RSS
 

Sejarah Sushi Di Jepang

26 Feb

Sejarah Sushi Di Jepang – Sushi merupakan tidak benar satu makanan khas yang berasal berasal dari Jepang dan mendunia, yang dikenal dengan kepalan nasi disempurnakan potongan ikan di atasnya. Sayangnya, fakta ini kemungkinan amat umum, padahal banyak ragam sushi yang amat populer di kalangan masyarakat Jepang dengan penampilan dan toping yang berbeda. Sebut saja maki sushi (sushi gulung) yang populer atau gunman maki, yang dibungkus oleh rumput laut dengan toping telur ikan salmon.

Sushi berasal berasal dari kata Sumeshi, yang terdiri berasal dari kata Su yang dalam Bahasa Jepang yang berarti cuka, yang dicampur dengan nasi (Sumeshi). Penghubung ‘me’ yang entah sejak kapan menghilang sampai lantas disebut dengan sushi. Kata “sushi” berasal berasal dari kata karakter masam, yang ditulis dengan huruf kanji sushi, di mana penulisannya manfaatkan huruf kanji 寿司.

Sejarah Sushi Di Jepang

Dikutip berasal dari laman resmi pemerintah Tokyo dalam Bahasa Indonesia, terhadap jaman 4 abad sebelum saat masehi di Asia Tenggara, ikan difermentasi dan disimpan di dalam beras dan garam. Beras ini cuma untuk menyimpan ikan, jadi sepertinya dibuang tanpa dimakan. Metode pengawetan ini diadopsi terhadap zaman Heian dimakan sebagai Naresushi. Saat Zaman Muromachi dimulai, orang Jepang yang bahagia akan beras lantas terinspirasi memakan ikan tanpa menghilangkan nasinya. Setelah itu, munculah gagasan untuk memicu Hayasushi tanpa memfermentasikan ikannya selanjutnya dicampur dengan arak memicu nasinya berasa asam terhadap zaman Edo. Di akhir zaman tersebut, lahirlah Nigirisushi, yang lebih dikenal dengan nama sushi kepal.

Smiles telah pilih sebagian sushi yang populer di bawah ini sebagai referensi sahabat sebelum saat menyantapnya dengan keluarga tercinta.

1. Nigirisushi
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa sushi ini termasuk dikenal dengan nama sushi kepal. Terbuat berasal dari gundukan nasi yang bersifat oval dengan irisan ikan mentah di atasnya. Kata nigiri, yang berasal berasal dari Bahasa Jepang yang berarti “sushi yang ditekan dengan tangan”. Topingnya banyak variasi terasa berasal dari tuna, salmon, yellowtail, dan albacore.

 

2. Futomaki
Pada dasarnya, futomaki merupakan tidak benar satu tipe maki sushi, yang diambil kesimpulan sebagai sushi gulung. Futomaki adalah sushi gulung yang punyai variasi warna yang mencolok mata dengan rasa yang harmonis. Futomaki berisi nasi yang diberi bumbu dengan isian bersifat sayuran layaknya bayam, mentimun, acar jahe, jamur shiitake, dan kanpyo (strip labu); potongan kuning cerah tamagoyaki (telur dadar manis); dan makanan laut layaknya sakura denbu (manis, serpihan ikan cod kering), unagi (belut yang dimasak), salmon asap, atau tuna mentah. Kemudian, futomaki dibungkus dengan lembaran tipis rumput laut nori kering yang dipanggang. Gulungan silindris yang panjang lantas diiris melintang jadi bulatan dan dihidangkan dengan wasabi dan acar jahe. Anda mampu menemukan banyak bahan yang disiapkan, serta tikar sushi, di toko bahan makanan Jepang.

3. Chirashizushi
Jenis sushi berikutnya adalah chirashizushi yang secara literal diterjemahkan sebagai “sushi tersebar” atau “sushi yang berantakan” yang terdiri berasal dari basic nasi cuka, ikan mentah serta bahan lainnya di atasnya ditempatkan dalam wadah layaknya piring atau mangkok besar. Jenis ikan mentah yang digunakan banyak variasi dan yang paling populer adalah salmon dan tuna. Sushi ini sering dihiasi dengan telur suwir, nori, dan telur salmon sebagai toping yang termasuk menambahkan penampilan visual yang penuh warna dan menggiurkan. Biasanya, sushi tipe ini dihidangkan privat untuk perayaan khusus layaknya doll festival, atau hina matsuri.

4. Inarisushi
Pertama kali, Inarisushi diperkenalkan di Jepang sepanjang periode Edo terhadap akhir abad ke-18. Asal-usul tepatnya tidak diketahui, kendati namanya mengacu terhadap kuil Inari. Kuil-kuil yang tersebar di seluruh Jepang ini didedikasikan untuk kita (dewa) kesuburan dan kemakmuran, dan dikaitkan dengan rubah. Cerita rakyat Jepang mengklaim bahwa tukar menyukai aburaage, dan dengan demikianlah aburaage adalah persembahan umum untuk ditinggalkan di halaman kuil. Seiring waktu, nasi ditambahkan ke aburaage – dan dengan demikian, lahirlah inarishushi.

Keunikan lainnya yang membedakan sushi ini dibanding sushi yang telah disebutkan di atas adalah rasanya yang manis. Inarisushi seperti gorengan tahu isi – dibungkus oleh kantung yang terbuat dari tahu yang digoreng yang memiliki rasa manis.

 
Comments Off on Sejarah Sushi Di Jepang

Posted in kuliner

 

Tags: ,