Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)

Posted: 20th December 2013 by Rani Rehulina Tarigan in Just Story

Klasifikasi dan Morfologi Udang Vaname
Udang vaname memiliki nama umum pacific white shrimp, camaron blanco, dan longostino. Udang vaname juga mempunyai nama internasional yaitu whiteleg shrimp, crevette pattes blanches, dan camaron patiblanco (Anonymous, 2008).
Klasifikasi udang putih atau Udang Vaname menurut (Effendie, 1997) adalah sebagai berikut
Kingdom ` : Animalia,
Sub Kingdom : Metazoa,
Filum : Arthropoda,
Subfilum : Crustacea,
Kelas : Malacostraca,
Subkelas : Eumalacostraca,
Superordo : Eucarida,
Ordo : Decapoda,
Subordo : Dendrobrachiata,
Famili : Penaeidae,
Genus : Litopenaeus,
Spesies : Litopenaeus vannamei.
Umumnya tubuh udang dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kepala dan bagian badan. Bagian kepala menyatu dengan bagian dada disebut cephalothorax yang terdiri dari 13 ruas, yaitu 5 ruas di bagian kepala dan 8 ruas dibagian dada. Bagian badan dan abdomen terdiri dari 6 ruas, tiap-tiap ruas (segmen) mempunyai sepasang anggota badan (kaki renang) yang beruas-ruas. Pada ujung ruas keenam terdapat ekor kipas 4 lembar dan satu telson yang berbentuk runcing. Bagian kepala dilindungi oleh cangkang kepala atau Carapace. Bagian depan meruncing dan melengkung membentuk huruf S yang disebut cucuk kepala atau rostrum (Kordi, G. 2007).
Menurut Haliman dan Adijaya (2004), udang putih memiliki tubuh berbuku-buku dan aktivitas berganti kulit luar (eksoskeleton) secara periodik (moulting) Pada bagian kepala udang putih terdiri dari antena, antenula dan 3 pasang maxilliped. Kepala udang putih juga dilengkapi dengan 3 pasang maxilliped dan 5 pasang kaki berjalan (periopoda). Maxilliped sudah mengalami modifikasi dan berfungsi sebagai organ untuk makan.
Pada ujung peripoda beruas-ruas yang berbentuk capit (dactylus). Dactylus ada pada kaki ke-1, ke-2, dan ke-3. Abdomen terdiri dari 6 ruas. Pada bagian abdomen terdapat 5 pasang (pleopoda) kaki renang dan sepasang uropods (ekor) yang membentuk kipas bersama-sama telson. Udang juga mengalami moulting pada saat bulan purnama atau bulan mati (moulting secara normal) dan moulting pada saat mengalami stes yang diakibatkan oleh lingkungan dan penyakit (Suyanto dan Mujiman, 2003).

Habitat dan Penyebaran
Lingkungan hidup optimal yang menunjang pertumbuhan dan sintasan atau kelangsungan hidup yaitu salinitas 0,1-25 ppt (tumbuh dengan baik 10-30 ppt, ideal 15-25 ppt) dan suhu 12-31C baik pada 24-34oC dan ideal pada 28-31oC). Di beberapa negara Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Cina, udang vaname juga dipelihara di lingkungan tawar dan menunjukkan perbedaan produktivitas yang tidak signifikan dengan yang dipelihara dihabitatnya (Kordi,K, 2009). Udang vaname juga merupakan organisme laut yang menghabiskan siklus hidupnya di muara air payau (Clay dan Navin, 2002 dalam Wibisono 2011).
Menurut Kordi.G, (2012), Udang Vaname (L. vannamei) adalah salah satu spesies udang unggul yang sejak tahun 2002 mulai dikulturkan di tambak-tambak di Indonesia. Udang yang biasa disebut pacific white shrimp atau rostris ini berasal dari perairan Amerika, dan hawai, dan sukses dikembangkan diberbagai negara di Asia, seperti Cina, Thailand, Vietnam dan Taiwan. Secara ekolologis, udang vaname mempunyai siklus hidup identik dengan udang windu, yaitu melepaskan telur di tengah laut, kemudian terbawa arus dan gelombang menuju pesisir menetas menjadi nauplius, seterusnya menjadi stadium zoea, mysis, postlarva, dan juvenil. Pada stadium juvenil telah tiba di daerah pesisir, selanjutnya kembali ke tengah laut untuk proses pendewasaan telur.