Qonitah Rozin Ahnaftasya

Blog mahasiswa Universitas Brawijaya

Kepemimpinan Etis dan Ethical Behaviour Pegawai Sektor Publik

Kepemimpinan etis sangat berpengaruh pada ethical behaviour para aparatur pemerintahan atau pegawai sektor publik dalam bekerja dan memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Kepemimpinan etis ini merujuk pada penghormatan terhadap nilai-nilai etika yang akan menuntun para pegawai sektor publik dalam mengambil keputusan untuk berpihak kepada kebenaran. Selain itu, kepemimpinan etis juga akan bertindak dengan cara konsisten melalui nilai-nilai yang dianut bukan melakukan apa cara yang bijaksana untuk mencapai tujuan pribadi. Pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai etika ini sangat dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat dan negara dimana sekarang ini banyak sekali para aparatur pemerintahan yang menunjukkan perilaku tidak etis seperti melakukan penyelewangan atau maladministrasi, salah satunya yaitu lebih mengedapankan pelayanan kepada pihak yang memberikan “uang pelicin” demi memperlancar urusan pribadinya.

Kepemimpinan etis

Kepemimpinan etis ini berpegang pada suatu prinsip moral dan perbuatan yang dijadikan landasan seseorang untuk bertindak sehingga apa yang dilakukannya dipandang oleh masyarakat sebagai perbuatan terpuji dan dapat meningkatkan martabat serta kehormatannya.  Ethical leadership atau kepemimpinan etis merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang menunjukkan perilaku normatif atau norma-norma sosial melalui tindakan pribadi dan hubungan interpersonal dalam menjalankan seluruh aktivitas pekerjaan untuk mencapai visi, misi, tujuan atau sasaran dari sebuah organisasi, termasuk organisasi sektor publik. Kepemimpinan etis banyak dikaitkan dengan sikap jujur, adil, dapat dipercaya, setia, bertanggung jawab, melayani, menghormati, mengedepankan kebersamaaan dan dapat menahan diri atau mengontrol emosi. Semuanya itu merupakan kualitas baik yang bisa bahkan harus dimiliki oleh seorang pemimpin ataupun bawahannya. Pemimpin dapat mempromosikan perilaku tersebut kepada pengikut atau bawahannya melalui komunikasi dua arah, penguatan dan pengambilan keputusan. Dalam suatu organisasi, lembaga, atau instansi pemerintah tentunya selalu diisi oleh individu-individu yang saling berinteraksi baik secara vertical maupun horizontal artinya yaitu komunikasi antara pelaksana dengan pelaksana atau pemimpin dengan pelaksana/bawahannya dengan tujuan untuk memajukan organisasi atau lembaga dimana mereka bekerja dan berkarya.

Ethical behaviour

Menurut Suhonen et al (2011), perilaku etis bertindak dengan cara-cara yang konsisten dengan apa yang biasanya dipikirkan masyarakat dan individu yaitu nilai-nilai yang baik. Perilaku etis menyangkut perilaku moral setiap individu dalam melakukan aktivitasnya sehingga masyarakat memandang bahwa perilaku seseorang tersebut memiliki standar nilai yang baik dan penuh dengan integritas. Perilaku etis ini termasuk salah satu persyaratan mutlak yang harus dimiliki oleh semua pemimpin organisasi baik publik atau privat yang kemudian dipromosikan kepada para pengikutnya. Dengan menunjukkan kepemimpinan etis tersebut, pemimpin mempromosikan integritas tingkat tinggi yang merangsang rasa dapat dipercaya, mendorong bawahan untuk menerima dan mengikuti visi mereka, serta bawahan juga dapat terpengaruh untuk melakukan suatu pekerjaan atau pelayanan kepada masyarakat dan pelanggan dengan cara-cara yang etis pula.

Pemimpin organisasi memiliki tanggung jawab untuk menjunjung tinggi standar perilaku etis yang tinggi. Tanggung jawab tersebut menunjukkan bahwa pemimpin organisasi merupakan pihak yang bisa dikatakan paling bersalah atas perilaku organisasi yang etis atau tidak etis karena hanyalah setiap individu yang dapat bertanggung jawab, bukan organisasinya. Memang sebagian besar perusahaan, organisasi, atau lembaga memiliki kode etik untuk mendorong para pegawai untuk berperilaku secara etis. Namun, kode etik saja belum cukup sehingga pemimpin atau manajer suatu lembaga harus menetapkan standar etika yang tinggi agar tercipta lingkungan pengendalian yang efektif dan efisien.

Kepemimpinan etis dan ethical behavior pegawai sektor publik

Dalam kehidupan bermasyarakat, perilaku etis sangatlah penting. Hal ini disebabkan karena interaksi antar individu di dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai etika. Namun demikian, kita tidak dapat mengharapkan semua orang dapat berperilaku etis. Seperti halnya dalam organisasi sektor publik, terdapat pegawai yang masih berperilaku non-etis. Mereka menunjukkan perilaku tidak etis seperti melakukan penyelewangan, maladministrasi, korupsi, nepotisme, dan ketidakadilan dalam memberikan pelayanan kepada publik, misalnya lebih mendukung pemangku kepentingan yang memberikan manfaat paling banyak atau dengan kata lain mereka yang memberikan “uang pelicin”.  Organisasi publik yang dilingkupi situasi tidak etis dan pemimpin yang tidak etis tersebut cenderung akan menunjukkan perilaku yang patologis seperti menutup diri, kaku, angkuh, jauh dari masyarakat, lamban, boros dan tidak efektif.

Korupsi menjadi salah satu perilaku tidak etis yang sering dilakukan oleh pegawai pemerintahan publik. Bahkan dewasa ini kejahatan non-etis atau korupsi ini semakin sempurna. Semakin banyak pegawai yang melakukan korupsi tanpa takut akan dipenjarakan, karena para pidana korupsi sendiri malah mendapatkan keistimewaan di dalam sel penjara, mereka diberi kebebasan keluar masuk sel sehingga tidak akan tercipta perasaan jera untuk melakukan kejahatan ini. Kemudian, adanya perundungan antar sesama pegawai di suatu organisasi atau tempat kerja juga sering terjadi. Dimana hal ini disebabkan oleh adanya konflik peran dan keirian hati seseorang kepada rekannya yang dianggap lebih mengunggulinya. Dengan kepemimpinan etis, pemimpin dan pengikutnya mampu membangun kepekaan terhadap sesuatu mana yang dianggap benar dan mana yang  dianggap salah. Mereka baik pemimpin atau bawahan yang memiliki ethical behaviour yang baik pasti tidak akan melakukan kejahatan-kejahatan tersebut, karena mereka mengedepankan kejujuran dan tindakan yang benar.

Dengan adanya kepemimpinan etis dalam tubuh organisasi publik yang mengedepankan perilaku dengan menjunjung tinggi nilai dan norma-norma sosial, pemimpin akan mempromosikan pentingnya etika dan penyebaran pedoman etika untuk anggota organisasi, serta pemodelan perilaku etis untuk memberikan contoh yang terlihat bagi orang lain termasuk perilaku etis dalam penilaian kinerja dan mengkritik atau menghukum perilaku yang tidak etis. Adapun penggunaan kekuatan dan pengaruh pemimpin dalam gaya kepemimpinan etis yaitu pemimpin akan memberikan pelayanan dengan integritas tinggi bagi pengikutnya dan organisasi, jadi tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhannya sendiri ataupun tujuan karirnya. Sehingga para pengikut atau bawahannya juga akan termotivasi dan memiliki perilaku etis atau ethical behaviour dengan integritas yang baik pula. Integritas pribadi ini menekankan pada kejujuran dan konsistensi antara nilai dan perilaku yang dianut seseorang, bukan apa yang dihargai pemimpin.

 

Referensi :

Soleman, Kristian, dkk. Pengaruh Kepemimpinan Etis terhadap Prestasi Kerja Pegawai (Studi Kasus pada Kantor Pajak Pratama Tobelo Kabupaten Halmahera Utara). (online)(https://media.neliti.com/media/publications/71989-ID-pengaruh-kepemimpinan-etis-terhadap-pres.pdf, diakses 3 April 2021)

Emmett, Emery. 2016. Ethical behavior, Leadership, and Decision Making. Minneapolis : College of Management and Technology Walden University. (online) (https://core.ac.uk/download/pdf/147834381.pdf, diakses 3 April 2021)

Hastiyanto, Febrie. 2017. Etika dan Akuntabilitas Sektor Publik. Tegal : Perencana Muda Bappeda dan Litbang. Spirit Publik, 12(1), 75-82.

Herawati, Jajuk, dan Prayekti. 2015. Pengaruh Kepemimpinan Etis dan Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Karyawan Koperasi Batik di Jogjakarta. Yogyakarta. Jurnal sosiohumaniora, 1 (1).

Cerdasco. 2019. Perilaku Etis. (online)( https://cerdasco.com/perilaku-etis/, diakses pada 4 April 2021)

posted by Qonitah Rozin Ahnaftasya in Uncategorized and have Comments Off on Kepemimpinan Etis dan Ethical Behaviour Pegawai Sektor Publik

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!

posted by Qonitah Rozin Ahnaftasya in Uncategorized and have Comment (1)