• Definisi Personal Selling dan Definisi Public Relation

    Date: 2012.05.07 | Category: Tugas Bulan Mei | Response: 0

    Definisi Personal Selling

    definisi atau pengertian personal selling menurut beberapa pakaratau ahli, antara lain : (1) Swastha (1998 : 226) memberikan definisi atau pengertian personal selling sebagai interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain. (2) Sameto (2004 : 520 memberikan definisi atau pengertian personal selling adalah menjual produk atau sekelompok produk dengan cara mengandalakna tenaga penjual terlatih yang mendatangi semua pembeli potensial untuk secara pribadi menerangkan kelebihan dan kegunaan produk tersebut sehingga mereka bisa diyakinkan. (3) Winardi (2001 :113) memberikan definisi atau pengertian personal selling sebagai interaksi antar pribadi dan secara tatap muka untuk mencapai tujuan menciptakan, memodifikasi, mengeksploitasi atau mengusahakan timbulnya suatu hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.

    Dari definisi tersebut dapat digaris bawahi bahwa dalam kegiatan personal selling terkandung usaha tenaga penjual, sebagai wakil perusahaan, untuk membangun kepercayaan calon konsumen terhadap produk yang ditawarkan dengan cara persuasif, yaitu menciptakan, memodifikasi, mengeksploitasi atau mengusahakan suatu transaksi penjualan yang saling menguntungkan. Sementara itu Swastha dan Irawan (2000 :350) memberikan definisi atau pengertian personal selling sebagai prentasi secara lisan dalam suatu percakapan dengan satu atau lebih calon pembeli yang ditujukan untuk menciptakan penjualan. Winardi (2001 :114) menyebutkan bahwa dalam personal selling, tenaga penjual diharapkan dapat menciptakan, memodifikasi dan mengeksploitasi atau mengusahakan terjadinya suatu hubungan pertukaran yang saling menguntungkan. Menciptakan, berarti tenaga penjual harus mencari calon pembeli untuk terjadinya suatu transaksi. Memodifikasi, berarti setelah terjadinya pertukaran antara penjual dengan pembeli harus diikuti dengan usaha melanggengkan hubungan baik yang telah terjalin. Mengeksploitasi artinya dalam hubungan tersebut harus dapat dimanfaatkan terjadinya pertukaran secara berkesinambungan dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Dengan demikian tenaga penjual harus dapat memberikan kesan baik terhadap para langganan. Personal selling dalam pelaksanaannya lebih fleksibel dibandingkan dengan metode promosi lainnya, karena dalam personal selling tenaga penjual dapat mengadakan penyesuaian seperlunya. Selanjutnya dengan personal selling, kegiatan promosi yang tidak perlu dapat mengadakan penyesuaian seperlunya. Selanjutnya dengan personal selling, kegiatan promosi yang tidak perlu dapat terhindari karena sasaran penjualan telah ditetapkan. Disamping itu tenaga penjual juga dapat berperan sebagai pemberi informasi mengenai sikap, perilaku dan keadaan pasar lainnya yang berhubungan dengan produk perusahaan sekaligus kondisi persaingan yang sedang terjadi.

     

    Pengertian Public Relations

    Definisi Public Relations (humas) menurut Scott M. Cutlip, Allen H. Center, dan Glen M. Broom, seperti dikutip oleh Onong Uchjana Effendy yaitu :

    “Public Relations adalahh fungsi manajemen yang menilai sikap public, mengidentifikasikan kebijakan dan tata cara seseorang atau organisasi demi kepentingan public, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan untuk meraih dan pengertian dan dukungan public.”

    Sedangkan definisi PR menurut Frank Jeffkins “Semua bentuk komunikasi yang terencana dengan baik ke dalam maupun keluar antara suatu organisasi dengan khalayak dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.”

     

    Menurut Dr. Rex Harlow dalam bukunya yang berjudul A Model Public Relations Educations For Profesional Practise yang diterbitkan oleh IPRA (Internasional Public Relations Association) menyatakan bahwa definisi dari Public Relations adalah :

    “Fungsi manajemen yang khas dan mendukung pembinaan, pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya, menyangkut aktivitas komunikasi, pengertian, dan kerja sama, melibatkan manajemen dalam menghadapi persoalan/permasalahan, membantu manajemen untuk mampu menanggapi opini public, mendukung manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efetif, bertindak sebagai system peringatan dini dalam mengantisipasi kecenderungan penggunaan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama.”

    Para ahli PR menanggapi definisi yang dirumuskan oleh DR. Rex Harlow tersebut, dan kemudian dilengkapi dengan definisi yang dihasilkan pada pertemuan di Mexico City, bulan Agustus 1978 yang dinamakan The Statemen of Mexico. Definisi tersebut yakni :

    “Praktik PR adalah seni dan ilmu pengetahuan social yang dapat dipergunakan untuk menganalasis kecendurangan, memprediksi konsekuensi-konsekuensina, menasihati para pemimpin organisasi, dan melaksanaan program yang terencana mengenai kegiatan-kegiatan yang melayani, baik untuk kepentingan organisasi maupun kepentingan public atas umum.”

    Menurut H. Fayol beberapa kegiatan dan sasaran PR, adalah sebagai berikut :

    1. Membangun identitas dan citra perusahaan (Building corporate identity and image)

    -          Menciptakan identitas dan citra perusahaan yang positif

    -          Mendukung kegiatan komunikasi timbale balik dua arah dengan berbagai pihak

    1. Menghadapi krisis (Facing of crisi)

    -          Menangani keluhan (complaint) dan menghadapi krisis yang terjadi dengan membentuk manajemen krisis dan PR Recovery Image yang bertugas memperbaiki lost of image and damage.

    1. Mempromosikan aspek kemasyarakatan aspek kemasyarakatan (Promotion public causes)

    -          Mempromosikan yang menyangkut kepentingan public

     

    Fungsi dan peran PR

    Menurut Onong Uchjana Effendy fungsi utama seorang PR adalaha :

    1. Bertindak sebagai communicator dalam kegiatan pada organisasi perusahaan, prosesnya berlangsung dalam dua arah timbale balik (two way traffic reciprocal communications). Dalam hal ini, disatu pihak melakukan fungsi komunikasi merupakan bentuk penyebaran informasi, dilain pihak komunikasi berlangsung dalam bentuk penyampaian pesan dan menciptakan opini public.
    2. Membangun atau membina hubungan (relationship) yang positif dan baik dengan pihak public sebagai target sasaran yaitu public internal dan public eksternal. Khususnya dalam menciptakan saling mempercayai (mutually understanding) dan saling memperoleh manfaat bersama (mutually symbiosis) antara lembaga/organisasi perusahaan dan publiknya.
    3. Sebagai back up management yang melekat pada fungsi management PR melalui proses tahapan POAC, yaitu singkatan dari planting (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (penggiatan), dan controlling (pengawasan)
    4. Menciptakan citra perusahaan atau lembaga (corporate image) yang merupakan tujuan akhir dari suatu aktivitas program kerja PR campaign (kampanye PR), baik untuk keperluan publikasi maupun promosi.

    Peranan PR dalam suatu organisasi dapat dibagi menjadi empat kategori (Dozier dan Broom, 1995) :

    1. Penasehat ahli (expert prescriber), seorang praktisi pakar PR yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah yang berhubungan dengan public.
    2. Fasilitator Komunikasi (communications fasilitator), dalam hal ini praktisi PR bertindak sebagai komunikator atau meditor untuk mambantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya. Dipihak lain, dapat juga dituntut mampu menjelaskan kembali keinginan, kebijakan dan harapan organisasi kepada pihak publiknya. Sehingga dengan komunikasi timbale balik tersebut dapat tercipta saling pengertian, mempercayai, menghargai, mendukung dan toleransi yang baik antara kedua belah pihak.
    3. Fasilitator proses pemecah masalah (problem solving process fasilitator). Peranan praktisi PR dalam proses pemecahan persoalan PR ini merupakan bagian dari tim manajemen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasehat (advisor) hingga mengambil tindakan eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan professional.
    4. Teknisi komunikasi (communications technician), peranan communications technician ini menjadi praktisi PR yang hanya menyediakan teknik komunikasi atau dikenal dengan method of communication in organization.

    NAMA MAHASISWA : PRISMA NOHANDHINI (0910223092)

    DOSEN : NANANG SURYADI

    www.nanangs.ub.ac.id

    www.nanangsuryadi.lecture.ub. ac.id

    www.marcom.lecture.ub.ac.id

  • JAWABAN UTS MARKETING COMMUNICATION

    Date: 2012.04.22 | Category: Tugas Bulan April | Response: 0

    1. Jelaskan pengertian marketing communication dan arti penting marketing communication bagi sebuah produk!

    Dalam buku “strategic marketing communication”, Soemanagara (2006) menyatakan bahwa :

    Hubungan antara pemasaran dengan komunikasi merupakan hubungan yang erat. Komuniksi merupakan proses pengoperan lambing-lambang yang diartikan sama antara individu kepada individu, individu kepada kelompok, kelompok kepada kelompok, dan kelompok kepada massa. Penggabungan dari dua kajian: pemasaran dan komunikasi menghasilkan kajian “baru” yang diberi nama komunikasi pemasaran (marketing communication). Komunikasi pemasaran dapat juga dinyatakan sebagai kegiatan komunikasi yang ditujukan untuk menyampaikan pesan kepada konsumen dan pelanggan dengan menggunakan sejumlah media dan berbagai saluran yang dapat dipergunakan dengan harapan terjadinya tiga tahapan perubahan yaitu: perubahan pengetahuan, perubahan sikap dan peruabahn tindakan yang dikendedaki. Jadi kesimpulannya adalah komunikasi pemasaran adalah kehiaran komunikasi yang ditujukan untuk membantu kegiatan pemasaran sebuah perusahaan dalam menyampaikan pesan atau informasi menggunakan sejumlah media dan berbagai saluran kepada konsumen dan pelanggan dengan harapan tujuan perusahaan tercapai dan terjadinya tiga perubahan: pengetahuan, sikap dan tindakan.

    Pentingnya marketing communication bagi sebuah produk.  Komunikasi merupakan elemen yang sangat penting dalam pemasaran. Pemasaran hakekatnya adalah komunikasi yang tercipta antara produsen dengan konsumen. Di antara produsen dengan konsumen dihubungkan dengan adanya arus informasi. Melalui arus informasi inilah maka kegiatan pemasaran dapat berlangsung. Dengan komunikasi produsen dapat menawarkan produknya dan mempengaruhi konsumen agar menggunakan produk yang ditawarkan. Melalui informasi penawaran, konsumen dapat memperoleh produk yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan.  Jadi tanpa komunikasi, tidak akan ada kegiatan pemasaran. Keberhasilan  pemasaran sangat bergantung pada keberhasilan  komunikasinya. Pasar digerakkan oleh adanya arus informasi. Pembeli tahu akan adanya penawaran penjualan dipengaruhi oleh jumlah dan jenis informasi yang diterima lewat penawaran dan tanggapannya terhadap informasi tersebut. Komunikasi pemasaran menjadi semakin penting untuk memenangkan pasar. Karena sekarang ini setiap produk harus bersaing keras di pasar dengan produk-produk dalam kategori sejenis yang secara instrinsik punya fungsi sama. Komunikasi pemasaran diharapkan dapat mengatasi persaingan dan memenangkan pasar dan menciptakan pengaruh pasar (marketing influence) bagi produk yang ditawarkan kepada konsumen. efektif dan dapat memberikan citra yang konsisten kepada pasar. Dengan komunikasi produsen dapat menawarkan produknya dan mempengaruhi konsumen agar menggunakan produk yang ditawarkan. Melalui informasi penawaran, konsumen dapat memperoleh produk yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan.  Jadi tanpa komunikasi, tidak akan ada kegiatan pemasaran. Oleh karena itu peran harga, tempat dan produk harus dipertimbangkan sebagai variabel-variabel komunikasi. Jadi tepatnya, semua variabel bauran pemasaran harus dianggap sebagai bagian-bagian dari keseluruhan pesan penawaran yang diberikan perusahaan kepada konsumen. Setiap tindakan perusahaan harus dianggap sebagai salah satu unsur komunikasi dalam keseluruhan usaha komunikasi perusahaan. Masing-masing harus dilihat bersamaan  dengan variabel-variabel lain dan efek interaktifnya  dalam merancang strategi komunikasi pemasaran.

    2.       Jelaskan arti penting pemilihan media dalam marketing communication!

    Media massa dianggap sebagai media yang dapat menjangkau sasaran secara lebih luas. Media masa elektronik dan cetak memiliki karakteristik yang berbeda-beda, dan tentunya masing-masing media memiliki kelebihan dan kekurangan. Sekalipun penyewaan ruang dimedia masa membutuhkan biaya yang lebih besar tetapi media ini tetap menjadi media acuan dalam penetapan strategi marketing communication. Pada media masa seperti media televise, maka efek suara, efek visual, dan isi cerita harus dirancang secara kreatif sehingga memiliki tingkat diferensasi dan daya tarik yang tinggi. Kreativitas dapat menghasilkan suatu karya yang dimilki karakteristik pesan yang kuat. Tujuan menghasilkan pesan yang kuat adalah agar pesan yang disampaikan melalui media itu dapat menarik perhatian khalayak. Berbagai bentuk usaha, mulai dari usaha eceran hingga perusahaan multi nasional, mengandalkan iklan dan promosi untuk membantu mereka memasarkan barang dan jasa. Pada sistem ekonomi yang berlandaskan pada pasar, konsumen semakin mengandalkan iklan dan bentuk promosi lainnya untuk mendapatkan informasi yang akan mereka gunakan untuk membuat keputusan apakah akan membeli suatu

    produk ataukah tidak. Semakin meningkat pengeluaran (belanja) iklan dan promosi yang dilakukan perusahaan menjadi bukti bahwa tenaga pemasaran di manapun di dunia mengakui pentingnya kegiatan iklan dan promosi. Strategi promosi memainkan peran penting pada program pemasaran perusahaan karena strategi promosi merupakan upaya perusahaan untuk berkomunikasi dan menjual produk mereka kepada konsumen. Untuk memahami peran iklan dan promosi dalam pemasaran, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian pemasaran.

    Pengelola pemasaran hingga kini masih ada yang beranggapan bahwa kegiatan promosi yang paling efektif adalah beriklan melalui media massa. Anggapan ini menyebabkan fungsi promosi suatu perusahaan, selama beberapa dekade terakhir, umumnya didominasi oleh iklan media massa. Perusahaan bergantung pada biro iklan dalam memberikan bimbingan dan saran kepada manajemen mengenai hampir segala hal yang terkait dengan komunikasi pemasaran. Bentuk-bentuk komunikasi pemasaran lain, selain beriklan di media massa, seperti promosi penjualan atau pemasaran langsung masih dianggap sebagai pekerjaan tambahan dan lebih sering digunakan pada kasus-kasus tertentu saja. Konsultan humas hanya digunakan untuk mengelola kegiatan publisitas, mengelola citra serta menangani urusan dengan publik. Humas belum dipandang sebagai peserta yang integral dalam kegiatan promosi perusahaan. Pengelola pemasaran pada masa lalu membuat batasansecara tegas antara fungsi pemasaran dan promosi. Mereka merencanakan dan mengelola kegiatan pemasaran dan promosi dengan anggaran yang terpisah. Mereka memiliki pandangan yang berbeda tentang pasar serta tujuan yang juga berbeda-beda. Perusahaan gagal untuk memahami bahwa berbagai upaya pemasaran dan promosi haruslah dikoordinasikan agar dapat menjalankan fungsi komunikasinya dengan efektif dan dapat memberikan citra yang konsisten kepada pasar.

    1. Jelaskan arti penting green marketing dalam marketing communication! Carilah contoh marketing communication yang bertema green marketing di media cetak dan Anda analisis iklan tersebut (lampirkan iklan tersebut dalam lembar jawaban Anda)

    Mintu & Lozada (1993) dalam Lozada (2000) mendefinisikan green marketing sebagai “aplikasi dari alat pemasaran untuk memfasilitasi perubahan yang memberikan kepuasan organisasi dan tujuan individual dalam melakukan pemeliharaan, perlindungan, dan konservasi pada lingkungan fisik”. Aktivitas green marketing membutuhkan lebih dari sekedar pengembangan citra (Henion & Kinnear, 1976; Lozada & Mintu–Wimsatt, 1998). Sedangkan Pride dan Farrel (1993) mendefinisikan green marketing sebagai sebuah upaya orang mendisain, mempromosikan, dan mendistribusikan produk yang tidak merusak lingkungan. Charter (1992) memberikan definisi green marketing merupakan holistik, tanggung jawab strategik proses manajemen yang mengidentifikasi, mengantisipasi, memuaskan dan memenuhi kebutuhan stakeholders untuk member penghargaan yang wajar, yang tidak menimbulkan kerugian kepada manusia atau kesehatan lingkungan alam. Kepedulian pada lingkungan diintegrasikan pada strategi, kebijakan

    dan proses pada organisasi. Hal ini menuntun pengaruh aktivitas pemasaran pada lingkungan alami, juga mendorong praktek yang menghilangkan dan meminimalisasi efek yang merugikan. Filosofi dari pembangunan yang berkelanjutan menyediakan dorongan tambahan pada green marketing dengan menekankan bahwa perlindungan lingkungan bukan berarti menghilangkan kesejahteraan ekonomi, tetapi sebaliknya mendorong pemikiran kembali tentang bagaimana mengaitkan pemasaran dengan perlindungan lingkungan. Pendekatan green marketing pada area produk meningkatkan integrasi dari isu lingkungan pada seluruh aspek dari aktivitas perusahaan,

    mulai dari formulasi strategi, perencanaan, penyusunan, sampai produksi dan penyaluran/distribusi dengan pelanggan. Czinkota & Ronkainen (1992) dalam Lozada (2000) mengatakan bahwa “perusahaan akan dapat memperoleh solusi pada tantangan lingkungan melalui strategi marketing, produk, dan pelayanan agar dapat tetap kompetitif”

    Menurut Grundey, D., & Zaharia, M.R. (2008), green marketing adalah segala sesuatu aktifitas yang dirancang untuk secara umum memfasilitasi perubahan untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan manusia, dengan meminimalisir dampak pada lingkungan alam. Menurut Ottman, J.A., Stafford, E.R., & Hartman. C.L. (2006) dari sudut pandang organisatoris, pertimbangan lingkungan harus terintegrasi ke dalam semua aspek marketing termasuk pengembangan produksi baru dan komunikasi. Dalam green marketing tidak hanya para penyalur dan pengecer sebagai bagian dari stakeholders, tetapi mencakup pendidik, anggota masyarakat, pemerintah dan LSM. Karena itu isu lingkungan harus seimbang dengan kebutuhan pelanggan utama. Green marketing harus mempunyai dua sasaran yaitu meningkatkan mutu lingkungan dan kepuasan konsumen. Manfaat green marketing pada perusahaan adalah dapat mengembangkan produk dan jasa baru yang berkenaan dengan lingkungan, mengakses ke pasar baru dan meningkatkan laba mereka (Ottman, J.A., Stafford, E.R., & Hartman. C.L. 2006).

    Iklan di atas merupakan  iklan yang memasarkan sebuah perumahan yang berwawasan green environment. Dengan  lokasi yang berada di Kota Baru Parahyangan yaitu kota Bandung dengan logo mereka adalah Kota Mandiri Berwawasan Pendidikan. Mereka memberikan suatu kelebihan yang saat ini sedang dicari oleh para masyarakat di sekitar kita yaitu perumahan yang lokasinya nyaman dan dipenuhi oleh lingkungan yang segar, asri dan sejuk. Mereka memberikan nilai plus yaitu perumahan yang disekitarnya penuh dengan pepohonan yang hijau dan bersih dari polusi udara. Didalam iklan tersebut mereka juga menunjukkan bahwa mereka juga mengikuti komunitas Hayu Hejo yang kita ketahui merupakan komunitas pecinta lingkungan hijau yaitu Go Green. Kalimat-kalimat persuasive yang ditampilkan juga sangat membuat kita sebagai pembaca sangat tertarik untuk membeli perumahan disana, selain itu disertakan pula fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh perumahan untuk para konsumen disana. Segmentasi yang diharapkan adalah para konsumen laki-laki dan perempuan yang sudah berkeluarga serta orang-orang yang menengah ke atas yang berada di kota Bandung dan sekitarnya. Serta pembaca dari majalah ini adalah orang-orang yang sudah bekerja dan berbisnis. Jadi peluang untuk dibaca dan ketertarikan untuk membeli perumahan tersebut sangat berpeluang besar.

     

    4.       Mengapa budaya menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam marketing communication?Jelaskan!

    Budaya merupakan salah satu eksternal faktor dalam marketing communication hal ini di karenakan di dalam marketing communication sebuah marketer harus mengetahui lebih tentang budaya disekitar pemasar agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kita ketahui setiap daerah memiliki budaya yang berbeda-beda dalam menanggapi suatu masalah dilihat dari adat istiadat dan sanksi yang diberikan jika kita melanggarnya salah satunya adalah budaya dalam komunikasi. Di dalam komunikasi terdapat komunikasi dari mulut ke mulut, dari masalah tersebut dapat kita ketahui di setiap daerah memiliki bahasa yang berbeda-beda serta makna dalam menanggapi bahasa itu sendiri setiap daerah berbeda. Oleh karena itu marketer harus paham dan lebih peka terhadap budaya setiap daerah agar pemasaran yang dikeluarkan di masyarakat dapat sesuai dengan tujuan dan harapan dari marketer perusahaan itu sendiri.

    1. Sebut dan jelaskan apa saja yang menjadikan sebuah iklan tersebut efektif!

    Iklan dibuat untuk dinikmati oleh siapa saja, agar dapat dinikmati dan mendapatkan respon yang positif, orang-orang yang bekerja di periklanan harus memahami benar apa yang di komunikasikan kepada konsumen. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman tentang produk yang diiklankan. Dalam pembuatan iklan radio dibutuhkan suatu teknik audio untuk mendukung strategi kreatif agar produk yang diiklankan tertanam dalam benak konsumen. Untuk mendapatkan komunikasi iklan yang efektif, yaitu menghasilkan efek sesuai yang diharapkan maka tim kreatif harus memperhatikan banyak hal sehubungan dengan karakteristik produk yang diiklankan, tetapi dalam memahami suatu kreatif iklan sering kali penampilan iklan dianggap segalanya dan menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu iklan. Realitanya iklan yang efektif tidak hanya diukur dari segi penampilan dan besarnya biaya yang dikeluarkan. Faktor kreatifitas dan strategi yang tepat adalah indikasi utamanya.

    Menurut Terence A. Simp (2000:357) fungsi-fungsi periklanan adalah sebagai berikut :

    a Memberi informasi (informing) Periklanan membuat konsumen sadar akan merek-merek baru, mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta menfasilitasi penciptaan citra merek yang positif.

    b Mempersuasi / mempengaruhi khalayak untuk membeli (persuading) Iklan yang efektif akan mampu mempersuasi atau membujuk pelanggan untuk mencoba produk atau jasa yang diiklankan.

    c Pengingat (remiding) Iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen. Agar konsumen tetap membeli dan menggunakan produk tersebut.

    d Memberikan nilai tambah (persuanding) Periklanan memberi nilai tambah pada merek dan mempengaruhi persepsi konsumen. Periklanan yang efektif menyebabkan merek dipandang sebagai lebih elegan, lebih bergaya, lebih bergensi, dan bias lebih unggul dari tawaran pesaing.

    e Mendampingi (assisting) Periklanan hanyalah salah satu bagian dari bauran komunikasi pemasaran. Periklanan berperan sebagai pendamping yang memfasilitasi upaya-upaya lain dari perusahaan dalam proses komunikasi pemasaran.

    Menurut Budiman Hakim (2005:49-63) iklan dianggap bagus atau

    tidak adalah bukan iklan yang hanya sekedar mendapat nilai “A”, tetapi lebih dari itu yaitu dengan mendapatkan nilai SUPER “A”. Yang sekiranya dapat dijabarkan dengan :

    a. S = Simple, sebuah iklan dituntut harus simple, atau sederhana serta komunikatif, mudah memberikan kekuatan kepada konsumennya melalui komunikatif, tetapi perlu diingat bahwa ide kreatifitas harus sama sekali tidak ada kata simple tetapi briliant.

    b. U = Unexpected, iklan sudah merasuki seluruh unsur jiwa dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dimanapun berada selalu dikelilingi dan diserang oleh iklan dari berbagai penjuru dan dalam aktifitas apapun, dari beribu-ribu iklan tersebut hanya ada beberapa yang mampu konsumen ingat dan iklan yang diingat itulah suatu iklan yang smart dan bisa menjadi out standing atau unik sehingga bisa menjadi unprecditable. Biasanya iklan-iklan yang memenuhi kriteria diatas adalah iklan yang akan mampu menjadi top of mind.

    c. P = Persuasive, pengaruh melalui bujukan atau rayuan untuk menyihir orang agar melakukan sesuatu, iklan dengan gaya bujuk kuat hamper pasti akan mendekatkan diri dengan brand dan tertarik untuk mencobanya.

    d. E = Entertaining, iklan yang dapat menghibur, tetapi tidak berarti lucu, bisa disebut juga mampu mempermainkan emosi konsumennya. Bisa membuat penonton maupun pendengar tertawa, menyanyi, menangis, menari, terharu dan lain sebagainya, selama permainan emosi itu dapat mengangkat simpati terhadap brand yang diiklankan.

    e. R = Relevant, bahwa sebuah ide sekreatif apapun tetap harus ada pertanggung jawaban, rasionalisasi dan harus ada korelasi dengan brand, semuanya harus diperuntukkan semata-mata bagi brand.

    f. A = Acceptable, penerimaan masyarakat terhadap iklan, yang mengundang reaksi masyarakat karena masalah-masalah tertentu. Yang lebih kepada tata krama periklanan yang tidak dihiraukan.

    Kriteria-kriteria diatas merupakan syarat untuk dapat mendekati dan melekatkan diri pada pikiran konsumen sekaligus merupakan rambu-rambu agar tidak terjadi penyalahgunaan iklan mengingat pengaruhnya yang begitu besar.

     

    1. Sejauhmana etika menjadi hal yang harus diperhatikan dalam marketing communication? Jelaskan! Carilah contoh iklan yang menurut Anda melanggar sebuah etika dan analisis iklan tersebut (lampirkan iklan dalam lembar jawaban Anda)

    Tanggung jawab utama bagi perilaku etis adalah ditangan setiap orang yang berada dalam berbagai peran komunikasi pemasaran. Kita dapat memilih rute perjalanan yang mudah dan melakukan tindakan tindakan yang tidak bermora sekalipun, atau kita dapat melalui jalan lebar yang “bermoral” dan memperlakukan konsumen dengan cara yang jujur seperti halnya kita sendiri ingin diperlakukan. Integritas mungkin merupakan konsep vital dalam sifat manusia. Walaupun sulit untuk mencari definisi yang tepat, integritas menghindarkan kita melakukan penipuan terhadap orang lain atau mempunyai perilaku tak bermoral. Karenanya, komunikasi pemasaran tersendiri terlepas dari permasalahan etis atau tidak etis, tingkat integritas yang ditunjukkan oleh praktisi komunikasilah yang menentukan apakah perilaku mereka bersifat etis atau tidak etis.  Meletakkan semua beban kepada satu individu mungkinmerupakan suatu tindakan yang tidak fair, karena bagaimana kita berperilaku sebagai individu adalah suatu fungsi dari kebudayaan yang kita anut. Bisnis bisa menanamkan kebudayaan yang etis atau tidak etis dengan membangun ethical core values untuk memadukan perilaku komunikasi pemasaran. Dua core values yang akan terus berlaku dalam meningkatkan perilaku etis adalah :

    1. Memperlakukan konsumen dengan rasa hormat, perhatian dan kejujuran. Seperti halnya bagaimana anda ingin anda dan keluarga anda diperlakukan.
    2.  Memperlakukan lingkungan seolah – olah milik anda pribadi. Perusahaan dapat mendorong perilaku komunikasi pemasaran yang etis kepada para pegawai dengan menyarankan mereka untuk mengaplikasikan serangkaian tee berikut ini ketika berhadapan dengan masalah etika :
      1. Bertindak sebagaimana anda ingin orang lain bertinfak terhadap anda (the golden rule).
      2.  Hanya melakukan tindakan yang dianggap pantas oleh panel obyektif yang terdiri dari kolega professional anda (the professional ethic).
      3.  selalu bertanya, “apakah saya merasa nyaman menjelaskan tindakan ini melalui televise kepada khalayak umum?” (the tv test)

      Dilihat dari gambar iklan di atas sudah sangat jelas tidak beretika. Endorser yang digunakan  tidak mencerminkan gambaran yang beretika dan melanggar regulasi pemerintah dimana iklan rokok baik cetak maupun televisi tidak menunujukan  bentuk fisik produknya, selain itu dilihat dari konsumennya iklan ini bisa dijangkau oleh seluruh lapisan konsumen sehingga nampaknya kurang beretika jika iklan tersebut dilihat oleh anak dibawah umur. Mengingat iklan merupakan media pengedukasi kepada konsumen jadi sebaiknya bentuk penggambaran visualisasi iklan harus memberikan kontribusi positif baik dari bentuk perusahaan, maupun konsumen yang melihat.

  • PENGARUH IKLAN TERHADAP KONSUMEN

    Date: 2012.04.09 | Category: Tugas Bulan April | Response: 0

    Pemasaran merupakan unsur terpenting di dalam sebuah produk terutama produk yang baru. Hal ini dikarenakan tanpa sebuah pemasaran yang matang para konsumen tidak akan mengetahui bahwa produk tersebut pantas dan tidak pantas bagi para konsumen yang cerdas. Dalam hal ini yang terpenting adalah sebuah iklan yaitu iklan yang pantas dan sesuai dengan konsumen yang kita tahu penikmat iklan itu sendiri tidak hanya orang-orang yang sudah cukup umur melainkan yang belum cukup umur juga sudah menikmati iklan-iklan tersebut.

    Sebelum itu kita harus mengetahui pengertian dari iklan itu sendiri. Iklan yang berarti pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui suatu media (Kasali.1995:9). Iklan merupakan sarana komunikasi terhadap produk yang disampaikan melalui berbagai media dengan biaya pemrakarsa agar masyarakat tertarik untuk menyetujui dan mengikuti (Pujiyanto.2001:3-4). Iklan merupakan media informasi yang dibuat sedemikian rupa agar dapat menarik minat khalayak, orisinal, serta memiliki karakteristik tertentu dan persuasif sehingga para konsumen atau khalayak secara suka rela terdorong untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan pengiklan (Jefkins, 1997:18).

     

    Namun, dari masalah tersebut KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) menjelaskan bahwa dalam Pasal 49 ayat (1) Standar Program Siaran (SPS) KPI Tahun 2009 telah dinyatakan bahwa iklan wajib berpedoman kepada EPI. Selanjutnya KPI Pusat meminta kepada semua stasiun TV untuk mematuhi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) Tahun 2009 dan EPI. EPI pada BAB IIIA No. 4.3.1, yaitu “produk khusus orang dewasa hanya boleh disiarkan mulai pukul 21.30 hingga 05.00 waktu setempat”, selain itu juga EPI BAB IIIA No. 2.8.2 yang menjelaskan bahwa: “produk-produk yang bersifat intim harus ditayangkan pada waktu penyiaran yang khusus untuk orang dewasa.”

    Oleh karena itu, sebuah telivisi harus dapat mengatur iklan yang pantas untul di siarkan di saat waktu yang tepat agar tujuan iklan tercapai dan tepat sasaran. Menurut Naomi Srie, dkk, 2004 mengatakan bahwa Realitas yang tercermin dalam iklan bisa jadi adalah realitas masyarakat yang seksis ataupun realitas masyarakat yang sedang mengupayakan kesetaraan gender. Dengan fungsi pencerminannya ini iklanpun akan sekaligus mensosialisasikan kembali apa yang dicerminkannya itu, baik ketidakadilan (seksisme) maupun keadilan gender (kesetaraan gender), ke dalam pola pikir khalayaknya. Hal ini akan berimplikasi pada pengukuhan kembali nilai gender stereotip, bila iklan yang bersangkutan memuat ideology gender yang seksis, atau upaya dekonstruksi nilai gender stereotip, bila iklan yang bersangkutan bermuatan ideologi gender yang setara.

    Namun yang harus lebih kita ketahui lebih mendalam dari pemasaran melalui iklan yaitu adalah dampak yang akan terjadi setelah adanya iklan tersebut. Menurut Yudi Farola Bram, 2005 bahwa  Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa anggaran iklan berpengaruh positif terhadap penjualan dan market share, sebaliknya peningkatan anggaran iklan pesaing berpengaruh negatif terhadap tingkat penjualan dan market share pesaingnya Darmadi Durianto,(2003). Dampak iklan ternyata bervariasi tergantung efektivitasnya, dengan demikian anggaran iklan yang lebih besar tidak selalu mampu mengubah penjualan dan market share dalam tataran yang lebih besar pula serta dikatakan pula bahwa strategi iklan yang tepat sangatlah diperlukan perusahaan agar kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan lancar.

    Dari semua itu hal yang terpenting adalah siapa yang menjadi pemeran dalam iklan tersebut. Apakah artis yang terkenal atau pendatang baru. Hal ini juga menjadi fakor utama di dalam pemasaran suatu produk baru. Menurut Nurul Irna, 2009 mengatakan bahwa bintang televisi, aktor film, dan atlit terkenal banyak digunakan dalam iklan majalah, maupun TV komersial untuk mendukung suatu produk. Bintang iklan (celebrity endorser) berperan sebagai orang yang berbicara tentang produk, yang akan mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen yang menunjukkan pada produk yang didukungnya (Shimp, 2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan produk meningkat akibat penggunaan selebritas sebagai model iklan (celebrity endorser), sikap dan persepsi konsumen bertambah ketika selebritas mendukung produk tersebut (Shimp, 2003). Karakteristik selebritas sebagai model iklan tersebut mencakup, keahlian (expertise) mengacu pada pengetahuan, pengalaman, atau ketrampilan yang dimiliki seorang pendukung yang berhubungan dengan topik iklannya. Kepercayaan (trustworthiness) mengacu pada kejujuran, integritas dan dapat dipercayainya seorang sumber. Daya tarik (attractiveness) daya tarik bukan hanya berarti daya tarik fisik, meliputi sejumlah karakteristik yang dapat dilihat khalayak dalam diri pendukung, kecerdasan, sifat-sifat kepribadian, gaya hidup, keatletisan tubuh, dan sebagainya (Shimp, 2003).

    Selain dari semua unsure yang sudah saya jelaskan di atas yang harus kita pahami adalah faktor-faktor dari iklan itu sendiri. Menurut Tjiptono (1997:240) faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media iklan adalah :

    a. Dana yang digunakan untuk iklan

    Jumlah dana tersedia merupakan faktoir penting yang mempengaruhi bauran iklan, perusahaan yang memiliki dana yang lebih besar kegiatan iklannya akan lebih efektif dibanding dengan perusahaan yang memiliki dana yang terbatas.

    b. Sifat Pasar

    Beberapa sifat pasar yang mempengaruhi sifat bauran ini meliputi : luas pasar secara geografis, konsentrasi pasar, macam pembeli.

    c. Jenis Produk

    Strategi iklan yang dilakukan oleh perusahaan dipengaruhi juga oleh jenis produksinya,

    apakah barang konsumsi atau barang industri.

    d. Tahap-Tahap Dalam Siklus Kehidupan Barang

    Strategi yang diambil untuk mengiklankan barang dipengaruhi oleh tahap-tahap siklus kehidupan barang yaitu tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan tahap kejenuhan.

    Kriteria yang dipakai untuk menentukan faktor kunci adalah apakah informasi tersebut akan mempengaruhi pilihan iklan yang digunakan.

    a. Pemilihan waktu

    Ini selalu penting dan dapat dibagi menjadi beberapa segi :

    a) Kapan konsep pemasaran harus siap

    b) Kapan iklan tersebut akan berjalan

    c) Berapa lama iklan tersebut akan berjalan

    Pemilihan waktu pada setiap tahap akan sangat mempengaruhi apa yang dapat dan tidak

    dapat tercapai.

    b. Pasar sasaran

    Pasar sasaran menentukan ciri kelompok yang dituju : umur, lokasi, kelas sosial, jenis kelamin, dan frekuensi pembelian. Untuk pasar perusahaan ini akan membedakan menurut besarnya perusahaan dan jenis usahanya.

    c. Perubahan-perubahan dalam pasar

    Adalah menentukan hal-hal penting dari apa yang sedang terjadi dalam pasar, apakah pasar membaik atau memburuk, apa yang sedang dilakukan para pesaing, apakah dampak

    musiman dan lain-lain. Umumnya informasi ini tersedia banyak sekali dan karenanya kita

    harus selektif.

    d. Nilai produk atau jasa

    Bagaimana atau apa yang dimiliki oleh produk atau jasa yang ditawarkan apakah rasanya

    sangat menyenangkan atau kasar.

    e. Pengalaman masa lalu

    Hindari pemborosan waktu dengan tidak menggunakan yang dulu ternyata gagal, gagasan

    yang dibuang atau bonus yang dapat diterima secara etis.

    Efektifitas Periklanan

    a. Efektifitas merupakan suatu pengukuran dalam arti tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, maka efektifitas dapat didefinisikan dengan melakukan pekerjaan yang benar. (Drucker dan Al Fansusu, 1989:14 )

    b. Menurut Fredy Rangkuty (1997:136) efektifitas iklan adalah pengukuran iklan dalam arti tercapainya sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.

     

    Dari penjelasana di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam periklanan dibutuhkan suatu strategi pemasaran yang efektif serta efisien terhadap tujuan dari iklan tersebut kepada para penikmat iklan itu sendiri agar tercipta konsumen yang cerdas serta bijak dalam memilih produk yang akan mereka gunakan.

     

    SUMBER :

    MEMORY WITHOUT RECALL, EXPOSURE WITHOUT PERCEPTION. Herbert E. Kurgman. 2000. Digilib Journal Of Advertaising Research.

    ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN PERCETAKAN DAN PENERBITAN PT RAMBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE EPIC MODEL. YUDI FAROLA BRAM. 2005. Digilib Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol 3 No. 6

     

    ANALISIS MINAT BELI KONSUMEN SABUN CAIR LUX, BIORE DAN LIFEBUOY DI KOTAMADYA YOGYAKARTA DITINJAU DARI PENGARUH SIKAPNYA SETELAH MELIHAT IKLAN DI TELEVISI DAN NORMA SUBYEKTIF. Albari & Anita Liriswati. 2004. Digilib Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia.

    ANALISIS GENDER PADA IKLAN TELEVISI DENGAN METODE SEMIOTIKA.Naomi Srie .K, dkk. 2004. Digilib JURNAL PSIKOLOGI NO. 2, 130-141

     

    STRATEGI PEMASARAN PRODUK MELALUI MEDIA PERIKLANAN. Pujiyanto. 2003. Digilib Dosen Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

     

    KONVERGENSI DAN KOMPETISI MEDIA MASSA DALAM MEMENANGKAN PASAR DI ERA MEDIA DIGITAL DI MAKASSAR. Nurliah, Andi Alimuddin Unde dan Hasrullah.

     

    ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK SELEBRITAS SEBAGAI MODEL IKLAN (CELEBRITY ENDORSER) TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN. NURUL IRNA MUCHAROMAWATI .2009. Digilib FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

     

    ANALISIS PENGARUH MEDIA IKLAN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI AIR MINUM DALAM KEMASAN MEREK AQUA PADA MASYARAKAT KOTA PALEMBANG. M. NASIR IBRAHIM. 2007. Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 5, No 9

     

    Faktor-Faktor Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan: Studi Kasus pada CV. Sarana Media Advertising Surabaya. Trisno Musanto. 2004. Digilib Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra

     

    EFEKTIFITAS PEMANFAATAN TELEVISI UNTUK MENINGKATKAN PORTFOLIO AGROINDUSTRI: KASUS IKLAN-TV PRODUK ’MINUTE MAID PULPY ORANGE’. Febby A. Kemalasari, Tatiek K. Andajani, Soekartawi. 2009. Digilib Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

     

    Ditulis oleh : Prisma Nohandhini

    Dosen : Nanang Suryadi

    www.nanangsuryadi.web.id

    www.nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

    www.marcom.lecture.ub.ac.id

     

  • Iklan TV Betadine Feminim Hygines “Fakta Bicara”

    Date: 2012.03.26 | Category: Tugas Bulan Maret | Response: 0

    YouTube Preview Image

    Menurut saya iklan Betadine Feminim Hygines “Fakta Bicara” tidak etis. Hal ini dikarenakan kesalahan dari pembuat iklan dan televisi dalam penayangan iklan yang tidak tepat pada waktunya. Selain itu dari Komisi Penyiaran Indonesia sendiri sudah memberikan peringatan tegas kepada pembuat iklan dan televisi untuk memperhatikan peraturan dalam periklanan serta iklan wajib berpedoman kepada EPI (Etika Pariwara Indonesia). Karena hal ini akan berdampak kepada para penikmat iklan yang kita tahu para konsumennya tidak hanya para kaum yang sudah dewasa melainkan juga para anak kecil yang belum cukup umur yang masih awam untuk mengetahui hal seperti itu.

    • Target dalam iklan TV Betadine Feminim Hygines “Fakta Bicara”

    Target konsumen yang diharapkan oleh produsen adalah kalangan wanita yang sudah dewasa seperti ibu-ibu maupun perempuan yang sudah cukup umur. Hal ini bisa dilihat dari peraga iklan itu sendiri yaitu para wanita yang sudah dewasa dengan banyaknya aktifitas yang mereka lakukan setiap harinya, sehingga mereka membutuhkan produk tersebut untuk di gunakan setiap harinya untuk kepentingan dari kesehatan mereka sendiri dan kenyamanan dari pasangan mereka masing-masing.

     

    • Brand Position bagaimana dan apa pada iklan TV Betadine Feminim Hygines “Fakta Bicara”

    Penentuan brand position dari iklan tersebut dapat dilihat dari peraga iklan tersebut yaitu adalah seorang wanita yang sudah dewasa dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan setiap harinya. Serta kita ketahui bahwa betadine merupakan sebuah merek yang sudah memiliki citra merek atau prestice yang sudah terpercaya di mata konsumen Indonesia, walaupun peraga pada iklan tersebut tidak menggunakan model terkenal di Indonesia para konsumen sudah merasa yakin akan kualitas dari produk tersebut.

    Brand Positioning adalah posisi brand dalam benak pelanggan. Apa yang ada di benak mereka ketika teringat akan brand kita. Hasil akhir dari positioning adalah keberhasilan dalam menciptakan fokus dalam benak konsumen konsumen serta alasan yang kuat mengapa konsumen harus membeli produk. Nokia dipersepsikan sebagai produk ponsel terbaik di dunia, Aqua sebagai air mineral paling bermutu, dan Porsche sebagai salah satu mobil sport terbaik di dunia.

    Namun demikian, acapkali para pemasar gagal melakukan positioning yang pas dalam benak konsumen. Disini kita dapat mengidentifikasi adanya empat jenis kesalahan positioning.

    1. Underpositioning: Dalam hal ini fitur yang hendak ditonjolkan untuk membangun positioning dianggap bukan hal yang terlalu istimewa. Saat Pepsi memperkenalkan Crystal Pepsi tahun 1993, konsumen tidak terlalu terkesima. Mereka tidak melihat “clarity” atau “kemurnian” sebagai sesuatu yang penting dalam produk softdrink

    2. Overpositioning: Disini produk memiliki citra yang terlalu tinggi dalam benak konsumen, dan karenanya dianggap diatas jangkauan daya beli mereka. Para pelanggan berpikir bahwa semua cincin Tifanny dijual mulai harga $5000, meskipun dalam kenyataannya Tiffany saat ini dapat diperoleh dengan harga mulai $1000

    3. Confused positioning: Dalam hal ini, pelanggan bingung dengan citra brand karena terlalu banyaknya klaim atau perubahan brand positioning yang terlalu sering. Hal ini yang terjadi pada komputer desktop NeXT yang hebat. Ketika pertama kali dilaunch, produk ini diposisikan untuk para mahasiswa, kemudian diubah menjadi untuk para engineer, dan kemudian kepada orang bisnis; dan semuanya tidak berhasil

    4. Doubtful positioning: Disini pelanggan merasa sulit untuk mempercayai klaim sebuah brand dalam kaitannya dengan fitur suatu produk, harga, atau manufakturnya.

    Konsep dasar Brand positioning adalah CBBE (Customer Base Brand Equity).

    Melalui CBBE model para anggota marketing lebih terstruktur didalam  membuat brand knowledge untuk menciptakan brand equity. Menurut Kevin Lane Keller (2008), brand positioning  adalah suatu kegiatan perusahaan untuk mendisain  penawaran dan image sehingga memberikan nilai yang berbeda didalam pikiran konsumen

    Brand positioning yang baik adalah :

    • Konsumen mengetahui arti brand tersebut
    • Konsumen tahu keunikan brand
    • Konsumen tahu persamaan brand perusahaan dengan brand lain
    • Konsumen memiliki alasan untuk memilih brand tersebut

    Menurut CBBE model, untuk mencipatakan positioning  seorang marketing harus mengetahui:

    • Target market
    • Competitors utama
    • Mengetahui persamaan brand dengan kompetitors
    • Mengetahui perbedaan brand dengan kompetitors

    Target Market

    Indentifikasi terhadap target market perlu dilakukan  karena masing-masing konsumen memilik brand knowledge yang berbeda

    Jika pihak marketing tidak memahami target marketnya maka akan susah didalam mengetahui brand strong, brand association dan brand unique nya.

    Segmentation

    Untuk mempermudah didalam memahami target market perlu dilakukan sekmentasi pasar

    Segmentation basis terdiri dari

    • Segmentation behavioral (user status, usage rate, usage occasion, and brand loyalty)
    • Demographic
    • Psychographic
    • Geographic

    untuk mengetahui psikologi konsumen didalam menentukan komitmen antara konsumen dengan brand  dan tingkat kemungkinan konsumen berpaling pada brand lain adalah dengan menggunakan model segment users dan non users

    Model segment users:

    • Convertible: besar kemungkinan untuk berpindah brand
    • Shallow: tidak siap untuk berpindah tetapi memiliki beberapa kemungkinan pilihan brand
    • Average: puas dengan pilihannya dan tidak mungkin berpaling dimasa depan
    • Entrenched: loyal customers

    Model nonusers of brands

    • Strongly unavailable:konsumen yang loyal terhadap brand
    • Weakly unavailable: konsumen memilih brand yang digunakan saat ini tapi tidak terlalu kuat
    • Ambivalent: konsumen lebih tertarik menggunakan brand lain untuk digunakan saat ini
    • Available: konsumen menyukai brand lain tapi masih belum berpindah

    Brand position yang di langgar dari iklan tersebut dari undang-undang Komisi Penyiaran Indonesia, yaitu :

    • melanggar EPI karena ditayangkan di luar klasifkasi jam tayang dewasa. EPI yang dilanggar adalah BAB IIIA No. 4.3.1, yaitu “produk khusus orang dewasa hanya boleh disiarkan mulai pukul 21.30 hingga 05.00 waktu setempat”, selain itu juga EPI BAB IIIA No. 2.8.2 yang menjelaskan bahwa: “produk-produk yang bersifat intim harus ditayangkan pada waktu penyiaran yang khusus untuk orang dewasa.”
    • KPI Pusat juga mengingatkan kepada para pembuat iklan dan televisi bahwa dalam Pasal 49 ayat (1) Standar Program Siaran (SPS) KPI Tahun 2009 telah dinyatakan bahwa iklan wajib berpedoman kepada EPI.

    SUMBER :

    http://www.kpi.go.id/

    http://rajapresentasi.com/2009/04/4-kesalahan-dalam-brand-positioning/

    Keller, Kevin Lane.2008. Strategic Brand Management. Prentice Hall. New Jersey.

    Ditulis oleh : Prisma Nohandhini

    Dosen : Nanang Suryadi

    www.nanangsuryadi.web.id

    www.nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

    www.marcom.lecture.ub.ac.id

  • Resum Jurnal “Moving Marketing Communication Measurement Inside”

    Date: 2012.03.18 | Category: Tugas Bulan Maret | Response: 0

    PERGERAKAN DI DALAM PENGUKURAN MARKETING COMMUNICATION

    ABSTRAK : Organisasi pemasaran mengandalkan eksternal organisasi untuk mengukur keberhasilan aktivitas komunikasi pemasaran. Ketergantungan tradisional pada organisasi eksternal dikembangkan dengan alasan yang bagus di pasar historis. Perubahan teknologi sekarang membuat lebih baik pemasaran tindakan komunikasi yang tersedia yang bergantung pada internal data. Analisis dan pemodelan harus tidak lagi dapat dipisahkan dari pengembangan strategi pemasaran yang dinamis. Empat langkah proses disarankan termasuk perakitan internal data, menyiapkan data, memilih model statistik dan menerapkan analisis masalah komunikasi pemasaran.

    Organisasi pemasaran telah berusaha untuk memahami keberhasilan program komunikasi pemasaran dan kegiatan di antara berbagai kelompok pelanggan eksternal dan prospek. Lebih lanjut, memiliki cenderung menggunakan eksternal organisasi untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang diperlukan yang kemudian memberikan perusahaan dengan berbagai ukuran keberhasilan. Semua umumnya telah atau di luar organisasi pemasaran. Dengan demikian, array yang luas dari eksternal organisasi, termasuk vendor, perusahaan riset, syndicators, konsultan dan sejenisnya telah muncul untuk layanan marketer kebutuhan dengan mengukur dampak dan efek dari berbagai jenis pemasaran aktivitas komunikasi.

    Pendekatan ini eksternal mungkin bekerja dengan baik di pasar abad ke-20. Tapi, mungkin langkah-langkah terlalu lambat dan rumit, hal-hal yang salah dan menyediakan organisasi terlalu sedikit informasi dan arah untuk mengaktifkan marcom manajer untuk mengatasi pasar semakin canggih, dinamis dan global abad 21. Kami percaya pengukuran hasil komunikasi pemasaran, terutama yang berkaitan dengan dampak, efek dan returnon-investasi investasi komunikasi, pemasaran harus dipindahkan kembali di dalam organisasi pemasaran. Lebih lanjut, kami menyediakan metodologi yang ini dapat dilakukan secara efisien dan efektif.

    Kasus untuk pengukuran pemasaran komunikasi Internal

    Ada banyak alasan pemasaran komunikasi pengukuran dan evaluasi yang dikembangkan di luar organisasi pemasaran yang disponsori dan berhasil itu. Banyak dari ini pendekatan, teknik dan metodologi masuk akal sungguh baik ketika mereka sedang dikembangkan.  itu adalah hanya pengakuan bahwa pasar telah berubah, organisasi pemasaran kebutuhan telah berubah dan metodologi yang digunakan untuk mengevaluasi komunikasi pemasaran telah berubah juga. Dengan demikian, melanjutkan penggunaan keluar-tanggal dan tidak relevan pemasaran komunikasi tindakan hanya lalat in the face of baik manajemen sumber daya terbatas organisasi.

    Dalam tulisan ini, kami menyajikan dasar untuk proposal kami, menjelaskan dengan baik perubahan yang telah terjadi yang membuat sistem pengukuran internal ini mungkin dan praktis dan menyediakan beberapa arah pada bagaimana organisasi pemasaran mungkin pergi tentang mengembangkan sistem pengukuran internal yang diperlukan. Kertas diatur dalam empat bagian. (a) mengapa pemasaran komunikasi pengukuran telah difokuskan pada alat-alat eksternal dan langkah-langkah dan mengapa perusahaan memiliki umumnya mengandalkan eksternal pengukuran organisasi untuk mengembangkan metodologi ini dan laporan (1, 2), (b) diskusi tentang bagaimana perubahan teknologi dan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menangkap, menyimpan, mengatur dan memanipulasi pasar dan pemasaran data perilaku telah berubah dan kebutuhan dan persyaratan untuk pendekatan pengukuran marcom (3, 4, 5,6) dan (c) bagaimana, hari ini, organisasi pemasaran dapat menggunakan internal data untuk mengukur dampak dan efek program komunikasi pemasaran (7, 8). Kami menyimpulkan (d) dengan garis besar bagaimana internal komunikasi pengukuran sistem pemasaran mungkin akan dikembangkan, dilaksanakan dan dikelola dalam sebuah organisasi pemasaran yang khas.

    Mengapa pemasaran komunikasi metodologi dan mengukur keberhasilan dikembangkan di luar organisasi

    Awal merek produsen menggunakan iklan koran, sampel gratis dan teknik lain dengan cara yang sama. Dengan demikian, mereka dapat langsung koneksi pemasaran komunikasi investasi pasar hasil. Begitu banyak dolar dalam sampel gratis akan mengakibatkan begitu banyak pembelian langsung. Itu sebuah persamaan keuangan yang sederhana dan satu yang mudah untuk menghitung ROI (laba atas investasi). Aktivitas komunikasi pemasaran dibayar kembali atau organisasi pergi keluar dari bisnis.

    Ketika pasar menjadi lebih kompleks, yaitu, saluran meningkat, pesaing dikalikan, sistem distribusi yang diperpanjang dan baru bentuk media dikembangkan, korelasi langsung antara komunikasi pemasaran, biasanya berbagai bentuk iklan media dan penjualan kembali dihasilkan, menjadi lebih sulit untuk menghubungkan dan berkorelasi. Memimpin dan kelambatan dalam berbagai bentuk pengukuran menjadi masalah besar. Pemasaran komunikasi investasi membuat hari ini, namun, media bentuk tidak disampaikan sampai beberapa hari, minggu atau mungkin bahkan berbulan-bulan kemudian. Media massa dikembangkan dengan fokus pada gambar dan efek komunikasi skala luas. Saluran distribusi menjadi lebih lama dan lebih sulit untuk melacak. Dampak dari pesaing kegiatan menjadi lebih sulit untuk mempelajari dan mengevaluasi. Dengan demikian, industri komunikasi pemasaran, dipimpin oleh pengembangan disiplin pemasaran, baik secara akademis dan profesional, dan berbagai asosiasi perdagangan, mulai berdebat untuk model terkait komunikasi sebagai dasar pengukuran alat untuk menentukan dampak komunikasi pemasaran.

    Model ini psikologis adalah dasar untuk terkenal AIDA model iklan (perhatian, bunga, keinginan dan tindakan) (16), dan kemudian, agak lebih canggih hirarki dari efek (17) dan model DAGMAR (18). Dalam setiap kasus, premis itu iklan, atau, kemudian, pemasaran komunikasi, pindah pelanggan atau calon pelanggan melalui beberapa jenis proses mental dan bahwa langkah-langkah dalam model mental yang dapat diukur, perubahan yang memetakan dan dampak dihargai (19). Hasil akhir dari pasar berubah, penerimaan model psikologis periklanan dan pemasaran komunikasi efek dan pengembangan berbagai statistik metodologi dan pendekatan dari waktu ke waktu mendorong seluruh industri komunikasi pemasaran untuk bergerak ke arah berbagai jenis tindakan sikap dan jauh dari hasil penjualan langsung atau dampak. Perubahan ini terjadi di tahun 1950-an dan 1960-an, dan, untuk sebagian besar, mereka masih model dan pendekatan yang digunakan sampai hari ini.

    Proses yang dikembangkan hampir halfcentury lalu, didasarkan pada proses yang tampak seperti ini: iklan dan pemasaran langkah-langkah komunikasi akan memulai dengan beberapa bentuk populasi sampling, umumnya di populasi umum, atau dalam beberapa kasus, di antara tersangka dan prospek untuk produk atau layanan. Alat pengumpulan data akan terutama kelompok fokus atau penelitian survei yang menggunakan e-mail, telepon atau mungkin, mal penyadapan atau tetap survei lokasi. Ini sampel dan hasil mereka, akan kemudian akan diproyeksikan ke populasi umum atau dipilih target. Dengan demikian, langkah-langkah komunikasi pemasaran, terutama sifat sikap, diturunkan. Mereka kemudian diteruskan ke organisasi pemasaran, biasanya dengan perbandingan hasil u2019s % pengiklan lain atau terhadap serangkaian norma-norma kelompok penelitian, konsultasi atau pengukuran telah dikembangkan.

    Model pada awal abad ke-21 tidak tampilan jauh berbeda. Standar industri untuk komunikasi pemasaran dapat diringkas sebagai: (a) mengembangkan pesan dan insentif, mungkin dengan beberapa bentuk terbatas pre-testing; (b) membeli media waktu atau ruang untuk menyampaikan pesan tersebut dan/atau insentif didasarkan pada beberapa teknik sampling untuk menunjukkan ukuran penonton media; (c) mengukur dampak atau efek dari orang-orang pemasaran komunikasi investasi baik melalui beberapa bentuk media pengiriman metodologi atau, melalui perubahan diproyeksikan atau diukur dalam berbagai ukuran psikologis, yaitu, komunikasi efek seperti kesadaran, pengakuan, keyakinan dan niat untuk pembelian dan sejenisnya di antara berbagai kelompok pra konsumen. Kemudian, (d) laporan langkah tersebut kembali ke organisasi pemasaran, sekali lagi, dibandingkan dengan norms Caverages atau dikembangkan oleh organisasi penelitian atau umum. Dengan demikian, kami berpendapat, metodologi yang diperlukan yang dapat span dunia, dilembagakan oleh organisasi komunikasi pemasaran pasar di mana mereka beroperasi dan tidak bergantung pada sistem pengukuran dikembangkan secara eksternal yang mungkin atau mungkin tidak sesuai untuk kebutuhan organisasi atau kemampuan pemasok eksternal.

    Perubahan teknologi membuat mungkin langkah-langkah pemasaran komunikasi yang lebih baik

    Kemampuan untuk menghubungkan pembeli perilaku langsung ke berbagai kegiatan pemasaran dan komunikasi mulai mengubah tampilan bagaimana periklanan dan pemasaran komunikasi bekerja dan bagaimana kegiatan ini bisa atau harus diidentifikasi, dikelola dan diukur. Pertama, menggunakan eksperimen terkontrol toko, pemasar dan pemasaran organisasi penelitian mulai berhubungan eksposur berbagai kegiatan pemasaran dan komunikasi dengan pembelian sebenarnya konsumen. Sebagai contoh, dengan mengendalikan lingkungan komunikasi melalui sistem kabel televisi, split-lari koran dan majalah pengiriman geografis pendekatan, dan terutama, menggunakan instore kegiatan dan acara, organisasi pemasaran mulai sekali lagi mulai dapat tersambung di pasar hasil aktual untuk aktivitas komunikasi pemasaran dan investasi (27). Jadi industri mulai untuk melihat kembali ke circus promotor kemampuan untuk menghubungkan pemasaran komunikasi pengeluaran untuk sebenarnya inmarket penjualan kembali.

    Ada beberapa keberhasilan. Perusahaan telekomunikasi, kartu kredit pemasar, airlines dan mobil sewa organisasi, pengecer dan keuangan organisasi adalah jenis utama dari perusahaan-perusahaan yang mampu mengembangkan jenis hubungan langsung antara upaya komunikasi pemasaran dan mengakibatkan perubahan perilaku pelanggan atau konsumen. Banyak dari metodologi dan sistem datang dalam bentuk frequensi pembeli atau customer kesetiaan pendekatan. Pemasar, tanpa hubungan langsung dengan konsumen akhir atau pengguna mereka dipaksa untuk terus menggunakan lebih tradisional perubahan sikap pendekatan pemasaran komunikasi pengukuran.

    Alasan untuk ini adalah bahwa organisasi komunikasi pemasaran hari ini memiliki cukup data dan sumber daya untuk mengembangkan sistem pengukuran internal untuk menentukan dampak dan efek dari program komunikasi pemasaran mereka. Dan, ini benar karena kami telah menunjukkan dengan sejumlah klien global organisasi konsultasi kami. Memang, sistem komunikasi pemasaran kami mengusulkan bekerja sama dengan baik di India karena mereka memiliki di Irlandia. Ini adalah proses perusahaan mempekerjakan yang menciptakan pengukuran sukses hasil, tidak eksternal pemasok yang memiliki akses. Meskipun banyak manajer komunikasi pemasaran belum menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan ini, beberapa terbatas melakukan. Dan orang-orang yang mengenali kebutuhan dan kemampuan mereka sendiri mulai mengembangkan sistem yang diperlukan dan metodologi yang secara radikal akan mengubah mereka pengukuran pemasaran sistem komunikasi yang maju.

    Sayangnya, sejak pemasaran manajemen komunikasi yang berkomitmen untuk menggunakan langkah-langkah komunikasi beberapa tahun yang lalu, yaitu, perubahan sikap dan pengiriman pesan yang paling lazim, kebanyakan marcom manajer telah keras menempatkan menawarkan setiap hasil kuantitatif yang relevan dari investasi mereka dan bahkan kurang penjelasan atau bukti dampak keuangan usaha mereka. Masalah utama, tentu saja, adalah bahwa industri pemasaran dan komunikasi telah luar biasa gagal dalam membuktikan hubungan antara perubahan sikap dan menghasilkan perilaku konsumen. Ukuran tradisional, hierarki efek telah mencoba dan ditemukan tidak hanya ingin, tapi mungkin, hanya intuitif hipotesis (36).

    Menggunakan Internal Data untuk mengukur dan menilai aktivitas komunikasi pemasaran

    Secara internal, organisasi semakin pindah ke kuantitatif dan keuangan langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan menentukan keberhasilan mereka. Sebagai perusahaan telah mengadopsi seperti scorekeeping alat sebagai Six Sigma (34) dan Balanced Scorecard (35), ada peningkatan tekanan pada pemasaran komunikasi manajer untuk menyediakan jenis yang sama ukuran kuantitatif keuangan pada dampak dan efek dari upaya mereka untuk mencocokkan mereka sudah di tempat untuk operasi, logistik, manufaktur, pengadaan dan seperti.

    Sebagai hasil dari pendekatan-pendekatan baru ini, sekarang mungkin untuk komunikasi organisasi pemasaran, dengan sejumlah kecil bantuan eksternal, untuk membangun Self-Managed termasuk didalamnya pemasaran pengukuran alat komunikasi menggunakan internal data, yaitu, data dan informasi organisasi pemasaran memiliki di rumah. Menggunakan alat-alat ini, perusahaan dapat kemudian mengembangkan model-model keuangan investasi dan laba atas investasi komunikasi pemasaran tertentu. Memang, itu adalah apa yang telah kami membantu peningkatan jumlah perusahaan pemasaran untuk melakukan selama beberapa tahun dengan sukses besar.

    Pengukuran prosedur kami menjelaskan di bawah ini, yang sering disebut marketing campuran pemodelan, biasanya ditawarkan hari ini oleh sejumlah vendor eksternal. Sebagian besar, semua menggunakan beberapa jenis black kotak sistem. Manajer komunikasi pemasaran biasanya menyediakan data penjualan oleh produk atau layanan dengan bulan atau lebih disukai oleh minggu, selama waktu relatif lama. Biasanya 24-36 minggu data terbaik untuk analisis produk konsumen atau barang konsumen bergerak cepat (fmcg). Ini panjang aliran data memungkinkan perusahaan konsultan untuk mengidentifikasi variasi musiman, kegiatan kompetitif, pengenalan produk baru dan sejenisnya. Perhatikan di sini, data yang digunakan dalam analisis ini data internal yang umumnya dipegang sebagai rekor penjualan oleh organisasi atau perusahaan. Vendor eksternal hanya mengambil data bahwa pijat dan memanipulasi itu dan kembali hasil analisis itu ke manajer marcom. Layanan ini didasarkan pada umum Cannuity model konsultasi, di mana penelitian atau konsultasi organisasi biaya perusahaan pemasaran untuk setiap analisis atau perusahaan setuju untuk membayar biaya terus-menerus untuk layanan yang disediakan. Sementara ini adalah pendekatan yang paling menguntungkan untuk organisasi riset pemasaran, ini adalah terus-menerus biaya bagi organisasi. Dan, karena solusi yang disediakan proprietary , manajer komunikasi pemasaran biasanya memiliki sedikit atau tidak ada pilihan dalam bagaimana data dianalisis, atau apakah model pengukuran relevan dengan pasar nya atau aktivitas komunikasi pemasaran yang sedang diukur.

    Proses pengukuran

    Proses ini terdiri dari empat langkah yang berbeda. Hal ini penting untuk dicatat pendekatan yang diusulkan dirujuk sebagai suatu proses, bukan model. Sementara pendekatan yang mengandalkan model hasil eksternal, hal ini didasarkan pada serangkaian model yang digunakan dengan cara tertentu walaupun dikembangkan untuk organisasi individu. Dengan demikian, pendekatan kami bergerak menjauh dari standar model di mana komunikasi pemasaran penelitian umumnya didasarkan. Sebaliknya, ini didasarkan, dirancang dan dikembangkan secara khusus untuk masing-masing organisasi komunikasi pemasaran, alat komunikasi, pasarnya, dengan sistem distribusi dan kebutuhan manajemen.

    1. langkah satu: Merakit Data. Data diperlukan biasanya telah disiapkan dan disimpan untuk tujuan selain mengelola proses marcom atau mengukur marcom efek. Sering ada dalam format yang berbeda, untuk jangka waktu yang berbeda dan di berbagai tingkat detail. Data penjualan yang biasanya dalam kondisi terbaik untuk analisis karena itu dapat diandalkan informasi harga, kuantitas dan tanggal yang terhubung, tapi, sering datang dengan sewenang-wenang produk dan pelanggan identifikasi kode. Kode identifikasi ini memerlukan kamus yang memungkinkan konversi data pasar bermakna dan informasi pemasaran. Persiapan kamus ini dapat berat, dan dalam pendapat kami, adalah tugas yang paling sulit dalam proses.

    Marcom pengeluaran data menyajikan tantangan analitik yang lain. Marcom biaya yang sering didefinisikan dalam istilah Kategori anggaran dan mungkin atau mungkin tidak mencerminkan kegiatan sebenarnya itu sendiri. Sebagai contoh, perdagangan Tampilkan biaya dapat ditampilkan sebagai advertising karena ada anggaran tersedia dalam ember accounting. Kategori pengeluaran juga cenderung tergantung pada kepribadian dan gaya manajer terlibat dan kadang-kadang berubah dari periode anggaran untuk periode anggaran. Hal ini juga umum untuk menemukan biaya pembayaran dengan hati-hati tidak berhubungan dengan periode waktu yang relevan. Penggunaan proses internal pengukuran harus secara dramatis mempengaruhi dan meningkatkan sistem anggaran dan pembayaran marcom. Sebagai samping, karya ini umumnya menggambarkan kebutuhan untuk lebih baik aktivitas deskripsi, lebih detail, konsistensi lebih baik, dan umumnya lebih disiplin pada bagaimana marcom biaya diisi ulang.

    Ini adalah hanya beberapa manfaat dari mengembangkan sistem pengukuran internal. Itu adalah di sini bahwa aplikasi komunikasi pemasaran yang terintegrasi filsafat harus paling jelas dan paling bermanfaat kepada organisasi.

    1. langkah dua: Menyiapkan Data. Setelah data dikumpulkan ini harus disiapkan untuk analisis. Statistik paket umumnya memerlukan data yang dikumpulkan ke dalam matriks satu variabel oleh periode waktu. Dengan demikian, semua data dari berbagai sumber harus berkumpul ke satu file. Apakah data pada tingkat pelanggan, maka segmen pasar perlu dibuat. Proses untuk melakukan hal ini adalah di luar cakupan diskusi ini hadir. Ada, bagaimanapun, tidak diragukan lagi, kesempatan untuk menerapkan berbagai teknik clustering statistik sebagai salah satu cara yang paling tepat untuk bergerak maju yang mungkin ada. Dalam beberapa kasus, segmen pasar mungkin telah dibuat atau didefinisikan sebelumnya atau di tempat lain. Dengan demikian, file mungkin memerlukan penandaan hanya sederhana untuk membuatnya dapat digunakan.

    Membuat variabel konsisten jelas, tetapi tidak boleh dilupakan. Memastikan semua penjualan unit, harga dan pengeluaran yang konsisten kritis. Tanggal dapat juga menyajikan masalah. Mendefinisikan minggu, bulan, atau periode waktu lain memerlukan pemikiran lagi daripada yang mungkin tampak pada pandangan pertama. Jika data berisi definisi geografis, seperti pasar, definisi perlu dibuat konsisten. Jika media yang terlibat, hal ini tidak sepele keputusan. Jika ada variabel kategoris lain, mereka perlu dummy dikodekan sehingga mereka dapat statistik dianalisis. Variabel yang sangat saling atau berkorelasi perlu kumpulan atau gabungan.

    Masalah lain adalah memperkirakan basis penjualan, yaitu penjualan yang akan terjadi jika tidak ada marcom kegiatan yang telah dilakukan. Praduga adalah bahwa penjualan akibat aktivitas marcom akan didefinisikan sebagai penjualan meningkat. Tentu saja, penjualan dasar ditambah penjualan meningkat sama total penjualan. Masalahnya adalah untuk mengidentifikasi divisi dua melalui proses yang disebut sebagai baselining. Baselining, biasa dalam menganalisis data barang storelevel konsumen paket, memerlukan rata-rata non-marcom minggu menggunakan metode smoothing statistik. Penjualan meningkat juga diasumsikan untuk jangka pendek. Perkiraan baseline dapat lebih bermasalah jika data dikumpulkan melampaui tingkat toko. Jangka panjang dampak penjualan memerlukan sejarah jauh lebih banyak daripada biasanya tersedia, tetapi pendekatan ini umumnya sama.

    1. langkah tiga: Pilihan Model statistik. Sekarang bahwa analisis data file telah disusun, saatnya untuk memilih model statistik. Ini adalah di sini bahwa manajer komunikasi paling pemasaran menjalankan untuk sampul dan bahagia untuk memberikan tugas analitis pemasok eksternal. Masalahnya, tentu saja, adalah bahwa langkah ini tidak independen dari data perakitan dan langkah persiapan. Aku t adalah di mana istilah black kotak berlaku dan di mana manajer marcom paling mungkin untuk disesatkan dalam proses.

    Ini adalah keyakinan kami bahwa manajer marcom harus menggigit peluru dan merangkul alat-alat statistik yang diperlukan untuk berhasil dalam bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang. Tentu saja model yang paling umum untuk tujuan ini adalah regresi. Penjualan kriteria atau variabel dependen, marcom pengeluaran dan harga adalah prediksi atau variabel independen. Lebih sejarah manajer memiliki, semakin baik model yang muncul dari proses. Sejarah singkat dengan lebih sedikit datapoints jelas menjalankan risiko lebih dari spesifikasi. Juga dimungkinkan untuk memiliki sejarah singkat, tetapi memiliki pasar dibagi menjadi cells yang memiliki tingkat yang berbeda marcom kegiatan diterapkan. Dalam kasus ini, model statistik berbeda (tapi terkait) seperti Analisis varians harus diterapkan.

    Hal ini penting untuk memahami bahwa tidak ada satu model yang dapat digunakan untuk mengukur dampak dan nilai semua program komunikasi pemasaran. Ada beberapa model yang memerlukan berbagai asumsi tentang sifat pola dan hubungan antara variabel-variabel seperti penjualan, media investasi, promosi tunjangan dan sejenisnya. Ianya jelas dari pengalaman kami bahwa banyak model harus menjalankan dan dibandingkan. Model harus hanya sebagian dinilai berdasarkan kemampuan mereka untuk menjelaskan kriteria variabel atau penjualan. Mereka harus juga dinilai pada seberapa baik mereka cocok pengembangan strategi komunikasi pemasaran. Ini, kita percaya, membuat kasus yang kuat untuk membuat pengukuran proses internal. Pengukuran eksternal organisasi umumnya beroperasi pada dasar dari model  tunggal yang diterapkan untuk semua organisasi dan pengukuran semua kebutuhan. Dalam pasar yang dinamis, global, pendekatan ini tampaknya menjadi penuh dengan masalah yang hanya dapat diselesaikan dengan mengembangkan model-model dan proses diperlukan dalam organisasi dengan pemasaran dan komunikasi orang-orang, bukan oleh guru statistik dan metodologi geeks.

    1. langkah empat: Menerapkan analisis masalah Marcom. Masalah apa pun marcom manajer menghadapi, proses analisis ini internal harus menyediakan bimbingan. Model terbaik dapat digunakan untuk menjawab apa yang aneh jika pertanyaan begitu populer hari ini atau untuk mengevaluasi skenario hipotetis. Model, bagaimanapun, tidak boleh digunakan secara independen dari manajer intuisi dan naluri. Itu harus digunakan sebagai alat tambahan. Jika iklan tidak menunjukkan respon banyak penjualan, mungkin pesan yang tidak pada target dan yang berbeda pendekatan kreatif harus mencoba. Lagi jenis analisis dan pengambilan keputusan terbaik dilakukan secara internal. Sebagai contoh, paling eksternal badan-badan atau kelompok-kelompok penelitian selalu berpendapat untuk pendekatan kreatif, daripada pengurangan pengeluaran. Namun, mereka adalah keputusan sulit bahwa manajer marcom menghadapi hari ini. Model perlu diterapkan dan kemudian diperbarui. Bahkan ketika model tidak memprediksikan penjualan atau cukup menjelaskan melewati hasil, ada belajar. Setiap penggunaan, model harus terus-menerus meningkatkan dan menjadi alat yang lebih berguna. Tetapi model tidak akan sempurna, dan tidak akan pernah membutuhkan revisi jangka panjang. Pasar dan komunikasi pemasaran hanyalah terlalu dinamis untuk itu terjadi. Dengan demikian, statis model bahwa fokus pada hasil tunggal point-in-time menarik, tetapi umumnya kurang relevan untuk komunikasi pemasaran manajer dibebankan dengan generating keuangan kembali dari investasi keuangan dalam pemasaran komunikasi.

    Singkatnya, itu adalah kepercayaan kita kuat bahwa pasar yang dinamis, global dari abad ke-21 memerlukan kembali pemikiran bagaimana dampak dan efek pemasaran komunikasi dapat diukur dan dievaluasi. Secara historis, manajer komunikasi pemasaran mengandalkan eksternal pemasok untuk menyediakan proses dan hasil pengukuran kebutuhan. Kami berpendapat bahwa hari ini, sifat pasar dan kebutuhan organisasi telah berubah sehingga sistem pengukuran yang berguna dan relevan dan proses harus dikembangkan dan dilaksanakan secara internal. Kebutuhan untuk berbagai bentuk analisis telah membuat proses pengukuran ini semakin bergantung pada internal data yang lebih terfokus pendekatan analitis pemasaran daripada paling eksternal penelitian dan konsultasi organisasi dapat menyediakan. Memang, manajer komunikasi pemasaran dari abad ke-21 pasar harus menjadi master nya sendiri nasib. Dan, itu, bagi kita, berarti pengembangan pengukuran keterampilan dan kemampuan dalam organisasi, bukan kemampuan untuk sumber eksternal persediaan dan sumber daya untuk tugas.

    SUMBER :

    Moving Marketing Communication Measurement Inside. Don E. Schultz and Martin P.2003. Block. Northwestern UniversityUSA

     

    Dosen : Nanang Suryadi

    www.nanangsuryadi.web.id

    www.nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

    www.marcom.lecture.ub.ac.id

     

  • Bagaimana Cara Mengukur Efektifitas Marketing Communication

    Date: 2012.03.18 | Category: Tugas Bulan Maret | Response: 2

    Pembahasan selanjutnya masih berhubungan dengan manajemen pemasaran. Sebelumnya kita membahas tentang brand equity dari sebuah merek produk. Sebuah merek produk akan dikenal oleh masyarakat luas, tentunya di latar belakangi dengan pemasaran yang baik. Dalam hal ini sangat dibutuhkan marketing communication yang matang dan strategi yang efektif serta efisien dalam prakteknya.

    Komunikasi pemasaran terpadu atau Integrated Marketing Communication (IMC) adalah sebuah konsep dimana suatu perusahaan mengintegrasikan dan mengkoordinasikan berbagai saluran komunikasi untuk mengirim pesan yang jelas, konsisten, dan meyakinkan berkenaan dengan perusahaan dan produknya. (Kotler dan Amstrong; 2005).

    Sedangkan definisi IMC menurut American Association of Advertising Agencies adalah sebuah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang memberikan nilai tambah terhadap suatu perencanaan yang mendalam dengan cara melakukan evaluasi terhadap peran strategis dari berbagai macam ilmu komunikasi dan mengkombinasikannya untuk menghasilkan keakuratan, konsistensi, dan efek komunikasi secara maksimal melalui integrasi dari pesan – pesan yang terpisah. “IMC is a strategic business process used to plan, develop, execute,and evaluate coordinated, measurable, persuasive brand communication programs over time with consumers, customers,prospects,and other targeted, relevant external and internal audiences.” (Don & Heidi Schultz).Dari definisi umum tersebut, kita bisa lihat sejumlah manfaat IMC bagi organisasi atau perusahaan, di antaranya:

    • Membentuk identitas merk yang kuat di pasar dengan mengikat bersama dan memperkuat semua citra dan pesan komunikais perusaahn.
    • Mengkoordinasikan semua pesan, positioning dan citra, serta identitas perusahaan melalui semua bantuk komunikasi pemasaran.
    • Adanya hubungan yang lebih erat antara perusahaan (mellaui produk/jasanya) dengan para konsumennya.
    • IMC adalah koordinasi dan penggunaan keseluruhan perangkat, kesempatan, fungsi dan sumber daya dari komunikasi permasaran dalam sebuah perusahaan ke dalam satu program yang memaksimalkan dampak pada konsumen dengan biaya minim. Pernyataan Thompson di  atas menggambarkan kerja IMC yaitu untuk memberikan hasil yang maksimal dan terbaik dalam memasarkan suatu produk atau jasa. IMC menjadi sebuah solusi bagi agensi periklanan dalam menjangkau berbagai segmentasi pelanggan yang mengkonsumsi beragam media.
    • IMC juga merupakan pendekatan berbasis data yang fokus ada identifikasi pandangan konsumen dan mengembangkan strategi dengan saluran yang tepat untuk membentuk hubungan konsumen dan brang yang kuat. Agensi perikalanan dapat menggunakan hanya beberapa komponen dari IMC. Penggunaan didasarkan pada pendekatan yang diinginkan oleh klien. Biasanya disesuaikan dengan segmentasi pelanggan produk klien. Oleh karena itu, penting bagi agensi periklanan untuk mengetahui sisi mana dari konsumen yang harus dimasuki  serta bagaimana dan dimana konsumen menggunakan berbagai tipe media.
    • Menggunakan IMC berarti memberikan konsistensi pesan yang disampaikan pada konsumen meskipun menggunakan media yang berbeda.  Konsistensi tersebut secara tidak langsung akan menjadi retensi (pengulangan) ketika konsumen melihat iklan yang sama pada media yang berbeda, kemudian pesan akan melekat dalam benak konsumen.

    Berbagai keuntungan lain yang didapat dengan menggunakan IMC adalah:

    1. Corporate cohesion. IMC dapat digunakan oleh klien sebagai alat strategis dalam mengkomunikasikan citra dan keuntungan dari produk atau jasa.
    2. Client relationship. IMC menyediakan kesempatan bagi agensi periklanan untuk memainkan peran penting yang signifikan dalam pengembangan proses komunikasi, dan menjadi partner yang efektif dalam hubungan dengan klien.
    3. Interaction. IMC memastikan komunikasi antara agensi dan menciptakan ikatan yang lebih kuat antara mereka dank lien. Dengan menyediakan arus informasi yang lebih terbuka, IMC  memungkinkan partisipan komunikasi untuk berkonsentrasi dalam kunci dari pengembangan strategis, ketimbang mengejar tujuan individu.
    4. Motivation. IMC menawarkan kesempatan untuk memotivasi agensi periklanan. Pemikiran yang tergabung dari keseluruhan tim lebih baik dari pemikiran yang berasal dari individu saja. Hal ini juga memotivasi setiap anggota dalam tim agensi periklanan untuk menemukan potensi kreativitas mereka.
    5. Measurability. Kemungkinan keuntungan yang terpenting adalah penyampaian kemampuan mengukur respon dan akuntabilitas proses komunikasi.

    Promosi merupakan salah satu hal penting dalam proses IMC. Ada banyak cara untuk mempromosikan produk/jasa perusahaan/organisasi, melalui berbagai kegiatan Promotion Mix yang sudah sering dibahas sebelumnya ( Lihat bahasan Lima Alat Promosi/Bauran Promosi/Promotion Mix ). Tapi apapun bentuk promosinya, ada yang perlu diingat, bahwa usaha-usaha promosi yang yang dilakukan harus bisa melalui tahapan konsep AIDDA:

    • · Menarik perhatian audience/calon konsumen ( Attention )
    • · Menciptakan ketertarikan pada diri audience/calon konsumen ( Interest )
    • · Membangkitkan hasrat audience/calon konsumen ( Desire )
    • · Mendorong pembuatan keputusan ( Decission )
      • · Menetapkan dan memutuskan tindakan untuk memuaskan hasrat dan merealisasikan keputusan yang sudah dibuat ( Action )

    Integrated Marketing Communications merupakan cara memandang keseluruhan proses marketing dari sudut pandang Customer ( pelanggan ). Dan sebuah proses IMC yang efektif melalui tahap-tahap sebagai berikut :

    • · Identify the target audience, mengidentifikasi target audience, dengan mengacu kepada hasil market research dan data sekunder lainnya.
    • · Determine the communications objectives, menetapkan tujuan dan sasaran komunikasi.
    • · Designs the messaging content, merancang isi pesan yang paling tepat bagi target audience dan sasaran/tujuan yang ditetapkan. Efektivitas peyampaian pesan, menentukan sukses tidaknya IMC.
    • · Select the means for communications, memilih cara komunikasi ( termasuk pemilihan media komunikasi )
    • · Define the mix of media, budget and priorities, menetapkan media-media yang akan digunakan, anggaran prioritas.
    • · Measure the effectiveness of the efforts, mengukur efektivitas usaha yang dilakukan.

    IMC adalah berbicara kepada orang-orang yang membeli atau tidak membeli berdasarkan atas apa yang mereka lihat, dengar, rasakan–bukan hanya semata-mata tentang produk atau layanan. Itu berarti perlunya memperoleh tanggapan, tidak sekedar monolog, one-way. Semua pesan atau berita komunikasi marketing -seperti halnya advertising, sales promotion, direct marketing, public relations, special events,trade shows,bertujuan satu yaitu menempatkan bagian terpenting dari informasi yang ingin kita sampaikan di benak konsumen atau pemakai dengan harapan akan memengaruhi keputusan mereka dalam membeli saat itu atau di saat yang akan datang.

    Hal yang perlu diperhatikan lagi adalah komunikasi yang perlu dikembangkan bukan lagi one way, namun two ways yang memberikan kesempatan kepada konsumen memberikan tanggapan dan sebaliknya memberikan kita kesempatan sebagai pemasar menerima tanggapan sehingga kita dapat mengukur efektivitas dari komunikasi kita. Komunikasi two-ways ini biasa disebut relationship marketing, dan relationship marketing hanya dapat dicapai dengan penerapan Integrated Marketing Communications (IMC).

    Strategy direction, berbicara tentang fokus, kepada siapa Anda ingin berkomunikasi, yaitu orang-orang yang berpotensi untuk membeli produk atau memakai jasa layanan Anda. Kepada merekalah strategi komunikasi ditujukan, bukan kepada semua khalayak ramai. Capturing the imagination, bagaimana kita mengomunikasi kepada mereka sehingga mereka dapat membayangkan pesan kita.

    Measuring the IMC

    Indikasi efektif tidaknya IMC yang kita jalankan tentu dengan ditandainya calon pembeli, membeli produk dan atau jasa layanan kita, dan bukan saja membeli satu atau satu kali namun beberapa atau berulang kali.Namun tidak serta merta demikian tentunya, ada proses yang lazim sampai tiba di keputusan dan sikap membeli: awareness knowledge preference conviction purchase behavior.

    IMC tidak hanya berhenti di situ namun berlanjut setelah behavior (transactions) commitment (partial transactions) brand relationships (affiliations) attitudes (attitudes) network brand and category (network). Effective two-way communication, tidak saja diperlukan untuk memperoleh tanggapan langsung terhadap produk dan atau jasa layanan yang kita tawarkan, namun juga dalam rangka menjalin network dengan konsumen atau yang sudah menjadi pelanggan. Jenis atau kategori produk dan jasa layanan tentunya berbeda-beda, dari high-end dan expensive products sampai low-end dan relatively cheap products.

    SUMBER :

    http://asriyanisagiyanto.wordpress.com/2012/03/09/integrated-marketing-communication.htm. Diakses pada tanggal 16 Maret 2012 pada pukul 12:18

    http://integrated-marketing-communications.blogspot.com.htm. Diakses pada tanggal 16 Maret 2012 pada pukul 12:10

    http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/11616-apa-itu-integrated-marketing-communications.html. Diakses pada tanggal 16 Maret 2012 pada tanggal 13:01

    PENGARUH INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION TERHADAP BRAND EQUITY PADA SEBUAH BANK PEMERINTAH DI JAKARTA. Aulia Danibrata. 2011. Digilib STIE Trisakti.

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS IKLAN DALAM MENUMBUHKAN BRAND AWARENES. INTAN PUSPITASARI. 2009. Digilib UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG.

    Ditulis oleh : Prisma Nohandhini (0910223092)

    Dosen : Nanang Suryadi

    www.nanangsuryadi.web.id

    www.nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

    www.marcom.lecture.ub.ac.id

  • Bagaimana Cara Mengukur Brand Equity

    Date: 2012.03.18 | Category: Tugas Bulan Maret | Response: 3

    Pemasaran ada di mana-mana baik itu formal maupun informal, semua orang dan organisasi terlibat dalam sejumlah kegiatan yang dapat disebut pemasaran. Pemasaran yang baik semakin menjadi unsure yang vital bagi keberhasilan sebuah bisnis. Pemasaran juga mempengaruhi hidup kita setiap hari, tertanam dalam setiap apa yang kita lakukan dari pakaian yang kita pakai, situs web yang kita klik, sampai ke iklan yang kita perhatikan.

    Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika yang saya kutip dari buku Philip Kotler menawarkan definisi formal berikut : Pemasaran adalah salah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya. Dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa manajemen pemasaran sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan mendapatkan, menjaga, dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menyerahkan dan mengomunikasikan nilai pelanggan yang unggul.

    Di dalam manajemen pemasaran tidak akan lepas dari masalah merek dalam suatu produk. Merek merupakan salah satu kekuatan perusahaan untuk dapat meningkatkan penjualan terhadap produk yang diproduksi, sehingga tidak heran setiap perusahaan beramai-ramai melakukan promosi guna menanamkan brand image agar mudah dikenal oleh konsumen yang ingin mendapatkan barang yang diinginkan oleh mereka kata Handi Irawan yang juga pakar pemasaran(2003:14).   Dari merek ini kita akan mengenal tentang istilah Brand Equity. Menurut Koetler (2002:461) brand equity adalah perangkat aset yang melekat pada merek yaitu nama dan symbol, yang menambah atau mengurangi nilai suatu produk atau jasa bagi perusahaan atau pelanggan yang sangat berkaitan dengan merek yang diyakini, asosiasi mental dan emosional yang kuat, serta aktiva lain seperti hak paten, merek dagang dan hubungan saluran distribusi. Sehingga brand equity memiliki wujud secara emosional dan kekuatan jaringan yang dimiliki oleh sebuah merek.

    Brand Equity merupakan sebuah kekuatan dari perusahaan dalam meningkatkan kedekatan mereka dengan konsumen. Faquhar, P.H. (1989:24-33) mengatakan bahwa brand equity sebagai sebuah nilai tambah yang membantu kekuatan sebuah produk, nilai tambah tersebut dapat dilihat dari tiga perspektif yaitu perspektif perusahaan, perspektif perdagangan, dan perspektif konsumen. Dalam perspektif perusahaan brand equity dapat dijadikan kekuatan perusahaan dalam persaingan dengan keunggulan kompetitif perusahaan dimana merek yang kuat dapat melisensikan sebuah produk baru dan dapat membuat perusahaan tersebut menjadi dominan dengan kekuatan brand equity yang dapat menjadi sebuah barrier to entry pada beberapa pasar. Kelebihan brand equity dalam perspektif perdagangan yaitu dapat memberikan sebuah nilai yang membuat produk tersebut mudah untuk diterima sehingga memiliki distribusi yang luas dalam pasar. Dari perspektif konsumen brand equity dapat meningkatkan asosiasi yang positif dalam diri konsumen sehingga konsumen percaya akan produk dari merek perusahaan tersebut. Begitu bernilainya sebuah kesetiaan terhadap sebuah merek sehingga Aaker ( 1996 : 21 ) menyatakan bahwa kesetiaan pelanggan terhadap merek merupakan aset dari merek tersebut. Hal ini tentunya amat mahal nilainya kerena untuk membangun sebuah merek yang kuat banyak tantangan yang harus dihadapi serta membutuhkan waktu yang sangat lama. Menurut Aaker ( 1991 : 46 ) kesetiaan pelanggan memiliki nilai yang strategi terhadap perusahaan antara lain :

    1. Mengurangi biaya pemasaran : perusahaan yang memiliki pelanggan yang setia terhadap mereknya akan dapat mengurangi biaya pemasaran, menurut penelitian bahwa biaya yang diperlukan untuk mendapatkan pelanggan baru 6 kali lebih besar dibandingkan dengan biaya untuk mempertahankan pelanggan. Iklan dan bentuk-bentuk promosi lainnya yang dikeluarkan dalam jumlah yang besar belum tentu dapat menarik pelanggan baru karena sangat sulit untuk membentuk sikap positif terhadap merek.
    2.  Trade Leverage : Kesetiaan konsumen terhadap merek tersebut akan memberikan trade leverage bagi perusahaan tersebut dimana merek tersebut dapat menarik para distributor untuk memberikan ruang yang lebih besar di toko mereka terhadap merek tersebut karena mereka tahu bahwa merek tersebut akan dipakai berulang-ulang oleh konsumen dan mereka dapat mengajak pelanggan lain agar menggunakan merek tersebut.
    3. Menarik pelanggan baru : ketika pelanggan puas dengan merek yang mereka pakai mereka akan mempengaruhi konsumen lain untuk menggunakan merek yang mereka pakai. Bixler dan Schererr ( 1996 : 19 ) menyatakan bahwa pelanggan yang tidak puas terhadap merek tersebut akan menyampaikan terhadap 8 sampai 10 orang dan sebaliknya jika mereka puas maka mereka akan menyamakan dan merekomendasikan orang lain agar menggunakan merek yang mereka pakai.
    4. Waktu untuk merespon ancaman dari pesaing : perusahaan yang memiliki merek yang telah kuat terhadap pelanggannya akan memilki waktu yang cukup untuk merespon tindakan yang dilakukan oleh pesaingnya. Apabila pesaingnya mengeluarkan produk yang superior maka perusahaan akan memilki waktu tertentu yang dapat membuat produk yang lebih baik lagi. Karena pentingnya kesetiaan pelanggan maka kesetiaan pelanggan terhadap merek merupakan aset perusahaan yang berdampak besar terhadap pangsa pasar serta profitability perusahaan.

    Untuk mengukur brand value (brand equity), proses pengidentifikasikan hingga decision dilakukan dengan penelitian di lapangan dengan menggunakan metode riset yang didesain dengan begitu baik dan terukur. Untuk penelitian lapangan, pengambilan sample dilakukan dengan asumsi populasinya infinite, jadi secara statistic, jika populasi melewati jumlah tertentu bias dianggap infinite atau tak terhingga, secara total setiap sample memiliki MOE 1,79%, dengan tingkat kepercayaan 95%. Pengambilan sampling dalam pemilihan merek terbaik menggunakan metode multistage random sampling, yakni random sampling kaidah mutually exclusive weighting factors, sehingga hasilnya dapat digeneralisir.

    Dengan metode riset inilah pemilihan merek terbaik di Indonesia, mungkin juga di Negara-negara lain di dunia dilakukan dan metoda ini hingga saat ini tetap digunakan untuk menentukan merek-merek terbaik-terbaik di sebuah kawasan. Beberapa diantaranya telah memperoleh penghargaan beberapa kali karena mampu mempertahankan kinerja merek tersebut di mata pelanggan, di antara Garuda Indonesia untuk kategori penerbangan, Citibank untuk kategori kartu kredit, Kompas untuk kategori surat kabar, Kartini untuk kategori majalah, Electrolux untuk kategori elektronik, Coca-cola untuk kategori minuman, Philips untuk kategori lampu, Hawlet Packard untuk kategori computer, Canon untuk kategori printer, Sony untuk kategori kamera, Rinso untuk kategori detergen dan lain sebagainya.

    Menurut Soehadi (2005), kekuatan suatu merek (brand equity) dapat diukur

    berdasarkan 7 indikator, yaitu:

    1. Leadership: kemampuan untuk mempengaruhi pasar, baik harga maupun atribut non-harga.

    2.   Stability: kemampuan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.

    3.   Market: kekuatan merek untuk meningkatkan kinerja toko atau distributor.

    4.   Internationality: kemampuan merek untuk keluar dari area geografisnya atau masuk ke negara atau daerah lain.

    5.   Trend: merek menjadi semakin penting dalam industri.

    6.   Support: besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengkomunikasikan merek.

    7.   Protection: merek tersebut mempunyai legalitas (p. 147).

    Menurut Susanto dan Wijanarko (2004) yang mengadaptasi teori Aaker, brand equity dapat dikelompokkan ke dalam 5 kategori:

    a. Brand awareness

    Beberapa pengertian brand awareness adalah sebagai berikut:

    ° Brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori merek tertentu.

    ° Menurut East (1997), “Brand awareness is the recognition and recall of a brand and its differentiation from other brands in the field” (p. 29).

    Artinya brand awareness adalah pengakuan dan pengingatan dari sebuah merek dan pembedaan dari merek yang lain yang ada di lapangan. Jadi brand awareness adalah kemampuan konsumen untuk mengingat suatu brand dan yang menjadikannya berbeda bila dibandingkan dengan brand

    lainnya.

    Ada 4 tingkatan brand awareness yaitu:

    1. Unaware of brand (tidak menyadari merek)

    Merupakan tingkat yang paling rendah dalam piramida kesadaran merek, dimana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek.

    2. Brand recognition (pengenalan merek)

    Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian.

    3. Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek)

    Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk. Hal ini diistilahkan dengan pengingatan kembali tanpa bantuan, karena berbeda dari tugas pengenalan, responden tidak perlu dibantu untuk memunculkan merek tersebut.

    4. Top of mind (puncak pikiran)

    Apabila seseorang ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan orang tersebut dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebutkan pertama kali merupakan puncak pikiran. Dengan kata lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak konsumen.

    Ada 4 indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui seberapa jauh

    konsumen aware terhadap sebuah brand antara lain:

    1. Recall yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika ditanya merek apa saja yang diingat.

    2. Recognition yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengenali merektersebut termasuk dalam kategori tertentu.

    3. Purchase yaitu seberapa jauh konsumen akan memasukkan suatu merek ke dalam alternatif pilihan ketika akan membeli produk/layanan.

    4. Consumption yaitu seberapa jauh konsumen masih mengingat suatu merek ketika sedang menggunakan produk/layanan pesaing.

    b. Perceived quality

    Didefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa berkenaan dengan maksud yang diharapkan.

    c. Brand association

    Adalah sesuatu yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah produk. Asosiasi ini tidak hanya eksis, namun juga memiliki suatu tingkat kekuatan.Keterikatan pada suatu merek akan lebih kuat apabila dilandasi pada banyak pengalaman atau penampakan untuk mengkomunikasikannya.

    d. Brand loyalty

    Merupakan ukuran kesetiaan seorang pelanggan pada sebuah merek. Loyalitas memiliki tingkatan sebagaimana dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

    1. Tingkat loyalitas yang paling dasar adalah pembeli tidak loyal atau sama sekali tidak tertarik pada merek-merek apapun yang ditawarkan. Dengan demikian, merek memainkan peran yang kecil dalam keputusan pembelian. Pada umumnya, jenis konsumen seperti ini suka berpindah-pindah merek atau disebut tipe konsumen switcher atau price buyer (konsumen lebih memperhatikan harga di dalam melakukan pembelian).

    2. Tingkat kedua adalah para pembeli merasa puas dengan produk yang digunakan, atau minimal tidak mengalami kekecewaan. Pada dasarnya, tidak terdapat dimensi ketidakpuasan yang cukup memadai untuk mendorong suatu perubahan, terutama apabila pergantian ke merek lain memerlukan suatu tambahan biaya. Para pembeli tipe ini dapat disebut pembeli tipe kebiasaan (habitual buyer).

    3. Tingkat ketiga berisi orang-orang yang puas, namun memikul biaya peralihan (switching cost), baik dalam waktu, uang atau resiko sehubungan dengan upaya untuk melakukan pergantian ke merek lain. Kelompok ini biasanya disebut dengan konsumen loyal yang merasakan adanya suatu pengorbanan apabila melakukan penggantian ke merek lain. Para pembeli tipe ini disebut satisfied buyer.

    4. Tingkat keempat adalah konsumen benar-benar menyukai merek tersebut. Pilihan konsumen terhadap suatu merek dilandasi pada suatu asosiasi, seperti simbol, rangkaian pengalaman dalam menggunakannya, atau kesan kualitas yang tinggi. Para pembeli pada tingkat ini disebut sahabat merek, karena terdapat perasaan emosional dalam menyukai merek.

    5. Tingkat teratas adalah para pelanggan yang setia. Para pelanggan mempunyai suatu kebanggaan dalam menemukan atau menjadi pengguna suatu merek. Merek tersebut sangat penting bagi pelanggan baik dari segi fungsinya, maupun sebagai ekspresi mengenai siapa pelanggan sebenarnya(commited buyers).

    Beberapa variable yang diukur adalah :

    1. Brand equity asosiasi karakteristik, sebuah asosisasi yang bebas secara prosedur akan digunakan untuk menilai brand equity yang tertinggi hingga yang terendah dengan meneyeleksi tiga kategori produk printer yang telah familiar yaitu : Canon, Epson, Hawlett-Packard.

    2. Brand association diukur dengan dapat diukur dengan empat item dari aspek merek yang berupa : inovasi, nilai yang dapat dibeli dengan uang, manfaat yang didapat, kelas produknya.

    3. product association diukur berdasarkan 2 item yang mencerminkan functional attribute dan non functional attribute.

    4. Organizational association diukur dengan 2 item sebagai bagiannnya yaitu corporate ability dan corporate social responsibility.

    SUMBER :

    http://infointermedia.com/merek-brand-terbaik-dunia-sepanjang-masa.htm. Diakses pada tanggal 16 Maret 2012 pada pukul 12:05

    http://pengaruh-brand-equity.html. Diakses pada tanggal 15 Maret 2012 pada pukul 11:34

    http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/brand-equity-kekuatan-suatu-merek.html. Diakses pada tanggal 16 Maret 2012 pada pukul 12:03

    PENGARUH INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION TERHADAP BRAND EQUITY PADA SEBUAH BANK PEMERINTAH DI JAKARTA. Aulia Danibrata. 2011. Digilib STIE Trisakti.

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS IKLAN DALAM MENUMBUHKAN BRAND AWARENES. INTAN PUSPITASARI. 2009. Digilib UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG.

    Ditulis oleh : Prisma Nohandhini (0910223092)

    Dosen : Nanang Suryadi

    www.nanangsuryadi.web.id

    www.nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

    www.marcom.lecture.ub.ac.id

  • Penggunaan Internet Sebagai Media Komunikasi Pemasaran

    Date: 2012.03.11 | Category: Tugas Bulan Maret | Response: 0

    Pada pembahasan sebelumnya, penulis telah menjelaskan lebih mendalam tentang media komunikasi pemasaran yang ada di Indonesia. Disana juga dijelaskan tentang dampak negatif dan positif dari adanya media komunikasi pemasaran di negara Indonesia. Sedangkan pada pembahasan berikut ini penulis akan lebih menjelaskan tentang penggunaan internet sebagai media komunikasi pemasaran yang ada di Indonesia.

    Sebelum kita masuk ke dalam inti pembahasan, kita harus mengetahui pengertian dari internet. Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet. AMA (the American Marketing Association) menghasilkan definisi terbaru mengenai marketing yang dirilis Januari 2008 lalu, dalam Kamora (2009), dimana definisi tersebut menjadi: Marketing is the activity, set of institutions, and processes for creating, communicating, delivering, and exchanging offerings that have value for customers, clients, parters, and society at large”. Menurut pengamat e-bussiness Rudianto Prabowo dalam Brand of Think (BoT. 2005), melihat perusahaan yang melakukan online marketing ada dua perspektif, yaitu:

    · Pertama adalah perusahaan brick and click. Artinya perusahaan yang melakukan transaksi di dua channel (offline dan online).

    · Kedua adalah perusahaan pure play Artinya perusahaan yang benar-benar melakukan transaksi hanya di dunia maya. Di luar itu adalah perusahaan brick and mortar, yakni perusahaan pada umumnya yang hanya ada di dunia nyata.

    Internet Marketing Media Indonesia di tahun 2012 semakin gencar, apalagi ditunjang dengan sarana prasarana penunjang, struktur dan infrastruktur bisnis mendukungan pertumbuhan secara cepat. Tercatat beberapa langkah besar di Indonesia yang mempengaruhi atmosfer bisnis online di Indonesia di antaranya:

    • Google masuk ke Indonesia melalui program Bisnis Lokal Go Online. Program bekerjasama dengan kementerian Indonesia, serta bebrapa pihak terkait menawarkan pengembangan internet marketing dari bisnis lokal melalui media online dengan fasilitas domain co.id gratis plus gratis server selama 1(satu) tahun guna menunjang majunya peluang bisnis di Indonesia.
    • Multiply memasuki pasar Indonesia dengan memperkenalkan fitur-fitur toko online yang simpel dan mudah untuk dioperasikan. Anda bisa secara instan berjualan online dan menjadi seorang internet marketer dengan pangsa pasar ke seluruh dunia.
    • Masuknya jaringan periklanan ( media advertising ) kelas dunia ke Indonesia dengan konten dan pasar Indonesia, seperti Adstar maupun Google Adsense.
    • Perkembangan gadget yang semakin canggih dan mendukung aktivitas online dengan lebih maksimal, seperti Android, Tablet PC, maupun Laptop super tipis untuk kelancaran aktivitas mobile.
    • Perkembangan jaringan network internet semakin luas. Sekarang tak hanya di kotabesar saja bisa menikmati internet dengan cepat, tapi sampai ke desa-desa pun sudah tidak asing lagi dengan Internet Marketing Media Indonesia
    • Support Software yang seiring dengan majunya gadget dan jaringan. Software canggih baik untuk sosialita, lifestyle, entertainment sampai Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik semuanya ada.

    Pada dasarnya banyak cara untuk dapat memanfaatkan potensi pemasaran melalui internet, antara lain melalui media website, email, jejaring sosial, video sharing dan lain-lain. Penggunaan media-media tersebut telah terbukti ampuh dalam menggali potensi pemasaran melalui internet.

    1.        Website

    Menggali potensi pemasaran melalui internet dapat Anda lakukan dengan membuat sebuah website. Pada mulanya website dibuat sekedar tempat untuk menyampaikan informasi perusahaan yang memproduksi suatu produk. Namun seiring banyaknya pengguna internet, maka kini banyak website yang sudah berubah fungsi sebagai media pemasaranPemanfaatan website yang optimal biasanya hanya terjadi ketika website tsb tampil di halaman #1 mesin pencari dengan menggunakan kata-kata yang biasa digunakan oleh para calon pelanggan. Untuk merealisasikan hal tersebut Anda membutuhkan layanan jasa SEO atau bahkan Anda sendiri dapat belajar SEO untuk mengimplementasikannya.

    2. Email

    Anda dapat menggunakan sebuah program email autoresponder. Program ini memungkinkan Anda dapat mengirimkan email massal secara otomatis. Anda cukup mengatur pengaturan yang ada, selanjutnya program email autoresponder akan mengirimkan dan menjawab email secara otomatis kepada pelanggan Anda. Inilah yang dinamakan email marketing.

    3. Jejaring sosial

    Salah satu perkembangan media komunikasi yang cukup menarik saat ini yaitu situs jejaring sosial. Situs jejaring sosial memungkinkan Anda dapat menemukan teman-teman lama Anda, berbagi status, foto dan video kepada teman-teman Anda, chatting, bergabung pada suatu grup dan lain-lain. Semua itu dapat Anda lakukan hanya dengan memiliki satu akun jejaring sosial.

    4. Video sharing

    Video sharing merupakan sebuah situs yang memungkinkan setiap orang dapat berbagi video kepada orang lain. Anda dapat mengupload video karya Anda ke situs penyedia video sharing, kemudian orang lain dapat memutar video karya Anda secara streaming

    Dampak Positif:1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. 2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah. 3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. 4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. 5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain 6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

    Dampak Negatif

    Pornografi
    Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Violence and Gore Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

    Penipuan
    Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

    Carding
    Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

    Perjudian
    Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.1. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). 2. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. 3. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).4. Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut

    Dengan semakin maraknya Internet Marketing Media Indonesia mempunyai dampak positif pada dunia bisnis online di Indonesia. Banyak pihak merasakan manfaatnya, dari bisnis kecil UKM sampai dengan korporat perusahaan semuanya bisa lebih memajukan strategi internet marketing-nya. Dengan demikian diharapkan Indonesia bisa menjadi salah satu pemain utama dalam dunia Internet Marketing Media di dunia global.

    SUMBER :

    http://inazamira.wordpress.com.2009.03.02.dampak-positif-dan-negatif-tentang-internet.htm. Diakses pada tanggal 10 Maret 2012 pada pukul 21:35

    http://internetmarketers.multiply.com.journal.item.5.Pemasaran_Internet.htm. Diakses pada tanggal 10 Maret 2012 pada pukul 21:40

     

    http://realworldbusiness.com.indonesia.berbagai-media-untuk-menggali-potensi-pemasaran-melalui-internet.htm. Diakses pada tanggal 10 Maret 2012 pada pukul 21:45

    http://www.saleoffer.biz.2012.02.internet-marketing-media-indonesia.html. Diakses pada tanggal 10 Maret 2012 pada pukul 21:50

    http://yudakuyudz.wordpress.com.2008.03.19.dampak-positif-dan-negatif-akibat-perkembangan-teknologi-internet.htm. Diakses pada tanggal 10 Maret 2012 pada pukul 22:30

    http://www.edselmax.com.internet-marketing-indonesia.html. Diakses pada tanggal 10 Maret 2012 pada pukul 22:35

     DIRECT MARKETING DAN ONLINE MARKETING. Husni Anggoro, dkk. 2009. Digilib Universitas Sahid Jakarta.

    DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI PERKEMBANGAN DUNIA TELEKOMUNIKASI. Ibnu Hamid Kurniawan. 2010. Digilib Universitas Muhammadiyah Makassar.

    DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) TERHADAP PENDIDIKAN. Indana Zulfa. 2010. Digilib Universitas Pendidikan Indonesia.

    Analisa Strategi Penempatan Merek Sebagai Bagian dalam Komunikasi Pemasaran Terpadu. Michael Adiwiijaya. 2009. Digilib Universitas Kristen Petra Surabaya.

    Ditulis Oleh : Prisma Nohandhini (0910223092)

    Dosen : Nanang Suryadi

    www.nanangsuryadi.web.id

    www.nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

    www.marcom.lecture.ub.ac.id

     

  • Perkembangan Media Komunikasi Pemasaran di Indonesia

    Date: 2012.03.11 | Category: Tugas Bulan Maret | Response: 3

     

    Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang masih berkembang. Dalam hal ini Indonesia berkembang dalam berbagai bidang yang di dalamnya terdapat 14 sektor, salah satunya yaitu teknologi. Kita ketahui teknologi saat ini sudah sangat berkembang cukup pesat di negara Indonesia. Karena dengan adanya teknologi yang canggih, komunikasi yang ada di Indonesia akan semakin lancar dan efektif.

    Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia selalu mengadaptasi berbagai teknologi informasi hingga akhirnya tiba di suatu masa di mana pengunaan internet mulai menjadi ”makanan” sehari-hari yang dikenal dengan teknologi berbasis internet (internet based technology). Zaman dahulu sebelum berkembangnya teknologi, orang-orang Indonesia harus menempuh jarak yang jauh untuk mengantarkan sebuah surat atau pesan kepada orang lain, lain dengan jaman sekarang. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia dimulai dengan hadirnya Satelit Palapa yang memudahkan arus komunikasi dan teknologi. Setelah itu perkembangan dilanjutkan dengan berkembanganya jaringan sellular, yaitu GSM pertama di Indonesia, yakni sebuah teknologi komunikasi bergerak yang tergolong dalam generasi kedua (2G).

    Dalam komunikasi yang akan di bahas berikut ini adalah komunikasi pemasaran yang ada di Indonesia. Komunikasi pemasaran (Marketing Communication) terdapat unsur – unsur bauran yang dikenal dengan sebutan 4P, yaitu: Produk (Product), Struktur harga (Price), Saluran distribusi (Place), dan Kegiatan promosi (Promotion). Dimana dalam mempromosikan suatu produk atau jasa, produsen mengawali kegiatannya dengan membangun berbagai saluran informasi, dan persuasi untuk menjual, serta memperkenalkan suatu gagasan dari suatu produk yang ingin dipasarkan (Michael Ray dalam Morissan. 2007: 13). Untuk mencapai tujuan promosi tersebut, maka diperlukan beberapa instrumen dasar yang disebut dengan bauran pemasaran atau promotional mix. Secara tradisional, bauran promosi terdiri dari empat elemen, namun dalam perkembangannya George dan Michael Belch dalam Morissan (2007: 13) menambahkan dua elemen tambahan dalam promotional mix, yaitu direct marketing dan interactive media (internet marketing atau disebut online marketing). (Husni Anggoro, dkk ; 2009).

    Komunikasi adalah proses penyampaian dan penerimaan informasi. Komunikasi terjadi antara dua manusia yang sedang bercakap-cakap atau saling berkirim surat. Manusia juga berkomunikasi satu sama lain melalui mesin ketika mereka membuat panggilan telepon, atau mengitim E-msil dan fax. Selain itu komunikasi juga terjadi antara mesin. Komunikasi saling bertukar data melalui jaringan komputer. Teknologi komunikasi berkaitan dengan pengiriman dan penerimaan informasi pada jarak yang jauh. Teknologi ini melibatkan berbagai jenis peralatan, termasuk telepon, radio, televisi, mesin fax, satelit dan internet.

    Perubahan-perubahan besar terjadi dalam bidang teknologi, politik, sosial dan ekonomi. Segala perubahan ini telah menyebabkan terjadinya pergeseran dalam berbagai bidang yang antara lain adalah;

    1. Masyarakat industri ke masyarakat informasi (kita masih berkutat dari masyarakat agraris ke masyarakat industri)
    2. Teknologi yang dipaksakan ke teknologi tinggi (hi-tech)
    3. Ekonomi nasional ke perekonomian dunia
    4. Kebutuhan jangka pendek ke jangka panjang
    5. Sistem sentralisasi ke sistem desentralisasi
    6. Bantuan ke lembagaan berpindah ke swakarsa
    7. Dari pola hirarchi ke jaringan kerja (networking)
    8. Dari pilihan terbatas ke banyak pilihan

    TIK seiring dengan perkembangannya yang semakin meningkat, namun tetap saja memiliki kekurangan. Misalnya saja pada e-learning, e-learning dapat menyebabkan pengalih fungsian guru yang mengakibatkan guru jadi tersingkirkan, menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena sistem pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri, dan kemungkinan etika dan disiplin peserta didik susah atau sulit untuk diawasi dan dibina sehungga lambat laun kualitas etika dan manusia khusunya para peserta didik akan menurun drastis, serta hakikat manusia yang utama yaitu sebagai makhluk sosial akan musnah.

    Kemudian karena seringnya mengakses internet, di khawatirkan pelajar bukannya benar-benar memanfaatkan TIK dengan optimal malah mengakses hal-hal yang tidak baik, seperti pornografi yang sangat mudah di akses yang berefek buruk bagi anak dibawah umur ataupun bagi yang sudah dewasa sekalipun. Hal lain misalnya kecanduan : asik berinternet ( biasanya menggunakan fasilitas social networking / game online ) sehingga lupa waktu dan berakibat buruk bagi kehidupannya. Ada istilah Cyber-relational addiction adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia nyata. Dikenal pula Information overload, Karena menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet, sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir berbagai informasi yang ada. Agar penggunaan TIK dalam pendidikan lebih optimal dan di jalankan dengan baik dan benar, berikut ada beberapa metoda pemecahan masalah agar dampak negatif dari TIK dapat tertanggulangi.

    1. Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan TIK.  Analisis untung ruginya pemakaian.
    2. Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
    3. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.
    4. Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya. ( Indiana Zulfa ; 2010)

     

    Ditulis Oleh : Prisma Nohandhini (0910223092)

    Dosen : Nanang Suryadi

    www.nanangsuryadi.web.id

    www.nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

    www.marcom.lecture.ub.ac.id

  • Hello world!

    Date: 2012.03.08 | Category: Uncategorized | Response: 4

    Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!