Posted on June 15th, 2012 at 11:50 PM by Olivia Surya Dini

 

 

       Tidak dapat dipungkiri, dampak pemakaian pestisida sintetis/kimia pada produksi pertanian telah  menimbulkan dampak yang tidak baik untuk kesehatan, mulai dari munculnya penyakit-penyakit berbahaya seperti kanker, maupun kasus keracunan yang berakhir pada kematian. Tak hanya itu, pemakaian pestisida kimia secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama akan menyebabkan keseimbangan ekologis terganggu. Selain menyebabkan revolusi genetis pada hama-hama tertentu; dimana mereka menjadi tahan terhadap hama, juga dapat membunuh predator-predator alami yang bermanfaat bagi pertanian.

       Untuk mengatasi hal diatas, salah satu cara adalah dengan mamanfaatkan pestisida alami. Pestisida alami merupakan pestisida yang dibuat dari bahan-bahan alam, seperti dedaunan, kayu, akar maupun buah-buahan yang bermanfaat untuk mengendalikan hama penyakit tanaman.

       Pemakaian pestisida alami dengan penggunaan dan dosis yang benar, tidak saja bisa mengurangi hama, tapi juga mengurangi biaya produksi karena bahan dasar pestisida alami dapat dibudidayakan dan dibuat setiap saat sesuai kebuthan, dan yang penting adalah tidak mencemari lingkungan. Pestisida alami bersifat mengurangi serangan hama, bukan membunuh. Oleh karenanya pestisida alami tidak akan membunuh predator alami hama tersebut. Cara kerjanya adalah mengusir hama dengan  tertentu ataupun mengandung zat kimi tertantu yang dapat menghilangkan nafsu makan hama.

       Secara  ekonomis  bila  dibandingkan  dengan  pestisida  kimia,  biaya penggunaan pestisida nabati relatif lebih murah.  Selain itu pestisida nabati relatif lebih mudah dibuat dan didapat oleh petani dengan kemampuan dan pengetahuan terbatas. Dari sisi lain, pestisida nabati mempunyai keistimewaan yaitu bersifat mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif lebih aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah terurai.  Kekurangan pestisida nabati umumnya tidak langsung mematikan OPT sasaran secara cepat.

       Menurut Jacobson, bahan alam yang paling menjanjikan prospeknya untuk dikembangkan sebagai pestisida ada pada tanaman-tanaman family Meliaceae (misalnya nimba), Annonaceae (misalnya sirsak), Rutaceae, Asteraceae, Labiateae, dan Canellaceae.

       Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif mengendalikan hama trips. Jika ditambahkan daun tembakau dan sirsak akan efektif mengendalikan hama belalang dan ulat. Sedangkan jika ditambahkan jeringau dan bawang putih akan efektif mengendalikan hama wereng coklat.

       Rimpang jeringau mengandung bahan aktif arosone, kalomenol, kalomen, kalameone, metil eugenol yang jika dikombinasi dengan bahan aktif daun sirsak akan efektif mengendalikan hama wereng. Sedangkan tembakau mengandung bahan aktif nikotin yang jika dikombinasi dengan bahan aktif yang terkandung dalam daun sirsak akan efektf mengendalikan hama ulat dan belalang.

       Dalam upaya pengembangan pestisida nabati tersebut, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :

(i) mudah didapat,  bahan baku cukup tersedia, berkualitas, kuantitas dan kontinuitas terjamin;

(ii) mudah dibuat ekstrak, sederhana dan dalam waktu yang tidak lama;

(iii) kandungan senyawa pestisida harus efektif pada kisaran 3-5 % bobot kering   bahan;

(iv) selektif;

(v) bahan yang digunakan bisa dalam bentuk segar/kering;

(vi) efek residunya singkat, tetapi cukup lama efikasinya;

(vii) sedapat mungkin pelarutnya air (bukan senyawa sintetis);

(viii) budidayanya mudah, tahan terhadap kondisi suhu optimal;

(ix) tidak menjadi gulma atau inang hama penyakit;

(x) bersifat multiguna.

Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak sebagai pengendali hama trips:

1.      Tumbuk 100 lembar daun sirsak.

2.      Rendam dalam 5 liter air dan tambahkan 15 gram deterjen.

3.      Diamkan sehari semalam.

4.      Saring larutan tersebut dengan kain.

5.      Encerkan setiap liter larutan dalam 10 liter air.

6.      Larutan semprot siap digunakan.

Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak + jeringau + bawang putih untuk mengendalikan hama wereng coklat:

1.     Tumbuk halus segenggam daun sirsak, segenggam jeringau dan 20 siung bawang putih.

2.    Rendam bahan-bahan tersebut dengan 20 liter air yang telah ditambahkan 20 gram deterjen selama 2 hari.

3.      Saring larutan tersebut dengan kain.

4.      Larutan tersebut siap digunakan.

Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak + daun tembakau untuk mengendalikan hama belalang dan ulat:

1.   Ambil 50 lembar daun sirsak dan segenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus.

2.   Rendam bahan–bahan tersebut dalam 20 lt air yang telah diberi 20 gr deterjen selama    semalam.

3.   Saring larutan tersebut dengan kain.

4.   Larutan siap digunakan dan disemprotkan ke tanaman.

sumber :

http://ditjenbun.deptan.go.id/perlindungan/index.php?option=com_content&view=article&id=156:ramuan-pestisida-nabati-dari-daun-sirsak-annona-muricata-l-&catid=15:home 

http://melda-susanti.blogspot.com/2012/04/pembuatan-pestisida-alami-dari-daun.html