Pengembang front-end bukanlah posisi yang mudah dijangkau. Anda harus memiliki minimal 10 skill yang harus dimiliki oleh front end developer berikut ini. Dengan sepuluh keterampilan ini, Anda dapat masuk ke ruang wawancara dengan percaya diri dan mendapatkan kesepakatan bergaji tinggi yang selalu Anda inginkan.

Kalau soal gaji seperti ini, kamu pasti lebih semangat untuk menguasai skill itu, bukan?

Untuk lebih jelasnya, berikut 10 skill yang harus dimiliki front-end developer.

 

(1) Penguasaan bahasa pemrograman CSS dan HTML

Keterampilan dasar yang perlu Anda kuasai untuk menjadi seorang front-end developer adalah bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman yang perlu Anda kuasai sebagai modal dasar pemrograman adalah HTML dan CSS. Seberapa penting sebenarnya kedua bahasa pemrograman ini?

Mengutip Skillcrush.com, Anda tidak bisa meletakkan gambar di halaman tanpa HTML, lho! Selain itu, Anda tidak akan dapat membuat situs web tanpa mengetahui HTML dan CSS! Sekarang Anda sudah tahu betapa pentingnya kedua bahasa pemrograman ini, bukan?

(2) Harus bisa menggunakan JavaScript atau JS!

Javascript atau JS adalah hal penting kedua yang harus dikuasai oleh setiap frontend developer. JS sendiri digunakan untuk menambahkan berbagai fungsi pada sebuah website. Jika Anda ingin melihat cara kerja Javascript, kunjungi Pinterest.

Jika Anda mengklik tombol pin, halaman Pinterest tidak akan dimuat ulang (situs web normal akan dimuat ulang). Dalam praktiknya, Javascript sebenarnya digunakan untuk menambahkan ekstensi dan plugin seperti film interaktif, game, dan peta waktu nyata!

(3) JQuery untuk menemukan ekstensi dan plugin siap pakai

JQuery dan Javascript adalah dua kekasih yang tak terpisahkan. Alasannya karena JQuery merupakan library Javascript yang dapat mempermudah proses pengembangan web dengan Javascript. Nantinya Anda akan menemukan berbagai ekstensi dan plugin di JQuery.

Alih-alih membangun dari awal, Anda dapat menggunakan JQuery untuk menambahkan elemen yang sudah jadi. Jadi proses pengembangan web langsung berjalan! Anda juga hanya perlu mengubah beberapa bagian sesuai dengan kondisi dan kebutuhan website.

(4) Akrab dengan kerangka kerja front-end

Jika Anda melihat persyaratan untuk posisi yang Anda cari, Anda akan sering menemukan istilah “akrab dengan kerangka kerja front-end”. Framework front-end khususnya Bootstrap sendiri digunakan untuk mempercepat proses coding CSS.

Framework front-end ini juga langsung siap digunakan, sehingga bisa langsung diimplementasikan untuk berbagai proyek dengan sedikit modifikasi. Dengan cara ini, Anda tidak perlu membangun proyek dari awal, tetapi dapat mengambil “jalan pintas” dengan bantuan kerangka kerja front-end.

(5) Mampu mendesain situs web dan aplikasi seluler yang responsif

Website responsif dan mobile akan menjadi tren pengembangan website di tahun 2020. Hal ini dikarenakan banyak pengguna yang beralih dari desktop ke mobile. Oleh karena itu, pengembangan website responsive dan website berbasis mobile sangat diminati.

Desain responsif memungkinkan tampilan situs web berubah secara otomatis sesuai dengan ukuran layar perangkat. Ini memudahkan pengguna untuk mengakses situs web terlepas dari perangkat apa yang mereka gunakan.

Jika ingin mengetahui perbandingannya, kita bisa melihat tampilan desktop dan mobile (i). Foto lanskap di desktop menjadi potret di ponsel karena mengikuti ukuran layar. Ini adalah cara termudah untuk menjelaskan cara kerja situs web responsif.

(6) Ahli dalam debugging dan pengujian

Bug adalah masalah paling umum yang dihadapi oleh pengembang front-end. Oleh karena itu, keahlian untuk mengatasi kelemahan ini sangat dibutuhkan. Jika terjadi kesalahan, adalah tugas Anda untuk memperbaikinya menggunakan metode yang ditetapkan perusahaan.

Selain debugging, Anda juga harus mahir dalam berbagai jenis pengujian seperti pengujian browser dan pengujian unit. Tes browser diperlukan untuk memverifikasi bahwa situs web yang dibuat berfungsi di browser yang berbeda seperti Chrome, Firefox, IE, dan Safari. Tes ini memungkinkan Anda melihat bagaimana pengguna mengakses situs web.

(7) Menguasai Git untuk mengelola sistem kontrol versi

Jika Anda membuat kesalahan saat coding, sistem kontrol versi dapat menjadi penyelamat Anda. Selidik telah bertanya, sistem kontrol versi akan membantu Anda melacak perubahan yang dilakukan. Jika Anda membuat kesalahan, Anda juga dapat kembali ke versi sebelumnya. Jadi pengkodean Anda tidak akan sia-sia.

Dengan fungsi yang begitu baik, tentunya front-end developer yang mampu mengelola sistem version control akan disapa lebih khusus oleh para perekrut! Juga, jika Anda memiliki beberapa keterampilan Git, gunakan

Lihat Juga :

https://mozillalinks.org/
https://jurubicara.id/
https://memphisthemusical.com/
https://minglebox.com/
https://jadwalxxi.id/
https://desamembangun.id/
https://kanreg12bkn.id/
https://ejurnalbalaibahasa.id/
https://ppdb-batam.id/
https://balaibahasajateng.id/

 
Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.