browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

kendala masuk dan keluar beternak ayam petelur

Posted by on 17 October 2012

Program arryanto putra

115100600111029                                TUGAS    MENBIS II

TEP / TBP ( H )

Pada tugas kali ini akan membahas tentang bagaimana kendala masuk dan kendala keluar dalam berbisnis ayam petelur. Ayam petelur merupakan usaha yang saat ini sudah sangat menjanjikan dan untung yang didapatkan sangat besar. Namun dibalik usahanya yang menjanjikan itu perlu usaha yang sangat luar biasa susahnya, sehingga tidak sedikit pengusaha yang gulung tikar akibat kurang telaten dalam usaha ini.

Kendala masuk.

Kendala masuk dalam usaha ini adalah pada tahap persiapan, pemeliharaan, penjualan. Pada tahap persiapan saja sungguh banyak sekali hal yang harus kita perhitungkan, mulai dari tempat, penyiapan bibit, dan makanan ayam. Ayam petelur memerlukan tempat yang jauh dari pemukiman karena ayam ini butuh ketenangan dan lokasi yang jauh dari pemukiman memungkinkan menguranginya resiko mengganggu kenyamanan warga karena aroma kotoran ayam yang kurang sedap. Selain lokasi peternakan, kandang ayam pun menjadi sangat penting dalam beternak ayam petelur, kandang yang tepat dan efisien, nyaman bagi ayam dan tidak sempit akan memaksimalkan produksi telur.

Pemilihan bibit unggul harus diperhatikan dalam beternak ayam petelur, karena sekarang sudah banyak peranakan ayam petelur, ada bibit petelur ringan dan medium, hasil telurnya juga macam-macam ada yang putih, ada yang inti telurnya merah, oranye, kuning. Kita harus bisa memilih bibit terbaik untuk usaha kita. Setelah memilih bibit unggul kita harus memenejemen makanan ayam petelur kita nantinya, biasanya makanan yang digunakan berupa campuran dari sentrat, jagung, dedak, dan vitamin. Satu ekor ayam memerlukan kurang lebih 3 ons pakan tiap hari bisa dibayangkan jika kita mempunyain 5000 ekor ayam. Selain itu ayam diberi makan 2 kali sehari pada saat dini hari dan sore hari.

Pada tahap pemeliharaan kita harus benar-benar memberikan perhatian kepada ayam, diperhatikan makanannya, pemberian vitamin yang teratur, pemberian vaksin yang teratur, kebersihan kandang yang harus terjaga, minuman ayam juga tidak boleh kosong, pada saat inilah kita tidak boleh lengah sedikitpun, jika lengah ayam akan sakit, tidak mau bertelur, bahkan ayam bisa mati.

Tahap selanjutnya adalah tahap pemanenan, kita harus memiliki tareget, perharinya 1 ayam harus bertelur 1 telur, pada saat pemanenan telur kita harus hati – hati agar tidak pecah. 1 wadah telur biasanya bisa menampung 30 butir, seteluh ditempatkan dalam telur telur ini disimpan dalam gudang, tentunya gudang itu harus bersih, tidak lembab, tidak ada tikus dan kecoak. Pengusaha yang berhasil harus pandai membaca keadaan pasar, kapan pasar telur ramai dan kapan pasar sepi. Misalnya pada saat ramadhan , hari besar islam, hari dimana banyak hajatan disaat itulah permintaan telur akan meningkat. Pengusaha harus pandai – pandai  mencari saat seperti itu.

Kendala keluar.

Memasuki usaha ini dibutuhkan persiapan yang sangat rumit dan susah, selain permasalahan dari dalam, masalah pesaing, lingkungan, dan harga telur dipasaran untuk keluar dari usaha ini pun susah kita kita sudah failed dalam berusaha. Berbagai masalah ini adalah masalah ayam, jika ayam sudah tidak ber produksi lagi kita harus menjualnya, itupun kita harus mencari siapa yang mau membeli, karena biasanya kalau dijadikan ayam pedaging, dagingnya kurang enak. Pakan yang sisa mungkin tidak menjadi masalah yang besar. Yang menjadi masalah adalah bekas kandang kita nantinya akan mangkrak tidak terpakai, gudang penyimpanan telur yang terbengkalai. Jika ingin membuat usaha lagi akan susah, karena kita butuh modal lagi untuk membuat lahan kita menjadi seperti semula, pembongkaran, penataan ruang kembali itu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Jadi inti dari permasalahan ini adalah, kita sebagai pelaku usaha ternak ayam petelur harus benar benar siap untuk memulai usaha ini, karena dibalik provit yang besar harus dibarengi pengorbanan yang besar pula. Sifat ketelatenan yang sangat tinggi sangat dibutuhkan dalam usaha ini. Selain itu resiko yang akan kita terima jika usaha kita failed pun akan  sangat besar, jika kita melelang seluruh alat – alat usaha kita, mungkin belum mampu mengembalikan modal awal kita. Dibutuhkan pengusaha yang benar – benar siap, berani ambil resiko, telaten , ulet, gigih, pandai membaca peluang dan tentunya pandai memanajemen dari awal sampai penjualan telur ketangan konsumen.

Demikian pembahasan tentang kendala masuk dan keluar dalam berbisnis ayam petelur, semoga ulasan yang saya kerjakan dapat menambah informasi saudara, sekian terimakasih.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>