Samsung Galaxy S5

0

 

Seperti yang telah diduga sebelumnya, akhirnya Samsung secara resmi memperkenalkan ponsel pintar Android andalannya, Galaxy S5, di sela-sela ajang Mobile World Congress, Barcelona, Spanyol, pada Senin (24/2/2014) waktu setempat.

“Saya tidak ingin membuat Anda menunggu lebih lama lagi,” kata JK Shin, President and CEO Head of IT and Mobile Communications Division Samsung Electronics, sembari memperlihatkan video Galaxy S5 untuk pertama kalinya.

Secara sepintas, Galaxy S5 memiliki desain yang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan Galaxy S4. Di bagian muka, tidak terdapat perbedaan yang terlalu berarti. Terdapat dua buah soft button, yang ditemani dengan sebuah tombol fisik.

Perubahan yang benar-benar terlihat terjadi di bagian belakang cangkang dari Galaxy S5 ini. Samsung menyebut desain dari bagian ini dengan kata “modern glam“.

Seperti dikutip dari Engadget, Selasa (25/2/2014), sebenarnya Samsung menggunakan bahan “mirip kulit” di bagian tersebut. Namun, jangan berpikir bahwa bagian tersebut mirip dengan bahan yang digunakan di Galaxy Note 3. Di area tersebut, perusahaan asal Korea Selatan ini dikatakan menggunakan bahan polycarbonate yang dicampur dengan kaca fiber, mirip dengan Nexus 7. Penggunaan bahan tersebut dikatakan membuat perangkat ini tidak terasa licin ketika digunakan.

Sebagai gambaran, di seri sebelumnya, Samsung menggunakan bahan plastik mulus, yang membuatnya terasa cukup licin ketika dipegang.

Salah satu perbedaan yang paling terasa dibandingkan seri Galaxy S sebelumnya adalah kemampuan Galaxy S5 untuk tahan air dan debu. Perangkat ini dilengkapi dengan sertifikasi IP67.

Galaxy S5 yang langsung dibekali dengan Android 4.4.2 Kitkat memiliki bentang layar yang lebih besar ketimbang Galaxy S generasi sebelumnya. Galaxy S5 dibekali layar sebesar 5,1 inci, berbanding 5 inci pada Galaxy S4. Keduanya sama-sama menggunakan panel layar Super AMOLED dengan kualitas Full HD.

Dari segi jeroan, Samsung Galaxy S5 dilengkapi dengan spesifikasi yang cukup tinggi. Ponsel ini dipersenjatai dengan prosesor Snapdragon 801 2,5 GHz quad-core, RAM 2 GB, media penyimpanan berkapasitas 16 atau 32 GB, dan baterai 2.800 mAh.

Yang menjadi perhatian, Galaxy S5 hanya dibekali RAM 2 GB, padahal produk Samsung lainnya, Galaxy Note 3, yang dirilis belakangan sudah menggunakan RAM sebesar 3 GB. Sementara Android Sony terbaru, Xperia Z2, juga sudah memakai RAM 3 GB.

Dari sektor kamera, Galaxy S5 mempunyai sensor 16 megapiksel yang memiliki kemampuan merekam dalam kualitas UHD (4K) dan real-time HDR. Di bagian depannya, terdapat kamera 2,1 megapiksel.

Akhirnya Samsung mengaplikasikan sensor pengenal sidik jari di Galaxy S5. Sensor tersebut terletak di bagian tombol fisik Home. Fungsinya adalah untuk meng-unlock ponsel tersebut.

Selain itu, ia juga dapat menjalankan Private Mode, di mana pengguna dapat membuka folder “rahasia”, yang berisi dokumen, foto, dan lain-lain. Sidik pengenal jari ini juga dapat digunakan untuk kegiatan verifikasi pembayaran mobile.

Galaxy S5 mendukung jaringan koneksi 4G, Bluetooth 4.0, infra-merah, dan NFC. Adapun untuk WiFi, perangkat ini menggunakan sebuah komponen yang dinamakan WiFi MIMO (802.11ac). Samsung mengklaim, WiFi ini mampu mencapai kecepatan dua kali lipat dari WiFi standar.

Samsung Galaxy S5 sendiri akan dirilis ke pasar secara global ke 150 negara pada 11 April mendatang. Sayangnya, Samsung belum membeberkan harga dari perangkat tersebut.

Dan diperkirakan galaxy S5 akan masuk Indonesia bulan April mendatang juga. kita tunggu saja nanti. kayaknya keren nih.. ada yang mau belikan?hehehe..

sumber: kompas

Nokia menggandeng Android

0

 

Sejak awal desas-desus kemunculannya, Nokia X sudah mengundang berbagai kontroversi. Betapa tidak, Nokia yang selama ini dikenal sebagai partner loyal Microsoft, sekarang malah beralih ke platform yang menjadi saingan berat raksasa softwareitu, Android.

Apa alasan sebenarnya di balik peluncuran Nokia X, mengapa Microsoft mengizinkan Nokia mengusung sistem operasi pesaingnya tersebut?

Kehadiran Nokia X boleh jadi merupakan bagian dari strategi “mengalah untuk menang” dari Microsoft, sang pemilik baru Nokia yang “meloloskan” perangkat tersebut.

Alih-alih menjauhkan pengguna dari Microsoft, Nokia X justru diharapkan bakal menjadi gerbang yang menggiring para pengguna Android ke pangkuan Microsoft.

Caranya adalah dengan menyingkirkan layanan-layanan ala Android -misalnya Google Play, Gmail dan Maps- dari ponsel tersebut dan menggantinya dengan layanan sejenis dari Microsoft/ Nokia, seperti Here Maps, Outlook, dan OneDrive.

“Kami akan memanfaatkan ekosistem aplikasi dan hardware Android, tetapi kami menambahkan diferensiasi dengan layanan dan user experience milik sendiri,” ujar CEO Nokia Stephen Elop, sebagaimana dikutip oleh ZDNet. Dia sendiri mengakui niatnya menjaring pengguna Android ke ekosistem Microsoft dengan menebar aneka layanan tersebut.

“Nokia X membawa pengguna ke jaringan cloud Microsoft, bukan Google. Hal tersebut dilakukan secara sangat sengaja… dengan ini Microsoft berharap bisa merengkuh orang-orang yang sebelumnya berada di luar jangkauan,” imbuh Elop.

Dia menambahkan bahwa keluarga Nokia X bakal berperan sebagai “feeder” untuk keluarga smartphone Lumia dan Nokia dan “gerbang” menuju produk-produk Windows Phone dari Nokia.

Kendati mengusung Android, segala sesuatu di dalam Nokia X memang “berbau” Windows Phone. Antarmuka seri ponsel ini, misalnya, didesain agar mirip dengan tampilan live tilesala Windows Phone, lengkap dengan kemampuan mengatur ukuran masing-masing tile.

Nokia X tetap bisa menjalankan aplikasi-aplikasi yang diperoleh dari toko di luar Google Play Store, seperti Yandex, atau dengan melakukan sideload melalui kartu memori micro-SD. Pengembang juga bisa mem-porting aplikasinya untuk dipasarkan melalui toko aplikasi Nokia Store yang terpasang di Nokia X.

X, X+, dan XL

Keluarga Nokia X terdiri dari tiga ponsel, yaitu Nokia X, Nokia X+, dan Nokia XL. Triosmartphone Android ini diperkenalkan berbarengan dalam sebuah acara di Mobile World Congress 2014 di Barcelona, Spanyol, Senin (24/2/2014).

Nokia X dan X+ sama-sama mengusung ukuran layar 4 inci (IPS) dengan kamera 3 megapixel, tetapi Nokia X+ mengusung RAM lebih besar, yaitu 768 MB dan tambahan bonus micro-SD 4 GB.

Adapun Nokia XL memiliki layar berukuran lebih besar, yaitu 5 inci, RAM 768 MB, dan menyertakan kamera depan dengan resolusi 2 megapixel.

Nokia X dibanderol seharga 89 Euro atau sekitar Rp 1,5 juta dan sudah tersedia mulai saat ini. Sementara, Nokia X+ dan XL yang harganya masing-masing dipatok di angka 99 Euro atau Rp 1,6 juta dan 109 Euro atau Rp 1,8 juta akan menyusul tersedia di kuartal kedua 2014.

“Perangkat-perangkat ini akan tersedia secara meluas, dimulai di negara-negara berkembang,” kata Elop. negara-megara dimaksud meliputi wilayah Asia-Pasifik, Eropa, India, Amerika Latin, TImur Tengah, dan Afrika.

Meski telah memiliki Nokia X, Elop mengatakan bahwa strategi smartphone pihaknya tetap berfokus pada seri smartphone Lumia. Dia melanjutkan bahwa inovasi-inovasi baru dari perusahaan ini bakal diterapkan di smartphone Lumia terlebih dahulu sebelum diturunkan ke seri lainnya.

 

sumber: tekno kompas

Cara install pinta di ubuntu/linux

0

Pinta adalah salah satu software untuk mengedit/menggambar di linux. software ini seperti paint (windows).Cara installsoftware pinta cukup mudah. Caranya:

1. masuk terminal / ctrl + alt + t

2. ketikkan sudo apt-get install pinta

3. Selesai 🙂

pinta

 

4. Tampilan pinta

pinta1

 

Mengaktifkan Firewall di Linux Mint

0

Untuk mengaktifkan firewall di Linux kalian. Caranya cukup mudah.

1. Buka Terminal / ctrl + alt + t

2. Ketik sudo apt-get install gufw

firewall

 

3. Untuk mengaktifkan firewall. Search Firewall atau gufw. maka jendela firewall akan muncul 🙂

firewall1

TUTORIAL MEMBUAT LOGIN DAN ENTRY DATA (PHP DAN MYSQL)

0

Aplikasi ini merupakan aplikasi entry data yang berbasis android , dimana database yang digunakan adalah mysql sedangkan sebagai perantara client dan server adalah sebuah  scripct php.

Seperti inilah gambaran adari aplikasi ini :

1A

 

 

yang pertama kita lakukan adalah membuat databasenya , buat lah sturktur database bernama db_akun dengan sebuah tabel akun yg stukturnya sbb :

 

CREATE TABLE IF NOT EXISTS `akun` (

`uname` varchar(40) NOT NULL,

`pass` varchar(40) NOT NULL,

PRIMARY KEY (`uname`)

) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;

 

kemudian kita membuat scrip PHP untuk menghandle operasi CRUD nya misal kita beri nama login.php

 

<?php

mysql_connect(“localhost”,”root”,””);

mysql_select_db(“db_akun”);

switch($_GET[‘act’]){

case “insert” :

$uname = $_GET[‘uname’];

$pass = $_GET[‘pass’];

$result = mysql_query(“INSERT INTO akun(uname,pass) VALUES(‘$uname’,’$pass’)”);

if($result){

echo “berhasil insert data”;

}

else{

echo “uname”.$uname;

}

break;

case “update”:

$uname = $_GET[‘uname’];

$pass = $_GET[‘pass’];

$result = mysql_query(“UPDATE akun SET pass=’$pass’ WHERE uname=’$uname'”);

if($result){

echo “berhasil ubah data”;

}

else{

echo “gagal ubah data”;

}

break;

case “delete”:

$uname = $_GET[‘uname’];

$result = mysql_query(“DELETE FROM akun WHERE uname=’$uname'”);

if($result){

echo “berhasil hapus data”;

}

else{

echo “gagal hapus data”;

}

break;

}

?>

 

Guna dari script php tersebut adalah untuk menerima request dari klien kepada server .

Setelah itu kita membuat project baru pada eclipse

Dengan nama aplikasi , package ,layout  dan activity sebagai berikut:

Appname : Mdata

package : com.kelompok6 

activity : Main

Layout : main

Pada file Main.java tambahkan script sebagai berikut:

package com.kelompok6;

import java.io.BufferedReader;

import java.io.IOException;

import java.io.InputStream;

import java.io.InputStreamReader;

import org.apache.http.HttpResponse;

import org.apache.http.client.ClientProtocolException;

import org.apache.http.client.HttpClient;

import org.apache.http.client.methods.HttpGet;

import org.apache.http.impl.client.DefaultHttpClient;

import android.app.Activity;

import android.os.Bundle;

import android.util.Log;

import android.view.View;

import android.view.View.OnClickListener;

import android.widget.Button;

import android.widget.EditText;

import android.widget.Toast;

public class Prak8Activity extends Activity {

    /** Called when the activity is first created. */

                private EditText username, password, status;

                private Button insert,update,delete;

                private String uname;

                private String pass;

    @Override

    public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {

        super.onCreate(savedInstanceState);

        setContentView(R.layout.main);

        username = (EditText)findViewById(R.id.editUsername);

        password = (EditText)findViewById(R.id.editPassword);

        status = (EditText)findViewById(R.id.editStatus);

        insert = (Button)findViewById(R.id.buttonInsert);

        update = (Button)findViewById(R.id.buttonUpdate);

        delete = (Button)findViewById(R.id.buttonDelete);

        insert.setOnClickListener(new OnClickListener() {

                                                public void onClick(View arg0) {

                                                                // TODO Auto-generated method stub

                                                                 uname = username.getText().toString();

                                                                 pass = password.getText().toString();

                                                                String url = “http://10.0.2.2/login/login.php?act=insert&uname=”+uname+”&pass=”+pass;

                                                                getRequest(status, url);

                                                }

                                });

        update.setOnClickListener(new OnClickListener() {

                                                public void onClick(View arg0) {

                                                                 uname = username.getText().toString();

                                                                 pass = password.getText().toString();

                                                                String url = “http://10.0.2.2/login/login.php?act=update&uname=”+uname+”&pass=”+pass;

                                                                getRequest(status, url);

                                                }

                                });

        delete.setOnClickListener(new OnClickListener() {

                                                public void onClick(View arg0) {

                                                                // TODO Auto-generated method stub

                                                                uname = username.getText().toString();

                                                                String url = “http://10.0.2.2/login/login.php?act=delete&uname=”+uname;

                                                                getRequest(status, url);

                                                }

                                });

    }

    private void getRequest(EditText txtResult, String URL) {

                                Log.d(“getRequest”, URL);

                                HttpClient client = new DefaultHttpClient();

                                HttpGet request = new HttpGet(URL);

                                try {

                                                HttpResponse response = client.execute(request);

                                                txtResult.setText(request(response));

                                } catch (ClientProtocolException e) {

                                                // TODO Auto-generated catch block

                                                e.printStackTrace();

                                } catch (IOException e) {

                                                // TODO Auto-generated catch block

                                                e.printStackTrace();

                                }

                }

    private static String request(HttpResponse response){

                String result = “”;

                try {

                                                InputStream in = response.getEntity().getContent();

                                                BufferedReader reader = new BufferedReader(new InputStreamReader(in));

                                                StringBuilder str = new StringBuilder();

                                                String line = null;

                                                while ((line = reader.readLine()) != null) {

                                                                str.append(line+”\n”);

                                                }

                                                in.close();

                                                result = str.toString();

                                } catch (IllegalStateException e) {

                                                // TODO Auto-generated catch block

                                                result = “error”;

                                                e.printStackTrace();

                                } catch (IOException e) {

                                                // TODO Auto-generated catch block

                                                e.printStackTrace();

                                                result = “error”;

                                }

                return result;

    }

}

 

Setelah itu kita buat interfacenya pada bagian main.xml dan tambahkan script sebagai berikut:

 

<?xml version=“1.0” encoding=“utf-8”?>

<LinearLayout xmlns:android=“http://schemas.android.com/apk/res/android”

                android:orientation=“vertical” android:layout_width=“fill_parent”

                android:layout_height=“fill_parent”>

                <TextView android:layout_width=“fill_parent”

                                android:layout_height=“wrap_content” android:text=“@string/hello” />

                <TextView android:text=“username” android:id=“@+id/textView1”

                                android:layout_width=“wrap_content” android:layout_height=“wrap_content”></TextView>

                <EditText android:layout_width=“match_parent”

                                android:layout_height=“wrap_content” android:id=“@+id/editUsername”

                                android:inputType=“textPersonName”>

                                <requestFocus></requestFocus>

                </EditText>

                <TextView android:text=“password” android:id=“@+id/textView2”

                                android:layout_width=“wrap_content” android:layout_height=“wrap_content”></TextView>

                <EditText android:layout_width=“match_parent”

                                android:layout_height=“wrap_content” android:id=“@+id/editPassword”

                                android:inputType=“textPassword”></EditText>

                <LinearLayout android:layout_height=“wrap_content”

                                android:layout_width=“match_parent” android:id=“@+id/linearLayout1”>

                                <Button android:id=“@+id/buttonInsert” android:text=“insert”

                                                android:layout_width=“wrap_content” android:layout_height=“wrap_content”></Button>

                                <Button android:text=“update” android:id=“@+id/buttonUpdate”

                                                android:layout_width=“wrap_content” android:layout_height=“wrap_content”></Button>

                                <Button android:text=“delete” android:id=“@+id/buttonDelete”

                                                android:layout_width=“wrap_content” android:layout_height=“wrap_content”></Button>

                </LinearLayout>

                <TextView android:text=“status” android:id=“@+id/textView3”

                                android:layout_width=“wrap_content” android:layout_height=“wrap_content”></TextView>

                <EditText android:layout_width=“match_parent”

                                android:layout_height=“wrap_content” android:id=“@+id/editStatus”></EditText>

</LinearLayout>

 

Dan kita atur file andoridmanifest.xml nya sebagai berikut:

 

<?xml version=“1.0” encoding=“utf-8”?>

<manifest xmlns:android=“http://schemas.android.com/apk/res/android”

      package=“com.ulhack.prak8”

      android:versionCode=“1”

      android:versionName=“1.0”>

    <uses-sdk android:minSdkVersion=“8” />

    <uses-permission android:name=“android.permission.INTERNET”></uses-permission>

    <application android:icon=“@drawable/icon” android:label=“@string/app_name”>

        <activity android:name=“.Prak8Activity”

                  android:label=“@string/app_name”>

            <intent-filter>

                <action android:name=“android.intent.action.MAIN” />

                <category android:name=“android.intent.category.LAUNCHER” />

            </intent-filter>

        </activity>

    </application>

</manifest>

 

Setelah semua selesai kita coba untuk menjalankan aplikasinya

aa

bb

cc

TUTORIAL MEMBUAT SENSOR AKSELEROMETER

0

1. Membuat projek baru Android di Eclipse seperti gambar dibawah ini :

a

 

 

2. Pada folder  res/drawable masukkan gambar horizontal figure A :

akselerometer 2

 

Dan gambar vertical  figure B :

akselerometer 3

 

Pada folder /res/layout pada main.xml tambahkan dengan source kode sebagai berikut :

 

<?xml version=“1.0” encoding=“utf-8”?>

<LinearLayout xmlns:android=“http://schemas.android.com/apk/res/android”

android:orientation=“vertical”

android:layout_width=“fill_parent”

android:layout_height=“fill_parent”>

<TextView

android:paddingTop=“20dip”

android:layout_width=“fill_parent”

android:layout_height=“wrap_content”

android:textSize=“16sp”

android:textStyle=“bold”

android:gravity=“center”

android:text=“Shaker Demo”/>

<TableLayout

android:paddingTop=“10dip”

android:layout_width=“fill_parent”

android:layout_height=“wrap_content”

android:stretchColumns=“*”>

<TableRow>

<TextView

android:layout_width=“wrap_content”

android:layout_height=“wrap_content”

android:textSize=“14sp”

android:text=“X-Axis”

android:gravity=“center”/>

<TextView

android:layout_width=“wrap_content”

android:layout_height=“wrap_content”

android:textSize=“14sp”

android:text=“Y-Axis”

android:gravity=“center”/>

<TextView

android:layout_width=“wrap_content”

android:layout_height=“wrap_content”

android:textSize=“14sp”

android:text=“Z-Axis”

android:gravity=“center”/>

</TableRow>

<TableRow>

<TextView

android:layout_width=“wrap_content”

android:layout_height=“wrap_content”

android:id=“@+id/x_axis”

android:gravity=“center”/>

<TextView

android:layout_width=“wrap_content”

android:layout_height=“wrap_content”

android:id=“@+id/y_axis”

android:gravity=“center”/>

<TextView

android:layout_width=“wrap_content”

android:layout_height=“wrap_content”

android:id=“@+id/z_axis”

android:gravity=“center”/>

</TableRow>

</TableLayout>

<ImageView

android:paddingTop=“10dip”

android:layout_width=“wrap_content”

android:layout_height=“wrap_content”

android:id=“@+id/image”

android:layout_gravity=“center”

android:visibility=“invisible”/>

</LinearLayout>

4. Di folder /src  pada Main.java tambahkan source code sebagai berikut :

 

package com.authorwjf;

import android.app.Activity;

import android.content.Context;

import android.hardware.Sensor;

import android.hardware.SensorEvent;

import android.hardware.SensorEventListener;

import android.hardware.SensorManager;

import android.os.Bundle;

import android.view.View;

import android.widget.ImageView;

import android.widget.TextView;

public class Main extends Activity implements SensorEventListener {

private float mLastX, mLastY, mLastZ;

@Override

public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {

super.onCreate(savedInstanceState);

setContentView(R.layout.main);

mInitialized = false;

mSensorManager = (SensorManager) getSystemService(Context.SENSOR_SERVICE);

mAccelerometer = mSensorManager.getDefaultSensor(Sensor.TYPE_ACCELEROMETER);

mSensorManager.registerListener(this, mAccelerometer, SensorManager.SENSOR_DELAY_NORMAL);

}

}

Tambahkan juga di Main.java class source code ini :

 

protected void onResume() {
super.onResume();
mSensorManager.registerListener(this, mAccelerometer, SensorManager.SENSOR_DELAY_NORMAL);
}
protected void onPause() {
super.onPause();
mSensorManager.unregisterListener(this);
}
@Override
public void onAccuracyChanged(Sensor sensor, int accuracy) {
// can be safely ignored for this demo
}
@Override
public void onSensorChanged(SensorEvent event) {
TextView tvX= (TextView)findViewById(R.id.x_axis);
TextView tvY= (TextView)findViewById(R.id.y_axis);
TextView tvZ= (TextView)findViewById(R.id.z_axis);
ImageView iv = (ImageView)findViewById(R.id.image);
float x = event.values[0];
float y = event.values[1];
float z = event.values[2];
if (!mInitialized) {
mLastX = x;
mLastY = y;
mLastZ = z;
tvX.setText("0.0");
tvY.setText("0.0");
tvZ.setText("0.0");
mInitialized = true;
} else {
float deltaX = Math.abs(mLastX - x);
float deltaY = Math.abs(mLastY - y);
float deltaZ = Math.abs(mLastZ - z);
if (deltaX < NOISE) deltaX = (float)0.0;
if (deltaY < NOISE) deltaY = (float)0.0;
if (deltaZ < NOISE) deltaZ = (float)0.0;
mLastX = x;
mLastY = y;
mLastZ = z;
tvX.setText(Float.toString(deltaX));
tvY.setText(Float.toString(deltaY));
tvZ.setText(Float.toString(deltaZ));
iv.setVisibility(View.VISIBLE);
if (deltaX > deltaY) {
iv.setImageResource(R.drawable.horizontal);
} else if (deltaY > deltaX) {
iv.setImageResource(R.drawable.vertical);
} else {
iv.setVisibility(View.INVISIBLE);
}
}
}

icon kelompok 6
android2 copy

Hasilnya:

akselerometer 4

Nama Anggota Kelompok 6 – PAPB D :

1.       Umar Sagaf                                     115060800111064

2.       Muhammad Angga Huda H.              115060801111019

3.       Luluk Setiawati H.                           115060801111056

4.       Vina Angelia                                   115060801111079

5.       Rasita Alfiyah R.                             115060807111105

 

 

TUTORIAL MEMBUAT APLIKASI LOCATION BASED SERVICES (LBS) di ANDROID

0

Teknologi mobil saat ini sedang berkembang pesat.Apalagi saat kita bisa mencari suatu lokasi dengan sangat mudah, mencari suatu tempat, dan mempublish dimana kita sedang berada. Suatu perangkat dapat mendapatkan lokasi dari GPS, Network Location Provider atau juga dari keduanya.Skenarionya, kita buat aplikasi yang bisa menangkap perubahan nilai longitude dan latitude. Setiap terjadi perubahan maka nilai longitude dan latitude tersebut juga berubah.

Langkah pertama adalah mengambil lokasi pengguna saat ini dan kemudian menggunakan koordinat untuk menyediakan data untuk lokasi tersebut .

 

1. Buat project baru

1

 

2

 

 

2. Buat tampilan main.xml seperti berikut:

3

 

3. Lalu ubah main.java seperti tampilan berikut:

4

 

4. Sekarang kita ke Android Manifestnya dan ubah menjadi tampilan berikut:

5

 

 

5. Setting AVD Manager

6. Berikut tampilan location based service yang sudah dibuat

6

 

Nama Anggota Kelompok 6 – PAPB D :

1.       Umar Sagaf                                     115060800111064

2.       Muhammad Angga Huda H.              115060801111019

3.       Luluk Setiawati H.                           115060801111056

4.       Vina Angelia                                   115060801111079

5.       Rasita Alfiyah R.                             115060807111105

 

Universitas Brawijaya Car Free Day

0

Hari Minggu, tepatnya tanggal 27 Oktober 2013. Universitas Brawijaya tidak seperti biasanya, Pasalnya pada hari ini Universitas Brawijaya membuat terobosan baru, yaitu membuat acara Car Free Day Universitas Brawijaya yang diadakan tiap hari minggu dari jam 05.00-10.00 di area Universitas Brawijaya.

Acara Car Free Day ini terdapat senam sehat, pembagian susu+roti gratis, Stand-stand bazaar(Makanan,Aksesories, dan Info Beasiswa), serta Cek Kesehatan dan Donor Darah.

yu

“Acara Car Free Day ini diselenggarakan karena mengingat di Universitas Brawijaya sering terjadi kemacetan dan Lahan parkir yang sedikit(dikarenakan terlalu banyak kendaraan)” Kata Presiden EM-UB, M.Rizky.

“Semoga dengan acara ini, dapat mengurangi polusi udara dan tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang di lingkungan Universitas Brawijaya” Lanjut Presiden yang identik dengan kacamatanya ini.

Setelah sambutan dari Presiden EM-UB 2013, selanjutnya sambutan dari Rektor Universitas Brawijaya.

 

Selain itu ada peresmian acara Car Free Day ini yang ditandai dengan pemotongan pita serta Bapak Rektor dan istri bersepeda mengelilingi area Brawijaya.

Dan ada informasi lagi dari Presiden EM-UB 2013, bahwa akan ada angkutan umum di dalam UB, berupa Bus dan ada mobil ramah Lingkungan hasil Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Brawijaya.
jadi teman-teman bisa memakai kendaraan tersebut untuk mengurangi kemacetan dan polusi yanga da di Universitas Brawijaya.

Oya, kemarin juga teman-teman yang ada di CFD Universitas Brawijaya mengucapkan sumpah pemuda di sekitar Bundaran dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jadtuh pada tanggal 28 Oktober besok.

IMG_5217

Bagus banget menurutku diadakan acara seperti ini. Tapi sayang, yang datang kemarin gak terlalu banyak. Mahasiswa UB banyak yang belum tahu ada acara ini di Universitas Brawijaya.
selain itu menurutku standnya terlalu mewah. dan pengisi stand juga tidak terlalu banyak. semoga kedepannya akan lebih baik lagi. Lanjutkan!!!

SUDOKU GAME FOR ANDROID

0

Sudoku, juga dikenal sebagai Number Place atau Nanpure,  adalah sejenis teka-teki logika. Tujuannya adalah untuk mengisikan angka-angka dari 1 sampai 9 ke dalam jaring-jaring 9×9 yang terdiri dari 9 kotak 3×3 tanpa ada angka yang berulang di satu baris, kolom atau kotak.

 

Dalam game ini terdapat menu:

1. Continue

2. New Game – Disini terdapat 3 tingkat kesulitan, yaitu: Easy, Medium, Hard

3. About – Informasi tentang permain Game Sudoku

4. Exit

 

Berikut tampilan sudoku android:

1-a

Tampilan Game Sudoku

1-b

Tampilan & Menu Game Sudoku

1-c

Tampilan About Game Sudoku

1-d

3 Tingkat kesulitan dalam game sudoku

 

Berikut referensi dari game sudoku.Semoga bermanfaat:
Hello,Android 3rd edition.pdf

Membuat Aplikasi Hello World di Android

0

Download Bundle ADT

Pada kali ini saya akan menjelaskan bagaimana menampilkan Program Hello World pada android.

Pertama, download dan install Eclipse dan Android terlebih dahulu. Untuk lebih mudahnya langsung download bundle ADT-nya di http://developer.android.com/sdk/index.html#download. Di dalam bundle ADT ini terdapat:

  1. Eclipse + ADT plugin
  2. Android SDK Tools
  3. Android Platform-tools
  4. Android platform terbaru
  5. Android system image terbaru untuk emulator

1

Update SDK Manager

  1. Setelah selesai mendownload, unzip file tersebut.
  2. Masuk ke dalam folder hasil unzip tadi, kemudian jalankan SDK Manager.exe
  3. Download

2

Membuat Hello World

1. Buka eclipse

32. Pilih New – Android Application Project untuk membuat projek baru.

3. Beri nama projek, nama projek harus diawali dengan huruf kapital. Kemudian Next.

54. Konfigurasi Project, jika sudah klik next

65. Konfigurasi icon, kemudian klik next.

76. Pilih –Blank Activity, kemudian klik next.

87. Apabila konfigurasi sudah sesuai, klik Finish.

98. Kemudian akan muncul jendela berikut.

10

9.  Pilih tab MainActivity.java, dan ketik Sources berikut:

Package com.example.helloworld;

Import android.os.Bundle;

Import android.app.Activity;

Import android.widget.TextView;

Public class MainActivity extends Activity (

Protected void onCreate(savedInstanceState);

TextView tv=new TextView(this);

Tv.setText(“Hello World, Rasita Alfiyah R 115060807111105”);

setContentView(tv);

}}

Jalankan Project Hello World

1. Pilih Android Virtual Device Manager, untuk memilih emulator android yang ingin digunakan.

2. Akan muncul tampilan device android yang tersedia.

113. Apabila tidak ada yang tersedia, klik new untuk membuat virtual device baru. Pilih spesifikasi yang dibutuhkan. Jika sudah selesai klik Ok.

12

Kemudian Klik Start pada window Android Virtual Device, untuk memulai menggunakan Android Virtual Device yang sudah dibuat tadi.

4. Pada jendela eclipse, Jalankan dengan Klik “Run”.

maka akan muncul tampilan android seperti berikut

13Tampilan Home Android

5. Masuk menu dan pilih aplikasi HelloWorld

146. Berikut tampilan dari aplikasi HelloWorld.

15

 

 

Go to Top