Parameter Kimia Perairan

By Rani Rehulina Tarigan

Tinjauan Pustaka

1      pH
a.    Pengertian
Derajat keasaman lebih dikenal dengan istilah H. pH (singkatan dari pulscane negatif te H), yaitu logaritma dari kepekatan ion-ion H (hidrogen) yang terlepas dalam satu cairan. Derajat keasaman atau pH air menunjukkan aktifitas ion hydrogen dalam larutan tersebut dan dinyatakan sebagai konsentrasi ion hydrogen (dalam nol per lter) pada suhu tertentu atau dapat ditulis pH = – log (H+) (kordi dan Tancung, 2007).
Suatu ukuran yang menunjukkan apakah air bersifat asam atau dasar dikenal sebagai pH. Lebih tepatnya pH menunjukkan konsentrasi ion hydrogen dalam air dan didefinisikan sebagai logaritma asam bila pH dibawah 7 dan dasar ketika pH di atas 7. sebagian besar nilai pH ditemui jatuh antara 0 sampai 14. pH yang baik dalam budidaya adalah 6,5-9,0 (Mutris, 1992).
b.    Faktor-Faktor yang mempengaruhi
Peningkatan keasaman air (pH rendah) umumnya disebabkan limbah yang mengandung asam-asam mineral bebas dan asam karbonat. Keasaman tinggi (pH rendah) juga dapat disebabkan adanya FeS2 dalam air akan membentuk H2SO4 dan ion Fe2+ (larut dalam air ) (manik, 2003).
Perairan laut maupun pesisir memiliki pH relatif stabil dan berada dalam kisaran yang sempit. Biasanya berkisar antara 7,7 – 8,4 pH dipengaruhi olah kapasitas penyangga (buffer) yaitu adanya garam-garam karbonat dan bikarbonat yang dikandungnya (Boyd, 1982, Nybakkan, 1992 dalam Irawan et al, 2009)
2     DO
a.    Pengertian
Oksigen terlarut (Dssolved Oxigen = DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan. Di samping itu, oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi dan anorganik dalam proses aerobic (Salmin, 2005)
Oksigen terlarut merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam ekosistem akuatik, terutama sekali dibutuhkan untuk proses respirasi bagi sebagian besar organisme (Suin, 2002 dalam Semburing, 2008)
b.    Faktor-Faktor yang mempengaruhi
Kecepatan difusi oksigen dari udara, tergantung dari beberapa faktor, seperti kekeruhan air, suhu, salinitas, pergerakan massa dan udara, seperti kekeruhan, suhu, salinitas, pergerakan massa air dan udara, seperti arus, gelombang dan pasang surut (Salmin, 2005)
Oksigen terlarut dapat berasal dari proses fotosintesis tumbuhan air dan dari proses fotosintesis tumbuhan air dan dari udara yang masuk ke dalam air. Konsentrasi DO dalam air tergantung pada suhu dan tekanan udara. Pada suhu 200C tekanan udara satu atmosfer konsentrasi DO dalam keadaan jenuh 9,2 ppm dan pada suhu 500 C (tekanan udara sama) konsentrasi DO adalah 5,6 ppm (Manik, 2000)
3      CO2
a.    Pengertian
Menurut Kordi dan Tancung (2007), karbondioksida (CO2) atau disebut asam arang sangat mudah larut dalam suatu larutan. Pada umumnya perairan alami mengandung karbondioksida sebesar 2 mg/ L. karbondioksida (CO2) merupakan gas yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan air renik maupun tingkat tinggi untuk melakukan fotosintesis.
Istilah karbondioksida bebas (free CO2) digunakan untuk menjelaskan CO2 yang terlarut dalam air, selain yang berada dalam bentuk terikat sebagai ion bikarbonat (HCO3) dan ion karbonat (CO3-2) CO2 bebas menggambarkan keberadaan gas CO2 di perairan yang membentuk kesetimbangan dengan CO2 di atmosfer. Nilai CO2 yang terukur biasanya berupa CO2 bebas (Effendi, 2003).
b.    Faktor-Faktor yang mempengaruhi
Adanya arus dan angin diduga menyebabkan bergeraknya massa CO2 terlarut ini. Selain faktor cuaca seperti kecepatan angin, arah angin dan curah hujan, salinitas dan pH juga mempengaruhi konsentrasi karbondioksida terlarut (CO2 latur) bakker et al 1996 dalam Sukatno dan Bayu. 2010).
Menurut Alffandi (2009), karbondioksida yang terdapat di perairan berasal dari berbagai sumber yaitu sebagai berikut:
1.    Difusi dari atmosfer, karbondiosida yang terdapat di atmosfer
2.    air hujan
3.    air yang melewati tanah organik, karbondioksida hasil dekomposisi ini akan terlarut dalam air
4.    respirasi tumbuhan, hewan dan bakteri aerob maupun anaerob respirasi tumbuhan dan hewan mengeluarkan karbondioksida
4      Alkalinitas
a.    Pengertian
Alkalinitas atau yang lebih dikenal total alkalinitas adalah konsentrasi total dari unsur basa-basa yang terkandung dalam air dan biasa dinyatakan dalam mg/ L atau setara dengan kalsium karbonat (CaCO2) dalam air, basa-basa yang terkandung biasanya dalam bentuk ion karbonat dan bikarbonat (Kordi dan Tancung, 2007)
Alkalinitas adalah jumlah asam (ion hidrogen) air yang dapat menyebar (buffer) sebelum mencapai pH yang diinginkan. Total alkalinitas diungkapkan sebagai milligram per liter atau bagian per juta kalsium karbonat (mg/l atau ppm CaCO3-alkalinitas total 20 mg/ l atau lebih banyak diperlukan untuk tambak yang berproduksi baik).
b.    Faktor-faktor yang mempengaruhi
Menurut Kordi (2009), konsentrisi total alkalinitas sangat erat hubungannya dengan konsentrasi total kesadahan air. di lahan umumnya total alkalinitas mempunyai konsentrasi yang sama dengan total kesadahan air. Hal ini disebabkan kesadahan atau yang disebut juga dengan konsentrasi ion-ion logam bervalensi 2. seperti Ca2+ dan Mg2+ dipasok dalam jumlah yang sama dari lapisan tanah dengan HCO3 dan CO32- yang merupakan unsur pembentuk total alkalinitas
Di larutan alkalinitas total akan berubah karena adanya perubahan salinitas sebagai akibat adanya konsentrasu ion na+ dan ion Cl lainnya (Frisetal, 2003). Selain itu yang dapat mempengaruhi perubahan alkalinitas kalsium karbonat atau adanya produksi partikel senyawa organik oleh mikroalga (Wolf-Gladwow. 2007 dalam Sulino dan Bayu, 2007)
5      TOM
a.    Pengertian
Menurut Effendi (2007), Kalium perman ganat (KMnO4) telah lama dipakai sebagai oksidator pada penentuan konsumsi oksigen untuk mengoksidasi bahan organik yang terkenal sebagai parameter nilai permanganate atau sering disebut sebagai kandungan bahan organik total atau TOM (Total Organic Matter). Akan tetapi, kemampuan oksidasi oleh permanganat sangat bervariasi, tergantung pada senyawa-senyawa yang terkandung dalam air.
Menurut Mulya (2002) bahan organik dibagi atas dua bagian yaitu:
·         Bahan organik terlarut yang berukuran < 0,5 cm
·         Bahan organik yang tidak terlarut yang berukuran > 0,5 cm
b.    Faktor-faktor yang mempengaruhi
Menurut Koesbrono (1985) dalam Syaifudin (2004), terdapat empat macam sumber penghasil bahan organik terlarut dalam air laut yaitu (1) berasal dari daratan, (2) proses pembusukan organisme yang telah mati (3) perubahan matabolik-metabolik ekstra seluler oleh algae, larutan sitoplankton dan (4) eksresi zooplankton.
Hampir seluruh organik karbon terlarut di dalam air laut berasal dari karbondioksida yang dihasilkan oleh fitoplankton. Konsentrasinya tergantung pada keseimbangan antara rata-rata organik karbon terlarut yang dibentuk oleh hasil pembusukan eksresi dan rata-rata hasil penguraian atau pemanfaatannya (Mulya, 2002)
6      Orthopospat
a.    Pengertian
Orthopospat merupakan bentuk yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tumbuh akuatik. Sedangkan polipospat harus mengalami hidrolisis membentuk orthopospat terlebih dahulu sebelum dapat dimanfaatkan sebagai sumber fosfir. Setelah masuk ke dalam tumbuhan. Misalnya fitoplankton fosfat organik mengalami perubahan menjadi organofosfat (Effendi, 2003)
Ortofosfat merupakan nutrisi yang paling penting dalam menentukan produktivitas perairan. Keberadaan fosfat di perairan  dengan segera dapat diserap oleh bakteri. Phytoplankton dan makrofita (Sembering, 2008)
b.    Faktor-faktor yang mempengaruhi
Input utama fosfat ke danau berasal dari aliran sungai dan pengendapan. Air hujan juga merupakan sumber fosfat namun hanya sedikit mengandung fosfat dari pada hydrogen. Sebagian besar fosfor terbang ke danau yang tidak berpolusi sebagai partikel organik dan anorganik. Hampir setengah dari fosfor yang terkandung dalam limbah rumah tangga berasal dari detergen (Golaman and Horne, 1983 dalam Apridayanti, 2008).
Menurut Fansuri (2009), distribusi bentuk yang beragam dari fosfat di air laut dipengaruhi oleh proses biologi dari fisik. Di permukaan air, forfat diangkat oleh fitoplankton sejak proses fotosintesis, konsentrasi fosfat diatas 0,3 mm akan menyebabkan kecepatan pertumbuhan  pada banyak spesifik fitoplankton.
7. Nitrat Nitrogen
a.    Pengertian
Nitrat (NO3) adalah bentuk utama nitrogen di perairan alami dan merupakan nitrien utama bagi pertumbuhan tanaman dan algae. Nitrat nitrogen sangat mudah larut dalam air dan bersifat stabil. Senyawa ini dihasilkan dari proses oksidasi sempurna senyawa nitrogen di perairan. Nitrifikasi yang merupakan proses yang penting dalam siklus nitrogen dan berlangsung aerob (Effendi, 2003).
Nitrat adalah salah satu jenis senyawa kimia yang sering ditemukan di alam, seperti dalam tanaman dan air. Senyawa ini terdapat dalam tiga bentuk, yaitu ion hitrat (ion NO3) ketiga bentuk senyawa nitrat ini menyebabkan efek yang sama terhadap ternak meskipun pada konsentrasi yang berbeda (Stohenow dan Lardy, 1998, Cassel dan Boran 2000 dalam yuningsih, 2003).
b.    Faktor-faktor yang mempengaruhi
Dalam kondisi dimana konsentrasi oksigen terlarut sangat rendah dara terjadi proses kebaikan dari nitrifikasi yaitu proses denitrifikasi dimana nitrat melalui nitrit akan menghasilkan nitrogen bebas yang akhirnya akan lepas ke udara atau dapat juga kembali membentuk ammonium / amoniak melalui proses fikasi altrat (Barus, 2001).
Ammonia berada dalam air karena pemupukan kotoran biota budidaya dan hasil kegiatan jasad renik did alam pembusukan bahan organik yang kaya akan nitrogen (protein). Senyawa asam ini dapat digunakan oleh fitoplankton dan tumbuhan air setelah diubah menjadi nitrit dan nitrat oleh bakteri dalam proses nitrifikasi (Kordi, 2009).
8      BOD
a.    Pengertian
Menurut Effendi (2003), secara tidak langsung BOD merupakan gambar kadar garam organik, yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroba aerob untuk mengoksidasi bahan organik menjadi karbondioksida dan air (Davis and Cornwell, 1991). Dengan kata lain, BOD menunjukkan jumlah oksigen yang diinkubasi pada suhu sekitar 200C selama lima hari, dalam keadaan tanpa cahaya (Boyd, 1988).
BOD atau blochemical oxygen demand adalah suatu karakteristik yang menunjukkan jumlah oxygen yang diperlukan oleh mikroorganisme (biasanya bakteri) untuk mengurangi atau mendekomposisi Bahan organik dalam kondisi aerobic (Umaly dan Lurin 1988, Metcalf and Ebby 1991 dalam Hariyadi, 2004)
b.    Faktor-Faktor yang mempengaruhi
Selama pemeriksaan BOD, contoh yang diperiksa harus bebas dari udara luar mencegah kontaminasi dari oksigen yang ada di udara bebas. Konsentrasi air buangan/ sampel tersebut yang harus berada pada suatu tingkat pencemaran tertentu. Hal ini untuk menjaga supaya oksigen terlarut selalu ada selama permiksaan. Hal ini penting diperhatikan mengingat kelarutan oksigen salam air terbatas dan hanya berkisar -9 ppm pada suhu 200C (Salmin. 2005).

Faktor-faktor yang mempengaruhi BOD adalah jumlah senyawa organik yang diuraikan, tersedianya mirkoorganisme aerob dan tersedianya sejumlah oksigen yang dibutuhkan dalam proses penguraian tersebut (barus, 1990 dalam Sembiring, 2008).

  1. Continued says:

    Hmm is anyone else encountering problems with the pictures on this blog loading? I’m trying to determine if its a problem on my end or if it’s the blog. Any suggestions would be greatly appreciated.

  2. reference says:

    Hey there! I’m at work surfing around your blog from my new apple iphone! Just wanted to say I love reading your blog and look forward to all your posts! Carry on the superb work!

  3. Do you have a spam issue on this blog; I also am a blogger, and I was curious about your situation; we have created some nice methods and we are looking to trade strategies with other folks, why not shoot me an e-mail if interested.

  4. Howdy! I know this is kind of off topic but I was wondering which blog platform are you using for this website? I’m getting sick and tired of WordPress because I’ve had issues with hackers and I’m looking at options for another platform. I would be awesome if you could point me in the direction of a good platform.

  5. hola amigoThis will in all probability be very practical for some of your employment I plan to really don’t only with my blogging site but

  6. (source) says:

    I love your blog.. very nice colors & theme. Did you design this website yourself or did you hire someone to do it for you? Plz respond as I’m looking to construct my own blog and would like to know where u got this from. thanks a lot

  7. Ava says:

    To clear out this damage, the tiles on the wall have to be removed as well as the taps plus pipes preset. Nonetheless, a budget bathroom suites really should offer uniformity, which is a sensation that the units have been created using the same colour for a harmonized look. Little bathroom vanities are well-designed but not overbearing, and will change the full feel of any size bathroom. They include things like cabinets, movable containers and the like. Some sort of bathroom never can be considered a better bathroom unless until the idea adapts this contemporary bathroom extras.

  8. Really, I beloved the Ghost and Mr Chicken. It was funny, and they “used bon ami”. You would should see it to understand that component.

  9. I’m looking through the ’75 several years of Pontiac-Oakland’ correct now, below in Nz. It was lent me by a man carrying out some do the job on my Pontiac. It’s really a thorough read through, for convinced!

  10. QcptUj Very good post.Really thank you! Cool.

CAPTCHA Image
*