RSS
 

Buku Tentang Tumbuhan Paku

31 Mar

Buku Tentang Tumbuhan Paku

 

blog.ub.ac.id – A. Pengertian dan Ciri-Ciri Pteridophyta
Tumbuhan paku merupakan suatu divisi yang telah jelas mempunyai kormus, artinya tubuhnya dengan nyata dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya, yaitu akar, batang dan daun. Namun demikian, pada tumbuhan paku belum dihasilkan biji. Alat perkembangbiakan tumbuhan paku yang utama adalah spora.
Tumbuhan paku memiliki 4 struktur penting, yaitu lapisan pelindung sel (jaket steril) yang terdapat disekeliling organ reproduksi, embrio multiseluler yang terdapat dalam arkegonium, kutikula pada bagian luar , dan yang paling penting adalah sistem transport internal yang mengangkut air dan zat makanan dari dalam tanah. Sistem transport ini sama baiknya seperti pengorganisasian transport air dan zat makanan pada tumbuhan tingkat tinggi.
1. Akar
Bersifat seperti akar serabut, ujungnya dilindungi kaliptra yang terdiri atas sel–sel yang dapat dibedakan dengan sel–sel akarnya sendiri.
2. Batang
Pada sebagian jenis tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah berupa rimbang , mungkin menjalar atau sedikit tegak. Jika muncul di atas permukaan tanah, batangnya sangat pendek sekitar 0,5 m. akan tetapi ada batang beberapa jenis tumbuhan paku seperti paku pohon/paku tiang yang panjangnya mencapai 5 m dan kadang – kadang bercabang misalnya: Alsophilla dan Cyathea.
3. Daun
Daun selalu melingkar dan menggulung pada usia muda . berdasarkan bentuk ukuran dan susunanya, daun paku dibedakan antara epidermis, daging daun, dan tulang daun. Berdasarkan ukurannya, daun Pteridophyta dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Mikrofil
Daun ini berbentuk kecil–kecil seperti rambut atau sisik, tidak bertangkai dan tidak bertulang daun, belum memperlihatkan diferensiasi sel, dan tidak dapat dibedakan antara epidermis, daging daun dan tulang daun.
b) Makrofil
Merupakan daun yang bentuknya besar, bertangkai dan bertulang daun, serta bercabang-cabang. Sel–sel penyusunnya telah memperlihatkan diferensiasi, yaitu dapat dibedakan antara jaringan tiang, jaringan bunga karang, tulang daun, serta stomata (mulut daun).

Daun paku tumbuh dari percabangan tulang daun yang disebut frond, dan keseluruhan daun dalam satu tangkai daun disebut Pinna. Jika diperhatikan pada permukaan bagian daun (frond) terdapat bentuk berupa titik-titik hitam yang disebut sorus, dalam sorus terdapat kumpulan sporangia yang merupakan tempat atau wadah dari spora.
Susunan sorus pada Pteridophyta
Tidak semua daun paku memiliki sorus (sori), daun paku yang memiliki sorus merupakan daun fertil yang disebut daun sporofil, daun paku yang tidak memiliki sorus disebut daun steril. Daun ini banyak mengandung klorofil dan banyak dimanfaatkan untuk proses fotosintesis. Daun ini disebut daun tropofil.
Ditinjau dari fungsinya, daun tumbuhan paku dibedakan atas:
a) Tropofil
Merupakan daun yang khusus untuk fotosintesis.
b) Sporofil
Daun ini berfungsi untuk menghasilkan spora. Tetapi daun ini juga dapat melakukan fotosintesis, sehingga disebut pula sebagai troposporofil. Adapun struktur sorus adalah bagian luar dari sorus berbentuk selaput tipis yang disebut indusium. Bagian dalam sorus terdapat kumpulan sporangium yang didalamnya berisi ribuan spora. Jika daun sporofil (daun fertil) diletakkan di atas permukaan kertas polos, maka bentuk spora akan terlihat seperti serbuk bedak berwarna hitam, coklat, kemerahan, kuning atau hijau tergantung jenis tumbuhan pakunya. Masing-masing spora akan tumbuh menjadi paku dewasa melalui proses yang kompleks.
B. Klasifikasi Pteridophyta
Pteridophyta dibagi menjadi 4 subdivisi, yaitu Psilopsida, Lycophyta, Sphenophyta dan Pterophyta.
1. Paku Purba (Psilopsida)
Jenis paku ini sebagian besar telah punah, tumbuhan ini belum berdaun dan berakar, batang telah mempunyai berkas pengangkut, bercabang cabang menggarpu dengan sporangium pada ujung cabang-cabangnya. Tumbuhan paku purba yang masih hidup saat ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies sampai 13 spesies dari dua genus. Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis. Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak memiliki daun sejati.
Paku purba yang memilki daun pada umumnya berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik. Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. Batang paku purba mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang. Sporofil paku purba menghasilkan satu jenis spora (homospora). Gametofitnya tidak memiliki klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk memperoleh nutrisi. Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun (Rhynia) dan paku purba berdaun kecil (Psilotum).

(a) Psilotum nudum (b) Rhynia major
2. Paku Kawat (Lycopsida)
Tumbuhan paku ini berdaun kecil, tersusun spiral, sporangium terkumpul dalam strobilus dan muncul di ketiak daun, batang seperti kawat. Paku kawat mencakup 1.000 spesies tumbuhan paku, terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella. Paku kawat banyak tumbuh di hutan-hutan daerah tropis dan subtropis. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. Anggota paku kawat memiliki akar, batang, dan daun sejati. Daun tumbuhan paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Pada paku rane (Selaginella) sporangium terdiri dari dua jenis, yaitu mikrosporangium dan megasporangium. Mikrosporangium terdapat pada mikrosporofil (daun yang mengandung mikrosporangium). Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan. Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang mengandung megasporangium). Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina.
Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil. Gametofit memperoleh makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannnya. Gemetofit paku kawat ada yang uniseksual, yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual, yaitu mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. Selaginella merupakan tumbuhan paku heterospora sedangkan gametofit biseksual terdapat pada Lycopodium.

3. Paku Ekor Kuda (Sphenopsida)
Tumbuhan paku ini memiliki daun mirip kawat serta daunnya tersusun dalam satu lingkaran. Bentuk batangnya mirip dengan ekor kuda. Oleh karenanya, divisio ini disebut paku ekor kuda.
Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 25 spesies dari satu genus, yaitu Equisetum. Equisetum terutama hidup pada habitat lembab di daerah subtropis. Equisetum yang tertinggi hanya mencapai 4,5 m sedangkan rata-rata tinggi Equisetum kurang dari 1 m. Equisetum memiliki akar, batang, dan daun sejati. Batangnya beruas dan pada setiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik. Equisetum disebut paku ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda. Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika. Sporangium terdapat pada strobilus. Sporangium menghasilkan satu jenis spora, sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa milimeter tetapi dapat melakukan fotosintesis. Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual.

Equisetum debile
4. Paku Sejati (Pteropsida)
Pterophyta telah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Daun umumnya berukuran besar atau disebut juga megafil. Batangnya dapat tumbuh di bawah tanah (seperti rhizoma) ataupun batangnya tumbuh di atas tanah. Ciri yang khas pada divisio ini adalah daun mudanya yang menggulung atau disebut juga circinnatus dan di bagian permukaan bawah daunnya terdapat sorus.
Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat. Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12.000 jenis dari kelas Filicinae. Filicinae memiliki akar, batang, dan daun sejati. Batang dapat berupa batang dalam (rizom) atau batang di atas permukaan tanah. Daun Filicinae umumnya berukuran besar dan memiliki tulang daun bercabang. Daun mudanya memiliki ciri khas yaitu tumbuh menggulung (circinnatus). Jenis paku yang termasuk paku sejati yaitu Semanggi (Marsilea crenata), Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum cuneatum), Paku sawah (Azolla pinnata), dan Dicksonia antarctica.

C. Reproduksi Pteridophyta
Reproduksi tumbuhan ini dapat secara aseksual (vegetative), yakni dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora. Reproduksi secara seksual (generative) melalui pembentukan sel kelamin jantan dan betina oleh alat–alat kelamin (gametogonium). Gametogonium jantan (anteredium) menghasilkan spermatozoid dan gametogonium betina menghasilkan sel telur (ovum), seperti halnya tumbuhan lumut , tumbuhan paku mengalami metagenesis (pergiliran keturunan).

Siklus Hidup Paku Sejati
Siklus hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase utama: gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus atau protalium yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun. Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Dari prothallium berkembang anteridium (organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (organ penghasil (ovum atau sel telur). Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.
Ditinjau dari macam spora yang dihasilkan , tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi tiga golongan seperti berikut ini.
1. Paku Homospora (isospora)
Menghasilkan satu jenis spora, misalnya Lycopodium (paku kawat).

2. Paku Heterospora
Menghasilkan dua jenis spora yanhg berlainan; yaitu mikrospora berkelamin jantan dan makrospora (mega spora) berkelamin betina, misalnya : Marsilea (semanggi), Selaginella (paku rane).

Paku Heterospora
3. Paku Peralihan
Paku ini merupakan peralihan antara homospora dengan heterospora, yaitu paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya, satu berjenis kelamin jantan dan lainnya berjenis kelamin betina, misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda).

Paku Peralihan
D. Manfaat Pteridophyta
1. Sebagai bahan penghasil obat-obatan. Beberapa jenis tumbuhan paku dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan baku untuk membuat obat-obatan. Diantaranya seperti : Lycopodium clavatum, Aspidium sp., Dryopteris filix-mas
– Lycopodium clavatum atau paku kawat
Lycopodium clavatum adalah spesies dari tumbuhan genus Lycopodium.Tumbuhan dalam genus ini telah banyak digunakan sebagai obat tradisional, misalnya untuk obat luka memar, keseleo, bengkak, dan keracunan organofosfat. Genus ini mengandung senyawa alkaloid dengan sistem cincin yang unik serta mempunyai aspek biogenetik dan biologi yang menarik. Senyawa alkaloid dari genus Lycopodium yang dikenal sebagai alkaloid likopodium merupakan alkaloid dengan tipe kuinolizin, piridin, dan a-piridon. Berdasarkan strukturnya, alkaloid dari Lycopodium dibagi dalam 4 kelompok senyawa, yaitu likopodin, likodin, fawcetimin dan kelompok lain-lain.
Klasifikasi:
Kingdom Plantae
Divisi Lycopodiophyta
Kelas Lycopodiopsida
Ordo Lycopodiales
Family Lycopodiaceae
Genus Lycopodium
Spesies Lycopodium clavatum
– Gleichenia linearis (paku andam, paku rasam, reusam, paku rotan, paku resam)
Tumbuhan ini tumbuh melilit dan bercabang seperti garpu. Tingginya dapat mencapai 3–10 kaki. Akar rimpangnya tumbuh di dekat permukaan tanah dan keluar batang keras yang tumbuh keatas.kegunaanya untuk pemecah bisul, obat luka memar.
Klasifikasi:
Kingdom Plantae
Divisi Pteridophyta
Kelas Gleicheniopsida
Ordo Gleicheniales
Family Gleicheniaceae
Genus Gleichenia
Spesies Gleichenia linearis (Burm. f.) C. B

– Nephroleps exaltata (paku gunung)
Tanaman ini biasa disebut paku boston. Nama bahasa inggrisnya boston fern atau sword fern. Mudah mengenali tanaman ini, daunnya hijau muda, dengan bintik hitam di bagian bawah. Bintik hitam itu adalah spora untuk perkembangbiakannya. Bentuk daun panjang-panjang, tidak tegak, tidak pula menjuntai. Tanaman ni biasa diletakkan di manapun.
Selain sebagai tanaman hias, Nephrolepis ini memiliki manfaat yang istimewa khususnya pada Nephrolepis exaltata, pelitian Badan Antariksa AS (NASA) menyebutkan tanaman ini sebagai penyerap paling efektif, terutama formaldehid, xylene, trichlloroethylen, dan karbon monoksida. NASA bahkan merekomendasi tanaman ini diletakkan dalam ruangan, karena mampu menyerap formaldehid dari tembok maupun furniture. Selain mudah dikembangkan, mudah perawatannya, tanaman ini pun relative murah harganya. Selain itu dari segi ekonomi, Nephrolepis memilki manfaat :
• Sebagai bahan pembuatan obat cacing.
• Dapat mengobati kanker perut.
• Digunakan sebagai bahan bangunan di derah-daerah tropis.
• Sebagai sayur-sayuran.
Klasifikasi:
Kingdom Plantae
Divisi Pteridophyta
Kelas Pteridopsida
Ordo Polypodiales
Family Dryopteridaceae
Genus Nephrolepis
Spesies Nephrolepis exaltata

2. Sebagai tanaman sayur yang sehat. Beberapa jenis tumbuhan paku seperti Marsilea crenata (semanggi) dan Salvinia natans (paku sampan atau kiambang) diamnfaatkan sebagai sayuran yang bermanfaat untuk kesehatan manusia.
3. Sebagai pupuk hijau . Selain itu, tumbuhan paku juga dimanfaatkan manusia untuk membuat pupuk hijau. Beberapa jenis tumbuhan paku yang dipakai untuk membuat pupuk hijau adalah Azolla pinnata yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae (gangang biru).
4. Sebagai tanaman hias. Selain beberapa manfaat di atas, tumbuhan ini juga ternyata bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias untuk memperindah rumah. Berikut adalah jenis tumbuhan paku yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias:
– Platycerium nidus (paku tanduk rusa)
– Asplenium nidus (paku sarang burung)
– Adiantum cuneatum (suplir)
– Selaginella wildenowii (paku rane)

 

Sumber :

Klasifikasi Tumbuhan Paku : Pengertian, Ciri, Jenis dan Habitatnya

 
Comments Off on Buku Tentang Tumbuhan Paku

Posted in Pendidikan