RSS
 

Taman Kota Malang (Taman Monumen Tugu)

01 Nov

Taman Monumen  Tugu (alun-alun Tugu) adalah taman yang letaknya strategis.
Terletak di Jl. Tugu yang berhadapan langsung dengan gedung balai kota (yang
menjadi icon pemerintahan Malang), SMA N 1, SMA N 4, dan hotel Tugu. Alun-
Alun ini sebenarnya adalah suatu bangunan yang mengandung nilai sejarah
yang sangat tinggi sebagai bangunan peninggalan pemerintah Kolonial Belanda
ketika mereka menjajah Indonesia. Monumen Tugu adalah bekas dari Taman Gubernur
Jenderal Hindia Belanda J.P. Zoen Coen. Tugu Malang merupakan bangunan
bersejarah yang telah ada sejak dulu. Meskipun telah beberapa kali mengalami
perubahan bangunan ini tetaplah merupakan ciri khas Kota Malang.



Desain taman tugu

Di Taman Monumen Tugu ini juga bisa dijumpai berbagai macam jenis tanaman
mulai dari :
- rumput jepang, merupakan jenis rumput yang menjadi bagian material lunak dari
  sebuah taman
- keladi hias, seruni rambat, dan ubi jalar m merupakan komponen tanaman penutup
  tanah (groundcovers)
- penitian dan jenis semak lainnya ng termasuk dalam jenis semak pendek (shrubs)
  yang digunakan sebagai batas tepi taman
- tanaman teh-tehan, bougenvill, dan kanna yang merupakan jenis tanaman pendek
  dan semak tinggi berperan sebagai border (sebagai batas antara pedestrian
  dengan taman)
- Nusa indah dan heliconia yang merupakan tanaman pelengkap sebuah taman.
  pohon naungan tempat berteduh.
- Palem dan cemara merupakan jenis pohon-pohonan yang digunakan sebagai
- Selanjutnya adalah bunga teratai (lotus) yang menjadi icon taman Monumen tugu,
  bunga teratai ini merupakan bunga yang penjadi penarik wisatawan.
Selain itu masih terdapat bermacam-macam jenis tanaman lainnya yang ditak  bisa
saya sebutkan satu persatu. Sedangkan untuk material keras (hard material) yang
ada di taman adalah:
- Material keras buatan bahan metal : tiang lampu, tempat sampah, dan
  pagar kolam.


 
- Material keras buatan bahan conerete :
  * Paving didalam areal taman untuk pedestrian,
  * Pagar beton mengelilingi taman sebagai pembatas antara taman dengan
    pedestrian dan jalan,
  * Kolam  air mancur terletak di tengah taman sebagai penyejuk,
  * Terdapat tugu dengan bunga teratai disekelilingnya sebagai penarik
    perhatian.
  * Kemudian terdapat kursi beton yang dapat digunakan oleh pengunjung
    untuk melepas lelah.



pedestrian, bangku taman, dan pagar kolam

Untuk aktivitas pagi hari di Taman Monumen Tugu biasanya adalah pembersihan
taman dan penyalaan air mancur oleh petugas taman. Pembersihan biasanya
dilakukan mulai pukul 8 sampai pukul 11 siang. Namun adapula pengunjung yang
sekedar duduk untuk membaca koran atau berfoto di taman tersebut.



aktivitas pagi hari

Suasana pagi hari di taman Tugu

Sedangkan pada malam hari, taman Tugu biasa digunakan sebagai sarana hiburan
bagi warga Malang apalagi pada malam-malan hari libur. Yang sering dijumpai
di taman Tugu adalah pasangan muda-mudi, keluarga, hingga orang-orang yang
mengadakan pemotretan di taman tersebut. untuk hari Minggu pagi atau hari
libur banyak orang-orang berolahraga disekitar taman dan anak kecil yang
bermain atau berlari-larian disekitar taman tersebut ataupun orang-orang yang
hanya sekedar menghirup udara segar. Tamn Monumen Tugu ini tidak hanya dituju
oleh wisatawan asli Indonesia namun juga wisatawan mancananegara.



Aktivitas di taman pada malam hari

Suasana Tugu pada malam hari

Untuk ukuran taman kota, Taman Monumen Tugu  dikatakan sudah memenuhi standar
taman yang ada mulai dari adanya kolam yang berfungsi sebagai penjaga kelembaban
lingkungan, adanya tempat duduk bagi pengunjung taman, jalan setapak yang
ditujukan sebagai pemeliharaan agar tanaman atau rumput tidak diinjak,  terdapat
pula perkerasan yang digunakan untuk pejalan kaki maupun sebagai pembatas taman,
dan adanya lampu taman yang digunakan sebgai sarana penerangan serta penambah
nilai eksentrik pada sebuah taman.


Dokumentasi part 1

Dokumentasi part II

Dokumentasi part III

 
Comments Off on Taman Kota Malang (Taman Monumen Tugu)

Posted in Uncategorized

 

Standar dan Fungsi Taman Kota

31 Oct


Taman (Garden) diterjemahkan dari bahasa Ibrani, Gan berarti melindungi atau
mempertahankan lahan yang ada dalam suatu lingkungan berpagar, Oden berarti
kesenangan, kegembiraan, dan kenyamanan Secara lengkap dapat diartikan taman
adalah sebidang lahan berpagar yang digunakan untuk mendapatkan kesenangan,
kegembiraan, dan kenyamanan (Laurie, 1986 : 9). Dari batasan dapat diambil
pengertian sebagai berikut :
a.Taman merupakan wajah dan karakter bahan atau tapak, berarti bahwa menikmati
  taman mencakup dua hal, yaitu penampakan visual, dalam arti yang bisa dilihat
  dan penampakan karakter dalam arti apa yang tersirat dari taman tersebut.
  Mungkin dari ceritanya, gambar yang teraplikasi, nilai-nilai yang terkandung
  dari taman tersebut.
b.Taman mencakup semua elemen yang ada, baik elemen alami (natural), elemen
  buatan manusia (artificial), bahkan makhluk hidup yang ada didalamnya,
  terutama manusia.
Secara umum akhirnya diambil pengertian  pembeda antara taman sebagai
landscape dan taman sebagai garden, yaitu bahwa taman (landscape) elemen
tamannya lebih banyak didominasi oleh elemen alami, sedangkan (garden)
elemennya lebih didominasi oleh elemen buatan manusia (artificial) dan
dalam luas yang lebih terbatas (Suharto, 1994 : 5).
Taman Kota Berdasarkan Rancangannya, taman kota terbagi atas :
1. Taman Alami (Natural).
   Taman alami atau natural adalah suatu taman yang dirancang untuk memberikan
   kesan alami atau menyatu dengan alam. Taman alami sudah terbentuk sebelumnya,
   namun dalam penataannya disesuaikan dengan kondisi lahan kota, misalnya hutan
   kota, taman pengarah jalan, taman alami yang tumbuh dalam kota, dan
   sebagainya.
2. Taman Buatan (Artificial)
   Taman buatan atau artificial merupakan sebuah taman yang elemene-lemennya
   lebih banyak didominasi dengan elemen buatan manusia (Suharto, 1994 : 9).
   Taman artificial dirancang untuk menyeimbangkan kondisi kota dan taman kota,
   antara lain bermanfaat untuk mengendalikan suhu, panas sinar matahari,
   pengendali angin, memperbaiki kualitas udara, untuk sarana bermain, rekreasi,
   memberikan kesenangan, kegembiraan, kenyamanan, sebagai pembatas fisik,
   pengontrol pandangan, dan lain sebagainya.
Elemen Taman Kota
Elemen-elemen taman kota terdiri dari :
a. Material Landscape atau Vegetasi
   Yang termasuk dalam elemen landscape antara lain :
   1) Pohon : Tanaman kayu keras dan tumbuh tegak, berukuran besar dengan
      percabangan yang kokoh. Yang termasuk dalam jenis pohon ini adalah asam
      kranji, lamtorogung, akasia, dan lainnya.
   2) Perdu : Jenis tanaman seperti pohon terapi berukuran kecil, batang cukup
      berkayu tetapi kurang tegak dan kurang kokoh. Yang termasuk dalam jenis
      perdu  adalah bougenvillle, kol banda, kembang sepatu, dan lainnya.
   3) Semak : Tanaman yang agak kecil dan rendah, tumbuhnya melebar atau merambat.
      Yang termasuk dalam jenis semak adalah teh-tehan, dan lainnya.
   4) Tanaman penutup tanah : Tanaman yang lebih tinggi rumputnya, berdaun dan
      berbunga indah. Yang termasuk dalam jenis ini adalah krokot, nanas hias
      dan lainnya.
   5) Rumput : Jenis tanaman pengalas, merupakan tanaman yang persisi berada
      diatas tanah. Yang termasuk dalam jenis ini adalah rumput jepang, rumput
      gajah, dan lainnya.
b. Material Pendukung atau Elemen Keras.
   Yang termasuk dalam material pendukung adalah :
   1) Kolam
      Kolam dibuat dalam rangka menunjang fungsi gedung atau merupakan bagian
      taman yang memiliki estetika sendiri. Kolam sering dipadukan dengan batuan
      tebing dengan permainan air yang menambah kesan dinamis. Kolam akan tampil
      hidup bila ada permainan air didalamnya. Taman dengan kolam akan mampu
      meningkatan kelembaban lingkungan sehingga dapat berfungsi sebagai
      penyejuk lingkungan.
   2) Tebing Buatan
      Tebing buatan atau artificial banyak diminati oleh penggemar taman. Tebing
      ini dibuat untuk memberikan kesan alami, menyatu dengan alam, tebing dibuat
      dengan maksud untuk menyembunyikan tembok pembatas dinding yang licin
      massif, agar tidak menyilaukan pada saat matahari bersinar sepanjang siang.
      Penambah air kolam terjun pada tebing buatan akan menambah suasana sejuk
      dan nyaman.
   3) Batuan
      Batuan tidak baik bila diletakkan di tengah taman, sebaiknya diletakkan
      agak menepi atau pada salah satu sudut taman.Sebagian batu yang terpendam
      di dalam tanah akan memberi kesan alami dan terlihat menyatu dengan taman
      akan terlihat lebih indah bila ada penambahan koloni taman pada sela-sela
      batuan.
   4) Gazebo
      Gazebo adalah bangunan peneduh atau rumah kecil di taman yang berfungsi
      sebagai tempat beristirahat menikmati taman. Sedangkan bangku taman adalah
      bangku panjang yang disatukan dengan tempat duduknya dan ditempatkan
      digazebo atau tempat- tempat teduh untuk beristirahat sambil menikmati
      taman. Bahan pembuatan gazebo atau bangku taman tidak perlu berkesan mewah
      tetapi lebih ditekankan pada nilai keindahan, kenyamanan dalam suasana
      santai, akrab, dan tidak resmi. Gazebo atau bangku taman bisa terbuat dari
      kayu, bambu, besi atau bahan lain yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi
      taman.
   5) Jalan Setapak (Stepping Stone)
      Jalan setapak atau steppig stone dibuat agar dalam pemeliharaan taman
      tidak merusak rumput dan tanaman, selain itu jalan setapak berfungsi
      sebagai unsur variasi elemen penunjang taman.
   6) Perkerasan
      Perkerasan pada taman dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam
      bahan, seperti tegel, paving, aspal, batu bata, dan bahan lainnya. Tujuan
      perkerasan adalah untuk para pejalan kaki (pedestrian) atau sebagai
      pembatas.
   7) Lampu Taman
      Lampu taman merupakan elemen utama sebuah taman dan dipergunakan untuk
      menunjang suasana di malam hari. Lampu berfungsi sebagai penerang taman
      dan sebagai nilai eksentrik pada taman.
Di taman kota Singapura disediakan sarana bermain anak, berolahraga, 
ruang interaksi sosial,jalan setapak, dan toilet umum, dengan desain 
menarik,inovatif,dan kreatif. Taman dilengkapi pompa hidran, baik 
untuk kebutuhan air bersih maupun cadangan untuk pemadaman kebakaran. 
Pada musim hujan,taman menyerap dan menampung air hujan, serta sebagai 
ruang evakuasi saat gempa bumi atau kebakaran.
Taman Kota Berdasarkan Aktifitasnya
Ada tiga macam taman kota berdasarkan aktifitasnya :
1. Taman untuk rekreasi aktif.
   Taman untuk rekreasi aktif adalah taman yang didalamnya dibangun suatu
   kegiatan pemakai taman, sehingga pemakai taman secara aktif menggunakan
   fasilitas didalamnya, sekaligus memperoleh kesenangan, kesegaran, dan
   kebugaran, misalnya taman olah raga, aerobic, fitness, camping ground,
   taman bermain anak, taman pramuka, taman jalur jalan, kebun binatang,
   danau, pemancingan taman-taman kota dan sebagainya.
2. Taman untuk rekreasi pasif
   Taman untuk rekreasi pasif adalah taman yanmg dibentuk agar dapat dinikmati
   keindahan dan kerindangannya, tanpa mengadakan aktivitas dan kegiatan apapun,
   misalnya waduk, hutan buatan, penghijauan tepi kali, jalur hijau, lapangan
   terbang, dan lainnya.
3. Taman untuk rekreasi aktif dan pasif.
   Taman untuk rekreasi aktif dan pasif merupakan taman yang bisa dinikmati
   keindahan sekaligus ada fungsi lain dan dapat digunakan untuk mengadakan
   aktivitas, misalnya taman lingkungan. Taman lingkungan atau community park
   adalah suatu taman yang dibuat dan merupakan bagian dari suatu pemukiman,
   selain rumah ibadah, pasar, sekolah, dan lain-lainnya (Suharto, 1999 : 12-13)
Fungsi Taman kota
Berbagai fungsi taman yang dapat dirasakan manfaatnya adalah sebagai berikut: 
* Fungsi untuk kesehatan 
  Untuk fungsi ini taman dianalogikan dengan paru-paru manusia bagi sebuah 
  lingkungan. Tanaman pada taman tersebut pada siang hari melangsungkan proses 
  simbiose mutualistis dengan manusia. Proses pernafasan menusia diperlukan bagi 
  proses asimilasi pada tanaman, begitu pula sebaliknya. 
* Fungsi untuk keindahan 
  Taman yang ditata dengan baik dan dirancang dengan tepat dapat memberikan 
  kesan asri, tenang, nyaman dan menyejukkan. Hal ini diperlukan manusia 
  (terutama di kota-kota besar) sebagai kompensasi dari kesibukan kerja sehari-
  hari, untuk menggairahkan semangat baru bagi kegiatan selanjutnya. 
* Taman sebagai daya tarik 
  Taman yang ditata di lingkungan sebuah bangunan dengan penataan yang menarik 
  akan merupakan daya tarik dan ciri khas dari bangunan tersebut. 
* Taman sebagai penunjuk arah 
  Penempatan tanaman tertentu pada taman sedemikian rupa dapat menjadi 
  penunjuk arah dan dapat mengarahkan gerak kegiatan di sebuah lingkungan 
  semisal deretan pohon palem raja di kiri kanan jalan di lingkungan pabrik, 
  deretan cemara lilin di kiri kanan jalan masuk (entrance) bangunan. 
* Taman sebagai penyaring debu 
  Bagi pabrik, kilang minyak atau sektor industri lain yang mempunyai 
  kontribusi pada pencemaran  udara dari cerobong asapnya, pohon-pohon tinggi 
  dapat membantu memperkecil polusi di luar lingkungan. 
* Taman sebagai peredam suara 
  Taman juga  berfungsi sebagai peredam suara, baik dalam lingkungan ke luar 
  atau sebaliknya dapat dibantu dengan menggunakan bukitan kecil yang ditanami 
  dengan tanaman semak atau perdu sehingga getaran suara dapat diredam secara 
  alamiah.  
* Taman sebagai peneduh 
  Penataan taman dengan menggunakan pohon-pohon rindang akan bermanfaat 
  sebagai peneduh untuk areal terbuka seperti tempat parkir, koridor tempat 
  rekreasi, tempat istirahat dan sebagainya. 
* Taman sebagai pelestari ekosistem 
  Dengan hadirnya taman di sekitar bangunan yang terdiri dari berbagai tanaman 
  dan pepohonan akan mengundang serangga atau burung sebagai penyebar bibit, 
  penyilang jenis tanaman, penyerbuk dan sebagainya yang akan berperan sebagai 
  pelestari lingkungan. 
* Taman sebagai pencegah erosi 
  Materi taman berupa tanaman, terutama tanaman penutup tanah seperti 
  rerumputan dapat mencegah pengikisan tanah atau erosi. 
 
Comments Off on Standar dan Fungsi Taman Kota

Posted in Uncategorized

 

All ‘Bout Hanguk

16 Oct

Republik Korea

(bahasa Korea: Daehan Minguk) (Hangul: 대한민국; Hanja: 大韓民國)

bahasa Inggris: Republic of Korea/ROK)

Biasanya dikenal sebagai Korea Selatan adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea.

Di sebelah utara, Republik Korea berbataskan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948.

Jepang berada di seberang Laut Jepang (disebut “Laut Timur” oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara.

Negara ini dikenal dengan nama Hanguk (한국; 韓國) oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Namchosŏn (남조선; 南朝鮮; “Chosŏn Selatan”) di Korea Utara.

Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul (서울).

EKONOMI KOREA

Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor pertumbuhan yang memukau, membuat Korea Selatan ekonomi terbesar ke-12 di seluruh dunia. Setelah berakhirnya PDII, PDB per kapita kira-kira sama dengan negara miskin lainnya di Afrika dan Asia. Kemudian Perang Korea membuat kondisi semakin parah. Sekarang PDB per kapita kira-kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi-ekonomi menengah di Uni Eropa. Pada 2004, Korea Selatan bergabung dengan “klub” dunia ekonomi trilyun dolar.

Kesuksesan ini dicapai pada akhir 1980-an dengan sebuah sistem ikatan bisnis-pemerintah yang dekat, termasuk kredit langsung, pembatasan impor, pensponsoran dari industri tertentu, dan usaha kuat dari tenaga kerja. Pemerintah mempromosikan impor bahan mentah dan teknologi demi barang konsumsi dan mendorong tabungan dan investasi dari konsumsi. Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin.

Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena ekonomi dunia yang melambat, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, pertumbuhan pada 2002 sangat mengesankan di 5,8%.
Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi, semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga dalam peringkat ke-12 dalam PDB nominal, tingkat pengangguran rendah, dan pendistribusian pendapatan yang relatif merata.

Koperasi Pertanian Korea NACF

Pembangunan koperasi pertanian di Korea Selatan, benar-benar dimulai dari atas (top down approach) melalui pembentukan NACF (National Agricultural Cooperative Federation – 1961) oleh pemerintah militer sebagai koperasi pertanian tingkat nasional, yang kemudian baru dibentuk koperasi-koperasi pertanian tingkat primer. Pembentukan koperasi pertanian ini oleh pemerintah dipergunakan sebagai sarana pembangunan ekonomi di pedesaan.

Seiring dengan perubahan iklim totaliter ke iklim demokrasi (1987), maka struktur organisasi koperasi pertanian Korea yang sejak awal pendiriannya dikendalikan oleh pemerintah (termasuk Ketua NACF yang ditunjuk oleh Presiden Korea Selatan) berubah menjadi organisasi ekonomi yang demokratis, yang kepengurusan maupun kebijakan organisasi dan usahanya ditentukan dari bawah. Meskipun demikian pemerintah tetap memberikan dukungan kepada koperasi pertanian, antara lain dalam bentuk keringanan pajak.

Dalam kondisi organisasi yang demokratis serta mendapat dukungan pemerintah seperti diatas, maka koperasi pertanian Korea Selatan yang sejak awal hingga saat ini tetap setia sebagai koperasi pertanian dapat mengembangkan usaha pelayanan dalam berbagai bidang: produksi, pemasaran, distribusi serta jasa keuangan (perbankan dan asuransi), tanpa melupakan faktor pendukungnya berupa diklat dan media masa. Kegiatan NACF dengan tetap berfokus pada pelayanan kepada anggota, bukan saja berkembang pada tingkat nasional, tapi juga meluas ke tingkat internasional.

Meskipun koperasi di kalangan para petani Korea sudah dikenal pada awal abad 20, tetapi koperasi pertanian seperti yang kita kenal pada saat ini, baru dimulai pada 1961, yaitu saat pembentukan NACF yang merupakan gabungan antara koperasi-koperasi pertanian yang telah dibentuk oleh para petani sendiri dengan Bank Pertanian. Pembentukan NACF ini dilakukan oleh pemerintahan militer sebagai sarana pembangunan ekonomi di pedesaan.
Langkah NACF selanjutnya, dengan menggunakan sumber daya manusia koperasi-koperasi pertanian dan Bank Pertanian, turun kedesa-desa untuk membentuk koperasi-koperasi pertanian tingkat primer. Dengan demikian boleh dikatakan bahwa pengembangan koperasi pertanian Korea didasarkan pada pendekatan dari atas (top down approach).

Meskipun prakarsa pengembangan koperasi pertanian lebih banyak dilakukan oleh pemerintah, lambat laun timbul kesadaran di kalangan petani, bahwa nasib perkembangan koperasi akan lebih banyak ditentukan oleh mereka sendiri. Dengan dasar pemikiran ini, maka pada tahun 1965 para petani anggota koperasi memprakarsai bangkitnya Gerakan Petani Baru dengan tujuan untuk meningkatkan jatidiri petani sebagai pelaku utama dalam gerakan koperasi. Anggota koperasi didorong : untuk menolong diri sendiri, untuk berorientasi pada ilmu dan pada kerjasama. Gerakan dari bawah ini baru menemukan bentuknya, ketika terjadi perubahan pemerintahan dari pemerintahan militer/otoriter ke pemerintahan demokrasi pada tahun 1987. Seiring dengan iklim demokrasi dalam politik negara, para petani anggota koperasi yang didukung oleh para cendekiawan dan para ahli juga menginginkan demokrasi dalam manajemen koperasi pertanian Korea. Oleh desakan dari bawah ini, NACF kemudian menyelenggarakan seminar dan lokakarya, sejak pertengahan paruh kedua tahun 1987 hingga akhir tahun 1988. Hasilnya cukup fenomenal, undang-undang yang menyatakan bahwa pengurus koperasi pertanian ditunjuk oleh pemerintah dihapus, dan berdasarkan undang-undang yang baru para petani anggotanya dapat memilih sendiri ketua/pengurus koperasi primernya. Demikian pula Presiden/Ketua NACF yang semula ditunjuk oleh Presiden Korea atas rekomendasi Menteri Pertanian dan Kehutanan, berdasarkan undang-undang yang baru dipilih langsung oleh para Ketua Koperasi Pertanian Primer. Bahkan berdasarkan Undang-undang tahun 1994, Ketua NACF harus dari petani anggota koperasi. Demikian pula kepengurusan koperasi primer, yang semula ditunjuk oleh pemerintah mulai saat itu dipilih langsung oleh anggota petani. Pemilihan pengurus secara langsung oleh anggota ini mulai dilaksanakan sejak 1990. Selain di bidang kepengurusan, demokratisasi (boleh juga disebut deofisialisasi) juga terjadi pada penunjukan auditor NACF, yang semula ditunjuk oleh Menteri Pertanian dan Kehutanan, sekarang dipilih oleh ketua-ketua koperasi primer, sehingga bisa lebih independen.

Sedangkan CEO (Chief Executive Officer) NACF yang semula ditunjuk oleh Presiden NACF dengan persetujuan Menteri Pertanian dan Kehutanan, sekarang tetap ditunjuk oleh Presiden NACF tetapi dengan persetujuan Rapat Anggota. Perencanaan usaha dan anggaran yang semula harus dengan persetujuan Menteri Pertanian dan Kehutanan sekarang tidak lagi demikian, kecuali untuk perencanaan usaha dan anggaran yang berasal dari bantuan pemerintah, yang harus dengan persetujuan Menteri.

Status otonom yang disandang koperasi pertanian ini juga berpengaruh positip pada pengembangan usahanya, sehingga untuk dapat melebarkan sayap usahanya, seperti dalam usaha transportasi, usaha perbankan, investasi ke perusahaan-perusahaan terkait dengan pertanian diversifikasikan investasi dana-dana surplus NACF, dilakukan secara mandiri oleh koperasi.

 
Comments Off on All ‘Bout Hanguk

Posted in Uncategorized

 

Hello world!

16 Oct

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!