Rss

Reaching for A Star

coverreaching

Judul: Reaching for A Star

Komikus: Orihara Mito & Sakamoto Sayuri

Penerjemah: Lidwina Leung

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 208

Terbit Perdana: April 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, April 2006

ISBN: 9789792303476

cooltext-blurb

“Aku ingin membahagiakan gajah-gajah Jepang.”

Hidup di tengah hewan-hewan yang dicintainya, Tetsumu memutuskan untuk menjadi pawang gajah. Dia membuang hidupnya untuk mengejar cita-cita mulia itu. Kecintaannya pada gajah memang luar biasa. Orangtua Tetsumu sendiri tidak bisa lagi mencegah keinginan anaknya setelah melihat semangatnya.

Inilah kisah seorang pawang gajah pertama di Jepang. Kisah yang mengharukan!

cooltext-review

Pawang gajah. Sebuah profesi yang cukup langka, bukan? Komik ini menyuguhkan sebuah cerita yang menyuguhkan tentang perjuangan seorang pawang gajah. Cerita bermula pada tahun 1983 di Jepang khususnya di Perfektur Chiba. Keluarga Ogawa adalah keluarga yang memiliki sebuah usaha bernama Perusahaan Ogawa Animal Production yang mengurusi berbagai binatang untuk keperluan-keperluan tertentu.

Perusahaan ini dipimpin oleh sang ibu bernama Saori Ogawa dan suaminya yang tidak diketahui siapa namanya namun biasa dipanggil Papa. Selain kedua orang tadi, keluarga ini juga terdiri dari Ibu Saori yang dipanggil A-chan, anak sulung Nori Ogawa atau Non-chan, anak kedua Tetsumu Ogawa atau Tetsu, dan si bungsu Maki Ogawa. Seiring berkembangnya cerita, Maki memiliki adik baru bernama Takao Ogawa atau Takkun dan Akane Ogawa.

Mereka punya ikatan batin yang kuat. Meskipun terpisah jauh, mereka akan langsung datang memberi bantuan kalau dipanggil. (Halaman 13)

Pada awalnya, kediaman Ogawa sudah banyak sekali dihuni binatang-binantang. Mulai dari simpanse, anjing, singa, macan, kuda, dan lain sebagainya. Namun, keluarga Ogawa harus merelakan kepergian beberapa hewan karena mereka akan kedatangan seekor gajah yang diberi nama Mikki. Meskipun Mikki “menggusur” hewan-hewan yang telah lama bersama keluarga Ogawa, lambat laun ia menjadi dekat dengan keluarga Ogawa, khususnya Tetsumu.

Berkat kecintaannya dengan Mikki dan dunia gajah, Tetsu berinisiatif mengikuti sekolah pawang gajah untuk anak-anak selama sepuluh hari di Thailand, tepatnya di propinsi Chiang Mai. Meskipun harus mengorbankan masa sekolahnya selama sepuluh hari, Tetsu justru mendapatkan pengalaman berharga tentang dunia gajah. Akhirnya selepas SMP ia tidak ingin bersekolah dan berniat menggeluti profesi pawang gajah.

Tetsu-chan bukannya ingin hidup enak. Di saat anak-anak seusianya belajar di bangku SMU, cuma bermain dan menghamburkan uang orangtua mereka… Dia malah bekerja banting tulang bergelimang lumpur dan keringat. (Halaman 89)

Kehidupan Tetsu sebagai pawang gajah sungguh sibuk. Mulai dari pemotretan satwa, menampilkan atraksi gajah di lapangan dekat rumah, hingga mengurusi berbagai keperluan hewan-hewan, khususnya gajah ia lakukan dengan sukarela. Meskipun demikian, Tetsu masih bsia mencicipi indahnya jatuh cinta dengan Murakami Emi, sang desainer yang usianya terpaut enam tahun lebih tua dari Tetsu.

Tentangan dari orang tua serta berbagai tekanan yang dihadapi Tetsu selama menjadi penanggungjawab satwa kerap ia terima. Namun demikian, Tetsu tidak pernah mengeluh. Ia percaya bahwa pekerjaannya adalah mulia karena memahami binatang sama berharganya dengan memahami sesama manusia. Bagaimana kisah kehidupan sang pawang gajah ini selanjutnya??

Bagus. Komik ini memang bagus. Seeprti yang saya bilang di atas, profesi pawang hewan khususnya pawang gajah memang jarang saya ketahui. Beruntung sekalis aya membaca komik ini karena banyak muatan pengetahuan tentang dunia gajah yang komikus berikan. Muai dari memahami kebiasaan gajah hingga cara mengendalikan gajah sesuai profesi pawang. Selain itu bagian ketika gajah Tetsu yang mengikuti syuting sebuah dorama membuat saya trenyuh.

Memang malang nasib para binatang yang terbunuh… Tapi lebih sakit lagi perasaan para pelatih mereka yang sudah mengkhianati kepercayaan para binatang itu… (Halaman 135)

Komik ini adalah hasil adaptasi dari sebuah novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata. Ya benar, kisah Tetsu si pawang gajah pertama di Jepang memang nyata. Akhir cerita yang disuguhkan di komik ini juga nyata, terlepas dari berbagai dialog dan tokoh-tokoh lain yang secara fiksi hanya digunakan untuk membangun cerita. Yang jelas, semangat dan kegigihan Tetsu turut menginspirasi saya agar tidak menyerah memperjuangkan cita-cita.

Btw, rada nggak penting sih, tapi saya agak gimana dengan Saori Ogawa yang memiliki lima anak padahal ada kesibukan mengurus hewan-hewan yang banyak jumlahnya. Tapi saya juga agak benci dengan Saori yang terlalu mengurusi binatang dan melupakan hak anak-anaknya untuk berkomunikasi dan dekat dengan ibunya sendiri. Saya jadi mengerti perasaan Tetsu yang marah dengan ibunya sendiri karena ia tidak bisa bercerita akibat kesibukan ibunya yang padat.

Sayangnya, komik ini terkesan terlalu buru-buru dalam penyampaiannya. Saya memahami sih mungkin karena diangkat dari sebuah novel yang penjelasannya jauh lebih banyak dan detil dibandingkan goresan gambar yang memiliki keterbatasan halaman. Saya jadi ingin membaca versi novelnya karena hari-hari Tetsu selama di Thailand serta pekerjaannya menjadi pawang hewan masih banyak yang perlu diungkapkan lebih banyak.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Densha Otoko

coverdensha

Judul: Densha Otoko

Sub Judul: The story of the Train Man who fell in love with the girl, Hermes.

Komikus: Nakano Hitori & Ocha Machiko

Penerjemah: Widya Anggraeni

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: Juli 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2008

ISBN: 9789792318357

cooltext-blurb

Ikumi, karyawan biasa yang berpenampilan tidak menarik. Suatu hari ia menolong seorang gadis cantik di kereta bernama Hermes. Karena dia tidak percaya diri untuk mendekati Hermes… akibatnya, perasaan sukanya kepada gadis itu, jadi tidak tersampaikan. Sementara itu, teman-temannya di internet, membantu memberi dukungan kepadanya untuk tetap berusaha mendapatkan Hermes!

cooltext-review

Kisah cinta antara laki-laki dan perempuan yang pada awalnya tidak saling kenal adalah hal yang jamak diceritakan di komik-komik Jepang. Begitu pula pada komik Densha Otoko ini. namun ada yang membuatnya cukup berbeda dengan komik bertema serupa. Tokoh laki-laki di komik ini adalah seorang otaku anime. Istilah otaku secara harfiah adalah maniak. Keberadaan seorang maniak ini sesungguhnya ada dimana-mana, termasuk di Jepang.

Saiki Ikumi adalah seorang cowok berusia 22 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan selama tiga tahun terakhir. Ikumi adalah otaku anime yang gemar sekali mengunjungi kawasan Akihabara untuk menggeluti hobinya sebagai seorang otaku diluar jam kerjanya. Selain itu, ia juga gemar berinteraksi dengan orang lain melalui Channel 2, sebuah chat room yang ada di internet. Ikumi merasa tak perlu malu karena ia tidak berjumpa langsung dengan orang-orang.

Suatu hari, dalam perjalanan pulang setelah bekerja, Ikumi melihat seorang pria tua di dalam gerbong kereta yang bertindak kurang ajar pada seorang gadis bernama Kohinata Mai. Sesungguhnya Mai tidak ingin ada keributan. Namun tindakan si pria tua membuat Ikumi secara reflek meneriaki pria itu sehingga mereka semua memberi kesaksian di pos kemanan stasiun berikutnya.

Hari ini aku boleh berkhayal, kan… Pertama kali dalam hidupku ada seorang gadis berterima kasih padaku… (Halaman 27)

Tak disangka, perjumpaan itu bukanlah yang terakhir bagi Ikumi dan Mai. Sebagai ucapan terima kasih, Mai mengirimkan tea set lengkap ke rumah Ikumi. Sebagai ucapan terima kasih balik, Ikumi mengajak Mai makan siang bersama keesokan harinya. Pucuk dicinta ulam tiba, kehidupan Ikumi sebagai seorang otaku yang tidak pernah mengenal dunia luar apalagi wanita perlahan-lahan mulai bergerak.

Ikumi tidak bisa apa-apa dalam menjajaki hubungan dengan Mai. Oleh karena itu teman-teman dunia maya di Channel 2 terus memberikan saran dan semangat keada Ikumi agar ia berhasil mendekati Mai. Selain mereka semua, ada pula Kiyomi, sahabat baik Mai yang bisa dikatakan adalah gadis yang ceplas ceplos dan menyenangkan. Dari mulut Kiyomi lah Ikumi mengetahui bahwa Mai sebenarnya telah memiliki kekasih.

Iya! Aku nggak akan memaafkannya! Dia cuma mau didengar, tapi nggak mau mendengar! (Halaman 75)

Perjuangan Ikumi mendapatkan hati Mai rasanya hancur lebur tatkala ia mendengar fakta tersebut. Meski awalnya ia hendak menyerah, kehadiran teman-teman di Channel 2 tetap membuat Ikumi bertahan dan tidak putus asa. Bagaimanakah akhir kisah Ikumi dan Mai? Appakah awal pertemuan mereka di kereta akan berakhir sia-sia tanpa kebahagiaan yang hakiki?

Well, Densha Otoko ini adalah komik dengan cerita yang sangat manis. Saya suka bagaimana komikus membuat tokoh Ikumi berkembang dan perlahan-lahan meninggalkan dunia otaku dan berhadapan dengan kehidupan nyata. Tidak mudah memang, namun akhir kisah yang sudah sangat bisa ditebak membuat saya larut mengikuti perjuangan Ikumi dalam menuruti perasaannya sendiri.

Sayangnya, komikus (dan pengarang) gagal membuat tokoh Ikumi sebagai seorang otaku. Saya berpendapat bahwa otaku adalah orang yang sangat maniak dan tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Sedangkan Ikumi? Ia memiliki kehidupan yang normal, memiliki keluarga yang perhatian, bahkan bisa bekerja di sebuah perusahaan selama tiga tahun. Menurut saya itu bukanlah otaku yang sesungguhnya.

Saya tidak akan berbicara tentang perkembangan hubungan Ikumi sejak di gerbong kereta hingga akhir cerita. Namun saya salut sekali dengan dukungan dan semangat para chatter di Channel 2. Mereka semua memang banyak, bahkan tidak ada namanya, namun justru mereka semua tidak membiarkan Ikumi menyerah. Mereka adalah potret sahabat yang baik. Meskipun tidak pernah berjumpa satu sama lain, tidak salah apabila Ikumi mengikuti nasihat-nasihat mereka.

Dalam percintaan, yang dibutuhkan bukanlah bakat… Tapi usaha! (Halaman 118)

Sebagai komik romance, ceritanya memang a little too good to be true sih. Yah tapi mungkin memang seharusnya seperti itu. saya tidak akan berkomentar banyak lagi. yang jelas kalau saya berada di Channel 2 juga, saya tidak akan ragu mendukung Ikumi hingga akhir untuk berjuang mendapatkan hati Mai.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Angel Duster

coverangel

Judul: Angel Duster

Komikus: Sakurai Susugi

Penerjemah: Widya Anggraeni

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 177

Terbit Perdana: September 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2007

ISBN: 9789792313574

cooltext-blurb

Para malaikat yang diturunkan ke dunia punya misi menyelamatkan manusia sampai tanggal 24. Dalam hujan yang deras, sesosok malaikat bertemu dengan seorang pemuda yang terus menunggu di tempat yang dijanjikan. Sebuah kisah yang lembut di malam kudus!

cooltext-review

Pada bulan terakhir tahun 2016 ini, saya ingin menutupnya dengan menyuguhkan beberapa reiew komik one-shot alias komik yang langsung tamat. Sedangkan komik-komik saya yang lain yang tipe serial ataupun ceceran jilid yang terpisah akan saya tuliskan untuk tahun 2017 nanti. Salah satu komik one-shot yang saya tayangkan pada postingan kali ini adalah komik dari Jepang berjudul Angel Duster.

Komik ini berisi lima cerita pendek yang masing-masing cerita memiliki kisah dan tokoh yang berbeda. Kisah pertama tentu saja Angel Duster. Bersetting pada malam Natal 24 Desember, ada seorang(?) malaikat dari langit yang turun ke bumi dan bertugas membantu manusia yang mengalami kesulitan. Malaikat berwujud gadis muda ini sesungguhnya sejak enam hari yang lalu berada di bumi. Namun, ia belum menemukan target manusia yang tepat untuk ditolong.

Pertemuannya dengan seorang pemuda yang menunggu di sudut kota pada malam bersalju membuat si gadis malaikat (saya sebut GM saja) tertegun. Si pemuda yang menunggu (saya sebut PM) ini sedang menanti seorang gadis. GM seharusnya tidak bisa dilihat oleh manusia. Namun, entah kenapa tiba-tiba PM bisa melihat GM dan mengusir GM yang hendak membantu PM. Saya merasa cerita pertama ini benar-benar menyebalkan.

Aku tak tahu bagaimana membuat manusia gembira, juga tak pernah berpikir untuk menyelamatkan manusia. Aku ingin punya arti eksistensi sebagai malaikat… meski hanya sekejap. (Halaman 30)

Tokoh yang nggak jelas namanya siapa aja benar-benar membuat saya kesal saat menuliskan review ini. kan menyulitkan saya dalam mengarahkan pembaca ke tokoh yang saya maksud. Selain itu durasi halaman yang seharusnya bisa dimanfaatkan komikus untuk mengemas cerita yang padat nan berisi justru disia-siakan. Kalau boleh saya katakan, cerita Angel Duster ini memanjangkan hal tak berguna dan justru menghilangkan hal penting. Intinya begitu.

Superlovers in The Sun adalah cerita kedua. Tidak seperti amarah saya ketika membaca cerita pertama, kisah kedua ini jauh lebih baik. Saya Koito adalah siswi SMA yang lahir dari perkawinan manusia dan makhlk penghisap darah (yah, sebut saja vampir). Oleh sebab itu, Koito sangat benci musim panas karena ketika ia bersekolah harus berjumpa dengan sinar matahari.

Saking tidak kuat dengan matahari, Koito sepanjang hari tidur di klinik sekolah. Malam harinya? Ia memangsa darah pemuda hidung belang yang menggodanya. Tak disangka kelakuan Koito diketahui Takewaka, teman sekelasnya yang tiba-tiba mengajaknya berpacaran selama satu bulan. Koito menerima tawaran Takewaka agar ketika satu bulan telah berakhir, Koito bisa kembali pada kebiasaan lamanya tanpa diganggu Takewaka. Benarkah begitu?

Setelah menghisap darah mereka, kubuat mereka tidur pulas dengan cara hipnotis. Mereka takkan ingat lagi. (Halaman 52)

Unik sekali tokoh Koito ini. Gadis vampir yang tidak suka matahari justru bersekolah pada musim panas yang akhirnya hanya tidur di klinik sekolah. Saya suka pada kejadian mengenaskan Koito karena kebodohannya sendiri. Selain itu hari-hari “berpacaran” antara Koito dan Takewaka juga menarik untuk disimak. Apalagi ketika menjelangg akhir cerita, Koito mengkhianati janjinya pada Takewaka. Namun, kegigihan Takewaka berakhir manis.

Cerita ketiga adalah Cat in The Boat yang lagi-lagi menurut saya terlalu ajaib. Ajaibnya apa? Gini ya, seorang (lagi-lagi) gadis remaja bernama Sawako pada pagi hari Natal menemukan seekor kucing yang bisa berbicara di sepatu boot hitam di samping tempat tidurnya. Sawako tidak tahu bagaimana asal muasal si kucing bisa ada di kamarnya.

Berlanjut di sekolah, Sawako memiliki musuh bebuyutan bernama Hachiouji. Dia ini tipikal cowok tampan dan kaya raya yang suka menggoda Sawako dengan memanggilnya Sabako. Status Sawako sebagai anak tukang ikan yang kerap membawa bekal berbagai olahan ikan tak luput menjadi bahan godaan Hachiouji. Tidak perlu saya ceritakan lagi ya bagaimana akhir cerita ini.

Tapi, anak tukang ikan tak mungkin jadian dengan seorang pangeran yang benci ikan. Itu sebabnya aku tak pernah berpikir untuk mengutarakan perasaanku. (Halaman 99)

Sudah tahu betapa ajaibnya cerita ketiga ini? Ya benar, ceritanya benar-benar FTV dan too good to be true. Ditambah keajaiban si kucing yang bisa berbicara dan sanggup melakukan hal ajaib juga membuat saya sesebal membaca kisah pertama. Ending cerita yang melibatkan Hachiouji dan Sawako melengkapi kejengkelan saya. Sikap Hachiouji yang tiba-tiba berubah membuat saya ingin protes pada sang mangaka.

Fake Romance sebagai cerita keempat menurut saya tidak terlalu buruk. Alkisah ada seorang siswa SMA bernama Koyuki Sonokawa. Ia bertetangga dengan kakak kelasnya bernama Kuma Yoshiharu. Mereka berdua adalah teman sejak kecil sehingga mereka sangat dekat layaknya orang berpacaran. Ketika dalam perjalanan berangkat sekolah, Koyuki menerima pelecehan seksual di bis. Melihat hal itu, Kuma meminta Koyuki pura-pura menjadi pacarnya.

Koyuki menerima ajakan itu karena ia merasa Kuma bisa diandalkan dalam melindungi dirinya. Pun demikian dengan Kuma yang merasa berura-pura pacaran bisa menghalau cewek-cewek yang ingin mendekatinya, termasuk Miyano, teman seangkatan Kuma. Status pura-pura pacaran ternyata tidak berlangsung mulus. Beberapa kejadian yang mengguncang batin Koyuki harus membuatnya mengambil keputusan yang melibatkan Kuma. Bagaimana akhirnya?

Kalian ini teman sejak kecil, tapi hubungan kalian terlalu dekat. Lagipula, aku tak suka melihat Kuma bersama orang lain. (Halaman 145)

Oke. Cerita ini sebenarnya seru. Pura-pura pacaran demi alasan masing-masing pihak memang menarik. Trauma yang dialami Koyuki memang harus dilindungi agar tidak terjadi lagi. Kuma sebagai teman Koyuki sejak kecil tentu saja tidak akan membiarkan hal itu menimpa tetangganya itu. Apalagi Kuma juga gerah terus didekati cewek-cewek. Yang saya pertanyakana dalah, mengapa harus pura-pura pacaran sih? Wong ya mereka sama-sama demen. Zzzz!

Dust Box adalah cerita terakhir yang sangat singkat cerita ini adalah lanjutan dari cerita Angel Duster. Durasi halaman yang sangat sedikit dan saya rasa tidak ada menarik-menariknya membuat saya tidak akan membicarakannya lebih lanjut. Akhir kata secara keseluruhan komik ini mungkin disukai para perempuan. Tapi saya tidak suka. Nggak tahu lagi kalau Mas Anang. Cmiiw. Sampai jumpa lagi dilain kesempatan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Shimokita Sundays

covershimokita

Judul: Shimokita Sundays

Komikus: Ishida Ira & Katsuma Ayahito

Penerjemah: Widya Anggraeni

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792343670

cooltext-blurb

Di klub teater super miskin yang sudah berdiri selama belasan tahun, “Shimokita Sundays”, tiba-tiba muncul seorang gadis cantik bernama Satonaka Yuika. Dia amatir, belum kenal dunia, tapi akan mengubah takdir Shimokita Sundays!

cooltext-review

Shimokita Sundays selain sebagai judul komik ini, juga merupakan sebuah nama grup teater di Jalan Shimokita. Shimokita Sundays telah berdiri sejak sebelas tahun silam dan memiliki delapan orang anggota. Ya benar, hanya delapan anggota meskipun Shimokita Sundays telah sangat lama bermain teater. Tak heran para anggotanya sudah berusia dewasa semua. Hingga suatu hari muncul Satonaka Yuika yang ingin bergabung dengan Shimokita Sundays.

Empat chapter yang disuguhkan di Shimokita Sundays ini terasa padat. Bab awal dibuka dengan kehadiran seorang gadis berusia 18 tahun yang baru berkuliah di Universitas Tokyo yang ingin menjadi bagian grup teater Shimokita Sundays. Tak pelak kemunculannya yang tiba-tiba membuat seluruh anggota histeris dan terkejut bukan main. Akutagawa Tsubasa, sang ketua sekaligus sutradara Shimokita Sundays langsung menerima Satonaka dengan baik.

Date Chimei, aktris utama sekaligus kekasih Akutagawa tidak menyambut baik keputusan pacarnya itu dengan menerima Satonaka. Bahkan si ppenari kabaret ini memaksa Satonaka menjual 30 tiket pertunjukan Shimokita Sundays berikutnya yang bernilai total 84 ribu yen. Namun, dengan bodohnya Satonaka menyerahkan uang sakunya sebesar 90 ribu yen kepada Chimei dan meminta Chimei tidak perlu khawatir dengan tiket.

Oh iya, para anggota Shimokita Sundays berasal dari profesi yang berbeda-beda lho. Sebut saja Yoshida Candy yang bekerja pada jasa pindahan rumah. Ada Ohsugi Jō yang menjadi pembawa acara televisi. Lelaki gendut yang doyan makan bernama Sanbo Gen adalah seorang kontraktor. Selain itu ada Terashima Reiko yang bekerja menjadi penulis skrip acara dewasa. Oh iya, ada lelaki muda anak orang kaya bernama Yagami Seiichi yang hobi membuat kue.

Berdiri aja sudah menghalangi pandangan dan perhatian penonton, tahu! Bagaimana kalau kamu mengganggu mereka berdua?! Peran berdiri dia aja susah! Konsentrasi! (Halaman 36)

Sayangnya, sambutan hangat semua mayoritas anggota Shimokita Sundays tidak membuat perjalanan Satonaka di grup teater itu berjalan mulus. Waktu latihan yang hanya tiga minggu sebelum pertunjukan membuatnya sering dimarahi oleh Akutagawa. Sampai-sampai ia mengurung diri di toilet karena merasa Shimokita Sundays bukanlah jalan keluar yang tepat atas kegelisahannya selama ini.

Meski awalnya penuh lika-liku, pertunjukan perdana Shimokita Sundays setelah bergabungnya Satonaka bisa dibilang sangat sukses. Sebelas tahun terjebak dalam kondisi keuangan grup yang defisit, akhirnya mereka bisa merasakan gaji perdana dari penampilan teater. Hubungan Satonaka dan Chimei juga membaik. Sayangnya, bulan madu telah usai dan mereka semua harus menghadapi tantangan baru. Berhasilkah?

Saya suka komik ini. Dunia teater yang diangkat memang benar-benar nyata. Bahkan sang komikus sampai riset mendalam pada grup teater sungguhan di Jepang. Pantas saja lika-liku dan pengetahuan tentang teater dari Akutagawa terasa sungguhan. Apalagi grup ini adalah grup umum, bukan grup atau klub sekolah yang biasa saya jumpai. Meskipun demikian, para anggota terlihat sangat niat dalam mengembangkan Shimokita Sundays.

Oh iya saya sampai lupa, sesungguhnya ada satu orang anggota lagi di Shimokita Sundays, dia adalah Emoto Akiko. Namun, dia tidak terlibat dalam pertunjukan lagi karena merasa sudah terlalu tua sehingga ia bertugas dalam hal administrasi dan keperluan para pemain. Kehadiran Emoto memang tidak terlalu dominan. Namun justru dengan adanya tokoh Emoto membuat persepsi saya tentang manajemen grup benar-benar riil.

Untuk konflik yang disuguhkan juga tidak main-main. Masalah internal antar anggota, masalah keluarga pribadi, hingga masalah besar yang akan mengguncang eksistensi Shimokita Sundays membuat saya tertarik mengikuti komik ini hingga tuntas sekali duduk. Meskipun terkesan tiba-tiba dan terlalu kebetulan, saya suka komikus mengemas konflik-konflik yang ada menjadi bermakna dengan penyelesaian masing-masing.

Satu-satunya kekurangan yang saya amati adalah durasi komik yang kurang panjang! Hahahaha. Soalnya saya masih penasaran awal mula Shimokita Sundays terbentuk, bagaimana para anggota mulai saling kenal dan bergabung, hingga perjalanan karir Shimokita Sundays selama sebelas tahun sampai defisit anggaran. Tapi mungkin memang lebih baik biarlah begini saja tanpa perlu dippanjang-panjangkan lagi.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Thank You

coverthank

Judul: Thank You

Komikus: Bob Raigen

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792745306

cooltext-blurb

Will Zionlight, seorang bocah polos yang menjalani kehidupan bahagia bersama teman-teman dan keluarganya. Namun, nasib berubah. Secara tiba-tiba menjadikannya harus berjuang dan tumbuh dewasa dalam kepahitan. Will tidak bisa menerima kenyataan ini. Akan tetapi, di tengah dunia yang kejam ini, hadir seorang gadis kecil yang mempu menyadarkan Will akan arti hidupnya…

cooltext-review

Selamat sore semuanya. Yak masih dengan rutinitas saya memposting review komik, kali ini saya akan mengulas sebuah judul komik hasil karya anak bangsa Indonesia. Yep, setelah berkali-kali menikmati karya orang luar negeri, sesekali boleh lah ya saya mengulas satu judul asli buatan anak negeri kita tercinta ini. Hitung-hitung turut mendukung dunia perkomikan Indonesia hehehe.

Thank You ini terdiri atas sembilan chapter langsung tamat tanpa ada jilid berikutnya. Senang sih membaca komik tipe one shot begini, soalnya tidak perlu menyisakan rasa penasaran akan kelanjutannya. Kalau toh memang ada sekuel atau spin-off, kehadirannya tidak berkaitan langsung dengan komik yang sudah ada. Oh iya karena banyaknya chapter, saya tidak akan membahas semuanya ya.

Komik ini dibuka dengan kehidupan masa kecil Will Zionlight, seorang anak dari keluarga pengusaha Zionlight yang memiliki aset tak ternilai. Will kecil bersahabat dengan Ellie Chrisbell dan Jason Crusadio. Ketiganya sering bermain basket di lapangan dekat apartemen milik keluarganya. Komplek apartemen itu dibangun eksklusif dan hanya keluarga ataupun relasi dekat orang tua Will yang boleh tinggal di sana, termasuk Steve Zionlight, paman Will.

Tragedi besar yang meluluhlantakkan apartemen ketika hari ulang tahun Ellie membuat Will harus berjuang sendiri sejak saat itu. Cerita langsung meloncat ke masa berikutnya ketika Will telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang polisi yang tangguh. Ia berpartner dengan Florene Healle, polwan muda yang sering mengkhawatirkan Will karena kasihan apabila Will terus menerus memikirkan tragedi masa kecilnya.

Adam Healle sebagai kakak Florene sekaligus rekan seprofesi Will tidak bisa berkata apa-apa. Ia mengerti apa yang Will rasakan, sehingga membiarkan Will mencari kebenaran adalah bentuk perhatian yang ia berikan. Meski demikian, suatu hari muncul Dave Steadhope, anak kecil yang tersesat dan meminta bantuan Will mengantar ke sekolah. Sejak saat itu mereka berdua sangat dekat dan Dave bercita-cita menjadi polisi karena sangat mengagumi Will.

Segala kriminalitas harus dibasmi agar nggak ada lagi yang bernasib seperti kita! (Halaman 54)

Suatu hari, Will mengetahui fakta mencengangkan tentang keterlibatan Sebastian, atasan Will di kepolisian, Steve Zionlight, dan Crux, bos besar geng mafia di kota tempat tinggal Will. Diliputi amarah yang teramat besar, Will berbuat nekat dan meninggalkan dunia kepolisian. Ia lantas bergabung dengan geng mafia tersebut dan mengubah nama menjadi Will Volttide.

Tepat ketika ia berhasil membalaskan dendam, muncul seorang gadis perempuan bernama Kit Zionlight. Entah kenapa, Will merasa tidak bisa meninggalkan Kit. Oleh karena itu kali ini ia harus kabur dari kejaran geng mafia sekaligus tidak menampakkan diri di hadapan polisi agar keberadaannya tidak ketahuan. Bagaimana nasib Will selanjutnya bersama Kit?

Kegelapan selalu saling mengincar nyawa masing-masing. Sekarang giliranmu menghadapi kematian!! Kali ini, kau nggak akan bisa lolos lagi!! (Halaman 102)

Aaaaaargh. Kagum. Ya benar, saya kagum sekali dengan Bob Raigen karena berhasil membuat cerita dan gambar yang tidak ketahuan kalau ini adalah hasil karya anak bangsa. Nama para tokoh yang nggak ada Indonesia-Indonesianya, dunia “hitam” yang jarang sekali dijumpai di Indonesia, serta adat budaya yang tidak biasa ada di Nusantara ini seakan memang menegaskan bahwa setting yang digunakan memang bukan di Indonesia.

Awalnya saya merasa agak aneh dengan nama para tokoh yang kebule-bulean. Tetapi lambat laun seiring cerita sekaligus melihat perawakan sang tokoh, saya harus mengakui bahwa nama—nama tersebut memang cocok sekaligus unik digunakan. Bisa lah jadi alternatif nama anak saya kelak #eh. Selain itu adegan berantem dan tembak menembak tetap terasa tegang meskipun Bob membuat adegan itu sehalus mungkin tanpa pertumpahan darah di mana-mana.

Bagaimana dengan akhir ceritanya? Aduh saya nggak mau spoiler, namun saya amat tersentuh dengan perjuangan Will. Meskipun Bob tidak mengupas dengan tuntas tokoh Will ini, saya merasakan bagaimana rasa dendam ataupun rasa sedih Will ketika dewasa. peran tokoh lain di lingkungan Will turut berarti dalam membangun emosi saya sebagai pembaca. Oh iya, kemunculan tokoh anak-anak yang lucu menjadi nilai plus juga untuk komik ini.

Di penghujung kisah, Bob sempat menuliskan bahwa Thank You atau Terima Kasih adalah ucapan umum dan sederhana namun menyimpan arti yang begitu mendalam. Oleh karena itu ia membuat cerita ini dan menjadikan Thank You sebagai judulnya. Saat saya menyelesaikan komik ini, saya memahami tentang Thank You yang dimaksud Bob.

Saya paham tentang rasa terima kasih dari Will, dari Florene, dari Kit, dari Dave, dan dari semua tokoh yang ada. Mereka berterima kasih atas segala hal yang mereka dapatkan dari orang lain. Memang seharusnya seperti itu. sebagai manusia, rasa terima kasih harus tetap disampaikan kepada siapapun yang memberikan hal sekecil aapun untuk kehidupan kita. Well done, Bon and Will!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Trafficker (Jilid 1)

covertrafficker1

Judul: Trafficker (Jilid 1)

Komikus: Mitsunaga Yasunori

Penerjemah: Widati Utami

Penerbit: Level Comics

Jumlah Halaman: 220

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792715347

cooltext-blurb

Ayano dan Shuta adalah kurir bermotor legendaris dari komunitas bawah tanah. Dengan menunggangi Ducati merah, mereka menyanggupi mengantar barang apa saja selama muat di motor dengan tepat waktu sesuai permintaan. Tak ada kata mustahil dan tak pernah gagal. Hanya saja, tarif jasa mereka mahal sekali, lho!

cooltext-review

Halo, selamat siang. Kali ini lagi-lagi saya menyuguhkan resensi judul baru dari sebuah komik yang masih berasal dari Negeri Sakura. Setelah beberapa lama saya berkutat pada tema komik yang diluar masa kini dengan entah kapan waktu kejadiannya dan entah berada dimana lokasinya, sekarang saya akan mengulas komik yang bersetting masa kini dengan segala hal yang terjadi di masa sekarang. Alhamdulillah ya..

Komik ini terdiri dari lima bagian yang secara umum masih berupa perkenalan dan belum ada konflik besar yang berarti. Uniknya, judul setiap chapter selalu diawali dengan R/M. mengingat tema besar komik ini adalah tentang dunia kurir paket dengan sedikit bumbu berkendara di jalan raya, saya menduga pemakaian R/M ini apakah mengacu pada rotation per minute? Entahlah. Hingga akhir jilid perdana inipun saya tidak tahu jawabannya.

Chapter pertama berjudul The Trafficker yang sama dengan judul seri ini. Adalah seorang siswa kelas 3 SMA bernama Shuta Mikoshi yang bekerja bersama seorang gadis muda bernama Ayano Shiomizaka di sebuah agen pengiriman paket bernama Kurir Kilat Cup Cup. Agen ini bisa dianggap ilegal karena tidak ada ijin resmi. Namun demikian, agen Kurir Kilat Cup Cup dianggap sebagai legenda karena bisa mengantarkan paket dengan amat cepat.

Klien pertama Kurir Kilat Cup Cup adalah seorang bapak-bapak yang ingin mengirimpak sebuah paket kepada anak gadisnya yang berada di Bandara Narita. Jarak kantor Kurir Kilat Cup Cup ke Bandara Narita yang sangat jauh diperkirakan menghabiskan waktu dua jam apabila naik mobil. Masalahnya, pesawat sang anak akan lepas landas dalam waktu satu setengah jam lagi. Wah, bagaimana cara Shuta mengantarkan paket itu tepat waktu ya?

Anak itu terjun bebas tanpa ragu, mengikuti komando wanita ini! sulit dipercaya! Hubungan yang saling percaya satu sama lain. (Halaman 20)

Kid Napping adalah judul chapter kedua. Kali ini bukan lagi pengiriman paket seperti biasa, namun kedatangan polisi secara tiba-tiba di kediaman Ayano sungguh mengejutkan. Polisi tersebut ternyata tidak ingin menangkap Ayano dan Shuta, melainkan meminta bantuan Kurir Kilat Cup Cup untuk mengantarkan uang tebusan ke penculik Yuna Sakiguchi, bocah kelas 5 SD. Meski awalnya menolak, tangisan ibu Yuna membuat Shuta bersedia. Waduh!

Dia sama-sama dari komunitas bawah tanah seperti kita… DIa tak mungkin mau terlibat dengan polisi. Semuanya berada dalam genggaman kita. Kalau serah terimanya selesai, bunuh sandera dan siap-siap untuk kabur!! (Halaman 68)

Chapter ketiga mengambil judul Limbo Dance. Pada bagian ini menyuguhkan dunia lomba lari marathon yang diikuti oleh atlet perempuan Jepang bernama Naomi Hodaka. Sebenarnya sih Naomi tidak terlalu menjadi tokoh pusat, melainkan seorang polisi bermotor bernama Masayoshi Kajiki yang menjaga perlombaan itulah yang menjadi bibit konfliknya dengan Kurir Kilat Cup Cup karena kelalaian Shuta mengganggu perlombaan gadis pujaan Masayoshi.

Sejujurnya, kami sebagai polisi kesulitan menghadapinya… Intinya dia bajingan! (Halaman 101)

Help Me Daddy merupakan judul chapter keempat. Tokoh tambahannya adalah gadis teman sekelas Shuta di sekolah bernama Nazuna Sawamatsu. Dia ini suka sekali mengendarai motor mahal milik ayahnya yang kebetulan sedang bekerja di Amerika. Kecintaan ayahnya pada motor membuatnya muak dan berpikir bahwa laki-laki yang suka mengendarai motor adalah lelaki yang tidak berguna. Ketika ia berjumpa dengan Shuta, ia merasa harus mengalahkannya.

Aku tak bisa menahan diri untuk tak bertarung dengannya. Perasaan ini… Kejengkelan ini… Tak bisa kutahan lagi! (Halaman 149)

Chapter terakhir adalah Tandem Seat, yang menyuguhkan klien Kurir Kilat Cup Cup seroang selebriti muda bernama Nanami Mukojima. Awalnya Nanami terpaksa menggunakan jasa Kurir Kilat Cup Cup pesanan manajernya, Pak Terai, agar ia dapat tiba ke lokasi syuting berikutnya dengan cepat. Meski awalnya merepotkan Nazuna, Nanami terpaksa menyewa jasa Shuta lagi karena ingin menghindari wartawan yang kepo dengan urusan asmaranya.

Nanami, kau juga harus minta maaf! Kita ‘kan yang sudah minta tolong padanya. Jadwalmu nanti jadi berantakan. Nanami! Kalau memang artis profesional, kau harus bisa bersabar!! (Halaman 181)

Baguuuuus. Saya suka komik ini. Alurnya cepat, tokohnya mudah disukai, dan idenya segar alias tdiak biasa. Pertama tentu saja legenda Kurir Kilat Cup Cup yang bisa mengantarkan paket secepat mungkin tanpa terlambat membuat saya bertanya-tanya, bagaimana mungkin? Ternyata baru terungkap trik yang digunakan Shuta sang pengendara motor dalam menunaikan tugasnya.

Oh iya, secara hukum Shuta ini sudah boleh mengendarai motor lho. Karena dia sudah memiliki SIM. Sayangnya berkendara dengan cepat di jalan raya dengan model ala pembalap seperti itu tanpa menggunakan helm membuat saya khawatir dengan keselamatannya. Kenapa Ayano tidak membelikan helm sih? Apa lagi Ayano tidak mau menambah personil lagi dalam Kurir Kilat Cup Cup ini. Hmm menyebalkan.

Oh iya, saya suka juga dengan secuplik perhitungan dalam ilmu fisika dan matematika pada chapter pertama komik ini. Soalnya nyeni aja gitu ada sejumput perhitungan sebelum Shuta berangkat mengantarkan paket. Kan jadi seolaholah apa yang dilakukan Shuta benar-benar masuk akan dan tidak berbahaya. Padahal…baca sendiri aja ya! Hehehe. Ets, jangan lupa juga love-interest Nazuna ke Shuta (sepertinya), bakalan bagus kayaknya.

Selain lima chapter diatas, ada komik bonus beberapa halaman tentang dunia di belakang layar komik ini. Komik bonus ini menyuguhkan si mangaka, Mitsunaga Yasunori, yang ternyata memiliki hobi berkendara motor. Kebiasaannya adalah touring ke kota lain bersama teman-temannya. Hingga suatu ketika ia hampir menemui ajal ketika berkendara tengah malam di pegunungan tanpa penerangan. Wow! Salut juga dengan mangaka ini sangat menjiwai hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

King of Bandit Jing (Jilid 1)

coverjing1

Judul: King of Bandit Jing (Jilid 1)

Komikus: Kumakura Yuichi

Penerjemah: Alex Pribadi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 216

Terbit Perdana: Mei 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2003 

cooltext-blurb

Dari bintang yang berkilauan sampai anggur berharga, pasti bisa dicurinya. Dialah King of Bandit Jing. Sasaran Jing kali ini ialah harta terkenal di Kota Bandit, Double Mermaid. Selain itu, Kapal Hantu serta Anggur Penghenti Waktu. Juga menarik perhatian Jing dan Kir.

cooltext-review

Dalam dunia komik, saya rasa tidak ada lagi istilah baik dan buruk. Keberpihakan pembaca pada sisi baik dan buruk ditentukan oleh sang tokoh utama. Suatu hal yang dianggap buruk, bisa saja justru “didukung” oleh pembaca karena sang tokoh utama yang menjadi pusat cerita melakukan hal “buruk” tersebut. Sepperti cerita dalam komik yang akan saya bahas kali ini. mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Jing yang sehari-hari menjadi seorang bandit.

Bandit? Jahat dong! Hmm, meskipun sesungguhnya ia melakukan hal “buruk”, peran Jing yang menjadi tokoh utama membuat saya mengikuti keseharian Jing bersama burung sahabatnya, Kir, mencuri barang-barang dari penjuru negeri. Komik ini terdiri dari empat chapter yang masing-masing mengisahkan perjalanan Jing dan Kir dari satu kota ke kota yang lain dalam rangka mencuri barang-barang berharga.

Chapter pertama berjudul Kota Bandit. Sesuai judulnya, kali ini Jing dan Kir tiba di sebuah kota yang dipenuhi oleh berbagai macam bandit. Di kota ini, Jing dan Kir berniat mencuri sebuah barang berharga bernama Double Mermaid. Di tengah jalan, mereka berdua bertemu dengan Nenek Jingle yang memberi tahu letak Double Mermaid, yaitu di puncak menara batu yang dijaga ketat oleh Walikota Cognac.

Ngincar juga, ya? bahaya sekali, lho. Menara itu jadi ajang pertarungan para bandit yang mati-matian ingin mendapatkan double mermaid. (Halaman 21)

Chapter kedua berjudul Misteri Kapal Setan yang berlokasi di sebuah kota bernama Blue Hawaii. Kali ini Jing dan Kir dikejutkan dengan kemunculan Kapal Setan yang kerap meneror penduduk di lepas pantai kota ini. sayangnya, niat hati ingin mencari tahu kebenaran rumor tersebut, mereka berdua justru terlibat masalah dengan Rose, sang polwan muda kota Blue Hawaii.

Nggak, kok. sama sekali nggak ada tanda-tanda ada penjaga… Satu-satunya yang bergerak cuma jangkar yang mendengkur… (Halaman 95)

Ya benar, setelah menimbang-nimbang, Rose ikut bersama Kir dan Jing menyelidiki kapal setan itu. perjalanan mereka bertiga tertuang dalam chapter berjudul Keadaan Si Raja Bandit. Ketika mereka terancam, Kir, sang burung yang menemani Jing, bisa “menyatu” dengan Jing dan mengeluarkan jurus pamungkas bernama Kir Royal. Oleh karena itu, mereka bertiga dapat menyusup ke kapal setan yang ternyata adalah Kasino Morte Calon.

Di kasino ini, manusia tidak bermain dengan uang… Tapi uanglah yang mempermainkan manusia! (Halaman 135)

Chapter terakhir mengambil setting di kota Adonis alias Kota Waktu. Pada cerita yang berjudul Duel Maut di Kota Waktu ini, Jing dan Kir bermaksud mencuri harta bernama Anggur Penghenti Waktu. Sayangnya, kota ini bukanlah kota yang mudah untuk disinggahi. Jangankan mencuri, melewati penjaga gerbang Kota Waktu saja bagaikan pertaruhan nyawa. Semua ini tak lain dan tak bukan karena Kota Waktu sangat tidak menerima keterlambatan.

Kedatanganmu terlambat 2 jam 37 menit 29 detik dari jam kunjungan hari ini… Kembali saja nanti. (Halaman 170)

Bandit? Hmm bukan sebuah “profesi” yang umum disebutkan dimasa kini. Benar saja, setting waktu yang entah kapan dan tempat yang entah di belahan Bumi sebelah mana membuat profesi bandit sah-sah saja diberlakukan. Jangankan penggunaan kata, segala macam keanehan dan keganjilan juga normal-normal saja disuguhkan sepanjang cerita di komik ini.

Meskipun tema dan beberapa unsur komik ini mengingatkan saya pada beberapa judul lain, saya mencoba menepisnya. Saya memusatkan perhatian pada segi menariknya komik ini saja. Ternyata sukses! Saya suka dengan profesi Jing yang notabene masih anak-anak menjadi Raja Bandit, nama-nama unik kota dan harta incaran, serta konsep Kir yang “menyatu” dengan Jing saat menghadapi berbagai masalah,

Layaknya jilid pertama, berbagai hal di jilid kali ini hanyalah sebagai tahap perkenalan. Berbagai pertanyaan masih menggantung seusai saya menutup halaman terakhir komik ini. konsep 5W+1H masih berkecamuk menuntut jawaban. Sayangnya saya harus berpuas diri dengan akhir kisah yang bersambung. Untuk mengobati kekecewaan saya, ada halaman bonus berisi kumpulan sketsa awal beberapa tokoh yang cukup menarik. Sudah ya, bye bye!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

The Big O (Jilid 1)

coverthebig1

Judul: The Big O (Jilid 1)

Komikus: Yadate Hajime & Ariga Hitoshi

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 214

Terbit Perdana: Mei 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2003

cooltext-blurb

BIG O – The guardian deity of the city in amnesia. Look! There goes on an iron giant!! Praise! His incredible power! Now it’s time to fight. BIG O!! Show Time!!

cooltext-review

Review-review saya sebelumnya kebanyakan berupa komik dengan jumlah halaman yang sedikit dan tema cerita yang sederhana dan cenderung mudah dipahami. Kali ini saya mencoba menyuguhkan review dari sebuah komik yang cukup tebal dengan tema agak bikin mikir. Here it is The Big O. Masih komik hasil karya mangaka Negeri Sakura, cerita yang saya rasa cenderung dystopia membuat sensasi membaca jadi berbeda.

Komik ini terdiri dari lima chapter yang dibuka dengan Prolog yang singkat dan diakhiri dengan Pembuatan Big O yang santai dan mengisahkan secuplik kejadian di balik pembuatan komik ini. Di antara keduanya ada tiga chapter yang masing-masing memiliki cerita tersendiri, meskipun ada keterkaitan sedikit terkait dengan tokoh yang berperan.

Chapter pertama adalah Mengambil Kembali Memori yang mengisahkan sebuah kota bernama Paradigme City. Kota ini memiliki penduduk yang mempunyai harta paling berharga. Bukan uang, bukan batu permata, melainkan ingatan atau memori. Memori di kota ini bagaikan uang. Mereka menyimpang di bank memori karena pada masa itu memori dapat hilang sewaktu-waktu dari pikiran manusia.

Adalah Kei, seorang gadis cantik bersama Marino, lelaki yang disinyalir adalah kekasih Kei. Mereka berdua kehilangan memori masa lalu. Akibatnya, mereka terlibat perjanjian dengan orang jahat bernama Beck Gold. Rencananya, Kei dan Marino harus membajak bank memori dan meminta uang tebusan dengan cara menyandera beberapa orang. Melihat situasi ini, Mayor Daston meminta bantuan kepada seorang juru runding bernama Roger Smith.

Meskipun “hanya” seorang negosiator, Roger ini bagaikan Batman dari Paradigme City. Ia memiliki seorang asisten bernama Norman dan tentu saja, sebuah robot raksasa yang menumpas segala macam kejahatan yang diberi nama Big O atau Megadeus, panggilan dari warga kota. Bisa ditebak akhirnya Kei dan Marino bisa dilumpuhkan oleh Big O meskiun Beck berhasil kabur membawa uang tebusan.

Bagaimana dengan memori kami!? Bagaimana dengan masa lalu kami berdua!? Apa kami berdua kekasih!? Atau saudara!? Apa kami pernah bermusuhan!? (Halaman 65)

Serangga Listrik adalah judul chapter kedua. Kali ini Roger sedang melakukan pekerjaan negosiasi dengan sebuah sekolah yang akan digusur karena pelebaran Kubah. Ya benar, kota Pradigme ini mengalami masalah cahaya matahari yang tidak bersinar sehingga ada kubah-kubah yang menyinari dengan sinar mentari buatan. Hanya orang kaya yang tinggal di dalam kubah sedangkan orang miskin ada di luar kubah berselimutkan kegelapan dan listrik byar pet.

Sheila adalah siswi di sekolah tersebut. Ia sering diejek teman-temannya karena dianggap berbohong tentang keberadaan serangga. Ia sesungguhnya tidak berbohong karena “serangga” yang ia maksud adalah buatan Dr. Miller, kakeknya sendiri yang merupakan seorang ilmuwan. Sayangnya kemampuannya digunakan oleh Beck, sang tokoh jahat kita untuk mengalahkan Megadeus.

Dibandingkan dengan ketika langit masih biru dan bunga masih mekar, apakah sekarang ada lingkungan dimana serangga bisa hidup? (Halaman 100)

Chapter ketiga berjudul Namanya Dorothy. Kali ini Roger mendapatkan klien seorang pria tua bernama Miguel Soldarno. Ia mengaku membutuhkan bantuan Roger karena putri kesayangannya, R. Dorothy, diculik oleh Beck (lagi-lagi dia!). Roger yang mendapat julukan sang juru runding nomor satu meyetujui permintaan itu. Sayangnya, ketika perjumpaan dengan Beck, yang diserahkan kepada Roger adalah sebuah(?) android yang mirip dengan Dorothy.

Merasa dibohongi, Roger berusaha membawa Dorothy yang asli dengan bantuan Big O. Namun, sepertinya Beck lebih cerdik dengan turut menculik “kakak” Dorothy dan membuatnya mengamuk di tengah kota. Belum juga keributan selesai, Dorothy-android ikut-ikutan bertarung dan membuat repot Mayor Daston. Bagaimana akhirnya?

Dasar, nggak sopan. Memangnya program etika nggak diprogram di otakmu ya? (Halaman 177)

Wow. Bagus juga nih tema yang diangkat. Dystopia(?) yang tidak jelas kapan waktu yang dijadikan latar dan seolah ada dimasa depan membuat The Big O sukses membuat saya tidak berhenti membacanya. Dalam waktu kurang dari satu jam saya sudah menyelesaikan komik ini. aura gelap dan action yang melibatkan robot dan warga sipil sungguh memukau. Selain itu Paradigme City yang masih misterius juga membuat saya bertanya-tanya tentang berbagai hal.

Mengenai pekerjaan Roger Smith, saya baru tahu lho ada pekerjaan seperti ini. Mungkin memang saya yang kurang pengetahuan, namun pekerjaan sebagai juru runding baru pertama kali saya temui. Sayangnya, mekanisme pekerjaan tidak diperlihatkan dengan jelas. Formula yang digunakan dalam tiga chapter awal ini hanya negosias-kejahatan oleh Beck-panggil Big O-bertarung-selesai. Begitu terus. Yah mungkin ini memang masih perkenalan.

Tentang Dorothy, eh android-Dorothy maksudnya, cukup kagum juga ternyata istilah android sudah digunakan komikus padahal ini komik aslinya terbit pada tahun 1999. Saya aja baru tahu istilah android ketika tahun 2010-an. Namun sepertinya lebih cocok kalau Dorothy ini disebut humanoid ya karena sudah berbentuk manusia dan bisa berpikir.

Bicara tentang artwork, saya rasa sudah bagus. Khas komik shonen yang padat dan cepat sehingga detil pertarungan menjadi terasa. Tetapi entah perasaan saya atau bukan, dominasi warna hitam menyelimuti perbagai panel komik ini. Ada bayangan dikit, jadi hitam. Lagi mati lampu sedikit, hitam lagi. Nggak ada gradasi abu-abu atau semburat lain yang menunjukkan perbedaan warna hitam dan putih. Hal ini cukup menyulitkan saya memahami adegannya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Kakoong (Jilid 2)

coverkakoong2

Judul: Kakoong (Jilid 2)

Sub Judul: Pahlawan Pulau Awan

Komikus: Lee Choong Ho & Uhm Jae Kyung

Penerjemah: Rani Adriana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: Agustus 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Agustus 2003 

cooltext-blurb

Kakoong dan teman-temannya datang untuk menangguhkan kebangitan raja Setan. Raja setan yang berusaha menyempurnakan kebangkitannya dihadapi dengan perlawanan Kakoong yang sengit untuk mencegahnya! Petualangan baru yang menegangkan untuk menjatuhkan raja Setan.

cooltext-review

Selain Jepang, Tiongkok, dan (tentu saja) Indonesia yang telah saya cicipi komiknya, kali ini saya akan membahas komik yang dibuat oleh warga negara Korea. Tidak tahu sih Korea Utara atau Korea Selatan. Yah Korea manapun itu, mari simak ulasan saya berikut ini. oh iya, mohon maaf saya tidak membaca jilid pertama dan melompat e jilid kedua. Jadi mohon maklum apabila saya mengulas berdasarkan pengetahuan saya di jilid ini hehe.

Melihat gambar sampul komik jilid kedua Kakoong ini langsung mengingatkan saya dengan judul komik terkenal dari Jepang. Ya benar, Dragon Ball. Awalnya saya kira ini semacam spin off dari Dragon Ball, terlebih ada naga dan tagline pulau awan. Namun saya keliru telah membunuh cinta dia dan dirimuu. Ternyata ini komik asli buatan Negeri Ginseng. Bahkan penulis cerita dan komikusnya berbeda orang.

Komik Kakoong jilid kedua ini terdiri atas sebelas bab yang saling berkaitan. Awal komik dibuka dengan pertarungan Kakoong melawan kelompok Kojak, Goliath, dan Hercules yang menghalangi niat Kakoong mencegah kebangkitan Raja Setan. Ketika Kojak telah dikalahkan, Kakoong justru terperosok ke dalam perut bumi dan meninggalkan ketiga rekan perjalanannya, Yoyo, Bakas, dan Shuba. Mau tidak mau Bakas harus melawan Goliath, dan Hercules.

Gigitan ini nggak akan lepas sebelum kamu atau aku mati. Ini harga diri anjing. (Halaman 71)

Di sisi lain, Kakoong yang tanpa sengaja terdampar di tempat Raja Setan disegel justru harus berhadapan dengan pemimpin kelompok Tikaman Berdarah, Gaak Samsengsura. Ia adalah lawan tangguh yang melebihi Kojak. Bahkan Kakoong harus mengakui kehebatan Gaak. Sesungguhnya Gaak adalah utusan Enam Jendral Setan yang terdiri atas Helena, Nihaoma, Kinggamingga, Kanimedes, Cyberdain, dan Solomon.

Bukanya tegang dan mencekam, si Gaak ini juga sok kuat dan justru membuat pertarungan mereka berdua terihat sangat kocak. Apalagi ketika Gaak yang menggunakan jubah(?) terbang harus melafalkan mantra yang kalau boleh saya katakan benar-benar konyol khas Indonesia. Tidak tahu sih ini benar atau tidak dari Korea. Terlebih pada akhirnya Gaak harus dikhianati jubahnya sendiri. Eh iya ini culikan mantra yang diucapkan Gaak:

Bumi gonjang ganjing, langit kelap kelap… Mbul gombal gambul gombale mumbul mumbul. Pret kutu kupret jeprat jepret karet. (Halaman 27)

Selain tokoh yang saya sebutkan di atas, masih ada tokoh lain seperti Ajagosa dan Nenek Kom yang mengirim Bakas untuk menemani Kakoong, dan tentu saja Russ Syper, sang Raja Setan. Bagaimana petualangan Kakoong dan yang lainnya di Pulau Awan? Apakah mereka sanggup menggagalkan kebangkitan Raja Setan?

Misi utama yang diemban Kakoong dan kawan-kawan di jilid kedua ini adalah menggagalkan kebangkitan Raja Setan dengan segala cara. Tidak ada namanya misi jika tidak ada halangan yang menghadang. Ya benar, Enam Jendral Setan sebagai perencana membangkitkan Raja Setan terus berupaya menyingkirkan Kakoong dan lainnya. Secara umum sih saya suka dengan kelihaian rencana Enam Jendral Setan disertai kegigihan Kakoong menumpas makhluk jahat itu.

Oh iya, ada hal menarik di setiap awal bab di komik ini. Ada game mini tiap awal bab sehingga menjadi semacam ice-breaking dan refreshing. Permainannya ada yang tebak-tebakan, memasangkan foto dan nama, bahkan ada juga semacam permainan ular tangga. Jadi selain menghibur lewat cerita asli, ada sisipan hiburan non-komik yang disuguhkan.

Kalau yang kurang nyaman adalah beberapa gambar yang menurut saya agak sadis ya karena digambarkan darah muncrat kemana-mana. Mungkin kalau komik ini terbit sekarang akan mendapatkan jatah blur dari lembaga sensor. Namun lambat laun saya jadi terbiasa dengan darah muncrat ini karena hal itu memang diperlukan sebagai dramatisasi cerita agar lebih greget. Sudah ya begini saja komentar saya. Sampai jumpa lagi~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Captain Fatz (Jilid 2)

coverfatz2

Judul: Captain Fatz (Jilid 2)

Komikus: Tatesako Fumiaki

Penerjemah: Alex Pribadi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 144

Terbit Perdana: September 2003

cooltext-blurb

Captain Fatz cs berangkat ke Negeri Api. Namun kemarahan Kenkakunoshin mencegat mereka. Apakah Doctor Skull itu biang keroknya?

cooltext-review

Satu lagi manga bertema petualangan sekelompok manusia berkekuatan khusus di sebuah negeri antah berantah. Salut deh, mangaka Jepang seperti tidak pernah kehabisan ide untuk menjadi tema cerita. Kali ini saya merasa membaca manga bertema hasil perpaduan cerita kolosal Kera Sakti dan Dragon Ball. Penasaran bagaimana kisahnya?

Tokoh utama pada komik jilid kedua (iya, saya kelewatan baca jilid pertamanya) Captain Fatz. Alkisah ada sekelompok petualang yang terdiri dari Captain Fatz, Jenpanzee, Lady Maid, Wave Knight, Minimander, dan Matatabimaru. Keenam pengembara ini sedang mengarungi dunia-dunia untuk mencari kepingan Peace Stone sebagai penyeimbang kedamaian dunia.

Setelah sebelumnya berhasil memberikan kedamaian di Dunia Air, kali ini mereka menepi di Dunia Tanah. Pada cerita pertama berjudul Super Evolve Gutz kali ini, mereka disibukkan dengan permasalahan Dunia Tanah yang dihuni oleh Keluarga Tanah yaitu hilangnya Peace Stone Dunia Tanah. Akibatnya kehidupan damai mereka terganggu dan harus menggunakan kostum khusus apabila keluar rumah.

Tak ada! Dunia tenang sudah berakhir. Peace Stone tak mungkin kembali. Tak akan tertolong laagi. (Halaman 12)

Ketika sedang sibuk mengurusi Peace Stone, Captain Fatz dihadang oleh Kenkakunoshin, si Pendekar Samurai yang ingin bertarung dengan Fatz. Ternyata oh ternyata sesungguhnya Kenkakunoshin ini ingin mengalahkan Gutz dan tidak sadar bahwa Gutz merupakan “wujud lain” dari Fatz. Ppada saat bersamaan, Jenpanzee bersama Tsuchiwarashi, sang Putri Dunia Tanah, terjebak dalam reruntuhan Kubah Suci tempat Peace Stone berada.

Cerita selanjutnya adalah Perselisihan Sengit di Dunia Api. Ya benar, kali ini rombongan Captain Fatz dan kawan-kawan mengunjungi kampung halaman Minimander di Dunia Api. Seperti yang sudah bisa diduga, di sini ada permasalahan pasca wafatnya walikota dunia tanah. Sahabat baik Minimander, Roller Rollie, bertarung sengit dengan Dyna dan anjing robotnya Maito karena Dyna ingin tahu keberadaan Peace Stone Dunia Api.

Hanya dengan Peace Stone, dia bisa mengendalikan api yang mengamuk dan semua kawah berapi di sini. ((Halaman 46)

Benar sekali, Dyna berambisi untuk menjadi walikota. Namun Rollie tidak bisa memberikan info keberadaan Peace Stone karena dia sendiri juga tidak tahu. Sementara itu, di Dunia Api ternyata ada musuh bebuyutan Captain Fatz yaitu Professor Skull dan Gorgo. Mereka berdua membentuk sekutu dengan Kenkakunoshin agar bisa mengalahkan Captain Gutz. Benar saja, dengan turunnya Kenkakunoshin ke medan perang, Dunia Api menjadi tidak terkendali.

Bangkitnya Sang Samurai adalah judul cerita ketiga. Kali ini hampir semua tokoh “berubah wujud” demi memenangkan pertarungan. Kenkakunoshin mendapat kekuatan ajaib dari Peace Stone dan berubah menjadi Kengonokami. Minimander yang berusaha menghentikan Foot Bus Z (gabungan Dyna dan Maito) turut berubah menjadi Chilimander. Bagaimana dengan Rollie tentu saja ia menjadi mode tempur bernama Tank Rollie.

Kutunggu kalian hancur bersama, dan kedua Peace Stone akan jatuh ke tanganku… (Halaman 78)

Sebagai penutup, ada cerita keempat berjudul Lahirnya Jurus Pamungkas. Meskipun sudah dapat ditebak bagaimana akhir petualangan di Dunia Api kali ini, saya tetap  tertarik mengikuti setiap jurus yang dikeluarkan masing-masing tokoh dalam membela diri. Apalagi beberapa selipan humor yang disuguhkan membuat aura pertarungan tidak lagi terlalu mencekam. Salut sekali deh.

Apanya yang duel! Kau manfaatkan para dewa api, itu kan namanya pengecut! (Halaman 118)

Saya suka sih dengan komik ini. cerita petualangan yang serunya dapet, humor yang seringkali diselipkan agar cerita antiklimaks juga dapet. Yang paling utama, konsep “berubah wujud” para tokoh yang cenderung unik dan bisa diatur semau gue menjadi ciri khas komik Captain Fatz. Bagaimana tidak, hanya karena memegang Peace Stone, sudah bisa berubah. Tapi tokoh lain bisa berubah wujud bagaikan ganti baju doang. Tentu saja perubahan itu turut menambah tenaga mereka.

Bagaimana dengan terjemahannya? Sejauh saya membaca sih baik-baik saja. Hampir tidak ada typo yang mengganggu. Enak mengalir dibaca. Hanya saja ada pemilihan kata yang tidak biasa sehingga membuat saya agak mengernyitkan dahi. Sebut saja kata “Mas”, “dijajal”, “dicolong”, dan “busyet” yang menghiasi beberapa sudut cerita. Memang sih secara arti saya bisa memahami. Namun aneh saja Fatz dipanggil dengan Mas Gutz padahal asli bikinan Jepang. Hmm~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Archi & Meidy (Jilid 2)

coverarchi2

Judul: Archi & Meidy (Jilid 2)

Sub Judul: Udara

Seri: Serial Misteri Ilmu Pengetahuan

Penulis: Wendy Chandra (Vega), MsBA. & Yohanes Surya, PhD.

Komikus: Li Julian

Penerbit: Megindo Tunggal Sejahtera

Jumlah Halaman: 224

Terbit Perdana: Januari 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Januari 2003

ISBN: 9799739209

cooltext-blurb

Archi dan Meidy kembali! kali ini mereka terlibat berbagai misteri ilmu pengetahuan yang ada hubungannya dengan udara. Apakah dara itu, sifat udara dan kegunaan udara dibahas habis di buku yang ke-2 ini. Bukan cuma itu saja, Archi dan Meidy berhasil memecahkan banyak kasus dengan menggunakan sifat udara. Salah satunya adalah cara meloloskan sebuah truk yang tingginya lebih tinggi dari gerbang sekolah bisa diselesaikan dengan jitu oleh kedua anak kembar tersebut.

Archi dan Meidy juga berkesempatan menjadi detektif di kasus spesial untuk mengungkapkan siapa yang memasang jebakan balon yang berisi air yang memakan korban seorang guru di kelas mereka. Petualangan lainnya Archi dan Meidy lebih gawat lagi, yaitu dengan hantu! Sewaktu mereka berlibur akhir pekan dengan mengunjungi bibinya, mereka malah terlibat dengan misteri hantu apartemen yang selalu mengganggu bibinya. Bagaimana Archi dan Meidy menerapkan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan semuanya itu? Silahkan saja langsung buka buku Archi dan Meidy ke-2 dalam Serial Misteri Ilmu Pengetahuan.

Ingat tidak ada misteri yang tidak bisa dipecahkan, kalau kita mau berusaha………

cooltext-review

Komik ini sebenarnya sudah lama saya ketahui karena hampir satu dekade yang lalu saya berlangganan majalah bulanan Animonster (yang akhirnya kini sudah tutup usia). Hampir setiap edisinya ada iklan tentang komik Archi dan Meidy ini. Setelah saya lihat, ternyata komikusnya juga salah seorang kru redaksi majalah dan penerbit komik ini juga sama dengan penerbit majalah Animonster. Namun, peredaran komik ini di kota saya sangat minim sehingga saya baru bisa memperolehnya saat ada pesta buku murah.

Komik ini memiliki tokoh utama bernama Archi dan Meidy (ya iyalah), sepasang saudara kembar berbeda jenis kelamin yang masih duduk di kelas 6 SD. Pada dasarnya, komik ini adalah komik edukasi karena memuat unsur ilmu pengetahuan untuk anak sekolah. Hanya saja dikemas secara ringan dan diselipkan pada berbagai petualangan sehingga dimasukkan dalam Serial Misteri Ilmu Pengetahuan.

Cerita pertama berjudul Misteri Udara mengawali komik ini. Pagi itu, kelas Archi dan Meidy akan belajar bersama Pak Yosu mengenai udara. Pada cerita pertama kali ini benar-benar sarat akan ilmu pengetahuan. Mulai dari apa itu udara, kandungan udara, sifat udara, hingga contohnya. Tak lupa penyampaiannya sungguh menarik dan tidak membosankan karena disampaikan oleh teman-teman sekelas Archi dan Meidy.

Jangan marah dulu Pak, saya hanya memberikan contoh kalau makhluk hidup memerlukan udara. Lihat, Adi langsung lemas begitu saya tutup hidungnya….. (Halaman 15)

Cerita kedua menyajikan hal baru dalam judul Misteri Makhluk Hidup. Kali ini tokoh utamanya adalah Meidy yang sedang terbaring lemah tak berdaya karena sakit flu. Bukannya istirahat cukup, ia malah ngomel-ngomel melulu sehingga membuat sang ibu geleng-geleng kepala. Meidy iri dengan Newton, robot canggih yang polos, karena tidak perlu mengalami masalah seperti dirinya.

Lain halnya dengan Newton, kepolosannya dalam mengartikan ekspresi dan perasaan Katleen, kucing(?) ajaib peliharaan Meidy, dan ibu Meidy, justru membuatnya kebingungan dan ingin menjadi makhluk hidup saja agar memahami apa artinya “jatuh cinta”, “bahagia”, “kasih”, dan sebagainya. Lucu sekali melihat Newton panik dan mengganggu Meidy yang sedang istirahat.

Makhluk hidup mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki benda mati… Walau oleh robot…. Atau komputer sepintar apapun… Yaitu… Perasaan… (Halaman 41)

Truk & Gerbang Sekolah adalah judul episode ketiga. Ketika Archi dan Meidy baru sampai sekolah, mereka melihat ada sebuah truk pengangkut barang tidak bisa masuk ke halaman sekolah dikarenakan ukurannya melebihi gerbang sekolah. Para mandor truk dan Pak Kepala Sekolah berinisiatif membongkar gerbang sekolah agar truk bisa masuk, karena mereka tidak melihat jalan keluar lain.

Archi dan Meidy yang menyaksikan kejadian itu memberikan sebuah jalan keluar yang tidak seekstrim membongkar gerbang. Bahkan solusi dari Archi dan Meidy bisa diselesaikan dalam beberapa menit saja. Wah kira-kira apa ya ide dari Archi dan Meidy agar truk bisa masuk ke dalam sekolah? Psst, idenya masih berhubungan dengan sifat dasar udara lho. Penasaran?

Padahal, perbedaan tinggi truk dan pintu gerbang tak begitu jauh… Cuma berbeda sekitar 5-8 cm sepertinya… (Halaman 48)

Selain cerita kasual keseharian Archi dan Meidy, ada cerita khusus di deretan keempat berjudul Special Case: Misteri Balon Air. Settingnya masih sama yaitu di kelas 6-A, kelasnya Archi dan Meidy. Saat itu mereke hendak ujian matematika. Namun sebelum ujian dapat dimulai, terjadi insiden balon berisi air menimpa kepala Pak Lamda, sang guru matematika. Akibatnya, beliau marah besar dan mengancam memberi semua anak kelas 6-A nilai nol.

Anak-anak tentu terperanjat. Bagaimana mungkin mereka harus mendapat nilai nol karena kejadian tak terduga itu. Apalagi Pak Lamda juga mengancam tidak akan mengajar kelas 6-A lagi kalau tidak ada yang mengakui perbuatannya. Selidik punya selidik, Archi bisa mengumpulkan enam tersangka pemasang balon air yaitu Joko, Dennis, Adi, Imran, Jefry, Connie. Lagi-lagi dengan sedikit kejelian dan pengetahuan, terungkap pelaku sebenarnya.

Kenapa ngga’ kamu periksa saja sidik jari yang ada di balon yang sudah pecah itu pasti ketahuan kan! (Halaman 87)

Kisah berikutnya masih berbumbu detektif ala-ala Archi dan Meidy berjudul Misteri Penunggu Apartemen. Kali ini kejadiannya di apartemen Tante Linda, adik ibu mereka berdua. Kondisi apartemen Tante Linda sangat bagus. Berada di lantai 16, kondisi mewah, serta dilengkapi kolam renang membuat Archi dan Meidy betah disana. Sayangnya, Tante Linda tidak berkenan memperpanjang masa tinggalnya di apartemen karena kerap diganggu hantu.

Ya benar, hantu itu membuat Tante Linda tidak betah. Awalnya Archi dan Meidy tidak percaya. Namun ketika mereka berdua dan Tante Linda menyaksikan sendiri si hantu, Archi dan Meidy yakin bahwa itu bukan hantu sungguhan. Penyelidikan pun dimulai. Ada tiga orang tersangka yaitu tetangga sebelah kanan dan kiri Linda, serta penghuni apartemen tepat di bawah apartemen Tante Linda. Kira-kira siapa ya pelaku yang menakuti Tante Linda?

Archi juga engga, kalau balon disembunyikan masih bisa, tapi kalau tabung gas hampir tidak bisa khan besar. (Halaman 165)

Selain lima cerita di atas, ada satu lagi cerita tambahan berjudul World Mission: Chapter 02. Cerita ini masih menghadirkan tokoh Archi dan Meidy, namun dengan setting waktu sepuluh tahun mendatang. Ya benar, kisah masa depan saat Archi dan Meidy sudah berusia dua puluhan tahun. Hanya saja karena saya ketinggalan mengikuti chapter satu, jadi saya tidak akan membahasnya. Padahal kalau dilihat-lihat ceritanya akan berbau sci-fi banget.

Komik Archi dan Meidy ini sunggu saya menyukainya. Gambarnya imut-imut dan sungguh sedap dipandang. Karakternya hidup dan jalinan ceritanya padat. Meskipun demikian, karena komik ini juga mumat ilmu pengetahuan untuk anak sekolah, penyajiannya juga cukup ringan dan tidak bertele-tele. Andai saja buku teks pelajaran sekolah berbentuk seperti ini, tentu tidak ada anak-anak yang malas belajar hahaha.

Mengenai artwork, saya suka gaya gambar Li Julian. Meskipun mirip dengan gambar manga, Yohanes dan Vega membuat segala setting dan budayanya Indonesia banget. Apalagi kalau membaca celetukan dan humor yang ada di setiap cerita, pasti kelihatan sekali itu dialog yang “Indonesia banget” hehehe. Sayangnya, ketika cerita bergulir di kelas 6-A, saya tidak bisa membedakan gambar karakter murid laki-laki. Soalnya mirip semuanya!!

Kalau anak-anak perempuan masih bisa dibedakan berdasarkan gaya rambutnya. Namun anak laki-laki pasti ya begitu-begitu saja model rambut usia SD. Dan sepertinya Li Julian tidak bisa membedakan dengan jelas sehingga saya mengira semua anak laki-laki di kelas 6-A adalah saudara kembar Archi semua. Untung saja ada penyebutan nama sehingga saya lebih sadar nama si tokoh.

Mengenai cerita yang berbau detektif-detektifan, terlihat sekali bahwa Li Julian mencomot persis pakaian Conan Edogawa dan Kaito Kid untuk beberapa panel pakaian Archi. Hal ini sesungguhnya sebagai gimmick aja sih biar tidak terlalu tegang. Hanya saja orisinalitas komik ini jadi sedikit” ternoda dengan hal itu. Untung saja hampir semua nama setiap karakter di komik ini tidak terlalu “bule” atau “negara orang” banget.

Oh iya, di akhir cerita pertama ada satu halaman berisi artikel serba-serbi udara yang sangat panjang. Sebenarnya isinya bagus dan sarat akan ilmu. Namun saking panjang dan tulisannya yang kecil membuat capek mata. Harusnya sih artikel seperti itu dipisahkan saja dalam beberapa halaman agar tulisannya besar dan tidak membuat lelah. Eits, ada juga kuis yang jawabannya bisa dikirimkan ke penerbit komik ini dan mendapatkan hadiah. Seru!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Pocket Monster Pipipi Adventure (Jilid 5)

coverpipipi5

Judul: Pocket Monster Pipipi Adventure (Jilid 5)

Komikus: Tsukirino Yumi

Penerjemah: Lidwina Leung

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 167

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

cooltext-review

Saya mengenal Pocket Monster atau biasa dikenal dengan Pokémon sudah sejak kecil. Anime yang mengisahkan pertarungan monster dengan kendali seorang pelatih pokémon membuat saya menyukai ritme kisah yang seru. Namun karena dahulu (dan bahkan hingga sekarang) stasiun televisi swasta hanya menayangkan pokémon-versi-bertarung, akhirnya saya juga menganggap bahwa semua kisah pokémon ya hanya tentang itu-itu saja.

Suatu ketika, saya menjumpai komik ini. meskipun ada judul Pokémon (dan tambahan Adventure), komik ini tidak seperti anime yang telah saya saksikan sebelumnya. Di komik ini, tokoh utama bukan lagi seorang pelatih pokémon yang biasa ada di anime. Tidak ada lagi pertarungan antar pokemon hanya untuk mendapatkan badge. Tidak ada pula segmen evolusi yang biasa terlihat di anima.

Yang unik di komik ini adalah tema cerita berkutat pada kehidupan sehari-hari. Di komik ini ada sembilan cerita kasual, satu bagian perkenalan pokemon baru yang muncul, dan diakhiri dengan satu cerita spesial tentang komikus dan dunia pokemon yang digeluti. Komik ini memiliki tokoh utama manusia dan pokémon. Tokoh manusia diwakili oleh beberapa tokoh, namun kebanyakan berkutat pada seorang gadis remaja bernama Maron dan gebetannya, Almond.

Pada cerita kedua yang berjudul Kencan Pertama, mengisahkan pokémon bernama Arbok yang hendak berkencan dengan sang pujaan hati, Wigglytuff. Karena tidak percaya diri pergi sendirian, ia mengajak Almond, Maron, Pikachu, Clefairy, dan Squirtle. Lokasi kencan mereka ada di sebuah lapangan permainan. Di sana terdapat berbagai macam permainan yang mengasyikkan sehingga Arbok berharap kencannya akan menyenangkan.

Pada awalnya Wigglytuff tidak terlalu tertarik, namun berkat usaha Arbok dan yang lain, ia bersedia ikut serta. Satu demi satu permainan berhasil dilewati. Tepat pada permainan terakhir menyeberangi sungai, Arbok hilang fokus dan membuat Wigglytuff dalam masalah. Waduh, lantas bagaimana ya akhir kencan mereka? Apakah Wigglytuff akan membenci Arbok karena kejadian tersebut?

Wigglytuff… Memelukku… Ah, aku sungguh beruntung… Begitu sampai, aku akan memberinya seikat bunga. (Halaman 35)

Cerita keenam yang berjudul Merry Christmas, Maron menurut saya adalah cerita yang sangat menyentuh. Jadi ceritanya beberapa hari sebelum Natal, Maron berencana membuat sebuah pesta seperti tahun-tahun sebelumnya. Sayangnya, Almond berkata tidak bisa datang karena harus menghadiri pertemuan perkumpulan pecinta pokémon karena ada kabar akan dihadirkan seekor pokémon langka bernama Dratini. Mendengar hal itu, Maron sangat marah.

Mengetahui hal itu, Squirtle, Charmander, Bulbasaur (Danerina), Pikachu, Clefairy, dan Jigglypuff berencana membuat kejutan agar Maron tidak sedih. Tepat pada malam pesta Natal Maron (yang hanya dihadiri oleh para pokémon dan Peace), para pokemon mengajak Maron ke sebuah taman yang tidak jauh dari rumah. Betapa terkejutnya Maron ketika telahs ampai disana. Kejutan manis dari para pokémon membuatnya terharu.

Buat apa! Maniak pokemon kayak dianggak usah dipikirin! (Halaman 104)

Jadi Cantik Karena Sihir Magikarp?! adalah judul cerita kedelapan. Kisah bermula saat Maron membaca sebuah artikel di majalah di toko buku tentang dampak jitu kumis Magikarp untuk hubungan asmara. Tak disangka, rival Maron dalam merebut hati Almond, Coconut, ada di toko buku yang sama dan mengetahui rencana Maron mencari kumis Magikarp.

Keesokan harinya, Maron, Pikachu, dan Clefairy berada di tepi pantai dan memanggil Horsea agar bisa membantu mereka meminta kumis Magikarp. tak disangka, ternyata ada Coconut dan Eeve yang tiba-tiba datang dan ikut serta ke dasar laut. Perjalanan mereka menjumpai Magikarp ternyata harus terhalang oleh Tentacruel yang tidak senang ada makhluk darat yang masuk ke laut. Bagaimana dong?

Eh, halo… Selamat siang… Begini, kami punya sedikit permintaan… Boleh nggak kami minta kumismu, sedikiiiit saja… (Halaman 144)

Pemahaman saya tentang cerita pokémon yang selalu saling bertarung dipatahkan oleh komik ini. Saya tidak tahu apakah ini komik berasal dari creator yang sama, ataukah ini sebuah spin-off, saya juga tak tahu. Namun yang jelas komik ini menawarkan sebuah “hidup” baru bagi para pokémon. Selain tokoh manusia yang sangat berbeda dengan tokoh pokémon-versi-tarung, cerita di komik ini juga menyenangkan dan tidak menegangkan.

Pokémon yang hidup sendiri tanpa masuk ke pokéball apalagi bertarung menjadi ciri khas komik ini. Lupakan pokémon yang tidak bisa berbicara bahasa manusia dan hanya bisa bertindak karena perintah pelatihnya, di sini semua pokémon memiliki perasaan dan perilakunya sendiri. Bahkan hampir semua pokémon bisa berbicara bahasa manusia sehinga Maron dan kawan-kawan menjadi teman baik para pokémon.

Teman. Ya benar, semua pokémon di komik ini bukanlah “monster peliharaan” manusia. Mereka adalah sahabat baik manusia dan bisa hidup sendiri. Meskipun ada beberapa pokémon yang hidup bersama manusia (misalnya Pikachu bersama Maron, Squirtle bersama Almond, Eeve bersama Coconut, dan Charmander bersama Peace), mereka bkanlah binatang peliharaan. Mereka tetap menjadi bagian keluarga dan mendampingi sang manusia.

Satu hal unik di komik ini adalah adanya perkenalan tokoh utama tiap awal cerita. Lucunya, perkenalan ini seperti latar belakang singkat tentang tokoh yang bermonolog sepanjang setengah halaman. Apalagi pada cerita pertama, Pikachu dan Clefairy menghabiskan jatah separuhnya hanya untuk diam saja. pokoknya seru deh. para tokoh dan pokémon semacam menyadari bahwa mereka hanyalah tokoh di sebuah komik.

Kalau bicara masalah kekurangan, sepertinya hanya satu yaitu tulisan di balonn kata pada beberapa halaman isinya tidak sinkron. Jadi ada dua halaman yang isi balon katanya sama persis padahal adegan yang tergambar jauh berbeda. Untung saja saya terbantu oleh gambar yang sedikit menjelaskan apa maksudnya daripada sia-sia membaca balon kata yang salah kaprah.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Digimon Tamers (Jilid 5)

coverdigimon035

Judul: Digimon Tamers (Jilid 5)

Komikus: Hongo Akiyoshi & Toei Animation

Penerjemah: Rahmi Vanina K.

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 160

Terbit Perdana: Desember 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Desember 2003

cooltext-blurb

Renamon dan Vajramon yang berbeda sikap saling mempertahankan pendapat mereka sendiri soal Digivolve. Pertempuran pun dimulai. Renamon kemudian Digivolve menjadi Taomon dan mengalahkan Vajramon…

cooltext-review

Saya adalah pengemar berat anime Digimon, bahkan melebihi Pokémon. Setiap monster(?) yang selalu berakhiran –mon membuat ciri khas Digimon benar-benar berbeda dibandingkan Pokémon. Apalagi seri Digimon sempat ditayangkan di televisi swasta belasan tahun silam, membuat saya tidak absen menyaksikan petualangan anak terpilih dan digimonnya setap hari minggu.

Namun, sungguh disayangkan saya kurang menyukai konsep yang diusung Digimon 03 atau yang biasa disebut Digimon Tamers ini. Mungkin saya gagal move on dari seri pendahulunya, mungkin juga otak saya kala itu kurang bisa mencerna pergantian konsep ini. Yah tapi mari nikmati saja versi komiknya ini.

Ada empat bab yang disuguhkan di komik jilid ketga ini. yang pertama mengambil judul Duel Bersama Deva. Suatu hari ketika Jen Lee dan Takato bermain di taman bersama anak-anak yang lain, muncul digimon jahat bernama Pajiramon dan Vajramon. Kedua digimon ini bertipe hewan suci. Merasa terdesak, Jen Lee menggunakan blue card untuk Terriermon. Tak disangka, perubahan biasa yang menjadi Gargomon berlanjut lagi sehingga menjadi Rapidmon. Apakah blue card itu sebenarnya?

Nggak bisa! Kalau digunakan kita nggak tahu efeknya. Tapi bagaimana… (Halaman 33)

Bab kedua berjudul Digital yang Indah lagi-lagi masih menghadirkan Pajiramon dan Vajramon. Kali ini yang menjadi sasaran adalah Lee, Takato, dan Rika. Karena sangat berbahaya, akhirnya Terriermon berubah menjadi Gargomon, Guilmon berubah menjadi Growmon, dan Renamon berubah menjadi Kyubimon. Ternyata digimon tipe hewan suci tersebut sangat kuat. Meski salah satunya kalah karena serangan Taomon (perubahan Kyubimon dengan blue card), yang lain tetap memaksa Renamon meninggalkan dunia manusia.

Digimon harusnya mengabdi pada Dewa Digimon. Pikirkan! Manusia akan menyingkirkan kita. Lalu kau akan kembali jadi sekumpulan data di dunia digital. (Halaman 63)

Meninggalkan digimon jahat yang mengusik anak terpilih, bagian ketiga berjudul Pertarungan Impmon ini menghadirkan digimon kecil bertanduk yang galau karena tidak bisa digivolve karena tidak memiliki partner manusia. Ia menjadi olok-olok Vajramon karena kekuatannya lemah. Tak terima, Impmon berjuang sekuat tenaga hingga babak belur menghadapi Vajramon.

Pasangan mulu, bosan! Memang kenapa kalau nggak bisa digivolve? Meski nggak punya partenr, aku bisa tambah kuat! (Halaman 105)

Blue Card Terakhir adalah bab terakhir komik ini. saat keadaan genting tersebut, Lee, Takato, dan Rika datang menyelamatkan Impmon. Rapidmon dan Taomon sudah berusaha sekuat tenaga mengalahkan Vajramon. Namun Takato yang tidak memiliki blue card tidak bisa membuat Growmon lebih kat lagi. tak disangka, Kenta, teman Takato, membuat sebuah “blue card” agar bisa digunakan Takato. Ternyata keajaiban terjadi. Growmon berubah menjadi Wargrowmon! Bagaimana bisa?

Belum dicoba kok bilang nggak bisa! Coba pikir, Guilmon yang lahir dari gambar yang dibuat Takato, yang penting itu keinginan! (Halaman 149)

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya Digimon Tamers bukanlah seri figimon favorit saya. Sepertinya sejak seri ketiga ini saya sudah hilang minat dengan seri digimon selanjutnya. Meskipun masih saya tonton semasa anak-anak dulu, tetapi gregetnya jauh berkurang apabila dibandingkan seri perdana dan sekuelnya. Mengapa bisa begitu?

Yang pertama adalah konsep baru pada Digimon Tamers ini membuat saya merasakan digimon hanyalah permainan. Meskipun tetap ada konsep digivolve dan digivice, namun ikatan antara digimon dan anak terpilih bagaikan mainan dan pemiliknya. Ditambah dengan kekuatan digimon dan perubahan menggunakan kartu-kartu mainan yang diperjualbelikan secara bebas membuat digimon kehilangan jati dirinya.

Pertanyaannya, kartu-kartu mainan itu bagaimana mungkin bisa digunakan untuk digimon yang keberadaannya sangat terbatas. Belum lagi kejaiban-keajaiban tiddak masuk akal misalnya goresan tangan bisa menjadi nyata itu sangat tidak logis. Hal ini berbeda dengan digimon terdahulu yang masih bisa diterima dan ikatan emosional yang mengharukan antara digimon dan anak terpilih. Sudah begini saja ya reviewnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

The Powerpuff Girls Z (Jilid 1)

coverpowerpuff1

Judul: The Powerpuff Girls Z (Jilid 1)

Komikus: Cartoon Network, Toei Animation, Aniplex

Penerbit: Citra Sastra Media

Jumlah Halaman: 96

Terbit Perdana: Juli 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2008

ISBN: 9789797791117

cooltext-blurb

POWERPUFF GIRLS TO THE RESQUE! – PENYELAMATAN POWERPUFF GIRLS! –

Gawat! Mojo mengamuk! Dia membuat para anak sekolah TK panik dan ketakutan, dengan mengurung mereka di dalam sebuah sangkar. Dapatkah Powerpuff Girls Z menggagalkan rencana jahat Mojo?

THE SECRET OF THE POWERPUFF GIRLS! – RAHASIA POWERPUFF GIRLS! –

Setelah Ken menggunakan bahan kimia Z hasil ciptaan Profesor Utonium untuk menghentikan badai salju, tiga anak gadis secara tak sengaja terkena pancaran sinar Z dan mendapatkan kekuatan super. Selain itu Mojo terkena pancaran sinar hitam yang membuatnya menjadi jahat. Bagaimana para gadis menghentikan niat jahat Mojo?

cooltext-review

Siapa yang tidak tahu tokoh The Powerpuff Girls? Saya ingat betul ketika belasan tahun yang lalu masih anak-anak, saya sering menonton kartun The Powerpuff Girls setiap minggu pagi. Desain gambar yang unik dan tidak biasa membuat saya menikmati tokoh superhero perempuan yang masih anak-anak ini. Apalagi humor yang terselip juga menghibur jiwa saya yang masih anak-anak kala itu.

Pada awalnya, The Powerpuff Girls adalah tokoh kartun produksi Cartoon Network yang terasa banget “dunia barat”-nya. Nah, kali ini ada sebuah proyek kerjasama dengan Toei Animation dan Aniplex dari Jepang untuk menghadirkan The Powerpuff Girls versi anime ala-ala. Penasaran? Sama, saya juga. Akhirnya lahirlah The Powerpuff Girls Z ini. Secara garis besar masih sama dengan versi pendahulunya, namun ada beberapa penyesuaian.

Komik ini adalah hasil komikisasi (apa ya sebutannya? Entahlah) versi anime. Ada dua judul cerita yang terkandung dalam komik ini. Yang pertama adalah Powerpuff Girls To The Resque! – Penyelamatan Powerpuff Girls! – yang mengisahkan kekacauan akibat ulah musuh bebuyutan Powerpuff Girls, Mojo Jojo. Ya benar, monyet ini menyandera anak-anak TK di Kota Baru Townsille karena ingin menguasai dunia(?).

Tidak ingin kotanya hancur, Tuan Mayor Walikota Kota Baru Townsville yang didampingi asistennya, Nona Bellum, menghubungi Professor Utonium agar memanggil Powerpuff Girls Z sesegera mungkin. Singkat cerita, Hyper Blossom, Rolling Bubbles, dan Powered Buttercup menghadapi Mojo Jojo di siang hari bolong. Tak disangka, mereka kelelahan dan terancam kalah!

Oh tidak! Gadis-gadis itu tak boleh makan es krim dengan musuh mereka di tengah-tengah pertempuran! (Halaman 37)

Cerita kedua memiliki judul The Secret Of The Powerpuff Girls! – Rahasia Powerpuff Girls! – yang mengungkapkan asal-usul Powerpuff Girls Z. Kalau masih ingat, versi original Powerpuff Girls adalah para gadis cilik itu hadir akibat Professor Utonium tidak sengaja mencampurkan unsur kimia X dalam campuran “pembuat manusia” ciptaannya. Kali ini asal-usul Powerpuff Girls sedikit berbeda dengan versi asli.

Jadi di sini, unsur kimia X bukan penyebab terciptanya Powerpuff Girls, melainkan tercampurnya unsur kimia X dengan roti bakpau karena tersenggol Peach, anjing Professor Utonium. Alhasil tercipta unsur kimia Z. Kebetulan, saat itu di Kota Baru Townsville ada gunung es misterius. Anak Professor Utonium, Ken Kitazawa, menggunakan unsur X untuk menghancurkan gunung. Namun, ada tiga sinar putih dan satu sinar hitam yang terlepas ke udara.

Kita harus melakukan banyak penelitian dan percobaan lebih lanjut, sebelum menggunakan bahan kimia Z. (Halaman 62)

Ya benar. Tiga sinar putih menghantam tiga orang gadis SMP (kayaknya) yang berbeda dan mereka menjadi The Powerpuff Girls Z (karena unsur kimia Z). sedangkan satu sinar hitam menghantam seekor monyet di kebun binatang sehingga menjadi Mojo Jojo, musuh pertama dan sejati The Powerpuff Girls Z.

Suka! Ya benar, saya suka dengan remake The Powerpuff Girls ini. Selain tampilannya yang ala-ala anime dan karakter yang moe, beberapa perbedaan membuat The Powerpuff Girls Z memiliki cita rasa baru. Namun demikian, hal-hal dasar sebagai “jiwa” The Powerpuff Girls original masih dipertahankan, termasuk Mojo Jojo.

Pada jilid pertama ini, masih belum terlalu jelas siapa nama para anak perempuan yang menjadi The Powerpuff Girls Z. Soalnya mereka kan anak gadis yang tidak kenal satu sama lain dan bukan “anak” ciptaan Professor Utonium. Saya juga suka dengan beberapa tokoh baru seperti Ken dan Peach. Oh iya, Nona Bellum di The Powerpuff Girls Z ini masih sama lho “ciri khas”-nya ketika di The Powerpuff Girls.

Mengenai humor, saya rasa judul baru ini juga tidak kalah kocak dengan pendahulunya. Misalkan saja ketika Mojo Jojo menyandera anak-anak TK di sangkar burung raksasa dan meminta permen karena ingin menguasai dunia. Maksud ngana? Selain itu kepolosan The Powerpuff Girls Z juga unik sih. Bisa-bisanya makan es krim ditengah pertarungan.

Kekurangannya apa ya? Palingan kurang banyak aja halamannya. Padahal kertas komiknya sudah lux licin dan full color pula. Mungkin ini juga yang membuat saya tidak kerasa saat membaca. Tiba-tiba udah kelar aja. Penasaran juga sih bagaimana musuh-musuh The Powerpuff Girls Z yang lain aksinya bagaimana. Sudah ya, sayonara~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Big Ear Tu Tu (Jilid 1)

covertutu1

Judul: Big Ear Tu Tu (Jilid 1)

Komikus: Shanghai Animation Film Studios

Penerjemah: Putri Anggia

Penerbit: Citra Sastra Media

Jumlah Halaman: 96

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

cooltext-blurb

Tu-tu adalah seorang bocah berumur 3 tahun yang polos, kritis, lucu, dan enerjik. Kehidupan sehari harinya dipenuhi dengan ide dan pertanyaan aneh. Kadang kepintarannya berkelit dan mencari alasan membuat ayah dan ibunya tak dapat berkata-kata. Namun dibalik kenakalan dan tingkah lakunya yang terkadang terlihat bodoh itu, ia selalu mendapatkan pelajaran bermakna yang disampaikan kepada para pembaca melalui “Pesan Moral Tu-Tu”.

cooltext-review

Setelah beberapa kali mengulas komik dari belahan benua barat, kali ini saya kembali dengan sebuah komik dari benua Asia. Bukan Indonesia, melainkan dari negara Tiongkok. Komik ini berjudul Big Ear Tu Tu. Kalau baca dari blurb-nya sih, hampir mirip dengan komik Crayon Shinchan (yang sudah banyak saya ulas sebelumnya). Tetapi mungkin ada perbedaannya sih, mengingat awalnya Big Ear Tu Tu berbentuk animasi kemudian dikomikkan.

Tokoh utama komik ini tentu saja adalah Tu Tu, seorang bocah batita yang cerewet dan selalu ingin tahu. Ia bersama ibunya, Siao Li, dan ayahnya, Ing Cin, tinggal di sebuah apartemen. Cerita pertama komik ini dibuka ketika Tu Tu bermain bersama sahabatnya, Siao Mei dan Cuang Cuang di taman dekat apartemen.

Obrolan anak-anak mulai mengemuka ketika Siao Mei bertanya kepada Tu Tu tentang asal usul seorang anak. Tu Tu yang lebih muda daripada Siao Mei tidak bisa berpikir jawabannya apa. Sedangkan Siao Mei berujar bahwa seorang anak muncul dari celah batu (ebuset macem kera sakti aja). Sementara itu, Cuang Cuang yang paling tua malah berpendapat yang tidak lebih baik dibandingkan Siao Mei.

Begini… Asal punya uang, kau bisa beli apa saja. Termasuk anak! Mengerti? (Halaman 13)

Cerita kedua adalah saat-saat ketika sebentar lagi Tu Tu berulang tahun. Anak semata wayang dari Siao Li dan Ing Cin ini ditawari oleh kedua orang tuanya, ingin meminta kado apa saat ulang tahunnya seminggu lagi. pada awalnya saya kagum dengan ucapan Tu Tu. Namun kekaguman saya sirna saat Tu Tu mengucapkan keinginannya sebagai berikut.

Aku ingin Ibu memberikan… Ibu melahirkan seorang kakak, cukup seperti Kak Cuang Cuang saja! (Halaman 51)

Jujur ketika membaca komik ini, otak saya selalu membandingkannya dengan Shinchan. Saya tidak tahu apakah pencipta Tu Tu ingin membuat tokoh polos, cerdik, sekaligus nakal seperti Shinchan atau tidak. Namun saya merasa tokoh Tu Tu ini bodoh alih-alih cerdas seperti Shinchan. Tu Tu memang polos, namun kepolosannya yang dilanjutkan dengan ujaran yang harusnya menghibur justru membuat saya jengkel seperti yang dirasakan ayah ibunya.

Keheranan saya saat membuka komik ini adalah adanya dua halaman di awal dan akhir komik (total empat halaman) yang isinya iklan minyak cap k*p*k. saya tidak tahu apa fungsi iklan di komik ini. sebagai sponsor kah? Entahlah. Selain itu, tidak adanya judul setiap cerita membuat saya agak bingung diawal mengenai inti ceritanya. Sebagai pemisah antar cerita hanya ditandai dengan Pesan Moral Tu Tu.

Ya benar, Pesan Moral Tu Tu adalah sisi positif dari komik ini. pantas saja komik ini memang ditujukan untuk semua umur termasuk anak-anak. Dengan adanya pesan moral, orang tua anak-anak bisa menceritakan hal positi apa dari cerita Tu Tu. Yah meskipun agak tidak sinkron antara penempatan panel gambar, ekspresi tokoh, dan dialognya, komik ini masih cukup bisa dinikmati. Mungkin hal ini efek dari aslinya animasi lalu dijadikan komik full color.

Oh iya, komik ini memberikan bonus VCD yang berisi versi animasinya. Saat saya menontonnya, aduh justru lebih berantakan dibandingkan versi komik. Pengisi suara dengan gambarnya terkesan asal-asalan dan dipaksakan sekali penempatannya. Saya tidak tahu tehnik pengisian suaranya, namun saya kecewa dengan animasinya. Apa lagi ada beberapa gambar yang agak buram sehingga mengganggu kenyamanan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duo Hippo Dinamis

coverduohippo

Judul: Duo Hippo Dinamis

Sub Judul: Tersesat di Byzantium

Penulis: Trinity & Erastiany

Komikus: Sheila Rooswitha

Penerbit: B First

Jumlah Halaman: vi + 130

Terbit Perdana: Mei 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2010

ISBN: 9786028864015

cooltext-blurb

Trinity memang tak ada matinya! Petualangan serunya keliling dunia dalam The Naked Traveler 1 dan The Naked Traveler 2 membuat orang tak pernah puas membacanya jika hanya sekali. Orang tetap kagum dan tertawa ngakak membaca pengalaman serunya.

Kali ini, Trinity bersama Nina pamer pengalaman seru mereka. Mereka menjelajah Turki! Duet antihero, KK (Nina) dan DD (Trinity) ini dinamai Duo Hippo Dinamis. Dua-duanya perempuan gembul yang doyan berenang dan jalan-jalan.

Digambar dengan sangat telaten oleh Lala (Sheila Rooswitha), dalam episode Tersesat di Byzantium ini, KK dan DD melakukan perjalanan impulsif ke Turki, yang–meskipun tetap berisi pengalaman wisatawan pada umumnya–penuh dengan berbagai insiden tak terduga, yang membutuhkan nyali petualang, semangat, nekat, dan humor yang tinggi untuk melaluinya.

Menikmati bangunan bersejarah yang terawat baik, mencoba mandi ala Turki dan bermalam di kereta berkabin hanyalah segelintir peristiwa seru dari graphic travelogue ini. Yah, ini adalah graphic travelogue, buku catatan perjalanan ke Turki yang diwujudkan dalam bentuk gambar, bukan sekadar tulisan. Mau tahu serunya perjalanan Duo Hippo Dinamis? Baca buku ini!

Happy Hippos Traveling!

cooltext-review

Saya kira buku seri The Naked Traveler bukanlah judul yang jarang diketahui masyarakat Indonesia. Cerita sang penulis, Trinity, dalam mengarungi berbagai tempat memang mudah disukai. Namun kali ini ada yang beda. Trinity melahirkan sebuah bentuk baru catatan perjalannya, yaitu sebuah komik! Mengusung konsep graphic travelogue, Trinity bersama sahabatnya, Nina, dibantu Sheila sang tukang gambar, melahirkan komik Duo Hippo Dinamis.

Di awal komik ini, tentu saja memperkenalkan tokoh utama. Siapa lagi kalau bukan DD alias Trinity serta KK alias Nina. Keduanya diceritakan latar belakang keseharian dan “tampilannya” dalam judul Berjaya di Lautan, Mandeg di Daratan. Keduanya yang memiliki bobot tubuh ekstra ini suka sekali dengan kegiatan berenang, baik di kolam ataupun di lautan. Meskipun beberapa orang mencibir, toh nyatanya mereka tetap pede berbikini ria.

Tapi yang paling aneh adalah.. mayoritas rakyat tanah air yang takut hitam dan takut laut ini menyebut negaranya sebagai negara maritim!

Menginjak cerita kedua yang memiliki judul persis dengan judul komik, Duo Hippo Dinamis, KK dan DD yang masih berstatus pengangguran sedang mati gaya di rumah. Celetukan KK yang mengajak DD jalan-jalan ke Turki langsung diiyakan. Dan begitulah, halaman selanjutnya mereka telah sampai di bekas ibu kota Kekaisaran Byzantium di Istanbul. Destinasi mereka selanjutnya adalah ke Cappadocia.

Ibarat kita di terminal Blok M, tapi mau nanya mau ke Toraja, trus nanyanya sama kenek Kopaja! Dia mana tau??!! Palingan dia mikir kita turis gila.

Jaraknya yang amat sangat jauh tidak disadari DHD (alias Duo Hippo Dinamis) ini sehingga mereka tidak mendapatkan informasi akurat bagaimana cara sampai ke sana. Untung saja setelah muter-muter, mereka bisa mendapat pencerahan mengenai rute sampai ke sana dengan kereta api. Nah di kereta ini mereka berjumpa pria Turki yang fasih bahasa Indonesia bernama Tezar Tezzzertzzz yang akhirnya dipanggil Tezer Extraterrestrial dan disebut E.T oleh DD.

Duo Hippo Dinamis yang kurang suka berpikir panjang, main ngikut orang sembarangan, lantas melangkah dengan optimis mengikuti E.T.

Ya benar, E.T mengajak KK dan DD turut serta ke Ankara, tepatnya ke Bilkent University untuk mengurus dokumen dentitas diri akibat “masa lalu” E.T yang cukup sangar. Setelah sedikit insiden di Bilkent, akhirnya E.T gantian ikut serta ke Cappadocia bersama DHD. Untung saja sesampainya di stasiun Kayseri, mereka bertiga dijemput oleh Hasan dan Mehmet, kawan lama E.T. Selain dijemput, mereka bertiga juga dijamu di rumah Hasan.

Penghuni di rumah Hasan adalah istrinya, Elif; ibunya Hasan, Emine atau biasa dipanggil Anne-Anne; Mehmet dan istrinya, Suzan; serta anak Mehmet bernama Melise. Sambil santai-santai menikmati sarapan, ada kisah hidup Hasan yang diceritakan. Tidak mau berlarut dalam kesedihan, DHD mengajak E.T, Hasan, Mahmet, dan Melise jalan-jalan. Mereka menyinggahi Winery, tempat pembuatan minuman anggur dan Underground City di Derinkuyu.

Enak juga ya jadi penduduk Uchisar, mau bangun rumah nggak usah beli bahan material, tinggal masuk aja….

Mereka juga tidak lupa diajak Hasan ke Uchisar yang memiliki “istana” batu. Setelah itu mereka beranjak ke Lembah Ihlara dan ditutup dengan pengalaman menakjubkan mereka menaiki balon udara saat pagi hari. Jujur sih pengalaman DHD yang ini yang bikin saya sirik banget hehehe. Setelah itu DHD melanjutkan ke destinasi selanjutnya yaitu Antalya dan berpisah dengan E.T dan keluarga Hasan.

Kalau untuk ukuran orang Jepang muat 20 orang, tapi kalau ada yang potongannya seperti kalian paling hanya 16 orang.

Perpisahan DHD dengan E.T memang menjadi akhir dari komik ini. Meskipun ada beberapa gambar ala-ala foto saat berada di beberapa tujuan lain, saya sih inginnya digambarkan juga kejadian-kejadian yang terjadi di sana. Apa lagi saya suka sekali dengan goresan gambar Sheila yang kocak dan tidak rumit. Kesannya jadi khas Indonesia banget.

Satu hal yang sangat saya sesalkan adalah tidak adanya nomor halaman di setiap halamannya. Kan saya jadi susah kalau mencantumkan kutipan ataupun menandai terakhir kali saya membaca. Apa sih susahnya mencantumkan nomor halaman saja. Selain itu, ukuran buku yang besar juga tidak terlalu nyaman dibawa ke mana-mana. Padahal kalau ukurannya lebih kecil tapi lebih tebal pasti makin bagus hehehe.

Oh iya, saya agak-agak aneh dengan dialog sebagian besar orang non-Indonesia.. Bukannya saya tidak suka kalau ucapan orang asing langsung diterjemahkan ke bahasa Indonesia, namun sebaiknya pakai bahasa asli aja, atau paling tidak bahasa Inggris deh, dengan dilengkapi catatan kaki. Selain bisa belajar bahasa, kan sebagai penanda aja kalau DHD memang ada di negara lain. Tapi overall sudah bagus. Semoga ada edisi selanjutnya deh :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Le Petit Spirou (Jilid 5)

coverlepetit5

Judul: Le Petit Spirou (Jilid 5)

Sub Judul: Terima Kasih pada Siapa?

Sub Judul Asli: Merci Qui?

Komikus: Tome & Janry

Penerjemah: Helen Ishwara, S.S.

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 96

Terbit Perdana: September 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2001

cooltext-review

Saya sudah beberapa kali mengulas judul komik yang berasal dari daratan Eropa. Kali ini saya masih akan membahas komik yang asalnya sama namn berbeda judul. Ya benar, Le Petit Spirou ini adaah komik yang berasal dari negara Belgia (atau Belgium). Wah jarang-jarang nih ada komik negara ini yang diterbitkan di Indonesia. Yah meskipun ini komik terbitnya juga sudah lama, namun humornya masih bisa dinikmati kok.

Pada Le Petit Spirou jilid kelima ini ada 37 cerita pendek banget karena dua halaman tamat serta satu cerita panjang yang tertuang dalam sebelas halaman. Tipe komik ini bukan komik empat kolom yang langsung tamat sih, namun sepertinya memang ciri khas yang diusung Tome dan Janry untuk Le Petit Spirou adalah demikian. Karena tidak mungkin saya membahas 37 cerita yang sangat pendek, jadi saya ceritakan sedikit cerita yang panjang saja ya.

Cerita ini berjudul Kenapa Pak Megot Marah Melulu. Jadi ceritanya Spirou, Vertignasse, Ponchelot, dan Bencong (entah nama aslinya siapa, nggak disebutin) sedang kemping ala—ala pakai api unggun di dekat rumah Spirou. Seperti biasa kebiasaan yang lumrah dilakukan saat api unggun adalah bercerita (helaah). Kali ini Spirou bercerita tentang Pak Megot, guru olahraga di sekolah.

Spirou serta merta menilai bahwa gurunya tersebut adalah pribadi yang galak. Semua itu karena Pak Megot adalah orang yang kesepian. Mulai dari tidur malam yang tidak nyenyak, tidak mendapatkan kecup selamat pagi dari ibunda, hingga kegagalan percintaan dengan bu guru kelas menulis ataupun bu perawat di klinik sekolah. Sampai-sampai untuk berkenalanpun Pak Megot menggunakan alibi anak didiknya.

Tak lama kemudian, tidak ada lagi yang bisa dibawa ke bu perawat. Perjuangan memerangi pengangguran jadi terhenti… (Halaman 12)

Cerita-cerita lainnya karena saking singkatnya membuat saya tidak kuasa menuliskan kelucuannya hahaha.. Namun beberapa hal yang bisa saya simpulkan adalah Spirou yang sifatnya sangat jahil dan semaunya sendiri, plus doyan perempuan padahal masih usia SD. Bisa dikatakan Spirou ini seperti Shinchan versi Eropa, dengan kadar yang tidak separah Shinchan. Sedangkan teman-temannya Spirou juga mata keranjang, termasuk teman yang perempuan.

Kebanyakan cerita di komik ini adalah tentang dunia sekolah. Yah, meskipun ada beberappa cerita seperti bermain di pantai, di taman, atau yang lainnya, dunia Spirou yang notabene masih SD disajikan lebih dominan di komik Le Petit Spirou ini. Duh saya nggak habis pikir kalau mereka sekolah ambil kelas hanya karena fisik gurunya.

Eh iya, jadi sekolahnya Spirou ini dimodel seperti kuliah. Ada kelas olahraga, kelas menulis, kelas IPA, dan sebagainya. Bahkan ada kelas khusus ekstrakurikuler juga. Nah salah satunya adalah kelas teknik mesin yang isi kelasnya SEMUANYA perempuan hanya karena gurunya ganteng dan atletis. Sebaliknya, Spirou dan SEMUA kawan-kawan laki-laki ikut kelas ekstrakurikuler menjahit hanya karena gurunya seksi dan cantik.

Kekurangan yang sangat mendasar dari komik ini adalah jumlah halaman yang terlalu tipis. Hanya 96 halaman bo’ itupun sepuluh halamannya masih dipakai hal yang bukan panel komik. Agak agak kekurangan sih hehehe. Tapi saya bersyukur juga sih ada halaman khusus tentang pengenalan tokoh-tokoh utama yang menghiasi komik ini. tidak banyak sih, hanya beberapa saja yang sering nongol.

Tentang artwork, yah namanya juga komik jadul yang terbit tahun 90an, jadi goresannya masih kasar dan belum halus. Tapi secara umum sudah bisa dinikmati karena pernak-pernik yang tidak penting tidak disajikan seluruhnya dalam satu panel. Hanya mungkin tulisan di balon kata yang tidak konsisten model tulisannya sehingga kadang bikin saya sulit membaca. Hal ini karena tulisannya adalah tulisan tangan, bukan komputer.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Spaghetti (Jilid 5)

coverspaghetti5

Judul: Spaghetti (Jilid 5)

Sub Judul: Spaghetti dan Grand Zampone

Judul Asli: Spaghetti et le Grand Zampone

Komikus: Dino Attanasio & René Goscinny

Penerjemah: Erawati Heru Wardhani

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 128

Terbit Perdana: Juni 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2001

cooltext-blurb

Spaghetti ditawari oleh Prosciutto untuk menjadi manajer Grand Zampone, juara tinju sejati yang memiliki sedikit kelemahan. Berbagai pertandingan berhasil dimenangkan Zampone hingga suatu hari dia ditawari kontrak oleh Trifolato untuk bertanding di Amerika Serikat. Spaghetti dan Prosciutto setuju dan menandatangani kontrak tersebut. Namun, mereka berdua tidak menyadari bahwa Trifolato adalah anggota gangster yang ingin memanfaatkan Zampone untuk mengeruk keuntungan. Bagaimana nasib Spaghetti, Prosciutto, dan Zampone selanjutnya? 

cooltext-review

Komik dari Indonesia? Sudah pernah baca. Komik dari Jepang? Sudah sering juga. Komik dari Amerika? Sudah pernah juga. Kalau komik dari Eropa? Wah ini jarang saya temui. Yap, kali ini saya berkesempatan membaca komik dari benua Eropa. Komik ini berjudul Spaghetti. Bukan, komik ini bukan komik kuliner ataupun personifikasi makanan yang berbicara. Namun komik ini memiliki tokoh utama bernama makanan yang terbuat dari mi kenyal tersebut.

Spaghetti dan (orang yang tidak dianggap) sahabatnya, Prosciutto, adalah dua orang yang sering berpindah-pindah pekerjaan. Spaghetti tidak suka dengan Prosciutto karena kapanpun Prosciutto hadir dalah hidupnya, sebuah masalah akan segera dimulai. Seperti pada cerita pertama kali ini yang berjudul Spaghetti di Padang Pasir. Spaghetti yang berjalan santai harus terlibat dengan Prosciutto yang mengajaknya bermain iklan.

Setelah syuting iklan itu selesai, tak disangka Spaghetti dan Prosciutto diculik orang asing menuju negara Narghile. Negara ini dikuasai oleh dua suku besar yaitu Suku Narghile yang dipimpin Iman Abdallah el Narghile dan Suku Kador yang dipimpin Syekh Mohammed el Kador. Keduanya saling memperebutkan kekuasaan dan akhirnya dipilih jalur adu kecerdasan untuk memimpin negara itu.

Zederhana zaja, kalau kita nggak memberi pelajaran, kita dipenggal. Kalau Iman nggak mau belajar, kita juga dipenggal. Tapi kalau kita mengajari Iman, Zyekh el Kador akan memenggal kita! (Halaman 19)

Ya benar sekali, Iman yang masih kecil diwalikan oleh pamannya, Mimoun el Cafe. Sang paman menculik Spaghetti dan Prosciutto agar keduanya mengajari Iman supaya kelak Iman bisa mengalahkan Syekh el Kador. Di sisi lain, kubu el Kador juga menyimpan taktik menculik Spaghetti dan Prosciutto agar sang Syekh bisa memenangkan pertandingan. Wah, kira-kira bagaimana nasib Spaghetti dan Prosciutto?

Cerita kedua dalam komik ini berjudul Spaghetti dan Grand Zampone seperti yang tercantum pada cover. Kali ini Spaghetti terjerumus dengan ajakan Prosciutto untuk menjadi manajer seorang petinju hebat bernama Zampone. Sayangnya, petinju ini memiliki kekurangan tidak bisa bertanding apabila disaksikan orang-orang. Bahkan dalam pertandingan pertamanya melawan Kid Bongo saja, Zampone hampir kalah.

Tepat ketika Prosciutto “mengakali” pertandingan sehingga Zampone keluar sebagai pemenang, muncul manajer Kid Bongo yang bernama Joe Trifolato bermaksud menawari kontrak eksklusif pada Spaghetti dan Prosciutto. Melihat ini adalah peluang emas, Prosciutto menyanggupi kontrak baru itu, meskipun mereka harus segera terbang ke bandara Idlewild, New York.

Untuk menghindarinya, aku putuskan untuk kalah dalam pertandingan karena mereka butuh petinju yang tak terkalahkan… Makanya aku memanfaatkan lampu padam untuk pura-pura KO. Tak kusangka kau memukul wasit… Tapi akhirnya semua berjalan lancar dan aku terbebas dari cengkeraman gangster! (Halaman 83)

Di New York, Spaghetti, Prosciutto, dan Zampone bertemu dengan Stufato, bos organisasi gangster itu. ternyata alasan Zampone diterbangkan ke New York adalah untuk kepentingan pribadi organisasi itu. tepat saat itu, kekurangan Zampone yang pemalu telah pudar. Masalahnya, bagaimana cara Zampone dan lainnya kabur dari pertandingan melawan Kid Dodo yang harusnya menyukseskan rencana Stufato?

Satu hal yang membuat saya tertarik dengan komik Spaghetti ini adalah: unik. Apanya yang unik? Penulisan dialog Spaghetti dan Prosciutto ini. Semua huruf “s” diganti menjadi huruf “z” untuk setiap ucapan mereka berdua. Saya tidak tahu apakah naskah aslinya demikian. Meskipun awalnya membuat saya tidak nyaman, lama-kelamaan bisa saya nikmati juga “keunikan” penulizan, eh penulisan ini.

Selain penggantian huruf tersebut, satu kebiasaan Spaghetti dan Prosciutto adalah sering memakai imbuhan “Ma” dalam ucapannya, khususnya ketika mengeluh ataupun kesal. Tidak ada arti tersendiri sih kalau saya lihat-lihat, hanya sebuah ciri khas saja. Dan hanya mereka berdua saja yang terjangkit kebiasaan “z” dan “Ma” ini. pantas saja keduanya dipanggil sebagai saudara se-pizza, alih-alih saudara sepupu.

Mengenai tokoh, saya sangat membenci namun juga menyukai tokoh Prosciutto, bukannya Spaghetti. Apa ya, Prosciutto ini orangnya menyebalkan dan seenaknya sendiri sehingga membuat Spaghetti ikut ketiban masalah. Namun sesungguhnya kalau mau hitung-hitungan, Prosciutto ini jauh lebih menderita dibandingkan Spaghetti. Sedangkan Spaghetti tipikal tokoh yang mujur dan cerdas nan baik hati. Jadi kurang membekas hehe.

Oh iya, pada akhir buku komik ini, ada empat halaman spesial mengenai profil dan jejak karir Dino Attanasio, sang komikus. Saya baru tahu bahwa Attanasio hanya sebagai “tukang gambar” sedangkan ide cerita dan penulis skenario adalah René Goscinny. Bagus sih menambah wawasan sebagai trivia dibalik karya Spaghetti. Psst, ada “evolusi” karakter Spaghetti juga yang dibocorkan sejak awal muncul hingga populer. Suka deh!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Superman Adventures (Jilid 8)

coversuperman8

Judul: Superman Adventures (Jilid 8)

Komikus: Jerry Siegel & Joe Shuster

Penerjemah: Maya Soeratman

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 144

Terbit Perdana: September 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2002

cooltext-blurb

The hero who saved comic books. Superman Adventures – Kingdom Come – Superman Madman Hullabaloo!

cooltext-review

Jika sebelumnya saya sudah membaca komik Batman besutan DC, kali ini saya mencicipi komiknya “rekan kerja” Batman namun beda wilayah, Superman. Secara format sih hampir sama dengan komik Batman yang sudah saya ulas beberapa waktu yang lalu, yaitu satu jilid berisi enam cerita (nomor 48 sampai 53) yang pada awalnya diterbitkan satuan. Separuh dari jumlahnya tidak memiliki judul alias hanya tertuliskan cerita kesekian.

Saya tidak mau membahas semua, namun hanya saya ambil dua yang paling menarik, masingmasing mewakili grup “tanpa judul” dan “dengan judul” hehe. Cerita nomor 51 ini tidak memiliki judul. Kisahnya para anggota inti redaksi Daily Planet –Perry, Clark, Lois, dan Jimmy–  sedang berwisata naik kapal pesiar Mohaly-Nagy, yang kebetulan ada peragaan busana Lana Lang.

Katanya Tikamok akan bangun dari tidurnya bila kita dapat mempersembahkan dua perawan padanya! (Halaman 92)

Ya benar, Lana, mantan kekasih Clark saat masih di Smallville kini mengadakan peragaan busana. Namun pada malam hari ketika proses makan malam, ada serangan makhluk asing yang membuat kapal karam di selatan Samudera Pasifik. Apesnya lagi, Lana dan Lois tercebur ke laut dan terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni dan terancam menjadi persembahan patung batu misterius Tikamok oleh profesor Roy Haney yang agak gila.

Cerita selanjutnya bernomor 52 memiliki judul A Death In The Family. Kali ini adik sepupu Superman, Supergirl, tiba di rumah orang tua Clark di Smallville dengan kondisi tubuh lemas tak berdaya. Orang tua Clark tidak bisa menelepon dokter karena tidak ada dokter yang bisa menyembuhkan Kara a.k.a Supergirl sang makhluk asling. Satu-satunya harapan adalah meminta bantuan Superman yang masih satu darah dengannya.

Segera, Superman menyelidiki kondisi tubuh Kara. Ternyata Kara terjangkit penyakit yang berasal dari bakteri Encyopylas transloci yang berasal dari Planet Argo. Planet ini telah berselimut es semenjak kehilangan orbit pasca Planet Krypton meledak. Padahal obat yang bisa menyembuhkan Kara berasal adri sana. Bolak-balik ke Bumi dan Argo jelas tidak mungkin karena kondisi Kara semakin memburuk.

Maaf, kita pun tidak tahu Superman… Walau kau sudah memberi gambar molekulnya, kita tidak dapat menerka apa itu elemen X, apalagi membuat duplikatnya. (Halaman 107)

Para profesor di S.T.A.R Labs tidak bisa membantu Superman karena kandungan yang dimaksud sebagai obat Kara tidak pernah mereka ketahui sebelumnya. Akhirnya Superman meminta bantuan Lex Luthor, musuh bebuyutannya agar bersedia menolong Kara. Meski akhirnya Lex memenuhi janji pada Superman, ada sebuah rencana licik yang ia persiapkan untuk menghancurkan Superman. Waduh!

Dari segi cerita, saya lebih suka komik Superman ini sih daripada Batman. Hal ini dikarenakan semua ceritanya tentang Superman dengan kehidupannya di kota Metropolis. Mulai dari menumpas penjahat, bekerja di Daily Planet, hingga kehidupan “gandanya” juga tidak tersingkirkan oleh tokoh lain. Yah, meskipun dalam beberapa cerita ada tokoh sampingan seperti Supergirl, Mr. Miracle, dan lainnya, namun fokus utama tetap pada Superman.

Saya juga suka dengan dua halaman khusus tentang sosok Lois Lane sebelum memasuki cerita yang pertama. Dua halaman itu bisa saya katakan sebagai trivia karena mengupas kehidupan dari seorang Lois Lane. Saya juga baru tahu jika Lois masih belum tahu bahwa Clark adalah Superman. Padahal Lana Lang aja sudah tahu (yaiyalaaah).

Hmm saya kira segini saja deh ulasan singkat saya. Yang jelas ini komik bagus. Karena semua gambar cerita berasa dari tangan yang sama sehingga gayanya juga konstan. Berbeda dengan komik Batman yang beda-beda sehingga jadi labil. Sudah ya, kalau mau baca, silakan mencari sendiri edisi resminya (apadeh) hahaha ciao!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Kesetiaan Mr. X

coverkesetiaan

Judul: Kesetiaan Mr. X

Judul Asli: Yôgisha X No Kenshin

Seri: Detective Galileo #3

Penulis: Keigo Higashino

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman: 320

Terbit Perdana: 25 Juli 2016

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 25 Juli 2016

ISBN: 9786020330525

cooltext-blurb

Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali, hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen. Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan untuk menyembunyikan mayat itu.

Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan Detektif Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apa pun insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya, Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata teman kuliah Ishigami.

Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad baja.

cooltext-review

Saya tidak sering membaca novel terjemahan dengan tema fiksi kriminal. Ini pertama kalinya saya mencicipi sebuah novel terjemahan dari Negeri Sakura yang mengusung genre thriller-kriminal-misteri. Yōgisha X No Kenshin atau Kesetiaan Mr. X adalah buku ketiga dari seri Detective Galileo karangan Keigo Higashino. Premis ceritanya sangat menarik yaitu tentang kegigihan seseorang menyembunyikan fakta kejahatan agar tidak dapat diungkap kepolisian. Akankah usahanya berhasil?

Tetsuya Ishigami adalah seorang guru matematika. Ia hidup sendiri di sebuah apartemen dan memiliki tetangga seorang wanita bernama Yasuko Hanaoka dan anak perempuannya, Misato Hanaoka. Akibat sebuah kejadian dimasa lalu, Ishigami memendam rasa pada Yasuko. Sampai-sampai hampir setiap hari Ishigami membeli bekal makan di Kedai Benten-tei, tempat Yasuko bekerja.

Kehidupan Yasuko mulai terusik saat suatu hari mantan suaminya, Shinji Togashi, mengunjunginya. Puncaknya, kehadiran Togashi di apartemen Yasuko harus berakhir dengan tragis. Meski awalnya Yasuko ingin menyerahkan diri ke polisi, Ishigami yang mencintai wanita itu menawarkan bantuan untuk “mengurus” mayat Togashi dan membuat alibi sempurna untuk tetangganya itu agar bebas dari kecurigaan polisi.

Bukan ilmu matematika sejati namanya kalau menggunakan komputer untuk membuktikan kebenaran sebuah teori. (Halaman 90)

Sementara itu, Detektif Shunpei Kusanagi dan Detektif Kishitani yang menangani kasus tersebut mengalami jalan buntu karena kecurigaan mereka pada Yasuko terhalangi oleh alibi sempurna buatan Ishigami. Yukawa Manabu, sahabat Kusanagi, merupakan orang yang sering mendapat keluhan Kusanagi saat menemui hambatan dalam bertugas. Kali ini ketertarikannya timbul saat mengetahui bahwa Yasuko dan Ishigami hidup bertetangga.

Rupanya ada alasan pribadi di balik kasus ini sehingga Yukawa memutuskan untuk menjumpainya sendiri. Apa pun alasannya, Kusanagi tidak ingin mengusiknya. (Halaman 180)

Keadaan bertambah pelik ketika Kudo Kuniaki, duda yang menyimpan rasa pada Yasuko sejak lama, mulai sering mengunjungi Yasuko. Ia berdalih hanya ingin memastikan Yasuko baik-baik saja setelah kematian Togashi. Awalnya Yasuko juga menaruh hati kepada Kudo. Namun kata-kata Misato membuat Yasuko sadar bahwa “kebaikan hati” Ishigami tidak dapat dilupakan begitu saja.

Setelah sekian lama mempersiapkan segalanya dengan amat matang, Ishigami mulai gentar karena Yukawa ikut campur dalam kasus ini. Begitu pula Yasuko sempat membohongi Ishigami dan menyeret Kudo dalam pusaran situasi ini. Yukawa Manabu sang Profesor Galileo yang baru saja reuni dengan “sahabat” lama juga tidak berniat menjebloskan Ishigami ke penjara. Namun, apakah Yukawa bisa bertahan melihat fakta-fakta yang ia pecahkan sendiri?

Jangan terlalu banyak berpikir. Mungkin temanmu itu memang genius matematika, tapi dalam membunuh dia hanyalah amatir. (Halaman 200)

Gila. Saya tidak menyesal karena mengawali debut membaca novel fiksi misteri-thriller-kriminal dengan membaca Kesetiaan Mr. X. Eksplorasi tokoh, latar, hingga situasi yang berlangsung tertuang jelas melalui tulisan Keigo ini. Bagaimana tidak, awal bab di buku ini saja sudah berisi kematian Togashi. Keigo memang tidak membuat kematian Togashi sebagai puncak kisah, melainkan proses pengungkapan fakta kejadian tersebut yang ia tonjolkan.

Ada sembilan belas bab dalam buku ini. Bab pertama hingga empat belas masih berkutat pada penyidikan kasus. Meski saya agak bosan membaca bagian itu, rasa tegang sudah mulai saya rasakan kala memasuki bab lima belas hingga terakhir. Meskipun novel ini isinya thriller ala detektif, ada drama memilukan hati yang disisipkan oleh Keigo. Saya rasa hal inilah yang menjadi daya tarik terbesar novel ini.

Mengenai matematika dan fisika yang tertulis di blurb, saya merasa agak kecewa karena “porsi” matematika & fisika sangat terbatas. Saya awalnya menduga novel ini mengisahkan bagaimana Ishigami menciptakan sebuah “kondisi” ideal menggunakan teori matematika, kemudian Yukawa memecahkan teka-teki itu memakai rumus fisika. Nyatanya, saya keliru. Justru dunia filsafat dan filosofi tentang sejumput ilmu sains yang bertebaran.

Wajar jika seseorang bertanya-tanya mengapa ia harus mempelajari sesuatu, karena niat untuk belajar akan lahir saat pertanyaan itu terjawab. (Halaman 220)

Oh iya, Yukawa di sini tidak terlalu greget. Bahkan sebagai pengungkap kasus, ia tidak bisa menjawab satu keping misteri yang tertinggal. Selain itu, kepiawaian Yukawa dan Ishigami menunjukkan bahwa para detektif tidak becus apa-apa selain sebagai “pencari data” semata. Saya juga agak janggal membaca Ishigami yang cenderung anti sosial dan selalu fokus matematika bisa memperkirakan langkah-langkah yang akan diambil detektif.

Terlepas dari itu semua, saya sangat menikmati alur novel ini. Bahkan saya menyelesaikannya dalam waktu kurang dari empat jam. Semua itu tidak terlepas dari gaya terjemahan yang sangat baik dan nyaris tanpa typo. Oh, sebuah twist menjelang babak akhir buku membuat saya ternganga dan tidak menyangka bahwa Keigo akan menuliskan akhir kisah seperti itu. Mengapa oh mengapa.. T-T

Setelah menutup lembar terakhir buku ini, saya tidak menganggap penjahat selalu “hitam” dan orang baik selalu “putih”. Mereka memiliki alasan dalam bersikap. Tidak patut menghakimi orang lain tanpa melihat sudut pandang yang lain. Kejahatan yang dilakukan dengan dalih kebaikan juga bukan hal yang boleh dilakukan. Karena pada akhirnya, kejahatan yang paling sempurna tidak akan pernah menang.

Kita tidak bicara masalah perasaan. Menurutku tidak masuk akal jika seseorang merasa membunuh adalah jalan keluar dari penderitaan. Untuk apa menambahkan penderitaan lain dengan benar-benar melakukannya. (Halaman 212)

Penilaian Akhir:

goodreads badge add plus

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Blog Rico Bokrecension mendapatkan kehormatan menjadi host blogtour buku Kesetiaan Mr. X hasil karya Keigo Higashino. Ada satu orang pemenang di blog Rico Bokrecension yang akan mendapatkan novel ini persembahan Gramedia Pustaka Utama. Syarat dan mekanisme berikut ini mohon diperhatikan dengan cermat. Karena partisipan yang tidak memenuhi ketentuan akan didiskualifikasi.

  1. Follow akun twitter Gramedia dan akun richoiko.
  2. Share giveaway ini melalui twitter dengan hashtag #MrXBlogTour. Jangan lupa cantumkan url giveaway ini ya.
  3. Jawab pertanyaan berikut ini: Menurut kamu, manakah yang paling mudah saat mengerjakan soal matematika: “mencari sendiri jawabannya” atau “memastikan benar salahnya jawaban orang lain”?
  4. Jika sudah melengkapi persyaratan di atas, silakan tinggalkan komentar di bawah postingan ini dengan mencantumkan Nama, Link Share, dan Jawaban.
  5. Pemenang saya pilih berdasarkan jawaban yang paling menarik sesuai kehendak saya hoahahaha. Saya tidak mencari jawaban yang benar kok. Saya hanya ingin melihat pendapat kamu saja.
  6. Periode giveaway di Rico Bokrecension berlaku mulai tanggal 20 Agustus 2016 hingga tanggal 21 Agustus 2016, dan hanya untuk kamu yang memiliki alamat kirim di Indonesia. Pengumuman pemenang serentak pada tanggal 29 Agustus 2016 bersama host yang lain.

Nah, sekian informasi giveaway dalam rangkaian blogtour buku Kesetiaan Mr. X di Rico Bokrecension. Terima kasih sudah membaca postingan ini sampai akhir. Bagi kamu yang sudah ikutan, saya doakan semoga menang.. (˘ʃƪ˘) Jika ada yang kurang jelas, jangan sungkan tanya ya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat pagi!

Sebelumnya, saya mengucapkan mohon maaf atas beberapa kendala yang terjadi selama berlangsungnya giveaway ini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih pada penerbit Gramedia Pustaka Utama (yang diwakili oleh mbak Faira Ammadea, sang penerjemah) yang memberikan kesempatan pada saya untuk menjadi host dalam blogtour. Oh, tentu tak lupa divisi humas BBI a.k.a Mas Dion yang memenangkan saya dalam tender blogtour hehe.

Terakhir, untuk 16 orang yang telah mengikuti giveaway ini, terima kasih banyak! Jawaban kalian bagus-bagus semua. Membuat saya bingung tentang manakah yang lebih mudah dalam menjawab soal matematika, meskipun pertanyaan saya memunculkan persepsi baru dan rada ambigu T.T Langsung saja, ini dia nama pemenang beserta jawabannya yang berhasil mendapatkan hadiah buku Kesetiaan Mr. X by Keigo Higashino:

WIRDA ADILLA RIDYANANDA
Cari sendiri aja deh. Baru cek jawaban yang benar gimana. At least dengan begitu, kita tahu dimana letak kesalahan kita, bagian apanya yang susah. Jadi belajar lah, lagian juga jadi inget rumusnya. Soalnya jawaban orang lain (yang bukan jawaban dari si pemberi/pembuat soal) belum tentu bener juga meskipun lebih gampang dan lebih sedikit geraknya XD Memastikan benar salah jawaban orang lain juga pointless kalau jawaban benernya nggak tau.

Yak, selamat! Untuk pemenang, akan saya hubungi melalui media sosial. Diwajibkan konfirmasi maksimal tanggal 30 Agustus 2016 pukul 09.00 WIB. Kalau tidak ada kabar sama sekali, saya akan pilih pemenang baru. Bagi yang belum beruntung, jangan kecewa. Saya akan mengadakan giveaway lagi di blog ini. Kapan? Rahasia. Tunggu aja pokoknya :)

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan sampai jumpa lagi!

Cowboy Bebop (Jilid 3)

covercowboy3

Judul: Cowboy Bebop (Jilid 3)

Komikus: Nanten Yutaka, Yatate Hajime, Watanabe Shinichirou, SUNRISE

Penerjemah: Poltak

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: Mei 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2003

cooltext-blurb

Pulang dari Venus, Spike dan tangkapannya menumpang truk yang dikemudikan Mike. Ia seorang supir truk sederhana. Mike mengaku sebagai supir truk tercepat di antariksa. Ia membawa mereka melewati jalan rahasia, disebut gerbang gelap. Namun… Forever Boy! Akhir kisah Bebop yang mengharukan.

cooltext-review

Jilid terakhir sebagai penutup komik Cowboy Bebop ini hanya menyuguhkan dua chapter. Namun keduanya memiliki durasi lebih panjang dibandingkan chapter di jilid-jilid sebelumnya. Pada chapter pertama, tokoh utama yang menjadi fokus adalah si Edo atau yang memiliki nama asli Radical Edward. Anak jenius ini sedang dicari-cari tim Bebop karena hilang beberapa waktu. Apalagi muncul pengumuman pencarian Edo di televisi.

Jet yang masih pusing mencari keberadaan Edo, tiba-tiba ada email masuk ke komputer tim Bebop. Asal email itu adalah dari sesorang bernama Tomato yang mengaku tahu keberadaan Edo. Bahkan ia sempat meminta maaf bahwa karena salahnya yang membuat Edo diculik. Percakapan itu terputus tiba-tiba karena Tomato diculik juga! Waduh bagaimana dong?

Kita harus mengisolasi internet agar informasi tidak sampai pada anak-anak. Kami mau membangun kembali bumi baru! Ya, demi bumi yang kami cintai! (Halaman 46)

Chapter kedua kali ini lagi-lagi melibatkan Spike. Ia yang telah berjibaku menangkap buronan hingga ke Venus harus segera pulangg ke Mars untuk menyerahkan tangkapannya. Masa kadaluarsa penangkapan itu hanya tiga hari. Sayangnya, Jet yang lagi-lagi harus menjemput sedang berada dalam kesulitan dengan pesawatnya. Akibatnya, Spike harus pulang sendiri dengan menyewa pesawat truk. Kebetulan ada seorang supir truk bernama Yamada Mike yang sedang beristirahat.

Yang tidak diketahui Spike, Mike sebelumnya mengangkut penumang misterius bernama Jimmy yang mengetahui sebuah jalur rahasia yang membuat perjalanan Mars ke Venus hanya lima belas jam saja. rute ini jauh lebih cepat dibandingkan rute umum. Tentu saja Jimmy ini adalah orang jahat yang mengabdi pada seorang perempuan jahat bernama Silvia. Mereka sedang menyelundupkan kartu yang berisi informasi gerbang gelap.

Gerbang gelap… Jalan rahasia yang tidak dipetakan. Ruang gelap yang tidak dipublikasikan. (Halaman 131)

Keterlibatan Mike akibat kecerobohan Jimmy turut membuat Spike dan anggota Bebop lain turun tangan. Kasus pencurian, penggelaan, enangkaan, dan segalanya bercamur jadi satu sehingga menghasilkan cerita yang seru banget. Berbeda sekali dengan chapter-chapter sebelumnya yang saya rasa kurang greget ceritanya. Apalagi cerita terakhir ini dibumbui sedikit drama keluarga yang mengharukan.

Sebagai penutup, saya ingin mengakui bahwa saya sampai lupa kalau Edo adalah perempuan. Hal ini akibat penampilan Edo yang tomboy dan tidak terlihat sisi femininnya. Bahkan Tomato yang mengaku suka pada Edo dan Edo juga berujar suka pada Tomato sempat membuat saya pikir mereka adalah gay. Ternyata saya hanya melupakan satu fakta bahwa Edo adalah perempuan.

Yak, akhir kisah Cowboy Bebop ternyata kalau boleh saya bilang, hanya begini. Segala macam asal usul tokoh dan setting lokasi masih sangat sangat kurang terjelaskan dengan baik. Seua serba tiba-tiba dan tidak jelas. Pokoknya apa yang sedang terjadi ya udah diikuti saja. tokoh pendamping juga tidak tergali dengan baik. Apakah ini karena jilid yang hanya tiga atau sebab lain, saya juga tidak tahu. Sampai jumpa pada judul lainnya ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Cowboy Bebop (Jilid 2)

covercowboy2

Judul: Cowboy Bebop (Jilid 2)

Komikus: Nanten Yutaka, Yatate Hajime, Watanabe Shinichirou, SUNRISE

Penerjemah: Poltak

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: April 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, April 2003

cooltext-blurb

Seorang reporter TV lokal bernama Rachel, ingin menjadi reporter berita terkenal. Spike dan kawan-kawan lalu bersedia diwawancarai oleh gadis itu yang ingin memberitakan kehidupan nyata para Cowboy. Namun tepat saat itu, Edo berhasil melacak lokasi target mereka…

cooltext-review

Jilid kedua Cowboy Bebop kali ini terdiri dari lima chapter. Seperti biasa, antara satu chapter dengan chapter lain mengusung kasus perburuan target yang berbeda. Kali ini chapter pertama dibuka dengan seorang reporter berita bernama Rachel M. Kazuki yang ingin mewawancarai tim Cowboy Bebop agar menghasilkan liputan yang bermutu.

Awalnya Spike dan Jet enggan menerima. Namun Faye yang berani menawarkan bayaran akhirnya menyetujui keinginan Rachel. Semua berlangsung datar hingga Edo menemukan lokasi target yang sedang diincar tim Bebop. Rachel yang berkeinginan turut serta menangkap sang buruan harus menjadi tumbal karena tidak menuruti perintah Faye. Waduh!

Kisah para outlaw hero! Yang mempertaruhkan nyawanya untuk memburu para penjahat! Drama pemburu dan buruannya! Thrill and suspense! Lika-liku kehidupan para pemburu hadiah. Bagus. Pasti mengasyikkan! (Halaman 11)

Pada chapter selanjutnya, adalah seorang perempuan cantik bernama Linda Wise. Sebenarnya Linda bukanlah buronan yang wajahd an namanya telah tersebar ke seluruh penjuru negeri sehingga bisa ditangkap pada Cowboy. Linda masih menjadi informasi internal kepolisian sehingga tidak perlu menyebarkan ke khalayak luas. Hal ini diketahui Jet yang kepo kepo pada salah satu polisi.

Sebenarnya penangkapan Linda tidak ada masalah. Namun ternyata Linda adalah sahabat baik Faye sebelm mereka berpisah dan menempuh jalan hidup yang berbeda. Tak disangka, ketika Jet dan Spike lengah, Faye bertindak sendiri untuk menangkap Linda. Bukan dengan cara kekerasan, melainkan dengan bermain poker. Taruhan yang dijanjikan Faye juga tidak main-main lho. Lha? Terus?

Dengar, berbuat curang dalam poker… Caranya ada tiga. Yang pertama, waktu mengocok! Membagikan kartu! Dan menukar kartu! (Halaman 73)

Chapter yang saya rasa cukup menyentuh sekaligus paling panjang durasi halamannya adalah kisah Spike yang harus terperangkap beberapa hari dari jadwal kepulangan semula di sebuah tempat antah berantah saat mencari seorang buronan bernama Robert McDwell. Hal ini dikarenakan pesawat Jet yang harus menjemputnya masih rusak. Spike juga merasa sudah tidak ada gunanya lagi karena jejak Robert tidak ada sama sekali.

Hingga suatu ketika Spike berjumpa dengan seorang gadis bernama Allison yang terbiasa mengamen dari tempat satu ke tempat yang lain. Ia mengatakan bahwa ia mengetahui keberadaan Robert. Namun ia memberi syarat bahwa ia harus ikut Spike berjumpa dengan Robert. Tak ada pilihan lain, akhirnya Spike mengajak Allison ke kota El Ray sesuai petunjuk Allison. Benarkah Robert ada di sana? Siapakah Allison ini sebenarnya?

Mencari makan dengan menyanyi lagu-lagu yang kusukai. Seperti batu yang berguling. Persis yang dikisahkan lagu ini. (Halaman 160)

Pada jilid kali ini, saya baru mengetahui beberapa hal yang sebelumnya masih tidak jelas. Pertama, setting waktu komik ini adalah masa depan, pada tahun 2070-an. Pada masa itu, planet-planet lain sudah bisa dihuni dan perjalanan antariksa sudah bukan hal yang istimewa lagi. kendaraan pesawat luar angkasa juga bisa dimiliki siapapun, dalam hal ini adalah tim Cowboy Bebop.

Oh iya, para pemburu hadiah dari menangkap buronan ini disebut dengan Cowboy. Hmm agak berbeda makna ya dengan arti cowboy pada masa lalu di daratan Amerika. Nah para cowboy ini biasanya bekerja sendiri, namun ada juga yang berkelompok seperti tim Bebop ini. Anyway, tim ini hanya memiliki Spike, Jet, dan Faye yang bisa dikatakan bertugas lapang. Sedangkan Edo bertugas mencari informasi para buronan.

Pada bagian akhir komik ini ada biodata anggota Bebop mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, tempat lahir, golongan darah, tinggi badan, dan jenis pesawat pribadi. Dari biodata ini sebenarnya sudah agak terlihat karakternya sih. Namun masih saja ada yang misterius misalnya siapa orang tua Spike, bagaimana para anggota Bebop ini bertemu, dan lain sebagainya. Mari tunggu review jilid ketiga ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Cowboy Bebop (Jilid 1)

covercowboy1

Judul: Cowboy Bebop (Jilid 1)

Komikus: Nanten Yutaka, Yatate Hajime, Watanabe Shinichirou, SUNRISE

Penerjemah: Poltak

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: Maret 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Maret 2003

cooltext-blurb

Spike, Jet, Edo, dan Faye memburu seseorang ke luar angkasa. Target mereka kali ini berada di penjara. Spike terpaksa menyusup ke sana, tetapi apa yang terjadi?

cooltext-review

Wah sudah lama sekali saya nggak membuat postingan baru di blog ini. sungguh jauh berbeda dengan lima bulan yang lalu ketika saya bisa update dalam jangka waktu dua hari sekali. Sekarang? Jangankan update, baca buku aja sedang malas #plak. Kali ini saya akan meninggalkan jejak kembali agar blog ini tidak dipenuhi sarang burung semakin banyak.

Sebagai catatan, mulai kali ini saya akan membuat review suka-suka saya. Tidak terpaku pada tata bahasa, atau penokohan, atau apapun bla bla bla yang sesuai teori. Karena saya ingin membuat review ya karena saya senang melakukannya. Bahkan sampai kata ini pun saya sudah malas untuk memiringkan kata berbahasa asing. Hahahaha. Here we go…

Komik Cowboy Bebop ini adalah salah satu dari sekian judul komik yang saya baca yang dibuat oleh lebih dari dua orang. Saya bingung bagaimana keempat pihak yang berbeda mengerjakan satu judul komik. Anyway, jilid perdana kali ini terdiri atas empat chapter. Seperti biasa, jilid perdana adalah titik permulaan sekaligus perkenalan tokoh yang akan berperan sepanjang jilid.

Alkisah, terdapat sebuah perkumpulan orang-orang pemburu hadiah (atau harta?) dengan cara menangkap orang-orang yang dicari. Biasanya orang ini adalah orang jahat yang masih buron. Salah satu kelompok ini beranggotakan Spike Spiegel yang berambut acak-acakan, seorang mantan polisi bernama Jet Black, gadis cantik Faye Valentine, si ahli komputer bernama Edo, dan anjing peliharaan bernama Ain.

Suatu ketika, entah kebetulan atau tidak, Spike yang memburu seorang pelaku penipuan erkawinan, bertemu dengan Jet yang juga sedang memperhatikan pencuri barang antik. Tak disangka pula, di kafe tempat mereka berdua mengintai, ada Faye yang sedang mengamati hacker kelas berat yang sudah lama ingin ia tangkap. Tiga orang. Tiga target. Satu lokasi. Semua baik-baik saja hingga ada seorang buronan bernama Lestrlin memasuki kafe. Waduh!

Dia pakai nama samaran. Cuma ada nomor telepon untuk dihubungi. Lalu kenapa sampai berharga 30 juta. Mencurigakan. (Halaman 50)

Misi baru memburu seorang tahanan bernama Cidne di penjara Ron-Ron membuat Spike harus menyusup ke penjara itu. Hal ini ia lakukan karena bayaran amat tinggi hanya untuk membebaskan seorang tahanan itu. Sayangnya, apakah keputusan mereka membantu seorang tahanan kabur adalah hal yang benar? Bagaimana dengan akhir pelarian Spike dari penjara Ron-Ron?

Meninggalkan sepak terjang Spike, kali ini ada sebuah pengumuman di televisi tentang seseorang yang ingin ditangkap oleh para pemburu hadiah berjenis kelamin perempuan. Tak tanggung-tanggung, hadiahnya 60 juta uron! Apa mau dikata, kali ini giliran Faye yang maju. Sayangnya, Faye tidak memahami bahwa sang Nowhere Man atau yang bernama samaran David Jackson ini adalah orang yang sulit ditemukan.

Anak tunggal konglomerat… Keren. Jangan dikira dengan pengaruh konglomeratnya, dia bisa menyembunyikan tindakan jahatnya… (Halaman 101)

Sepertinya, kalau boleh saya menganalisis, setting komik ini adalah di masa depan. Bahkan perburuan orang buron saja mencapai planet venus dan lainnya. Cukup menarik sih. Tema bandit yang mencari hadiah imbalan dengan menangkap orang-orang. Yang saya pertanyakan apakah di masa depan, polisi tidak bisa apa-apa? Bahkan penjara saja mudah sekali dibobol oleh Spike.

Oh iya sesungguhnya mata uang yang digunakan pada masa itu bernama uron. Namun pada salah satu bagian, komikus atau sang penerjemah salah menuliskan bernilai lima juta uron menjadi lima juta won. Lah kok jadi mata uang Korea? Mana yang benar nih? Pada jilid kali ini juga masih loncat-loncat alurnya. Mulai dari awal hingga penyelesaian juga kurang digali lebih dalam.

Mengenai tokoh, yang “terlihat” menonjol juga hanya Spike, Faye, dan Jet. Sedangkan Edo dan Ain masih menjadi bayang-bayang. Padahal mereka ini kan satu tim. Namun sepertinya saya harus bersabar hingga jilid berikutnya untuk menikmati sisi “menonjol” dari tokoh Edo dan Ain. Nantikan review jilid selanjutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Batman (Jilid 11)

coverbatman11

Judul: Batman (Jilid 11)

Sub Judul: Petualangan di Kota Gotham

Judul Asli: BATMAN. Gotham Adventures

Komikus: Scott Peterson

Penerjemah: Saptono I Stiawan

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 144

Terbit Perdana: 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2002

cooltext-review

Siapa yang tidak kenal dengan tokoh pahlawan super berkostum hitam dan memiliki ciri khas hewan kelelawar? Yup, Batman. Tokoh besutan DC Comics ini telah muncul sejak puluhan tahun yang lalu. Komik, animasi, hingga layar lebar telah dijajaki manusia super ini. Saya memang bukan penggemar berat Batman. Namun saya masih pernah menonton animasi serta film bioskopnya. Hanya saja untuk komik, saya hampir tidak pernah membacanya.

Komik adalah media awal kemunculan Batman. Dan seingat saya komik inilah pertama kali saya membaca komik Batman, atau bisa dikatakan komik dari DC Comics. Komik ini merupakan kumpulan komik lepas yang terbit dalam episode-episode tersendiri. Kemudian muncul gabungan episode lepas itu dan diterbitkan dalam satu buku. Oleh karena itu ada tulisan “Edisi Koleksi” di sampul komik ini.

BATMAN. Petualangan di Kota Gotham jilid kesebelas ini berisi lima episode reguler (episode 33 hingga 37) tentang petualangan Batman dan kawan-kawan di kota Gotham serta satu cerita spesial DC Universe yaitu Wonder Woman. Saya tidak akan membahas satu persatu, namun saya ambil separuhnya. Episode 34 mengisahkan Batman yang membantu Superman mencari seorang kriminal dari kota Metropolis bernama Francois Lemieux yang kabur ke Gotham.

Francois ini ternyata bertemu dengan seorang bos berperangai jahat bernama Delacroix di sebuah pertemuan di tempat milik Jean Claude. Awalnya Superman dan Batman mendukung Delacroix. Namun setelah menemui adik Lemieux, Superman berubah pikiran. Ia justru harus membantu Lemieux alih-alih menangkapnya sebagai buronan. Waduh!

Aku sudah bosan mencemaskan diri! Superman, tolonglah Francois! Kalau Nicole celaka, aku tak tahu… (Halaman 42)

Episode 37 tidak diisi Batman sang pemeran utama, melainkan Batgirl, Robin, dan Nightwing (eh, Batman muncul juga dink sebentar doang). Jadi ceritanya si Batgirl ini punya sahabat bernama Cindy yang terlibat dalam sebuah pementasan drama berjudul Macbeth. Nah, karena desas-desus menyebutkan apabila lakon Macbeth disebutkan secara gamblang maka persiapan drama tersebut akan terjadi bencana, pemerntasan tersebut dijuluki “Sandiwara Skotlandia”.

Meskipun demikian, sudah banyak “musibah” yang terjadi selama persiapan. Mulai dari Cindy kecelakaan, pemerasan seorang kru, kebakaran, jatuhnya lampu sorot, hingga Paulie si penata panggung yang hilang tiba-tiba. Dusty Portico adalah orang yang dicurigai oleh Batgirl. Yang tidak ia sadari adalah ada campur tangan penjahat bernama Clayface disetiap bencana itu…

Dia pekerja belakang panggung. Tapi kalau penonton mulai sepi, dia ditarik jadi figuran! Semakin sedikit penonton, perannya semakin besar. Kini ia perankan Macbeth! Dusty tak punya catatan apapun, tapi lihat ini! (Halaman 110)

Cerita spesial DC Universe yang menyuguhkan Wonder Woman adalah favorit saya. Bukan, bukan karena kostum Wonder Woman yang aduhai, melainkan saya agak heran aja kok cerita Wonder Woman muncul di komik Batman. Berbeda dengan tokoh lain sebelumnya yang memang berkaitan langsung dengan Batman atau hanya sebagai cameo. Kali ini Diana, nama asli Wonder Woman, harus menyelamatkan sahabatnya bernama Helena Sandsmark.

Helena ini diculik oleh Barbara Minerva atau biasa disebut Cheetah sebagai pancingan agar Wonder Woman bisa dijadikan persembahan. Seorang pedagang barang antik bernama Jacob Walters menjelaskan bahwa Barbara mengincar gulungan dari Nepthos agar kekasihnya, Chuma bisa mengambil Diana dan membuat Cheetah semakin kuat. Berhasilkan Wonder Woman menyelamatkan Helena sekaligus menghancurkan rencana Cheetah?

Dia bergerak dengan kecepatan Dewa Hermes! Harus kujauhkan dari Helena! Sekarang aku tahu alasan Cheetah memilih tempat ini. Pohon-pohon besar ini adalah rintangan… dan jadi sekutunya! (Halaman 130)

Sepertinya saya tidak cocok dengan komik superhero begini. Padahal saya suka dengan gambarnya yang memang masih “jadul” namun terasa sekali aura pahlawan supernya. Mungkin saya terlalu menuntut cerita yang runtut dan tidak melompat-lompat. Mungkin juga saya salah karena membaca komik ini langsung ke jilid sebelas sehingga berbagai macam nama tokoh yang disebut tidak saya kenali. Mungkin juga saya jengah dengan gaya terjemahan yang “kaku” begini.

Namanya juga “Petualangan di Kota Gotham” ya, jadi jelas saja isinya memang sepak terjang Batman (dan kawan-kawan) memerangi kejahatan di Gotham. Jadi setiap cerita memang disajikan dengan padat dan singkat. Opening-konflik-ending. Sudah. Cukup. Berbeda sekali dengan versi film yang dalam sekali penggarapan konfliknya. Tapi kan tidak etis kalau saya membandingkan versi layar lebar dengan versi gambar di kertas.

By the way, saya baru tahu lho ada pahlawan super bernama Nightwing, dan dia masih satu “komplek” dengan Batman. Kalau Batgirl dan Robin sih sudah saya ketahui sebelumnya jadi nggak heran mereka berdua ada porsinya di komik ini. Jadi sebenarnya di Gotham ini ada banyak “rekan kerja” Batman ya. Saya kira hanya dia sendirian. Pantesan aja ceritanya bisa banyak dan nggak habis-habis idenya. Belum lagi “kedatangan” tokoh dari judul yang lain.

Nah, bicara tentang DC Universe di cerita Wonder Woman, saya awalnya heran kok “gaya” gambarnya beda dengan Batman. Oalah ternyata baru sadar kalau yang nggambar beda juga. Artinya apa? Ya, saya terlalu bodoh untuk menyadari bahwa komikus atau tukang gambar di DC Comics itu berbeda-beda. Bahkan meski sama-sama cerita Batman, orang yang nggambar beda juga. Padahal saya awalnya mengira hanya Stan Lee yang menggambarnya. Hahahaha.

Hal itu jadinya membuat saya menjadi menilai komik ini tidak ada ciri khas sih. Tukang gambarnya aja beda-beda, isinya aja tidak fokus tentang Batman aja, ya gimana mau jelas ya. ah kok saya jadi ngelantur gini. Pokoknya terlepas dari hal-hal di atas, komik ini bagus kok. apalagi untuk yang menggemari cerita superhero, bisa melirik komik ini sebagai perkenalan (meski saya menyarankan baca sejak jilid pertama aja sih) hehehehe. Sampai jumpa lagi di review berikutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

X (Jilid 4)

coverx4

Judul: X (Jilid 4)

Sub Judul: Their Destiny Was Foreordained, 1999.

Komikus: CLAMP

Penerjemah: Abigail Natalya

Penerbit: Level Comics

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 978979207084

cooltext-blurb

Gempa besar di Tokyo. Hanya Seven Seal-lah yang dapat menyelamatkan Tokyo dari kehancuran. Jika berhasil, Kamui akan tahu rahasia tentang dunia, masa depan, ibu, dan dirinya.

cooltext-review

Kelanjutan komik X masih ada nih. Setelah meninggalkan jilid kedua yang masih samar-samar inti cerita sesungguhnya, pada jilid keempat ini sudah mulai jelas asal muasal kisah dan mau dibawa kemana hubungan kita, eh kehidupan Kamui. Cerita dibuka dengan kesedihan mendalam kakak beradik Fuuma dan Kotor setelah kehilangan satu-satunya orang tua mereka.

Pada saat yang bersamaan, Kamui menghilang entah kemana bersama Sorata. Saya tidak tahu sih mereka berdua ini sedang ada misi untuk apa. Namun yang jelas ternyata mereka hendak berjumpa dengan Hinoto, sang peramal sekaligus orang yang memberikan “mimpi” pada Kamui ketika masih terluka berat.

Jangan khawatir, Kamui. Jika terjadi apa-apa padamu, aku akan memasang tubuhku untukmu. Itu adalah takdirku. (Halaman 70)

Berjumpa langsung dengan Hinoto di ruang bawah tanah gedung parlemen Jepang memberikan waktu lebih banyak bagi Kamui untuk mencerna “mimpi” yang ia alami sebelumnya dengan lebih lengkap dan jelas. Hinoto sesungguhnya tidak berbicara langsung pada Kamui, melainkan langsung “berujar” pada hati Kamui, baik di dunia nyata maupun di dunia “mimpi” Kamui.

“Mimpi” yang dikira Kamui hanyalah halusinasi ternyata adalah ramalan masa depan Bumi menurut “terawangan” Hinoto. Ia memperlihatkan bagaimana rusaknya Jepang, khususnya Tokyo akibat gempa bumi dahsyat yang melanda. Gempa ini bukanlah sembarang gempa, melainkan gempa dahsyat yang diakibatkan bangkitnya tujuh Naga Bumi atau disebut Angels sehingga membuat bencana dan kematian massal.

Kamui, hanya kau yang dapat mencegah gempa besar di Tokyo. memimpin naga langit dan menyelamatkan dunia ini. kau pasti menyadari. (Halaman 113)

Ya benar, Naga Bumi dapat dikalahkan dengan tujuh pasukan Naga Langit atau bisa disebut sebagai Seals. Yak benar, orang seperti Sorata dan Yuhto merepresentasikan naga-naga tersebut. Sorata mewakili Naga Langit dan Yuhto mewakili Naga Bumi. Sayangnya, salah satu pasukan bisa menang apabila dipimpin oleh seseorang yang hebat, yaitu Kamui. Nah, kira-kira Kamui akan berpihak ke siapa ya? Naga Bumi yang akan menciptakan dnia baru ataukah Naga Langit yang mempertahankan kehidupan?

Melompati jilid ketiga ternyata tidak membuat saya ketinggalan cukup banyak. Bahkan saya bersykur membaca jilid keempat karena berisi informasi penting sebagai pemahaman awal untuk mengikuti cerita berikutnya. Yah, meskipun saya tidak bisa mengikuti lagi dikarenakan tidak memiliki jilid-jilid selanjutnya hahahahak.

By the way, saya risih sekali dengan gambaran CLAMP yang cuantik-cuantik. Bukannya saya anti dengan yang cantik, tetapi melihat gambar tokoh Kamui yang cantik banget, mengalahkan kecantikan Kanoe, membuat saya meragukan “kejantanan” sosok Kamui. Yah sebenarnya kepribadian dan sikap tokoh tidak tergantung dari gambar sih. Hanya agak terganggu saja.

Sejauh ini saya suka tokoh Sorata. Dia periang dan humoris. Cocok sekali ketika ditengah percakapan serius atau adegan penting, sosok Sorata memberikan penyegaran sehingga tidak tegang melulu. Akhir kata, sekian saja yang bisa saya tuliskan mengenai X jilid keempat ini. oh iya sampai sekarang saya belum paham arti judul X hehe. Sayonara~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

X (Jilid 2)

coverx2

Judul: X (Jilid 2)

Sub Judul: Their Destiny Was Foreordained, 1999.

Komikus: CLAMP

Penerjemah: Abigail Natalya

Penerbit: Level Comics

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792074826

cooltext-blurb

Seven Seals dan Seven Angels mulai berkumpul. Tapi, Siapakah mereka sebenarnya?

cooltext-review

Selamat pagi para pembaca blog Rico Bokrecension yang budiman (ahelah kayak banyak aja yang nungguin postingan *keplak). Akhirnya saya sudah mulai menemukan secercah niat blogging dengan teratur. Yah paling tidak semoga tragedi bulan Juli yang tidak ada postingan sama sekali tidak perlu terulang kembali pada bulan-bulan berikutnya. Aamiin.

Nah kali ini, saya masih menghadirkan rutinitas resensi buku. Banyak yang bilang blogger buku itu jangan sampai monoton dan membosankan dengan menulis resensi melulu. Saya dengan yakin tidak setuju dengan pendapat itu. Pasalnya, jiwa blogger buku itu ya resensi buku. Jangankan berpikir kreatif ngeposting hal lain, wong yang mendasar semacam resensi saja saya tidak bisa rutin. Jadi boleh dong saya posting review lagi? Boleh? Terima kasih!

Kali ini saya telah membaca karya lama namun baru saja saya jamah setelah tujuh tahun berada di timbunan yaitu komik berjudul X. Komik ini saya dapatkan ketika obral dengan harga 5000 rupiah saja. namanya juga obral, jilid yang tersedia juga tidak lengkap, apalagi yang edisi nomor satu. Ini saja saya langsung melompat ke jilid dua.

Sorata Arisugawa, seorang anak SMU yang memiliki kemampuan sebagai Seals sedang terlibat pertarungan dengan Yuhto Kigai, pegawai negeri yang juga seorang Seals. Meskipun mereka bertarung dengan kekuatan dahsyat di tengah permukiman penduduk, Sorata menciptakan dimensi lain yang disebut kekkai yang memiliki ukuran radius 3km. Ditengah pertarungan sengit, seorang laki-laki bernama Fuuma memasuki kekkai yang membuat pertarungan Sorata dan Yuhto harus dihentikan. Siapa sebenarnya Fuuma ini?

Di sebuah rumah lain, ada seorang gadis bernama Kotori yang notabene adik Fuuma, sedang menjaga Kamui, teman sejak kecilnya yang terluka. Meskipun sedang tidur, Kamui ternyata bermimpi “aneh” karena melibatkan Hinoto, seorang peramal terhebat Jepang. Hinoto menunjukkan bagaimana tragisnya masa kecil Kamui, Kotori, dan Fuuma karena terlibat “hal buruk” pada kuil Togakushi.

Memang aku yang memperlihatkan ‘mimpi’ ini. tapi, ini bukan khayalan. Ini kenyataan. Ini kenangan masa lalumu. Kenangan yang tak bisa kau lupakan walau kau coba. (Halaman 57)

Ibu Kotori dan Fuuma yang bernama Saya harus mengalami musibah karena mempertahankan apa yang diyakini. Sedangkan ibu Kamui bernama Tohru juga harus mengalami nasib yang sama. Setelah menghilang sejak musibah keluarga Kotori, akhirnya Kamui kembali ke Tokyo karena harus menyelesaikan titah dari sang ibunda.

Sorata yang penasaran dengan sosok Fuuma akhirnya ikut pulang dengan alasan menjenguk Kamui. Di sisi lain, Yuhto yang memiliki boss bernama Kanoe, yang tak lain adalah adik Hinoto juga menyadari hal yang “menarik” saat itu. Tak disangka, kehadiran Sorata membuat Kamui sedikit emosi dan disaat yang bersamaan, ayah Kotori harus kehilangan nyawa karena mempertahankan sebuah “benda pusaka” dari rebutan Nataku.

Kamui kembali. terpisah dari keluarga karena kematian. Kembali ke Tokyo dibimbing bintang takdirnya sendiri. Begitu. (Halaman 144-145)

Lagi-lagi saya harus bingung karena melompat edisi perdana. Namun sejauh ini goresan gambar CLAMP memang sangat memukau. Shoujo banget! Bahkan tokoh laki-laki aja bisa cantik banget. Apalagi tokoh perempuan bermata belo dan pakaian menjuntai kelebihan bahan dan terlambai-lambai bagai terkena angin. Wuh memang sangat bagus sih. Apalagi ada beberapa halaman yang satu halamannya full untuk gambar orang saja.

Mengenai tokoh, saya rasa komik ini mengambil tokoh utama Kamui dengan segala macam misteri yang masih menunggunya. Saya masih heran degan istilah Seals, Angels, Kekkai, dan segala macamnya. Semoga saja kelak penasaran saya bisa terjawab. Padahal saya hanya punya dua jilid saja. Udah gitu nomor empat pula! Hahaha.

Anyway, saya suka dengan tampilan komik dari Level Comics. Setelah sebelumnya 21st Century Boys ada beberapa lembar yang full color, komik X ini menyisipkan bonus pembatas buku yang ciamik. Tidak rugi saya mendapatkan dengan harga 5000 rupiah. Padahal harga aslinya 12500 rupiah. Sudah ah segini saja. tunggu resensi saya berikutnya ya! Selamat malam para pemirsa…

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Cerita Hati Uwie dan Mice

coveruwiemice

Judul: Cerita Hati Uwie dan Mice

Isi dan Gambar: Mice & Ustadz Wijayanto

Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia

Jumlah Halaman: 128

Terbit Perdana: 13 Juni 2016

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 13 Juni 2016

ISBN: 9786023755196

cooltext-blurb

“Komentar Ustadz Wijayanto di buku ini merupakan refleksi karakter Uwie yang kocak, menyentil, sedikit lebay, dan suka menggunakan analogi kehidupan sehari-hari dalam setiap dakwahnya. Di sisi lain, Mice melalui coretan tangannya sering kali memotret fenomena umum yang kerap luput dari perhatian kita, tapi bisa menjadi tolak ukur kondisi masyarakat masa kini.” – Bimo Setiawan, President Director Kompas TV

cooltext-review

Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia. Literatur tentang agama ini juga tidak sedikit yang beredar di Tanah Air. Namun sepertinya buku kartun yang berisikan hal-hal positif ajaran agama Islam masih terbilang tidak banyak bertebaran. Hal ini disadari oleh Grasindo sehingga dirilislah sebuah karya yang menyuguhkan goresan tangan berbentuk kartun yang sarat akan pesan moral inspirasi islami.

Muhammad Misrad atau Mice sudah terkenal hasil karyanya sejak berduet dengan Benny Rachmadi melalui kartun yang bertajuk “Benny & Mice” bertahun-tahun silam. Rupanya setelah berpisah dengan Benny, Mice masih aktif dalam dunia kartun. Kali ini ia berkolaborasi dengan salah satu ustadz terkenal di Indonesia yaitu Ustadz Wijayanto atau kerap dikenal dengan sebutan Uwie.

Mengutip dari kata pengantar, buku Cerita Hati Uwie & Mice ini pada hakikatnya merupakan intisari ratusan episode Cerita Hati yang tayang setiap harinya dari Senin sampai Jumat pukul 10.00 WIB di Kompas TV. Buku ini adalah cuplikan dari salah satu segmen program Cerita Hati, ketika Mice mencurahkan kegelisahan hatinya yang dituangkan melalui komik dan kemudian dikomentari oleh Uwie.

Terdapat 32 judul atau headline yang terbagi dalam dalam tujuh bab berbeda di buku ini. Bab-bab tersebut memiliki tajuk yang meliputi Keluarga; Anak; Globalisasi; Harta, Takhta, Wanita; Etos Kerja; Zakat dan Rezeki; serta … dalam Islam. Semua bab tersebut tersaji dalam dua hingga sembilan bagian yang masih bermuara pada headline utamanya. Penasaran? Saya beri beberapa cuplikan yang saya anggap berkesan ya.

Bab pertama tentang keluarga yang memiliki lima bagian ini fokus pada dunia rumah tangga. Salah satu bagian yang berjudul Pernikahan: Penyatuan Hati Suami dan Istri, Uwie memberikan sebuah nasehat tentang pentingnya berperilaku untuk suami ataupun istri. Gaya tulisan dakwah Uwie ini diselingi humor sehingga tidak kaku dan bisa dicerna dengan mudah. Seperti kutipan berikut ini.

Sekarang, istri-istri lebih cenderung menyenangkan suami orang lain kala dipandang. Kalau keluar rumah, para hijabers memakai hijab 12 meter digulung-gulung. Kalau di rumah, mereka memakai daster bolong berpeniti 5. Jangan seperti itu! (Halaman 17)

Beda lagi dengan bab kedua tentang anak. Sesungguhnya bab ini masih berhubungan dengan bab sebelumnya. Hanya saja topik bahasan sudah menyinggung tentang sang buah hati. Hal ini terlihat pada bagian berjudul Mendidik Anak, Tanggung Jawab Siapa? Uwie menyentil para orang tua di luar sana yang sibuk bekerja namun tidak sempat memperhatikan anaknya. Padahal sudah tugas mereka untuk mendidik darah dagingnya sendiri.

Anak itu tanggung jawab orang tua, bukan pembantu, bukan guru. Sesibuk apapun orang tua, jangan sampai lupa pada pendidikan dan pengasuhan anak. (Halaman 31)

Bab tentang etos kerja adalah favorit saya meskipun hanya ada dua bagian. Bab ini Uwie bagai “menampar” orang-orang yang sibuk dengan masalah dunia dan melalaikan urusan akhirat. Padahal sudah bukan hal baru yang menyebutkan kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selamanya. Tidak tanggung-tanggung, Uwie sampai membawa-bawa kematian pada bagian Bekerja Untuk Duniamu, Beribadah Untuk Akhiratmu.

Beribadahlah dengan pikiran mungkin ini adalah hari terakhir kita. Jangan tunda lagi besok-besok karena mungkin besok kita akan meninggal. (Halaman 77)

Pada dasarnya, buku ini hanya ingin memberikan sebuah inspirasi sekaligus mengingatkan pembaca bahwa kebaikan menurut agama Islam harus dilakukan dalam setiap aspek kehidupan. Mulai dari kehidupan diri sendiri, rumah tangga, hingga kehidupan bermasyarakat. Semua hal yang disampaikan di buku ini tidak ada yang salah. Topik yang bersinggungan langsung  dengan kehidupan umum membuat setiap kalimat mudah dimengerti.

Ketika membaca buku ini, saya merasa adem, dalam arti hati saya merasa tentram saat membaca untaian kalimat Uwie. Meskipun seharusnya saya bisa menyelesaikan buku ini dengan cepat, perlu waktu sekitar satu jam hingga akhir halaman karena saya memahami dan menyerap pelan-pelan kalimat Uwie. Sensasi bahagia juga ditambah tatkala melihat gambar kartun Mice di setiap bagian. Kartun tersebut menjadi sebuah hiburan sekaligus penjelas tulisan Uwie.

Satu kekurangan dari buku ini adalah terlalu tipis hehe. Ya benar, buku ini terasa terlalu cepat berakhir mengingat isinya yang bagus dan menghibur. Goresan gambar Mice membangkitkan nostalgia saya ketika menyimak kartun “Benny & Mice” dahulu, sedangkan tulisan Uwie yang mengajak dalam kebaikan terasa aura positifnya. Meskipun ada satu hal yang kurang pas menurut saya pada kalimat Uwie di bagian Keutamaan Norma dalam Islam berikut ini.

Nah! Bagi LGBT, susah untuk menempatkan toiletnya. Di toilet laki-laki, tidak diterima. Di toilet perempuan, tidak diterima. Jadi, mereka harus membuat toilet sendiri. (halaman 111)

Mungkin Uwie kurang tepat menafsirkan bahwa semua LGBT adalah kaum transgender. Padahal tidak semua lesbian, gay, dan biseksual mengubah jenis kelamin asli mereka. Jadi secara tampilan dan penggunaan toilet (menurut Uwie sebelumnya), mereka ini tidak perlu membuat toilet sendiri kok, sepengetahuan saya hehe.

Selain beberapa hal yang saya singgung di atas, masih banyak hal positif yang bisa dipetik dari buku ini. Mulai dari kesadaran mengeluarkan zakat, meminimalisir pemberian janji, ataupun rambu-rambu saat bertamu ke rumah orang lain. Akhir kata, buku ini layak dijadikan bacaan untuk orang yang ingin menikmati sisi relijius Islam dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

21st Century Boys (Jilid 2)

covercentury2

Judul: 21st Century Boys (Jilid 2)

Komikus: Urasawa Naoki

Penerjemah: EP Armanda

Penerbit: Level Comics

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792755862

cooltext-blurb

Finally, the story is going into the climax!! The human race is facing a crisis. Kenji is bustling about trying to save the world, and the people who he loves. Also he has to solve the mystery of the “Friend”. What the “Friend” really is!? Why he became evil!? The answer is connected with the memory when Kenji was a Twentieth century boy.

cooltext-review

Komik ini baguuus. Saya sebenarnya tidak membaca judul pendahulunya, namun saya rasa Urasawa Naoki memang piawai menciptakan sebuah kisah yang menarik. Tidak heran judul 20th Century Boys dan 21st Century Boys ini bisa bertahan hingga delapan tahun. Sampai ada versi anime juga lho! Hal ini tidak main-main karena hanya karya yang bergengsi saja yang mampu seperti itu.

Jilid terakhir komik ini mengisahkan kelanjutan Kenji mencari petunjuk mengenai keberadaan remote bom anti-proton melalui permainan virtual di wahana milik “Sahabat”. Setelah berjuang keras cukup lama di sana, Kenji kecil mendapatkan “bisikan” dari Kanna yang berasal dari masa kini mengenai letak remot itu. Di sisi lain, robot raksasa yang bisa mengaktifkan bom telah bergerak kembali.

Pahlawan itu cuma jadi pahlawan di saat dia menang, ‘kan, ya? Saat itu memang klimaksnya, tapi kalau dia hidup, akan dimakan usia… Makanya, ending yang biasanya buat pahlawan entah dia pergi menghilang entah kemana… Atau mati… (Halaman 81)

Secara garis besar komik ini hanyalah sekelumit cerita penutup dari 20th Century Boys. Saya memang masih tidak memahami bagaimana mungkin dunia pada game virtual dapat mempengaruhi kehidupan masa kini ketika Kenji berusia dewasa, bahkan bisa membuat temannya sendiri sekarat di ICU hingga meninggal dunia. Padahal setting tahun masih pada tahun 2018 lho. Yah entahlah.

Satu hal yang saya sukai dari komik ini adanya delapan halaman awal yang full color dengan kertas lux mengkilap. Yah gimana ya, kesannya jadi eksklusif dan asli banget. Meskipun kualitas warna dan gambar memang “dewasa” sekali hahaha. Oh iya dari segi humor, saya cengengesan ketika Kenji yang brewokan, rambut gondrng dan berpakaian khas musisi, mengancam anak-anak dengan kalimat “Kusentil nih!” xD

Yak pada akhirnya membaca dua jilid komik ini membuat saya sedikit terhibur. Terlepas dari bagaimana cerita 20th Century Boys, komik ini masih menarik kok. Meskipun ending cerita tentang sosok “Sahabat” sesungguhnya tidak membuat saya terkejut sama sekali. Ya iyalah, wong ngerti siapa tokohnya aja enggak! LOL. Sampai jumpa lagi~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

21st Century Boys (Jilid 1)

covercentury1

Judul: 21st Century Boys (Jilid 1)

Komikus: Urasawa Naoki

Penerjemah: EP Armanda

Penerbit: Level Comics

Jumlah Halaman: 199

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792755855

cooltext-blurb

War is over. The “Friend” is dead. People are released from the danger of extinction. Finally peace has come to Tokyo… it seems. But the mistery still remains. Nobody knows who the “Friend” was and where he came from. The only clue is hidden deep inside the memories, …the memories of the hero, Kenji. This is the time to open the Pandora’s Box. You can see what is left on the bottom of the box.

cooltext-review

Judul komik ini sesungguhnya adalah lanjutan dari serial yang berjudul 20th Century Boys yang telah tamat sebelumnya. Sayangnya, saya terlalu bodoh untuk menyadari bahwa saya salah beli komik ini tanpa sedikitpun mengikuti judul sebelumnya. Akibatnya saya bersusah payah mengikuti cerita komik ini berdasarkan sepenggal sinopsis judul sebelumnya (yang amat sangat pendek). Daripada saya buang ini komik, lebih baik saya baca saja hingga tuntas, yang entah bagaimana akhirnya nanti.

Alkisah pada tahun 2018, Tokyo sedang dilanda berbagai macam bencana dan teror mematikan karena sebuah virus. Hal ini disebabkan oleh seseorang bernama “Sahabat” yang ingin menguasai dunia dengan cara yang tidak baik. Tokoh bertopeng ini ternyata sudah pernah “diceritakan” oleh seorang bocah bernama Kenji tiga puluh tahun silam melalui sebuah buku ramalan yang sesungguhnya adalah imajinasi anak-anak.

Akhir kisah 20th Century Boys adalah Sahabat yang telah mati namun menyisakan misteri. Ketika topengnya dibuka, wajahnya adalah wajah teman Kenji yang bernama Fukube. Hal ini tidak mungkin karena Fukube telah meninggal sebelumnya karena terkena tembakan pistol. Lantas siapakah orang yang memiliki paras Fukube ini? Hanya Kenji yang bisa dan berhak membuka tabir kelam sosok asli Sahabat. Bahkan FBI yang pandai sekalipun harus meminta bantuan Kenji karena hanya Kenji yang mengetahui cikal bakal tragedi masa kini berdasarkan masa kanak-kanaknya dahulu.

Kenji, kau tahu tentang… Virtual Reality Game? Salah satu wahana di Taman Sahabat… yang direkonstruksi dari masa kanak-kanak kalian. (Halaman 70)

Ya benar, meskipun Sahabat telah tewas, ia meninggalkan sebuah catatan kecil bertuliskan “Dunia akan berakhir dengan bom anti-proton” yang dikhawatirkan akan benar-benar terjadi. Akhirnya Kenji memasuki game virtual tersebut dengan mempertaruhkan nyawanya karena jika sampai gagal, ia tidak bisa keluar dari game itu. Berhasilkan Kenji menyelamatkan dunia dengan kembali ke masa kanak-kanak?

Baiklah. Saya benar-benar bingung dengan cerita komik ini karena tidak membaca secuilpun judul pendahulunya. Meskipun begitu saya bisa menikmati “sejumput” epilog dari judul sebelumnya melalui judul baru 21st Century Boys. Yang membuat saya heran adalah mengenai game virtual yang dimasuki Kenji tersebut. Permainan itu bekerja dengan konsep seperti mesin waktu, dimana jiwa atau roh sang pemain akan dibawa pada waktu tertentu meninggalkan tubuh aslinya.

Yang saya tidak mengerti adalah apakah dengan kembalinya Kenji kemasa lalu akan turut mengubah masa depan ataukah hanya sekadar “kunjungan”? Mengingat Kenji tidak akan bisa kembali jika ia meninggal dalam game ataupun gagal melaksanakan misinya. Konsep time paradox seseungguhnya juga turut dihadirkan, namun karena (lagi-lagi) kisah sebelumnya saya tidak tahu, saya jadi manut-manut saja.

Selain menyingkap teka-teki Sahabat, saya suka tentang jalinan asmara diam-diam antara Yukiji dan Kenji semasa anak-anak dan remaja, bahkan hingga masa tiga puluh tahun kemudian. Baik Yukiji maupun Kenji hanya saling memendam rasa. Jalinan persahabatan antara Kenji, Yukiji, Occho, Keroyon, Maruo, dan Yoshitsune yang awet hingga dewasa membuat saya kagum dan penasaran apakah mereka bisa menyelesaikan masalah ini. tunggu lanjutannya ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Dr. Slump (Jilid 16)

coverslump16

Judul: Dr. Slump (Jilid 16)

Komikus: Toriyama Akira

Penerbit: Rajawali Grafiti

Jumlah Halaman: 192

 

cooltext-review

Komik Dr. Slump jilid keenam belas ini adalah jilid terakhir yang saya miliki sekaligus yang saya baca. Dalam jilid ini terdapat 14 cerita yang amat sangat jauh berkembang dibandingkan jilid sembilan yang terakhir kali saya baca sebelumnya. Perkembangan tersebut meliputi tokoh-tokoh yang berperan dan setting waktu dan tempat yang tergambarkan dalam komik.

Saya suka denga cerita pertama yaitu yang berjudul Halaman Jawaban Khusus. Tidak seperti kisah yang lain, kali ini Toriyama Akira, sang mangaka, hadir dalam cerita dengan dalih bertanya beberpa hal pada tokoh ciptaannya sendiri. Pertanyaan itu sesungguhnya adalah pertanyaan dari pembaca setia komik Dr. Slump.

Yang pertama, Toriyama bertanya pada Dr. Slump mulai dari denah rumah, penampilan Arale yang jauh berbeda, hingga sumber pendapatan Profesor yang “terlihat” tidak bekerja. Selain Dr. Slump, Toriyama juga bertanya kepada Kitty, Arale, dan alien yang sempat menyerang bumi. Selain Toriyama, sang asistennya sendiri juga ikut muncul sambil ngerecoki Toriyama yang sedang melakukan wawancara.

Sebel. Cuma kasih 300 yen tanya banyak amat. Minta aku omong apa saja!! (Halaman 7)

Satu hal yang berkembang pada jilid kali ini adalah keluarga Slump yang semakin ramai. Pada awalnya Slump yang membujang hanya hidup bersa Arale, robot ciptaannya. Kemudian ada Kitty sang alien misterius yang diangkat menjadi adik Arale. Plus berbagai robot ciptaan Slump. Namun kali ini sudah ada pertambahan anggota.

Kitty ada dua yang entah dari mana hadirnya. Kemudian ada balita bernama Turbo sebagai anak Slump. Anak? Ya benar. Akhirnya Slump sudah menikah dengan perempuan bernama Weni (atau Sansan?) dan memiliki anak jenius bernama Turbo. Hal ini cukup menggembirakan karena pada banyak jilid sebelumnya, Slump selalu apes dan tidak bisa menyatakan perasaan pada Bu Wini (atau Weni? Atau Sansan?)

Cerita kesembilan yang berjudul Apa Kabar Kampung Pinguin 10 Tahun Lagi adalah cerita lain yang menarik minat saya. Kali ini (lagi-lagi) Toriyama Akira muncul pada manga ciptaannya dan ingin memberikan sesuatu yang baru yaitu berkunjung ke Desa Pinguin sepuluh tahun kemudian. Hal ini semata-mata agar Toriyama bisa menghadirkan hal fresh di komiknya sendiri.

Satu fakta yang mengejutkan yang terjadi pada Desa Pinguin sepuluh tahun lagi adalah semua tokoh anak-anak Dr. Slump jadi saling menikah. Mulai dari Baby dan Arale, Taro (atau Jimmy?) dan Kulin, Kudo (atau Upay?) dan Ajen, serta Sisy dan Tuki. Entah kenapa mereka semua adalah teman masa kecil, seolah-olah tidak ada dunia lain selain Desa Pinguin dan tidak ada orang lain selain kawan bermain mereka sendiri.

Dia sudah punya anak. Dia sendiri kayak anak-anak!! (Halaman 117)

Kado dari Profesor Markus adalah kisah kesepuluh yang menggelitik bagi saya. Jadi ada seorang rofesor yang sesungguhnya jenius. Namun ambisinya menguasai dunia membuatnya memandang Arale sebagai musuh terkuat yang harus dikalahkan. Kali ini ia ingin mengalahkan Arale bukan melalui pertempuran langsung, melainkan dengan trik khusus.

Pada saat itu kebetulan adalah malam natal. Seluruh warga Desa Pinguin merayakan dengan sukacita. Profesor Markus menyelundupkan sebuah bom yang dibungkus kain layaknya kado dan diletakkan di bawah pohon natal. “Kado” tersebut rencananya akan meledak ketika dibuka oleh salah satu anggota keluarga Slump. Waduh, bagaimana nasib Arale ya?

Dulu untuk jatuhkan Arale, aku hanya perhatikan senjata… Kini telah kutemukan cara mudah! (Halaman 128)

Selain minimnya identitas buku dan penulisan kalimat dalam balon kata yang (masih) sukar dibaca, jilid ini saya rasa adalah jilid yang cukup menjengkelkan. Komik ini halamannya dibuka dari kanan ke kiri, tetapi beberapa halaman ada yang harus dibaca dari kanan ke kiri juga. Tentu hal ini membuat saya sebagai pembaca jadi heran sendiri kenapa panel komiknya jadi tidak beraturan.

Satu hal lagi yang membuat saya heran adalah siapa sih nama aslinya tiap tokoh disini? Saya sadar bahwa komik asli Jepang ini di-Indonesia-kan karena pada masa itu komik Jepang yang mengikuti gaya cerita dan tata caranya tidak lumrah di Indonesia. Namun semakin kesini kok jadi tidak konsisten dalam hal penamaan karakter. Contohnya? Silakan baca paragraf-paragraf saya diatas.

Kemudian pada jilid ini saya akhirnya menemukan bagaimana Arale bisa berjalan dan “hidup” layaknya manusia hingga sekian lama. Ternyata ada bahan bakar energi bernama Serat “A” yang khusus diciptakan Dr. Slump untuk Arale. Mengenai ramuannya saya tidak tahu, karena sepertinya hanya Slump yang tahu. Oleh karena itu Profesor Markus mengincar Slump, alih-alih Arale. Ups #spoiler. Sampai jumpa pada komik lainnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Dr. Slump (Jilid 9)

coverslump9

Judul: Dr. Slump (Jilid 9)

Komikus: Toriyama Akira

Penerbit: Rajawali Grafiti

Jumlah Halaman: 192

 

cooltext-review

Jilid kesembilan Dr. Slump kali ini berisi 14 cerita casual yang (lagi-lagi) tidak saling berkaitan satu sama lain. Satu cerita yang menarik bagi saya adalah cerita ketiga yaitu yang berjudul Tustel Aneh. Ya ampun kamera aja masih disebut tustel hahaha. Jadi ceritanya ketika sikat gigi bersama di malam hari, Arale dan Kitty mengajak Slump ke taman bermain anak-anak.

Slump sudah berkata oke. Semua baik-baik saja hingga ketika setelah beres gosok gigi, Ibu Guru Wini menelepon dan mengajak Slump nonton bareng di bioskop esok hari. Slump yang amat gembira langsung saja mengiyakan tawaran tersebut. Namun ia baru sadar bahwa janjinya bersama Arale dan Kitty akan sangat bermasalah jika dibatalkan.

Nggak bisa!! Terlalu menakutkan!! Gimana ya enaknya?! Oh aku mau nonton sama Guru Wini. (Halaman 37)

Cerita kedelapan yang berjudul Kekacauan Kampung Pinguin juga merupakan kisah absurd yang menggelitik. Jadi ada dua orang polisi yang sudah kapok berurusan dengan Arale dan Kitty karena sering mendapatkan masalah. Suatu hari, ketikas edang asik berpatroli, polisi ini melihat Arale dan Kitty yang berlarian. Merasa akan mendapat masalah lagi, keduanya diam tak bergerak saat Arale dan Kitty lewat.

Namun ternyata Arale dan Kitty sedang tidak berminat berbuat jahil. Hal ini justru menjadi kesalah pahaman polisi itu sehingga membuat mereka membuntuti Arale dan Kitty. Lucunya, orang-orang di desa yang melihat polisi membuntuti Arale dan Kitty, ikut-ikutan mengekor. Hal ini sontak membuat kekacauan di seluruh penjuru desa hanya karena kebodohan polisi itu. Waduh gimana akhirnya?

Kita lama nggak muncul ya!! Pengarang melupakan kita. (Halaman 99)

Cerita lucu dan aneh berikutnya adalah cerita kedua belas yaitu Ibu Guru Wini Sakit I. Yak benar, ada lanjutannya yaitu Ibu Guru Wini Sakit II. Namun cikal bakal sakit ini adalah akibat ulah nyamuk. Sakit yang diidap Bu Wini ini bernama sakit nyamuk numpang tinggal. Aneh banget nggak, sih? Hahaha.

Kata dokter, nyamuk ini tidak bisa dikeluarkan melalui operasi. Hanya bisa dikeluarkan langsung dari dalam tubuh. Akhirnya Dr. Slump, Arale, dan Kitty menjadi relawan memasuki tubuh Bu Wini dengan senter pengecil (seperti milik Doraemon , eh?) ciptaan Slump. Semuanya berjalan lancar hingga kemudia ketiganya terdampar di tubuh alien yang sedang mengintip Bu Wini. Wah, bagaimana mereka bisa kembali lagi ya?

Waktu itu musim panas saat tidur mulut terbuka nyamuk masuk. Nyamuk yang masuk nggak takut obat nyamuk hidup dalam tubuh menghisap darah. (Halaman 162)

Semakin kesini, cerita di komik ini semakin absurd saja, saya rasa. Jika pada jilid awal saya masih bisa merasakan alur cerita dan jenakanya dialog antar tokoh, tetapi jilid ini kok terasa sangat nggak bisa diikuti dengan nyaman ya. entah karena penerjemah yang asal-asalan menafsirkan bahasa, atau memang cerita yang disuguhkan terlalu absurd.

Banyak cerita zaman lain, mulai dari purba, dongeng, absurd, dan lainnya. Padahal cerita asli Arale dkk itu juga tidak jelas pada tahun berapa dan berada di zaman apa. Namun spin off seperti ini membua saya jadi merasakan hawa(?) lain saat membaca cerita dengan tokoh yang sama. Tetapi semuanya tetap sama yaitu…absurd *sigh*

Ada beberapa halaman yang terbalik letaknya juga membuat saya mengernyit beberapa kali. Dipikir-pikir ini kenapa kok lompat-lompat, ternyata dibaliknya adalah halaman yang seharusnya lebih dahulu muncul. Yah kalau begini pantas saja saya nggak bisa mengikuti. Kemudian balon kata yang bertulisan tangan kadang sulit dibaca.

Penerjemah mungkin terlalu percaya diri dengan tulisan tangannya dan menuliskan langsung pada naskah yang siap terbit. Sayangnya, saya merasa tulisan sang penerjemah ini sulit dibaca. Contohnya, huruf “A” ditulis persisi dengan segitiga, huruf “P” ditulis sama persis dengan “D” aaargh! Yah semoga jilid yang akan saya ulas berikutnya bisa lebih baik. Ciao!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Dr. Slump (Jilid 5)

coverslump5

Judul: Dr. Slump (Jilid 5)

Komikus: Toriyama Akira

Penerbit: Rajawali Grafiti

Jumlah Halaman: 176

 

cooltext-review

Dua belas cerita dalam komik Dr. Slump jilid lima kali ini semuanya menarik. Masih dengan kondisi identitas buku yang sangat minimalis, setiap cerita masih bisa saya nikmati ceritanya kok. Kisah ketiga yang berjudul Malam Monster adalah salah satu cerita yang saya sukai. Ceritanya ada drakula yang sedang haus darah dan ingin memangsa manusia. Apesnya, drakula ini menyambangi rumah Dr. Slump dan menghisap darah Arale!

Sudah hisap darahnya duitnya juga dicuri benar-benar jahanam… (Halaman 32)

Kisah kelima yang berjudul Strategi Mengintip 2 ini sebenarnya adalah lanjutan kisah sebelumnya yang berjudul Strategi Mengintip 1. Jadi ini ceritanya Arale dibongkar pasang oleh Profesor Slump dan diberi tambahan kamera tersembunyi. Akibatnya, apa yang bisa dilihat Arale, bisa dilihat pula oleh Profesor melalui televisi mini. Semua runyam ketika Arale mandi bersama Bu Wini!

Ibuku bilang, membaca buku ini, bisa jadi idiot. (Halaman 59)

Kisah selanjutnya yang menarik minat saya adalah kisah Kedua belas yang berjudul Cinta Pertama. Kali ini ceritanya Upay, teman Arale, sedang jatuh cinta kepada seorang gadis yang berusia dua tahun diatasnya dan bertubuh lebih tinggi dari dia. Saat pertama kali melihat gadis tersebut, Jimmy sudah mematahkan semangat Upay yang masih berharap cintanya terbalas.

Jahat!! Aku di kelas termasuk tinggi, karena pakai topi… Kalau hati ada cinta, peduli tubuh pendek!! (Halaman 170)

Saya merasa selama membaca dua jilid komik ini, terjemahannya ada dua pilihan. Kalau tidak terlalu kaku dan kurang mudah dimengerti lucunya, ya keterlaluan lucunya sampai saya terbahak. Hal ini mungkin disebabkan pada masa itu masih belum terlalu banyak istilah-istilah masa kini yang diksinya beraneka macam. Di sisi lain, justru istilah jahanam, sontoloyo, peang, dan sebagainya yang membuat kalimat-kalimat itu terasa lucu banget.

Oh iya, adanya sisipan cerita komikus setiap pergantian kisah membuat saya juga tersenyum geli. Soalnya hal ini justru unik karena Toriyama digambarkan sebagai robot(?) alias bukan manusia yang sedang dikejar-kejar deadline naskah komik oleh sang editor. Meski ini hanyalah cerita sampingan yang tidak berkaitan langsung dengan Arale, saya cukup terhibur.

Kata idiot sering disebut dimana-mana di komik ini. Sepertinya kala itu, kata “bodoh” kurang greget sehingga menggunakan kata “idiot” sebagai pengganti cemoohan. Yah hal ini membuat saya tergelak sih. Apalagi sepertinya komik ini memang dibat sebodoh mungkin baik melalui tokoh ataupun ceritanya sendiri.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Dr. Slump (Jilid 3)

coverslump3

Judul: Dr. Slump (Jilid 3)

Komikus: Toriyama Akira

Penerbit: Rajawali Grafiti

Jumlah Halaman: 192

 

cooltext-review

Toriyama Akira adalah komikus Dr. Slump yang sekaligus komikus judul lain yang sangat fenomenal, Dragon Ball. Jujur saja, saya kurang bisa menikmati keseruan Dragon Ball  dalam komik (dan anime yang sudah beranak jadi banyak season). Namun dugaan saya salah ketika membaca komik Dr. Slump ini. saya tidak sengaja sih menemukan komik ini di tempat loak buku bekas, tujuh tahun yang lalu.

Setelah tujuh tahun teronggok di timbunan, kini saya sudah mulai menjamahnya. Dan ternyata seru! Mengisahkan seorang profesor jenius tetapi aneh bernama Dr. Slump yang menciptakan dua anak ajaib bernama Arale dan Kitty. Ada 13 cerita dalam komik ini yang satu sama lain tidak saling berkaitan. Jadi saya ambil beberapa yang menarik ya.

Ada kisah kedua berjudul Puput Anak Modern. Ceritanya, anak balita bernama Puput sedang bermain pasir di taman. Tak disangka, pertemuannya dengan Arale dan Kitty yang menurutnya aneh membuat ketiga anak ini bermain bersama. Yang menggelika adalah setiap PUput kaget atau marah, dia jadi…pipis.

Undur-undur kepalamu peang! Kau membuatku kaget tadi! Sampai-sampai aku ngompol 4 tetes nih…! (Halaman 21)

Lanjut pada cerita ketujuh yaitu Ke Pulau Aneh I kemudia bersambung menuju cerita kedelapan berjudul Ke Pulau Aneh II. Cerita dibuka ketika Dr. Slump menemuukan rekaman video aneh dari dalam rumah. Ternyata itu adalah ayah Dr. Slump yang entah bagaimana sukses menebak problema asmara yang dihadapi anaknya sendiri.

Dr. Slump memang sudah lama menaksir Bu Wini, guru sekolah Arale di SMP Asal Bayar Desa Pinguin Village. Nah, untuk menyelamatkan garis keturunan Dr. Slump, sang ayah menyarankan membuat sebuah ramuan ajaib yang terbuat dari berbagai macam bahan aneh, termasuk air mata raja iblis. Waduh! Apakah ramuan itu akan berhasil?

Siapapun yang minum jamu ini langsung jatuh cinta sama kamu! Aku nikah sama ibumu pakai jamu ini juga! (Halaman 92)

Cerita yang akan saya singgung kemudian adalah kisah kedua belas yang bertajuk Superman Payah. Jadi, desa tempat Arale dan Dr. Slump tinggal ada berbagai macam spesies manudia yang aneh, termasuk Superman. Bedanya, Superman ini memang sangat payah. Niat hati membantu orang yang kesulitan, apa daya justru membuat kekacauan dimana-mana.

Si Super Goblok yang katanya menangkap makhluk Mars, ternyata menangkap ikan lelenya Si Doel! (Halaman 162)

Satu hal yang ingin saya tanyakan ketika membaca komik ini adalah: Penerjemahnya siapa sih?? Saya bisa mengira-ngira komik ini diterbitkan pada tahun 90an (atau mungkin sebelumnya), mengingat berbagai kosakata yang digunakan masih “unik” dan cenderung kasar. Saya sih tidak terganggu, justru emosi setiap kalimat jadi tersampaikan dengan greget.

Selain itu, ada banyak hal yang di-Indonesia-kan, mulai dari lagu bintang kecil, indomie, sholat maghrib, dan lain sebagainya. Padahal komik yang berasal dari Jepang pasti tidak lumrah dengan hal itu. Namun setting waktu dan tempat komik Dr. Slump yang tidak jelas ini juga membuat penafsiran lokasi di Indonesia dengan segala pernak-perniknya juga tidak bisa disalahkan sih.

Satu hal yang cukup mengganggu adalah penulisan kalimat di balon kata masih memakai tulisan tangan, alih-alih ketikan kompter. Saya memahami mungkin kala itu masih sulit teknologi komputer. Namun bentuk huruf yang terkadang berbeda membuat saya harus pintar membaca tulisan yang “unik” ini. Oh iya, ada permainan seru dan sisipan proses pembuatan komik Dr. Slump lho disela-sela pergantian cerita. Tunggu review berikutnya ya…

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Digimon 02 (Jilid 17)

coverdigimon0217

Judul: Digimon 02 (Jilid 17)

Komikus: Hongo Akiyoshi

Penerjemah: Rahmi Vanina K.

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 160

Terbit Perdana: Januari 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Januari 2003

ISBN: -

cooltext-blurb

Courage

Friendship

Sincerity

Knowledge

Love

Miracle

Kindness

Hope

cooltext-review

Kali ini adalah jilid terakhir dari judul Digimon 02. Berbeda dengan jilid-jilid sebelumnya, jilid kali ini hanya terdiri dari dua kisah saja yang cukup panjang. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal satu kisah yang disuguhkan mewakili satu episde anime. Jadi total 50 episode anime terangkum dalam 17 jilid komik yang masing-masing berisi tiga kisah, kecuali jilid penutup ini.

Oh iya, dalam seri penutup kali ini, saya persembahkan pada mendiang Wada Kōji, sang penyanyi berbagai lagu dalam seri Digimon, yang telah tutup usia pada tanggal 3 April 2016 akibat penyakit kanker. Tdak bisa saya pungkiri bahwa ketika membaca komik khususnya adegan peperangan, suara khas Wada Kōji terngiang-ngiang dalam benak saya. Semoga engkau damai selalu, Pak :’(

Kisah pertama berjudul Armor Digivolve Terakhir. Kali ini keenam anak terpilih tidak lagi berhadapan dengan Arukenimon, melainkan Belialvamdemon, digimon sangat jahat yang bermaksud menguasai dunia nyata dan dunia digital. Sampai-sampai senjata pamungkasnya bisa membuat dunia lain sehingga mengelabui anak-anak terpilih.

Sayangnya, atau bisa saya katakan untungnya, dunia ciptaan Belialvamdemon ini membuat semua keinginan anak-anak terpilih bisa terkabul. Akibatnya, Ex V-mon, Fladramon, dan Lighdramon sebagai digivolve V-mon bisa muncul bersamaan. Tidak lupa Hawkmon bisa berdigivolve tiga kali dan menghadirkan Holsmon, Shurimon, dan Aquilamon.

Takeru juga tidak mau kalah dan turut menghadirkan Angemon, Pegasumon, dan Holyangemon. Iori juga ikut memanggil Digmon, Ankylomon, dan Submarimon. Terakhir, Hikari bisa membuat Tailmon digivolve menjadi Nefertimon dan Angewomon. Semua digimon itu dibantu Stingmon berusaha mengalahkan Belialvamdemon.

Kekuatan seperti ini harusnya belum cukup untuk mengalahkanku. Tapi bagaimana mungkin kalian bisa mengalahkanku? (Halaman 47)

Merasa terdesak karena Belialvamdemon semakin kuat, akhirnya keenam digimon melakukan DNA digivolve dan menghasilkan gempuran Imperialdramon (versi petarungnya Paildramon), Silphymon, dan Shakkoumon. Sayangnya semua serangan sia-sia belaka. Bahkan Belialvamdemon sudah membuat bumi terselimuti dengan kegelapan. Kalau terus dibiarkan, bumi akan musnah.

Kisah terakhir berjudul Dunia Digital Kami yang menghadirkan perjuangan anak terpilih lain dari seluruh dunia. Meskipun diselimuti oleh kegelapan, cahaya terang dari digivice para anak terpilih sanggup menuntun digimon lain guna menghadapi sang digimon iblis. Sayangnya, gempuran itu hampir sia-sia karena ada semangat yang pupus dari anak anak non-terpilih. Bagaimana akhirnya ya?

Huh! Gabungan seluruh pasangan digimon!? Aku tidak takut! Meskipun kalian semua bergabung, tetap bukan tandinganku! (Halaman 99)

Pada akhir kisah Digimon 02 ii, jujur saya akui saya kecewa. Karena Digimon 02 ini merupakan sekuel Digimon Adventure, saya jadi membandingkan ending masing-masing seri. Dan meskipun Digimon Adventure memiliki akhr kisah yang tidak terlalu jelas (sampai kemudian dilanjutkan di Digimon tri), namun ending seri kedua ini benar-benar antiklimaks.

Kalahnya Belialvamdemon yang hendak menguasai bumi dan dunia digital hanya karena hal sangat-sangat sederhana membuat saya gemas. Rasanya segala macam digivolve dan perjuangan mati-matian para digimon anak terpilih terasa sia-sia belaka. Mungkin karena saya yang tidak membaca secara lengkap sehingga tidak bisa mengerti alasan jelasnya? Enahlah.

Oh iya, jumlah anak terpilih yang amat sangat buanyak sekali dan tersebar di seluruh dunia meruntuhkan pemahaman saya pada seri Digimon Adventure. Saya kala itu hanya menganggap anak terpilih hanya ada tujuh orang (eh tambah satu dink). Namun melhat digivice para anak terpilih di seluruh dunia yang bentuknya sama dengan milik Taichi dkk, membuat saya berpikir eksklusifitas Taichi dkk tidak lagi terasa.

Oh iya, sedikit kejutan yang muncul di akhir kisah adalah adanya Gennai! Saya ingat rupa Gennai di Digimon Adventure yaitu kakek-kakek pendek dengan rambut putih dikuncir kuda, ternyata di Digimon 02 digambarkan masih muda. Wah wah, berbeda sekali. Akhir kata, epilog yang disuguhkan menggambarkan 25 tahun setelah peristiwa itu terjadi.

Kali ini digimon sudah hidup berdampingan dengan damai. Namun untuk bertemu, harus memasuki dunia digital lebih dahulu. Setiap anak terpilih dari seri Digimon Adventure dan 02 muncul dengan generasi penerus masing-masing (psst, ada yang menikah lho!) dan membuat akhir cerita semi menggantung dengan petualangan yang tidak pernah berakhir..

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Digimon 02 (Jilid 10)

coverdigimon0210

Judul: Digimon 02 (Jilid 10)

Komikus: Hongo Akiyoshi

Penerjemah: Rahmi Vanina K.

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 160

Terbit Perdana: September 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2002

ISBN: -

cooltext-blurb

Courage

Friendship

Sincerity

Knowledge

Love

Miracle

Kindness

Hope

cooltext-review

Era kekejaman Kaisar Digimon yang diperankan oleh Ichijouji Ken sekarang telah berakhir. Namun ternyata tidak hanya sampai di situ saja kekacauan yang terjadi di dunia digital. Semua ini dikarenakan oleh digimon jahat bernama Arukenimon yang menguasai menara kegelapan dan berusaha menghancurkan dunia digital.

Perangkap Serangga adalah judul kisah pertama dalam komik jilid ini. Ceritanya, keenam anak terpilih (ya benar, Ken tergabung dalam rombongan anak terpilih ini) mendapat undangan dari Arukenimon ke kediamannya. Merasa ini saat yang tepat mengalahkan lawan kuat tersebut, semua anak terpilih memasuki dunia digital.

Dengan menangkapnya, kita bisa menghentikan kekuatan kegelapan. (Halaman 18)

Baru juga masuk ke dunia digital, Ken, Iori, dan Daisuke diserang oleh sekumpulan Gokimon dan Kinemon di dalam rumah Arukenimon. Sedangkan Takeru, Hikari, dan Miyako diserang oleh Flymon. Wah, kira-kira mereka bisa meringkus Arukenimon tidak, ya?

Memasuki kisah kedua berjudul Arukenimon, Wanita Laba-Laba. Anak-anak kini berhadapan langsung dengan digimon berbentuk wanita yang kemudian berubah bentuk menjadi laba-laba besar. Takeru, Hikari, dan Miyako masih belum bisa kabur dari serangan digimon murka, akhirnya Ken, Iori, dan Daisuke yang menjadi sasaran.

Dengan mengganggu suara suling, kita bisa memulihkan para digimon. Iya, kan? (Halaman 68)

Tepat saat terdesak, Wormmon dan V-mon melakukan DNA digivolve dan berubah menjadi Paildramon. Sayangnya, ditengah pertarungan dengan Arkenimon tersebut, muncul Mumymon yang menyelamatkan Arukenimon dan membuat pertarungan tersebut berakhir sia-sia. Akhirnya anak-anak terpilih meninggalkan rumah Arukenimon.

Memasuki cerita ketiga adalah Wujud Kegelapan, Blackwargreymon. Diawali oleh Arukenimon yang berkeinginan membuat digimo jahat yang terbuat dari helai rambutnya dan menara kegelapan. Mumymon memberikan dukungan penuh kepada wanita digimon itu sebagai bentuk kecintaannya.

Digimon yang terbuat dari satu atau lebih menara kegelapan, pasti kalah! Kalau mau mengalahkan mereka, kita harus pakai 100 menara kegelapan, dong. (Halaman 122)

Yak, benar sekali. Akhirnya muncul digimon baru yang terbuat dari banyak menara kegelapan bernama Blackwargreymon. Seperti yang kia ketahui, Wargreymon adalah digimon yang sangat kuat. Dengan versi jahat bernama Blackwargreymon ini, Paildramon sebagai satu-satunya tumpuan untuk mengalahkannya pun tidak berkutik. Bagaimana akhirnya?

Satu hal yang saya sadari ketika membaca komik Digimon 02 ini, terlebih dengan kondisi loncat-loncat tidak berurutan, adalah saya lupa nama digimon! Huahahahak. Meski dulu saya sangat menyukai anime ini, tetapi ingatan anak usia SD tidak semuanya termigrasi ke usia masa kini. Beberapa kali saya lupa siapa nama beberapa digimon, lupa pula sebelum digivolve, digimon tersebut berasal dari digimon apa.

Adegan yang kurang nendang, misalkan saat bertarung, seperti ada yang hilang, adalah hal lain yang saya sayangkan. Seperti yang sudah saya ungkapkan pada resensi sebelumnya, komik yang mencuplik adegan anime memberi dampak patah-patah alias tiap panel tidak ada kesinambungan. Berbeda dengan komik asli yang memang digambar di atas kertas.

Selain itu, saya cukup bingung dengan metode membaca komik ini. Komik ini dibuka dari kanan ke kiri, namun bacanya dari kanan juga. Berbeda dengan komik kebanyakan yang dibuka dari kiri dan dibaca dari kanan ataupun dibuka dari kanan dan dibaca dari kiri. Saya tidak tahu apakah ini kesalahan penerbit ataukah dari sononya.

Berbicara mengenai tema cerita, sesungguhnya ceritanya amat sangat sederhana, karena pangsanya memang untuk anak-anak. Mengenai si baik melawan si jahat. Tapi satu hal yang membuat saya suka hingga sekarang adalah adanya digimon yang beraneka rupa dan digivolve yang berbeda jauh dari bentuk asalnya. Sampai jumpa pada resensi berikutnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Digimon 02 (Jilid 8)

coverdigimon028

Judul: Digimon 02 (Jilid 8)

Komikus: Hongo Akiyoshi

Penerjemah: Rahmi Vanina K.

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 160

Terbit Perdana: Agustus 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Agustus 2002

ISBN: -

cooltext-blurb

Courage

Friendship

Sincerity

Knowledge

Love

Miracle

Kindness

Hope

cooltext-review

Setelah kekacauan yang diakibatkan oleh Kaisar Digimon usai, dunia digital kini bagaikan dunia yang baru dilanda bencana hebat. Para anak terpilih yang merasa turut ambil bagian dalam kerusakan akhirnya bertanggungjawab dengan membantu para digimon membangun kembali tempat tinggalnya. Kisah ini dituangkan pada bagian pertama berjudul Berevolusi! Ex V-mon!

Daisuke yang cemburu berat melihat keakraban Hikari dan Takeru menjadi uring-uringan. Selama di dunia digital, ia bermaksud membuat V-mon berdigivolve sehingga bertambah kuat, yang pada akhirnya membuat Hikari berpaling pada dirinya. Kegigihan Daisuke yang diimbangi dengan kejar-kejaran bersama Tortamon yang marah dan Digimon yang tiba-tiba menyerang akhirnya membuahkan hasil.

Kalau aku dalam bahaya, V-mon bisa digivolve dan menolongku. (Halaman 34)

Meninggalkan perubahan V-mon menjadi Ex V-mon, kisah kedua berjudul Digivice Dipengaruhi Dunia Kegelapan justru difokuskan pada mantan Kaisar Digimon yang telah sadar dan kembali ke dunia nyata. Ichijouji Ken yang masih terbaring akibat terlalu lama di dunia digital membuat kedua orang tuanya sedih. Meskipu demikian, Ken masih bisa berpikir dan bahkan sempat bermimpi.

Ken bermimpi tentang mendiang kakaknya, Ichijouji Osamu, yang telah meninggal dunia saat masih kecil. Ia terbayang hari-hari betapa ia sangat membenci kakaknya sendiri karena menganggap orang tuanya lebih memperhatikan Osamu. Hingga suatu ketika kalimat yang Ken lontarkan sendiri terkabul dan membuat sang kakak pergi untuk selamanya. Setelah terbangun, Ken menyadari bahwa ada Arukenimon yang misterius di kamarnya sendiri.

Kematian kakakmu kemalangan tak terduga, tapi jangan membuatmu terguncang. (Halaman 75)

Kisah terakhir berjudul Ankylomon Berarmor kembali menyoroti kehidupan anak terpilih di dunia digital. Iori dan Armadimon yang sedang membantu perbaikan di dalam tanah tiba-tiba diserang oleh Thunderballmon. Ia tidak mengerti mengapa ada digimon yang masih berperangai jahat padahal sang Kaisar Digimon dan menara kegelapan sudah musnah.

Kok menyerang kami, sih? Nggak ada gelang iblis atau gelang iblis spiral, tapi… (Halaman 135)

Disaat terdesak, Armadimon berdigivolve menjadi Ankylomon yang memiliki senjata tajam dan mematikan. Namun tidak sampai disitu saja, anak-anak terpilih lain juga diserang! Tiba-tiba, muncul Stingmon yang merupakan bentuk evolusi dari Wormmon dan menyelamatkan Iori. Wah bagaimana kelanjutannya ya?

Satu hal yang menjadi pertanyaan terbesar saya ketika membaca komik ini adalah ketika Daisuke dan lainnya kembali ke dunia nyata bersama digimon masing-masing, mengapa digimon milik Daisuke, Iori, dan Miyako jadi digimon tipe anak-anak? Padahal disaat yang bersamaan, Hikari dan Takeru tetap bersama Patamon yang tipe remaja dan Tailmon yang merupakan tipe dewasa? Apakah karena Hikari dan Takeru adalah anak terpilih “senior”?

Oh iya, kalau bicara tentang komik ini, saya menyayangkan mengapa tidak ada ISBN sebagai nomor identitas komik. Saya yakin m&c! tidak akan menerbitkan komik bajakan, namun legalitas komik ini jadi terasa kurang karena ketiadaaan nomor tersebut.

Apabila berbicara tentang rasa ketika membaca komik ini, jujur saya akui bahwa masih lebih nikmat menonton anime aslinya. Dahulu saat masih kecil saya selalu terpukau dan antusias ketika menonton Digimon 02 di stasiun televisi swasta. Mungkin karena efek pengisian suara dan backsound sehingga anime terasa greget. Nah karena komik ini adalah versi anime yang istilahnya di-komik-kan, saya merasa jadi agak hambar. Tetapi not bad lah untuk membuat saya nostalgia jaman kecil dulu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Digimon 02 (Jilid 4)

coverdigimon024

Judul: Digimon 02 (Jilid 4)

Komikus: Hongo Akiyoshi

Penerjemah: Rahmi Vanina K.

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 160

Terbit Perdana: Juli 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2002

ISBN: -

cooltext-blurb

Courage

Friendship

Sincerity

Knowledge

Love

Miracle

Kindness

Hope

cooltext-review

Saya adalah anak generasi 90an, yang masih sempat mencicipi tayangan kartun anak-anak di televisi swasta tiap hari minggu, mulai jam enam pagi hingga jam setengah dua belas siang nonstop. Salah satu kartun yang menjadi favorit saya kala itu adalah Digimon. Seri ini dibuka dengan Digimon Adventure, kemudian dilanjutkan dengan season baru Digimon 02 yang merupakan sekuel Digimon Adventure.

Digimon 02 sebenarnya bukanlah anime yang berangkat dari manga atau komik Jepang (setahu saya, cmiiw). Jadi memang sudah ditujukan untuk tayangan televisi. Nah, yang unik adalah dari anime yang sudah tayang dibuat menjadi bentuk komik. Kalau ada istilah novelisasi, mungkin ini bisa saya sebut komikisasi #keplak.

Saya tidak punya edisi perdana karena saya punya komik ini juga dari bonus majalah anak-anak. Satu jilid komik Digimon 02 ini terdiri dari tiga kisah yang masing-masing bisa saya perkirakan mewakili satu episode anime. Kisah pertama berjudul Sang Musuh, Bluemetalgreymon.

Tidak tahu bagaimana awal mulanya, pokoknya cerita ini mengisahkan Yagami Taichi yang sudah dewasa tiba-tiba menerima berita buruk tentang Agumon yang telah ditangkap Kaisar Digimon alias Ken Ichijouji. Bersama dengan Motomiya Daisuke dan V-mon, Hida Iori dan Armadimon, Takaishi Takeru dan Patamon, serta Yagami Hikari dan Tailmon, Taichi masuk ke dunia digital.

Tidak ada gunanya, dia bukan digimon milikmu, tetapi pelayanku! Bluemetalgreymon, tunjukkan kekuatan digimon sempurna! (Halaman 48)

Meskipun sempat membebaskan Agumon dengan mengalahkan Woodmon, ternyata Kaisar Digimon telah menyempurnakan gelang hitam spiral pengontrol digimon sehingga membuat Agumon diluar kendali dan menjadi jahat dengan berubah menjadi Bluemetalgreymon. Tidak seperti gelang biasa yang hanya membuat Agumon berubah menjadi Skullgreymon, gelang ini juga membuat digimon yang diperintah tidak bisa sadar kembali.

Memasuki kisah kedua, kali ini berjudul Lighdramon, Si Petir Biru. Inoue Miyako dan Hawkmon menyusul ke dunia digital bersama dengan Ishida Yamato. Belum juga berhasil menemukan Bluemetalgreymon, mereka dihadang oleh Flymon yang jahat. Beruntung akhirnya Tentomon, digimon milik Izumi Koshiro dapat menemukan Garurumon.

Setelah Garurumon menumpas Flymon. Tiba-tiba, Kaisar Digimon bersama Bluemetalgreymon menyerang anak-anak terpilih tersebut. Dalam keadaan yang terdesak, ada sebuah keajaiban yang mengembalikan Agumon seperti semula. Wah kok bisa ya?

Takeru dan Taichi, mereka lebih bisa diandalkan dari yang aku bayangkan. Meskipun mereka keras, hati mereka pasti lebih sedih dari yang lain. (Halaman 91)

Kisah terakhir adalah Duel di Padang Digimon. Kali ini giliran Takenouchi Sora yang mendapatkan sinyal SOS dari Piyomon. Singkat cerita, Sora, Daisuke, Iori, dan Miyako kembali ke dunia digital untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata Piyomon diculik oleh Starmon yang telah dikuasai gelang hitam sehingga menjadi jahat.

Anak-anak bermaksud menolong, namun Starmon lebih gesit sehingga menjebloskan mereka semua ke dalam penjara. Tak disangka, muncul Revolmon yang baik hati ingin menolong mereka semua keluar penjara, ehm ralat. Tidak semuanya yang ingin dia tolong. Bagaimana akhir cerita ini?

Aku hanya ingin bermain kartu dengan anak perempuan. Jadi aku hanya mau menolong yang perempuan! (Halaman 135)

Membaca komik ini bisa saya lakukan dalam waktu kurang dari setengah jam hahaha. Hal ini dikarenakan komik ini full color dan kotak panel tiap gambarnya besar-besar sehingga tidak perlu waktu lama untuk membaca. Apalagi saya sudah menonton versi anime-nya belasan tahun yang lalu. Jadi saya hanya perlu menyegarkan ingatan saja.

Oh iya jika dibandingkan anime, tentu sensasinya berbeda ya. Karena ini komik dibuat dengan mengambil adegan-adegan dalam anime, tentu saja sensasi membacanya jadi kurang greget. Selain itu saya agak sebel dengan kualitas cetakan yang tidak tajam bahkan ada beberapa bagian yang agak blur.

Oh iya yang membuat saya heran, bagaimana mungkin anak terpilih yang kembali ke dunia nyata, digimon mereka ikutan juga. Maksud saya, digimon ini kan bukan organisme yang seperti Pok*mon yang diceritakan sebagai makhluk hidup. Lha ini, makhluk digital menjadi nyata. Bagaimana sistem organ dan DNA nya? Aduh saya males mikir. Yasudah pokoknya komik ini bagus :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

SuperDidi

coverdidi

Judul: SuperDidi

Sub Judul: Karena jadi Ayah itu, seru!

Penulis: Silvarani

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman: 256

Terbit Perdana: 2 Mei 2016

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2 Mei 2016

ISBN: 9786020326900

cooltext-blurb

Menjadi ayah itu susah-susah gampang,

Atau malah gampang-gampang susah?

Mimpi buruk semakin memperkeruh hari-hari Arka karena Wina belum bisa kembali ke Jakarta, padahal Anjani dan Velia akan tampil dalam drama sekolah. Pada hari yang sama, Arka harus mempresentasikan proyek bernilai triliunan rupiah. Kalau sudah begitu, apakah Anjani dan Velia yang harus dikorbankan?

Apakah mereka harus tampil tanpa ditonton kedua orangtua?

Mungkin begitu.

Sampai suatu saat, sang “Didi” melakukan tindakan “super”!

cooltext-review

Membentuk sebuah keluarga dan menjadi seorang ayah adalah impian sebagian besar pria. Memanjakan buah hati dengan pergi berlibur, makan malam bersama istri, dan bersenang-senang dengan seluruh anggota keluarga adalah sebuah hal yang membahagiakan. Namun semua itu terkadang sulit diwijudkan karena tersandung paradigma masyarakat umum tentang “peran dan tugas” seorang ibu dan ayah.

Begitu pula yang terjadi dengan keluarga kecil Arka, sang tokoh utama novel ini. Ia bersama Wina, sang istri, membina rumah tangga dan berperan menjadi orang tua Anjani dan Velia. Semua tampak baik-baik saja bagi Arka alias Didi. Pagi hari dibangunkan oleh dua ocehan manja dari sang buah hati, sarapan bersama sebelum beraktivitas, dan bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Hingga suatu ketika muncul sebuah tantangan baru untuk Arka.

Wina–yang biasa dipanggil Muti–harus rela meninggalkan anak-anak dan sang suami dikarenakan sahabat baiknya, Meisya, mengalami masalah besar di Hongkong. Hal ini tentu membuat Arka alias Didi harus berperan menjadi ayah sekaligus ibu untuk sementara waktu bagi Anjani dan Velia. Sebagai bantuan, Wina sudah memberikan catatan yang berisi jadwal penting Anjani dan Velia setiap hari.

Zaman sekarang, tak ada itu mengotak-ngotakkan kerjaan cowok atau kerjaan cewek. Semua bisa. (Halaman 93)

Disaat yang sama, Arka baru saja mendapatkan kehormatan menjadi ketua dalam tim pembangunan proyek benilai triliunan rupiah. Deadline yang hanya dua minggu membuatnya berpacu dengan waktu karena mengurusi segala keperluan Anjani dan Velia bukanlah hal yang mudah. Keterlambatan Wina pulang ke Indonesia juga menjadi masalah berat yang harus dihadapi Arka.

Puncaknya, pementasan drama yang dilakoni Anjani dan Velia terancam tidak dapat dihadiri Didi dan Muti karena keduanya berhalangan. Nah, hal ini menjadikan Arka harus berjuang keras agar kedua anaknya dapat berperan dengan sungguh-sungguh dalam pementasan tersebut. Berhasilkah Arka datang tepat waktu?

Arka juga menyadari bahwa peran Wina sebagai “muti”-nya Anjani dan Velia memang tidak dapat digantikan oleh siapapun. Begitu juga peran Arka sebagai “didi” tak dapat digantikan oleh Wina. Mereka berdua adalah satu kesatuan yang sama-sama berarti bagi Anjani dan Velia. (Halaman 175)

Menyentuh. Kata yang saya rasa sanggup mewakili perasaan saya setelah membaca novel ini hingga akhir. Ini bukanlah novel romansa tentang dua insan manusia, melainkan kisah keluarga yang saling menyayangi, gigih, dan pengertian. Saya jarang menjumpai novel Indonesia bertema keluarga. SuperDidi adalah salah satu novel yang menyuguhkan drama keluarga yang menjadi kesukaan saya.

Arka alias Didi bukanlah ayah yang sempurna. Ia harus bekerja keras mencari nafkah. Namun semuanya rela ia tinggalkan sejenak hanya untuk mengurus keperluan Anjani dan Velia. Wina alias Muti juga bukan ibu yang sempurna. Meninggalkan suami dan anak yang masih kecil selama beberapa minggu adalah satu hal yang tidak bisa saya setujui. Namun saya memahami bagaima ia merindukan dan mengasihi suami dan kedua anaknya dengan tulus.

Sifat dan perilaku Anjani dan Velia terdeskripsikan dengan baik sebagaimana anak usia TK pada umumnya. Mereka masih cengeng, mereka masih suka makanan manis, mereka masih suka bermain, dan mengidolakan Elsa dan Anna dari Frozen. Satu poin plus yang saya sukai adalah mereka sudah bisa memahami perihal kepergian Muti ataupun Didi yang tidak bisa mengantar les balet.

Alur yang disuguhkan novel ini adalah alur maju dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Saya rasa ini cocok karena apabila menggunakan sudut pandang orang pertama, perasaan dan pergolakan batin tokoh lain menjadi kurang tersampaikan dengan baik. Saya rasa ini adalah keberhasilan penulis yang telah berdiskusi secara matang dengan produser.

Produser? Ya benar, SuperDidi pada awalnya adalah film layar lebar yang rilis pada tanggal 21 April 2016 lalu. Kemudian tanggal 2 Mei 2016 lahirlah bentuk novelisasi film tersebut yang ditulis oleh Silvarani. Jujur saya belum sempat menonton filmnya, hanya menonton lewat trailer. Namun saya sudah bisa memastikan bahwa apa yang ada di film sudah tersaji lengkap di dalam novel.

Meskipun ini film bertema keluarga, sang produser, Reymund Levy, tidak lupa memberikan sepercik konflik asmara beberapa tokoh pendamping. Hal ini membuat saya tidak diliputi kebosanan karena mengikuti kisah keluarga Arka saja. silvarani sang penulis juga sukses menghadirkan kisah sampingan ini tanpa mengganggu kisah utama Arka. Oh iya, saya menemukan beberapa typo namun karena saya asyik membaca, typo tersebut tidak mengganggu kok.

Sebagai penutup, saya ingin merekomendasikan novel ini untuk para pembaca yang (mungkin) sudah bosan dengan drama romansa dua anak manusia, bisa melirik novel ini. Tema keluarga yang diangkat membuat kita bisa merenungkan apakah memang tidak mudah menjadi seorang ibu? Apakah memang berat menjadi seorang ayah? Yang jelas, berat ataupun tidak, selama dijalani bersama dan saling mendukung, niscaya kesulitan itu akan terlewati.

Tak gampang untuk menjadi seorang ayah

Tapi, tidak ada kata menyerah.

Malah terkadang semuanya tampak mudah.

Apalagi ketika melihat senyum mungil itu merekah.

Untuk seluruh ayah hebat di muka bumi ini…. (Halaman 5)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus