3-289x300

 

GAMBAR PROYEKSI

ü  PROYEKSI

Sebelum kita membahas tentang penyajian benda-benda tiga dimensi, ada baiknya kita mengenal apa itu proyeksi. Kata Proyeksi secara umum berarti bayangan. Proyeksi merupakan cara penggambaran suatu benda, titik, garis, bidang, bendaataupun pandangan suatu benda terhadap suatu bidang gambar. Gambar Proyeksi berarti gambar bayangan suatu benda yang berasal dari benda nyata atau imajiner yang dituangkan dalam bidang menurut cara-cara tertentu.

Fungsi Proyeksi adalah :

  • Untuk mendapatkan ukuran garis yang sebenarnya
  • Untuk membuat bentuk yang sebenarnya
  • Untuk membuat gambar kerja

Cara Proyeksi yang dipergunakan untuk gambar satu pandangan terdiri dari :

  • Ø Proyeksi Aksonometri, dibagi lagi menjadi : Isometri, Dimetri, dan trimetri
  • Ø Proyeksi miring
  • Ø Proyeksi Perspektif, dibagi lagi menjadi : perspektif  satu titik lenyap (one point perspective), dua titik lenyap (two point perspective dan tiga titik lenyap (three point perspective).
  • Ø Proyeksi orthogonal

A. Proyeksi Isometri

Proyeksi isometri adalah jenis proyeksi aksonometri berpenampilan tiga dimensi atau piktorial dengan besaran sudut masing-masing 120 0, dan perbadingan masing-masing ukuran tinggi, panjang, dan dalam yaitu 1:1:1. Besar sudut sumbu 1200 dapat digunakan alternatif dibuat sudut 300 terhadap horisontal (baik sudut kanan maupun kiri)

isometri-300x142

 

ISOMETRI

isometri3-300x174

 

Proyeksi Isometri Horizontal

 

isometri2-300x144

 

Proyeksi Aksonometri Berkebalikan

 

 

 

 

 

isometri1-300x153

 

Proyeksi Isometri

B . Proyeksi Dimetri

Penggunaan isometri seringkali menyebabkan distorsi pada gambar yang ditampilkan, dan garis-garis yang berimpit. Kelemahan ini dapat ditanggulangi dengan proyeksi dimetri. Dimetri artinya ada dua jurusan sumbu yang sama panjang. Pada dimetri perbandingan yang sama terdapat pada dimensi tinggi dan panjang. Perbandingan yang lazim digunakan yaitu 2:2:1 atau 3:3:1 Perbandingan ini diikuti dengan konsekuensi pada sudut objek yang digambar terhadap garis horizon yaitu 41,4 derajat untuk sudut sebelah kanan dan 7,2 derajat untuk sudut sebelah kiri.

 

9-300x226

c. Trimetri

Penggunaan proyeksi dimetri ternyata dirasakan banyak terjadi distorsi, oleh karena itu ukuran kedua rusuk/sumbu salah satunya (rusuk panjang) perlu dipendekkan, sehingga perbandingan yang sering digunakan adalah 10:9:5 atau 6:5:4.

trimetri

 

11

 

Berikut merupakan skala perpendekan dari proyeksi aksonometri :

12-300x147

D.Proyeksi Miring

Adalah semacam proyeksi sejajar, tetapi dengan garis-garis proyeksinya miring terhadap bidang proyeksi. Pada proyeksi ini benda dapat diletakkan sesukanya, tetapi biasanya permukaan depan dari benda diletakkan sejajar dengan bidang vertikal.

miring-300x118miring2-300x201

 

E. Proyeksi Perspektif

Dalam penglihatan kita sehari-hari, benda-benda yang letaknya lebih dekat dengan mata terlihat lebih besar dan benda-benda yang terletak lebih jauh dengan mata terlihat lebih kecil. Semakin jauh letak benda dari mata kita, benda itu akan terlihat semakin kecil hingga akhirnya hanya tampak sebagai titik saja. Demikian juga dua benda atau lebih yang letaknya sejajar dan membujur menjauhi kita, semakin jauh dari mata, keduanya akan terlihat semakin berdekatan hingga akhirnya saling berimpit dan akan menjadi satu titik.

konstruksi gambar perspektif

Konstruksi Gambar Perspektif

1. Perspektif satu titik lenyap (one point perspective)

Sistem perespektif ini digunakan untuk menggambar obyek (benda) yang terletak relatif dekat dengan mata. Karena letak obyek yang cukup dekat, akibatnya mata memiliki sudut pandang yang sempit, sehingga garis-garis batas benda akan menuju satu titik lenyap saja, kecuali bila sejajar dengan horizon dan tegak lurus terhadapnya. Gambar yang demikian sering disebut dengan paralel perspective sebab banyak menggunakan garis-garis bantu yang sejajar horizon dan vertikal. Penerapan gambar ini banyak digunakan pada gambar rancang bangun (desain) interior.

perspektif-1-TH-300x191

2. Perspektif dua titik lenyap (two point perspective)

Sistem gambar ini digunakan untuk menggambarkan benda-benda yang letaknya relatif jauh dan letaknya tidak sejajar (serong) terhadap mata pengamat. Karena posisi pengamat jauh dengan obyek maka sudut pandang mata melebar, akibatnya garis-garis batas benda akan menuju titik lenyap sebelah kiri dan kanan. Gambar ini banyak digunakan untuk desain eksterior.

perspektif-2-TH-300x256

3. Perspektif tiga titik lenyap (three point perspective)

Gambar perspektif ini muncul akibat benda/obyek yang diamati jauh di bawah atau ke atas horizon. Oleh karenanya sudut pandang mata melebar ke segala arah. Perspektif ini banyak digunakan untuk menggambar arsitektur bangunan yang serba tinggi.

perspektif-3-TH-300x259

F. Proyeksi Ortogonal

Proyeksi ortogonal adalah gambar proyeksi yang bidang proyeksinyamempunyai sudut tegak lurus terhadap proyektornya. Garis-garis yangmemproyeksikan benda terhadap bidang proyeksi disebut proyektor. Selain proyektor tegak lurus terhadap bidang proyeksinya juga proyektor-proyektor tersebut sejajar satusama lain. Contoh-contoh proyeksi ortogonal dapat dilihat pada gambar dibawah ini

    ortho-contoh-300x185

 

ortho-titik-300x139

 

Ortogonal titikortho-garis-300x157

Ortogonal Garis

 

ortho-bidang-300x246

 

Ortogonal Bidang

 

 

ortho-benda-300x225

 

Ortogonal benda

 

 

TERIMA KASIH :) :) :)

 

 

SUMBER :

G. Takeshi Sato, N. Sugiarto Hartanto. 2008. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. Pradnya Paramita. Jakarta.

http://id.scribd.com/doc/31759668/1-Proyeksi

http://kristianproyeksi.blogspot.com/2012/08/proyeksi-model-eropa-dan-amerika.html

http://elkispurple.blogspot.com/

http://mazgun.wordpress.com/2009/01/20/gambar-proyeksi/

http://sumberilmu.info/2008/08/03/diktat-gambar-mistar/

Syafi,i. 2002. Proyeksi-Perspektif 1. Paparan Perkuliahan Mahasiswa.Semarang: UNNES Press.

http://kristianproyeksi.blogspot.com/2012/08/proyeksi-model-eropa-dan-amerika.html