Ekonomi kelembagaan dan Pertumbuhan Ekonomi

October 27th, 2019
  1. Spesialisasi

Pada ekonomi kelembagaan pertumbuhan ekonomi tidak hanya berasal dari investasi. ketika faktor teknologi tidak berubah maka pertumbuhan ekonomi tetap bida dilakukan. Dalam proses pertumbuhan ekonomi terdapat spesialisasi hal ini dapat dijelaskan dengan menggunakan contoh perusahaan yang membuat sepeda motor di mana terdapat dua pembagian kerja yang dilakukan yaitu :

  1. Seorang pekerja di minta untuk merakit sepeda dari awal sampai jadi, dalam hal ini pekerja harus memiliki keahlian mulai dari pembuatan kerangka hingga selesai. Oleh karena itu pekerja tidak membutuhkan bantuan dari pekerja lain
  2. Perusahaan membagi pembuatan sepeda dalam beberap bagian misalnya pembuatan kerangka, pemasangan perlengkapan sepeda. Oleh karena itu, dalam pembagian kerja maka pekerja dituntut untuk menguasai pekerjaan dalam divisinya masing masing (spesialisasi)

Maka dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa efisiensi dan produktivitas tidak harus dilakukan dengan menambah sumber daya maupun mengubah teknologi, tetapi cukup dengan mempraktekkan pembagian kerja (spesialisasi).

Tugas terpenting yang harus dikerjakan agar muncul spesialisasi adalah meciptakan kelambagaan yang efisien. Indikator efisisnesi kelembagaan dapat dilihat dari besar kecilya biaya transaksi. Semakin rendah biaya transaksi yang muncul dari kegiatan (transkasi) ekonomi menunjukkan kelambagaan yang efisien. Cara mendesain kelembagaan ekonomi yang memunculkan biaya transaksi rendah diantaranya yaitu:

  1. Membuat regulasi yang menjamin kepastian pelaku ekonomi dalam melakukan transaski
  2. Memperkuat sstem penegakan apabila terjadi masalah ketika proses transaksi

Peran dari kelembagaan informal seperti agama, keyakinan dan budaya juag emndorong efisiensi dan produktivitas kegiatan ekonomi.

 

  1. Perubahan Teknologi

Pada masa sekarang, teknologi tidak dianggap sebagai variabel eksogen daalm proses produksi, melainkan dimasukkan sebagai variabel inti dari fungsi produksi sejajar dengan modal, tenaga kerja dan tanah. Proses pertumbuhan ekonomi dalam pengertian dinamika endogen yaitu memasukkan inovasi dan perubahan teknologi sebagai variabel endogen yang berkembang dinamis. Maka, dengan dasar ini model pertumbuhan dinamis mencoba mendesain model pertumbuhan yang bisa menangkap peran ilmu pengetahuan dan ide – ide untuk mempercepat inovasi dan perubahan teknologi.

Ketika diasumsikan perekonomian beroperasi secara efisien maka terdpat dua jaln untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi diantaranya yaitu :

  1. Meningkatkan jumlah sumber daya dalam proses produksi

Hal ini bisa terjadi apabila jumlah sumber daya alam, mesin atau tenaga kerja ditingkatkan. Apabila jumlah sumber daya alam, mesin atau tenaga kerja ditingkatkan. Apabila input produksi meningkat, maka output dengan sendirinya akan meningkat. Maka pertumbuhan ini disebut “pertumbuhan ekstensif”

  1. Peningkatan produktivitas sumber daya

Adanya sumber daya yang tetap maka dihasilkan output yang lebih besar. produktivitas yang tinggi dihasilkan dari perbaikan teknologi. Maka, pertumbuhan ekonomi ini disebut “pertumbuhan insentif”

Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan dalam melakukan peningkatan teknologi diantaranya yaitu :

  1. Sebuah negara harus mempercepat dan memperkuat kreativitas manusia
  2. Mengupayakan pasar modal dapat berjalan dengan baik
  3. Menciptakan lingkungan yang kompetitif sehingga dapat menekan korporasi untuk secara terus menerus memperbaiki produk – produknya atau sanggup mengambil resiko

Kelembagaan dalam pendekatan dinamis diharapkan dapat mengubah perilaku organisasikhususnya pada level perusahaan.

 

  • Struktur kepemilikan Korporasi

Tanda masyarakat kapitalis adalah sumber daya ekonomi dimiliki dan dialokasikan oleh organisasi – organisasi non pemerintah seperti perusahaan. Pemilik sumber daya tersebut meninglkatkan produktivitas melalui spesialisasi sehingga hal ini mendorong tuntutan adanya pengorganisasian ekonomi yag memfasilitasi terjadinya kerjasama. Terdapat tiga pendekatan dalam menjalankan organisasi ekonomi yaitu :

  1. Teori hak kepemilika
  2. Teori argensi
  3. Biaya transaksi

Teori organisasi ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua kategori besar diantaranya yaitu aliran kontraktual dan non kontraktual. Ada beberapa pendekatan klasik yang ditolak oleh aliran kelembagaan diantaranya yaitu :

  1. Batas batas perusahaan yang dianggap sebagai give (didasarkan pada skala dan vakupan ekonomi
  2. Hak kepemilikan diasumsikan telah terdefinisikan dengan baik
  3. Pengingkaran kontrak diselesaikan tampa biaya melalui pengadilan

Dalam praktek organisasi ekonomi yang lebih konkret dapat mengidentifikasi empat model organisasi yang efektif untuk diterapkan diantaranya yaitu :

  1. Model birokrasi mekanik di mana dalam hal ini merupakan model yang cocok untuk produksi dengan teknologi sederhana dalam pasar yang besar, model ini menekankan produktivitas, efisiensi, dan produksi massal dengan mdal intensif
  2. Model professional organic merupakan model dengan tipe yang tepat untuk produksi dengan teknologi yang kompleks dengan pasar yang kecil di mana pada model ini lebih menekankan pada inivasi, kualitas produk, dan jasa yang dibuat untuk kebutuhan pelanggan
  3. Model kerajinan tradisional merupakan bentuk organisasi untuk produksi dengan teknologi sederhana dan pasar yang kecil
  4. Model perpaduan organic mekanik, model yang tepat untuk produksi dengan teknologi yang kompleks dan pasar yang besar di mana lebih menekankan efisiensi dan inovasi, kualitas dan kuantitas.

 

  1. Tata Kelola Perusahaan dan Restrukturisasi Korporasi

Pada pendekatan ekonomi biaya transaksi, perusahaan dilihat sebagai struktur tata kelola menggantikan pandangan aliran neo klasik yang menempatkan perusahaan sebagai fungsi produksi. Dalam trandisi ekonomi biaya transkasi perbedaan derajat sisa stok dari input yang berlainan akan mempengaruhi perilaku pemilik modal di mana ketidakmampuan untuk mengamati kualitas atau upaya akan mempengaruhi efektifitas dari input – input yang lain, kualitas manajerial atau upaya akan menentukan seberap baik input bila dikombinasikan.

Dalam hal ini terdapat tiga faktor yang terlibat dalam tata kelola perusahaan diantaranya independensi direksi, kepemilikan lembaga, dan kehadiran pemegang saham mayoritas.

Ada beberapa mekanisme untuk mengontrol manajemen yang terdapat dalam tata kelola korporasi diantaranya yaitu :

  1. Model komisaris, di mana pemegang saham memilih komisaris bertindak mewakili kepentinga mereka
  2. Model perjuangan perwakilan, jika kinerja anggota komisaris buruk maka pemegan saham dapat menggantinya
  3. Model pemegan saham besar, dalam hal ini pemegang saham kecil meiliki sedikit insentif untuk memonitor manajemen
  4. Model pengambilanalihan paksa, menggunakan prinsip mekanisme yang jauh lebih kuat untuk mendisiplinkan menajemen
  5. Model struktur keuangan, di mana adanya insentif yang diberikan melalui struktur keuangan korporasi

Pendekatan biaya transkasi terhadap studi organisasu dapat diterapkan dalam ketiga tingkatan analisis diantaranya yaitu :

  1. Struktur usaha keseluruhan, dalam hal ini memerlukan cakupan usaha yang luas
  2. Level menengah, dimana lebih memfokuskan pada bagian operasional
  3. Level anlisis, di mana berhubungan dengan cara di mana asset manusia diorganisasi

 

sumber : buku Profesor Erani