Laporan Pemasaran Hasil Perikanan

2013
06.07

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMASARAN HASIL PERIKANAN

(DI DAERAH BENDUNGAN SI GURA-GURA)

Asisten            : Anisa Nuurul Hidaayah

Di susun oleh :

Kelompok 4

  1. 1.                  Ariena Dynasty         (115080400111060)
  2. 2.                  Yona Rachela W       (115080400111070)
  3. 3.                  Agustina C                 (115080400111072 )
  4. 4.                  Juita Sukma K          (115080400111086)

 

AGROBISNIS PERIKANAN

FAKULTAS PERIKANAN` DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013

 

 

 

 

 

 

  1. 1.      PENDAHULUAN

 

1.1              Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri atas 17.508 pulau, dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. Luas laut indonesia sekitar 3,1 juta km2 yang terdiri atas 0,8 juta km2 perairan teritorial dan 2,3 juta km2 perairan Nusantara. Selain itu, sejak tahun 1982, Indonesia diberi kewenangan oleh UNCLOS (United Nations Convention on Law of the Sea) untuk memanfaatkan ZEE seluas 2,7 juta km2 dalam hal eksplorasi, eksploitasi dan pengelolaan sumberdaya hayati dan nonhayati, penelitian dan yurisdiksi mendirikan instalasi atau pulau buatan. Luas wilayah pesisir dan laut Indonesia yang besar tersebut belum memberikan kontribusi yang berarti terhadap Produk domestik Bruto (PDB) Nasional (Tuwo, 2011 dalam Iqbal 2012).

Potensi sumberdaya perikanan di Indonesia cukup besar, baik sumberdaya  perikanan tangkap maupun budidaya. Sumberdaya perikanan tersebut merupakan salah satu aset nasional yang harus dikelola dengan baik. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan mampu mendukung pengelolaan sumberdaya perikanan, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi perikanan sebagai penghasil devisa negara. Sesuai dengan sasaran yang diharapkan dalam Rencana Strategis Pembangunan Kelautan dan Perikanan sebanyak 9,7 juta ton, nilai ekspor perikanan US$ 5 miliar, konsumsi ikan penduduk 32,29 kg per kapita per tahun, dan menyediakan kesempatan kerja kumulatif sebanyak 10,24 juta orang (Renstra DKP, 2009)

Salah satu sifat khas produk perikanan yang menjadi masalah dalam  pemasarannya adalah mudah rusak (perishable). Sifat ini menuntut tindakan penangan secara spesifik dan cermat, baik dalam proses produksi (penangkapan dan pendaratan) maupun selama pemasaran, guna menghindari kemerosotan mutu. Tindakan ini sangat penting bila disadari bahwa wilayah kita berada di daerah iklim tropis (Hanafiah 1983 dalam Novita 2012 ).

 

1.2       Perumusan masalah

Laporan praktikum iniberhubungan dengan permasalahan yang timbul dalam msyarakat mengenai permintaannya terhadap suatu bentuk produk yakni sebagai berikut :

  1. Bagaimana Permintaan dan penawaran yang terjadi pada praktikum pemasaran     hasil perikanan?
  2. Bagaimana segmen pasar pada praktikum pemasaran hasil perikanan?
  3. Bagaimana strategi pemasaran pada praktikum pemasaran hasil perikanan?
  4. Bagaimana analisa margin pemasarannya?
  5. Bagaimana Efisiensi pemasaran pada praktikum pemasaran hasil perikanan?
  6. Bagaimana segmentasi pasarnya?

 

1.3       Tujuan

Tujuan dari praktikum mata kuliah Pemasaran Hasil Perikanan adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui karakteristik konsumen analisa pelanggan dalam  mengkonsumsi produk olahan hasil perikanan
  2. Mengetahui saluran dan lembaga pemasaran produk hasil perikanan
  3. Mengetahui strategi pemasaran produk olahan hasil perikanan
  4. Mengetahui segmentasi pasar produk olahan hasil perikanan
  5. Mengetahui efisiensi pemasaran produk hasil perikanan
  6. Mengetahui margin pemasaran dan keuntungan produk olahan hasil perikanan

 

 

1.4       Kegunaan Praktikum

Kegunaan praktikum pemasaran hasil perikanan bagi praktikan adalah Agar praktikan mengetahui strategi pemasaran produk perikanan yang efisien dan efektif. Selain itu praktikan mengetahui jenis structure, conduct, performance dari tingkat kepuasan pembeli dalam membeli produk. Praktikan mengetahui tingkat keinginan masyarakat secara umum, dengan parameter pengumpulan sampel melalui metode quisioner.


 

  1. 2.      TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1       Pengertian Pasar

Menurut Carapedia (2000), Dalam pengertian sederhana, pengertian pasar adalah sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa. Adapun definsi pasar adalah sebagai mekanisme (bukan hanya sekedar tempat) yang dapat menata kepentingan pihak pembeli terhadap kepentingan pihak penjual. Mekanisme tersebut sebagai tatanan atas berbagai bagian, yaitu para pelaku seperti pembeli dan penjual, komoditas yang diperjual diperjual belikan, aturan main yang tertulis maupun tidak tertulis yang disepakati oleh para pelakunya, serta regulasi pemerintah yang saling terkait, berinteraksi, dan secara serentak bergerak bagaikan suatu mesin. Pasar sendiri memiliki tiga fungsi, yaitu: fungsi distribusi, fungsi pembentukan harga, dan fungsi promosi.

Menurut Stanton (1993) dalam Danfar (2009) pasar dapat didefinisikan sebagai berikut : “ Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan untuk membelanjakannya”. Dari definisi diatas terdapat 3 unsur penting didalam pasar yaitu:

a)      Orang dengan segala keinginannya

b)      Daya beli mereka

c)      Kemauan untuk membelanjakannya

2.2.      Permintaan dan Penawaran

Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain. Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot (Godam, 2009).

Menurut Carapedia (2000), Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran antara lain : harga barang itu sendiri, harga sumber produksi, tingkat produksi, ekspektasi / perkiraan. Sedangkan permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan : harga barang itu sendiri, harga barang lain yang berkaitan, tingkat pendapatan, selera konsumen, ekspektasi / perkiraan.

 

2.3       Saluran Pemasaran

Banyak produsen yang membuat suatu produk tidak menjual secara langsung produknya kepada konsumen akhir, pertimbangan biaya distribusi biasanya menjadi faktor utama perusahaan memilih tidak mendistribusikanya sendirian kekonsumen akhir terutama untuk wilayah pemasaran yang belum tercover oleh perusahaan.Diantara produsen dan konsumen ada sekelompok perantara yang menyalurkan produk diantara mereka. Perantara ini sering disebut dengan saluran pemasaran. Saluran pemsaran adalah organisasi ± organisasi yang saling tergantung yang tercakup dalam proses yangmembuat produk dan jasa menjadi tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Perangkat ini lah yang menjadi alur lintas produk dari produsen ke konsumen setelah diproduksi (Iqbal, 2012).

Menurut Sopyan (2009) dalam Novita (2012), menyatakan bahwa diantara produsen dan konsumen ada sekelompok perantara yang menyalurkan produk diantara mereka. Perantara ini sering disebut dengan saluran pemasaran. Saluran pemsaaran adalah organisasi – organisasi yang saling tergantung yang tercakup dalam proses yang membuat produk dan jasa menjadi tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen.Perangkat ini lah yang menjadi alur lintas produk dari produsen ke konsumen setelah diproduksi. Selain perantara distribusi ada satu lagi perantara penting walaupun tidak melakukan penjualan langsung namun punya andil dalam menyampaikan barang ke konsumen yaitu fasilitator seperti agen iklan, distributor, bank dan lain –lain. Keputusan memilih saluran pemasran adalah salah satu keputusan penting dalam pemasaran. Saluran pemasaran salah satu yang mementukan keputusan pemasaran yang lainnya seperti dalam hal penetapan harga produk (pricing) sangat ditentukan keputusan ini. Ketika perusahaan memilih memasarkan di toko terbatas pasti  harganya pun tinggi karena ada nilai eksklusifitas. Berbeda ketika perusahaan memasarkan di toko secara massal pasti harganya pun lebih murah Perlu diingat juga saluran pemasaran tidak hanya melayani pasar tetapi juga menciptakan pasar.

 

2.4       Baruan/ Strategi Pemasaran

Menurut Angipora (1999) marketing mix adalah perangkat variabel-variabel pemasaran terkontrol yang digabungkan perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam pasar sasaran.

Menurut Tjiptono (2004), bauran pemasaran merupakan seperangkat alat
yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik barang/jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Jerome Mc-Carthy dalam Tjiptono (2004) merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 P (Product, Price, Promotion dan Place). Adapun Bauran Pemasaran tersebut adaiah:

a)      Produk (Products)

Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarka kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.

b)      Harga (Price)

Bauran harga berkenaan dcngan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan. Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.

c)      Saluran Distribusi (Place)

Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.

d)     Promosi (Promotion)

Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu Iklan, Promosi Penjualan, Penjualan Tatap Muka dan Hubungan Masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.

 

2.5       Analisa margin pemasaran

Menurut Trelogan.,et all (1951) dalam Daly (1958), Margin dapat dibedakan menjadi dua cara, yaitu : Pertama, marjin pemasaran merupakan perbedaan antara harga yang dibayarkan konsumen dengan harga yang diterima petani.Kedua, marjin pemasaran merupakan biaya dari jasa 0 jasa pemasaran yang dibutuhkan sebagai akibat prmintaan dan penawaran dari jasa – jasa pemasaran.

Nilai margin pemasaran adalah perbedaan harga di kedua tingkat sistim pemasaran dikalikan dengan quantitas produk yang dipasarkan. Cara perhitungan ini sama dengan konsep nilai tambah (value added). Pengertian ekonomi nilai margin pemasaran adalah harga dari sekumpulan jasa pemasaran /tataniaga yang merupakan hasil dari interaksi antara permintaan dan penawaran produk–produk tersebut. Oleh karena itu nilai margin pemasaran dibedakan menjadi dua yaitu marketing costs dan marketing charges Dahl  (1977) dalam Bagus (2011).

 

2.6       Efisiensi Pemasaran

          Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas. Dengan kata lain hubungan antara apa yang telah diselesaikan ( Hasibuan, 1984 dalam Haryati 2012).

Dan menurut Soekartawi (1989) dalam Haryati (2012), mengemukakan bahwa efisiensi pemasaran akan terjadi jika:

ü  Biaya pemasaran bisa ditekan sehingga ada keuntungan

ü   Pemasaran dapat lebih tinggi

ü   Prosentase pembedaan harga yang dibayarkan konsumen dan produsen tidak terlalu tinggi.

ü  Tersedianya fasilitas fisik pemasaran.

Adapun untuk mencari tingkat efisiensi dapat digunakan rumus sebagai   berikut:

Efisiensi = Input Target/Input Aktual >= 1

ü  Jika input yang ditargetkan berbanding input aktual lebih besar atau samadengan 1 (satu), maka akn terjadi efisiensi.

ü  Jika input yang ditergetkan berbanding dengan input aktualkurang daripada 1 (satu), maka efisiensi tidak tercapai.

2.7       Analisa Pelanggan

Pelanggan adalah seseorang yang beberapa kali datang ke tempat yang sama untuk membeli suatu barang atau peralatan atau pelanggan adalah seseorang yang beberapa kali yang datang ke tempat yang sama untuk memenuhi apa yang diinginkan (Lupiyoadi.,et al, 2006).

Pelanggan adalah orang-orang yang kegiatannya membeli dan menggunakan suatu produk, baik barang maupun jasa, secara terus menerus. Pelanggan atau pemakai suatu produk adalah orang-orang yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsungdengan perusahaan-perusahaan bisnis. Sehingga kesimpulannya pelanggan adalah setiap orang yang menuntut pemberian jasa (perusahaan) untuk memenuhisuatu standar kualitas pelayanan tertentu, sehingga dapat memberi pengaruh padaperformansi (performance) pemberi jasa (perusahaan) tersebut (Nawawi, 1986 dalam Dhila 2013).

 

2.8       Segmetasi Pasar

Segmentasi pasar adalah usaha untuk mengelompokkan pasar, dari pasar yang bersifat heterogen menjadi bagian-bagian pasar yang memiliki sifat yang homogen. Jadi segmentasi pasar merupakan proses yang menyeluruh dimana perusahaan harus memperhatikan pembelian dari masing-masing segmen, paling tidak usahanya akan lebih ekonomis apabila unit-unit pembelian itu dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok saja. Ini semua tidak terlepas dari usaha untuk mencapai laba maksimum (Swastha,2001).

Segmentasi pasar dapat mempermudah dalam penentuan strategi pemasaran yang tepat untuk menembus masing-masing dari segmen pasar yang ada karena perilaku konsumen pada tiap-tiap segmen berbeda  (Gitosudarno, 2008).


 

  1. 3.      METODE PENELITIAN

 

3.1       Lokasi dan Objek Praktikum

Lokasi praktikum Pemasaran Hasil Perikanan di daerah perumahan Bendungan Sigura – Gura daerah tersebut merupakan perumahan dosen dan karyawan dari Universitas Brawijaya, ada pula dosen dan karyawan dari Universitas Islam Malang, perumahan tersebut termasuk daerah kos – kosan Mahasiswa. Daerah tersebut termasuk daerah orang berpengahsilan menengah keatas sehingga akan menjadi peluang untuk memudahkan dalam memasarkan produk.

3.2              Teknik pengumpulan data

3.2.1        Observasi

Menurut Arikunto (1996),observasi pengamatan meliputi kegiatan pemuatan terhadap suatu obyek menggunakan seluruh alat indra. Observasi dilakukan melalui alat penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan dan pengerap (kata lain dari pengamatan langsung). Observasi meliputi:

• pengamatan tingkah laku pembeli

• mencatat hasil produk yang terjual

• mengamati lingkungan penjualan

Observasi yang kita lakukan dalam praktikum pemasaran produk hasil perikanan bertujuan untuk :

  • Mengetahui minat konsumen terhadap produk hasil olahan perikanan
  • Mengetahui apa yang diharapkan konsumen terhadap prouk perikanan agar produk tersebut lebih diminati
  • Mengetahui seberapa sering konsumen membeli produk perikanan

 

 

3.2.2        Wawancara

Wawancara adalah suatu proses tanya jawab secara lisan,dimana dua orang atau lebih berhadap – hadapan secara fisik yang salah satu dapat melihat muka yang lain dan mendengarkan dengan telinga sendiri suaranya (Nawawi,1983).

Informasi diperoleh melalui permintaan keterangan-keterangan kepada pihak yang memberikan keterangan (responden).Datanya berupa jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Disebut juga questionnaire method, karena untuk memperoleh data itu biasanya diajukan serentetan pertanyaan-pertanyaan yang tersusun dalam suatu daftar . Wawancara adalah interaksi antar dua orang atau lebih dengan mengajukan beberapa pertanyaan dengan harapan mendapatkan informasi yang dibutuhkan

Wawancara yang kita lakukan untuk mendapatkan keterangan langsung yang berkaitan dengan usaha pemasaran yang meliputi bagaimana minat konsumen terhadap produk hasil olahan perikanan, apa yang diharapkan konsumen terhadap prouk perikanan agar produk tersebut lebih diminati dan  seberapa sering konsumen membeli produk perikanan.

 

3.2.3        Dokumentasi

Teknik dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan gambar. Teknik ini berguna untuk memperkuat data-data yang telah diambil dengan menggunakan teknik pengambilan data sebelumnya (Arikunto, 1996 dalam Novita 2012). Dokumen dapat dibedakan menjadi :

a)      Dokumen primer, jika dokumen ini diperistiwa. Seperti otobiografi

b)      Dokumen sekunder, jika peristiwa dilaporkan kepada orang lain yang selanjutnya ditulis oleh orang ini. Seperti biografi.

Keuntungan studi dokumentasi adalah :

1)      Untuk subjek penelitian yang sukar atau tidak dapat dijangkau seperti para pejabat, studi dokumentasi dapat memberikan jalan untuk melakukan penelitian.

2)      Takreatif. Karena studi dokumentasi tidak dilakukan secara langsung dengan orang, maka data yang diperlakukan tidak terpengaruh oleh kehadiran peneliti atau pengumpul data.

3)      Analisis longitudinal. Untuk studi yang bersifat longitudinal, khusunya yang menjangkau jauh ke masa lalu, maka studi dokumentasi membeikan cara yang terbaik.

4)      Besar sampel. Dengan dokumen-dokumen yang tersedia, teknik ini memungkinkan untuk mengambil sampel yang lebih besar karena biaya yang diperlukan relatif kecil.

Beberapa kerugian studi dokumentasi :

1)      Bias. Karena studi dokumentasi dibuat tidak untuk keperluan penelitian, maka data yang tersedia mungkin baias

2)      Tersedia secara selektif. Tidak semua dokumen dipelihara untuk dapat dibaca ulang oleh orang lain.

3)      Tidak lengkap. Karena tujuan penulisan dokumen berbeda dengan tujuan penelitian, maka data yang tersedi mungkin tidak lengkap.

4)      Format yang tidak baku. Sejalan dengan maksud dan tujuan penulisan dokumen yang berbeda dengan tujuan peneltian, maka formatnya juga dapat bermacam-macam sehingga bisa mempersulit pengumpulan data.

5)      Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi merupakan teknik  pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian. Pada teknik ini, peneliti dimungkinkan memperoleh informasi dari bermacam-macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada responden atau tempat, di mana responden bertempat tinggal atau melakukan kegiatan sehari-harinya.

 

Dalam Praktikum Pemasaran Hasil Perikanan yang telah di laksanakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi yaitu produk yang akan dipasarkan serta transaksi pemasaran produk tersebut, yang di lakukan di Bendungan si Gura-gura.

3.2.4        Sumber Data dan Jenis Data

3.2.4.1           Data primer

Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat yang melalui cara observasi,wwancara dan partisipasi. Data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus. Dalam riset pemasaran, data primer diperoleh secara langsung dari sumbernya, sehingga periset merupakan “tangan pertama” yang memperoleh data tersebut.  Marzuki,1983 Dalam Rizka 2003

Data primer yang didapat oleh kelompok kami adalah wawancara tatap muka secara langsung dan mengisi quisioner. Riset yang kami lakukan yaitu mengandalkan data primer relatif membutuhkan biaya dan sumber daya yang lebih besar seperti biaya, waktu yang lebih lama dan lebih rumit dibandingkan data sekunder. Karena kelompok kami harus berhadapan langsung dan menuju ke lokasi tujuan.

3.2.4.2       Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain bukan oleh periset sendiri. Periset sekedar mencatat, mengakses atau meminta data tersebut (kadangsudah bentuk informasi) ke pihak lain yan telah mengumpulkannya di lapangan. Perisethanya memanfaatkan data yang sudah ada untukpenelitiannya (Marzuki,1983 dalam Rizka 2003).

Data sekunder yang kami gunakan adalah mengumpulkan data-data dari berbagai sumber yaitu literatur buku, artikel, jurnal, paper yang diolah sedemikianrupa menjadi sebuah laporan pemasaran hasil perikanan.

3.3              Teknik Analisa Data

            3.3.1    Analisa Deskriptif  Kualitatif

Analisis   deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendapatkan informasi tentang berbagai kondisi lapang  yang bersifat tanggapan dan pandangan terhadap pelaksanaan program perkuatan serta kondisi lingkungan social ekonomi dan daerah sample. Hasil analisis kualitatif berupa perbandingan kondisi riil dilapang yang diperoleh dari pendapat-pendapat berbagai unsur yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program perkuatan UMKM dengankondisi ideal yang diperoleh dari studi pustaka.

Analisa deskriptif kualitatif adalah analisa yang digunakan untuk menganalisa data yang berbentuk kualitatif. Analisa deskriptif meliputi aspek : aspek teknis, pemasaran, dan manajemen (Dzulfikar,2006).

            3.3.2    Analisa Deskriptif Kuantitatif

Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandas kanpa dafilsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Analisa deskriptif kuantitatif lebih menekankan pada penggunaan model statistik dan perhitungan angka- angka. Analisa deskriptif kualitatif meliputi : Modal, biaya, analisa penerimaan (RT), analisa keuntungan usaha atau pendapatan, analisa revenue cost ratio (Dzulfikar, 2006).

 

 

 

  1. 4.      HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1       Analisa Deskriptif Kualitatif

            4.1.1    Deskripsi Usaha

Batari (Bandeng Tanpa Duri) adalah produk olahan hasil perikanan yang berbahan ikan bandeng yang masih segar dan utuh yang sudah diolah dengan mengambil duri – duri yang ada di bandeng. Dengan dihilangkannya duri dari tubuh ikan memudahkan para penikmat batari ini langsung memakan daging ikan bandeng tanpa kuatir akan tersedak duri. Batari ini juga cocok bagi anak kecil yang masih kesulitan untuk memisahkan daging ikan dari duri-duri ikan.

 

Gambar 1. Batari (Bandeng Cabut Duri)

 

 

 

 

 

 

 

 

Sosis bandeng merupakan salah satu variasi produk olahan perikanan dengan bahan utama daging ikan bandeng. Sosis bandeng ini bisa dijadikan lauk pengganti sosis daging sapi dan sosis daging ayam. Sosis bandeng ini bisa dijadikan alternative bagi orang yang alergi dengan daging ayam. Kandungan proteinnya juga tidak kalah bagusnya dengan sosis yang lainnya.

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.  Sosis bandeng

Bandeng crispy adalah salah satu diversitifikasi produk olahan perikanan dari bandeng. Bandeng crispy ini terbuat dari daging ikan bandeng yang diolah menjadi crispy. Tidak hanya ayam crispy saja tetapi bandeng crispy kini telah hadir dengan rasa yang lezat dan juga bergizi.

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. Bandeng crispy

 

 

 

Bakso bandeng merupakan produk olahan hasil perikanan yang berbahan dasar daging ikan bandeng. Dengan hadirnya bakso daging ikan bandeng ini bisa dijadikan alternative untuk memenuhi sumber protein hewani. Bakso daging ikan bandeng ini tidak berbau tanah karena biasanya bandeng mempunyai image bau tanah sehingga ada sebagian orang yang enggan untuk mengkonsumsi ikan bandeng ini karena bau tanah. Dengan diolah menjadi bakso bau tanah itu bisa hilang.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4. Bakso bandeng

 

Nugget ikan bandeng merupakan nugget yang terbuat dari daging ikan bandeng. Nuget ikan bandeng adalah salah satu olahan produk hasil perikanan. Hadirnya nugget daging ikan bandeng menambah variasi dari jenis nugget disamping nugget sapi dan nugget ayam.

 

 

 

 

 

Gambar 5. Nugget bandeng

 

 

 

            4.1.2    Karakteristik Konsumen

5        karakter khas konsumen Indonesia menurut Irawan (2008),yaitu :

  1. Berpikir Jangka Pendek

Ternyata sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit diajak berpikir jangka panjang salah satu cirinya adalah dengan mencari yang serba Instan. Sebaliknya masih sangat susah sekali memasarkan asuransi pada sebagian besar penduduk Indonesia karena konsumen cenderung enggan melakukan investasi (dalam bentuk apapun) yang hasilnya bisa dinikmati mungkin belasan tahun ke depan.

  1. Tidak Terencana

Konsumen Indonesia termasuk konsumen yang tidak terbiasa merencanakan sesuatu. Sekalipun sudah, tapi mereka akan mengambil keputusan pada saat-saat terakhir. kebiasaan ini mirip dengan kebiasaan konsumen nomer satu. Namun jika kebiasaan pertama tidak melihat jauh ke depan,kebiasaan kedua ini tidak menyiapkan sesuatu jauh di belakang.

  1. Suka Berkumpul

Kebiasaan suka berkumpul sudah melekat dalam budaya konsumen kita, sampai adalah istilah “mangan ora mangan ngumpul” dalam masyarakat jawa. Strategi paling efektif untuk karakter ini adalah strategi komunikasi Word of mouth.

  1. Gagap Teknologi

Rendahnya penetrasi teknologi tinggi di indonesia menunjukkan bahwa mayoritas konsumen kita relatif masih “gaptek” sehingga adopsi terhadap suatu teknologi relatif jauh lebih lambat.

  1. Orientasi Pada Konteks

Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Dengan begitu, konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu sendiri. Dari hasil praktikum Pemasaran hasil perikanan dapat dijelaskan bahwa pasar kami adalah di Bendungan si Gura-gura. Kami mengambil pasar dikawasan tersebut karena produk olahan ikan dikawasan Bendungan si Gura-gura belum banyak yang menjangkau secara tidak langsung permintaan akan produk kita cukup diminati konsumen, secara tidak langsung pendapatan atau penawaran uang dikawasan sana cukup tinggi. Kemudian konsumen dikawasan Bendungan si Gura-gura bersifat menerima tawaran produk olahan ikan dengan respon yang cukup baik. Dalam pemasaran yang kami lakukan, kami dapat menganalisis bahwa konsumen itu bersifat ada yang respon baik terhadap produk baru dan ada pula yang menolak secara dari awal produk kami. Konsumen juga bersifat bahwa produk tanpa memiliki legalitas atau sertifikat halal maka konsumen tidak akan mau menerima produk yang ilegal tersebut.

            4.1.3    Analisa Pelanggan

Menurut Kotler (1991), perilaku pelanggan dipengaruhi oleh 4 faktor utama. Seluruh faktor ini memberikan isyarat mengenai bagaimana menjangkau dan pelayani para pelanggan secara labih efektif. Keempat factor ini memberikan isyarat mengenai bagaimana menjangkau dan manjangakau para pelanggan secara lebih efektif. Keempat factor tersebut antara lain :

  1. Kebudayaan, terdiri atas kebudayaan, sub-budaya dan kelas social.
  2. Social, terdiri ata kelompok referensi, keluarga, peran dan status.
  3. Kepribadian, terdiri atas usia dan tahap siklus hidup, jabatan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan konsep diri.
  4. Psikologis, terdiri atas motivasi, persepsi, proses belajar, dan kepercayaan serta sikap.

Dari konsumen atau pelanggan kami untuk di kawasan Bendungan si Gura-gura merupakan pedagang di pasar tersebut dan pembeli yang kami tawari produk tersebut dan dapat dilihat bahwa pelanggan kami tersebut berekonomi kelas menengah ke atas. Dari pelanggan menyarankan bahwa menjual produk perikanan harus lebih bervariasi lagi, kualitas di tingkatkan dan harganya tidak terlalu mahal. Dari data yang kami peroleh pada saat praktikum Pemasaran Hasil Perikanan yang kami lakukan di Bendungan si Gura-gura dapat diketahui bahwa konsumen yang tinggal di sana merupangan kalangan menengah ke atas hal ini di lihat dari pekerjaan yang memperoleh pendapatan yang rata-rata lebih dari Rp 2.000.000,- per bulan.

 

 

4.1.4    Saluran dan Lembaga Pemasaran

            Lembaga pemasaran dalam praktikum ini adalah Agrobisnis Fakultas Perikanan dan Kelautan. Saluran distribusi produk perikanan ini dimulai dari produsen pertama yaitu pengolah Bandeng, lalu pedagang pengumpul atau agen yaitu Agrobisnis Fakultas Perikanan dan Kelautan. Lalu pedagang pengecer yaitu praktikan.

Produsen – Agen – Konsumen . Banyak produsen lebih suka menggunakan manufacturer agen broker atau perantara agen yang lain daripada menggunakan wholesaler untuk mencapai pasar pengecer, khususnya middleman agen antara produsen dan retailer (pengecer).

 

Bagan Saluran Pemasaran

 

Produsen

Asisten

Agen

Praktikan

Konsumen

Masyarakat

Sigura-gura

 

 

 

 

 

 

 

4.1.5    Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan keberhasilan strategi pemasaran. Untuk menarik konsumen, wirausaha bisa merekayasa indikator-indikator yang terdapat dalam bauran pemasaran (marketing mix), yaitu probe, product, price, place, promotian (Augusty, 2002).           

Strategi pemasaran yang kelompok kami gunakan adalah promosi, harga, tempat. Promosi yaitu dengan mempromosikan produk perikanan yaitu Bandeng yang diolah dengan variasi bermacam-macam, dan mengenalkan bahan dan kandungan gizi dari produk. Harga yang kami tetapkan adalah dengan mengambil keuntungan yang cukup tinggi karena lokasi penjualan adalah kelas menengah keatas. Selain itu kami memberikan diskon untuk pembelian dua produk.

4.1.6    Segmentasi Pasar

            Adanya segmentasi pasar dapat mempermudah dalam menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk menembus masing- masing dari segmen pasar yang ada karena perilaku konsumen pada tiap-tiap segmen berbeda. Pada praktikum yang telah dilakukan adanya perbedaan pembagian lokasi pemasaran hasil olahan perikanan merupakan salah satu strategi yang sengaja dilakukan untuk mempermudah proses pemasaran. Pembagian lokasi dapat digolongkan atau diklasifikasikan menjadi dua, antara lain: golongan menengah keatas (yang meliputi perumahan, perkantoran/perusahaan) dan golongan menengah kebawah (yang meliputi perkampungan, pasar dan pinggir jalan).

Pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bias membeli dalam keinginan, sumberdaya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjuali deal nyamen disain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama . Eprints (2009) dalam Afianto (2012).

4.2              Analisa Deskriptif Kuantitatif

4.2.1        Efisiensi Pemasaran

Efisiensi pemasaran dilihat saluran pemasaran,  dimana panjang atau pendeknya saluran pemasaran belum tentu menentukan bahwa pemasaran sudah efisien atau tidak. Karena disaat rantai saluran pemasaran  panjang tetapi pedangang mengambil margin pemasaran yang rendah maka pemasaran bisa dikatakan efisien. Jika rantai saluran pemasaran pendek namun pedagang mengambil margin pemasaran yang tinggi maka pemasaran tidak efisien. Selain itu faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi pemasaran yaitu biaya, transportasi, waktu. Lalu jika jarak antara produsen dan konsumen semakin jauh maka semakin panjang pula saluran pemasarannya. Melihat produk perikanan yang mudah rusak dan busuk maka jika saluran pemasarannya panjang maka juga tidak efisien dengan waktu dan transportasi. Sehingga untuk produk perikanan yang mudah rusak dan cepat membusuk maka saluran pemasarannya cenderung harus pendek.

  • Batari

Efisiensi           = x 100 %

=  x100 %

= 67 %

  • Sosis Bandeng

Efisiensi           = x 100 %

=  x100 %

=  x 100 %

=23 %

  • Bakso Bandeng

Efisiensi           = x 100 %

=  x100 %

=  x 100 %

=23 %

  • Nugget Bandeng

Efisiensi           = x 100 %

=  x100 %

=  x 100 %

=23 %

  •             Bandeng Crispy

Efisiensi           = x 100 %

=  x100 %

=  x 100 %

=58 %

 

            4.2.2    Margin Pemasaran

Margin pemasaran menunjukkan perbedaan harga diantara tingkat lembaga dalam sistem pemasaran. Hal tersebut juga dapat didefiisikan sebagai perbedaan antara apa yang dibayar oleh konsumen dan apa yang diterima oleh produsen untuk produk perikanan.

Margin pemasaran yang kami peroleh selama pemasaran sebagai berikut :

 

ü  Sosis ikan bandeng

Diketahui :      Harga Beli 3 bungkus Rp 28.500,-

Harga jual Rp 45.000,-

Di tanya   :      Margin pemasaran ?

Jawab       :      Margin Pemasaran       = Harga Jual – Harga Beli

= Rp 45.000,- – Rp 28.500.-

= Rp 16.500,-

 

ü  Bakso Ikan Bandheng

Diketahui :      Harga Beli 3 bungkus Rp 28.500,-

Harga jual Rp 45.000,-

Di tanya   :      Margin pemasaran ?

Jawab       :      Margin Pemasaran       = Harga Jual – Harga Beli

= Rp 45.000,- – Rp 28.500.-

= Rp 16.500,-

 

ü  Nugget Ikan Bandeng

Diketahui :      Harga Beli 3 bungkus Rp 28.500,-

Harga jual Rp 45.000,-

Di tanya   :      Margin pemasaran ?

Jawab       :      Margin Pemasaran       = Harga Jual – Harga Beli

= Rp 45.000,- – Rp 28.500.-

= Rp 16.500,-

 

ü  Bandeng crispy

Diketahui :      Harga Beli Rp 19.000.-

Harga jual Rp 30.000.-

Di tanya   :      Margin pemasaran ?

Jawab       :      Margin Pemasaran       = Harga Jual – Harga Beli

= Rp 30.000,- – Rp 19.000.-

= Rp 11.000,-

ü  Batari (Bandeng Tanpa Duri)

Diketahui :      Harga Beli Rp 50.000.-

Harga jual Rp 70.000.-

Di tanya   :      Margin pemasaran ?

Jawab       :      Margin Pemasaran       = Harga Jual – Harga Beli

= Rp 70.000,- – Rp 50.000.-

= Rp 20.000,-

4.2.3    Keuntungan

  • Batari

BEP     =

=

= 13.400

Keuntungan    = Harga jual – BEP

= 20.000-13.400

=6.600

 

  •       Sosis Bandeng

BEP     =

=

= 10.700

Keuntungan    = Harga jual – BEP

= 15.000-10.700

= 4.300

 

  • Nugget Bandeng

BEP     =

=

= 10.700

Keuntungan    = Harga jual – BEP

= 15.000-10.700

= 4.300

  • Bakso Bandeng

BEP     =

=

= 10.700

Keuntungan    = Harga jual – BEP

= 15.000-10.700

= 4.300

  • Bandeng Crispy

BEP     =

=

= 11.750

Keuntungan    = Harga jual – BEP

= 15.000-11.700

= 3.300

 

  1. 5.      KESIMPULAN

 

5.1         Kesimpulan

Dari hasil praktikum Pemasaran Hasil Perikanan yang di lakukan, dapat diperoleh kesimpulan sebgai berikut :

  • Potensi sumberdaya perikanan di Indonesia cukup besar, baik sumberdaya  perikanan tangkap maupun budidaya
  • Sifat khas produk perikanan yang menjadi masalah dalam  pemasarannya adalah mudah rusak (perishable)
  • Tindakan penangan secara spesifik dan cermat, baik dalam proses produksi (penangkapan dan pendaratan) maupun selama pemasaran, perlu diperhatikan guna menghindari kemerosotan mutu
  • Pengertian pasar adalah sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa
  • Saluran pemsaran adalah organisasi ± organisasi yang saling tergantung yang tercakup dalam proses yangmembuat produk dan jasa menjadi tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen.
  • Bauran pemasaran digolongkan menjadi 4 P (Product, Price,  Promotion dan Place)
  • ·         Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara input dan output
  • Segmentasi pasar dapat mempermudah dalam penentuan strategi pemasaran yang tepat untuk menembus masing-masing dari segmen pasar yang ada

   5.2    Saran

Sebaiknya praktikum lebih dimanage kembali waktunya agar tidak keteteran dalam mengerjakan laporan. Sedangkan untuk produk yang akan dipasarkan, alangkah baiknya jika produk yang dipasarkan merupakan produk yang masih baru

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Adi Bagus, 2011. Margin Pemasaran. http://www.peperonity.com/margin.pemasaran.html
Diakses pada 29 april 2013

Agus Afianto, 2013. Laporan Praktikum Pemasaran Hasil Perikanan (Sosis Ikan Bandeng).

Ferdinand, Augusty, 2002, Structural Equation Modeling dalam Penelitian Manajemen, Badan Penerbit Universitas Diponegoro,Semarang.

Ferdinand, Augusty, 2002, Structural Equation Modeling dalam Penelitian Manajemen, Badan Penerbit Universitas Diponegoro,Semarang.

Gitosudarmo, Indriyo. 2008. Manajemen Pemasaran, edisi pertama, cetakan keempat. BPFE: Yogyakarta.Diakses 28 April 2013

Hanafiah, Ir. A. M. Dan Dr. Ir. A. M. Saefuddin. 1983. Tata Niaga hasil Perikanan.

Jakarta: Universitas Indonesia.

Lupiyoadi Rambat, Hamdani A. 2006. Manajemen Pemasaran Jasa, Edisi 2, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Marzuki,1983 dalam Rizka 2003). Marzuki, 1983.Metodologi riset.Fakultas ekonom.Universitas Islam Indonesia.Yogyakarta.

Marzuki,1983 Dalam Rizka 2003). Marzuki, 1983.Metodologi riset.Fakultas ekonom.Universitas Islam Indonesia.Yogyakarta.

Nawawi,1986. Pemasaran Hasil Perikanan. http:/dhilablogspot.com. pemasaran. Diakses pada tanggal 28 April 2013).

Rizka Dzulfikar, 2006. Usaha pemancingan ikan di kolam pancing tirta wangi Di Desa Candimulyo Kecamatan Jombang Jawa Timur.Malang. Universitas Brawijaya

Suryati, 2008, Kebiasaan Makan Ikan.FKM, Universitas Indonesia/

 

Swastha, Basu.2001.Manajemen Penjualan.Yogyakarta:BTFE

 

Teti Haryati,2012. Definisi/pengertian efisiensi. http://www.Definisipengertian efisiensi.html. diakses pada 29 April 2013

Sopyan, Oop. 2009. DefinisiSaluranPemasaran. http://jurnal sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-smanfsaatdan.html.Diaksestanggal30 Mei 2013, pukul 08.27 WIB

 

 

Lampiran 1. Kegiatan Praktikum Pemasaran Hasil Perikanan


 

s

Your Reply

*