METADATA DAN TEKNIK HYPERTEXT

4 March 2014
Comments Off on METADATA DAN TEKNIK HYPERTEXT

<html>

<head>

<title>LATIHAN</title>

</head><body bgcolor=yellow>

<marquee> DATA MAHASISWA </marquee>

<table border=1>

<tr bgcolor=pink style=”color:red”>

<th rowspan=”2″> No </th>

<th rowspan=”2″> NIM </th>

<th colspan=”3″> NILAI </th>

</tr> <tr bgcolor=pink>

<th><font color=red>NAMA</th>

<th><font color=red>UTS</th>

<th><font color=red>UAS</th>

</tr> <tr> <tr> <th>1</th>

<td>17878</td> <td>Budi</td>

<td>80</td> <td>90</td> </tr>

<tr> <th>2</th> <td>17899</td>

<td>Ani</td> <td>80</td>

<td>70</td>

</tr>

</table>

</body>

</html>

MATAKULIAH PEMROGRAMAN 2

27 February 2014
Comments Off on MATAKULIAH PEMROGRAMAN 2

Materi  :

1. dasar-dasar pemrograman

2. variabel dan tipe data

3. percabangan atau seleksi

4. perulangan atau looping

5. array

7. koneksi database dan program aplikasi menggunakan VB.NET

8. UTS

9. desain form inputan dan output

10. pembuatan report

11. presentasi tugas proyek 1

12. presentasi tugas proyek 2

13. deployment program aplikasi

14. presentasi proyek 3

15. UAS

UAS 30%

UTS 25%

TGS 20%

QUIZ 15%

kehadiran 10%

 

PENGERTIAN DASAR HTML BESERTA CARA PEMBUATAN HTML SECARA MANUAL

25 February 2014
Comments Off on PENGERTIAN DASAR HTML BESERTA CARA PEMBUATAN HTML SECARA MANUAL

HTML adalah singkatan dari HyperText Markup Language yaitu bahasa pemrograman  standar yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, yang kemudian dapat diakses untuk menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajahan web internet (Browser) . HTML dapat juga digunakan sebagai link link antara file-file dalam situs atau dalam komputer dengan menggunakan localhost, atau link yang menghubungkan antar situs dalam dunia internet. Supaya  dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi Pemformatan hiperteks sederhana ditulis dalam berkas format ASCII sehingga menjadi halaman web dengan perintah-perintah HTML.

Untuk membuat halaman diperlukan sebuah kode html. Kode-kode tersebut antara lain :

  1. <html></html> terdapat pada awal dan akhir dari file HTML
  2. <head></head> menyatakan keterangan atau  bagian umum file HTML. Biasanya judul dari file HTML tersebut.
  3. <title></title> menyatakan bagian judul dari HTML atau mendefinisikan judul atau title pada dokumen .
  4. <body></body> merupakan bagian yang menyatakan isi dari HTML yang akan dibuat.
  5. <table></table> merupakan bagian yang digunakan untuk membuat table pada halaman HTML.
  6. <tr></tr> merupakan bagian yang berfungsi dalam hal pembuatan baris dalam halam HTML.
  7. <th></th> merupakan table heading pada dokumen yang berfungsi untuk membuat judul pada table.
  8. <td></td> merupakan bagian dalam HTML yang digunakan untuk membuat kolom pada table HTML.

Berikut ini merupakan hasil tampilan pada Latihan pembuatan HTML yang telah dikerjakan dengan menggunakan cara manual yaitu dengan penggunaan Notepad pada pembuatannya :

<html>

<head>

<title>LATIHAN </title>

</head>

<body bgcolor=green>

<font color=red face=jokerman>

FIA-UB

<table border=1>

<tr bgcolor=yellow>

<th>No</th>

<th>Nama Daerah</th>

<th>Jumlah Penduduk/th>

</tr>

<th>1</th>

<td>Dinoyo</td><td>1500</td>

</tr>

<th>2</th>

<td>Landungsari </td><td>2000</td>

</tr>

</font>

</body>

</html>

Selamat Mencoba , Semoga Bermanfaat..

TEKNO KOMPAS EDISI 14 DESEMBER 2013

19 December 2013
Comments Off on TEKNO KOMPAS EDISI 14 DESEMBER 2013

TEKNO RELEASE

Nokia merilis Nokia Lumia 1020. Nokia Lumia 1020 memiliki spesifikasi lengkap dan mempunyai resolusi yang besar, Nokia Lumia 1020 bisa mengalahkan resolusi kamera digital karena Nokia Lumia 1020 memiliki 41 mega pixel untuk kamera utama. Jaringan Nokia Lumia 1020 memiliki 2G, 3G dan 4G maka sudah termasuk memudahkan kita untuk akses internet dengan cepat. Dimensi 130.4 x 71.4 x 10.4 mm, 96.9 cc (5.13 x 2.81 x 0.41 in), dengan lebar layar 4.5 inches. Memory internal yang besar 32 GB, 2 GB RAM. Akan tetapi yang di sayangkan tidak ada memory eksternal yang bisa menambah daya penyimpanan yang besar. OS Microsoft Windows Phone 8 dan Non-removable Li-Ion 2000 mAh battery (BV-5XW).

TEKNO GAME

Warner Bros bekerja sama dengan Lego, membawa game populer Lego Star Wars : The Complete Saga ke platform iOS. Game ini sendiri membutuhkan iOS versi 6.0 ke atas. Menurut Warner Bros, game ini dioptimalkan penggunaannya untuk perangkat iPhone terbaru, iPad, dan iPod touch.

Aplikasi game tersebut tersedia secara gratis untuk diunduh melalui Apple App Store. Meskipun demikian, para pemain tidak akan bisa memainkan keseluruhan episode yang ada pada game ini. Para pemain hanya dapat memainkan alur cerita dari “Episode 1: The Phantom Menace” saja. Karena tak seluruhnya yang diberikan itu gratis. Perlu ada pemasukan tambahan untuk dapat mengembangkan game ini dengan lebih lanjut.

Seperti dikutip dari Cnet, Sabtu (14/12/2013), untuk dapat memainkan Star Wars sisanya, Episode 2 hingga 6, pemain harus membayar uang sejumlah 14,99 dollar AS. Hal ini merupakan strategi pasar yang dijalan loleh pihak perusahaan game dunia tersebut.

Selain alur permainan, pemain juga dapat membeli sejumlah item yang ada di dalam game (in-app purchase). Lego Star Wars : The Complete Saga sendiri sebenarnya sudah dirilis untuk Xbox 360, Playstation 3, Wii, dan PC sejak 2007 silam. Tetapi karena di era teknologi ini, handphone semakin berkembang serta semakin canggih, maka segalanya dibuat agar dioperasikan di berbagai handphone. Game ini menggunakan alur cerita dan tokoh Star Wars dari film pertama hingga keenam.

Uniknya, tokoh dan semua benda yang ada di game ini digambarkan dengan tema permainan Lego. Ini bukan pertama kalinya bagi Lego dalam bekerja sama denganfranchise lain untuk merilis game. Selain Star Wars, Lego tercatat pernah merilis game dengan tema Harry Potter, Batman, Lord of The Rings, Pirates of Caribbean, dan masih banyak lagi.

Salah satu contohnya adalah Lego The Hobbit yang diambil dari film The Lord of The Rings. Warner Bros, Interactive Entertainment, TT Games dan The LEGO Group resmi beberapa perusahaan terkemuka di dunia mengumumkan game “Lego The Hobbit”. Mereka menyebutkan bahwa game ini akan siap meluncur pada 2014 mendatang. Seperti yang dikutip dari situs Comingsoon.net oleh Tom Stone, Managing Director TT Games, menyatakan bahwa mereka mencoba untuk membangun karakter dan lingkungan Middle Earth-nya Peter Jackson lewat permainan Lego The Hobbit ini. Hal ini tentu menambah keseruan serta antusias gamer yang akan menguji keahlian mereka dalam bermain game. Dalam permainan ini pemain dapat memilih menjadi siapa tergantung karakter Hobbit kesukaan mereka antara lain, Bilbo, Gandalf, dan semua kurcaci seperti Thorin, Fili, Kili, Oin, Gloin, Dwalin, Balin, Bifur, Bofur, Bombur, Dori, Nori, dan Ori. Masing-masing karakter tersebut memiliki kemampuan khusus tersendiri.Tidak hanya beragam pilihan pada karakter, pemain juga akan mengunjungi lokasi-lokasi inti pada versi film. Termasuk diantaranya Bag End, lubang Hobbit milik Bilbo di Hobbiton, menjelajah ke kota Goblin, Mirkwppd dan Rivendell.

Sepanjang permainan nantinya pemain akan memecahkan beragam puzzle, mengambil bagian dalam pencarian harta karun dan bertarung melawan Orcs serta memancing dengan menggunakan tali. Dari semua yang dilalui itu nantinya pemain akan mendapatkan gems, menjarah dari musuh, dan mendapatkan bermacam barang dengan kekuatan atau membangun struktur LEGO baru. Lego The Hobbit akan mengambil jalan cerita yang disesuikan pada dua film dari trilogi The Hobbit, yakni The Hobbit : An Unexpected Journey dan The Hobbit : Desolation of Smaug.

Sementara untuk seri terakhir yang berjudul The Hobbit : There and Back Again belum dipastikan akan hadir dalam permainan ini karena filmnya sendiri baru akan dirilis Desember 2014 mendatang. Nantinya permainan ini dapat ditemui pada Xbox One, Xbox 360, PlayStation 4, PlayStation 3, PlayStation Vita, Wii U, Nintendo 3DS, dan juga Windows PC serta Mac. Meski Lego The Hobbit ini sudah dipastikan akan rilis pada 2014 tapi belum ada kepastian waktu resminya.

Review Tekno Kompas Edisi 30 November 2012

19 December 2013
Comments Off on Review Tekno Kompas Edisi 30 November 2012

Tekno Flash
The Pirate Bay, telah mendapat kabar yang kurang mengenakkan. Swedia, tempat domain Pirate Bay saat ini, berencana untuk memblokir situs tersebut. Langkah antisipasi pun langsung dibuat. Domain Pirate Bay langsung dipindah. Apabila awalnya Pirate Bay berada didomain Swedia (.se), kini domain tersebut dipindah ke Greenland (.gl). Beberapa aplikasi di google chrome mempermudah pengguna untuk mengakses media sosial. The premium google saat ini dikabarkan sedang mengerjakan proyek integrated development environment (IDE) yang nantinya aplikasi berbasis chrome bisa dijalankan diluar browser dan bekerja secara offline.

The World Robotic Olimpiad 2013. Sebuah kompetisi robot tingkat dunia yang diadakan secara tahunan, dan kali ini Indonesia sebagai tuan rumah. Kompetisi yang diikuti oleh 1500 peserta yang berasal dari 37 negara ini bertema world heritage, dimana masing-masing peserta mulai dari tingkat SD hingga tingkat umum beradu kreativitas untuk menampilkan warisan budaya masing-masing yang diwujudkan dalam bentuk robot. Salah satu tujuan dari tema dalam lomba ini adalah untuk mengajak semua peserta mempromosikan budaya negara mereka masing-masing dan bagaimana melestarikan budaya mereka. Para peserta diuji kreatifitasnya dan ketangkasannya untuk merakit sebuah robot mulai dari nol.

Tekno Realease
Diakhir tahun 2013, BlackBerry meluncurkan seri Z terbaru yaitu Z30 yang merupakan smartphone kelima yang dikeluarkan BlackBerry sepanjang tahun 2013. BlackBerry Z30 ini menjawab keraguan para penggunanya setelah BBM for all resmi digunakan dan beberapa perusahaan BlackBerry harus merumahkan beberapa pegawainya. Z30 adalah ponsel pertama yang telah memakai sistem operasi BlackBerry 10 terbaru, yakni versi 10.2. sejumlah fitur baru hadir dalam BlackBerry Z30 ini, antara lain BBM Now yang menampilkan pesan masuk disisi atas layar sekalipun anda sedang membuka aplikasi lain. Anda bisa langsung menjawab pesan tersebut tanpa harus menutup aplikasi yang sedang anda gunakan.

Adapula fitur baru bernama BlackBerry Priority Hub, yang mengumpulkan pesan penting dari kontak tertentu berdasarkan pengaturan maupun kebiasaan sehai-hari penggunanya. BlackBerry Z30 dibekali prosesor dual-core Qualcomm MSM8960T Pro Snapdragon 1,7GHz, unit prosesor grafis Andreno 320, RAM 2 GB, memori internal 16 GB, serta mendukung jaringan 2G, 3G, hingga 4G LTE. Layar 5 inci yang diusung beresolusi 1.280 x 720 piksel dengan kecepatan 294 piksel per inci (PPI). Kamera belakang mengusung sensor 8MP dengan lampu kilat LED serta kamera depan 2MP. Selain itu BlackBerry Z30 mempunyao kekuatan baterai 2880mAh yang diklaim bisa tahan 25 jam tanpa di charge serta adanya antanna yang berada didalam device agar sinyal BlackBerry Z30 ini selalu bagus disemua tempat. BlackBerry Z30 ini dibandrol dengan harga 7,9 juta. Smart TV milik Thosiba L 4300 yang terkoneksi langsung Google Play dengan android 4.2 Jelly Bean. Smart TV ini dibandrol dengan harga 14 juta.

Penerapan Manajemen Perpustakaan Sekolah Guna Mengoptimalkan Peran dan Fungsi Perpustakaan Sebagai Jantung dari Ilmu Pengetahuan

28 November 2013
Comments Off on Penerapan Manajemen Perpustakaan Sekolah Guna Mengoptimalkan Peran dan Fungsi Perpustakaan Sebagai Jantung dari Ilmu Pengetahuan

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1  Latar Belakang

Pada dasarnya manajemen merupakan bentuk kegiatan dimana kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan cara-cara pemikiran alamiah atau praktis denagn pemanfaatan segala sektor dan sumberdaya menurut suatu perencanaan atau planning yang diperlukan guna mencapai tujuan tertentu dengan cara yang setepat-tepatnya. Seiring dengan berjalannya waktu serta mulai  bergesernya paradigma atau pola pikir masyarakat pada umumnya serta siswa sekolah pada khususnya, manajemen  merupakan pilar penting yang sangat mendukung dalam hal berkembangnya eksistensi atau keberadaan sebuah perpustakaan di area sekolah yaitu sebagai jantung dari segala disiplin ilmu.

Tidaklah mudah mengubah mindsett masyarakat atau siswa terhadap keberadaan serta fungsi penting dari sebuah perpustakaan. Kurangnya minat siswa untuk sekedar berkunjung atau bahkan menjadikan perpustakaan sebagai tujuan utama mereka dalam melakukan kegiatan pencarian referensi di perpustakaan menjadikan perpustakaan masih terkesan dipandang sebelah mata oleh sebagian pihak. Namun, seiring dengan adanya perkembangan teknologi yang kian pesat, maka dengan sangat mudah berkembanglah pula kecanggihan teknologi tersebut. Dalam hal ini yaitu keberadaan internet sebagai sarana penelusuran informasi yang sangat digemari oleh siswa. Mayoritas siswa dewasa ini jauh lebih memilih internet sebagai media pencarian referensi dalam pengerjaan tugasnya. Nampaknya, pemikiran semacam ini sudah mengakar di kalangan siswa. Berbagai spekulasi bermunculan menyikapi hal tersebut, alasan keefektifan waktulah yang menyebabkan siswa memilih pencarian referensi di Internet daripada di perpustakaan. Memang, jika dibandingkan secara nyata, pencarian referensi atau informasi di Internet  jauh lebih cepat dan praktis meskipun dipertanyakan keakuratan informasi yang terkandung di dalamnya sedangakn pencarian referensi atau informasi di perpustakaan ini memang membutuhkan waktu yang lumayan lama dengan proses yang cukup panjang pula. Mayoritas siswa berasumsi bahwa untuk sekedar  menemukan informasi  yang dia butuhkan saja harus memerlukan proses serta waktu yang lumayan panjang yaitu siswa sebgai pengunjung perpustakaan diharuskan melakukan pencarian nomer panggil terlebih dahulu ke OPAC selanjutnya siswa sebagai pengunjung di perpustakaan diharuskan untuk mencari buku atau bahan referensi yang dibutuhkannya dalam jajaran koleksi bahan pustaka di rak. Tidaklah mudah untuk menemukan koleksi yang sesuai dengan yang dibutuhkannya. Alasan semacam inilah yang menyebabkan siswa terkesan enggan untuk menjadikan perpustakaan sebagai media pencarian referensi yang utama daripada pencarian referensi dengan menggunakan media elektronik yaitu dengan menggunakan internet.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, Sebenarnya Perpustakaan merupakan suatu sarana pembelajaran yang dapat mencerdaskan bangsa, apabila bangsa tersebut benar-benar memahami kaidah manajemen dalam perpustakaan. Perpustakaan memiliki peranan penting sebagai jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan yang sekaligus menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan dan menyegarkan. Perpustakaan memberi kontribusi penting bagi terbukanya informasi tentang ilmu pengetahuan. Sedangkan perpustakaan sekolah merupakan jantung bagi kehidupan aktifitas akademik, karena dengan adanya perpustakaan dapat diperoleh data atau informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan.

Kondisi perpustakaan sekolah masih kurang berkembang sesuai dengan fungsi dan peranannya. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, perpustakaan harus menjadi sarana aktif/interaktif dan menjadi tempat dihasilkannya berbagai hal baru. Untuk mewujudkan kondisi perpustakaan sesuai dengan fungsi dan peranannya maka perpustakaan harus dirubah sistem eksperionalnya dari perpustakaan manual/tradisional menjadi perpustakaan yang berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi (Perpustakaan digital) dengan menerapkan kaidah-kaidah dalam manajemen. Dengan menerapkan kaidah manajemen diharapkan setiap perpustakaan sekolah secara bertahap dapat mengejar ketinggalannya dari perpustakaan-perpustakaan yang lebih maju dan lebih modern serta dapat mengoptimalkan fungsi perpustakaan bagi masyarakat sekolah.

Penerapan manajemen pada perpustakaan sekolah memang tidak akan menyelesaikan seluruh persoalan yang ada pada unit sekolah-sekolah maupun masyarakat luas. Namun, apabila mengabaikannya sama dengan mengabaikan aspek penting bangunan peradaban bangsa. Hal ini karena bangunan peradaban memang setidaknya terdiri dari dua aspek yaitu fisik dan non-fisik.

Keberadaan perpustakaan sekolah saat ini menjadi sangat penting dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Ibarat tubuh manusia, perpustakaan adalah organ jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Bahkan karena pentingnya perpustakaan, pemerintah bahkan telah mencanangkan bulan September sebagai bulan gemar membaca dan hari kunjung perpustakaan. Diharapkan perpustakaan sekolah dapat menunjang proses pembelajaran di sekolah. Untuk itu peran perpustakaan sekolah perlu dioptimalkan sehingga bisa berfungsi sebagai sumber belajar bagi warga sekolah. Disamping hal itu, peningkatkan mutu Pendidikan yang menjadi salah satu program pokok pemerintah khususnya Departemen Pendidikan Nasional masih belum sepenuhnya menampakkan hasil yang baik. Hal ini tampak bahwa mutu pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal baik di tingkat Asia lebih-lebih di dunia, meskipun ada beberpa siswa Indonesia telah berhasil mendapatkan juara pada olimpiade Matematika, Fisika, kimia dan Biologi di tingkat Asean, Asia bahkan Dunia. Salah satu sarana pendukung untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran adalah Perpustakaan sekolah. Perpustakaan adalah jantung sekolah. Pada saat ini perpustakaan sekolah dituntut untuk memberikan pelayanan tidak hanya sebatas pada peminjaman buku, namun juga adanya pelayanan baca buku melalui internet. Dalam perkembangan ke depan Perpustakaan sekolah tidak hanya menyediakan buku – buku referensi, tetapi juga menyediakan sarana pembelajaran dalam bentuk e-learning, hal ini dimaksudkan agar pembelajaran yang ada tidak selalu menggunakan buku – buku saja akan tetapi juga menggunakan dan memanfaatkan perkembangan teknologi, yaitu internet. Pelaksanaan pembelajaran dalam bentuk e-learning tentu mengharuskan adanya sebuah penerapan manajemen yang tertata di dalam sebuah perpustakaan tersebut, mengingat perpustakaan mempunyai peranan yang sangat vital yaitu sebagai jantung dari inmu pengetahuan yang ada. Disamping itu, peranan SDM yang bersangkutan dalam hal ini yaitu pustakawan, pustakawan haruslah mampu memberikan pengetahuan jelajah internet kepada peserta didik, terutama adalah berkaitan dengan situs – situs yang bisa memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Seorang pustakawan tidak hanya mampu memberikan pelayanan dalam bentuk peminjaman buku – buku referensi saja.

Salah satu sarana untuk menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas di sekolah adalah perpustakaan. Perpustakaan sekolah dewasa ini bukan hanya merupakan unit kerja yang menyediakan bacaan guna menambah pengetahuan dan wawasan bagi murid, tapi juga merupakan bagian yang integral pembelajaran. Artinya, penyelenggaraan perpustakaan sekolah harus sejalan dengan visi dan misi sekolah dengan mengadakan bahan bacaan bermutu yang sesuai kurikulum, menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan bidang studi, dan kegiatan penunjang lain, misalnya berkaitan dengan peristiwa penting yang diperingati di sekolah. Perpustakaan sebagai salah satu sarana pendidikan bahkan terkenal dengan jantungnya pendidikan, yang secara langsung maupun tidak langsung turut berperan serta dalam proses pembentukkan manusia berkualitas, perlu mendapat penangananan yang optimal agar bisa berfungsi secara optimal. Di Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah perpustakaan yang ada belum sepenuhnya difungsikan secara optimal. Bahkan sebagian sekolah hanya menempatkan perpustakaan sebagai sarana birokrasi, berfungsi asal bapak senang. Untuk berjaga-jaga kalau ada peninjauan dari pejabat/pengawas. Atau hanya untuk kepentingan memperoleh akreditasi atau persyaratan menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN). Bahkan akhir-akhir ini, terkait dengan program sertifikasi guru, ada beberapa sekolah yang menempatkan bapak ibu guru sebagai koordinator atau kepala perpustakaan. Alasannya, agar bapak ibu guru tersebut dapat memenuhi persyaratan mengajar 24 jam untuk kepentingan sertifikasi. Padahal bapak ibu guru tersebut belum tentu menguasai manajemen perpustakaan karena memang mereka bukan ahli pustaka atau bukan pustakawan. Dengan demikian, bisa dibayangkan ke depan perpustakaan sekolah yang dipimpinnya seperti apa. Kondisi perpustakaan lainnya, terkait dengan sepinya pengunjung perpustakaan yang terjadi di beberapa sekolah. Keadaan ini disinyalir karena minimnya koleksi buku-buku yang ada dan juga karena koleksi buku yang ada kurang sesuai dengan minat anak-anak. Minimnya koleksi buku-buku perpustakaan yang ada, bisa dikarenakan pihak sekolah belum mengoptimalkan anggaran untuk perpustakaan. Padahal dalam Undang-undang Perpustakaan no 43 tahun 2007, disitu tertera dengan jelas bahwa sekolah wajib mengalokasikan anggaran untuk pengembangan perpustakaan sebesar 5 % dari seluruh anggaran belanja sekolah di luar gaji pegawai. Akan tetapi pada kenyataannya belum semua sekolah memahami undang-undang tersebut, sehingga banyak sekolah yang belum mengalokasikan anggaran utnuk pengembangan perpustakaan yang ada. Dengan demikian perkembangan perpustakaan sekolah yang ada bertahun-tahun  seperti jalan di tempat. Sarana prasarananya terbatas, koleksi bukunya juga terbatas, pengunjungnya pun tidak pernah bertambah. Mati enggan, hidup pun sungkan. Terlepas dari kondisi seperti apa perpustakaan yang ada di negeri ini, khususnya di sekolah-sekolah, yang jelas seiring dengan berkembangnya era reformasi, informasi dan globalisasi, maka sudah saatnya kita menata ulang, membenahi, perpustakaan yang ada agar berfungsi secara optimal sebagai perpustakaan sekolah ideal di masa yang akan datang. Perpustakaan sekolah yang ideal adalah perpustakaan yang mampu melayani kebutuhan pengunjungnya, perpustakaan yang mampu mengoptimalkan fungsinya sebagai sarana pendidikan, perpustakaan yang mampu mengimbangi perkembangan iptek dan informasi, dan perpustakaan yang mampu menjadi sumber belajar bagi para siswanya serta perpustakaan yang sudah mampu mengaplikasikan system otomasi dengan menerapakan prinsip-prinsip atau kaidah manajemen di dalam perpustakaan tersebut.

 

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

  1. Apa sajakah pengertian manajemen perpustakaan sekolah?
  2. Apa sajakah pengertian perpustakaan sekolah?
  3. Apa sajakah fungsi-fungsi perpustakaan sekolah?
  4. Apa sajakah tujuan perpustakaan sekolah?
  5. Apa sajakah manfaat perpustakaan sekolah?
  6. Bagaimanakah definisi manajemen perpustakaan?
  7. Bagaimanakah struktur organisasi yang terdapat dalam perpustakaan sekolah?
  8. Apa sajakah peranan dari perpustakaan sekolah dalam hal pengembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat sekolah?
  9. Apakah pengertian perpustakaan sebagai jantung dari ilmu pengetahuan?
  10. Bagaimanakah hubungan antara penerapan manajemen dengan perpustakaan sekolah?

 

1.3  Tujuan

Makalah  ini ditulis dengan tujuan untuk memberi sumbangan pemikiran/wacana yang aplikatif tentang perpustakaan agar perpustakaan yang telah dimiliki sekolah dapat dikembangkan secara optimal sebagai pusat sumber belajar. Karena perpustakaan merupakan salah satu di antara sarana dan sumber belajar yang efektif untuk menambah pengetahuan melalui beraneka bacaan yang disediakan. Selain itu, makalah ini juga bertujan untuk meningkatkan eksistensi perpustakaan di lingkungan masyarakat umum maupun masyarakat intelek serta menumbuhkan kembali fungsi perpustakaan dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen yang sebenarnya yaitu sebagai jantung dari ilmu pengetahuan.

Sejalan dengan hal diatas, maka tujuan perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut :

  1. Mendorong mempercepat proses penguasaan teknik membaca para siswa.
  2. Membantu menulis kreatif bagi para siswa dengan bimbingan guru dan pustakaan.
  3. Menumbuhkembangkan minat dan kebiasaan membaca para siswa.
  4. Menyediakan berbagai macam sumber informasi untuk kepentingan pelaksanaan kurikulum.
  5. Mendorong, memelihara, dan memberi semangat membaca dan semangat belajar bagi para siswa.
  6. Memperluas, memperdalam dan memperkaya pengalaman belajar para siswa dengan membaca buku dan koleksi lain yang mengandung ilmu pengetahuan dan teknologi yang disediakan oleh perpustakaan.
  7. Memberikan hiburan sehat untuk mengisi waktu senggang melalui kegiatan membaca, khususnya buku dan sumber bacaan lain yang bersifat kreatif dan ringan, seperti fiksi, cerpen dan lainnya.

 

1.4  Deskripsi Singkat

Dalam kaitannya dengan perpustakaan sekolah, manajemen perpustakaan sekolah pada dasarnya adalah proses mengoptimalkan kontribusi manusia, material, anggaran untuk mencapai tujuan perpustakaan. Karena perpustakaan sekolah sebagai sub sistem dari sebuah organisasi, dalam hal ini yaitu sekolah, tentunya tujuan perpustakaan sekolah harus terlebih dahulu didefinisikan secara jelas.

Berkaitan dengan hal tersebut, Perpustakaan menurut fungsinya memposisikan diri sebagai tempat menyediakan berbagai informasi, baik yang berkaitan dengan sosial, politik, maupun ekonomi dan informasi lainnya. Perpustakaaan dikatakan sebagai jantung sekolah karena perpustakaan memiliki peranan penting di dunia pendidikan. Telah diakui sejarah pendidikan manapun bahwa perpustakaan merupakan pusat pendidikan dan peningkatan kualitas diri (self- improvement). Perpustakaan juga memiliki kekuatan sebagai penggerak untuk pembelajaran yang lebih efektif dan dinamis, baik untuk individu maupun kelompok.

Disekolah yang merupakan sarana edukatif siswa, perpustakaan mempunyai peran yang sanggat vital sebagai sumber daya material untuk penelitian dan membaca atau sebagai tempat belajar yang kondusif. Program dan kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan haruslah yang baik maksutnya kalaupun perpustakaan diibaratkan sebagai jantung, program adalah nyawanya. Jantung tidak akan berdenyut apabila nyawa tidak ada. Program atau kegiatan yang dibuat hendaknya diproiritaskan untuk menarik minat siswa pada bahan bacaan serta meningkatkan minat baca siswa.indikator keberhasilan sebuah program perpustakaan adalah meningkatnya dinamika minat baca dan kebiasaan membaca (reading habbit) para siswa.

Menawarkan perpustakaan beserta program-programnya kepada siwa harus seperti mempromosikan sebuah produk dalam dunia bisnis. Prinsip-prinsip yang dipakai dalam praktik pemasaran dapat diterapkan untuk perpustakaan. Pendek kata, kalu perpustakaan ingin mengubah citra, menjalankan perpustakaan harus seperti mengelola sebuah bisnis, dan peran kepala perpustakaan layaknya seorang chief eksekutive officer (CEO). Dengan demikian, diharapkan eksistensi dunia keperpustakaan (libraryan an librarianship) tidak lagi mengalami degradasi citra seperti sekarang ini.

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

2.1  Pengertian Manajemen Perpustakaan Sekolah

            2.1.1 Pengertian Manajemen

Manajemen dalam Bahasa Inggrisnya adalah management yang berasal dari kata “to manage” yang mempunyai arti mengendalikan atau mengurus. Sehingga manajemen dapat berarti bagaimana kita memimpin, membimbing, dan mengatur semua orang menjadi karyawan (bawahan) agar usaha yang sedang dilakukan mencapai suatu tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.

Berikut pengertian manajemen menurut beberapa ahli :

1)      Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (By : Drs. Oey Liang Lee )

2)      Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan. (By : James A.F. Stoner)

3)      Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. (By : R. Terry )

4)      Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.(By : Lawrence A. Appley)

5)      Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. (By : Horold Koontz dan Cyril O’donnel )

6)      Manajemen adalah Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan. (By : Federick Winslow Taylor )

7)      Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah. ( By : Prof. Eiji Ogawa)

8)      Manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing (perencanaan Pengorganisiran), Commanding (memerintahklan), Coordinating (pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan). (By : Lyndak F. Urwick)

Sebenarnya ada banyak versi mengenai definisi manajemen, namun demikian pengertian manajemen itu sendiri secara umum yang bisa kita jadikan pegangan adalah : “Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya”

2.1.2 Fungsi Manajemen

Menurut Ismail Solihin (2009, p4) yang mengutip dari Koontz (Koontz dan Weihrich, 1993) bahwa manajemen dikelompokkan ke dalam lima fungsi, kelima fungsi tersebut yaitu:

1)       Perencanaan (Planning)

Yaitu suatu proses mengembangkan tujuan-tujuan perusahaan serta memilih serangkaian tindakan (strategi) untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Perencanaan tersebut mencangkup (a) menetapkan tujuan (b)mengembangkan berbagai premismengenai lingkungan perusahaan dimana tujuan-tujuan perusahaan hendak dicapai (c) memilih arah tindakan(courses of action) untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut (d) merumuskan berbagai aktifitas yang diperlukan untuk menerjemahkan rencana menjadi aksi (e) melakukan perencanaan ulang untuk mengoreksi berbagai kekurangan dalam perencanaan terdahulu.

2)       Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah suatu proses dimana karyawan dan pekerjaannya saling dihubungkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Pengorganisasian mencangkup pembagian kerja diantara kelompok dan individu serta pengkoordinasian aktivitas individu dan kelompok. Pengorganisasian mencangkup juga penetapan kewenangan manajerial.

3)      Pengarahan (Directing)

Pengarahan terdiri dari fungsi staffing dan leading. Fungsi staffing adalah menempatkan orang-orang dalam struktur organisasi, sedangkan fungsi leading dilakukan pengarahan sdm agar karyawan bekerja sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

4)      Pengawasan (Controlling)

Pengendalian merupakan suatu proses untuk memastikan adanya kinerja yang efisien dalam pencapaian tujuan perusahaan. Pengendalian mencangkup (a) menetapkan berbagai tujuan dan standar, (b) membandingkan kinerja sesungguhnya (yang diukur) dengan tujuan dan standar yamg telah ditetapkan, serta (c) mendorong keberhasilan dan mengoreksi berbagai kelemahan.

 

2.2  Pengertian Perpustakaan Sekolah

Enyia (2002: 91), menyatakan Every library is built on a tripod structure: buildings, holdings, and personel. But the force that binds and sustainsthe tripod is finance.

Sebuah perpustakaan dibangun atas 3 pilar, yaitu: bangunan, koleksi, materi dan personalia (pustakawan). Namun, perlu diketahui bahwa kekuatan utamannya terletak pada keuangannya atau pendanaannya. Perpustakaan diartikan sebah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual ( Basuki, sulistyo ; 1991).

Pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggung jawabnya kepada kepala sekolah yang melayani kegiatan belajar mengajar di sekolah yang bersangkutan. Perpustakaan sekolah ialah perpustakaan yang ada dilingkungan sekolah, baik sekolah dasar, maupun sekolah lanjutan baik sekolah umum atau sekolah kejuruan (Rusina, 2004:4). Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang ada disekolah sebagai sarana pendidikan untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan prasekolah, pendidikan dasar dan pendidikan menengah (Meilina Bustari, 2000: 6).

Pendapat di muka dapat disimpulkan bahwa perpustakaan sekolah merupakan suatu unit kerja untuk menyimpan, mengumpulkan dan memelihara koleksi bahan pustaka agar koleksi bahan pustaka itu dapat digunakan oleh para pemakai sebagai sumber informasi disekolah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa maksud perpustakaan sekolah adalah menyediakan tempat untuk bank ilmu pengetahuan atau informasi, tempat pengumpulan, menyimpan, memelihara bahan pustaka serta member pelayanan kepada para pemakai yang membutuhkan informasi. Tentu saja jika perpustakaan sekolah berada di lingkungan sekolah, penanggung jawabnya adalah kepala sekolah, sedangkan pengelolanya biasanya guru atau guru-guru danpegawai yang ditugaskan.

Pembinaan dan pengembangan perpustakaan sekolah yang meliputi koleksi sarana dan prasarana, perabot dan perlengkapan serta pembiayaan menjadi wewenang dan pertanggung jawab kepala sekolah. Sekolah dapat bekerja sama dengan komite sekolah dan pihak lain dalam pengelolaan dan pembinaan perpustakaan tersebut. Sedangkan pemakainya adalah para siswa dan guru. Dengan demikian tugas tugas pokok dari perpustakaan sekolah adalah menunjang proses pendidikan dengan menyediakan bahan-bahan bacaan yang sesuai dengan kurikulum sekolah dan ilmu pengetahuan tambahan yang lain, agar proses pendidikan dapat berlangung lancar dan berhasil baik (Sutarno NS, 2004: 32).

Dalam Undang-Undang No 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan Pasal 23 di jelaskan dengan lengkap tentang Perpustakaan Sekolah sebagai berikut:

1)      Setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan.

2)      Perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memiliki koleksi buku teks pelajaran yang ditetapkan sebagai buku teks wajib pada satuan pendidikan yang bersangkutan dalam jumlah yang mencukupi untuk melayani semua peserta didik dan pendidik.

3)      Perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengembangkan koleksi lain yang mendukung pelaksanaan kurikulum pendidikan.

4)      Perpustakaan sekolah/madrasah melayani peserta didik pendidikan kesetaraan yang dilaksanakan di lingkungan satuan pendidikan yang bersangkutan.

5)      Perpustakaan sekolah/madrasah mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

6)      Sekolah/madrasah mengalokasikan dana paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasional sekolah/madrasah atau belanja barang di luar belanja pegawai dan belanja modal untuk pengembangan perpustakaan.

Di Indonesia sendiri hampir semua sekolahnya sudah memiliki perpustakaan sekolah yang tersebar di berbagai tingkatan sekolah, seperti :

1)      Perpustakaan sekolah TK(taman kanak-kanak).

2)      Perpustakaan sekolah SD(sekolah dasar).

3)      Perpustakaan sekolah SMP(sekolah menengh pertama).

4)      Perpustakaan sekolah SMA(sekolah menengah Atas).

 

2.3   Fungsi Perpustakaan

Secara umum, perpustakaan memiliki 5 fungsi, yakni :

1)         Fungsi Edukatif.

Yang dimaksud dengan fungsi edukatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan daya ekspresi, mengembangkan kecakapan berbahasa, mengembangkan gaya pikir yang rasional dan kritis serta mampu membimbing dan membina para siswa dalam hal cara menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.

2)         Fungsi Informatif.

Yang dimaksud dengan fungsi informatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya.

3)         Fungsi Administratif

Yang dimaksudkan dengan fungsi administratif ialah perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien.

4)         Fungsi Rekreatif.

Yang dimaksudkan dengan fungsi rekreatif ialah perpustakaan disamping menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu senggang, baik oleh siswa maupun oleh guru.

5)         Fungsi Penelitian.

Yang dimaksudkan dengan fungsi penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber/ obyek penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi.

Selain fungsi secara umum perpustakaan , terdapat fungsi  yang lebih khusus misalnya perpustakaan madrasah diselenggarakan dengan tujuan utamanya adalah sebagai sumber belajar yang merupakan bagian integral dari madrasah yang bersangkutan. Perpustakaan madrasah yang bersangkutan bersama-sama dengan sumber belajar lainnya diarahkan untuk menunjang proses belajar  mengajar  demi tercapainya tujuan madrasah bersangkutan.

Sedangkan menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0103/O/1981, tanggal 11 Maret 1981, perpustakaan sekolah mempunyai fungsi sebagai berikut:

1)      Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah

2)      Pusat Penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.

3)      Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan)

2.4  Tujuan Perpustakaan Sekolah

Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melalui jasa pelayanan perpustakaan agar masyarakat:

1)      Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan

2)      Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik

3)      Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik

4)      Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia

5)      Dapat meningkatkan tarap kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya

6)      Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa

7)      Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.

Penyelenggaraan perpustakaan sekolah memiliki tujuan utama untuk meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Sedangkan tujuan lainnya adalah menunjang, mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, Selain hal tersebut dimaksudkan pula dapat membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat siswa serta memantapkan strategi belajar mengajar. Secara operasional, tujuan  perpustakaan sekolah jika dikaitkan dengan pelaksanaan program di sekolah, diantaranya adalah :

1)      Memupuk rasa cinta, kesadaran, dan kebiasaan membaca.

2)      Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan.

3)      Memperluas pengetahuan para siswa.

4)      Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu.

5)      Membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.

6)      Memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri.

7)      Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik, efektif dan efisien, terutama dalam menggunakan bahan-bahan referensi.

8)      Menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulum di sekolah baik yang bersifat kurikuler, kokurikuler, maupun ekstra kurikuler.

Perpustakaan sekolah dasar merupakan salah satu sarana yang efektif untuk menambah pengetahuan melalui beragam bacaan. Perpustakaan menyediakan berbagai bahan pustaka yang secara individual dapat dimanfaatkan oleh siswa.

Sampai dengan saat ini mengenai keberadaan perpustakaan sekolah sudah memiliki beberapa landasan hukum, seperti dijelaskan dalam pasal 35 Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik apabila tenaga kependidikan dan peserta didik tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar yang bersangkutan. Salah satu sumber belajar yang amat penting, adalah perpustakaan yang memungkinkan para tenaga kependidikan dan peserta didik memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan yang diperlukan.

 

2.5  Manfaat Perpustakaan Sekolah

Di dalam era globalisasi pendidikan saat ini, perpustakaan sudah jadi kebutuhan dalam pendidikan. Biasanya jika kita memasuki suatu perpustakaan yangpertama kita lihat adalah jajaran buku dan pustaka lain,bahan-bahan pustaka di rak buku,rak majalah, maupun rak-rak bahan pustaka lain. Bahan-bahan pustaka tersebut diatur menurut suatu sistem tertentu sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan.

Dengan adanya perpustakaan sekolah , minat baca para siswa sekolah meningkat. Dengan begitu, otomatis bisa menambah wawasan para siswa dan meningkatkan kecerdasan mereka. Kita tahu bahwa buku adalah gerbangnya ilmu pengetahuan. Dan dengan membaca tentunya akan semakin menambah ilmu pengetahuan yang kita miliki. Terlebih ketika banyak jenis buku yang tersedia di perpustakaan serta kemudahan dalam mengakses semua buku tersebut, maka akan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan dan membaca ragam buku yang ada. Sebagai sumber informasi yang cukup lengkap perpustakaan sangat membantu siswa dalam proses belajar.

Peranan perpustakaan di dalam pendidikan amatlah penting, yaitu untuk membantu terselenggaranya pendidikan dengan baik. Dengan demikian sasaran dan tujuan operasional dari perpustakaan sekolah adalah untuk memperkaya, mendukung, memberikan kekuatan dan mengupayakan penerapan program pendidikan yang memenuhi setiap kebutuhan siswa, disamping itu mendorong dan memungkinkan tiap siswa mengoptimalkan potensi mereka sebagai pelajar.

Secara terperinci, manfaat perpustakaan sekolah, baik yang diselenggarakan di sekolah dasar, maupun di sekolah menengah adalah sebagai berikut:

1)      Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid tehadap membaca.

2)      Perpustakaan sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid.

3)      Perpustakaan sekolah dapat menambah kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya murid-murid mampu belajar mandiri

4)      Perpustakaan sekolah dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca

5)      Perpustakaan sekolah dapat membantu perkembangan kecakapan berbahasa

6)      Perpustakaan sekolah harus dapat melatih murid-murid kearah tanggung jawab

7)      Perpustakaan sekolah harus dapat memperlancar murid-murid dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah

8)      Perpustakaan sekolah dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran

9)      Perpustakaan sekolah dapat membantu murid-murid, guru-guru, dan anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya penyelenggaraan perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu murid-murid dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu segala bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sekolah harus dapat menujang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan bahan pustaka hendaknya mempertimbangkan kurikulum sekolah, serta selera para pembaca yang dalam hal ini adalah murid-murid.

1)      Perpustakaan sekolah sebagai perangkat perlengkapan pendidikan mempunyai tugas : Menyerap dan menghimpun informasi guna kegiatan belajar mengajar.

2)      Mewujudkan suatu wadah pengetahuan dengan administrasi dan organisasi yang sesuai sehingga memudahkan penggunanya

3)      Menyediakan sumber-sumber rujukan yang tepat guna untuk kegiatan konsultasi bagi pengajar dan pelajar

4)      Menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kegiatan rekresi yang berkaitan dengan bidang budaya dan dapat meningkatkan selera, mengembangkan daya kreatif

5)      Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik sehingga pengajar dan pelajar tertarik dan dapat menjadi terbiasa dalam menggunakan perpustakaan

6)      Pusat layanan bahan pustaka bagi siswa dan guru.

7)      Memberikan bimbingan membaca

Perpustakaan sekolah tampak bermanfaat apabila benar-benar memperlancar pencapaian tujuan proses belajar mengajar di sekolah. Indikasi manfaat tersebut tidak hanya berupa tinginya prestasi murid-murid, tetapi lebih jauh lagi, antar lain adalah murid-murid mampu mencari, menemukan, menyaring dan menilai informasi, murid-murid terbiasa belajar mandiri, murid-murid terlatih kearah tanggung jawab, murid-murid selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sebagainya.

 

2.5 Manajemen perpustakaan

Perpustakaan sebagai lembaga pendidikan dan lembaga penyedia informasi akan memiliki kinerja yang baik apabila didukung dengan manajemen yang memadai, sehingga seluruh aktivitas lembaga akan mengarah para upaya pencapaian tujuan yang telah dicanangkan.

Untuk mengelola sebuah perpustakaan diperlukan kemampuan manajemen yang baik, agar arah kegiatan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Kemampuan manajemen itu juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan tujuan-tujuan yang berbeda dan mampu dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengetahuan dasar dalam mengelola perpustakaan agar berjalan dengan baik adalah ilmu manajemen, karena manajemen sangat diperlukan dalam berbagai kehidupan untuk mengatur langkah-langkah yang harus dilaksanakan oleh seluruh elemen dalam suatu perpustakaan. Oleh karena itu dalam proses manajemen diperlukan adanya proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), kepemimpinan (leadership), dan pengendalian (controlling). Di samping itu, manajemen juga dimaksudkan agar elemen yang terlibat dalam perpustakaan mampu melakukan tugas dan pekerjaannya dengan baik dan benar.

Manajemen adalah merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan (Stoner). Oleh karena itu, apabila proses dan sistem perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan tidaka baik, maka proses manajemen secara keseluruhan tidak lancer, dan proses pencapaian tujuan akan terganggu dan mengalami kegagalan.

Dalam penerapannya di perpustakaan , Bryson (1990) menyatakan bahwa manajemen perpustakaan merupakan upaya pencapaian tujuan dengan memanfaatkan sumber daya manusia, informasi, sistem dan sumber dana dengan tetap memperhatikan fungsi manajemen, peran dan keahlian. Dari pengertian ini, ditekankan bahwa untuk mencapai tujuan, diperlukan sumber daya manusia, dan sumber-sumber nanmanusia yang berupa sumber dana, teknik atau sistem, fisik, perlengkapan, informasi, ide atau gagasan, dan teknologi. Elemen-elemen tersebut dikelola melalui proses manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang diharapkan mampu mengahsilkan produk berupa barang atau jasa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna.

 

 

 

2.6  Manajemen Perpustakaan Sekolah

Menurut Undang-undang No. 43 tahun 2007, perpustakaan sekolah merupakan salah satu jenis dari perpustakaan khusus. Ciri-ciri perpustakaan khusus, antara lain adalah diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, atau organisasi lain. Perpustakaan sekolah menurut Standar Nasional Indonesia adalah perpustakaan yang berada pada satuan pendidikan formal di lingkungan pendidikan dasar dan menengah yang merupakan bagian integral dari kegiatan sekolah yang bersangkutan, dan merupakan pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. Definisi yang sama juga diungkapkan oleh Sulistyo-Basuki (1991) bahwa perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah sekolah , dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan, dengan tujuan utama membantu sekolah untuk mencapai tujuan khusus sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya. Perpustakaan sekolah merupakan sarana bagi para murid agar terampil belajar sepanjang hayat dan mampu mengembangkan daya pikir agar mereka dapat hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab (IFLA, 2006).

Misi dari perpustakaan sekolah adalah menyediakan informasi dan ide yang merupakan fondasi agar berfungsi secara baik di dalam masyarakat masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan. Menurut Standar Nasional Indonesia, misi perpustakaan sekolah yaitu:

1)      menyediakan informasi dan ide yang merupakan fondasi agar berfungsi secara baik di dalam masyarakat masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan;

2)       merupakan sarana bagi murid agar terampil belajar sepanjang hayat dan mampu  mengembangkan daya pikir agar mereka dapat hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Dalam kaitannya dengan perpustakaan sekolah, manajemen perpustakaan sekolah pada dasarnya adalah proses mengoptimalkan kontribusi manusia, material, anggaran untuk mencapai tujuan perpustakaan. Karena perpustakaan sekolah sebagai sub sistem dari sebuah organisasi, dalam hal ini yaitu sekolah, tentunya tujuan perpustakaan sekolah harus terlebih dahulu didefinisikan secara jelas. Perpustakaan sekolah menurut Standar Nasional Indonesia bertujuan menyediakan pusat sumber belajar sehingga dapat membantu pengembangan dan peningkatan minat baca, literasi informasi, bakat serta kemampuan peserta didik. Pendefinisian secara operasional dari manajemen dapat dilakukan dalam bentuk program yang akan dilaksanakan beserta sasaran yang konkret dan operasional. Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, maka kegiatan manajemen. perpustakaan sekolah dapat dilaksanakan atau. direalisasikan (Widiasa, 2007). Untuk mencapai tujuan tersebut maka penyelenggara perpustakaan sekolah perlu memahmi prinsip dan fungsi manajemen dengan baik, sehingga visi, misi, dan tujuan yang ditetpkan oleh sekolah dapat tercapai dengan baik.

 

2.7  Struktur Organisasi Perpustakaan Sekolah

Setiap perpustakaan, baik kecil maupun besar, perlu diatur dan ditata sedemikian rupa, agar dapat mencapai tujuannya, yaitu untuk meningkatkan layanan demi kepuasan pengguna perpustakaan. Kata “Struktur” berarti “cara bagaimana sesuatu disusun atau dubangun; susunan; bangunan”. Yang dimaksud “organisasi” adalah “menyusun struktur kekuasaan formal, batasan jelas dan dikoordinasi untuk mencapai obyek tertentu”. Jadi Struktur organisasi adalah suatu kerangka yang menunjukkan semua tugas kerja untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan yang dimaksud “kompetensi” adalah “kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan) sesuatu”.

Kata “Perpustakaan”berasal dari kata dasar “pustaka”yang mendapat inbuhan per dan an, sehingga berarti tempat atau kumpulan bahan pustaka (wadah informasi dapat berupa buku & non buku). Jadi Perpustakaan adalah “lembaga yang menghimpun bahan pustaka dan menyediakan sarana bagi orang untuk memanfaatkan koleksi tersebut”

Struktur organisasi merupakan mekanisme formal dalam pengelolaan organisasi, yang didalamnya terdapat pembagian tugas, wewenang, dan tanggungjawab yang berbeda-beda. Oleh karena itu struktur organisasi yang baik akan mencakup unsure-unsur spesialisasi kerja, strukturisasi, sentralisasi, dan koordinasi.

Perpustakaan sebagai lembaga informasi dalam menyusun struktur organisasinya mencakup beberapa elemen antar lain : unsur pimpinan, unsur administrasi, unsur layanan, yang masing-masing mempunyai tugas dan wewenang yang berbeda namun mempunyai hubungan yang erat satu sama lain (satu komando).

 2.7.1 Macam-macam Pola Struktur Organisasi Perpustakaan

Struktur organisasi perpustakaan ada beberapa macam:

1)      Berdasarkan Fungsi.

Pola struktur organisasi yang disusun berdasarkan fungsi, seperti  bagian Tata usaha (mengurus masalah kepegawaian, keuangan, administrasi, perlengkapan dan kerumahtanggaan, bagian Layanan teknis (pengadaan, Pengolahan dan perawatan koleksi), bagian layanan pengguna (sirkulasi, Referensi, Tandon/cadangan dan koleksi khusus), Bagian Penelitian dan pengembangan, bagian jaringan kerjasama.

Walaupun terbagi atas beberpa bagian, hendaknya masing-masing bagian/seksi tidak bekerja autonom (sendiri-sendiri), sehingga terpisah dari bagian yang lain, misalnyabagian layanan teknis memiliki hubungan erat dengan bagian layanan pengguna.  Dan bagian layanan pengguna mempunyai hubungan erat dengan bagian Jaringan kerjasama, bagian kejasama mempunyai hubungan erat dengan bagian pengembangan dan seterusnya.

 

 

2)      Berdasarkan Subyek.

Struktur organisasi perpustakaan berdasarkan subyek sering pula digunakan perpustakaan perguruan Tinggi dan perpustakaan umum, pembagian berdasarkan subyek biasanya bersifat terbuka dan tersedia ruangan studi yang berdekatandengan rak buku. Pembagian berdasarkan subyek dapat berfungsi sebagai perpustakaan khusus bagi pemakai. Banyak perpustakaan sekolah membagi perpustakaan menjadi 3 kelompok subyek luas yaitu humaniora atau  kemanusiaan, ilmu-ilmu sosial serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Disamping koleksi berdasarkan subyek tersebut, masih ada lagi bagian umum serperti bagianreferens, bagian sirkulasi, dan bagian pengadaan

3)      Berdasarkan Kawasan

Pola struktur organisasi yang disusun berdasarkan fungsi, seperti bagian Tata usaha (mengurus masalah kepegawaian, keuangan, Struktur organisasi perpustakaan dibagi berdasarkan wilayah atau kawasan yang dilayaninya. Pola ini lazim digunakan oleh perpustakaan umum. Karena itu perpustakaan umum yang menganut berdsarkan kawasan akan memiliki perpustakaanpusat, perpustakaan cabang dan perpustakaan keliling (mobile liberaries).

4)      Berdasarkan pemakai yang dilayani.

Pada perpustakaan umum terdapat ruangan khusus untuk anak-anak, remaja, tuna-netra, atau kelompok berdasarkan ciri ekonomis(misalnya pengusaha, pensiunan)sedangkan pada perpustakaan sekolah bisa dibagi berdasarkan jenis kelasnya. Misalnya kelas satu, dua atau tiga. Bisa pula dibagi berdasarkan jurusannya. Missal buku-buku untuk jurusan ilmu pengetahuan alam dan lain-lain.

5)      Berdasarkan Jenis Dokumen.

Struktur organiasasi berdasrakan jenis dokumen banyak digunakan perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah. Pola struktur berdasarkan jenis dokumen dibagi menjadi: bagian buku, bagian peta, bagian majalah, bagian film, bagian terbitan Pemerintah. Setiap bagain bertanggung jawab atas pengadaan, pengkatalogan dan pengklasifikasian serta jasa layanan. Pada perpustakaanperguruan tinggi dan perpustakaan umum, biasanya terdapat ruangan khusus Skripsi, Tesis, Disertasi, Majalah, Jurnal, buku, audi visual, dan ruangan multimedia.

2.7.2 Faktor yang Mempengaruhi Pola Struktur Organisasi Perpustakaan 

Pola sistem yang dianut oleh suatu perpustakaan perlu dikaji secara mendalam ditinjau dari segi efesiensi dan efektifitasnya. Bila tujuannya memperoleh efesiensi, polanya harus sederhana. Pustakawan perlu memahami masalah pola organisasi kerena pemilihan pola yang kurang tepat dapat menimbulkan masalah pada jasa pelayanan yang kurang memuaskan tetapi biayanya mahal.

Penetuan pola struktur oerganisisi perpustakaan yang akan dipilih tergantung pada faktor:

1)      Tujuan Perpustakaan

Tujuan atau obyek perpustakaanmerupakan faktor yang penting bagi perencanaan bagian-bagian perpustakaan.

2)      Jenis Pemakai

Jenis pemakai yang akan dilayani menentukan pola organisasi. Misalnya, perpustakaan khusus untuk tunanetra memerlukan jasa dan layanan yang berlainan dengan perpustakaan sekolah.

3)       Jenis Dokumen;

Jenis dokumen menentukan pola pengelolaan serta organisasi perpustakaan yang mengkhususkan diri pada dokumen kertografis seperti peta, atlas dan globe akan memerlukan tenaga yang dan materi konservasi yang berlainan dengan perpustakaan yang mengkhususkan diri pada buku saja.

4)       Keadaan gedung perpustakaan.

Gedung perpustakaan yang direncanakan dengan cermat serta lebih fleksibel (luwes) akan memudahkan penyeliaan serta memberikan berbagai pilihan dalam menentukan pola organisasi .

5)       Personalia perpustakaan.

Setiap personil harus sesuai dengan pola organisasi yang ditentukan. Pola pada perpustakaan umum yung memetingkan jasabagi pemakai umum memerlukan personil berlainan dengan perpustakaan khusus dengan jumlah pemakai terbatas.

6)       Kegiatan outomasi perpustakaan.

Automasi perpustakan menyangkutbanyak aspek, sehingga perlu ditimbang masak-masak dalam menetukan pola perpustakaan. Berbagai jasa perpustakaan dapat dilaksanakan lebih cepat dan efesien karena outomasi, namun sebaliknya automasi juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.

7)      Bantuan keuangan.

Ini memerlukan pertimbangan yang matang, Karena keterbatasan dana memungkinkan memilih bentuk sentralisasi senua kegiatan dan jasa.

2.7.3        Staf/Karyawan Perpustakaan

1)      Jenis Staf Perpustakaan

Staf perpustakaan dewasa ini sebaiknya terdiri dari :

a)      Pustakawan dengan pendidikan paling rendah (S-1) dalam bidang ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi (Pusdokinfo), atau S-1 bidang studi lain yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan perpustakaan, dengan tugas melaksanakan tugas keprofesian dalam bidang perpustakaan.

b)      Asisten pustakawan dengan pendidikan ilmu perpustakaan tingkat diploma dalam bidang ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi

c)      Tenaga fungsional laindengan pendidikan kejuruan atau keahlian tingkat kesarjanaan dengan tugas melaksanakan pekerjaan penunjang keprofesian, seperti pranata komputer dan kearsipan.

d)     Tenaga administrasi dengan  tugas melaksanakan kegiatan kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, perlengkapan.

2)       Kompetensi Staf Perpustakaan

Staf perpustakaan dewasa ini semakin dituntut memiliki kompetensi:

a)      Kompetensi professional yang harus dipenuhi oleh putakawan, yaitu:

  1. Mempunyai pengetuhuan dan manpu menjalankan fungsi dan aktivitas sistem perpustakaan.
  2. Memiliki pengetahuan tentang subyek khusus yang sesuai dengan kegiatan perguruan tinggi.
  3. Mengembangkan dan mengelola layanan informasi dengan baik, mudah diakses, dan efektif dalam pembiayaan yang sejalan denganaturan strategis perguruan tingginya.
  4. Menyediakan bimbingan dan bantuan terhadap pengguna layanan informasi dan perpustakaan.
  5. Melakukan survai mengenai jenis dan kebutuhan informasi, layanan informasi dan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
  6. Mengetahui dan manpu menggunakan teknologi informasi untuk pengadaan, pengorganiosasian dan penyebaran informasi.
  7. Mengetahui dan manpu menggunakan pendekatan bisnis dan manajemen untuk mengkomunikasikan perlunya layanan informasi kepada pimpinan perguruan tingginya.
  8. Mengembangkan produk-pruduk informasi khusus untuk digunakan di dalam atau di luar lembaga atau oleh pelanggan secara individu.
  9. Mengevaluasi hasil penggunaan informasi dan menyelenggarakan penelitian yang berhubungan dengan pemecahan masalah-masalah dengan manajeman informasi.
  10. Secara berkelanjutan memperbaiki layanan informasi untuk menanggapi perubahan kebutuhan.

b)      Kompetensi Individu, yang harus dimiliki pustakawan yaitu:

  1. Memiliki komitmen untuk memberikan layanan terbaik.
  2. Manpu mencari peluang dan melihatkesempatan baru baik di dalam maupun di luar perpustakaan.
  3. Berpandangan luas
  4. Manpu mencari mitra kerja
  5. Manpu menciptakan lingkungan kerja yang dihargai & dipercaya.
  6. Memiliki keteranpilan berkomunikasi yang efektif.
  7. Dapat bekerjasama secara baik dalam suatu tim kerja.
  8. Memiliki sifat kepemimpinan
  9. Mampu merencanakan, memprioritaskan dan memusatkan pada suatu hal yang kritis
  10. Memiliki sifat positif dan fleksibel dalam menhadapi perubahan.

c)      Pembinaan Staf Perpustakaan

Pembinaan staf perpustakaan dapat ditempuh dengan jalur seperti:

  1. Pendidikan pustakawan D-3, S-1, S-2 dan S-3 dibidang ilmu perpustakaan.
  2. Diklat & pelatihan dibidang perpustakaan.
  3. keikutsertaan dalam seminar,lokakarya dan simposium
  4. Kenaikan pengkat fungsional dan reguler.

 

2.8  Peranan Perpustakaan Sekolah dalam Mengembangkan Ilmu Pengetahuan bagi Sekolah

Bila diperhatikan secara jenih, maka perpustakan sekolah sesungguhnya memberikan peranan yang cukup banyak terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Sumbangan / peranan perpustakaan antara lain :

1)      Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar.

2)      Perpustakaan merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis serta memberikan petunjuk untuk mencipta.

3)      Perpustakaan akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa, sebagai tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu, benar-benar telah terbangun.

4)      Kumpulan bahan pustaka (koleksi) di perpustakaan memberika kesempatan membaca bagi para siswa yang mempunyai waktu dan kemampuan yang beraneka ragam.

5)      Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari cara mempergunakan perpustakaan yang efisien dan efektif.

6)      Perpustakaan akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan memperluas perbendaharaan bahasa.

7)      Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca, sehingga dapat mengarahkan selera dan apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan.

8)      Perpustakaan memberikab kepuasan akan pengetahuan di luar kelas.

9)      Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat.

10)  Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa dan guru untuk mengadakan penelitian.

11)  Perpustakaan merupakan batu loncatan bagi para siswa untuk melanjutkan kebiasaan hidup membaca di sekolah yang lebih tinggi.

12)  Kegairahan / minat baca siswa yang telah dikembangkan melalui perpustakaan sangat berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.

Bila minat membaca sudah tumbuh dan berkembang pada diri siswa, maka perpustakaan juga dapat mengurangi jajan anak, yang ini biasanya dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan anak. Bahkan perpustakaan juga bagi anak-anak dapat menjauhkan diri dari tindakan kenakalan, yang bisa menimbulkan suasana kurang sehat dalam hubungan berteman diantara mereka.

 

2.9  Perpustakaan sebagai Jantung Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah perkara yang wajib dimilki oleh setiap anak manusia, karena dengan ilmu manusia dapat membangun sebuah paeradaban yang bermartabat. Manusia adalah makhluk tuhan yang dibekali tuhan dengan satu kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, bahkan malaikat sekalpun. Kelibihan yang dimaksud yaitu “ akal ”  dalam islam akal difahami sebagai anugrah yang diberikan oleh Allah kepada umat manusia keturunan adam, dan dengan akal manusia dapat membedakan, mengenali, mempelajari, bahkan merumuskan sebuah penemuan. Dan dengan akal manusia dapat membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang merah dan hijau, mana yang cantik dan tampan, mana yang bermanfaat dan yang tidak, dan sebagainya, bukan hanya itu juga dengan akal manusia dapat mengenali segala hal yang ada dalam alam semesta.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa begitu pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan umat manusia, tanpa ilmu manusia laksana hewan yang berjalan tanpa arah, dan tujuan yang jelas. Seperti yang telah di uraikan pada awal pembahasan bahwa ilmu pengetahuan di peroleh melalui proses belajar yang di lakukan secara berkesinambungan dan terus menerus. Sebagian orang memahami belajar masih terbatas pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan saja, entah lembaga formal seperti SD-Perguruan tinggi ataupun informal seperti Pondok pesantren, meskipun dewasa ini telah banyak ditemukan beberapa pondok pesantren yang bermetamorfosis menjadi lembaga  pendidikan formal, meskipun ada yang masih memegang teguh nilai tradisional pesantren murni namun intensitasnya sudah mulai berkurang.

Pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan tentang pentingnya untuk menumbuhkan budaya membaca pada masyarakat dalam segala lini. Oleh sebab  itu perlu adanya media untuk dapat merealisasikan budaya baca, dimana budaya baca menurut hemat penulis masih sebatas wacana semata tanpa ada realisasi nyata, padahal membudayan membaca tidaklah semudah membalikkan telapak tangan apalagi hanya lewat pidato atau media cetak/elektronik semata. Salah satu tindakan nyata yang perlu untuk dilakukan adalah dengan memberdayakan perpustakaan atau rumah baca serta membentuk tim khusus dalam pengelolaanya.

Perpustakaan/rumah baca adalah media yang cukup tepat dan sarana untuk meningkatkan pendidikan di masyarakat, sehingga pendidikan tidak hanya di titik tekankan pada pendidikan formal saja, di mana pendidikan formal yang telah ada tidak ubahnya mencetak batu bata saja, sehingga tergantung pada cetakannya bila kotak maka jadilah kotak bila bulat maka jadilah ia bulat. Itu terbukti dengan begitu banyaknya lembaga pendidikan yang hanya menawarkan cetakan-cetakan tidak satupun lembaga pendidikan yang menawarkan bagaimana menghargai perbedaan karakter, minat serta bakat si manusia yang ingin belajar, hampir setiap tahun pemerintah sibuk untuk menentukan kurikulum apa yang akan di terapkan. Seharusnya pemerintah tanggap dengan kondisi pendidikan selama ini berjalan, sudahkah proses pendidikan yang ada sesui dengan kondisi sosio kultural bangsa yang sebenarnya, sehingga tidak terjebak dengan modernisasi dan arus globalisasi yang kesemuanya berkiblat dunia barat tidak terkecuali pendidikan, padahal  UUD 45’ mengamanatkan pada pemerintah untuk menjamin pendidikan masyarakatnya tanpa terkecuali.

MenurutImron (1995 :184), “perpustakaan adalah suatu tempat yang berupa ruangan atau gedung yang berisi buku-buku atau bahan-bahan lain untuk pembacaan, studi atau referensi”. American Library Assosiationdalam Imron (1995:184) memberikan batasan “ perpustakaan sebagai suatu koleksi buku atau bahan pustaka lainnya yang diorganisasikan dan diadministrasikan untuk keperluan membaca, konsuktasi atau studi”

Menurut Nurhadi (2004:34) perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan, dan memelihara koleksi bahan pustaka yang dikelola dan diatur secara sistematis dengan cara tertentu dan digunakan secara kontinyu sebagai sumber informasi”.

Dari definisi perpustakaan diatas dapat diartikan bahwa perpustakaan sangat diperlukan oleh masyarakat karena fungsinya yang sangat penting bagi kemajuan taraf hidup, karena di dalam perpustakaan terdapat berbagai informasi yang memiliki manfaat yang beragam. Untuk itu sebuah perpustakaan sangat penting perannya sebagai jantung ilmu pengetahuan.

Perpustakaan lazim dikenal sebagai jantung ilmu pengetahuan, karena perannya sebagai denyut nadi proses pendidikan dan pusat informasi . Pepustakaan dipandang sebagai kunci bagi ilmu penetahuan dan inti setiap proses pendidikan. Perpustakaan sangat strategis kaitannya dengan kualitas layanan pendidikan, oleh karena itu ia harus dapat memberikan layanan sebaik mungkin kepada pemustaka, agar pemustaka  dapat memanfaatkan semaksimal mungkin fungsi perpustakaan.

Perpustakaan merupakan sumber belajar yang menyenangkan apabila buku yang tersedia cukup lengkap disertai penataan ruang dan kelengkapan yang memadai. Di perpustakaan pemustaka  dapat memperoleh tanbahan ilmu pengetahuan yang akan menunjang materi yang diperoleh melalui pendidikan yang ditempuh pemustaka.

Sesuai dengan perannya sebagai jantung Ilmu pengetahuan perpustakaan memiliki fungsi – fungsi sebagai lembaga penyedia informasi.  Menurut Imron (1995:188) terdapat beberapa fungsi perpustakaan yaitu sebagai berikut: sebagai pusat belajar mengajar, sebagai pusat penelitian dan telaah kepustakaan, sebagai pusat ilmu pengetahuan, sebagai pusat rekreasi, dan sebagai pusat apresiasi dan kreasi.

Sebagai pusat belajar mengajar sekolah artinya bahwa proses balajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan peserta didik dapat dilakukan dengan kelengkapan koleksi bahan pustaka yang berasal dari perpustakaan sekolah. Fungsi ini juga mengandung arti, bahwa ketika guru berhalangan mengajar, peserta didik dapat ditugaskan mencari materi-materi yang telah digariskan oleh kurikulum melalui perpustakaan sekolah.

Sebagai pusat penelitian dan telaah kepustakaan, artinya bahwa peserta didik dapat mengadakan penelitian literature diperpustakaan dan mengadakan telaah pustaka. Konsep-konsep dan teori-teori yang pernah diterima peserta didik, termasuk yag berasal dari gurunya, dapat di cek apakah benar, sesuai atau berbeda dari yang ia temukan. Dengan mengadakan pengecekan demikian, psesrta didik dapat memahami sesuatu dari perspektif yang jauh lebih luas lagi.

Sebagai pusat ilmu pengetahuan, artinya bahwa dalam koleksi bahan pustaka yang tersimpan di perpustakaan, tersimpan juga ilmu pengetahuan. Dengan fungsi demikian, maka pserta didik akan sadar sepenuhnya bahwa pengetahuan yang didapatkan dari guru mereka adalah sedikit dari banyaknya ilmu pengetahuan sebenarnya ada diperpustakaan. Oleh karena itu, peserta didik tidak hanya menjadikan gurunya sebagai satu-satunya sumber, melainkan berdasarkan apa yang dia dapatkan dari guru itulah, peserta didik akan mengejar terus keperpustakaan yang tersedia.

Fungsi Pusat Rekreasi, artinya bahwa pserta didik dapat memanfaatkan kleksi bahan pustaka yang mempunyai muatan rekreatif  sebagai saran rekreasi. Bacaan-bacaan fiksi dan ringan atau yang disajikan dengan nada humor dapat menghibur peserta didik di sela-sela kegiatan proses belajar mengajar yang mungkin diantaranyaada yang menegangkan.

Fungsi Pusat Apresiasi, artinya bahwa dengan mengkaji karya-karya yang menjadi koleksi pustaka perpustakaan, peserta didik akan dapat menghargai karya  orang lain. Ia, yang mungkin tidak sejaman dengan pengarangnya, dapat menyelam jauh ke belakang mengapresiasikan ide-ide yang ditampilkan dalam koleksi bahan pustaka tersebut. Penghargaan atas karya orang lain demikian dan kekaguman atas kehebatan pengarang, sangat besar artinya bagi peserta didik dalam menyerap gagasannya. Tidak hanya itu, dalam dirinya juga akan terdapat rasa dorongan untuk mencontohnya dengan cara mengikuti jejak pengarang dan penulis yang mempunyai banyak karya.

 

2.10    Hubungan antara penerapan manajemen dengan perpustakaan sekolah

Sepanjang sejarah manusia, perpustakaan bertindak sebagai selaku penyimpan khasanah hasil pikiran manusia. Hasil pikiran manusia itu dapat dituangkan dalam bentuk cetak maupun non cetak ataupun dalam bentuk elektronik seperti disket. Hasil pikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk buku dalam arti luas (mencakup bentuk cetak atau, grafis, non cetak, bentuk elektronik) ini seringkali diasosiasikan dengan kegiatan belajar.

Buku merupakan alat bantu manusia untuk belajar sejak saat mulai dapat membaca, memasuld bangku. sekolah hingga bekcaja. Oleh karena, itu, perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku, sedangkan buku dikaitkan dengan kegiatan belajar, maka perpustakaan pun (termasuk dalam hal ini perpustakaan sekolah) selalu dikaitkan dengan kegiatan belajar. Kegiatan belajar dibagi atas dua macam, yaitu kegiatan belajar di dalam lingkungan sekolah dan kegiatan belajar di luar lingkungan sekolah. Perpustakaan sebagai pranata yang dikaitkan dengan. kegiatan belajar lebih mengarah pada kegiatan belajar di luar lingkungan sekolah. Dalam kenyataannya, ada juga sekolah yang memiliki perpustakaan sehingga, kegiatan belajar disatukan antara sekolah dengan perpustakaan. Karena itu muncullah jenis perpustakaan di lingkungan sekolah yang kemudian dikenal dengan sebutan “Perpustakaan Sekolah”.

Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang diselenggarakan pada sebuah sekolah, dikelola, sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan, dengan tujuan utama mendukung terlaksananya dan tercapainya tujuan sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya. Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan proses belajar mengajar, menanamkan dan, mengembangkan berbagai nilai, ilmu pengetahuan, dan teknologi, keterampilan, seni, serta, wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah bukan hanya sekedar tempat penyimpanan bahan pustaka (buku. dan non buku), tetapi terdapat upaya untuk mendayagunakan agar koleksi-koleksi yang ada dimanfaatkan oleh pemakainya secara maksimal. Hal ini dipertegas dalam SK (Surat Kuasa)

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno, yaitu ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen menurut  Stoner (1986) adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut Undang-undang No. 43 tahun 2007, perpustakaan sekolah merupakan salah satu jenis dari perpustakaan khusus. Ciri-ciri perpustakaan khusus, antara lain adalah diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, atau organisasi lain.

Perpustakaan sekolah menurut Standar Nasional Indonesia adalah perpustakaan yang berada pada satuan pendidikan formal di lingkungan pendidikan dasar dan menengah yang merupakan bagian integral dari kegiatan sekolah yang bersangkutan, dan merupakan pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. Definisi yang sama juga diungkapkan oleh Sulistyo-Basuki (1991) bahwa perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah sekolah , dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan, dengan tujuan utama membantu sekolah untuk mencapai tujuan khusus sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya. Perpustakaan sekolah merupakan sarana bagi para murid agar terampil belajar sepanjang hayat dan mampu mengembangkan daya pikir agar mereka dapat hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab (IFLA, 2006).

Misi dari perpustakaan sekolah adalah menyediakan informasi dan ide yang merupakan fondasi agar berfungsi secara baik di dalam masyarakat masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan. Menurut Standar Nasional Indonesia, misi perpustakaan sekolah yaitu:

1)      Menyediakan informasi dan ide yang merupakan fondasi agar berfungsi secara baik di dalam masyarakat masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan;

2)      Merupakan sarana bagi murid agar terampil belajar sepanjang hayat dan mampu mengembangkan daya pikir agar mereka dapat hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Dalam kaitannya dengan perpustakaan sekolah, manajemen perpustakaan sekolah pada dasarnya adalah proses mengoptimalkan kontribusi manusia, material, anggaran untuk mencapai tujuan perpustakaan. Karena perpustakaan sekolah sebagai sub sistem dari sebuah organisasi, dalam hal ini yaitu sekolah, tentunya tujuan perpustakaan sekolah harus terlebih dahulu didefinisikan secara jelas. Perpustakaan sekolah menurut Standar Nasional Indonesia bertujuan menyediakan pusat sumber belajar sehingga dapat membantu pengembangan dan peningkatan minat baca, literasi informasi, bakat serta kemampuan peserta didik. Pendefinisian secara operasional dari manajemen dapat dilakukan dalam bentuk program yang akan dilaksanakan beserta sasaran yang konkret dan operasional. Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, maka kegiatan manajemen. perpustakaan sekolah dapat dilaksanakan atau. direalisasikan (Widiasa, 2007).

Untuk mencapai tujuan tersebut maka penyelenggara perpustakaan sekolah perlu memahami prinsip dan fungsi manajemen dengan baik, sehingga visi, misi, dan tujuan yang ditetpkan oleh sekolah dapat tercapai dengan baik. Berikut ini akan dijelaskan fungsi manajemen yang dapat diterapkan pada perpustakaan sekolah.

1)      Perencanaan

Perpustakaan yang baik, perlu direncanakan dengan baik pula. Keberhasilan program kerja yang dibuat oleh perpustakaan, tergantung pada seberapa baik perpustakaan “menduga” perubahan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Untuk itu diperlukan strategi yang melibatkan berbagai pihak dalam membuat perencanaan atau dalam konsep manajemen dikenal dengan istilah perencanaan strategis.

Perencanaan stategis adalah proses analisis, perumusan dan evaluasi beberapa strategi. Tujuan utamanya adalah agar suatu orgaisasi dapat melihat secara objektif berbagai kondisi internal dan eksternalnya, sehingga diperoleh suatu keputusan yang mendasar (Rangkuti, 1999). Dimana sebuah organisasi akan dibawa kemana di tahun-tahun mendatang dan bagaimana cara untuk sampai ke tujuan tersebut (McNamara, 1999). Perencanaan strategis terdiri dari beberapa bagian, yaitu pernyataan visi, misi, tujuan, dan sasaran. Untuk perpustakaan sekolah, visi, misi, tujuan, dan sasarannya harus sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran lembaga induknya, yaitu sekolah.

King (1982) menyatakan bahwa bila para pustakawan ingin memanfaatkan perencanaan strategis, yang pertama harus dipahami adalah lingkungan mereka bekerja dan dimana perpustakaan tersebut berada. Kekuatan terbesar dari perencanaan strategis adalah terletak pada proses dimana administrator perpustakaan dapat menganalisa lingkungannya dan menghubungkan hasilnya dengan tujuan, sasaran, dan rencana masa depan organisasi.

Perencanaan strategis menurut (Prytherch, 1998) melalui beberapa tahapan, yaitu:

a)      Menetapkan pernyataan misi

b)      Menetapkan tujuan-tujuan

c)      Memeriksa lingkungan eksternal

d)     Memeriksan lingkungan internal

e)      Melakukan analisis SWOT

f)       Mendiskusikan beberapa pilihan strategis

g)      Memilih strategi (berdasarkan visi, misi, tujuan, dan faktor lingkungan internal dan eksternal)

h)      Mengimplementasikan

2)       Pengorganisasian

Fungsi pengorganisasin termasuk fungsi pengisian staf yang sesuai untuk setiap tugas atau kedudukan. Pengisian staf atau karyawan perlu membedakan beberapa jenis karyawan yang bekerja di perpustakaan, yang masing-masing mempunyai tugas khas dan karakteristik sendiri-sendiri.

Beberapa ahli manajemen memandang bahwa unsur organisasi sangat penting. Dari unsur-unsur vang ada, maka tujuan organisasi dapat dicapai dengan baik. Adapun unsur organisasi adalah sebagai berikut.

a)      Manusia artinya organisasi baru ada jika ada unsur manusia, jika ada manusia yang bekerja sama, ada yang memimpin dan ada yang dipimpin

b)      Sasaran, artinya organisasi baru ada jika ada tujuan yang dicapai secara bersama-sama.

c)      Tempat kedudukan artinya organisasi baru ada jika, ada tempat dan kedudukannya secara tetap ataupun secara sementara.

d)     Pekerjaan, artinya organisasi baru ada jika ada pekerjaan yang akan dikerjakan serta, adanya pembagian kerja secara jelas, apa dikerjakan siapa atau siapa. mengerjakan apa.

e)      Teknik, artinya organisasi baru ada jika terdapat unsur-unsur teknis.

f)       Struktur, artinya organisasi baru ada, jika ada hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain sehingga tercipta organisasi.

g)      Lingkungan, artinya organisasi baru ada jika ada lingkungan yang saling mempengaruhi misalnya sistem kerjasama sosial.

Apabila suatu organisasi hanya terdiri atas dua orang dan tujuan yang akan dicapai juga hanya sederhana, maka belum diperlukan struktur organisasi. Jika kelompok orang yang bekerjasama jumlah besar, dan tujuan yang akan dicapai luas, maka struktur organisasi yang tersusun rapi mutlak perlu. Struktur organisasi ialah suatu kerangka yang menunjukkan semua tugas kerja untuk mencapai tujuan organisasi, hubungan antara fungsi-fungsi tersebut, serta wewenang dan tanggung jawab setiap anggota, organisasi yang melakukan tiap-tiap tugas kerja tersebut.

Struktur organisasi diperlukan untuk memberi wadah tujuan, misi, tugas pokok dan fungsi. Jika fungsi yang diselenggarakan berlangsung secara terus menerus, maka harus dilembagakan agar memungkinkan berlakunya fungsionalisasi yang menjadi landasan peningkatan efisiensi dan efektivitas organisasi. Fungsionalisasi menentukan orang-orang yang harus bekerjasama, serta pemrakarsa kerja sama tersebut. Secara fungsional seseorang bertanggung jawab atas suatu bidang dalam organisasi, dan memerlukan kerja sama dengan pemegang tanggung jawab bidang lain. Berikut ini diperlihatkan struktur organisasi sekolah.

Perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar, kedudukannya sejajar dengan sumber belajar lainnya. Perpustakaan sekolah adalah unit kerja yang melakukan kegiatan/fungsi pengadaan, pengolahan, penyimpanan, dan pendayagunaan materi perpustakaan untuk mendukung pembelajaran. Kegiatan dan fungsi tersebut dalam bidang perpustakaan dikelompokkan  menjadi dua, yaitu layanan teknis yaitu kegiatan pengadaan dan pengolahan materi perpustakaan; dan layanan pembaca yaitu kegiatan yang memberikan layanan kepada pengguna perpustakaan.

Untuk melaksanakan fungsi tersebut, perpustakaan sekolah dipimpin oleh kepala perpustakaan sekolah yang ditunjuk/ditetapkan berdasarkan surat tugas/surat keputusan kepala sekolah. Namun pengangkatan kepala perpustakaan harus mengikuti Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008 yang menyatakan:

“Setiap sekolah/madrasah untuk semua jenis dan jenjang yang mempunyai jumlah tenaga perpustakaan sekolah/madrasah lebih dari satu orang, mempunyai lebih dari enam rombongan belajar (rombel), serta memiliki koleksi minimal 1000 (seribu) judul materi perpustakaan dapat mengangkat kepala perpustakaan sekolah/madrasah.”

Kepala perpustakaan bertanggung jawab kepada kepala sekolah. Kualifikasi kepala perpustakaan menurut SNI Perpustakaan Sekolah adalah tenaga perpustakaan sekolah atau tenaga kependidikan dengan pendidikan minimal diploma dua di bidang ilmu perpustakaan dan informasi atau diploma dua bidang lain yang sudah memperoleh sertifikat pendidikan di bidang ilmu perpustakan dan informasi dari lembaga pendidikan yang terakreditasi. Tetapi, kualifikasi yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008 lebih tinggi dari SNI tersebut, terutama yang berasal dari jalur pendidik, dimana kepala perpustakaan sekolah/madrasah harus memenuhi syarat:

a)      Berkualifikasi serendah-rendahnya diploma empat (D4) atau sarjana (S1);

b)      Memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah;

c)      Masa kerja minimal 3 (tiga) tahun.

Tidak hanya kualifikasi pendidikan yang disyaratkan dalam peraturan trersebut, kompetensi yang harus dipenuhi oleh seorang kepala perpustakaan sekolah adalah Kompetensi Manajerial, Kompetensi Pengelolaan Informasi, Kompetensi Kependidikan, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Sosial, dan Kompetensi Pengembangan Profesi.

Untuk tenaga pelaksana pada perpustakaan sekolah, setiap perpustakaan sekolah/madrasah memiliki sekurang-kurangnya satu tenaga perpustakaan sekolah/madrasah yang berkualifikasi SMA atau yang sederajat dan bersertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah. SNI perpustakaan sekolah juga menetapkan kualifikasi yang sama, dimana tenaga perpustakaan sekolah dengan pendidikan minimal pendidikan menengah serta memperoleh pelatihan kepustakawan dari lembaga pendidikan dan pelatihan yang terakreditasi. Tenaga perpustakaan sekolah termasuk tenaga teknis.

Dari gambaran tersebut, jelaslah bahwa struktur organisasi perpustakaan sekolah berdasarkan fungsi, dimana setiap sub bagian merupakan fungsi dari masing-masing tugas di perpustakaan sekolah.

3. Penggerakkan

Dari seluruh rangkaian proses manajemen, penggerakkan merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi penggerakkan justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa penggerakkan merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.

Tugas penggerakan adalah tugas mengerakkan seluruh manusia yang bekerja dalam perpustakaan sekolah agar masing-masing bekerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang telah ditetapkan dengan semangat dan kemampuan maksimal. Dengan kata lain, pergerakkan merupakan proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

Dari pengertian di atas, penggerakkan tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam penggerakan ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika : (1) merasa yakin akan mampu mengerjakan, (2) yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya, (3) tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting, atau mendesak, (4) tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan (5) hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis. Kegiatan dalam fungsi pergerakkan antara lain:

1)       Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan

2)       Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan

3)       Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

4. Pengawasan

Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi terdahulu, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dalam hal ini, Louis E. Boone dan David L. Kurtz (1984) memberikan rumusan tentang pengawasan sebagai : “… the process by which manager determine wether actual operation are consistent with plans”.

Pengawasan adalah pengamatan dan pengukuran untuk menentukan berhasil atau tidaknya pelaksanaan menurut perencanaan yang sudah ditetapkan. Proses ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia kepustakawanan yang dihadapi.

Sementara itu, Robert J. Mocker sebagaimana disampaikan oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan, bahwa :

“Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan – tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.”

Pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. Hani Handoko bahwa proses pengawasan memiliki lima tahapan, yaitu : (a) penetapan standar pelaksanaan; (b) penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan; (c) pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata; (d) pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan; dan (e) pengambilan tindakan koreksi, bila diperlukan.

Fungsi-fungsi manajemen ini berjalan saling berinteraksi dan saling kait mengkait antara satu dengan lainnya, sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan proses manajemen. Dengan demikian, proses manajemen sebenarnya merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen. Dalam perspektif persekolahan, agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka proses manajemen pendidikan memiliki peranan yang amat vital. Karena bagaimana pun sekolah merupakan suatu sistem yang di dalamnya melibatkan berbagai komponen dan sejumlah kegiatan yang perlu dikelola secara baik dan tertib. Sekolah tanpa didukung proses manajemen yang baik, boleh jadi hanya akan menghasilkan kesemrawutan lajunya organisasi, yang pada gilirannya tujuan pendidikan pun tidak akan pernah tercapai secara semestinya.

Dengan demikian, setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realisitis, pengorganisasian yang efektif dan efisien, pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Secara umum, manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.Sedangkan  perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggung jawabnya kepada kepala sekolah yang melayani kegiatan belajar mengajar di sekolah yang bersangkutan. Dalam melaksanakan semua kegiatan atau aktivitas di perpustakaan juga sangat diperlukan adanya sebuah struktur organisasi agar setiap rangkaian kerja yang ada di perpustakaan tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga tujuan dari perpustakaan tersebut dapat tercapai sesuai dengan tujuan atau rencana yang telah tersusun.

Berkaitan dengan hal di atas, Perpustakaan sebagai lembaga pendidikan dan lembaga penyedia informasi akan memiliki kinerja yang baik apabila didukung dengan manajemen yang memadai, sehingga seluruh aktivitas lembaga akan mengarah para upaya pencapaian tujuan yang telah dicanangkan.

Perpustakaan lazim dikenal sebagai jantung ilmu pengetahuan, karena perannya sebagai denyut nadi proses pendidikan dan pusat informasi . Perpustakaan dipandang sebagai kunci bagi ilmu pengetahuan dan inti setiap proses pendidikan. Perpustakaan sangat strategis kaitannya dengan kualitas layanan pendidikan, oleh karena itu ia harus dapat memberikan layanan sebaik mungkin kepada pemustaka, agar pemustaka  dapat memanfaatkan semaksimal mungkin fungsi perpustakaan.

TEKNO “KOMPAS TV” 23 NOVEMBER 2013

28 November 2013
Comments Off on TEKNO “KOMPAS TV” 23 NOVEMBER 2013

Tekno Flash

Sony Playstation 4 resmi diluncurkan 15 November kemarin. Sony menjanjikan PS4 akan tersedia di 32 negara saat musim libur natal mendatang, dan semoga Indonesia termasuk di dalamnya. Peluncuran PS4 disambut antusias oleh gamers, dan dalam 24 jam setelah peluncuran, 1juta PS4 terjual. Walaupun laris manis, PS4 tidak terlepas dari kritik. Di situs Amazon, lebih dari 20% pembeli hanya memberi rating 1 bintang (ratingterendah), dengan alasan PS4 mereka rusak, bahkan sebelum dimainkan. Untuk menjawab masalah ini, Sony menyatakan siap mengganti unit yang cacat produksi. Sejauh ini, Sony mengatakan hanya menemukan 0,4% dari jumlah produksi pertama yang cacat. Angka yang diklaim oleh pihak Sony ini dinilai wajar dan sesuai ekspektasi. Padahal wajar menurut Sony, belum tentu wajar menurut konsumen.

Path, sejak pertama dirilis di Appstore dan Googleplay jumlah penggunanya terus bertambah bahkan rencananya Path akan tersedia bagi pengguna Windows Phone. Menurut CEO Path, pengguna Path semakin bertambah di seluruh dunia, bahkan Indonesia disebut sebagai negara dengan jumlah pengguna Path terbanyak. Kemampuan Path untuk selalu update tempat yang dikunjungi, foto, video, dan music dan bahkan sampai waktu tidur dan bangun bisa jadi adalah magnet terbesar bagi penggunanya di Indonesia. Selain pengguna terbanyak, Indonesia juga mendapatkan penghargaan sebagai pengguna ter-update, setiap bulan pengguna Path di Indonesia menyumbang 30% rated internet Path dan hal ini lebih tinggi dari Amerika Serikat yang setiap harinya hamper 5% pengguna Path yang aktif  berasal dari Indonesia. Pada tahun 2012 lalu, Indonesia adalah negara yang paling aktif menggunakan media sosial dan Jakarta adalah kota paling aktif di Twitter.

Sejak pertama kali Path dirilis di AppStore dan GooglePlay, jumlah penggunanya terus bertambah. Bahkan rencananya Path akan tersedia bagi pengguna Windows Phone. CEO Path, Dave Morin, mengatakan jumlah pengguna aktif Path terus meroket di seluruh dunia,khususnya di Indonesia. Bahkan Indonesia disebut sebagai negara dengan jumlah pengguna Path terbanyak. Kemampuan Path untuk selalu update tempat yang dikunjungi, foto, dan video musik, buku, bahkan sampai waktu tidur dan bangun bisa jadi adalah magnet terbesar bagi penggunanya di Indonesia. Selain pengguna terbanyak, Indonesia juga mendapat gelar sebagai pengguna terupdate. Setiap bulan, pengguna Path di Indonesia menyumbang 30%traffic internet Path. Hal ini lebih tinggi daripada Amerika Serikat. Sedangkan per harinya hampir 50% pengguna Path yang aktif berasal dari Indonesia. Morin tidak selalu terkejut dengan data tersebut, karena pada tahun 2012 lalu, Indonesia adalah negara yang paling aktif menggunakan media sosial, dan Jakarta adalah kota yang paling aktif di Twitter.

Jika merasa sulit membawa sekaligus keyboard dan mouse saat berpergian, mungkin Keyboard Touch K400R keluaran Logitech bisa menjadi pilihan. Produk yang mendukung jaringan nirkabel ini menggabungkan keyboard dantouchpad multitouch ukuran 3,5”. Jadi tidak perlu repot lagi membawa keyboard dan mouse yang terpisah. Touchpad ini mampu membaca gerakan vertikal maupun horizontal sehingga nyaman digunakan dalam sistem operasi Windows 8. Selain itu K400R juga dapat digunakan hingga jarak 10meter. Keyboard ini menggunakan tombol yang lembut tanpa suara, dan akan terlihat jelas dalam kondisi ruangan yang kurang cahaya. Pada bagian atas keyboard juga disediakan tombol ON OFF untuk menghemat baterai. K400R sudah tersedia di pasaran Indonesia sejak Oktober lalu.

 

Tekno Release

Smartphone asal Taiwan meluncurkan 3 produk terbarunya sekaligus, yaitu HTC one dual sim, HTC one mini, dan HTC one mac. Bekerjasama dengan jaringan smartfren, HTC one dual sim bisa bekerja pada jaringan cdma dan gsm, berbeda dengan HTC mini yang menonjolkan sisi design dengan ukuran layar 4,3”. HTC one dengan layar 4,7”, namun secara segi fitur atau pengalaman yang diperoleh pengguna, HTC mini tidak jauh berbeda dengan HTC one. HTC one mac dengan ukuran layar 5,9” hadir dengan sejumlah fitur canggih seperti fingerprint di bagian belakang untuk menjaga privasi pengguna. Dalam kondisi terkunci, smartphone ini hanya bisa dibuka oleh sidik jari pemiliknya saja. Selain itu juga tersedia kamera ultrapixel. Jika ingin dibandingkan, HTC ini bisa dibandingan dengan spek Nokia Lumia yang menggunakan Windows 8.

erihal penyadapan bukan merupakan hal baru, banyak hacker yang bisa melakukan, tapi sebenarnya ada aplikasi yang bisa menyangkal penyadapan yaitu aplikasi massaging yang bisa bekerjasama dengan bank dan bisa lebih aman. Ada beberapa cara yang mungkin dilakukan pihak lain untuk melakukan penyadapan terutama pada aksi spionase, yaitu data center untuk membaca email, FBI mengoleksi data orang-orang penting, homeland security yang memantau akses jejaring sosial seperti facebook dan twitter, lalu mereka akan menyusup dan mencuri data kita melalui internet service provider (ISP). Untuk bisnis alat penyadap pun bisa dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Tercatat ada 338 perusahaan dan 77 perusahaan diantaranya berasal dari Inggris, mereka menawarkan 97 teknologi tinggi untuk melakukan penyadapan. Ada baiknya kita menginstal security software untuk smartphone dengan kata kunci yang kuat seperti kombinasi huruf besar kecil, simbol dan angka.

Tekno Game

Kalian bisa merasakan adrenalin yang meningkat melalui console kalian bersamaNeed for Speed : Rivals . Dalam seri terbaru Need for Speed ini, kalian akan disuguhkan berbagai mobil terbaik yang bisa dimainkan. Ada 21 brand dan lebih dari 50 mobil yang siap mengarungi aspal bersama kalian. Need for Speed : Rivals mempunyai dua career mode. Kalian bisa menjadi pembalap liar yang mencari jalan menuju popularitas dan menghindari tangkapan polisi, atau  sebaliknya, kalian akan bermain sebagai polisi dan memberantas para pembalap liar yang mengacau di jalan raya. Kalian juga akan berbagi dunia dengan jutaan pemain Need for Speed lainnya. Karena game ini memiliki sistem open work. Dengan sistem online ini, kalian juga bisa bermain secara multiplayer. Menariknya lagi, akan ada weather system yang membuat cuaca saat balapan menjadi lebih dinamis. Kondisi jalan pun akan mengikuti jenis cuaca. Seperti biasa, kalian juga tetap akan bisa memodifikasi mobil andalan kalian, mulai dariengine system hingga akasesoris tambahan untuk mempercantik mobil andalan kalian.

TEKNO “KOMPAS TV” 16 NOVEMBER 2013

28 November 2013
Comments Off on TEKNO “KOMPAS TV” 16 NOVEMBER 2013

Tekno flash

Sistem operasi terbaru android kitkat dari google baru saja diluncurkan, memiliki fitur baru yang menjadi semakin menarik. Salah satunya adalah aplikasi foto editing yang bisa bekerja layaknya photoshop, aplikasi ini memiliki sejumlah full editing seperti selected editing dan kontras warna, ada pula kurva warna yang bisa dirubah sesuai keinginan. Aplikasi ini menyediakan efek warna yang dapt dapat merubah warna foto langsung saat di ‘klik’. Selain bisa memainkan warna dan melakukan editing, keuntungan lainnya dari aplikasi ini adalah foto hasil editing akan langsung disimpan sebagai file terpisah sehingga file foto asli akan tetap ada dan aman karena aplikasi foto ini bersifat non-destructive.

Flash datang dari Google, yaitu sebuah sistem operasi terbaru, Android Kitket, yang memiliki beberapa fitur tambahan seperti hadirnya aplikasi foto editingyang bisa bekerja layaknya software Photoshop pada PC. Aplikasi ini memiliki sejumlah tool editing seperti selective editing, pengaturan saturasi, maupun kontras warna. Adapula tools colors yang dapat diubah-ubah sesuai keinginan. Selain dapat memainkan warna dan melakukan cropping, keunggulan lain yang bisa didapatkan adalah hasil editing foto akan disimpan sebagai file terpisah, sehingga file hasil foto asli akan tetap ada dan aman, karena aplikasi foto ini bersifat nondestruktif.

Tekno Release

Console game terbaru Play Station 4 (PS4) siap meluncur ke pasar global secara resmi. Dalam 1 kotaknya, akan terdapat console game PS4 500 Gb yang dilengkapi dengan stick, consoler dualshop, voucher untuk playstation, buku panduan, kabel hdsi, kabel power listrik, headset dan kabel usb. PS4 ini akan dijual sekitar Rp 4,4 juta di Amerika Serikat.

Maka itu, para pelaku industri game Indonesia percaya bahwa bisnis ini bisa menjadi lebih besar lagi. Demi mempererat ikatan di antara para game developer, baik yang profesional maupun yang indie, termasuk komunitas, user, maupun pelajar, Segitiga.Net membuat ajang pamer pada 16 Januari 2013 di Institut Teknologi Bandung. Segitiga.Net mengundang semua pegiat game, baik itu dari kalangan profesional, komunitas, pelajar, maupun developer, untuk menunjukkan prototipe karya mereka yang sedang dikembangkan. Tekno Event Situs global streaming video Viki melalui Viki.com dan musik streaming yang menyediakan subtitle atau teks terjemahan yang dibuat oleh crowd sourcing atau sumber-sumber luar, yang membuat berbagai tayangan dapat dinikmati oleh pangsa yang lebih luas. Para penggemar program TV, film, dari berbagai genre membentuk komunitas dan menyediakan, sekaligus mengorganisir pembuatan teks terjemahan dari tayangan-tayangan tersebut secara sukarela, seringkali hanya dalam waktu 24 jam setelah video pertama kali ditayangkan. Seluruh teks terjemahan di lindungi lisensi Creative Commons.

Tekno Event

Kini ada tambahan situs video sharing yaitu viki global streaming video yang merupakan sebuah layanan streaming video global yang baru saja diakuisisi salah satu perusahaan layanan internet terbesar di dunia. Melalui viki.com kita dapat mengakses video terbaru sesuai dengan genre yang dipilih. Kita dapat menikmati setiap tayangan dengan berbagai bahasa karena viki mempunyai komunitas global yang secara sukarela menerjemahkan konten kedalam 160 bahasa dan saling terhubung satu sama lain. Untuk bisa mengakses lebih jauh di viki, kita hanya perlu melakukan sign up melalui email, mengisi user name dan password, setelah terdaftar kita dapat login melalui facebook.

Blackberry Q5 dan Q10 BlackBerry Q10 bukan satu-satunya perangkat berbasis BlackBerry 10 dengan keypad fisik yang dirilis pada tahun 2013 ini. Di pertengahan tahun, perusahaan asal Kanada ini memperkenalkan “adik” dari Q10 yang diberi nama Q5. Q5 masuk ke kategori low to mid. Melalui produk ini, BlackBerry berharap, perangkat tersebut dapat mengakomodir keinginan konsumen yang menginginkan produk BlackBerry 10 dengan harga yang terjangkau. Namun, harga dari Q5 sendiri sebenarnya dapat dikatakan cukup mahal untuk kantung konsumen di Indonesia. Ia dibanderol dengan harga sekitar Rp 4 juta. Kamera belakang Q5 ini hanya dibekali sensor 5MP dengan LED flash, dan kamera depan 2MP. Kamera belakang dapat merekam dengan kualitas 1080p@30FPS. Cara mengambil foto dari Q5 bisa dengan menekan tombol pengatur volume, atau cukup dengan menyentuh layar. aplikasi kamera BlackBerry Q5 juga telah menyediakan filter foto dan bingkai seperti Instagram. Fitur Time Shift pada aplikasi kamera ponsel BlackBerry 10 memberi nilai tambah tersendiri. Secara teknis, ketika memotret dengan modus Time Shift, kamera telah merekam momen sebelum dan setelah Anda memotret. Ia bisa diandalkan untuk mencari momen terbaik. Anda bisa mengembalikan waktu beberapa frame dalam hitungan milidetik sebelum dan sesudah foto diambil.

HUBUNGAN DATABASE DENGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI PERPUSTAKAAN

10 October 2013
Comments Off on HUBUNGAN DATABASE DENGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI PERPUSTAKAAN

Manajemen dalam hal ini merupakan sebuah bentuk kegiatan mengelola bahan pustaka atau data yang dapat memberikan sebuah informasi yang dapat berguna bagi kepentingan manusia. Kepentingan manusia yang dimaksudkan disini adalah kepentingan bagi para pemakai atau user di perpustakaan yang bersangkutan. Sehingga dalam pengelolaan data itu sendiri dibutuhkan sebuah pangkalan data yang difungsikan untuk mengumpulkan data, mengelola data, menyimapan data, serta menyampaikan beragam informasi yang diinginkan oleh pengguna di perpustakaan. Kaitannya dengan beragam kegiatan tersebut, maka dibutuhkanlah sebuah pangkalan data di sebuah perpustakaan yang disebut dengan Database perpustakaan.

Database sendiri sebenarnya merupakan sebuah kumpulan informasi yang disimpan di dalam sebuah komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh suatu informasi dari basis data tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, maka di sebuah perpustakaan juga dibutuhkan suatu manajemen untuk mengelola atau untuk mengaplikasikan semua bentuk kegiatan di perpustakaan dengan baik. Baik dalam hal ini yaitu baik dalam hal perencanaan,pengorganisasian,serta kegiatan lain yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pokok dari perpustakaan tersebut. Manajemen database ini difungsikan agar setiap kegiatan yang ada di perpustakaan ammpu dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan sebuah planning atau perencanaan yang ditetapkan oleh pimpinan perpustakaan. Adanya sebuah manajemen database di sebuah perpustakaan akan berpengaruh terhadap minat atau keinginan masyarakat pemustaka untuk datang ke perpustakaan guna penelusuran sebuah informasi yang diinginkannya karena dengan adanya manajemen database yang bauk dan benar akan mempermudah pemustaka juga pustakawan dalam hal pengelolaan sebuah informasi.

Terdapat beberapa tujuan dari perancangan sebuah manajemen database di perpustakaan. Tujuan tersebut yaitu :

  • Memudahkan pemustaka dalam penelusuran informasi yang dibutuhkan
  • Menyediakan sebua tempat penyimpanan data yang relevan atau cocok di perpustakaan
  • Mengapus data-data yang berlebihan
  • Melindungi data dari kerusakan fisik
  • Memungkinkan perkembangan lebih lanjut di dalam sistem database.

Hubungan dengan tujuan manajemen database di dalam sebuah perpustakaan tadi maka dalam hal ini seorang pustakawan dituntut untuk mampu memberikan sebuah gambaran mengenai tingkat kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka. Kebutuhan akan informasi ini tentunya juga sangat beragam. Dalam hal ini, kebutuhan informasi tersebut dibutuhkan oleh pelajar,mahasiswa,pegawai,atau bahkan juga dibutuhkan oleh masyarakat atau khalayak umum.

Menyikapi kebutuhan pemustaka yang beragam tersebut, disini peran database dalam manajemen perpustakaan sangatlah dibutuhkan disamping peran pustakawan sebagai pengelola database tersebut. Pustakawan dalam hal ini dituntut untuk mampu menyediakan beragam informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka. Untuk itu pustakawan haruslah membuat membuat data-data yang berisi mengenai daftar bahan pustaka atau koleksi guna memenuhi kebutukan pemustaka.

Banyaknya permintaan bahan pustaka yang dibutuhkan oleh pemustaka tersebut menyebabkan adanya sebuah ketidakmungkinan apabila data-data tersebut diolah secara manual oleh pustakawan, maka pustakawan membutuhkan sebuah program pengolah data yang bersifat komplit atau kompleks. Misalnya data tentang judul buku yang diinginkan oleh pemustaka, pengarang buku yang diinginkan oleh pemustaka, serta penerbit yang diinginkan oleh pemustaka, dan lain sebagainya.

Database yang terdapat dalam sistem informasi perpustakaan ini terdiri dari :

  1. Jumlah buku yang terdapat pada perpustakaan
  2. Informasi detail dari setiap buku yang ada (nama pengarang, penerbit, dll)
  3. Jumlah dan data member perpustakaan
  4. Waktu aktif sistem
  5. Status buku (sedang dipinjam atau tidak)
  6. Sistem penghitungan denda pada pengembalian buku yang terlambat

Sistem Informasi Perpustakaan ini akan dibuat dalam bentuk Database untuk pengelolaan segala data yang ada pada perpustakaan. Sistem informasi perpustakaan membutukan Hardware dan Software. Yang dimaksud dengan Hardware adalah beberapa perangkat komputer untuk menjalankan sistem ini. Komputer yang dapat digunakan user yang merupakan pengunjung perpustakaan, komputer yang digunakan oleh user yang merupakan pengelola/petugas perpustakaan, serta komputer server yang merupakan bagian utama dari sistem ini (tempat dilakukannya kontrol pada sistem). Dan yang dimaksud dengan Software adalah sistem pelacakan dan pengenalan pola wajah ini membutuhkan beberapa software pendukung, yaitu Microsoft Office Access 2007 Database (untuk penyimpanan data-data yang ada di perpustakaan), data management system (untuk pengelolaan data base karyawan), sistem operasi (untuk pengoperasian sistem), serta sistem matematika (untuk penghitungan denda jika terjadi keterlambatan). Sistem informasi ini menggunakan jaringan lokal, di mana antar komputer terhubung menggunakan Local Area Network (LAN) dan dikontrol oleh komputer server.

RESUME “Dunia Dalam Genggamanmu” Metro TV Edisi 6 Oktober 2013

9 October 2013
Comments Off on RESUME “Dunia Dalam Genggamanmu” Metro TV Edisi 6 Oktober 2013

S

ebagai operator selular terbesar di Indonesia dan sebagai perusahaan milik bangsa Indonesia, Telkom Group memiliki tanggung jawab untuk turut menyukseskan perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) yang akan berlangsung dari tanggal 1 sampai 8 Oktober 2013 di Bali. Untuk itu, Telkom Group telah melakukan persiapan untuk memastikan kebutuhan layanan komunikasi dalam penyelenggaraan KTT APEC 2013 dapat dilayani dengan prima dari sisi teknologi, produk, serta layanan. Dan, bersama dengan Telkomsel meluncurkan Kartu Perdana simPATI APEC, yang dirancang khusus untuk APEC 2013.

Untuk pelanggan simPATI  APEC, dapat menikmati gratis telepon selama 50 menit untuk panggilan internasional ke lebih dari 50 negara melalui layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) 01017, gratis 10 SMS internasional ke seluruh negara di dunia, gratis layanan data sebesar 52 MB untuk mengakses internet, serta gratis telepon 60 menit dan 100 SMS ke sesama pelanggan Telkomsel di Indonesia. Untuk kesiapan jaringan, Telkomsel beserta TelkomGroup menyiapkan 1.344 BTS dengan tambahan sejumlah 175 BTS baru khusus untuk melayani keperluan APEC dan penyediaan 12 unit COMBAT/ Mobile BTS. Selain itu, digelar 1.400 titik aksesFlashzone-seamless di lokasi-lokasi strategis sehingga pelanggan dapat memperoleh layanan broadband dengan kualitas prima di mana pun mereka berada.

Flashzone-seamless merupakan layanan WiFi bagi pelanggan Telkomsel yang sudah berlangganan paket data. Melalui layanan ini pelanggan dapat melakukan perpindahan koneksi jaringan dari 2G/3G ke WiFi secara otomatis untuk memperoleh akses data dengan kecepatan tinggi tanpa perlu registrasi.

Pada penyelenggaran KTT APEC 2013 kali ini, Telkomsel berkesempatan untuk menggelar uji coba 4G LTE, dengan menggandeng Nokia Solutions & Networks (NSN) sebagai technology partner. Untuk implementasi uji coba teknologi 4G LTE 1800 MHz di KTT APEC 2013 ini, Telkomsel telah menggelar sebanyak 39 BTS 4G LTE dengan cakupan seluruh venue KTT APEC dan tempat strategis terkait KTT APEC.

Next Page »