Pengemasan Bahan Pangan

2011
04.11

KEMASAN LOGAM

KARAKTERISTIK

ð  Penghantar  (konduktor)  panas  dan istrik yang baik

ð  Dapat  ditempa  atau  dibengkokkan  dalam keadaan padat

ð  Mempunyai kilap logam

ð  Tidak tembus pandang

ð  Densitas tinggi

ð  Berbentuk padat (kecuali merkuri)

 

KEUNTUNGAN

Keuntungan wadah logam untuk makanan dan minuman :

-  mempunyai kekuatan mekanik yang tinggi -  barrier yang baik terhadap gas, uap air,  jasad renik, debu dan kotoran sehingga cocok untuk kemasan hermetis.

-  Toksisitasnya  relatif  rendah meskipun  ada  kemungkinan migrasi unsur  logam  ke bahan yang dikemas.

-  Tahan terhadap perubahan-perubahan atau keadaan suhu yang ekstrim

-  Mempunyai permukaan yang ideal untuk dekorasi dan pelabelan.

KERUGIAN

-  perubahan warna dari bagian dalam kaleng

-  perubahan warna pada makanan yang dikemas

-  off-flavor pada makanan yang dikemas

-  kekeruhan pada sirup

-  perkaratan atau terbentuknya lubang pada logam

-  kehilangan zat gizi

-  meningkatnya resistensi mikroba terhadap panas setelah proses sterilisasi

-  rusaknya  kaleng  setelah  proses  sterilisasi  sehingga  memungkinkan  masuknya mikroorganisme ke dalam kaleng.

JENIS-JENISNYA

Bentuk kemasan dari bahan logam yang digunakan untuk bahan pangan yaitu :

-  bentuk kaleng tinplate

-  kaleng alumunium

-  bentuk alumunium foil

PROSES PEMBUATAN PENGEMAS

Secara  umum  proses  pembuatan  kaleng  terdiri  dari    printing/coating,  slitting/shearing,  pressing  dan  assembly.    Printing  dilakukan  dengan  tujuan  untuk  pembuatan  : dekorasi dan melindungi kaleng dari karat  atau untuk mencegah  reaksi  antara tinplate dengan bahan yang dikemas. Slitting  /  Shearing  adalah  proses memotong  tinplate menjadi  body  blank  atau  strip    yang    digunakan  untuk  pembuatan  komponen-komponen  kaleng  sesuai  kebutuhan.   Pressing  adalah  proses  pembuatan  komponen-komponen  kaleng  seperti  tutup  atas  /   bawah  atau  body  kaleng  pada  two  pieces.  Jumlah  proses  pembuatan  komponen  tergantung  dari  bentuk  kaleng  yang  akan  dibuat.  Pada  pembuatan  tutup  latex  sebagai  bahan  pengisi  sambungan  body  dengan  tutup membuat  kaleng  kedap  udara. Assembly  adalah  proses  menyatukan  badan  dan  tutup  kaleng  dengan  menggunakan mesin-mesin soudronic, soldering atau mesin lain.

Teknik pembuatan kaleng, yaitu :

a. Pembuatan Kemasan kaleng Secara Konvensional (Three-piece-cans)

Kaleng  tiga  lembar  (Three-  piece-cans)  adalah  kaleng  yang  mempunyai  satu  lingkaran dan dua  tutup.   Bahan  baku  kaleng  tiga  lembar  ini  adalah plat  timah  (TP)  atau baja bebas timah (TFS).  Urutan pembuatan kemasan kaleng dari plat timah secara  konvensional adalah  sebagai berikut  (Syarief  et al., 1989) :

-  Pemberian lapisan enamel pada lembar plat timah

-  Pencetakan disain grafis

-  Pemotongan lembaran plat timah menjadi body blank yang disebut proses slitting

-  Pembentukan badan kaleng (body making)

-  Pembentukan leher kaleng (necking) untuk beberapa jenis kaleng

-  Pembentukan body hood (flanging) untuk semua bentuk kaleng.

-  Pembersihan permukaan dalam kaleng dengan menggunakan sikat dan hembusan  udara.

-  Pelapisan  enamel  kedua  (enamel  ganda),  yaitu  untuk  kaleng  kemasan minuman  berkarbonasi.    Proses  pelapisan  enamel  kedua  ini  dilakukan  dengan  cara  pengabutan bahan pelapis (sprayed coating).

-  Pemasangan tutup kaleng dengan mesin seamer.

 

b. Pembuatan kaleng Dua Lembar (Two piece-cans)

Kaleng  dua  lembar  adalah  kaleng  yang  dibuat  dari  bahan  baku  plat  timah, aluminium atau lakur (alloy).   Pembuatan kaleng dua lembar dapat dilakukan dengan  dua  cara,  yaitu  proses  draw-and-wall-iron  (DWI)  dan    proses  draw-and-redraw  (DRD).  Proses  DWI  menghasilkan  kaleng  dengan  dinding  yang  tipis  dan  digunakan  untuk  memproduksi  kaleng  aluminium  untuk  minuman  berkarbonasi  dimana  bahan  pengemas  mendapat  tekanan  setelah  pengisian.    Kaleng  DRD  mempunyai  dinding  yang  lebih  tebal  dan  dapat  digunakan  untuk  mengemas  bahan  pangan  yang disterilisasi dimana diperlukan  adanya  ruang vakum  (head-space) pada kaleng  selama  pendinginan.

JENIS BAHAN PANGAN UNTUK DIKEMAS

 

ð  Kaleng  tinplate  banyak  digunakan  dalam  industri  makanan  dan  komponen  utama  untuk  tutup  botol  atau  jars.  Kaleng  alumunium  banyak  digunakan  dalam  industri  minuman.

ð  Alumunium  foil  banyak  digunakan  sebagai  bagian  dari  kemasan  bentuk  kantong  bersama-sama/dilaminasi  dengan  berbagai  jenis  plastik,  dan  banyak  digunakan oleh industri makanan ringan, susu bubuk dan sebagainya.

ð  Kemasan  aerosol  banyak  digunakan  untuk  mengemas  produk-produk  non  pangan seperti kosmetika (parfum), pembersih kaca, pengharum ruangan, cat semprot, pemadam kebakaran dan pestisida.  Penggunaan kemasan aerosol untuk bahan pangan  adalah untuk whipped cream yaitu krim sebanyak 90% erdiri dari susu, sirup  jagung, sukrosa dan minyak nabati yang diberi cita rasa dan bahan penstabil

Proses PERSIAPAN ATAU PRETREATHMENT Bahan Pangan SEBELUM DIKEMAS

Proses pengalengan makanan secara garis besar meliputi operasi-operasi sebagai  berikut:

a.  Pembersihan dan persiapan bahan bahan baku.

b.  Blansing, dengan  cara mencelup di dalam  air mendidih  atau menggunakan  uap  panas, yang bertujuan untuk menginaktifkan enzim, menghilangkan gelembung-gelembung  udara  yang  terperangkap  di  dalam  bahan  sehingga  memudahkan  dalam proses pengisian dan memudahkan dalam proses sterilisasi.

c.  Pengisian dan exhausting.   Kaleng  terbuka yang bersih diisi dengan bahan pangan  secara otomatis.  Untuk sayuran maka ditambahkan cairan pengisi berupa larutan  garam, sedang untuk buah-buahan ditambahkan cairan pengisi berupa sirup gula. Cairan  ditambahkan  sampai  1  cm  dari  bagian  atas  kaleng.    Setelah  pengisian,  kaleng  dipindahkan  ke  kotak  pengeluaran  gas  (exhaust  box),  sehingga  di  dalam  kaleng akan terbentuk keadaan yang vakum.

d.  Penutupan.

e.  Sterilisasi.

PERSYARATAN PENYIMPANAN YANG BAIK

a.  Produk Buah-buahan dan Sayuran

Penyimpangan warna pada  saus  apel yang dikemas dengan  aluminium, dapat dicegah dengan menambahkan  asam askorbat .

b.  Produk daging

Pada  produk  daging yang berkadar garam tinggi dan mengandung bumbu yang mudah berkarat,  maka penambahan gelatin dapat mengurangi sernagan karat pada logam.

c.  Ikan dan Kerang-kerangan

Pengemasan  ikan  sarden dalam minyak  atau  saus  tomat dan  saus mustard degan  kemasan aluminium yang berlapis enamel, maka pH nya tidak boleh lebih dari 3.0,  karena jika lebih besar enamel tidak dapat melindungi produk.

d.  Produk-produk susu

Kemasan aluminium untuk produk susu memerlukan  lapisan pelindung,  terutama  pada susu kental yang tidak manis.  Penggunaan aluminium untuk produk-produk  susu  seperti  margarin  dan  mentega,  berperan  untuk  memberikan  sifat  opaq  sehingga menjadi sekat lintasan bagi cahaya dan O2.

e.  Minuman

Pengemasan  minuman  dengan  wadah  aluminium  harus  diberi  pelapis,  yaitu  epoksivinil atau epoksi  jernih untuk bir dan epoksivinil atau vinil organosol untuk  minuman ringan atau minuman berkarbonasi. Pengemasan  teh dengan aluminium  yang tidak diberi lapis dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna dan flavor.

TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN

Kemasan logam khususnya kemasan kaleng biasanya memakan waktu lama agar mudah terurai. Namun untuk mengatasi hal itu biasanya masyarakat mendaur ulang dengan cara memanfaatkannya sebagai produk hiasan dan sebagainya. Di pabrik daur ulang, kemasan kaleng dihancurkan dan dicetak kembali.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEMASAN KERTAS

KARAKTERISTIK

Sifat-sifat  kemasan  kertas  sangat  tergantung  pada  proses  pembuatan  dan  perlakuan  tambahan  pada  proses  pembuatannya.      Kemasan  kertas  dapat  berupa kemasan  fleksibel  atau  kemasan  kaku.    Beberapa  jenis  kertas  yang  dapat  digunakan sebagai kemasan fleksibel adalah kertas kraft, kertas tahan lemak (grease proof). Glassin dan kertas  lilin  (waxed paper) atau kertas yang dibuat dari modifikasi kertas-kertas  ini.  Wadah-wadah  kertas  yang  kaku  terdapat  dalam  bentuk  karton,  kotak,  kaleng  fiber, drum,  cawan-cawan  yang  tahan  air,  kemasan  tetrahedral  dan  lain-lain,  yang  dapat dibuat dari  paper  board,  kertas  laminasi,  corrugated  board dan  berbagai  jenis  board dari kertas khusus. Wadah kertas biasanya dibungkus  lagi dengan bahan-bahan kemasan lain seperti plastik dan foil logam yang lebih bersifat protektif.  Karakteristik kertas didasarkan pada berat atau ketebalannya.

 

KEUNTUNGAN

ð Harganya murah

ð Mudah diperoleh

ð Praktis penggunaannya

ð Merupakan kemasan yang fleksibel

KERUGIAN

ð  Tidak tahan air

ð  Mudah dipengaruhi kelembapan lingkungan

ð  Hanya bisa digunakan untuk membungkus bahan dengan aw rendah

ð  Bentuk mudah rusak / penyok

JENIS-JENISNYA

Ada dua jenis kertas utama yang digunakan, yaitu kertas kasar dan kertas lunak.  Kertas  yang  digunakan  sebagai  kemasan  adalah  jenis  kertas  kasar,  sedangkan  kertas halus  digunakan  untuk  kertas  tulis  yaitu  untuk  buku  dan  kertas  sampul. Kertas kemasan yang paling kuat  adalah kertas kraft dengan warna  alami, yang dibuat dari kayu lunak dengan proses sulfat.

1. Kertas glasin dan kertas tahan minyak (grease proof)

Kertas  glasin  dan  kertas  tahan  minyak  dibuat  dengan  cara  memperpanjang waktu pengadukan pulp sebelum dimasukkan ke mesin pembuat kertas.  Penambahan bahan-bahan  lain  seperti  plastisizer  bertujuan  untuk  menambah  kelembutan  dan kelenturan  kertas,  sehingga  dapat  digunakan  untuk  mengemas  bahan-bahan  yang lengket.    Penambahan  antioksidan  bertujuan  unttuk  memperlambat  ketengikan  dan menghambat pertumbuhan jamur atau khamir. Kedua  jenis  kertas  ini  mempunyai  permukaan  seperti  gelas  dan  transparan, mempunyai  daya  tahan  yang  tinggi  terhadap  lemak,  oli  dan  minyak,  tidak  tahan terhadap air walaupun permukaan dilapisi dengan bahan tahan air seperti lak dan lilin.

2. Kertas  Perkamen

Sifat-sifat

kertas perkamen adalah :

-  mempunyai ketahanan lemak yang baik

-  mempunyai  kekuatan  basah  (wet  strength)  yang  baik  walaupun  dalam  air

mendidih

-  permukaannya bebas serat

-  tidak berbau dan tidak berasa

-  transparan dan translusid, sehingga sering disebut kertas glasin

-  tidak  mempunyai  daya  hambat  yang  baik  terhadap  gas,  kecuali  jika  dilapisi

dengan bahan  tertentu

 

3. Kertas Lilin

Kertas lilin adalah kertas yang dilapisi dengan lilin yang bahan dasarnya adalah lilin parafin dengan titik cair 46-74oC dan dicampur polietilen (titik cair 100-124oC) atau petrolatum  (titik  cair  40-52oC).    Kertas  ini  dapat  menghambat  air,  tahan  terhadap minyak/oli  dan  daya  rekat  panasnya  baik.

 

4. Daluang (Container board)

Ada dua jenis kertas daluang, yaitu :

- line board disebut juga kertas kraft yang berasal dari kayu cemara (kayu lunak)

- corrugated medium yang berasal dari kayu keras dengan proses sulfat.

 

5. Chipboard

Chipboard  dibuat  dari  kertas  koran  bekas  dan  sisa-sisa  kertas.  Jika  kertas  ini dijadikan  kertas  kelas  ringan, maka  disebut  bogus  yaitu  jenis  kertas  yang  digunakan sebagai  pelindung  atau  bantalan  pada  barang  pecah  belah.    Kertas  chipboard  dapat juga  digunakan  sebagai  pembungkus  dengan  daya  rentang  yang  rendah.    Jika  akan

dijadikan karton lipat, maka harus diberi bahan-bahan tambahan tertentu.

 

6. Tyvek

Kertas tyvek adalah kertas yang terikat dengan HDPE (high density polyethylene).  Dibuat  pertama  sekali  oleh  Du  Pont  dengan  nama  dagang  Tyvek.  Kertas  tyvek mempunyai permukaan yang  licin dengan derajat keputihan yang baik dan kuat,.  Kertas ini bersifat :

-  no  grain  yaitu  tidak  menyusut  atau  mengembang  bila  terjadi  perubahan kelembaban

-  tahan terhadap kotoran, bahan kimia

-  bebas dari kontaminasi kapang

-  mempunyai kemampuan untuk menghambat bakteri ke dalam kemasan.

 

7. Kertas Soluble

Kertas  soluble  adalah  kertas  yang  dapat  larut  dalam  air. Kertas  ini diperkenalkan pertama sekali oleh Gilbreth Company, Philadelphia dengan nama dagang Dissolvo. Sifat-sifat  kertas  soluble  adalah  kuat,  tidak terpengaruh kelembaban tetapi cepat larut di dalam air.

 

8. Kertas Plastik

Kertas  plastik  dibuat  karena  keterbatasan  sumber  selulosa.   Kertas  ini disebut juga  kertas  sintetis yang  terbuat dari  lembaran  stirena, mempunyai  sifat-sifat  sebagai

berikut :

-  daya sobek dan ketahanan lipat yang baik

-  daya kaku lebih kecil daripada kertas selulosa, sehingga menimbulkan maslaah dalam pencetakan label.

-  tidak mengalami perubahan bila terjadi perubahan kelembaban (RH)

-  tahan terhadap lemak, air dan tidak dapat ditumbuhi kapang.

-  Dapat  dicetak  dengan  suhu  pencetakan  yang  tidak  terlalu  tinggi,  karena polistirena akan lunak pada suhu 80oC.

PROSES PEMBUATAN PENGEMAS

Berikut adalah contoh model dasar  yang paling umum dari karton dapat dilihat di gambar 4.1 yang terdiri dari :

- lipatan terbalik (reverse tuck)

- dasar menutup sendiri  (auto-lock bottom)

- model pesawat terbang (airplane style)

- model lipatan lurus

- model perekatan ujung (seal end)

- model perkakas dasar ( hardware bottom)

Dari  keenam model  dasar  ini  dikembangkan model-model  lain

 

 

JENIS PRODUK YANG BISA DIKEMAS

  1. 1. Kertas glasin dan kertas tahan minyak (grease proof)

Kertas glasin digunakan sebagai bahan dasar laminat.

  1. 2. Kertas  Perkamen

Kertas  perkamen  digunakan  untuk  mengemas  bahan  pangan  seperti  mentega, margarine, biskuit yang berkadar lemak tinggi, keju, ikan (basah, kering atau digoreng) daging  (segar, kering, diasap atau dimasak), hasil  ternak  lain,  the dan kopi.

  1. 3. Kertas Lilin

Kertas  lilin  digunakan  untuk mengemas bahan pangan, sabun, tembakau dan lain-lain.

  1. 4. Daluang (Container board)

Kertas daluang banyak digunakan dalam pembuatan kartun beralur.

  1. 5. Chipboard

yaitu  jenis  kertas  yang  digunakan

sebagai  pelindung  atau  bantalan  pada  barang  pecah  belah

  1. 6. Tyvek

sering digunakan untuk kertas foto

7. Kertas Soluble

Digunakan untuk  tulisan dan oleh FDA  (Food and Drug Administration)  tidak boleh  digunakan  untuk  pangan.

8. Kertas Plastik

Biasanya digunakan untuk kertas OHP dan pembungkus kado.

Proses Pretreathment Bahan Pangan sebelum dikemas

pengemasan bahan pangan menggunakan kertas cukup dengan mempersiapkan bahan dan kertas dalam kondisi kering.

 

PERSYARATAN PENYIMPANAN YANG BAIK

Bahan pangan yang dibungkus kertas harus disimpan dalam keadaan udara sekitas yang tidak terlalu lembam dan harus dihindarkan dari air karena mudah rusak.

 

TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN

Bahan pengemas kertas relative lebih cepat teruai daripada bahan pengemas lainnya dikarenakan mengandung selulosa. Jadi lebih aman.

KEMASAN KACA

  1. A. SIFAT-SIFAT:

• Tembus pandang

• Kuat

• Mudah dibentuk

• Lembam

• Tahan pemanasan

• Pelindung terbaik terhadap kontaminasi

dan flavor

• Tidak tembus gas, cairan dan padatan

• Dapat diberi warna

• Dapat dipakai kembali (returnable)

• Relatif murah

 

  1. B. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN.

Kelebihan kemasan gelas adalah :

- Kedap terhadap air, gas , bau-bauan dan mikroorganisme

- Inert dan tidak dapat bereaksi atau bermigrasi ke dalam bahan pangan

- Kecepatan pengisian hampir sama dengan kemasan kaleng

- Sesuai untuk produk yang mengalami pemanasan dan penutupan secara hermetis

- Dapat didaur ulang

- Dapat ditutup kembali setelah dibuka

- Transparan sehingga isinya dapat diperlihatkan dan dapat dihias

- Dapat dibentuk menjadi berbagai bentuk dan warna

- Memberikan nilai tambah bagi produk

- Rigid (kaku), kuat dan dapat ditumpuk tanpa mengalami kerusakan

Kaca mempunyai hampir nol interaksi kimia dengan bahan pangan, menjaga produk di dalam kemasan tetap tekstur, aroma, dan flavornya. Kaca tidak mengalami korosi, ternoda/ luntur, terurai, sehingga produk didalamnya tetap segar seperti ketika pertama kali dikemas. Kemasan kaca memberikan kenyamanan bagi konsumen karena makanan mereka bersih/ murni.

 

 

Kelemahan kemasan gelas :

- Berat sehingga biaya transportasi mahal

- Resistensi terhadap pecah dan mempunyai thermal shock yang rendah

- Dimensinya bervariasi

- Berpotensi menimbulkan bahaya yaitu dari pecahan kaca.

 

C. PROSES PEMBUATAN WADAH

Bahan dasar dalam pembuatan gelas adalah :

a. Oksida Pembentuk Gelas

Bahan pembentuk gelas yang terbaik adalah pasir kuarsa yang merupakan sumber SiO2. Silika adalah bahan yang sulit untuk melebur serta memerlukan suhu yang sangat tinggi untuk meleburkannya, yang tidak mungkin dapat ditahan oleh dapur pelebur. Jika silika sudah dapat dilebur maka kekentalannya sangat tinggi dan gelembung-gelembung yang timbul selama peleburan sulit untuk dikeluarkan.

b. Bahan Pelebur

Bahan pelebur berfungsi untuk mengurangi kekentalan silika yang telah dileburkan dan memungkinkan suhu peleburan silika yang lebih tinggi hingga 1000oC, memberikan sifat alir dan sifat muai pada hasil peleburan gelas, memungkinkan gelembung-gelembung yang terjadi selama proses peleburan dapat keluar dengan sendirinya.

c. Bahan Stabilisasi

Gelas yang dihasilkan dari hasil peleburan silika merupakan gelas yang larut dalam air sehingga tidak dapat digunakan untuk keperluan industri. Gelas ini biasanya digunakan untuk perekat karton atau untuk melapisi kulit telur masak agar terlindung dari serangan bakteri. Untuk membuat agar gelas menjadi tidak larut dalam air dan tahan terhadap zat-zat kimia maka perlu ditambahkan bahan stabilisasi yaitu CaCO3, MgCO3 dan Al2O3.

d. Bahan Penyempurna

Bahan penyempurna dalam pembuatan gelas terdiri dari :

- Bahan pelembut untuk menghilangkan bliser atau seed (seperti berbiji) pada gelas yang dihasilkan. Bahan pelembut yang digunakan adalah sulfat atau arsen oksida bergantung pada jenis gelas.

- Bahan pewarna sperti oksida cobalt, chrom dan oksida besi.

 

Tahapan dalam proses pembuatan kemasan gelas adalah sebagai berikut :

ð  Bahan baku dicampur merata secara otomatis.

ð  Kemudian dimasukkan ke dalam tanur untuk dilelehkan dengan suhu 1500-1600oC ada yang 1300oC).

ð  Tungku pembakaran membara terus menerus dan dikendalikan oleh sistem (panel) pengendali.

ð  Sebelum dicetak suhu diturunkan hingga 1000-1200oC dan lelehan gelas didiamkan beberapa saat.

ð  Cairan gelas dialirkan ke dalam mesin pembuat botol

ð  Lelehan dipotong-potong dengan ukuran yang ditetapkan dalam bentuk gumpalan kasar.

ð  Gumpalan meluncur ke pencetakan pertama (cetakan Parison).

ð  Pembentukan dan pencetakan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

Hembus Ganda (Blow and Blow) untuk gelas berleher sempit (botol)

Tekan dan Hembus (Press and Blow) untuk gelas berleher lebar.

ð  Dipindahkan ke cetakan akhir atau cetakan wadah yaitu cetakan yang sebenarnya dengan ukuran tertentu

ð  Dibawa ke ruang “lehr” pendingin yang bersuhu 450oC.

ð  Wadah dipanaskan kembali (proses annealing).

ð  Kemudian perlahan-lahan didinginkan dari suhu 575-600oC menjadi 450oC dengan adanya aliran udara. Proses ini bertujuan untuk membuat wadah gelas menjadi tidak rapuh atau mudah pecah.

ð  Dilakukan pengawetan gelas dengan cara pre-cooling yang berfungsi untuk menjaga kompresor agar udara yang terhisap hanya udara yang dalam keadaan bersih dan tidak mengandung air. Di Indonesia teknologi pre-cooling pertama kali ditemukan oleh PT.Iglas (Persero).

ð  Dilakukan pengawasan mutu ketika botol keluar dari cetakan, yang terdiri dari uji coba mekanis, elektris dan visual di pabrik atau di laboratorium.

 

 

  1. D. Jenis-jenis kemasan kaca
    1. 7. BOTOL

• Untuk produk cairan atau larutan yang mengandung butiran padat.   Misalnya sirup, air mineral, minuman berkarbonasi, minuman beralkohol, minuman berenergi, kecap, saus tomat, sari buah yang masih berupa essens dan madu.

  1. 8. JARS

digunakan untuk mengemas produk cair, padat, semi padat misalnya jam, pasta, acar, kopi bubuk, susu bubuk, madu, mayonnaise, dan jelly.

  1. 9. TUMBLER

Digunakan untuk mengemas produk seperti jam, jelly, pangan yang dioleskan (spreds): keju, mayonaise dapat juga digunakan untuk mengemas produk padat misalnya kopi bubuk.

  1. 10. JUG

Produk yang menggunakan kemasan jenis ini misalnya sari buah cair atau sari buah yang dikeringkan berupa bubuk, sirup gula, minyak zaitun, salad dressing, vinegar dll.

  1. 11. Carboy

Ukuran besar, biasanya untuk juice, beer, dan wine.Berleher pendek dan berpegangan kayu atau menggunakan tas khusus.

 

  1. 12. VIAL dan AMPUL

Biasanya untuk produk cair. Misalnya untuk obat-obatan cair, minyak atsiri dan lain-lain.

Tutup Kemasan Kaca

• Tutup normal

- tekanan di luar dan di dalam botol sama

- Contoh : sumbat/tutup berulir

• Tutup vakum

- kondisi dalam botol vakum dan kedap udara

- Contoh : lug cap/ditarik dan omnia

• Tutup tekanan

- mempertahankan isi botol yang mengandung CO2

- Contoh : tutup mahkota dan berulir

Macam / Jenis Tutup Kemasan Kaca

• Tutup berulir (screw cap)

Penutup ini memiliki ulir yang berfungsi untuk mengunci tutup dengan ulir finish. Biasanya digunakan untuk produk seperti jam, jelly, mayonnaise.

- untuk botol dan jar berleher ulir, isi bertekanan

- bahan luar logam/plastik, bahan dalam gabus, karet, plastik

• Tutup sumbat (press-on / band cap)

Tutup ditekan, bahan gabus/ plastik. Digunakan untuk kemasan yang berbentuk tumbler atau kemasan yang memiliki finish yang licin.  Cara menggunakan penutup ini yaitu dengan menekan tutup atau menariknya keatas ketika ingin membukanya.

• Tutup mahkota (crimp-on / crown cap)

Berbentuk bulat, tipis dan memiliki jeruji seperti mahkota. Cara membuka penutup ini dengan alat pembuka botol.  Penutup jenis ini hanya dapat dipakai sekali. Bahan tinplate, perapat plastik, kertas, gabus, karet

• Tutup “twist off” dan omnia (roll-on)

Terbuat darialuminium lunak untuk menutup kemasan botol. Modifikasi dari tutup berulir, tinplate, untuk jar

 

  1. E. PENGUJIAN MUTU/INSPEKSI  KEMASAN GELAS

Kegiatan inspeksi untuk kemsan kaca dan penutupnya digunakan untuk memastikan berbagai kemasan kaca berada pada kualitas yang bagus, penutup kemasan dipastikan vakum serta menghindari adanya cacat yang meliputi:

ð  Menghindari terbentuknya plastisol atau komponen pelekat

ð  Ketidaktepatan dalam hal komponen penutup

ð  Menghindari cacat kemasan kaca seperti bengkok, pecah, dan miring

Pengujian mutu kemasan gelas yang dilakukan pada line produksi adalah :

a. Hot end Checker

Melaksanakan pengujian muttu gelas end hot, untuk mengetahui secara dini

cacat-cacat botol yang terjadi dan langsung diinformasikan ke unit forming untuk dilakukan perbaikan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Cacat tersebut melipui cacat visual dan cacat dimensional.

b. Cold end Checker

Melakukan pengujian botol yang keluar dari Annealing lehr baik yan polos

maupun yang ber-ACL secara visual dengan pengamatan dan secara dimensional

dengan menggunakan peralatan.

Selain itu, Pengukuran dan pengujian kemasan gelas dapat dilakukan dengan cara:

Dimensi kemasan :

- tinggi, diameter, ketebalan, dinding, finish, volume

Sifat-sifat kritis kemasan :

- ketahanan terhadap perubahan suhu (dicelupkan dalam air panas)

- ketahanan terhadap tekanan (menggunakan air/udara bertekanan)

 

  1. F. PRETREATMENT SEBELUM PENGGUNAAN

Untuk membuat agar kemasan gelas bersifat inert dan netral maka gelas dicelupkan dalam larutan asam. Untuk melindungi permukaan kemasan gelas maka diberi laminasi silikon polietilen glikol atau polietilen stearat.

 

  1. G. BAHAN PANGAN YANG COCOK DIKEMAS DENGAN KEMASAN KACA

BOTOL : Untuk produk cairan atau larutan yang mengandung butiran padat.  Misalnya sirup, air mineral, minuman berkarbonasi, minuman beralkohol, minuman berenergi, kecap, saus tomat, sari buah yang masih berupa essens dan madu.

 

JAR:  digunakan untuk mengemas produk cair, padat, semi padat  misalnya jam, pasta, acar, kopi bubuk, susu bubuk, madu, mayonnaise, dan jelly.

 

TUMBLER : Digunakan untuk mengemas produk seperti jam, jelly, pangan yang dioleskan (spreds): keju, mayonaise. Dapat juga digunakan untuk mengemas produk padat misalnya kopi bubuk.

 

JUG : Produk yang menggunakan kemasan jenis ini misalnya sari buah cair atau sari buah yang dikeringkan berupa bubuk, sirup gula, minyak zaitun, salad dressing,vinegar dll.

 

Carboy : Ukuran besar, biasanya untuk juice, beer, dan wine. Berleher pendek dan berpegangan kayu atau menggunakan tas khusus.

 

VIAL dan AMPUL : Biasanya untuk produk cair.

 

  1. H. Metode Pengemasan dan Pembotolan

• Cold pack method (metode pengemasan dingin)

- bahan dan botol dingin, setelah sterilisasi tutup dirapatkan (co : pembotolan saos tomat)

• Hot pack method (metode pengemasan panas)

- bahan panas, mempersingkat waktu sterilisasi

• Open kettle method (metode wajan terbuka)

- bahan panas, wadah steril, tutup langsung rapat

 

  1. I. PERSYARATAN PENYIMPANAN  YANG BAIK

Pada umumnya, bahan pangan yang dikemas dengan pengemas kaca, baik diletakkan pada suhu ruang atau suhu dingin.

 

  1. J. Kesehatan dan Keamanan lingkungan

Kaca/gelas dan porselen merupakan kemasan yang paling tahan terhadap air, gas ataupun asam, atau memiliki sifat yang inert.  Kemasan kaca juga dapat diberi warna Kemasan kaca/gelas banyak digunakan untuk produk minuman yang memiliki sifat-sifat tertentus sehingga dapat menyaring cahaya yang masuk ke dalam kemasan kaca.  Misalnya untuk minuman sari jeruk nipis, digunakan kemasan kaca berwana coklat, bertujuan agar kandungan asamnya tidak bereaksi dengan kemasan dan dipilih yang berwarna coklat agar cahaya tidak merusak vitamin C yang terkandung di dalamnya.  Warna yang paling baik menyaring cahaya ultraviolet adalah warna amber dan merah. Jenis kemasan ini dianggap kemasan yang paling aman untuk produk pangan.

Keamanan lingkungan dari kemasan kaca adalah kaca tidak bisa didekomposisi ditanah. Sehingga solusinya kemasan kaca yang dibuang akan didaur ulang menjadi kemasan kaca atau kerajinan tangan. Selain itu, untuk mengurangi menumpuknya sampah kemasan kaca dilingkungan maka kemasan kaca yang kosong dapat dialihkan penggunaannya untuk tempat makan atau minuman lainnya atau untuk  produk-produk lain.

 

 

PLASTIK

Plastik adalah polimer; rantai-panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau “monomer”.

Gabungan dari dua jenis monomer yang berbeda disebut dengan koplimer,dimana bagian yang terbanyak disebut dengan monomer dasar dan bagian yang kecildisebut komonomer. Plastik mengandung komponen :

ð Bahan pemlasitis (plastisizer) adalah bahan organik dengan berat molekul rendah yang ditambahkan dengan maksud memperlemah kekakuan dari polimer, meningkatkan fleksibilitas dan ekstensibilitas polimer. Bahan pemlastis larut dalam tiap-tiap rantai polimer sehingga akan mempermudah gerakan molekul polimer dan bekerja menurunkan suhu transisi gelas, suhu kristalisasi atau suhu pelelehan dari polimer.

Mekanisme kerja plastisizer pada resin adalah memisahkan rantai melaluipemutusan ikatan yaitu ikatan hidrogen dan ikatan van der Waals atau ikatan ion, yang menyebabkan rantai polimer bersatu dan melapisi tenaga di tengahnya melalui pembentukan ikatan polimer-plastisizer. Kemudian kelompok polymer-phylic akan memperbaiki kelarutannya, sedangkan kelompok polymer-phobic memperbaiki pengaruhnya. Beberapa jenis bahan pemlastis yang digunakan dalam pembuatan plastik adalah :

- Dibutil ptalat (DBP)

- Dioktil ptalat (DOP)

- Dietil heptil adipat (DEHA)

- Trikresil ptalat (TCP)

- Poliester

- Heptil patalat

- Dimetil heptil adipat

- Di –N-desil adipat

- Benzil aktil adipat

- Ester asam sitrat

- Oleat

- Sitrat

ð  Antioksidan ditambahkan dalam proses pembuatan plastik untuk mencegahdegradasi polimer akibat terjadinya oksidasi, baik pada saat pencetakan wadah maupun pada saat penggunaan wadah, serta mencegah perapuhan selama penyimpanan.

ð  Bahan antiblok adalah bahan yang digunakan untuk membuat permukaanmenjadi kasar sehingga tidak lengket satu sama lain.

ð  Plastik adalah isolator listrik yang baik, sehingga dapat menahan muatan listrikyang dihasilkan dari gesekan dengan mesin pengolahan, akibatnya terjadi akumulasilistrik statis , dan ini dapat menimbulkan masalah, misalnya dapat menarik debu,saling tarik menarik antara lembaran plastik, kejutan listrik atau bahkan kebakaran.Bahan antistatis dapat meningkatkan daya konuktifitas listrik.

ð  Pelumas berfungsi untuk mengurangi gaya gesekan. Syarat-syarat bahanpelumas untuk pembuatan plastik adalah mempunyai kelarutan yang baik dalamplastik, stabil dan volatilitasnya rendah.

ð  Bahan penyerap cahaya berfungsi untuk melindungi kemasan dari cahayamatahari atau lampu, terutama jika plastik tersebut akan digunakan untuk mengemasbahan yang peka terhadap cahaya seperti vitamin C.

ð  Bahan pengisi berfungsi untuk memperkuat kemasan plastik yang dihasilkandengan cara pengerasan oleh bahan berserat, meningkatkan kekakuan, dan menekanharga jika bahan pengisi tersebut lebih murah daripada harga resinnya.

Sifat plastik yang sangat fleksibel memungkinkan untuk dibuat menjadi beraneka ragam barang. Dengan melakukan perlakuan proses tertentu atau dengan penambahan zat aditif tertentu, plastik bisa dibuat sesuai dengan yang diinginkan. Berdasarkan sifat fisiknya, plastik dapat digolongkan menjadi:

o Termoplastik. Merupakan jenis plastik yang bisa didaur-ulang/dicetak lagi dengan proses pemanasan ulang. Contoh: polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC)
o Termoset. Merupakan jenis plastik yang tidak bisa didaur-ulang/dicetak lagi. Karena akan segera mengeras setelah temperature pembentukkannya dan selanjutnya tidak akan menjadi lunak walaupun dipanaskan kembali. Pemanasan ulang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contoh: resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida

Sifat plastik pada dasarnya adalah antara serat dan elastomer. Jenis plastik dan penggunaannya sangat luas. Plastik yang banyak digunakan berupa lempeng, lembaran dan film. Ditinjau dari penggunaannya plastik digolongankan menjadi dua yaitu plastik keperluan umum dan plastik untuk bahan konstruksi (engineering plastics). Plastik mempunyai berbagai sifat yang menguntungkan, diantaranya:

a. Umumnya kuat namun ringan.

b. Secara kimia stabil (tidak bereaksi dengan udara, air, asam, alkali dan berbagai zat kimia lain).

c. Merupakan isolator listrik yang baik.

d. Mudah dibentuk, khusunya dipanaskan.

e. Biasanya transparan dan jernih.

f. Dapat diwarnai.

g. Fleksibel/plastis

h. Dapat dijahit.

i. Harganya relatif murah.
Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap migrasi, yaitu jenis makanan atau minuman, lamanya kontak, dan suhu.Makanan atau minuman panas dan mengandung lemak paling riskan memicu perpindahan molekul plastik(Yadi, 2010).

Plastik yang ada disekitar kita dapat dengan mudah dikenali dengan simbol atau lambang yang tertera. Macam – macam jenis plastik :

PETE atau ETE (Polyethylene terephthalate) <1>

PET adalah hasil kondensasi polimer etilen glikol dan asam treptalat,dan dikenaldengan nama dagang mylar. Jenis plastik ini banyak digunakan dalam laminasiterutama untuk meningkatkan daya tahan kemasan terhadap kikisan dan sobekanLLDPE sehingga banyak digunakan sebagai kantung-kantung makanan.

 

Ada 3 (tiga) jenis plastik PE, yaitu :

- PET biasa tanpa laminasi

- PET yang mengkerut jika kena panas

- PET yang dilaminasi untuk kemasan vakum.

Sifat-sifat plastik PET adalah :

- tembus pandang (transparan), bersih dan jernih

- tahan terhadap suhu tinggi (300oC)

- permeabilitasnya terhadap uap air dan gas rendah

- tahan terhadap pelarut organik seperti asam-asam organik dari buah-buahan,sehingga dapat digunakan untuk mengemas minuman sari buah.

- tidak tahan terhadap asam kuat, fenol dan benzil alkohol.

- kuat dan tidak mudah sobek

- tidak mudah dikelim dengan pelarut

Jenis ini dipakai untuk botol plastik yang transparan dan tembus pandang seperti botol air mineral, botol minuman sari buah, minyak goreng, selai peanut butter, kecap, sambal dan tray biskuit. Botol botol dengan bahan ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

HDPE (High Density polyethylene) <2>

Sifat – sifat :

ð Keras hingga semi fleksibel

ð tahan terhadap bahan kimia dan kelembaban

ð permeabel terhadap gas

ð permukaan berlilin (waxy)

ð buram (opaque)

ð mudah diwarnai, diprosesdan dibentuk

ð melunak pada suhu 75oC

Dipakai untuk botol susu atau minuman sari buah, tutup plastik, kantong belanja dan wadah es krim. Sama seperti jenis plastik sebelumnya, plastik ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai juga

V atau PVC (polyvinyl chloride) <3>

Reaksi polimerisasi vinil klorida ditemukan pada tahun 1835 oleh Regnault, danfabrikasinya dimulai tahun 1931. Nama-nama dagang PVC adalah Elvax, Geon,Postalit, Irvinil, Kenron, Marvinol, Opalon, Rucoblend, Vinoflex. Kemasan PVC dapatberupa kemasan kaku atau kemasan bentuk. Beberapa jenis PVC adalah :

a. Plasticized Vinyl Chlorida

Bahan pemlastis yang digunakan adalah resin (poliester, epoksi) dan non resin(ptalat dan posfat). Digunakan untuk kemasan daging segar, ikan, buah-buahan dan

sayuran.

b. Vinyl Copolymer

Vinyl copolimer mirip dengan plastized vinil klorida, hanya resinnya berupa polimer, sehingga dapat digunakan untuk kemasan blister pack, kosmetika dan sari buah.

c. Oriented Film

PVC jenis oriented film mempunyai sifat yang luwes (lunak) dan tidak mudahberkerut.

Sifat-sifat umum kemasan PVC adalah sebagai berikut :

- tembus pandang, ada juga yang keruh

- permeabilitas terhadap uap air dan gas rendah

- tahan minyak, alkohol dan pelarut petrolium, sehingga dapat digunakan

untuk kemasan, mentega, margarin dan minyak goreng

- kekuatan tarik tinggi dan tidak mudah sobek

- dipengaruhi oleh hidrokarbon aromatik, keton, aldehida, ester, eter aromatik,

anhidrat dan molekul-molekul yang mengandung belerang, nitrogen dan fosfor.

Tidak terpengaruh oleh asam dan basa, kecuali asam pengoksidasi, akan tetapi

pemlastis akan terhidrolisa oleh asam dan basa pekat.

- densitas 1.35-1.4 g/cm3

Bahan penstabil yang diizinkan untuk pembuatan kemasan PVC adalah dioktil-tinmercaptoasetat dan maleat.

Plastik ini adalah yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini sangat tipis dan paling sering digunakan sebagai pembungkus makanan(food wrap), botol jus, air mineral, minyak sayur, kecap, dan sambal. Kandungan zat berbahaya dari PVC mudah lumer bila kena makanan panas dan berminyak

LDPE (Low Density Polyethylene) <4>

Sifat – sifat :

ð  Mudah diproses

ð  Kuat

ð  Fleksibel

ð  Kedap air

ð  Permukaan berlilin

ð  Tidak jernih tapi tembus cahaya

ð  Melunak pada suhu 70oc

Jenis plastik ini biasanya dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Plastik yang terbuat dari bahan ini dapat didaur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Plastik dengan bahan ini bisa dibilang tidak dapat dihancurkan tetapi tetap baik untuk makanan. Contohnya plastik pembungkus gula, minyak goreng curah atau terigu, Pot yoghurt, kantong belanja (kresek), kantong roti dan makanan segar, botol yang dapat ditekan.

PP (Polypropylene) <5>

Polipropilen adalah polimer dari propilen dan termasuk jenis plastik olefin. Polipropilen mempunyai nama dagang Bexophane, Dynafilm, Luparen, Escon,Olefane dan Profax.. Sifat-sifat dan penggunaannya sangat mirip dengan polietilen,yaitu :

- ringan (densitas 0.9 g/cm3)

- mudah dibentuk

- tembus pandang dan jernih dalam bentuk film, tapi tidak transparan dalam

bentuk kemasan kaku

- lebih kuat dari PE. Pada suhu rendah akan rapuh, dalam bentuk murninya

mudah pecah pada suhu -30oC sehingga perlu ditambahkan PE atau bahan lainuntuk memperbaiki ketahanan terhadap benturan. Tidak dapat digunakan

untuk kemasan beku.

- lebih kaku dari PE dan tidak mudah sobek sehingga mudah dalam penanganandan distribusi

- daya tembus (permeabilitasnya) terhadap uap air rendah, permeabilitas terhadap gas sedang, dan tidak baik untuk bahan pangan yang mudah rusakoleh oksigen.

- tahan terhadap suhu tinggi sampai dengan 150oC, sehingga dapat dipakai untukmensterilkan bahan pangan.

- mempunyai titik lebur yang tinggi, sehingga sulit untuk dibentuk menjadi

kantung dengan sifat kelim panas yang baik.

- polipropilen juga tahan lemak, asam kuat dan basa, sehingga baik untuk kemasan minyak dan sari buah. Pada suhu kamar tidak terpengaruh oleh pelarut kecuali oleh HCl.

- pada suhu tinggi PP akan bereaksi dengan benzen, siklen, toluen, terpentin dan asam nitrat kuat.

Sifat-sifat polipropilen dapat diperbaiki dengan memodifikasi menjadi OPP(oriented polyprophylene), yaitu pembuatannya dilakukan dengan menarik ke satu arah,atau menjadi BOPP (Biaxial Oriented Polypropylene), jika ditarik dari dua arah.

Pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman. Khususnya untuk botol minuman bayi, pembungkus biskuit, kantong chips kentang, krat serealia, pita perekat kemasan dan sedotan. Pastikan melihat ada simbol tulisan ini jika ingin membeli wadah plastik yang baik.

PS (Polystyrene) <6>

Polistiren ditemukan pada tahun 1839 oleh E.Simon, tapi secara komersial barudiproduksi di Jerman tahun 1935 dengan nama dagang Bextrene, Carinex, Dylene,Fostarene, Kardel, Vestyran, Lustrex, Restirolo, Luran dan Lorkalene.

Sifat-sifat umum polistiren adalah :

- kekuatan tariknya tinggi dan tidak mudah sobek

- titik leburnya rendah (88oC), lunak pada suhu 90-95oC

- tahan terhadap asam dan basa kecuali asam pengoksidasi

- terurai dengan alkohol pada konsnetrasi tinggi, ester, keton, hidrokarbon

aromatik dan klorin

- permeabilitas uap air dan gas sangat tinggi, baik untuk kemasan bahan segar

- permukaan licin, jernih dan mengkilap serta mudah dicetak

- bila kontak dengan pelarut akan keruh

- mudah menyerap pemlastis, jika ditempatkan bersama-sama dengan plastik lain

menyebabkan penyimpangan warna

- mempunyai afinitas yang tinggi terhadap debu dan kotoran

- baik untuk bahan dasar laminasi dengan logam (aluminium)

 

Oriented Polistiren (OPS) banyak digunakan untuk kemasan buah-buahan dansayuran yang memerlukan permeabilitas uap air dan gas yang tinggi. Bentuk lainadalah kopolimer stiren dengan karet butadien (SB), kopolimer stiren denganakrilonitril (SAN) dan kopolimer akrilonitril butadien stiren (ABS). Nama dagang ABS: Abson, Cycolac, Royalite dan Sulvac. ABS adalah termoplastik yang bersifat tidak transparan (translucent), tidak berwarna putih tapi kekuningan, dan dalam kemasanberperan sebagai thermoforming.

Other (Polycarbonate) <7>

PC dengan nama dagang Lexan dan Merlon termasuk termoplastis non etilendengan sifat-sifat antara logam ringan, gelas dan bahan plastik, dan biasanya digunakan untuk kemasan jus buah-buahan, bir, wadah pembagi yang otomatis dan untuk botol susu bayi. Sifat-sifat PC adalah :

- tidak berbau dan tidak berwarna (transparan)

- kuat dan tahan panas, sehingga cocok untuk bahan pangan yang disterilisasi

- tahan terhadap asam lemah, zat pereduksi atau pengoksidasi, garam, lemak

serta hidrokarbon alifatik.

- terurai oleh alkali, amin, keton, eser hidrokarbon aromatik, dan beberapa jenis

alkohol

- larut dalam metilen klorida, etilen diklorida dan dioktana dari kresol

 

MF (Melamin – Formaldehid)

Plastik jenis ini tidak dapat di daur ulang (termoset).

Sifat – sifat :

ð  Keras

ð  Kuat

ð  Mudah diwarnai

ð  Bebas rasa dan bau

ð  Tahan terhadap pelarut dan noda

ð  Kurang tahan terhadap asam dan alkali

Umumnya MF digunakan sebagai peralatan makan seperti gelas, mangkok, sendok,

dan piring.

 

Saran atau Poliviniliden Klorida (PVDC)

PVDC merupakan kopolimer dari vinil klorida dan viniliden klorida (-(CH2-CCl2)n -) , yang dibuat dengan cara menarik dari dua arah secara simultan, sehinggamolekul PVDC berorientasi paralel dengan permukaannya. Selain Saran jenis PVDCyang lain adalah Cryovac (nama dagang). Sifat-sifat umum dari saran adalah :

- transparan dan luwes dengan kejernihan yang bervariasi

- tahan terhadap bahan kimia, asma, basa dan minyak

- barrier yang baik untuk sinar ultraviolet, sehingga baik digunakan untuk bahanbahanyang peka terhadap sinar ultraviolet seperti daging segar dan keju

- permeabilitas uap air dan gas sangat rendah, sehingga baik digunakan

untuk produk-produk yang peka terhadap oksigen seperti daging, keju dan

produkkering (buah-buahan, candy)

- dapat menahan aroma

- tahan terhadap pemanasan yang kering atau basah (perebusan)

- tidak baik untuk kemasan beku

Beberapa sifat umum PVDC cryovac adalah :

- permeabilitasnya terhadap uap air dan gas rendah

- mudah mengkerut jika kena panas, sesuai untuk kemasan bahan yang

bentuknya tidak beraturan seperti ayam dan ikan

- tahan suhu rendah (-40oC) sehingga baik untuk kemasan beku

- tahan terhadap tekanan tinggi, dapat digunakan untuk kemasan vakum

- mudah dicetak karena permukaannya licin, transparan dan mengkilap

- tidak mudah terbakar

- mudah dikelim panas

 

Selopan

Selopan berasal dari kata cello dan phane yaitu cellulose dan diaphane (Perancis)dimana cello artinya selulosa dan phane artinya transparan.Selopan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

- transparan dan sangat terang

- tidak bersifat termoplastik, tidak bisa direkat dengan panas

- tidak larut air atau minyak

- mudah retak pada kelembaban dan suhu rendah

- mudah dilaminasi sehingga merupakan pelapis yang baik

- mudah robek sehingga perlu dihindarkan dari resiko tertusuk

- mengkerut pada suhu dingin

Untuk dapat memberikan sifat kedap air dan dapat direkatkan dengan panas,maka kedua permukaan selopan dilapisi dengan nitroselulosa atau poliviniliden klorida (saran) dengan tebal 0.00125 mm.

Selulosa Asetat (CA)

CA adalah bahan kristal termoplastik yang keras dan mudah diproses, memilikisifat sangat jernih dan kaku. Meskipun terbuat dari selulosa, tapi sifatnya sangatberbeda dengan selopan, karena CA merupakan thermoplastik. Cara pembuatan CAadalah menambahkan selulosa dengan asam asetat dan asetat anhidrid melalui katalisadan pelarut sehingga diperoleh selulosa triasetat yang jernih. Kemudian dihidrolisadengan air dan bahan penghidrolisa, dikeringkan dan dihasilkan serpihan selulosaasetat. Persentase dari kombinasi asam asetat dan panjang rantai molekul menentukansifat fisik dari CA.

Beberapa sifat CA adalah :

- Tidak mudah mengkerut bila dekat dengan api

- Sangat jernih, mengkilap, agak kaku dan mudah sobek

- CA lebih tahan terhadap benturan dibandingkan HDPE. Tapi lebih lemah

daripada selulosa propionat

- Tahan abrasi

- Peka terhadap cahaya matahari, oksigen dan uap air, sehingga perlu dicegah

dengan penambahan bahan penstabil asam tartarat 0.01%.

- Tahan panas dan rapuh pada suhu rendah, tidak cocok untuk makanan beku

- Tahan minyak

- Terurai oleh asam kuat, basa, alkohol, ester dan HCl

- Mengembang pada RH tinggi

- Barrier yang buruk terhadap uap air dan gas

Plastik CA sesuai untuk kemasan kembang gula karena penampakannya yangjernih. Untuk menambah kekuatan CA maka ditambahkan dietil ptalat. Dalamperdagangan, CA dikenal dengan nama Bexoid, Lumarith, Plastacele, Sicaloid, Tenite Idan Vuepak.

 

Selulosa Propionat (CP)

CP dibuat dengan cara mereaksikan selulosa dengan asam propionat dananhidrat, atau pencampuran antara asetat, asam propionat dan anhidrat dengan katalisator asam sulfat sehingga menghasilkan produk dengan sifat yang diinginkan.

Sifat-sifat CP adalah :

- daya tahan terhadap benturan lebih besar daripada CA

- transparan dan mudah dibentuk

- mengembang pada RH tinggi

- terurai oleh asam kuat, basa, alkohol, keton dan ester

Etil Selulosa

Etil selulosa bersifat stabil pada suhu tinggi dan sering digunakan untuklaminasi hot-dip, lapisan (lacquer) panas dan pembungkus yang mudah dikelupas. Etilselulosa merupakan termoplastik dan mengandung beberapa pemlastis. Sifat-sifatutama etil selulosa adalah :

- tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa

- tidak dapat menahan uap air dan gas

- larut pada sebagian besar pelarut kecuali pada hidrokarbon alifatik, glikol dan

air

- tidak tahan terhadap pelarut organik

- tahan minyak, sehingga cocok untuk kemasan bahan pangan berlemak seperti

margarine, mentega dan minyak

- tahan terhadap asam dan basa lemah, tapi terurai oleh asam kuat

- mempunyai kekerasan dan kekuatan yang baik, daya rentang menurun dan

ekstensibilitas meningkat dengan meningkatnya suhu. Kelenturan meningkat

dengan menurunnya suhu, tidak terjadi degradasi hingga suhu 200oC

- tidak banyak terpengaruh oleh cahaya matahari

 

Metil Selulosa

Metil selulosa dengan nama dagang Methocel banyak digunakan untuk kemasan

dari produk yang akan dicampur bersama kemasannya. Sifat-sifat metil selulosaadalah :

- larut dalam air jika kontak langsung, makin tinggi suhu maka semakin banyakmetil selulosa yang larut

- tahan terhadap udara lembab dan tidak menjadi rapuh

- tahan terhadap minyak nabati dan hewani, sehingga banyak digunakan untukkapsul

 

Nilon atau Poliamida (PA)

Poliamida diperoleh dengan cara kondensasi polimer (polikondensasi) dari asamamino atau diamina dengan asam dua karboksilat (di-acid). Asam amino dan asamkarboksilat mempunyai banyak jenis, sehingga nilon yang dihasilkan juga berbagaimacam, misalnya :

- Nilon 6 yang tahan terhadap abrasi

- Nilon 11 dan nilon 12, tahan terhadap oksigen, air dan dapat direkat pada suhu

rendah

Dahulu digunakan untuk industri tekstil, tapi saat ini sudah digunakan sebagai filmkemasan, dengan nama dagang Nypel, Ultramid, X-tal, Zytel, Capran dan Rilsan.Poliamida tergolong termoplastik non etilen dengan sifat-sifat sebagai berikut :

- bersifat inert, tahan panas dan mempunyai sifa-sifat mekanis yang istimewa

(elongation, tensile strength, tear strength, folding endurance)

- tahan terhadap asam encer dan basa, tidak tahan asam kuat dan pengoksidasi

- tidak berasa, tidak berbau dan tidak beracun

- larut dalam asam formal dan penol

- cukup kedap gas, tetapi tidak kedap air

- dapat mengkerut karena perubahan kelembaban, atau dapat mengembang dan

menyerap air hingga 8%

- tahan terhadap suhu tinggi, dan baik digunakan untuk kemasan bahan yang

dimasak di dalam kemasannya, seperti nasi instan, serta untuk produk-produk

yang disterilisasi, dan untuk kemas hampa

Nilon dilapiskan secara kombinasi dengan bahan lain sehingga diperoleh sifatkemasan yan inert dan permeabilitasnya rendah. Nilon dapat digunakan untuk semuajenis makanan kecuali susu dan produk-produk susu. Nilon juga banyak digunakansebagai jala dan pembungkus amunisi.

 

Pliofilm (Karet Hidroklorida)

Pliofilm dibuat dari lembaran karet yang dilarutkan dan diklorinasi, mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

- berkilau dan transparan, tapi lama kelamaan dapat menjadi coklat dan berbau

yang berasal dari antioksidan yang digunakan

- bila diregangkan, warnanya berubah menjadi putih

- tahan asam, alkali dan lemak, sesuai untuk produk daging , tetapi beberapa jenis

minyak dapat menyerang pemplastisnya sehingga film menjadi rapuh

- tidak dapat menahan gas sehingga tidak cocok untuk kemasan boil in bag.

- Transmisi gas CO2 tidak cukup tinggi untuk sayuran segar

 

Poliuretan

Bahan kemasan poliuretan terdapat dalam dua bentuk, yaitu bentuk padat (film)dan busa. Poliuretan diperoleh dari reaksi diisosianat aromatik seperti tolylenediisosianat [(CH3)C6H3(NCO)2] dan diol (HOROH). Sifat-sifat utama poliuretan adalah :

- tidak berbau

- tahan oksidasi, tahan minyak dan kapang

- dipengaruhi oleh asam dan basa kuat, halogen, hidrokarbon aromatik, pelarut – pelarutklorin, eser, keton dan alkohol

- dalam bentuk busa, mudah melekat pada permukaan yang bebas minyak ataulilin.

Nama-nama dagang poliuretan adalah arohane, chem-o-thane, chempol, expandofoam,isofoam, lux-foam, nopofoam, safoam, sanfoam, thermohane, unifoam dan uralane.

 

Plastik Urea

Plastik urea tergolong dalam termoset, dan merupakan bahan yang translusiddan keras. Banyak digunakan sebagai sumbat atau penutup wadah dan kemasankosmetika. Dalam perdagangan dikenal dengan nama Arodure, Beetle, Kaurit,Resfurin, Scrab, Siritle, Sylplas dan Synvarol.Urea merupakan istilah untuk Urea-formaldehida yaitu dua jenis bahan utamapembuatan plasik urea. Plastik ini tersedia dalam berbagai warna seperti merah jambu,kuning dan oranye. Sifat-sifat umum plastik urea adalah :

- umumnya keras, kaku

- tidak berbau dan tidak berasa dan berwarna keruh atau translusid

- tidak dipengaruhi oleh pelarut-pelarut organik tapi dapat dipengaruhi oleh basa

dan asam kuat

- tahan minyak

- stabil pada suhu tinggi

 

Akrilik

Akrilik adalah nama kristal termoplastik yang jernih dengan nama dagangLucie, Barex dan Plexiglas. Beberapa sifat akrilik adalah :

- kaku dan transparan

- penahan yang baik terhadap oksigen dan cahaya

- titik leburnya rendah (65.5oC)

- pada suhu rendah cenderung cair, mudah rusak tergantung formula yang

menyusunnya

- tahan terhadap petroleum, tapi terurai oleh alkohol rendah, HCl, asam

pengoksidasi, keton, ester dan pelarut aromatik

- tidak dapat ditumbuhi kapang

- peka terhadap asam kuat dan basa

Akrilik banyak digunakan sebagai bahan pelapis untuk bahan keras lain, dandahulu digunakan untuk gigi palsu dan kacamata. Kemasan pangan yangmenggunakan akrilik adalah botol-botol minuman.

 

Asetal

Asetal adalah dieter dari alkalidena glikol, dan mengandung dua atom eteroksigen yang terikat pada atom karbon yang sama.Asetal biasanya digunakan untuk kemasan aerosol, karena kemampuannya menahantekanan, dengan nama dagang Ceclon dan Delrin. Sifat-sifat asetal antara lain :

- tidak berwarna dalam keadaan netral, tapi bila didinginkan dapat berwarna

- kaku kuat

- tahan terhadap oksigen dan cahaya

- tahan benturan

- tahan asam dan basa lemah, serta pelarut organik

- terurai oleh asam dan basa kuat serta pengoksidasi

 

Plastik Penol (Bakelite)

Bakelit adalah nama dagang dari penol-formaldehida yang ditemukan olehDr.Leo Hendrix Baekeland pada tahun 1907. Nama dagang lainnya adalah Durez,         Fiberie, Mesa dan Plenco. Sifat-sifat penol tergantung dari bahan pengisinya, misalnyatepung kayu akan mempertinggi daya tahan terhadap benturan dan mengurangikemungkinan plastik mengkerut, bahan pengisi dari asbes dan lempung akanmemperbaiki daya tahan terhadap bahan kimia.

Sifat-sifat umum plastik penolik adalah :

- tahan terhadap asam lemah dan basa

- terurai oleh asam pengoksidasi dan basa kuat

- keras, kuat dan tahan panas

- berwarna, umumnya warna gelap (hitam, coklat)

Politetra Fluoroetilen (PTFE)

PTFE termasuk dalam golongan poliolefin yang banyak digunakan sebagaipelapis pada penggorengan dan alat-alat dapur lainnya, dengan nama dagangAlgoflon, Ertafluor, Fluon, Gaflon, Halon, Hosaflon, Polyflon, Soreflon dan Teflon.Sifat-sifat PTFE adalah :

- licin dan berlilin

- umumnya berwarna abu-abu

- mempunyai koefisien gesek yang sangat rendah (0.05)

- panas jenisnya 0.25 kal.g.oC dan konstanta dielektrik 2.1

- mempunyai toleransi terhadap kisaran suhu yang luas

 

Film Plastik lain

Banyak jenis film plastik lain yang digunakan baik untuk bahan pangan maupunproduk-produk non pangan, misalnya :

- Edible film dari amilosa pati jagung untuk kemasan permen dan sosis yangdapat dimakan

- Selulosa aseat butirat, yang mempunyai sifat seperti selulosa asetat dan selulosa

propionat, tapi lebih kuat , dan sering menimbulkan bau yang tidak enak,sehingga penggunaannya sebagai bahan kemasan terbatas.

- Selulosa nitrat

- Selulosa Triasetat

- Klorotrifloroetilen

- Etilen buten

- Fluorokarbon (teflon)

- Fluorohalokarbon (nama dagangnya Aclar)

- Silikon

- Polisulfon

- Polivinil alkohol, yang merupakan salah satu contoh film yang larut air,

biasanyadigunakan untuk produk yang akan dilarutkan dalam air

- Polietilen Oksida, mirip dengan polivinil alkohol, digunakan untuk kemasan

tepung yang akan dilarutkan dalam air tanpa membuka dulu kemasannya.

- Ionomer, yang dapat digunakan untuk kemasan vakum pada bahan pangan

 

Pengemas Plastik Kaku

Contoh kemasan plastik kaku yang ada di pasaran adalah botol, jerigen, drum,

komplang, gelas, ember dan wadah lainnya. Wadah kaku ini dibuat denganpencetakan injeksi atau dengan hembusan.

a. Pencetakan secara injeksi

Prinsip pencetakan secara injeksi terdiri tahap pelunakan bahan plastik dalamsilinder panas, dan kemudian diinjeksikan ke dalam cetakan yang lebih dingin,sehingga plastik mengeras. Eadah yang telah dicetak dikeluarkan dari cetakan oleh sebuah alat, kompresi udara atau alat lainnya. Teknik ini mahal dan kurang ekonomis.

b. Pencetakan Secara Hembusan

Teknik dasar dari pencetakan secara hembusan adalah seperi pada pembuatangelas. Udara didorong di bawah tekanan ke plastik cair yang tertutup yang dikelilingioleh cetakan yang dingin dengan bentuk yang diinginkan. Adanya tekanan udaramenyebabkan plastik cair mengembang. Plasik akan dingin dengan mendinginnyacetakan, dan kemudian cetakan dibuka, sedangkan botolnya dikeluarkan. Proseshembusan ini dibedakan atas hembus injeksi dan hembus ekstruksi.

 Hembus Injeksi

Urutan proses hembusan injeksi adalah :

- bahan plastik yang akan dibentuk diinjeksikan pada cetakan parison

- dalam keadaan masih cair kemudian dipindahkan ke cetakan berikutnya

- setelah itu cetakan dibuka dan botol dikeluarkan

 Hembus Eksruksi

Pada proses hembus ekstruksi, maka bahan plastik diekstrusi terlebih dahulu,kemudian dihembus oleh udara yang bertekanan pada cetakan, didinginkan dan tahapakhir cetakan dibuka.

 Cetak hembus biaksial (Stretch Blow Moulding)

Cara ini menghasilkan botol-botol dengan arah atau orientasi yang baik padaarah membujur dan melintang, sehingga sifatnya lebih baik dari hembus injeksi, yaitutahan terhadap benturan, dan barrier yang baik terhadap gas dan uap air.

 Botol Ko-ekstrusi

Cara ini merupakan pengembangan dari cetak hembus ekstrusi yang berasal daribidang ekstrusi film. Ko ekstrusi adalah suatu proses dimana dua atau lebih ekstruderdigabungkan dengan satu cekatan (die) untuk menghasilkan film multilapis. Proses inimemungkinkan untuk menghasilkan bahan dengan lapisan yang terdiri dari bahanyang mahal dan diapit oleh dua lapisan bahan yang murah.

 Cetakan Botol Multiproses

Cara ini disebut multiproses karena menggunakan peralatan cetak yang sekaligus membentuk botol, kemudian mengisi dan menutupnya. Proses ini dilakukandalam satu jalur, sehingga proses pengisian pangan dapat berlangsung secara aseptis.Teknik ini terutama digunakan untuk wadah susu.

 Cetak Hembus Kemasan Mulut Lebar

Cara ini digunakan untuk menghasilkan wadah plastik bermulut lebar sepertikendi, jerigen, botol besar dan wadah lain yang mempunyai diameter leher lebih sempitdibandingkan diameter wadahnya.

c. Thermofing

Proses thermofing adalah membentuk wadah dengan cetakan pada saat plastikpanas dan dalam keadaan lunak. Proses pemanasan dilakukan dengan menggunakanradiasi infra merah, dan bahan plastik yang digunakan adalah polietilen, polipropilendan polistiren. Dalam proses ini ada 3 macam teknik pencetakan, yaitu :

1. Teknik vakum : terdiri dari proses mengapit lembar plastik yang dipasang pada

sebuah rangka yang diletakkan pada kotak pencetak. Kondisi hampa udara

akan menarik lembar plastik pada cetakan.

2. Teknik tekanan : mirip dengan teknik vakum, tapi pembentukan wadah

menggunakan tekanan dari bagian atas plastik.

3. Teknik cetak berpasangan : lembaran plastik yang panas dipress di antara dua

lempeng, yang terdirid ari lempeng cetakan jantan dan cetakan betina.

Wadah yang dihasilkan dari proses thermoforming di antaranya adalah kemasan

yoghurt, mentega, coklat dan biskuit.

d. Cetakan Fase Padat

Berbeda dengan teknik pencetakan yang telah diterangkan sebelumnya yangmemerlukan energi panas dua kali yaitu saat pencetakan lembaran palstik dan saat membentuk wadah, maka proses cetakan fase pada hanya sekali memerlukan energi panas. Cara ini banyak digunakan untuk pencetakan plastik secara komersial.

e. Cetak Kompresi

Teknik ini merupakan metode tertua dalam pencetakan plastik, dan saat inimasih digunakan untuk mencetak plastik termoset. Hasil cetak kompresi dapat berupatutup botol, jerigen dan lain-lain. Caranya adalah sebagai berikut :

- resin dalam bentuk serbuk yang telah ditimbang diletakkan di dalam rongga

cetakan terbuka yang telah dipanaskan

- kemudian cetakan ditutup dan ditekan dengan pres hidraulik

- serbuk resin akan melelh dan mengisi cetakan

- setelah wadah atau tutup plastik dicetak kemudian dikeluarkan

Kemas Bentuk (Flexible Packaging) dan Laminasi

Salah satu contoh pembuatan kemasan laminasi dalam bentuk kantung plastikdikemukakan oleh Darmadi (1987) di dalam Syarief et al., (1989) yang terdiri dari 3tahap proses yaitu :

Tahap I : proses printing, dilakukan dengan cara rotogravure pada permukaanlembaran OPP/kertas/PET/OPA/selo

Tahap II : Menambahkan lapisan-lapisan lain yang disebut dengan laminasi dengancara laminasi ekstrusi atau laminasi adhesif. Laminasi ekstrusimenghasilkan kemasan yang tidak kuat dan kadang-kadangmenimbulkan bau plastik, api murah. Sedangkan laminasi adhesifkekuatannya lebih baik dan tidak menimbulkan bau tetapi biayanyalebih mahal.

Tahap III : yaitu tahap akhir, dilakukan pemotongan (slitting) sesuai dengan ukuranukuranyang diinginkan dan bila perlu dapat dilanjutkan ke prosespembentukan kantung.

 

Non destrtructive testing (NDT)

Non destrtructive testing (NDT) adalah aktivitas tes atau inspeksi terhadap suatu benda untuk mengetahui adanya cacat, retak, atau discontinuity lain tanpa merusak benda yang kita tes atau inspeksi. Pada dasarnya, tes ini dilakukan untuk menjamin bahwa material yang kita gunakan masih aman dan belum melewati damage tolerance. Material pesawat diusahakan semaksimal mungkin tidak mengalami kegagalan (failure) selama masa penggunaannya.NDT dilakukan paling tidak sebanyak dua kali. Pertama, selama dan diakhir proses fabrikasi, untuk menentukan suatu komponen dapat diterima setelah melalui tahap-tahap fabrikasi. NDT ini dijadikan sebagai bagian dari kendali mutu komponen. Kedua, NDT dilakukan setelah komponen digunakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya adalah menemukan kegagalan parsial sebelum melampaui damage tolerance-nya.

 

Metode utama Non Destructive Testing meliputi:

  1. 13. Visual Inspection

Sering kali metode ini merupakan langkah yang pertama kali diambil dalam NDT. Metode ini bertujuan menemukan cacat atau retak permukaan dan korosi. Dalam hal ini tentu saja adalah retak yang dapat terlihat oleh mata telanjang atau dengan bantuan lensa pembesar ataupun boroskop.

  1. 14. Liquid Penetrant Test

Metode Liquid Penetrant Test merupakan metode NDT yang paling sederhana. Metode ini digunakan untuk menemukan cacat di permukaan terbuka dari komponen solid, baik logam maupun non logam, seperti keramik dan plastik fiber. Melalui metode ini, cacat pada material akan terlihat lebih jelas. Caranya adalah dengan memberikan cairan berwarna terang pada permukaan yang diinspeksi. Cairan ini harus memiliki daya penetrasi yang baik dan viskousitas yang rendah agar dapat masuk pada cacat dipermukaan material. Selanjutnya, penetrant yang tersisa di permukaan material disingkirkan. Cacat akan nampak jelas jika perbedaan warna penetrant dengan latar belakang cukup kontras. Seusai inspeksi, penetrant yang tertinggal dibersihkan dengan penerapan developer.

 

Kelemahan dari metode ini antara lain adalah bahwa metode ini hanya bisa diterapkan pada permukaan terbuka. Metode ini tidak dapat diterapkan pada komponen dengan permukaan kasar, berpelapis, atau berpori.

  1. 15. Magnetic Particle Inspection

Dengan menggunakan metode ini, cacat permukaan (surface) dan bawah permukaan (subsurface) suatu komponen dari bahan ferromagnetik dapat diketahui. Prinsipnya adalah dengan memagnetisasi bahan yang akan diuji. Adanya cacat yang tegak lurus arah medan magnet akan menyebabkan kebocoran medan magnet. Kebocoran medan magnet ini mengindikasikan adanya cacat pada material. Cara yang digunakan untuk memdeteksi adanya kebocoran medan magnet adalah dengan menaburkan partikel magnetik dipermukaan. Partikel-partikel tersebuat akan berkumpul pada daerah kebocoran medan magnet.

Kelemahannya, metode ini hanya bisa diterapkan untuk material ferromagnetik. Selain itu, medan magnet yang dibangkitkan harus tegak lurus atau memotong daerah retak serta diperlukan demagnetisasi di akhir inspeksi.

 

 

  1. 16. Eddy Current Test

Inspeksi ini memanfaatkan prinsip elektromagnet. Prinsipnya, arus listrik dialirkan pada kumparan untuk membangkitkan medan magnet didalamnya. Jika medan magnet ini dikenakan pada benda logam yang akan diinspeksi, maka akan terbangkit arus Eddy. Arus Eddy kemudian menginduksi adanya medan magnet. Medan magnet pada benda akan berinteraksi dengan medan magnet pada kumparan dan mengubah impedansi bila ada cacat.

Keterbatasan dari metode ini yaitu hanya dapat diterapkan pada permukaan yang dapat dijangkau. Selain itu metode ini juga hanya diterapkan pada bahan logam saja.

  1. 17. Ultrasonic Inspection

Prinsip yang digunakan adalah prinsip gelombang suara. Gelombang suara yang dirambatkan pada spesimen uji dan sinyal yang ditransmisi atau dipantulkan diamati dan interpretasikan. Gelombang ultrasonic yang digunakan memiliki frekuensi 0.5 – 20 MHz. Gelombang suara akan terpengaruh jika ada void, retak, atau delaminasi pada material. Gelombang ultrasinic ini dibnagkitkan oleh tranducer dari bahan piezoelektri yang dapat menubah energi listrik menjadi energi getaran mekanik kemudian menjadi energi listrik lagi.

  1. 18. Radiographic Inspection

Metode NDT ini dapat untuk menemukan cacat pada material dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma. Prinsipnya, sinar X dipancarkan menembus material yang diperiksa. Saat menembus objek, sebagian sinar akan diserap sehingga intensitasnya berkurang. Intensitas akhir kemudaian direkam pada film yang sensitif. Jika ada cacat pada material maka intensitas yang terekam pada film tentu akan bervariasi. Hasil rekaman pada film ini lah yang akan memeprlihatkan bagian material yang mengalami cacat.

 

Pretreatment kemasan plastik

ð  Perlakuan ini bisa dengan cara menyinari sinar ultraviolet ke kemasan plastik.

 

Tips penyimpanan :

ð  Simpan di tempat sejuk

ð  Hindari kontak dengan cahaya, panas dan minyak.

ð  Jangka waktu kemasan jangan terlalu lama

ð  Jika digunakan untuk mengemas makanan usahakan jangan dalam kondisi makanan panas

 

Sekarang telah terjadi perubahan permintaan konsumen dan pasar akan produkpangan, dimana konsumen menuntut produk pangan yang :

- bermutu tinggi

- dapat disiapkan di rumah

- segar

- lebih dapat dipercaya

- level reject (yang terbuang) dapat dibandingkan dengan pengalengan

- lebih konsisten

- mutu seragam

- biaya murah

 

Hal ini menyebabkan kemasan plastik merupakan pilihan yanng paling tepat, karena dapat memenuhi semua tuntutan konsumen seperti di atas.Jenis-jenis film plastik yang ada di pasaran sangat beragam, sehingga perlupengetahuan yang baik untuk dapat menentukan jenis kemasan plastik yang tepat untuk pengemasan produk pangan. Kesalahan dalam memilih jenis kemasan yangtepat, dapat menyebabkan rusaknya bahan pangan yang dikemas.Pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum memilih satujenis kemasan adalah :

- kemasan tersebut harus dapat melindungi produk dari kerusakan fisik dan mekanis

- mempunyai daya lindung yang baik terhadap gas dan uap air

- harus dapat melindungi dari sinar ultra violet

- tahan terhadap bahan kimia

Your Reply

You must be logged in to post a comment.