Teknik Pengambilan Data

Posted: 23rd May 2014 by Rani Rehulina Tarigan in just share
Comments Off on Teknik Pengambilan Data

Pengambilan data pada kegiatan dapat dilakukan dengan dua macam pengambilan data, yaitu pengambilan data primer dan data sekunder. Pengambilan data primer didapatkan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lapangan serta mengikuti kegiatan yang sedang dijalankan. Data sekunder diperoleh dengan cara mempelajari semua data yang menunjang kegiatan praktek lapang serta penelusuran data kepada pihak-pihak terkait.
Data Primer
Data primer ini berupa catatan hasil wawancara, hasil observasi ke lapangan secara langsung dalam bentuk catatan tentang situasi dan kejadian dan data-data mengenai informan. Data primer dilakukan dengan cara observasi, partisipasi aktif dan wawancara.
Observasi
Informasi yang diperoleh dari hasil observasi berupa (tempat), pelaku, kegiatan yang dilaksanakan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, dan waktu. Hal ini untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan sesuai data yang dibutuhkan pada kegiatan identifikasi penyakit pada Udang Vaname (L. vannamei). Menurut Hendri dan John (2009), observasi adalah suatu fakta dalam kehidupan sehari-hari. Kita secara tepat mengamati orang lain dan berbagai peristiwa sebagai suatu alat untuk memperoleh informasi tentang dunia disekitar kita
Wawancara
Untuk melengkapi data–data yang diperoleh, maka perlu dilakukan wawancara kepada pihak–pihak yang terkait dengan semua kegiatan yang berkaitan dengan identifikasi penyakit pada Udang Vaname (L. vannamei). Menurut Patilima (2005), metode wawancara merupakan salah satu teknik untuk mengumpulkan data dan informasi. Kegiatan tersebut dilakukan dengan dua alasan yaitu dengan wawancara, peneliti dapat menggali tidak saja apa yang diketahui dan dialami subjek yang diteliti, tetapi juga penelitian dan apa yang ditanyakan kepada informan bisa mencakup hal-hal yang bersifat lintas waktu yang berkaitan dengan masa lampau, masa sekarang, dan juga masa depan.
– Partisipasi Aktif
Partisipasi aktif adalah sebuah teknik pengumpulan data yang mengharuskan peneliti melibatkan diri dalam kehidupan dari masyarakat yang diteliti untuk dapat melihat dan memahami gejala-gejala yang ada, sesuai maknanya dengan yang diberikan atau dipahami oleh para warga yang ditelitinya (Patilima, 2005). Partisipasi aktif yang dapat dilakukan yaitu dengan turut serta secara langsung dalam semua kegiatan yang berkaitan dengan identifikasi penyakit pada Udang Vaname (L. vannamei).
a. Data Sekunder
Data sekunder merupakan informasi yang dikumpulkan bukan untuk kepentingan studi yang sedang dilakukan saat ini tetapi untuk beberapa tujuan lain. Sedangkan, data primer merupakan informasi yang dikumpulkan terutama untuk tujuan investigasi yang sedang dilakukan (Hendri dan Jhon, 2009). Dalam praktek kerja lapang ini data sekunder diperoleh dari laporan-laporan pustaka yang menunjang, serta data yang diperoleh dari lembaga pemerintah, pihak swasta yang berhubungan maupun masyarakat yang terkait dengan identifikasi penyakit pada Udang Vaname (L. vannamei).