Daily Archives: 8 March 2013

materi kuliah-KEPEMIMPINAN

8 March 2013
Comments Off on materi kuliah-KEPEMIMPINAN

A.DEFINISI KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah suatu sikap pada diri indiviu Kepemimpinan merupakan sebuah sikap yang ada pada diri individu untuk mengatur serta mengorganisasikan beberapa orang untuk menjalankan suatu organisasi atau lembaga untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

Pada hakikatnya,kepemimpinan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi,memberi inspirasi,dan mengarahkan tindakan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Pemimpin adalah seseorang yang mampu untuk mengatur serta mengorganisasikan orang lain. Jiwa kepemimpinan ini pada dasarnya merupakan bawaan dari lahir akan tetapi jiwa kepemimpinan tersebut juga dapat dikembangkan ataupun ditumbuhkan dalam diri seseorang yang notabene tidak memiliki jiwa kepemimpinan.

B.KEPEMIMPINAN DALAM KONTEKS ORGANISASI PUBLIK

Kepemimpinan dalam organisasi publik,dalam hal ini seorang pemimpin dituntut agar mampu mengintegrasikan variabel-variabel organisasi dengan manajemen sumber daya manusia ke dalam ranah manajemen seorang pemimpin yang bersangkutan. Variabel-variabel organisasi dalam hal ini meliputi tujuan organisasi,struktur organisasi,mekanisme tata kerja,dan sistem penghargaan yang diberikan kepada anggota organisasi ynag berprestasi.

Wujud kepemimpinan dalam konteks organisasi publik ini ada 2 macam yaitu pemimpin formal dan pemimpin informal. Pemimpin formal merupakan seorang pemimpin yang untuk mencapai sebuah jabatannya tersebut membutuhkan sebuah perjuangan serta usaha yang keras. Contoh pemimpin formal yaitu seorang direktur,kepala desa,bupati,dan lain-lain. Sedangkan pemimpin informal adalah jabatan seorang pemimpin yang diperoleh tanpa membutuhkan sebuah usaha yang keras serta idak membutuhkan suatu pengorbanan. Jenis pemimpin ini umumnya dipilih masyarakat karena cenderung disegani oleh masyarakat sekitar. Contoh pemimpin informal adalah kyai,ustadz,dan tokoh masyarakat.

 

C.PERBEDAAN PEMIMPIN,MANAJER,DAN ADMINISTRATOR

Pada dasarnya,pemimpin,manajer,dan administrator ini sama,tetapi yang membedakan adalah ruang lingkupnya.Maksudnya,apabila dilihat dari sudut pandang ekonomi maka posisi manajer ini jauh lebih tinggi daripada seorang administrator.Tetapi,apabila dilihat dari sudut pandang politik atau administrasi,maka posisi seorang administrator ini jauh lebih tinggi daripada seorang manajer.Pemimpin dapat dikatakan seorang manajer maupun seorang administrator karena untuk menjadi seorang pemimpin seorang pemimpin tersebut telah dituntut untuk mampum mengondisikan dirinya sebagai administrator maupun seorang manajer.apabila kita melihat fakta yang terjadi di lapangan maka akan banyak sekali seorang pemimpin yang menjadikan dirinya sebagai seorang manajer maupun sebagai seorang administrator,walaupun sebenarnya pemimpin tersebut telah mempunyai bawahan yaitu seorang administrator dan seorang manajer.Hal ini dapat terjadi karena kebanyakan pemimpin belum memahami apa filosofi dan eksistensi dari seorang pemimpin sehingga terjebak dalam peran yang salah.

D.FUNGSI PEMIMPIN

Fungsi pokok kepemimpinan meliputi :

  • Sebagai pengambil keputusan

Dalam hal ini,seorang pemimpin dituntut untuk mampu mengambil sebuah keputusan yang terjadi dalam sebuah organisasi yang sedang ia pimpin.Pengambilan keputusan ini,dilakukan dengan mengadakan sebuah rapat pertimbangan pengambilan keputusan dengan bawahannya.Sehingga pemimpin tidakl terkesan diktator.

  • Memotivasi anak buah atau bawahan

Seorang pemimpin harus mampu untuk memotivasi serta menginspirasi bawahan sehingga bawahan mampu meningkatkan semangatnya selama ia menjalankan tugasnya seperti yang diinginkan oleh pimpinanya.

  • Sebagai sumber informasi

Pemimpin dalam hal ini bertindak sebagai sumber informasi karena pemimpin merupakan tempat bertanyanya bawahan apabila mengalami kendala dalam menjalankan tugasnya.Oleh karena itu,pemimpin dituntut untuk kaya akan sebuah informasi sehingga mampu memberikan sebuah solusi kepada bawahan ketika mengalami suatu kendala.

  • Menciptakan keadilan

Pemimpin bertindak sebagai pencipta keadilan karena apabila seorang pemimpin tersebut tidak bersikap adil,maka akan berdampak pada perpecahan dalam sebuah organisasi tersebut.Dalam menyelesaikan konflik yang muncul dalam sebuah organisasi,seorang pemimpin hendaknya tidak berat sebelah sehingga masalah dapat terselesaikan tanpa adanya dampak negatif yang berkelanjutan.

  • Sebagai seorang mediator

Pemimpin sebagai seorang mediator.Artinya pemimpin tersebut sebagai penengah dari sebuah konflik yang terjadi dalam sebuah organisasi atau lembaga.Munculnya konflik dalam sebuah organisasi tersebut biasanya disebabkan oleh perbedaan pendapat,perbedaan kepentingan dalam organisasi.Otomatis dalam hal ini,seorang pemimpin haruslah mampu mengatasi konflik yang tengah terjadi yaitu pemimpin menjadi seorang penengah atau sebagai seorang mediator.

E.FUNGSI KEPEMIMPINAN MENURUT HADARI NAWAWI

  • Fungsi instruktif

Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah.

  • Fungsi konsultatif

Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikasi dua arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin dalam usaha menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya.

  • Fungsi partisipasi

Dalam menjaiankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas-tugas pokok, sesuai dengan posisi masing-masing.

  • Fungsi delegasi

Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin memberikan pelimpahan wewenang membuay atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercayaan ssorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara bertanggungjawab. Fungsi pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan dan perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin seorang diri.

  • Fungsi pengendalian

Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif harus mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Dalam melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan.

F.VISI DAN INTUISI PEMIMPIN

Visi merupakan sebuah impian yang ingin diwujudkan  yang mencerminkan ambisi,daya tarik besar,hasrat,semangat,dan keadaan atau perwujudan ideal di masa depan.

Visi ini akan menjadikan pedoman bagi setiap karyawan untuk bertindak dan mengambil keputusan sehingga mengarahkan organisasi pada perubahan yang ideal di masa depan

Visi mengandung tantangan yang besar yang harus dihadapi oleh organisasi,dan dianggap sebagi bintang petunjuk (guiding star) yang mengarahkan langkah setiap orang untuk mewujudkannya. Tanpa adanya visi yang jelas maka organisasi tersebut akn bergerak dengan setengah-setengah atau ragu-ragudan mudah terombang-ambingkan oleh tekanan eksternal.Akibatnya,setiap orang di dalam organisasi akan kehilangan komitmen dan lebih banyak bergerak untuk mencapai tujuan-tujuan yang sepele.Selain itu,organisasi akan berjalan dengan lambat dan tidak akan pernah menghasilkan perubahan yang signifikan dan berharga.

G.MEMBANGUN VISI DAN INTUISI PEMIMPIN

Membangun visi serta intuisi seorang pemimpin dapat dilakukan dengan beberapa hal anatra lain :

  • Menciptakan hubungan saat ini menuju masa depan

Dalam hal ini,pemimpin harus memiliki visi bifocal (bifocal vision) yaitu kemampuan seorang pemimpin untuk mampu melihat dan menghadapi kebutuhan organisasi saat ini dan memenuhi kewajiban saat ini sementara juga harus mampu mencapai impian di masa mendatang.

  • Memunculkan motivasi dan semangat menuju masa depan

Seorang pemimpin harus mampu untuk menumbuhkan inspirasi,semangat,spirit,dan komitmen untuk diperjuangkan dalam mencapai sesuatu yang lebih bermakna bagi kehidupannya,orang lain,dan masyarakat.

  • Menetapkan standart kualitas  di dalam organisasi

Seorang pemimpin harus mampu menyediakan sebuah ukuran bagi karyawan dalam menilai kontribusi mereka bagi organisasi.Dengan adanya standart kualitas kuliatas dalam organisasi,akan membuat setiap orang mampu memahmi kontribusi apa yang bisa diberikannya bagi organisasi.

  • Menyediakan makna kerja bagi orang-orang

Pemimpin harus mampu menciptakan sebuah visi yang membuat oranga tau bawahannya mencintai tujuan yang mendasar dan mencakup keseluruhan makna yang mereka dapatkan di dalam bekerja.

H.INTUISI

Intuisi dalam hal ini sangatlah diperlukan bagi seorang pemimpin untuk mengetahui akar dari sebuah masalah yang muncul karena memungkinkan pemimpin untuk menggunakan firasat sekaligus nalar untuk menemukan pilihan terbaik bagi orang-orangnya serta organisasi yang dia pimpin.

I.STRATEGI UNTUK MEWUJUDKAN VISI DAN INTUISI SEORANG PEMIMPIN

  • Kompetensi pokok organisasi

Kompetensi merupakan suatu hal yang dilakukan organisasi dengan sangat baik dibandingkan dengan kompetitor.Pemimpin harus mampu memformulasikan kekuatan unik organisasi,yang mampu membuat organisasinya berbeda dengan para pesaingnya.Kompetensi pokok ini biasanya berwujud penguasaan teknologi,pelayanan yang unggul,produk yang berkualitas,efisiensi,dan sebagainya.

  • Mengembangkan sinergi

Sinergi ini terjadi ketika bagian-bagian dalam organisasi berinteraksi,bersatu padu,saling berkerja sama untuk mengahasilkan produk yang unggul dan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

  • Menciptakan keuntungan dan nilai bagi konsumen

Menciptakan nilai tambah (creating valure for customers) bagi konsumen juga merupakan unsur pokok yang harus diperhatikan dan dipenuhi oleh seorang pemimpin.Organisasi yang tidak mampu memberikan nilai tambah bagi konsumen,secara cepat akan ditinggalkan konsumennya,dan pada akhirnya oraganisasi akan hidup seumur jagung dan akhirnya akan mati sia-sia.Produk yang unggul adalah produk yang mampu memberikan kepuasan lebih,keuntungan lebih,dan mempunyai makna yang lebih besar jika dibandingakan dengan nilai uang yang dikeluarkan oleh konsumen.

J.REFERENSI

seperti biasa dengan cinta

8 March 2013
Comments Off on seperti biasa dengan cinta

Aku seringkali memerhatikan senyummu dari kejauhan. Berkali-kali tersenyum dan tertawa kecil saat bayangmu berputar-putar di otakku. Menyakitkan memang jika tahu kamu tak pernah ada di dekapku, tapi bukankah cinta juga butuh rasa sakit? Rasa sakit yang kunikmati setiap goresan lukanya… karena mencintaimu.

Aku memang pengecut, tak berani mengucap cinta dan mengamit rindu di depanmu. Tapi… ada beberapa sisi gelapku yang tak kauketahui, aku selalu mendoakanmu, merapal namamu dalam  percakapan panjangku dengan Tuhan. Memang, cinta itu terasa seperti siksa, ketika pengungkapan tertahan pada bibir kelu, ketika tatapanku hanya bisa menjagamu dari kejauhan. Di atas semua siksa itu, aku tetap mencintaimu.

Ketika tatapan kita saling bertemu, seperti ada listrik yang menjalar di tubuhku, lalu jutaan kupu-kupu menari riang di perutku. Entah harus disebut apa, yang jelas saat-saat bola matamu menyentuh bening mataku, aku seperti lupa bernafas, seakan-akan ginjal berpindah ke usus dua belas jari. Aku seperti patung yang tak berpembuluh darah. Mungkin… perasaan aneh ini tak juga kamu rasakan, karena sosokmu selalu saja begitu, menganggapku teman biasamu. Atau mungkin saja, kamu lupa namaku, kamu tak ingat setiap abjad dalam nama lengkapku. Aku memang bukan siapa-siapa di matamu.

Tak dapat dipungkiri memang, pemendaman yang menyakitkan selalu butuh pengungkapan, dan rasa yang disembunyikan harus menemukan kejelasan. Aku memutar otak, berpikir lebih keras dari biasanya. Lalu… kutatap lagi dirimu di sudut itu, beberapa meter dariku. Ada tangan nakal yang seakan-akan menarik hatiku, menggelitik rasaku, untuk setidaknya mengucap sepatah dua patah kata. Tak peduli harus terlihat bodoh ataupun tolol di matamu. Aku hanya ingin kamu memerhatikanku, walaupun hanya sedikit, walaupun hanya sedetik!

Kamu bukan malaikat dengan sayap indah, atau iblis menyebalkan dengan tanduk di kepala. Ini bukan soal keindahan fisik atau seberapa tebal dompetmu, ini tentang perasaan absurd yang bahkan tak kusadari. Ini tentang perasaan aneh yang merasuki tidur malamku dan bangun pagiku, selalu saja wajahmu tergambar jelas saat itu. Aku terhipnotis. Dan kamulah sebab dari rasa mabuk yang memiringkan langkahku, juga menganggu kinerja otakku.

Cukup! Aku sekarat! Aku harus menyapamu lebih dulu! Aku harus mendengar suara lembutmu mengalun. Ah… logika tak boleh ikut dalam permainan rumit bernama cinta. Tapi, lagi-lagi bibirku kelu! Lagi-lagi tentang rasa malu!

Lalu.

Aku mundur.

Selangkah.

Dua langkah.

Lalu kembali memerhatikanmu lagi.

Diam-diam.

Seperti biasa dengan cinta.

HUMANISME

8 March 2013
Comments Off on HUMANISME

HUMANISME

Dilihat dari segi kebahasaan, humanisme berasal dari kata Latin humanus dan mempunyai akar kata homo yang berarti manusia. Humanus berarti sifat manusiawi atau sesuai dengan kodrat manusia (A.Mangunhardjana dalam Haryanto Al-Fandi, 2011:71). Sebagai paham, pendukungnya disebut humanis. Paham humanis adalah suatu aliran untuk mempelajari dan menyelidiki buku-buku pengetahuan yang ditinggalkan oleh orang-orang Yunani dan Romawi. Buku-buku tersebut dicetak lagi dan diberi penjelasan. Selain humanus, terdapat istilah umanista, yakni jargon zaman Renaissance yang sejajar dengan artista (seniman) atau iurista (ahli hukum). Umanista adalah guru atau murid yang mempelajari kebudayaan, seperti gramatika, retorika, sejarah, seni puisi, atau filsafat moral.

Secara terminologi, humanisme berarti martabat dan nilai dari setiap manusia, dan semua upaya untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan alamiahnya (fisik nonfisik) secara penuh. (Hasan Hanafi dalam Haryanto Al-Fandi, 2011:71).

Abdurrahman Mas’ud (2004:135) mengemukakan bahwa humanisme dimaknai sebagai kekuatan atau potensi individu untuk mengukur dan mencapai ranah ketuhanan dan menyelesaikan permasalahan-permasalah sosial. Menurut pandangan ini, individu selalu dalam proses menyempurnakan diri.

humanisme mencoba untuk melihat kehidupan manusia sebagaimana manusia melihat kehidupan mereka. Mereka cenderung untuk berpegang pada prespektif optimistik tentang sifat alamiah manusia. Mereka berfokus pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya, serta dalam meraih potensi maksimal mereka. Dalam pandangan humanistik, manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.

Humanisme lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Pendekatan ini melihat kejadian yaitu bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif. Kemampuan bertindak positif ini yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik yang beraliran humanisme biasanya memfokuskan pengajarannya pada pembangunan kemampuan positif ini. Kemampuan positif disini erat kaitannya dengan pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain afektif. Emosi adalah karakterisitik yang sangat kuat yang nampak dari para pendidik beraliran humanisme.

Humanisme sebagai suatu aliran dalam filsafat, memandang manusia itu bermartabat luhur, mampu menentukan nasib sendiri, dan dengan kekuatan sendiri mampu mengembangkan diri. Pandangan ini disebut pandangan humanistis atau humanisme.

Humanisme modern dibagi kepada dua aliran. Humanisme keagamaan/religi berakar dari tradisi Renaisans-Pencerahan dan diikuti banyak seniman, umat Kristen garis tengah, dan para cendekiawan dalam kesenian bebas. Pandangan mereka biasanya terfokus pada martabat dan kebudiluhuran dari keberhasilan serta kemungkinan yang dihasilkan umat manusia.

Humanisme sekular mencerminkan bangkitnya globalisme, teknologi, dan jatuhnya kekuasaan agama. Humanisme sekular juga percaya pada martabat dan nilai seseorang dan kemampuan untuk memperoleh kesadaran diri melalui logika. Orang-orang yang masuk dalam kategori ini menganggap bahwa mereka merupakan jawaban atas perlunya sebuah filsafat umum yang tidak dibatasi perbedaan kebudayaan yang diakibatkan adat-istiadat dan agama setempat.

Pemakaian istilah humanisme mula-mula terbatas pada pendirian yang terdapat di kalangan ahli pikir di zaman Renaissance yang mencurahkan perhatian kepada pengajaran kesusateraan Yunani dan Romawi Kuno dan kepada perikemanusiaan.

Posisi humanisme sama dengan reformasi. Keduanya sama-sama mengunggulkan pencapaian individu. Perbedaannya adalah bahwa humanisme, kebenaran yang mereka pikirkan tidak terikat pada kebenaran Tuhan. Manusia adalah pusat, bukan Tuhan. Pemikiran tersebut dipengaruhi oleh ilmu alam, kelak menjadi aliran rasionalisme. Senaliknya aliran reformasi tidak memuja manusia dan keindahan, tetapi memuja Tuhan. Kebahagiaan bukan di dunia, melainkan di surga.

http://www.tuanguru.com/2012/06/pengertian-humanisme.html

http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/teori-humanistik.htm