FASE VEGETATIF DAN POLA PENANAMAN

2012
05.10

Pola Pertumbuhan
Sebelum memasuki pada pola pertumbuhan alangkah baiknya dimengrti dahulu soal pertumbuhan itu sendiri. Pertumbuhan menunjukkan pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak dapat balik yang mencerminkan pertambahan protoplasma mungkin karena ukuran dan jumlahnya bertambah. Pertambahan protoplasma melalui reaksi dimana air, C02, dan garam-garaman organik dirubah menjadi bahan hidup yang mencakup; pembentukan karbohidrat (proses tbtosintesis), pengisapan dan gerakan air dan hara (proses absorbs dan translokasi), penyusunan perombakan protein dan lemak dari elemen C dari persenyawaan organik (proses metabolisme) dan tenaga kimia yang dibutuhkan didapat dari respirasi.
Pola pertumbuhan sendiri merupakan tahapan-tahapan dimana tanaman itu memasuki masa-masa vegetative dan generative. Pola pertumbuha ini sangat penting untuk dimengerti, karena dengan mengetahui pola pertumbuhan tanaman, maka pembudidaya tanaman akan mendapatkan suatu strategi yang tepat untuk melakukan pemeliharaan tanaman yang tepat dan efektif.
Dalam pola pertumbuhannya sendiri, tanaman mengalami dua fase pertumbuhan, yaitu fase vegetative dan fase generative. Fase generative adalah fase berkembangnya bagian-bagian generative dari suatu tanaman. Bagian generative pada tanaman ini seperti bunga, buah, dan biji. Fase vegetatif sendiri adalah fase berkembangnya bagian vegetative dari suatu tanaman. Bagian vegetative dari tanaman adalah akar, batang dan daun.
Dalam makalah ini yang akan dibahas secara lebih rinci adalah tentang fase pekembangan tanaman secara vegetative.
Fase Vegetatif Perkembangan Tanaman
Pada pendahuluan diatas tadi telah disinggung sedikit tentang fase vegetative pada perkembangan tanaman. Fase vegetative tanaman merupakan fase berkembangnya bagian vegetative dari suatu tanaman. Bagian vegetative dari tanaman adalah akar, batang dan daun.

Pada fase ini berhubungan dengan 3 proses : pembelahan sel, perpanjangan sel dan tahap pertama diferensiasi.
Pada proses pembelahan sel, memerlukan karbohidrat dalam jumlah yang besar, karena dinding sel terbentuk dari selulosa dan protoplasmanya dari gula. Pembelahan sel terjadi dalam jaringan merismatis pada titik tumbuh batang daun ujung akar dan kambium.
Untuk kegiatan perpanjangan sel, hal ini terjadi pada saat pembesaran sel, proses ini membutuhkan pemberian air yang cukup. Lalu hormon untuk merentangkan dinding sel. Dan yang terakhir adalah dengan adanya ketersediaan gula.
Diferensiasi adalah suatu situasi dimana sel-sel meristematik berkembang menjadi dua atau lebih macam sel/jaringan/organ tanaman yang secara kualitatif berbeda satu dengan yang lainnya. Merupakan proses hidup yang menyangkut transformasi sel tertentu ke sel-sel yang lain menurut spesialisasinya (baik spesialisasi dalam hal proses biokimia, fisiologi, maupun struktural) Misalnya pada pembentukan jaringan xylem dan phloem.
Proses diferensiasi sendiri mempunyai tiga syarat, yaitu :
1. Hasil assimilasi yang tersedia dalam keadaan berlebihan untuk dapat dimanfaatkan pada kebanyakan kegiatan metabolisme
2. Temperatur yang menguntungkan
3. Terdapat sistem enxzym yang tepat untuk memperantarai proses diferensiasi.
Fase vegetatif ini sendiri berlangsung selama periode tertentu. Setiap tanaman memiliki periode fase vegetatif yang berbeda-beda. Selama fase vegetatif ini berjalan pada periode tertentu, maka tanaman juga akan berangsur-angsur masuk dan berganti ke fase generatif. Dalam satu daur pertumbuhan tanaman, fase vegetatif dan fase generatif saling bergantian.
Pertumbuhan vegetatife sendiri sudah dimulai sejak tanaman di tanam dalam media yang sudah paten. Hal ini berarti, sejak masa pembenihan dan perkecambahan. Setelah masa penyiangan maka pertumbuhan vegetatif baru akan berjalan secara maksimal. Pertumbuhan ini yaitu mulai tumbuhnya akar sejati yang sudah kuat dan berkembang terus kedalam tanah.
Untuk batangnya sendiri juga akan terus bertambah besar dan tinggi. Jika pada tanaman yang berkambium, maka tanaman ini juga akan tumbuh melebar dan menjadi semakin keras. Pada daun sendiri akan terus bertambah sampai nanti memasuki fase generatifnya.
Setiap tanaman memiliki pola pertumbuhan vegetatif dan generatif yang berbeda-beda. Hal ini terbagi dalam tiga hal, yaitu :
• Fase vegetatif berlangsung sampai waktu tertentu kemudian berangsur diganti fase generatif .
Pada tanaman ini vase vegetatifnya terlihat jelas dan berbeda dari fase generatifnya. Fase vegetatif akan berjalan sesuai dengan waktunya. Jika sudah selesai maka akan berangsur-angsur masuk ke fase pertumbuhan generatifnya.
Contoh dari tanaman yang mengalami hal ini adalah padi, jagung, kacang tanah, cauliflower, brokoli.
• Fase vegetatif dominan atas fase generative
Pada tanaman yang mengalami hal ini, fase vegetatifnya berlangsung lebih lama dari pada fase generatifnya.
Contoh tanaman yang mengalami Fase vegetatif dominan atas fase generative adalah kubis, brruselsprout, bawang merah.
• Fase generatif berjalan (hampir) bersamaan dengan fase vegetative
Pada tanaman yang mengalami hal ini, fase generatifnya hamper berjalan bersamaan dengan fase vegetatifnya. Namun masih tetap fase vegetative yang terlebih dahulu.
Contoh tanaman yang mengalami hal seperti ini adalah talas, cabai, tomat dan kentang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman
Beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman ialah faktor tanah, suhu, dan cahaya.
Peranan tanah tergantung pada kondisi mineral organik, bahan organik tanah, organisme tanah, atmosfer tanah dan air tanah. Dalam hal ini tingkat kesuburan tanah (kimiawi, fisik, dan biologis) sangat menentukan pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman.
Peranan suhu sebagai pengendali proses-proses fisik dan kimiawi yang selanjutnya akan mengendalikan reaksi biologi dalam tubuh tanaman. Misalnya suhu menentukan laju difusi dari gas dan zat cair dalam tanaman. Kecepatan reaksi kimia sangat dipengaruhi suhu, suhu makin tingg dalam batas tertentu reaksi makin cepat. Disamping itu suhu juga berpengaruh pada kestabilan sistem enzim.
Cahaya matahari sebagai sumber energi primer di muka bumi, sangat menentukan kehidupan dan produksi tanaman. Pengaruh cahaya tergantung mutu berdasarkan panjang gelombang (antara panjang gelombang 0,4 – 0,7 milimikron). Sebagai sumber energi pengaruh cahaya ditentukan oleh intensitas cahaya maupun lama penyinaran (panjang hari). Reaksi cahaya dari tanaman (fotosintesis, fototropisme, dan fotoperiodisitas) didasarkan atas reaksi fotokimia yang dilaksanakan oleh sistem pigmen spesifik.
Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman merupakan suatu usaha untuk menjaga dan memacu pertumbuhan tanaman. Hal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan tanaman adalah:
• Penyediaan nutrisi, air, cahaya, O2 dan CO2
• Meniadakan/memperkecil gangguan hama dan penyakit
• Meniadakan/memperkecil kompetisi dengan gulma atau tanaman lain
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka strategi pemeliharaan tanaman meliputi :
• Penyiraman/pengairan
Pemberian air disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan tanaman
• Pemupukan
o Konsentrasi pupuk yang diberikan disesuaikan dengan umur tanaman, kebutuhan tanaman akan hara berbeda pada setiap fase pertumbuhan tanaman, jenis nutrisi juga berbeda pada setiap fase
o Jenis nutrisi yang diberikan juga tergantung apakah tanaman dalam fase vegetatif ataukah generative. Vegetatif: lebih banyak diperlukan N dan generatif: lebih banyak diperlukan P dan K
• Pengendalian OPT
Pengendalian OPT disesuaikan dengan:
o Kelompok hama: insekta
o Kelompok penyakit: jamur, bakteri, dan virus
o Kelompok gulma: dauan leber, daun sempit
• Pemeliharaan bersifat spesifik untuk spesies tertentu
o Pengajiran
o Pemangkasan
o Penjarangan buah, dll.

Sistem Pertanaman

A. Pertanaman Tunggal (Monoculture)
Pertanaman Tunggal (Monoculture) adalah penanaman satu jenis tanaman secara berulang kali pada suatu luasan lahan tertentu. Pertanaman tunggal dapat dilakukan untuk tanaman semusim maupun tanaman tahunan.
1) Contoh pertanaman monokultur untuk tanaman pangan semusim seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah dan kacang hijau serta tanaman sayuran seperti kacang panjang, caysin, kankung, bawang daun, dll.
2) Contoh pertanaman monokultur untuk tanaman tahunan seperti kelapa sawit, karet dan teh.

B. Pertanaman Ganda (Multiple Cropping)
Pertanaman ganda (Multiple Cropping) adalah suatu sistem pertanaman atau usahatani yang mengusahakan dua atau lebih tanaman budidaya pada suatu luasan lahan tertentu. Tujuan pertanaman ganda adalah untuk meningkatkan produktivitas lahan dan mengurangi resiko kegagalan panen.
Bentuk-bentuk pertanaman ganda:
1) Tumpang Sari (Intercropping)
Sistem tumpang sari, yaitu sistem bercocok tanaman pada sebidang tanah dengan menanam dua atau lebih jenis tanaman dalam waktu yang bersamaan. Sistem tumpang sari ini, disamping petani dapat panen lebih dari sekali setahun dengan beraneka komoditas (deversifikasi hasil), juga resiko kegagalan panen dapat ditekan, intensitas tanaman dapat meningkat dan pemanfaatan sumber daya air, sinar matahari dan unsur hara yang ada akan lebih efisien.
Ada tiga jenis bertanam tumpang sari yakni :.
• Tanaman campuran (Mixed Cropping) adalah penanaman dua atau lebih jenis tanaman secara bersama-sama di atas lahan yang sama dengan tidak memperhatikan jarak tanam.
• Tanaman baris (Row Intercropping) di atas lahan yang sama ditanam dua atau lebih tanaman dengan mempertimbangkan baris-baris dan jarak tanam tertentu.
• Sedangkan dalam system tanam tumpang sari pita/jalur (Strip Intercropping) di atas lahan yang sama ditanam dua atau lebih tanaman dalam jalur-jalur yang ditentukan. Sistem tumpangsari jenis terakhir ini sering disebut sebagai system surjan.
2) Sistem penanaman ganda yang lain yaitu sistem tumpang gilir, yang merupakan cara bercocok tanaman dengan menggunakan 2 atau lebih jenis tanaman pada sebidang tanah dengan pengaturan waktu. Penanaman kedua dilakukan setelah tanaman pertama berbunga. Sehingga nantinya tanaman bisa hidup bersamaan dalam waktu relatif lama dan penutupan tanah dapat terjamin selama musim hujan.

sumber : http://agrotekumpar.blogspot.com/2012_03_01_archive.html

Your Reply

CAPTCHA Image
*