Kuliah – 2 Analisis Landskap Terpadu Landform Tektonik

Tektonisme adalah Proses pergerakan lempeng benua maupun samudera di karenakan arus konveksi dari panas dapur magma. Peristiwa ini dapat menimbulkan patahan maupun lipatan yang nantinya akan nampak pada permuakaan bumi atau berdasarkan sumber lain. Menurut Anwas (2008) menyatakan bahwa,  tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya dislokasi (perubahan letak) patahan dan retakan pada kulit bumi dan batuan.

Gaya tektonik dibedakan menjadi 2 yaitu sebagai berikut:

  1. Tektonik epirogenesa, merupakan gerakan vertical lapisan
  • Epirogenesa positif ke dalam bumi, yaitu gerakan yang mengakibatkan turunnya lapisan kulit bumi, sehingga permukaan air laut terlihat naik dan daratan menurun.Contoh : Tenggelamnya Pulau-Pulau
  • Epirogenesa negative ke luar bumi, yaitu gerakan yang mengakibatkan naiknya lapisan kulit bumi, sehingga permukaan air laut terlihat turun dan daratan menaik. Contoh : Munculnya Pulau-Pulau Baru
  1. Tektonik orogenesa, merupakan gerakan tektonik yang meliputi wilayah yang sempit. Gerak orogenesa, merupakan gerakan pembentuk lipatan dan patahan dengan daerah yang lebih sempit.
  • Lipatan: terjadi akibat tenaga endogen yang mendatar dan bersifat liat (plastis) sehingga permukaan bumi mengalami pengerutan
  • Patahan: terjadi akibat tekanan dalam bumi menyebabkan patahan jika bekerja pada lapisan batuan yang tidak elastis atau keras. Akibatnya, kerak Bumi retak kemudian patah.

Jenis – jenis patahan:

Horst adalah patahan dengan arah vertical, dimana posisi daerah tersebut lebih tinggi dari daerah sekitarnya, dikarenakan patahan/ sesar yang mengalami kenaikan

Graben/ Slenk adalah patahan dengan arah vertical, dimana posisi daerah tersebut lebih rendah dari daerah sekitarnya, dikarenakan patahan/ sesar yang mengalami penurunan.

Leksuur adalah patahan dengan arah vertical, dimana posisi daerah tersebut mengalami penurunan atau kenaikan sebagian saja

Blok mountain adalah kumpulan pegunungan yang terdiri atas beberapa patahan

Bentuk lahan di muka bumi berkaitan dengan

  • Aktivitas dari kulit bumi yang meliputi: bentuk, sifat, susunan, kulit bumi
  • Aktivitas dari luar bumi yang meliputi: aktivitas pelapukan, pengangkatan, dan pengendapan.

Berdasarkan lama waktu terbentuk dipengaruhi oleh:

  • Tenaga dari dalam bumi (endogen), yang bergantung pada jenis lapisan yang terdapat di dalamnya baik halus maupun yang kasar.
  • Tenaga dari luar bumi (eksogen), berhubungan dengan seberapa cepat suatu lahan mengalami degaradasi.

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam perut bumi, dan tenaga endogen menggerakan kulit bumi.

Tenaga endogen terdiri dari:

  • Gempa bumi, yaitu getaran pada kulit bumi yang disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi.
  • Vulkanisme, yaitu segala peristiwa yang menyebabkan magma naik ke permukaan bumi.
  • Tektonisme, yaitu perubahan letak lapisan batuan baik secara mendatar maupun tegak lurus

Terbentuknya Ring of Fire

Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (bahasa Inggris: Ring of Fire) adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.

Dilihat dari kondisi geografisnya , Indonesia merupakan wilayah dengan ancaman bencana gempa bumi dan tsunami dengan intensitas yang cukup tinggi. Indonesia merupakan daerah pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan Lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusa Tenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku Utara. Di sekitar lokasi pertemuan lempeng inilah terjadi akumulasi energi tabrakan hingga sampai suatu titik lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi dan akhirnya energi tersebut akan dilepas dalam bentuk gempa bumi.

Teori Pergeseran benua

Wegener mengemukakan teori tentang perkembangan bentuk permukaan bumi berhubungan dengan pergeseran benua. Menurut Wegener, di permukaan bumi pada awalnya hanya terdapat sebuah benua besar yang disebut Pangea (dalam bahasa Yunani berarti keseluruhan bumi), serta sebuah samudra bernama Panthalasa. Benua tersebut kemudian bergeser secara perlahan ke arah ekuator dan barat mencapai posisi seperti sekarang.

Daftar Pustaka

Anwas, Oos M. 2008. Bentuk Muka Bumi. Yudisthira. Jakarta