Untuk kesekian kalinya, tidak ada batasan sama sekali. Kau mengharapkan hal-hal yang tidak terduga, kau percaya pada keajaiban.
Lalu kau bertambah dewasa dan keluguan itu lenyap.
Realita hidup menghadang dan kau disadarkan kenyataan bahwa ternyata tidak semua yang kauinginkan dapat kauraih, bahwa ternyata kau harus cukup puas dengan sesuatu yang tidak sama persis dengan harapanmu.
Mengapa kita berhenti memercayai diri sendiri? Mengapa kita membiarkan fakta dan logika serta hal lain selain mimpi mengendalikan hidup kita?
Tapi sekarang pikiranku berubah lagi. Tidak ada yang mustahil. Mimpi itu selalu ada. Aku hanya kurang berusaha meraihnya, itu saja.