Rss

Dharmaputra Winehsuka (Blogtour + Giveaway)

coverdharma2017

Judul: Dharmaputra Winehsuka

Komikus: Alex Irzaqi

Penerbit: Koloni

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2017

ISBN: 9786024282738

cooltext-blurb

Ra Kuti dan Ra Semi serta 5 orang pendekar pilihan telah diangkat sebagai Dharmaputra, pasukan elit pelindung Raja Majapahit.

Ketujuhnya bersumpah dalam kalimat suci “Satya Bela Bakti Prabu”. Kesetiaan, pembelaan, serta bakti terhadap raja.

Tapi rupanya Jayanegara adalah raja bodoh yang tidak paham arti kalimat tersebut serta menghinakan kesuciannya.

Perlahan tapi pasti, Ra Semi mulai meragukan kalimat suci yang menjadi sumpahnya itu, sementara Ra Kuti tetap mempercayainya sebagai prinsip kebenaran sejati…

coverdharma2010

cooltext-review

Keberadaan komik asli Indonesia masih cukup jarang di pasaran dalam negeri. Terlebih komik yang mengangkat budaya asli Indonesia sebagai tema utamanya pasti lebih jarang lagi. Selain muatan unsur sejarah yang kental, gaya gambar komik Indonesia juga masih belum familiar dibandingkan komik-komik dari benua barat atau komik dari negeri matahari terbit.

Alex Irzaqi berusaha menggebrak dunia komik Indonesia dengan menerbitkan komik berjudul Dharmaputra Winehsuka. Komik ini mengambil setting tahun 1309 M pada masa kerajaan Majapahit. Ya benar, jaman kerajaan Majapahit diangkat oleh sang komikus sebagai wujud perkenalan budaya asli Indonesia agar tetap menarik disimak dalam bentuk goresan gambar.

Komik ini memiliki prolog, tujuh bab cerita, dan epilog. Kisah bermula ketika Sang Prabu Jayanegara menggantikan ayahandanya, Sanggramawijaya, sebagai raja kerajaan Majapahit. Beliau memiliki tujuh orang hebat yang disebut Dharmaputra Winehsuka. Yuyu, Wedeng, Banyak, Pangsa, Tanca, Kuti, dan Semi memiliki tugas sebagai pelindung sang raja Majapahit.

Percikan konflik mulai terjadi ketika Semi meragukan sumpah Satya Bela Bakti Prabu yang ia emban sejak Raja Sanggramawijaya memerintah. Kini, Sang Prabu Jayanegara dianggapnya kurang pantas menjadi raja yang baru. Hal ini diperparah dengan isu yang dihembuskan Senopati Halayudha bahwa Mahapatih Nambi bersama Semi hendak menyerang Majapahit.

Sadarlah, Kuti… Prinsip Satya Bela Bakti Prabu hanya berlaku jika berjalan bersama dengan Asta Brata, dua prinsip yang harus selalu seimbang. (Halaman 20)

Perang akhirnya berkobar antara pihak Halayudha dan Nambi. Mengetahui posisinya sudah mulai diserang oleh 120.000 tentara pimpinan Halayudha, Nambi akhirnya pergi ke wilayah Lumajang yang dipimpin Arya Wilaraja. Pemimpun yang telah renta ini ternyata telah mengetahui bahwa takdir penyerangan oleh Halayudha akan terjadi cepat atau lambat.

Sejak aku bertemu dengannya di Majapahit, aku tahu suatu saat… takdir akan mempertemukan kami dalam satu panggung megah untuk saling mengadu kemampuan. (Halaman 97)

Yuyu, Wedeng, Banyak, Pangsa, Tanca, Kuti, dan Semi saling bertarung dengan keyakinan masing-masing. Senopati Udara dan Hanggaruni yang disebut Taring Kembar dari Tengger turut serta dalam pertempuran menumpas tentara-tentara. Kejutan mulai muncul ketika Sang Prabu Jayanegara ikut hadir di medan perang. Bagaimana akhir pertarungan menegangkan ini?

Dengan segala hormat, Paduka… Inilah yang dinamakan perang. Hamba harap Paduka mengerti, menghukum mati penghianat adalah wujud keadilan sejati. (Halaman 131)

Wow! Just wow! Saya bukanlah orang yang suka dengan pelajaran sejarah, terlebih sejarah saat jaman kerajaan-kerajaan di Nusantara. Bahkan, saat kelas 4 SD saya sampai tertidur di kelas ketika pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tentang kerajaan Majapahit. Ya benar, pelajaran yang saya abaikan saat itu kali ini bertransformasi menjadi komik. Ternyata saya suka sekali!

Meskipun ini adalah komik, sang komikus tetap menyisipkan berbagai fakta sejarah tentang kerajaan Majapahit, khususnya dalam rentang waktu yang sama dengan komik ini. Mulai dari perpindahan kekuasaan kepada Sang Prabu Jayanegara, pemisahan wilayah Majapahit sebelah barat dan Lumajang sebelah timur, hingga kebohongan Halayudha yang berujung perang.

Cukup banyak istilah ala drama kolosal yang ada di komik ini. Misalnya saja sebutan “Ra” dari Ra Kuti atau Ra semi berasal dari istilah “Rakryan” atau sebutan petinggi istana. Ada panggilan senopati dan mahapatih, hingga istilah kanuragan yang merujuk olah tubuh dengan menggunakan tenaga dalam. Hanya orang tertentu yang bisa menggunakan tenaga dalam ini.

Cerita yang penuh aksi dengan goresan gambar yang tegas sungguh menunjang jalinan kisahnya, baik komik versi 2010 atau 2017. Versi komik tahun 2010 terlihat lebih sederhana dengan penggunaan arsiran yang penuh dan padat, sedangkan versi tahun 2017 terasa masih goresan tangan tatkala melihat arsiran dan desain gambar bagaikan sketsa. Great job!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Blog Rico Bokrecension mendapatkan kehormatan menjadi host terakhir dalam Koloni Blogtour & Giveaway komik Dharmaputra Winehsuka hasil karya Alex Irzaqi. Ada satu orang pemenang di blog Rico Bokrecension yang akan mendapatkan dua komik Dharmaputra Winehsuka, masingmasing versi tahun 2010 dan 2017 persembahan Penerbit Koloni. Syarat dan mekanisme berikut ini mohon diperhatikan dengan cermat. Karena partisipan yang tidak memenuhi ketentuan akan didiskualifikasi.

  • Like fanpage komikkoloni atau follow akun instagram kolonipublishers.
  • Follow akun twitter richoiko.
  • Share giveaway ini melalui medial sosialmu. Jangan lupa cantumkan url giveaway ini ya.
  • Jika sudah melengkapi persyaratan di atas, tinggalkan komentar di bawah postingan ini dengan mencantumkan Nama, Tautan Share, dan Alamat Email.
  • Periode giveaway di Rico Bokrecension berlaku mulai tanggal 19 Juni 2017 hingga tanggal 23 Juni 2017, dan hanya untuk kamu yang memiliki alamat kirim di Indonesia. Pengumuman pemenang pada tanggal 24 Juni 2017 saat malam takbiran ya.

Nah, sekian informasi giveaway dalam rangkaian terakhir Koloni Blogtour & Giveaway komik Dharmaputra Winehsuka di Rico Bokrecension. Terima kasih sudah membaca postingan ini sampai akhir. Bagi kamu yang sudah ikutan, saya doakan semoga menang.. (˘ʃƪ˘) Jika ada yang kurang jelas, jangan sungkan tanya ya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Detektif Conan (Jilid 2)

coverconan2

Judul: Detektif Conan (Jilid 2)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: Tita Feronti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 1997

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1997

ISBN: 9789796635122

cooltext-review

Petualangan Shinichi Kudo dalam wujud anak-anak bernama Conan Edogawa masih terus berlanjut. Kali ini saya akan mengulas jilid kedua komik Detektif Conan. Setelah sebelumnya Conan menumpang tinggal di rumah Kogoro Mouri, jilid kedua ini Conan dipaksa Porfesor Agasa agar mau besekolah di SD Teitan kelas 1 SD agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Sepulang sekolah, Conan melihat Kogoro sedang mengintai seseorang bernama Masaki Negisi. Ternyata Kogoro mendapatkan pekerjaan memata-matai Masaki selama tiga hari. Tragedi mencuat ketika muncul berita Masaki tewas di perapian festival sejak dua hari yang lalu. Padahal sudah bisa dipastikan bahwa Kogoro memata-matai Masaki Negishi selama tiga hari.

Satu-satunya yang dicurigai Kogoro dan Inspektur Megure adalah Yutaka Abe, pewaris asuransi yang dimiliki Masaki. Meskipun Kogoro sangat curiga, alibi yang dimiliki Yutaka sangat kuat. Bahkan ia memiliki bukti otentik foto-foto yang menegaskan dirinya tidak terlibat sama sekali dengan kematian sahabat karibnya itu. benarkah demikian adanya? Hmmmm.

Aneh… Biasanya pembunuh menyembunyikan bukti-buktinya….. Tapi ia menyembunyikan mayat dalam perapian yang mudah ditemukan. Juga meninggalkan jejak si korban… Terlalu dibuat-buat! (Halaman 33)

Kasus kedua yang dihadapi Conan dan Kogoro ternyata cukup pelik. Berawal dengan laporan kehilangan ayah bernama Kenzo Hirota oleh serorang gadis bernama Masami Hirota. Meski terlihat baik-baik saja, ternyata kasus orang hilang ini berkembang ke arah yang sangat tidak disangka-sangka. Setelah berhasil mempertemukan keduanya, Kenzo justru tewas gantung diri.

Hal yang mencurigakan lagi adalah muncul seorang detektif yang mengaku mendapat permintaan mencari Kenzo Hirota dari seorang lelaki bernama Akira Hirota. Setelah kematian Kenzo, justru Akira yang kemudian menyusul tewas karena racun mematikan. Perkembangan kasus makin rumit ketika ternkuak fakta bahwa Kenzo tidak memiliki anak sama sekali. Lho?

Ini saya dengar dari perusahaan taksi tempat Pak Hirota bekerja… Setiap sore, Pak Hirota selalu lewat jalan yang sama tanpa membawa penumpang… Itu juga dengan kecepatan tinggi… (Halaman 89)

Kasus ketiga cukup unik karena kali ini Conan terpaksa ikut dengan teman-temannya sekelas menyelidiki sebuah rumah hantu. Ayumi Yoshida, Genta Kojima, dan Mitsuhiko Tsuburaya sudah siap dengan segala peralatan mulau dai pentungan, bahan makanan, serta senter dan kompas. Sedangkan Conan? Dia tidak bawa apa-apa sehingga dijuluki orang dusun. Hahahaha.

Meski awalnya Conan merasa rumah hantu itu hanya bualan semata, ternyata satu persatu misteri mulai terkuak dan berujung pada kasus kriminal lima tahun silam. Bahkan Genta dan Mitsuhiko harus rela menjadi salah satu korban sang pemilik rumah karena mereka dianggap mengganggu dan harus enyah secepatnya. Untung saja Conan dan Ayumi tidak tertangkap.

Ya, dalam puri ini ada seseorang… Ada seseorang yang keluar masuk sini! Tapi siapa!? Dan untuk apa!? (Halaman 141)

Jilid kedua ini misteri dan kasus yang harus dipecahkan Conan masih cukup mudah diikuti. Tidak terlalu rumit, petunjuk-petunjuknya juga masih sederhana, sehingga penyelesaiannya juga tidak terlalu kompleks. Meski hal ini menyisakan berbagai tanda tanya tentang petunjuk yang lain, sang mangaka langsung mengungkap pelaku sehingga mau tidak mau tetap diterima.

Kasus yang kedua yaitu hilangnya Kenzo Hirota ternyata bermuara pada organisasi berjubah hitam. Ya benar, organisasi yang membuat tubuh Shinichi mengecil dan menjadi Conan ternyata muncul kembali di jilid ini. meski demikian, kemunculan mereka sangat singkat dan hanya berurusan dengan Masami Hirota atau bernama asli Akemi Miyano yang berujung tragis.

SD Teitan sebagai tempat sekolah baru Shinichi eh, Conan lambat laun juga mulai terlihat seru. diawali dengan petualangan pertama Conan, Ayumi, Genta, dan Mitsuhiko, dapat dilihat bahwa keempat orang ini nantinya akan menjadi sahabat karib. Meskipun masih anak-anak, keingintahuan mereka sangat besar. Mungkin hal ini yang membuat Conan cocok bersamanya.

Sama seperti jilid pertama, jilid kedua ini juga berakhir gantung. Tidak jelas apakah kelak gantungnya cerita terakhir jilid ini akan dilanjutkan kembali di jilid ketiga. Oh iya, saya agak terganggu dengan ketiadaan judul chapter di komik ini. saya jadi tidak bisa menghitung ada berapa chapter dalam satu tankoubon. Menurut saya ini penting untuk mengetahui komposisi.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan (Jilid 1)

coverconan1

Judul: Detektif Conan (Jilid 1)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: Tita Feronti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 1997

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1997

ISBN: 9789796677900

cooltext-review

Kisah misteri-kriminal-detektif memiliki penggemar yang tidak sedikit. Pemecahan misteri (biasanya kasus kriminal) yang coba diungkap oleh seorang detektif tidak pernah habis untuk dijelajahi. Pelaku yang memiliki naluri tidak ingin tertangkap berusah keras menyusun satu demi satu trik yang sempurna tanpa cacat. Inilah yang dianggap menarik oleh penggemarnya.

Komik yang memiliki tema detektif hadir dalam serial berjudul Detektif Conan. Dari judulnya yang sangat tersurat ini bisa diketahui bahwa cerita komik ini mengusung lika-liku seorang detektif dalam memecahkan kasus kriminal yang terjadi di sekitarnya. Biasanya san tokoh detektif adalah orang dewasa dan sangat jenius. Nah, mari simak ulasan saya berikut ini.

Jilid perdana komik ini tidak memiliki daftar isi yang memuat judul tiap chapter. Pun demikian dengan isinya yang tidak memiliki judul chapter yang memsahkannya. Kisah bermula ketika seorang detektif muda bernama Shinichi Kudo sedang bermain di Tropical Land bersama teman perempuannya, Ran Mouri. Di sini terjadi kasus kematian seseorang yang sangat sadis.

Lokasi kejadian adalah gerbong kereta roller coaster. Korban yang bernama Kishida adalah kekasih Aiko. Teman mereka berdua, Hitomi, naik di kereta yang sama. Secara kebetulan, Ran dan Shinichi ikut menjadi saksi kematian Kishida. Meski ada bukti yang ada di tas Aiko, Shinichi merasa bahwa gadis itu tidak akan bisa membunuh kekasihnya sendiri.

Memang tidak bisa jika hanya dengan tenaga manusia… Tapi… Jika menggunakan kecepatan kereta dan lilitan benang piano, itu memungkinkan! (Halaman 26-27)

Saat perjalanan pulang, Shinichi merasa curiga dengan lelaki berjubah hitam yang sempat berjumpa dengannya. Sayang, rasa ingin tahunya harus dibalas dengan pil penyusut tubuh yang membuat Shinichi yang notabene anak kelas 2 SMA berusia 17 tahun menjadi kecil seolah anak berusia 6 tahun! Mau tidak mau akhirnya ia menyamar dengan nama Conan Edogawa.

Saat itu, tiba-tiba ayah Ran yang bernama Kogoro Mouri yang menjadi detektif swasta mendapat panggilan kasus penculikan oleh lelaki berjubah hitam. Yang diculik adalah Akiko Tani, putri seorang konglomerat. Satu-satunya saksi yang ada adalah Aso, asisten Akiko. Meski tercium gelagat yang aneh, mereka semua tidak menyadari nyawa Akiko mulai terancam.

Padahal waktu aku menjadi Shinichi Kudo, Detektif SMA, semua menghormati kesimpulanku. Saat menjadi kecil, tak ada yang mau mendengar ucapanku. (Halaman 74)

Conan yang akhirnya menumpang di rumah Kogoro Mouri mlai terlibat kasus lain. Salah satunya kasus kematian seorang pria di apartemen artis kenamaan Yoko Okino. Awalnya Yoko dan manajernya, Yamagishi, ingin meminta bantuan Kogoro agar bisa menangkap pelaku penguntitan Yoko. Tak disangka ketika pulang, ada mayat seorang pria di kamar Yoko.

Di jari mayat itu ada rambut!? Rambut siapa!? Mengapa manajer itu menyembunyikannya!? Jangan-jangan pelaku kasus ini… (Halaman 141)

Hmm jilid perdana ini menawarkan premis yan sangat menarik. Seorang detektif SMA yang tersohor ke seluruh Jepang tiba-tiba harus menerima kenyataan dirinya menjadi anak-anak akibat sebuah obat yang dibawa organisasi misterius hanya karena ia penasaran tentang lelaki berjubah hitam. Kehidupannya tentu hancur seketika dan kembali mengulang jadi anak-anak.

Meski telah menjadi anak-anak, kemampuan Shinichi tidak menurun.ia tetap bisa memcahkan kasus yang bahkan seorang Kogoro Mouri dan Inspektur Megure dari kepolisian tidak bisa memecahkannya. Sebenarnya saya sangat benci sih dengan cerita detektif yang membuat polisi hanya sebagai boneka tak berguna. Tapi ya gimana, memang takdir mereka begitu. Pukpuk.

Oh iya, tentang kasus yang terjadi di komik perdana ini, menurut saya cukup menarik. Meski tidak terlalu berat, saya sangat menikmati alur yang dibuat Aoyama Gosho. Tentu saja saya tidak bisa memcahkan kasusnya karena saya digiring hanya mengikuti alur berpikir Conan yang menjadi inti kisah ini. Jilid perdana ini juga ditutup dengan amat manis meskipun sesungguhnya sangat sedih. Loh maksudnya? Penasaran? Simak sendiri saja ya~~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

One Piece (Jilid 3)

coverone3

Judul: One Piece (Jilid 3)

Sub Judul: Hal yang Tak Dapat Dipungkiri

Komikus: Oda Eiichiro

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 198

Terbit Perdana: 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2003

ISBN: 9789792041224

cooltext-blurb

Luffy tak bisa menahan marah saat golok Buggy Badut merobek topi jeraminya, dan tentu saja Buggy Badut mendapat balasan yang setimpal. Akhirnya Nami bersedia berlayar bersama Luffy dan Roronoa Zoro. Di tengah perjalanan menuju Grand Line, Luffy, Zoro, dan Nami mampir di sebuah pulau untuk mencari bekal makanan. Di sana mereka bertemu manusia aneh penjaga harta karun pulau…

cooltext-review

Kali ini saya akan mengulas jilid ketiga dari seri komik One Piece. Komik One Piece ini memiliki tipe chapter yang berkaitan antara satu dengan selanjutnya. Alurnya maju, sehingga harus mengikuti sejak awal agar mengetahui tentang awal mula konflik dan tokoh-tokohnya. Jilid kedua yang lalu berakhir ketika Lufffy akan berhadapan langsung dengan Buggy.

Jalan Sang Pencuri adalah detik-detik pertarungan Buggy si manusia Bara Bara melawan Luffy si manusia Gomu Gomu. Meskipun disebut pertarungan, menurut saya banyak dialog dan cerita yang disuguhkan daripada aksi yang sadis dan keras. Hal ini dimulai ketika Buggy mengisahkan hubungannya dimasa lalu dengan Shanks, bajak laut yang sangat dikagumi Luffy.

Ketika Buggy asik berhadapan dengan Luffy, Nami mencoba menjarah seluruh harta kekayaan kelompok bajak laut Buggy. Tak disangka, hal itu diketahui oleh Buggy. Ia segera mencerai-beraikan tubuhnya dan menyerang Nami. Melihat hal ini, tentu saja Luffy tidak tinggal diam dan menghalau Buggy. Antiklimaks pertarungan ini membuat saya terbahak-bahak. XD

Jangan bercanda! Hartaku adalah milikku!! Kau kira dengan mencurinya berarti jadi milikmu!? Dari mana kau belajar hal seperti itu!? (Halaman 50)

Luffy, Nami, dan Zoro akhirnya berlayar bersama menuju Grand Line. Sayangnya, Luffy dan Zoro terlalu bodoh dengan tidak mempersiapkan perbekalan sama sekali. Akhirnya mereka bertiga merapat ke sebuah pulau tak berpenghuni. Benarkah demikian? Ternyata pulau tersebut dihuni berbagai hewan aneh. Selain itu ada seorang penjaga pulau bernama “Gaimon”.

Gaimon sesungguhnya adalah bajak laut. Pada chapter berjudul Si Makhluk Ajaib, ia mengisahkan bagaimana awal mula ia menjadi penghuni tetap pulau itu selama dua puluh tahun tanpa bisa melarikan diri. Kemauannya yang keras tak meninggalkan pulau sesungguhnya dikarenakan ia melindungi lima peti harta karun yang ada di puncak tebing.

Gara-gara kotak ini, aku jadi terjebak!! Karena itulah selama dua puluh tahun aku terus melindungi harta karun ini!! Harta karun milikku!! (Halaman 105)

Babak baru petualangan yang cukup panjang dimulai ketika akhirnya Luffy, Nami, dan Zoro singgah ke sebuah desa di tepi pantai. Di desa tersebut hidup seorang pemuda seusia Luffy bernama Usopp. Ia memiliki tiga pengikut setia yang masih anak-anak bernama Ninjin, Pi-Man, dan Tamanegi. Sehari-hari Usopp membuat geram penduduk desa dengan berbuat onar.

Hal yang Tak Dapat Dipungkiri merupakan chapter yang sangat emosional terkait dengan Usopp. Semua bermula ketika Usopp sering menjenguk Kaya, gadis muda yang sakit-sakitan. Meskipun Usopp dibenci warga desa, Kaya sangat senang dengan Usopp yang lucu dan sering membuatnya tertawa. Namun, Kurohador, sang kepala pelayan tidak suka pada Usopp.

Aku kasihan padamu… Bukankah kau membancinya? Ayahmu yang tergila-gila pada harta hingga tega meninggalkan keluarga dan kampung halamannya. (Halaman 151)

Jilid ketiga ini semakin menarik saja. berbagai kejadian tidak membosankan untuk diikuti satu demi satu. Saya suka segi humor yang disuguhkan oleh sang mangaka. Tidak berlebihan dan porsinya pas sesai kebutuhan. Mau itu slapstick, antiklimaks, atau umpatan dan ejekan. Sepertinya saya dan sang mangaka memiliki sense of humor yang sama. Hahahaha.

Oh iya, selain beberapa tokoh yang telah saya sebutkan di atas, ada tokoh lain yaitu Jango si ahli hipnotis dan Yasopp, ayah Usopp yang sempat disinggung sedikit. Namun, karena kemunculan mereka masih sangat minim, saya tidak akan mengulas lebih banyak. Yang jelas, akhir jilid ini diisi dengan rencana busuk Kurohador dan Jango yang mengincar harta kekayaan Kaya.

Chemistry antara Nami, Luffy, dan Zoro yang baru saja dipertemukan dalam satu kelompok bajak laut terasa cukup mengalir dan tidak terlalu dipaksakan. Meskipun demikian, mereka bertiga sudah saling melengkapi dan melindungi satu sama lain sehingga petualangan pencarian harta karun terbesar dalam sejarah terasa mengasyikkan. Jadi penasaran kelanjutannya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

One Piece (Jilid 2)

coverone2

Judul: One Piece (Jilid 2)

Sub Judul: Versus!! Komplotan Bajak Laut Buggy

Komikus: Oda Eiichiro

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 198

Terbit Perdana: 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2003

ISBN: 9789792040005

cooltext-blurb

Akhirnya aku berhasil mengajak Roronoa Zoro bergabung. Sekarang kami perlu seorang navigator. Aku menemukan seorang calon yang sangat tepat, namun dia bersikeras menolak bergabung karena dia sangat membenci bajak laut. Sementara itu, dalam keadaan terperangkap dalam kandang, aku harus menghadapi meriam Buggy Badut…

cooltext-review

Petualangan Monkey D. Luffy menuju gelar Raja Bajak Laut maih terus berlanjut. setelah berhasil mengajak Roronoa Zoro, sang ahli pedang, kali ini mereka hendak mencari seorang navigator atau penunjuk arah menuju Grand Line, lokasi yang disinyalir merupakan tempat seluruh kekayaan dan harta milik Raja Bajak Laut generasi sebelumnya.

Perjalanan itu diawali dengan tragedi Luffy yang dibawa oleh burung raksasa dan terdampar di sebuah kota yang dikuasai oleh kelompok bajak laut pimpinan Buggy. Selain bajak laut itu, ada seorang gadis bernama Nami yang gemar mencuri harta bajak laut. Pada chapter Insiden di Rumah Minum ini dikisahkan Nami yang membodohi Luffy dan menyerahkan pada Buggy.

Meski seolah berniat bergabung dengan mereka, sesungguhnya Nami hanya berniat mencuri peta lokasi Grand Line dan menjarah seluruh harta kelompok bajak laut itu yang disembunyikan di sebuah rumah yang dijadikan markas mereka. Sayangnya, keadaan mulai tak terkendali dan Buggy memaksa Nami untuk membunuh Luffy sebagai tanda kesungguhan.

…Tidak! Kenapa jadi begini…? Jika tidak menembaknya, pasti aku langsung dibunuh!! Tapi, meskipn dia seorang bajak laut… Kalau aku membunuhnya seperti ini, berarti aku sama rendahnya dengan mereka!! (Halaman 37)

Akhir yang cukup dramatis akhirnya terjadi ketika Zoro mulai menampakkan diri. Oh iya, Luffy saat itu sedang dikurung dalam sebuah kandang super kuat. Awalnya Zoro sudah yakin mengalahkan Buggy dengan memotong tubuh bajak laut berhidung merah itu berkeping-keping. Namun, ternyata Buggy telah memakan buah iblis Bara Bara sehingga ia tak bisa mati.

Harta yang Berharga adalah chapter yang mengisahkan pertarungan Luffy melawan Mohji, wakil ketua bajak laut dan singa peliharannya yang sangat besar bernama Richie. Sesungguhnya Luffy tak berniat bertarung. Hanya saja, ia menyaksikan seekor anjing bernama Shushu harus kehilangan harta satu-satunya karena seorang Mohji. Ia tak bisa memaafkan hal itu.

Kau tidak perlu minta maaf. Apa pun yang kau lakukan, kau tidak akan bisa mengembalikan harta yang paling berharga bagi anjing itu! (Halaman 105)

Meskipun kota itu sudah tidak berpenghuni, Walikota Boodle masih menyempatkan mengunjungi kota yang ia bangun dua puluh tahun silam bersama generasi pertama penduduk kota. Ia tidak rela kotanya hancur berantakan oleh Buggy. Meskipun ia yakin bahwa ia akan mati jika melawan Buggy, tetapi ia tidak menyerah begitu saja dan tetap ingin menantangnya.

Kehendak walikota itu akhirnya menyeret Luffy, Nami, dan Zoro yang tidak tega melihat walikota mati. Chapter Kedudukan mengisahkan pertarungan Zoro dengan Cabaji, kepala staf(?) bajak laut. Ia memiliki berbagai jurus dengan nama yang aneh dan siap menghabisi Zoro dalam sekejap. Kala itu Zoro sedang terluka karena tusukan pisau. Tentu saja hal ini diincar Cabaji.

Aku mengerti… Semua yang ada dalam dirimu berasal dari keinginan yang kuat… Tapi, tenang saja. Luka-lukamu itu sudah cukup sebagai alasan untuk dikalahkan olehku. (Halaman 173)

Sembilan chapter yang tersaji dalam jilid kedua ini mulai menampakkan geliat keseruan dibandingkan jilid pertama yang lalu. Meskipun tidak signifikan karena masih dalam proses perkenalan tokoh utama dan kemunculan konflik, sang mangaka bisa mengemas hal ini dengan baik. Apalagi dengan munculnya tokoh Buggy yang sangat emosional menambah keseruan.

Setelah Zoro yang sukses direkrut sebagai rekan bajak laut, kali ini Luffy mengajak Nami yang penggila harta untuk turut serta bersamanya. Awalnya Nami menolak karena ia sangat membenci bajak laut karena bajak laut pernah merenggut kebahagiaannya di masa lalu. Namun demikian, akhirnya Nami bersedia bergabung namun tidak ingin disebut sebagai bajak laut(?).

Kelompok bajak laut Buggy sukses membuat saya tertarik. Alih-alih tidak suka dengan tokoh antagonis ini, saya justru tertawa gara-gara kebodohan mereka. Bahkan Buggy senang sekali mencari gara-gara dan mudah naik pitam kemudian meledakkan anak buahnya sendiri. Ya benar, meledakkan dengan meriam adalah kesukaan Buggy. Hingga kemudian ia kena batunya.

Oh iya, satu hal yang menarik dari jilid ini adalah adanya sketsa kasar tiap akhir chapter. Sketsanya memang sangat kasar. Hanya terdiri dati goresan bulat dan garis-garis yang menandai adegan dalam satu halaman. Hal ini tentu membuat saya kagum ketika menyaksikan goresan-goresan kasar itu menjadi gambar jelas dan menarik ketika sudah siap dibaca.

Selain itu, ada bonus dua halaman mewarnai dan mainan kertas berbentuk luffy. Tentu saja saya tidak mewarnai kedua halaman itu dan merobek kertas komik yang timis hanya demi merakit mainan Luffy. Peling tidak kedua hal tersebut membuat jilid ini lebih interaktif dan berbeda. Apalagi ada sekilas trivia tentang bajak laut viking yang disampaikan mangaka. Wow!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

One Piece (Jilid 1)

coverone1

Judul: One Piece (Jilid 1)

Sub Judul: Romance Dawn

Komikus: Oda Eiichiro

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 206

Terbit Perdana: 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2002

ISBN: 9789792039504

cooltext-blurb

Namaku Luffy. Dahulu, ada seorang pria yang telah memiliki semua kekayaan, kemasyhuran, dan kekuasaan di dunia yang disebut One Piece, yaitu Gold Roger, si Raja Bajak laut. Kalimat terakhir yang diucapkan sebelum kematiannya telah mendorong orang-orang di seluruh dunia untuk mengarungi lautan, mencari harta karun, termasuk aku. Aku ingin menjadi Raja Bajak Laut! Namun, untuk meraih cita-cita itu aku harus jadi kuat! Buah gomu-gomu yang kumakan, membuatku menjadi manusia karet. Ya! Sekarang saatnya mencari kru untuk kapal bajak lautku!

cooltext-review

Bajak laut. Siapa yang tidak pernah mendengar istilah itu? Sering dikaitkan dengan dunia kejahatan di lautan membuat banyak kisah yang mengangkat sepak terjang bajak laut ini. penggambarannya juga macam-macam, ada yang bermata satu dan berkaki kayu, sering bertarung dengan gerombolan bajak laut lain, dan sebagainya. Begitu pula dengan komik ini.

One Piece adalah komik yang mengisahkan tentang perjalanan hidup seseorang bernama Monkey D. Luffy yang ingin menjadi Raja Bajak Laut dan memiliki semua kekayaan, kemasyhuran, dan kekuasaan di dunia atau biasa disebut One Piece. Pemilik One Piece sesungguhnya sudah ada, namun ia telah mati dan menyembunyikan segala kekayaannya itu.

Delapan chapter yang disuguhkan di jilid perdana ini diawali dengan masa kecil Luffy ketika ada kelompok bajak laut yang singgah di kotanya. Luffy yang belum genap sepuluh tahun selalu memohon pada Shanks Si Rambut Merah, pimpinan bajak laut itu, agar mengijinkannya ikut berlayar. Tentu saja Shanks tidak bersedia. Kisah ini tersaji dalam chapter Romance Dawn.

Masalah mulai muncul ketika tiba-tiba ada kelompok perompak gunung yang dipimpin oleh Higuma memporak-porandakan bar milik Makino. Tak ingin ada orang berperilaku jahat, Luffy menantang Higuma meminta maaf. Kekacauan makin heboh ketika Luffy memakan buah Gomu Gomu yang membuatnya menjadi manusia karet. Waduh, lantas bagaimana nih!?

Dengar… Meskipun aku dipukul dengan sebotol sake, atau dipermainkan oleh kalian, bagiku itu bukan masalah. Tapi! Apa pun alasannya, aku tidak akan mengampuni orang yang menyakiti sahabatku!! (Halaman 35)

Sepuluh tahun kemudian, Luffy sudah beranjak dewasa dan bertekad menjadi Raja Bajak Laut. Ia akhirnya mulai mengembara di lautan luas sambil mencari kru kapal bajak laut. Ia berjumpa dengan Coby, pesuruh di grup bajak laut pimpinan Alvida Si Gada Besi. Alvida bukanlah majikan yang baik. Hal ini membuat Coby muak dan ikut Luffy menuju pulau Angkatan Laut.

Zoro Si Pemburu Perompak adalah chapter yang membawa Luffy bertemu dengan calon rekannya mengarungi samudra. Roronoa Zoro yang dianggap pengacau kota dipasung oleh Helmeppo, putra dari Kapten Morgan Si Lengan Kapak. Ternyata selama menjadi kapten, Morgan ataupun Helmeppo sangat sewenang-wenang. Zoro ikut dijadikan calon orang yang akan dibunuh.

Apa? Dari mana kau dengar berita seperti itu? Janji itu hanya sebuah lelucon!! Hanya orang bodoh yang akan menganggapnya serius. He he he. (Halaman 100)

Chapter berjudul Orang Pertama mengisahkan tentang bagaimana Zoro mulai melawan balik karena ditipu mentah-mentah oleh Helmeppo. Kelihaiannya bermain pedang sangat mengagumkan. Belasan anggota angkatan laut yang diperintahkan Morgan untuk membunuhnya bisa ia kalahkan dalam sekejap. Hal ini tentu membuat Morgan geram.

Morgan sendiri berhadapan langsung dengan Luffy sang manusia karet. Kemampuannya tidak bisa dianggap remeh meskipun ia baru saja memulai perjalanan menjadi bajak laut. Sedangkan Coby? Ia terpaksa harus menerima satu tembakan di dada kirinya saat membantu Zoro membebaskan diri. Meskipun demikian, Coby tetap bertekad menjadi Perwira Angkatan Laut.

Kau tak bisa menyangkal bahwa kau pernah bekerja di kapal Alvida selama dua tahun, walaupun hanya sebagai pesuruh. Jangan pernah meremehkan penyelidikan Angkatan Laut. Kalau hal itu sampai ketahuan, kau tak akan bisa bergabung dengan mereka. (Halaman 172)

One Piece is cool!! Saya sebenarnya kurang begitu suka dengan bajak laut. Referensi tentang bajak laut yang jahat, kasar, dan licik membuat saya agak malas mengikuti cerita yang ada kaitannya dengan bajak laut. Namun, One Piece berbeda. Mereka dikisahkan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, meski sisi kasar dan licik kerap ditemui. Hal ini bisa terobati.

Adanya tujuan yang menajadi cita-cita Luffy sejak jilid pertama membuat One Piece memiliki totok fokus yang sangat kuat sehingga (semoga saja) kelak tidak ada yang namanya cerita berceceran kemana-mana dan melupakann benang merah tentang cita-cita Luffy menjadi Raja Bajak Laut. Oh iya, meski konsep One Piece masih agak mengambang, saya tetap menikmati.

Satu hal yang membuat saya menyukai One Piece adalah segi humor yang tidak tanggung-tanggung. Slapstick, antiklimaks, dan berbagai hal lebay membuat cerita menjadi lebih berwarna. Misalnya saja ketika Alvida yang sangat ditakuti bawahannya tiba-tiba dihina Luffy sebagai tante-tante tua yang menyeramkan. Semua sontak melotot dan menganga lebar. Ahaha.

Munculnya tokoh Zoro yang menjadi rekan pertama Luffy juga sangat mengejutkan. Perjalanan Luffy menjadi calon Raja Bajak Laut memang baru saja dimulai. Kru kapal perahu juga masih dikumpulkan Luffy satu demi satu. Masih sangat panjang. Namun demikian, saya bisa menebak bahwa pengembaraan Luffy menjcari One Piece akan tetap menarik untuk diikuti.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Lum, The Invader Girl (Jilid 3)

coverlum3

Judul: Lum, The Invader Girl (Jilid 3)

Judul Asli: Urusei Yatsura (Shinso-ban)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: Lanny

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792735291

cooltext-blurb

Ataru Moroboshi punya saingan! Manusia ini mirip sekali dengannya. Cuma mungkin sedikit tampan? Namanya Shutaro Mendo. Bedanya, cowok satu ini sepertinya tidak anti pada Lum. Siapa dia?

cooltext-review

Halo. Jumpa lagi dengan resensi komik yang saya kebut terus dalam tahun ini. Masih mengusung judul yang sama, kali ini Lum, The Invader Girl sudah memasuki jilid ketiga yang saya baca. Jumlah chapter sudah meningkat lagi setelah jilid kedua turun. Sembilan chapter dan extra file yang disuguhkan dalam jilid ketiga ini masih tetap menarik. Penasaran?

Salah satu chapter yang sangat sentimentil sekaligus seru adalah yang berjudul Aku Tak Bermaksud Mengucapkan Selamat Tinggal. Cerita bermula ketika dalam perjalanan pulang sekolah, Ataru memakan permen pemberian Lum. Meskipun Shinobu sudah melarang memakannya, Ataru tetap menelan permen itu. Ternyata rasanya sangat pedas dan membuatnya terbirit-birit.

Demi menghilangkan rasa pedas, Ataru yang kebetulan melewati Cherry yang hendak mengubur kue manju, langsung saja melahap kue itu hingga tandas. Setelah habis, Ataru cegukan dan voila! Ataru terbagi menjadi dua orang kembar! Meski kembar, keduanya berbeda sifat. Meskipun demikian, Lum dan Shinobu justru bahagia dengan kondisi Ataru. Kok bisa?

Karena aku terbelah jadi 2 orang, aku akan tinggal selamanya di planet Lum, soalnya di sana lebih menarik dan aneh daripada kehidupan pelit di sini! (Halaman 60)

Sepertinya Takahashi Rumiko gemar memunculkan tokoh baru pada setiap jilid yang terbit. Kali ini ada satu tokoh utama baru yang menjadi “saingan” Ataru. Ia adalah pemuda kaya raya bernama Mendo Shutaro. Meskipun dia pintar, tampan, dan kaya, sesungguhnya dia “sama persis” dengan Ataru. Lum telah membuktikan betapa keduanya seimbang tanpa perbedaan.

Chapter berjudul Kesulitan Telah Datang ini mengisahkan bagaimana perangai Mendo yang mudah memikat hati cewek-cewek termasuk Shinobu. Padahal selama ini Ataru mati-matian mempertahankan hubungannya dengan Shinobu. Sedangkan Lum? Ia masih setia dengan Ataru meskipun lambat laun ada lelaki lain yang mulai tertarik padanya. Siapakah dia?

Orang seperti itu kalau dari awal sudah berlaku buruk, maka seterusnya pun akan tidak beres! Yang namanya keterlambatan adalah akar dari semua keburukan dalam kehidupan para siswa! (Halaman 105)

Chapter Menunggumu merupakan kelanjutan dari sepak terjang Mendo dalam jalinan cerita hidup Ataru, Lum, dan Shinobu. Cinta segi empat yang terjadi antara Lum, Ataru, Shinobu, dan Mendo menjadi babak baru hubungan percintaan antar tokoh utama. Tak main-main, baik Ataru maupun Mendo tetap berusaha merebut perhatian gadis yang mereka sukai.

Skema percintaan mereka berputar-putar. Ataru mencintai Shinobu, Shinobu mulai menyukai Mendo, Mendo terpikat pada Lum, dan Lum cinta mati pada Ataru. Masing-masing terkesan mengejar bayangan orang lain. Namun, justru hal ini menjadi menarik dengan bumbu-bumbu kebodohan Ataru, kemarahan Shinobu, ganasnya Lum, dan pesona kata-kata Mendo. Sweet.

Lum, bagaimana kalau kamu tinggalkan saja Moroboshi!? Dia cocoknya dengan orang yang tidak terpelajar dan penampilannya aneh. (Halaman 174)

Setelah dua jilid terjadi kesalahan pencantuman blurb, akhirnya jilid ketiga ini sudah tertulis blurb yang benar. Untung saja sudah diganti, kalau tidak, editor komik ini pasti akan saya cerca lagi hehehe. Anyway, saya suka juga dengan gaya bahasa yang digunakan sang penerjemah. Tidak kaku dan kaya akan perbendaharaan kata. Good job.

Menginjak jilid ketiga ini, ada sebuah perasaan ganjil yang saya rasakan terkait tokoh utama yang berperan. Saya merasa judul komik ini tidak merepresentasikan tokoh utama dan cerita yang disajikan. Lum yang dicantumkan di judul justru posisinya kalah oleh Ataru sehingga jadi setara dengan Shinobu. Sedangkan “invader”? Ah status itu sudah menguap sejak jilid perdana.

Kedatangan tokoh Mendo Shutaro memang menjadi jalan keluar tema hareem ala Ataru yang diusung komik ini sejak jilid pertama. Paling tidak, munculnya tokoh laki-laki pesaing Ataru membuat formula hareem tidak digunakan berlebihan. Soalnya saya jujur sudah agak muak dengan tema hareem. Apalagi jika tokoh utama laki-laki seperti Ataru yang bodoh dan nganu.

Oh iya, extra file jilid ketiga ini mengusung tokoh utama perempuan bernama Shinobu Miyake. Berbagai trivia tentang teman sekelas Ataru ini ternyata banyak yang terkuak. Salah satunya adalah nama lengkap Shinobu yang baru tertulis di bagian extra file ini. sayang, pencantuman trivia dari jilid yang jauh sesudahnya membuat kenikmatan membaca jadi berkurang. Huft.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Lum, The Invader Girl (Jilid 2)

coverlum2

Judul: Lum, The Invader Girl (Jilid 2)

Judul Asli: Urusei Yatsura (Shinso-ban)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: Lanny

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792733600

cooltext-blurb

Tak lama lagi SMA Kuyo akan mengadakan festival olahraga. Semua murid mempersiapkan segala sesuatunya dengan semangat tinggi, kecuali Utsunomiya yang dapat tugas untuk berpakaian ala “Si Tudung Merah” di festival nanti. Didandani seperti perempuan sudah jelas membuat Utsunomiya kesal, tapi yang paling membuatnya gundah adalah di festival itu para wali murid diharuskan hadir. Dan untuk membantu teman

cooltext-review

Yo! Balik lagi~ Kali ini saya masih mengusung komik yang sama namun jilid yang berbeda yaitu Lum, The Invader Girl jilid kedua. Tidak seperti jilid perdana, kali ini hanya ada delapan chapter plus bagian special data file. Hal ini membuat jumlah halamannya lebih sedikit dibandingkan jilid yang lalu. Namun, apakah masih tetap seseru pendahulunya? Yuk simak.

Salah satu chapter yang menurut saya sangat menarik adalah yang berjudul Keturunan. Awal mula sebenarnya sangat biasa saja sih, tentang Ataru yang sudah beberapa hari berturut-turut selalu terlambat sekolah. Kali ini juga terancam terlambat karena bangun kesiangan. Bahkan ia sarapan dan ganti baju secara bersamaan. Melihat ini, Lum berniat membantu “suaminya” itu.

Lum menciptakan lorong pintas ajaib sehingga Ataru bisa langsung sampai ke sekolah. Meski Ataru bisa sampai dengan sangat singkat, ternyata Lum membuat lorong pintas menuju masa sepuluh tahun yang akan datang, yang secara kebetulan di sekolah sedang ada reuni angkatan Ataru. Kelucuan mulai muncul ketika ada anak kecil bernama Kokeru Moroboshi. Siapa dia?

Oh iya, sekarang kan 10 tahun yang akan datang!! Gara-gara kamu, bekalku diambil, uangku habis sia-sia, dan telat datang ke sekolah!! (Halaman 67)

Chapter selanjutnya yang sangat menarik adalah berjudul Pita Kuning yang Membahayakan. Seringnya Ataru mendapat kekerasan dari “istrinya” alias Lum yang sangat kuat membuat Ataru frustrasi. Kekuatan terbesar Lum yaitu mengeluarkan tenaga listrik dan menyetrum Ataru hingga tak berdaya membuat Ataru meminta bantuan pada Cherry yang “sakti” :D

Ternyata Cherry menyanggupi permohonan Ataru dan mengirimkan sebuah pita kuning beserta surat yang berisi catatan untuk Ataru. Meskipun pita itu memang sangat bermanfaat menghilangkan kekuatan super milik Lum, Ataru justru mendapatkan masalah baru dan mau tidak mau mengakui segala tindakannya. Reaksi Lum tentu marah dan berniat menghabisinya.

Apa, ikat Lum dengan ini!? Ini hanya bisa dilepas oleh orang yang mengikatnya. Pita khusus untuk menyegel kekuatan jin. (Halaman 117)

Chapter Jadilah Perempuan adalah awal munculnya tokoh perempuan baru bernama Putri Kuramaya. Ketika kelas Ataru sedang ada kegiatan di luar kelas saat malam hari, tiba-tiba ada pesawat yang menyerupai bintang jatuh di area hutan tempat Ataru dan lainnya berkemah. Ternyata di pesawat itu terbaring putri yang tertidur dan menunggu ciuman pria biar bangun.

Singkatnya, Ataru yang (lagi-lagi) sial, dibawa oleh para pelayan Putri Kurama dan tentu saja, Ataru yang mata keranjang tergila-gila pada sang putri dan tidak berpikir dua kali untuk menciumnya. Naas, ketika Putri Kurama bangun, ia tidak sudi berikrar semalam bersama Ataru agar  bangsanya bisa terselamatkan. Ataru dirasa tak memenuhi kuaifikasi. Lantas bagaimana??

‘Kan sudah kubilang, kalian harus mencarikan laki-laki tampan!! Kenapa laki-laki serigala begini? Hei, aku takkan berikrar dengan orang bodoh kayak gini!! (Halaman 142)

Pertama, saya masih ingin mengkritik tentang teledornya editor komik Lum, The Invader Girl jilid kedua ini. bisabisanya kesalahan pencantuman blurb masih terjadi. Bahkan sama persis dengan jilid pertama. Blurb masih milik komik lain tetapi tetap dituliskan di bagian belakang buku. Seharusnya kesalahan jilid pertama bisa dijadikan pembelajaran. Eeh, malah terulang.

Dari segi cerita, masih tetap menarik dan seru layaknya jilid perdana. Hanya saja, jilid kedua ini sudah sangat random berbagai peristiwa yang terjadi. Seolah segala macam tokoh utama hanya diperkenalkan dan disinggung cikal bakal konflik pada jilid pertama. Sedangkan jilid kedua sudah sangat acak tentang lokasi, waktu, dan hal-hal yang disajikan setiap chapternya.

Lagi-lagi saya selalu membandingkan dengan komik Ranma ½ yang sudah saya baca. Dibandingkan judul tersebut, komik Lum (setidaknya hingga jilid dua ini) masih jalan di tempat. Tidak ada progress berarti tentang keberlanjutan hidup Ataru dan Shinobu. Tidak jelas pulsa status Lu sebagai “istri” Ataru yang notabene bukan manusia bumi. Entahlah.

Ataru selalu digambarkan bodoh, ceroboh,, dan mata keranjang. Seseungguhnya kombinasi sifat itu tidak disukai cewek-cewek. Sayangnya, komik ini juga bertema hareem dengan Ataru sebagai titik utamanya. Berbagai perempuan cantik dan seksi selalu bersinggungan dengan dirinya. Seolah segala sifat buruknya tak ada masalah. Padahal tabiat Ataru juga menyebalkan.

Oh iya, pada jilid ini ada extra file yang berisi tentang salah satu tokoh perempuan cantik bernama Sakura. Trivia-trivia yang ada di bagian ini banyak yang menyinggung komik jilid-jilid berikutnya, bahkan jilid yang sangat jauh ke depan. Menurut saya ini sangat mengganggu karena pengetahuan saya masih sampai jilid 2, tetapi sudah dicontohkan jilid 25. Kan kesel.

Meskipun demikian, hal-hal lebay dan terlalu ajaib menurut saya masih dalam porsi cukup dan menunjang keberlangsungan cerita. Misalnya saja tiba-tiba Ataru diculik ke istana Raja Naga di dasar danau ataupun Ataru yang disetrum jutaan volt oleh Lum masih baik-baik saja. Sang mangaka masih membuat benang merah sehingga cerita tetap jalan ke depan. #terTulus.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Lum, The Invader Girl (Jilid 1)

coverlum1

Judul: Lum, The Invader Girl (Jilid 1)

Judul Asli: Urusei Yatsura (Shinso-ban)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: Lanny

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792731873

cooltext-blurb

Tak lama lagi SMA Kuyo akan mengadakan festival olahraga. Semua murid mempersiapkan segala sesuatunya dengan semangat tinggi, kecuali Utsunomiya yang dapat tugas untuk berpakaian ala “Si Tudung Merah” di festival nanti. Didandani seperti perempuan sudah jelas membuat Utsunomiya kesal, tapi yang paling membuatnya gundah adalah di festival itu para wali murid diharuskan hadir. Dan untuk membantu teman

cooltext-review

Setelah mencicipi tiga belas jilid Ranma ½ hasil karya Takahashi Rumiko, kali ini saya berkesempatan membaca buah karya beliau yang berjudul Lum, The Invader Girl atau dalam bahasa Jepang dikenal dengan judul Urusei Yatsura. Cerita dan tokoh yang muncul di cerita ini sangat berbeda dibandingkan Ranma ½. Yang sama hanyalah hal-hal ajaib yang terjadi.

Jilid perdana ini memiliki sembilan chapter cerita dan ditambah dua extra files yang berisi trivia tentang komik ini. Tokoh utama cerita di komik ini adalah seorang pemuda SMU biasa bernama Moroboshi Ataru. Ia berpacaran dengan teman sekelasnya bernama Shinobu. Berbagai tragedi mulai muncul ketika ia berurusan dengan jin dan berbagai macam makhluk supernatural.

Chapter pertama berjudul Whirling Youth mengisahkan Ataru secara tidak sengaja harus memenangkan permainan jin-jinan selama maksimal sepuluh hari dengan makhluk luar angkasa agar bumi idak dikuasai makhluk asing. Lawan Ataru adalah Lum (dibaca Lam), invader atau alien cantik berpakaian bikini. Syaratnya Ataru harus memegang tanduk Lum.

Moroboshi menangis! Dia menangis sambil memeluk bra Lum yang tertinggal… Sungguh satu halaman masa muda yang indah, berjuanglah, Moroboshi! Jangan kalah, Moroboshi! Masih ada hari esok! (Halaman 18)

Selain Ataru, Shinobu, dan Lum, ada satu tokoh menyebalkan bernama Sakuranbo atau biasa (minta) dipanggil Cherry. Ia adalah seorang pendeta tua yang (mengaku) bisa melihat nasib buruk yang mengiringi Ataru dari melihat paras wajahnya. Chapter berjudul Kamu Pasti Mati adalah salah satu bukti ketika Lum yang telah kalah dari permainan jin-jinan melawan Ataru.

Secara tidak sengaja muncul kesalah pahaman yang membuat Lum menerima “lamaran” Ataru dan tinggal serumah. Ataru yang hanya mencintai Shinobu akhirnya terus menjaga hubungan dengannya dan terus menghindari Lum yang selalu saja membuatnya tidak nyaman di rumah sendiri. Tentu saja Lum sangat cemburu dan marah melihat hubungan Ataru dengan Shinobu.

Kedua kasus menghilang itu terjadi saat dia sedang menelepon kekasihnya. Lalu dari UFO Lum mengirim gelombang electrik dengan dahsyat ke rumah mereka berdua! Bentuk segitiga ini membuat black hole! (Halaman 100)

Cerita semakin kompleks ketika muncul satu lagi invader dari bangsa Lum yang hadir di bumi. Dia bernama Rei yang tak lain dan tak bukan adalah tunangan Lum. Sayangnya, sifat dirinya yang mudah berubah wujud menjadi sapi ketika marah membuat Lum tidak mau dijodohkan dengan Rei. Padahal Rei yang tidak bisa berbahsa Jepang sampai nekat menyusul tunangannya.

Tak Bisa Dibenci adalah chapter ketika Rei terus menerus mengejar Lum dan mengamuk ketika Ataru didekati oleh Lum setiap saat. Masalah semakin pelik ketika Rei yang tidak fasih berbahasa Jepang terus meneriakkan kalimat lamaran pada berbagai wanita saat mengejar Lum yang berlari kesana kemari. Tentu saja paras tampan Rei membuat kehebohan di mana-mana.

Sapi itu prototipenya, kalau jadi orang, pasti bentuknya jadi cowok aneh. Yah… untuk Lum, sih, bagus. sedikit di atas kami. Modal cowok, bukan tampang! (Halaman 137)

Dibandingkan dengan Ranma ½, komik Lum ini terasa lebih kompleks dan panjang jalinan ceritanya. Saya merasa komik Ranma ½ banyak dihiasi panel yang besar dan jalinan cerita singkat, sedangkan Lum banyak menggunakan ukuran panel yang kecil dan jalinan cerita yang tidak sederhana. meskipun demikian, sisi lebay dan terlalu ajaib masih khas Takahashi Rumiko.

Setting lokasi dan waktu pada awalnya tidak saya ketahui. Menilik berbagai macam keajaiban yang terjadi mulai dari setan, jin, dan alien, sepertinya tidak mungkin mengambil setting waktu modern. Sedangkan lokasi, bisa saya ketahui dari extra files bagian belakang bahwa lokasi Ataru hidup ada di Kota Tomobiki yang tentu saja hanya rekaan semata.

Oh iya, perlu saya sampaikan bahwa blurb yang tertulis di bagian belakang komik Lum, The Invader Girl ini entah bagaimana ceritanya lagi-lagi redaksi Elex Media Komputindo melakukan kesalahan fatal. Blurb yang tertulis di bagian belakang komik sesungguhnya adalah blurb untuk komik Jungle Boy jilid kedua karya Rie Nakamura. Entah kenapa redaksi bisa salah copy paste.

Segi cerita, saya lebih suka Lum daripada Ranma. Meskipun keduanya sama-sama mengambil tema slice of life yang tiap chaper tidak saling bertautan, cerita Lum yang leih kompleks dan ada akhir yang masuk akal membuat saya lebih puas ketika sampai pada penghujung cerita. Apalagi saya dibuat cengengesan ketika melihat kesialan Ataru yang tiada habisnya.

Jilid pertama kali ini memang masih berupa perkenalan tokoh dan awal mula konflik. Meskipun demikian, saya sudah bisa melihat keunikan masing-maing tokoh. Bukan hanya tokoh utama, tokoh pendamping pun juga mendapatkan porsi tayang yang cukup sehingga karakter dan sifat setiap tokohnya bisa tersajikan dengan baik. Well done, Lum! Tunggu review jilid berikutnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 13)

coverranma13

Judul: Ranma ½ (Jilid 13)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792702385

cooltext-blurb

Ranma mendadak lemah karena jurus moxibusi penghilang tenaga Happosai. Untuk bisa kembali menjadi kuat, ia harus merebut diagram tubuh manusia yang menunjukkan titik pemunah moxa!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Akhirnya sampai juga di jilid ketiga belas dari serial Ranma ½ yang sudah saya baca. Cukup banyak hal yang berbeda dibandingkan jilid perdananya. Meskipun masih terdiri dari sebelas chapter, jilid ini hanya memiliki satu kisah yang saling terkait antar chapter, bahkan masih bersambung.

Pria Terlemah adalah chapter pembuka dari rangkaian periswtiwa yang akan terjadi. Kisah bermula ketika Kakek Happosai (lagi-lagi) dikejar-kejar oleh banyak gadis muda karena mencuri pakaian dalam mereka. Melihat hal itu, tentu saja Ranma tidak tinggal diam dan “menyelesaikan” perkara itu. tentu saja Happosai sangat geram karena kalah begitu saja.

Akhirnya, ia memberikan serangan balasan pada Ranma yaitu menempelkan batu moxibusi pada tubuh Ranma. Sayangnya, tak seorangpun di rumah keluarga Tendo yang mengetahui tentang khasiat batu itu pada seseorang. Ternyata moxibusi bisa menghilangkan kekuatan! Tentu saja Ranma yang sehari-hari kuat dan bertenaga, langsung lembek dan tak bisa memukul.

Ya. Menurut data… Diagram tubuh manusia yang menunjukkan titik moxibusi penghilang tenaga tersimpan di suatu tempat. (Halaman 29)

Benar sekali, meskipun Dokter Tofu telah mengetahui cara menyembuhkan Ranma, ia masih memerlukan gambar diagram tubuh manusia, yang secara kebetulan disembunyikan oleh Happosai. Satu-satunya cara ia harus mengalahkan kakek itu. Ranma, Genma, dan Ukyou akhirnya pergi ke Batu Mogusa di Lembah Yomogi yang ada di Desa Moxibusi untuk berlatih.

Latihan Khusus! Neraka Spiral adalah proses latihan Ranma yang sangat berat. Secara tiba-tiba Nenek Ke Lun datang ke Lembah Yomogi untuk membantu Ranma. Ia mengajarkan sebuah jurus yang sangat hebat dan bisa dikuasai Ranma meskipun ia tidak kuat lagi. jurus tersebut bernama jurus naga terbang ke langit. Tak tanggung-tanggung, Ryoga menjadi lawannya.

Jangan malu. Jangan marah. Jangan jadi panas!! Dengar, inti utama dari naga terbang ke langit adalah… hati yang dingin! Kalau tak mampu menggambar spiral dengan hati yang dingin, kau tak akan menguasai jurus naga terbang ke langit! (Halaman 76-77)

Setelah berhasil menguasai jurus tersebut, Ranma kembali ke rumah dan berniat menantang Happosai bertarung. Chapter berjudul Mulai! Pertarungan Pembalasan merupakan awal mula pertarungan Ranma dan Happosai. Banyak kendala yang terjadi sebelum Ranma bisa bertarung. Lantas, berhasilkah Ranma mengalahkan Happosai dan mendapatkan diagram tubuh manusia?

Kenapa ya…? Apa pun yang kulakukan, rasanya hampa… Ranma… Benar, lebih menyenangkan waktu masih ada Ranma. Ranma, kenapa kau tinggalkan aku? Dan menjadi bintang di langit!? (Halaman 127)

Seru! Jilid ini adalah jilid paling seru dibandingkan dua belas jilid sebelumnya. Ceritanya panjang, tidak bertele-tele, dan tetap menarik. Sepertinya sang mangaka sudah meninggalkan formula satu cerita tamat dalam tiga hingga empat chapter dan muai fokus menghadirkan kisah kompleks sepanjang satu tankoubon. Bahkan kisah ini belum selesai dan masih bersambung.

Moxibusi adalah sebuah kata benda yang asing bagi saya. Awal kemunculannya tidak diberi tahu benda apakah moxibusi itu. memang lambat laun terkuak bahwa moxibusi adalah sejenis batu. Tapi batu yang bagaimana? Bahannya seperti apa? Mengapa bisa memiliki khasiat melemahkan? Hingga akhir jilid ini masih tidak dijelaskan. Yang penting batu moxibusi. Titik.

Saya suka berbagai humor antiklimaks yang disuguhkan di jilid ini terasa mengalir dan cukup menghibur. Tidak ada lagi “nuansa” dipaksakan yang saya temui di jilid dua belas yang lalu. Banyaknya tokoh yang muncul tidak membuat karakter saling tumpang tindih. Justru kehadiran tokoh-tokoh pendukung lain turut serta membuat cerita makin menarik. Suka!

Yang cukup aneh adalah kondisi Ranma. Seperti yang sudah dijelaskan, batu moxibusi bisa membuat tenaga manusia menurun dan jadi lemah sama sekali. Namun, pada satu panel, Ranma berujar “Aku memang jadi lemah, tapi kecepatanku tidak menurun.” Lho? Kok bisa? Bergerak dengan lincah juga membutuhkan tenaga atau power kan? Katanya lemah? Lho?

Akhir kisah yang sangat gantung dan cukup mengejutkan membuat saya gemas ingin membaca jilid selanjutnya. Sayang, saya sudah tidak memiliki stok lanjutannya lagi. jadi saya tidak tahu bagaimana akhir pertarungan Ranma dengan jurus naga terbang ke langit itu. Apakah berhasil atau justru antiklimaks, saya juga tidak tahu. Yang jelas, saya suka dengan jilid ini. Yahooo~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 12)

coverranma12

Judul: Ranma ½ (Jilid 12)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792700473

cooltext-blurb

Kepala sekolah SMU Furinkan akhirnya pulang setelah tiga tahun tak terlihat. Orang dengan pohon kelapa di kepalanya itu, menghadiahkan peraturan sekolah yang ekstrim. Merasa tertindas, para murid mulai bertarung melawan kepala sekolah.!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid dua belas yang saya baca kali ini terasa sedikit berbeda dibandingkan jilid-jilid terdahulu. Meskipun ada sebelas chapter yang disuguhkan di jilid kali ini, secara umum hanya ada dua cerita besar yang diceritakan. Satu cerita dengan tokoh baru, satu lagi dengan tokoh lama. Penasaran?

Kembalinya Kepala Sekolah adalah chapter yang mengawali kisah pertama yang akan diberikan sang mangaka. Selama tiga tahun terakhir, Kepala SMU Furinkan tidak ada di sekolah karena sedang berada di laur negeri. Suatu ketika, ia kembali dan membuat gempar seluruh sekolah dengan menerapkan peraturan mengenai ketentuan model rambut murid cowok dan cewek.

Tak mau rambut mereka diatur dengan model yang tidak disukai, akhirnya seluruh siswa SMU Furinkan bahu membahu mengalahkan kepala sekolahnya sendiri dan merebut surat dispensasi peraturan sekolah. Perjangan mereka tidak mudah setelah sang Kepala Sekolah menjebak mereka semua di ruang bawah tanah sekolah yang ajaibnya sangat luas dan seperti Hawaii.

Di dalam buah kelapa ini ada surat dispensasi peraturan sekolah. Jika kalian bisa merebut buah kelapa ini… (Halaman 16)

Setelah urusan pertauran-sekolah-tentang-model-rambut-siswa-laki-laki-dan-perempuan usai, Kepala Sekolah lagi-lagi membuat gara-gara dengan menerapkan hukuman bagi siswa yang terlambat datang ke sekolah setelah bel berbunyi meskipun hanya satu detik. Hukumannya? Membersihkan toilet selama seminggu. Tentu saja Ranma tidak tinggal diam. Lalu bagaimana?

Sabun Kebahagiaan adalah chapter pembuka seuah kisah baru yang (lagi-lagi) masih melibatkan tokoh-tokoh yang terkena kutukan mata air Cina. Shan Pu yang baru saja kembali dari Cina membawa sebuah sabun ajaib yang membuatnya tidak akan berubah wujud menjadi kucing. Sehebat apakah sabun yang dibeli dari toko oleh-oleh di sekitar mata air kutukan Cina itu?

Bukan sabun biasa. Jika badan dibersihkan dengan ini, disiram air pun takkan berubah wujud. Sabun anti air yang membuka zaman baru! (Halaman 106)

Apesnya, sabun itu jatuh ke tangan Ryoga yang tidak tahu apa-apa bahkan saat Shan Pu belum menggunakannya sama sekali. Tentu saja hal ini membuat Ryoga tidak berubah wujud menjadi babi hitam kecil saat disiram air dingin. Ia yang sangat bahagia akhirnya berikrar akan mengungkapkan perasaannya pada Akane yang sangat ia cintai selama ini.

Ranma yang akhirnya mengetahui keberadaan sabun ituu akhirnya bersekongkol dengan Shan Pu agar sabun itu bisa mereka rebut. Namun, Shan Pu yang tidak ingin membaginya dengan Ranma jadi mengacaukan segala rencana yang tersusun rapi dan membuat kekacauan di mana-mana. Bahkan Akane jadi kesal dan marah dengan semuanya. Bagaimana kelanjutannya?

Karena hanya ada dua cerita besar yang ada di jilid ini, saya mau tidak mau jadi membandingkan mana yang lebih lucu, lebih menarik, dan lebih enak disimak dibandingkan yang lain. Dan pilihan saya jatuh pada cerita kedua. Meskipun tidak ada cerita baru, kehadiran sabun ajaib yang mengacaukan segalanya membuat saya tertawa beberapa kali.

Sedangkan cerita pertama, saya merasakan aura pemaksaan dan sok asik yang komikus coba hadirkan. Mulai dari kemunculan tiba-tiba sang Kepala Sekolah yang sangat lebay, peraturan sekolah yang juga sangat lebay, serta berbagai aksi dan reaksi sepanjang cerita yang (lagi-lagi) sangat lebay membuat cerita menjadi tidak asik dinikmati dengan baik. Sayang sekali.

Komik genre komedi memang terkadang menyuguhkan hal yang terlampau luar biasa sebagai slapstick yang mengundang tawa pembaca. Tetapi jika hal berlebihan itu diulang-ulang dengan formula yang sama, kesannya jadi sangat garing dan tidak lucu lagi. Hal inilah kekurangan besar cerita pertama. Padahal tokoh baru yang muncul ada kaitannya dengan tokoh utama lho.

Sedangkan cerita kedua lucu dari berbagai sisi. Sang mangaka tidak berusaha membuat hal-hal yang lebay mendominasi sisi humoris cerita. Setiap karakter masih dipertahankan dengan ciri khasnya sendiri. Hal inilah yang membuat cerita menjadi lucu dan menarik untuk diikuti. Misalnya saja Ryoga yang ingin berduaan dengan Akane, Ranma yang cemburu, dan lainnya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 11)

coverranma11

Judul: Ranma ½ (Jilid 11)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792005127

cooltext-blurb

Pertarungan memperebutkan jurus rahasia dahsyat lingkaran bunga api antara Happosai, Soun Tendo, dan Genma Saotome tak bisa dihindarkan. Akane dan Ranma pun ikut serta dalam duel tersebut, sehingga kekacauan bertambah. Seperti apakah jurus rahasia bola maut itu?

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Tidak terasa akhirnya saya sudah menyelesaikan sepuluh jilid awal Ranma ½ tanpa jeda. Kali ini jilid kesebelas tidak ketinggalan akan saya ulsa. Meskipun jumlah chapter sebanyak sebelas buah masih sama seperti sebelumnya, ada empat kisah alih-alih hanya tiga. Aih makin pendek aja.

Selamat Datang, Kakak adalah salah satu chapter yang mengusuh kisah pertama. Certa bermula dari tayangan televisi yng menyiarkan seekor anjing betina yang baru saja melahirkan anak. Nama anjing tersebut adalah Hibiki Shirokuro. Ya benar, anjing itu milik Ryoga. Sang majikan yang lama tak pulang ke rumah membuat Shirokuro rindu pada pemuda tanggung itu.

Akhirnya suatu hari Ryoga mengajak Akane berkunjung ke rumahnya sekaligus menengok keadaan anak-anak Shirokuro. Masalah pertama terjadi ketika AKane berangkat duluan dan meninggalkan Ryoga yang buta arah parah termenung sendirian. Akhirnya mau tidak mau ia minta tolong Ranma mengantarkannya ke rumah secepat mungkin. Kemudian? Baca sendiri~

Shirokuro juga melahirkan selagi aku pergi. Kalaupun adikku lahir… Itu wajar!! (Halaman 24)

Happosai yang hobi berbuat onar sering menjadi bulan-bulanan Ranma, Genma, dan Soun yang jauh lebih muda. Suatu ketika, kakek Happosai amat marah dan hendak mengeluarkan jurus lingkaran bunga api yang sangat hebat, tapi apesnya ia sendiri lupa cara mengeluarkannya. Genma dan Soun yang pernah mendapatkan jurus itu sangat cemas jika Happosai ingat lagi.

Rebut Kitab Rahasia! adalah chapter yang mengisahkan bagaimana sepak terjang Ranma+Genma+Soun yang bersaing dengan Happosai mengambil kitab rahasia jurus lingkaran bunga api. Cerita semakin lucu ketika “kuburan” kitab rahasia tersebut ada di tengah-tengah pemandian umum wanita. Waduh! Bagaimana cara mengambil kitab rahasia itu??

Kalian paham? Poin utama dari pengintipan adalah… Menemukan cara untuk menyatu dengan alam di sekitarnya. (Halaman 72)

Hold Me Tonight adalah chapter yang mewakili kisah baru ketika Shan Pu mendapakan sebuah bahan unik yang bisa menghipnotis orang lain. Tidak sulit, hanya mencampurkan bahan tersebut pada sebuah masakan dan akhirnya membuat orang yang memakan hidangan itu bisa dikendalikan perbuatannya. Siapa target yang diincar Shan Pu? Tentu saja Saotome Ranma.

Lucunya, karena keteledorannya sendiri, Shan Pu justru membat Ranma terkena hipnotis yang dipicu dari bersin seseorang. Singkattnya ketika ada orang bersin di dekat Ranma, maka ia akan memeluk orang yang bersin itu. masalah makin rumit ketika Akane yang sedang flu harus berdua dengan Ranma di dalam rumah karena anggota keluarga yang lain sedang pergi.

Pengecut!! Mentang-mentang semua orang sedang pergi… Coba saja peluk aku lagi! Kamu tak akan melihat matahari esok hari!! (Halaman 116)

Secara umum, sesungguhnya Akane dan Shan Pu tidak terlalu jelas terlihat bahwa mereka berdua sedang dalam kondisi saling bersain. Shan Pu yang jelas mencintai Ranma sedangkan Akane benci-tapi-cinta-tapi-jaim pada Ranma kerap membuat mereka ingin tampil lebih unggul dibandingkan yang lain, khususnya di hadapan Saaotome Ranma.

Badminton Tenaga Raksasa adalah chapter yang mengisahkan bagaimana duel antara Akane dan Shan Pu di awal tahun baru. Meskipun awalnya Akane jauh lebih lemah dibandingkan Shan Pu, kali ini Akane sangat kuat. Hal ini dikarenakan ia memakan mi kuat yang sejatinya adalah milik Happosai. Akibatnya, kekuatan Akane bertambah besar dan bsia menantang Shan Pu duel.

Ooh!! Kali ini bahan moci! Semakin gagal memukul, gerakan akan semakin terhambat!! Kalau begini, dia tak bisa bergerak! (Halaman 151)

Jilid sebelas ini banyak hal yang membuat saya tertawa. Bukan hanya tersenyum, nyengir,, ataupun terkekeh, tapi benar-benar tertawa meskipun tidak sampai terbahak. Hal ini menurut saya merupakan kemajuan yang sangat baik dari segi humor, mengingat saya bukan orang yang mudah tertawa karena humor yang receh dan garing krik krik hehehe.

Kisah pertama, kedua, ketiga, dan keempat memiliki keunikan masing-masing. Namun demikian, formula salah paham dan tak mau melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lain sepertinya masih dipertahankan oleh Takahashi Rumiko. Hal ini akhirnya membuat perkembangan cerita utama mengenai Ranma yang ingin menjadi lelaku sejati jadi terlupakan.

Ya benar, saya rasa sejak jilid pertama hingga sebelas, hanya jilid satu atau dua saja yang memberikan kejelasan plot maju. Setelah itu, hanya penambahan tokoh serta penuturan cerita casual yang terjadi sehari-hari yang disuguhkan di komik ini. Agak disayangkan apabila sang mangaka terlena dengan slice of life ini dan terlalu sibuk meninggalkan plot maju yang penting.

Gaya terjemahan yang unik dan tidak monoton adalah salah satu hal yang membuat saya betah membaca komik ini hingga saat ini. misalnya saja lingkaran bunga api. Bunga api. Apa sinonimnya? Ya benar, alih-alih menggunakan sinonimnya yang sudah mengacu pada suatu benda, sang penerjemah memberikan nuansa dengan memberikan istilah bunga api :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 10)

coverranma10

Judul: Ranma ½ (Jilid 10)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792098518

cooltext-blurb

Akane disandera dan akan dijadikan angsa!? Itulah rencana Musu, pria rabun yang muncul untuk merebut Shan Pu yang dicintainya. Dia menantang Ranma bertempur dengan air dari mata air anak angsa yang dibawanya dari Cina. Ranma dan Akane dalam bahaya!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Yossh kembali lagi pada ulasan komik Ranma ½ jilid kesepuluh ini. Seperti baisa ada sebelas chapter yang disuguhkan di komik ini yang secara garis besar terbagi atas tiga cerita utama yang berbeda-beda. Namun demikian, semuanya masih bermuara pada tema slice of (Ranma’s) life.

Chapter berjudul Cinta Sesaat adalah chapter yang cukup lucu. Selama ini kakek Happosai sangat gemar mencuri pakaian dalam wanita muda dan selalu menggoda gadis cantik. Beliau sangat mendambakan pasangan perempuan berambut panjang dan bermata besar. Ranma yang sudah lelah berurusan dengan Shan Pu memiliki ide mengenalkan kakek itu dengannya.

Eh eh eh ternyata Ranma bukan mengenalkan Happosai pada Shan Pu, melainkan pada Ke Lun alias nenek buyut Shan Pu. Tak disangka, peprjumpaan mereka berdua membuka tabis masa lalu tentang seorang pemuda pencuri yang merampas harta keluarga Ke Lun berbentuk gelang. Yang berbahaya di gelang yang dicuri Happy alias Happosai tersebut terdapat hal mengerikan.

Benar. Obat jatuh cinta yang dimasukkan dalam gelang itu… Orang yang meminumnya… Akan jatuh cinta pada lawan jenis yang pertama dilihatnya. (Halaman 21)

Mu Su hadir lagii! Ah saya menantikan kemunculan kembali lelaki rabun dekat yang jago silat ini. Pada chater berjudul Rencana Bebek Ranma, Mu Su bermaksud menghabisi Ranma melalui sebuah pertunjukan sirkus Cina. Ia ingin membuat Ranma mengalami kesialan yang ia alami ketika tercebur mata air kutukan sehingga ia menjadi bebek saat tersiram air dingin.

Ya benar. Rabun dekat Mu Su sangat parah sehingga ia dengan mudah tercebur ke mata air kutukan anak bebek. Pada chapter kali ini juga sangat terlihat bagaimana kesungguhan hati Mu Su ingin mengalahkan Ranma dan merebut hati Shan Pu gadis yang sejak lama ia cintai. Awalnya Ranma bermaksud mengalah. Namun kemudian ia urung melanjutkan rencananya.

Aku sudah lama jadi pemandu wisata di sini. Tapi, Tuan orang pertama yang mendadak… Melompat ke mata air. (Halaman 71)

Tsubasa Kurenai adalah chapter pembuka sebuah kisah rumi yang baru. Masih ingat Konji Ukyo si tukang okonomiyaki yang menjadi tunangan Ranma saat masih kecil? Ternyata urusan dengan Ukyo belum selesai. Kini muncul seseorang bernama Tsubasa Kurenai yang mengincar nyawa Ranma. Hal ini ia lakukan karena merasa Ranma telah merebut Ukyo yang ia cintai.

Tsubasa adalah teman sekolah Ukyo saat belum pindah ke SMU Furinkan. Kelembutan hati Ukyo membuat Tsubasa langsung jatuh cinta dan tak mau melepaskannya. Ukyo yang merasa risih akhirnya mengirimkan surat bahwa ia telah bertunangan dengan Ranma. Pada chapter ini ada sebuah twist yang cukup mengejutan tentang sosok Tsubasa Kurenai dan Ukyo dimasa lalu.

Hmp… Kalau soal Ukyo seorang wanita… Aku sudah tahu dari awal. Dengar, ya! Aku cuma tertarik pada wanita!! (Halaman 146)

Jilid kesepuluh ini awalnya cukup membosankan karena saya kurang begitu suka dengan karakter Happosai dan Ke Lun yang tidak sesuai dengan kaidah manusia pada umumnya. Belum lagi sifat Happosai yang mata keranjang dan menghalalkan segala cara demi berdekatan dengan gadis muda sangat menjengkelkan. Pantas saja Genma & Soun berniat membunuhnya.

Kemunculan Mu Su yang tiba-tiba membuat jilid ini menjadi menarik. Setelah sebelumnya ia kalah telak dari Ranma dan “hilang” dari peredaran, kemunculannya kali ini dengan kondisi mendapatkan kutukan bebek menjadi hal yang menggelikan. Meskipun saya bingung Mu Su menjadi bebek ataukah angsa. Tapi yang jelas tetap saja lucu melihat bebek pakai kacamata.

Plot twist yang terjadi pada kisah ketiga tidak akan saya singgung arena takut spoiler. Yang jelas saya cukup kaget mengetahui siapa Tsubasa Kurenai ini sebenarnya. Meskipun demikian, saya tidak yakin Tsubasa akan kembali muncul di jilid selanjutnya. Padahal ia termasuk tokoh unik yang tidak perlu mendapat kutukan mata air demi keunikannya itu. tunggu saja deh.

Setelah membaca sepuluh jilid Ranma ½ ini, kemunculan tokoh-tokoh baru membuat kisah hidup Ranma semakin rumit. Padahal sebelumnya juga sudah rumit sih dengan mata air kutukan itu. Kalau boleh memberikan spoiler sedikit, sebenarnya hal-hal rumit itu terjadi hanya karena satu alasan: salah paham. Kesalah pahaman membuat kesimpulan sepihak kemudian bertindak sesuai pikirannya sendiri. Hal ini yang jadi poin utama konflik Ranma ½. Ciao!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 9)

coverranma9

Judul: Ranma ½ (Jilid 9)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792097153

cooltext-blurb

Balapan ratu duel katering diadakan. Ranma wanita, Akane, dan Shan Pu melakukan pertarungan besar mempertaruhkan tekad wanita!! Siapakah yang akan menang!? Tiba-tiba, muncul guru ayah Ranma dan Akane yang bernama Happosai. Kakek mata keranjang yang sangat parah!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Yahoooo. Jumpa lagi nih dengan review judul yang saya baca beberapa minggu terakhir ini. Yup, Ranma ½ sudah sampai jilid sembilan yang telah saya baca. Kali ini saya akan memberikan sedikit kesan tentang jilid yang memiliki sebelas chapter cerita di dalamnya. Psst, ada tokoh baru lagi lho~

Oh iya, sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa saya tidak keliru menuliskan blurb di atas yang sama persis dengan blurb di jilid keenam. Hal itu saya ketahui saat melihat sendiri jilid sembiilan ini. Ternyata kesalahan ada pada penerbit Elex yang mencetak halaman blurb jilid keenam pada jilid sembilan. Bahkan ISBN dan barcode juga ikut salah. Jadi bukan salah saya ya.

Cerita pertama memiliki jumlah beberapa chapter. Salah satu chapter tersebut berjudul Never Give Up. Mengisahkan tentang Kunou Kodachi di Sekolah Putri Saint Habereke yang baru saja praktikum memasak, khususnya membat kue. Namanya saja sekolah putri, Kodachi buru-buru ijin pulang cepat dengan tujuan memberikan kue buatannya pada Ranma, orang yang ia suka.

Pada saat yang bersamaan, kelas Akane di SMU Furinkan juga baru saja selesai kelas memasak kue. Banyak anak lelaki yang ingin mencicipi kue buatan Akane. Namun, Akane tidak bersedia memberikannya pada orang lain selain Ranma. Sayangnya, Ranma merasa kue buatan Akane tidak enak. Tiba-tiba muncul Kodachi yang membuat segalanya menjadi rumit.

Aku ingin makan film negatifnya. Maukah kau buatkan untukku? Masakan film negatif… (Halaman 23)

Kisah selanjutnya diiringi dengan kemunculan tokoh baru. Adalah seorang gadis penjual okonomiyaki bernama Kounji Ukyou. Perempuan ini adalah teman masa kecil Ranma ketika sedang mengembara untuk berlatih bersama ayahnya. Ukyou yang dipanggil Ucchan oleh Ranma ini adalah anak perempuan seorang tukang okonomiyaki yang sering dihutangi Ranma.

Pertandingan Maut Okonomiyaki adalah chapter yang mengisahkan pertandingan Ranma dan Ukyou yang teramat dendam kepadanya. Satu hal bodoh yang tidak disadari Ranma adalah, Ukyou sesungguhnya seorang perempuan. Tidak sampai di situ saja, Ukyou ternyata telah disetujui menjadi tunangan Ranma ketika masih kecil. Waduh bagaimana ini?

Gerobak yang dicuri itu, jnji membawamu yang dilanggar itu… Semuanya kejahatan ayahku, ‘kan? Kenapa aku juga jadi sasaran…? (Halaman 86)

Setelah urusan pertandingan antara Ranma dan Ukyou berakhir dengan antiklimaks, kali ini muncul lagi Ryoga yang (lagilagi) ingin menantang Ranma bertarung. Tak tanggung-tanggung, ia menyerang Ranma secara langsung. Melihat tunangannya sedang diserang, Ukyou tidak tinggal diam dan melindungi Ranma. Hal ini sempat membuat hubungan keduanya panas.

Melihat ada sebuah celah yang bisa dimanfaatkan demi merebut tunangannya lagi, Ukyou akhirnya berinisiatif membuat Akane dan Ryoga berkencan. Chapter berjudul Surat Cinta yang Sempurna turut menyuguhkan bagaimana akhirnya Ryoga dan Akane kencan di kedai okonomiyaki milik Ukyou. Melihat hal ini, Ranma jadi tidak rela Akane “direbut” dari dirinya.

Kencan pertama? Dia mau dekatkan aku dengan cowok lain… Untuk membatalkan pertunanganku! Siapa yang mau diatur begitu!? (Halaman 145)

Well well well. Saya cukup suka dengan kemunculan Kunou Kodachi lagi di chapter ini. setelah pada chapter kedua ia langsung lenyap setelah pertandingan senam ritmik, kemunculannya setelah tujuh jilid berlalu membuat cerita makin menarik. Terlebih sifatnya yang sangat naif dan menghalalkan segala cara agar berdekatan langsung (secara fisik) dengan Ranma sangat hmm.

Banyak berbagai hal yang sangat kebetulan kalau dipikir-pikir selama membaca Ranma ½ ini. Namanya juga cerita fiktif, memang tidak salah jika kebetulan-kebetulan merupakan hal yang sangat lumrah. Hanya saja, kebetulan yang terlalu pas dan terjadi berulang-ulang juga menjadi kurang nyaman dibaca. Ditambah beberapa karakter dibuat terlalu “bodoh” dan tidak peka.

Seperti apa contohnya? Kebetulan SMU Furinkan dan Sekolah Putri Saint Habereke sama-sama mengadakan kelas memasak. Kebetulan Ranma yang mengejar Kodachi harus tersungkur dan ada kontak fisik. Kebetulan Gosunkugi mengambil foto keduanya yang dimanfaatkan Kodachi sebagai ancaman. Dan kebetlan pula Akane tidak peka memperhatikan sekelilingnya. Huft.

Kemunculan Ukyou sang tukang okonomiyaki yang berstatus sebagai tunangan Ranma ketika amsih kecil dan menuntut balas ketika sudah cukup dewasa membuat cerita menjadi seakin rumit. Kalau dipikir-pikir, Ranma ini menjadi hareem deh. Sejauh ini ada Akane, Shan Pu, Kodachi, dan Ukyou yang menyukainya. Padahal Ranma teratrik pada satu orang saja.

Sedangkan Akane yang disukai Ranma, Kunou, Ryoga, dan Gosunkugi kurang tergali selayaknya hareem versi Ranma. Apakah ini artinya peran Akane tak lebih dari pasangan Ranma saja ataukah sang mangaka tak ingin membuat kisah cinta Akane lebih menarik daripada sang tokoh utama yaitu Saotome Ranma itu sendiri. Entahlah saya juga tak tahu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 8)

coverranma8

Judul: Ranma ½ (Jilid 8)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792095852

cooltext-blurb

Karena yakin mampu memerankan Juliet, Akane tampil dalam kontes drama. Ternyata, yang jadi pemeran Romeo adalah Happosai dan Kak Kunou. Ranma ikut karena mendengar pemenangnya akan dapat hadiah wisata ke Cina!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Kisah hdup Ranma yang memiliki dua wujud fisik diri masih berlanjuuut. Kali ini saya sudah memasuki jilid kedelapan. Ada sebelas chapter yang dimuat di tankoubon ini. Isi ceritanya masih berupa kisah-kisah slice of life yang acak alias tidak runtut secara waktu. Yuk mari simak saja dulu…

Tak Butuh Bantuan adalah chapter ketika terjadi tragedi pencurian papan nama perguruan milik keluarga Tendo. Saya tidak tahu mengapa hilangnya papan nama ini membuat Akane dan keluarga Tendo yang lain merasa murka. Akane sampai berniat menghabisi sang pencuri yang menantangnya berduel. Bukankah lebih mudah jika membuat yang baru saja ya? Hmmm.

Di sisi lain, Shan Pu tiba-tiba hadir membawa sebungkus bubuk mata air instan yang membuat siapapun menjadi laki-laki setelah mengguyurkan air yang telah ditaburi bubuk itu. Tentu saja Shan Pu sudah merencanakan akan memberikannya pada Ranma asalkan pemuda itu berkenan kencan dengan Shan Pu. Mau tidak mau Ranma menerimanya. Tapi suatu tragedi terjadi…

Orang itu kuat. Paling tidak… Dia bukan lawan yang bisa dikalahkan Akane. (Halaman 30)

Meninggalkan hiruk pikuk bubuk mata air instan dan pencuri papan nama perguruan, chapter berjudul Battle Royale – Romeo ini terasa sangat menarik. Akane sangat suka bermain drama, namun, sejak SD ia selalu mendapatkan peran maskulin. Hal ini membuatnya menolak mentah-mentah permintaan klub drama yang memintanya bermain pada kontes drama antar sekolah.

Yang mengejutkan, ternyata pemain yang dicari untuk peran Juliet. Akane yang sangat ingin memerankan gadis anggun dan lembut akhirnya menerima tawaran itu. Sayangnya, keputusan itu membuat Kunou Tatewaki, Gosunkugi Hikaru, dan kakek Happosai berniat menjadi Romeo. Ranma tak tinggal diam dan ikut serta karena iming-iming hadiah wisata Cina gratis. Benarkah?

I, ini kan drama… Lakukanlah pertandingan di panggung… Orang yang bertahan di pentas sampai akhir… Dialah Romeo yang sebenarnya! (Halaman 81)

Pada jilid kedelapan ini, Ryoga hadir kembali. Ia membawa sebuah peta yang sangat berharga. Chapter berjudul Cari Mata Air Laki-Laki Jepang ini mengisahkan bagaimana Ryoga ingin menemukan mata air yang bisa membuat siapapun menjadi pria setelah menceburkan diri di dalamnya. Sehingga ia tidak perlu pergi ke Cina hanya untuk mata air kutukan itu.

Perjumpaannya dengan Ranma akhirnya melibatkan Ranma yang juga ingin menemukan mata air itu. Yang sulit addalah ternyata mata air itu ada di lingkungan SMU Furinkan tepatnya di bawah ruang ganti wanita. Bisa dibayangkan bagaimana trik dan ide yang dilakukan Ranma dan Ryoga agar bisa menyelinap ke ruang ganti wanita dan mencari mata air itu. Hahahaha.

Membantuku!? Yang benar saja! Maksudmu… Kamu ingin ikut, ‘kan? Aku tak butuh bantuan! Toh, aku yang punya peta. Pokoknya, aku sendiri yang akan kembali jadi laki-la… (Halaman 141)

Jilid kedelapan ini masih seru meskipun satu rangkaian cerita tidak berkaitan langsung dengan jalinan cerita yang lain. Yang masih satu koridor adalah sang mangaka tetap memberikan porsi penampilan karakter yang telah muncul sebelumnya dan berhak menjadi tokoh tetap alias bukan slonong boy numpang lewat ala kadarnya. Hal ini cukup menyenangkan diikuti.

Mengenai interaksi antara Ranma dan Akane yang saya rasa menjadi satu-satunya benang merah yang akan bermuara hingga akhir cerita Ranma ½, masih belum menampakkan perkembangan yang signifikan hingga akhir jilid ini. Keduanya masih benci-tapi-peduli-meskipun-gengsi-mengakui. Mereka berdua selalu bertengkar pada hampir setiap kesempatan.

Meskipun demikian, mereka berdua juga terlihat saling peduli. Misalnya Ranma yang tidak ingin membiarkan Akane terluka saat berduel dengan si pencuri papan nama padahal ia sedang kencan ataupun Akane yang bersedia mengorbankan harga dirinya demi membuat Ranma memenangkan hadiah wisata Cina yang ia idam-idamkan sejak awal kontes drama.

Formula benci-tapi-peduli-meskipun-gengsi-mengakui ini sesungguhnya sangat menyebalkan dan membuat gemas. Namun, kalau dipikir-pikir justru hal itu yang membuat penasaran bagaimana akhir hubungan keduanya. Meskipun semakin ke sini, cerita yang disuguhkan sudah mulai stabil dan hanya berkutat pada eksplorasi karakter yang sudah muncul dahulu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 7)

coverranma7

Judul: Ranma ½ (Jilid 7)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792094251

cooltext-blurb

Balapan ratu duel katering diadakan. Ranma wanita, Akane, dan Shan Pu melakukan pertarungan besar mempertaruhkan tekad wanita!! Siapakah yang akan menang!? Tiba-tiba, muncul guru ayah Ranma dan Akane yang bernama Happosai. Kakek mata keranjang yang sangat parah!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid ketujuh ini sama dengan jilid sebelumnya dalam hal jumlah chapter yang terkandung di dalamnya. Sebelas chapter yang disuguhkan di jilid ini menyimpan kejutan yang tak terduga. Hal ini disebabkan oleh munculnya tokoh baru yang sangat unik sekaligus menyebalkan. Penasaran kan?

Balap Duel Katering adalah chapter pertama yang mengisahkan pertarungan tiga tokoh wanita komik ini yaitu Akane, Shan Pu, dan Ranma versi cewek. Ketiganya bertarung dalam pertandingan balapan ratu duel katering. Inti pertandingan ini adalah adu cepat mengantarkan makanan pada rumah yang ditunjuk oleh panitia. Lucunya, orang tersebut sangat tidak asing.

Dengar, gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan Tuan Pengantin. Biarkan dia merasakan dalamnya ilmu katering. (Halaman 18)

Bangkitnya Kejahatan adalah babak baru yang harus dialami keluarga Tendo dan keluarga Saotome. Guru Happosai, orang yang menjadi mentor Genma dan Soun dimasa lalu. Akibat sebuah tindakan yang sangat “keras”, keduanya menyingkirkan Happosai di sebuah lubang yang ditutup batu. Tak disangka, sang guru bangkit kembali dan meneror kedua keluarga ini.

Tenang. Aku datang bukan untuk balas dendam. Aku juga sudah tua. Aku ingin melatih salah satu dari kalian… (Halaman 80)

Kemarahan Happosai adalah salah satu chapter yang menghadirkan tingkal laku sang kakek yang sangat tidak bermoral. Ia sangat hobi mengintip para gadis muda demi kesenangannya sendiri. Sampai-sampai Ranma menjulukinya sebagai kakek cabul. Bahkan saking cabulnya, ia memiliki Gejala Pantangan yang membuatnya sangat lemah apabila tidak menyentuh wanita. Ckckckck.

Kamu bisa bicara begitu karena tidak tahu kengerian sebenanrnya dari kemarahan guru. (Halaman 141)

Cerita tentang pertandingan balapan ratu duel katering menurut saya adalah sebuah kisah yang lucu dan terlalu ajaib. Sebuah pertandingan yang khusus diikuti oleh kaum hawa membuat ketiga tokoh (agak) utama di komik ini bisa berpartisipasi. Jurus yang dikeluarkan Shan Pu sepanjang pertandingan terasa sangat ajaib karena membuat peserta lain menjadi kesulitan.

Penunjukan rumah yang menjadi garis finish oleh panitia mmebuat saya langsung menggumam “kok ya kebetulan banget nih” berkali-kali. Pun demikian ketika tiga peserta tercepat (kita semua tahu lah ya siapa saja) sudah memasuki rumah target namun akhirnya penentuan juaranya harus melebar ke mana-mana. Cukup antiklimaks juga sih menurut saya.

“Kebangkitan” kakek Happosai setelah “tertimbun” di kaki gunung adalah hal yang (lagi-lagi) cukup fenomenal. Meskipun ia adalah kakek tua, kepandaiannya dalam hal silat dan kung fu jelas sangat lebih baik dibandingkan Ranma, Genma, Soun, dan yang lainnya. Tetapi hobinya mengintip gadis muda dan mencuri pakaian dalam wanita memang sangat menyebalkan.

Dari segi cerita, saya masih menikmati. Apa lagi munculnya Happosai yang mata keranjang namun tangguh bertarung juga menjadian cerita lebih seru lagi. hanya saja, saya masih agak terganggu dengan penggambaran kakek Happosai dan nenek buyut Shan Pu yang seperti anak-anak tetapi kerutan yang cukup banyak. Jadi sedikit aneh sih melihatnya. Hmm.

Oh iya, saat membaca komik ini, saya mendapat gangguan yaitu setelah halaman 124 langsung melompat ke halaman 141. Setelah saya telusuri, ternyata halaman 125 hingga 140 ada di bagian belakang setelah halaman terakhir. Salah posisi di akhir ini cukup menjengkelkan sih. Tetapi masih lebih baik daripada halaman hilang. Paling tidak masih mendingan daripada hilang.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 6)

coverranma6

Judul: Ranma ½ (Jilid 6)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792092523

cooltext-blurb

Ranma mendapat masalah sejak munculnya Nenek buyut Shan Pu. Karena totokan daya tahan panas, dia berusaha mati-matian mendapatkan pil phoenix. Tambah lagi, Ryoga yang menjadi saingannya, dilatih jurus maut Totokan Ledakan oleh nenek buyut untuk berduel dengan Ranma.

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Haloo. Jumpa lagi dengan postingan yang berisi ulasan sekaligus kesan-kesan yang saya alami selama membaca komik Ranma ½ jilid keenam. Tidak terasa saya sudah cukup banyak membaca serial ini. saya tidak tahu komik ini akan tamat pada jilid berapa, jadi mari nikmati saja ya.

Komik jilid keenam ini memiliki sebelas chapter. Cukup banyak juga untuk kuran tankoubon utuh. Jilid ini dibuka dengan kondisi Ranma yang masih tidak bisa berubah kembali menjadi laki-laki. Ada apa gerangan? Hal ini akibat ulah nenek buyutnya Shan Pu yang memberikan jurus Totok Daya Tahan Panas yang membuat Ranma tidak bisa menyentuh air panas.

Perang Laut Memperebutkan Mempelai Pria adalah chapter yang mengisahkan perjuangan Ranma mengejar si nenek hingga ke pantai. Tak disangka disana ada pertadingan memecahkan semangka. Selain berusaha mengalahkan nenek itu, Ranma juga berambisi mengambil pl phoenix yang disinyalir bisa mengembalikannya seperti sedia kala. Berhasilkah Ranma?

Ucapan terima kasih atas latihanmu selama ini… kukembalikan semuanya padamu!! Hehehe… Kenapa, Nek? Gerakanmu lamban. Sudah makin tua, ya!? (Halaman 23)

Setelah gagal merebut pil phoenix, pembaca aan dibawa pada chapter Totokan Ledakan. Kali ini lawan lama Ranma, Ryoga, mengirimkan surat tantangan dan berambisi mengalahkan Ranma. Sayangnya ia kalah telak dengan mudah. Mengetahui hal ini, nenek buyut Shan Pu menawarkan diri melatih Ryoga sebuah jurus bernama Totokan Ledakan yang sangat hebat.

Semua benda yang ada di alam semesta ini… punya titik ledakan. Termasuk katak, jangkrik, dan serngga air. Tentu saja, tubuh manusia juga. (Halaman 92)

Kisah terkhir sebagai penutup jilid keenam ini cukup unik. Alkisah ada seorang pria dari keluarga Daimonji hendak dinikahkan dengan Miyako Ooji Satsuki. Kedua kelarga ini sangat gemar mengadakan upacara minum teh. Keduanya memiliki aliran upacara yang berbeda yaitu Aliran Miyako Ooji Satsuki dan Aliran Daimon. Sayang, si pria tidak bisa menikahi “Satsuki”.

Jurus Upacara Teh adalah chapter di mana Ranma cewek terpaksa berurusan dengan keluarga Daimonji dan mengalahkan “Satsuki” agar si pria tidak mengganggu Ranma lagi. meskipun Ranma jago silat, ketentuan utama upacara minum teh yang mewajibkan petarung duduk bersila sangat merepotkan. Nah, bagaimana akhir pertarungan ini? Bagaimana nasib Ranma?

Ba-gai-ma-na-pun ju-ga aku tak bisa mencintainya… Untuk membatalkannya… Aku harus membawa wanita yang kupilih untuk bertarung dengan calon istriku dalam upacara teh… (Halaman 145-146)

Nenek buyut Shan Pu ternyata tidak mudah menyerah meyakinkan Ranma agar mau menikahi cicitnya itu. berbagai cara ia lakukan termasuk cara yang kotor sekalipun. Bahkan kesediannya melatih Ryoga dengan sangat intensif di pegunungan ternyata hanya kedok belaka agar keinginannya melihat Ranma dan Shan Pu bersanding di pernikahan dapat terlaksana.

Sedangkan cerita kedua tentang upacara minum teh keluarga Daimonji terasa cukup out of the box. Di cerita ini cukup terasa Ranma dan Akane menjadi tokoh figuran di belakang si pria Daimonji dan “Satsuki” yang ternyata diluar dugaan. Sebuah upacara minum teh yang seharusnya lembut dan anggun justru dijadikan pertarungan mempertahankan sikap diri.

Yang saya suka dari jilid ini adalah akhir cerita yang tidak menggantung. Saya sebenarnya agak nganu dengan komik berseri yang sengaja membuat cerita terakhir menggantung dan harus membaca jilid selanjutnya untuk tahu kelanjutannya. Saya lebih menikmati komik berseri yang setiap jilidnya ada titik akhir yang jelas. Hal ini lebih memuaskan daripada digantungkan. Hiks.

Sepertinya resep memnculkan tokoh baru yang hanya tampil sekilas masih digunakan sang mangaka. Pada jilid ini terlihat sekali bahwa tokoh pria Daimonji dan Satsuki bukanlah karakter yang akan bertahan lama dan akan menghilang seiring berakhirnya jilid keenam ini. meskipun saya agak jenuh dengan pola ini, saya masih bisa menerimanya dengan lapang dada.

Akhir kata, saya masih terus menantikan jildi selanjutnya dari komik Ranma ½ ini. masih penasaran apakah Ranma kelak akan menjadi lelaki sesungguhnya dan mendapatkan akhir cerita yang memuaskan dengan Akane, ataukah ia harus menelan pahitnya kenyataan yang tidak sesuai dengan angan pembaca macam saya ini. Entahlah. Terus pantau ulasan saya ya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 5)

coverranma5

Judul: Ranma ½ (Jilid 5)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792091939

cooltext-blurb

Kelemahan besar Ranma terungkap. Tragedi baru menyerang Ranma yang berusaha keras untuk mengatasi titik kelemahannya. Shan Pu yang seharusnya sudah pulang ke Cina, kembali muncul. lalu, pria bernama Mu Su mengejar-ngejar Shan Pu. Situasi semakin kacau!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sebelas chapter yang disuguhkan di jilid kelima ini terasa cukup padat jika dibandingkan jilid-jilid sebelumnya. Panjang chapter terasa semakin singkat dengan bukti jumlah halaman yang lebih sedikit namun memuat lebih banyak chapter. Meskipun demikian, sensasi serunya cerita masih bisa dinikmati.

Awal komik ini dibuka dengan tindak-tanduk Gosunkugi Hikaru, teman sekelas Ranma dan Akane yang mencari tahu tentang kelemahan Ranma agar bisa mengalahkannya dan merebut Akane. Ya benar, chapter berjudul Titik Kelemahan Ditemukan mengisahkan betapa Gosunkugi sangat menyukai Akane. Sampai-sampai, ia berkoalisi dengan Kunou agar rencananya tercapai.

Aku sudah dengar. Katanya, beberapa hari yang lalu kamu pingsan di sekolah. Aku tidak mendidikmu untuk jadi pria selemah itu!! (Halaman 23)

Sama Siapa Pun Mau adalah chapter yang memuat tentang Ranma yang telah “berubah” menjadi sesuatu yang paling ditakutinya. Akibat “perubahan” yang tidak direncanakan ini, Ranma secara kebetulan mencium Akane yang akhirnya justru membuat gadis ini merasa canggung. Meskipun ia sadar bahwa kejadian itu diluar kendali Ranma, ia masih kepikiran sekali.

Iya ya… Kenapa aku harus pusing? Semua salah Ranma… Ya. semua salah Ranma. Aku mau pulang. Baiklah sesampainya di rumah, akan kuhajar Ranma… (Halaman 73)

Kehidupan Ranma kembali bergejolak saat kedatangan nenek buyut Shan Pu yang berupaya membuatnya menikahi Shan Pu. Padahal sebelumnya Shan Pu telah mengucap salam perpisahan dan kembali ke Cina. Namun, siapa sangka disana ia bertarung dengan nenek buyutnya sendiri di mata air kutukan. Dan bisa dipastikan bahwa Shan Pu mendapat kutukan.

Kegaduhan tak berhenti sampai di situ. Teman masa kecil Shan Pu bernama Mu Su tiba-tiba menyusul ke Jepang dan ingin mengalahkan Ranma. Meskipun cowok ini rabun dekat, ia punya sederet jurus khusus seperti tinju bangau putih, tinju telur ayam, tendangan burung kasuari, dan jurus rahasia cakar elang saat melawan Ranma pada chapter Pertunjukan Pertarungan.

Waktu jadi wanita, jangkauan tangan dan kakinya jadi pendek. Fatal sekali dia tida menyadarinya. (Halaman 129)

Lagi-lagi kedatangan tokoh baru tru membuat cerita semakin berkembang. Saya termasuk pembaca yang tertipu ketika jilid keempat yang lalu Shan Pu mengucapkan selamat tinggal, tetapi tiba-tiba jilid kelima ini dia datang lagi. Bawa-bawa nenek buyut dan teman sepermainan pula. Duh rameee. Satu hal yang cukup unik adalah postur nenek Shan Pu yang…unik hahaha.

Hingga jilid kelima ini sebenarnya saya masih meraba-raba inti cerita komik ini akan seperti apa. Apakah berhenti pada Akane dan Ranma yang dijodohkan ataukah ada sebuah benang merah yang saling terkait antara kejadian satu dengan kejadian yang lain. Hal ini saya rasakan ketika mengetahui tokoh yang muncul silih berganti dan (seringnya) hanya muncul sekilas.

Segi cerita sesungguhnya masih sama menariknya dengan jilid sebelumnya. Namun, saya merasa sang mangaka mulai terlihat menghemat penceritaan dengan memenggal chapter sedikit lebih cepat. Ada beberapa chapter yang saya rasa masih bagus jika digabungkan jadi satu alih-alih memisahkannya pada chapter yang berbeda. Agak membuat geregetan sih hehe.

Banyaknya tokoh yang statusnya kurang jelas apakah utama ataupun pendukung jadi membuat jilid ini sedikit bias. Selain Ranma, saya merasa tokoh yang lain memiliki porsi yang sama. Bahkan Akane yang sejak awal akan menjadi pemeran utama wanita jadi sedikit bergeser menjadi karakter pendukung Ranma. Saya jadi bingung dengan posisi Akane ini. Huft.

Meskipun demikian, jilid ini masih mengagumkan kok. jurus yang dikeluarkan Mu Su juga unik-unik namanya. Saya salut pada sang penerjemah yang bisa menerjemahkan dengan apik namun tetap keren dan tidak kaku. Good job. Saya maskin penasaran bagaimana kelanjutan kehidupan Ranma yang menjalani dua kelamin ini kedepannya. Stay tune terus ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 4)

coverranma4

Judul: Ranma ½ (Jilid 4)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792088465

cooltext-blurb

Seorang gadis cantik bernama Shan Pu tiba-tiba muncul untuk membunuh Ranma. Sementara itu, Ranma laki-laki malah dicintai Shan Pu yang memberinya ciuman ‘I love you’. Apa yang akan terjadi?

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sejauh ini saya tetap suka cerita yang diusung Ranma ½ ini. jilid keempat kali ini memiliki jumlah chapter paling banyak dibandingkan pertama hingga ketiga. Sepuluh chapter yag disuguhkan sudah makin berkembang dengan tambahan beberapa tokoh baru. Penasaran siapa saja? Simak yuk.

Melanjutkan akhir kisah di jilid ketiga, jilid keempat ini dibuka dengan chapter Tak Kan Kulepaskan Tangan Ini yaitu pertandingan free skate antara Saotome Ranma dan Tendo Akane melawan Mikado Sanzenin dan Shiratori Asuza. Pasangan SMU Kholkoz ini sangat tangguh. Bahkan keduanya memiliki jurus mematikan bernama Reverse Matchmaker on Ice.

Benar! Tehnik keahlian terdahsyat dari pasangan Mikado Sanzenin dan Shiratori Asuza adalah… menghancurkan pasangan!! (Halaman 5)

Ciuman Maut adalah awal babak baru kehidupan Ranma dan Akane. Pertandingan free skate yang berhasil diluar dugaan membuat keduanya dan juga Ryoga sedikit pening. Tiba-tiba muncul seorang gadis bernama Shan Pu yang memiliki tujuan membunuh Ranma cewek persis seperti Ryoga. Hal ini adalah lanjutan dari sebuah tragedi di masa lalu ketika Ranma di China.

Suku pendekar wanita punya harga diri yang sangat tinggi. Kalah dari orang luar… adalah penghinaan yang melebihi kematian! (Halaman 94)

Shan Pu yang Mematikan merupakan sebuah chapter yang isinya sangat mengejutkan. Kondisi yang semakin rumit karena ketidaktahuan Shan Pu yang ingin membunuh Ranma cewek sekaligus mencintai Ranma cowok turut menyeret Akane dalam pusaran konflik. Pertarungan satu lawan satu keduanya memunculkan jurus totokan cuci rambut oleh Shan Pu. Apa itu?

Menggunakan sampo yang diramu secara khusus dan mengatur ingatan dengan cara menekan titik tertentu pada kepala. Jurus yang mengerikan. (Halaman 151)

Kehadiran Shan Pu dalam kehidupan Ranma dan Akane membuat jalinan cerita semakin seru. sejauh ini, total ada tiga orang yang ingin membunuh Ranma yaitu Kunou, Ryoga, dan Shan Pu. Bedanya, Shan Pu ini sedikit-sedikit menggunakan aksi anarkis. Memang kekuatannya hebat. Ia sanggup merusakkan dinding sekolah, rumah, restoran, atau fasilitas umum lainnya. Super.

Kalau diingat-ingat, hampir semua tokoh penting di komik ini kuat semua dalam hal bela diri dan perjuangan. Sayangnya, kekuatan mereka terlihat cukup lebay karena pada beberapa bagian digambarkan mereka sekali memukul bisa menerbangkan lawan. Namun, karena ini bisa disimbolkan sebagai hal yang lucu, justru menjadi menggelikan.

Sayang sekali beberapa tokoh dibuat hanya sekali lewat. Misalnya Azusa dan Mikado. Padahal karakter mereka berdua sudah cukup unik dan berbeda dengan tokoh lain. Saya harap mereka berdua akan muncul lagi dalam kemasan cerita yang berbeda. Meskipun demikian, kehadiran tokoh-tokoh lain kalau dipikir-pikir juga tidak terlalu mengecewakan.

Kalau bicara tentang terjemahan, saya suka sekali. Terjemahannya tidak kaku dan sanggup menyampaikan kalimat yang sinkron dengan gambar sang mangaka. Kosa kata yang digunakan juga cukup beragam sehingga tidak terjebak pada kata-kata yang itu saja. Secara umum, saya suka jilid ini. Makin penasaran apa yang akan dilakukan Shan Pu nantinya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 3)

coverranma3

Judul: Ranma ½ (Jilid 3)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792086294

cooltext-blurb

Pertandingan senam pertarungan terjadi antara SMU Furinkan tempat Ranma dan Akane bersekolah melawan SMU Putri Hebereke tempat Kodachi, si Mawar Hitam!! Akane menerima tantangan itu, namun karena cedera, Ranma harus menggantikannya!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Kehidupan sehari-hari Ranma dan Akane masih terus berlanjut. kali ini saya akan mengula jilid ketiga serial Ranma ½. Jilid nomor tiga ini mempunyai sembilan chapter yang saling berkaitan satu sama lain. Saya tak akan mengulas semuanya jadi akan saya ambil yang mengesankan.

Kunou Kodachi adalah tokoh baru yang sempat muncul pada bab terakhir jilid kedua yang lalu. Chapter berjudul Cinta Mawar Hitam, Kodachi menantang SMU Furinkan bertanding senam ritmik. Pada dasarnya ini adalah bentuk olah raga yang bisa menyerang lawan namun dilarang menggunakan tangan kosong. Kodachi menantang Akane dengan Ranma sebagai taruhannya.

Kehidupan SMU Putri berwarna abu-abu yang hambar dan tidak bergairah. Hubungan pria wanita yang indah, yang pernah kulupakan. Ooh! Sdah lama kutunggu pertemuan indah seperti ini. (Halaman 20)

Aku Menyerah adalah babak akhir pertarungan antara Ranma versi cewek (karena Akane cedera) melawan Kodachi sang Mawar Hitam. Ambisinya memenangkan pertandingan membuat Kodachi menghalalkan segala cara termasuk menggunakan alat-alat berbahaya untuk menghabisi Ranma. Untung saja Ranma sangat jeli melihat hal tersebut. Bagaimana akhirnya?

Ooh! Ada kerumunan pesenam di bawah ring!! Ternyata rahasia ring bergerak itu adalah tenaga manusia!! (Halaman 93)

Pertandingan senam ritmik berakhir. Kali ini ada babak baru ketika secara tidak sengaja Ranma dan Akane ditantang bertanding free skate oleh sepasang jagoan ice skating dari SMU Kolkhoz yaitu Shiratori Asuza dan Sanzenin Mikado. Chapter berjudul Bibir yang Membingungkan membuka sebuah kejadian yang sangat mengejutkan yang dialami Ranma cewek hahahaha.

Berisik! Orang yang melakukan itu padaku… Mana bisa kukalahkan dalam sekali pukul. (Halaman 154)

Jilid ketiga ini masih saja seru sekaligus menggelikan. Ranma yang kuat namun dalam beberapa hal masih sangat menyedihkan adalah kombinasi yang baik dan realistis. Sebagai contoh Ranma memang lihai bela diri kung fu, namun kemampuannya dalam hal free skate masih nol besar. bahkan ia dikalahkan Akane yang sudah pandai meluncur.

Jalinan kisah asmara antara Akane dan Ranma sampai jilid ini masih jalan di tempat meskipun ada secuil erkembangan yang tidak signifikan. Mereka berdua yang dijodohkan orang tua namun menolak lambat laun sudah bisa berdamai satu sama lain pada beberapa kondisi. Namun ketika sudah emosi, mereka berdua selalu bertengkar. Helah.

Kehadiran Kodachi yang notabene adalah adik Kunou Tatewaki turut membuat cerita menjadi lebih berwarna. Kelihaiannya yang piawai memainkan peralatan senam tidak sebanding dengan minimnya pengalaman cinta yang pernah ia rasakan. Hanya karena ditolong oleh Ranma (karena kesalahan Ranma juga sih), Kodachi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Mengenai pertandingan free skate, sangat terlihat bahwa Shiratori Asuza dan Sanzenin Mikado bukanlah lawan yang mudah. Akane yang tidak terlalu mahir bersama Ranma yang bahkan berhenti saat skating saja belum bisa harus berusaha sekuat tenaga. Lantas bagaimana kelanjutan pertandingan mereka? Simak ulasan saya pada jilid selanjutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 2)

coverranma2

Judul: Ranma ½ (Jilid 2)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792083149

cooltext-blurb

Seorang pria bernama Ryoga Hibiki yang memiliki dendam pada Ranma Muncul. penyebabnya roti kari!? Alasannya tidak jelas, tapi pertarungan keduanya berlanjut!! Akane terlibat sehingga rambutnya terpotong. Situasi menjadi gawat!! Akhirnya alasan dendam Ryoga terjelaskan!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* saya suka dengan komik Ranma ini. setelah selesai menyelesaikan jilid pertama, saya lanjtkan ke jilid kedua. Sembilan chapter yang disuguhkan pada jilid ini masih tetap lucu dan seru. Apa lagi pada jilid ini ada sebuah momen yang sangat mengejutkan. Penasaran? Check this out.

Jilid kedua kali ini ada tokoh baru yaitu Hibiki Ryoga. Chapter yang berjudul Pria yang Mengejar Ranma mengisahkan kehadiran Ryoga secara tiba-tiba di SMU Furinkan setelah berhari-hari tersesat di wilayah lain. Dengan dendam membara, ia berniat menghabisi Ranma karena dirasa telah mengkhianati janji duel ketika Ranma masih sekolah di tempat kelahirannya.

Kamu!! Kamu pikir aku jalan santai selama empat hari!? Kamu tahu tidak, betapa sengsaranya aku berjalan sampai tiba di tujuan!! (Halaman 40)

Pertarungan antara Ranma dan Ryoga masih berlanjut hingga chapter berjudul Walaupun Tidak Terluka. Meskipun di masa lalu Ryoga selalu kalah telak oleh Ranma ketika berebut roti di kantin sekolah, kali ini Ryoga sangat kuat. Kemampuannya yang tangguh membuat Akane mencemaskan Ranma. Yang tidak diduga, sebuah insiden saat duel merenggut rambut Akane.

Aku tidak mau tahu lagi! Mulai sekarang, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi…! (Halaman 96)

Setelah berkali-kali mengelak untuk menjelaskan alasan pasti mengapa Ryoga membenci Ranma akhirnya pada chapter Wajar Jika Dendam terjelaskan sudah sebab musabab Ryoga mendaki gunung lewati lembah demi membunuh Ranma. Hal ini berkaitan erat dengan tragedi di mata air kutukan Zhou Quan Xiang yang membuat Ryoga bisa “berubah wujud” juga. Ups.

Tunggu dulu! Waktu itu kau ditabrak wanita aneh sampai jatuh ke mata air, ‘kan!? Kalau begitu, kamu salah kalau dendam padaku… Kalau mau, dendamlah pada panda dan wanita… (Halaman 150-151)

Selain chapter tentang hadirnya Ryoga Hibiki di kehidupan Ranma dan Akane, chapter terakhir mengisahkan seorang tokoh baru yang dijuluki Mawar Hitam dari Sekolah Putri Saint Hebereka. Ia merupakan perwakilan pertandingan senam ritmik antar sekolah. Karena ketangguhannya, ia mengintimidasi tim lain termasuk tim dari SMU Furinkan. Kelanjutannya?

Saya tidak akan berbicara banyak karena lebih seru jika membacanya sendiri. Secara umum, saya suka dengan jilid kedua ini, jauh lebih suka dibandingkan jilid pertama. Hal ini khususnya ketika mengetahui betapa “parahnya” Ryoga setelah terkena kutukan mata air dan kondisinya yang selalu tersesat bahkan ketika pergi ke tempat yang dekat. Saya ngakak dibuatnya.

Selain itu, sedikit perubahan sikap antara Ranma dan Akane membuat jilid kedua ini lebih menggemaskan. Awalnya mereka berdua saling membenci, tetapi kali ini mereka sedikit lebih perhatian satu sama lain. Meskipun demikian, saya rasa keduanya akan menjadi tipikal orang yang tidak bisa jujur pada perasaannya masing-masing alias benci tapi cinta. Cieee.

Chapter terakhir yang mengisahkan hadirnya Ryoga pada kehidupan Akane dan Ranma memang belum menyelesaikan tujuannya secara lugas. Bahkan hadirnya chapter terakhir yang menghadirkan perempuan muda yang cukup jahat turut membuat saya penasaran. Kira-kira siapa perempuan ini? Kemampuannya dalam bidang senam ritmik tentu bukan hal yang remeh.

Saya suka bagaimana sang mangaka mengemas cerita kehidupan Ranma ini menjadi lucu namun tidak membosankan. Setiap karakter diciptakan unik dan menarik. Tentu saja “kutukan” yang diidap Ranma, Genma, dan Ryoga menjadi salah satu titik kelucuan ketika secara tidak sengaja mereka “berubah wujud”. Saya penasaran dengan jilid selanjutnya. Tunggu ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 1)

coverranma1

Judul: Ranma ½ (Jilid 1)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792082586

cooltext-blurb

Ranma Saotome yang seorang laki-laki?! Atau wanita? Ranma yang jatuh ke mata air Niang Ni Quan pada waktu latihan akan berubah menjadi seorang wanita jika terkena air, dan kembali ke sosoknya semula, laki-laki, jika disiram air panas. Nasib yang sama menimpa ayahnya, Genma. Dia bolak balik berubah wujud menjadi panda dan manusia!!

cooltext-review

Bagaimana jadinya jika seseorang bisa berubah wujud hanya karena tersiram air? Tentu akan sangat kocak dan menggelikan. Hal itu pula yang dijadikan bumbu utama dalam komik Ranma ½ ini. Disebut dengan ½ karena sang tokoh utama dan beberapa tokoh pendukung yang lain memiliki dua wujud yang berbeda selain manusia alias setengah-setengah. Check it out.

Delapan chapter di jilid perdana ini masih berupa pengenalan tokoh dan awal mula konflik yang akan berkembang. Saotome Ranma adalah anak semata wayang dari Saotome Genma. Mereka telah berlatih kung fu dengan sangat keras hingga negeri asalnya, China. Mereka berlatih di Gunung Qunjing yang memiliki tempat latihan legenda bernama Zhou Quan Xiang.

Chapter yang berjudul Rahasia Ranma menguak tabir kengerian yang terjadi selama berlatih di sana. Ranma tercebur di mata air Niang Ni Quan yang membuatnya berubah wujud menjadi perempuan. Sedangkan Genma harus rela berubah wujud menjadi panda karena tercebur ke mata air Xiong Mao Ni Quan. Mereka bisa kembali ke wujud semula saat disiram air panas.

Kengerian sebenarnya apa…?! Ayah, sih… Bawa-bawa aku ke tempat aneh begitu! Walaupun harus berkorban nyawa, aku tak mau membuang wujud laki-laki! (Halaman 46-47)

Tidak memiliki tempat tinggal sekaligus ingin mengunjungi sahabat lama, akhirnya duo ayah-anak ini menumpang tinggal di rumah yang merangkap perguruan silat milik Tendo Soun, ayah tunggal dengan tiga anak perempuannya bernama Tendo Kasumi, Tendo Nabiki, dan Tendo Akane. Untuk sementara, Ranma bersekolah di SMU Furinkan bersama Akane dan Nabiki.

Chapter berjudul Tidak Terima mengisahkan bagaimana kehidupan pagi Akane di sekolah harus berurusan dengan para cowok yang ingin menjadi pacarnya dengan syarat mengalahkannya terlebih dahulu. Cowok terkuat di SMU Furinkan adalah Kunou Tatewaki. Ada sedikit salah paham antara Kunou dan Ranma sehingga mereka harus bertarung hingga…hujan turun.

Aah, sial! Seandainya tidak hujan, orang itu sudah kuhajar… (Halaman 84)

Perjumpaan tak sengaja antara Kunou dan Ranma versi cewek akhirnya membuatnya jatuh cinta. sayangnya, meskipun beberapa kesempatan Kunou menyaksikan sendiri bagaimana perubahan wujud Ranma cowok menjadi cewek, ia terlalu bodoh untuk mengerti. Hal ini membuat kondisi pada chapter berjudul Tubuh dan Pikiran sangat rumit gara-gara Kunou. Huft.

Akane yang bersahaja dan manis. Gadis berkepang yang cantik dan ceria. Keduanya sangat cantik dan tak bisa kubuang. Aku tak bisa membohongi hatiku bahwa aku ingin bersanding dengan keduanya. (Halaman 126-127)

Komik ini seru dan menyenangkan. Ide ceritanya yang unik dengan mengangkat sebuah “kutukan” perubahan wujud pada diri sang tokoh utama membuat kisah ceritanya tidak bisa ditebak. Baik Ranma maupun Akane juga bisa memikat perhatian saya. Ranma yang jago silat tapi memiliki ego tinggi dan Akane yang sangat tanggun tapi jaim mengakui perasaannya.

Oh iya, pada jilid perdana ini, Ranma dan Akane dijodohkan oleh ayah masing-masing. Tentu saja keduanya menolak mentah-mentah. Ranma masih ingin kembali ke China dan mengembalikan kondisi tubuhnya sedangan Akane telah menyukai orang lain bernama Kono Tofu, seorang dokter ahli tulang. Pada akhir jilid ini akan diketahui fakta menarik tentang Tofu.

Jilid perdana ini membuat saya penasaran mengetahui bagaimana kelanjutan kehidupan Ranma dan Akane ke depannya. Apa lagi Ranma versi cewek disukai oleh Kunou yang notabene sebelumnya juga menyukai Akane. Lantas, akan seperti apa kehidupan sang jagoan kung fu dari China, Ranma, dengan gadis kuat dan tangguh berambut panjang, Akane?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Simple Thinking About Blood Type Animation Book

coverbloodani

Judul: Simple Thinking About Blood Type Animation Book

Komikus: Park Dong Sun & Leeonsmart

Penerjemah: Silvanissa

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 194

Terbit Perdana: Desember 2015

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Desember 2015

ISBN: 9786027742673

cooltext-blurb

Komik animasi dari webtoon paling terkenal di Korea.

O: Beli, harus kupamerin ke temen-temen, ah!

A: Beli nggak ya? Gimana, ya? Galau banget!

B: Pokoknya kalian harus beli dan baca buku ini.

AB: Beli kalau ada uang. Kalau nggak ada, jangan!

Ada yang tidak peduli, ada yang berbicara seenaknya, juga ada yang penakut…

Ini adalah cerita tentang kehidupan sehari-hari para karakter yang berbeda golongan darah.

cooltext-review

Seri Simple Thinking About Blood Type yang telah saya baca ada tiga buku. Kali ini saya masih membaca seri yang sama namun bukan kelanjutan buku ketiga, melainkan edisi khusus Simple Thinking About Blood Type Anomation Book. Apa bedanya dengan ketiga buku sebelumnya? Buku kali ini berisikan versi komik yang ceritanya lebih panjang dibandingkan pendahulunya.

Meskipun isi cerita dari animation book ini tidak ada yang orisinal alias sudah pernah muncul di ketiga buku sebelumnya, kemasan yang disuguhkan setiap cerita dibuat lebih kompleks dan lebih jelas awal mula, pertengahan, dan akhir ceritanya. Hal ini bisa membuat pembaca menjadi lebih memahami konteks cerita secara utuh alias tidak hanya sepotong-sepotong saja.

Seperti biasa, awal buku ini dibuka dengan perkenalan karakter setiap golongan darah. Yang menarik, halaman perkenalan ini dibuat full color yang sangat memanjakan mata meskipun isi deskripsinya hampir sama dengan deskripsi di buku-buku sebelumnya. Animation book ini memuat dua belas chapter yang diambil secara acak dari tiga buku yang telah terbit lebih dulu.

Sebelum memasuki setiap cerita, pada awal chapter ada kuis tentang golongan darah yang nantinya akan dijadikan peringkat di akhir cerita. Misalnya pada chapter pertama berjudul Aku Jatuh Cinta! ini ditanyakan golongan darah mana yang paling berani menyatakan cinta pada orang yang disukainya. Masing-masing golongan darah mengaku dirinya yang paling berani.

Setelah menjawab, pembaca dibawa pada situasi bagaimana setiap golongan darah berusaha menyatakan cinta. Ada golongan darah A yang sangat berhati-hati, ada golongan darah B yang langsung pergi begitu saja, ada golongan darah O yang bersikap protektif pada pasangannya. Pada akhirnya, keempat golongan darah tersebut akan mendapat peringkat sesuai tema cerita.

Setelah melihat peringkat ini, bagaimana kalau kita lebih berhati-hati dalam menghakimi sifat seseorang berdasarkan golongan darah, baik di lingkungan sekolah ataupun tempat kerja? (Halaman 20)

Selalu Tepati Janjimu Sampai Ajal Menjemput adalah chapter lain yang menarik. Jadi keempat golongan darah yang duduk di kelas yang sama mendapatkan perintah dari guru untuk mengumpulkan iuran dua puluh ribu won yang akan digunakan dalam elajaran keterampilan. Golongan darah O dan B merasa keberatan dan mengajak yang lain tidak ikut membayar.

Meskipun awalnya golongan darah A dan AB setuju, keesokan harinya justru golongan darah A berniat membayar karena tidak ingin melanggar aturan. Golongan darah O meskipun ingin tidak membayar sesungguhnya telah membawa uang. Golongan darah AB bahkan kemarin telah membayar terlebih dahulu. Siapa yang akhirnya tidak membayar? Semua pasti tahu.

Kalau ada yang berkhianat, kita nggak akan main dengannya lagi. nggak diajak main game, nggak dipinjami buku komik, nggak ditemani ke toilet. Gimana? Jelas? Mengerti, kan? (Halaman 113)

Di buku ini, pembaca akan dikenalkan dengan sebuah acara bernama meeting. Istilah ini pada umumnya digunakan dalam dunia kerja ketika akan berjumpa dengan klen ataupun rapat antar pegawai. Namun, di Korea, acara meeting ini merupakan sebuah acara kencan yang dilakukan secara berkelompok dan antar pasangan yang belum pernah bertemu sebelumnya.

Siapa yang Paling Mahir dalam Meeting? adalah chapter yang meyuguhkan keempat lelaki golongan darah sedang meeting dengan empat perempuan. Mereka meeting di sebuah rumah makan yang cukup mahal. Si golongan darah A yang baru pertama kali mengikuti acara tersebut berniat membagi rata bon pembelian dengan mereka semua. Apakah tidak apa-apa?

Bodoh banget! Dia mau membagi urunan pembayarannya sekarang? Kan nggak enak kalau dilihat para cewek! Makanya si A nggak pernah dapat pacar… (Halaman 142)

Chapter terakhir berjudul Siapa Rajanya Donor Darah? turut membuka wawasan saya. Jadi di sini dikisahkan golongan darah B dan O membaca surat kabar. Di koran tersebut memuat artikel tentang golongan darah yang paling banyak mendonorkan darahnya. Lokasi yang dimaksud adalah di negara Korea (entah bagian selatan ataukah utara). Hasil ini cukup mengejutkan.

Golongan darah A yang sedang bersih-bersih akhirnya tersipu malu kala mengetahui bahwa golongan darahnya lah yang menduduki peringkat pertama. Sedangkan golongan darah AB dibully habis-habisan oleh golongan darah B dan O karena memiliki jumlah paling sedikit. Namun demikian, golongan darah AB justru memberikan “pencerahan” kepada mereka semua.

Menurut penelitian, golongan darah yang paling banyaj mendonorkan darahnya adalah golongan darah A. (Halaman 172)

Secara umum, hal positif yang bisa saya nikmati dari buku ini selain semua halamannya full color adalah ceritanya yang jauh lebih runtut daripada versi Simple Thinking About Blood Type sebelumnya. Jika ada buku terdahulu langsung dimunculkan inti ceritanya dengan sedikit penjelasan, kali ini cerita tersebut dikemas dengan cukup lengkap selayaknya cerita di komik.

Kutipan pada chapter pertama yang sempat saya tuliskan di atas terasa sangat kontradiktif dengan isi buku ini yang notabene menyematkan stereotype pada setiap golongan darah namun menganjurkan tidak boleh menghakimi seseorang melalui golongan darahnya. Hal ini cukup menunjukkan bahwa buku ini terlihat mengalami krisis identitas berdasarkan judul dan isinya.

Memang benar bahwa sifat dan kepribadian bukan hanya ditentukan oleh golongan darah semata, melainkan bisa dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, kebiasaan, pengetahuan, dan lain sebagainya. Namun, sejak awal seri ini ingin memberikan gambaran bahwa sifat golongan darah itu berbeda-beda. Faktanya isi buku ini justru sifat antar golongan sering tumpang tindih.

Selain itu, pada akhir setiap chapter selalu ada kalimat “Tujuan dari peringkat ini bukan untuk mendiskriminasi sifat seseorang berdasarkan golongan darah.” Hal ini sebenarnya juga cukup bertentangan dengan pertanyaan di bagian pembukayaitu golongan darah manakah yang memiliki sifat paling dominan sesai chapter yang tersebut dengan menggunakan peringkat.

Namun demikian, buku ini memiliki keunggulan dari segi penyampaian cerita. Meskipun gaya gambarnya memang sangat berbeda dibandingkan sang komikus asli Park Dong Sun, ceritanya masih berkaitan erat kok. Tidak diketahui mengapa artwork yang digunakan bukan goresan asli sang komikus. Bahkan pada identitas buku ini pun tidak disebutkan nama Park Dong Sun.

Akhir kata, buku ini cukup menarik dibaca jika ingin mengetahui kondisi lebih jelas tentang cerita-cerita di buku Simple Thinking About Blood Type sebelumnya. Penyajian ala komik dengan dialog yang mendominasi turut membuat setiap karakter golongan darah benar-benar berpikir dan bersikap sendiri, bukan hanya dari deksripsi yang dituliskan komikus saja.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Simple Thinking About Blood Type 3

coverblood3

Judul: Simple Thinking About Blood Type 3

Komikus: Park Dong Sun

Penerjemah: Achie Linda

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 304

Terbit Perdana: Mei 2015

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, Juli 2015

ISBN: 9786027742512

cooltext-blurb

Pernah mengalami kesulitan memesan makanan ketika golongan darah A, golongan darah B, golongan darah O, dan golongan darah AB berada dalam satu tempat?

Bingung karena teman sekamar nggak pernah bersih-bersih?

Ingin terlihat baik di depan bos killer?

Penasaran mengapa terjadi konflik gara-gara si cewek tidak bias memilih antara ayam atau piza?

Jika tidak saling mengenal, memesan ayam sepotong pun bisa menimbulkan pertengkaran. Cari tahu dulu sifat lawan bicara agar tidak timbul salah paham; entah itu kewarganegaraan, etnik, ataupun hal yang sudah diakui oleh seluruh dunia, yaitu golongan darahnya.

Pembahasan tentang dunia golongan darah akan selalu memancing senyum. Bersiaplah untuk tersenyum juga.

cooltext-review

Fyuh. Akhirnya saya sukses menyelesaikan buku ketiga dari seri Simple Thinking About Blood Type. Berbeda dari dua jilid sebelumnya, saya puas ketika menutup halaman terakhir buku ini. ada sensasi bahagia yang saya rasakan ketika melahap habis empat bagian yang disuguhkan di buku ini. Buku ketiga ini sangat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Langsung saja ya~

Saya lupa mencantumkan bahwa pada buku ketiga dan kedua yang lalu, sebelum memasuki bagian pertama, ada pengenalan dulu mengenai sifat dasar masing-masing golongan darah yang diambil sesuai rangkuman dua buku sebelumnya. Kemungkinan hal ini dilakukan agar pembaca yang tidak mengikuti buku sebelumnya tetap bisa terhubung dengan isi ceritanya.

Bagian pertama dibuka dengan judul Cerita Sederhana Tentang Kehidupan Sehari-Hari yang berisikan delapan belas cerita lepas. Salah satu yang saya sukai adalah Sifat Antargolongan Darah yang Sesunggsuhnya. Jadi ceritanya, keempat golongan darah ini memiliki junior atau kenalan yang lebih muda bernama si K. dia memiliki pacar perempuan bergolongan darah A.

Yang lucu adalah, selama ini K kerap menyanjung kekasihnya yang dianggap memiliki sifat baik sesuai golongan darah A. Hingga suatu hari, sang kekasih dan si K terkejut mengetahui bahwa sang pacar ternyata golongan darah B. Akibatnya, sejak saat itu pacar K menjadi pribadi yang bertolak belakang dibanding sebelumnya. Berikut analisis dari si golongan darah AB:

Dia sepertinya terkena Pygmalion Effect atau Labelling Effect. Dia bertingkah sesuai harapan lawan bicaranya, bukan menjadi dirinya sendiri. (Halaman 14)

Cerita Sederhana Tentang Kehidupan di Sekolah yang memiliki empat belas cerita juga cukup menarik. Meskipun tema sekolah telah dibahas di buku kedua, sang komikus masih belum kehabisan ide menuangkan berbagai kejadian yang dialami para golongan darah saat duduk di bangku sekolah. Hal ini tentu saja sangat berbeda dibandingkan cerita sekolah di buku kedua.

Cerita berjudul Perpustakaan cukup menggelikan. Alkisah masing-masing golongan darah mencari buku yang akan dipinjam dari perpustakaan. Golongan darah O yang impulsif mencomot banyak buku yang akan dipinjam. Melihat hal ini, tiba-tiba golongan darah B mencomot satu buku dan ingin meminjamnya. Kontan saja golongan darah O marah-marah.

Kau setiap hari pinjam buku dan mengembalikannya tanpa sempat membaca semuanya, kan? (Halaman 146)

Bagian ketiga adalah Cerita Sederhana Tentang Kehidupan di Kantor yang memiliki delapan belas buah cerita. Lagi-lagi dunia kantor pernah muncul juga di buku kedua. Namn kali ini, ada sedikit perbedaan. Sang komikus membawa pembaca menyelami beberapa tingkat jabatan jika dipegang oleh golongan darah yang berbeda-beda. Misalnya bos, asisten, dan karyawan.

Cara Menghadapi Karyawan Golongan Darah B adalah hal yang menarik. Pada cerita ini sang komikus tepat menggambarkan bagaimana seorang karyawan bergolongan darah B ketika mengerjakan tugas. Dengan gambaran ini setidaknya orang-orang yang memiliki bawahan bergolongan darah B bisa sedikit menyesuaikan. Memang bagaimana perilakunya?

Bila diberi perintah terlalu teliti, dia tidak bisa melakukannya dengan baik. Karena dia bisa kehilangan kemampuannya apabila dimarahi atau disuruh menuruti perintah, maka harus berhati-hati. (Halaman 209)

Bagian terakhir yang cukup sentimental adalah Cerita Sederhana Tentang Keluarga dan Percintaan yang terbagi atas tiga belas cerita dan ditutup oleh epilog. Sesungguhnya keluarga dan percintaan ini masuk ke ranah kehidupan pribadi yang lagi-lagi telah diungkapkan di buku kedua. Namun demikian, sang komikus mengemas bagian keempat ini dengan baik dan lucu.

Acara Spesial Peringatan Jadian adalah cerita yang menarik. Masing-masing golongan darah yang memiki pacar dituntut oleh kekasihnya sendiri untuk merayakan seratus hari jadian. Kurang jelas kenapa harus seratus hari, bukannya satu tahun. Yang jelas, tanggapan tiap golongan darah sangat unik dan berbeda. Paling greget tanggapan golongan darah AB berikut.

Kemarin kita ketemu, besok juga akan ketemu, hari ini juga sama seperti hari-hari yang kita lalui bersama biasanya, kan? Dibandingkan besok, apa alasannya hari ini lebih istimewa? (Halaman 283)

Secara umum, saya merasa buku ketiga ini jauh lebih bisa diterima daripada dua buku sebelumnya. Rasa bosan, jenuh, dan muak yang sempat saya idap ketika membaca Simple Thinking About Blood pertama dan kedua tidak saya rasakan lagi di buku ketiga ini. bahkan saya sampai rela membaca hingga tuntas buku ini sampai dini hari hehehe.

Oh iya, sejak buku pertama, sang komikus ternyata tidak mengkhususkan bahwa setiap golongan darah diwakili oleh pria. Di buku Smple Thinking About Blood Type ada cewek dan cowok golongan darah yang masing-masing membawakan cerita sesuai kondisi mereka masing-masing. Terkadang si cewek menjadi pasangan si cowok, terkadang membawakan cerita sendiri.

Oh iya, sepertinya sang komikus telah membuat sense of humor yang disajikan di buku ini menjadi lebih global dan diterima masyarakat luas, tidak seperti buku sebelumnya. Sampai-sampai, ada lagu Kemesraan yang didendangkan golongan darah O sambil bermain gitar dan permainan domikado yang dimainkan para golongan darah yang Indonesia banget.

Pada buku ketiga ini, setiap cerita dikemas lebih kompleks dan teratur. Tidak seperti buku pertama dan kedua yang hanya sekilas dan terkadang kurang bisa dipahami oleh orang non-Korea. Oh iya, cuup banyak istilah bahsa Korea yang disuguhkan di buku ini. dengan dilengkapi catatan kaki, pembaca bisa lebih mudah memahami konteks kalimat di ceritanya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Simple Thinking About Blood Type 2

coverblood2

Judul: Simple Thinking About Blood Type 2

Komikus: Park Dong Sun

Penerjemah: Silvanisaa NA

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 302

Terbit Perdana: Mei 2014

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2014

ISBN: 9786027742321

cooltext-blurb

Pernahkah kamu merasa tidak diperhatikan oleh orang lain? Pernahkah kamu mendapat luka dari perkataan teman baikmu?

Itu semua karena setiap manusia memiliki sifat yang berbeda-beda. Dalam berinteraksi dengan orang lain, tidak ada salahnya kita mencoba mengerti apa yang dirasakan oleh teman dekat ataupun orang lain yang belum kita kenal.

Nah, di komik Simple Thinking about Blood Type 2 ini, kamu akan menemukan bermacam-macam cerita terbaru dan sifat-sifat unik berdasarkan golongan darah.

Semoga komik ini bisa membantumu mencari jawaban yang selama ini dicari, ya. Semoga kamu juga dapat tersenyum saat membacanya.

cooltext-review

Hai hai. Ketemu lagi dengan review saya (yaiyalah). Saya lagi malas intermezo terlalu panjang, jadi langsung saja. Ini adalah buku sekuel dari Simple Thinking About Blood Type yang sebelumnya sudah saya ulas dan tayangkan beberapa hari yang lalu. Meskipun saya kurang menikmati buku pertama, semoga sekuel ini bisa memperbaiki kesan saya terhadapnya *tsah.

Empat bagian utama plus epilog yang disuguhkan di buku ini terasa sangat banyaaaaak. Tentu saja, jumlah halamannya bertambah sekitar 50 halaman dibandingkan buku pertamanya. Yang saya suka dari buku kedua ini adalah sudah ada kelompok tema yang sangat jelas dibandingkan buku pertama yang terasa sangat campur aduk.

Taman Kanak-Kanak yang memiliki sembilan belas cerita adalah judul bagian pertama. Kali ini para golongan darah masih berwujud anak-anak karena masih bersekolah di TK. Layaknya anak-anak pada umumnya, terlihat jelas bahwa setiap golongan darah telah memiliki sikap dan perilaku dasar yang mencerminkan golongan darah mereka yang unik.

Contohnya pada cerita Pertengkaran. Saya suka bagaimana setiap golongan darah bersikap ketika menghadapi konflik dengan teman lainnya. Seperti biasa, sikap golongan darah B yang cuek benar-benar mirip dengan saya hahaha. Kalau diingat-ingat, saya memang enggan bertengkar karena menurut saya hal itu hanya buang-buang waktu saja.

Anehnya, golongan darah B tidak suka bertengkar. Menurutnya itu melelahkan. (Halaman 56)

Bagian kedua adalah Sekolah yang menyuguhkan delapan belas cerita. Setelah tahap anak-anak yang masih TK, kali ini setiap golongan darah telah memasuki usia yang lebih tinggi sehingga mulai sekolah dan bergelut dengan permasalahan-permasalahan khas anak sekolah. Salah satu yang saya sukai adalah cerita Ambisi Untuk Menang. Lagi-lagi saya ambil golongan darah B.

Tidak dapat dipungkiri, masa sekolah juga turut membentuk kepribadian orang menjadi ambisius. Mulai dari berambisi mendapat nilai bagus, populer di sekolah, ataupun target yang lain. Saya mengingat sepertinya saya memang tidak berambisi apa pun ketika sekolah. Tetapi ada beberapa hal yang saya ingin capai juga saat itu. Deskripsi golongan darah B memang tepat.

Golongan darah B peringkat kedua. Ambisi golongan darah B bergantung pada ketertarikannya pada satu barang. Jika sudah terpacu memainkan game maka ambisi akan cepat meningkat drastis. (Halaman 93)

TK sudah, sekolah sudah, kali ini memasuki tahap kehidupan baru yaitu Kantor yang memuat tiga belas cerita. Dunia karir memang lumrah dihadapi manusia setelah selesai berekolah di lembaga pendidikan. Meskipun demikian, proses pembelajaran tidak selesai sampai di situ saja. Saat bekerja, tiap golongan darah juga harus “belajar” menghadapi dunia profesinya itu.

Salah satu kegiatan ketika bekerja di kantor adalah presentasi. Pada cerita Presentasi I ini, digambarkan bagaimana setiap golongan darah mempersiapkan presentasinya. Lagi-lagi saya seperti bercermin dengan apa yang dilaukan golongan darah B saat presentasi. Tipikal golongan darah B yang easy going, bebas, dan tidak suka hal ribet memang sering saya lakukan hahaha.

Dalam presentasi, golongan darah B membenci hal yang rumit. Jadi, ia hanya akan menjelaskan hal-hal yang penting saja. Bahkan presentasinya pun hanya sekitar satu atau dua lembar. (Halaman 131)

Bagian keempat sebagai bagian terakhir yaitu Kehidupan Pribadi memuat jumlah cerita paling banyak yaitu 37 cerita. Namanya saja kehidupan pribadi, jadi di sini dikemukakan bagaimana setiap golongan darah bersikap dan berpikir dalam kehidupan di luar dunia sekolah ataupun pekerjaan. Tak heran 37 cerita bagian ini sangat campur aduk tidak ada pakem yang nyata.

Cerita Marshmallow: Versi Golongan Darah B adalah hal yang patut saya ungkap. Jadi, sang komikus menggambarkan kondisi keluarganya. Sang Ibu bergolongan darah B dan si komikus bergolongan darah O memberikan sikap apa yang dilakukan ketika memiliki empat apel yang berbeda kesegaran dan harus makan satu apel setiap harinya. Sangat logis menurut saya sih.

Seperti cerita mershmallow, golongan darah B patut ditiru karena ia selalu makan apa pun dengan hati yang gembira. (Halaman 250)

Jilid kedua Simple Thinking About Blood Type ini menurut saya lebih bagus dibandingkan jilid pertama. Beberapa hal yang saya sukai adalah tidak ada lagi komik berjudul Diary Bergambar Si Cowok Gila. Bukan saya tak suka, namun lebih kepada out of topic ketika membaca komik dengan berbagai hal golongan darah tiba-tiba ada sejumput hal lain yang nampang di situ.

Baru saya ketahui bahwa Diary Bergambar Si Cowok Gila adalah karya debut komikus sebelum Simple Thinking About Blood Type. Terlihat lebih baik STABT sih daripada DBSCG. Meskipun demikian, komikus masih menyelipkan beberapa hal di luar konteks cowok gundul golongan darah, misalnya keluarga, namun tetap memakai topeng golongan darah jadinya tetap sinkron.

Adanya tiga fase kehidupan yaitu taman kanak-kanak, sekolah, dan kantor menurut saya adalah sebuah hal positif dibandingkan buku terdahulu. Setiap fase seolah memberikan koridor yang jelas pada setiap cerita sehingga pembaca, khususnya saya, bisa lebih menikmati jalinan ceritanya. Sayangnya, bagian keempat membuat saya jenuh karena campur aduk zzzzz.

Kalau bicara tentang kejenuhan seperti yang saya alami pada buku pertama, sepertinya sedikit tidak terlalu jenuh ketika membaca buku kedua ini. tetapi ya muaranya sama aja sih, tetap bosan dan jenuh. Tidak konsistennya sifat dan kepribadian masing-masing golongan darah membuat saya sering malas membacanya. Padahal titik utamanya kan pada perbedaan itu.

Gambar yang menarik dan lucu sepertinya masih belum bisa menyelamatkan saya dari lembah kebosanan. Terlebih jumlah halaman yang semakin banyak justru menjadi bumerang bagi saya untuk menyelesaikannya. Padahal saya termasuk penyuka buku bergambar lho. Tetapi sayangnya buku Simple Thinking About Blood Type ini membuat saya lelah menyelesaikannya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Simple Thinking About Blood Type

coverblood1

Judul: Simple Thinking About Blood Type

Komikus: Park Dong Sun

Penerjemah: Achie Linda

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 262

Terbit Perdana: Desember 2013

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, Maret 2014

ISBN: 9786027742253

cooltext-blurb

Tahu nggak sih kalau orang bergolongan darah A itu orang-orang yang halus, tapi kaku dan taat pada peraturan? Atau tahukah kamu kalau golongan darah B itu orang-orang yang kreatif dan bebas?

Apa jadinya kalau mereka disatukan? Jangan-jangan, bisa terjadi pertengkaran!

Ternyata, selain perbedaan jenis kelamin, tempat tinggal, agama, dan kondisi ekonomi, golongan darah juga bisa menentukan perbedaan sifat kita, lho.

Meski sifat seseorang tidak bisa hanya dilihat dari golongan darahnya, semoga komik Simple Thinking about Bloodtype ini bisa menghibur, sekaligus sedikit membantu kamu untuk memahami orang lain, ya!

cooltext-review

Setiap manusia di dunia ini pasti memiliki darah. Cairan ini sangat penting untuk kesehatan manusia. Mulai dari menyalurkan nutrisi ke selruh organ tubuh, membentuk antibodi untuk melawan penyakit, dan lain sebagainya. Meskipun demikian, darah satu manusia dengan manusia lain bisa berbeda sesuai dengan ciri khas masing-masing darah.

Golongan darah adalah sebuah sebutan yang membedakan jens darah manusia. Di dunia ini dikenal empat jenis golongan darah yaitu A, B, AB, dan O. Selain berfungsi sebagai penanda ketika mendonorkan dan menerima transfusi darah, golongan darah ini juga cuup dipercaya memberikan sumbangsih pada sifat dan karakter manusia yang memilikinya. Penasaran?

Buku Simple Thinking About Blood Type ini menyuguhkan empat golongan darah yang “berwujud” manusia dan berperilaku secara berbeda satu sama lain. Memang benar bahwasanya sifat dan karakter orang tidak hanya ditentukan oleh golongan darah saja. Banyak sekali faktor internal dan eksternal yang membentuk karakter tersebut.

Empat bagian yang disuguhkan di buku ini memberikan gambaran bagaimana empat “orang” yang memiliki golongan darah berbeda dapat bertindak dan berpikir sesuai golongan masing-masing. Sebagai catatan, saya memiliki golongan darah B. Jadi jangan heran ketika membaca review kali ini, kebanyakan saya akan membahas dari sisi golongan darah B hehehe.

Bagian pertama adalah Mengetahui Sifat Seseorang Melalui Golongan Darah yang memiliki 23 chapter. Salah satu yang saya suka adalah chapter berjudul Cara Belajar Anak Golongan Darah. Seperti yang kita ketahui, anak-anak memiliki cara dan sikap sendiri-sendiri ketika belajar. Nah, gambaran golongan darah B yang seharusnya belajar ini terasa saya banget! Hahaha.

Golongan darah B tidak menyukai kata ‘belajar’. Karena itu, belajar sambil bermain lebih disarankan untuk anak golongan darah B karena bisa membuatnya tertarik. (Halaman 78)

Bagian kedua berjudul Hubungan Sosial Antargolongan Darah yang memiliki enam chapter memberikan gambaran bagaimana keempat golongan darah saling berinteraksi satu sama lain. Lagi-lagi saya merasa “tertampar” saat membaca chapter Percakapan Golongan Darah B. sifatnya yang terlalu santai kadang membuat lawan bicaranya terasa tidak dihargai. Hiks :(

Dasar anak nakal! Hei- hei- kau dengar ceritaku, kan? Ceritaku masuk ke lubang pantatmu, ya? (Halaman 121)

Nah, ada lagi yang lucu ketika membaca bagian ketiga yaitu Cerita Seru Golongan Darah. Salah satu dari 23 chapter yang saya sukai adalah Menagih Utang. Dikatakan bahwa golongan darah B menagih secara langsung. Ah ini benar sekali. Saya memang tipikal malas membiarkan utang orang lain berlarut-larut. Maklum saja, uang adalah hal yang sangat sensitif dalam hidup ini.

Hei! Kembalikan uangku~ Mulai besok kamu mencicil seribu won per hari. Kalau sudah menjual tanah, pasti punya uang, kan? (Halaman 159)

Etelah tiga bagian dipenuhi tentang karakter golongan darah, bagian terakhir berjudul Diary Bergambar Si Cowok Gila. Bagian ini spesial karena menyuguhkan 37 diary dari sang komikus alias Park Dong Sun. Tema dan gaya gambarnya campur aduk. Namun demikian, saya suka dengan diary nomor 16 yang memiliki kalimat quotable dipadukan gambar yang menyentuh.

Takdir itu… Bukan sesuatu yang diakhiri. Tetapi sesuatu yang harus dibuka. Meski salah satu ikatan takdir yang tersisa memberikan beban berat seperti ini, tetap tidak boleh mengakhirinya dengan bodoh seperti itu. (Halaman 220-222)

Secara umum, buku ini sangat menarik. Bagaimana setiap golongan darah bersikap dan berpikir sesuai karakternya masing-masing kadang membuat beberapa golongan darah yang lain terkena imbasnya. Contohnya ketika janjian jam 3 sore. Golongan darah B masih santai-santai hingga jam 4 sore dan membuat golongan darah A, O, dan AB marah-marah. Hahahaha.

Kalau berbicara golongan darah  yang menyebalkan, saya rasa jawaranya ada di golongan darah  AB. Si golongan darah AB ini sering sekali merendahkan orang di buku ini. mulai dari menyebut manusia rendahan, orang tidak berguna, dan lain sejenisnya. Dipikir-pikir golongan darah AB ini kok berlidah tajam sekali ya. Pukpuk golongan darah yang lain :)

Beberapa bagian menunjukkan overlapping karakter antara satu golongan darah dengan yang lainnya. Golongan darah A bisa mirip O, golongan darah AB bisa seperti B, dan lain sebagainya. Memang pada kenyataannya tidak ada yang 100% berbeda satu sama lain. Namun demikian, saya mengharapkan ada batas yang jelas pada setiap golongan darah agar terlihat keunikannya.

Saya menyarankan jangan membaca buku ini dalam sekali duduk. Saya merasakan ketika mencoba membaca buku ini secara langsung, saya merasa bosan sekali. Memang seharusnya jalinan komik di buku ini bisa dinikmati sepotong-sepotong dan santai. Lebih terasa menarik dan lucu dibandingkan sekali baca tapi malah merasa bosan sekali.

Terjemahan buku ini pada beberapa bagian sangat kaku dan menyebalkan. Apakah karena hal ini saya merasa jenuh dan muak, saya tidak tahu. Mungin iya, mungkin juga tidak. Saya sih inginnya terjemahannya luwes dan kalau bisa disesuaikan dengan Indonesia. Misalnya menggunakan “sih”, “gimana”, atau yang lain. Sehingga bisa terbaca natural.

Yah, demikian sepatah dua patah kesan dari saya tentang buku Simple Thinking About Blood Type yang pertama ini. Pertama? Berarti ada kedua dan selanjutnya? Ya benar sekali. Nantikan jilid kedia dan ketiga dan selanjutnya ya. Sudah siap baca kok. Semoga pendapat saya lebih positif dibandingkan jilid perdana ini. Semoga :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Sunset on Third Street (Jilid 5)

coversunset5

Judul: Sunset on Third Street (Jilid 5)

Sub Judul: Kumpulan Cerita Terbaik Chapter 5 “Kakak Laki-Laki, Kakak Perempuan”

Judul Asli: Sanchome no Yuuhi Kessaku Shu

Komikus: Saigan Ryohei

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 264

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792334807

cooltext-blurb

Gimana sih rasanya jadi kakak? Jadi kakak harus sering mengalah dengan adik, kan! Ini suka bikin Mami kesal. Ia selalu merasa ibunya memanjakan kedua adiknya. Ibu selalu menyuruh melakukan pekerjaan rumah tangga. Suatu hari, ibu berpesan untuk Mami menjaga adik-adiknya. Ternyata, tiba-tiba ibu pergi meninggalkan rumah. Mami pun harus menggantikan peran ibunya.

cooltext-review

Setelah dibuat tersentuh dengan jilid keempat komik Sunset on Third Street yang lalu, kali ini saya akan menyuguhkan sejumput kesan-kesan saat membaca jilid kelima. 19 chapter yang disuguhkan di jilid ini sedikit banyak membuat saya baper. Selain cerita sederhna yang mengharukan, tema keluarga khususnya saudara sangat erat kaitannya dengan emosional saya.

Tentu saya tidak akan membahas semua chapter satu persatu. Soalnya saya malas pasti kepanjangan broo. Jadi kali ini saya akan mengungkapkan kesan dan pendapat saya pada lima cerita paling membekas dalam sanubari. Oh sekadar info, cerita yang dimuat di blurb komik ini ternyata tidak termasuk cerita yang menyentuh sisi emosional saya. Yuk langsung mulai saja.

Kakak Laki-Laki & Adik Perempuan adalah cerita pertama yang mengharukan sekaligus menggelikan. Ceritanya ada Kitano, anak laki-laki masih SD yang memiliki adik perempuan bernama Atsuko. Kitano sangat malu memiliki adik seperti Atsuko karena adiknya tidak cantik dan anggun. Sampai-sampai ia tidak mau mengakui Atsuko sebagai adik di depan kawannya.

Waktu pun berlalu. Atsuko bukan lagi seorang bocah cilik yang lusuh dan cuek dengan penampilan. Ia tumbuh menjadi gadis cantik dan mempesona. Kitano sangat terkejut dengan perubahan Atsuko. Ia menjadi overprotektif. Ada cowok bernama Matani dan Taniwari yang ingin mendekati Atsuko saja membuat Kitano senewen. Tapi, apakah semua belum terlambat?

Hoi, Atsuko! Pokoknya mulai sekarang kalau ketemu aku di jalan, kau jangan dekat-dekat! Pokoknya jangan panggil aku Kakak, mengerti?! (Halaman 38)

Bunga Cosmos adalah kisah selanjutnya yang sangat menyentuh. Cerita ini mengisahkan tentang sepasang gadis kembar bernama Haruko dan Akiko. Sejak kecil hingga SMP mereka berdua selalu mengenakan baju dan model rambut yang sama persis. Menginjak dewasa akhirnya mereka sudah meninggalkan kebiasaan itu. Untuk urusan masa depan pun mereka berbeda.

Haruko berambisi menjadi karyawati kantoran yang mandiri. Sedangkan Akiko ingin memperdalam ilmu rumah tangga agar bisa menjadi istri yang baik. Sayangnya, kebiasaan menyukai hal yang sama terulang kembali saat menentukan pendamping hidup. Laki-laki dambaan Haruko justru melamar Akiko. Apakah hal itu akhir kehidupan Haruko?

Jangan-jangan dia salah sangka, dikiranya Akiko itu aku? Benar, pasti dia salah! Yang dia sukai sebenarnya itu aku… (Halaman 110)

Cemburu menurut saya adalah cerita yang sangat lumrah dialami oleh seorang yang baru saja menjadi kakak, khususnya saat usia masih anak-anak. Mika adalah gadis cantik yang selalu dimanja oleh orang tuanya. Bertahun-tahun menjadi anak tunggal membuat Mika tak kekurangan aksih sayang. Hingga suatu ketika Mika memiliki adik baru dari sang ibu.

Kotaro yang masih bayi tentu membutuhkan perhatian ekstra. Hal ini membuat Mika merasa diabaikan. Ibunya terkesan lebih perhatian pada Kotaro. Hingga suatu hari, Mika menginginkan Kotaro mati saja agar Mika bisa mendapatkan perhatian seperti dulu. Untuk mewujudkan keinginannya, Mika turut melibatkan kucing hitam dan mainan Kotaro. Waduh gimana nih!

Mika, kau harus paham, ya. Mama sangat menyayangi Mika. Tapi Kotaro masih kecil dan lemah, makanya kita semua harus sungguh-sungguh merawat dan melindunginya. (Halaman 171)

Kelinci Salju menurut saya adalah cerita yang berakhir sedih. Yumiko adalah adik dari Yukiko. Perbedaan usia yang cukup jauh membuat Yukiko mengasihi Yumiko seperti adiknya sendiri. Suatu ketika, Yukiko harus dirawat di rumah sakit karena sakit parah. Sejak saat itu pula Yumiko rutin mejenguk kakaknya bersama sang ibu dua minggu sekali.

Yumiko terlihat cukup risih dengan kebiasaan dua minggu sekali itu. Ia ingin bermain bersama teman-temannya daripada harus pergi ke rumah sakit menjenguk kakak yang sakit-sakitan. Awalnya Yumiko merasa malas dan tidak semangat. Namun lambat laun ia menyadari bahwa rutinitasnya ke rumah sakit akan berakhir beberapa saat lagi. Hiks jadi sedih :(

Ingatan disayangi oleh kakaknya waktu kecil semakin menipis… Yang ada di dalam perasaan Yumiko sekarang hanyalah sebagai adik yang sekali-kali harus menjenguk kakaknya saja. (Halaman 194)

Rumput Hijau yang menceritakan Megumi Nakahara dan adiknya, Emi Nakahara terasa sangat realistis. Awal cerita dibuka dengan Megumi yang sangat tidak mendukung Emi bisa lulus ujian masuk di SMA tempat Megumi bersekolah. Hal ini ia sampaikan karena tidak ingin teman-temannya tahu bahwa Emi adalah adiknya. Ia berujar reputasi populernya bisa hancur.

Emi yang pada dasarnya mengagumi sang kakak justru terpacu semangatnya menembus SMA yang sama. Waktu berselang. Kehadirannya di sekolah Megumi membuatnya salah tingkah. Ia dilarang mendekati Megumi padahal cowok pujaannya sekelas dengan Megumi. Sebuah kejadian terjadi yang membuka mata Emi tentang status asli Megumi di sekolah. Apa itu??

Waktu itu, kakak Emi sedang sendirian membaca buku di sudut kelas. Entah kenapa, dia terlihat kecil dan kesepian. (Halaman 250)

Jilid kelima komik ini terasa sangat kental nuansa keluarganya. Saudara yang saling mengasihi ataupun tidak turut memberikan warna tersendiri untuk setiap cerita. Hubungan kakak adik yang disajikan dalam sebuah cerita terkadang bukan ikatan saudara kandung. Ada yang berstatus saudara tiri atau bisa juga bentuk saudara yang “lain” tapi tetap dekat satu sama lain.

Hampir semua cerita memiliki lini masa yang cukup panjang. Rata-rata melewati banyak tahun. Bisa hitungan beberapa tahun tapi ada juga yang hingga belasan tahun kemudian. Jadi berbeda dengan jild keempat kemarin yang hampir semua berlatar tahun 1955. Di jilid ini, beraneka macam. Meskipun demikian, identitas masa lalu masih tetap terasa kok dari berbagai sisi.

Namanya saja rentang waktu yang cukup panjang. Konflik yang disajikan juga beragam. Kebanyakan dipenuhi oleh masalah keluarga. Mulai dari yang sepele berebut boneka antar saudara, kecemburuan pada anggota keluarga lain, hingga yang berat mengenai perceraian dan kematian. Khusus alasan terahir, saya lihat banyak sekali cerita yang tokohnya mati mendadak.

Satu hal yang saya suka dari komik ini adalah latar belakang sangat padat dan penuh. Sang mangaka membuat hampir setiap panel tidak menyisakan ruang kosong yang sia-sia. Ada saja yang digambar. Misalnya dinding, tidak hanya polos. Ada lukisan, foto keluarga, jam dinding, lemari, dan lampu. Tapi hal itu tidak membuat sesak penglihatan. Justru terasa “niat” dan riil.

“Niat” itu juga tersaja pada satu hal unik yaitu perkenalan tokoh utama masing-masing chapter sebelum halaman daftar isi. Sebelum membaca 19 cerita, saya sebagai pembaca sudah tahu siapa tokoh utama yang akan berperan. Namun, seringnya saya malah membaca bagian ini setelah baca semua ceritanya sampai habis hehehe.

Sedikit berbeda dengan jilid keempat yang mengisahkan pertokoan dalam satu blok yang sama sehingga banyak tokoh sebuah cerita yang menjadi figuran di cerita yang lain, di jilid kelima ini hampir masingmasing cerita tidak ada hubungannya dengan kisah yang lain. Kalaupun ada juga sangat sedikit. Seolah mereka semua berasal dari daerah dan waktu yang berbeda.

Imbasnya, saya menemukan cukup banyak tokoh yang fisiknya sangat mirip bahkan sama persis dengan cerita yang lain tetapi memiliki nama yang berbeda. Ya iya sih, 19 cerita dengan kebutuhan rata-rata 3 tokoh tentu memerlukan 57 tokoh yang berbeda. Terlebih tokoh tersebut harus unik sikap ataupun fisiknya. Saya paham hingga akhirnya ada tokoh yang mirip-mirip.

Narator alias yang bukan termasuk dialog atau monolog karakter mengambil sudut pandang serba tahu. Cukup begus keputusan mangaka mengambil sudut pandang ini. hal ini dikarenakan pada umumnya komik hanya akan terpaku pada sudut pandang tokoh yang bersangkutan. Dengan adanya narator serba tahu jalinan cerita lebih mudah diikuti.

Well, komik ini masih sukses membuat saya memberikan penilaian maksimal karena cerita sederhana dan menyentuh. Tema keluarga khususnya hubungan antar saudara juga terasa erat dengan hidup saya yang bukan anak tunggal. Saya rasa memang kekuatan terbesar komik ini adalah kesederhanaannya. Namun demikian, justru bintang lima yang saya berikan. Great!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Sunset on Third Street (Jilid 4)

coversunset4

Judul: Sunset on Third Street (Jilid 4)

Sub Judul: Kumpulan Cerita Terbaik Chapter 4 “Pertokoan Kota Yuuhi”

Judul Asli: Sanchome no Yuuhi Kessaku Shu

Komikus: Saigan Ryohei

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 256

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792334449

cooltext-blurb

Nobuo, pemilik toko alat tulis Usui, berusia 29 tahun. Ia masih bujangan. Padahal ia cowok yang rajin, pekerja keras dan cukup ganteng. Ibunya berniat menjodohkannya, tapi Nobuo tidak mau. Suatu hari, Ippei, anak pak Suzuki pemilik bengkel Suzuki Auto, memergoki Nobuo memainkan morse dengan cewek yang tinggal di rumah besar yang ada di atas bukit. Ippei pun penasaran.

cooltext-review

Setelah beberapa lama saya membaca komik yang memiliki tensi tinggi dan menegangkan, kali ini saya mencicipi komik dengan tema slice of life yang sederhana dan biasa saja. kalau menengok info di goodreads sih, komik ini memiliki tanggapan yang cukup positif karena kesederhanaan cerita yang mampu menghangatkan hati pembacanya. Benarkah demikian?

Komik ini memilih setting tempat di area pertokoan Kota Yuuhi di blok tiga pada tahun 1955. Saat itu ceritanya Kota Yuuhi sedang dalam masa berbenah diri setelah mengalami perang dunia. Banyak toko yang hancur. Banyak pula korban jiwa yang berjatuhan. Satu persatu toko-toko mulai bangkit kembali dan merintis masa depan yang diharapkan akan lebih baik.

17 cerita lepas yang disajikan di komik jilid keempat ini terasa sangat padat. Satu cerita mengisahkan satu toko yang ada di blok tiga Kota Yuuhi. Jadi total ada tujuh belas cerita dari tujuh belas toko yang ada. Sangat menarik. Oh iya, karena toko-toko tersebut masih dalam satu blok, maka jangan heran banyak tokoh dari cerita lain yang berseliweran di cerita toko lainnya.

Selembar Foto adalah salah satu chapter yang menarik. Toko yang dibahas adalah Studi Foto Takagi. Toko yang dikelola Takagi Tomi ini sangat mengedepankan kebahagiaan pelanggannya. Selain berusaha keras agar hasil foto tampak menarik tanpa bantuan photoshop ataupun media digital lain, Tomi memiliki keahlian tentang kamera dan foto yang diwarisi dari sang ayah.

Meskipun ini adalah cerita rekaan, banyak diselipkan info yang cukup banyak tentang tujuh jenis kamera. Informasi ini ditampilkan disetiap sudut-sudut sepanjang cerita. Di akhir kisah, ada tambahan halaman khusus yang memuat info kamera tersebut yang sangat panjang dan cukup rinci. Kalau boleh saya katakan mungkin itu layaknya wikipedia hehehehe.

Meskipun kalau orang lain yang melihatnya tidak merasa menarik, tapi bagi dirinya, itu adalah kenang-kenangan yang sangat berharga… Tidak perlu foto seni untuk membuat banyak orang terkesan. (Halaman 55)

Toko Alat Tulis Usui adalah salah satu chapter yang unik juga. Sesuai judulnya, toko yang dibahas disini adalah Toko Alat Tulis Usui yang dikelola oleh Usui Nobuo. Ia adalah sosok lelaki mapan yang tampan di usia 29 tahun. Hingga saat itu, dia belum ada tanda-tanda akan menikah. Sering sekali tetangga yang lewat membicarakan status Nobuo yang masih perjaka.

Siapa sangka langkah diam-diam yang diambil Nobuo dalam rangka mencari pendamping hidup ternyata bisa dipecahkan oleh Suzuki Ippei, anak kecil yang biasa membeli dagangan Nobuo. Meski awalnya Ippei hanya menciptakan alat pembuat sandi morse dan ingin menggunakannya untuk bermain, ternyata alat itu bisa mengendus perilaku Nobuo. Hmm :)

Besok jam 6 sore di jejak kaki raksasa… Apa, ya? Jejak kaki raksasa? Rasanya aku sudah pernah dengar itu? (Halaman 89)

Chiyoko, Hiroko, dan Yumiko adalah tiga sahabat karib sejak kecil. Ketika menghadiri festival kembang api akhir tahun, ketiganya secara tidak sengaja melihat bintang jatuh. Sontak ketiganya meminta permohonan pada bintang itu agar kelak bisa terkabul. Obrolan mengalir hingga topik rencana sekolah mereka ke jenjang SMA. Chiyoko tidak bisa lanjut sekolah.

Ya benar, Chiyoko berasal dari keluarga kurang mampu sehingga ia harus putus sekolah pada jenjang SMP. Chapter Memohon pada Bintang ini sangat mengharukan ketika waktu berlalu hingga lima tahun kemudian dan Chiyoko mulai bertanya tentang masa depannya sendiri. Apakah permohonan pada bintang jatuh lima tahun yang lalu tak bisa terkabul?

Sudah lima tahun, ya… Waktu terus berjalan dan semua teman-temanku sudah sukses, sepertinya aku saja yang tertinggal. Padahal sebentar lagi umurku 20 tahun. (Halaman 132)

Pohon yang Kering adalah chapter yang menghangatkan hati. Kisahnya ada seorang nenek bernama Tokugawa Sumako. Sehari-hari ia tinggal sendiri di sebuah rumah besar sambil berjualan teh dan mengajar Chanoyu atau seni membuat teh setiap akhir pekan. Ia dikenal sebagai wanita tua yang anggun dan lembut. Banyak orang kagum kepada perangainya itu.

Di sisi lain, ada nenek lain bernama Kin Oda. Sehari-hari ia berjualan rokok dan makanan kecil di kios kecil depan rumahnya. Ia sama-sama tinggal sendiri karena suami dan anak semata wayangnya telah meninggal. Nenek Oda terasa berbeda 180 derajat dibandingkan Nenek Tokugawa. Bahkan ia cenderung benci pada nenek penjual teh itu. Bagaimana selanjutnya?

Sama-sama sebagai orang tua yang tinggal sendirian seperti ini, kenapa perbedaannya besar sekali, ya… Entah apa aku harus marah atau iri… Dunia ini tidak adil. (Halaman 170)

Tungku Arang Nenek adalah chapter palig mengharukan yang saya temui di komik jilid ini. Ishino Yoshio adalah seorang anak dari penjual tahu di Toko Tahu Ishino. Ia tinggal bersama ayah, ibu, dan neneknya yang telah renta. Ayah dan ibunya sibuk mengurus toko sehingga tanggung jawab merawat nenek ada pada Yoshio. Meski demikian, Yoshio tidak mengeluh.

Suatu hari, Yoshio yang sepulang sekolah harus segera pulang dan membersihkan pispot neneknya sedikit nakal dengan tidak pulang hingga malam. Yoshio tidak menyadari bahwa hari itu adalah pertemuan terakhirnya dengan sang nenek. Sungguh mengharukan melihat interaksi Yoshio dan nenek sehari-hari. Kepergian nenek juga bukan hal yang mudah bagi Yoshio.

Yoshio adalah cucu nenek yang hanya bisa duduk saja di sebelah arang karena kakinya sudah tidak bisa lagi digerakkan. (Halaman 228)

Semua cerita di komik ini bagus. Saya tidak bisa tidak menyukai cerita yang ada di sini. Setting tahun 1955 dalam suasana pasca perang sangat terasa. Bagaimana toko-toko mulai berbenah, tidak ada satupun tokoh dan toko yang kaya raya, benar-benar mengambarkan bagaimana kebahagiaan bisa terbentuk karena satu hal yang sederhana. Ada sensasi hangat di dalam dada.

Komik ini juga memuat cukup banyak fakta sejarah, khususnya sejarah Jepang pada saat itu. Mulai dari cial bakal kedai berlampion merah, macam-macam ukuran penjualan produk sake, shoyu, beras, dan lainnya, mode pakaian yang sedang berkembang, hingga penggunaan mobil jadul oleh salah seorang pemilik toko. Sungguh menarik menyaksikannya dalam bentuk komik.

Semua tokoh utama dalam setiap cerita di komik ini adalah tokoh yang miskin, menderita, atau bahkan sengsara. Saya menyukai bagaimana kemiskinan tersebut dijual dengan apik dan sederhana oleh sang mangaka sehingga membuat kemiskinan itu bukanlah hal yang menghalangi kebahagiaan. Memang kebanyakan hal sepele, namun hal itu sangat membekas.

Munculnya tokoh dari cerita lain sebagai figuran di cerita toko tertentu membuat dunia Kota Yuuhi terasa nyata. Mereka tidak hanya muncul satu kali kemudian pergi. Mereka masih ada. Mereka masih berjuang untuk toko masing-masing. Meskipun mereka hanya tampil sekilas, saya justru suka bahwa mangaka tidak melupakan dan justru melibatkan tokoh lain. Cool!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Onikirimaru (Jilid 5)

coveroni5

Judul: Onikirimaru (Jilid 5)

Sub Judul: Pedang Penakluk Iblis

Komikus: Kusunoki Kei

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2002

cooltext-blurb

Kemudian… Di desa yang terbakar habis itu ditemukan tengkorak anak kecil berbentuk aneh… Namun seiring dengan waktu, tengkorak itu perlahan menjadi debu… Kinasa… Jeritan Iblis… Tempat Momiki tertidur abadi… Tempat jeritan si iblis kecil…

Pemuda itu tidak bernama. Ia mencium kehadiran iblis-iblis dan berusaha menemukan tempat persembunyian mereka. Perburuannya selalu diakhiri dengan terhunusnya sebuah pedang. Pemuda itu tidak bernama, tapi pedang itu bernama Pedang Penakluk Iblis…

cooltext-review

Haloo! Sesuai janji saya pada review sebelumnya, kali ini saya akan menghadirkan sedikit ulasan dan kesan setelah membaca komik Onikirimaru jilid kelima. Kali ini ada enam chapter utama dan dua chapter tambahan yang disuguhkan. Chapter pertama adalah Dewa Iblis Laut bagian ketiga. Karena bagian pertama dan kedua saya tidak tahu, saya skip mengulas bab ini.

Chapter kedua hingga keenam berjudul Momiji, masing-masing terdiri dari bagian satu hingga bagian lima. Saya rasa bagian Momiji ini cukup panjang dibandingkan jilid tiga yang sebelumnya baca. Ya iya laah, wong jumlah bab nya aja ada lima wkwkwk. Langsung saja ya disimak kesan-kesan saya membaca jilid ini hehehe.

Alkisah, di Perfektur N khususnya di Desa Kinasa, ada legenda yang menyebutkan banyak iblis bersemayam di desa itu. ada satu iblis berwujud manusia yang unik. Namanya Momiji. Ia sering membantu warga sekitar namun juga hobi membunih warga desa lain. Akibatnya Momiji sering disebut Wanita Mulia meskipun pada dasarnya ia tetaplah iblis.

Pada akhir hayatnya, Momiji melahirkan seorang anak yang diberi nama Tsunewakamaru. Keberadaan anak ini hilang hingga suatu ketika seorang anak laki-laki bernama Susumu merasa sayup-sayup ada yang memanggilnya dengan sebutan Tsunewakamaru. Singkat kata, panggilan itu berasal dari Momiji yang kemudian membuat tragedi berdarah di rumah Susumu.

Susumu tidak bisa bicara karena shock. Seluruh keluarganya terbunuh. Dia kehilangan kata-kata… Entah apa yang dilihatnya… (Halaman 45)

Sae Goto, gadis cantik yang berprofesi sebagai reporter berita mendatangi Desa Kinasa karena ingin berjumpa dengan sang pembawa pedang pembunuh iblis. Perjumpaannya dengan Susumu semakin rumit ketika sang iblis wanita dari Arakuyama,, Momiji, memerintahkan Susumu membangkitkan empat iblis raja langit yaitu Onitake, Kumatake, Washio, Igase. Aduh!

Kau dapat membangkitkan para iblis hanya dengan mengucapkan mantra… Nah, bangkitkanlah kami kembali! (Halaman 73)

Meninggalkan Desa Kinasa, dua chapter spesial tergabung dalam satu tema yang sama berjudul Twilight Channel. Tema ini terdiri atas dua cerita. Yang pertama adalah Aku Penggemarmu! Chapter ini mengisahkan seorang penyanyi terkenal bernama Takeda Yuko. Saking bekennya, dia dilarang berkeliaran sendiri tanpa pengawal karena dirasa membahayakan diri sendiri.

Sepertinya Yuko ini masih muda. Jadi dia mengelabuhi pengawalnya gitu dengan menyamar pakai pakaian jadul dan pergi melenggang santai. Sayang, ia bertemu dengan seorang penggemar yang berlaku kasar. Tak sampai disitu, ketika kedoknya terbongkar, orang-orang sekitar mulai bertindak anarkis dan tidak terkontrol. Bagaimana nasib Yuko kemudian?

Kamu nggak bisa tidur karena mikirin aku… Kamu bilang “Jangan lepas tanganmu, ajak aku ke kamarmu.” Kan? (Halaman 153)

Kejanggalan Ke-7 adalah cerita kedua dari Twilight Channel. Tagami dan Morimoto bersekolah di tempat yang disinyalir memiliki tujuh kejanggalan di sekolah. Setelah sebelumnya disiarkan enam kejanggalan di televisi, Tagami, Morimoto, dan teman lainnya penasaran dengan kejanggalan ketujuh. Sayangnya, tidak semua orang mengetahuinya. Kecuali…Morimoto.

Ya benar, Morimoto menantang Tagami membuktikan kejanggalan ketujuh dengan menaiki tanga sekolah pukul enam sore. Konon, hanya siswa laki-laki yang bisa menyaksikan sosok misterius itu. Awalnya Tagami tidak percaya. Namun, Morimoto dan teman lainnya mengolok Tagami. Akhirnya Tagami bersedia. Benarkah semua yang dikatakan Morimoto? Hiii….

Didorong oleh murid laki-laki. Lehernya patah karena terjatuh… Lehernya tergantung di pundaknya. (Halaman 174)

Jujur komik jilid kelima ini sangat lebih baik dibandingkan jilid ketiga yang saya baca sebelumnya. Jalinan ceritanya lebih padat dan menegangkan. Tidak seperti jilid ketiga yang hanya sepotong dan tidak jelas. Karena saya tidak membaca bagian pertama dan kedua, chapter berjudul Dewa Iblis Laut tidak terlalu saya nikmati. Oke lanjut.

Chapter berjudul Momiji sangat menegangkan. Ckup banyak iblis yang berperan disini. Terlebih kebodohan warga desa yang memuja Momiji sebagai Wanita Mulia membuat saya sangat geram. Halo, dia itu iblis lho. Membunuh warga desa lain. Kok malah dipuja, sih. Pun demikian dengan Susumu yang harus menjadi korban karena arwah Momiji yang ingin dibangkitkan.

Saya suka bagaimana Sae dengan sukarela merawat Susumu yang sedang shock karena seluruh keluarganya terbunuh. Saya juga suka bagaimana Susumu bersikap layaknya manusia dan tidak menuruti permintaan ibunya sendiri yang berwujud iblis. Meskipun demikian, pemusnahan iblis yang terlanjur bangkit oleh Susumu terasa cukup dipaksakan, sih.

Bagaimana dengan kehadiran pemuda-misterius-pembawa-onikirimaru? Ironis, dia sebagai tokoh utama justru tidak terlalu berperan penting. Susumu dan Sae lah yang menjadi tokoh fokus cerita Momiji ini. padahal seharusnya porsi pemuda-misterius-pembawa-onikirimaru ini bisa lebih banyak dan kompleks dibandingkan hanya sekadar terkapar diserang iblis. Huft.

Dua chapter tambahan Twilight Channel memiliki jalinan cerita yang menurut saya lebih kekinian dibandingkan cerita utama yang terasa jaman dahulu banget. Dua cerita ini juga sukses menghadirkan akhir kisah menggantung dan misterius yang membuat keduanya jauh lebih baik dibandingkan cerita utama. Berbagai pertanyaan setelah akhir kisah adalah nilai jualnya. Wow.

Kalau membahas yang tidak saya sukai dari komik ini, mungkin adalah rambut dari pemuda-misterius-pembawa-onikirimaru. Beneran deh, poni yang terasa tidak seimbang dan aneh banget itu membuat saya risih. Mungkin itu adalah ciri khas ataupun keunikan karakter. Tetapi maaf saja, saya justru tidak suka dengan cowok berpolem aneh dan nggak banget itu hahahaha.

Akhir kata, saya hanya bisa mengulas sampai sini saja. Komik ini berpotensi menghadirkan kisah yang menegangkan dengan storytelling yang baik. Mungkin di jilid-jilid selanjutnya? Entahlah. Namun yang jelas, jilid ketiga dan kelima yang telah saya baca sebelumnya belum membuat saya suka dengan kisah yang disuguhkan. Sayang sekali.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Onikirimaru (Jilid 3)

coveroni3

Judul: Onikirimaru (Jilid 3)

Sub Judul: Pedang Penakluk Iblis

Komikus: Kusunoki Kei

Penerjemah: Sugi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2002

cooltext-blurb

En no Otzunu… Dia bertapa selama 40 tahun untuk menguasai ilmu sihir… Ia diasingkan dan mengembara tanpa arah… Ia dapat mengendalikan manusia dengan pikirannya… Ia berhasil menguasai dunia berkat bantuan iblis… …Yang dikenal dengan iblis Otzunu…

Pemuda itu tidak bernama. Ia mencium kehadiran iblis-iblis dan berusaha menemukan tempat persembunyian mereka. Perburuannya selalu diakhiri dengan terhunusnya sebuah pedang. Pemuda itu tidak bernama, tapi pedang itu bernama Pedang Penakluk Iblis…

cooltext-review

Komik yang cukup sadis dengan darah di mana-mana sepertinya sangat jarang saya baca. Selain terkadang saya berpikir komik model seperti itu hanya “menjual” darah sebagai hal yang dirasa menarik, ceritanya juga bisa saja tidak terlalu seru. Yah, seperti layaknya film gore dan thriller seperti itu deh. Namun, tidak ada salahnya mencoba, bukan? Mari baca Onikirimaru ini.

Saya mendapatkan komik ini secara random. Jadi mohon maaf saya tidak membaca jilid perdananya. Mungkin pendapat atau ulasan saya menjadi bias karena kekurangan saya tersebut. Namun saya berusaha akan tetap memberikan penilaian untuk jilid yang memiliki enam chapter yang terdiri atas bagian awal dan bagian akhir ini. Semoga bisa ya. Lanjuut~

Chapter pertama dan kedua berjudul Otzunu. Seorang gadis remaja bernama Naruze Moeko adalah anak mujur dan beruntung karena ulah En no Otzunu. Ia selalu terhindar dari malapetaka ketika suatu bencana hampir menghinggapinya. Misalnya ketika air keras tidak menimpa kakinya, bola kasti yang meledak sebelum mengenai kepalanya, dan lain sebagainya.

Yuki sangat percaya pada keberuntungan sahabatnya itu. Sayang, ia justru mendapat kemalangan tertimpa jendela kaca yang dilemparkan oleh Isaoka yang masih dendam kakinya terkena air keras gara-gara “keberuntungan” Moeko. Awalnya kaca itu ditujukan pada Moeko. Tetapi tiba-tiba justru Yuki yang terkena sial. Benarkah memang Moeko orang yang mujur?

Aku… Aku pedang penakluk iblis… Iblis itu ada, khan? Dari dalam perutmu dia memanggilku! Mungkin dia cuma menggangguku saja? (Halaman 25)

Iblis Pemangsa Anak adalah chapter ketiga dan keempat. Awal kisah dibuka oleh tewasnya seorang anak kecil bernama Okanoemi yang ditabrak Kobayashi Tadashi saat mengendarai mobil. Sayangnya, kematian Okanoemi justru membangkitkan iblis pemangsa anak-anak sehingga membuat mayat Okanoemi dan si penabrak hilang tanpa jejak karena dimangsa iblis.

Beberapa hari kemudian, dua sahabat karib bernama Akira dan Shinchan bolos sekolah karena lupa mengerjakan PR. Naas, hari itu keduanya bertemu dengan iblis yang kelaparan dan ingin memangsa anak-anak. Shinchan harus meregang nyawa disaksikan Akira. Meskipun pedang penakluk iblis telah menebas iblis itu, ketakutan Akira bisa membangkitkan sang iblis kembali.

Dia belum bangkit, tapi kalau… kau terus begini, dia akan hidup lagi. Dia, iblis pemangsa anak. Darah, daging, dan perasaan adalah sumber kehidupannya. Mengerti? (Halaman 111)

Chapter kelima dan keenam sekaligus bab terakhir adalah Kebangkitan Iblis. Alkisah belasan tahun silam ada iblis yang bertemu dengan wanita yang telah hamil tua. Awalnya si wanita berteriak dan menganggap iblis tersebut telah hilang. Yang tidak ia ketahui, iblis tersebut ternyata bersarang di janin wanita itu, menunggu saatnya terlahir kembali ke dunia.

Takahiro adalah janin yang telah lahir itu. Ia adalah adik laki-laki satu-satunya dari Kaori. Takahiro sangat menyayangi Kaori. Yang tidak Takahiro sadari, sang iblis yang telah bersemayam di tubuhnya mulai merasuk keluar dan ingin segera bebas dari bentuk manusia. Apa yang selanjutnya terjadi? Bagaimana sang pembawa pedang menyelamatkan Takahiro?

Sudahlah! Kau selamat sekarang. Aku akan selalu melindungimu… Takkan kuserahkan Kaori pada siapa pun… Kaori milikku… (Halaman 159)

Komik ini aneh. Tidak konsisten. Kurang jelas alur ceritanya. Duh maafkan saya yang mungkin terasa janggal karena hanya menilai dari satu jilid, bahkan tidak membaca jilid perdana sebagai awal mula kisah. Tetapi ijinkan saya untuk memberikan pendapat pada jilid ketiga yang saya baca ini. mungkin akan negatif, tetapi saya berusaha tidak terlalu kasar dalam penulisan.

Aneh pertama adalah sang tokoh utama tidak memiliki nama, tetapi justru pedangnya yang memiliki nama yatu Onikirimaru alias Pedang Penakluk Iblis. Duh, kenapa justru sang tokoh utama tidak ada namanya? Sepanjang jilid ini saya sangat sulit menyebutnya. Si anak laki-laki misterius, pemuda pembawa pedang, atau apa? Main character with no name is a bad thing.

Aneh kedua adalah status sang pemuda ini. Dikisakan ia adalah iblis berwujud manusia. Tetapi ia sebenarnya bisa dilihat wujudnya atau tidak sih? Moeko sempat berujar bahwa tak seorangpun bisa melihat pemuda itu selain dirinya. Namun pada bagian lain, Isaoka, Akira, dan Kaori bisa bersentuhan dengannya. Kalaupun bisa dua-duanya, kenapa tidak dijelaskan dulu?

Aneh ketiga adalah alur cerita kurang jelas. Sebagai contoh adalah judul ketiga tentang Takahiro. Tidak ada yang bisa menjelaskan kenapa ayahnya tiba-tiba mencekik Kaori. Satu alasan masuk akal mungkin bisa diterima. Namun, terlalu tiba-tiba dan tidak masuk akal jika langsung ingin mengakhiri hidup begitu saja. Storytelling yang cukup buruk, menurut saya.

Seperti yang sudah saya singgung di awal review, komik ini cukup banyak memuat unsur darah berceceran di mana-mana. Terlebih ketika iblis memangsa manusia, bisa dipastikan muncul korban jiwa yang kondisinya tidak utuh lagi. Meski tidak digambarkans anat detail (bahkan ada halaman yang disensor), tetapi cukup jelas bagaimana kondisi mayat bertebaran.

Hingga akhir jilid ketiga inipun saya masih belum tahu apa tujuan sang pemuda membunuh kaumnya sendiri. Apakah ia termasuk protagonis? Ataukah karakter antagonis? Atau netral? Saya belum tahu. Saya ada satu jilid lagi yang belum saya baca. Semoga ada pencerahan ya. padahal artwork komik ini cukup bagus khas shoujo. Tunggu review selanjutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duel Masters (Jilid 3)

coverduel3

Judul: Duel Masters (Jilid 3)

Komikus: Matsumoto Shigenobu

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: November 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, November 2007

ISBN: 9789792313925

cooltext-blurb

Setelah melawan Mikuni, Shoubu kini menghadapi Mimi, salah satu dari White Knights. Dalam pertarungan kali ini, akan diberlakukan peraturan Highlander. Shoubu yang masih belum terbiasa dengan peraturan itu, berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.

cooltext-review

Setelah Shoubu dinyatakan lulus dari JDC, sebenarnya ia sudah bisa pulang ke rumah. Namun, sebuah insiden yang melibatkan Hakuou dan barisan pelindungnya bernama White Knights membuat Shoubu ingin menyelesaikan urusan pertarungan duel dengan Hakuo. Namun sebelumnya, Shoubu harus menghadapi Mikuni, salah satu White Knights bawahan Hakuou.

Enam chapter yang disuguhkan di jilid ketiga ini seru-seru! Chapter pertama berjudul Rencana Rahasia Serangan Balasan adalah proses duel Shoubu dan Mikuni yang edua setelah Shoubu kalah telak dari Mikuni sebelumnya. Pada awal permainan, Shoubu terkesan masih menggunakan trik lama. Hal ini membuat White Knights lain mencemooh Shoubu saat itu.

Lagi-lagi berniat mengandalkan blocker, ya… Dasar orang yang tidak ada kemajuan.

Bab kedua berjudul Kiri-Fuda Keempat masih tentang duel Shoubu dan Mikuni. Kali ini sudah banyak kejutan-kejutan yang dipersiapkan Shoubu. Mikuni yang merasa sebagai orang terkuat sedikit terpojok dengan kemahiran Shoubu. Namun demikian, Mikuni tidak menyerah begitu saja. Hingga titik darah penghabisan, ia takkan membuang kepercayaan Hakuou padanya.

Walau pernah kubilang duel denganmu itu tidak berarti… Tapi ternyata kau sekarang berhasil mendesakku sampai sejauh ini…

Setelah pertarungan melawan Mikuni usai, perhatian Shoubu sedikit teralihkan dengan Rekuta dan Kitarou. Saat Shoubu sadar, Hakuou telah masuk ke sebuah ruangan misterius berpintu besar. Bab berjudul Menuju Ruang Phoenix Putih! ini menggambarkan posisi Hakuou yang bisa ditemui oleh Shoubu. Sayangnya, menemui Hakuou tidak mudah karena perlindungan ekstra.

Kalau terus begini… Mungkin saja ‘sesuai dengan yang kita harapkan.’ Dia akan berhasil menaklukkan kelompok empat langit, ya…

Lawan Shoubu setelah Mikuni adalah Tasagore Mimi. Gadis cantik dan manis ini tidak disangka adalah salah satu anggota White Knights. Kintarou sempat pingsan karena mendapatkan perlakuan “khusus” dari Mimi pada chapter berjudul Musuh Kuat yang Imut-Imut!? Pada duel kedua ini pula Shoubu menghadapi satu peraturan baru yaitu Highlander.

Daripada nungguin Kirifuda yang entah muncul atau nggak… Bertarung dengan creature yang bisa diandalkan itu metode tempur yang umum dalam Highlander.

Singkatnya, Highlander adalah peraturan yang melarang pemain memasukkan kartu yang sama lebih dari satu. Wujud Asli Mimi adalah chapter ketika Shoubu dan Mimi mulai bertarung. Pada duel kali ini, Mimi berlaku bak seorang gadis imut yang centil dan tidak berdaya. Ternyata oh ternyata, hal itu adalah kesengajaan untuk memupus semangat juang Shoubu saat berduel.

Aku tida ada niat buruk! Aku hanya ingin melindungi Beeble-chan yang berharga…! Aku tidak punya niat melukaimu!

Setelah terjebak dengan mode centil dan imut-imut, Mimi akhirnya menampakkan wujud “aslinya” ketika Shoubu serius dalam bertarung. Chapter berjudul Munculnya Super Evil Beast! ini adalah bukti bahwa Mimi tak “seimut” yang terlihat sebelumnya. Ia sangat serius menghabisi Shoubu. Apalagi Highlander sangat menyulitkan gerak Shoubu. Bagaimana nih?

Percuma… Yang seperti itu tidak mungkin bisa ditaklukkan… Habisnya, meskipun seandainya bisa menang dengan pertarungan sesama creature… Dia itu akan hidup kembali sampai tiga kali lagi.

Saya suka dengan chapter ini. segala hal perkenalan tokoh utama dan sistem permainan Magic: The Gathering sudah selesai. Sepertinya sejak akhir jilid kedua dan mulai jilid ketiga hingga seterusnya ini akan penuh dihiasi dengan lika-liku duel yang dijalani Shoubu hingga menjadi seorang duelist hebat dan berjumpa dengan ayahnya sendiri. Pasti seru sekali deh.

Jujur saja, aku takut nanti, masa lalu *eh* meski saya masih sangat kurang paham dengan mekanisme duel Magic dan berbagai kartu yang digunakan termasuk creature atau land atau mana dan sebagainya itu, saya masih bisa mengikuti jalinan ceritanya. Seolah berbagai kejutan memang dipersiapkan untuk pembaca yang tidak tahu permainan ini agar merasa tertarik.

Dari segi gambar dan cerita, saya suka artwork Matsumoto Shigenobu yang tidak lebay dalam penggambaran. Beberapa sudut cerita yang terkesan lucu dan perlu penekanan memang dibuat berlebihan. Namun, karena fungsinya memang untuk menunjukkan segi kelucuan, hal itu memang sah-sah saja untuk dilakukan. Apalagi saat Kintarou jadi bulan-bulanan Mimi. Ahaha.

Sayangnya, pada jilid ketiga ini, rubrik spesial berjudul Matsumoto Dai Sensei’s Jalan Menuju Duel Masters tidak bisa hadir. Pada awal bab pertama sudah ada permintaan maaf dari sang mangaka karena absennya rubrik tersebut. Ia berjanji akan memunculkan kembali lika-liku dibalik layar Duel Masters pada jilid selanjutnya. Semoga saja ya.

Saya juga baru sadar bahwa pengenalan deck masing-masing karakter yang sempat muncul pada jilid pertama ternyata sudah tidak muncul lagi sejak jilid kedua. Sayang sekali. Padahal menurut saya bagian itu sangat berguna untuk berkenalan dengan karakter sekaligus mengetahui beberapa kartu unggulan yang biasa digunakan tokoh yang berbeda-beda.

Jika melihat segi tampilan komik ini, saya masih sangat tidak sreg dengan komik terbitan m&c! yang tidak mencantumkan nomor halaman. Padahal di daftar isi disebutkan bab ini mulai halaman sekian. Namun, sepanjang halaman sejak awal hingga akhir tidak ada nomor halaman. Kan kasihan bagi saya yang ingin menuliskan kutipan penting jadi tidak ada halamannya. Huft.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duel Masters (Jilid 2)

coverduel2

Judul: Duel Masters (Jilid 2)

Komikus: Matsumoto Shigenobu

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: Oktober 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Oktober 2007

ISBN: 9789792313918

cooltext-blurb

Shoubu yang giat belajar Magic di Duel Temple, berhasilmenyelesaikan pelatihannya. Tetapi tiba-tiba muncul duelist menantang Shoubu. Ia Kintarou, duelist yang mampu mengendalikan Mana!

cooltext-review

Jalan yang ditempuh oleh Shoubu demi menjadi seorang duelist terhebat di dunia masih berlanjut. kali ini ada enam chapter yang disuguhkan di komik jilid kedua Duel Masters ini. Babak perjuangan di JDC masih berlanjut pada chapter berjudul Ayo Lampaui Wrath of God! Kali ini semangat Shoubu sangat membara untuk mengalahkan Tohru dengan deck baru miliknya.

Karena kemenangan kelima puluh kelulusan yang patut diperingati… Sudah kuputuskan akan kuperoleh dengan menaklukkan dia!

Bab kedua berjudul Penantangnya Hakuou!? adalah momen kepulangan alumnus JDC karena pelatihannya sudah berakhir dan kini enam orang lulusan JDC termasuk Shoubu dan Tohru hendak pulang ke rumah masing-masing. Sayangnya, tibatiba muncul seorang duelist yang menantang keenam orang itu dan langsung mengalahkan dengan telak. Apakah dia Hakuou?

Aneh… Kenapa, tidak nge-block dengan Metal-worker… Creature rendahan itu memangnya sebegitu pentingnya?

Ternyata eh ternyata, sang penantang tersebut bernama Nanba Kintarou. Ia adalah pemuja fanatik Hakuou sehingga berpenampilan mirip Hakuou termasuk rambut palsunya. Pada chapter berjudul Kartu yang Telah Terbaca ini ia berhadapan dengan Shoubu yang hampir saja kalah dari permainan Kintarou yang sangat ajaib sekaligus mengagumkan.

Beast of Burden akan bertambah kuat sebanyak jumlah Mana!? Yang benar saja! Orang itu menghasilkan Mana dengan bebas! Kalau seperti itu, Shou-chan akan…

Setelah mengalahkan Kintarou, satu fakta kejutan cukup menyita perhatian Shoubu dan Rekuta. Kemenangan Shoubu pada chapter berjudul Ksatria Putih yang Tak Berperasaan ini membawanya kembali ke JDC yang sekaligus markas besar Hakuou dan Shiroi Kishi-dan atau The White Knights yang ia pimpin. Di bab ini ada satu kejadian yang membuat amarah Shoubu berkobar.

Kirifuda Shoubu, dia meningkatkan kemampuannya secara istimewa dalam setiap duel… Bila sering bertarung, dia bisa semakin kuat tanpa batas…

Bentrokan Serangan Cepat! Shoubu vs White Knights adalah chapter selanjutnya yang sangat seru. Kali ini Shoubu berduel melawan Mikuni, salah satu jajaran Shiroi Kishi-dan yang tidak terima pemimpinnya, Hakuou dijelek-jelekkan oleh Shoubu. Sang tokoh utama yang sedang naik pitam ini langsung menerima tantangan Mikuni. Sayangnya, Shoubu kalah telak dengan cepat.

Kirifuda Shoubu! Bila ingin bertarung melawan Tuan Hakuou… Coba taklukkan dulu kami! Tidak akan kami biarkan kau bilang tidak!

Shoubu dan Rekuta sangat kecewa dengan hasil pertandingan itu. terlebih Shoubu sangat depresi sejak kejadian tersebut dan berniat berhenti bermain Magic dan melupakan mimpinya menjadi duelist terhebat. Carilah Kemenangan adalah bab terakhir jilid ini bagaimana Rekuta dan Kintarou membangun semangat Shoubu dan menyadarkannya akan pengalaman pahit.

Kamu kalah karena memang harus kalah. Kamu bahkan tidak berusaha mencari tahu keistimewaan Portal Three Kingdoms yang belum pernah kamu mainkan.

Jilid kedua ini ternyata sangat seru. yah, meskipun pelatihan Shoubu di JDC sangat singkat. Padahal sebelumnya disebutkan bahwa pelatihan akan berlangsung selama satu bulan. Tantangan pertama yang dihadapi oleh Shoubu setelah lolos seleksi awal adalah memenangkan 50 duel selama seminggu. Tetapi ternyata setelah itu tidak ada apa-apa lagi. Lho kok?

Yah saya tidak tahu apakah periode pelatihan selama satu bulan namun setiap orang hanya perlu satu minggu saja untuk lulus ataukah tiga minggu kemudia tidak ada pelatihan, saya memang tidak tahu. Tetapi kok rasanya sangat aneh pelatihan di JDC hanya segitu saja. saya ingin ada bentuk pelatihan yang lain. Karena saat Shoubu duel juga banyak yang di-skip.

Kemunculan Kintarou yang hebat adalah salah satu hal yang sangat menari di jilid kedua ini. ia adalah anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki keinginan membahagiakan ibunya dari permainan Magic yang ia tekuni. Flashback masa lalu Kintarou sangat mengharukan. tidak heran ia menjadi kuat dan sangat tangguh dalam bermain Magic.

Satu hal yang sangat berlebihan dari komik ini adalah masa-masa duel yang seolah nyata sekali. Mulai dari munculnya monster atau creature, sihir atau spell yang digunakan, hingga damage atau dampak yang diterima pemain digambarkan sangat real. Salah satu contohnya adalah Kintarou terpental dan menabrak pohon dan badan Shoubu sampai lebam terkena serangan.

Selain chapter-chapter utama, pada akhir jilid ini ada yang spesial dari sang mangaka yaitu halaman khusus berjudul Matsumoto Dai Sensei’s Jalan Menuju Duel Masters. Setiap jilidnya akan memberikan suatu curhatan(?) ataupun hal menarik di balik layar pembuatan Duel Masters. Bagian kedua menghadirkan galeri kreasi gambar penggemar yang dikirimkan pada komikus.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duel Masters (Jilid 1)

coverduel1

Judul: Duel Masters (Jilid 1)

Komikus: Matsumoto Shigenobu

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: September 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2007

ISBN: 9789792313901

cooltext-blurb

Kirifuda Shoubu anak yang bersemangat dalam card game Magic: The Gathering yang terkenal di seluruh dunia. Suatu hari ayahnya, seorang Duel Master legendaris, menghilang. Setelah memperoleh kartu yang ditinggalkan ayahnya, pelatihan Shoubu yang bercita-cita menjadi Duel Master nomor satu, dimulai!!!

cooltext-review

Kali ini lagi-lagi saya membaca komik yang mengadopsi sebuah permainan yang populer di kalangan anak-anak. Permainan tersebut adalah permainan kartu bernama Duel Masters. Awalnya saya menganggap nama permainan ini adalah Duel Masters, tetapi ternyata yang sesungguhnya adalah Magic: The Gathering. Memang agak panjang dan sulit diucapkan sih.

Enam chapter utama dan satu chapter cerita spesial yang disuguhkan di jilid perdana Duel Masters ini cukup menarik untuk diikuti. Pada chapter pertama berjudul Duelist yang Telah Pulang dikisahkan tentang seorang anak berusia sebelas tahun bernama Kirifuda Shoubu yang menanti kepulangan Kirifuda Shouri yang telah tiga tahun berlatih Magic: The Gathering.

Sayangnya, ayah Shoubu tidak kunjung pulang. Rekan sejawatnya, Nakamura Sutochi, yang biasa dipanggil NAC, justru pulang sendirian dengan kondisi compang-camping. Shoubu yang penasaran justru diamuk oleh NAC karena ia menganggap Shoubu belum cukup tangguh untuk mengetahui apa yang terjadi pada ayahnya yang hilang ditelan bumi.

Duel itu tidak boleh menyerah sampai terakhir! Orang yang tidak menyerah sajalah… yang akan meraih kemenangan!

Bab kedua berjudul Penantang Kegelapan adalah awal mula petualangan Shoubu untuk menjadi seorang duelist sejati agar bisa bertemu dengan ayahnya sendiri. Hal ini ia lakukan setelah mengetahui latar belakang menghlangnya Shouri Kirifuda dari mulut NAC sendiri. Awalnya Shoubu sangat kaget. Namun, ia tidak bisa melakukan apapun selain percaya dengan ayahnya.

Kalau ayahku, dia pasti baik-baik saja, kok! Ayahku… tidak sedang melarikan diri, kok!

Kiri-Fuda pada Tangan yang Bercahaya adalah chapter ketiga. Belum apa-apa, Shoubu sudah ditantang duel oleh Kokujou Kyoushirou yang memiliki deck kegelapan. Kombinasi kartu yang dimiliki sanggup membuat lawan-lawannya kalah telak dalam sekejap. Awalnya Shoubu sangat bahagia bisa mengalahkan Kokujou. Sayangnya, Shoubu tidak melihat siasat lawannya itu.

Semua orang menyebutnya begitu. Karena cara bermainnya yang kejam… Mulanya membiarkan dirinya diserang. Saat lawan lengah, baru dia taklukkan dengan satu hembusan nafas.

Shoubu merasa kemampuannya harus lebih tinggi agar bisa menjadi duelist yang hebat. Bersama sahabat karibnya, Kadoko Rekuta, ia bermaksud belajar menjadi duelist di sebuah tempat pelatihan bernama JDC. Hal ini tertuang pada chapter keempat berjudul Bukalah Gerbang Kuil! Sebelum memasuki hall utama, Shoubu harus menyelesaikan tantangan yang sulit.

Di tempat itu, hanya mereka yang benar-benar ingin jadi kuat, pagi-sore terus berduel. Kokujou juga sepertinya lulusan dari situ lho.

Selain anak-anak seusia Shoubu, di tempat itu juga ada seorang duelist terkenal bernama Hakuou. Masih belum jelas apa kedudukannya di JDC ini, namun sepertinya ia memiliki akses yang cukup penting. Buktinya pada chapter berjudul Perangkap Kuil ini ia bisa bercakap langsug dengan NAC yang notabene adalah seorang duelist yang pernah menjuarai turnamen se-Asia.

NAC-san sepertinya mengakui keunggulannya. Tapi… cara duel dia terkesan kekanakan, lho. Sayang sekali…

Kembali ke Shoubu, syarat awal agar ia bisa menuju tahap seleksi berikutnya adalah dengan memenangkan 50 duel. Shoubu memang memiliki deck legendaris pemberian sang ayah. Namun, kemenanangannya sebanyak 30 kali berturut-turut membuat anak-anak di sana bisa mengetahui deck miliknya. Deck yang Jadi Incaran adalah chapter yang sangat menegangkan.

Karena selama ini selalu bertarung bersama. Karena mereka temanku sejak dulu!

Selain chapter utama di atas, ada satu chapter tambahan yang berisi cerita spesial tentang keseharian Shoubu dan Rekuta versi anak SMP berusia 13 tahun dalam berduel permainan Magic: The Gathering. Saya tidak akan membahasnya karena sesungguhnya chapter ini hanyalah spin-off dari kisah utama yang disuguhkan di jilid perdana ini.

Selain alunan cerita utama, ada tambahan beberapa halaman setiap akhir chapter tenteng pengenalan deck masing-masing karakter. Mulai dari deck milik Shoubu, milik NAC, milik Kokujou, milik Rekuta, hingga lawan Shoubu di JDC yaitu Tohru dan Jamira. Masing-masing memperkenalkan tentang kartu unggulan di deck-nya yang memiliki kemampuan terhebat.

Kelompok kegelapan Garde sempat disinggung oleh NAC yang menjadi salah satu sebab hilangnya Shouri saat hari kepulangan mereka ke Jepang. Meskipun tidak ada lagi kemunculan ataupun pembicaraan tentang kelompok ini, saya rasa kelompok Garde akan menjadi lawan tangguh Shoubu ketika telah menjadi seorang duelist handal. Benarkah? Yah, lihat saja nanti.

Oh iya, ngomong-ngomong Shoubu dan Rekuta dan anak-anak lain di daerah Shoubu ini apakah tidak bersekolah ya. Isinya hanya duel, duel, dan duel melulu. Apakah para orang tua tidak memarahi? Namun, setelah menyaksikan ibu Shoubu yaitu Kirifuda Mai, saya maklum sepertinya dunia Shoubu dan lainnya hidup ini hanya berisi tentang Magic: The Gathering.

Selain itu, ada satu kejanggalan. Disebutkan Shoubu menggunakan warisan ayahnya yang berisi kartu-kartu hebat. Beberapa kartu disebut kartu terlarang. Belum jelas maksudnya terlarang apakah tidak boleh digunakan ataukah terlarang tidak semua orang memilikinya. Jika memang kombinasi keduanya, kenapa Shobu tetap boleh memainkannya? Bukankah itu artinya curang?

Namanya juga jilid pertama, isinya masih seputar pengenalan tokoh dan cikal bakal konflik utama yang akan terjadi. Konflik yang mengerucut di jilid perdana ini adalah lika-liku Shoubu saat berlatih di JDC selama sebulan kedepan. Akankah Shoubu berhasil dan bertemu ayahnya ataukah ia harus memendam impiannya menjadi duelist sejati dan takkan berjumpa Shouri?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 3)

coverdirection3

Judul: A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 3)

Komikus: Yamada J-Ta

Penerjemah: Ine Martiana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: Juli 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2008

ISBN: 9789792317800

cooltext-blurb

Dua gadis kembar harus “menukar waktu” supaya bisa menemukan batu itu. Artinya, salah satu dari mereka harus bertukar tempat dengan Nyonya Kikuko. Dengan begitu, nyonya Kikuko kembali menjadi muda.

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* jilid ketiga tentang lika-liku kehidupan Karada dan Shouko yang terkabul permohonannya semakin lama semakin berkembang. Lima chapter yang disuguhkan dengan dua chapter utama, dua chapter khusus, dan satu chapter utama ini terasa banyak membahas hal diluar cerita utama.

Tetsu yang semakin merasa bersalah akibat perbuatannya pada Karada saat di festival ternyata sungguh terlambat. Karada dan Hiro sudah pindah dari tempat tinggalnya. Tetsu tidak tahu kemana mereka berdua pindah. Yang jelas, ia berpikir untuk menemukan batu permohonan agar bisa bertemu kembali dengan Karada. Hal ini menyibak memori masa lalu Tetsu saat kecil.

Itu kan nggak mungkin! Kalau salah, pasti akan dimarahi. Semua orang juga begitu.

Meninggalkan nostalgia Tetsu dan Karada saat masih kelas 2 SD, pada dua chapter spesial ini saya diajak menyelami apa yang dirasakan oleh kakak Tetsu. Posisinya sebagai kakak dari sang pewaris tunggal kekayaan keluarga Amino membuat sang kakak sangat tersiksa. Berkali-kali ia dimarahi Kakek karena tidak menjaga Tetsu dengan baik. Semua perhatian hanya untuk Tetsu.

… Kenapa… Tetsu terus yang dipikirkan? Apa karena dia penerus Kakek? Memangnya penggantiku ada? Keluarga ini aneh! Aku sudah muak!

Kembali ke masa kini. Tetsu berjumpa dengan seorang nenek misterius bernama Nyonya Kikuko. Entah bagaimana, Nyonya Kikuko mengetahui tentang batu permohonan yang dicari-cari Tetsu dan berupaya mencari keberadaan batu permohonan untuk dirinya sendiri. Karena sudah renta, beliau didampingi oleh sepasang gadis kembar bernama Sae dan Yumiya.

Sae dan Yumi bersekolah di sebuah SMP yang akan dimasuki Tetsu tahun depan. Di sekolah itu ada seorang siswa kutu buku bernama Sasazuka. Perjumpaannya dengan Yumi membuatnya terpana dan ingin berkenalan dengan gadis itu. Sayangnya, Sasazuka adalah cowok yang lemah di hadapan cewek. Jangankan berbincang, menyapa Yumi saja ia tidak berani. Hadeh.

Secara kebetulan, Tetsumasa Amino berada di perpustakaan yang menjadi tempat favorit Sasazuka. Tetsu merasa Sasazuka adalah orang yang tepat yang bisa membantunya mencari batu permohonan karena Sasazuka sangat menguasai literatur di perpustakaan itu. Sasazuka yang terpaksa membantu Tetsu lambat laun justru membantu Yumi yang mencari info serupa.

Hanya saja, kita tidak tahu. Apakah batu ini hanya mitos atau sungguh-sungguh bisa mengabulkan permohonan. Syarat lainnya, bukan soal apakah batu itu mitos atau bukan. Tapi “menukar waktu”.

Well, saya ternyata salah menyebutkan pada review jilid kedua yang lalu bahwa komik ini akan tamat di jilid ketiga. Nyatanya, jilid empat adahal muara akhir kisah tentang batu permohonan ini. Naas, saya tidak memiliki jilid penutupnya. Pantas saja saat hampir menyentuh halaman terakhir, kok saya tidak menemukan jawaban tentang jalan keluar masalah Karada dan Shouko.

By the way, di jilid ini tidak ada Shouko lagi. Ia pergi dengan mencari sendiri jawaban atas masalahnya itu. Hal ini ia lakukan karena tak lain dan tak bukan setelah mendengarkan Hiro mengigau tentang masa lalunya. Sehingga bisa disimpulkan bahwa saya sangat dibuat gemas dengan tamatnya cerita yang masih menggantung karena belum di jilid keempat. Huft.

Oh iya, dua chapter tambahan yang ada di jilid ini terasa tidak berguna karena menurut saya sama saja, baik utama atau sampingan, masih mendukung dengan garis besar cerita utama. Hanya saja, sangat disayangkan sekali Karada dan SHouko yang menjadi tokoh utama justru hilang dan digantikan oleh kemunculan Nyonya Kikuko, Sae, dan Yumi. I don’t like them at all.

Tidak ada halaman pada setiap lembar komik ini adalah hal yang saya kecewakan sejak jilid pertama. Penerbit m&c! kenapa pelit sekali mencantumkan nomor halaman sih? Padahal nomor halaman itu penting untuk menandai bagian-bagian yang menarik atau sebagai pengingat sebuah kejadian yang dirasa sangat berpengaruh untuk tokoh utama.

Akhir kata, saya merasa ini adalah komik yang aneh dari segi penyampaian cerita. Padahal gambarnya sudah cuup bagus dan idenya juga cukup menarik. Sayangnya hingga akhir jilid ketiga ini saya masih tidak paham bagaimana alur yang digunakan komikus untuk membangun jalinan cerita yang baik dan menaik untuk dinikmati pembaca. Sungguh disayangkan sekali.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 2)

coverdirection2

Judul: A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 2)

Komikus: Yamada J-Ta

Penerjemah: Ine Martiana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: Juni 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2008

ISBN: 9789792317794

cooltext-blurb

Badan dewasa, tapi jiwa masih anak-anak, pastinya akan menimbulkan perasalahan. Tidak saja untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain. Begitu yang dialami Karada dan Shouko. Akibatnya, mereka ingin kembali ke kondisi semula. Tapi, apa bisa?

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Lima chapter yang disuguhkan di jilid kedua ini terasa sangat jauh perbedaannya dibandingkan jilid pertama yang lalu. Alurnya cenderung lebih cepat meskipun tidak terlalu kilat. Pada jilid kedua ini juga ada beberapa fakta yang mengejutkan saat Karada dan yang lainnya mencari batu.

Jilid pertama yang lalu diakhiri dengan terkejutnya Tetsu saat berada tepat di depan pintu gerbong kereta tatkala secara tidak sengaja Shouko yang sudah menjadi anak kecil memanggil gadis dewasa di depannya sebagai Karada. Awalnya Hiro dan Shouko tidak ingin melibatkan Tetsu, namun apa mau dikata. Semua sudah menjadi bubur.

Anak-anak memerlukan teman untuk berbagi rahasia. Kita berdua, adalah orang  dewasa, kan?

Demikianlah, Tetsu ikut bersama mereka ke kota lain untuk mencari batu permohonan lain yang bisa mengembalikan mereka seperti semula. Sebuah kenyataan menyakitkan yang harus ditemui ketika ingin melihat batu tersebut ternyata bukan akhir dari berbagai hal mengejutkan hari itu. salah satunya ketika festival di dekat penginapan yang dihadiri Karada dan Tetsu.

Tidak. Tidak mungkin itu anakku, kan? Youko juga tidak mungkin berpikir begitu, kan? Tapi aku merasa itu tidak ada hubungannya denganku.

Di tempat lain, Shouko sedang bersama Hiro di hotel. Saat itu ternyata Hiro sedang mabuk-mabukan di kamar karena merasa tertekan tidak bisa menghadapi kenyataan yang ada di hadapannya. Igauannya ketika sedang mabuk berat yang melibatkan Youko, adik ibu Hiro, membuka memori kelam tentang masa lalu pahit yang tidak seharusnya diketahui oleh Shouko.

Kenapa jadi begini? Menjadi dewasa itu menakutkan. Aku merasa semuanya menghilang.

Saya sangat terkejut dengan hal-hal yang terjadi di jilid kedua ini. saat jilid perdana yang lalu, saya merasa cerita komik ini akan sederhana dan bisa dibaca semua umur. Memang sih, di cover terlihat bahwa komik ini sebaiknya dibaca minimal oleh usia remaja. Tetapi saya jadi ragu tentang bobot kejadian yang ada di komik ini apakah sesuai dengan usia remaja atau tidak.

Contohnya saja ketika festival kembang api di dekat penginapan. Tetsu yang masih berusia akhir SD justru “mengotori” Karada yang masih polos dan lugu. Yah, meskipun tidak “terlalu kotor” tetapi tetap saja bkan hal yang pantas untuk dibaca oleh remaja. Jujur saya sangat benci dengan tokoh Tetsu yang sangat bodoh. Sebaliknya, saya sangat simpati dengan Karada.

Selain itu, flashback masa lalu yang dikisahkan ketika Hiro secara tidak sengaja menceritakan masa remajanya membuat saya lagi-lagi geleng-geleng kepala. Ini beneran komik remaja? Kok ada muatan seksual begitu? Memang tidak eksplisit sih, tetapi 99% sudah bisa ditebak arahnya kemana. Apalagi yang dialami Hiro ini sudah ranah yang sangat menjijikkan (menurut saya).

Overall, saya sudah antipati dengan Hiro dan Tetsu. Untung saja komik ini hanya memiliki tiga jilid saja. saya sudah tidak sabar membaca jilid penutupnya secepatnya agar tidak terlalu lama menyaksikan Tetsu dan Hiro, dua tokoh lelaki yang seharusnya tampil mengesankan justru malah menjadi tokoh menjjikkan dalam komik ini. Huft.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 1)

coverdirection1

Judul: A Direction of The Day After Tomorrow (Jilid 1)

Komikus: Yamada J-Ta

Penerjemah: Ine Martiana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: Mei 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2008

ISBN: 9789792317787

cooltext-blurb

Karada Iokawa seorang gadis kecil yang ingin cepat dewasa. Shouko Nogami, wanita dewasa yang merindukan masa kecilnya. Nasib mereka berubah lewat batu permohonan. Si kecil jadi dewasa, sedang yang dewasa, jadi gadis kecil. Bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka?

cooltext-review

Apakah kamu pernah menginginkan suatu hal yang ajaib dalam hidupmu? Akankah kamu bahagia dengan permintaanmu apabila bisa terkabul? Hal inilah yang dialami oleh dua tokoh utama komik yang memiliki prolog dan tujuh chapter ini. Keduanya saling memohon sebuah permintaan ajaib yang entah musibah ataukah anugerah, permintaan itu terkabulkan.

Iokawa Karada adalah gadis kecil yang akan memasuki dunia SMP setelah musim panas ini. ia tinggal berdua saja dengan kakak laki-lakinya bernama Iokawa Hiro setelah kematian kedua orang tuanya. Hiro kerja keras banting tulang untuk mencukupi kebutuhannya dan Karada yang masih kecil. Sayangnya, Karada menganggap dirinya adalah beban untuk kakakknya.

Masa lalu adalah sesuatu yang sudah pasti. Sekumpulan dari diri kita yang tidak bisa dihapus. Masa depan adalah sesuatu yang belum kita ketahui dan penuh dengan berbagai kemungkinan.

Di lain tempat, Nogami Shouko adalah rekan kerja sekaligus mantan pacar Hiro. Awalnya Hiro bekerja di luar negeri. Namun, karena insiden yang merenggut nyawa ayah ibunya, ia kembali ke Jepang dan memfokuskan diri merawat Karada. Hal ini menyebabkan hubungannya dengan Shouko harus diakhiri. Meskipun demikian, Shouko masih menyimpan rasa pada pemuda itu.

Dunia ini, terdiri dari hal-hal yang bisa kita ubah dan yang sama sekali tidak bisa kita ubah. Tetapi banyak sekali hal-hal yang sama sekali tidak bisa kita ubah.

Suatu hari, Karada dan Shouko berpapasan di jalan dan melewati sebuah batu yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Batu-batu tersebut ditempatkan dalam sebuah rumah kecil yang biasanya ditujukan untuk orang-orang yang meminta permohonan. Menganggap hanya iseng, Karada dan Shouko mengambil satu batu sambil memohon keinginannya terkabul.

Punyaku juga berubah jadi seperti arang. Aku sampai kaget. Kalau suatu permintaan sudah terkabul, mungkin jadinya seperti itu.

Siapa sangka permintaan Karada yang ingin segera dewasa dan Shouko yang ingin kembali menjadi anak kecil tiba-tiba terkabul dalam sekejap. Meski sangat kaget, mereka melibatkan Hiro dan berusaha kembali seperti semula. Masalah menjadi tambah rumit ketika Amino Tetsu, tetangga Karada yang curiga dengan kepergian teman sekelasnya itu secara tiba-tiba. Waduh!

Komik ini shoujo banget. Tokoh perempuan yang cantik dan tokoh laki-laki yang tak kalah cantik memang menjadi ciri khas komik semacam ini. Memang bagus sih, tapi jadinya agak kurang terlihat perbedaan laki-laki dan perempuan. Mungkin jika anak perempuan yang membaca komik ini akan merasa tertarik. Tapi kalau saya jadi merasa monoton. Hmm.

Secara isi cerita sesungguhnya cukup menarik. Permohonan yang terkabul secara tiba-tiba karena membawa batu yang disinyalir mengandung kekuatan gaib tidak umum saya jumpai. Namun demikian, meskipun sangat tidak masuk akal, kisahnya dikemas cukup realistis dan tidak menambah keajaiban itu lebih dalam lagi.

Namanya saja masih jilid pertama, tidak banyak hal seru yang bisa dijumpai. Semua masih tentang perkenalan tokoh dan awal mula konflik utama. Yang masih menjadi pertanyaan saya adalah mengapa Shouko ingin kembali menjadi anak-anak? Alasan keinginannya saya lihat belum sekuat keinginan Karada. Ataukah saya yang kurang teliti membacanya? Entahlah.

Akhir jilid pertama ini diakhiri dengan menggantung ketika Hiro, Shouko, dan Karada hendak ke sebuah daerah yang memiliki informasi cara mengembalikan tubuh mereka berdua. Secara tak sengaja, Tetsu melihat mereka dan terkejut saat menyaksikan tubuh Karada. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Mari simak review saya untuk jilid kedua nanti ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Let’s & Go!! (Jilid 10)

coverlets10

Judul: Let’s & Go!! (Jilid 10)

Komikus: Koshita Tetsuhiro

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: Juli 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2003

cooltext-blurb

Kejuaraan Dunia telah tiba! Go & kawan-kawan harus berhadapan dengan Tim Astro Rangers dari Amerika. Saatnya Hurricane Sonic dan Proto Saber Evo unjuk kebolehan.

cooltext-review

Mini 4WD adalah sebuah mainan berbentuk mobil-mobilan yang bisa dirakit dan diatur sedemikian rupa sesuai keinginan pemiliknya agar bisa melaju dengan tangguh di lintasan. Komik Let’s & Go!! ini juga menyuguhkan mobil tersebut sebagai obyek utama, sedangkan sang pemilik yang menjadi tokoh utama adalah kakak beradik Seiba bernama Retsu dan Go.

Saya hanya sempat mencicipi jilid keempat yang telah saya ulas sebelumnya lalu kemudian langsung meloncat ke jilid sepuluh. Tentu saja cerita sudah amat berkembang di jilid kesepuluh ini. padahal komik jilid ini hanya memiliki enam buah chapter saja, yang terdiri atas tiga chapter utama dan tiga chapter tambahan alias cerita spesial. Yuk langsung saja disimak…

Kejuaraan Dunia Dibuka! adalah chapter pertama sebagai pembuka chapter utama. Seperti judulnya, kali ini kejuaraan dunia untuk mobil mini 4WD telah diselenggarakan. Secara kebetulan, Okada Tesshin, mantan atasan Profesor Tsuchiya, menjadi ketua penyelenggara. Tidak sampai disitu, Retsu, Go, Tokichi, Ryo, dan J ditunjuk sebagai wakil Jepang. Wow!

Mobil yang lainnya diperbaharui… Kecuali Sonic-ku. Apa bisa… aku menandingi mereka..!? (Halaman 28)

Meskipun sangat mendadak, hampir semua perwakilan Jepang terlihat bersemangat, khususnya Go dengan Cyclone Magnum. Sayangnya, pada chapter kedua berjudul Mobil Baru Muncul! ini, Retsu sedang lesu karena merasa Hurricane Sonic miliknya tidak bisa menang pertandingan. Hal ini ternyata akibat “perjumpaan” Retsu dengan wakil negara Amerika yang sangat tangguh.

Melesatlah, Evo Dolphin! Pada kondisi jalan seperti apapun.. Bodinya yang lentur menciptakan keseimbangan terbaik! (Halaman 65)

Serangan Dahsyat Hurricane Sonic! adalah detik-detik pertandingan. Baru saja pertandingan dimulai, tim Jepang yang diwakili Tim TRF Victory 3 orang awal harus berhadapan dengan tim Amerika yaitu NA Astro Rangers yang terdiri dari Bret, Hamer D, Edge, Joe, dan Miller. Hanya tiga orang perwakilan yang berlaga dibabak awal. Namun, babak itu tak berlangsung lancar.

Kami tidak mampu menganalisis data mobil itu! mobilnya tidak terlihat satelit karena ada di dalam laut! (Halaman 90)

Babak pertama adalah J melawan Edge, dilanjutkan Retsu menghadapi Hamer D, dan terakhir Go bersaing dengan Bret. Meski awalnya J mengalami kendala dengan Proto Saber Evo miliknya yang kalah unggul dari Buck Blader milik Edge, Retsu bisa menyusul kedudukan di babak kedua karena kondisi pertandingan di dasar laut. Bagaimana akhir babak ketiga Go??

Setelah meninggalkan chapter-chapter utama, ada chapter tambahan berjudul Pertarungan Sengit 3 Magnum! Chapter kali ini cukup lucu sih, karena terjadi di sebuah dunia di alam mimpi Go. alkisah ia menjadi raja di sebuah kerajaan. Suatu ketika, muncul Tokichi dan Jiromaru yang ingin menantang Go adu balap mini 4WD. Yang unik, keduanya membawa mobil Magnum!!

Kok Cycloneku terkejar!? Seberapapun cepatnya… Mobil tetap harus dirawat! (Halaman 134)

Pertarungan Panas! Go Vs Tokichi! adalah chapter yang menarik. Retsu dan Go bertanddang ke rumah Tokichi dengan maksud ingin bermain. Sayangnya, Tokichi masih ada jadwal belajar bersama Bu Otome. Tokichi memang anak orang kaya. Ia tidak boleh menghamburkan waktunya. Bahkan istirahat setelah jadwal padat hanya 30 menit. Sangat melelahkan, ya?

Tuan Muda penerus perusahaan Mikuni. Dia nggak ada waktu untuk bermain-main dengan kalian! (Halaman 156)

Hatta Menantang Retsu! merupakan chapter penutup yang mengisahkan seorang anak bernama Hatta. Ia adalah teman sekelas Retsu. Ia sangat benci dengan Retsu karena menganggap Retsu adalah anak licik yang bisa mengalahkannya mendapat nilai tertinggi padahal sehari-hari Retsu hanya bermain mini 4WD. Oleh karena itu Hatta berencana mengalahkan Retsu di taman.

Hua ha ha, mobilku dilengkapi setelan sempurna… untuk mengatasi jalur ini! (Halaman 178)

Secara umum, komik ini masih kental dengan tema dunia anak-anak, khususnya mainan mobil mini 4WD. Yang berbeda dari jilid sebelumnya adalah cerita sudah berkembang cukup pesat. Cntohnya saja J yang dulu menjadi anak buah Profesor Ogami, kali ini ternyata sudah bergabung menjadi asisten Profesor Tsuchiya yang notabene adalah rival Profesor Ogami.

Kemudian yang paling jauh berkembang adalah (lagi-lagi) mobil milik Retsu dan Go sudah berganti lagi. Saya tidak tahu alasan apa yang menyebabkan mereka mendapatkan mobil baru. Namun yang jelas Retsu sudah tidak bersama Vanguard Sonic dan Victory Magnum sudah meninggalkan Go. keduanya telah digantikan Cyclone Magnum dan Hurricane Sonic.

Saat membaca chapter awal jilid ini, menurut saya kok serba kebetulan dan tidak logis. Pertama adalah kedatangan kakek Okada Tesshin yang telah mengembara begitu lama tiba-tiba datang sambil membawa pengumuman Kejuaraan Dunia, plus secara kebetuluan ditunjuk sebagai ketua, dan dengan serta merta menunjuk anak-anak dibawah bimbingan Tsuchiya sebagai wakil Jepang.

Hah? Serius? Kok enak banget gitu? Melihat fenomena mini 4WD yang sangat populer, pasti tidak hanya mereka berlima yang tangguh mewakili Jepang. Pasti ada anak lain di sudut lain Jepang yang tangguh pula. Kenapa tidak diadakan seleksi daerah untuk menentukan wakilnya? Apa lagi untuk event internasional kan harus dipersiapkan dengan sangat matang. Gimana sih.

Saya sadar penunjukan mereka berlima dikarenakan tokoh utamanya ya memang mereka. Tetapi seharusnya ya mbok jangan langsung tingkat internasional gitu kejuaraannya. Mungkin bisa tingkat daerah dulu, lalu perfektur, kemudian negara, dan terakhir mancanegara. Mangaka terlalu instan menciptakan kondisi sang tokoh utama langsung melaju ke kejuaraan dunia itu.

Oh iya, selain itu ada lagi yang menurut saya aneh. Hal itu ketika babak kedua yaitu pertandingan Retsu melawan Hamer D. Sebagai informasi, tim Amerika ini menggunakan satelit untuk mendeteksi ciri dan keunggulan atau hal-hal apapun terkait mobil lawan, yang selanjutnya disampaikan pada orang yang bertanding agar bisa menang. Anehnya, satelit tidak bisa mendeteksi mobil Retsu karena mobilnya masuk ke dalam air. Lha kok bisa? Satelit apaan kok cemen gitu nggak canggih sama sekali?

Yah, meskipun demikian, saya menikmati membaca manga ini. Banyak mobil-mobil keren berseliweran. Masingmasing mobil memiliki kelebihan dan keunggulan yang sangat ajaib jika dipikir-pikir. Namun, justru hal itulah yang membuat manga ini cocok untuk anak-anak. Daya pikir dan imajinasi anak-anak jadi tinggi dan tidak terbatas. Good manga but not too great.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Let’s & Go!! (Jilid 4)

coverlets4

Judul: Let’s & Go!! (Jilid 4)

Komikus: Koshita Tetsuhiro

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: Januari 2003

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, April 2003

cooltext-blurb

Retsu dan Go menghadapi lawan berat. Bisakah mereka mengalahkan Proto Saber JB yang dikendalikan oleh J? kenapa Prof Ogami menciptakan Proto Saber? Siapakah sebenarnya dia?

cooltext-review

Saat masih kecil, saya suka sekali dengan yang namanya mainan. Tipikal anak laki-laki pasti suka dengan mainan mobil-mobilan. Awal tahun 2000an kala itu sedang booming yang namanya Mini 4WD. Kalau saya dan teman-teman menyebutnya sebagai Tamiya. Saya rasa kala itu tidak ada anak laki-laki yang tidak suka dengan mobil-mobilan ini.

Yang membuat Mini 4WD sangat populer adalah karena adanya tayangan serial anime berjudul Let’s & Go!! yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta setiap hari minggu pagi. Tentu saja saya yang masih kecil tidak pernah melewatkan anime itu. ternyata saya baru sadar bahwa Let’s & Go!! adalah anime yang berawal dari manga. Kali ini saya mencicipi versi komiknya.

Seiba Go dan Seiba Retsu adalah kakak beradik kelas 4 SD dan 5 SD. Keduanya sangat menggemari mobil Mini 4WD. Awalnya mereka memiliki mobil yang umum dijumpai di pasaran. Namun, suatu ketika pertemuan mereka dengan Profesor Tsuchiya membuat mobil kedua anak ini “berevolusi” menjadi Magnum Saber dan Sonic Saber.

Singkat kata, pada chapter berjudul Magnum & Sonic Terdesak, Retsu dan Go sedang bertanding dengan anak buah Profesor Ogami yang licik bernama J. Ia memiliki mobil Mini 4WD bernama Proto Saber JB. Mobil itu adalah ciptaan Ogami yang ingin mengalahkan mobil ciptaan Tsuchiya yang digunakan oleh Retsu dan Go. Dan benar, mobil J sangat tangguh di lintasan.

Kalau kita berada di sebelahnya, kita takkan menerima angin darinya! Tapi Saber sudah mencapai batas kecepatannya. Apakah dia bisa!? (Halaman 28)

Balapan Terakhir dengan Air Mata! adalah chapter yang menyedihkan. Belum sampai akhir pertandingan, Magnum Saber dan Sonic Saber milik Retsu dan Go harus terpaksa keluar lintasan karena angin yang dikeluarkan Proto Saber JB. Naas, tepat di luar lintasan itu adalah magma gunung berapi. Meski Retsu dan Go dengan sekuat tenaga ingin menyelamatkannya, gempuran Proto Saber JB tak bisa dihentikan dan membuat kedua mobil jatuh ke dalam magma.

Aku hanya menciptakan Saber yang telah dibesarkan oleh Retsu dan Go! Aku hanya memanfaatkan ciri khas dari Magnum sebagai mobil tercepat, dan Sonic yang unggul di tikungan, jadilah mobil baru yang mengikuti angin dengan sempurna. (Halaman 79)

Mengetahui keadaan itu, pada chapter Meluncurlah, V Magnum & V Sonic! Professor Tsuchiya memberikan mobil baru kepada Retsu dan Go. beliau bilang mobil itu adalah ciptaan Retsu dan Go sendiri. Oleh karena itu beliau meminta Retsu dan Go mengikuti GJC alias Great Japan Cup selanjutnya di sebuah taman bermain milik Mikuni Tokichi. Bagaimana akhir pertandingannya?

Mobil ini menyimpan kekuatan yang belum diketahui! Tolong keluarkan tenaganya dengan kemampuan kalian! (Halaman 93)

Selain tiga chapter utama, ada lagi satu chapter cerita spesial berjudul Bersaing di Laut Musim Panas. Jadi certanya Retsu, Go, Tokichi, dan dua kakak beradik penggemar Mini 4WD juga bernama Takaba Jiromaru dan Takaba Ryo sedang berlibur di pantai. Kegembiaraan mulai sirna ketika mobil mini 4WD milik Ryo bernama Tridagger dicuri oleh seekor monyet.

Nah, lucunya monyet tersebut wajahnya sangat mirip dengan Tokichi. Tak pelak hal ini membuat amarah Ryo dan lainnya dilampiaskan kepada Tokichi. Padahal Tokichi tidak tahu apa-apa. Setelah mengetahui siapa pencuri sebenarnya, merebut mobil milik Ryo tidak semudah yang dibayangkan. Wah kira-kira bisa atau tidak ya Tridagger kembali pada Ryo?

Kamu menyelamatkan Tridagger… Terima kasih! Jangan cemas, pegangan yang erat! (Halaman 174)

Membaca komik ini membuat saya nostalgia belasan tahun yang lalu. Kala itu saya memang sangat tergila-gila dengan Mini4WD atau bekennya disebut Tamiya. Padahal Tamiya adalah nama merek, bukan nama mobilnya ahahaha. Selain tamiya ada pula Auldey yang populer juga sebagai merek mini 4WD selain Tamiya. Tapi nyebutnya ya tetap aja Tamiya hahaha.

Pada jilid keempat kali ini, saya sudah tidak menjumpai mobil awal miilik Retsu dan Go, melainkan sudah berubah menjadi Magnum Saber dan Sonic Saber sebagai buah karya Profesor Tsuchiya. Sayangnya saya tidak mengikuti perjalanan Saber tersebut dengan lama. Karena mereka lebih dulu gugur di medan laga saat bertarung dengan Proto Saber JB.

Victory Magnum dan Vanguard Sonic adalah mobil baru ciptaan Profesor Tsuchiya yang diberikan pada Retsu dan Go karena keduanya telah berduka akibat kehilangan Saber. Agak aneh sih ketika Tsuchiya berkata mobil itu adalah “ciptaan” Retsu dan Go. secara sebenarnya itu adalah mobil hasil eksperimen proyek V milik Profesor Tsuchiya.

Selain itu, dilihat-lihat komik ini memang sangat imajinatif. Bisa-bisanya ketika mobil Retsu dan Go tenggelam di kawah magma yang panas, secara kebetulan dua mobil itu mengeluarkan petir dan secara kebetulan pula petir itu menyambar mobil Profesor Tsuchiya yang sedang kehabisan energi untuk menyelesaikan proyek mobil mini 4WD yang baru. Unbelievable.

Meskipun demikian, saya dulu kok ya seneng banget nonton anime ini. padahal kalau dibaca sekarang terasa sangat janggal dan tidak logis hahaha. Yah meskipun demikian, komik ini sangat bagus untuk membangun semangat anak-anak yang membaca komik ini agar tidak gampang menyerah ketika mengalami kegagalan. Tunggu review jilid selanjutnya ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus