RSS Feed

Archive for the ‘Education’ Category

Pertanian Berlanjut

March 18, 2014 by Novita Inka Sari W No Comments »
 

Teknologi Produksi Benih

March 15, 2013 by Novita Inka Sari W No Comments »
 

Kelompok 8_ Tugas Survei Tanah dan Evaluasi Lahan_ Kelas L

March 7, 2013 by Novita Inka Sari W No Comments »
 

Belalang Pedang pada Tanaman Vanili

December 4, 2012 by Novita Inka Sari W 2 Comments »

Nama                    : Novita Inka Sari W

NIM                       : 115040201111019

Kelas                     : M

Mata Kuliah        : Hama Penyakit Penting Tanaman

Dosen                   : Bapak Amin

#  Belalang pedang merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman vanili pada daun muda atau batang. Namun, belalang pedang lebih banyak menyerang tanaman kelapa. Serangga ini sering terdapat di mahkota kelapa dan pandan. Adapun tempat yang sering mendapat serangan hebat dari belalang ini kepulauan Sangihe dan Talaud, kadang-kadang Sulawesi, Maluku, irian jaya, dan jawa.

#  Klasifikasi

Nama Umum        : Belalang Pedang

Nama local           : Belalang Talaud (di Kepulauan Talaud )

Nama Daerah       : boto-boto (di Kepulauan Talaud )

Kingdom              : Animalia

Philum                  : Arthropoda

Class                     : Insecta

Ordo                     : Orthoptera

Family                  : Tettigonidae

Genus                   : Sexava

Spesies                 : Sexava nubila

#  Belalang ini banyak terdapat di kepulauan Kei, Aru, Talaud, Nanusa, Pulau Seram, Bacan dan Papua. Panjang sexava betina 9,5 – 10,5 cm, sedangkan yang jantan 9 – 9,5 cm. panjang ovipositornya 3,2 – 4,5 cm. Ciri khas dari belalang ini adalah serangga betinanya mempunyai ovipositor yang panjang dan berbentuk seperti pedang, serta memiliki antena yang panjang. Belalang ini biasanya aktif pada malam hari.

#  Cara hama ini menyerang adalah dengan memakan anak daun mulai dari pingggir ke bagian tengah. Kadang-kadang dimakan sebagian atau sampai  ke lidi. Bekas gigitan biasanya tidak rata. Serangan berat, terlihat pada pelepah daun bagian bawah tinggal lidi saja. Berdasarkan dari cara penyerangannya, belalang pedang ini termasuk tipe mulut menggigit-mengunyah. Selain itu, serangga ini juga merupakan serangga polifag.

#  Siklus hidup belalang ini terdiri dari telur, nimfa, dan imago.

  • Telur  : Bentuk dan warna telur Sexava spp. seperti gabah, mempunyai lekuk memanjang pada salah satu sisinya. Panjang telur ± 12 mm dan lebar 2 mm. Makin lama telur makin mengembang sehingga kelihatannya lebih besar dan warnanya semakin kuning. Stadium telur 50 – 55 hari.
  • Nimfa  : Panjang Nimfa yang baru menetas dari telur ± 12 mm, panjang antena 9 mm, berwarna hijau, kadang-kadang ada pula yang berwarna coklat. Masa nimfa lamanya ± 70 hari, biasanya menetap pada pohon inang sampai sayapnya tumbuh sempurna. Lama stadium nimfa adalah 108 hari.
  • Imago : Biasanya berwarna hijau dengan antena coklat. Betina mempunyai alat peletak telur berbentuk pedang, pangkalnya berwarna hijau bagian tengah coklat sedangkan bagian ujung berwarna hitam. Induknya mulai bertelur setelah berumur ± 1 bulan. Telur diletakkan satu persatu didalam tanah dengan alat peletak telurnya sedalam 1-1,5 cm atau pada pangkal tanaman kelapa dan inang lainnya tetapi ada pula yang diletakkan di atas pohon diantara sela pelepah. Nimfa dan Imago aktif pada malam hari, waktu makan mengeluarkan bunyi yang gemuruh. Siang hari bersembunyi dibawah daun. Belalang jantan mengeluarkan bunyi yang nyaring sehingga disebut juga walang kerik.

# Telur yang diletakkan di tanah dapat mencapai 95%. Tanah yang disukai oleh imago betina untuk meletakkan telur adalah

tanah liat yang lembab bercampur pasir. Satu ekor imago betina dapat meletakkan telur sebanyak  53 butir.

#  Musuh Alami

#Parasitoid telur :

  1. Lebah Leeftnansia bicolor Wat

Di dalam satu telur belalang sering kali keluar 50 lebah yang berukuran 1,2 – 1,7 mm. Jumlah telur yang diserang

sekitar 10 – 50%. Lebah parasit ini mula-mula terdapat di Maluku.

  1. Lebah Doirania leefmansia Wat

Lebah ini berukuran 0,6 – 0,9 mm. Lebah ini banyak terdapat di Kepulauan Bangkurung dan di Ambon.

  1. Lebah Tetrastichus dubius Wat

Lebah ini banyak terdapat di Halmahera dan ternate

  1. Lebah Prosapegus atrellus Dodd

Lebah ini banyak terdapat di pantai utara Papua dekat Sarmi Bonggo

# Predator :

  1. Burung
  2. Reptile
  3. semut rang-rang (Oecophylla smaragdina)
  4. laba-laba
  5. katak hijau

#  Cara pengelolaan lain untuk belalang pedang ini adalah dengan menggunakan jamur entomopatogen, seperti Verticillium sp. dan Metarrhizium anisopliae.

 

Botani

July 3, 2012 by Novita Inka Sari W 71 Comments »
 

Sosiologi Pertanian

June 30, 2012 by Novita Inka Sari W 13 Comments »
 

10 KIAT TEGAR MENGHADAPI COBAAN HIDUP

June 22, 2012 by Novita Inka Sari W 15 Comments »
Mengarungi kehidupan pasti seseorang akan mengalami pasang surut. Kadang seseorang mendapatkan nikmat dan kadang pula mendapatkan musibah atau cobaan. Semuanya datang silih berganti. Kewajiban kita adalah bersabar ketika mendapati musibah dan bersyukur ketika mendapatkan nikmat Allah. Berikut adalah beberapa kiat yang bisa memudahkan seseorang dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan.

(1) Pertama: Mengimani takdir ilahi

Setiap menghadapi cobaan hendaklah seseorang tahu bahwa setiap yang Allah takdirkan sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi pastilah terjadi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.”[HR. Muslim no. 2653]

Beriman kepada takdir, inilah landasan kebaikan dan akan membuat seseorang semakin ridho dengan setiap cobaan. Ibnul Qayyim mengatakan, “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.” [Al Fawaid, Ibnu Qayyim Al Jauziyah]

(2) Kedua: Yakinlah, ada hikmah di balik cobaan

Hendaklah setiap mukmin mengimani bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti ada hikmah di balik itu semua, baik hikmah tersebut kita ketahui atau tidak kita ketahui.[Syarh ‘Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin] Allah Ta’ala berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (115) فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (116)

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.” (QS. Al Mu’minun: 115-116)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ (38) مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq.” (QS. Ad Dukhan: 38-39)

(3) Ketiga: Ingatlah bahwa musibah yang kita hadapi belum seberapa

Ingatlah bahwa Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mendapatkan cobaan sampai dicaci, dicemooh dan disiksa oleh orang-orang musyrik dengan berbagai cara. Kalau kita mengingat musibah yang menimpa beliau, maka tentu kita akan merasa ringan menghadapi musibah kita sendiri karena musibah kita dibanding beliau tidaklah seberapa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِيَعْزِ المسْلِمِيْنَ فِي مَصَائِبِهِمْ المصِيْبَةُ بي

“Musibah yang menimpaku sungguh akan menghibur kaum muslimin.”[Shahih Al Jami', 5459]

Dalam lafazh yang lain disebutkan,

مَنْ عَظَمَتْ مُصِيْبَتُهُ فَلْيَذْكُرْ مُصِيْبَتِي، فَإِنَّهَا سَتَهَوَّنُ عَلَيْهِ مُصِيْبَتُهُ

“Siapa saja yang terasa berat ketika menghapi musibah, maka ingatlah musibah yang menimpaku. Ia tentu akan merasa ringan menghadapi musibah tersebut.”[Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis, Ibnu 'Abdil Barr]

(4) Keempat: Ketahuilah bahwa semakin kuat iman, memang akan semakin diuji

Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”[HR. Tirmidzi no. 2398]

(5) Kelima: Yakinlah, di balik kesulitan ada kemudahan

Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6). Qotadah mengatakan, “Diceritakan pada kami bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi kabar gembira pada para sahabatnya dengan ayat di atas, lalu beliau mengatakan,

لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرَيْنِ

“Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”[Tafsir Ath Thobari, 24/496]

(6) Keenam: Hadapilah cobaan dengan bersabar

‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

الصَّبْرُ مِنَ الإِيْمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الجَسَدِ، وَلَا إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ صَبْرَ لَهُ.

“Sabar dan iman adalah bagaikan kepala pada jasad manusia. Oleh karenanya, tidak beriman (dengan iman yang sempurna), jika seseorang tidak memiliki kesabaran.”[Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis, Ibnu 'Abdil Barr]

Yang dimaksud dengan bersabar adalah menahan hati dan lisan dari berkeluh kesah serta menahan anggota badan dari perilaku emosional seperti menampar pipi dan merobek baju.[‘Uddatush Shobirin wa Zakhirotusy Syakirin, Ibnu Qayyim Al Jauziyah]

(7) Ketujuh: Bersabarlah di awal musibah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى

“Yang namanya sabar seharusnya dimulai ketika awal ditimpa musibah.”[HR. Bukhari no. 1283] Itulah sabar yang sebenarnya. Sabar yang sebenarnya bukanlah ketika telah mengeluh lebih dulu di awal musibah.

(8) Kedelapan: Yakinlah bahwa pahala sabar begitu besar

Ingatlah janji Allah,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan, “Pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa ditakar dan ditimbang. Mereka benar-benar akan mendapatkan ketinggian derajat.” As Sudi mengatakan, “Balasan orang yang bersabar adalah surga.”[Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir]

(9) Kesembilan: Ucapkanlah “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un …”

Ummu Salamah -salah satu istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا ». قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّىَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut do’a sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[HR. Muslim no. 918]

Do’a yang disebutkan dalam hadits ini semestinya diucapkan oleh seorang muslim ketika ia ditimpa musibah dan sudah seharusnya ia pahami. Insya Allah, dengan ini ia akan mendapatkan ganti yang lebih baik.

(10) Kesepuluh: Introspeksi diri

Musibah dan cobaan boleh jadi disebabkan dosa-dosa yang pernah kita perbuat baik itu kesyirikan, bid’ah, dosa besar dan maksiat lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy Syura: 30). Maksudnya adalah karena sebab dosa-dosa yang dulu pernah diperbuat.[Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir] Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Akan disegerakan siksaan bagi orang-orang beriman di dunia disebabkan dosa-dosa yang mereka perbuat, dan dengan itu mereka tidak disiksa (atau diperingan siksanya) di akhirat.”[Tafsir Ath Thobari]

Semoga kiat-kiat ini semakin meneguhkan kita dalam menghadapi setiap cobaan dan ujian dari Allah.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

 

http://www.facebook.com/khusus.muslimah/posts/430012287020083

 

BERDZIKIR DENGAN JARI JARI TANGAN KANAN

by Novita Inka Sari W 21 Comments »
 

~ Asmaul Husna ~

by Novita Inka Sari W 37 Comments »
~*99 Nama Allah SWT Asmaul Husna – Sembilan Puluh Sembilan Sebutan Tuhan Asma’ul Husnah

Rasulullah bersabda “ Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi berkarat. Cara membersihkannya adalah dengan mengingat Allah [dzikrullah] ”

“ Qalbu berkarat karena dua hal yaitu lalai dan dosa. Dan pembersihnyapun dengan dua hal yaitu istighfar dan dzikrullah” [HR.Ibnu Ab’id dun ya Al-Baihaqi]

“[yaitu] Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan dzikir hati menjadi tentram.” [Ar-Ra’d : 28]

“ Karena itu ingatlah kepadaKu, niscaya Aku akan ingat kepadamu.. [Al-Baqarah : 152] “Maka apabila kamu telah selesai shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri,duduk dan di kala berbaring.”[An-Nisa:103]

“Katakanlah olehmu,” Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kalian seru, Dia mempunyai Al-Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik).. [Al-Isra : 110]

Berbekallah untuk hari yang sudah pasti. Sesungguhnya kematian adalah muaranya manusia. Relakah dirimu menyertai segolongan orang.. Mereka membawa bekal sedang tanganmu hampa?

Di dalam kitab suci Al-Qur’an Allah SWT disebut juga dengan nama-nama sebutan yang berjumlah 99 nama yang masing-masing memiliki arti definisi / pengertian yang bersifat baik, agung dan bagus. Secara ringkas dan sederhana Asmaul Husna adalah sembilanpuluhsembilan nama baik Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam surat Al-Araf ayat 180 :

“Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”.

Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT beserta artinya :

1. Ar-Rahman (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
2. Ar-Rahim (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi
3. Al-Malik (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
4. Al-Quddus (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
5. Al-Salam (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
6. Al-Mu’min (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7. Al-Muhaimin (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
8. Al-Aziz (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa
9. Al-Jabbar (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
10. Al-Mutakabbir (Al Mutakabbir) Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
11. Al-Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
12. Al-Bari (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan
13. Al-Musawwir (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
14. Al-Ghaffar (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
15. Al-Qahhar (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Perkasa
16. Al-Wahhab (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah
17. Al-Razzaq (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al-Fattah (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
19. Al-’Alim (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
20. Al-Qabidh (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang
21. Al-Basit (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
22. Al-Khafidh (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
23. Ar-Rafi’ (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi
24. Al-Mu’izz (Al Mu’izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25. Al-Muzill (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
26. As-Sami’ (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
27. Al-Basir (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
28. Al-Hakam (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili
29. Al-’Adl (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
30. Al-Latif (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut serta Halus
31. Al-Khabir (Al Khabir) Artinya Yang Maha Mengetahui
32. Al-Halim (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
33. Al-’Azim (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
34. Al-Ghafur (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur
36. Al-’Aliy (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
37. Al-Kabir (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
38. Al-Hafiz (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
39. Al-Muqit (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga
40. Al-Hasib (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
41. Al-Jalil (Al Jalil) Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
42. Al-Karim (Al Karim) Artinya Yang Maha Pemurah
43. Ar-Raqib (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada
44. Al-Mujib (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
45. Al-Wasi’ (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
46. Al-Hakim (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud (Al Wadud) Artinya Yang Maha Penyayang
48. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
49. Al-Ba’ith (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
50. Asy-Syahid (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan
51. Al-Haqq (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
52. Al-Wakil (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentadbir
53. Al-Qawiy (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
54. Al-Matin (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh
55. Al-Waliy (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
56. Al-Hamid (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhsi (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
58. Al-Mubdi (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
59. Al-Mu’id (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
60. Al-Muhyi (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan
61. Al-Mumit (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
62. Al-Hayy (Al Hayy) Artinya Yang Senantiasa Hidup
63. Al-Qayyum (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64. Al-Wajid (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
65. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
67. Al-Ahad (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
68. As-Samad (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan
69. Al-Qadir (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
70. Al-Muqtadir (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
71. Al-Muqaddim (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Menyegera
72. Al-Mu’akhkhir (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Penangguh
73. Al-Awwal (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
74. Al-Akhir (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
75. Az-Zahir (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
76. Al-Batin (Al Batin) Artinya Yang Batin
77. Al-Wali (Al Wali) Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
78. Al-Muta’ali (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
79. Al-Barr (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan
80. At-Tawwab (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat
81. Al-Muntaqim (Al Muntaqim) Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
82. Al-’Afuw (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
83. Ar-Ra’uf (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84. Malik-ul-Mulk (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Saksama
87. Al-Jami’ (Al Jami) Artinya Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
89. Al-Mughni (Al Mughni) Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90. Al-Mani’ (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah
91. Al-Darr (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
92. Al-Nafi’ (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
93. Al-Nur (Al Nur) Artinya Cahaya
94. Al-Hadi (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95. Al-Badi’ (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96. Al-Baqi (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
97. Al-Warith (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
98. Ar-Rasyid (Ar Rasyid) Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
99. As-Sabur (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar

 

http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10151029782005180&id=327342750179

 

… WUDHU OBAT KESEDIHAN …

by Novita Inka Sari W 3 Comments »

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Sebenarnya kesedihan hanyalah derita jiwa yang timbul akibat hilangnya sesuatu yg kita cintai, atau karena kita gagal mendapatkan apa yg kita cari. Biang keladinya adalah karena kita serakah pada harta benda, haus pada nafsu-nafsu badani, lalu merasa rugi kalau salah satu dari itu semua hilang atau gagal kita peroleh.

Hanya orang yang menduga bahwa segala kesenangan duniawi yang telah diperolehnya bisa kekal dan senantiasa menjadi miliknya, atau yg menduga bahwa apa saja yg telah hilang darinya pasti bisa diperoleh dan menjadi miliknya kembali, yang akan sedih dan gundah gulana karena hilangnya sesuatu yg dia cintai, atau karena gagalnya ia mendapatkan apa yg dia cari.

Kalau saja Anda tahu siapa diri Anda, dan tahu bahwa apa saja yg ada di alam (menjadi dan hancur) ini tidak kekal, dan yg kekal hanyalah alam pikiran, niscaya Anda tidak akan lagi mendambakan hal mustahil itu dan tidak lagi mencari atau mengungkungkan diri di dalamnya. Kalau Anda sudah tdk mendambakannya lagi, maka tak akan ada lagi rasa sakit di hati karena hilangnya apa yg Anda ingini, atau karena merasa gagal memperoleh apa yg Anda angankan di dunia ini.

Jika sudah begitu Anda akan mendapati jiwa Anda : merasa tentram, tdk gundah-gulana, akan gembira, tdk bersedih dan juga tdk akan sesak dada Anda.

Dalam pandangan agama, filsafat dan alam pikiran yg sehat bahwa sedih karena kegagalan dan kehilangan hal2 yg bersifat duniawi merupakan kesedihan yg merusak, buruk, jahat dan melemahkan kebajikan jiwa.

Ada 3 (tiga) macam kesedihan :

* Kesedihan Awam ..
* Kesedihan Alami ..
* Kesedihan Spiritual …

Apabila Anda kehilangan uang, rumah terkena banjir, terkena PHK, kehilangan mobil atau motor, sedih karena kehilangan atau kegagalan, maka kesedihan Anda termasuk dalam kesedihan awam. Kesedihan seperti ini alih-alih menjadikan jiwa Anda tercerahkan, justru Anda akan terpuruk dalam kemuraman, duka nestapa, kekecewaan dan putus asa, padahal semua hal itu merupakan sifat yg buruk bagi kehidupan Anda sendiri!

Anda kehilangan orang yang Anda cintai dan Anda merasa sedih karenanya, maka kesedihan Anda termasuk kesedihan yg alami.

Sedangkan apabila Anda bersedih karena menyadari dosa-dosa dan kesalahan, kemudian Anda teteskan airmata di hadapan ALLAH dalam munajat-munajat Anda seperti apa yg terjadi pada diri Imam Ali Zaenal Abidin, maka kesedihan Anda adalah kesedihan yang bervisi spiritual. Dan kesedihan seperti inilah yg akan mencerahkan jiwa Anda!

Hubungan Antara Kesedihan dan Wudhu …

Ajaran Islam yg disebut dengan wudhu ini adalah ajaran suci tentang kebersihan dan kesucian diri di hadapan ALLAH Swt. Wudhu adalah cara, sarana, jalan, alat, media, atau apapun istilahnya yg sesuai dengan ini, untuk mendapatkan pertolongan, petunjuk, ridho, sekaligus kedekatan dengan Ilahi. Dgn kata lain, wudhu merupakan cara kita mengakui keagungan, kemuliaan, ketinggian, kehebatan, kemahaperkasaan, kekayaan, keindahan dan kekuatan Ilahi.

Wudhu yg demikian ini menjadi bukti bahwa orang yg melaksanakan wudhu adalah orang yg sadar dan tercerahkan bahwa ridho dan kedekatan dengan ALLAH itu di atas segalanya. Karena itu, hatinya akan terarahkan pada kehendak ALLAH. Hati akan menerima takdir ALLAH.

Wudhu adalah cara memasrahkan diri pada kuasa ALLAH. Yang membuat hati akan gembira adalah keridhoan dan kedekatan dengan ALLAH, dan yg membuat hati bersedih adalah kemurkaan dan azab ALLAH. Wudhu akan memberikan pencerahan seperti ini.

Dengan demikian, sudah seharusnya wudhu selalu menjadi bagian dari kebiasaan kita. Wudhu akan menjadi pencegah, pengontrol, sekaligus pengarah kita, sehingga hal-hal yg bersifat duniawi yg hanya menjadi-hilang-dan musnah ini tdk akan menggerakkan hati untuk bersedih. Wudhu adalah obat kesedihan orang-orang awam, kebiasaan orang-orang alim dan senjata kaum beriman!!

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ….


http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10151033719835180&id=327342750179