Analisis Public Relations Puspita Syarafina/ 195120207111057/ Ilmu Komunikasi B2COM/ 26 Maret 2020

1. Alasan kenapa Public Relations lebih focus kepada publisitas disbanding iklan karena Public relations dan publisitas merupakan dua hal yang saling berkaitan. Tujuan public relations adalah untuk membangun citra positif dari suatu perusahaan di mata publiknya. Cara yang dapat dilakukan untuk membangun citra positif di mata publiknya adalah dengan memberikan ketercukupan informasi kepada publiknya mengenai perusahaan tersebut. Kegiatan menyampaikan atau menyebarkan informasi ini disebut kegiatan publikasi (Kriyantono, 2008:40) Jadi melalui publikasi perusahaan akan menyebarkan informasinya sehingga dikenal. Sedangkan publisitas adalah publikasi yang menggunakan sarana media massa dalam jalan menyebarkan informasi. Jadi peran publisitas secara garis besar disini adalah sarana perusahaan melalui public relations untuk menyebarkan informasi. Dalam bahasan kali ini kita akan mempelajari secara dalam bagaimana kedua hal tersebut bekerja. Citra korporat adalah citra keseluruhan yang dibangun dari semua komponen perusahaan, tidak hanya dibangun oleh seorang public relations. Secara garis besar fungsi public relations adalah, memelihara komunikasi antara perusahaan dengan publik, melayani kepentingan publik dengan baik, memelihara perilaku dan moralitas perusahaan dengan baik. Kegiatan Pr sebagai teknik komunikasi yang mempengaruhi citra suatu perusahaan atau organisai berdasarkan perilaku organisasi tersebut di mata publik. Dalam membangun citra suatu organisasi atau perusahaan maka perusahaan perlu melakukan publikasi dengan cara mengenalkan perusahaan kepada publik yang dilakukan oleh seorang pr. Publisitas dilakukan oleh suatu perusahaan dapat melalui tulisan yang disebarkan ke media, newsletter, artikel, maupun media lainnya. Dalam perusahaan iklan itu merupakan strategi marketing dalam mengenalkan suatu perusahaan.

2. Periklanan yang digunakan dalam kegiatan PR, termasuk memberikan ruang, tempat dan waktu untuk surat kabar majalah, radio, televisi dan internet untuk menyampaikan informasi produk kepada public. Diantaranya adalah iklan melalui pos dan sales promotion. Beberapa tipe periklanan dalam humas adalah Institutional Advertising: adalah memperkenalkan organisasi atau mengumumkan indentitas baru dari suatu perusahaan pada target audiences. Tujuannya adalah untuk menarik investor, meningkatkan reputasi perusahaan atau menarik simpati masyarakat dengan cara melibatkan perusahaan didalam kegiatan masyarakat. Financial Advertising: digunakan oleh perusahaan besar untuk menunjukkan perkembangan baru kondisi keuangan perusahaan pada masyarakat. Advertising: adalah kegiatan periklanan yang digunakan oleh sebuah atau beberapa organisasi untuk memperlihatkan pada masyarakat tentang masalah-masalah sosial didalam masyarakat serta penanggulangannya. Contoh iklan : iklan lowongan kerja, iklan institusi,dll

3. Menjadi seorang PR harus menerapkan prinsip tell the truth yang artinya harus berkata yang sejujurnya. Dalam perspektif lokal adalah ajining dhiri sokolatih yang artinya orang dianggap mulia dan patut dihormati jika omongannya jujur. Tell the truth yang dimaksud dalam PR ini bukan berarto harus jujur dengan mengatakan semuanya, tetapi berkata jujur dengan secukupnya yang biasa disebut framing. Contoh dari framing itu sendiri adalah jika ditanya soal fakta, kita hanya mengungkapkan 5 fakta dari 10 fakta. Tugas public relations sendiri jika didalam internalnya terjadi peristiwa negaitf, yang dilakukan sebagai public relations adalah menutupi hal negative tersebut dari mata public, dan tidak lupa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tetapi jika peristiwa negatif tersebut sudah terlanjur tersebar atau diketahui oleh masyarakay maka public relations harus menjelaskan hal tersebut secara terbuka; tell the truth. Tetapi jangan semua diberi tahu melainkan hanya menjelaskan yang diketahui masyarakat atau publik saja. Dan jika terjadi peristiwa positif di dalam perusahaan maka sudah menjadi tugas public relations adalah menyebarkan hal positif yang terjadi itu. Public relations tidak boleh menjatuhkan kredibilitas dengan kemampuan komunikasi publik dimana kalimat yang diucapkan tidak secara eksplisit dan langsung merujuk melainkan melalui inti kalimat penyampaiannya. Sebagai public relations kita tidak sepatutnya berkata “tidak tahu” saat ditanya public, karena sebagai public relations yang dimana tugasnya untuk menjebatani ke rakyat, kita harus tahu segalanya tentang apa yang terjadi dan menjawab pertanyaan yg dilontarkan oleh public.

4. 3 unsur pokok objektivitas:

A. Pertama, unsur keseimbangan yang meliputi keseimbangan jumlah kalimat maupun kata yangdigunakan wartawan dalam menyampaikan fakta. Keseimbangan juga mencakup narasumber yang dikutip.
B. Kedua, unsur kebenaran pokok yang meliputi empat hal, yakni adanya fakta atau peristiwayang diberitakan, jelas sumbernya, kapan dan dimana terjadinya.
C. Ketiga, relevansi antara judul berita dengan isi serta kesesuaian antara narasumber yang dipilih dengan tema atau fakta yang diangkat.

Setiap menjadi seorang PR pasti akan paham cara menajdi jurnalisme karna sebagian besar lulusan PR akan menjalani program studi berupa jurnalisme. Jadi tidak heran jika seorang praktisi PR harus bisa membuat berita dengan baik.
Berita yang dibuat harus jelas dan ringkas. Berita yang Jelas dan ringkas akan mudah dipahami khalayak sehingga tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda. Untuk menulis berita yang jelas, sebagai PR harus memahami benar berita yang ditulisnya serta menghilangkan sesuatu yang masih meragukan, tulislah hal-hal yang sudah pasti kebenarannya.
Sebagai PR harus sadar tentang pembacanya sehingga dapat mengembangkan tulisan dengan bahasa yang sesuai dan tidak membingungkan pembacanya. Tulisan berita yang ringkas akan membuat pembaca dapat memahami isi berita dengan cepat, namun harus tetap memperhatikan tata bahasa yang baik dan benar. Jika seorang PR sudah mampu membuat berita, ini kana menjdi salah satu jalan untuk membantu membangun citra sebuah perushaan. yang sudah kita ketahui sudah menjadi ranah dan bagian dari seorang public relations untuk melakukan pembangunan citra baik perusahaan melalui media massa. dan hal tersebut juga tidak memungut biaya sehingga perlu informasi yang berbobot nilai berita yang akan dimasukkan oleh media massa ke dalam berita televisi,.

5. Membangun hubungan baik dengan media lebih lajut kita bicarakan dengan istilah win the editor’s heart atau memenangkan hati editor berita. Merujuk pada (Kriyatono,2016) pada hal ini public relations perlu membangun suatu relasi yang baik dengan memenangkan hati dan pikiran sang editor publisitas di dalam suatu korporasi media. Hubungan yang semakin baik antara public relations dengan media akan semakin memperbesar peluang informasi yang ditulis public relations dimuat. Karena pada dasarnya dimuat atau tidaknya informasi merupakan wewenang media, dalam hal ini sang PR diperhatikan dan simpati dengan partnernya, yakni perusahaan tempat public relations tersebut, sehingga informasi akan lebih berpeluang dimuat. Esensi hubungan antara public relations pada dasarnya merupakan sinergi yang bersifat simbiosis mutualisme. Media membutuhkan bahan-bahan informasi yang terkadang kesulitan untuk mendapat karena keterbatasan wartawan, disini peran public relation dengan membantu mencarikan berita yang berasal dari infromasi yang ada dari perusahaannya. Sedangkan perusahaan butuh untuk dikenal publiknya yang disini dikendalikan public relations, disini peran media yang berfungsi sebagai sarana menyebarluaskan infromasi mengenai perusahaan. Sehingga dengan berjalan sebagai partner yang saling melengkapi public relations maupun media dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Public relations bertanggung jawab dalam menyebarka informasi perusahaan, sedangkan media bertanggung jawab dalam memenuhi hak