Profil Jenderal Ahmad Yani

Jenderal TNI Ahmad Yani atau diketahui dengan nama Achmad Yani adalah salah satunya pahlawan Revolusi Indonesia (titel yang dikasihkan pada beberapa perwira militer yang gugur dalam momen Pergerakan 30 September 1965). Beliau sempat menjabat menjadi Menteri/Panglima Angkatan ke 6 periode 23 Juni 1962 sampai 1 Oktober 1965.

Pada saat ini kami akan mengulas profile singkat biografi Jenderal Ahmad Yani serta riwayat perjuangannya dalam proses kemerdekaan Indonesia.

Jenderal Ahmad Yani adalah pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah pada tanggal 19 Juni 1922. Dia datang dari keluarga simpel yang kerja di pabrik gula punya pemerintah Hindia Belanda. Sebelumnya dia bersama dengan keluarga tinggal di Purworejo, akan tetapi pada tahun 1927 belau geser bersama dengan keluarganya yang lalu kerja di General Belanda.

Ahmad Yani wafat pada umur 43 tahun di Lubang Buaya, Jakarta, sesudah di culik dari tempat tinggalnya waktu momen Pergerakan 30 September. Di bawah ini bahasan tentang biografi Jenderal Ahmad Yani dengan singkat. Baca sedetailnya.

Biografi Jenderal Ahmad Yani waktu di Batavia, Ahmad Yani pilih pendidikannya di sekolah/pendidikan basic serta menengah. Lalu pada tahun 1940 beliau tinggalkan sekolah tinggi untuk melakukan harus militer tentara Hindia Belanda. Awal pendidikan militer, dia belajar topografi di daerah Malang, Jawa timur. Akan tetapi dengan kehadiran pasukan Jepang 2 tahun lalu, pendidikannya jadi terganggu.

Waktu tentara Jepang menempati Indonesia, Ahmad Yani bersama dengan keluarganya pada akhirnya akan memutuskan untuk geser kembali pada kampung halamannya di Jawa Tengah. Pas pada tahun 1943, Ahmad Yani masuk dengan tentara bentukan Jepang, yaitu Pembela Tanah Air (PETA). Dia melakukan kursus militer yang di sponsori oleh pihak Jepang itu di kota Magelang.

Proses pendidikan Ahmad Yani dapat disebut cukuplah cemerlang. Sebelumnya dia minta untuk dilatih menjadi komando pleton PETA yang lalu membuat dipindahkan ke daerah Bogor untuk terima kursus. Sesudah tuntas, dia lalu kembali di kirim ke kota Magelang jadi pelatih.

Biografi Jenderal Ahmad Yani di bagian karier militer. Sesudah Indonesia merdeka, Ahmad Yani akan memutuskan untuk masuk dengan tentara republik yang waktu itu tengah berusaha menantang Belanda yang masih tetap ngotot untuk hadir kembali pada lokasi NKRI. Beberapa waktu sesudah kemerdekaan, Ahmad Yani membuat batalion.

Dia jadi komando dalam pertarungan menantang Inggris di kota Magelang. Perlawanan tentara Indonesia lalu sukses dimenangkan oleh pasukan yang dikomandoi oleh Ahmad Yani.

Perubahan setelah itu, sesudah Belanda mengaku kemerdekaan Indonesia, Ahmad Yani dipindahkan pekerjaannya ke daerah Tegal, Jawa Tengah. Di lokasi ini, Ahmad Yani membuat pasukan spesial yang dinamakan “The Banteng Raiders”, maksudnya adalah untuk menantang grup pemberontak Darul Islam. Saat 3 tahun, dia bersama dengan pasukannya sukses menaklukkan pasukan Darul Islam di Jawa Tengah.

Sumber Referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Yani

Profil Pangeran Diponegoro

Bendara Raden Mas Antawirya adalah nama asli Pangeran Diponegoro. beliau adalah salah satunya pahlawan nasional yang bertindak dalam perjuangan menantang penjajahan Belanda di Indonesia. Diponegoro ialah pemimpin dalam Perang Jawa atau lebih kita kenal dengan panggilan Perang Diponegoro yang berjalan pada tahun 1825 sampai 1830. Pada saat ini kami akan mengulas profile singkat serta biografi Pangeran Diponegoro, bila anda tertarik membacanya, baca penjelasan di bawah ini.

Biografi Pangeran Diponegoro– Beliau adalah pria kelahiran Yogyakarta pada tanggal 11 November 1785. Dia datang dari keluarga bangsawan, ayahnya adalah Sultan Hamenkubuwono III serta ibunya bernama R.A Mengkarawati. Pangeran Diponegoro ialah anak sulung dari raja ke 3 di Kesultanan Yogyakarta.

Datang dari keluarga bangsawan, akan tetapi Pangeran Diponegoro lebih senang kehidupan yang lebih dekat dengan rakyatnya. Kehidupannya banyak dihabiskan untuk pelajari pengetahuan agama. Dia tinggal di dalam rumah eyang buyutnya di Tegalrejo.

Pangeran Diponegoro populer akan pemberontakannya pada kesultanan/keraton yang waktu itu di bawah dampak penjajahan Belanda. Perlawanan ini lalu berkembang mengarah peperangan. Dimaksud dengan Perang Jawa. Perang ini dia ucap perang melawan golongan kafir. Diponegoro mendapatkan simpati dari sejumlah besar kelompok rakyat atas perlawanan yang dia kerjakan.

Perang Diponegoro begitu merugikan pihak Belanda, disebabkan sebab banyak menelan cost serta banyak pula pasukan militer Belanda berguguran. Jika dihitung, pemerintah Belanda habiskan lebih dari 50 juta Gulden untuk kepentingan perang. Selain itu, jumlahnya pasukan yang gugur lebih dari 15.000 tentara.

Oleh karenanya, Belanda keluarkan perintah buat siapapun yang dapat tangkap Pangeran Diponegoro akan mendapatkan imbalan yang cukuplah banyak, yakni seputar 50 ribu Gulden. Taktik Belanda itu tidak berhasil tangkap pemimpin perang Jawa itu.

Pada akhirnya dengan alih-alih perundingan gencatan senjata serta perdamaian, Diponegoro menjumpai Jenderal de Kock di Magelang, pas pada tanggal 28 Maret 1830. Tiada sepengetahuan Pangeran Diponegoro, nyatanya pihak Belanda sudah mempersiapkan pasukan untuk menyergap serta menangkapnya.

Pangeran Diponegoro pada akhirnya diamankan, lalu diasingkan ke Ungaran lantas dibawa ke Semarang. Lantas dia dipindahkan ke Batavia serta Makasar. Dia juga meninggal dunia di Benteng Rotterdam pada tanggal 8 Januari 1855.

Sumber Referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Diponegoro

Profil RA Kartini Singkat

Raden Adjeng Kartini ialah pahlawan atau dapat dimaksud pejuang Emansipasi wanita di Indonesia. Banyak prestasi yang sudah dicapai oleh RA Kartini dalam kesuksesan mengantar wanita Indonesia jadi lebih bertindak, terutamanya dalam soal pemerataan pendidikan, diketahui menjadi pelopor kebangkitan wanita pribumi. Banyak yang bertanya-tanya tentang kisah hidup, kelebihan serta kehebatannya.

Biografi RA Kartini – Beliau lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879, dulunya lokasi ini adalah kekuasaan Hindia Belanda di Nusantara, saat ini masuk dalam propinsi Jawa Tengah. Raden Adjeng Kartini Djojo Adhiningrat ialah nama komplet RA Kartini, dia datang dari keluarga bangsawan, ayahnya RM Sosroningrat ialah guru agama di Kota Jepara, sesaat ibunya MA Ngasrih bukan keturunan bangsawan.

Sebab datang dari keluarga bangsawan, dia juga memperoleh pendidikan di sekolah bernama ELS (Eouropa Lagre Schoo) satu tingkat SD, sampai umur 12 tahun. RA Kartini mendapatkan banyak pengetahuan, diantaranya kuasai bahasa Belanda. Sesudah berumur 12 tahun, dia mesti tinggal di rumah sebab telah dipingit.

RA Kartini ialah anak wanita paling tua dari 11 bersaudara kandung serta tiri, dia menikah dengan KRM Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada tanggal 12 November 1903. Suami RA Kartini adalah Bupati Rembang yang sempat mempunyai tiga istri. Sesudah menikah dengannya, Kartini lalu membangun sekolah wanita di Rembang (tempatnya saat ini dipakai menjadi Gedung Pramuka).

Satu tahun sesudah menikah, pas pada tanggal 13 September 1904 dia mempunyai anak yang dinamakan Soesalit Djojoadhiningrat. Akan tetapi sebab kuasa Allah, 4 hari sesudah melahirkan persisnya pada tanggal 17 September 1904 dia wafat. Almarhum RA Kartini disemayamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Riwayat Perjuangan RA Kartini dimulai dari larangan meneruskan study pendidikan sesudah berusia 12 tahun, sebab fakta sudah dipingit. Dia juga sangat terpaksa tinggal di rumah sebab larangan dari ayahnya itu. Dari sini, Kartini mulai menulis surat pada rekan korespondensinya bernama Rosa Abendanon (dari Belanda).

Lewat Abendanon, Kartini mulai membaca buku serta koran-koran Eropa yang mengetuk hatinya bagaimana wanita Eropa dapat berpikir maju. Sesaat waktu itu, wanita Indonesia (Hindia Belanda) ada pada strata sosial terendah. Tidak hanya buku serta koran, dia pun membaca majalah-majalah mengenai ilmu dan pengetahuan serta kebudayaan.

Sumber referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini

Profil Mohammad Hatta Singkat

Mohammad Hatta atau lebih diketahui dengan Bung Hatta adalah salah satunya pahlawan nasional Indonesia yang bertindak dalam proses kemerdekaan Indonesia. Mohammad Hatta pun dijuluki menjadi bapak koperasi Indonesia sebab beliau adalah pakar dalam bagian ekonomi terutamanya bagian perkoperasian.

Mohammad Hatta mempunyai kepribadian yang simpel serta dekat dengan rakyat kecil, bahkan juga dalam wasiatnya sesudah wafat disemayamkan dalam tempat pemakaman umum, perihal ini agar bisa masih dekat dengan rakyat kecil. Dalam keterangan di bawah ini akan diberikan Biografi Mohammad Hatta dengan singkat dalam proses menghantarkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Nama asli Mohammad Hatta ialah Muhammad Athar. Beliau adalah pahlawan nasional, salah satunya tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Sesudah kemerdekaan Indonesia, beliau menjabat menjadi wakil Presiden Republik Indonesia untuk yang pertama-tama mengikuti Ir Soekarno. Mohammad Hatta mengakhiri pendidikannya di Belanda persisnya di Handels Hogere School (STE sekolah tinggi ekonomi) di Belanda, kota Rotterdam pada tahun 1932.

Di negeri gorden bambu, Mohammad Hatta jadi ketua organisasi PI (perhimpunan indonesia), ini adalah organisasi beberapa pelajar Indonesia yang berada di Belanda. Dibentuknya organisasi PI mempunyai tujuan untuk sampai kemerdekaan Indonesia. Sesudah lulus dari sekolah tinggi itu, dia lalu kembali pada Indonesia. Peranan besar Mohammad Hatta dalam bagian ekonomi saat itu, membuat beliau populer dengan julukan Bapak Koperasi Indonesia.

Pas pada tahun 1932 Bung Hatta (julukan Mohammad Hatta) kembali pada Indonesia dan bangun PNI baru dengan menggandeng Sutan Syahrir. Karena ikut serta dalam pekerjaan politik itu, 3 tahun lalu Bung Hatta dibuang ke Digul, Sukabumi serta Banda Naira.

Setelah Belanda kalah dari Jepang, beliau dibebaskan pada saat itu. Peranannya yang lumayan besar dalam proses Kemerdekaan Indonesia, lalu pada akhirnya pada tanggal 18 Agustus 1945 Mohammad Hatta dilantik jadi Wakil Presiden Indonesia.

Mohammad Hatta mengikuti Ir Soekarno menjadi Presiden, tapi setelah itu dia mengundurkan diri pada tanggal 1 Desember 1956. Bung Hatta atau Mohammad Hatta adalah penggagas politik luar negeri bebas aktif (tidak berpihak blok barat serta timur). Beliau meninggal dunia pada tanggal 14 Maret 1980 serta disemayamkan di TPU tanah kusir, Jakarta, sama dengan wasiat yang ditulisnya.

Sumber Referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta

Profil Ir Soekarno Secara Singkat

Ir Soekarno adalah tokoh besar Indonesia yang namanya demikian familiar serta populer di penduduk nasional ataupun arena internasional. Peranan serta jasa-jasa beliaulah yang membuat namanya sampai sekarang masih tetap dikenang. Ir Soekarno adalah tokoh proklamator kemerdekaan negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Waktu itu, Ir Soekarno pun menjabat menjadi presiden pertama Indonesia.

Bung Karno adalah nama julukan atau panggilan dari sang proklamator kemerdekaan Indonesia ini. Ir Soekarno diketahui dengan pidatonya yang menggelegar pada penduduk waktu berorasi dimuka publik. Sewaktu hidup, beliau dekat dengan rakyat kecil hingga muncul pun julukan menjadi penyambung lidah rakyat. Dalam keterangan kesempatan ini, kita akan mengulas dengan komplet tentang Biografi Ir Soekarno yang disebut Presiden pertama Indonesia.

Tanggal 6 Juni 1901 adalah hari lahir Presiden Soekarno. Beliau lahir di kota pahlawan, yakni Surabaya. Nama komplet beliau waktu lahir ialah Koesno Sosrodihadjo. Akan tetapi sebab seringkali alami sakit-sakitan waktu kecil, hingga namanya ditukar jadi Soekarno.

Soekarno atau dibaca “Sukarno” lahir dari keluarga kelompok bangsawan. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, sesaat ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Ke-2 orang tuanya berjumpa di daerah Bali. Pertemuan ke-2 orangtua waktu ayahnya jadi guru di Bali, sesaat ibunya adalah bangsawan asli Bali.

Dari pasangan ini, lahirlah Soekarno. Dia pun mempunyai saudara kandung yaitu bernama Sukarmini.

Pendidikan Soekarno

Biografi presiden Soekarno terkait dengan pendidikan dimulai dari Sekolah Basic Bumi Poetra. Sesudah lulus, dia lalu meneruskan pendidikan di HSB Hoogere Burger School. Lalu titel insinyur didapatkan dari Technische Hoogeschool atau saat ini ITB (Institut Tehnologi Bandung).

9 Istri Presiden Soekarno

Sewaktu hidup beliau mempunyai 9 istri, beberapa nama istrinya mencakup : Siti Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi Soekarno, Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar. Ir Soekarno meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 20 Juni 1970, lalu disemayamkan di Kota Blitar, Jawa Timur.

Anak-Anak Soekarno dari 9 Istri

Putra : Totok Suryawan, Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarno Putra, Guntur Soekarnoputra, Guruh Soekarnoputra.
Putri : Rukmini Soekarno, Ayu Gembirowati, Sukmawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Kartika Sari Dewi Soekarno, Megawati Soekarnoputri.

Penghargaan-Penghargaan Ir Soekarno

Di bawah ini rincian penghargaan yang sempat dicapai oleh Ir Soekarno sewaktu hidup ataupun sesudah kematiannya, diantaranya :

  1. The Order Of The Supreme Companions of OR Tambo, Presiden Afrika Selatan tahun 2005
  2. Dokter Honoris Causa dari 26 Kampus
  3. Penghargaan Perdamaian Lenin tahun 1960
  4. Bintang kehormatan Filipina tahun 1965

Biografi presiden Soekarno sewaktu kecil. Sukarno kecil tinggal dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Soekarno tinggal dengan kakeknya di Jawa Timur yang bernama R. Hardjokromo. Kehidupan soekarno berpindah-pindah dari beberapa daerah, sesudah tamat sekolah di HBS (Hoger Burger School) di Surabaya.

Lalu dia tinggal di rumah H.O.S. Tjokroaminoto yang disebut teman dekat bapak soekarno. Tjokroaminoto adalah pendiri dari Sarekat Islam (SI). Di rumah ini, Ir Soekarno lalu berteman dengan pemimpin-pemimpin SI yakni seperti H. Agus Salim.

Sumber Referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno

Profil Gajah Mada

Sumpah Pallapa ialah janji patih Gajah Mada untuk menjadikan satu lokasi Nusantara (Indonesia saat ini). Baca sedetailnya keterangan berkaitan dengan biografi patih Gajah Mada serta riwayat sumpah pallapa bersama beberapa misteri kehadiran makamnya.

Biografi Patih Gajah Mada adalah panglima paling tinggi yang mempunyai dampak terbesar pada kejayaan Kerajaan Majapahit dibanding dengan patih-patih yang lain. Terdaftar, tahun 1313 ialah awal karier Gajah Mada sebelum dia diangkat jadi Patih Kerajaan Majapahit.

Profil Gajah Mada

Gajah Mada mempunyai peranan terpenting dalam memberantas beberapa pemberontak yang banyak muncul. Sesudah sukses memberantas pemberontak, dia lalu diangkat jadi patih Kerajaan Majapahit. Gajah Mada bersama dengan Raja Hayam Wuruk adalah dua tokoh terpenting dalam memajukan kerajaan Majapahit hingga pada saat ini sukses membawa Majapahit ke waktu kejayaan atau waktu keemasan.

Seperti yang telah diterangkan di atas, sebelum Gajah Mada jadi patih Kerajaan Majapahit, sangat banyak berlangsung pemberontakan yang bermuncul. Terdapatnya pemberontakan membuat keadaan kerajaan jadi genting, kalut serta tidak aman. Sesudah sukses menaklukkan pemberontakan, dia diangkat jadi patih Kerajaan Majapahit. Patih Gajah Mada lalu makin diakui untuk menumpas semua pemberontakan yang ada.

Pada saat pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi, Gajah Mada sukses menaklukkan pemberontak yang berlangsung di Kete serta Sadeng (Situbondo). Dia lalu diangkat jadi Mahapatih Kerajaan Majapahit, tempat ini tambah tinggi dari jabatan awal mulanya yang cuma untuk patih. Keberhasilannya menjadi mahapatih dibuktikan dengan berhasilnya merampas beberapa kerajaan yakni mencakup kerajaan pejeng, melayu serta bekas Sriwijaya.

Merujuk pada biografi Patih Gajah Mada di atas, dijelaskan jika beliau keluarkan satu sumpah. Perjalanan setelah itu, yaitu peranan Patih Gajah Mada waktu Hayam Wuruk menjadi raja Kerajaan Majapahit. Pada saat ini, Gajah Mada diangkat jadi Patih Amangkubumi. Salah satunya peristiwa terpenting yang berlangsung yakni dia keluarkan sumpah dengan nama “Sumpah Palapa”.

Dalam isi kitab Pararaton, sumpah ini berisi jika Gajah Mada akan janji mengalahkan semua lokasi Nusantara serta dia akan tidak mengonsumsi pallapa (rempah-rempah), sebelum dia sukses menepati sumpah / janji itu.

Salah satunya sumber yang bisa kita dapatkan untuk tahu figur patih Gajah Mada ialah dari kitab Kerajaan Kutai, yaitu kitab Bronjoniti. Isi kitab itu menuturkan jika sultan dari kerajaan kutai sempat berjumpa Mahapatih Gajah Mada. Diterangkan jika figur Gajah Mada hampir sama dari beberapa orang melayu. Ciri-cirinya mempunyai tubuh kecil, hitam serta kurus. Opini ini diterangkan dalam kitab itu, figur Gajah Mada yang kita kenali mungkin adalah keperluan simbol saja.

Sumber referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_Mada

Profil Bung Tomo

Sutomo atau populer dengan nama Bung Tomo adalah pahlawan nasional yang lahir di kota Surabaya pada 3 Oktober 1920. Nama “Bung Tomo” lebih diketahui serta lebih popular di kelompok rakyat pada saat itu ataupun saat ini. Dia dilahirkan serta di besarkan dalam keluarga kelas menengah, oleh karenanya keluarganya begitu menjunjung tinggi pendidikan.

Bapak Bung Tomo bernama Kartawan Tjiptowidjojo datang dari kelas menengah, dia sempat kerja di pemerintahan. Dia sempat kerja menjadi pegawai kecil export import punya Belanda yang berada di Indonesia, menjadi pegawai pemerintahan, menjadi staf pribadi di perusahaan swasta. Selain itu, ibunya mempunyai kombinasi keturunan dari Jawa Tengah, Madura serta Sunda.

Profil Bung Tomo

Dalam kehidupannya Biografi Bung Tomo tetap kerja keras, perihal ini dikerjakan untuk melakukan perbaikan kondisi supaya kehidupannya jadi lebih baik kembali. Dia sangat terpaksa tinggalkan pendidikannya di MULO pada umur 12 tahun dan kerja untuk menangani krisis dunia saat itu. Dia lalu mengawali kembali pendidikannya di HBS, tapi Bung Tomo belum pernah sah lulus di sekolah itu.

Biografi Bung Tomo saat usianya masih tetap muda. Bung Tomo aktif dalam organisasi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Bung Tomo menyatakan jika dari filsafat kepanduan itu dia mendapatkan kesadaran nasionalis. Dia menuturkan jika dari kepanduan serta dari kakeknya, adalah alternatif pendidikan resmi yang dia tinggalkan.

Pada usianya yang masih tetap 17 tahun, dia sukses sampai rangking Pandu Garuda. Hal itu lalu membuatnya populer, sebab dia adalah orang ke-2 yang sukses sampai rangking itu di Hindia Belanda (waktu penjajahan Belanda).

Sesudah mengerti biografi Bung Tomo pada saat penjajahan Hindia Belanda, lalu setelah itu kisah pada saat penjajahan Jepang. Tidak hanya menjadi Pandu Garuda, Bung Tomo pun mempunyai minat dalam bagian Jurnalisme. Minat itu lalu direalisasikan dengan dia kerja menjadi wartawan terlepas di Harian Soera Oemoem di Surabaya, persisnya pada tahun 1937. Karier setelah itu yakni menjadi penulis sudut harian berbahasa jawa pada tahun 1939.

Pada saat pendudukan Jepang atau penjajahan jepang, Sutomo kerja di kantor harian tentara pendudukan Jepang. Kantor itu adalah sisi spesial bahasa Indonesia untuk lokasi Jawa Timur. Bung Tomo kerja pada kantor harian itu dalam kurun waktu 3 tahun, yakni dari 1942 sampai 1945. Lalu waktu kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, dia memberitakannya pada kantor harian itu dalam bahasa Jawa, hal itu dikerjakan untuk hindari keraguan pemerintah Jepang.

Perjuangan yang dikerjakan oleh Bung Tomo untuk Indonesia populer dengan sebutan”Pertempuran Surabaya 10 November 1945“. Dengan singkat, pertarungan itu di latar belakangi oleh pengibaran bendera Belanda yang dikerjakan oleh orang Belanda di Hotel YamatoSutomo atau populer dengan nama Bung Tomo adalah pahlawan nasional yang lahir di kota Surabaya pada 3 Oktober 1920. Nama “Bung Tomo” lebih diketahui serta lebih popular di kelompok rakyat pada saat itu ataupun saat ini. Dia dilahirkan serta di besarkan dalam keluarga kelas menengah, oleh karenanya keluarganya begitu menjunjung tinggi pendidikan.

Bapak Bung Tomo bernama Kartawan Tjiptowidjojo datang dari kelas menengah, dia sempat kerja di pemerintahan. Dia sempat kerja menjadi pegawai kecil export import punya Belanda yang berada di Indonesia, menjadi pegawai pemerintahan, menjadi staf pribadi di perusahaan swasta. Selain itu, ibunya mempunyai kombinasi keturunan dari Jawa Tengah, Madura serta Sunda.

Dalam kehidupannya Bung Tomo tetap kerja keras, perihal ini dikerjakan untuk melakukan perbaikan kondisi supaya kehidupannya jadi lebih baik kembali. Dia sangat terpaksa tinggalkan pendidikannya di MULO pada umur 12 tahun dan kerja untuk menangani krisis dunia saat itu. Dia lalu mengawali kembali pendidikannya di HBS, tapi Bung Tomo belum pernah sah lulus di sekolah itu.

Biografi Bung Tomo saat usianya masih tetap muda. Bung Tomo aktif dalam organisasi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Bung Tomo menyatakan jika dari filsafat kepanduan itu dia mendapatkan kesadaran nasionalis. Dia menuturkan jika dari kepanduan serta dari kakeknya, adalah alternatif pendidikan resmi yang dia tinggalkan.

Pada usianya yang masih tetap 17 tahun, dia sukses sampai rangking Pandu Garuda. Hal itu lalu membuatnya populer, sebab dia adalah orang ke-2 yang sukses sampai rangking itu di Hindia Belanda (waktu penjajahan Belanda).

Sesudah mengerti biografi Bung Tomo pada saat penjajahan Hindia Belanda, lalu setelah itu kisah pada saat penjajahan Jepang. Tidak hanya menjadi Pandu Garuda, Bung Tomo pun mempunyai minat dalam bagian Jurnalisme. Minat itu lalu direalisasikan dengan dia kerja menjadi wartawan terlepas di Harian Soera Oemoem di Surabaya, persisnya pada tahun 1937. Karier setelah itu yakni menjadi penulis sudut harian berbahasa jawa pada tahun 1939.

Pada saat pendudukan Jepang atau penjajahan jepang, Sutomo kerja di kantor harian tentara pendudukan Jepang. Kantor itu adalah sisi spesial bahasa Indonesia untuk lokasi Jawa Timur. Bung Tomo kerja pada kantor harian itu dalam kurun waktu 3 tahun, yakni dari 1942 sampai 1945. Lalu waktu kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, dia memberitakannya pada kantor harian itu dalam bahasa Jawa, hal itu dikerjakan untuk hindari keraguan pemerintah Jepang.

Perjuangan yang dikerjakan oleh Bung Tomo untuk Indonesia populer dengan sebutan”Pertempuran Surabaya 10 November 1945“. Dengan singkat, pertarungan itu di latar belakangi oleh pengibaran bendera Belanda yang dikerjakan oleh orang Belanda di Hotel Yamato

Sumber referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Sutomo

Profil Achmad Soebardjo

Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (lahir di Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896 – wafat 15 Desember 1978 pada usia 82 tahun) ialah tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, serta seseorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia ialah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Achmad Soebardjo mempunyai titel Meester in de Rechten, yang didapat di Kampus Leiden Belanda pada tahun 1933.

Profil Ahmad Subardjo

Asal Mula

Achmad Soebardjo dilahirkan di Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat, tanggal 23 Maret 1896. Ayahnya bernama Teuku Muhammad Yusuf, masih tetap keturunan bangsawan Aceh dari Pidie. Kakek Achmad Soebardjo dari pihak bapak ialah Ulee Balang serta ulama di lokasi Lueng Putu, sedang Teuku Yusuf ialah pegawai pemerintahan dengan jabatan Mantri Polisi di lokasi Teluk Jambe, Kerawang. Ibu Achmad Soebardjo bernama Wardinah. Dia keturunan Jawa-Bugis, serta adalah anak dari Camat di Telukagung, Cirebon. http://www.webestools.com/profile-91070.html

Ayahnya awalnya memberikannya nama Teuku Abdul Manaf, sedang ibunya memberikannya nama Achmad Soebardjo. Nama Djojoadisoerjo ditambahkannya sendiri sesudah dewasa, waktu dia ditahan di penjara Ponorogo sebab “Momen 3 Juli 1946”.

Dia bersekolah di Hogere Burger School, Jakarta (sekarang ini sama dengan Sekolah Menengah Atas) pada tahun 1917. Dia lalu meneruskan pendidikannya di Kampus Leiden, Belanda serta mendapatkan ijazah Meester in de Rechten (sekarang ini sama dengan Sarjana Hukum) di bagian undang-undang pada tahun 1933. http://www.darkenlight.net/forum/user/profile/16500.page

Kisah Perjuangan

Sewaktu masih tetap jadi mahasiswa, Soebardjo aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia lewat beberapa organisasi seperti Jong Java serta Persatuan Mahasiswa Indonesia di Belanda. Pada bulan Februari 1927, dia juga jadi wakil Indonesia dengan Mohammad Hatta serta beberapa pakar beberapa gerakan Indonesia pada persidangan antarbangsa “Liga Menentang Imperialisme serta Penindasan Penjajah” yang pertama di Brussels serta kemudiannya di Jerman. https://www.intensedebate.com/people/Kemerdekaanid

Pada persidangan pertama itu ada juga Jawaharlal Nehru serta pemimpin-pemimpin nasionalis yang populer dari Asia serta Afrika. Pada saat kembalinya ke Indonesia, dia aktif jadi anggota Tubuh Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Momen Rengasdengklok

Pada tanggal 16 Agustus 1945 Beberapa pemuda pejuang, termasuk juga Chaerul Saleh, Sukarni, serta Wikana, Shodanco Singgih, serta pemuda lainnya, membawa Soekarno serta Moh. Hatta ke Rengasdengklok. Maksudnya ialah supaya Ir. Soekarno serta Drs. Moh. Hatta tidak dipengaruhi oleh Jepang. Momen ini diberi nama Momen Rengasdengklok. http://www.magcloud.com/user/sejarahpenjajahan

Di sini, mereka kembali memberikan keyakinan Soekarno jika Jepang sudah menyerah serta beberapa pejuang sudah siap untuk menantang Jepang, apapun risikonya. Di Jakarta, kelompok muda, Wikana, serta kelompok tua, yakni Achmad Soebardjo lakukan perundingan.

Achmad Soebardjo menyepakati untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Jadi diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantarkan Achmad Soebardjo ke Rengasdengklok.[8] Mereka menjemput Soekarno serta Moh. Hatta kembali pada Jakarta. Achmad Soebardjo sukses memberikan keyakinan beberapa pemuda tidak untuk tergesa-gesa memproklamasikan kemerdekaan. https://lichess.org/@/penjajahanid

Naskah Proklamasi

Ide naskah proklamasi diatur oleh Bung Karno, Bung Hatta, serta Achmad Soebardjo di dalam rumah Laksamana Muda Maeda. Sesudah tuntas serta beragumentasi dengan beberapa pemuda, dini hari 17 Agustus 1945, Bung Karno juga selekasnya memerintah Sayuti Melik untuk menulis naskah proklamasi. http://www.webestools.com/profile-91076.html

Waktu Sesudah Kemerdekaan

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soebardjo dilantik menjadi Menteri Luar Negeri pada Kabinet Presidensial, kabinet Indonesia yang pertama, serta kembali menjabat jadi Menteri Luar Negeri satu kali lagi pada tahun 1951 – 1952. Diluar itu, dia pun jadi Duta Besar Republik Indonesia di Switzerland pada beberapa tahun 1957 – 1961.

Dalam bagian pendidikan, Soebardjo adalah profesor dalam bagian Riwayat Perlembagaan serta Diplomasi Republik Indonesia di Fakultas Kesusasteraan, Kampus Indonesia. http://www.darkenlight.net/forum/user/profile/16501.page

Meninggal Dunia

Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo wafat dalam umur 82 tahun (15 Desember 1978) di Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, karena flu yang memunculkan komplikasi. Dia disemayamkan di dalam rumah peristirahatnya di Cipayung, Bogor. Pemerintah mengusung almarhum menjadi Pahlawan Nasional pada tahun 2009.

Sumber Referensi :

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Achmad_Soebardjo
  2. https://www.intensedebate.com/people/Penjajahanid

Profil Mohammad Hatta

Dr.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta (lahir dengan nama Mohammad Athar, popular menjadi Bung Hatta; lahir di Fort de Kock (saat ini Bukittinggi, Sumatera Barat), Hindia Belanda, 12 Agustus 1902 – wafat di Jakarta, 14 Maret 1980 pada usia 77 tahun) ialah tokoh pejuang, negarawan, ekonom, dan Wakil Presiden Indonesia yang pertama.

Profil Mohammad Hatta

Dia bersama dengan Soekarno mainkan fungsi terpenting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus juga memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Dia sempat juga menjabat menjadi Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, serta RIS. Dia mundur dari jabatan wapres pada tahun 1956, sebab berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta dikenal juga menjadi Bapak Koperasi Indonesia. http://www.darkenlight.net/forum/user/profile/16497.page

Bandar hawa internasional Tangerang Banten, Bandar Hawa Soekarno-Hatta, memakai namanya menjadi penghormatan pada jasa-jasanya. Tidak hanya diabadikan di Indonesia, nama Mohammad Hatta pun diabadikan di Belanda yakni menjadi nama jalan di lokasi perumahan Zuiderpolder, Haarlem dengan nama Mohammed Hattastraat.

Pada tahun 1980, dia wafat serta disemayamkan di Tanah Kusir, Jakarta. Bung Hatta diputuskan menjadi salah satunya Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 23 Oktober 1986 lewat Keppres nomer 081/TK/1986. https://www.intensedebate.com/people/Perangdunia1

Latar belakang

Rumah Kelahiran Bung Hatta yang saat ini terdapat di Jalan Sukarno-Hatta, Kota Bukittinggi Mohammad Hatta lahir dari pasangan Muhammad Djamil serta Siti Saleha yang datang dari Minangkabau. Ayahnya adalah seseorang keturunan ulama tarekat di Batuhampar, dekat Payakumbuh, Sumatera Barat.

Sedang ibunya datang dari keluarga pedagang di Bukittinggi. Dia lahir dengan nama Muhammad Athar pada tanggal 12 Agustus 1902. Namanya, Athar datang dari Bahasa Arab, yang bermakna “harum”. http://www.magcloud.com/user/perangfenomenal

Dia adalah anak ke-2, sesudah Rafiah yang lahir pada tahun 1900. Semenjak kecil, dia sudah dididik serta di besarkan dalam lingkungan keluarga yang patuh melakukan ajaran agama Islam. Kakeknya dari pihak bapak, Abdurahman Batuhampar diketahui menjadi ulama pendiri Surau Batuhampar, dikit dari surau yang bertahan saat Perang Padri. Selain itu, ibunya datang dari keturunan pedagang. Sebagian orang mamaknya ialah entrepreneur besar di Jakarta.

Ayahnya wafat saat dia masih tetap berusia tujuh bulan. Sesudah kematian ayahnya, ibunya menikah dengan Agus Haji Ning, seseorang pedagang dari Palembang, Haji Ning seringkali terkait dagang dengan Ilyas Bagindo Geram, kakeknya dari pihak ibu. Dari perkawinan Siti Saleha dengan Haji Ning, mereka dikaruniai empat orang anak, yang semua ialah wanita. https://lichess.org/@/Sejarahperang1

Pendidikan serta pergaulan

Mohammad Hatta pertama-tama mengenyam pendidikan resmi di sekolah swasta.Sesudah enam bulan, dia geser ke sekolah rakyat serta sekelas dengan Rafiah, kakaknya. Akan tetapi, pelajarannya berhenti pada pertengahan semester kelas tiga.[Ia lantas geser ke ELS di Padang (sekarang SMA Negeri 1 Padang) sampai tahun 1913, lalu meneruskan ke MULO sampai tahun 1917. http://www.webestools.com/profile-91067.html

Tidak hanya pengetahuan umum, dia sudah ditempa ilmu-ilmu agama semenjak kecil. Dia sempat belajar agama pada Muhammad Jamil Jambek, Abdullah Ahmad, serta beberapa ulama yang lain. Tidak hanya keluarga, perdagangan merubah perhatian Hatta pada perekonomian.

Di Padang, dia kenal pedagang-pedagang yang masuk anggota Serikat Usaha dan aktif dalam Jong Sumatranen Bond menjadi bendahara.Kegiatannya ini masih diteruskannya saat dia bersekolah di Prins Hendrik School. Mohammad Hatta masih jadi bendahara di Jakarta. http://www.darkenlight.net/forum/user/profile/16499.page

Kakeknya punya maksud akan ke Mekkah, serta di kesempatan itu, dia bisa membawa Mohammad Hatta meneruskan pelajaran di bagian agama, yaitu ke Mesir (Al-Azhar). Ini dikerjakan untuk tingkatkan kualitas surau di Batu Hampar yang sudah alami penurunan sejak dibiarkan Syaikh Abdurrahman.

Tetapi, perihal ini diprotes serta menyarankan pamannya, Idris untuk menggantikannya. Berdasarkan catatan Amrin Imran, Pak Gaeknya sedih serta Syekh Arsyad selanjutnya menyerahkan pada Tuhan. https://www.intensedebate.com/people/Sejarahperang12

Keluarga

Pada 18 November 1945, Hatta menikah dengan Rahmi Hatta serta tiga hari sesudah menikah, mereka berada tinggal di Yogyakarta. Lalu, dikarunai 3 anak wanita yang bernama Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, serta Halida Nuriah Hatta.

Sumber Refrensi:

Profil Ki Hajar Dewantara

Riwayat Ki Hajar Dewantara – Ki Hajar Dewantara yang terlahir pada tanggal 2 Mei 1889 dikatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Di hari lahirnya Ki Hajar Dewantara atau Raden Mas Soewardi Soeryaningrat jadikan menjadi Hari Pendidikan Nasional.

Biografi Ki Hajar Dewantara

Riwayat Ki Hajar Dewantara: Bapak Pendidikan Nasional

Beliau adalah putra dari GPH Soerjaningrat serta cucu dari Pakualaman III, Ki Hajar Dewantara di besarkan di lingkungan keraton Yogyakarta. http://www.magcloud.com/user/ral28

Beliau adalah putra dari GPH Soerjaningrat serta cucu dari Pakualaman III, Ki Hajar Dewantara di besarkan di lingkungan keraton Yogyakarta.

Pendidikan

Ki Hajar Dewantara bersekolah di ELS (Europeesche Lagere School), Sekolah Basic pada jaman Belanda. Lalu beliau meneruskan sekolah di STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputra), adalah sekolah dokter buat pribumi di Batavia (saat ini Jakarta) tapi tidak lulus sebab sakit. https://lichess.org/@/Akbar12

Pekerjaan

Ki Hajar Dewantara kerja jadi penulis di beberapa media massa populer pada saat itu misalnya: Kaoem Moeda, Midden Java, Poesara, Sedioutomo, De Expres, Oetoesan Hindia serta Tjahaja Timoer. Tulisannya populer tajam dengan semangat antikolonial.

Organisasi

Ki Hajar aktif menjadi seksi propoganda untuk menggugah serta mensosialisasikan kesadaran penduduk tentang utamanya persatuan serta kesatuan bangsa semenjak berdirinya Boedi Oetomo tahun 1908. http://www.webestools.com/profile-91059.html

Beliau pun aktif jadi anggota organisasi Insulinde yang disebut organisasi multietnik untuk memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda. Organisasi ini di pengaruhi oleh Ernest Douwes Dekker yang lalu membangun Indiche Partij.

Tulisan dari Ki Hajar Dewantara yang sangat populer ialah Als ik een Nederlander was (Kalau saya seseorang Belanda) serta dimuat di media massa De Expres punya Douwes Dekker pada tanggal 13 Juli 1913. Di bawah ini beberapa kutipannya:

Kira-kira saya seseorang Belanda, saya akan tidak mengadakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang sudah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, tidak saja tidak adil, tapi pun tidak patut untuk memerintah si inlander memberi sumbangan untuk dana perayaan itu. Inspirasi untuk mengadakan perayaan itu saja telah mengejek mereka, serta saat ini kita keruk juga kantongnya. Mari lanjutkan saja penghinaan lahir serta batin itu! Jika saya seseorang Belanda, perihal yang terpenting menyentuh perasaanku serta kawan-kawan sebangsaku adalah keyataan jika inlander diwajibkan turut mengongkosi satu pekerjaan yang tidak ada kebutuhan sedikitpun baginya.

Sesudah menulis itu, beliau diamankan serta akan diasingkan ke Pulau Bangka. Akan tetapi Tjipto Mangoenkoesoemo serta Douwes Dekker protes hal itu serta selanjutnya ke-3 orang itu diasingkan ke Belanda pada tahun 1913. Ke-3 tokoh ini diketahui dengan nama Tiga Serangkai. http://www.darkenlight.net/forum/user/profile/16494.page

Di Belanda, Ki Hajar Dewantara aktif jadi anggota organisasi beberapa pelajar yang datang dari Indonesia yakni Perhimpunan Indonesia (Indiche Vereeniging). Di organisasi berikut beliau merinris cita-citanya untuk memajukan golongan pribumi dengan belajar pengetahuan pendidikan.

Taman Siswa

Sesudah kembali dari pengasingan dari Belanda pada tahun 1919, Ki Hajar Dewantara masuk dengan sekolah yang diurus oleh saudaranya. Pada tanggal 3 Juli 1922 beliau membangun satu Perguruan Nasional Taman Siswa (National Onderwijs Insitut Taman Siswa). Taman Siswa adalah instansi pendidikan yang memberi peluang pada beberapa orang pribumi pada saat itu supaya bisa mendapatkan hak pendidikan seperti orang ada serta beberapa orang Belanda https://www.intensedebate.com/people/Agresi12.

Ing Ngarsa Sun Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa,Tut Wuri Handayani

Itu ajaran yang populer dari Pendiri Taman Siswa ini yang berarti seperti berikut:

  1. Ing Ngarsa Sun Tulodho (Di depan menjadi teladan) Semboyan ini bermakna ketika kita berada di garis depan atau sebagai pemimpin kita harus bisa menjadi teladan dan contoh yang baik bagi orang-orang yang berada di sekitar kita.
  2. Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat) Semboyan ini bermakna ditengah kesibukan yang kita jalani kita harus bisa membangkitkan semangat untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
  3. Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan) Semboyan ini bermakana kita harus bisa memberikan semangat dari belakang.

Sumber:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara
  2. http://www.magcloud.com/user/pd12
  3. https://lichess.org/@/Perangdunia1
  4. http://www.webestools.com/profile-91064.html