Karakteristik kencur

Kencur merupakan tanaman kecil yang tumbuh merapat dengan tanah. Rimpangnya bercabang-cabang berwarna cokelat. Daunnya berbentuk jorong, dengan pangkal berbentuk jantung, dan berujung lancip. Bunganya berwarna putih.

Tanaman kencur merupakan tumbuhan terna kecil yang tidak berbatang, tetapi mempunyai rimpang dengan banyak percabangan sehingga dapat hidup bertahun-tahun. Karakteristik morfologi tanaman kencur adalah sebagai berikut: pelepah daun berdaging, tidak berbulu, dan selalu tersembunyi di dalam tanah.

Kandungan kencur

Bagian tanaman yang berkhasiat adalah rimpangnya karena menganding minyak asiri (borneol, kaemferin, sineol, p-metoksi stiren, dan p-metoksi sinamat), alkaloid, mineral, flavonoid, pati, dan gom. Rimpang kencur banyak dimanfaatkan untuk ramuan pelangsing, penyegar, obat sakit kepala, penghangat badan, dan ekspektoran.

Senyawa kimia rimpang kencur terdiri dari carene (0,63%), sineol(0,88%) bormeol (1,04%), terpineol (0,10%), m-anisaldehid (0,74%), a-metio (2,61%), etil sinamat (13,24%), pentadekane (21,61%), kandinene (0,22%), ethyl cis p-metoksinamat (3,61%), dan ethyl trans p-metoksil sinamat (49,52%). Senyawa kimi tersebut memiliki kegunaan yang beragam, seperti mengurangi rasa sakit (analgetik), menurunkan panas (antiperik), ekspektoran, antibiotik, dan penyegar tubuh. Sementara itu p-metoksil sinamat dapat digunakan unutk kosmetik, diantaranya sebagai tabir surya untuk menunda penuaan kulit.

 

Fungsi dan manfaat kencur

Tanaman kencur mempunyai kegunaan tradisional dan

 

sosial yang cukup luas dalam masyarakat Indonesia. Produk utama kencur adalah rimpangnya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat nabati (simplisia)  tradisional, untuk bahan industri rokok kretek sebagai saus tembakau, dan untuk bahan industri penyegar serta bumbu dapur. Daerah Priangan (Jawa Barat), daun kencur sudah umum diajadikan lalap mentah.

 

Sebagai tanaman obat, kencur memberikan manfaat cukup banyak terutama rimpangnya. Rimpang kencur berkhasiat untuk obat batuk, gatal-gatal pada tenggorokan, perut kembung, rasa mual, masuk angin, pegal-pegal, pengomperesan bengkak, penambah nafsu makan dan juga sebagai minuman segar.

 

 

 

Secara tradisional, di daerah Padang memanfaatkan ramuan kencur untuk merangsang pertumbuhan bulu alis dan mata, yakni dengan cara dioleskan sebagai bedak. Di Kalimantan, rimpang kencur digunakan untuk membuat ragi dan zat warna, bahkan akhir-akhir ini, rimpang kencur mulai dibutuhkan oleh industri kembang gula dan industri kosmetik dalam negeri. Pengembangan manfaat ganda tanaman kencur sebagai bajan baku obat-obatan, kosmetika, makanan dan minuman perlu mendapat perhatian yang serius, karena diduga permintaan akan kencur akan semakin meningkat.

 

 

Ketersediaan kencur

Tanaman kencur juga disebut cikur, ceku, cekor, tekur, suha, bataka, dan lain-lain. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia tropis. Di indonesia, tanaman kencur banyak tumbuh di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Akan tetapi, kencur juga tersebar luas di beberapa daerah di Indonesia lainnya. Hal ini terbukti dengan

 

adanya sebutan yang berbeda untuk daera-daerah di Indonesia. Misalnya saja dengan nama cendo, ceuko, tekur, kaciwer, kopuk, cakue, cokur (Sumatera); bataka (ternate, Manado); cakur,caukor (Ambon); cakul (makassar);cikur, kencur(Jawa); kencor, cekor (Madura);humatopo (Gorontalo); dan leku bojas (Bugis).

 

 Pengolahan kencur

 

Pengolahan hasil panen meliputi penyortiran, pencucian, pengeringan, pengemasan, dan penyimpanan. Dari hasil pengolahan ini bisa diperoleh rimpang segar , rimpang kering atau simplisia, minyak atsiri, oleoresin, instan, sirup, kristal, bubuk, pati, dan beras kencur.Selain untuk bumbu dapur dan bahan baku minuman penyegar, tanaman kencur banyak dimanfaatkan untuk pengobatan dan kosmetik.Hal tersebut diungkinkan karena tanaman kencur memiliki kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi, terutama dibagian rimpangnya.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

Andi.2004.Temu-Temuan.Yogyakarta: Penerbit Kanisius

 

Kardinan, Agus. 2002. Budi Daya Tanaman Obat secara Organik. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka

 

Muhlisan, FAuziah. 2007. Temu-Temuan & Empon-Emponan, Budi Daya Dan Manfaatnya.Yogyakarta: Penerbit Kanisius

 

Rukmana, Rahmat. 2005. Kencur.Yogyakarta: Penerbit Kanisius

 

Suharmiatai.2005.Ramuan Tradisional untuk Keadaan Darurat di Rumah. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka