal adalah memenangkan 50 duel selama seminggu. Tetapi ternyata setelah itu tidak ada apa-apa lagi. Lho kok?

Yah saya tidak tahu apakah periode pelatihan selama satu bulan namun setiap orang hanya perlu satu minggu saja untuk lulus ataukah tiga minggu kemudia tidak ada pelatihan, saya memang tidak tahu. Tetapi kok rasanya sangat aneh pelatihan di JDC hanya segitu saja. saya ingin ada bentuk pelatihan yang lain. Karena saat Shoubu duel juga banyak yang di-skip.

Kemunculan Kintarou yang hebat adalah salah satu hal yang sangat menari di jilid kedua ini. ia adalah anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki keinginan membahagiakan ibunya dari permainan Magic yang ia tekuni. Flashback masa lalu Kintarou sangat mengharukan. tidak heran ia menjadi kuat dan sangat tangguh dalam bermain Magic.

Satu hal yang sangat berlebihan dari komik ini adalah masa-masa duel yang seolah nyata sekali. Mulai dari munculnya monster atau creature, sihir atau spell yang digunakan, hingga damage atau dampak yang diterima pemain digambarkan sangat real. Salah satu contohnya adalah Kintarou terpental dan menabrak pohon dan badan Shoubu sampai lebam terkena serangan.

Selain chapter-chapter utama, pada akhir jilid ini ada yang spesial dari sang mangaka yaitu halaman khusus berjudul Matsumoto Dai Sensei’s Jalan Menuju Duel Masters. Setiap jilidnya akan memberikan suatu curhatan(?) ataupun hal menarik di balik layar pembuatan Duel Masters. Bagian kedua menghadirkan galeri kreasi gambar penggemar yang dikirimkan pada komikus.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duel Masters (Jilid 1)

coverduel1

Judul: Duel Masters (Jilid 1)

Komikus: Matsumoto Shigenobu

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: September 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2007

ISBN: 9789792313901

cooltext-blurb

Kirifuda Shoubu anak yang bersemangat dalam card game Magic: The Gathering yang terkenal di seluruh dunia. Suatu hari ayahnya, seorang Duel Master legendaris, menghilang. Setelah memperoleh kartu yang ditinggalkan ayahnya, pelatihan Shoubu yang bercita-cita menjadi Duel Master nomor satu, dimulai!!!

cooltext-review

Kali ini lagi-lagi saya membaca komik yang mengadopsi sebuah permainan yang populer di kalangan anak-anak. Permainan tersebut adalah permainan kartu bernama Duel Masters. Awalnya saya menganggap nama permainan ini adalah Duel Masters, tetapi ternyata yang sesungguhnya adalah Magic: The Gathering. Memang agak panjang dan sulit diucapkan sih.

Enam chapter utama dan satu chapter cerita spesial yang disuguhkan di jilid perdana Duel Masters ini cukup menarik untuk diikuti. Pada chapter pertama berjudul Duelist yang Telah Pulang dikisahkan tentang seorang anak berusia sebelas tahun bernama Kirifuda Shoubu yang menanti kepulangan Kirifuda Shouri yang telah tiga tahun berlatih Magic: The Gathering.

Sayangnya, ayah Shoubu tidak kunjung pulang. Rekan sejawatnya, Nakamura Sutochi, yang biasa dipanggil NAC, justru pulang sendirian dengan kondisi compang-camping. Shoubu yang penasaran justru diamuk oleh NAC karena ia menganggap Shoubu belum cukup tangguh untuk mengetahui apa yang terjadi pada ayahnya yang hilang ditelan bumi.

Duel itu tidak boleh menyerah sampai terakhir! Orang yang tidak menyerah sajalah… yang akan meraih kemenangan!

Bab kedua berjudul Penantang Kegelapan adalah awal mula petualangan Shoubu untuk menjadi seorang duelist sejati agar bisa bertemu dengan ayahnya sendiri. Hal ini ia lakukan setelah mengetahui latar belakang menghlangnya Shouri Kirifuda dari mulut NAC sendiri. Awalnya Shoubu sangat kaget. Namun, ia tidak bisa melakukan apapun selain percaya dengan ayahnya.

Kalau ayahku, dia pasti baik-baik saja, kok! Ayahku… tidak sedang melarikan diri, kok!

Kiri-Fuda pada Tangan yang Bercahaya adalah chapter ketiga. Belum apa-apa, Shoubu sudah ditantang duel oleh Kokujou Kyoushirou yang memiliki deck kegelapan. Kombinasi kartu yang dimiliki sanggup membuat lawan-lawannya kalah telak dalam sekejap. Awalnya Shoubu sangat bahagia bisa mengalahkan Kokujou. Sayangnya, Shoubu tidak melihat siasat lawannya itu.

Semua orang menyebutnya begitu. Karena cara bermainnya yang kejam… Mulanya membiarkan dirinya diserang. Saat lawan lengah, baru dia taklukkan dengan satu hembusan nafas.

Shoubu merasa kemampuannya harus lebih tinggi agar bisa menjadi duelist yang hebat. Bersama sahabat karibnya, Kadoko Rekuta, ia bermaksud belajar menjadi duelist di sebuah tempat pelatihan bernama JDC. Hal ini tertuang pada chapter keempat berjudul Bukalah Gerbang Kuil! Sebelum memasuki hall utama, Shoubu harus menyelesaikan tantangan yang sulit.

Di tempat itu, hanya mereka yang benar-benar ingin jadi kuat, pagi-sore terus berduel. Kokujou juga sepertinya lulusan dari situ lho.

Selain anak-anak seusia Shoubu, di tempat itu juga ada seorang duelist terkenal bernama Hakuou. Masih belum jelas apa kedudukannya di JDC ini, namun sepertinya ia memiliki akses yang cukup penting. Buktinya pada chapter berjudul Perangkap Kuil ini ia bisa bercakap langsug dengan NAC yang notabene adalah seorang duelist yang pernah menjuarai turnamen se-Asia.

NAC-san sepertinya mengakui keunggulannya. Tapi… cara duel dia terkesan kekanakan, lho. Sayang sekali…

Kembali ke Shoubu, syarat awal agar ia bisa menuju tahap seleksi berikutnya adalah dengan memenangkan 50 duel. Shoubu memang memiliki deck legendaris pemberian sang ayah. Namun, kemenanangannya sebanyak 30 kali berturut-turut membuat anak-anak di sana bisa mengetahui deck miliknya. Deck yang Jadi Incaran adalah chapter yang sangat menegangkan.

Karena selama ini selalu bertarung bersama. Karena mereka temanku sejak dulu!

Selain chapter utama di atas, ada satu chapter tambahan yang berisi cerita spesial tentang keseharian Shoubu dan Rekuta versi anak SMP berusia 13 tahun dalam berduel permainan Magic: The Gathering. Saya tidak akan membahasnya karena sesungguhnya chapter ini hanyalah spin-off dari kisah utama yang disuguhkan di jilid perdana ini.

Selain alunan cerita utama, ada tambahan beberapa halaman setiap akhir chapter tenteng pengenalan deck masing-masing karakter. Mulai dari deck milik Shoubu, milik NAC, milik Kokujou, milik Rekuta, hingga lawan Shoubu di JDC yaitu Tohru dan Jamira. Masing-masing memperkenalkan tentang kartu unggulan di deck-nya yang memiliki kemampuan terhebat.

Kelompok kegelapan Garde sempat disinggung oleh NAC yang menjadi salah satu sebab hilangnya Shouri saat hari kepulangan mereka ke Jepang. Meskipun tidak ada lagi kemunculan ataupun pembicaraan tentang kelompok ini, saya rasa kelompok Garde akan menjadi lawan tangguh Shoubu ketika telah menjadi seorang duelist handal. Benarkah? Yah, lihat saja nanti.

Oh iya, ngomong-ngomong Shoubu dan Rekuta dan anak-anak lain di daerah Shoubu ini apakah tidak bersekolah ya. Isinya hanya duel, duel, dan duel melulu. Apakah para orang tua tidak memarahi? Namun, setelah menyaksikan ibu Shoubu yaitu Kirifuda Mai, saya maklum sepertinya dunia Shoubu dan lainnya hidup ini hanya berisi tentang Magic: The Gathering.

Selain itu, ada satu kejanggalan. Disebutkan Shoubu menggunakan warisan ayahnya yang berisi kartu-kartu hebat. Beberapa kartu disebut kartu terlarang. Belum jelas maksudnya terlarang apakah tidak boleh digunakan ataukah terlarang tidak semua orang memilikinya. Jika memang kombinasi keduanya, kenapa Shobu tetap boleh memainkannya? Bukankah itu artinya curang?

Namanya juga jilid pertama, isinya masih seputar pengenalan tokoh dan cikal bakal konflik utama yang akan terjadi. Konflik yang mengerucut di jilid perdana ini adalah lika-liku Shoubu saat berlatih di JDC selama sebulan kedepan. Akankah Shoubu berhasil dan bertemu ayahnya ataukah ia harus memendam impiannya menjadi duelist sejati dan takkan berjumpa Shouri?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 3)

coverdirection3

Judul: A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 3)

Komikus: Yamada J-Ta

Penerjemah: Ine Martiana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: Juli 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2008

ISBN: 9789792317800

cooltext-blurb

Dua gadis kembar harus “menukar waktu” supaya bisa menemukan batu itu. Artinya, salah satu dari mereka harus bertukar tempat dengan Nyonya Kikuko. Dengan begitu, nyonya Kikuko kembali menjadi muda.

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* jilid ketiga tentang lika-liku kehidupan Karada dan Shouko yang terkabul permohonannya semakin lama semakin berkembang. Lima chapter yang disuguhkan dengan dua chapter utama, dua chapter khusus, dan satu chapter utama ini terasa banyak membahas hal diluar cerita utama.

Tetsu yang semakin merasa bersalah akibat perbuatannya pada Karada saat di festival ternyata sungguh terlambat. Karada dan Hiro sudah pindah dari tempat tinggalnya. Tetsu tidak tahu kemana mereka berdua pindah. Yang jelas, ia berpikir untuk menemukan batu permohonan agar bisa bertemu kembali dengan Karada. Hal ini menyibak memori masa lalu Tetsu saat kecil.

Itu kan nggak mungkin! Kalau salah, pasti akan dimarahi. Semua orang juga begitu.

Meninggalkan nostalgia Tetsu dan Karada saat masih kelas 2 SD, pada dua chapter spesial ini saya diajak menyelami apa yang dirasakan oleh kakak Tetsu. Posisinya sebagai kakak dari sang pewaris tunggal kekayaan keluarga Amino membuat sang kakak sangat tersiksa. Berkali-kali ia dimarahi Kakek karena tidak menjaga Tetsu dengan baik. Semua perhatian hanya untuk Tetsu.

… Kenapa… Tetsu terus yang dipikirkan? Apa karena dia penerus Kakek? Memangnya penggantiku ada? Keluarga ini aneh! Aku sudah muak!

Kembali ke masa kini. Tetsu berjumpa dengan seorang nenek misterius bernama Nyonya Kikuko. Entah bagaimana, Nyonya Kikuko mengetahui tentang batu permohonan yang dicari-cari Tetsu dan berupaya mencari keberadaan batu permohonan untuk dirinya sendiri. Karena sudah renta, beliau didampingi oleh sepasang gadis kembar bernama Sae dan Yumiya.

Sae dan Yumi bersekolah di sebuah SMP yang akan dimasuki Tetsu tahun depan. Di sekolah itu ada seorang siswa kutu buku bernama Sasazuka. Perjumpaannya dengan Yumi membuatnya terpana dan ingin berkenalan dengan gadis itu. Sayangnya, Sasazuka adalah cowok yang lemah di hadapan cewek. Jangankan berbincang, menyapa Yumi saja ia tidak berani. Hadeh.

Secara kebetulan, Tetsumasa Amino berada di perpustakaan yang menjadi tempat favorit Sasazuka. Tetsu merasa Sasazuka adalah orang yang tepat yang bisa membantunya mencari batu permohonan karena Sasazuka sangat menguasai literatur di perpustakaan itu. Sasazuka yang terpaksa membantu Tetsu lambat laun justru membantu Yumi yang mencari info serupa.

Hanya saja, kita tidak tahu. Apakah batu ini hanya mitos atau sungguh-sungguh bisa mengabulkan permohonan. Syarat lainnya, bukan soal apakah batu itu mitos atau bukan. Tapi “menukar waktu”.

Well, saya ternyata salah menyebutkan pada review jilid kedua yang lalu bahwa komik ini akan tamat di jilid ketiga. Nyatanya, jilid empat adahal muara akhir kisah tentang batu permohonan ini. Naas, saya tidak memiliki jilid penutupnya. Pantas saja saat hampir menyentuh halaman terakhir, kok saya tidak menemukan jawaban tentang jalan keluar masalah Karada dan Shouko.

By the way, di jilid ini tidak ada Shouko lagi. Ia pergi dengan mencari sendiri jawaban atas masalahnya itu. Hal ini ia lakukan karena tak lain dan tak bukan setelah mendengarkan Hiro mengigau tentang masa lalunya. Sehingga bisa disimpulkan bahwa saya sangat dibuat gemas dengan tamatnya cerita yang masih menggantung karena belum di jilid keempat. Huft.

Oh iya, dua chapter tambahan yang ada di jilid ini terasa tidak berguna karena menurut saya sama saja, baik utama atau sampingan, masih mendukung dengan garis besar cerita utama. Hanya saja, sangat disayangkan sekali Karada dan SHouko yang menjadi tokoh utama justru hilang dan digantikan oleh kemunculan Nyonya Kikuko, Sae, dan Yumi. I don’t like them at all.

Tidak ada halaman pada setiap lembar komik ini adalah hal yang saya kecewakan sejak jilid pertama. Penerbit m&c! kenapa pelit sekali mencantumkan nomor halaman sih? Padahal nomor halaman itu penting untuk menandai bagian-bagian yang menarik atau sebagai pengingat sebuah kejadian yang dirasa sangat berpengaruh untuk tokoh utama.

Akhir kata, saya merasa ini adalah komik yang aneh dari segi penyampaian cerita. Padahal gambarnya sudah cuup bagus dan idenya juga cukup menarik. Sayangnya hingga akhir jilid ketiga ini saya masih tidak paham bagaimana alur yang digunakan komikus untuk membangun jalinan cerita yang baik dan menaik untuk dinikmati pembaca. Sungguh disayangkan sekali.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 2)

coverdirection2

Judul: A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 2)

Komikus: Yamada J-Ta

Penerjemah: Ine Martiana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: Juni 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2008

ISBN: 9789792317794

cooltext-blurb

Badan dewasa, tapi jiwa masih anak-anak, pastinya akan menimbulkan perasalahan. Tidak saja untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain. Begitu yang dialami Karada dan Shouko. Akibatnya, mereka ingin kembali ke kondisi semula. Tapi, apa bisa?

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Lima chapter yang disuguhkan di jilid kedua ini terasa sangat jauh perbedaannya dibandingkan jilid pertama yang lalu. Alurnya cenderung lebih cepat meskipun tidak terlalu kilat. Pada jilid kedua ini juga ada beberapa fakta yang mengejutkan saat Karada dan yang lainnya mencari batu.

Jilid pertama yang lalu diakhiri dengan terkejutnya Tetsu saat berada tepat di depan pintu gerbong kereta tatkala secara tidak sengaja Shouko yang sudah menjadi anak kecil memanggil gadis dewasa di depannya sebagai Karada. Awalnya Hiro dan Shouko tidak ingin melibatkan Tetsu, namun apa mau dikata. Semua sudah menjadi bubur.

Anak-anak memerlukan teman untuk berbagi rahasia. Kita berdua, adalah orang  dewasa, kan?

Demikianlah, Tetsu ikut bersama mereka ke kota lain untuk mencari batu permohonan lain yang bisa mengembalikan mereka seperti semula. Sebuah kenyataan menyakitkan yang harus ditemui ketika ingin melihat batu tersebut ternyata bukan akhir dari berbagai hal mengejutkan hari itu. salah satunya ketika festival di dekat penginapan yang dihadiri Karada dan Tetsu.

Tidak. Tidak mungkin itu anakku, kan? Youko juga tidak mungkin berpikir begitu, kan? Tapi aku merasa itu tidak ada hubungannya denganku.

Di tempat lain, Shouko sedang bersama Hiro di hotel. Saat itu ternyata Hiro sedang mabuk-mabukan di kamar karena merasa tertekan tidak bisa menghadapi kenyataan yang ada di hadapannya. Igauannya ketika sedang mabuk berat yang melibatkan Youko, adik ibu Hiro, membuka memori kelam tentang masa lalu pahit yang tidak seharusnya diketahui oleh Shouko.

Kenapa jadi begini? Menjadi dewasa itu menakutkan. Aku merasa semuanya menghilang.

Saya sangat terkejut dengan hal-hal yang terjadi di jilid kedua ini. saat jilid perdana yang lalu, saya merasa cerita komik ini akan sederhana dan bisa dibaca semua umur. Memang sih, di cover terlihat bahwa komik ini sebaiknya dibaca minimal oleh usia remaja. Tetapi saya jadi ragu tentang bobot kejadian yang ada di komik ini apakah sesuai dengan usia remaja atau tidak.

Contohnya saja ketika festival kembang api di dekat penginapan. Tetsu yang masih berusia akhir SD justru “mengotori” Karada yang masih polos dan lugu. Yah, meskipun tidak “terlalu kotor” tetapi tetap saja bkan hal yang pantas untuk dibaca oleh remaja. Jujur saya sangat benci dengan tokoh Tetsu yang sangat bodoh. Sebaliknya, saya sangat simpati dengan Karada.

Selain itu, flashback masa lalu yang dikisahkan ketika Hiro secara tidak sengaja menceritakan masa remajanya membuat saya lagi-lagi geleng-geleng kepala. Ini beneran komik remaja? Kok ada muatan seksual begitu? Memang tidak eksplisit sih, tetapi 99% sudah bisa ditebak arahnya kemana. Apalagi yang dialami Hiro ini sudah ranah yang sangat menjijikkan (menurut saya).

Overall, saya sudah antipati dengan Hiro dan Tetsu. Untung saja komik ini hanya memiliki tiga jilid saja. saya sudah tidak sabar membaca jilid penutupnya secepatnya agar tidak terlalu lama menyaksikan Tetsu dan Hiro, dua tokoh lelaki yang seharusnya tampil mengesankan justru malah menjadi tokoh menjjikkan dalam komik ini. Huft.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 1)

coverdirection1

Judul: A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 1)

Komikus: Yamada J-Ta

Penerjemah: Ine Martiana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: Mei 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2008

ISBN: 9789792317787

cooltext-blurb

Karada Iokawa seorang gadis kecil yang ingin cepat dewasa. Shouko Nogami, wanita dewasa yang merindukan masa kecilnya. Nasib mereka berubah lewat batu permohonan. Si kecil jadi dewasa, sedang yang dewasa, jadi gadis kecil. Bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka?

cooltext-review

Apakah kamu pernah menginginkan suatu hal yang ajaib dalam hidupmu? Akankah kamu bahagia dengan permintaanmu apabila bisa terkabul? Hal inilah yang dialami oleh dua tokoh utama komik yang memiliki prolog dan tujuh chapter ini. Keduanya saling memohon sebuah permintaan ajaib yang entah musibah ataukah anugerah, permintaan itu terkabulkan.

Iokawa Karada adalah gadis kecil yang akan memasuki dunia SMP setelah musim panas ini. ia tinggal berdua saja dengan kakak laki-lakinya bernama Iokawa Hiro setelah kematian kedua orang tuanya. Hiro kerja keras banting tulang untuk mencukupi kebutuhannya dan Karada yang masih kecil. Sayangnya, Karada menganggap dirinya adalah beban untuk kakakknya.

Masa lalu adalah sesuatu yang sudah pasti. Sekumpulan dari diri kita yang tidak bisa dihapus. Masa depan adalah sesuatu yang belum kita ketahui dan penuh dengan berbagai kemungkinan.

Di lain tempat, Nogami Shouko adalah rekan kerja sekaligus mantan pacar Hiro. Awalnya Hiro bekerja di luar negeri. Namun, karena insiden yang merenggut nyawa ayah ibunya, ia kembali ke Jepang dan memfokuskan diri merawat Karada. Hal ini menyebabkan hubungannya dengan Shouko harus diakhiri. Meskipun demikian, Shouko masih menyimpan rasa pada pemuda itu.

Dunia ini, terdiri dari hal-hal yang bisa kita ubah dan yang sama sekali tidak bisa kita ubah. Tetapi banyak sekali hal-hal yang sama sekali tidak bisa kita ubah.

Suatu hari, Karada dan Shouko berpapasan di jalan dan melewati sebuah batu yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Batu-batu tersebut ditempatkan dalam sebuah rumah kecil yang biasanya ditujukan untuk orang-orang yang meminta permohonan. Menganggap hanya iseng, Karada dan Shouko mengambil satu batu sambil memohon keinginannya terkabul.

Punyaku juga berubah jadi seperti arang. Aku sampai kaget. Kalau suatu permintaan sudah terkabul, mungkin jadinya seperti itu.

Siapa sangka permintaan Karada yang ingin segera dewasa dan Shouko yang ingin kembali menjadi anak kecil tiba-tiba terkabul dalam sekejap. Meski sangat kaget, mereka melibatkan Hiro dan berusaha kembali seperti semula. Masalah menjadi tambah rumit ketika Amino Tetsu, tetangga Karada yang curiga dengan kepergian teman sekelasnya itu secara tiba-tiba. Waduh!

Komik ini shoujo banget. Tokoh perempuan yang cantik dan tokoh laki-laki yang tak kalah cantik memang menjadi ciri khas komik semacam ini. Memang bagus sih, tapi jadinya agak kurang terlihat perbedaan laki-laki dan perempuan. Mungkin jika anak perempuan yang membaca komik ini akan merasa tertarik. Tapi kalau saya jadi merasa monoton. Hmm.

Secara isi cerita sesungguhnya cukup menarik. Permohonan yang terkabul secara tiba-tiba karena membawa batu yang disinyalir mengandung kekuatan gaib tidak umum saya jumpai. Namun demikian, meskipun sangat tidak masuk akal, kisahnya dikemas cukup realistis dan tidak menambah keajaiban itu lebih dalam lagi.

Namanya saja masih jilid pertama, tidak banyak hal seru yang bisa dijumpai. Semua masih tentang perkenalan tokoh dan awal mula konflik utama. Yang masih menjadi pertanyaan saya adalah mengapa Shouko ingin kembali menjadi anak-anak? Alasan keinginannya saya lihat belum sekuat keinginan Karada. Ataukah saya yang kurang teliti membacanya? Entahlah.

Akhir jilid pertama ini diakhiri dengan menggantung ketika Hiro, Shouko, dan Karada hendak ke sebuah daerah yang memiliki informasi cara mengembalikan tubuh mereka berdua. Secara tak sengaja, Tetsu melihat mereka dan terkejut saat menyaksikan tubuh Karada. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Mari simak review saya untuk jilid kedua nanti ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Angan Senja & Senyum Pagi

coverangan

Judul: Angan Senja & Senyum Pagi

Penulis: Fahd Pahdepie

Penerbit: Falcon Publishing

Jumlah Halaman: 360

Terbit Perdana: Maret 2017

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Maret 2017

ISBN: 9786026051455

Format: Paperback

cooltext-blurb

Hujan malam itu lambat dan panjang. Angan dan Pagi saling mematung, terpisah jarak dari kisah mereka yang beku di ujung waktu. Lanskap taman seolah tak ingin menunjukkan diri, lampu merkuri temaram di antara mereka berdua, dikaburkan rintik hujan.

Angan memerhatikan wajah Pagi. Wajah itu, wajah yang pertama kali ia lihat belasan tahun lalu dan membuat matanya nyalang semalaman, wajah yang entah bagaimana diciptakan Tuhan dengan alis yang sempurna, hidung yang sempurna, bibir yang sempurna… Tak pernah bisa pergi dari inti memorinya selama ini.

Angan melangkah mendekat ketika payung miliknya lepas dari genggaman. Kemudian ia menarik ujung payung bening milik Pagi. Angan masih bisa melihat wajah Pagi dari balik payung bening itu, meski titik-titik hujan masa lalu sedikit mengaburkannya. Namun, itu cukup buat Angan… Itu cukup. Sebab ketika ia mengecup payung itu, seolah di kening Pagi, ia tak perlu menjelaskan apa-apa lagi…

Tentang Angan Senja yang tak pernah berhenti menanti Senyum Pagi.

“Kisah cinta yang dewasa. Liris. Manis. Puitis.” —Reza Rahadian, Aktor

“Novel yang indah. Ada rasa kesal, lega, sedih, haru, kecewa, bahagia. Semua jadi satu.” —Bunga Citra Lestari, Aktris dan Penyanyi.

cooltext-review

CLBK sering digunakan sebagai akronim Cinta Lama Bersemi Kembali. Namun, kadang ada pula yang mengatakan CLBK adalah kependekan dari Cinta Lama Belum Kelar. Novel berjudul Angan Senja & Senyum Pagi ini sepertinya mengangkat kepanjangan CLBK yang kedua sebagai inti utama kisahnya. Cinta belasan tahun kemudian antara dua sejoli yang menghiasi buku sepanjang 360 halaman ini tidak bisa dilewatkan begitu saja. Penasaran?

Mari berkenalan dengan tokoh utama pria, Angan Senja. Pemuda berusia 35 tahun ini adalah seorang akuntan hebat di bidang pajak dan keuangan yang sangat sukses berkarir di Jakarta. Statusnya yang masih lajang belum cukup ditutupi oleh berbagai prestasi membanggakan sejak masa sekolah hingga dewasa. Perhatian serius dari ibunya sendiri yang tidak terlalu dianggap oleh Angan berujung pada perginya Ibun –panggilan ibu Angan– menghadap Sang Khalik.

Tapi males aja. Di Indonesia jadi ilmuwan nggak ada masa depannya. Ekonomi lebih asyik… (Halaman 51)

Sepeninggal Ibun, Angan menghadapi sebuah wasiat dari almarhumah yang meminta Angan segera membina rumah tangga. Bahkan Ibun telah mempersiapkan calon istri untuk anak semata wayangnya itu. Meskipun demikian, Angan justru teringat pada masa-masa sekolah menengah. Saat ia merasakan cinta, kebahagiaan, sekaligus penderitaan hingga hampir tujuh belas tahun terakhir karena seorang perempuan.

Adalah Senyum Pagi, sang primadona sekolah penyuka musik dari Dewa 19 sekaligus perebut hati Angan. Perjumpaan tak sengaja di sebuah bilik tak terpakai di sudut sekolah antara Angan dan Pagi membuat mereka semakin dekat. Meskipun terpaut dua jenjang tingkatan kelas, Pagi berencana mengungkapkan perasaannya pada adik kelasnya yang langganan juara olimpiade matematika itu. Sayang, rencana yang matang harus berakhir tanpa ungkapan.

Hidup tetap indah, kok, meski kita tak bisa menyelesaikan hitungan-hitungan matematika. Sebab hidup jadi indah karena kita tak selalu dapat memperhitungkannya, kan? (Halaman 66)

Kondisi yang satu merasa tidak pantas untuk yang lain akhirnya memupuskan hari penting itu. Hujan deras seakan mewakili perasaan Pagi yang harus menyingkir dari kehidupan Angan selama-lamanya. Tujuh belas tahun berselang, Pagi telah tumbuh menjadi ibu tunggal berusia 36 tahun dari seorang anak perempuan bernama Embun. Bakat alami sang anak membawanya berjumpa dengan Angan, masa lalu yang ia coba hapus dari memorinya.

Musik itu matematika perasaan. Mungkin ia bisa dikalkulasi, tapi punya kemungkinan yang tak terbatas… Infinity. (Halaman 183)

Perjumpaan antara Senyum Pagi dan Angan Senja tidak bisa dibilang mulus. Meski keduanya telah “menyelesaikan” apa yang seharusnya diakhiri belasan tahun yang lalu, keduanya tidak bisa memaksakan keadaan. Terlebih Pagi berencana menikah dengan seorang pengacara sukses bernama Hari beberapa pekan lagi. Pun demikian dengan Angan yang merasa bersalah karena masa lalu akhirnya mencoba menunaikan wasiat Ibun dengan melamar sepupu jauhnya, Dini.

Mungkin aku tak akan bisa melupakan Pagi. Tapi, bersama Dini aku bisa bahagia, meski tak sama dengan saat aku bersama Pagi. (Halaman 258)

Novel ini memiliki 35 bab utama beralur maju dengan latar masa kini serta 10 bab sampingan berisi flashback masa SMA yang terdiri atas empat bab dari sudut pandang Pagi dan enam lainnya dari sudut pandang Angan. Melalui sepuluh bab masa lalu inilah pembaca bisa merasakan betapa kuatnya rasa cinta yang dialami kedua tokoh utama saat itu.

Akhir masa SMA tidak turut mengkahiri kisah cinta Angan dan Pagi. Persepsi kebahagiaan yang kelak akan ditemui membuat satu sama lain harus menelan pahitnya kehilangan tanpa ada kejelasan. Namun, siapa sangka tujuh belas tahun kemudian Angan dan Pagi dipertemukan ketika situasi tak lagi sama dengan sebelumnya. Inilah saat pendirian keduanya diuji.

Pada umumnya kejujuran bisa menyelesaikan masalah. Pun demikian dengan masalah Angan dan Pagi yang mengganjal dimasa lalu. Keduanya memang tidak jujur pada perasaan masing-masing. Mereka memahami perasaan mereka sendiri namun tidak saling tahu tentang perasaan yang lain. Naas, kejujuran mereka sekarang justru menimbulkan masalah baru.

Rasa cinta akan menemukan jalan dan muaranya masing-masing. Sekuat apa pun setiap orang menahannya, sejauh apa pun jalan yang harus ditempuh… Jika mereka ditakdirkan bersama dan saling mencintai, mereka akan bersama pada waktunya. (Halaman 159)

Setiap halaman buku ini sejak awal hingga hampir akhir membawa pembaca turut hanyut pada perasaan Pagi dan Angan. Sudut pandang orang ketiga membuat eksplorasi perasaan tokoh tidak ada yang lebih unggul. Semua mengundang simpati pembaca. Bahkan tokoh yang pada awalnya terasa kurang baik ternyata menyimpan suatu hal yang cukup mengecoh.

Novel ini memiliki jumlah halaman yang cukup tebal dengan tulisan yang tidak terlalu kecil. Seharusnya jumlah halaman bisa dikurangi dengan sedikit mengecilkan ukuran huruf. Atau tetap mempertahankan halaman yang tebal dengan mengecilkan tulisan, tetapi ditambah beberapa bagian yang kurang. Misalnya kisah perjuangan Angan setelah berpisah dengan Pagi.

Bab pertama hingga bab 32 yang sangat mengagumkan seolah merupakan tanda bahwa lima bintang patut disematkan untuk novel indah karya Fahd Pahdepie ini. Sayang, bab 33 dan bab 34 sanggup menggugurkan satu bintang penilaian. Akhir kisah yang terasa amat dipaksakan dan kurang realistis justru merusak sederhananya kepingan kisah yang tersaji sebelumnya.

Meskipun demikian, novel ini termasuk karya yang bagus. Penulis tidak menggunakan istilah sulit dan bahasa tinggi, melainkan dengan lugas menyampaikan maksud melalui kalimat yang pendek dengan diksi yang sangat kaya. Perpindahan latar waktu masa kini dan masa lalu terlihat jelas perbedaannya sehingga pembaca tidak dibuat bingung.

Chemistry yang terbangun antar tokoh juga tidak bisa dilupakan begitu saja. Semua memiliki porsi masing-masing, tetapi tidak mengikis eratnya hubungan yang terjalin satu sama lain. Sejak awal hingga akhir cerita, sang penulis piawai memperhatikan ikatan tersebut meskipun banyak gejolak penting yang mengiringi kehidupan sang tokoh. Sangat bagus.

Tambahan bintang penilaian juga disebabkan oleh banyaknya singgungan matematika dan musik yang dapat menyatu sehingga menghasilkan alunan nada indah. Bahkan Embun berpartisipasi pada acara bertajuk Mathematical Concert. Meski awalnya kurang jelas konsep itu, penjelasan Angan tentang frekuensi dari senar alat musik sedikit menghalau rasa penasaran.

Satu lagi hal yang sangat unik dari novel ini adalah nama para tokohnya yang sangat Indonesia. Selain Angan Senja dan Senyum Pagi, sebut saja Embun Fajar, Nyala Cakrawala, Dini Cahya Wulan, Wak Siti, hingga Wak Sabar dan Pakde Slamet. Hal ini seolah mengindikasikan kata-kata dalam bahasa Indonesia sangat keren saat menjelma menjadi nama seseorang.

Kegelisahan perasaan Angan, kalutnya pikiran Pagi, kerasnya kemauan Hari, serta santunnya seorang Dini adalah hal-hal yang sangat memukau di novel ini. Hangatnya keseharian Angan dan Pagi saat masa sekolah serta bimbangnya masa kini yang dijalani oleh keduanya membuat novel ini sulit ditinggalkan sebelum halaman terakhir tanpa menyisakan rasa penasaran.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Let’s & Go!! (Jilid 10)

coverlets10

Judul: Let’s & Go!! (Jilid 10)

Komikus: Koshita Tetsuhiro

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: Juli 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2003

cooltext-blurb

Kejuaraan Dunia telah tiba! Go & kawan-kawan harus berhadapan dengan Tim Astro Rangers dari Amerika. Saatnya Hurricane Sonic dan Proto Saber Evo unjuk kebolehan.

cooltext-review

Mini 4WD adalah sebuah mainan berbentuk mobil-mobilan yang bisa dirakit dan diatur sedemikian rupa sesuai keinginan pemiliknya agar bisa melaju dengan tangguh di lintasan. Komik Let’s & Go!! ini juga menyuguhkan mobil tersebut sebagai obyek utama, sedangkan sang pemilik yang menjadi tokoh utama adalah kakak beradik Seiba bernama Retsu dan Go.

Saya hanya sempat mencicipi jilid keempat yang telah saya ulas sebelumnya lalu kemudian langsung meloncat ke jilid sepuluh. Tentu saja cerita sudah amat berkembang di jilid kesepuluh ini. padahal komik jilid ini hanya memiliki enam buah chapter saja, yang terdiri atas tiga chapter utama dan tiga chapter tambahan alias cerita spesial. Yuk langsung saja disimak…

Kejuaraan Dunia Dibuka! adalah chapter pertama sebagai pembuka chapter utama. Seperti judulnya, kali ini kejuaraan dunia untuk mobil mini 4WD telah diselenggarakan. Secara kebetulan, Okada Tesshin, mantan atasan Profesor Tsuchiya, menjadi ketua penyelenggara. Tidak sampai disitu, Retsu, Go, Tokichi, Ryo, dan J ditunjuk sebagai wakil Jepang. Wow!

Mobil yang lainnya diperbaharui… Kecuali Sonic-ku. Apa bisa… aku menandingi mereka..!? (Halaman 28)

Meskipun sangat mendadak, hampir semua perwakilan Jepang terlihat bersemangat, khususnya Go dengan Cyclone Magnum. Sayangnya, pada chapter kedua berjudul Mobil Baru Muncul! ini, Retsu sedang lesu karena merasa Hurricane Sonic miliknya tidak bisa menang pertandingan. Hal ini ternyata akibat “perjumpaan” Retsu dengan wakil negara Amerika yang sangat tangguh.

Melesatlah, Evo Dolphin! Pada kondisi jalan seperti apapun.. Bodinya yang lentur menciptakan keseimbangan terbaik! (Halaman 65)

Serangan Dahsyat Hurricane Sonic! adalah detik-detik pertandingan. Baru saja pertandingan dimulai, tim Jepang yang diwakili Tim TRF Victory 3 orang awal harus berhadapan dengan tim Amerika yaitu NA Astro Rangers yang terdiri dari Bret, Hamer D, Edge, Joe, dan Miller. Hanya tiga orang perwakilan yang berlaga dibabak awal. Namun, babak itu tak berlangsung lancar.

Kami tidak mampu menganalisis data mobil itu! mobilnya tidak terlihat satelit karena ada di dalam laut! (Halaman 90)

Babak pertama adalah J melawan Edge, dilanjutkan Retsu menghadapi Hamer D, dan terakhir Go bersaing dengan Bret. Meski awalnya J mengalami kendala dengan Proto Saber Evo miliknya yang kalah unggul dari Buck Blader milik Edge, Retsu bisa menyusul kedudukan di babak kedua karena kondisi pertandingan di dasar laut. Bagaimana akhir babak ketiga Go??

Setelah meninggalkan chapter-chapter utama, ada chapter tambahan berjudul Pertarungan Sengit 3 Magnum! Chapter kali ini cukup lucu sih, karena terjadi di sebuah dunia di alam mimpi Go. alkisah ia menjadi raja di sebuah kerajaan. Suatu ketika, muncul Tokichi dan Jiromaru yang ingin menantang Go adu balap mini 4WD. Yang unik, keduanya membawa mobil Magnum!!

Kok Cycloneku terkejar!? Seberapapun cepatnya… Mobil tetap harus dirawat! (Halaman 134)

Pertarungan Panas! Go Vs Tokichi! adalah chapter yang menarik. Retsu dan Go bertanddang ke rumah Tokichi dengan maksud ingin bermain. Sayangnya, Tokichi masih ada jadwal belajar bersama Bu Otome. Tokichi memang anak orang kaya. Ia tidak boleh menghamburkan waktunya. Bahkan istirahat setelah jadwal padat hanya 30 menit. Sangat melelahkan, ya?

Tuan Muda penerus perusahaan Mikuni. Dia nggak ada waktu untuk bermain-main dengan kalian! (Halaman 156)

Hatta Menantang Retsu! merupakan chapter penutup yang mengisahkan seorang anak bernama Hatta. Ia adalah teman sekelas Retsu. Ia sangat benci dengan Retsu karena menganggap Retsu adalah anak licik yang bisa mengalahkannya mendapat nilai tertinggi padahal sehari-hari Retsu hanya bermain mini 4WD. Oleh karena itu Hatta berencana mengalahkan Retsu di taman.

Hua ha ha, mobilku dilengkapi setelan sempurna… untuk mengatasi jalur ini! (Halaman 178)

Secara umum, komik ini masih kental dengan tema dunia anak-anak, khususnya mainan mobil mini 4WD. Yang berbeda dari jilid sebelumnya adalah cerita sudah berkembang cukup pesat. Cntohnya saja J yang dulu menjadi anak buah Profesor Ogami, kali ini ternyata sudah bergabung menjadi asisten Profesor Tsuchiya yang notabene adalah rival Profesor Ogami.

Kemudian yang paling jauh berkembang adalah (lagi-lagi) mobil milik Retsu dan Go sudah berganti lagi. Saya tidak tahu alasan apa yang menyebabkan mereka mendapatkan mobil baru. Namun yang jelas Retsu sudah tidak bersama Vanguard Sonic dan Victory Magnum sudah meninggalkan Go. keduanya telah digantikan Cyclone Magnum dan Hurricane Sonic.

Saat membaca chapter awal jilid ini, menurut saya kok serba kebetulan dan tidak logis. Pertama adalah kedatangan kakek Okada Tesshin yang telah mengembara begitu lama tiba-tiba datang sambil membawa pengumuman Kejuaraan Dunia, plus secara kebetuluan ditunjuk sebagai ketua, dan dengan serta merta menunjuk anak-anak dibawah bimbingan Tsuchiya sebagai wakil Jepang.

Hah? Serius? Kok enak banget gitu? Melihat fenomena mini 4WD yang sangat populer, pasti tidak hanya mereka berlima yang tangguh mewakili Jepang. Pasti ada anak lain di sudut lain Jepang yang tangguh pula. Kenapa tidak diadakan seleksi daerah untuk menentukan wakilnya? Apa lagi untuk event internasional kan harus dipersiapkan dengan sangat matang. Gimana sih.

Saya sadar penunjukan mereka berlima dikarenakan tokoh utamanya ya memang mereka. Tetapi seharusnya ya mbok jangan langsung tingkat internasional gitu kejuaraannya. Mungkin bisa tingkat daerah dulu, lalu perfektur, kemudian negara, dan terakhir mancanegara. Mangaka terlalu instan menciptakan kondisi sang tokoh utama langsung melaju ke kejuaraan dunia itu.

Oh iya, selain itu ada lagi yang menurut saya aneh. Hal itu ketika babak kedua yaitu pertandingan Retsu melawan Hamer D. Sebagai informasi, tim Amerika ini menggunakan satelit untuk mendeteksi ciri dan keunggulan atau hal-hal apapun terkait mobil lawan, yang selanjutnya disampaikan pada orang yang bertanding agar bisa menang. Anehnya, satelit tidak bisa mendeteksi mobil Retsu karena mobilnya masuk ke dalam air. Lha kok bisa? Satelit apaan kok cemen gitu nggak canggih sama sekali?

Yah, meskipun demikian, saya menikmati membaca manga ini. Banyak mobil-mobil keren berseliweran. Masingmasing mobil memiliki kelebihan dan keunggulan yang sangat ajaib jika dipikir-pikir. Namun, justru hal itulah yang membuat manga ini cocok untuk anak-anak. Daya pikir dan imajinasi anak-anak jadi tinggi dan tidak terbatas. Good manga but not too great.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Let’s & Go!! (Jilid 4)

coverlets4

Judul: Let’s & Go!! (Jilid 4)

Komikus: Koshita Tetsuhiro

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: Januari 2003

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, April 2003

cooltext-blurb

Retsu dan Go menghadapi lawan berat. Bisakah mereka mengalahkan Proto Saber JB yang dikendalikan oleh J? kenapa Prof Ogami menciptakan Proto Saber? Siapakah sebenarnya dia?

cooltext-review

Saat masih kecil, saya suka sekali dengan yang namanya mainan. Tipikal anak laki-laki pasti suka dengan mainan mobil-mobilan. Awal tahun 2000an kala itu sedang booming yang namanya Mini 4WD. Kalau saya dan teman-teman menyebutnya sebagai Tamiya. Saya rasa kala itu tidak ada anak laki-laki yang tidak suka dengan mobil-mobilan ini.

Yang membuat Mini 4WD sangat populer adalah karena adanya tayangan serial anime berjudul Let’s & Go!! yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta setiap hari minggu pagi. Tentu saja saya yang masih kecil tidak pernah melewatkan anime itu. ternyata saya baru sadar bahwa Let’s & Go!! adalah anime yang berawal dari manga. Kali ini saya mencicipi versi komiknya.

Seiba Go dan Seiba Retsu adalah kakak beradik kelas 4 SD dan 5 SD. Keduanya sangat menggemari mobil Mini 4WD. Awalnya mereka memiliki mobil yang umum dijumpai di pasaran. Namun, suatu ketika pertemuan mereka dengan Profesor Tsuchiya membuat mobil kedua anak ini “berevolusi” menjadi Magnum Saber dan Sonic Saber.

Singkat kata, pada chapter berjudul Magnum & Sonic Terdesak, Retsu dan Go sedang bertanding dengan anak buah Profesor Ogami yang licik bernama J. Ia memiliki mobil Mini 4WD bernama Proto Saber JB. Mobil itu adalah ciptaan Ogami yang ingin mengalahkan mobil ciptaan Tsuchiya yang digunakan oleh Retsu dan Go. Dan benar, mobil J sangat tangguh di lintasan.

Kalau kita berada di sebelahnya, kita takkan menerima angin darinya! Tapi Saber sudah mencapai batas kecepatannya. Apakah dia bisa!? (Halaman 28)

Balapan Terakhir dengan Air Mata! adalah chapter yang menyedihkan. Belum sampai akhir pertandingan, Magnum Saber dan Sonic Saber milik Retsu dan Go harus terpaksa keluar lintasan karena angin yang dikeluarkan Proto Saber JB. Naas, tepat di luar lintasan itu adalah magma gunung berapi. Meski Retsu dan Go dengan sekuat tenaga ingin menyelamatkannya, gempuran Proto Saber JB tak bisa dihentikan dan membuat kedua mobil jatuh ke dalam magma.

Aku hanya menciptakan Saber yang telah dibesarkan oleh Retsu dan Go! Aku hanya memanfaatkan ciri khas dari Magnum sebagai mobil tercepat, dan Sonic yang unggul di tikungan, jadilah mobil baru yang mengikuti angin dengan sempurna. (Halaman 79)

Mengetahui keadaan itu, pada chapter Meluncurlah, V Magnum & V Sonic! Professor Tsuchiya memberikan mobil baru kepada Retsu dan Go. beliau bilang mobil itu adalah ciptaan Retsu dan Go sendiri. Oleh karena itu beliau meminta Retsu dan Go mengikuti GJC alias Great Japan Cup selanjutnya di sebuah taman bermain milik Mikuni Tokichi. Bagaimana akhir pertandingannya?

Mobil ini menyimpan kekuatan yang belum diketahui! Tolong keluarkan tenaganya dengan kemampuan kalian! (Halaman 93)

Selain tiga chapter utama, ada lagi satu chapter cerita spesial berjudul Bersaing di Laut Musim Panas. Jadi certanya Retsu, Go, Tokichi, dan dua kakak beradik penggemar Mini 4WD juga bernama Takaba Jiromaru dan Takaba Ryo sedang berlibur di pantai. Kegembiaraan mulai sirna ketika mobil mini 4WD milik Ryo bernama Tridagger dicuri oleh seekor monyet.

Nah, lucunya monyet tersebut wajahnya sangat mirip dengan Tokichi. Tak pelak hal ini membuat amarah Ryo dan lainnya dilampiaskan kepada Tokichi. Padahal Tokichi tidak tahu apa-apa. Setelah mengetahui siapa pencuri sebenarnya, merebut mobil milik Ryo tidak semudah yang dibayangkan. Wah kira-kira bisa atau tidak ya Tridagger kembali pada Ryo?

Kamu menyelamatkan Tridagger… Terima kasih! Jangan cemas, pegangan yang erat! (Halaman 174)

Membaca komik ini membuat saya nostalgia belasan tahun yang lalu. Kala itu saya memang sangat tergila-gila dengan Mini4WD atau bekennya disebut Tamiya. Padahal Tamiya adalah nama merek, bukan nama mobilnya ahahaha. Selain tamiya ada pula Auldey yang populer juga sebagai merek mini 4WD selain Tamiya. Tapi nyebutnya ya tetap aja Tamiya hahaha.

Pada jilid keempat kali ini, saya sudah tidak menjumpai mobil awal miilik Retsu dan Go, melainkan sudah berubah menjadi Magnum Saber dan Sonic Saber sebagai buah karya Profesor Tsuchiya. Sayangnya saya tidak mengikuti perjalanan Saber tersebut dengan lama. Karena mereka lebih dulu gugur di medan laga saat bertarung dengan Proto Saber JB.

Victory Magnum dan Vanguard Sonic adalah mobil baru ciptaan Profesor Tsuchiya yang diberikan pada Retsu dan Go karena keduanya telah berduka akibat kehilangan Saber. Agak aneh sih ketika Tsuchiya berkata mobil itu adalah “ciptaan” Retsu dan Go. secara sebenarnya itu adalah mobil hasil eksperimen proyek V milik Profesor Tsuchiya.

Selain itu, dilihat-lihat komik ini memang sangat imajinatif. Bisa-bisanya ketika mobil Retsu dan Go tenggelam di kawah magma yang panas, secara kebetulan dua mobil itu mengeluarkan petir dan secara kebetulan pula petir itu menyambar mobil Profesor Tsuchiya yang sedang kehabisan energi untuk menyelesaikan proyek mobil mini 4WD yang baru. Unbelievable.

Meskipun demikian, saya dulu kok ya seneng banget nonton anime ini. padahal kalau dibaca sekarang terasa sangat janggal dan tidak logis hahaha. Yah meskipun demikian, komik ini sangat bagus untuk membangun semangat anak-anak yang membaca komik ini agar tidak gampang menyerah ketika mengalami kegagalan. Tunggu review jilid selanjutnya ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 12)

coverdeath12

Judul: Death Note (Jilid 12)

Sub Judul: Finis

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316780

cooltext-blurb

Pertarungan Light Yagami dan Near mendekati akhir! Strategi apakah yang telah dibuat oleh mereka berdua?! Inilah akhir pertempuran yang disebabkan oleh DEATH NOTE!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Akhirnya sampai juga pada jilid terakhir seri Death Note ini. Sepuluh chapter yang disuguhkan di jilid ini tida ada yang membuat saya kecewa. Justru terasa sekali ketegangan dan serunya akhir kisah jilid ini pada paruh akhir yang melibatkan Light dan Near.

Jilid ini diawali dengan tindakan gegabah Mello yang menculik Takada saat malam hari. Sesungguhnya hal ini diluar perkiraan Near ataupun Light. Takada memang tidak dibutuhkan Light lagi sehingga dengan mantap ia membuat Takada membunuh Mello dan kemudian Light membunuh Takada. Sayangnya, dari titik inilah yang menjadi senjata Near saat bertemu Light.

Sangat berbahaya jika pihak Near telah lebih dahulu menemukan Takada yang telah membunuh Mello dan menemukan potongan kertas yang di dalamnya tertulis nama Mello.

Saat pertemuan tiba. Near beserta anggota SPK bertemu langsung dengan Light yang didampingi para penyelidik dari kepolisian. Awalnya Near yang bernama asli Nate River ini menggunakan topeng berwajah L. Ia mengulur waktu agar seorang tamu yang menyusul juga hadir di gudang terpencil yang digunakan Near dan Light berhadapan. Siapakah tamu itu?

Setelah berhasil menyentuh langsung buku itu, halamannya kuganti, kertasnya kami balik. Karena pelaku penghakiman Kira menulisi satu halaman setiap hari, maka kami tukar kertasnya supaya kita tidak akan mati meskipun nama kita ditulis.

Ya benar, Mikami. Sesungguhnya Mikami memang disuruh Light untuk datang secara sembunyi-sembunyi dan melihat nama asli semua orang yang ada di situ kemudian menuliskan nama mereka pada buku kematian. Sayangnya, buku kematian yang selama ini dibawa Mikami telah dimanipulasi oleh pihak Near sehingga tidak ada yang mati meskipun nama sudah ditulis.

Seperti yang sudah saya ungkapkan, perbuatan Mello yang menculik Takada adalah awal mula kondisi yang dijadikan Near sebagai senjata. Dari penculikan Takada hingga kematian Mello membuat Mikami bertindak diluar kendali Light sehingga membuat senjata Near dalam mengalahkan Kira menjadi lebih besar. Merasa terdesak, Light mencoba kabur dari tempat itu.

Tapi… Demi dirimu, Mikami bertindak dengan sempurna… Bertindak karena berpikir harus menyelesaikan tugas menggantikan Kira… Perasaan menginginkan kesempurnaan dalam pemujaan, menjalankan misi secara berlebihan, dan kecepatan daya pikirnya justru menjadi lubang kematiannya.

Wow. Baru kali ini saya mengaki kemampuan Near, eh Mello juga. Saat mereka berdiri sendiri, memang mereka tidak bisa mengungguli atau bahkan menyamai L. Namun, ketika Near dan Mello bekerja sama (yah meskipun ini bukan kesengajaan juga), kolaborasi keduanya memang bisa melampaui kemampuan L. Saya salut ketika Near bsia memanfaatkan tindakan Mello.

Awalnya saya tidak menyangka adanya manipulasi buku itu. Soalnya buku itu adalah milik shinigami yang berasal dari dunia shinigami. Sempat disebutkan pada jilid awal bahwa bahan pembuatan Death Note bukan berasal dari bumi. Namun, Near dan yang lain sanggup menduplikasi buku itu dengan sangat mirip yang bahkan Mikami juga tidak menyadarinya.

Baiklah ini saya rasa agak janggal. Buku yang bahannya tidak ada di bumi pastilah memiliki perbedaan tertentu dari buku kebanyakan. Seorang Mikami yang perfeksionis dan detil terhadap segala hal pasti bisa mengetahui perbedaan itu. Buktinya ia bisa mengetahui perbedaan buku asli yang telah dipalsukan sebagian. Tetapi kenapa buku yang semua palsu justru tidak bisa ia bedakan? Kalau tergesa-gesa, itu bukan sifat dasar Mikami. Huft.

Kemudian bicara tentang Yagami Light alias Kira. Saya suka bagaimana keyakinannya sangat tinggi ketika berjumpa dengan Near. Satu chapter khusus yang digunakan untuk monolog Light dan berbagai macam pikirannya memuat saya takjub bahwa ia bisa merencanakan hal yang sangat keji sekaligus cerdas. Namun, semua mulai berantakan saat Near menunjukkan buku.

Light memang masih bisa yakin dan congkak dengan kemampuannya menjadi Kira. Ya benar, ia sudah mengaku jadi Kira. Namun, semua tidak berlangsung lama. Matsuda yang sangat percaya pada Light akhirnya bertindak anarkis. Situasi memanas ketika Light sudah lemah tak berdaya karena perbuatan Matsuda. Ia merangkak, merintih, menangis, dan…memohon.

Saat itulah saya melihat Light bukanlah orang yang cerdas dan bangga akan kemampuannya. Dia sangat menyedihkan. Dia sampah. Seperti kata Near, Light alias Kira bukanlah dewa, melainkan seorang pembunuh keji berdarah dingin. Satu twist yang tidak saya sangka yang melibatkan shinigami alias Ryuk sangat mengejutkan. Saya tahu Ryuk memang tidak memihak siapapun di komik ini. Namun, keputusannya saat hampir akhir cerita membuat saya ternganga.

Akhirnya, berakhir sudah jilid keduabelas Death Note ini. Saya menikmati ceritanya. Mulai dari Light masih SMA yang berjumpa Ryuk, bergabungnya L dan Watari pada kepolisian Jepang, keterlibatan Misa dan Rem, sebuah momen kelam yang ada di pertengahan seri, hingga munculnya Near dan Mello yang awalnya saling bersaing tetapi bisa “bekerjasama” dalam meringkus Kira yang asli. Meski ada beberapa jilid yang membosankan dan menjemukan, saya akan menyematkan rating tertinggi untuk jilid ini. This manga was great! 

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 11)

coverdeath11

Judul: Death Note (Jilid 11)

Sub Judul: Kindred Spirit

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316773

cooltext-blurb

Berkat Takada, Light dapat berkomunikasi dengan Mikami, pemegang baru DEATH NOTE. Sementara itu, Near memutuskan untuk pergi ke Jepang. Apakah yang akan dihadapinya di Jepang?!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Setelah jilid kemarin saya mengungkapkan segala macam keluhan dan ketidaksemangatan saya saat membaca jilid sepuluh, pada kali ini saya menemukan sebuah sisi menarik yang disuguhkan pada sepuluh chapter jilid sebelas. Seolah hampir mencapai garis akhir, jilid ini cukup menarik.

Seperti yang sudah dituliskan dalam blurb di atas, Near yang pada awalnya melakukan penyelidikan di Amerika akhirnya bertolak ke Jepang karena sudah yakin bahwa L kedua alias Light Yagami adalah Kira yang selama ini ia cari-cari. Namun, bukan Near namanya jika langsung konfrontasi langsung pada Light. Ia merencanakan dengan matang sebelum bertemu.

Kita mesti benar-benar mendapatkan buktinya 100%, juga membuatnya sadar akan kekalahannya dan membuatnya ikut merasakan penderitaan. jika belum begitu, tak boleh membunuhnya.

Near menyebut L-Kira, X-Kira, dan L-Light Yagami saat menguraikan rencananya. Siapakah mereka bertiga, bisa dibaca sendiri di komik ini. sementara itu, demi memperlancar komunikasi dengan Mikami, Light menjalin pertemuan rahasia dengan Takada Kiyomi. Meski awalnya dikelilingi kamera pengitai dan alat penyadap, Light bisa membereskan itu dengan mudah.

Amane-san melakukan penghakiman Kira… Dan sekarang, aku… Tidak, aku berbeda dari Amane-san… Amane-san disuruh karena terpaksa, sedangkan aku dipilih oleh Yagami-kun…

Apa maksud kalimat Takada di atas? Benar sekali, Light meminta Takada juga turut menggunakan Death Note yang dibawa Mikami untuk mengeksekusi orang-orang tertentu. Hal ini Light lakukan karena ia tidak bisa lagi mengakses Death Note setelah posisinya dicurigai oleh pihak Near dan SPK serta rekannya sendiri sesama penyelidik dari kepolisian Jepang.

Salah satu penyelidik yang sangat percaya dengan Near adalah Aizawa. Meski ia ingin menangkap Light dengan tangannya sendiri, Near dengan tegas mengatakan bahwa apa yang dilakukan Aizawa tidaklah berguna. Bahkan, gerakan ceroboh yang dilakukan pihak selain Near juga dianggap akan merusak skenario yang telah dipersiapkan. Lantas bagaimana?

Tapi Kira tidak akan bisa meremehkan saya. Bagi Kira, saya adalah… lawan bertarungnya saat ini dengan mempertaruhkan harga dirinya yang menggantikan posisi L. Hanya dengan mengalahkannya, Kira bisa dihentikan.

Sejak jilid ini akhirnya bisa saya simpulkan tokoh yang benar-benar penting pada pra-akhir cerita adalah Yagami Light dan Near. Sedangkan sisanya, mulai dari SPK, penyelidik kepolisian, Amane Misa, Takada Kiyomi, Mikami Teru, dan orang-orang lainnya hanyalah pemain tidak penting yang hanya menjadi kerikil-kerikil selama jalinan kedua tokoh tersebut berinteraksi.

Bagaimana dengan Mello? Meskipun ia mengukuhkan diri sebagai penerus L, saya bisa mengetahui bahwa ia tak setangguh Near. Mello yang tiba-tiba hilang sejak jilid sepuluh yang lalu juga saya pikir ia sudah tertinggal dari Near. Meskipun demikian, kemunculannya pada akhir jilid ini membuat saya heran juga mau apa Mello ikut campur pada kegagalannya itu.

Meskipun tema komik ini sangat serius dan dewasa, ternyata ada beberapa hal lucu yang saya temui. Misalnya ketika Near sedang berpikir pemecahan kasus, ia selalu sambil bermain. Lucunya, mainan yang digunakan Near selalu berganti melulu. Padahal statusnya sebagai imigran  kok ya bisa bawa-bawa mainan. Kalau toh membeli di Jepang, kok ya terlalu mubazir.

Di samping itu, menurut saya, Near memang pantas menjadi penerus L. Namun Near memiliki daya analisis yang terlalu spontan dan justru membuat Near bagaikan dukun atau ahli nujum. L selalu memiliki dasar argumen dan bukti pendukung yang tepat. Hal itu membuatnya pantas menjadi detektif. Tetapi Near seolah sudah mengetahui kebenarannya tanpa perlu mencari bukti pendukung. Hal inilah yang membuat saya menganggap tokoh Near too good to be true.

Setelah beberapa jilid isinya berputar-putar tanpa ada kejelasan dan titik fokus, akhirnya pada jilid sebelas ini hal yang saya tunggu-tunggu akan terjadi. Akan? Ya benar, meskipun sudah diungkapkan, tetapi sampai akhir jilid sebelas ini masih belum terjadi “peristiwa” yang saya nantikan. Peristiwa apakah itu? Hmm… Nantikan review saya jilid berikutnya saja ya hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 10)

coverdeath10

Judul: Death Note (Jilid 10)

Sub Judul: Deletion

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316766

cooltext-blurb

Dengan cerdik, KIRA berhasil mengompori para pendukung KIRA untuk mengepung markas SPK. Sanggupkah Near meloloskan diri dari sergapan licik Light Yagami?!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Hmm saya tekankan bahwa mungkin review jilid ini adalah review yang paling tidak positif sejak review jilid pertama hingga sembilan yang telah tayang. Entahlah, saya merasa bosan, jenuh, malas, dan tidak semangat menyelesaikan sembilan chapter yang ada di jilid sepuluh ini.

Langsung saja, jilid ini dibuka dengan kondisi di markas Near, agen Lidner, agen Gevanni, dan agen Rester. Di sana, Mogi sedang terduduk sambil diinterogasi macam-macam. Sayangnya, Mogi tidak memberikan jawaban apapun dan membuat Near harus merencanakan plan B agar bisa mendapatkan informasi tentang kepolisian Jepang yang sedang menyelidiki kasus Kira.

Kalau Mr. Mogi tidak mau bicara apa-apa, terpaksa kita harus memancing anggota yang lain untuk berbicara. Saya tidak tahu berapa jumlah orang di sana, tapi saya pasti bisa membuat salah seorang dari mereka berbalik mendukung kita.

Ya benar, setelah menyerah dengan Mogi, akhirnya Near bisa mendapatkan seorang penyelidik dari pihak Light yang bersedia memberikan sedikit informasi padanya. Sementara itu, Light yang terdesak akhirnya menunjuk “Kira” baru bernama Mikami Teru. Profesinya yang merupakan seorang jaksa dan masa lalu yang pahit membuatnya sepemikiran dengan Light.

Seperti ucapan Near, bisa saja awalnya Light-kun menyuruh Amane melakukan transaksi mata, lalu menghakimi para kriminal sebagai Kira, dan kemudian mengalihkan tugas itu pada orang lain…

Cerita semakin rumit dengan tambahan tokoh lama yang muncul kembali bernama Takki atau Kiyomi Takada. Perempuan ini adalah mantan pacar Yagami Light saat kuliah. Ia ditunjuk oleh Mikami sebagai juru bicara “Kira”. Posisi yang tidak menguntungkan membuat Light setuju dengan kehadiran Takada agar bisa berkomunikasi dengan Mikumi tanpa dicurigai kepolisian.

Karena Near, orang-orang di sini kembali mencurigaiku, kecuali Matsuda. Tapi gampang sekali membodohi mereka. Akan kubuat Mikami bertindak sebagai Kira sesuai keinginanku…

Well well well, sudah saya katakan bahwa jilid ini membuat saya bosan, jenuh, dan tidak bersemangat seperti biasanya. Bukannya tidak ada perkembangan cerita, namun berbagai konflik yang sengaja diulur-ulur sang mangaka membuat saya geregetan. Apa lagi penguluran itu membuat kejeniusan Light sebagai Kira seolah sirna. Tidak lagi seru dan menegangkan.

Light terlihat bodoh dan gegabah dalam bertindak karena posisinya dicurigai lagi sebagai Kira karena ucapan Near dan Mello. Keputusan Light menunjuk “Kira” baru secara acak dan kebetulan ketemu Mikumi adalah puncak kebodohan Light sebagai Kira. Saya bilang kebetulan karena Light hanya sekali menyaksikan wajah Mikumi dan membaca angket langsung yakin.

Saya yakin rentetan peristiwa setelah Mikumi menjadi “Kira”, mulai dari pertemuan Light secara rahasia dengan Takada, pembunuhan staf Sakura TV yang dahulu memuja Kira, hingga pengkhianatan beberapa penyelidik adalah bukti bahwa Light tak lagi menjadi Kira yang tenang dan cerdas dalam bertindak. Padahal secara usia, Light harus lebih matang mengambil keputusan.

Kalau Mikumi adalah “Kira” baru, bagaimana dengan Misa? Hmm saya rasa Misa sudah bukan lagi tokoh penting di Death Note. Cepat atau lambat dia pasti akan menghadapi kenyataan pahit. Pun demikian dengan Kiyomi Takada yang meskipun digambarkan sangat cerdas tetapi sangat mudah terjebak dengan pesona sang mantan kekasih alias Light-kun.

Saat membaca jilid ini, saya jadi sadar bahwa nyaris semua tokoh perempuan di Death Note adalah perempuan bodoh dan naif. Saya bilang nyaris karena hanya satu perempuan yang cerdas dan tangguh yaitu Misora Naomi. Sisanya? Tak lebih dari boneka yang tak bisa berpikir, termasuk Amane Misa dan Takada Kiyomi. Sungguh berbanding terbalik dengan para lelaki.

Saya tahu bahwa seri Death Note akan berakhir dua jilid lagi. Mungkin saja ini adalah taktik sang mangaka agar pembaca tetap setia mengikuti betapa membosankan dan tidak menariknya jilid ini agar bisa sampai pada puncak akhir cerita Death Note. Dan, saya termasuk pembaca itu. bukan jilid yang sangat menarik, namun cukup untuk dijadikan pijakan sebelum ke akhir cerita.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 9)

coverdeath9

Judul: Death Note (Jilid 9)

Sub Judul: Contact

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316759

cooltext-blurb

Akhirnya KIRA turun tangan membantu Light dan tim penyelidik merebut Death Note dari tangan Mello. Di saat seperti itu, Soichiro Yagami kembali masuk ke dalam tim penyelidik. Light lalu membuat strategi tak terduga. Bagaimana tanggapan Soichiro terhadap strategi Light…?!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Hmm masih sembilan chapter yang disuguhkan di jilid kesembilan ini. Lagi-lagi saya masih belum bisa move on dari jilid ketujuh yang lalu. Padahal pengganti sang tokoh tersebut sampai ada dua. Tapi saya tidak rela berpisah begitu cepat huhuhu. Ah baiklah mari fokus pada jilid ini saja.

Kal Snydar yang merupakan komplotan mafia pimpinan Mello adalah pemilik death note yang dibawa pihak Mello. Tentu saja hal ini membuat mereka kuat dengan mudah karena bisa membunuh siapapun tanpa kesulitan. Hal ini karena Kal sudah melakukan “transaksi” dengan Shidoh, sang pemilk buku kematian yang asli.

Light menilai bahwa ulah Mello dan gengnya sudah tidak bisa dibiarkan. Akhirnya ia membentuk misi penyergapan sekaligus perebutan kembali buku itu. bahkan, Light menyarankan agar Mello dibunuh di tempat dengan cara menuliskan nama aslinya di buku kematian. Soichiro yang keras kepala memaksa akan mengemban misi “penulisan nama” itu.

Ini semua gara-gara aku menyerahkan buku itu. Karena itu, aku sudah siap untuk mati. Jika harus memakai buku itu, biarkan aku yang melakukannya, 13 hari kemudian aku akan mati.

Meskipun misi itu membuahkan hasil bahwa Soichiro telah mengetahui nama asli Mello yaitu Mihael Keehl, beliau menyia-nyiakan kesempatan membunuh Mello dengan menulis di buku kematian. Akibat hal itu, ia harus menerima sebuah “akibat” yang amat pedih dan mengakhiri perjuangannya menyelidiki Kira. Sementara itu, Near merasa ada yang aneh dengan L kedua.

Cukup dengan diam dan mengamatinya saja, aksi Kira dan L kedua akan menunjukkan kecacatannya. Untunglah Mello bisa kabur, jadi mungkin sisa yang 93% itu bisa kita dapatkan dengan mudah

Salah satu cara yang dipikirkan Near adalah dengan memanfaatkan Mello yang tidak punya sekutu lagi. salah satu agen Near, Helle Lidner, berjumpa dengan Mello dan mau tidak mau harus membawa Mello e markas Near. Di sana, alih-alih mengusir Mello dan menyuruhnya pergi, Near justru menjalin kerjasama dengannya agar rencananya mengungkap Kira berhasil.

Seharusnya kita hormat padanya untuk prestasinya karena pernah berhasil mendapatkan buku dan mendekati Kira. Sangat tidak sopan menodongkan senjata kepadanya.

Semakin kesini saya jadi kurang bersemangat mengikuti Death Note. Bukan ceritanya yang sudah tidak menarik ataupun perkembangan yang tidak jelas, saya hanya merasa bahwa “nyawa” Death Note sudah mulai pudar. Nyawa sudah tak ada harganya lagi. Bunuh, mati, tewas, sudah mudah sekali diucapkan para tokoh di jilid ini. Sangat berbeda dengan jilid awal.

Pada awalnya “kematian” di komik ini digambarkan adalah sebuah kondisi yang sangat menakutkan. Tidak semua orang mati. Tidak semuanya dibunuh. Hanya orang tertentu saja yang mati karena ulah Kira. Hal ini membuat saya menjadi “mengamini” tindakan Kira sekaligus tidak “setuju” dengan perbuatannya. Kondisi yang berimbang inilah yang menarik.

Sejak jilid delapan yang lalu hingga jilid ini, keberpihakan saya pada perbuatan salah dan benar menjadi tidak bisa diraba lagi. semua menjadi terasa tidak ada yang “benar” meskipun berlindung dibalik kata “kebenaran”. Mello yang ingin menangkap Kira namun membunuh agen di pihak Near bukanlah hal yang “benar” menurut saya. Namun Light yang membunuh mafia di pihak Mello karena ingin melumpuhkan laki-laki (iya benar, saya baru tahu bahwa Mello itu cowok) itu adalah hal yang “salah” menurut saya.

Kekuatan Near yang sangat tenang namun tepat sasaran adalah hal yang sangaat membuat saya nostalgia dengan L. sayangnya, Near bukanlah L semirip apapun perilakunya. Bahkan terlihat bahwa Near agak lebih cepat menyimpulkan tanpa ada uraian jelas tentang dugaan-dugaannya. Jauh berbeda dengan L yang ngoceh panjang baru menyimpulkan. Near tidak seperti itu.

Oh iya, baik L, Near, atau Mello ada sebuah kebiasaan unik. L sangat suka dengan makanan manis atau dessert sebagai teman memecahkan kasus. Near fanatik dengan berbagai mainan khususnya yang bongkar pasang. Sedangkan Mello adalah seorang chocolate addict yang selalu mengunyah coklat batangan. Unik-unik padahal kasus yang dihadapi adalah kasus pembunuhan massal yang keji.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 8)

coverdeath8

Judul: Death Note (Jilid 8)

Sub Judul: Target

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316742

cooltext-blurb

Bersamaan dengan kematian L, dunia ideal yang dicita-citakan oleh Light Yagami mulai mendekati kenyataan. tapu dua penerus L, yaitu Near dan Mello, mulai beraksi. Pertarungan perebutan DEATH NOTE kembali dimulai! Mello kemudian menculik Sayu Yagami dan meminta pertukaran dengan DEATH NOTE…!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Hmm sebelumnya, saya ingin mengungkapkan bahwa saya rindu L huhuhu. Masih sedih rasanya mulai jilid ini hingga seterusnya saya tidak akan “berjumpa” L lagi. Padahal saya sudah suka dengan karakter L daripada Yagami Light. But show must go on.

Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid ini mulai membawa pembaca pada fase baru ketika Yagami Light telah menjadi polisi. Awalnya ia sudah yakin tak ada lagi penghalang sebagai “dewa” di dunia baru setelah kepergian L. Namun, Light harus menghadapi kasus penculikan Kepala Polisi dilanjutkan penculikan Yagami Sayu karena ulah Mello, sang generasi penerus L.

Aku akan berangkat ke L.A. dengan membawa bukunya. Ini tanggung jawabku sebagai Wakil Kepala Polisi dan ayah Sayu Yagami! Aku akan mempertanggungjawabkan semuanya.

Wakil Kepala Polisi dan jajarannya tidak bisa menyelamatkan pimpinan tertinggi kepolisian dan kini nyawa Sayu yang terancam. Permintaan Mello sederhana. Ia ingin ada pertukaran antara Sayu dengan death note yang dipegang Yagami Soichiro. Pertukaran tak bisa digagalkan meski Light telah berhubungan dengan Near, pimpinan The Special Provision for Kira alias S.P.K.

Jika nama dan foto mereka diumumkan, mereka akan dibunuh oleh Kira… Jika tidak ingin itu terjadi, mereka harus menyerahkan bukunya… Itulah yang akan saya lakukan meskipun sebenarnya saya enggan memakai cara begitu…

Baiklah, mari kita simpulkan bahwa sejak jilid ini ada dua orang yang “bertindak” sebagai generasi penerus L. Mereka berdua bernama samaran Mello dan Near. Keduanya (dan L juga) adalah anak-anak panti asuhan Wammy’s House yang dimiliki oleh Quillsh Wammy alias Watari. Sebenarnya L harus menunjuk salah satu dari mereka sebagai pengganti. Tetapi…hiks :(

Back to topic saat Mello mendapat buku kematian, Light berniat merebutnya kembali. Setelah berhasil meyakinkan presiden Amerika dan mendapatk bantuan pasukan khusus, Light berniat menyergap markas rahasia Mello demi mendapatkan buku tersebut. Sayangnya, kehendak Light harus sirna karena shinigami bernama Shidoh. Siapa dia? Kenapa ada di pihak Mello?

Tapi, bagaimanapun, aku akan membunuh Near dan Mello. Demi melindungi perdamaian di dunia baru yang sedang kubangun ini.

Jilid ini terasa sekali bagaimana Near dan Mello berseberangan jalan dalam menumpas Kira. Near bersama tim The Special Provision for Kira alias S.P.K. yang melibatkan FBI di jalan “putih” sedangkan Mello bergabung dengan organisasi mafia kelas berat yang dikatakan berada di jalur “hitam”. Meski sama-sama ingin menghancurkan Kira, cara mereka berdua tidak sama.

Secara karakter, saya jauh lebih menyukai tokoh Near. Dia mengingatkan saya pada L dalam versi yang lebih muda. Daya analisis dan ketenangannya mirip dengan L. Sedangkan Mello, saya tidak bisa menyukainya. Pantas saja dia berada di urutan “kedua” setelah Near. Dia memang pandai. Kejeniusannya juga tidak main-main. Sayangnya, keterlibatannya di gembong mafia dan menggunakan cara licik dan kotor membuat saya tidak rela dia menjadi penerus L.

Kemunculan Shidoh yang tiba-tiba di dunia manusia membuat saya heran. Kok bisa ada shinigami lain selain Rem dan Ryuk. Padahal shinigami bisa “turun” saat buku kematiannya jatuh di dunia manusia. Jika Rem turun karena ukunya dipegang Misa dan Ryuk turun karena bukunya dibawa Light, lantas siapa yang memegang buku milik Shidoh? Ternyata…rahasia :p

Shidoh saya rasa tidak sefanatik Rem ataupun sesantai Ryuk. Namun bisa saya simpulkan bahwa Rem dan Ryuk jauh lebih pintar daripada Shidoh. Bukan hanya ketidak mampuannya memahami peraturan dunia shinigami dan death note, bahkan ia secara “sukarela” membantu Mello dalam menumpas pasukan khusus milik Light hanya karena alasan sepele. Duh duh duh.

Well, sekarang Light harus menghadapi dua penerus L yang memiliki taktik dan caranya sendiri dalam membongkar identitas Kira sesungguhnya. Cita-citanya membuat dunia baru harus sedikit terhambat karena sebelum Near dan Mello sirna, ia tida bisa menjadi dewa dengan mudah. Bagaimana kelanjutan Light sebagai Kira dan pertarungannya melawan Near dan Mello?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 7)

coverdeath7

Judul: Death Note (Jilid 7)

Sub Judul: Zero

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316735

cooltext-blurb

Para penyelidik dan polisi sudah mengepung Higuchi yang memiliki Death Note. Apakah Light akan berhasil mendapatkan kembali Death Note miliknya? Lalu, apakah rencana yang sudah dirancang oleh Light sebelum disekap akan menjadi kenyataan? Fakta mengejutkan telah menunggu…!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* saya tidak dibiarkan “bernapas” oleh sang mangaka Death Note setelah jilid sebelumnya saya dibuat deg-deg-an. Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid ketujuh ini lagi-lagi “menikam” jantung saya karena ada kejadian sangat besar yang menjadi titik balik “permulaan” baru di Death Note.

Jilid ketujuh ini dibuka dengan chapter yang isinya flashback ke masa-masa sebelum Light dikurung di dalam penjara. Ternyata, ia telah merencanakan hal yang sangat licik sekaligus jenius untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Bahkan ia tega “mengusir” Ryuk dan menukar buku milik Rem dan Ryuk agar rencananya berhasil. Voila! Rencananya benar-benar brilian.

Tidak ada cara lain lagi. Pilih baik-baik orangnya, orang yang akan memakainya demi kedudukan, kesuksesan, dan uang. Kau harus menyerahkan buku itu padanya dalam waktu kurang dari sebulan! Kalau kau terlambat menyerahkannya, Misa akan lebih lama disekap.

Ryuk ternyata selama ini berada di dunia shinigami. Hal ini dikarenakan “buku” miliknya tidak ada manusia yang memilikinya. Pantas saja ia absen di jilid keenam kemarin. Namun, karena Misa dan Light telah dibebaskan, Light membuat Misa mencari keberadaan buku kematian milik Ryuk dan akhirnya shinigami tersebut bisa kembali ke dunia manusia. Hmm menarik.

Tidak bisa, Light… Misa tidak ingat namanya. Soalnya, waktu itu setiap hari Misa melihat nama dan umur berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus orang… Meskipun ingatan Misa kembali, bukan berarti Misa bisa ingat semuanya…

Pada pertengahan komik ini, saya sangat terkejut bahwa sang mangaka akan banyak “menghabisi” tokoh penting Death Note di jilid ketujuh ini. Saya tidak tega mengungkapkan siapa saja yang harus meregang nyawa di jilid ini. Yang jelas, sepak terjang L sang detektif jenius telah usai dan akan dimulai oleh Near dan Mello. Siapakah mereka berdua ini?

Karena ada banyak orang bodoh di dunia ini, meskipun L mati, bukan berarti semua orang lantas akan mendukung Kira. Berikutnya adalah pertempuran kedua…

Benar sekali, jilid ini adalah titik balik berakhirnya penyelidikan kasus Kira oleh L sekaligus dimulainya babak baru perburuan Kira sesungguhnya. Saya benci sekaligus kagum pada kelicikan Light yang memiirkan rencana sangat rapi, bahkan melibatkan Rem dan Ryuk yang masih tidak tahu apa-apa. Saya ragu Light ini sesungguhnya manusia atau bukan hahahaha.

Oh iya, pada akhir jilid keenam kemarin dan di awal jilid ketujuh ini sudah ketahuan siapa “Kira” yang berasal dari jajaran tinggi grup perusahaan Yotsuba. Sayangnya, “Kira” ini tidak sepintar Light bahkan sangat dungu dan seenaknya sendiri. Sudah bisa diduga akhirnya ia juga meregang nyawa karena kebodohannya sendiri. Sedangkan enam petinggi lainnya, meskipun sejak awal dijanjikan oleh L bahwa mereka akan baik-baik saja, ternyata janji hanya tinggal janji.

Seperti yang sudah saya singgung, kematian besar-besaran yang terjadi di jilid ini sangat menyakitkan. Saya speechless mengetahui siapa saja yang harus menutup usia karena Kira alias Light yang sudah ingat segalanya. Ada yang memang pantas mati, namun ada pula yang sangat disayangkan kematiannya huhuhu. Tetapi saya percaya bahwa kebenaran akan menang.

Ryuk muncul lagi! Hore! Saya cenderung lebih suka pada Ryuk daripada Rem. Ryuk sangat santai dan tidak memihak Light meskipun buku kematian miliknya dipegang oleh Light. Sedangkan Rem, meskipun shinigami, ia sudah sangat melibatkan perasaannya sendiri pada Amane Misa. Dan benar saja, hal itulah yang dimanfaatkan Light mencapai tujuannya. Huft.

Seperti yang sudah dikatakan Light, pertempuran kedua ini terjadi sekitar empat tahun kemudian ketika Light sudah menjadi polisi. Ia sudah memastikan bahwa dunia yang baru dengan Yagami Light sebagai “dewa” telah terjadi secara perlahan. Namun, keberadaan Death Note yang hampir tidak terendus tiba-tiba menimbulkan gejolak baru. Seperti apa gerangan?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 6)

coverdeath6

Judul: Death Note (Jilid 6)

Sub Judul: Give-and-Take

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316728

cooltext-blurb

Setelah Yagami dan Amane, kini muncul KIRA yang lain. Namun, KIRA yang satu ini melakukan pembunuhan demi kepentingan pribadi dan berlindung di balik 8 orang kuat Yotsuba. Ryuzaki dan Light bekerja sama untuk menangkapnya, namun Matsuda-lah yang akan menentukan berhasil tidaknya rencana perburuan terhadap KIRA!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid kali ini sangat berbda dibanding lima jilid sebelumnya. Pada jilid kali ini, saya merasakan jantung berdegup kencang dan mata yang tak bisa berhenti membaca untaian kalimat dan menghayati setiap ceritanya. Semuanya seba memukau dan tidak diduga-duga.

Sembilan chapter yang disuguhkan diawali dengan rapat tertutup antar petinggi Yotsuba. Tidak seperti sebelumnya yang anggota rapat berjumlah delapan orang, kali ini hanya ada tujuh orang yang menghadiri rapat. Sudah bisa diduga bahwa salah seorang yang tidak hadir tersebut telah tewas dibunuh oleh “Kira” yang merupakan salah satu dari tujuh anggota yang lain.

Sebenarnya tidak perlu menunggu satu bulan. Jika sebelum satu bulan L sudah terbunuh, kita bisa langsung meminta bantuan Kira lagi. Dengan kata lain, kalau besok L mati, saat itu juga kita bisa meminta kembali bantuan Kira.

Keputusan akhir rapat yang hendak membunuh dua orang petinggi perusahaan pesaing membuat Light bertindak cepat menghubungi Namikawa, orang yang disinyalir bukanlah Kira. Setelah bercakap beberapa saat, Namikawa mengusulkan agar pembunuhan dilakukan sebulan lagi sambil menunggu “Coil” membunuh L. Semua setuju dan rapat diakhiri.

Kecerobohan Matsuda pada jilid yang lalu menawarkan Misa agar menjadi model iklan perusahaan Yotsuba ternyata dimanfaatkan L agar bisa menarik “Kira” yang sesungguhnya. Bersama Mogi, Misa mulai mendekati petinggi Yotsuba dengan mengikuti wawancara direksi. Tak disangka, saat pertengahan wawancara, Rem membuat Misa menyentuh kertas death note!

Kira kedua dipastikan memiliki Mata Shinigami. Sejak peristiwa di Sakura TV… Kalau yang diucapkannya benar, apapun yang terjadi, aku ingin gadis ini terus berada di sisiku.

Tindakan Misa yang berjumpa langsung dengan “Kira” tanpa pemberitahuan apapun pada yang lain membuat strategi L dan Light sedikit berubah. Tak tanggung-tanggung, Matsuda yang telah “tewas” dirasa sangat cocok tampil di Sakura TV dan memberikan kesaksian bahwa ia tahu siapa “Kira” yang ada di Yotsuba. Sosok asli “Kira” pun tidak tinggal diam.

Kau tetap harus pergi ke sana. Kalau tidak ada, kau memang tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi kalau ada dan kau bisa menulis namanya, kau tidak akan dicurigai bila ada yang mati di Sakura TV.

Setelah jilid kemarin saya protes kenapa tidak ada update apapun pada tokoh yang tampil di sepanjang komik, pada jilid kali ini sudah ada update tokoh yang diperkenalkan, khususnya penghapusan tokoh polisi yang mati dan bertambahnya delapan orang petinggi Yotsuba. Sayangnya, jilid kali ini tidak menampilkan Ryuk. Saya penasaran kira-kira Ryuk kemana ya?

Inti konflik yang ada di jilid ini sesungguhnya bermula pada tahap wawancara Misa dengan petinggi Yotsuba yang akan menggunakannya sebagai bintang iklan. Namun, gara-gara Rem yang seenaknya sendiri menampakkan diri di depan Misa dan menceritakan siapa Misa, siapa Light, dan apa yang terjadi di masa lalu membuat rencana L sedikit berantakan.

Awalnya saya menganggap rencana L dan Light sangat bagus dan matang. Semua bagus dan tidak ada yang bisa dicurigai. Sayangnya, tindakan Misa yang ceroboh dan tidak matang membuat tidak logis taktik yang digunakan L dan Light, yang dimulai sejak Matsuda mulai muncul di Sakura TV. Beneran deh, strateginya sangat payah. Tetapi “Kira” kok ya tertipu. Zzz.

Yang paling tidak logis menurut saya adalah ketika “Kira” ingin mengetahui nama asli Taro Matsui alias nama Matsuda saat menjadi manajer Misa karena ia sangat khawatir identitasnya sebagai “Kira” akan terbongkar oleh Matsuda. Awalnya, ia mencoba menelepon Misa dan Mogi.

Namun, ketiadaan informasi siapa nama asli Matsui membuat “Kira” menghubungi direktur manajemen Misa. Dan dengan mudahnya sang “direktur” menyuruh “Kira” datang langsung ke kantornya dengan memberikan akses password pintu utama agar bisa melihat sendiri arsip nama asli Matsui (yang lagi-lagi telah dipalsukan oleh L) yaitu Yamashita Taichiro. Seriously?

Seorang direktur memberikan akses kemanan pintu masuk kantornya pada orang yang tak dikenal (terlihat dari “Kira” yang tidak memperkenalkan diri lebih dahulu) begitu saja tanpa ada kekhawatiran? Maksud saya, bisa saja kan ada yang menyalahgunakan hal itu. memang sih itu hanya taktik L semata. Namun saya juga tidak bisa mengabaikan aspek realistis dong. Huft.

Overall, jilid ini benar-benar membuat jantung saya berdebar khususnya sejak Matsuda tampil di Sakura TV dan melihat “Kira” mulai panik akan identitasnya yang akan terbongkar. Kekalutannya membuat otaknya tak bisa berpikir jernih dan “mengikuti” apa yang diperkirakan oleh L. meskipun demikian, hingga akhir komik jilid inipun saya masih dibuat penasaran karena “Kira” belum bisa diringkus padahal ia sudah terpojok di tepi jalan. Memang tidak mudah meringkusnya sebab “Kira” sudah melakukan “transaksi” dengan Rem. And then?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 5)

coverdeath5

Judul: Death Note (Jilid 5)

Sub Judul: Blackout

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, 2009

ISBN: 9789792313796

cooltext-blurb

Untuk mengamankan Misa, Light yang terdesak meminta agar dirinya disekap. Setelah itu, ia memberitahu Ryuk untuk membuang DEATH NOTE miliknya! Apa yang sedang direncanakannya? Sementara itu, diam-diam KIRA beraksi kembali!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Awal komik dibuka dengan kondisi Amane Misa, Yagami Light, dan Yagami Soichiro dipenjara oleh L. Misa dikurung karena dicurigai sebagai Kira kedua, Light dipenjara karena “merasa” menjadi Kira, dan Soichiro menyusul karena tidak kuat melihat anak kandungnya mendekam dibalik jeruji.

Tidak bisa! Sampai kuputuskan Light-kun adalah Kira atau bukan, apapun yang Light-kun katakan atau apapun yang terjadi, saya tidak akan mengeluarkanmu dari situ, terlebih ini juga atas permintaan Light-kun sendiri.

Light “mengusir” Ryuk dengan membuang hak kepemilikan death note. Akibatnya, semua ingatan tentang death note dan jati dirinya sebagai Kira menjadi lenyap. Hal ini membuat L sangat depresi karena kecurigaannya yang nyaris mutlak pada Light harus terbantahkan begitu saja. Namun, ini justru membuat Soichiro sangat bersyukur karena mereka semua akan bebas.

Setelah hampir dua minggu tidak ada “pembunuhan” massal penjahat lagi, tiba-tiba muncul Kira yang mengeksekusi banyak orang. Tidak hanya penjahat, ternyata ada orang tak berdosa yang menjadi korban. Setelah diselidiki L dan Light, ternyata Kira melibatkan orang-orang perusahaan Grup Yotsuba. Ada delapan orang yang menjadi dalang pembunuhan itu.

Pasti salah satu dari 8 orang di sini adalah Kira. Dengan begini, kita tidak bisa absen dari rapat ini. Ya, karena berarti mati.

Kedelapan orang itu adalah Ooi Takeshi, Mido Shingo, Kida Masahiko, Takahashi Eiichi, Higuchi Kyosuke, Shimura Suguru, Hatori Arayoshi, Namikawa Reiji. Mereka mengadakan “rapat” setiap jumat dan melaksanakan “eksekusi” pada akhir pekan. Mereka mengesankan bahwa yang dibunuh adalah orang jahat. Namun, ternyata ada pihak tertentu yang dieksekusi.

Belum sampai kasus ini berakhir, para penyelidik Kira yang masih berstatus polisi menghadapi pilihan yang amat sulit antara profesi atau dedikasi. Pasalnya, pemerintah memerintahkan seluruh jajaran kepolisian berhenti mengusut kasus Kira. Apabila tetap bersikeras, mereka harus mengundurkan diri menjadi polisi. Hal ini sangat membebani Aizawa.

Menangkap Kira dengan mempertaruhkan nyawa sebagai seorang polisi memang tidak salah. Tapi kalau mengejar Kira sampai harus berhenti dari kepolisian dan membuat keluarga jadi sulit, saya tidak bisa menganggapnya benar. Mati saat bertugas sebagai polisi adalah kehormatan, tapi mati saat jadi pengangguran adalah sia-sia.

Munculnya tokoh baru yang “diimpor” L dari luar negeri bernama Aiber yang profesinya sebagai penipu ulung dan Wedy si gadis pencuri yang lihai turut menyumbang keseruan cerita meskipun hanya tampil sekilas. Saya juga dibuat terkejut menyadari fakta bahwa Erald Coil, detektif bayaran yang disewa para petinggi Yotsuba ternyata adalah…baca sendiri saja ya :p

Saya tidak bisa membenci komik ini. Jalinan cerita penuh kejutan dan alur pemikiran yang memukau membuat saya tidak terasa telah membaca sembilan chapter yang disuguhkan. People change, time flies, everything can happens. Tidak ada lagi karakter hitam pekat ataupun putih cemerlang, khususnya tokoh utama. Semua serba abu-abu. Inilah keunggulan Death Note.

Sebagai pembuka, adanya sinopsis jilid sebelum-sebelumnya sebelum chapter pertama yang merangkum garis besar cikal bakal dan peristiwa penting Death Note membuat saya ataupun pembaca yang tidak marathon membaca semua seri jadi sangat terbantu. Sayangnya, perkenalan tokoh yang ditampilkan tidak diupdate alias sama teruuus. Kan jadi bosan.

Mengenai isi ceritanya, saya tidak akan bercakap lebih banyak lagi. masih tetap bagus. masih tetap stunning. By the way, halaman khusus how to use death note meskipun chapter-nya sudah berganti tetapi ada yang diulangi butir penjelasannya alias sudah disampaikan di chapter yang lalu. Saya jadi tidak terlalu tertarik lagi sih. Seharusnya setiap chapter isinya berbeda-beda.

Mengenai “hilangnya” Kira dan Kira kedua, jujur saya tidak memperkirakan akan terjadi seperti ini. Kalau semua Kira hilang, lantas bagaimana kasus ini akan berakhir? Eh ternyata ada “Kira” baru yang berasal dari grup Yotsuba. Meskipun hingga akhir jilid ini belum jelas siapa yang menjadi “Kira”, perilaku delapan orang itu sangat menjijikkan sebagai petinggi perusahaan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 4)

coverdeath4

Judul: Death Note (Jilid 4)

Sub Judul: Love

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, 2009

ISBN: 9789792313789

cooltext-blurb

Atas petunjuk L, polisi memutuskan untuk memanggil Light setelah muncul KIRA kedua. Saat itulah, Light menyadari tujuan utama yang tersembunyi dari pesan-pesan yang dikirmkan oleh KIRA palsu.

cooltext-review

*WASPADA! Revew ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Aaaargh Death Note ini semakin seru saja. Pada jilid keempat ini, pace sudah lebih cepat karena tidak seperti jilid pertama hingga ketiga yang masih membangun jalinan cerita sambil memperkenalkan para tokoh utama. Namun, jilid ini sudah seru banget.

Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid ini masih merupakan sambungan jilid sebelumnya. Munculnya “Kira” yang tamil di stasiun televisi swasta dengan menggunakan rekaman suara membuat L menjadi menyimpulkan bahwa “Kira” yang ini bukanlah Kira yang asli. Untuk mendukung kesimpulannya, ia secara khusus meminta Light hadir dan memberikan pendapat.

Kalau aku tidak bilang ada Kira palsu, kecurigaannya padaku akan semakin meningkat… Tapi, kalau aku tidak terjebak, hasilnya akan menguatan teorinya.. Hebat sekali.

Singkat kata, akhirnya ada dua Kira yang ada di sekitar Light. Ia sendiri sebagai Kira asli dan seseorang lagi sebagai Kira kedua. Siapa sangka bahwa Kira kedua ini adalah seorang model cantik berusia dua puluh tahun bernama Amane Misa. Akibat kelamnya masa lalu yang ia alami, ia tidak pikir panjang bertransaksi “mata” dengan Rem, shinigami pemilik death note.

Tidak mungkin aku memperkenalkan diri di depan orang banyak dan bilang “Senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu, Kira!” Yang penting, aku sudah tahu namanya. Langkah selanjutnya jadi mudah, apalagi namanyya aneh.

Kekagumannya apda Kira alias Light karena telah “membantunya” membuat Misa terlalu gegabah dalam bertindak. Mulai dari mengajak Light “bertemu” di tempat hitz Aoyama, menyamar seperti anak SMP, hingga langsung mendatangi rumah Light. Semua ini ia lakukan atas dasar ingin berterima kasih. Namun apa daya ia jadi mencintai Light secara sukarela.

Saya sadar, kalau kau bukan Kira, saya pasti akan baik-baik saja… Soalnya, yang tahu saya adalah L hanya Yagami-kun.

Well well well. Jilid ini jadi semakin seru karena hadirnya Misa alias Kira kedua. Jujur saya tidak menyangka akan ada tokoh penting baru yang akan muncul dengan membawa-bawa death note yang sama seperti milik Light. Sayangnya, meski Misa lebih tua daripada Light, sifat dan perilakunya sangat kekanakan. Entah ia sangat polos atau sangat bodoh, saya tidak tahu.

Munculnya Misa secara tiba-tiba di depan rumah dan minta bertemu dengan Light, mau tidak mau Light harus menerima kehadiran Misa di kehidupannya karena ia tidak punya pilihan lain. Terlebih Misa memiliki “mata” yang bisa membantu Light membunuh L. Yah, meskipun permintaan Misa harus membuat Light jadi pacaran dengan Takada Kiyomi, Shiho, dan Emi.

Saya tidak memperkirakan kondisi akan menjadi sangat pelik seperti ini padahal awal mula Death Note terasa akan minim konflik dan kepanikan. Namun demikian, saya menyukai Light maupun L. Light dengan kepandaiannya terus membunuh penjahat demi menciptakan dunia tanpa kejahatan, sedangkan L dengan kejeniusannya ingin membongkar identitas Kira yang asli.

Pada jilid ini juga saya mengetahui bahwa meskipun shinigami bisa berlaku seenaknya sendiri dengan membunuh manusia, ternyata shinigami juga bisa mati. Alasan kematian shinigami ini terasa aaawww so sweet sekali. Saya heran saja sih dengan komik yang seakan kelam dan penuh kegelapan ini, mangaka menyelipkan sebuah hal yang tidak diduga tentang shinigami.

Saya merasa identitas Kira akan segera terbongkar karena L juga sudah bilang bahwa ia yakin 99,99% bahwa Light adalah Kira. Namun, melihat jilid yang masih nomor 4, kok rasanya terlalu cepat untuk berakhir begitu saja ya. Saya jadi penasaran kejutan-kejutan apa lagi yang akan disuguhkan oleh Ohba Tsugumi & Obata Takeshi di jilid kelima. Tunggu review-nya ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 3)

coverdeath3

Judul: Death Note (Jilid 3)

Sub Judul: Hard Run

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, 2009

ISBN: 9789792313772

cooltext-blurb

Mengawasi dan diawasi…! Pertarungan antara L dan Light Yagami berkembang lewat kamera tersembunyi. Walaupun Light berhasil membuktikan dirinya tak bersalah, namun kecurigaan L kepada Light justru semakin meningkat!

cooltext-review

*WASPADA! Revew ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid ketiga ini semakin seru saja. Sembilan chapter yang disuguhkan tidak main-main dalam mengaduk-aduk emosi dan ketegangan pembaca, setidaknya saya sendiri. Komik kali ini dibuka dengan kondisi rumah keluarga Yagami yang telah dipasang kamera pengawas dan alat penyadap.

Berkat ketelitian Light, ia bisa mengetahui bahwa kamarnya telah dimasuki tanpa ijin. Kecurigaannya tentang tindakan L sangat jitu. Akibatnya Ryuk harus gigit jari karena tidak bisa bercakap dengan Light di kamar. Meski awalnya Ryuk berujar bahwa ia tidak memihak Light ataupun L, kondisi menjemukan membuatnya membantu Light mencari kamera pengawas.

Hari ini, Kira membunuh penjahat kecil. Segera setelah disiarkan, ya… Yang menarik, meskipun hari pertama, tapi keluarga Yagami-san langsung terbukti bersih…

Bukan Light namanya jika tidak bisa membunuh penjahat meskipun ada 64 kamera di setiap sudut kamarnya. Tidak sampai disitu saja, saya dibuat terkejut ketika Light sedang mengikuti ujian masuk Universitas Touou angkatan 2004. Ternyata L juga ikut ujian! Bahkan saat upacara penerimaan mahasiswa baru, Light dan L sama-sama menjadi peraih nilai tertinggi. Wow!

Sebenarnya saya curiga kalau Yagami-kun mungkina adalah Kira. Meskipun begitu, sebisa mungkin saya akan memenuhi permintaanmu.

L berniat menjadi sahabat Light karena tertarik dengan kemampuan Light. Light yang tidak mau ambil resiko akhirnya menerima kehadiran L yang menggunakan nama Hideki Ryuga menjadi temannya. Bahkan mereka berdua sempat bermain tenis bersama. Sayangnya, Yagami Soichiro yang ppingsan karena serangan jantung mengakhiri pertemuan mereka berdua.

Kira adalah anak dari keluarga yang serba berkecukupan yang masih memiliki kepolosan. Yang paling cocok adalah adalah anak SMP yang memiliki ponsel dan komputer pribadi.

Jilid kali ini masih terasa cukup datar meskipun saya dibuat terkejut dengan beberapa hal. Yang pertama adalah kelihaian Light menggunakan death note di dalam kamar meskipun hampir seluruh penjuru kamar dipasangi kamera pengawas yang membatasi gerak-geriknya. Bahan Light sampai membeli barang yang canggih seharga puluhan ribu yen untuk aksinya. Wow.

Selain itu, pada paruh akhir komik ini juga saya dikejutkan dengan kematian salah satu tim divisi investigasi kasus Kira. Ada yang bisa menebak siapa yang tewas? Antara Mogi, Ukita, Aizawa, atau Matsuda. Soichiro tidak termasuk karena ia terbaring lemah di rumah sakit karena pingsan. Awalnya saya mengira ini perbuatan Light, tetapi saya salah. Penasaran kan?

Ada hal yang membuat saya mulai menyadari bahwa buku kematian milik shinigami itu sangat kompleks. Pada hampir setiap akhir chapter ada satu halaman yang berisi how to use death note. Jika diumpamakan undang-undang, per halaman tersebut menuliskan satu bab atau satu pasal yang kemudian dirinci lagi menjadi butir-butir penjelas atau ayat.

Hingga akhir jilid tiga ini ada dua puluh lebih bab yang menjelaskan bagaimana atau apa yang terjadi saat penggunaan death note. Secara umum isinya adalah tata cara menggunakan buku atau hal-hal lain yang mendukung misalnya durasi kematian, jadwal kematian, sampai kondisi apabila death note dipinjamkan atau dicuri. Saya kagum Ryuk telaten sekali menuliskannya.

Satu hal yang tidak saya sukai dengan komik Death Note tebitan m&c! ini adalah tidak ada nomor halaman. Penerbit sebelah masih mencantumkan halaman pada beberapa bagian, namun komik ini sama sekali tidak ada halamannya. Kan saya jadi kesulitan menentukan halaman berapa pada kutipan yang saya tuliskan di atas. Sigh. Sudah ya begitu saja kesan saya saat ini~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 2)

coverdeath2

Judul: Death Note (Jilid 2)

Sub Judul: Join

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Keempat, 2009

ISBN: 9789792313765

cooltext-blurb

Setelah berhasil mengetahui nama agen FBI yang membuntuti dirinya, Light menghakimi FBI dengan keyakinan bahwa “tindakannya benar”. Sementara itu, L yang sedang mengejar Light akhirnya menampakkan dirinya…

cooltext-review

*WASPADA! Revew ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sepak terjang Yagami Light dalam menggunakan death note sudah semakin berkembang. Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid kedua ini mengisahkan berbagai kejutan yang mulai muncul dan menjadi bumbu penting dalam keseluruhan seri komik Death Note.

Awal komik dibuka dari kejadian pasca kecelakaan di sebuah bus di dekat area bermain Space Land. Seorang agen FBI bernama Raye = Penber yang sebelumnya memata-matai Light ternyata tidak dilepaskan Light begitu saja. Melalui Raye-lah Light ingin mengumpulkan nama-nama agen FBI yang berada di Jepang. Hal ini dikarenakan ia khawatir kedoknya akan terbongkar.

Ta… Tapi… Lawanku sekarang adalag seorang pembunuh yang sangat menakutan… Kalau melakukan tindakan diluar perintahnya, nanti… Tidak ada pilihan lain. Aku harus melakukan perintahnya. Kalau cuma sekedar ditulis namanya, mungkin tidak bisa dibunuh.

Light sang pemilik death note disebut sebagai Kira, yang berasal dari kata Killer atau pembunuh. Tentu saja semua agen FBI yang mencoba mengusik kehidupan Kira yang serba rahasia harus menanggung akibat yang teramat pedih. Yang unik, kematian Raye ditutup dengan amat sangat dramatis di stasiun kereta setelah melihat sendiri siapa Kira sebenarnya.

Mengatur tindakan sebelum kematian… Bukan itu saja, kalau teoriku benar.. Selain bisa mengatur tindakan, Kira juga bisa membunuh orang dengan cara lain selain serangan jantung.

Kematian Raye membuat tunangannya sendiri, Misora Naomi, mulai ambil tindakan. Rekam jejaknya sebagai agen FBI yang handal membuatnya ingin menangkap Kira dengan tangannya sendiri. Sayangnya, ia terlebh dahulu berjumpa dengan Light. Meskipun ia menyamarkan namanya menjadi Shouko Maki, Light bisa dengan lihai mendapatkan nama aslinya. Wow!

Benar! Wanita ini yakin Raye meninggal karena dia telah menunjukkan kartu identitasnya! Makanya, dia menyembunyikan identitas aslinya!

Pergerakan L juga lambat laun sudah mulai fokus dan tidak main-main. Setelah mendapatkan segelintir polisi yang bisa ia percayai, L mulai memasang siasat setelah melihat video kematian para agen FBI. Salah satu tindakan L adalah memasang kamera pengawas dan alat penyadap di dua rumah keluarga terduga Kira, yaitu keluarga Kitamura dan keluarga Yagami. Waduh!

Seperti bisa diduga, atau lebih tepatnya saya duga, jilid kedua ini sudah merepresentasikan blurb yang tertulis di jilid pertama. “Pertarungan” antara Light a.k.a Kira dengan L sang pemecah kasus sudah mulai mengerucut. Meskipun saya kurang senang dengan segala hal kebetulan yang terjadi, tetapi ya sudahlah yang penting L vs Kira/Light sudah dimulai.

Satu tokoh yang sangat saya sukai muncul (dan lenyap) di jilid kedua ini adalah Misora Naomi. Daya pikir dan nalarnya sungguh bagus saat mencari asal usul kematian tunangannya berkaitan langsung dengan Kira. Bahkan hanya dengan satu kalimat yang terucap dari mulut mendiang tunangannya, Naomi bisa dengan jitu memetakan apa yang sesungguhnya terjadi. Brilian.

Pada jilid kedua ini, peran polisi masih sama saja, tidak berguna sama sekali. Selain menjadi tokoh penting yang nampang di hadapan L, mereka masih saja “bodoh” dan tidak bisa apa-apa selain mengikuti anjuran L. Yah memang sepertinya para polisi hanya dibuat sebagai pintu gerbang L dalam menyelesaikan kasus. Sayangnya, kinerja mereka tidak terlalu terlihat jelas.

Bicara mengenai L, pada jilid ini dia sudah bisa menampakkan diri lho! Tidak seperti jilid pertama yang kebanyakan hanya berwujud suara di laptop, kali ini ia dan Watari sudah menampakkan rupa aslinya di hadapan para penyelidik di kepolisian. Ternyata L tidak seformal yang saya kira dalam hal penampilan. Ia sangat santai namun tetap pintar berpikir. Kagum!

Oh iya, pada jilid pertama dan kedua ini sudah disinggung adanya “pertukaran” yang bisa dilakukan antara Light dan Ryuk. “Pertukaran” ini sebenarnya bisa membuat Light lebih mudah dalam mencari identitas asli calon korban. Namun, Light masih sabar dan cukup pandai untuk tidak melakukan “pertukaran” itu. Bagaimana dengan jilid selanjutnya?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 1)

coverdeath1

Judul: Death Note (Jilid 1)

Sub Judul: Boredom

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Keempat, 2009

ISBN: 9789792313758

cooltext-blurb

“Orang yang namanya ditulis di buku ini akan mati…” DEATH NOTE adalah sebuah buku catatan yang dijatuhkan oleh Shinigami Ryuk ke dunia manusia. Inilah awal dimulainya pertarungan hidup-mati antara Light Yagami dan L.

cooltext-review

Apa yang akan amu lakukan jika bisa “menghabisi” nyawa orang lain hanya dengan menuliskan namanya di sebuah buku kematian? Apakah buku tersebut akan kamu musnahkan dengan sekejap ataukah kamu akan menikmati proses “pembunuhan” itu dengan antusias dan bersemangat? Kalau kamu bingung, bisa coba baca komik ini sebagai gambarannya.

Ya benar, komik berjudul Death Note ini memiliki tujuh chapter yang disuguhkan pada edisi perdananya. Namanya juga masih jilid pertama, semuanya yang ada di dalamnya hanya terbatas pada perkenalan tokoh, awal mula konflik, dan pembentukan plot yang akan diawa ke jilid-jilid berikutnya. Langsung saja, simak sedikit ulasan dari saya. Mulai dari tokohnya yuk.

Chapter pertama dibuka dengan kondisi di sebuah dunia shinigami. Menurut bahasa Jepang, shinigami artinya dewa kematian. Di komik ini, para shinigami memiliki sebuah buku yang digunakan untuk membunuh manusia dengan menuliskan namanya. Satu shinigami bernama Ryuk yang sudah bosan di dunianya berpikir membuang bukunya ke dunia manusia.

Seorang siswa kelas 3 SMA bernama Yagami Light secara kebetulan menemukan buku kematian milik Ryuk. Light yang sangat cerdas sehingga selalu menempati ranking teratas dari seluruh siswa di seluruh penjuru negeri membuatnya bosan dengan hari-harinya. Menemukan buku kematian tersebut membuatnya heran sekaligus tidak percaya tentang “kesaktiannya”. Meski awalnya Light tidak percaya, “percobaannya” menuliskan dua nama orang jahat di buku kematian tersebut membuatnya berambisi menghabisi para kriminal jahat. Ia ingin menjadi “Dewa” di dunia yang tidak ada kejahatan dan penderitaan lagi. Pemikiran ini sedikit banyak terpengaruh dari ayahnya yang seorang kepala departemen di kepolisian, Yagami Soichiro.

Dengan begitu, orang-orang bodoh akan tahu bahwa “Kalau melakukan ini, akan dibasmi”… Aku akan menciptakan dunia yang hanya akan diisi oleh orang-orang baik dan pekerja keras yang sesuai keinginanku.

Kebiasaan Light membunuh orang-orang jahat dengan membabi buta hanya dengan membayangkan wajah dan menuliskan nama membuat kepolisian internasional berang. Pertemuan dunia akhirnya menghasilkan keputusan meminta bantuan seorang detektif handal yang tidak diketahui nama dan wajahnya, yaitu L.

Kalian berdua saling mencari lawan yang tak diketahui siapa namanya dan bagaimana rupanya. Lalu, yan terbongkar identitasnya pertama kali akan mati…

Dalam melaksanakan tugas, L didampingi oleh Watari yang misterius. Meskipun demikian, L dan Watari sangat solid dan tidak pernah gagal memecahkan kasus. Pun kali ini, L berusaha menguak identitas Light sesungguhnya. Mengetahui bahwa keberadaannya akan dicurigai, Light sudah mempersiapkan amunisi agar Death Note tidak bisa ditemukan siapapun.

Aku sering mendengar manusia yang pernah memiliki buku itu merasa kesulitan menyembunyikannya. Tapi mungkin baru kau saja yang melakukannya sejauh ini.

Wow. Just wow. Komik ini bagus banget. Pantas saja dilabeli komik dewasa. tema yang diangkat tentang pembunuhan dan intrik kejahatan bukanlah hal mudah yang bisa dicerna anak dibawah umur. Saya saja hanya bisa kagum dengan kepandaian Light yang tidak sesuai anak SMA pada umumnya. Apalagi ketika membuat tempat “persembunyian” buku kematian. Wow!

Sosok L dan Watari memang masih sangat kabur di jilid perdana ini. Cukup wajar sih soalnya pasti sang mangaka hanya ingin memfokuskan sepak terjang Light membasmi para penjahat dan hanya memberikan gambaran kasar tentang perjuangan L memecahkan kasus ini. Apalagi sosok shinigami Ryuk digambarkan cukup mengerikan dan tidak imut hahaha.

Sebenarnya tipe pemecahan kasus ala-ala detektif yang berasal dari dunia non-kepolisian bikin saya agak nganu. Bukannya apa-apa, soalnya pasti detektif dari non-polisi tersebut sangat pintar, bahkan melebihi kepandaian polisi sesungguhnya. Memang tidak salah, tetapi melihat para polisi hanya menjadi robot tidak berguna selain pengumpul data membuat saya jengkel.

Anyway, tema pembunuhan-tanpa-kontak-langsung ini sangat menarik. Bayangkan wajahnya dan tulis namanya serta sebab kematian, simsalabim langsung tewas. Memang terlihat nyawa tidak ada harganya. Namun justru konsep itulah yang unik. Pertanyaan saya, siapakah yang mencetak buku kematian? Bukankah di dunia shinigami tidak ada percetakan? Hmm…

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Kumpulan Cerita Terbaik Miiko! (Jilid 1)

covermiikospe1

Judul: Kumpulan Cerita Terbaik Miiko! (Jilid 1)

Judul Asli: Miiko Selection

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Winarya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Keempat, Juli 2008

ISBN: 9789792304312

cooltext-blurb

Dari 190 episode cerita Miiko, dipilih 10 cerita terbaik! Ada yang lucu, ada yang heboh, ada jga yang mengharukan! Semuanya, cuma buat kamu!

cooltext-review

Komik yang mengisahkan hari-hari Miiko ternyata tidak hanya terbit dalam bentuk komik reguler berjudul Hai, Miiko! saja. Ada pula komik Namaku Miiko yang ternyata juga terbit beriringan dengan Hai, Miiko! Saya tidak tahu sih perbedaannya apa karena saya belum pernah baca. Yang jelas, selain dua komik reguler tersebut, ada lagi komik edisi spesial Miiko.

Komik tersebut adalah komik yang berjudul Kumpulan Cerita Terbaik Miiko. Komik ini memiliki sepuluh buah cerita pendek yang semuanya bersumber dari 190 episode cerita Miiko yang telah terbit sebelumnya di edisi reguler atau biasa disebut tankoubon Hai, Miiko! dan Namaku Miiko. Terbaik karena banyak mendapat respon dari penggemar setia Miiko.

Sebelum menginjak cerita pertama, ada sambutan dari komikus alias sang mangaka, Ono Eriko, yang berjumlah dua halaman. Isinya ya hanya latar belakang mengapa diterbitkan Kumpulan Cerita Terbaik Miiko ini. Karena saya tidak mau mengupas semua cerita di jilid perdana ini, jadi saya ambil sebagian saja ya. Tenang saja, semua cerita berkesan kok untuk dibaca.

Hadiah Miiko adalah cerita pertama. Kisahnya sederhana namun menggelikan sekaligus menjengkelkan. Jadi ceritanya Mamoru memperoleh tiket nonton pertandingan super soccer. Ia harus antri sejak jam 4 pagi. Miiko yang sedang minum teh dari dapur secara tidak sengaja menumpahkannya ke tiket itu. Tidak sampai di situ, tiket tersebut jadi hangus terbakar!

Ti… Tiket yang susah payah aku beli… Huh, coba kalau aku ini anak tunggal! (Halaman 15)

Yuk ke Toko Donat! adalah cerita selanjutnya. Semua bermula dari Mari-chan yang membawa lunch box cantik yang didapatkan dari menukarkan point di toko donat. tipikal anak kecil, Miiko jadi kepengin. Sampai-sampai ia harus memaksa Papa dan Mama agar tetap membeli donat agar mendapat point yang cukup. Sayangnya, ada sebuah kenyataan pahit untuk Miiko.

315 yen dapat satu point. Jadi kalau mau dapat 10 point… Butuh duit 3150 yen?! Aku mana punya uang segitu! Mari-chan habis berapa duit, sih! (Halaman 47)

Siapa yang Salah?! adalah salah satu chapter yang sangat menggelikan dan membuat saya terpingkal-pingkal. Miiko yang meminjamkan komik pada Mari merasa bahwa komik itu belum dikembalikan. Sebaliknya, Mari sangat yakin sudah memberikan komik yang dipinjamnya pada Miiko. Keduanya sama-sama lalai namun “merasa” sudah menyelesaikan tanggung jawabnya.

Aku juga nggak tahu… Kalau tahu, pasti nggak bakal bilang “Sudah balikin”… (Halaman 95)

Kasih Nggak, Ya? ini adalah chapter yang aawww so sweet banget. Settingnya ketika menjelang valentine, Miiko, Mari, dan Yukko hendak belanja cokelat. Yukko yang sudah “bersama” Satou Kenta jadi membeli cokelat kasih sayang. Nah, tak disangka Miiko juga membeli cokelat yang ketika ditanya, ia menjawab akan memberikannya pada Tappei! Wah, apakah benar diberikan?

Padahal aku cuma iseng, nggak punya maksud apa-apa… kenapa jadi begini, ya? (Halaman 151)

Seperti judulnya, sepuluh cerita yang ada di komik ini memang benar-benar unggulan dari 190 cerita yang lain. Saya mungkin memang belum membaca 179 kisah lain sih, tetapi saya rasa catatan-catatan kecil dari mangaka setelah satu cerita selesai bisa memberikan gambaran mengapa kisah tersebut mendapatkan banyak respon dari pembaca setia Miiko.

Oh iya, namanya saja cerita pilihan dari 190 episode. Di komik ini juga terlihat bagaimana perkembangan gamar mangaka sejak awal-awal Miiko muncul hingga Miiko yang istilah masa kini. Pada cerita pertama contohnya, rambut Miiko masih tergambar lurus dan tidak terlalu ikal. Berbeda jauh dengan kisah-kisah berikutnya yang mana rambut Miiko sudah ikal banget.

Setelah membaca komik ini, saya jadi paham bahwa komik Miiko memang tidak difokuskan untuk berkembang dengan cepat. Kisah Miiko adalah slice(s) of life yang tidak menuntut perkembangan mulai A-B-C hingga Z. Namun, bukan berarti Miiko hanya sekadar kumpulan peristiwa yang dialami Miiko. Mangaka tetap membuat perkembangan meski tidak signifikan.

Meskipun fiksi, tokoh-tokoh di komik Miiko tidak digambarkan secara too good to be true, tetapi juga tidak sampai terlalu monoton dan tidak menarik. Sang mangaka membuat tiap tokoh menarik sesuai karakternya masing-masing tanpa berlebihan. Ditambah pesan moral yang sangat baik bagi pembacanya, khususnya anak-anak, menjadi nilai plus tersendiri.

Bukankah ada bumbu romansa cinta-cintaan di komik Miiko? Memang benar. Jadi tidak 100% baik bagi anak-anak dong? Hmm kalau menurut saya, segi romansa itu tidak ditampilkan secara lugas dan apa adanya, melainkan hanya tersirat dan hanya disampaikan dengan makna sekadar suka, bukan cinta ala-ala. Itupun saya rasa hanya 10% dari keseluruhan komik.

Dari sepuluh kisah yang disuguhkan, saya hanya pernah membaca satu cerita saja. dan saya akui satu cerita tersebut memang sangat terbaik baik dari segi pesan moral ataupun tema yang diangkat. Namun, karena saya sudah baca, jadi tidak saya ikutan pada ulasan singkat yang saya tulis di atas hehehe. Penasaran ya? silakan baca sendiri ya hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Hai, Miiko! (Jilid 21)

covermiiko21

Judul: Hai, Miiko! (Jilid 21)

Judul Asli: Kocchimuite! Miiko

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Winarya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792336795

cooltext-blurb

Hari Natal, banyak makanan enak! Cake, sup tomat, ayam goreng, salad… Tapi minum susu dingin saja bikin gigi Miiko ngilu tak keruan! Kayaknya pesta Natal kali ini bakal berantakan!

cooltext-review

Halo semuanya! Jumpa lagi dengan review komik Hai, Miiko! Kali ini, pada jilid ke-20 ada total sembilan cerita yang tersaji di dalamnya. Seperti biasa, sebelum memasuki cerita pertama, ada pengenalan tokoh. Yang baru adalah baru mulai jilid ini pada pengenalan tokoh sudah disebutkan nama asli Papa dan Mama Miiko yaitu Yamada Kousuke dan Yamada Rie. Oooh.

Langsung saja, pada bab pertama berjudul Aku Benci Bagi Rapor adalah salah satu cerita yang sangat kocak. Ceritanya saat itu addalah hari pembagian rapor. Di Jepang sepertinya rapor dibagikan pada murid. Jadi kali ini Mama Miiko tidak datang ke sekolah. Saat sarapan, Miiko sudah memohon pada Mama agar tidak marah saat melihat rapornya. Memangnya kenapa ya?

Apaan sih, harus berjuang! Aku kan sudah berjuang! (Halaman 9)

Teman Momo-chan adalah bab baru yang memunculkan tokoh baru, khususnya pada lingkungan Momo-chan di tempat penitipan anak. Jadi ketika Miiko hendak menjemput Momo, ia berjumpa dengan Shouma yang masih kelas 2 SD yang kebetulan juga hendak menjemput adiknya, Yuuma. Secara umum Shouma ini perangainya kasar dan tidak bersahabat sih. Kasihan Miiko.

Jangan pukuli dia! Kalau Shouma ringan tangan, Yuuma bakal meniru! (Halaman 56)

Saya suka dengan chapter yang mengisahkan keseharian Miiko dan Shimura Mari di klub komik. Waktu itu Mari badmood karena ia tidak bisa naik tingkat di kelas manga. Ia sampai berniat berhenti membuat komik. Melihat hal itu, Miiko ingin mengunjungi Mari. Eh, siapa sangka ada Nakazawa Takuto yang mengukuhkan diri sebagai… Shimura, Aku Penggemarmu!

Hari pertama kegiatan klub, Shimura bawa banyak komik karyanya, kan?! Aku sangat terkesan saat membacanya! (Halaman 63)

Salah satu chapter yang heartwarming adalah kisah berjudul Belanja di Musim Semi. Jadi intinya Miiko minta sepatu baru karena sepatunya sekarang sudah kekecilan. Rencananya ia akan belanja bersama Mama akhir pekan ini. Apa daya ternyata Momo demam sehingga Miiko harus bertahan dengan sepatu kekecilan. Sayangnya, agenda belanja sangat menyiksa hati Miiko.

Yang berdiri di sana kakaknya, ya? Pandai ya. Mengalah untuk ibu dan adiknya. (Halaman 163)

Waaaa Miiko sebagai anak kelas 5 kok terkesan lebih lugu daripada Mamoru ya. apalagi jika diandingkan dengan teman-teman sekelasnya. Saya dulu juga sudah kenal konsep pacaran ataupun suka dengan seseorang ketika masih SD. Tapi saya agak heran tokoh Miiko yang kelewat polos dan tidak bisa peka pada bentuk perhatian orang lain yang menganggap spesial.

Interaksi Miiko dengan teman-teman maupun dengan keluarganya saya rasa juga tidak berlebihan. Biasanya kan ada tuh yang kelewat batas ketika bersama teman ataupu keluarga sendiri. Namun saya suka dengan para tokoh di komik Hai, Miiko! ini yang tetap mempertahankan sopan santun dan saling menghargai antar individu. So cool!

Oh iya, pada bagian terakhir komik ini ada chapter khusus yang terbagi menjadi beberapa sub-chapter yang berisi tentang lika-liku Mari-chan membuat komik yang didampingi oleh komikus senior bernama Hono Heriko. Sounds familiar, euh? Saya suka chapter ini karena sangat padat dan berisi informasi yang sangat berguna untuk para komikus pemula. So inspiring!

Tidak seperti tiga jilid sebelumnya yang sudah saya review sebelumnya, jilid ini terasa hmm yah so-so aja gitu. Nggak ada yang terlalu greget sampai saya ikut terharu ataupun ketawa terbahak-bahak. Secara kualitas memang tidak menurun drastis. Hanya saja agak terlalu biasa saja. Mungkin ini namanya agak jenuh dengan judul yang sama. Semoga bisa greget lagi deh.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Hai, Miiko! (Jilid 20)

covermiiko20

Judul: Hai, Miiko! (Jilid 20)

Judul Asli: Kocchimuite! Miiko

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Winarya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792335408

cooltext-blurb

Nozomi, teman sekelas Miiko, berbakat jadi komikus, lho! Miiko senang main dengannya. Tapi suatu hari, Nozomi harus cuti lama dari sekolah. Dia sakit berat. Duh Nozomi, kamu sakit apa?

cooltext-review

Kembali lagii! Wah harihari Miiko yang penuh dengan kejutan tidak berhenti dengan cepat. Pada jilid ke-20 ini ada sepuluh cerita lepas yang bisa pembaca nikmati. Seperti biasa, pada bagian awal komik diberikan pengenalan tokoh-tokoh yang akan bermain sepanjang halaman di jili ini. Siapa lagi selain Yamada Miiko, Yamada Mamoru, dan Yamada Momo yang utama.

Pada cerita pertama berjudul Nggak Bisa Berhenti!, Miiko sedang ditimpa cegukan yang cukup lama akibat mengerjai Mamoru. Bahkan hingga esok hari, cegukan Miiko tidak sembuh. Padahal di sekolah ada pelajaran menyanyi. Karena cegukannya itu, Miiko sampai menjadi bulan-bulanan teman sekelasnya karena membuat heboh lagu yang sedang dinyanyikan.

Kalau nggak berhenti dalam waktu 3 hari… Bakal mati, lho! Kau harus hati-hati. (Halaman 12)

Selain itu, ada lagi cerita berjudul Minta Angpao, Dong! Kali ini setting-nya adalah ketika tahun baru. Menurut tradisi, setiap tahun Mamoru,, Momo, dan Miiko mendapatkan angpao dari Papa dan Mama. Miiko sudah berencana menghabiskan angpao dengan menonton bioskop dan jajan es krim bersama Ogawa Yuuko dan Shumura Mari. Sayangnya, rencana itu musnah.

Aku tahu Mama lebih sayang Mamoru. Tapi kejam banget, angpaonya 10 kali lipat dibanding angpaoku! (Halaman 65)

Meninggalkan beberapa cerita kasual yang ringan dan menggelitik, kali ini ada dua cerita yang memiliki judul Mimpi Nozomi-chan, masing-masing dibagi menjadi bagian awal dan akhir. Ceritanya ada teman sekelas Miiko bernama Nozomi yang pandai menggambar. Sayangnya, Nozomi harus rela tidak masuk sekolah karena sakit yang parah. Apakah Nozomi bisa sembuh?

Awalnya aku juga kaget… Di film dan drama, yang kena penyakit ini pasti mati, kan? (Halaman 89)

Saya hampir tertipu ketika mengira hanya kisah Nozomi yang menjadi cerita terbaik di jilid ini. ternyata cerita berjudul Pengakuan Yoshida?! adalah cerita kejutan lain yang disiapkan mangaka. Seperti yang sudah pernah saya bahas, Yoshida Takuya suka pada Miiko. Namun, Miiko tidak peka dengan perhatian Yoshida. Hingga suatu hari Yoshida berani “jujur” pada Miiko… Aww!

Paling ceria di kelas… Selalu berjuang dengan gigih… Orang yang sangat menawan… Baru kali ini ada orang yang bilang begitu tentang aku… (Halaman 161)

Duh jilid kali ini masih saja bagus kualitas ceritanya. Seolah Ono Eriko tidak kehilangan kreativitas menyuguhkan cerita khas anak-anak yang polos dan menarik dalam kesehariannya. Selain tokoh utama Miiko yang lugu dan kocak, saya masih dibuat gemas pada Eguchi Tappei yang benci-tapi-sayang pada Miiko. Dia yang selalu jaim justru membuat Miiko tidak peka.

Cerita tentang Morimoto Nozomi yang harus cuti sekolah selama berbulan-bulan karena menderita penyakit serius mendapatkan apresiasi tertinggi dari saya pada jilid kali ini. Heartwarming-nya sangat terasa. Miiko dan Mari-chan yang secara tidak sengaja menjadi teman terakhir yang dijumpai Nozomi sebelum sakit membuat emosi saya ikut tersentuh.

Selain itu, mangaka tidak membuat pembaca berlarut-larut dalam suasana sedih dan menyesakkan dada. Ia memberikan sentuhan humor pada lingkungan kelas Nozomi, khususnya ketika Miiko dan Mari-chan mengirimkan tugas presentasi mereka minggu depan pada Nozomi yang sedang terbaring di rumah sakit. Suasana itu benar-benar mengharukan.

Secara umum, jilid 20 ini lebih bagus diandingkan jilid sebelumnya yang saya baca. Aspek slice of life yang tidak lebay berhasil disuguhkan mangaka melalui goresan gambarnya. Karakter yang berperan dalam setiap cerita juga sangat unik dan membekas dalam ingatan. Saya suka dengan hal ini karena karakter yang mudah diingat adalah aspek penting dalam sebuah komik.

Mata melotot sangat tajam, mulut yang sangat lebar melebihi pipi, serta kepala yang jauh lebih besar dibandingkan dada adalah hal yang menjadi ciri khas komik Miiko. alih-alih membuat risih dan tidak nyaman, hal itu justru membuat saya bisa menyukai Miiko yang chibi dan imut. Tetapi tetap yang paling saya suka adalah karakter Mamoru. Kawaii~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Hai, Miiko! (Jilid 19)

covermiiko19

Judul: Hai, Miiko! (Jilid 19)

Judul Asli: Kocchimuite! Miiko

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Winarya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: November 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, November 2008

ISBN: 9789792332315

cooltext-blurb

Hore, hore! Yang ditunggu-tunggu sudah datang! Adik Miiko dan Mamoru!

cooltext-review

Miiko kembali lagii! Kali ini di jilid 19 ini ada sepuluh macam cerita yang berbeda-beda. Secara umum tidak semuanya memiliki kaitan. Namun karena ada satu momen penting yang terjadi di jilid ini, maka saya akan memberika kesan pada cerita-cerita yang masih satu lingkup kejadian ya. Apakah itu? Kelahiran adik Miiko dan Mamoru! Horee!

Benar sekali, kali ini Yamada Miiko dan adik laki-lakinya, Yamada Mamoru, mulai disibukkan dengan kondisi Mama yang hamil tua. Pada bab pertama berjudul Mamoru Si Calon Kakak, dikisahkan bagaimana syndrom “calon kakak” yang harus selalu mengalah dalam cukup banyak hal membuat Mamoru sangat tidak nyaman. Ia bahkan menangis kencang saat makan.

Kenapa… Kenapa selalu saja Miiko yang duluan! Kenapa aku harus… selalu ngalah…

Berganti menuju cerita lain, kali ini sangat heboh pada bab berjudul Adik Lahir! Dikarenakan Papa sedang bekerja di luar kota dan Mamoru ada lomba pidato, Miiko terpaksa tidak masuk sekolah karena harus menemani Mama yang ternyata hendak melahirkan! Awalnya Miiko merasa proses persalinan hanya satu jam. Namun ternyata sangat lama. Ia sangat khawatir.

Selama melahirkan adikmu… Ibumu sangat mencemaskanmu.

Ketika adik Miiko sudah lahir, ia diberi nama Yamada Momo. Suatu pagi yang cerah, pada bab berjudul Momo-chan, Tertawa Dong! mengisahkan kehadiran teman baik Mamoru, Kobayashi Yuka, yang akan mengerjakan PR bersama. Sayangnya, Mamoru terlalu fokus dengan adik barunya sehingga membuat Yuka sangat sedih. Tak pelak hal ini turut membuat Momo heboh.

Hari ini sangat senang… Bisa pergi ke rumah Mamoru. Tapi Mamoru… sama sekali tak peduli padaku!

Pada bab yang berjudul Inikah Rasanya Jadi Kakak? menceritakan kondisi Miiko ketika curhat pada Yukko perihal perasaannya saat Momo mempunyai baju yang sama dengannya. Ia merasa yang pantas dan bisa mendapat pujian adalah adik yang lebih kecil. Ternyata Yukko juga berpendapat serupa. Sedangkan Mari? Ia justru membawa perspektif baru sebagai seorang adik.

Kakak kan sosok kita meniru dandanan keren? Apa salahnya kalau kita tiru?

Aaaaa saya masih suka dengan kisah Miiko. jilid kali ini membawa momentum babak baru kehidupan Miiko sebagai kakak seorang bayi perempuan yang manis. Saya sangat tersentuh ketika Miiko harus menemani Mama yang berjuang melahirkan selama berjam-jam. Ia tidak bisa tenang sehingga menghubungi Kenta Tappei. Yang terjadi selanjutnya so sweet banget deh.

Pada jilid kali ini pembaca sudah dibawa dengan bumbu-bumbu romantis anak SD yang mulai suka dengan lawan jenis. Sebenarnya saya sangat malas dengan romansa percintaan yang dibawa pada dunia anak-anak. Tetapi sepertinya saya harus memberi pengecualian pada kisah Miiko dan kawan-kawan. Sang mangaka tidak berlebihan dalam memberikan cinta-cintaan itu.

Sebagai contoh, apa yang dilakukan Tappei pada Miiko yang sedang panik di rumah sakit mungkin terkesan sangat so sweet. Sebenarnya itu hal yang jika dibawa ke perspektif orang dewasa tentu sangat chessy abis. Apalagi jika dilanjutkan dengan hal yang bagaimana-bagaimana. Namun, Ono Eriko menyuguhkan hal itu dengans sederhana yang sangat tulus.

Adanya “rival” cinta Tappei bernama Yoshida Takuya yang juga suka pada Miiko tentu memuat saya gemas. Berbeda dengan Tappei yang sok-benci-tapi-mau, Yoshida adalah tipikal si-jujur-memang-suka pada Miiko. saya jadi berandai-andai apakah Miiko akan terus berlanjut dengan Yoshida ataukah menjadi “peka” dengan kode-kode Tappei selama ini. Huft.

Oh iya, pada jilid kali ini ada yang berbeda dengan jilid yang terakhir kali saya review. Pada jilid ini ada bonus setiap akhir cerita atau bab. Bonus tersebut bisa berupa komik empat panel tamat atau tanya jawab dari pembaca ke Ono Eriko atau bisa kesan dan cerita sekelumit dari mangaka saat mengerjakan Miiko. Baik cerita utama atupun bonus semuanya bagus. Well done!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Hai, Miiko! (Jilid 2)

covermiiko2

Judul: Hai, Miiko! (Jilid 2)

Judul Asli: Kocchimute! Miiko

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Widjaya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2003

Kepemilikan: Cetakan Keenam, April 2008

ISBN: 9789792308259

cooltext-blurb

Mau beli susu di mini market, Miiko malah jadi saksi kasus perampokan! Wah, bagaimana akhirnya…

cooltext-review

Manga atau komik yang berasal dari Jepang dengan tokoh anak-anak sepertinya tidak sulit untuk dijumpai. Salah satunya adalah manga karya Ono Eriko ini. Hai, Miiko! sudah terbit bertahun-tahun silam di Indonesia. Sampai sekarang juga masih berlanjut meskipun saya tidak tahu sudah sampai jilid berapa. Nah karena itu, mari kenalan dengan manga ini yuk.

Alkisah, di sebuah kota di Jepang (duh, lupa nama prefekturnya), hiduplah keluarga Yamada yang terdiri atas Yamada Miiko, sang tokoh utama, adiknya yang bernama Yamada Mamoru beserta Papa dan Mama Miiko. seharihari, mereka hidup dengan damai. Namun, sesungguhnya kedamaian mereka cukup terusik karena ulah dan perilaku Miiko.

Komik ini memiliki sepuluh cerita lepas yang bisa dinikmati. Salah satunya adalah cerita berjudul Jangan Numpang Baca! Jadi ceritanya Miiko yang hobi membaca komik berjudul One More Jump sudah saatnya membeli jilid lima yang terbaru. Sayangnya, uang jajan miliknya masih tidak cukup. Akhirnya, ia nekat numpang baca di toko buku yang dijaga kakek-kakek.

Kenapa kau numpang baca segala? Numpang baca kan ngeganggu orang lain! (Halaman 15)

Selain itu, ada pula kisah berjudul Pergi ke Oita. Kali ini Miiko menemani Papa mudik ke kota Oita, prefektur Kyushu. Terakhir kali Miiko ke sana saat berusia dua tahun. Ada sepupu Miiko bernama Yamada Kiyomi. Awalnya ia sangat judes dan tidak bersahabat dengan Miiko. Namun demikian, Miiko tidak menyerah dan justru mengajak Kiyomi bermain bersama. Aww cocwiit.

Kalau di sini nggak ada yang jual… Boleh nggak kau belikan topi yang sama waktu kau pulang nanti? (Halaman 74)

Nah, kisah yang tercuplik pada blurb komik ini adalah cerita berjudul Muncul di Teve! Pada malam hari, Miiko hendak membeli susu di mini market dekat rumah. Apesnya, Miiko yang menjadi satu-satunya pengunjung harus menjadi saksi mata terjadinya perampokan di mini market itu. akibatnya apa? Miiko sampai diwawancara stasiun teve yang melput kejadian itu!

Pantas saja ditungguin, Miiko nggak pulang-pulang! Papa akan segera jemput dia! (Halaman 119)

Kisah yang menurut saya sangat bagus adalah kisah yang berjudul Aku Pulang. Jadi ceritanya Miiko dan teman-teman sekelasnya sedang ada pelajaran berenang di kolam renang sekolah. Teman Miiko, Shimura Mari, bercerita bahwa tiga tahun lalu ada anak meninggal bernama Takumi di kolam. Tak disangka, cerita yang dianggap bohong itu benar-benar dialami Miiko.

Aku sangat menyesal melihat mamaku begitu bersedih… Itu memuatku terus gentayangan sampai sekarang… (Halaman 159)

Miiko memiliki dua sahabat dekat bernama Shimura Mari dan Ogawa Yuuko yang biasa dipanggil Yukko. Saya menilai mereka bertiga benar-benar sahabat yang baik. Selain anak perempuan, ada tokoh anak laki-laki bernama Eguchi Tappei, Satou Kenta, dan Nomura Yoshiki. Masing-masing anak itu ada kontribusi tersendiri dalam cerita yang ada di komik ini.

Saya suka bagaimana Ono Eriko menyuguhkan hal-hal yang sangat lumrah terjadi di kehidupan anak-anak menjadi sesuatu yang segar dan sangat menghibur. Sebenarnya tidak ada satupun yang tidak saya sukai dari komik jilid ini. hanya saja saya hanya isa memberikan kesan pada beberapa cerita yang membekas di benak. Apalagi jika cerita itu begitu emosional bagi saya.

Bagaimana dengan pesan moral? Saya juga suka meskipun komik ini banyak lucunya, mangaka tidak lupa menyisipkan pesan moral khususnya untuk anak-anak. Misalnya jangan suka berbohong, tenggang rasa pada teman sendiri, serta menjaga ketertiban umum. Tak jarang pesan moral itu dituangkan dengan cara membuat Miiko ketiban sial terlebih dahulu.

Awalnya saya agak terganggu dengan beberapa gambar khususnya ketika tokoh-tokoh tertentu berteriak atau marah, mulutnya menjadi sangat lebar melebihi pipi dan hidung. Namun lambat laun saya sadar bahwa itulah ciri khas sang mangaka, dan saya harus menerima hal itu. bahkan kemudian jika dipikir-pikir, justru hal itu yang jadi menarik. Good job! Saya suka Miiko!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Hamster’s Diary (Jilid 1)

coverhamster1

Judul: Hamster’s Diary (Jilid 1)

Judul Asli: Hamster no Kenkyu Report

Komikus: Ohyuki Shiwasu

Penerjemah: Lidwina Leung

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: Februari 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Februari 2005

cooltext-blurb

Matanya bulat, tubuhnya bundar, dan tingkah lakunya lucuuu sekali… hayooo hewan apa ini? Mirip tikus, sih… tapi sebenarnya bukan. Kalau dijejerkan dengan tikus, hewan ini jauuuh… lebih imut. Si kecil ini juga mampu memuat kita tersenyum sepanjang hari!

cooltext-review

Hamster, hewan pengerat kecil yang berukuran kecil dan menggemaskan ini sempat menjadi primadona hewan peliharaan di Indonesia beberapa tahun silam. Warna rambutnya yang bermacam-macam serta tingkahnya yang lucu membuat manusia tertarik dan tidak berpikir panjang untuk memeliharanya. Sayangnya, tidak semua orang tahu cara merawat hamster.

Komik ini memberikan jalan keluar masalah tersebut. Secara umum sejatinya komik ini adalah kumpulan tips, trik, dan informasi tentang dunia hamster, khususnya hamster sebagai hewan peliharaan. Tentu ini menjadi nilai plus dibandingkan buku yang isinya serupa hanya tersaji dalam untaian kata dan kalimat yang panjang, komik ini menyuguhkan melalui gambar.

Komik ini berbentuk strip empat panel tamat setiap ceritanya. Masing-masing cerita tergabung dalam laporan atau bab sendiri. Ada Laporan 1 sampai 24, ada tujuh cerita lepas, serta satu laporan khusus dari Shiwasu atau sang mangaka. Karena tidak mungkin saya mengupas satu per satu judulnya yang sangat singkat, jadi saya akan beri cuplikan beberapa saja ya.

Seperti yang sudah saya ungkapkan di atas, komik ini padat dengan segala informasi tentang hamster. Selain menyinggung perbedaan hamster, tikus, dan marmut, di komik ini juga sedikit memberikan trivia tentang tubuh hamster. Salah satunya adalah adanya kantung pipi kanan dan kiri yang dimiliki oleh setiap hamster di dunia. Wah apa fungsinya ya?

Hamster punya kantung pipi, lho. Sama seperti tupai, bisa menyimpan makanan. (Halaman 8)

Untuk memudahkan pembaca sekaligus memberikan kesan adanya kisah yang menarik, mangaka menciptakan tokoh hamster jantan bernama Chibi. Dia ini dikisahkan adalah peliharaan sang mangaka sendiri. Chibi hendak dikawinkan dengan hamster betina bernama Hanako. Meskip sering bertengkar dan tidak akur, akhirnya Hanako melahirkan 12 ekor anak.

Karena sang mangaka tidak bisa memelihara semua anak Hanako, akhirnya sebelas ekor diberikan kepada orang lain dan menyisakan satu ekor anak yang diberi nama Chibisuke. Nah, si Chibisuke inilah yang secara bergantian akan memandu cerita atau tips, trik, dan informasi yang dituliskan mangaka agar mudah dipahami oleh pembaca. Salah satunya yang ini nih.

Kalau sudah besar, hamster nggak punya pusar. Padahal waktu bayi, punya lho. Aneh, ya. yang pelihara hamster, pernah perhatikan, nggak? (Halaman 36)

Selain Chibisuke, mangaka juga tidak membiarkan pembasanya bosan sehingga akan diajak “mengintip” kehidupan saudara Chibisuke yang lain di rumah sang adopter. Nah, salah duanya adalah Chibitaro dan Chibibou. Masing-masing ada cerita uniknya tersendiri. Tapi yang lebih unik adalah ketika Chibitaro hendak dikawinkan dengan marmut bernama Moko-chan.

Ya benar, majikan Chibitaro tidak memahami bahwa marmut dan hamster adalah jenis yang berbeda. Chibitaro tentu jga tidak bisa tertarik pada spesies yang berbeda. Nah lucunya, Moko-chan yang nyata-nyata marmut malah tertarik dengan Chibitaro. Ia sering menolong Chibitao yang kesulitan. Yah meski kadang juga memberi gigitan pada hamster malang itu sih…

Saat Chibitaro naik ke atas kincir… Dia berada hingga di puncaknya. Semua menganggapnya sangat lucu. Dan ternyata bukan cuma Moko-chan yang suka Chibitaro. (Halaman 108)

Selain tokoh-tokoh di atas, ada juga tokoh pendukung lain. Misalnya Gon-chan, anjing pemilik apartemen. Ada juga nenek sang mangaka yang kadang berkunjung dan membuat Chibisuke terpental karena ayunan tangannya. Pokoknya banyak deh. Mangaka menyelipkan segala info tersebut secara santai dan tidak menggunakan bahasa yang sulit dipahami.

Sayangnya, yaa hanya begitu saja isi komik ini. namanya saja diary, jadi ya hanya sepenggal-sepenggal kejadian yang bisa mangaka berikan. Apalagi menggunakan sistem komik strip empat panel tamat membuat semuanya serba nanggung. Baik kisah utamanya, perkenalannya, penuturannya, dan twist-nya. Saya tidak menyangka akan sangat datar sekali isinya.

Saya awalnya memang menerka isinya akan membawa sebuah cerita yang tuh seperti kisah Hamtaro itu. jadi jelas awal kisah, tokoh yang bermain, petualangan, dan endingnya. Namun ternyata komik ini bisa saya katakan hanyalah versi komik dari buku non fiksi yang mungkin “berjudul tips memelihara hamster di rumah, pus trivia tentang dunia hamster” hmmm.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Knights of Apocalypse (Jilid 1)

coverknights1

Judul: Knights of Apocalypse (Jilid 1)

Komikus: Is Yuniarto, John G Reinhart, Aswin Agastya

Penerbit: Wind Rider Publishing

Jumlah Halaman: 242

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789791618601

cooltext-blurb

FROM THE CREATORS OF ‘WIND RIDER’, And the 1st Winning Award of Ragnarok Online Comic Contest 2004, 1st Winning Award of Seal Online Comic Contest 2006, And 1st Winning Award of Animonster Comic Contest 2006.

“Di manga ini ada semua: action, scifi, adventure hingga drama. Panel demi panelnya bercerita tanpa tersendat. Serasa nonton anime box office di genggaman tangan!” – Dennis Adhiswara – Aktor, Sineas & Sutradara

“… Usaha dan semangatnya patut dihargai. Terus Semangat!” – Sensei Machiko Maeyama – Senior Mangaka

Jika semesta ini adalah sebuah lukisan, maka menurutku sekarang semua warna mula bercampur, dan artinya semua warna akan menjadi hitam.

cooltext-review

Akhirnya ada kesempatan membac komik karya asli anak bangsa. Horee! Saya rasa dikalangan pencinta komik lokal, nama Is Yuniarto bukanlah nama yang asing. Cukup banyak karyanya yang sudah tembus penerbit komik, salah satunya Knights of Apocalypse ini. selain goresan gambar yang ciamik nan memikat, ceritanya juga tidak asal-asalan. Simak yuk…

Satu hal unik yang ada di komik perdana KoA (saya pendekkan saja ya daripada kepanjangan nyebut Knights of Apocalypse), tidak ada judul bab yang membagi setiap kelompok kisah. Namun demikian, terlihat sebuah batas yang menjadi sesi pergantian “chapter” yang disuguhkan Is Yuniarto. Namanya juga masih jilid pertama, jadi serba perkenalan dahulu.

Bagian awal komik ini sudah membawa pembaca pada perang yang terjadi di permukaan Planet Ares, persisnya di Kota Shiklabad. Perang ini terjadi antara kelompok khusus yang dipimpin Jonathan Krezville dan pihak Black Sun dari angkasa yang dipimpin Bombardemen. Hingga akhirnya Bombardemen mengeluarkan Annihilator sebagai sejata puncak mereka.

Oke, dengar ya Tuan-Hilang-Ingatan! Annihilator memiliki pelindung karbon komposit marmer yang luar biasa tebal dan sebuah meriam plasma elektron.

Salah satu prajurit Ares adalah Lex yang memiliki kemamuan khusus bisa mengeluarkan senjata pedang dari telapak tangannya menggunakan teknologi canggih. Sayangnya, ia mengalami amnesia karena tidak bisa mengingat apapun tentang masa. Oh iya, selain itu ada Andrea Ulbricht yang piawai mengendalikan robot besar yang bisa berperang dengan gesit.

Hingga saat ini, tiga pihak utama yaitu Freedom, Ares, dan Black Sun mengandalkan sumber energi baru yang ditemukan di salah satu satelit Terra, Lunar.

Selain Ares dan Black Sun yang bertikai, ada lagi sebuah wilayah namanya Freedom yang posisinya netral berharap membawa kedamaian khususnya pada Ares dan Black Sun. Hal ini masuk akal karena sesungguhnya mereka semua berasal dari planet yang sama. Perundingan perdamaian di Freedom dihadiri langsung oleh para petinggi masing-masing wilayah.

Hmm…tidak begitu bagus. baik pihak Black Sun maupun Ares menuduh kita mengirim hasil tambang lebih banyak ke yang lainnya.

Jendral Kemal Shirvani sang panglima tertinggi prajurit Ares, Madam Anne Francoise IV sebagai Ratu Freedom Space Colony, dan Sir Jurgen Von Krauss yang menjabat Duta Perdamaian Black Sun Armal Forces of Terra dijadwalkan akan berunding. Namun, ternyata terjadi sebuah insiden yang melibatkan pihak Black Sun sebagai dalang kericuhan itu.

Aku tak tahu banyak tentang divisi khusus itu. Tapi kuduga pasukan merah dibentuk untuk menghadapi pasukan elit Black Sun, Schwarzen Truppen…

Di Freedom, ada seorang gadis muda bernama Ivette Fitzberg. Ia adalah prajurit terbaik yang ditugaskan bersekolah di Freedom sambil mengemban misi ikut berperang apabila diperlukan. Meskipun tak ada Ivette, sebenarnya Freedom memiliki tentara yang amat tangguh bernama Psi-Soldier yang dipimpin oleh Shundava Brahnan, sang pemilik kemampuan terhebat.

Semuanya sia-sia. Manusia takkan pernah mencapai kesepakatan… Karena di dunia ini hanya yang terkuat yang berkuasa…

Pada hari yang seharunya menjadi cikal bakal perdamaian, Psi-Soldier dibuat kewalahan dengan para penjahat. Oleh karena itu, prajurit “bawah tanah” bernama L’egalite Legion yang dipimpin Regine turut serta menumpas oknum yang menghancuran suasana itu. Pun demikian dengan Kolonel Emma Spielburg yang sangat tangguh dari Divisi Khusus Pasukan Merah Ares.

Orang-orang ini bukan prajurit “biasa”… Mereka tahu benar keributan ini akan membuat Psi-Soldier kesulitan untuk melawan mereka…

Yang menarik, pada bagian hampir akhir, saya dibawa pada sang tokoh utama, Lex, yang ternyata memiliki nama asli Janus Von Drache, berjumpa dengan Wolfenstein yang tidak lain adalah salah satu penjahat yang sangat lihai dalam insiden itu. satu twist yang mengejutkan turut serta disuguhkan Is Yuniarto sebelum mencapai akhir kisah ini. Just what??

Baiklah, saya bisa menyimpulkan komik ini, khususnya jilid perdana ini, sangat kaya akan tema. Mulai dari action, drama, petualangan, misteri, dan tak lupa science-fiction yang mendominasi. Buanyak sekali hal yang berbau ilmiah yang dimasukkan di komik ini. terbaca sangat keren dan “tinggi” bahasanya. Saya jadi terpukau tentang serba-serbi hal canggih itu.

Salah satu yang agak bikin pusing adalah nama para tokohnya. Duh saya nggak tahu sang komikus mendapatkan inspirasi dari mana, namun beneran deh hampir semua tokoh memiliki nama yang sulit untuk dilafalkan. Saya sadar sih itu untuk menunjang setting cerita yang ada di dunia baru dan budaya yang tidak sama dengan manusia sekarang pada umumnya.

Pada jilid pertama ini juga cukup banyak konflik yang muncul. meskipun puncaknya ada pada kejadian saat hari perundingan perdamaian, konflik-konflik kecil yang lain menurut saya terlalu banyak untuk dimnculkan pada satu jilid ini saja. saya tahu pasti semua konflik tersebut akan mendapatkan penyelesaian pada jilid berikut-berikutnya. Tetapi ya…jadi kebanyakan aja sih.

Oh iya, komik ini juga ada beberapa halaman yang berisi spesial things lho. Ada galeri yang memuat karya komikus lain yang menggambar KoA, ada info tentang hal dunia yang menjadi setting cerita dan beberapa tokoh penting, tak lupa sampai ada halaman soundtrack komik ini dan juga ada info game dan cuplikan movie KoA. Wow. Lengkap sekali KoA ini ternyata.

Empat halaman kertas lux di awal dan akhir komik yang full colour sebenarnya hanya berisi redaksional dan sponsor saja sih. Jadi saya no comment tentang hal ini. intinya, setelah membaca komik ini, saya jadi penasaran banget tentang kelanjutannya. Padahal halamannya lebih dari 250 tapi saya nggak bisa berhenti baca. Seoga bisa berjodoh membaca lanjutannya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Naruto (Jilid 1)

covernaruto1

Judul: Naruto (Jilid 1)

Sub Judul: Naruto Uzumaki

Komikus: Kishimoto Masashi

Penerjemah: Lenny

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792055856

cooltext-blurb

Ini adalah Desa Konohagakure… Naruto adalah salah satu murid di Akademi Ninja yang suka berbuat onar!! Impian Naruto adalah menjadi seorang Hokage. Tetapi, Naruto memiliki rahasia sejak lahir karena di dala tubuhnya terdapat siluman rubah yang disegel! Inilah petualangan Naruto untuk mewujudkan impiannya…

cooltext-review

Komik Naruto sudah bukan komik yang tidak terkenal. Kepopulerannya sampai diangkat menjadi anime dan film juga membuatnya sangat diminati penggemar anime, khususnya anak-anak. Sampai-sampai beberapa tahun yang lalu sempat ada kasus kekerasan yang berakibat kematian pada anak-anak akibat meniru jurus Naruto. Benarkah Naruto sangat berbahaya?

Pada komik perdana Naruto yang memuat tujuh bab ini, saya dikenalkan oleh sang tokoh utama, Uzumaki Naruto, yang sehari-hari selalu berbuat nakal dan usil. Kali ini kejahilannya adalah mencoret-coret wajah ninja terhebat di Desa Konohagakure yang disebut dengan istilah Hokage menggunakan cat. Semua penduduk desa geram dengan ulahnya tersebut.

Sang guru pembimbing tempat Naruto bersekolah di Akademi Ninja, Guru Iruka, harus turun tangan dan memberi Naruto pelajaran ketika di kelas. Ia memberi hukuman agar Naruto mencoba jurus tertentu agar bisa lulus dari akademi. Sekadar info, Naruto ini sudah dua kali ujian tapi masih belum bisa lulus dari Akkademi Ninja. Padahal teman-temannya lulus semua.

Mungkin Guru Iruka berpikir kau mirip dengannya. Dia yakin kau benar-benar mengerti arti sebenarnya “menjadi kuat”. Pasti begitu… (Halaman 21)

Pada ujian ketiga kalinya, Naruto berhadapan dengan Guru Iruka dan Guru Mizuki sebagai penguji. Sayangnya, lagi-lagi Naruto belum beruntung. Guru Mizuki yang ternyata serigala berbulu domba memanfaatkan Naruto yang sangat kesal karena tidak lulus ujian agar mau mencuri gulungan berharga milik Hokage yang berisi jurus-jurus terlarang.

Hokage keempat berharap penduduk desa bisa melihat Naruto sebagai pahlawan… Itulah harapannya waktu dia mengorbankan nyawanya untuk menyegel siluman itu. (Halaman 71)

Sayangnya, pencurian gulungan itu membawa dampak besar pada diri Naruto. Ia baru mengetahui sebuah rahasia besar yang menyangkut masa lalunya. Hal itulah yang membuat hampir seluruh warga Konohagakure sangat membenci Naruto. Hal ini pula yang memicunya bertinggah nakal dan usil setiap saat agar ia dianggap “ada” oleh warga desa. Hiks :(

Kesepiannya itu… Bukan karena tak ada orang tua yang memarahinya seperti pikiranmu. Kamu menyebalkan. (Halaman 102)

Pada tahun ajaran baru sekolah ninja, Naruto yang dengan sangat memukau berhasil lulus dari Akademi Ninja, sekelas dengan gadis yang ia sukai, Haruno Sakura. Sayangnya, cintanya bertepuk sebelah tangan karena Sakura sangat menyukai Uchiha Sasuke yang sangat pintar dan memiliki kemampuan ninja yang hebat. Hal ini membuat Naruto sangat membenci Sasuke.

Singkat kata, pada hari yang baru itu, Guru Iruka memberi tahu bahwa semua genin atau ninja tingkat bawah akan dikelompokkan menjadi satu grup yang berisi tiga orang. Masing-masing grup akan dibimbing seorang jonin atau ninja tingkat atas. Dan yak, benar sekali, Naruto, Sakura, dan Sasuke menjadi satu kelompok dan akan dibina oleh Hatake Kakashi yang hebat.

Latihan ini adalah ujian super sulit yang tingkat kegagalannya mencapai 66 persen! (Halaman 117)

Bagaimana kelanjutan perjalanan hidup Naruto menjadi ninja bersama Sasuke dan Sakura dibawah pengawasan Kakashi? Apaah cita-citanya menjadi shinobi hebat dan mengalahkan gelar hokage bisa ia capai? Semudah itukah berjuang menjadi ninja di sekolah ninja yang tidak semua orang bisa bertahan di dalamnya? Penasaran kaaaan?

Wow. Just wow. Saya sukaaaa. Pada jilid pertama ini isinya lengkap. Saya dibuat terpukau dengan ritme yang cepat dan menegangkan ketika Naruto, Sakura, dan Sasuke berlatih bersama Kakashi. Ternyata konsep ninja yang berpakaian tertutup dan hanya terlihat matanya saja tidak berlaku di sini. saya suka konsep sekolah ninja yang terasa nyata pelajaran dan hari-harinya.

Naruto di jilid pertama ini sukses membuat saya tersentuh karena udapan Hokage dan Iruka. Saya suka penggambaran sosok Naruto yang nakal dan suka berbuat onar ternyata memendam rasa kesepian yang teramat dalam. Alasan Naruto berbuat demikian juga diungkapkan komikus dengan sangat rasional. Saya sampai bersimpati dengan Naruto alih-alih ikut sebal padanya.

Pada jilid pertama ini saya amat sangat tidak suka dengan tokoh Sakura. Duh, anak ini benar-benar menyebalkan sesuai apa kata Sasuke. Pendapatnya tentang Naruto sangat tidak berperasaan dan semaunya sendiri. Saya suka dengan sikap Sasuke yang meskipun tidak terlalu menyukai Naruto namun justru memihaknya ketika Sakura memberikan pendapatnya itu.

Oh iya, saya juga suka karena di jilid ini sudah buanyak sekali jurus ninja yang disebut dan digunakan oleh beberapa tokoh. Sebut saja Henge no Jutsu, Bunshin no Jutsu, Kage Bunshin no Jutsu, Oiroke no Jutsu, Harem no Jutsu, Kawarimi no Jutsu, Gokakyu no Jutsu, dan Shinjyuzanshu no Jutsu. Artinya apa itu? Silakan baca saja sendiri yah hehehe. Recommended!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Wild Half (Jilid 1)

coverwild1

Judul: Wild Half (Jilid 1)

Sub Judul: Anjing Liar

Komikus: Asami Yuko

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 214

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792084191

cooltext-blurb

Salsa, sejenis binatang yang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi manusia, atau Wild Half. Dengan kekuatan yang dimilikinya, dia menjadi detektif yang handal. Meskipun terkenal, sosoknya tida diketahui siapa pun. Pertemuannya dengan Taketo menjadikan mereka pasangan yang unik.

cooltext-review

Seekor anjing menjadi detektif? Yang benar saja! Hehehe awalnya saya berpikir demikian ketika membaca tema cerita komik ini. seekor anjing yang menjadi detektif bukanlah hal yang rasional. Tetapi berbeda ceritanya jika anjing tersebut memiliki kemampuan khusus bisa berbicara dan berubah wujud menjadi manusia! Wah, ini baru menarik. Lanjut yah.

Komik ini memiliki enam bab sebagai jalinan cerita utama dan ditambah satu bab khusus yang menyuguhkan cerita spesial spin off dari kisah yang utama tadi. Langsung saja saya dibawa pada bab pertama berjudul Anjing Liar. Tokoh utama komik ini, Iwase Taketo adalah seorang siswa kelas 1 SMU yang tinggal berdua dengan kakaknya yang seorang polisi, Iwase Toshifumi.

Gara-gara kecerobohanku, senjataku direbut dan si pelaku berhasil kabur. Kalau sampai harus minta bantuan orang lain, berarti aku tidak pantas jadi polisi!! (Halaman 18)

Benar sekali, Toshifumi mengalami kecelakaan dan dirawat ringan di rumah sakit karena senjatanya direbut orang jahat. Taketo yang ingin menolong kakaknya itu berjumpa dengan Salsa, si anjing ajaib pada bab Hidung Kebenaran. Salsa yang secara rakus memakan bekal makan siang dan makan malam di rumah Taketo merasa ingin membalas budi dengan membantunya.

Aku tidak akan pernah meremehkanmu lagi, Salsa… Percayalah padaku. Kumohon, selamatkan anak ini!! (Halaman 70)

Bab Kobaran Api mengisahkan Salsa dan Taketo yang berpasangan dalam menangani klien yang memerlukan bantuan Salsa. Kali ini Salsa mendapatkan klien seorang perempuan yang mencurigai suaminya sebagai pelaku pembakaran rumah yang sering terjadi di lingkungan rumah Taketo. Melihat kesungguhan itu, Salsa tak berpikir dua kali untuk menerimanya. Lalu?

Percuma… Kau sedang terluka, tidak mungkin bisa mengangkatku… Kau saja yang lari… (Halaman 87)

Bab keempat berjudul Anjing Surga adalah bab yang sangat menyentuh. Jadi ceritanya Salsa dan Taketo sedang bertengkar. Di tengah jalan, Salsa bertemu dengan seorang gadis cilik bernama Atsushi yang mengira Salsa adalah Ricky, anjingnya yang telah mati. Sayangnya, kenyataan itu dan satu fakta memilukan lain disimpan rapat oleh kakek dan nenek Atsushi. Waduh :(

Katanya, mereka harus pergi untuk urusan pekerjaan sambil membawamu saat aku sedang tidur. (Halaman 107)

Ada tokoh baru di bab kelima Bunyi Lonceng. Di kelas Taketo, ada seorang cewek bernama Kitahara Miya yang hampir setengah tahun tidak masuk sekolah. Suatu hari, ada seorang gadis yang tiba-tiba masuk kelas dan duduk di bangku Miya. Namun, ada yang aneh dengan gadis ini. Ia memiliki tatapan tajam yang bisa menghipnotis orang lain! Wah, bagaimana lanjutannya?

Rupanya anak ini tidak mempan dengan kekuatan mataku… Jelas dia targetku berikutnya…!! (Halaman 129)

Masa Lalu yang Indah adalah bab keenam yang mengisahkan masa lalu Salsa. Taketo yang baru saja membeli motor baru, mengajak Salsa jalan-jalan ke pantai. Salsa menceritakan bagaimana awal mua ia berkenalan dengan manusia sebagai seekor wild half. Tak disangka masa lalu yang pahit pada awalnya tidak berlangsung lama. Saya suka bagaimana komikus menceritakannya.

Saat itu aku tidak mempercayai manusia… Hanya diluar mereka baik… Tapi, pada akhirnya mereka selalu menyiksaku!! (Halaman 148)

Saya suka komik ini. meskipun Salsa adalah anjing yang juga menjadi detektif, bukan sisi detektifnya yang komikus angkat di komik ini, melainkan kejaiban-kejaiban dan keseharian Salsa dan Taketo. Hal ini membuat saya jadi memahami bagaimana Salsa seekor wild half harus berlaku biasa saja di rumah Taketo, khususnya di hadapan kakaknya yang takut anjing.

Kelebihan dan keajaiban Salsa menurut saya sangat unik. Kemampuannya berubah wujud tidak bisa berlangsung dengan instan. Salsa memerlukan suatu dorongan emosi agar bisa berubah pada tahap manusia itu. tentu saja bentuk manusia Salsa sangat jauh lebih kuat dibandingkan wujud anjing. Tidak heran bahwa meskipun sendirian, Salsa bisa menyelamatkan siapapun.

Awalnya saya mengira tokoh utama komik ini adalah Taketo. Namun, ternyata Takeo bisa dikatakan berperan sebagai side-kick Salsa. Meskipun demikian, komikus tidak melupakan peran tersebut dan memberikan berbagai kejadian dan orang-orang yang muncul berasal dari lingkungan Taketo. Toh, bagaimana bisa lingkungan anjing dikupas lebih dalam, bukan?

Salsa pada dasarnya memang anjing biasa. Tentu saja sifat dasarnya juga tidak hilang sepenuhnya. Hal ini dijadikan komikus sebagai hal lucu yang disisipkan pada beberapa sudut. Contohnya ketika Salsa dan Taketo mengejar penjahat, Salsa dengan santai pipis di sebuah batang pohon. Tentu saja hal ini membuat Taketo geram. Sempet-sempetnya sih!

By the way, dampak dari hal yang saya ungkapkan di atas menjadikan hal klise tipikal cerita detektif menjadi hilang. Lupakan berbagai macam deduksi, dugaan, TKP, tersangka, alibi, dan sebagainya selayaknya kisah detektif. Komik ini tidak memberikan hal itu. mungkin sebagian pembaca yang ingin membaca alur detektif menjadi kecewa. Tapi saya sih fine-fine saja.

Oh iya, satu hal yang saya sebel ketika membaca komik ini pada bab keenam adalah GANTUNG! Duh namanya juga komik berseri sih, tetapi saya jengkel aja membaca akhir komik ini dibuat seperti itu oleh komikus. Untunglah bab terakhir spin off bisa meredaan emosi saya karena ceritanya sangat menarik dengan tokoh-tokoh yang sama namun berbeda. Penasaran?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Medafighter Rintarou! R1 (Jilid 1)

covermeda1

Judul: Medafighter Rintarou! R1 (Jilid 1)

Judul Asli: Medafighter Rintarou! Medafighter R1

Komikus: Fujioka Kenki

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792058628

cooltext-blurb

Awalnya, ini semua gara-gara Ryo dan Koji yang bertengkar karena berebut perhatian Karin pada Hari Natal. Akhirnya, aku, Kantaros, Ikki, dan Metabee malah turut terlibat dalam pertarungan akbar yang seru di Meda Tower pada Malam Tahun Baru itu.

cooltext-review

Suatu masa, pada tahun 2021, bumi mendapatkan sebuah hujan debu dari bintang biru. Debu-debu ini bukanlah debu biasa, melainkan debu bintang yang memiliki kemampuan magis bisa menghidupkan robot ketika diubah bentuknya menjadi medal. Oleh karena itu, muncul robot-robot yang disebut dengan medabot yang artinya robot yang menggunakan medal untuk hidup.

Komik ini memiliki lima bab, yang pertama adalah X-Project. Suatu hari, di SD Ginjo, Arika sangat bersemangat mengajak sahabat baiknya, Tenryo Ikki, dan medabot milik Ikki, Metabee, untuk mengikuti lomba yang diadakan saat festival sekolah sebelah, SD Kameyama. Di sana, terjadi sedikit insiden karena Metabee disangka medabot milik seorang champion di daerah itu.

Kalau dilihat baik-baik, ini bukan Kantaros, dyans. Salah orang, kuma. (Halaman 25)

Ya benar, akibat kesalahpahaman itu, Metabee jadi geram dan akhirnya bertarung dengan Kantaros, medabot milik Namishima Rintarou. Pada bab berjudul Kekalahan Kantaros ini terlihat seru pertarungan dua medabot yang jenisnya sama persis. Kemarahan Metabee karena kejahilan Unikura Bafusaku, Samejima Hasuke, dan Kinme Mutsuki membuatnya menang telak.

Maaf saja, tapi karena duel adalah duel.. Sesuai peraturan, parts milikmu aku ambil. (Halaman 56)

Meninggalkan Karin dan Ikki, mari beranjak ke bab ketiga berjudul Mecha Impian. Rintarou yang sangat depresi karena kekalahan Kantaros akhirnya mengajak Bafusaku, Hasuke, dan Mutsuki sesama penggusur klub Meda cewek menjadi Meda cowok. Mereka ingin membuat Kantaros hidup kembali dengan tampilan yang jauh lebih gahar dan memiliki kekuatan lebih dahsyat.

Kalian belakangan ini makin hilang bayangannya, yaaa. Meda-CW nggak ada giliran tampil, kuma. (Halaman 87)

Bab keempat sudah mulai ada tokoh baru. Awalnya Ikki, Metabee, dan Arika ingin merayakan malam tahun baru di rumah. Tiba-tiba di televisi ada siaran langsung pertarungan medabot atau robattle antara Kaiba Ryo dan Mach Massive melawan Karakuchi Koji dan Ramtam. Bab berjudul Love Robattle (Bagian Awal) ini adalah pertarungan memperebutkan Karin #capedeh.

Memang Kak Ryo adalah Hyper Medafighter ternama dalam negeri. Aku pun hormat dan kagum pada Kak Ryo. Tapi… (Halaman 125)

Sebagai penutup, ada bab Love Robattle (Bagian Akhir). Di sini, entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba Rintarou dengan Kantaros yang telah berubah menjadi Heracles Type KBT dan Ikki bersama Metabee ikut-ikutan bertarung memperebutkan Karin. Pertandingannya juga cukup sederhana yaitu menyelamatkan Karin di puncak Tokyo Meda Tower. Siapakah yang menang?

Mach Massive Kakak terlalu banyak hiasan. Dalam ruangan sempit seperti ini, speed type mecha pun tidak berguna, dong!? (Halaman 154)

Hmm, saya mengenal medabot ini lebih dahulu melalui anime yang sempat ditayangkan di televisi swasta belasan tahun silam setiap hari minggu. Bahkan saya juga pernah memainkan video game nya di GBA emulator. Intinya, saya suka dengan konsep pertarungan robot yang menggunakan medal dan bisa mengambil parts medabot lawan yang kalah.

Tetapi, sayangnya saya harus kecewa ketika membaca versi komiknya. Secara cerita memang sama saja sih. Namun, komik ini bisa saya katakan sangat berantakan dalam hal penyampaian dan alur cerita. Saya kerap dibuat bingung oleh komikus karena strukturnya tidak jelas. Jalan cerita seenaknya sendiri dan tidak runtut. Semuanya serba tiba-tiba tanpa ada intermezo.

Pada bagian awal, seharusnya ada alur perkenalan yang runtut. Meskipun sudah ada halaman tersendiri tentang tokoh siapa saja yang berperan sepanjang jilid perdana ini, tetapi alur pengenalan sepanjang cerita yang berjalan sama sekali tidak nyaman dibaca. Untuk artwork, jenis gambar yang seperti arikatur, bukan komik, agak kurang sedap dipandang. Selera aja sih.

Yah di balik itu semua, saya jadi sedikit mengetahui tentang dunia medabot. Hal ini pada akhir bab pertama, ada empat halaman khusus yang menceritakan apa itu medabots (khususnya Metabee dan Kantaros yang bertibe KBT) dan apa saja yang melekat padanya. Oh iya, saya juga tahu ternyata meskipun memiliki medal dan bentuk yang berbeda, mereka punya kode sendiri.

Misalnya Ramtam milik Koji adalah tipe STG atau Sabertooth Tiger, Mach Massive milik Ryo adalah tipe KWG atau Kuwagata alias kumbang capit, sedangkan Metabee dan Kantaros adalah tipe KBT atau Kabuto Mushi yang merujuk pada kumbang tanduk. Jadi meskipun ada nama sendiri-sendiri, ternyata ada aturan khusus tentang kode tipe setiap medabot.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Wonder School Boy (Jilid 1)

coverwonder1

Judul: Wonder School Boy (Jilid 1)

Komikus: Shimizu Yoko

Penerjemah: Kreasita

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792084597

cooltext-blurb

Tenji Tsubaki, siswa SMU tukang molor yang sudah jadi detektif demi melunasi hutang ayahnya. Mati-matian, dia berusaha menutupi identitasnya, tapi ketahuan teman sekelasnya, Kirin Tachibana. Dan, demi kerahasiaan identitasnya, Tenji dengan terpaksa menerima Kirin menjadi asistennya. Kini, tugas perdana Tenji dan Kirin dimulai.

cooltext-review

Apa jadinya jika seorang anak SMA memiliki pekerjaan sebagai detektif swasta? Tak hanya menyelidiki suatu kasus, namun juga”membereskan” orang jahat yang menjadi targetnya? Apakah ia akan langsung tewas begitu saja? ataukah menjadi bulan-bulanan sang penjahat yang sangat lihai dalam hal kekerasan dan kejahatan yang keji?

Wonder School Boy memiliki tema tersebut. Adalah seorang anak laki-laki biasa bernama Tsubaki Tenji yang masih berusia 17 tahun. Akibat kelakuan ayahnya sendiri yang menggelapkan uang sebesar 1,1 trilyun dari kantor bernama Biro Penyelidikan Muroto, Tenji harus pasrah dipekerjakan secara paksa demi melunasi hutang ayahnya yang sembrono itu.

Jilid perdana ini dibuka dengan bab pertama berjudul Wonder Boy tentang rasa penasaran teman sekelas Tenji, Tachibana Kirin, yang sebaya dengan Tenji karena merasa Tenji yang doyan tidur di kelas memiliki gerak reflek yang baik, bahkan bisa menyelamatkan Kirin dari bola baseball yang hampir mengenai wajahnya. Lambat laun Kirin selalu memperhatikan Tenji.

Gerakan Tenji waktu itu sangat cepat dan rasanya, nggak percaya kalau orang seperti dia bisa melakukannya. (Halaman 9)

Akibat kecerobohan Tenji yang sedang bertugas pada malam hari, Kirin yang diam-diam mengikutinya justru terjerumus pada penyanderaan di bab kedua berjudul Wonder Boy II. Meskipun berhasil lolos, Kirin meminta hal yang sangat gla kepada Tenji agar menjadikannya asisten. Sebagai imbalan, Kirin tak akan buka mulut pada pihak sekolah tentang pekerjaan Tenji.

Cara kerja mereka, menarik uang dari rekening sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama. (Halaman 58)

Oh iya, Biro Penyelidikan Muroto tempat Tenji bekerja dipimpin oleh Miroto Shino yang masih berusia 25 tahun. Sebagai pimpinan tertinggi, ia justru menyetujui kehadiran Kirin yang masih nol besar dalam dunia penyelidikan turut bergabung menjadi asisten Tenji. Sangat sembrono sih kalau dipikir. Apalagi pada bab berjudul Operasi Pembebasan Seorang Anak ini sangat berbahaya.

Tatara, orang yang nggak kenal ampun pada siapa saja! karena saat ini, aku jadi sorotan publik maka orang-orang nggak berani berbuat macam-macam. Tapi kalau semua itu sudah berakhir, sudah pasti dia akan membunuhku dan putraku. (Halaman 102)

Selain Shino dan Tenji, ternyata biro penyelidikan itu memiliki satu orang pegawai lagi bernama Muroto Yuki yang masih berusia 18 tahun. Ia sesungguhnya adalah adik Shino. Namun demikian, kemampuan bela diri dan menggunakan senjata tak perlu diragukan. Pada bab keempat berjudul Perasaan Kirin saja ia berani melawan gerombolan penjahat jalanan.

Isi disket ini berhubungan dengan penemuan teknik baru yang masih sangat dirahasiakan, yaitu energi dengan bahan baku baterai. (Halaman 145)

Sebagai bab terakhir yang berjudul Mr. Cool, Tenji dan Kirin yang bertugas secara tidak sengaj berjumpa dengan Ryuichi Kuki yang ternyata adalah kepala polisi berusia 28 tahun. Meskipun saat itu mereka dalam satu tujuan yang sama, Kuki dan anak buahnya mengacuhkan nyawa anak yang disandera oleh orang yang mereka incar. Sampai-sampai Kirin menjadi geram.

Kamu kelihatannya seperti polisi, tapi apa kamu juga nggak memperdulikan nyawa orang? (Halaman 170)

Well well, sebenarnya tema yang diangkat komik ini cukup menarik. Seorang siswa sekolah menengah atas yang seharusnya fokus pada pelajaran dan nilai rapor justru terbelenggu dalam dunia penyelidikan yang berbahaya dan mengancam nyawa akibat ulah ayahnya sendiri. Belum lagi ia yang sering tidur di kelas karena bekerja hingga larut malam bukanlah hal yang baik.

Tenji sebagai anak yang tidak bisa apa-apa akhirnya menerima pekerjaan itu. namun demikian, Tenji tumbuh menjadi ppemuda kuat dan lihai dalam hal bertarung dengan musuh-musuhnya. Aksi yang gesit dan cekatan kerap membuatnya sukses menunaikan pekerjaan dari klien Shino. Sampai-sampai semua musuhnya yang jahat tidak percaya bahwa Tenji adalah anak SMU biasa.

Hingga suatu ketika kehadiran Kirin di kehidupan malamnya menjadi problema. Dan di titik inilah saya merasa sangat heran dan kesal. Bagaimana tidak, “hanya” karena diselamatkan dari bola baseball yang nyasar, Kirin menjadi sangat naif dan keppo terus dengan Tenji. Bahkan tidak sampai di situ, Kirin memaksa menjadi asisten Tenji dengan mudahnya. Seriously?

Kirin adalah anak pandai yang selalu masuk 10 besar di kelas. Namun dalam hal berpikir dalam hidup, khususnya yang menyangkut hidup Tenji, Kirin sangat sangat sangat bodoh. Bagaimana mungkin dia mau membahayakan nyawanya sendiri dengan bergabung bersama Tenji padahal ia tida punya pengetahuan dan pengalaman sama sekali?

Komikus mungkin memang berniat membuat Kirin yang awalnya hanya teman sekelas menjadi rekan kerja Tenji. Sayangnya komikus tidak lihai dalam menempatkan situasi penting dan latar belakang alasan yang logis agar Tenji tidak menolak Kirin menjadi asistennya. Belum lagi Shino sang direktur langsung menyetujui Kirin. Duh itu nyawa orang jadi taruhannya lho.

Biro penyelidikan Muroto juga bukanlah usaha yang ilegal. Seringnya menerima klien dan bahkan bertemu dengan jajaran kepolisian tentu Shino tidak boleh mengabaikan nyawa Kirin yang masih nol besar untuk bergabung dengan kantornya. Harusnya Shino lebih tegas menolak atau paling tidak menunggu hingga Kirin memiliki bekal yang cukup mendampingi Tenji.

Lima bab yang tersaji di komik jilid perdana ini juga terasa membosankan. Formula yang dipakai dalam hampir setiap bab adalah ada klien minta tolong, Tenji (dan Kirin) bertugas yang kadang Yuki ikut campur, bertarung sana sini dengan komplotan penjahat, masalah beres. Begitu terus hingga bab terakhir. Saya sampai bisa menebak bagaimana akhir bab itu.

Meskipun demikian, nuansa serunya masih terasa kok. apa lagi Tenji yang lihai bela diri kerap memunculkan gerakan-gerakan cakep yang membuat lawannya terkapar dalam sekali serang. Artwork komik ini juga tidak perlu diragukan lagi detil dan bagusnya. Tapi yaa, begitu saja sih. Mungkin pada jilid selanjutnya akan lebih seru. semoga. Tapi saya nggak punya lanjutannya ._.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Real (Jilid 1)

coverreal1

Judul: Real (Jilid 1)

Komikus: Inoue Takehiko

Penerjemah: Nalti Kikuchi

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 216

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792701043

cooltext-blurb

Nomiya adalah kapten basket di SMU Nishi. Namun, setelah istirahat panjang akibat kecelakaan, bukan hanya posisinya sebagai kapten saja yang digantikan Takahashi, tapi juga dia harus berhenti dari sekolahnya. Namun, ia tidak bisa lepas dari basket. Pada suatu hari, ia berkenalan dengan Azumi, manajer klub basket kursi roda. Sejak saat itu, Nomiya mulai mengenal Kiyoharu, jagoan basket kursi roda…

cooltext-review

Komik tentang olahraga basket sepertinya sudah cukup banyak. Kebanyakan berkisah tentang perjuangan seseorang atau sebuah tim dalam bertanding hingga mencapai puncak kemenangan. Tetapi hampir semuanya memiliki tokoh yang sempurna secara fisik. Nah, bagaimana jika orang berkebutuhan khusus yaitu orang berkursi roda yang bermain basket?

Enam bab yang disuguhkan di komik ini tidak ada kalimat dalam judul. Hanya dicantumkan urutan tingkatan. Yang pertama adalah 1st. Alkisah ada seorang siswa SMU Nishi bernama Nomiya Tomomi. Ia harus berhenti sekolah karena kecelakaan dan perangai yang buruk. Padahal ia adalah kapten tim basket di sekolah. Akibatnya ia selalu uring-uringan.

Kenapa di Jepang ini kalau kita berhenti dari klub basket sekolah, tak ada tempat lain untuk bisa main basket!? (Halaman 27)

Pada bab 2nd, Nomiya sedang menjenguk Yamashita Natsumi, gadis muda yang harus mengalami kenyataan pahit seumur hidupnya akibat kelalaian Nomiya. Di rumah sakit itu, Nomiya tak sengaja berjumpa dengan Togawa Kiyoharu, pemuda berkursi roda yang sangat jago bermain basket. Sampai-sampai pada laga 1 on 1, Nomiya sang kapten harus kalah telak.

Keliahatannya, pemainmu tidak ada seorangpun yang main dengan begitu semangat seperti orang itu, ya… (Halaman 60)

Perjumpaan Nomiya dengan Kiyoharu ternyata tidak berhenti sampai di situ. Pada bab 3rd ketika Nomiya latihan menyetir mobil, ia berjumpa dengan Azumi, manajer klub basket kursi roda yang pernah Kiyoharu ikuti. Mengetahui hal ini, Nomiya langsung meminta Kiyoharu agar bertanding basket dengan kapten baru tim basket SMU Nishi yang sangat kurang ajar.

Yang bertanding betulan hanya 1 on 1. 2 orang itu sudah tahu hal ini. Lihat! Nomiya dan Takahashi begitu semangat. (Halaman 105)

4th adalah bab keempat yang membawa pembaca pada hasil akhir pertandingan tersebut. Nomiya dan Kiyoharu bertanding dengan sang kapten, Takahashi Hisanobu, dan Seki, teman baik Nomiya saat masih bersekolah. Akibat terlalu meremehkan Kiyoharu, Takahashi dan Seki yang bermain 2 on 2 harus menelan pahit kekalahan. Sayangnya, justru Seki yang disalahkan.

Kalau sebelumnya, aku merasa teman-temanku begitu sedikit mengoper bola padaku, mulai hari itu… betul-betul nol besar. (Halaman 137)

Nomiya yang berkunjung ke rumah sakit terkejut ketika mengetahui bahwa Natsumi telah keluar rumah sakit dan pergi jauh. Pada bab 5th ini, Nomiya berencana menyusul Natsumi agar bisa terus menghiburnya semampunya karena telah merenggut kebahagiaan Natsumi. Salah satu cara mengumpulkan uang adalah bermain taruhan basket dengan anak orang kaya.

Kalian kalah oleh orang berkursi roda dan sekarang kalian bilang, permainan ini tidak fair? (Halaman 157)

Kebiasaan Nomiya dan Kiyoharu mendapatkan uang dengan cara tersebut membuat anak-anak kaya itu kesal. Suatu hari, mereka mendatangkan Nagano Mitsuru, seorang yang jago basket yang sama kondisinya dengan Kiyoharu, berkursi roda. Pada bab 6th ini Mitsuru meminta tanding 1 on 1 pada Kiyoharu. Sayangnya, keyakinan Kiyoharu harus runtuh seketika.

Sialan!! Orang ini paling tidak, tingginya 190 cm, itu yang membuat kursinya tinggi. (Halaman 189)

Sebagai pembuka, saya cukup kaget mendapati adanya lima lembar di dalam komik ini yang berarti berisi sepuluh halaman full color dengan kertas lux yang bagus, masing-masing terbagi atas tiga lembar di awal dan dua lembar di paruh akhir. Saya jadi bisa melihat jelas bagaimana warna dan goresan tangan sang komikus versi warna. Bagus sekali.

Artwork yang disuguhkan komikus juga sangat khas sekali. Sebenarnya gaya gambarnya sama sekali tidak jelek, hanya saja sepertinya bukan selera saya. Salah satu hal yang cukup mengganggu adalah penampakan siswa siswi sekolah terlihat terlalu tua dan boros paras. Apalagi perawakannya juga terlalu dewasa untuk anak usia belasan tahun.

Kalau dari segi cerita, saya justru sangat menikmati. Komikus tidak buru-buru membawa sang tokoh utama dan Kiyoharu menjadi lengket dan bermain dengan bahagia bersama, tetapi masih menyuguhkan suasana kaku dan egois untuk Nomiya dan Kiyoharu. Secara ide ini sangat logis. Sebagai orang baru kenal pasti masih jaim dan tidak langsung membaur begitu saja.

Tentang konflik, sebenarnya sangat khas konflik remaja sih. Tetapi entah kenapa kok rasa-rasanya jadi terlalu berat untuk ukuran remaja sekolah. Saya tidak tahu apakah komikus memang berniat demikian, membuat konflik Nomiya dan sekitarnya teramat berat hingga tidak bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Apalagi Nomiya suka sekali menghajar orang.

Oh iya, saya agak bingung dengan perpindahan bab di komik ini. selain tidak ada kalimat judul, pada bab tiga tidak terlihat perpindahannya. Awal bab baru hanya ditunjukkan melalui salah satu gambar di halaman yang bersangkutan. Saya tidak sadar bahwa gambar itu merujuk bab baru. Padahal secara kejadian dan alur masih belum bisa dikatakan chapter baru.

Overall, saya suka dengan komik ini meskipun artwork yang kurang saya sukai. Tema basket yang digeluti orang berkursi roda juga sangat menarik. Ternyata kursi roda yang digunakan juga berbeda lho. Pantas saja Kiyoharu sangat mahir bermain basket. Yang saya suka juga komik ini tidak terlalu menyuguhkan teori dan tehnik basket, melainkan keseruan permainan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus