Katering Bayi/Balita

Posted: 19th December 2012 by Qonita Rizqi in Uncategorized

TUGAS MANAJEMEN KATERING

“BUSINESS PLAN KATERING BAYI”

 

 

 

 

Disusun Oleh :

 

 

                                    Qonita Rizqi Darmawana  105100707111005

                                    Fadhila Suci                           0911030089

                                    Eltri Enggar Pramesti           0911030087   

                                

 

 

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2012

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Kesibukan orang tua dapat berakibat kepada asupan makan yang kurang kepada balita, Namun kebutuhan gizi bayi tidak dapat dikesampingkan. Oleh sebab itu sekarang banyak yang membuat usaha catering makanan bayi. Usaha catering ini sangat dibutuhkan oleh orang tua yang memiliki kesibukan dan tidak dapat membuat makanan untuk anaknya. Kehadiran catering balita dapat membantu orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi anaknya. Catering balita juga dapat membantu ibu-ibu yang tidak bisa memasak. Makanan yang disajikan adalah makan yang tidak mengandung bahan pengawet sehingga aman untuk balita anda. Makanan ini juga terbuat dari bahan sayuran atau pun buah-buahan agar bayi menyukainya. variasi makanan sehat tanpa MSG, pengawet, pengenyal atau penyedap. Semua bumbu dibuat dari bahan alami dan segar, serat disajikan dengan sedikit garam. Makanan yang baik dapat menunjang perkembangan balita.

Catering balita ini ditetapkan dengan harga yang terjangkau sehingga banyak orang tua yang memilih catering untuk makanan bayi mereka,dan tidak merasa pusing kandungan apa yang terkandung dalam makanan tersebut. Biasanya catering ini tidak dijual jauh-jauh karena makan ini tidak menggunakan pengawet sehingga akan basi apabila sampai di tempat tujuan yang jauh. Jika ada catering makan yang dapat mengirimkan makanan sampai di luar kota bahkan provinsi, itu sudah pasti makanan tersebut mengandung pengawet yang dapat merusak tubuh. Begitu banyak variasi menu sehingga ibu-ibu dapat memilih menu yang ingin diberikan. Untuk pemesanan catering ini ada yang setiap hari atau pun seminggu sekali. Dan menu yang dikirim juga berganti-ganti setiap harinya.

 

 

1.2  Tujuan

Tujuan dikembangkannya sebuah catering bayi bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para ibu untuk mendapatkan makanan yang sehat bagi balita mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

ASPEK PEMASARAN

 

2.1 Gambaran Umum Pasar

2.1.1 Jenis Produk yang Dipasarkan

Jenis produk yang dipasarkan oleh catering balita tentunya mengkhususkan makanan kepada balita yaitu balita berumur 6 bulan hingga 3 tahun. Makanan yang ditawarkan oleh katering adalah makanan yang segar, tanpa bahan pengawet, dan bergizi untuk balita. Makanan yang ditawarkan kepada konsumen dipatok dengan harga yang relative terjangkau dan pemesanan makanan ini ditawarkan dengan sistem paket yaitu paket 7 hari, 14 hari dan 21 hari.

Jenis produk yang diproduksi oleh catering bayi ada beberapa macam jenis makanan dengan beberapa asupan gizi yang terdiri dari makanan pokok seperti beras, lauk pauk seperti ikan salmon, sayur-sayuran, pudding maupun buah-buahan.

 

2.1.2 Pasar sasaran/target pasar

Target pasar yang dituju oleh catering balita adalah para ibu yang memiliki balita tetapi sangat sibuk sehingga kurangnya waktu untuk membuat makanan bayi atau ibu yang tidak mahir dalam memasak. Kendala tersebut memungkinkan para ibu kurang memberikan asupan gizi kepada balita sedangkan gizi balita harus selalu terpenuhi. Penjualan makanan pada catering balita ini dilakukan hanya pada daerah dimana catering ini berada, hal ini dikarenakan makanan bayi merupakan makanan yang mudah membusuk dan makanan yang berikan harus selalu dalam keadaan fresh. Oleh sebab itu makanan yang disedikan oleh catering balita tidak dilakukan dengan cara peniriman ke luar daerah.

 

2.1.3 Wilayah pemasaran

Wilayah pemasaran yang dituju adalah daerah sekitar katering balita berada yaitu daerah malang kota, singosari, lawang, dan sekitarnya. Wilayah pemasaran ini dibatasi karena adanya beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam masakan balita. Faktor tersebut adalah makanan untuk balita harus selalu fresh dan baru  dan makanan balita selalu mudah busuk jika terlalu lama sehingga makanan balita ini hanya dipasarkan di daerah sekitar.

 

2.2 Permintaan

Karena usaha ini berbentuk sebuah katering dimana sistem kerja catering selalu bekerja pada saat pelanggan memesan produk atau makanan (make to order). Oleh sebab itu jumlah permintaan produk tidak dapat diprediksi. Produk akan dibuat jika ada konsumen yang membeli atau memesan, hal ini disebabkan makanan bayi mudah busuk dan tidak dapat disimpan dikulkas sehingga jumlah permintaan produk didasarkan atas banyaknya pelanggan yang memesan.

 

2.3 Penawaran

Penawaran produk ini dilakukan dengan memberikan informasi kapada konsumen melalui media massa seperti Koran, malalui dunia maya atau internet, serta penyebaran brosur ke rumah-rumah maupun pembuatan pamphlet. Hal ini dilakukan agar para konsumen secara luas dapat mengetahui kehadiran dari usaha catering balita ini.

 

2.4 Pesaing

Dalam melakukan suatu usaha tentunya ada kehadiran dari pesaing yang mempunyai usaha yang sama. Untuk mengungguli pesaing yang ada kita harus cermat dalam memperhatikan strategi pasar serta produk yang dihasilkan oleh pesaing. Dalam usaha catering balita kita harus memperhatikan dan mengunguli pesaing kita dalam segi rasa pada makanan, gizi yang terkandung dan kebersihan dari produk makanan bayi yang dihasilkan.

 

2.5 Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran yang harus dilakukan adalah dengan menperhatikan beberapa hal yaitu produk, price, promotion, dan place.

 

2.5.1 Produk

Produk yang ditawarkan oleh katering balita yaitu mencangkup makanan bayi usia 6 bulan hingga 3 tahun. Produk yang ditawarkan berupa makanan yan terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur, pudding atau buah. Makanan yang diberikan kepada balita harus memiliki asupan gizi yang baik, bersih, halal, dan aman.

 

2.5.2 Price

Harga yang ditawarkan oleh catering balita dipatok dengan harga yang relative murah sehingga tidak memberatkan para ibu rumah tangga. Harga akan menyesuaikan dengan paket yang diambil atau dipesan yaitu paket 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Harga dari keterin balita ini menentukan kualitas dari makanan yang diberikan yaitu makanan yang memiliki gizi tingi dan terjamin kebersihannya.

 

2.5.3 Promotion

Promosi yang dilakukan oleh catering balita yaitu dengan memuat pada media massa seperti koran, penyebaran brosur ke rumah-rumah, pemberitaan melalui internet dan pemasangan pamlet. Hal ini dilakukan untuk mempermudah komunikasi konsumen kepada catering dan pemberitaan secara luas kepada masyarakat dan mempermudah serta mempercepat pemberitaan kepada konsumen.

 

2.5.4 Place

Saluran distribusi yang dilakukan oleh catering balita ini yaitu pemasaran di sekitar wilayah dimana catering didirikan. Hal ini dimaksudkan agar makanan balita yang dipesan oleh konsumen tidak busuk dan tetap dalam keadaan fresh dan tetap bergizi. Katering berada di Jalan Sukarno Hatta karena dinilai memiliki posisi yang strategis untuk pemasaran.

 

2.6 Positioning

Usaha catering adalah usaha cepat yang dapat menyalurkan hobi memasak sekaligus berbisnis. Oleh sebab itu usaha catering selalu mempunyai banyak pasaing yang bekerja dalam bidang yang sama. Terkait dengan hal tersebut maka catering balita menempatkan usaha catering ini dalam posisi market challenger.

 

2.7 Analisis SWOT

2.7.1 Kekuatan (Strength)

Kekuatan dari catering balita ini dibandingkan dengan yang lain yaitu menyediakan makanan balita yang lebih sehat, bergizi, dan terjamin kebersihannya dan paket menu lengkap setiap harinya. Hal ini dapat dibuktikan pada catering balita selalu memberikan asupan gizi yang baik dan tepat kepada konsumen. Asupan gizi yang lengkap tersebut diberikan dengan makanan lengkap dari makanan pokok, lauk pauk, sayur, pudding maupun buah segar. Kekuatan lain yang dimiliki oleh catering balita yaitu kualitas makanan yang baik dengan harga yang terjangkau.

 

2.7.2 Kelemahan (Weakness)

Kelemahan dari catering bayi ini adalah makanan ini selalu cepat busuk karena terdiri dari bubur, sayur segar serta buah dan pudding yang sering cepat busuk. Oleh sebab itu makanan bayi yang sudah dipesan harus segera diantarkan dan dikonsumsi oleh balita.

 

2.7.3 Peluang (Opportunity)

Kesempatan yang diberikan oleh pasar kepada catering balita ini adalah catering balita yang berdiri masih sangat sedikit sehingga catering balita dapat mengembangkan diri lebih baik agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.

 

2.7.4 Ancaman (Threats)

Ancaman yang hadir di sekitar catering balita adalah dengan semakin banyaknya pesaing yang bermunculan seiring banyaknya oranng yang mengetahui bahwa catering balita ini sangat menjanjikan dalam berbisnis.

BAB III

ASPEK ORGANISASI

 

Nama usaha : catering “Balita”

Pimpinan usaha : Qonita Rizqi

Alamat catering : jl. Sehat bergizi no.47 malang-jatim

Bentuk usaha : home industry

Bagan organisasi :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

ASPEK PRODUKSI

 

4.1 Produk

1. uraian produk

  • Jenis : makanan balita (terdiri dari makanan pokok, sayur, pudding/buah, lauk pauk)
  • Desain : -    Mudah dicerna

-          Menggunakan bentuk yang lucu

-          Rasa yang enak dan bergizi

  • Ukuran : paket makanan balita 7 hari, 14 hari, dan 21 hari

2. kegunaan utama produk

- membantu ibu rumah tangga dalam menyiapkan makanan balita

- memberikan asupan gizi yang seimbang dan tepat kepada balita

- memberikan kemudahan dalam hal makanan balita

- memberikan makanan balita yang hieginis dan berkualitas

- menjaga pencernaan balita

 

4.2 Produksi

Rencana produksi untuk tahun mendatang tidak dapat diprediksi karena permintaan dari pelanggan datang jika mereka memerlukan persediaan makanan bayi. Waktu produksi selalu dilakukan jika ada pesanan dari para konsumen yang ada. Rencana produksi ini didasarkan pada banyaknya konsumen yang memesan makanan yang disediakan catering balita. Tetapi dengan promosi secara luas maka pelanggan catering balita akan meningkat dan pemesanan semakin banyak.

 

 

 

 

 

 

BAB V

 

ASPEK KEUANGAN

  1. 1.      RencanaAnggaranBiaya dan Laporan

1. RincianBiayaVariabel per tahun

   Biaya Variabel Selama 1 tahun

No

 

Jenis

Jumlah satuan/

Bulan (30)

Biaya/

unit

Biaya/bulan

(Rp)

Biaya pertahun

(Rp)

1.

Gaji tenaga Kerja    

 

Karyawan produksi

6

15.000

900.000

10. 800.000

 

Total

10.800.000

2.

Bahan Baku  
  Sayur mayur

30

20.000

600.000

7.200.000

  Tepung Terigu

5

25.000

125.000

1.500.000

  Telur

30

13.000

390.000

4.680.000

  Bawang Putih

5

15.000

75.000

900.000

  Garam

10

2.000

20.000

240.000

  Merica

20

20.000

400.000

4.800.000

  Ikan

30

28.000

115.000

1.380.000

  Bawang Merah

5

10.000

50.000

600.000

  Daging

10

50.000

500.000

6.000.000

  Susu

20

25.000

500.000

6.000.000

 

Total

33.300.000

3.

Biaya pengemasan  

 

Plastic

2

1.500

69.000

828.000

4.

Utilitas  

 

Listrik (kwh)

85

450

38.250

459.000

 

Beban Listrik

15.000

180.000

 

 

639.000

5.

Administrasi

10.000

120.000

6.

Transportasi (Bensin/L)

15

4.500

675.00

810.000

7.

Marketing

5

50.000

250.000

3.000.000

 

Total

49.497.000

 

 

Investasi = Modal tetap + Modal Kerja = Rp 11.450.000 + 27.501.000= Rp 33.390.500

 

 

2. Biaya tetap selama 1 tahun

No

Jenis`

Jumlah

Satuan

Harga/satuan

(Rp)

Biaya (Rp)

1

Outlet Outdor

1

5.000.000

5.000.000

2

Pisau

5

5.000

25.000

3

Telenan

2

10.000

20.000

4

Tempat CuciTangan

3

10.000

30.000

5

Gunting

2

5.000

10.000

6

Sapu

2

10.000

20.000

7

Kain lap

5

5.000

25.000

8

Penyaring

1

5.000

5.000

10

Tempat bumbu

2

5.000

10.000

11

Tempat sampah

2

10.000

20.000

12

Bak air

1

20.000

20.000

13

Blender

1

250.000

250.000

14

Galon

1

50.000

100.000

15

Teko

3

20.000

60.000

16

Kursi

2

45.000

90.000

17

Timbangan 30Kg

1

300.000

300.000

18

Pompa Air

1

25.000

25.000

19

Baju Kerja

5

80.000

400.000

20

Gelas Ukuran

1

50.000

50.000

21

Sendok

1

15.000

15.000

22

Centong

2

5.000

10.000

23

Dandang Dapur

1

300.000

300.000

24

Dandang Pemasaran

2

100.000

200.000

25

Kompor Gas

3

400.000

1.200.000

26

Penggorengan

1

100.000

100.000

27

Penumbuk bumbu

2

30.000

60.000

28

Baskom

3

20.000

60.000

29

Pengaduk adonan

3

5.000

15.000

30

Tempat saos,kecap dan sambal

6

5.000

30.000

31

Kotak makan

100

30.000

3.000.000

Total

11.450.000

 

  1. 3.      Biaya selama setahun

No

Jenis

Biaya (Rp)

1.

Biaya Penyusutan Mesin danPeralatan

662.500

2

Administrasi

120.000

3

Biaya Beban (Listrik&Telepon)

649.000

Total

1.431.500

 

Biaya Variable per hari (Rp 49.497.000 /14400) = Rp 3.440,-

Total biaya setahun     =Rp  1.431.500 + Rp 49.497.000 = Rp 50.928.500,-

Setiap hari produksi menghasilkan 100 porsi

Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Harga Jual

Harga pokok Produksi

HPP    =

Total Produksidalam 1 Tahun = 100 X 144 hari (Masa Kerja 12 hari/Bulan)

HPP    == 3.437,2

Laba/kotak   = harga jual – harga pokok= Rp. 7000 – 3.437,2 = Rp 3.562,8,-

Target penjualan/hari = 100 porsi

Total laba/hari = Rp 3.562,8 x 100 = Rp 356.800

ROI (Return of Investment) = =

POT (Pay Out Time)       = =

 

Break Event Point

= Biaya tetap : 1 – (Biaya Tidak Tetap : Hasil Usaha)

= Rp. 51.379.200 : 1 – (Rp. 49.497.000  : Rp 513.792.000)

= 51.379.199,9

Artinya, usaha pembuatan katering bayi ini tidak rugi dan tidak untung (impas) saat dihasilkan pendapatan sebesar Rp. 51.379.199,9 atau terjual sebanyak 7339,8 porsi dari penjualan setiap satu tahun produksi.

CAPTCHA Image
*