Tugas BAB IV

ECOM docx

ECOM pdf

Categories: Uncategorized | Comments Off on Tugas BAB IV

PageRank

Google Toolbar
Fitur PageRank Google Toolbar menampilkan PageRank halaman yang dikunjungi sebagai seluruh nomor antara 0 dan 10. Situs-situs paling populer memiliki PageRank 10. Paling sedikit memiliki PageRank 0. Google belum mengungkapkan metode khusus untuk menentukan nilai PageRank Toolbar, yang akan dipertimbangkan hanyalah  indikasi kasar dari nilai dari sebuah situs web.
PageRank mengukur jumlah situs yang link ke halaman tertentu PageRank suatu halaman tertentu secara kasar berdasarkan jumlah inbound link serta PageRank dari halaman yang menyediakan link..sistem  ini juga mencakup faktor-faktor lain, seperti ukuran halaman, jumlah perubahan, waktu sejak halaman telah diupdate, teks dalam berita utama dan teks dalam hyperlink jangkar teks.
PageRank Google Toolbar jarang diperbarui, sehingga nilai-nilai yang ditunjukkan seringkali sudah ketinggalan zaman.

Categories: Uncategorized | Comments Off on PageRank

Manual Penggunaan Plugin WooCommerce part 1

 

I. Menambahkan dan Mengatur Produk

Pada menu produk, pilih sub menu Add Product hingga tampil layar seperti berikut :

adding-and-managing-products-1

Judul dapat diisi dengan nama produk, sedangkan deksripsi dapat diisi dengan keterangan produk.

Tab Data Produk

Tab ini berisikan semua input data mengenai produk.

adding-and-managing-products-2

General tab

  • SKU – stock keep unit, ini digunakan untuk melacak produk dengan ID yang unik.
  • Price:
    • Regular Price – Harga jual biasa dari produk
    • Sale Price – Harga jual yang ditawarkan
  • Tax:
    • Tax Status – Status pajak produk
    • Tax Class – jenis pajak yang akan dikenakan untuk produk tersebut.

 

Inventory tab

Tab ini digunakan untuk mengatur persediaan produk dan mengatur kapan terjadinya back orders.

Shipping tab

  • Weight – Berat produk
  • Dimensions – Panjang. lebar, dan tinggi produk.
  • Shipping Class – Jenis shipping digunakan pada beberapa jenis shipping pada produk tertentu.

 

 Excerpt

Di tab ini diisikan deskripsi singkat dari produk. Biasanya deskripsi ini akan tampil persis di samping gambar produk di listing page, sedangkan deskripsi panjang akan tampul di tab Product Description

Taxonomies

Disisi kanan dari panel Add New Product akan terlihat kategori produk yang dapat diisi dengan karakteristik kategori produk. Demikian juga untuk tag dari produk.

 

screen-capture-8

Setting catalog visibility and feature status

Di panel publish,dapat diatur tampilan dari produk :

Screen-Shot-2012-09-03-at-11.32.52-214x300

Catalog visibility

Tampilan dapat diatur menjadi :

  • Catalog and search – dapat terlihat dimanapun
  • Catalog – terlihat di pilihan katalog, tapi tidak di
  • Search – terlihat di hasil pencarian, namun tidak di katalog
  • Hidden – hanya terlihat di halaman single product

Product Categories

Pengaturan kategori dilakukan melalui Products>Product Categories.

Di kategori ini juga bisa disisipkan gambar yang mewakili kategori tersebut melalui Upload/Add image.

 Screen-Shot-2012-07-28-at-13.28.47-300x248

Upload a category image

Kategori dapat diorder ulang dengan menarik ke bawah kategori tersebut, pengurutan in dapat digunakan  secara default

Download docx : Manual

download PDF :Manual

Categories: Uncategorized | Comments Off on Manual Penggunaan Plugin WooCommerce part 1

UTS

1. Ecommerce adalah salah satu tipe industri dimana penjualan dan pembelian suatu produk atau jasa dolakukan melalui sistem elektronik seperti internet dan jaringan komputer lainnya. Ecommerce kemudian menjadi dasar mumculnya teknologi-teknologi seperti mobile commerce, electronic funds transfer, SCM, internet marketing, online transaction processing, EDI, inventory management system, dan sistem pengumpulan data otomatis. Ecommerce moderns tipikalnya menggunakan World Wide Web paling tidak pada satu titik di siklus transaksi, meskipus hal tersebut akan mengarah pada teknologi yang lebih luas seperti email, mobile device, dan juga telepon. Ecommerce pada umumnya dianggap sebagai salah satu aspek penjualan pada ebusiness.

2. – Penyediaan jaringan
Biasanya oleh operator telekomunikasi, oleh yang punya satelit, oleh yang punya FO (fiber optik, serat optik), oleh yang punya backbone, dan lain-lain.
Kebanyakan penyedia jaringan juga menjadi penyedia layanan.

– Penyediaan layanan
ISP sebagai penyedia jasa internet. Operator telekomunikasi menyediakan layanan telepon (lokal, interlokal, internasional).

– Penyediaan aplikasi
Aplikasi, seperti misalkan Google Apps,WordPress, disediakan untuk pengguna/client (termasuk yang berbayar). Aplikasi di balik detik.com disediakan pula oleh penyedia semacam ini, sedangkan konten berita diisi oleh pengelola detik.com.

– Penyediaan konten
Sub sektor ini yang semakin marak, ditunjang berkembangnya sektor industri kreatif, baik dalam hal konten informasi, konten multimedia,

– Penyediaan hardware & software –> vendor, suplier.

 

Di Indonesia, infrastruktur untuk ecommerce  dalam hal penyedia jaringan masih didominasi oleh Telkom. Hal ini tentunya tidak memberi banyak pilihan kepada konsumen Sedangkan untuk penyedia konten, sudah banyak  anak-anak muda Indonesia yang berpartisipasi dalam penyediaan konten kreatif ini.

 

4.  1

Javaluwakcoffee.com merupakan website yang menjual dan menawarkan kopi luwak secara online. Disini juga disediakan katalog harga dengan jenis kopi yang berbeda dari sisi fermentasinya. Disini pembayaran bisa dilakukan dengan online.

 

6

Website KFC Indonesia ini menyediakan informasi menu-menu terbaru KFC serta dimana KFC dapat ditemukan dari jarak terdekat. Website ini juga emnyediakan informasi layan antar, serta Bto B

3

Website ini cukup lengkap dilihat dari kataloh kamar, dan fasilitas-fasiilitas lain yang ditawarkan lengkap dengan harganya. Juga terdapat informasi untuk booking kamar dan cara pembayaran online. Selain itu pengunjung dapat langsung berkomunikasi dengan operator pada jam-jam tertentu.

4

 

Berniaga.com merupakan situs jual beli yang hampir sama dengan toko bagau, dan memang merupakan salah satu pesaingnya. Lengkap dengan data daerah serta vendor dari barnag yang dibeli, berniaga.com sudah mendapatkan kepercayaan dari banyak orang.

 

5

Tokobagus.com kini tengah booming di masyarakat karena kemudahan aksesnya serta layout web yang mudah untuk dipahami. Web ini kini mendapatkan kepercayaan yang besar dari masyarakat di Indonesia.

 

4. SEO On Page yaitu tentang pemilihan nama domain. Pastikan nama domain yang   gunakan memiliki keyword yang sesuai dengan keyword yang nantinya akan   gunakan.  tidak disarankan untuk menggunakan nama perusahaan atau sekedar nama tanpa melibatkan keyword target   nanti, kecuali untuk tujuan tertentu, misalnya merk atau perusahaan besar. Pengertian dari SEO On Page, yang kedua adalah mengenai title tag. Hal ini juga sangat penting, karena title tag ini akan mucul di mesin pencari, title atau judul yang diindeks oleh mesin pencari. Selain itu, meta tag description juga sangat penting adanya. Jika melihat dibawah judul hasil dari pencarian, deskripsi singkat yang berada dibawahnya merupakan meta tag description. Jadi kedua hal tersebut sangatlah penting.

Adapun unsur yang dioptimasi dalam “SEO OFF Page” hanya satu, yakni Mencari dan mendapatkan backlink berkualitas dan Relevan. Sehingga jika jumlah traffic website semakin padat, maka akan berpengaruh kepada menigkatnya penghasilan dari website tersebut. Sarana teknik “SEO OFF Page” adalah dengan sistem “Backlink”.

Categories: Uncategorized | Comments Off on UTS

HTML5

Pengertian HTML5

Dari penjelasan yang ada di wikipedia : HTML5 merupakan sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari World Wide Web, sebuah teknologi inti dari Internet. HTML5 adalah revisi kelima dari HTML dan hingga bulan Juni 2011 masih dalam pengembangan.

Dimana tujuan utama pengembangan HTML5 adalah untuk memperbaiki teknologi HTML agar mendukung teknologi multimedia terbaru, mudah dibaca oleh manusia dan juga mudah dimengerti oleh mesin.

HTML5 merupakan hasil proyek dari W3C (World Wide Web Consortium dan WHATWG ( Web Hypertext Application Technology Working Group ). Dimana WHATWG bekerja dengan bentuk web dan aplikasi dan W3C merupakan pengembang dari XHTML 2.0 pada tahun 2006, kemudian mereka memutuskan untuk bekerja sama dan membentuk versi baru dari HTML.

Berikut tujuan dibuatnya HTML5 :

  • Fitur baru harus didasarkan pada HTML, CSS, DOM, dan JavaScript
  • Mengurangi kebutuhan untuk plugin eksternal ( Seperti Flash )
  • Penanagan kesalahan yang lebih baik
  • Lebih markup untuk menggantikan scripting
  • HTML5 merupakan perangkat mandiri
  • Proses pembangunan dapat terlihat untuk umum

Fitur baru dalam HTML5 :

  • Unsur kanvas untuk menggambar
  • Video dan elemen audio untuk media pemutaran
  • Dukungan yang lebih baik untuk penyimpanan secara offline
  • Elemen konten yang lebih spesifik, seperti artikel, footer, header, nav, section
  • Bentuk kontrol form seperti kalender, tanggal, waktu, email, url, search.

Beberapa browser sudah mendukung HTML5 seperti safari, chrome, firefox, dan opera. Kabarnya IE9 ( Internet Explorer ) akan mendukung beberapa fitur dari HTML5.

Pembuatan HTML5 juga di karenakan Standard HTML4 yang dijumpai banyak memiliki kelemahan untuk mendukung aplikasi web yang interaktif. Akibat hal ini banyak orang menambahkan fitur baru baik disisi aplikasi web ataupun disisi browser. Solusi ini dikenal dengan plugin dan salah satunya adalah Flash dan Silverlight.

Semakin menjamurnya plugin didalam aplikasi atau browser membuat aplikasi web ini susah untuk menembus banyak browser. Hal ini dikarenakan setiap plugin mempunyai cara yang berbeda-beda, sebagai contoh kita ingin memasang plugin flash untuk sharing video maka pada halaman web kita harus ditulis sebagai berikut

<object type=”application/x-shockwave-flash” width=”400″ height=”220″ wmode=”transparent” data=”flvplayer.swf?file=movies/holiday.flv”>
<param name=”movie” value=”flvplayer.swf?file=movies/holiday.flv” />
<param name=”wmode” value=”transparent” />
</object>

Contoh diatas menggunakan plugin Flash dari Adobe untuk menjalankan aplikasi web pada browser maka lain caranya bila kita menggunakan Silverlight. Teknologi Silverlight dikembangkan oleh Microsoft. Contoh penggunaan Silverlight pada halaman web dapat dilihat pada HTML dibawah ini

<object width=”300″ height=”300″ data=”data:application/x-silverlight-2,” type=”application/x-silverlight-2″ >
<param name=”source” value=”SilverlightApplication1.xap”/>
</object>

HTML5 ini dibuat menyederhanakan kompleksitas penggunaan media video dengan standard baru yaitu penggunaan tag <video>. Dengan fitur baru ini maka kita cukup menulis script untuk menjalankan file video sebagai berikut

<video src=tutorialku.mp4>
</video>

Isu bagaimana menjalankan file video pada aplikasi web merupakan salah satu contoh bagaimana HTML4 tidak dapat mencakup masalah ini dan masih banyak lagi isu pada HTML4. Oleh karena itu, kita sudah saatnya memanfaatkan HTML5 sebagai standard aplikasi web kita.

Apakah Browser Saya Support HTML5?

Bagaimana caranya untuk menguji apakah browser yang anda install itu sudah support HTML5 atau tidak dan seberapa banyak fitur HTML5 yang disupport? Caranya cukup mudah, pertama-tama pastikan komputer anda sudah terhubung dengan internet dan arahkan ke alamat web sebagai berikut:

http://html5test.com

Dari data yang ada pada website itu browser Maxthon 3.4.1 merupakan browser terbaik dalam hal mendukung bahasa HTML5 dengan 422 total skor diikuti kemudian dengan google Chrome 20 dengan 414 total skor kemudian berturut-turut Opera 12.00 dengan 385, Firefox 13 dengan 345, Safari 5.1 dengan 317 dan Internet Explorer 9 dengan 138 point.

Sekian untuk saat ini semoga bermanfaat.

DOC :HTML5

Categories: Uncategorized | Comments Off on HTML5

PROSPEK ANDROID, IOS, WINDOWS 2013

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa di tahun 2012 ini mengembangkan aplikasi mobile menjadi semakin populer di seluruh dunia baik di platform Android, iOS, Symbian, S40, dan bahkan Windows Phone. Untuk Windows Phone, beberapa waktu lalu telah diumumkan bahwa pengembang aplikasi di Indonesia sudah didukung oleh Windows Store sehingga mereka dapat memanfaatkan berbagai macam fitur yang ditawarkan oleh Windows Store.

Sebelumnya, saya pernah membahas tentang apa yang bisa digali oleh para pengembang aplikasi Indonesia di Windows Phone dan saya juga sudah pernah membahas bahwa Windows 8 dari Microsoft ini bisa dibilang unik dibanding pendahulunya. Di Windows 8 ini, pengguna nantinya dapat langsung menginstal aplikasi dari Windows Store mirip dengan konsep yang sudah ada dismartphone.
Microsoft telah mengumumkan bahwa sistem operasi Windows 8 akan dirilis resmi pada tanggal 26 Oktober 2012 nanti sehingga tentu akan banyak pengembang aplikasi di Indonesia yang ingin menanamkan aplikasinya di Windows Store ketika sistem operasinya dirilis. Sebuah toko aplikasi tentu akan hambar jika tidak terdapat banyak aplikasi bagus di dalamnya, oleh karena itu untuk mendapatkan banyak aplikasi yang berkualitas maka Windows Store terbuka bagi pengembang aplikasi di 120 negara termasuk Indonesia.
Windows Store pun nantinya dapat diakses oleh pengguna Windows 8 dan pengembang aplikasi itu sendiri. Bahasa pemrograman yang ditawarkan untuk mengembangkan aplikasi di Windows Store adalah HTML5, CSS3, Javascript, C#, XAML, C++, atau VB yang tentunya disesuaikan dengan Guideline UI/UX dari Microsoft dan menggunakan IDE Visual Studio 2012 yang dapat dijalankan di windows 8.
Pengembang aplikasi individual dapat mendaftarkan dirinya pada Windows Store untuk merilis aplikasinya di toko aplikasi tersebut. Untuk mendaftarkan diri anda pada Windows Store tidak terlalu sulit. Untuk membantu mengembangkan aplikasi di Windows Store, Microsoft juga mempunyai program DreamSpark untuk pelajar/mahasiswa dan BizSpark untuk perusahaan.
Untuk mereka yang tidak mengikuti program-program dari Microsoft dapat mendaftarkan diri di Windows Store dengan membayarkan $49 untuk individual dan $99 untuk perusahaan. Nantinya jika pengembang aplikasi menjual aplikasi mereka di di Windows Store, para pengembang aplikasi akan mendapatkan 80% keuntungan untuk setiap aplikasin mereka yang diunduh.
Bagi pengemabng aplikasi yang berminat untuk mengembangkan aplikasi untuk sistem operasi ini dapat mengunjungi halaman utama Windows Store yang berada di Windows Dev Center, kemudian mendaftarkan diri. Selain itu Microsoft telah mendukungnya dengan anda dapat mendownload Windows 8 Tools dan SDK-nya untuk membuat aplikasi.
Android merupakan sistem operasi yang dikembangkan untuk perangkat mobileberbasis Linux. Pada awalnya sistem operasi ini dikembangkan oleh Android Inc. yang kemudian dibeli oleh Google pada tahun 2005. Dalam usaha mengembangkan Android, pada tahun 2007 dibentuklah Open Handset Alliance (OHA), sebuah konsorsium dari beberapa perusahaan, yaitu Texas Instruments, Broadcom Corporation, Google, HTC, Intel, LG, Marvell Technology Group, Motorola, Nvidia, QualComm, Samsung Electronics, Sprint Nextel, dan T-Mobile dengan tujuan untuk mengembangkan standar terbuka untuk perangkatmobile. Pada tanggal 9 desember 2008, diumumkan bahwa 14 anggota baru akan bergabung untuk proyek Android, yaitu PacketVideo, ARM Holdings, Atheros Communications, Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc.

 

Handset berbasis Android pertama kali masuk Indonesia sekitar dua tahun yang lalu dengan harga yang relatif mahal dan produknya juga masih langka. Saat ini keadaannya sudah berbalik 180 derajat. Baik vendor lokal maupun luar telah berani memasarkan berbagai macam handset berbasis Android dengan harga dan jenis yang bervariasi, mulai dari yang low end (dibawah Rp 1 juta) hingga yang high end(diatas Rp 5 juta). Saat ini, handset Android yang beredar di Indonesia sangat bervariasi, mulai dari Android versi 1.1, Android versi 1.5 (Cupcake), Android versi 1.6 (Donut), Android versi 2.0/2.1 (Éclair), Android versi 2.2 (Froyo), Android versi 2.3 (Gingerbread), Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb) dan yang teranyar Android versi 4.0 (Ice Cream). Namun, fenomena yang paling jelas terlihat sekarang ini adalah handset Android yang berharga murah dengan kualitas yang baik. Dengan beredarnya handset murah berbasis Android maka semakin banyak konsumen kelas menengah ke bawah yang memiliki kesempatan untuk mencoba berbagai teknologi baru yang disediakan oleh Android.

Handset Android dengan semua daya tariknya itu sangat berpotensi ‘menggusur’ pasar telepon selular yang telah mapan di Indonesia. Tidak mustahil bila dalam waktu dekat, Android akan menjadi handset ‘penguasa’ di Indonesia. Hal ini tentu saja membuka peluang baru bagi para pengembang aplikasi mobile yang ingin menargetkan penjualan aplikasi kepada pasar lokal. Ditambah dengan dukungan sistem pembayaran aplikasi berbayar serta berbagai jenis jasa mobile advertisingyang tersedia, para pengembang aplikasi mempunyai banyak pilihan untuk menjual aplikasi Android yang mereka kembangkan. Kesempatan untuk menghasilkan pemasukan dari mengembangkan aplikasi Android pun semakin terbuka lebar bagi para pengembang lokal. Salah satu kesempatan baik yang bisa dimanfaatkan untuk menjual dan memperkenalkan karya mereka ke dunia luar adalah dengan mengikuti berbagai kompetisi. Dengan mengikuti kompetisi, para pengembang aplikasi Android lokal bisa memanfaatkan momentum untuk membuat dan memasarkan aplikasi mereka ke pasar yang lebih luas. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan, kerja keras, dan kreatifitas, sehingga momentum ini bisa dioptimalkan demi kemajuan industri digital Indonesia. Dengan realita seperti ini, tidak berlebihan jika kita mengatakan prospek perkembangan Android di Indonesia sangat luar biasa.

DOC :PROSPEK

Categories: Uncategorized | Comments Off on PROSPEK ANDROID, IOS, WINDOWS 2013

Kebutuhan Infrastruktur Internet di Indonesia

Kalau kita lihat sektor telekomunikasi, *teknologi* informasi, maupun *sistem* informasi (nah, ada sistem dan ada teknologinya, apa perbedaannya?), termasuk internet di dalamnya (terutama arsitektur dan aplikasinya), terdapat beberapa area yang saling terkait, yaitu dalam hal penyediaan jaringan, penyediaan jasa/ layanan, penyediaan aplikasi, dan vendor/ suplier (baik software maupun hardware):

  • Penyediaan jaringan
    Biasanya oleh operator telekomunikasi, oleh yang punya satelit, oleh yang punya FO (fiber optik, serat optik), oleh yang punya backbone, dan lain-lain.
    Kebanyakan penyedia jaringan juga menjadi penyedia layanan.
  • Penyediaan layanan
    ISP sebagai penyedia jasa internet. Operator telekomunikasi menyediakan layanan telepon (lokal, interlokal, internasional).
  • Penyediaan aplikasi
    Aplikasi, seperti misalkan Google Apps, WordPress, disediakan untuk pengguna/client (termasuk yang berbayar). Aplikasi di balik detik.com disediakan pula oleh penyedia semacam ini, sedangkan konten berita diisi oleh pengelola detik.com.
  • Penyediaan konten
    Sub sektor ini yang semakin marak, ditunjang berkembangnya sektor industri kreatif, baik dalam hal konten informasi, konten multimedia,
  • Penyediaan hardware & software –> vendor, suplier.

 

(*catatan: pembagian sektor maupun subsektor bukan berdasar pembakuan)

Kemudian, ketika kita bicara tentang internet, mulai dari kualitas & kuantitas akses, aplikasi, konten, dan sebagainya, tentu semua provider di atas adalah pemangku kepentingannya.
Infrastruktur? Tentu semua aspek pada kesemua jenis penyedia di atas memiliki infrastruktur yang harus dikembangkan.

Jaringan

Wireless, yang memang favorit di end user genit macam di sini, tentu tidak bisa mengalahkan koneksi optik yg berorde tera bps, yang, macam di Australia, akses sampai ke rumah pun hendak di-”optik”-kan (FTTH, FTTB, FTTZ, FTTx, dll). Data berbasis multimedia untuk ditransfer hingga rumah pun akan menjadi sangat berlimpah. Tentu, pertukaran data berbasis optik lebih realtime dibandingkan dengan satelit.

IPTV yang menjanjikan kemudahan seperti kita menyetel TV konvensional dan dengan kualitas setara HDTV, mensyaratkan sekitar 10 Mbps laju koneksi per kanal siaran. Dengan 3 TV yang menyala paralel di rumah, pengguna pada masing-masing TV suka gonta-ganti kanal siaran, tentu dibutuhkan laju lebih dari 30 Mbps. Jelas, kebutuhan laju koneksi ini bukanlah jenis koneksi “up to” sebagaimana yang banyak ISP dan operator mobile phone suka menawarkan. Itu adalah kebutuhan “start from”.

Namun, jaringan akses optik (ke pelanggan) dengan jaringan backbone yang seadanya, seperti membayangkan PDAM memasang pipa berdiameter 1 m di semua rumah, yang tersambung dengan pipa utama ke sumber air dengan diameter 10cm.

Jadi, apapun kondisi dan tantangannya (baca: hambatannya), tanpa proyek Ring Palapa, ya, kita hanya bisa ngaplo bin ndlongop aja. Sesukses apapun Wimax ataupun LTE, tanpa optik penghubung antar tower-nya, ya sami mawon.

Regulasi-Kebijakan dan Etika Penyelenggaraan Jasa

UU Telekomunikasi mengatur penyelenggaraan telekomunikasi (dalam penyelenggaraan jaringan, jasa, dan telekomunikasi khusus), siapa saja yang diperbolehkan, anti-monopoli, hak dan kewajiban, termasuk masalah interkoneksi, penomoran, pentarifan, pengamanan, hingga masalah perangkat, spektrum radio, dan orbit satelit.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di khatulistiwa di antara 2 benua dan 2 samudera, apa keistimewaannya? Ipoleksosbudhankamnas menjawabnya.

Namun, ketika kita melihat orbit satelit, maka angkasa khatulistiwa adalah tempat favorit orbitnya. Kemudian, ketika peluncuran satelit yang mensyaratkan terletak di pinggir laut (jika gagal meluncur maka diset agar jatuh ke laut dan bukan ke daerah perumahan) dan di suatu pulau (agar akses penyusupan terbatasi), maka daerah kepulauan juga favorit. Akses dengan bandara internasional? Tentu itu dibutuhkan, dan tanpa membuat baru, ada beberapa tempat di negeri ini yang bisa dikembangkan. Biak dan Enggano adalah titik luncur yang posisinya tidak akan kalah dengan yang di luar negeri sana. Sayangnya, kita tidak bisa mengatur satelit milik siapa saja yang diperbolehkan di angkasa nusantara, karena sudah kita terikat dengan pengaturan oleh lembaga internasional macam ITU. Nah, tuh di atas Sulawesi beredar satelit milik siapa?

Penggunaan frekuensi (spektrum radio) pun perlu pertarungan antara masyarakat dan pemerintah untuk bisa menggunakan spektrum tertentu yang tanpa perlu mendapat lisensi. Jika di komunikasi radio konvensional dikenal adanya CB, citizen band, rentang spektrum frekuensi yang bisa digunakan oleh masyarakat tanpa lisensi, maka di komunikasi radio digital pun dikehendaki pada slot sekitar 2 GHz dapat digunakan tanpa lisensi.

Kenapa 2 GHz? Perlu diperhatikan karakteristik propagasi gelombang radio, misalkan dalam hal scattering, pemantulan, dan sebagainya, yang berbeda-beda pada berbagai frekuensi. Yang pasti, jika slot tersebut handal, maka militer dan para ilmuwan akan mempertahankannya agar jangan dipakai oleh umum.

Sistem berbasis radio rentan gangguan interferensi dari frekuensi yang berdekatan. Sistem sel (sebagaimana di tower telepon selular) mengatur penggunaan frekuensi agar tidak saling berinterferensi. Pada sistem berbasis spektral tersebar (spread-spectrum) semacam CDMA maupun WiFi, sinyal lain dianggap sebagai gangguan (noise), dan semakin besar gangguan maka kualitas komunikasi menjadi semakin buruk. Dapat diibaratkan dalam 1 ruang bersama, misalkan kantin, orang dapat berkelompok dan melakukan pembicaraan terpisah tanpa saling mengganggu terhadap kelompok lain. Namun, ketika ada satu orang berteriak, tentu akan mengganggu yang lain. Ketika semua berteriak, nah, itulah chaos.

Dengan pembagian channel pada tiap pemancar yang tidak ada yang mengatur, semaunya sendiri, daya pancar setiap transmitter pada access point yang adu besar, maka itulah chaos pada WiFi yang ada di sini. Semua adu teriak, membesarkan volume (daya) pancaran. Tidak ada yang mengatur siapa di mana menggunakan channelfrekuensi berapa. Perangkat yang tidak memenuhi standardisasi yang disyaratkan, tentu akan membuat pengguna menjadi jor-joran dalam daya pancar, dengan spektrum yang bocor di sana sini dan mengganggu spektrum lainnya. Dan bagi yang lain, itu adalah noise yang membuat kualitas komunikasi yang diukur dalam SNR menjadi semakin kecil.

Bukan adu teriak, seharusnya, melainkan adu berbisik. Dengan daya seminimal mungkin, dengan optimasi pada pembagian kanal frekuensi, rekayasa pada polarisasi dan beam antena, tentu akan jadi jalan keluar yang membahagiakan. Komunikasi lancar semacam yang terjadi pada kelompok-kelompok terpisah pada kantin yang sama.

WaveLAN, WirelessLAN, maupun WiFi adalah bahasa prokem untuk mengistilahkan teknologi yang sama. Perhatikan bahwa di situ ada terminologi LAN yang digunakan, local area network, yang berarti pada dasarnya teknologi ini dikembangkan untuk melayani komunikasi dalam area lokal, LAN. Kreativitas kita yang tinggi membuat teknologi LAN ini dijadikan backbone untuk komunikasi antar-kota. Salah kah? Tidak ada yang salah dan benar dalam teknologi, yang ada adalah untuk setiap pemakaian selalu ada konsekuensinya. WLAN tidak dirancang untuk modulasi yang robust untuk jarak yang jauh.

Regulasi teknologi, pengaturan dalam lisensi juga jadi titik kritis. Alih-alih izin penyelenggaraan, penyedia jasa VoIP justru rentan dibidik untuk dijadikan pelanggar UU Telkomunikasi. Sweeping frekuensi yang dianggap telah digunakan tanpa lisensi juga selalu menjadi momok.

Dalam penyelenggaraan jasa, maka bisnis turut bicara. Persaingan usaha antar-operator, diramaikan dengan masuknya berbagai operator dari luar, baik dengan merek baru maupun dengan mengakuisisi operator lokal, memang diharapkan akan menggairahkan pengguna dengan beragamnya fasilitas yang ditawarkan dan dengan tarif yang menggiurkan. Kita yang sering kali neg dengan layanan “produk lokal” dari operator milik bangsa ini, tentu mendukung ramainya persaingan itu. Namun, hati-hati, VOC itu adalah perusahaan, dan dengan sukses menjajah bangsa ini. Mau melawan? Tentu operator milik sendiri yang harus diberdayakan. Masalahnya adalah, kita sebagai pengguna justru tidak dianggap.

Perang dalam peran saling menjajah sudah nampak dalam persaingan tarif yang dibungkus dengan hasutan iklan yang kenes dan juga kasar. Adalah hasutan untuk menerima bahwa tarif dan kualitas yang diberikan laksana di surga. Kasar? Nah, jejeran baliho dari operator yang berbeda yang gambarnya saling menjatuhkan, bukan lagi hal tabu. Tapi bagiku tetap menjijikkan.

Application Provider & Vendor

Software vendor berkembang seiring dengan berkembangnya para entrepreneurs di bidang software house, dan beberapa di antaranya bahkan berani mengembangkan diri sebagai application provider dengan menggunakan software yang mereka bikin sebagai frame work suatu aplikasi yang customable. Pada dunia mobile phone, bisnis dan penyediaan software untuk permainan mapun aplikasi-aplikasi, baik berupa toolsmaupun yang berkaitan dengan layanan dari operator selular terkait, cukup menjanjikan.

Hardware vendor nasibnya masih ngenes, tapi masih banyak yang tetap semangat. Gimana tidak ngenes, mau mengembangkan yang canggih, mau bikin PCB ber-layerbanyak macam tumpukan wafer saja, siapa yg mau bikin. Pabrik komponen elektronika, IC, VLSI, dan lain-lain, di mana mereka berada? Mau membuat yang tidak terlalu canggih, jelas patah arang dengan serbuan barang dari Cina dan sekitarnya yang jelas murah meriah dan (relatif) berkualitas. Padahal, perangkat jaringan sebenarnya bisa dikembangkan sendiri, tidak harus semahal (dan sebagus) Cisco, paling tidak kalau bisa menjajarkan diri sebaimana Mikrotik.

Berangkat dari pengalaman sebagai VoIP service provider perjuangan anak bangsa, VoIP Rakyat, pendiri dan developernya mengembangkan hardware untuk IPPBX. Strategi yang digunakan adalah OEM, membeli produk dan mendapat lisensi untuk memberi merek sendiri. Tapi, nampaknya dyang bersangkutan mempertimbangkan ODM, membuat desain dan memiliki merek serta lisensi sendiri, sedangkan pembuatannya dipesankan ke suatu pabrik (tidak bikin sendiri).

Konten

Industri konten (baik informasi maupun presentasinya) begitu berkembang ditunjang oleh menjamurnya industri kreatif. Tentu bukan semacam kreativitas untuk berkreasi menciptakan industri konten porno, yang walaupun juga berkembang, tetapi jelas bukan itu yang diharapkan. Selain dalam industri kreatif, moda bisnis di internet pun berkembang. Belanja online tidak hanya berupa melalui halaman web saja, tetapi digabung dengan tampilan 3D interaktif seperti halnya dalam game, atau bahkan digabung dengan virtual reality, yang tentunya membutuhkan dukungan aplikasi dan konten yang kaya.

Web pun mengalami perubahan tren yang signifikan, mulai dari konten web yang statis, kemudian konten dinamis yang disesuaikan dengan pengaturan dari si empunya web, dan saat ini hanya disediakan aplikasi web saja. Kontennya? Silakan pengguna yang mengisi (atau mencari) sendiri berdasar kebutuhan sendiri. Tren para kaum sosialis melalui media sosial menunjukkan pergeseran tersebut. Aplikasi yang memfasilitasi pengguna untuk berbagi konten (baik foto narsis, pemikiran mendalam hingga komentar yang tidak bermutu) adalah ruh yang diangkat, dan menjadi versi kedua dari web, Web 2.0. Teknologi tentu berpengaruh, karena tanpa dynamic HTML, AJAX, dan nantinya ada HTML 5, serta laju koneksi menjadi penentu.

Alih-alih mencegah konten porno, tanpa basis pemahaman yang jelas, regulasi malah justru kontraproduktif. Konten informasi yang berkaitan dengan Hankamnas (juga kepentingan umum), tentu perlu pengaturan yang nggenah, yang tidak sekedar blokir konten ini itu, sadap komunikasi ini itu. Keamanan rekening bank adalah hal yang serius, sama seriusnya dengan kemanan yang menjamin privasi dalam berkomunikasi. Jika privasi ini disalahgunakan oleh koruptor? Peng-nggenah-an pengaturan ini yang harus jadi jawaban.

Penggunaan konten informasi yang bukan haknya dan penggunaan komunikasi yang mengancam kepentingan umum, harusnya bisa dijawab oleh UU-ITE dan Permen Konten. Bagaimana pengaturannya? Yang bisa saya jawab adalah, jika suatu urusan tidak diberikan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.

UU-ITE harusnya melindungi nasabah dari pencurian uang melalui ATM, dari kesalahan (kelemahan) bank dalam transaksi yang merugikan nasabah, perampok cyber semacam di filem Golden Eyes, penyalahgunaan data nasabah oleh pihak lain, mulai dari penawaran oleh pihak yang tidak jelas berupa kartu kredit, asuransi, dan sebagainya, hingga pembobolan rekening melalui pemalsuan kartu kredit, perlindungan pada transaksi e-commerce mapun i-banking (BI hendaknya punya regulasi yang baik yang harus dipatuhi oleh semua penyelenggara i-banking), dan sebagainya.

Regulasi mengenai konten pun tidak bisa serta merta selesai dengan membuat daftar pemblokiran situs. Pengelolaan konten nantinya juga tidak lepas dari permasalahan teknis, termasuk hingga ke level protokol data. Misalkan bagaiman ketika ada teknologi Direct-to-Home Satellite Services, berupa layanan global yang dapat diakses dari rumah, bisa dilakukan pengaturan konten pada layanannya, mengacu pada hankam dan kepentingan umum tentunya. Negara-negara Eropa seperti Jerman dan Perancis bisa memaksa semua filem Hollywood dan filem di TV di-dubbing dalam bahasa mereka sendiri, dan bukan bahasa Inggris, yang tentu akan berkaitan dengan mekanisme pertahanan diri dalam hal budaya.

Bagaimana menangani hal itu dengan setiap kali hadirnya teknologi baru? Ini tantantangannya. Dan kita memerlukan right man on the right place untuk itu. Bahkan, untuk mengelola konten porno pun, akan konyol jika solusinya hanya berupa daftar URL & pola keyword terlarang. Perlu cara untuk secara otomatis ada aplikasi yang bisa menyaring gambar kinyis-kinyis kah?

Penanganan konten porno, ke depan, akan mengacu ke metoda sebagaimana penanganan malware. Penyaringan berdasar konten akan ditinggalkan, dan digantikan dengan penyaringan berdasar perilaku akses.

Kerangka dalam Pengembangan Infrastruktur

Dari tulisan di atas, infrastruktur yang perlu dikembangkan yang berhubungan dengan internet, akan meliputi semua aspek, tidak hanya jaringan.

Bahkan untuk jaringan pun sesepele menghubungkan tiap kantor kalurahan dengan WiFi, perlu infrastruktur yang strategis, yang membedakan yang mana yang harus dilakukan oleh negara (karena isu strategis dan karena batasan kemampuan), yang mana yang hendaknya diserahkan pengembangannya kepada komunitas, sambil tetap memberdayakan komunitas tersebut untuk dapat meregulasi diri sendiri dengan baik (misalkan contoh kasus WiFi di atas). Diperlukan pengembangan infrastruktur backbone, jaringan akses, hingga interkoneksi yang baik.

Infrastruktur dalam regulasi dan kebijakan diperlukan untuk mempertemukan aspek strategis bagi kepentingan bangsa, bisnis yang beretika, serta perlindungan pengguna untuk dapat menikmati teknologi dengan aman dan tanpa gangguan.

Infrastruktur yang mendukung pengembangan industri hardware dan software, serta bisnis aplikasinya, serta dukungan terhadap industri kreatif, janganlah perhatian untuk itu dialihkan kepada gosip tidak bermutu seputar konflik UU-ITE dan RPM Konten. Kedua regulasi tersebut lebih patut digunakan untuk infrastruktur perlindungan pengguna, seperti di atas, termasuk dalam hal perlindungan terhadap side effect dari suatu teknologi

file doc :KEBUTUHAN NFRASTRUKTUR INTERNET

file pdf :.KEBUTUHAN NFRASTRUKTUR INTERNET

Categories: Uncategorized | Comments Off on Kebutuhan Infrastruktur Internet di Indonesia

Langkah – Langkah Menggunakan Google Webmaster Tools

Langkah – Langkah Menggunakan Google Webmaster Tools

Google Webmaster Tool adalah alat yang disediakan google untuk melihat dan menilai blog kita  Dengan menggunakan Google Webmaster Tool kita dapat lebih mudah melakukan langkah-langkah SEO Yang harus di jalankan. Google Webmaster Tool dapat kita dapatkan secara gratis dan mudah, yang harus kita miliki hanya akun google. Para pakar SEO juga sangat menganjurkan menggunakan Google Webmaster Tool.

Berikut adalah langkah-langkah berikut Untuk Menggunakan Google Webmaster Tool :

1) Login Ke https://www.google.com/webmasters/tools. Jika anda sudah login ke blogger maka situs ini akan login secara otomatis dengan akun google anda.

2) Setelah muncul tampilan dashboard, isikan alamat blog anda di kotak teks lalu klik Add Site.

3) Setelah mengklik Add Site maka URL blog anda akan ditambahkan ke Google Webmaster Tool. Meskupin begitu, anda perlu memverifikasi URL blog anda terlebih dahulu. Tujuanya untuk meyakinkan apakah anda adalah pemilik dari blog yang telah  didaftarkan.

4) Kemudian pilih verifikasi Dengan Meta Tad.

5) Setelah muncul Kode Meta Tag untuk Verifikasi Copy kode tersebut ke blog anda. Caranya Login ke blogger lalu klik Tata Letak lalu pilih. Edit HTML. Setelah itu cari kode <head> biar lebih gampang cari kode tersebut. Gunakan tombol CTRL+F. Jika sudah ketemu kode <head> nya paste kode Meta Tag dari Google Webmaster Tool di bawahnya. Lalu klik save template.

6) Setelah itu kembali lagi ke halaman Google Webmaster Tool lalu klik verify . Setelah blog anda terverifikasi maka status blog anda di Google Webmaster Tool menjadi verified.

Categories: Uncategorized | Comments Off on Langkah – Langkah Menggunakan Google Webmaster Tools

Membuat Sitemap di Bing Webmaster Tools

Membuat Sitemap di Bing Webmaster Tools

  1. kunjungi http://www.bing.com/toolbox/webmaster/
  2. Setelah itu klik webmaster Tools Sign In.Gunakan akun hotmail atau liveID yang telah sobat buat tadi untuk login ke bing WMT.
  3.   Langkah selanjutnya adalah membuat sitemap,klik Add a site.Masukkan URL blog sobat dan juga URL Sitemapnya.Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar

     

    Cara Membuat Sitemap di Bing Webmaster Tools

  4. Setelah itu sobat harus memverivikasi blog sobat.klik Configure My site>>Verivy Ownership(biasanya setelah membuat site map akan secara otomatis di bawa ke halaman verifikasi).Untuk lebih jelasnya lihat pada gambar

    Cara Membuat Sitemap di Bing Webmaster Tools

  5.  Setelah itu langkahnya sama ketika sobat memverivikasi pada google webmaster tools,yaitu mengkopy kode meta name dan paste dibawah kode <head> setelah itu save kemudian kembali ke Tab Bing WMT,pada bagian bawah klik VERIFY untuk memverifikasi blog sobat.
  6. Setelah sobat sukses memverifikasi blog,maka sitemap telah berhasil dibuat :).Tapi jangan gembira dulu,menurut pakar SEO butuh waktu berminggu-minggu atau bahkan satu bulan agar blog terindex oleh Bing WMT.Lhoo?kok gitu?,ya,dikarenakan data base Bing tidak sebesar google jadi ya sedikit lambat untuk mengindex blog.Sobat juga bisa mencoba dengan melakukan ping ke Bing MWT.Cukup copas url berikut http://www.bing.com/webmaster/ping.aspx?siteMap=urlsitemapmu ke address bar dan jangan lupa ganti tulisan“urlsitemapmu“dengan url sitemap blog sobat,kemudian enter.
Categories: Uncategorized | Comments Off on Membuat Sitemap di Bing Webmaster Tools

Prospek E-Commerce di Indonesia dan Dunia

PROSPEK E-COMMERCE DI INDONESIA DAN DI DUNIA

Saat ini, internet telah menjadi salah satu media pemasaran dan penjualan yang murah, cepat dan memiliki jangkauan yang luas hingga menembus batas – batas negara. Seiring dengan booming internet pada akhir 90-an, bermunculanlah berbagai online shop yang menawarkan produk melalui website yang dirancang untuk dapat melakukan transaksi secara online, dan lahirlah istilah E-commerce.

Industri e-Commerce punya potensi besar di Indonesia. Seiring pertumbuhan akses internet, transaksi jual beli online yang diperkirakan bisa mencapai Rp 330 triliun tahun ini masih bisa terus meningkat di tahun mendatang.

Bagaimana dengan Indonesia ? Meskipun saya belum mendapatkan data statistik mengenai hal ini, tapi diperkirakan nilai transaksi retail yang dilakukan melalui internet masih sangat kecil jumlah dan persentasenya jika dibandingkan dengan nilai transaksi retail secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan masih sedikitnya pengguna internet di Indonesia yang menurut data APJII baru sekitar 8 persen dari jumlah penduduk. Selain itu, pengguna internet yang telah lama menggunakan internet pun belum tentu pernah bertransaksi melalui internet karena masalah kebiasaan atau belum yakin akan keamanannya.

Berdasarkan kenyataan tersebut, bagaimana dengan prospek E-commerce di Indonesia ? Saya berpendapat bahwa E-commerce di Indonesia masih memiliki potensi untuk berkembang pesat. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, yakni :

Akses internet semakin murah dan cepat, yang akan meningkatkan jumlah pengguna internet

Dukungan dari sektor perbankan yang menyediakan fasilitas internet banking maupun sms banking, yang akan mempercepat proses transaksi

Biaya web hosting yang semakin murah

Semakin mudah dan murahnya membangun situs E-commerce yang didukung dengan tersedianya berbagai software open source, seperti osCommerce, Magento, dll

Selain hal – hal yang disebutkan di atas, perkembangan E-commerce di Indonesia tentu harus didukung juga oleh adanya peraturan yang dapat melindungi konsumen dari kerugian yang disebabkan penipuan, credit card fraud, dan berbagai potensi kerugian lainnya. Dengan demikian konsumen dapat berbelanja online secara aman dan nyaman.

PROSPEK E-COMMERCE (doc)

PROSPEK E-COMMERCE (pdf)

Categories: Uncategorized | Comments Off on Prospek E-Commerce di Indonesia dan Dunia