Tugas Manajemen Pemasaran Materi STP dan Analisis STP Produk Indomie

TUGAS

MANAJEMEN PEMASARAN

STRATEGI PEMASARAN (SEGMENTING-TARGETTING-POSITIONING)

ANALISIS STP INDOMIE

Dosen Pengampu : Ika Atsari Dewi, STP, MP

Disusun oleh

NOVITA SARI 115100300111055

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2012

Mengidentifikasi Segmen Pasar dan Memilih Pasar Sasaran
( Segmenting – Targetting – Positioning )

  1. Alasan Mendasar Pentingnya Segmentasi Pasar

  1. Pasar sangat beragam dan sangat luas

  2. Pelanggan sangat banyak dengan tuntutan yang bermacam-macam

  3. Kemampuan perusahaan terbatas dan menginginkan profit

  1. Pengertian Segmentasi

    Segmentasi adalah pengelompokkan atau pembagian kondisi pasar dari yang heterogen menjadi homogen dengan berbagai karakteristik.

    Segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya

    Kesamaan perilaku pembeli. Segmentasi pasar juga sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa (Pride, 1995).

    2. 1 Tingkat Segmentasi

  1. Pemasaran Segmen

Kelompok besar dari pembeli yang berpotensi dalam suatu pasar dan memiliki karakteristik yang homogen. Karakteristik disini yaitu, keinginan, daya beli, lokasi geografis, kebiasaan dan perilaku pembelian. Pemasaran segmen merupakan titik tengah antara pemasaran individual-pemasaran massal.

  1. Pemasaran Relung

Kelompok pembeli potensial yang lebih sempit dan memiliki karakteristik yang lebih spesifik. Biasanya terdapat dalam pasar kecil yang kebutuhannya tidak terlayani dengan baik, dan diidentifikasi dengan cara membagi segmen menjadi sub segmen.

  1. Pemasaran Lokal

Pemasaran yang dilakukan pada satu wilayah geografis atau demografis tertentu. Dapat membidik dan efektif menarik pembeli lokal. Dikomunikasikan dengan bahasa dan media lokal.

  1. Pemasaran individual

Merupakan jenis pemasaran kuno, yaitu dilakukan secara tunggal dan melalui pesanan atau pemasaran satu lawan satu.

    1. Pola Segmentasi Pasar


      Untuk mengidentifikasai preferensi segmen ada tiga pola segmentasi pasar yang dapat digunakan Pola tersebut adalah(Kotler, 2003):

      1. Homogeneus preference (preferensi homogen)
        Homogeneus preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang sama terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
      2. Diffused preference (preferensi yang menyebar)
        Diffused preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang beragam terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan.
      3. Clustered preference (preferensi yang mengelompok)
        Clustered preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang berkelompok-kelompok. Dimana konsumen yang berada dalam satu kelompok memiliki kesamaan preferensi.
        1. Analisis Segmentasi Pasar Ada 2 Tahap :

      1. Segmentasi Pasar, yaitu mengelompokkan/membagi segmen pasar dengan dasar karakteristik.

      2. Seleksi Target Pasar, yaitu memilih target pasar yg bisa diandalkan.

          1. Prosedur Segmentasi

      Langkah 1 (Survey):

      1. Melakukan wawancara mengenai motivasi, sikap, perilaku, serta membuat kerangka kuisioner segmentasi

      2. Menyebar kuisioner resmi untuk mengumpulkan data tentang :

      1. Atribut dan peringkat kepentingan atribut

      2. Kesadaran merek & peringkat merek

      3. Pola pemakaian produk

      4. Sikap terhadap kategori produk

      5. Kondisi geografis, psikografis dan media grafis responden

      Langkah 2 (Analisis):

      1. Melakukan analisis statistik terhadap data yang telah dikumpulkan pada tahap satu

      2. Melakukan analisis factor untuk membuang variabel-variabel yang berkorelasi tinggi

      3. Melakukan analisis kluster untuk mendapatkan kelompok-kelompok secara maksimal

      Langkah 3 (Pembentukan):

      1. Kelompok segmen dapat dibentuk berdasarkan :

      • Perbedaan sikap

      • Perbedaan perilaku

      • Perbedaan demografis

      • Perbedaan psikografis

      • Perbedaan mediagrafis

      1. Masing-masing segmen dapat diberi nama berdasarkan karakteristiknya yang dominan.

      1. Segmentasi harus dilakukan kembali secara periodik karena segmen berubah dari waktu ke waktu

        1. Dasar Segmentasi Pasar Konsumen

      1. Segmentasi geografis didasarkan pada wilayah, ukuran kota, kepadatan penduduk, iklim, dan topografis

      2. Segmentasi Demografis didasarkan pada usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan, dan kelas sosial

      3. Segmentasi Psikografis didasarkan pada gaya hidup dan kepribadian

      4. Segmentasi Perilaku didasarkan pada kejadian, manfaat, status pemaka,i tingkat pemakaian, status kesetiaan, tahap kesiapan pembeli, dan sikap terhadap produk

        1. Segmentasi Yang Efektif

      1. Dapat diukur berarti segmen pasar harus dapat membantu perusahaan dalam mengukur potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumberdaya.

      2. Besar (Substansial) berarti segmen tersebut harus besar dan profitable untuk dilayani.

      3. Dapat diakses berarti segemen tersebut harus mudah dijangkau untuk dilayani.

      4. Dapat dibedakan berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.

      5. Dapat diambil tindakan berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

        1. Delapan Kriteria Segmentasi Pasar Yang Effektif

      1. Measurable

      2. Substantial

      3. Accessible

      4. Defensible

      5. Durable

      6. Competitive

      7. Homogeneous

      8. Compatible

      1. Pengertian Targeting

        Targeting adalah proses menyeleksi target market yang tepat untuk produk dan servis dari perusahaan. Targeting juga merupakan strategi untuk mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif, karena mengingat sumber daya yang terbatas. Targeting adalah tentang bagaimana cara menempatkan dengan tepat sebuah perusahaan dalam segmen target market yang sudah dipilih sebelumnya (Kertajaya, 2005).

      1. Menetapkan Target Pasar

      1. Mengevaluasi segmen pasar

      1. Menilai beragam segmen yang telah diketahui

      2. Harus memperhatikan faktor :

      1. Daya tarik segmen keseluruhan

        1. Ukuran segmen

        2. Pertumbuhan

        3. Profitabilitas

        4. Skala ekonomis

        5. Faktor resiko

      2. Tujuan dan sumber daya perusahaan

        1. Tujun jangka pendek

        2. Tujuan jangka panjang

      1. Memilih segmen pasar

      1. Konsentrasi segmen tunggal

      2. Spesialisasi selektif

      3. Spesialisasi Produk

      4. Spesialisasi Pasar

      5. Cakupan Seluruh Pasar

      3.2 Konsentrasi Segmen Tunggal

      Yaitu perusahaan memilih sebuah segmen tunggal. Contohnya, Volkswagen berkonsentrasi pada pasar mobil kecil dan porsche pada pasar mobil sport dan susu untuk balita.

      1. Spesialisasi Selektif

      Perusahaan memilih sejumlah segmen yang berpotensi sebagai penghasil uang.

      Contoh : Penyiar radio yang ingin menarik pendengar muda dan tua, barang antik untuk kolektor.

      3.4 Spesialisasi Produk

      Perusahaan berkonsentrasi dalam menghasilkan produk tertentu yang dijual ke beberapa segmen.

      Contoh: Perusahaan Mikroskop yang menjual mikroskop ke lab, pemerintah, dan ke universitas.

      Dengan spesialisasi produk perusahaan membangun reputasi yang kuat di bidang produk tertentu.

        1. Spesialisasi Pasar

      Perusahaan berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan suatu kelompok pelanggan tertentu.

      Contoh: Perusaan yang menjual bermacam-macam produk ke lab universitas yang terdiri dari: Mikroskop, osiloskop, pembakar bunsen dll.

      3.6 Cakupan Seluruh Pasar

      Perusahaan berusaha melayani seluruh kelompok pelanggan dengan menyediakan semua produk yang mungkin mereka butuhkan. Biasanya dilakukan oleh perusahaan yang sangat besar.

      Dalam pemasaran yang tidak terdeferiensi maka perusahaan mengabaikan perbedaan segmen pasar dan memusatkan kebutuhan pembeli yang bersifat dasar dengan meraih seluruh pasar dengan satu tawaran pasar.

      Dalam Pemasaran yang terdiferensi maka perusahaan beroperasi dibeberapa segmen pasar dan merancang program berbeda bagi masing-masing segmen

      Contoh : Coca Cola, IBM

      1. Positioning

      Positioning adalah presepsi atau image yang diciptakan agar produk yang dijual meiliki cirri tersendiri. Fungsi postioning adalah membuat produk yang dijual tidak mudah dilupakan konsumen ditengah ramainya pasar bisnis kuliner. Positioning juga harus didukung dengan perlengkapan (property) untuk menancapkan presepsi positif di benak konsumen. Kelebihan sebuah positioning suatu produk yaitu jika suatu produk telah ada di benak konsumen, maka akan selalu diingat dan menjadi referensi untuk memengaruhi konsumen lain untuk membeli (Yuyun, 2010).

        1. Market Penetration

      Untuk mengetahui ketangguhan pasar dalam pemasaran produknya. Pendekatannya dengan POSITIONING (posisi persaingan pasar).

        1. Tujuan Positioning

      1. Mempermudah proses pemahaman konsumen dg berbagai informasi

      2. Persaingan yang lebih bagus

      3. Dasar mengembangkan penyampaian pesan komersial dalam Promosi (Advertising)

        1. Alternative Strategies by Industry Position

      1. Market Leaders (40%)

      1. Memperluas ukuran target pasar

      2. Melindungi pangsa pasar

      3. Memperluas pangsa pasar

      1. Market Challengers (30%)

      Penerima/Penantang market leaders

      1. Market Followers (20%)

      “Malu” hanya mengikuti market leaders

      1. Market Nichers (10%)

      Khusus mengikuti pasar yg UMUM (mencari celah)

        1. Effective Positioning (the five D)

      1. Documenting (data konsumen)

      2. Deciding (kejelasan info)

      3. Differentiating (pembedaan)

      4. Designing (pola perancangan)

      5. Delivering (penyampaian)

        1. How To See About Positioning

        1. Keistimewaan produk

      1. Keuntungan, permintaan produk, solusi masalah

      2. Alasan pemakaian produk

      3. Kategori pemakai

      4. Produk pesaing

      5. Posisi sbg “produk bergengsi” orisinil or imitasi

      Segmentation, Targeting dan Positioning terhadap Produk Mie Instan Merk Indomie

      1. Sekilas Tentang Indomie

      Indomie merupakan salah satu merek produk mie istan yang sudah tidak asing lagi di mata konsumen, baik konsumen di Indonesia maupun luar negeri. Indomie diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk paling sukses dari perusahaan milik Sudono Salim ini mulai diluncurkan ke pasar sejak tanggal 9 September1970, dan pertama kali hadir dengan rasa Ayam dan Udang. Indomie yang merupakan market leader ini sudah berhasil menguasai pasar konsumen dengan berbagai strateginya untuk mendapatkan posisi yang luas dan mempertahankan diri dari medan persaingan. Strategi yang dilakukan yaitu strategi pemasaran produk baik dari strategi produk, promosi, distribusi, maupun harganya. Selain itu, untuk dapat memasarkan produk sampai ke tangan konsumen , maka juga diperlukan strategi pemasaran STP (Segmentation, Targeting, Positioning).

      1. Segmentasi

      Segmentasi pasar adalah proses pengelompokan pasar ke dalam segmen yang berbeda-beda. Segmen pasar adalah sekelompok pembeli yang memiliki karakteristik yang sama dan memberikan respons yang sama terhadap aktivitas pemasaran tertentu (Simamora, 2001). Segmentasi pasar dibagi dalam 4 variabel utama yaitu segmentasi geografis, demografis, psikografis, dan perilaku (Zaharuddin, 2006). Dari tinjauan pustaka tersebut, segmentasi yang dilakukan oleh indomie adalah:

      1. Segmentasi dari segi demografis:

      Secara umum, produk indomie dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, baik berupa indomie goreng, maupun indomie kuah. Tetapi tidak hanya berhenti disitu, indomie juga memproduksi berbagai varian rasa berdasarkan wilayah, seperi indomie Goreng Rendang, Soto Medan, Soto Banjar Limau Kuit, Soto Betawi sampai Soto Makassar, Mie Cakalang dan Rasa Sate Ayam. Sehingga dengan adanya varian rasa tersebut, maka semua masyarakat akan dapat menikmati cita rasa dari asal wilayahnya.

      1. Segmentasi dari segi geografis:

      Indomie diproduksi berdasarkan wilayah, yaitu Indomie untuk wilayah Indonesia, Indomie untuk wilayah Asia Tenggara, Indomie untuk wilayah Australia, dan Indomie untuk wilayah Timur Tengah. Sehingga dapat dikatakan indomie telah berhasil menembus pasar internasional.

      1. Segmentasi Psikografis: Produk ini di pasarkan untuk semua kalangan, mulai dari kelas menengah ke atas sampai kalangan menengah ke bawah. Harga yang ditawarkan juga terjangkau.

      1. Segmentasi Perilaku:  hadirnya produk indomie ini membuat masyarakat menyambutnya dengan antusias, karena selain merupakan produk makanan mie yang disajikan dengan instan, harga yang ditawarkan juga terjangkau. Selain itu banyak sekali varian rasanya.

      1. Targeting

      Strategi pemasaran yang kedua adalah Targeting. Targeting adalah menentukan berapa banyak segmen pasar yang akan dipilih, dan bagaimana mengidentifikasikan segmen-segmen tersebut (Zaharuddin, 2006). Produk indomie memiliki target pasar untuk semua umur kecuali balita. Produk indomie melakukan perubahan strategi target pasar, perusahaan melakukan beberapa produk yang memiliki karakteristk yang berbeda yaitu indomie goring, indomie rebus atau kuah, indomie rasa nusantara, indomie premium, dan indomi jumbo. Perubahan ini dilakukan untuk memenuhi keinginan konsumen akan variasi rasa indomie.

      1. Positioning

      Selanjutnya, yaitu mengenai Positioning. Positioning adalah presepsi atau image yang diciptakan agar produk yang dijual memiliki ciri tersendiri. Fungsi positioning adalah membuat produk yang dijual tidak mudah dilupakan konsumen di tengah ramainya pasar bisnis kuliner (Yuyun, 2010). Positioning indomie adalah menanamkan dibenak konsumen bahwa indomie adalah mie milik orang Indonesia, dengan cita rasa Nusantara dari berbagai daerah. Indomie ini juga layak untuk dikatakan sebagai market leader, karena indomie merupakan pelopor produk mie instan pertama kali di Indonesia. 



      DAFTAR PUSTAKA

      Kotler. 2003. Dasar-dasar Pemasaran Jilid 1 Edisi Kesembilan. Jakarta: PT. Indeks Gramedia.

      Kertajaya, H. dkk. 2005. Markplus On Strategi : 12 Tahun Perjalanan Markplus & Co Membangun Strategi Perusahaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

      Pride. dkk. 1995. “Advertising sensitive products”. International Journal of Advertising. 14 (3). 231-43.

      Simamora, B. 2011. Memenangkan Pasar dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel Edisi pertama. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

      Yuyun. 2010. 38 Inspirasi Usaha Makanan dan Minuman Untuk Home Industry. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

      Zaharuddin, H. 2006. Menggali Potensi Wira Usaha. Bekasi: CV Dian Anugrah Prakasa.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>