Definisi Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan landasan kegiatan yang bertumpu pada norma dan nilai sosial yang berjalan dan terstruktur dalam masyarakat.

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa definisi interaksi sosial menurut para ahli, yaitu:

1. Menurut Bonner (dalam Gerungan, 2004: 62)
Interaksi sosial adalah hubungan antara dua individu atau lebih, dimana perilaku individu mempengaruhi, merubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.

2. Menurut Thibaut dan Kelley (dalam Ali, 2004: 87)
Mendefinisikan interaksi sebagai peristiwa yang mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan hasil dari satu sama lain atau berkomunikasi satu sama lain.

3. Menurut Homans (dalam Ali, 2004: 87)
Mendefinisikan interaksi sebagai peristiwa ketika suatu kegiatan yang dilakukan oleh satu orang terhadap individu lain diberi penghargaan atau dihukum dengan menggunakan tindakan oleh individu lain yang merupakan pasangannya.

4. Menurut Walgito (2003: 65)
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu yang satu dengan yang lain, satu individu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.

 

Bentuk Interaksi Sosial

Berikut 4 bentuk interaksi sosial, yaitu sebagai berikut:

Kompetisi

Persaingan adalah proses sosial menjadi sama-sama kompeten antara satu bagian dengan bagian lainnya secara jelas tanpa menggunakan bahaya atau intimidasi untuk mencapai sasaran tertentu. Ada berbagai macam contoh persaingan mulai dari persaingan di bidang ekonomi antar pembuat barang sejenis, jabatan termasuk penguasaan jabatan tertentu, kebudayaan termasuk distribusi ideologi, pendidikan dan komponen budaya lainnya.

Kontroversi

Konflik merupakan proses sosial yang menjadi salah satu bentuk pertentangan. Dalam perselisihan, kontroversi sudah umum. Sengketa terbentuk karena semakin sengitnya perbandingan antar wilayah masyarakat tertentu. Situasi perbandingan yang semakin sengit akan menimbulkan amarah dan kebencian yang bermuara pada kegiatan menusuk, kesal atau menjatuhkan pihak lain. Jadi konflik muncul ketika seseorang atau kelompok yang bergerak untuk memberikan keinginan atau kepentingan dengan memberontak terhadap pihak lain melalui bahaya atau intimidasi.

Konflik

Konflik adalah kerja keras individu atau kelompok sosial untuk mencapai tujuannya dengan menghadapi pihak lawan. Konflik umumnya terbentuk bersamaan dengan bahaya atau intimidasi. Konflik terbentuk karena adanya perbandingan asumsi, emosi individu, budaya, niat baik, keinginan individu dan kelompok serta terbentuknya transformasi sosial yang cepat dengan menimbulkan disorganisasi sosial.

Pelanggaran

Pelanggaran adalah perilaku melanggar dengan berlindung sehingga tidak ada konflik umum. Penolakan adalah proses sosial dengan indikasi ketidakpastian, keraguan, pertentangan dan penyangkalan yang umumnya tidak diungkapkan. Hasil dari kontradiksi tersebut adalah perbandingan pandangan antara faksi-faksi tertentu dengan pandangan faksi-faksi lain dalam masyarakat atau bisa juga pandangan global masyarakat.

Jenis Interaksi Sosial

Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu (p. 23):

1. Interaksi antara individu dan individu

Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif atau negatif. Interaksi positif jika hubungan saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan salah satu pihak atau keduanya (bermusuhan).

2. Interaksi antara individu dan kelompok

Interaksi ini dapat terjadi baik secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial antara individu dan kelompok berbeda-beda sesuai dengan situasi dan kondisi.

3. Interaksi sosial antar kelompok dan kelompok

Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan, bukan keinginan pribadi. Misalnya kerja sama antara dua perusahaan untuk membahas sebuah proyek.

Karakteristik Interaksi Sosial
Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri interaksi sosial, antara lain (h. 23):

Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
Terjadinya komunikasi antar aktor melalui kontak sosial
Miliki maksud atau tujuan yang jelas
Diimplementasikan melalui pola sistem sosial tertentu
Kondisi Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di bawah ini, yaitu (p.26):

1. Kontak sosial
Hubungan antara satu pihak dengan pihak lainnya itulah yang menjadi awal dari interaksi sosial, dan masing-masing pihak saling bereaksi meskipun tidak harus dalam kontak fisik.

2. Komunikasi
Artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain.

 

Sumber :

  1. https://teknosentrik.com/
  2. https://voi.co.id/
  3. https://www.sudoway.id/
  4. https://newsinfilm.com/
  5. https://pengajar.co.id/

Referensi :

  1. https://www.mobifrance.com/
  2. https://bootb.com/
  3. https://www.ayoksinau.com/
  4. https://merekbagus.co.id/
  5. https://www.dulurtekno.co.id/

Lihat Juga :

  1. https://dolanyok.com/
  2. https://hargaburung.id/
  3. https://www.dosenmatematika.co.id/
  4. https://www.kuliahbahasainggris.com/
  5. https://www.sekolahbahasainggris.co.id/
  6. https://www.ilmubahasainggris.com/
 
Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.