0

Data,Populasi,Sampel,Tabel,Dan Grafik Statistika

DATA

Data dapat diartikan sebagai keterangan yang diperlukan untuk memecahkan suatu masalah. Berikut adalah macam-macam data ditinjau dari beberapa segi, yakni :

Berdasarkan sifatnya :

1. Data Kuantitatif

Data Kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam besaran numerik (angka)

Misalnya : Data nilai kekerasan dari suatu material, data nilai entalpi dan entropi suatu zat, dan sebagainya.

Data Kuantitatif dibagi menjadi dua, yakni :

Data Diskrit

Data diskrit adalah data yang diperoleh dengan cara menghitung atau membilang, contoh : banyaknya mahasiswa Teknik Mesin yang melakukan praktikum Fenomena Dasar mesin adalah 120 orang

Data Kontinu

Data kontinu adalah data yang diperoleh dengan cara mengukur, contoh : temperatur rata-rata di setiap kelas di Jurusan Teknik Mesin Universitas Brawijaya adalah 28°C.

2.Data Kualitatif

Data Kualitatif adalah data yang tidak dinyatakan dengan angka

Misalnya : Kategori Mahasiswa berprestasi & kurang berprestasi
Berdasarkan Cara Memperolehnya:

1.Data Primer

Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi serta diperoleh langsung dari obyeknya. Contoh SeorangPeneliti Fisika ingin mengetahui tingkat pencemaran air di sungai, maka mereka bekerja langsung ke sungai yang dituju dan mengambil datanya.

2.Data Sekunder

Data Sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain, biasanya data itu dicatat dalam bentuk publikasi-publikasi. Contoh Seorang Mahasiswa memerlukan data prakiraan cuaca tahun lalu untuk daerah Tangerang dan sekitarnya, maka mahasiswa tersebut dapat memperolehnya di BMG Kota Tangerang.

 

POPULASI

Pengertian Populasi :

  • Populasi adalah sekumpulan data yang mempunyai karakteristik yang sama dan menjadi objek inferensi.
  • Yaitu sekumpulan data atau objek yang sedang diteliti (keseluruhan obyek yang sedang diteliti). Suatu populasi bukan merupakan suatu ukuran jumlah, akan tetapi merupakan suatu lingkup atau auatu himpunan yang menjadi suatu topik persoalan yang sedang dibicarakan.

 

SAMPEL

Pengertian Sampel :

  • Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti; dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. Ukuran dan keragaman sampel menjadi penentu baik tidaknya sampel yang diambil. Terdapat dua cara pengambilan sampel, yaitu secara acak (random)/probabilita dan tidak acak (non-random)/non-probabilita.
  • Yaitu sebagian dari populasi yang apabila diambil dengan benar maka dapat merepresentasikan dari populasi

 

Pemilihan Jenis Sampel

1.Random Sampling (Acak)

Artinya, setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Tidak ada intervensi tertentu dari peneliti.Masing-masing jenis dari pengambilan acak (probability sampling) ini memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.

Pengambilan acak sederhana (Simpel random sampling)

Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel angka random. Tabel angka random merupakan tabel yang dibuat dalam komputer berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas. Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa pengembalian. Kelebihan dari pemngembilan acak sederhana ini adalah mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel,  dan kemampuan menghitung standard error. Sedangkan,kekurangannya adalah tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat.

Pengambilan acak secara sistematis (Systematic random sampling)

Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan.  Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5. Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya. Kelebihan dari pengambilan acak secara sistematis ini adalah lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak sedderhana. Sedangkan, kekurangannya adalah tidak bisa digunakan pada penelitian yang heterogen karena tidak mampunya menangkap keragaman populasi heterogen.

Pengambilan acak berdasar lapisan (Stratified random sampling)

Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar lapisan ini adalah lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian. Selain itu, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing strata.

Pengambilan acak berdasar area (Cluster sampling)

Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya. Setiap area memiliki jatah terambil yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar area ini adalah lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu.

 

2.Non Random Sampling (Tidak Acak)

Merupakan cara pengambilan sampel secara tidak acak dimana masing-masing anggota tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih anggota sampel.  Ada intervensi tertentu dari peneliti dan biasa peneliti menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penelitiannya.

Pengambilan Sesaat (accident/haphazard sampling) hazard

Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan tiba-tiba berdasarkan siapa yang ditemui oleh peneliti.Misalnya, reporter televisi mewawancarai warga yang kebetulan sedang lewat. Kelebihan dari pengambilan sesaat ini adalah kepraktisan dalam pemillihan anggota sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah belum tentu responden memiliki karakteristik yang dicari oleh peneliti.

Pengambilan Menurut Jumlah (Quota sampling)

Merupakan pengambilan anggota sampel berdasarkan jumlah yang diinginkan oleh peneliti. Kelebihan dari pengambilan menurut jumlah ini adalah praktis karena jumlah sudah ditentukan dari awal. Sedangkan, kekurangannya adalah bias, belum tentu mewakili seluruh anggota populasi.

Pengambilan Menurut Tujuan (Purposive Sampling)

Merupakan pemilihan anggota sampel yang didasarkan atas tujuan dan pertimbangan tertentu dari peneliti. Kelebihan dari pengambilan menurut tujuan ini adalah tujuan dari peneliti dapat terpenuhi. Sedangkan, kekurangannya adalah belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.

Pengambilan Beruntun (Snow-Ball Sampling)

Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan sistem jaringan responden. Mulai dari mewawancarai satu responden. Kemudian, responden tersebut akan menunjukkan responden lain dan responden lain tersebut akan menunjukkan responden berikutnya. Hal ini dilakukan secara terus-menerus sampai dengan terpenuhinya jumlah anggota sampel yang diingini oleh peneliti.]Kelebihan dari pengambilan beruntun ini adalah bisa mendapatkan responden yang kredibel di bidangnya. Sedangkan, kekurangannya adalah memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.

 

TABEL STATISTIK

Tabel Referensi

Tabel referensi memiliki karakteristik khusus yaitu tabel ini bersifat ”gudang” seluruh data, karena tabel referensi memuat semua data yang terperinci dan disusun untuk kepetingan referensi. Berikut contoh tabel referensi.

Tabel Ikhtisar

Tabel ikhtisar merupakan bentuk penyajian beberapa data hasil pengumpulan atau pengukuran dari suatu kelompk jenis data tertentu sehingga dapat dibandingkan dengan data hasil lain. Berikut contoh tabel ikhtisar.

 Tabel Umum

Tabel umum adalah bentuk penyajian data yang dikumpulkan dari berbagai macam jenis data yang dituliskan dalam suatu monogram. Biasanya informasi ini dikumpulka berdasarkan sensus sehingga setia data itu akan berubah sesuai perkembangan. Contoh table umum seperti berikut. Berikut contoh tabel umum.

Tabel Distribusi

Tabel distribusi adalah bentuk penataan data yang dibuat oleh pengolah data berdasarkan hasil-hasil data yang dkumpulkan oleh penelitian tersebut yang bertujuan untuk memperolehgambaran karakteristik (sifat-sifat) data yang akan diolahnya. Berikut contoh tabel distribusi.

 

GRAFIK STATISTIKA

Grafik adalah alat penyajian data statistik baik dalam bentuk garis, lambang, maupun gambar tertentu.

Jenis-Jenis Grafik :

1.Grafik Garis

Grafik garis adalah suatu gambar yang digambarkan berdasarkan satu waktu, biasanya waktu yang digunakan dalam bulan atau tahun. Kegunaan diagram garis adalah untuk dapat melihat gambaran tentang perubahan suatu peristiwa dalam suatu periode (jangka waktu) tertentu dibuat diagram garis. Contoh grafik garis dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

2.Grafik Batang

Grafik atau diagram batang adalah diagram berdasarkan data berbentuk kategori. Diagram ini banyak digunakan untuk membandingkan data maupun menunjukan hubungan suatu data dengan data keseluruhan. Diagram ini penyajian datanya dalam betuk batang, sebuah batang melukiskan  jumlah tertentu dari data. Gambar grafik batang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

3.Grafik Lingkaran

Diagram lingkaran adalah penyajian data statistik dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagian-bagian atau persen dari keseluruhan. Untuk membuat diagram lingkaran, terlebih dahulu ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran. Berikut adalah contoh dari grafik lingkaran.

4.Histogram dan Poligon

Histogram

Kata histogram berasal dari bahasa Yunani: histos, dan gramma. Pertama kali digunakan oleh Karl Pearson pada tahun 1895 untuk memetakan distribusi frekuensi dengan luasan area grafis batangan menunjukkan proporsi banyak frekuensi yang terjadi pada tiap kategori

Poligon

Poligon atau Poligon frekuensi adalah suatu garis putus putus yang menghubungkan titik tengah ujung batang histogram. Biasanya ditambah dua segmen garis lain yang menghubungkan titik tengah ujung batang pertama dan terakhir dengan titik tengah kelas yang paling ujung dimana frekuensinya bernilai nol.

Di bawah ini merupakan gambar dari Histogram dan Poligon Frekuensi.

5.Ogive

Daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari dapat disajikan dalam bidang Cartesius. Tepi atas (67,5; 70,5; …; 82,5) atau tepi bawah (64,5; 67,5; …; 79,5) diletakkan pada sumbu X sedangkan frekuensi kumulatif kurang dari atau frekuensi kumulatif lebih dari diletakkan pada sumbu Y. Apabila titik-titik yang diperlukan dihubungkan, maka terbentuk kurva yang disebut ogive. Ada dua macam ogive, yaitu ogive naik dan ogive turun. Ogive naik apabila grafik disusun berdasarkan distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. Sedangkan ogive turun apabila berdasarkan distribusi frekuensi kumulatif lebih dari. Ogive naik dan ogive turun data di atas adalah sebagai berikut :

 

 

 sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Populasi_(statistika)

http://id.wikipedia.org/wiki/Sampel_(statistika)

http://statistik-fisika.blogspot.com/2010/05/macam-macam-data-statistika.html

http://ilmustatistika.blogspot.com/2010/01/tabel-referensi-dan-tabel-ikhtisar.html

http://www.kemlu.go.id/islamabad/OthersPictures/Ekonomi/4.jpg

http://capresindonesia.files.wordpress.com/2009/05/grafik-harga-minyak1.jpg

http://1.bp.blogspot.com/_64xunzhn9NQ/Skozc9ZpW6I/AAAAAAAAAjM/40Ix1NultIQ/s400/clus3.jpg

http://2.bp.blogspot.com/-cmbq_VA_7VI/TZvr5MV8SOI/AAAAAAAAA_o/ZGQWBQM9MMU/s1600/diagram-lingkaran.jpg

http://id.wikipedia.org/wiki/Histogram

http://rumus-soal.blogspot.com/2010/05/menyajikan-data-dalam-bentuk-tabel.html

 

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*
Copyright © 2014 — blog | Site design by Trevor Fitzgerald