Ulat Grayak Spodoptera spp

2012
09.23

Tanaman yang terserang: kacang tanah, padi, jagung, tebu, kedelai, tembakau, kentang, cabai merah, bawang merah, dan kubis.

Organisme pengganggu: Spodoptera litura, S. exigua, S. mauritia, S. exempta 

Tingkat kerusakan: tinggi

Gejala: daun rusak terkoyak, berlubang tidak beraturan, dan pada serangan berat daun menjadi gundul

Ulat grayak sering disebut juga ulat tentara karena menyerang dengan populasi sangat tinggi. Akibatnya tanaman habis dalam semalam, hewan ini masuk famili Noctuidae tergolong nocturnal/aktif dalam malam hari.  Saat siang, ulat sembunyi di sela tangkai daun, di bawah tanaman, bahkan dalam tanah lantaran takut terkena sinar matahari.

  • Gejala

Tepi daun rusak dan terkoyak dimakan larva. Bahkan larva besar mampu menghabiskan hingga menyisakan tulang daun sehingga tanaman gundul. Selain itu meninggalkan jejak berupa kotoran di sekitar tanaman yang terserang.

  • Penyebab

1. Asal Mula

Awal musim kemarau kelembaban udara 70% dan suhu rata-rata 18-23 derajat Celcius memicu telur menetas. Iklim itu juga memicu perkembangbiakan ngengat.

2. Siklus Hidup

>Terbentuk pupa dalam tanah.

>Membentuk ngengat dewasa selama 2-6 hari.

>Ngengat bertelur sebanyak 350-400 butir per kelompok dengan total 2.000-3.000 butir selama 3-5 hari.

>Ulat hidup berkelompok dan makan daun selama 14 hari.

>Instar terakhir sangat rakus dan siang hari sembunyi di tanah serta kembali ke siklus awal.

  •  Penanggulangan

1. Mekanis

Pungut dan musnakan ulat yang terlihat.

2. Budidaya

Lakukan pengolahan tanah dengan cara membalikan untuk membunuh ulat yang bersembunyi di lapisan dalam. Musnahkan gulma untuk menyingkirkan telur. perbaiki pula irigasi agar drainase dan aerasi berjalan baik. Pelihara musuh alami seperti burung pemakan ulat dll.

3. Pestisida

Gunakan pestisida hayati dan  pestisida nabati. Jika sudah melebihi ambang pengendalian maka semprotkan insektisida berbahan aktif lamda sihalotrin (seperti Matador 25 EC), karbanil (seperti Sevin 85 S), lufenuron (seperti Match 50 EC), emamektin benzoat (seperti Proclaim 5 SG), lamda sihalotrin dan klorantraniliprol (seperti Ampligo 150 ZC), tiamektosam dan klorantraniliprol (seperti Virtako 300 SC), betasiflutrin (seperti Decis 25 EC), deltametrin (seperti Buldok 25 EC), dan klorantriniliprol (seperti Prevathon 50 SC).

SUMBER REFERENSI 

Sutiyoso, Y., Widodo. 2010. Hama dan Penyakit Tanaman. Depok: PT Trubus Swadaya

Your Reply

CAPTCHA Image
*