RSS
 

Archive for the ‘Pendidikan’ Category

Makalah Pendidikan Islam

12 Nov

Makalah Pendidikan Islam

 
BAB I
PENDAHULUANA. Latar Belakang
Pendidikan Islam merupakan proses mendidik yang di dalamnya terjadi interaksi antara guru dan murid yang membahas tentang materi-materi keislaman. Proses belajar-mengajar atau proses pengajaran merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan, dengan visi agar dapat mempengaruhi siswa mencapai tujuan pendidikan Islam yang telah ditetapkan oleh lembaganya.
Dengan adanya alat / media maka tradisi lisan maupun tulisan dalam proses pembelajaran dapat dilengkapi dengan berbagai variasi teknik pengajaran, sehingga membuat suasana tidak membosankan. Selain itu guru dengan mudah dapat menciptakan berbagai situasi yang berbeda dan menciptakan iklim yan emosional dan sehat di antara murid-muridnya.
Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sangat mempengaruhi sistem pendidikan. Sehingga dewasa ini media teknologi informasi menjadi peran utama dalam proses pembelajaran. Namun disamping itu juga ada pengaruh negatifnya. Ini merupakan tugas utama guru untuk bisa mengolah/mengemas dan mengenalkan teknologi informasi dengan mengambil langkah positif dalam proses pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah makalah ini diantaranya :
1. Apa pengertian alat dan media pendidikan Islam ?
2. Apa fungsi/manfaat alat dan media dalam pendidikan Islam ?
3. Bagaimana pengaruh teknologi informasi sebagai alat dan media dalam pendidikan Islam ?
C. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1. Memenuhi tugas kelompok mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam Semester IV.
2. Mengetahui pengertian alat dan media dalam pendidikan Islam.
3. Memahami fungsi/manfaat alat dan media dalam pendidikan Islam.
4. Mengetahui pengaruh teknologi informasi sebagai alat dan media dalam pendidikan Islam.BAB II
PEMBAHASANA. Pengertian Alat dan Media dalam Pendidikan Islam
Alat merupakan perangkat atau media yang digunakan dalam melaksanakan sesuatu. Alat yang dikatakan suatu perangkat tersebut memiliki fungsi atau guna dalam prakteknya. Indra Kusuma mengemukakan alat pendidikan adalah langkah-langkah yang diambil demi kelancaran proses pendidikan. Dengan demikian, alat pendidikan menurut Indra Kusuma berupa usaha dan perbuatan. Dalam praktik pendidikan, istilah alat pendidikan sering diidentikan dengan media pendidikan, walaupun sebenarnya pengertian alat lebih luas dari pada media.
Menurut Zakiah Drajat alat dan media pendidikan memiliki arti yang sama yaitu sebagai sarana pendidikan. Secara harfiah media diartikan sebagai “ perantara “ atau “ pengantar “. AECT mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang digunakan untuk proses penyaluran informasi.
Robert Hanick dkk. ( 1986 ) mendefinisikan media adalah sesuatu yang membawa informasi antara sumber ( source ) dan penerima ( receiver ) informasi. Kemp dan Dayton mengemukakan peran media dalam proses komunikasi sebagai alat pengirim ( transfer ) yang mentransmisikan pesan dari pengirim ( sender ) kepada penerima pesan atau informasi ( receiver ).
Oemar Hamalik mendefinisikan media sebagai teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi antara guru dan murid dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Dari berbagai uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian dari alat pendidikan merupakan suatu perangkat atau media yang digunakan dalam proses pendidikan khususnya dalam pembelajaran kepada anak didik/siswa. Sedangkan pengertian media pendidikan sendiri secara keseluruhan memiliki arti yaitu segala bentuk yang dijadikan sebagai perantara dalam proses komunikasi dengan tujuan menyalurkan informasi antara guru dan siswa. Dengan kata lain bahwa media pendidikan merupakan bagian dari alat-alat pendidikan.
Terkait dalam pendidikan Islam, alat/media pendidikan Islam memiliki arti segala benda/bentuk yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. Alat ini mencakup apa saja yang dapat digunakan termasuk di dalamnya metode pendidikan Islam. Alat pendidikan Islam yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menuntun atau membimbing anak didik/siswa dalam masa pertumbuhannya agar kelak menjadi manusia berkepribadian muslim yang diridhai Allah Swt. Oleh karena itu, alat/media pendidikan ini harus searah dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dan tidak boleh bertentangan dengan koridor agama Islam.
Diantara yang termasuk dalam alat pendidikan Islam adalah sebagai berikut :
1. Pendidik.
2. Lembaga pendidikan yang memberikan tempat untuk dapat terlaksananya pendidikan formal atau informal.
3. Sarana dan prasarana pendidikan yang membantu kelancaran pelaksanaan pendidikan, terutama dalam proses belajar-mengajar.
4. Perpustakaan, yakni buku-buku referensi yang memberikan informasi ilmu pengetahuan kepada pendidik dan peserta didik.
5. Kecakapan atau kompetensi pendidik sehingga memberikan pengajaran yang professional dan sesuai dengan kapabilitasnya.
6. Metodologi pendidikan dan pendekatan sistem pengajaran yang digunakan, misal menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, atau pengajaran lainnya.
7. Manajemen pendidikan yang mengolah pelaksanaan pendidikan. Ini merupakan alat yang amat penting dalam pendidikan, seperti pengaturan jadwal mata pelajaran, penempatan pendidik dalam mata pelajaran tertentu, peraturan lama mengajar, pemenuhan gaji atau honorarium pendidik, penentuan rapat-rapat pendidik dan sebagainya.
8. Strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan belajar siswa dalam lembaga pendidikan tertentu, karena setiap lembaga pendidikan masing-masing memiliki visi misi yang berbeda-beda.
9. Evaluasi pendidikan dan evaluasi belajar.
10. Alat-alat bantu dalam pendidikan dapat berupa pengembangan teknik belajar-mengajar, diantaranya sebagai berikut :
1. Mengajar dengan menggunakan teknik kuis, sehingga terjadi persaingan dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pendidik.
2. Pertanyaan secara lisan di kelas.
3. Tugas individu.
4. Tugas kelompok.
5. Ulangan semester.
6. Ulangan kenaikan.
7. Laporan kerja praktik lapangan.
8. Responsi atau ujian praktik yang dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya.
Metode-metode dalam pendidkan Islam juga merupakan bagian dari alat-alat pendidikan. Semua metode dan alat-alat pendidikan dalam pendidikan Islam harus didasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam yang terkandung dalam Al-quran dan As-Sunnah, sesuai yang telah dipaparkan di atas berkenaan dengan pencapaian tujuan pendidikan Islam.

B. Manfaat Alat dan Media dalam Pendidikan Islam
Semakin berkembangnya teknologi dan semakin meluasnya ilmu pengetahuan, sangat mempengaruhi sistem pendidikan. Dengan demikian media/alat dalam proses pendidikan Islam pun tidak lepas adanya integrasi dari canggihnya teknologi. Sehingga alat/media pendidikan Islam yang menggunakan teknologi ini mampu mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran, yang nantinya akan mempertinggi hasil belajar yang hendak dicapai oleh siswa pula. Karena sesuai pada perkembangan teknologi dan pengatahuan tersebut alat/media pendidikan dewasa ini memiliki fungsi, sebagai berikut :
1. Membantu memudahkan belajar siswa dan memudahkan pengajaran bagi guru.
2. Memberikan pengalaman lebih nyata ( abstrak menjadi kongkret ).
3. Menarik perhatian siswa lebih besar, sehingga siswa lebih antusias untuk mengikuti pelajaran.
4. Semua panca indra yang dimiliki masing-masing murid dapat diaktifkan.
5. Dapat membangkitkan dunia teori dengan realitanya.
Perancangan konsep yang secara matang akan melengkapi fungsi dari media pendidikan yang digunakan. Sehingga media dalam kegiatan mengajar bagi guru bukan lagi suatu alat peraga melainkan sebagai pembawa informasi atau pesan pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa. Dengan demikian seorang guru lebih fokus pada pengembangan dan pengolahan individu ( siswa ) dan kegiatan belajar-mengajar.
Selain 5 fungsi media pendidikan di atas, menurut Dr. Nana Sudjana dan Drs. Ahmad Rivai media pendidikan dalam proses belajar siswa memiliki manfaat antara lain :
1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapt dipahami oleh siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak jenuh dan bosan dan guru tidak kehabisan tenaga.
4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sehingga tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
Dengan persepsi yang sama, pendapat lain disampaikan juga oleh Abu Bakar Muhammad mengenai fungsi/manfaat alat/media pendidikan, yaitu :
1. Mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dan memperjelas materi pelajaran yang sulit.
2. Mampu mempermudah pemahaman dan menjadikan pelajaran lebih hidup
( menarik).
3. Merangsang anak untuk bekerja dan menggerakan naluri kecintaan, melatih belajar dan menimbulkan kemauan keras untuk mempelajari sesuatu.
4. Membantu pembentukan kebiasaan, melahirkan pendapat memperhatikan dan memikirkan suatu pelajaran.
5. Menimbulkan kekuatan perhatian ( ingatan), mempertajam indra memperhalus perasaan dan cepat belajar.
Dari berbagai fungsi/manfaat alat/media pendidikan terkait pada pendidikan Islam, maka fungsi/manfaat media pendidikan dalam pendidikan Islam memiliki fungsi/manfaat yang sama. Perbedaan hanya terletak pada materi yang dikemas di dalam alat/medianya. Dalam pendidikan Islam, segala materi pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa bernuansa Islami sesuai pada tujuan pendidikan Islam, sehingga menarik perhatian siswa dan menumbuhkan semangat belajar siswa mengenai pendidikan Islam.
Namun dalam pemakaian alat/media pendidikan Islam harus memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Memudahkan dan menyedikitkan beban,
2. Berangsur-angsur demi terbentuknya pemahaman anak didik,
3. Menggembirakan dan tidak menimbulkan rasa takut,
4. Menyamakan persepsi tentang kebenaran,
5. Mengembangkan perbedaan pendapat sebagai rahmat Tuhan,
6. Penelitian yang meyakinkan. Penelitian ini merupakan salah satu alat pendidikan Islam yang sangat penting.
Media pendidikan/alat pendidikan yang bersifat non materi memiliki sifat yang abstrak dan hanya dapat diwujudkan melalui perbuatan dan tingkah laku seorang pendidik terhadap anak didiknya. Diantar media dan sumber belajar yang termasuk kedalam katagori ini adalah : keteladanan, perintah, tingkah laku, ganjaran dan hukuman.
C. Teknologi Informasi sebagai Alat dan Media dalam Pendidikan Islam
Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi, semakin berkembangnya sosial dan budaya tidak mudah hanya diikuti oleh ilmu pendidikan yang tradisional. Secara dinamis ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berubah mengikuti perkembangan zamannya.
Pengaruh dari perkembangan teknologi ini, masyarakatpun menjadi semakin dinamis dan ilmu berkembang semakin luas. Berkaitan dengan pendidikan perlu adanya keserasian dalam sistem kependidikan guna menghadapi tugas-tugas yang semakin komplek. Dalam hal ini dinyatakan bahwa seorang guru bukan satu-satunya yang dijadikan sumber belajar, karena di luar itu masih banyak sumber belajar yang lain yang dapat diakses sendiri oleh siswa, seperti koran, majalah, radio, televisi, dan internet.
Teknologi komunikasi yang di dalamnya mencakup teknologi informasi memegang peran yang penting dalam pendidikan saat ini. Pendidikan yang melibatkan manusia sebagai makhluk sosial, tidak bisa lepas dari fungsi pendidikan tersebut yakni interaksi melalui komunikasi antar sesamanya. Oleh karena itu pendidikan tidak akan berjalan tanpa adanya suatu komunikasi. Komunikasi tidak bisa berfungsi secara efektif jika tidak memiliki kecakapan dalam menyampaikan informasi agar dapat diterima oleh komunikan.
Di era globalisasi ini, teknologi komunikasi berkembang dengan pesat. Hal ini memungkinkan untuk bisa lebih mudah mengakses informasi dari seluruh penjuru dunia. Dengan perkembangan teknologi informasi pada masa kini, justru merupakan hal yang berperan penting dalam membantu proses pendidikian Islam khususnya. Dengan demikian adanya teknologi informasi dalam pendidikan Islam dapat menjadi pelengkap, sehingga proses pembelajaran tidak hanya disampaikan secara verbal saja. Misalnya pembelajaran materi tentang sholat fardhu, guru dapat menyampaikan materi dengan cara demonstrasikan melalui video sholat, film tentang sholat fardhu dan gerakan sholatnya. Dengan cara demikian materi akan lebih mengena pada diri anak, sebagai kelanjutannya perlu adanya praktek langsung dengan siswa. Bahkan materi sulit sekalipun seperti haji, merawat jenazah dan materi lain yang berkaitan dengan pendidikan Islam dapat dimudahkan dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Munculnya teknologi informasi, sangat banyak pengaruh positifnya karena segala informasi, baik ilmu pengetahuan, berita dan segala ilmu lainnya bisa kita akses secara langsung dan cepat serta informasi tersebut dapat dikirim ke seluruh penjuru dunia dalam hitungan detik saja. Hal ini merupakan peluang besar dan tantangan dalam pendidikan Islam khususnya. Peluang yang terlihat adalah besarnya kemungkinan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam ke seluruh pelosok dunia dengan menggunakan biaya minimal namun hasilnya bisa maksimal. Sebagai contoh internet akan menjadi alat penyebaran bagi perangkat teknologi informasi. Lembaga-lembaga pendidikan Islam dapat mendesain program-program e-learning, seperti pengajaran Al-Qur’an, ceramah-ceramah ulama, kajian-kajian agama Islam, materi pendidikan Islam, dapat di download dengan mudah oleh siapa saja dari seluruh negara. Sedangkan, tantangan yang akan muncul dari perkembangan teknologi informasi adalah persoalan nilai dan informasi itu sendiri. Maksudnya penyampaian berita-berita ataupun informasi yang bersifat mendistorsikan ajaran Islam, menjerumuskan umat melalui informasi yang salah atau informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Berdasarkan kenyataan di atas, dapat ditegaskan bahwa teknologi informasi dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, berperan signifikan dalam menyampaikan pengajaran pendidikan Islam ke seluruh penjuru dunia dalam upaya menghadapi “perang pemikiran” yang semakin meluas dari setiap lini kehidupan.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dalam pencapaian proses pendidikan Islam alat/media sangat berperan penting sebagai pelengkap dalam pelaksanaannya. Karena proses pengajaran dengan memanfaatkan alat/media pendidikan dirasa lebih memiliki daya tarik terhadap peserta didik dan mempermudah dalam menyerap materi pelajaran. Selain itu dapat memberikan situasi yang kondusif dan menimbulkan suasana belajar yang bervariasi sesuai pada alat/media yang digunakan yang menyesuaikan materi pelajaran.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mengakses segala informasi atau ilmu pengetahuan seantero jagad. Demikianpun ilmu tentang pendidikan Islam. Hal ini dapat dijadikan sebagai peluang bagi para pendidik untuk membantu dalam pencapaian tujuan pendidikan Islam. Karena dengan hadirnya teknologi informasi memudahkan dalam proses pelaksanaan tugas-tugasnya yang semakin kompleks, dan lebih menguntungkan dalam pelaksanaan pembelajarannya. Pendidik dapat dengan mudah mengakses materi-materi yang berkaitan dengan pendidikan Islam dengan cara men-dwonload sebagai referensi selain dari buku dalam penyampaian pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Sudjana, Nana., dan Rivai, Ahmad. 2007. Media Pengajaran. Bandung : Sinar Baru Algensindo Offset.
Basri, Hasan., dan Ahmad Saebani, Beni. 2010. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung : Pustaka Setia.
Tafsir, Ahmad. 2004. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Syukur, Fatah. 2004. Teknologi Pendidikan. Semarang : Rasail.
http://hmguwalor.guru-indonesia.net

https://dogetek.co/
https://solopellico3p.com/
https://thesrirachacookbook.com/
https://symbiantweet.com/
https://balad.org/
https://weareglory.com/
https://icanhasmotivation.com/
https://miralaonline.net/
https://rushor.com/
https://jeffmatsuda.com/
https://nashatakram.net/
https://egriechen.info/
https://mayleneandthesonsofdisaster.us/
https://mrmoseley.co.uk/
https://knowledgestudio.biz/
https://usgsprojects.org/
https://fascinasiansblog.com/
https://earlraytomblin.com/
https://cloudsoftwareprogram.org/
https://sam-worthington.net/
https://fleshlightvibroreview.com/
https://realviagraforsale-rxonline.com/
https://pharmacygig.com/
https://blog-fiesta.com/
https://chicagobearsjerseyspop.com/
https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/
https://obatpenyakitherpes.id/
https://lakonlokal.id/
https://obatsipilisampuh.id/
https://obatwasirambeien.id/
https://sorastudio.id/
https://pesantrenkilat.id/
https://balikpapanstore.id/
https://vhost.id/
https://busbagus.co.id/
https://zalala.co.id/
https://samarindatv.co.id/
https://namabayi.co.id/
https://jilbabbayi.co.id/
https://multi-part.co.id/
https://dunebuggyforsale.org/
https://www.anythingbutipod.com/
https://filehippo.co.id/
https://downloadapk.co.id/
https://uptodown.co.id/
https://jalantikus.app/
https://vidmate.co.id/
https://www.gurupendidikan.co.id/
https://www.dosenpendidikan.co.id/
https://pakdosen.co.id/
https://www.modelbajumuslimbatik.com/
https://duniapendidikan.co.id/
https://pengajar.co.id/
https://www.sekolahbahasainggris.co.id/
https://www.ilmubahasainggris.com/
https://pendidikan.co.id/
https://www.kuliahbahasainggris.com/
https://how.co.id/
https://merekbagus.co.id/
https://merkterbaik.com/
https://sel.co.id/
https://www.dosenmatematika.co.id/
https://www.ayoksinau.com/
https://www.ram.co.id/
https://situsiphone.com/
https://ngelag.com/
https://www.sudoway.id/
https://rollingstone.co.id/
https://voi.co.id/
https://cipaganti.co.id/
https://merpati.co.id/
https://daftarpaket.co.id/
https://merkbagus.id/

 
Comments Off on Makalah Pendidikan Islam

Posted in Pendidikan

 

DOSEN PAI DIMINTA MODERASI ISLAM

07 Nov

DOSEN PAI DIMINTA MODERASI ISLAM

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, meminta para dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) di kampus Perguruan Tinggi Umum (PTU) menjadi agen moderasi Islam. Hal tersebut disampaikan Kamaruddin pada Forum Pertemuan Dosen PAI pada PTU yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Agama Islam di Bogor, belum lama ini.

Dosen PAI dituntut lebih aktif melakukan mainstreaming moderasi Islam, mengingat

dosen agama ini membawahi lebih dari lima juta mahasiswa. Para dosen tersebut memegang peran vital. Terlebih pada perkembangan lima tahun terakhir, titik-titik radikalisme agama ditengarai tumbuh di lingkungan PTU.

“Perilaku keagamaan itu berkorelasi dengan pengetahuan keagamaan,” tegasnya. Menurut Kamaruddin, menjadi tugas dosen PAI untuk memberikan wawasan keagamaan yang mendalam kepada mahasiswa. Mahasiswa menjadi radikal salah satunya disebabkan minimnya wawasan keagamaan, sehingga mereka mencari sendiri melalui media yang ada saat ini termasuk media sosial.

Ketika media sosial menginformasikan tentang ajaran Islam, mereka menelan mentah-mentah

dan menganggapnya sebagai kebenaran yang harus diikuti, diyakini dan diamalkan.Kamaruddin juga meminta para dosen selain menulis buku atau karya ilmiah untuk kebutuhan akademik, juga menulis bahan bacaan bagi masyarakat awam.

“Akademisi kita kalau menulis terlalu akademis, sehingga tidak bisa dikonsumsi masyarakat awam. Hal itulah yang menjadikan para mahasiswa atau masyarakat kemudian mengakses sumber informasi lainnya,” tuturnya.

Sebelumnya, Dosen Pascasarjana UIN Jakarta, Fuad Jabali, memaparkan hasil penelitian PPIM UIN

Syarif Hidayatullah Jakarta. Menurut dia, mahasiswa yang sering mengakses internet, pemahaman keagamaannya lebih radikal dibanding yang jarang mengaksesnya.

Direktur PAI, Imam Safei, mendorong para dosen melakukan banyak inovasi dan kreasi termasuk di bidang penelitian dan pengabdiannya yang mendukung kualitas pembelajaran agama. “Dosen harus menjadi inovator dan creator, sehingga mahasiswa akan menjadikan para dosen PAI sebagai icon sumber keilmuan keagamaannya,” jelas Imam.

 

Baca Juga :

 
Comments Off on DOSEN PAI DIMINTA MODERASI ISLAM

Posted in Pendidikan

 

60 Persen Sekolah Terapkan Pendidikan Karakter

07 Nov

60 Persen Sekolah Terapkan Pendidikan Karakter

 

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo

, ingin meningkatkan pendidikan bagi masyarakat desa. Merealisasikan hal tersebut, Eko mengadakan pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy, di kantor Kemendikbud, beberapa waktu lalu.

Menurut Eko, pertemuan dua kementerian ini membahas tentang paparan program kerja sama

di bidang pembangunan pendidikan masyarakat desa. ”Kami mengajak Kemendikbud memasukkan 2.941 PAUD hasil dana desa 2017 agar masuk di Dapodik Sep 2018, sehingga TA 2019 mendapat Bantuan Operasional Kegiatan (BOK) senilai Rp600.000 per siswa. Artinya, sekitar Rp35 miliar untuk mengisi PAUD baru tersebut,” katanya.

Eko menambahkan, saat ini PAUD masuk wajib belajar sesuai Peraturan Pemerintah

(PP) Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Di mana nantinya setiap anak usia 5-6 tahun harus bisa difasilitasi masuk PAUD.

”Di Kemendesa, PDTT ini difasilitasi Program Sistem Informasi

Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) di Ditjen PPMD,” tutur Eko

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

 
Comments Off on 60 Persen Sekolah Terapkan Pendidikan Karakter

Posted in Pendidikan

 

SISTEM PPDB UBAH SISTEM PENDIDIKAN

07 Nov

SISTEM PPDB UBAH SISTEM PENDIDIKAN

 

Sejak 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan zonasi dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Hal itu agar melalui zonasi pemerintah ingin melakukan reformasi sekolah secara menyeluruh. Zonasi merupakan salah satu strategi percepatan pemerataan pendidikan yang berkualitas.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, sistem tersebut dapat mengubah sistem pendidikan di Indonesia. “Target kita bukan hanya pemerataan akses pada layanan pendidikan saja, tetapi juga pemerataan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Mendikbud menuturkan, kebijakan zonasi diambil sebagai respons

atas terjadinya “kasta” dalam sistem pendidikan yang selama ini ada karena dilakukannya seleksi kualitas calon peserta didik dalam penerimaan peserta didik baru. “Tidak boleh ada favoritisme. Po la piki r kastanisasi dan favoritisme dalam pendidikan semacam itu harus kita ubah. Seleksi dalam zonasi dibolehkan hanya untuk penempatan (placement),” katanya.

Semenatar itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad mengatakan, sistem zonasi telah diimplementasikan secara bertahap sejak 2016 yang diawali dengan penggunaan zonasi untuk penyelenggaraan ujian nasional. Lalu pada 2017 sistem zonasi untuk pertama kalinya diterapkan dalam PPDB, dan disempurnakan di tahun 2018 melalui Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 yang menggantikan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB.

Ia menambahkan, Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 diterbitkan untuk mengakomodasi

hal-hal yang banyak dikeluhkan dalam Permendikbud sebelumnya, antara lain mengenai jumlah rombongan belajar (rombel) dan jumlah siswa. Dalam penerapan zonasi tahun ini dilakukan penyesuaian jumlah rombel dan jumlah siswa dalam rombel sehingga dapat dicari solusi untuk permasalahan yang terjadi dalam implementasi zonasi pada PPDB tahun lalu.

 

Sumber :

https://voi.co.id/

 

 
Comments Off on SISTEM PPDB UBAH SISTEM PENDIDIKAN

Posted in Pendidikan

 

Ingin Lahirkan Komikus Muda, Yongky Sui Khiong Mengajar Ekskul Komik

16 Sep

Ingin Lahirkan Komikus Muda, Yongky Sui Khiong Mengajar Ekskul Komik

 

Siapa yang tidak suka membaca komik? Tentu keba­nyakan dari kita,

anak-anak mau­pun dewasa, pernah mem­baca komik. Sayangnya, saat ini, komik yang banyak beredar di Indonesia merupakan komik-komik luar negeri.

Karena itu, salah seorang kartunis dan komikus asal Bogor, Yongky Sui Khiong, temotivasi untuk mengajarakan ilmunya kepada anak-anak sekolah. ”Harapannya, beberapa dari me­reka bisa menjadi komikus dan dikenal di nasional bahkan dunia internasional,” tuturnya.

Yongky mengungkapkan, komik dari Indonesia juga perlu dihargai, untuk memperkenalkan budaya, tradisi bahkan kebiasaan yang dilakukan di Indonesia. ”Sekarang ini malah komik yang isinya budaya-budaya luar yang banyak dibaca anak-anak, hal tersebut menjadi perhatian saya,” tuturnya.

Ia mengaku, sudah sejak lima tahun rutin mengajar ekstra­kurikuler

komik di beberapa sekolah di Kota Bogor. ”Budaya Indonesia yang sudah melekat pada diri kita masing-masing sejak lahir, itulah yang seharusnya tertuang dalam komik-komik yang kita baca. Saya motivasi mereka, karena komikus Indonesia butuh regenerasi,” jelas Yongky.

Ia menjelaskan, dirinya mene­kuni komik karena memang sudah memiliki bakat menggam­bar sejak SD dan sudah mengi­kuti berbagai kompetisi.

”Awalnya saya ikut lomba-lomba melukis, belum menda­lami dunia komik dan kartun.

Tapi memang sudah suka menggambar sejak kecil,” bebernya.

Lulusan Institut Kesenian Jakarta ini mengaku sudah sejak di bangku kuliah menekuni dunia komik termotivasi setelah melihat kakak kelasnya, yang saat ini merupakan tokoh komikus ternama di Indonesia, yaitu Mice dan Benny, yang aktif di membuat kartun dan komik di majalah dinding kampus. ”Jadi waktu itu, 1990, mulai menekuni komik, dan 1999 saya mulai mengirimkan hasil gambar saya ke media-media nasional,” tuturnya.

Ketika gambarnya diterbitkan di media, Yongky jadi lebih termotivasi. Mulai dari situ ia aktif mengikuti komunitas dan kegiatan yang berkaitan dengan komik. ”Bahkan beberapa kali saya diundang komunitas komik nasional untuk mengkuti pa­meran maupun menjadi pema­teri,” terang Yongky.

Ia mengaku, dengan komik, dirinya bisa jujur mengeks­pre­sikan diri. ”Apa yang tertuang da­lam gambar, itulah yang ingin saya ekspresikan,” tukanya

 

Baca Juga :

 
Comments Off on Ingin Lahirkan Komikus Muda, Yongky Sui Khiong Mengajar Ekskul Komik

Posted in Pendidikan

 

SMAN 8 Bogor Hadirkan 31 PT

16 Sep

SMAN 8 Bogor Hadirkan 31 PT

 

Kegiatan pameran atau ekspo perguruan tinggi akhir-akhir ini dirasa penting

dan banyak dibutuhkan siswa. Hal tersebut karena sangat membantu siswa SMA kelas 12 yang sebentar lagi mengikuti UNBK dan akan melanjutkan ke jenjang selanjutnya, agar tidak bingung dalam memilih perguruan tinggi dengan program studi yang tepat bagi dirinya di masa depan.

SMAN 8 Bogor pun menggelar ekspo perguruan tinggi (PT), kemarin (23/1) Menurut Kepala SMAN 8 Bogor Dedeh Rohayati, kegiatan ini untuk memfasilitasi siswa kelas 12 dengan menghadirkan 31 perguruan tinggi, 19 PT negeri dan 12 PT swasta.

“Saya harap dengan adanya kegiatan ini, anak dapat termotivasi untuk

bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan sesuai dengan yang mereka minati. Terlebih lagi, banyak kakak kelas alumni SMAN 8 Bogor yang sudah berada di bangku kuliah hadir hari ini (kemarin, red),” tutur Dedeh.

Hal ini, menurut Dedeh, tentunya mempermudah siswa kelas 12 men­dapatkan informasi tentang perguruan tinggi, mereka cukup datang di satu tempat saja.
”Dengan begitu siswa bisa memban­dingkan langsung antar perguruan tinggi. Mereka juga bisa bertanya langsung lebih detail hal-hal yang ingin mereka ketahui tentang perguruan tinggi terkait,” bebernya.

Dedeh menuturkan, orang tua siswa kelas 12 pada khususnya turut diundang

untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. “Hal ini untuk menciptakan keselarasan antara keinginan siswa dengan orang tua yang terkadang berbeda,” katanya.

Salah seorang orang tua siswa dari Nevindra kelas 12 Ipa, Ida, mengaku dengan adanya kegiatan ini sangat terfasilitasi karena dapat mengirit waktu sehingga sayang jika dilewatkan.

”Kita tidak harus datang ke PT satu per satu, sehingga irit waktu, irit tenaga, dan bisa jadi bahan perbandingan bagi kami yang lebih lengkap, karena anak menjadi prioritas saya,” jelasnya.(cr1/c)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

 
Comments Off on SMAN 8 Bogor Hadirkan 31 PT

Posted in Pendidikan

 

LaSastra 5 Himpun 500 Peserta

16 Sep

LaSastra 5 Himpun 500 Peserta

 

Dirintis sejak 2001, SMAN 5 Bogor berhasil mem­buat acara lomba bahasa

dan sastra yang tersohor hingga di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Acara tersebut diusung dengan nama LaSastra 5 yang rutin digelar se­tiap tahun oleh SMAN 5 Bogor dengan panitia yang merupakan gabungan dari guru, anggota OSIS , juga MPK. Kemarin (17/1), ratusan siswa tingkat SMP maupun SMA memadati ge­dung SMAN 5 Bogor untuk mengikuti setiap lomba pada LaSastra 5.

Menjadi suatu kebanggaan sekolah, bahkan Kota Bogor, karena baru tahun ini peserta yang mengikuti lomba di La­Sasta 5 memperebutkan piala bergilir dari gubernur Jawa Barat. Menurut Kepala SMAN 5 Bogor, Dewi Suhartini, kegia­tan ini sebenarnya berawal dari ke­inginan kuat siswa SMAN 5 Bogor untuk merayakan bulan bahasa dan sastra Indonesia.

“Karena itu, dulu pada awal-awal kegiatan ini ada, dilak­sanakan di bulan Oktober.

Na­­mun, sekarang sengaja dilak­sanakan Januari, karena untuk mengefektifkan kegiatan siswa, dalam satu minggu ini, kita mengadakan tiga kegiatan besar, termasuk LaSastra 5 ini,” tutur Dewi.

Kegiatan LaSastra 5 bertujuan untuk menciptakan insan-insan muda yang gemar dan cinta akan bahasanya sendiri, yaitu bahasa Indonesia. “Juga sebagai wadah bagi pelajar untuk meningkatkan kreativitas, mi­nat, serta bakat mereka di bidang sastra. Tentunya dengan arahan yang baik dan benar,” terangnya.

Pada hari itu, Ketua Panitia LaSastra 5 dengan bangga mengumumkan terdapat lebih dari 500 siswa

yang menjadi peserta. “Sekitar 249 merupakan peserta di tingkat SMP atau sederajat dan 234 merupakan peserta tingkat SMA atau sederajat,” tuturnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala BP3 Wilayah 1, Heri Pansila, yang pada kesempatan hari itu membuka kegiatan secara simbolis dengan pemukulan gong. Ditemani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahruddin, yang pada hari itu juga menuturkan kebanggaannya atas pencapaian SMAN 5 Bogor yang merupakan almamaternya

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

 
Comments Off on LaSastra 5 Himpun 500 Peserta

Posted in Pendidikan

 

Lima Guru Jawa Barat Raih Penghargaan Een Sukaesih Award 2018

28 Aug

Lima Guru Jawa Barat Raih Penghargaan Een Sukaesih Award 2018

 

Mulai hari ini, siswa SD hingga SMA dianjurkan berjalan kaki minimal 50 sampai 100 meter

sebelum tiba di gerbang sekolah. Ini merupakan program Ngabring ka Sakola (Ngabaso) yang diresmikan oleh Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil di hotel Mason Pine Padalarang, pada Kamis 22 November 2018.

Seperti yang dirilis oleh Humas.jabarprov.go.id, program ini ada untuk membiasakan siswa berjalan kaki ke sekolah agar lebih sehat. Selain itu, Program ‘Ngabaso’ ini akan meningkatkan interaksi sosial siswa dengan teman sekolahnya, sehingga tumbuh sikap tolerasi dan kekompakan bersama.

” Kita mewajibkan orang tua untuk mengantar anaknya sekolah tapi tidak sampai pintu gerbang melainkan ada jarak radius 50 sampai 100 meter. Mudah-mudahan dengan program ini akan melahirkan anak-anak yang lebih peduli kepada sesama dan punya empat nilai utama,” ujar Gubernur Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat mengatakan empat nilai utama tersebut yaitu memiliki kekuatan fisik

, kecerdasan akal, akhlak dan nilai spiritualnya. Empat nilai tersebut akan mampu diterjemahkan dalam program pendidikan karakter salah satunya dalam Program ‘Ngabaso’.

Dalam penerapan program ini, Gubernur Jawa Barat menganjurkan kepada siswa yang berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan umum untuk berhenti 100 mener sebelum tiba di sekolah. Setelah itu siswa dianjurkan berjalan kaki bersama-sama. Siswa juga dapat berfoto bersama saat menjalankan program ini dan mengunggahnya ke media sosial.

“Hari ini kan zaman digital jadi waktu anak berjalan ke sekolah sambil ngabringnya difoto

atau divideo, ada keseruan disitu sehingga akhirnya lahir budaya baru di Jabar bahwa anak tidak manja dan mau berjalan kaki ke sekolah,” ujar Gubernur Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat pun meminta komitmen dari para guru dan kepala sekolah untuk mensukseskan dan mengawal salah satu program unggulan tersebut.***

Baca Juga :

 
Comments Off on Lima Guru Jawa Barat Raih Penghargaan Een Sukaesih Award 2018

Posted in Pendidikan

 

SMAN 4 Bandung Selenggarakan Festival Ghifari

28 Aug

SMAN 4 Bandung Selenggarakan Festival Ghifari

 

Untuk ke tujuh kalinya, SMAN 4 Bandung menyelenggarakan Festival Ghifari.

Agenda tahunan tersebut berlangsung di lingkungan SMAN 4 Bandung pada 13-14 Februari 2019. Pada tahun ini, festival tersebut menjajakan enam lomba keislaman yang diikuti oleh siswa SMP dan Mts se Kota Bandung, yakni lomba nasyid, dakwah, kaligrafi, cedas cermat islam, musabaqah tilawatil quran (MTQ), dan musabaqah hifdzil quran (MHQ).

Kepala SMAN 4 Bandung, Andang Segara mengatakan, festival tersebut merupakan upaya sekolah untuk meningkatkan kegiatan positif, khususnya di bidang keagamaan. Pada awalnya, Andang bercerita, kegiatan tersebut dilatar belakangi agar siswanya mampu memakmurkan Masjid sekolah dengan berbagai perlombaan islami, sekaligus menjaring siswa yang memiliki prestasi di berbagai bidang. “Maka dari itu kegiatan tersebut dinamakan Festival Ghifari, sesuai dengan nama masjid SMAN 4 Bandung,” tutur Andang saat ditemui di ruangannya, Rabu, (13/2/2019).

Namun sejak dua tahun ke belakang, Sekolah yang beralamat di Jalan Gardujati

nomor 20, Kebun Jeruk Kecamatan Andir tersebut mulai memperluas kegiatannya dengan mengundang sekolah lain sebagai peserta. “Kita undang SMP dan MTs se Kota Bandung agar bisa bersilaturahmi dengan kegiatan yang positif dengan penuh nuansa agamis,” ucapnya.

Selain itu, bukan tanpa alasan mengapa kegiatan tersebut dilaksanakan pada pertengahan Februari

. Adang menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan guna menghindari siswanya untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti melakukan perayaan hari Valentine. “Bahasa sunda nya, kita itu ngabebenjokeun, menghindarkan anak-anak dari hal yang negatif. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembelajaran dan termasuk dalam pendidikan karakter siswa,” tambahnya.

Salah satu peserta lomba, Ahmad Yusup Taptazani mengapreasi kegiatan tersebut. Siswa yang mengikuti lomba nasyid itu mengatakan

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

 
Comments Off on SMAN 4 Bandung Selenggarakan Festival Ghifari

Posted in Pendidikan

 

DPRD Kota Depok Kunjungi Dinas Pendidikan Jawa Bara

28 Aug

DPRD Kota Depok Kunjungi Dinas Pendidikan Jawa Bara

 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi D Kota Depok mengadakan kunjungan ke Dinas Pendidikan Jawa Barat, Senin, (11/2/2019). Kunjungan tersebut membahas kegiatan pendidikan di Kota Depok.

Kunjungan tersebut dijamu oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wiliyah II, Dadang Ruhyat, Kepala Seksi Pelayanan KCD II, I Made Supriatna dan Kasi Kesejahteraan Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Budi Hermawan.

Dadang mengatakan, salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut

adalah mengenai kebijakan yang diterapkan dinas pendidikan di Kota Depok, salah satunya adalah mengenai aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Selain itu, forum tersebut pun mengimbau agar dibuatkan alur komunikasi antara Dinas Pendidikan Provinsi dengan anggota DPR.

“Kita bisa saling komunikasi. Dan kalau misalnya ada aduan dari masyarakat, kita juga bisa gunakan media sosial Dinas Pendidikan, baik melalui web dan media sosial lainnya,” tutur Dadang.

Mengenai PPDB, Made menjelaskan bahwa regulasinya sudah ditentukan oleh pusat

. Sedangkan pada teknisnya diserahkan kepada wewenang pemerintah provinsi. Dia pun mengatakan, di Kota Depok sudah dibagi beberpa zonasi agar sesuai dengan skema yang diatur. “Kita sudah buat pembagian zonasi di Kota Depok, hanya masih dalam tahap rancangan, belum disahkan oleh pimpinan,” tambahnya.

Kemudian, mengenai pemerataan guru dan tenaga pendidik

, Budi mengatakan, proses tersebut mengacu pada peraturan yang sudah diterapkan. Budi menegaskan, Disdik Jabar akan selalu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidik serta pemerataan tenaga pendidik di Jawa Barat.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

 
Comments Off on DPRD Kota Depok Kunjungi Dinas Pendidikan Jawa Bara

Posted in Pendidikan