tugas stela minggu-4

March 8th, 2018

Nama             : Rensy Faradina Hikmawati

NIM               : 165040207111016

Kelas              : P

 

  1. Meneruskan pengayaan bahan kajian seperti yang dituliskan pada minggu kedua ?Pada minggu ketiga, materi yang di ajarkan tentang Prinsip-prinsip survei tanah seperti satuan peta tanah dan taksonomi, satuan peta tanah dalam survey tanah, penamaan satuan peta tanah, penentuan batas tanah, peran korelator dalam survei tanah, memberi nama satuan peta tanah pada berbagai kategori dan berbagai skala peta, serta menjelaskan cara-cara membuat peta tanah di lapangan.
  • Satuan taksonomi tanah : sekelompok tanah dari suatu sistem klasifikasi tanah ; masing-masing diwakili oleh suatu profil tanah yang disebut profil tanah + kisaran variasinya disekitar konsep sentral tersebut
  • Satuan taksonomi : suatu yang abstrak dan tidak dapat dilihat batasnya
  • Taksonomi tanah : pengembangan konsep fikiran manusia
  • Konsosiasi : satuan peta tanah yang didminasi oleh satu satuan tanah dan tanah-tanah yang mirip. Minimal 50% dari pedon-pedon yang ada dalam SPT tersebut dan 25% satuan tanah yang serupa. SPT konsosiasi diberi nama sesuai dengan satuan tanah yang dominan. Satuan tanah lain yang tidak sejenis dan serupa maksimal mempunyai persentase 25%. Dua satuan tanah dikatakan sebagai tanah yang seripa apabila mereka hanya berbeda pada satu atau dua kriteria yang menyebabkan keduanya diklasifikasikan kedalam kelompok yang berbeda. Secara umum satuan-satuan tanah yang serupa mempunyai potensi yang hampir sama. Sedangkan dua satuan tanah dikatakan tidak serupa apabila keduanya diklasifikasikan ke dalam kelompok yang berbeda. Satuan-satuan tanah yang tidak serupa mempunyai potensi terhadap penggunaan tertentu yang berbeda secara tegas.Suatu jenis peta tanah yang tersusun dari delineasi, dimana tiap delineasi menunjukkan ukuran, bentuk, dan lokasi dari suatu satuan lanskap yang tersusun atas suatu jenis komponen tanah, atau satu jenis lahan miselaneus ditambah inklusi yang diperbolehkan. Ukuran, bentuk, dan lokasi dari tiap tubuh komponen tanah atau areal miselaneus ditunjukkan secara pasti oleh intensitas pemetaan dan inklusi yang diperbolehkan. Lihat komponen tanah, kompleks tanah, asosiasi tanah, grup tak terbedakan, areal miselaneus.
  • Asosiasi tanah : sekelompok tanah yang berhubungan secara geografis, tersebar dalam suatu satuan peta menurut pola tertentu yang dapat diduga, tetapi karena kecilnya skala peta, tanah-tanah tersebut tidak disajikan dalam SPT tersebut
  • Kompleks tanah : sekelompok tanah yang berbaur satu dengan yang lain tanpa ada pola tertentu atau tidak beraturan. Suatu jenis satuan peta tanah yang digunakan dalam survei tanah dan tersusun dari delineasi, dimana masing-masingnya menunjukkan ukuran, bentuk, dan lokasi satuan lanskap yang tersusun dari dua atau lebih komponen tanah, atau komponen tanah dan areal miselaneus, ditambah inklusi yang diperbolehkan. Tubuh komponen dan areal miselaneus terlalu kecil untuk dapat didelineasi secara individuil dalam skala 1:24.000. Beberapa tubuh dari tiap komponen tanah atau areal miselaneus sesuai untuk ada dalam setiap delineasi. Proporsi komponen dapat bervariasi dari satu delineasi ke delineasi lain dan semua komponen dan semua komponen tidak harus ada dalam delineasi meskipun mereka ada dalam hampir semua delineasi. Dulu ditentukan seperti dalam tetapi skala petanya tidak ditentukan. Lihat komponen tanah, konsosiasi tanah, asosiasi tanah, grup tak terbedakan, areal miselaneus. SPT ini mirip dengan SPT asosiasi karena terdapat dua atau lebih satuan-satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam penamaan SPT, demikian juga komposisi masing-masing satuan tanahnya serupa dengan SPT asosiasi. Persebaran satuan tanah yang ada pada SPT ini tidak mengikuti pola tertentu sehingga dalam skala pemetaan yang lebih besar, satuan-satuan tanah yang menyusunnya tetap tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
  • Kelompok tanah tak dibedakan: lebih dari 2 tanah yang secara geografis tidak selalu berupa konsosiasi tetapi termasuk dalam satuan peta yang sama karena untuk penggunaan dan pengelolaannya sama atau mirip
  • Seri tanah : sekelompok tanah yang memiliki ciri dan perilaku serupa berkembang dari bahan induk yang sama dan punya sifat dan susunan horion olah dan sama dalam regim lengas dan regim suhu tanah
  • Fase tanah : pembagian lebih lanjut dari seri tanah sesuai dengan ciri-ciri penting bagi pengolahan atau penggunaan lahan seperti draenase.PELAKSANAAN SURVEI TANAH
    1. Pra survei dimulai dengan :
    2. Penyiapan peta, foto udara/citra satelit dan data yang diperlukan
    3. Analisis landform melalui interpretasi foto udara
    4. Plotting hasil interpretasi foto udara ke peta dasar
    5. Membuat rencana kerja di lapangan
    6. Pra survei, melalu kunjungan lapangan untuk mengecek hasi, interpretasi di studio

    Data yang Diperlukan

    1. Laporan terkait daerah yang akan disurvei
    2. Survei tanah yang pernah dilakukan
    3. Geologi dan bahan induk tanah
    4. Penggunaan lahan
    5. Topografi dan Relief
    6. Data Iklim dan hidrologi
    7. Buku BPS (Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dalam angka)
    8. RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah)
  1. Kerjakan bahan diskusi pada slide no 4 di bahan kuliah minggu 3
  1. Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0.4 cm2? Hal tersebut disebabkan untuk memudahkan menghitung dan memperkirakan perbesaran dalam keadaan yang sebenarnya dan karena apabila luasan SPT kurang dari 0,4 cm2 maka akan banyak bagian-bagian dari peta tanah yang tidak saling berhubungan akan terhapus dari peta karena ukuran yang terlalu kecil.
  2. Apakah dibenarkan kita membesarkan peta analog (misalnya peta tanah cetak) dgn scanner/foto copy skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000? JELASKAN! Tidak dibenarkan, karena dengan melakukan perbesaran peta menggunakan scanner atau foto copy hanya akan merubah ukuran dari peta tersebut bukan skala dari peta tersebut.
    1. Skala peta
      1. Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0.8 cm2 pd peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah? Luas asli = 0,8 x (10000)2 = 8 x 107x 108 = 8 x 107x 10-8= 8×10-1
      2. Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?
    • Eksplorasi (1: 1000.000)
      L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (1.000.000)2                      = 0.8 x 1012 cm2= 0.8 x 104 ha
    • Tinjau (1:250.000)
      L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (250.000)2                      =  0.8 x 625 x 108= 500 x 108 cm2 = 500 ha
    • Semi detil (1:50.000)
      L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (50.000)2                     =  0.8 x 25 x 108= 20 x 108  cm2= 20 ha
    • Detil (1:25.000)
      L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (25.000)2                      =  0.8 x 625 x 106= 500 x 106 cm2= 5 ha
    • Sangat Detil (1:5 000)
      L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (5000)2                      =  0.8 x 25 x 106= 20 x 106 cm2= 20-1 ha

Hello world!

March 8th, 2018

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!