• Home
  • get closer with me :)

Another paths crossed

Blog mahasiswa Universitas Brawijaya

Feed
  • Hujan Bulan Juni

    Jun 6th 2011

    By: Nindya Resha Pramesti

    No comments

     

    tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni

    dirahasiakannya rintik rindunya

    kepada pohon berbunga itu

    tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni

    dihapusnya jejak-jejak kakinya

    yang ragu-ragu di jalan itu

    tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni

    dibiarkannya yang tak terucapkan

    diserap akar pohon bunga itu

    ~ Sapardi Djoko Damono, 1989 ~

     

    Uncategorized

    new month, poet, rain

  • photography

    Jun 6th 2011

    By: Nindya Resha Pramesti

    No comments

    Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu “Fos” : Cahaya dan “Grafo” : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

    Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

    Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

    Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.

    FOTO

    Bagi kebanyakan orang, pertanyaan “Apa itu foto?” mungkin dianggap sepele dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Bahkan ketika diajukan kepada para peminat fotografi, jawaban yang biasanya mengemuka adalah definisi yang diberikan oleh kamus, yaitu gambar yang dihasilkan dengan menangkap cahaya pada medium  yang telah dilapisi bahan kimia peka cahaya atau sensor digital (kombinasi dari photo yang berarti cahaya, dan graph yang berarti catatan, tulisan, atau lukisan). Tidak banyak yang sadar bahwa di balik kesederhanaan artefak yang benama foto tersimpan kerumitan yang membuat definisi foto tidak sesederhana yang dibayangkan.

    Pada level wujud, foto memang sebuah gambar, sebuah penyerupaan yang dihasilkan lewat proses yang dinamakan fotografi. Namun pada definisi paling dasar ini pun, tersimpan persoalan. Ada banyak jenis gambar yang dapat digolongkan sebagai foto. Pada abad ke-19, ada daguerrotype, heliotype, cetak albumen, cetak gelatin perak, photogravure, dan lukisan fotogenik. Di abad ke-20, ada polaroid, pindai elektronik (electronic scanner), foto digital, dan sebagainya. Perbedaan-perbedaan wujud seperti itu mengingatkan kepada kita akan kerumitan yang inheren pada sifat foto itu sendiri: Definisi foto sebagai objek selalu terkait dengan (dan bergantung pada) konteks sejarah, konteks sosial, konteks budaya, dan konteks teknologi. Dengan kata lain, konteks-konteks itulah yang sebenarnya menjadi salah satu penentu definisi, makna, dan nilai foto.

    Kerumitan definisi foto tidak hanya terjadi pada level wujud. Secara fungsional, definisi, makna, dan nilai foto terus mengalami perubahan sejalan dengan transformasi dan metamorfosis wujudnya. Dari segi warna, foto hitam putih dan foto warna adalah dua hal yang berbeda. Dari segi ukuran dan bentuk, foto besar dan foto kecil, foto persegi dan foto persegi panjang atau bulat juga berbeda. Kualitas pencetakan (mengilat atau dof, dicetak di atas kertas tipis atau tebal), media yang digunakan (analog atau digital), cara penyimpanan dan penyajian(dalam dompet, album, bingkai, atau media penyimpanan dan penyajian digital), dan tujuan penggunaan (untuk kartu tanda pengenal diri, koran, majalah, atau pameran di galeri) juga mengubah dan memengaruhi pemahaman kita terhadap nilai dan status foto sebagai objek. Foto KTP yang berfungsi sebagai penanda jatidiri, misalnya, boleh jadi berubah status dan mendapat tanggapan yang berbeda jika dipajang di galeri dan dinyatakan sebagai spesimen praktik fotografi yang khas.

    kerumitan definisi foto tidak hanya melibatkan wujud an fungsinya, namun juga pada genre-genre yang dilabelkan kepadanya. Pengategorian foto ke dalam genre-genre yang berbeda merupakan upaya mengodifikasi referensi dan status foto dengan menggunakan asumsi-asumsi yang dikonstruksi. Label genre foto seni, misalnya, melibatkan asumsi-asumsi yang berbeda dengan asumsi-asumsi yang disandang oleh foto dokumentasi. Akibat pengategorian dan konstruksi asumsi-asumsi yang dipakai untuk pengategorian itu, foto yang fungsional – misalnya, foto dokumentasi – seringkali dianggap kurang bernilai dibandingkan dengan foto yang kurang atau tidak fungsional, seperti foto seni.

    Proses pengategorian foto dengan menggunakan asumsi-asumsi yang dikonstruksi ini telah terjadi sejak masa-masa awal perkembangan fotografi. The Photographic Society, yang didirikan di London pada tahun 1853 dan kemudian berubah nama menjadi The Royal Photographic Society, misalnya, didirikan dengan tujuan untuk menjadikan praktik fotografi sebagai bagian dari tradisi akademik seni rupa. Karena ketiadaan referensi yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk menyusun hirarki dan melakukan pengategorian genre foto pada waktu itu, maka dipakailah asumsi-asumsi dari sumber seni visual terdekat, yaitu seni lukis. Akibatnya, praktik fotografi terus dibayang-bayangi oleh “hantu seni lukis”: Fotografi sebagai cabang seni tidak memiliki tradisi akademik yang mandiri. Keberadaannya sebagai salah satu cabang praktik seni selalu dikaitkan dengan (dan didasarkan pada) tradisi akademik seni lukis. Oleh karena itu, kita tidak perlu heran bila praktik, apresiasi, dan kritik fotografi hingga saat ini masih terus menggunakan paradigma-paradigma seni lukis.

     

    Uncategorized

    camera, i love it, photos

  • UB Tube, UB’s youtube :)

    May 13th 2011

    By: Nindya Resha Pramesti

    No comments

    good day everybody :smile:
    it’s me again huh? hehe. it’s been a long time i didn’t making a mess in this blog :grin: . Yesterday, i’ve got a message from my new friend, about UB tube. I never knew it before. What’s that  UB tube? :???: So now i wanna tell u.
    UB TUBE is an Video Sharing for UB Community.
    you can upload, watch and download so many videos here. and the most important is.. there’s no porn,racist, anarchist in UB tube.
    So what’s then? :wink: join UB tube now, and explore ur creativity. Enjoy it :wink: :smile:
    dont forget to check my channel: http://t.ub.ac.id/user/Nindyaresha :smile: :wink:

    Uncategorized

  • dear mom…

    May 7th 2011

    By: Nindya Resha Pramesti

    No comments

    Wanitaku, tiada satupun kenangan tentangnya..
    Wanitaku, tiada ku tahu harum tubuhnya..
    Wanitaku, yang membuatku hidup tanpa hadirnya..
    Wanitaku, yang aku mintakan pada ALLAH atas keselamatannya..
    Wanitaku, dia yang tak seperti wanitamu..
    Yang selalu menyisir rambutmu setiap hari..
    Menciummu dengan penuh kasih..
    Wanitaku, yang mengajarkanku dalam 9 bulan buaiannya..
    Wanitaku, dia yang mengajarkanku cara hidup tanpa hadirnya..
    Wanitaku, dia yang tak ku kenal..
    Dia yang kurasa tak kumiliki..
    Dia yang tak pernah ada roma hadirnya..
    Wanitaku, aku tak mengenalnya..
    Wanitaku, dialah wanita terhebatku..
    Wanitaku, yang tak mungkin lagi kuharap hadirnya..
    *nindya resha, 25042011, 11:49 PM*

    Uncategorized

  • tugasku numpuk seperti baju kotor ~(–”~)

    May 4th 2011

    By: Nindya Resha Pramesti

    No comments

    selamat pagii :sad:

    apa kabar? setelah 2 hari sakit, akhirnya saya ketemu lagi dengan internet, laptop, kertas A4, pulpen, penggaris dan tipe-X. Abis sakit terus keinget2 tugas rasanya pengen maraaaaaah ajaaaaa!!! :sad: :evil:

    ya memang beginilah hidup jadi mahasiswa, jauh dari orangtua, hidup meran asyalala (lebay! :hammer:)

    list tugasnya antara lain:

    1. Tugas ICT Praktikum maupun tugas dari dosen

    2. Tugas DBT nyari 30 tanaman apaaa gitu lupak -__-”

    3. Tugas praktikum mekper

    4. Tugas Praktikum biokim

    dikit sih sebenernya, tapi kaya dikejar-kejar aja :sad:

    apalagi di kamar kos baju kotor saya sudah numpuk.. huwaaaa… akhirnya curhat juga di blog :lol:

    i dont know.. i dont know.. i dont knooow :lol: :lol: :lol:

    just for fun

    just for fun

  • Rice Milling Unit (RMU)

    May 4th 2011

    By: Nindya Resha Pramesti

    No comments

    Rice milling unit (RMU) merupakan jenis mesin penggilingan padi generasi baru yang kompak dan mudah dioperasikan, dimana proses pengolahan gabah menjadi beras dapat dilakukan dalam satu kali proses (one pass process). RMU rata-rata mempunyai kapasitas giling kecil yaitu antara 0.2 hingga 1.0 ton/jam, walau mungkin sudah ada yang lebih besar lagi. Mesin ini bila dilihat fisiknya menyerupai mesin tunggal dengan fungsi banyak, namun sesungguhnya memang terdiri dari beberapa mesin yang disatukan dalam rancangan yang kompak dan bekerja secara harmoni dengan tenaga penggerak tunggal. Di dalam RMU sesungguhnya terdapat bagian mesin yang berfungsi memecah sekam atau mengupas gabah, bagian mesin yang berfungsi memisahkan BPK dan gabah dari sekam lalu membuang sekamnya, bagian mesin yang berfungsi mengeluarkan gabah yang belum terkupas untuk dikembalikan ke pengumpan, bagian mesin yang berfungsi menyosoh dan mengumpulkan dedak, dan bagian mesin yang berfungsi melakukan pemutuan berdasarkan jenis fisik beras (beras utuh, beras kepala, beras patah, dan beras menir). Kesemua fungsi tersebut dikemas dalam satu mesin yang kompak dan padat, sehingga praktis dan mudah digunakan. Salah satu bentuk RMU diperlihatkan dalam Gambar 5, sedangkan skema penanganan bahan dalam penggilingan padi yang menggunakan RMU diperlihatkan dalam Gambar 6…..

    read more

    Uncategorized

  • Selamat datang, selamat meramaikan blog UB! ^O^

    Apr 29th 2011

    By: Nindya Resha Pramesti

    2 comments

    Selamat pagiiii :mrgreen:

    sudah lama yak ngga nulis di blog ini, :smile: well come back me! :lol:

    oke, langsung saja tentang topik yang sedang HOT minggu ini, what’s thaaat??? :???:

    are u familiar whit this pict now? :lol:

    yap, untuk mahasiswa pertanian angkatan 2010, mata kuliah ICT, pastinyaa sudah familiar dengan gambar ini.

    yup, tugas ICT minggu ini adalah membuat blog di  blog UB. Akhirnyaa… blog UB rame juga dengan teman-teman (teman-teman saya khususnya :smile: ) meskipun dengan “terpaksa” :lol: :grin:

    about my world, just for fun

  • Ujian Akhir Nasional (UAN) SMA starts from Today!!

    Apr 18th 2011

    By: Nindya Resha Pramesti

    No comments

    selamat pagiiii :mrgreen:

    semoga tetep semangat di hari Senin, 18 April 2011 ini..

    hari senin ini bukanlah seperti hari senin biasanya. hari senin ini terkesan lebih menantang dari hari-hari senin sebelumnya.

    kenapaa?? :???: karena hari ini adalah hari pertama Ujian Nasional untuk adik-adik kita di Sekolah menengah Atas (SMA).

    saya kurang tau tentang Ujian Nasional kali ini, kabarnya Soalnya ada 5 tipe, A,B,C,D,E. woow! :shock:

    Dan standard kelulusan pun kabarnya makin naik saja :shock:

    yaa.. sudahlah, apapun syaratnya, semoga Adik-adik lulus semua yaaaa :smile:

     

    anyway.. les check tentang beberapa ke-error-an dalam uan. termasuk salah satunya adalah kecurangan dalam UAN. wanna se?? :wink:

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Maret dan April adalah hari-hari yang sangat menyibukkan, mendebarkan bahkan menakutkan bagi setiap siswa (anak didik) di penjuru tanah air.Kenapa tidak, pada bulan-bulan itu masa depan mereka ditentukan. Anak didik baik jenjang SD, SMP, dan SMA akan menghadapi Ujian Sekolah (US), Ujian Nasional (UN), dan (bagi sebagian) akan menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Khusus UN kendati mendapat penolakan baik dari anak didik, orangtua dan para pengamat pendidikan tetap diberlakukan walau formula dan mekanisme pelaksanaannya berubah dari tahun ke tahun.

    Selama ini, UN pun dinilai sebagai momok paling menakutkan. Berbagai alasan menjadi dasar yang dijadikan sebagai batu pijakannya. Pertama, nilai UN telah dijadikan sebagai satu-satunya penentu kelulusan. Dengan kata lain, berhasil atau tidaknya proses belajar seorang anak didik hanya ditentukan dalam masa 3 hari pelaksanaan UN tanpa mempertimbangkan aspek moral dan prestasi belajar anak didik selama mengikuti proses belajar mengajar (PBM) di sekolah. Hal ini juga telah mendegradasi otoritas guru sebagai pendidik sekaligus pihak yang mengetahui dan mengerti keadaan siswa yang dididiknya.

    Kedua, UN dilaksanakan di saat kualitas pendidikan di tanah air belum merata. Hal ini tentu dipengaruhi oleh kesenjangan sarana dan prasarana pendidikan antardaerah. Anehnya, pemerintah (dalam hal ini Mendiknas) justru membuat standar penilaian yang sama di semua daerah tersebut. Ketiga, kecurangan-kecurangan di setiap pelaksanaan UN telah menjadi rahasia umum yang tak mampu diselesaikan dari tahun ke tahun. Hal ini terjdi karena belum adanya sinergi yang baik antara Kemendiknas sebagai pelaksana dengan panitia ujian serta tim pemantau independen sebagai pengawas pelaksanaan UN. Dengan berbagai praktik kecurangan yang sering terjadi seperti kebocoran soal, perjokian, dan pembagian kunci jawaban, lalu masih pantaskah UN dijadikan sebagai satu-satunya dasar penentu kelulusan anak didik?…… read more

    hmmhh… semoga berhasil yaaah UAN nyaaaaaa :mrgreen:

    ilmiah

    about my world

  • catatan kecil dari sang pujangga :)

    Apr 16th 2011

    By: Nindya Resha Pramesti

    No comments

    from: Sapardi Djoko Damono fan page on facebook

    Kau bertanya tentang puisi yang indah / Berulang aku bilang tak tahu batas-batasnya / Aku hanya tahu puisi yang begitu terbacakan, tiba-tiba hatiku terisi penuh sekaligus kosong / Benderang sekaligus syahdu / Gejolak sekaligus redam / Bagaimana aku bisa menggambarkannya dengan pisau analisa?

     

    about my world

  • komunitas blogger UB on facebook

    Apr 16th 2011

    By: Nindya Resha Pramesti

    No comments

    selamat soreee :mrgreen:

    selamat beraktifitas teman-teman. disela-sela keaktifan kalian, let’s check my blog. i wanna talk about Komunitas Blogger UB on facebook. It doesnt active anymore :sad:

    ayo kita ramaikan komunitas blogger UB! :wink:

    just for fun

    just for fun

    • 1
    • 2
    • 3
    • >
  • yesterday. today. tomorrow

    May 2012
    S M T W T F S
    « Jun    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • flag counter

    free counters

  • my social networks


    Follow this blog

    Echa Pramesti

    Create Your Badge

  • about me

    Nindya Resha Pramesti
    Brawijaya University's student.
    2010.
    Agricultural Study.
    specified study : Agroekoteknologi.

    Nickname : Nindya / echa
    City / Town : Magetan, East Java
    Born : Jakarta, 9 Rabi al-awwal 1412 Hijriyah / 18 September 1991 Masehi
    i like : purple, oranges, blog, microblog, social networking. agriculture, rain.
    dislike : Liar, clown, fever.
    contact:
    ym : nintaa_san
    email : nintaa_san@yahoo.com
    nindyaresha@rocketmail.com
    skype : nindyaresha
    fb : Echa Pramesti
    twitter : nindtaa
    ordinary girl, with an extra ordinary dream

    simple but nice, nice to see u :)

    i am now :
    My Unkymood Punkymood (Unkymoods)

  • the tag

    about my world camera i love it just for fun new month photos poet rain
  • banners and links

    Create your own banner at mybannermaker.com!
    Copy this code to your website to display this banner!

    Photobucket

    Brighter Planet's 350 Challenge

    Komunitas Blogger Magetan

  • i love this

    Photobucket

    Photobucket

    Photobucket

  • There are no users currently online
  • ilmu

    • abu muslih ariwahyudi-jogja
    • didit fitriawan – surabaya
    • firanda adirja – jakarta
    • jadwal kajian salaf
    • radiorodja
    • salafyunpad – bandung
  • Links

    • blognya ajeng
    • diary hujan
    • didit fitriawan – surabaya
    • louchta
  • my recent

    • bloggerku
    • wp1
    • wp2
  • last path

    • Hujan Bulan Juni
    • photography
    • UB Tube, UB’s youtube :)
    • dear mom…
    • tugasku numpuk seperti baju kotor ~(–”~)
  • people who’s ever here

    • Hanggara Dwiyudha Nugraha on get closer with me :)
    • Nindya Resha Pramesti on Selamat datang, selamat meramaikan blog UB! ^O^
    • Nindya Resha Pramesti on get closer with me :)
    • Kolil Nur E on get closer with me :)
    • Kolil Nur E on Selamat datang, selamat meramaikan blog UB! ^O^
  • muslim time prayer

    Salat times for Barat, Malang, Indonesia arug-arugiS Jalan. Muslim Prayer Times Widget by Alhabib.
    Get Your Prayer Times Widget!
  • RSS mencarimaknahidup

    • memori itu mencarimaknahidup
    • Berat Jenis mencarimaknahidup
    • Rindu mencarimaknahidup
    • Mencoba Jualan mencarimaknahidup
    • Anak-anak mencarimaknahidup
  • RSS diary hujan

    • Jangan BBM-an Kalau Lagi Ngaji Ya :p Afra Afifah
    • Undangan Pernikahan~ :) Afra Afifah
    • Khitbah~ Afra Afifah
    • Pakaian Taqwa Afra Afifah
    • Detektif Conan Afra Afifah

© Copyright Another paths crossed. All rights reserved.

Theme designed by Nischal Maniar