Mengenal Jenis-Jenis Tambal Ban Pada Motor dan Mobil

Sebagai seorang pemilik kendaraan bermotor (terutama mobil) pastinya Anda pernah mengalami yang namanya kebocoran pada ban. Entah secara disengaja oleh oknum tertentu ataupun ketidaksengajaan. Hal ini tentunya sangat menyusahkan diri Anda, apalagi jika Anda adalah seorang wanita yang tidak bahkan pakai alat dongkrak untuk mengangkat mobil saja mungkin tidak paham. Ujung-ujungnya malah panik yang tak berujung.

Salah satu alternatif dari kita untuk mengakali kebocoran pada ban adalah dengan cara menambalnya. Ada beberapa hal yang membuat tambal ban lebih dipilih ketimbang membeli ban baru, misalnya ban  masih dalam kondisi yang sangat bagus dan masih layak digunakan. Selain itu, dari sisi biaya tentu menambal ban jauh lebih murah ketimbang membeli baru.

Tapi tahukah Anda bahwa di dunia ini ternyata ada beberapa jenis tambal ban yang belum banyak diketahui? Kali ini kami akan membahas sedikit mengenai jenis-jenis tambal ban mobil.

Tambal dengan Karet Cacing

 Seperti yang terlihat namanya tentu kita tahu bahwa tambal ban tubeless jenis ini menggunakan karet yang berbentuk seperti cacing. Metode ini hanya bisa dilakukan jika letak kebocoran ban terdapat pada tapak ban dan bukan dinding ban. Metode tambal ban menggunakan karet cacing ini adalah cara yang paling umum ditemui dikarenakan waktu yang diperlukan relatif cepat dan bahkan bisa Anda lakukan sendiri di rumah.

Untuk kualitasnya sendiri akan bergantung pada pengerjaannya. Dikarenakan minimnya peralatan yang digunakan serta metodenya yang cukup mudah, daya tahan dari tambalan ini bisa dibilang sedikit kurang baik. Pada beberapa kasus, ban tubeless yang ditambal dengan karet cacing biasanya akan mudah kekurangan angin (bocor halus) setelah beberapa hari di tambal.

Tambal Ban Bakar

Kalau metode ini pasti sering Anda temui di pinggir jalan. Untuk cara pengerjaannya, tambal ban metode satu ini terbilang cukup sederhana, yaitu memanasi dengan sejenis bahan karet dengan dilem, ditempel pada permukaan yang bocor, serta dipres,cara ini bertujuan agar bahan karet tersebut menyatu dengan ban dalam.

Walaupun sederhana, dalam mengerjakan tambal ban metode ini Anda benar-benar dituntut untuk teliti. Sebab apabila pemanasan dirasa kurang matang maka akan terjadi kegagalan. Apabila ban dalam Anda sering ditambal menggunakan jenis tambal ini, maka permukaan ban tidak akan rata, sehingga akan mengakibatkan semacam benjol pada permukaan ban dalam Anda.

Cairan Khusus

Jika ketiga cara diatas merupakan cara untuk memperbaiki, maka metode ini digunakan untuk mencegah terjadinya kebocoran saat ban terkena paku. Cairan khusus akan ditambahkan kedalam ban untuk melapisi dinding ban bagian dalam. Jadi ketika ban terkena paku maka cairan tadi akan secara otomatis menyumbat lubang yang bocor tersebut.

Meskipun cara ini lebih praktis ketimbang cara lainnya, penggunaan cairan khusus yang terlalu sering memang tidak dianjurkan karena akan mengganggu keseimbangan ban itu sendiri. Namun cara ini bisa Anda pilih untuk menjaga ban agar tidak terjadi kebocoran pada waktu ke depan.

Perlu dicatat bahwa aktivitas menambal ban yang bocor adalah hal yang sementara sebelum pemilik kendaraan mengganti ban tersebut dengan yang baru. Untuk itu disarankan untuk tidak menambal ban lebih dari empat kali di tempat dan lubang yang berbeda agar kondisi bagian dalam ban tidak rusak parah sehingga dapat digunakan secara maksimal.

Bagi Anda yang menggunakan kendaraan bermotor atau yang bergerak di bidang usaha yang menggunakan kendaraan bermotor dalam operasional harian, seperti kurir, layanan jasa sewa mobil, transportasi online, ekspedisi, dan sebagainya, memeriksa kondisi ban secara berkala sangatlah penting untuk keselamatan kita bersama.