Monthly Archives: October 2013

HUBUNGAN DATABASE DENGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI PERPUSTAKAAN

10 October 2013
Comments Off on HUBUNGAN DATABASE DENGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI PERPUSTAKAAN

Manajemen dalam hal ini merupakan sebuah bentuk kegiatan mengelola bahan pustaka atau data yang dapat memberikan sebuah informasi yang dapat berguna bagi kepentingan manusia. Kepentingan manusia yang dimaksudkan disini adalah kepentingan bagi para pemakai atau user di perpustakaan yang bersangkutan. Sehingga dalam pengelolaan data itu sendiri dibutuhkan sebuah pangkalan data yang difungsikan untuk mengumpulkan data, mengelola data, menyimapan data, serta menyampaikan beragam informasi yang diinginkan oleh pengguna di perpustakaan. Kaitannya dengan beragam kegiatan tersebut, maka dibutuhkanlah sebuah pangkalan data di sebuah perpustakaan yang disebut dengan Database perpustakaan.

Database sendiri sebenarnya merupakan sebuah kumpulan informasi yang disimpan di dalam sebuah komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh suatu informasi dari basis data tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, maka di sebuah perpustakaan juga dibutuhkan suatu manajemen untuk mengelola atau untuk mengaplikasikan semua bentuk kegiatan di perpustakaan dengan baik. Baik dalam hal ini yaitu baik dalam hal perencanaan,pengorganisasian,serta kegiatan lain yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pokok dari perpustakaan tersebut. Manajemen database ini difungsikan agar setiap kegiatan yang ada di perpustakaan ammpu dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan sebuah planning atau perencanaan yang ditetapkan oleh pimpinan perpustakaan. Adanya sebuah manajemen database di sebuah perpustakaan akan berpengaruh terhadap minat atau keinginan masyarakat pemustaka untuk datang ke perpustakaan guna penelusuran sebuah informasi yang diinginkannya karena dengan adanya manajemen database yang bauk dan benar akan mempermudah pemustaka juga pustakawan dalam hal pengelolaan sebuah informasi.

Terdapat beberapa tujuan dari perancangan sebuah manajemen database di perpustakaan. Tujuan tersebut yaitu :

  • Memudahkan pemustaka dalam penelusuran informasi yang dibutuhkan
  • Menyediakan sebua tempat penyimpanan data yang relevan atau cocok di perpustakaan
  • Mengapus data-data yang berlebihan
  • Melindungi data dari kerusakan fisik
  • Memungkinkan perkembangan lebih lanjut di dalam sistem database.

Hubungan dengan tujuan manajemen database di dalam sebuah perpustakaan tadi maka dalam hal ini seorang pustakawan dituntut untuk mampu memberikan sebuah gambaran mengenai tingkat kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka. Kebutuhan akan informasi ini tentunya juga sangat beragam. Dalam hal ini, kebutuhan informasi tersebut dibutuhkan oleh pelajar,mahasiswa,pegawai,atau bahkan juga dibutuhkan oleh masyarakat atau khalayak umum.

Menyikapi kebutuhan pemustaka yang beragam tersebut, disini peran database dalam manajemen perpustakaan sangatlah dibutuhkan disamping peran pustakawan sebagai pengelola database tersebut. Pustakawan dalam hal ini dituntut untuk mampu menyediakan beragam informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka. Untuk itu pustakawan haruslah membuat membuat data-data yang berisi mengenai daftar bahan pustaka atau koleksi guna memenuhi kebutukan pemustaka.

Banyaknya permintaan bahan pustaka yang dibutuhkan oleh pemustaka tersebut menyebabkan adanya sebuah ketidakmungkinan apabila data-data tersebut diolah secara manual oleh pustakawan, maka pustakawan membutuhkan sebuah program pengolah data yang bersifat komplit atau kompleks. Misalnya data tentang judul buku yang diinginkan oleh pemustaka, pengarang buku yang diinginkan oleh pemustaka, serta penerbit yang diinginkan oleh pemustaka, dan lain sebagainya.

Database yang terdapat dalam sistem informasi perpustakaan ini terdiri dari :

  1. Jumlah buku yang terdapat pada perpustakaan
  2. Informasi detail dari setiap buku yang ada (nama pengarang, penerbit, dll)
  3. Jumlah dan data member perpustakaan
  4. Waktu aktif sistem
  5. Status buku (sedang dipinjam atau tidak)
  6. Sistem penghitungan denda pada pengembalian buku yang terlambat

Sistem Informasi Perpustakaan ini akan dibuat dalam bentuk Database untuk pengelolaan segala data yang ada pada perpustakaan. Sistem informasi perpustakaan membutukan Hardware dan Software. Yang dimaksud dengan Hardware adalah beberapa perangkat komputer untuk menjalankan sistem ini. Komputer yang dapat digunakan user yang merupakan pengunjung perpustakaan, komputer yang digunakan oleh user yang merupakan pengelola/petugas perpustakaan, serta komputer server yang merupakan bagian utama dari sistem ini (tempat dilakukannya kontrol pada sistem). Dan yang dimaksud dengan Software adalah sistem pelacakan dan pengenalan pola wajah ini membutuhkan beberapa software pendukung, yaitu Microsoft Office Access 2007 Database (untuk penyimpanan data-data yang ada di perpustakaan), data management system (untuk pengelolaan data base karyawan), sistem operasi (untuk pengoperasian sistem), serta sistem matematika (untuk penghitungan denda jika terjadi keterlambatan). Sistem informasi ini menggunakan jaringan lokal, di mana antar komputer terhubung menggunakan Local Area Network (LAN) dan dikontrol oleh komputer server.

RESUME “Dunia Dalam Genggamanmu” Metro TV Edisi 6 Oktober 2013

9 October 2013
Comments Off on RESUME “Dunia Dalam Genggamanmu” Metro TV Edisi 6 Oktober 2013

S

ebagai operator selular terbesar di Indonesia dan sebagai perusahaan milik bangsa Indonesia, Telkom Group memiliki tanggung jawab untuk turut menyukseskan perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) yang akan berlangsung dari tanggal 1 sampai 8 Oktober 2013 di Bali. Untuk itu, Telkom Group telah melakukan persiapan untuk memastikan kebutuhan layanan komunikasi dalam penyelenggaraan KTT APEC 2013 dapat dilayani dengan prima dari sisi teknologi, produk, serta layanan. Dan, bersama dengan Telkomsel meluncurkan Kartu Perdana simPATI APEC, yang dirancang khusus untuk APEC 2013.

Untuk pelanggan simPATI  APEC, dapat menikmati gratis telepon selama 50 menit untuk panggilan internasional ke lebih dari 50 negara melalui layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) 01017, gratis 10 SMS internasional ke seluruh negara di dunia, gratis layanan data sebesar 52 MB untuk mengakses internet, serta gratis telepon 60 menit dan 100 SMS ke sesama pelanggan Telkomsel di Indonesia. Untuk kesiapan jaringan, Telkomsel beserta TelkomGroup menyiapkan 1.344 BTS dengan tambahan sejumlah 175 BTS baru khusus untuk melayani keperluan APEC dan penyediaan 12 unit COMBAT/ Mobile BTS. Selain itu, digelar 1.400 titik aksesFlashzone-seamless di lokasi-lokasi strategis sehingga pelanggan dapat memperoleh layanan broadband dengan kualitas prima di mana pun mereka berada.

Flashzone-seamless merupakan layanan WiFi bagi pelanggan Telkomsel yang sudah berlangganan paket data. Melalui layanan ini pelanggan dapat melakukan perpindahan koneksi jaringan dari 2G/3G ke WiFi secara otomatis untuk memperoleh akses data dengan kecepatan tinggi tanpa perlu registrasi.

Pada penyelenggaran KTT APEC 2013 kali ini, Telkomsel berkesempatan untuk menggelar uji coba 4G LTE, dengan menggandeng Nokia Solutions & Networks (NSN) sebagai technology partner. Untuk implementasi uji coba teknologi 4G LTE 1800 MHz di KTT APEC 2013 ini, Telkomsel telah menggelar sebanyak 39 BTS 4G LTE dengan cakupan seluruh venue KTT APEC dan tempat strategis terkait KTT APEC.