Special Advertisement Topics

Posted: 10th April 2011 by nindaarfiharvenda in e - commerce

Salah satu bidang komunikasi yang memiliki peran besar dalam mempromosikan produk adalah periklanan. Pada masyarakat yang latar belakang kehidupan sosialnya telah berkembang pesat, media konvensional tidak lagi menjadi media utama periklanan. Perubahan perilaku sosial telah merubah bentuk periklanan pada hal yang lebih nyata dan dapat secara langsung ditentukan oleh masyarakat. Periklanan melalui internet (online advertising) merupakan bentuk promosi yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Hal ini dilakukan berdasarkan pada kebutuhan sosial masyarakat akan fasilitas yang sesuai dengan karakteristik layanan internet.

Web-advertising, kini sudah merupakan hal yang lumrah dilakukan.Semua itu juga tentunya tidak terlepas dari iklan sebagai media promosi yang dimaksudkan untuk mendongkrak penjualan. Pendapatan dari internet (via Wide Wide World) yang didukung oleh iklan mencapai total 349 juta dollar pada pertengahan tahun 1997 berdasarkan Internet Advertising Berau (IAB) dan merupakan kenaikan secara signifikan 322 % pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil penelitian, jumlah pengguna internet di Indonesia semakin meningkat dan sebagian dari mereka adalah pengguna aktif internet yang mengalami penurunan akses terhadap media konvensional. Dengan demikian peluang keberhasilan beriklan melalui media online akan lebih besar. Menurut Admax network, yang merupakan jaringan periklanan digital terkemuka bagi situs local dan internasional utama di Asia Tenggara menyebutkan, pertumbuhan iklan di media online bakal terus meningkat seiring dengan pembangunan infrastuktur di Tanah Air Indonesia. Berdasarkan survei terlihat angka penetrasi pengguna internet di Indonesia pada tahun 2009 mencapai 17 persen dari jumlah penduduk, artinya naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2005 yang hanya sebesar 8 persen. Terjadinya hal tersebut adalah karena pengguna media konvensional cetak dan elektronik berpindah pada internet. Selain meningkatnya jumlah pengguna dan frekuensi penggunaan internet, juga ditemukan fakta bahwa dibandingkan dengan tahun sebelumnya, masyarakat Indonesia saat ini menghabiskan waktu lebih lama di internet. Peningkatan penggunaan internet terus bertambah hingga tahun 2010. Pada tahun ini (2010) dilaporkan pengguna internet di Indonesia telah berjumlah sekitar 45 juta pengguna. Ini berarti pengguna internet di Indonesia berpotensi untuk terus tumbuh ditahun mendatang.

Iklan pada internet bekerja atas pilihan konsumen padanya. Pengunjung suatu web tertentu akan menaruh perhatiannya pada iklan internet dimana halaman web tempat mereka berkunjung. Pada saat iklan yang tampil sesuai dengan kebutuhan pengunjung, maka mereka akan melakukan penyidikan lebih dalam dengan cara meng-klik iklan tersebut. Maka agar pengunjung halaman web tempat dipasangnya iklan tertarik pada iklan yang cantumkan disana, iklan yang digunakan haruslah menyesuaikan dengan karakter halaman web dan pengunjung web tersebut, mempunyai ukuran yang sesuai sehingga tidak mengganggu waktu loading web, memiliki desain yang menarik dan diletakkan pada posisi pemasangan iklan yang tepat.

Setiap medium periklanan memiliki standar pemasangan iklan tersendiri. Mengingat web dimulai sebagai medium page-based, online advertising diorganisasikan dengan membagi halaman menjadi unit yang telah ditentukan dalam men-display periklanan. Ukuran yang tersedia ialah ukuran kecil seukuran text button, banner dan berkembang pada berbagai bentuk dan ukuran lainnya.

The Interactive Advertising Bureau (IAB) mendefinisikan ukuran iklan pada tiga kategori, yaitu rectangles, pop-ups, banners, buttons dan skyscrapers. Sama halnya dengan iklan pada print media, online advertising juga dijual dengan harga dan ukuran yang berbeda. Berdasarkan riset Dynamic Logic’s “AdReaction 3” (2004) perbedaan tipe tampilan dan ukuran pada iklan internet mempengaruhi tingkat awareness  dan dugaan konsumen terhadap produk. Format yang paling membawa dampak positif adalah iklan yang berada pada penempatan yang langsung terlihat, memancing minat konsumen dan menampilkan transisi. Banner, skyscrapers dan pop-ins merupakan kombinasi online advertising yang paling membawa dampak positif.

Iklan merupakan salah satu cara menyampaikan informasi kepada (calon) konsumen. Kitab Undang-undang Perdata maupun Kitab Undang-undang Hukum Dagang tidak memuat pengertian tentang iklan ataupun kaidah-kaidah yang mengaturnya. Namun Undang-undang Pokok Pers yaitu UU No. 40 Tahun 1999 mengatur tentang izin advertising online. Iklan mempunyai izin untuk dipublikasikan karena iklan termasuk dalam lingkup pers pasal 1 dan 2. Walaupun tidak disebutkan secara khusus mengenai definisi iklan tetapi Undang-undang ini menyisipkan 1 (satu) pasal mengenai perusahaan periklanan. Hal ini dituangkan dalam pasal 13 UU Pers yang berbunyi : “ Perusahaan Periklanan dilarang memuat iklan : a. yang berakibat merendahkan martabat suatu agama dan atau mengganggu kerukunan hidup antar umat beragama, serta bertentangan dengan rasa kesusilaan masyarakat; b. minuman keras, narkotika, psikotropika, dan zat aditif lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; c. peragaan wujud rokok dan atau penggunaan rokok. “ Pengaturan mengenai iklan ternyata sebelumnya telah diatur dalam Peraturan Menteri kesehatan yang mencantumkan batasan tentang iklan yaitu dalam pasal 1 angka 13 Permenkes No. 329 tahun 1976 yang berbunyi : “Iklan adalah usaha dengan cara apapun untuk meningkatkan penjualan, baik secara langsung maupun tidak langsung”. Namun dalam penggunaan peraturan ini harus disesuaikan dengan Undang Undang Perlindungan Konsumen.

Untuk menunjang keberhasilan suatu iklan online maka sebelum memasang iklan, perlu dilakukan pengukuran, audit dan analisa lalu lintas web terlabih dahulu. Setelah itu, diperlukan pula self monitoring web. Pengukuran, audit dan analisa lalu lintas web tersebut dapat dilkukan dengan cara : memeriksa rata-rata pengunjung ke situs web kita setiap hari, mingguan, dan bulanan (ada anggapan bahwa semakin tinggi trafik website Anda yang tercatat, semakin baik pula kinerja suatu website), melihat perilaku pengunjung begitu mereka datang ke website Anda dan secara akurat mengukur efektivitas situs Anda.

Semakin banyak pengunjung yang datang ke suatu website, semakin akurat penafsiran kita. Semakin besar lalu lintas ke suatu situs web, maka kita dapat menganalisis tren secara keseluruhan dalam perilaku pengunjung secara tepat. Kecilnya jumlah pengunjung dan munculnya beberapa anomali pengunjung dapat mengganggu analisis. Tujuan menganalisa adalah menggunakan statistik lalu lintas web untuk mencari tahu seberapa baik atau seberapa buruk situs web bagi pengunjung. Salah satu cara untuk menentukan hal ini adalah untuk mencari tahu berapa lama rata-rata yang dihabiskan pengunjung di situs web. Jika waktu yang dihabiskan relatif singkat, biasanya menunjukkan ada masalah besar.

Selain itu, monitoring self statistik lalu lintas Web juga diperlukan agar dapat membantu menentukan daerah yang efektif dan tidak efektif dalam situs web Anda. Jika Anda memiliki halaman yang Anda yakini adalah penting, tetapi pengunjung meninggalkannya dengan cepat, halaman tersebut memerlukan perhatian khusus. Anda bisa, misalnya, pertimbangkan meningkatkan link ke halaman ini dengan membuat link lebih terlihat dan menarik, atau Anda dapat meningkatkan tampilan halaman atau kemudahan yang pengunjung dapat mengakses informasi yang diperlukan pada halaman tersebut. Statistik ini akan mengungkapkan informasi penting tentang efektivitas setiap halaman, serta kebiasaan dan motivasi pengunjung. Ini dapat menjadi informasi penting dalam setiap keberhasilan kampanye pemasaran Internet, khususnya pada pemilihan letak advertising online pada web.

Setiap web memiliki rating dan karakteristik pengunjung yang berbeda-beda. Tidak seluruh bagian pada halaman web memiliki appeal yang sama. Missal : pada situs yahoo, AOL, Yahoo! dan MSN dikunjungi rata-rata pada hari ke tujuh dalam setiap bulannya. Sedangkan Yahoo! Health dikunjungi lebih dari dua kali dalam menjangkau targetnya (DoubleClick 2004). Maka perbedaan content, pendekatan kreatif, dan pengalaman konsumen terhadap produk sejenis menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Salah satu cara advertising online lainnya adalah dengan pelokalan. Cara ini berupa pemasaran iklan online di daerah tertentu. Internet radio merupakan pilihan yang tepat untuk melakukan advertising online dalam lingkup local. Internet radio merupakan radio yang bisa di dengarkan melalui internet, kita bisa mendengarkan beberapa chanel radio secara online contohnya beberapa radio local ini : Cosmopolitan, Bugis Radio, El-Shinta News FM, Hardrock FM 87.5, Indosound, JJFM 105.1 FM, KeiLove 107.3 FM, Kosmonita 95.4 FM, Mercury 96 FM, My Radio 94.4 FM, Nagaswarafm 94.1 FM.

Sumber :

http://www.suteja.com/analisa-trafik-website/

http://gery-zax.blog.friendster.com/

http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/postgraduate/information-system/Perangkat%20Lunak%20Sistem%20Informasi/Artikel_92307002.pdf

http://www.waena.org/index.php?option=com_content&task=view&id=5989&Itemid=51

http://detiker.com/sales-marketing/advertising/admax-network-internet-di-indonesia-akan-naik-30.html

http://penembakjitu.com/radio-online-indonesia-radio-live-internet.html

E – COMMERCE (Managerial Issues)

Posted: 13th March 2011 by nindaarfiharvenda in e - commerce

Seperti halnya berbagai aspek kehidupan lainnya yang pada awalnya dilakukan di dunia nyata kemudian hijrah ke dunia maya, Electronic Commerce atau yang disingkat sebagai E-commerce secara pengertian juga merupakan transaksi perdagangan yang termasuk di dalamnya pembelian maupun penjualan baik barang maupun jasa yang menggunakan sistem elektronik seperti internet dan berbagai jaringan komputer (computer networks) lainnya.E-commerce merupakan transaksi nyata yang dilakukukan di dunia maya. Sama seperti proses bisnis yang dilakukan secara tradisional di dunia nyata, dimana produsen,distributor dan konsumennya bisa bertemu secara langsung untuk melakukan transaksi, dalam e-commerce, bisnis dilakukan secara online dengan menggunakan teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran/penjualan barang, servis, dan informasi secara elektronik. Ecommerce mengizinkan kita  untuk menjual produk-produk dan jasa secara online. Calon pelanggan atau konsumen dapat menemukan website kita, membaca dan melihat produk-produk, memesan dan membayar produk-produk tersebut secara online.

Sama seperti hal-hal lainnya yang hijrah dari dunia nyata ke dunia maya, E-commerce yang juga merupakan perelokasian pasar dari dunia nyata ke dunia maya tentu saja memberikan berbagai keunggulan baik dari pihak penjual maupun pembeli. Dari sisi penjual keunggulannya berupa penetrasi pasar yang sangat luas, biaya administrasi yang mengecil, minimalisasi inventaris, dan berbagai hal lainnya. Sedangkan dari sisi pembeli keunggulan-keunggulan yang didapat adalah tidak perlu keluar rumah untuk melakukan transaksi. Hal ini tentu saja berdampak pada efisiensi waktu karena pembeli tidak perlu repot-repot mengantre serta pergi ke sana kemari untuk mencari produk baik itu barang ataupun jasa.

Dengan keunggulan e-commerce tersebut, maka suatu bisnis yang dijalankan dengan e-commerce akan memperoleh lebih banyak keuntungan baik dari segi financial maupun efektifitas waktu. Namun ada beberapa tekanan bisnis yang akan mengganggu perkembangan bisnis kita. Oleh karenanya untuk mengembangkan bisnis dengan e-commerce dibutuhakan evaluasi besarnya tekanan bisnis, diantaranya : bagaimana kondisi keuangan usaha kita?, bagaimana kondisi pasar bisnis kita?, bagaimana dengan pasar usaha sasaran?, bagaimana kemajuan usaha kita?, bagaimana tahapan pertumbuhan dan pengembangan usaha kita?bagaimana hasil dari sasaran jangka pendeknya? Apakah ada pencapaian keuntungan dan pertumbuhan seperti yang diharapkan? bagaimana pangsa pasarnya? apakah memenuhi target?bagaimana kepemimpinan kita?

Evaluasi Usaha ini sebaiknya dilakukan sebelum usaha berada dalam titik yang mengkhawatirkan, sedini mungkin evaluasi dapat dilakukan maka ini merupakan tindakan mencegah dari kegagalan usaha.

Agar bisnis kita dapat lebih terarah,dibutuhkan strategi untuk  mengelola usaha secara sehat, yaitu:

1.Penetapan strategi dan arah usaha . Kemampuan membuat perkiraan dan perencanaan usaha dengan arah yang benar Kemampuan menilai situasi dan lingkungan usaha Anda yang sekarang.

2. Mencari dan memperkerjakan tim kita dengan perencanaan SDM yang terencana. Mampu meninjau ulang kembali pendistribusian pembagian kerja dan arus kerja yang benar dalam e-commerce

3. Mendelegasikan tugas dan kewajiban mengelola usaha (seperti   mampu mendidik dan melatih tim, memberi motivasi dan arah sasaran yang sama, kemampuan memperbaiki kinerja yang buruk, memelihara semangat yang tinggi pada tim/karyawan dalam situasi apapun juga).

Jenis e-commerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C). Kedua jenis e-commerce ini memiliki karakteristik yang berbeda. B2B ini merupakan bisnis dimana penjualan barang / jasa dilakukan dalam jumlah yang banyak atau borongan, biasanya dengan harga yang khusus / lebih murah, karena pembelian dilakukan dengan jumlah banyak guna dijual kembali.

Business to Business eCommerce memiliki perkembangan lebih pesat daripada Business to Consumer. Itulah sebabnya banyak orang mulai bergerak di bidang Business-to-business. B2B memiliki perkembangan yang lebih pesat karena pencapaian kesempatan berkompetisi secara nyata,(seperti produktivitas kerja yang besar dan postensial, penghematan waktu dalam melakukan transaksi,berkurangnya biaya yang harus dikeluarkan (Proses yang cepat, transparan, dan harga yang lebih murah).

Lalu bagaimana dengan orang awam yang ingin belajar e-commerce? Untuk belajar e-commerce, kita harus memperhatikan unsur-unsur pendukung yang dibutuhkan untuk dapat menggunakan teknologi E-commerce (seperti : Standar bahasa penghubung yang sama (biasa disebut dengan internet standars), Bandwith yang besar, World Wide Web dengan graphilcal interface yang mudah dioperasikan,  Akses internet yang memadai, Front template yang mendukung untuk memulai usaha bisnis perusahaan kita melalui internet)

Seperti para pengusaha yang belum punya model yang baik bagaimana cara mensetup situs e-commerce mereka, mereka mengalami kesulitan untuk melakukan sharing antara informasi yang diperoleh online dengan aplikasi bisnis lainnya. Masalah yang barangkali menjadi kendala utama adalah  ide untuk sharing informasi bisnis kepada pelanggan dan supplier .Hal ini merupakan strategi utama dalam sistem e-commerce bisnis ke bisnis.

Kunci utama untuk memecahkan masalah ini adalah  pedagang  harus menghentikan pemikiran bahwa dengan cara menopangkan diri pada Java applets maka semua masalah akan terselesaikan, padahal kenyataannya adalah pedagang harus me-restrukturisasi operasi mereka untuk mengambil keuntungan maksimal dari e-commerce.

Pada aplikasi e-commerce, terdapat beberapa isu etis yang berkaitan dengan internet dan e-commerce. Beberapa isu etis tersebut antara lain; konflik chanel, konflik penentuan harga, disintermediasi, kepercayaan, penggunaan internet yang tidak berhubungan dengan  pekerjaan dan koda etik.

Kode etik, regulasi bisnis dan hukum diperlukan untuk memproteksi properti perusahaan, keamanan bisnis e-commerce dari berbagai macam bentuk kecurangan dan kejahatan komputer serta perilaku yang tidak etis serta mereduksi kriminalitas yang dilakukan melalui komputer. Penggunaan internet atau web site dan e-mail untuk kepentingan pribadi, akses informasi secara ilegal merupakan beberapa bentuk perilaku yang tidak etis dalam suatu kegiatan bisnis. Kecurangan dalam kaitannya dengan e-commerce misalnya, konsumen menerima produk dengan kualitas rendah, keterlambatan pengiriman dan ketaksesuaian produk yang diterima dengan yang dipesan. Dalam hal ini, proteksi terhadap konsumen sangat dibutuhkan terutama untuk meningkatkan kepuasan konsumen dan keharmonisan hubungan bisnis antara perusahaan dan konsumen.

Kondisi ini yang sangat memungkinkan terjadinya kecurangan. Beberapa perusahaan publik dan swasta berupaya untuk menyediakan proteksi yang diperlukan untuk membangun kepercayaan konsumen, sebagai salah satu faktor penentu kesuksesan aplikasi e-commerce. Penggunaan software inteligen untuk mengidentifikasi kemungkinan konsumen yang diragukan, identifikasi signal peringatan untuk kemungkinan terjadinya kecurangan transaksi, validasi rekening bank konsumen untuk menghindari adanya rekening konsumen yang fiktif (perusahaan melakukan konfirmasi pada bank terkait dengan pembayaran atau tagihan komsumen), pelibatan jasa asuransi pihak ketiga, melakukan pengendalian autentifikasi dan biometrik merupakan beberapa bentuk upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memprevensi, mendeteksi dan mengkoreksi berbagai kegiatan bisnis dalam e-commerce.

Namun seperti halnya perdagangan yang terjadi pada dunia nyata, perdagangan pada dunia maya atau e-commerce ini juga tetap memiliki kendala-kendala baik dari segi keamanan maupun hal lainnya. Kendala-kendala ini seperti penipuan, pencurian identitas, bahkan pembobolan akun. Oleh karena itu, untuk menghindarinya,diperlukan komitmen dari pihak manajemen, sehingga strategi IT tidak selaras dengan strategi perusahaan,pemilihan vendor dan infrastruktur yang tepat agar  aplikasi sempurna, koneksi stabil, dan tidak  rentannya sistem terhadap serangan,rencana strategi yang realistis, layanan pelanggan yang baik, marketing yang memadai, adanya pengetahuan bisnis yang cukup, pelatihan staff yang baik, pencatatan keuangan yang baik,dan adanya modal yang cukup untuk membangun bisnis dengan e- commerce.

Border Gateway Protocol ( BGP )

Posted: 14th December 2010 by nindaarfiharvenda in JARKOM

Border Gateway Protocol atau lebih familiar dikenal dengan nama BGPmerupakan sebuah protokol routing inter-Autonomous System. Fungsi utama sistem BGP adalah untuk bertukar informasi network yang dapat ‘dijangkau’ (reachability) oleh sistem BGP lain, termasuk di dalamnya informasi-informasi yang terdapat dalam list autonomous system (AS). BGP berjalan melalui sebuah protokol transport, yaitu TCP.

BGP memiliki kemampuan untuk mengontrol dan mengatur trafik-trafik dari sumber berbeda di dalam network multi-home (tersambung ke lebih dari 1 ISP/Internet Service Provider). Tujuan utama BGP adalah untuk memperkenalkan kepada publik di luar network (upsteram provider atau peer) tentang rute atau porsi spasi address yang dimiliki dengan “meminta izin” membawa data ke suatu spasi address tujuan (meng-advertise).

Tapi BGP juga memiliki kelemahan, dimana salah satu kelemahan yang mungkin dihadapi oleh BGP routing adalah ia mempublikasikan rute yang tidak diketahui bagaimana cara mencapainya. Ini dinamakan black-holing, yaitu melakukan advertise, atau meminta izin untuk membawa data, tetapi beberapa bagian spasi address adalah milik orang lain, akibatnya proses advertise malah menyulitkan.

Lalu ada lagi istilah Autonomous System (AS), sistem otonom, menurut definisi klasik adalah seperangkat router yang berada di bawah otoritas/administrasi teknis tunggal. Untuk merutekan paket antar-AS internal, kita akan membutuhkan Interior Gateway Protocol. Sementara untuk merutekan paket ke AS lain, kita    membutuhkan Exterior Gateway Protocol.

Dan arsitektur Internet sebenarnya tersusun atas AS-AS yang saling terkoneksi. Router yang berkomunikasi langsung melalui BGP dikenal sebagai BGP speaker. Beberapa BGP speaker dapat ditempatkan pada AS yang sama atau AS yang berbeda. Dalam masing-masing AS ini, BGP speaker berkomunikasi satu sama lain untuk melakukan pertukaran informasi reachabilitas network berdasarkan set-set policy yang dibangun dalam AS-AS.

Kemudian istilah familiar lainnya ASN yang merupakan nomor unik yang mengidentifikasikan AS-AS. Nomor ini diatur oleh ARIN (Autonomous Number from The American Registry for Internet Numbers).
Kondisi yang harus dipenuhi untuk mendapatkan nomor AS: Unique Routing Policy dan  Multi-homed Site

Saat sebuah router BGP baru dibangun, peer-peer BGP dengan sendirinya melakukan pertukaran tabel routing yang mereka miliki, setelah itu peer-peer mengirim notifikasi atau pemberitauan berkaitan dengan perubahan yang terjadi pada tabel routing. Update message memberi informasi peer BGP hanya untuk satu path. Bila perubahan yang timbul mempengaruhi banyak path, maka multiupdate, message perlu dikirim.

Setelah BGP menghimpun update-update routingnya dari beragam AS, protokol akan membuat keputusan untuk mengambil path spesifik untuk masing-masing rute tujuan. Biasanya hanya satu path yang dibutuhkan untuk mencapai satu tujuan. BGP menggunakan atribut path (path attribute) yang dilepas kepadanya melalui update message agar bisa menentukan satu path terbaik bagi setiap tujuan.

Ada dua bentuk sistem koneksi transport protocol yang penting dimengerti. Mereka saling bertukar pesan (message) untuk membuka dan mengkonfirmasi parameter-parameter koneksi. Alur data awal yang dihasilkan tidak lain berupa keseluruhan tabel routing BGP, yang selanjutnya beberapa update penambahan dikirim sebagai perubahan pada tabel routing. BGP dalam hal ini tidak menuntut refresh secara periodik atas keseluruhan tabel routing. Oleh karena itu, BGP speaker harus memelihara versi terkini keseluruhan tabel routing BGP dari semua peer-nya selama durasi koneksi tertentu.

Pesan KeepAlive dikirim secara periodik untuk memastikan kelancaran koneksi. Pesan Notification dikirim untuk merespon adanya error atau kondisi-kondisi khusus yang terjadi. Jika sebuah koneksi menemukan sebuah error, pesan Notification segera dikirim dan koneksi pun ditutup.

BGP ATTRIBUTE

1. Origin

  • merupakan atribut yang termasuk dalam jenis Well known mandatory.
  • Jika sumbernya berasal router BGP dalam jaringan lokal atau menggunakan asnumber yang sama dengan yang  sudah ada, maka indicator atribut ini adalah huruf “i” untuk interior.
  • Apabila sumber rute berasal dari luar jaringan lokal, maka tandanya adalah huruf “e” untuk exterior.
  • Apabila rute didapat dari hasil redistribusi dari routing protokol lain, maka tandanya adalah “?” yang artinya adalah incomplete.

2. AS_Path

  • Atribut ini harus ada pada setiap rute yang dipertukarkan menggunakan BGP.
  • menunjukkan perjalanan paket dari awal hingga akhir.
  • Perjalanan paket ini ditunjukkan secara berurut dan ditunjukkan dengan menggunakan nomor-nomor AS.

3. Next Hop

  • menjelaskan ke mana selanjutnya sebuah paket data akan dilemparkan untuk menuju ke suatu lokasi.
  • Dalam EBGP-4, yang menjadi next hop dari sebuah rute adalah alamat asal (source address) dari sebuah router yang mengirimkan prefix tersebut dari luar AS.
  • Dalam IBGP-4, alamat yang menjadi parameter next hop adalah alamat dari router yang terakhir mengirimkan rute dari prefix tersebut.
  • Atribut ini juga bersifat Wellknown Mandatory.

4. Multiple Exit Discriminator (MED)

  • berfungsi untuk menginformasikan router yang berada di luar AS untuk mengambil jalan tertentu untuk mencatat si pengirimnya. Atribut ini dikenal sebagai metrik eksternal dari sebuah rute.
  • Meskipun dikirimkan ke AS lain, atribut ini tidak dikirimkan lagi ke AS ketiga oleh AS lain tersebut.
  • Atribut ini bersifat Optional  Nontransitive.

5. Local Preference

  • bersifat Wellknown Discretionary, di mana sering digunakan untuk memberitahukan router-router BGP lain dalam satu AS ke mana jalan keluar yang di-prefer jika ada dua atau lebih jalan keluar dalam router tersebut.
  • merupakan kebalikan dari MED, di mana hanya didistribusikan antar-router-router dalam satu AS saja atau router IBGP lain.

6. Atomic Agregate

  • bertugas untuk memberitahukan bahwa sebuah rute telah diaggregate (disingkat menjadi pecahan yang lebih besar) dan ini menyebabkan sebagian informasi ada yang hilang.
  • bersifat Wellknown Discretionary.

7. Agregator

  • berfungsi untuk memberikan informasi mengenai Router ID dan nomor Autonomous System dari sebuah router yang melakukan aggregate terhadap satu atau lebih rute.
  • Parameter ini bersifat Optional Transitive.

8. Community

  • merupakan fasilitas yang ada dalam routing protokol BGP-4
  • memiliki kemampuan memberikan tag pada rute-rute tertentu yang memiliki satu atau lebih persamaan. Dengan diselipkannya sebuah atribut community, maka akan terbentuk sebuah persatuan rute dengan tag tertentu yang akan dikenali oleh router yang akan menerimanya nanti. Setelah router penerima membaca atribut ini, maka dengan sendirinya router tersebut mengetahui apa maksud dari tag tersebut dan melakukan proses  sesuai dengan yang diperintahkan.
  • bersifat Optional Transitive.

9.  Originator ID

  • berguna untuk mencegah terjadinya routing loop dalam sebuah jaringan.
  • membawa informasi mengenai router ID dari sebuah router yang telah melakukan pengiriman routing.Jadi dengan adanya informasi ini, routing yang telah dikirim oleh router tersebut tidak dikirim kembali ke router itu.
  • Biasanya digunakan dalam implementasi route reflector.
  • bersifat Optional Nontransitive.

10. Cluster List

  • berguna untuk mengidentifikasi router-router mana saja yang tergabung dalam proses route reflector.
  • digunakan untuk menunjukkan path-path atau jalur mana yang telah direfleksikan, sehingga masalah routing loop dapat dicegah.
  • bersifat Optional Nontransitive.

11. Weight

  • merupakan atribut yang diciptakan khusus untuk penggunaan di router keluaran vendor Cisco.
  • merupakan atribut dengan priority tertinggi dan sering digunakan dalam proses path selection.
  • bersifat lokal hanya untuk digunakan pada router tersebut dan tidak diteruskan ke router lain karena belum tentu router lain yang bukan bermerk Cisco dapat mengenalinya.
  • Fungsi:  untuk memilih salah satu jalan yang diprioritaskan dalam sebuah router.

Apabila terdapat dua atau lebih jalur keluar maka dengan mengkonfigurasi atribut weight router dapat menetukan salah satu path terbaik yang diprioriataskan sebagai jalur keluar dengan menentukan priority tertinggi. Dengan beberapa atribut yang terdapat pada protocol routing BGP berbagai sesi kerja untuk menetukan path seletion terbaik dapat dilakukan

Prinsip Kerja BGP sebagai Routing Protocol

Routing protokol BGP baru dapat dikatakan bekerja pada sebuah router  jika sudah terbentuk sesi komunikasi dengan router tetangganya yang juga menjalankan BGP.  Sesi komunikasi ini adalah berupa komunikasi dengan protokol TCP dengan nomor port 179. Setelah terjalin  komunikasi ini, maka kedua buah router BGP dapat saling bertukar informasi rute.

Untuk berhasil menjalin komunikasi dengan router tetangganya sampai dapat saling bertukar  informasi routing, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1.    Kedua buah router telah dikonfigurasi dengan benar dan siap menjalankan routing protokol BGP.
2.    Koneksi antarkedua buah router telah terbentuk dengan baik tanpa adanya gangguan pada media koneksinya.
3.    Pastikan paket-paket pesan BGP yang bertugas membentuk sesi BGP dengan router tetangganya dapat  sampai dengan baik ke tujuannya.
4.    Pastikan kedua buah router BGP tidak melakukan pemblokiran port komunikasi TCP 179.
5.    Pastikan kedua buah router tidak kehabisan resource saat sesi BGP sudah terbentuk dan  berjalan.

Setelah semuanya berjalan dengan baik, maka sebuah sesi BGP dapat bekerja dengan baik pada router Anda. Untuk membentuk dan mempertahankan sebuah sesi BGP dengan router tetangganya, BGP mempunyaimekanismenya sendiri yang unik. Pembentukan sesi BGP ini mengandalkan paket-paket pesan yang terdiri dari empat macam.

Pacet – packet pada protocol BGP

1. Open Message

  • merupakan paket pembuka sebuah sesi BGP.
  • merupakan paket yang pertama dikirimkan ke router tetangga untuk membangun sebuah sesi komunikasi.
  • berisikan informasi mengenai BGP version number, AS number, hold time, dan router ID.

2. Keepalive Message

  • bertugas untuk menjaga hubungan yang telah terbentuk antarkedua router BGP.
  • dikirimkan secara periodik oleh kedua buah router yang bertetangga.
  • berukuran 19 byte dan tidak berisikan data sama sekali.

3. Notification Message

  • bertugas menginformasikan error yang terjadi terhadap sebuah sesi BGP.
  • berisikan field-field yang berisi jenis error apa yang telah terjadi, sehingga sangat memudahkan penggunanya untuk melakukan troubleshooting.

4. Update Message

  • merupakan paket pesan utama yang akan membawa informasi rute-rute yang ada.
  • berisikan semua informasi rute BGP yang ada dalam jaringan tersebut.
  • tiga komponen utama dalam paket pesan ini, yaitu Network-Layer Reachability Information (NLRI), path attribut, dan  withdrawn routes.

sumber :

http://giat501.wordpress.com/2008/11/03/redistribute-protocol-routing-pada-bgp-border-gateway-protocol/

http://blog.becouz.net/mengenal-istilah-dan-prinsip-dasar-protokol-bgp.html

http://blog.unsri.ac.id/siegdark/jaringan-komputer/bgp/mrdetail/17894/

1. Sekilas tentang HTTP

HTTP atau HyperText Transfer Protocol adalah suatu protokol internet yang digunakan oleh World Wide Web.

Dengan protokol ini sebuah web client (dalam hal ini browser) seperti Internt Explorer atau Netscape dapat melakukan pertukaran data hypermedia, seperti teks, gambar, suara, bahkan video dengan Web server.

HTTP pertama kali dibuat oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1990, dengan versi HTTP/0.9. Versi terbaru HTTP adalah HTTP/1.1.

HTTP tidaklah terbatas untuk penggunaan dengan TCP/IP, meskipun HTTP merupakan salah satu protokol aplikasi TCP/IP paling populer melalui Internet.

Memang HTTP dapat diimplementasikan di atas protokol yang lain di atas Internet atau di atas jaringan lainnya. seperti disebutkan dalam “implemented on top of any other protocol on the Internet, or on other networks.”, tapi HTTP membutuhkan sebuah protokol lapisan transport yang dapat diandalkan.

Sumber daya yang hendak diakses dengan menggunakan HTTP diidentifikasi dengan menggunakan Uniform Resource Identifier(URI), atau lebih khusus melalui Uniform Resource Locator(URL), menggunakan skema URI http: atau https:.
Sesuai dengan perkembangan infrastruktur internet maka pada tahun 1999 dikeluarkan HTTP versi 1.1 untuk mengakomodasi proxy, cache dan koneksi yang persisten.

Sebuah sesi HTTP adalah urutan transaksi permintaan dan respons jaringan dengan menggunakan protokol HTTP.

Sebuah klien HTTP akan memulai sebuah permintaan. Klien tersebut akan membuka sebuah koneksi Transmission Control Protocol|Transmission Control Protocol (TCP) ke sebuah port tertentu yang terdapat dalam sebuah host (umumnya port 80 atau 8080).  Server yang mendengarkan pada port 80 tersebut akan menunggu pesan permintaan klien. Saat menerima permintaan, server akan mengirimkan kembali baris status, seperti “HTTP/1.1 200 OK”, dan pesan yang hendak diminta, pesan kesalahan atau informasi lainnya.

Berikut ini adalah contoh transaksi yang dilakukan oleh server dan klien S = Server C = Client

C : (Inisialisasi koneksi)

C : GET /index.htm HTTP/1.1

C : Host: www.eitf.org

S : 200 OK

S : Mime-type: text/html

S :

S : -- data dokumen --

S : (close connection)
Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang karakter set dan bahasa encoding untuk Hypertext Transfer Protocol (HTTP) Header Field Parameters.
Secara default, pesan parameter kolom header di HTTP ([RFC2616]) tidak dapat membawa karakter
diluar karakter-8859-1 ISO ([ISO-8859-1]).
Pada RFC 2231 ([RFC2231]) didefinisikan mekanisme encoding  untuk digunakan dalam MIME header.
Dalam artikel ini akan ditetapkan sebuah encoding yang cocok untuk
digunakan dalam field header HTTP yang kompatibel dengan
profil pengkodean yang didefinisikan dalam RFC 2231.
RFC 2231 menjelaskan pilihan fitur yang diadopsi.
pengkodean ini tidak berlaku untuk payload pesan yang ditransmisikan melalui HTTP,
seperti ketika menggunakan jenis media "multipart / form-data"([RFC2388]).
2. Konvensi penulisan :

Kata kunci “”MUST”, “MUST NOT”, “REQUIRED”, “SHALL”, “SHALL NOT”, “SHOULD”, “SHOULD NOT”, “RECOMMENDED”, “MAY”, dan “OPTIONAL” dalam   artikel ini  sama seperti yang dijelaskan dalam [RFC2119].

Spesifikasi ini menggunakan notasi ABNF (Augmented Backus-Naur Form) yang didefinisikan dalam [RFC5234].

Aturan inti berikut disertakan dengan menggunakan  referensi sebelumnya, sebagaimana didefinisikan dalam [RFC5234] yaitu pada Lampiran B.1: ALPHA (huruf),Digit (desimal 0-9),HEXDIG (heksadesimal 0-9/AF/af),dan LWSP(Spasi linear).

Dalam spesifikasi ini digunakan “character set” untuk konsistensi dengan spesifikasi IETF lainnya seperti RFC 2277 bagian 3,dalam istilah yang lebih akurat,disebut sebagai “character encoding” (pemetaan titik kode untuk urutan oktet).

3. Perbandingan dengan RFC 2231 dan Definisi Encoding

RFC 2231 mendefinisikan beberapa ekstensi MIME.
Pada bagian di bawah ini akan dibahas bagaimana ekstensi MIME berlaku untuk field header HTTP.
Berikut perbandingannya:
3.1 parameter continuations tidak diperlukan pada header HTTP,
Pada bagian 3 dari [RFC2231] didefinisikan mekanisme yang berhubungan dengan panjang keterbatasan yang berlaku untuk MIME header.
Keterbatasan ini tidak berlaku untuk HTTP (Hal ini dijelaskan pada [RFC2616], Bagian 19.4.7).
Dengan demikian, parameter continuations bukan bagian dari pengkodean yang ditetapkan oleh spesifikasi HTTP.
3.2 Character Set dan Language Information bermanfaat bagi header HTTP, hal ini
yang meyebabkan simple subset ditentukan pada header HTTP.
Pada bagian 4 dari [RFC2231] ditentukan bagaimana informasi bahasa ditanamkan ke nilai parameter, dan bagaimana
untuk mengkodekan karakter non-ASCII, yang berhubungan dengan pembatasan baik dalam parameter header MIME dan HTTP.
Namun, RFC 2231 tidak menentukan “wajib-untuk-menerapkan karakter yang ditetapkan”,
sehingga sulit bagi pengirim untuk menentukan pengaturan karakter.
Jadi, penerima yang menerapkan spesifikasi ini harus mendukung karakter set"ISO-8859-1" [ISO-8859-1] dan "UTF-8" [RFC3629].
Selanjutnya, RFC 2231 memungkinkan informasi karakter set tidak digunakan namun pengkodean yang didefinisikan
oleh spesifikasi ini tidak memungkinkan itu.
3.2.1  Definisi :
Sintaks untuk parameter didefinisikan dalam Bagian 3.6 dari [RFC2616]
(Dengan RFC 2616 LWS yang diterjemahkan dengan RFC 5234 LWSP):
parameter = atribut LWSP "=" nilai LWSP
attribute = token
value = token / quoted-string
quoted-string = <quoted-string, didefinisikan dalam sesi 2.2 pada [RFC2616]>
Bagian token = <token, didefinisikan dalam sesi 2.2 pada [RFC2616]>
untuk memasukkan set karakter dan informasi bahasa,
 spesifikasi ini memodifikasi RFC 2616 tata bahasa menjadi:

parameter = reg-parameter / ext-parameter

reg-parameter = parmname LWSP “=” LWSP value

ext-parameter = parmname “*” LWSP “=” LWSP ext-value

parmname = 1*attr-char

ext-value = charset “’” [ language ] “’” value-chars

; seperti yang dijelaskan di RFC 2231’s <extended-initial- value>

; (lihat penjelasan di [RFC2231], Section 7)

charset = “UTF-8″ / “ISO-8859-1″ / mime-charset

mime-charset = 1*mime-charsetc

mime-charsetc = ALPHA / DIGIT

/ “!” / “#” / “$” / “%” / “&”

/ “+” / “-” / “^” / “_” / “‘”

/ “{” / “}” / “˜”

; seperti penjelasan <mime-charset> di Section 2.3[RFC2978]

; kecuali single quote tidak disertakan

; harus didaftarkan di IANA charset registry

language = <Language-Tag, didefinisikan pada [RFC5646], Section 2.1>

value-chars = *( pct-encoded / attr-char )

pct-encoded = “%” HEXDIG HEXDIG

; hal ini dijelaskan pada [RFC3986], Section 2.1

attr-char = ALPHA / DIGIT

/ “!” / “#” / “$” / “&” / “+” / “-” / “.”

/ “^” / “_” / “‘” / “|” / “˜”

; token kecuali ( "*" / "’" / "%" )
Dengan demikian, parameter marupakan parameter biasa (reg-parameter) yang telah ditentukan

dalam Bagian 3.6 dari [RFC2616], atau merupakan parameter yang diperpanjang (ext-parameter).
Parameter Extended merupakan notasi yang letaknya di  sisi kiri dari 

assigment akhir yang ditandai oleh sebuah karakter tanda bintang.
Bagian nilai sebuah parameter yang diperluas (ext-value) merupakan token yang terdiri dari tiga bagian:

REQUIRED character set name (charset), the OPTIONAL language information (language),

dan sebuah character sequence representing yang merupakan aktual value (value-chars).

3 bagian ini dipisahkan dengan  kutipan karakter  tunggal. Keduanya , character set names

dan language tags dibatasi dengan set karakter US-ASCII,

dan sesuai dengan yang djelaskan pada [RFC2978] bagian 2.3 dan [RFC5646] bagian 2.1.1).
Di dalam nilai, karakter yang tidak terdapat dalam attr-char dikodekan ke urutan oktet

dengan menggunakan set karakter yang ditentukan.

Urutan oktet ini kemudian dikodekan dengan  percent- encoded sebagaimana

ditentukan dalam bagian 2.1 dari [RFC3986].
Pemakai  harus menggunakan "UTF-8" ([RFC3629]) atau "ISO-8859-1" ([ISO-8859-1]) set karakter.

Extension karakter set (mime- charset) dicadangkan untuk penggunaan berikutnya.

Penerima harus siap untuk menangani kesalahan pengkodean,

seperti malformed atau incomplete percent escape sequences atau non-decodable aktet sequences,

dengan cara yang baik.

Spesifikasi ini tidak berlaku setiap perilaku tertentu, misalnya, strategi berikut ini dapat diterima semua:
      * Mengabaikan parameter,
      * Stripping urutan oktet non-decodable,
      * Mengganti urutan oktet non-decodable oleh penggantian karakter, seperti karakter Unicode U + FFFD

         (Penggantian Karakter).
     

RFC 2616 merupakan token dari  ([RFC2616], bagian 2.2) dan  berbeda dari produksi yang digunakan

dalam RFC 2231 (diimpor dari bagian 5.1 dari [RFC2045]) dimana yang dalam kurung kurawal ("{" dan "}") dikecualikan.

Dengan demikian, kedua karakter dikecualikan dari attr the- char produksi.
ABNF <mime-charset> yang didefinisikan di sini berbeda dengan yang didefinisikan di bagian 2.3 dari [RFC2978],

dimana tidak memungkinkan penggunaan  single quote character

(seperti yang dijelaskan dalam RFC Errata ID 1912 [Err1912]).

Dalam prakteknya, tidak ada karakter set nama

yang menggunakan karakter yang sudah terdaftar pada saat penulisan ini.
Non-extended notation, menggunakan "token":
foo: bar; title=Economy
Non-extended notation, menggunakan "quoted-string":
foo: bar; title="US-$ rates"
Extended notation, menggunakan Unicode character U+00A3 (POUND SIGN):
foo: bar; title*=iso-8859-1’en’%A3%20rates
tanda “Unicode pound sign character U+00A3” telah dikodekan ke octet tunggal A3

menggunakan encoding karakter ISO-8859-1 kemudian disandikan dengan percent-encoded.

Karakter spasi itu dikodekan sebagai   20%  seperti yang tidak terdapat dalam attr-char.
Extended notation, menggunakan the Unicode characters U+00A3 (POUND SIGN)
and U+20AC (EURO SIGN):
foo: bar; title*=UTF-8’’%c2%a3%20and%20%e2%82%ac%20rates
Tanda “Unicode pound sign character U+00A3” telah dikodekan ke  urutan oktet C2 A3 menggunakan

pengkodean UTF-8 karakter kemudian disandikan dengan  percent - encoded.

Demikian juga, Unicode euro sign character U+20AC  telah dikodekan ke E2 82 AC berdasarkan urutan oktet,

kemudian ikodekan dengan percent-decoded juga dan mencatat HEXDIG yang memungkinkan

baik itu berupa huruf kecil ataupun karakter huruf besar.

Penerima harus memahami informasi bahasa  yang  opsional, dan set karakter yang tidak opsional.
3.3  Bahasa Spesifikasi di Kata Pengkodean tidak diperlukan pada header HTTP
Bagian 5 dari [RFC2231] didefinisikan dalam [RFC2047] untuk mendukung spesifikasi bahasa dalam

kata-kata disandikan.

Meskipun  spesifikasi  HTTP/1.1 tidak mengacu pada RFC 2047 ([RFC2616], bagian 2.2),

namun belum jelas apakah itu merupakan kolom header yang berlaku dalam prakteknya

(seperti yang dipaparkan dalam <http://tools.ietf.org/wg/httpbis/trac/ticket/111>).

Dengan demikian, spesifikasi ini tidak termasuk dalam fitur ini.
4. Pedoman Penggunaan dalam Definisi Lapangan HTTP Header
Spesifikasi dari field header HTTP menggunakan ekstensi yang ditentukan dalam bagian diatas

Sebuah cara sederhana dalam spesifikasi ini,digunakan untuk memasukkan

ext-value ke dalam ABNF untuk itu kolom header.
   Sebagai contoh:
foo-header = "foo" LWSP ":" LWSP token ";" LWSP title-param
title-param = "title" LWSP "=" LWSP value
                   / "title*" LWSP "=" LWSP ext-value
ext-value = <see RFC 5987, Section 3.2>
Parameter Nilai Lanjutan fitur didefinisikan dalam Bagian 3 dari [RFC2231] dimana tidak memungkinkan untuk

memiliki beberapa contoh parameter yang diperpanjang dengan komponen parmname identik,

sebagai  pengolahan continuations sehingga menjadi ambigu. Dengan demikian, spesifikasi pada ekstensi ini

disarankan untuk tidak mengizinkan kompatibilitas dengan RFC 2231.
4.1  Ketika Menggunakan Extension
Bagian 4.2 [RFC2277] mensyaratkan protokol yang mengandung unsur-unsur teks dapat terbaca-manusia dengan

membawa informasi bahasa. Dengan demikian, produksi ext-value harus selalu digunakan ketika parameter nilai

alam tekstual dan bahasanya diketahui.
Selain itu, ekstensi juga harus digunakan apabila nilai parameter membawa karakter yang tidak terdapat

dalam US-ASCII ([USASCII]) character set (Hal ini akan diterima HTTP dan digunakan untuk  mendefinisikan

sebuah parameter baru yang akan dibatasi subset dari Set karakter Unicode).
4.2  Penanganan Kesalahan
Spesifikasi field Header HTTP perlu mendefinisikan apakah beberapa contoh parameter dengan

komponen parmname identik diperbolehkan, dan bagaimana  prosesnya.

Spesifikasi ini menunjukkan bahwa   parameter yang menggunakan sintaks yang panjang akan diutamakan.

Hal ini akan  mengijinkan produsen untuk menggunakan kedua format tanpa melanggar penerima yang  tidak

memahami sintaks sewaktu belum diperpanjang.
Contoh:
foo: bar; title="EURO exchange rates";
title*=utf-8’’%e2%82%ac%20exchange%20rates
Dalam hal ini, pengirim menyediakan versi ASCII untuk penerima yang legal,

tetapi juga mencakup versi internasionalisasi untuk penerima dimana diperlukan pemahaman spesifikasi ini.

Sintaks  yang terakhir jelas seharusnya berupa sintaks baru yang diletakkan di atas yang lama.
Pada saat penulisan ini, banyak implementasi yang gagal untuk mengabaikan bentuk header yang mereka

tidak mengerti, atau memprioritaskan ASCII meskipun bentuk sintaksnya diperpanjang.
5. Pertimbangan Keamanan
   Format yang dijelaskan dalam dokumen ini memungkinkan untuk transportasi non-ASCII karakter,

dan dengan demikian memungkinkan karakter "spoofing" ,dimana nilai yang ditampilkan tampaknya

menjadi sesuatu yang lain dari skenario serangan. Selain itu, ada yang berkaitan dengan decoding UTF-8.

Pada Bagian 10 dari [RFC3629] telah dijelaskan untuk informasi lebih lanjut tentang kedua topic tersebut.
Selain itu, ekstensi yang ditentukan dalam artikel ini memungkinkan terjadinya transportasi varian dari berbagai

bahasa untuk satu parameter, dan mungkin dalam penggunaannya mengizinkan serangan spoofing, dimana ada perberbedaan

bahasa versi dari parameter yang sama yang tidak setara.

TCP,UDP,Port,Socket, TCP Header ,Handshake

Posted: 5th November 2010 by nindaarfiharvenda in JARKOM

TCP  (Transmission Control Protocol)

TCP merupakan sebuah connection-oriented protocol. Sebelum data dikirimkan, pertama – tama akan dituliskan nama tujuan data yang akan dikirimkan ( dituliskan alamat tujuan. Data yang dikirim dari layer aplikasi akan dipecah-pecah dalam bagian-bagian yang lebih kecil dan diberi nomor urut (sequence number) sebelum dikirimkan ke layer berikutnya. Unit data yang sudah di pecah-pecah disebut segmen (segment). TCP selalu meminta konfirmasi setiap kali selesai mengirimkan data, apakah data tersebut sampai pada komputer tujuan dan tidak rusak. Jika data berhasil sampai mencapai tujuan, TCP akan mengirimkan data urutan berikutnya. Jika tidak berhasil, maka TCP akan melakukan pengiriman ulang urutan data yang hilang atau rusak tersebut. Dalam kenyataannya TCP menggunakan sebuah acknowledgement (ACK) sebagai suatu pemberitahuan antar komputer pengirim dan penerima.

Proses pembuatan koneksi TCP disebut juga dengan “Three-way Handshake“. Tujuan metode ini adalah agar dapat melakukan sinkronisasi terhadap nomor urut dan nomor acknowledgement yang dikirimkan oleh kedua pihak dan saling bertukar ukuran TCP Window. Prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Host pertama (yang ingin membuat koneksi) akan mengirimkan sebuah segmen TCP dengan flag SYN diaktifkan kepada host kedua (yang hendak diajak untuk berkomunikasi).

Host kedua akan meresponsnya dengan mengirimkan segmen dengan acknowledgement dan juga SYN kepada host pertama.

Host pertama selanjutnya akan mulai saling bertukar data dengan host kedua.

TCP menggunakan proses jabat tangan yang sama untuk mengakhiri koneksi yang dibuat. Hal ini menjamin dua host yang sedang terkoneksi tersebut telah menyelesaikan proses transmisi data dan semua data yang ditransmisikan telah diterima dengan baik. Itulah sebabnya, mengapa TCP disebut dengan koneksi yang reliable.

Berikut adalah gambar koneksi TCP :

Mekanisme TCP : Ukuran windows merupakan nomer dari paket unacknowledge yang dapat dikirim dalam suatu sesi TCP. Ukuran windows juga menyediakan sebuah metode kasar untuk congestion control, selain itu ukuran windows juga meningkatkan  lebih banyak paket yang akan dikirim (untuk meningkatkan throughput). Jika paket hilang maka jendela berkurang lagi.

Hal – hal yang menyebabkan TCP akan kehilangan paket datanya :

Ketika sebuah paket yang diterima dari urutan penerima mengirimkan ACK dengan nomor yang sama seperti sebelumnya.
Jika pengirim menerima tiga duplikat ACK maka dapat diasumsikan paket tersebut telah hilang dan mengirim ulang.
Jika pengirim tidak menerima ACK untuk paket dalam jumlah waktu tertentu maka dapat diasumsikan akan ada paket yang hilang.
kehilangan paket data dapat disebabkan oleh  paket yang dikirimkan  dan  congestion windows yang direduksi.

Gambar berikut menunjukkan peningkatan atau penurunan TCP windows :

-UDP

UDP, User Datagram Protocol, adalah TCP yang connectionless. Hal ini berarti bahwa suatu paket yang dikirim melalui jaringan dan mencapai komputer lain tanpa membuat suatu koneksi. Sehingga dalam perjalanan ke tujuan paket dapat hilang karena tidak ada koneksi langsung antara kedua host, jadi UDP sifatnya tidak realibel, tetapi UDP adalah lebih cepat dari pada TCP karena tidak membutuhkan koneksi langsung.

UDP mendukung multiplexing. Bila suatu program aplikasi memanfaatkan protokol UDP untuk mengirimkan informasi, protokol UDP melakukan fungsi multiplexing/demultiplexing seperti yang dilakukan protokol TCP dengan menentukan nomor port pengirim (source port) dan nomor port penerima (destination port), kemudian menambahkan sedikit fungsi koreksi kesalahan lalu meneruskan segmen yang terbentuk ke protokol layer Internet. Pada layer internet segmen tersebut ditambahi informasi dalam bentuk datagram IP dan kemudian ditentukan cara terbaik untuk mengantarkan segmen tersebut ke sisi penerima, protokol UDP menggunakan nomor port informasi IP pengirim dan penerima untuk mengantarkan data dalam segmen ke proses program aplikasi yang sesuai. UDP mengijinkan komunikasi  yang berupa suatu proses diantara node yang berbeda. Setiap proses ditandai dengan suatu logical port number. Contohnya adalah : server menyediakan TFTP dan VOIP servis. Source port number merupakan random dari nomer yang telah ditandai oleh UDP.

Saat UDP sampai di tujuan, UDP membaca nomer port tujuan dan mengirimkan data untuk di proses. Karena original packet mempunyai source port, maka server dapat mengirimkan data kembali ke FTFP client. Ketika sebuah aplikasi ingin mengirimkan data, UDP tidak dapat  membuffernya atau membagi data.

Ketika  UDP tidak dapat membagi data dan jika data lebih besar dari MTU maka IP layer harus membaginya dalam bentuk yang lebih kecil. UDP tidak dapat melakukan apa-apa ketika kehilangan sebagian data diagramnya sampai tidak ada lagi bagian data yang sedang dalam proses pengiriman dan penerimaan.

Gambar panjang dan checksum sebagai IP pada UDP :

UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:

  • Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
  • Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgement. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
  • UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
  • UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.

UDP tidak menyediakan layanan-layanan antar-host berikut:

  • UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar. Tugas buffering merupakan tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP.
  • UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP. Karena itulah, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai Maximum Transfer Unit / MTU) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data tersebut dikirim. Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan nilai MTU, paket data yang dikirimkan bisa saja terpecah menjadi beberapa fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.
  • UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control, seperti yang dimiliki oleh TCP.

- PERBEDAAN TCP DAN UDP

Berbeda dengan TCP, UDP merupakan connectionless dan tidak ada keandalan, windowing, serta fungsi untuk memastikan data diterima dengan benar. Namun, UDP juga menyediakan fungsi yang sama dengan TCP, seperti transfer data dan multiplexing, tetapi ia melakukannya dengan byte tambahan yang lebih sedikit dalam header UDP.

UDP melakukan multiplexing UDP menggunakan cara yang sama seperti TCP. Satu-satunya perbedaan adalah transport protocol yang digunakan, yaitu UDP. Suatu aplikasi dapat membuka nomor port yang sama pada satu host, tetapi satu menggunakan TCP dan yang satu lagi menggunakan UDP—hal ini tidak biasa, tetapi diperbolehkan. Jika suatu layanan mendukung TCP dan UDP, ia menggunakan nilai yang sama untuk nomor port TCP dan UDP.

UDP mempunyai keuntungan dibandingkan TCP dengan tidak menggunakan field sequence dan acknowledgement. Keuntungan UDP yang paling jelas dari TCP adalah byte tambahan yang lebih sedikit. Di samping itu, UDP tidak perlu menunggu penerimaan atau menyimpan data dalam memory sampai data tersebut diterima. Ini berarti, aplikasi UDP tidak diperlambat oleh proses penerimaan dan memory dapat dibebaskan lebih cepat. Pada tabel, Anda dapat melihat fungsi yang dilakukan (atau tidak dilakukan) oleh UDP atau TCP.

Secara garis besar perbedaan TCP dengan UDP:

TCP UDP
Dapat diandalkan Tidak dapat diandalkan
Connection-oriented Connectionless
Segmen berurutan Tidak ada urutan
Acknowledge segment No acknowledgement
Segment retransmission and flow control through windowing No windowing or retransmission

-Port

Dalam protokol jaringan TCP/IP, sebuah port adalah mekanisme yang mengizinkan sebuah komputer untuk mendukung beberapa sesi koneksi dengan komputer lainnya dan program di dalam jaringan. Port dapat mengidentifikasikan aplikasi dan layanan yang menggunakan koneksi di dalam jaringan TCP/IP. Sehingga, port juga mengidentifikasikan sebuah proses tertentu di mana sebuah server dapat memberikan sebuah layanan kepada klien atau bagaimana sebuah klien dapat mengakses sebuah layanan yang ada dalam server. Biasanya suatu layanan yang terkait dengan port (misalnya layanan http pada port 80). Server menggunakan port untuk membuat sambungan. Port menyediakan satu tingkat keamanan internet. Umumnya, port dengan nomor rendah (<100) disediakan untuk layanan khusus.

Berikut adalah beberapa layanan dan portnya :

Layanan:                     Nomer  Port yang digunakan :

ftp                                                21

telnet                                            23

smtp (mail)                                     25

finger                                            79

http                                              80

Untuk konfigurasi layanan pengguna jasa menggunakan port bernomor tinggi yang biasanya dibiarkan terbuka untuk semua pengguna.

Port merupakan alamat yang membedakan koneksi TCP yang berbeda-beda pada mesin yang sama (lihat Pengalamatan TCP/IP). Port TCP adalah nomor yang mengindentifikasi koneksi dalam mesin spesifik. Semua aplikasi upper-layer yang menggunakan TCP atau UDP memiliki sebuah nomor port yang mengidentifikasikan aplikasi. Secara teori, nomor port dapat ditentukan pada sebuah mesin. nomor port dapat diubah, meskipun hal ini dapat mengakibatkan kerumitan. kebanyakan sistem mengatur sebuah file yang berisi informasi nomor port dan pasangan layanannya.

Umumnya nomor port diatas 255 disediakan untuk kebutuhan pribadi (private) pada mesin lokal, dan nomor port dibawah 255 digunakan untuk proses yang sering digunakan. Daftar nomor port yang paling sering digunakan yang dipublikasikan oleh Internet Assigned Numbers Authority. Pada tabel berikut dapat dilihat sejumlah nomor port yang sering digunakan.

TABEL: Nomor Port yang Digunakan TCP

Port Number Process Name Description
1 TCPMUX TCP Port Service Multiplexer
5 RJE Remote Job Entry
7 ECHO Echo
9 DISCARD Discard
11 USERS Active Users
13 DAYTIME Daytime
17 Quote Quotation of the Day
19 CHARGEN Character generator
20 FTP-DATA File Transfer Protocol•Data
21 FTP File Transfer Protocol•Control
23 TELNET Telnet
25 SMTP Simple Mail Transfer Protocol
27 NSW-FE NSW User System Front End
29 MSG-ICP MSG-ICP
31 MSG-AUTH MSG Authentication
33 DSP Display Support Protocol
35 PPS Private Print Servers
37 TIME Time
39 RLP Resource Location Protocol
41 GRAPHICS Graphics
42 NAMESERV Host Name Server
43 NICNAME Who Is
49 LOGIN Login Host Protocol
53 DOMAIN Domain Name Server
67 BOOTPS Bootstrap Protocol Server
68 BOOTPC Bootstrap Protocol Client
69 TFTP Trivial File Transfer Protocol
79 FINGER Finger
80 HTTP Hyper Text Transfer Protocol
101 HOSTNAME NIC Host Name Server
102 ISO-TSAP ISO TSAP
103 X400 X.400
104 X400SND X.400 SND
105 CSNET-NS CSNET Mailbox Name Server
109 POP2 Post Office Protocol v2
110 POP3 Post Office Protocol v3
111 RPC Sun RPC Portmap
137 NETBIOS-NS NETBIOS Name Service
138 NETBIOS-DG NETBIOS Datagram Service
139 NETBIOS-SS NETBIOS Session Service
146 ISO-TP0 ISO TP0
147 ISO-IP ISO IP
150 SQL-NET SQL NET
153 SGMP SGMP
156 SQLSRV SQL Service
160 SGMP-TRAPS SGMP TRAPS
161 SNMP SNMP
162 SNMPTRAP SNMPTRAP
163 CMIP-MANAGE CMIP/TCP Manager
164 CMIP-AGENT CMIP/TCP Agent
165 XNS-Courier Xerox
179 BGP Border Gateway Protocol

TCP menggunakan keneksi (bukan port protokol) sebagai sebuah elemen dasar. Koneksi yang lengkap memiliki setidaknya dua titik. Ini memungkinkan port protokol digunakan untuk beberapa koneksi secara bersamaan (multiplexing).

Ada dua metode penetapan sebuah koneksi: aktif dan pasif. Penetapan koneksi aktif terjadi ketika TCP mengeluarkan sebuah permintaan untuk sebuah koneksi berdasarkan instruksi dari sebuah ULP yang menyediakan nomor socket. Pendekatan pasif terjadi ketika ULP memerintahkan TCP untuk menunggu permintaan koneksi yang datang dari sebuah remote system (biasanya dari sebuah instruksi active open). Ketika TCP menerima permintaan, maka TCP akan menentukan sebuah nomor port.

- Socket

Socket adalah mekanisme komunikasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran data antar program atau proses baik dalam satu mesin maupun antar mesin. Keunggulan dari penggunaan socket ini dibanding apabila menggunakan pipes biasa adalah anda dapat melakukan komunikasi antar proses/program melalui jaringan berbasis yang TCP/IP tentunya, bahkan dengan program lain yang berjalan pada platform non-unix seperti Microsoft Windows, sepanjang program tersebut berbicara dalam protokol transfer yang sama. Komunikasi socket terutama diciptakan untuk tujuan menjembatani komunikasi antara dua buah program yang dijalankan pada mesin yang berbeda. Hal ini berarti dua program pada mesin yang sama dapat juga saling berkomunikasi. Kelebihan lain dari komunikasi socket adalah mampu menangani banyak klien sekaligus (multiple clients).

Setiap sirkuit komunikasi yang masuk dan keluar lapisan TCP dikenali secara unik dengan dua kombinasi angka, yang kemudian disebut sebagai socket. Socket terdiri atas alamat IP sebuah mesin dan nomor port yang digunakan software TCP. Baik mesin pengirim dan penerima memiliki socket. Karena IP address sifatnya unik dalam internetwork, dan nomor port bersifat unik untuk setiap mesin, maka berarti nomor socket juga bersifat unik dalam internetwork. Ini memungkinkan sebuah proses berkomunikasi dengan proses lain dalam jaringan.

Dalam prosesi pengiriman, TCP pengirim meminta koneksi kepada TCP penerima dengan menggunakan nomor socket yang unik. Proses ini dapat dilihat pada gambar berikut. Misalnya jika  TCP pengirim menginginkan sebuah koneksi session telnet dari nomor port 350, maka nomor socket akan terdiri atas alamat IP mesin source dengan nomor port (350), dalam message yang dikirim terdapat informasi nomor port tujuan 23 (nomor port aplikasi Telnet). Mesin penerima TCP memiliki nomor source port 23 (Telnet) dan port destination 350 (nomor port mesin pengirim).

Mesin pengirim dan penerima akan membuat tabel port yang berisi informasi semua nomor port yang aktif. Kedua mesin ini akan saling bertukar entri tabel yang dimilikinya pada setiap session. Ini disebut dengan binding dan diilustrasikan pada gambar berikut. Nomor mesin source dan destination akan saling ditukarkan untuk setiap koneksi sesuai tabel port.

Jika mesin pengirim meminta lebih dari satu koneksi, maka nomor port sumber harus beda, meskipun nomor port destination mungkin sama. Misalnya, jika mesin pengirim mencoba untuk membuat tiga koneksi telnet secara simultan, maka nomor port mesin sumber misalnya akan menjadi 350, 351, dan 352, dan nomor port destination semuanya menggunakan nomor port 23.

Dimungkinkan juga untuk lebih dari satu mesin menggunakan nomor socket tujuan yang sama – proses ini disebut dengan multiplexing –. Pada gambar berikut terdapat tiga mesin yang menggunakan session telnet dengan satu destination. Ketiganya menggunakan nomor port destination 23 yang dimultiplex. Karena datagram datang dari port yang memiliki informasi socket yang lengkap (dengan alamat IP), maka destination tidak akan salah dalam mengenali asal datagram.

- TCP Header

Berikut adalah gambar TCP Header :

Nomor urutan yang dipesan dapat bertambah 1 untuk setiap paket. Nomer urut paket ini yang nantinya akan digunakan.
Header Panjang  dalam TOP merupakan  banyaknya  kata-kata dalam pilihan 32 bit .
Catatan :

SYN = koneksi mulai

ACK = mengakui paket

FIN  = koneksi selesai ( URG, RST, PSH).

Ukuran windows akan dijelaskan dengan lebih rinci nanti untuk menentukan berapa banyak paket yang mungkin tidak diakui.
Checksum digunakan  untuk IP dan UDP. Urgent Pointer digunakan untuk menunjuk ke bagian dari data yang harus dilihat oleh penerima sebelum sesi TCP namun hal ini jarang digunakan.
Offset digunakan untuk mengetahui  berapa lama bidang opsi seperti opsi pada fasilitas tambahan yang mungkin diterapkan oleh TCP.

Ukuran dari header TCP adalah bervariasi, yang terdiri atas beberapa field yang ditunjukkan dalam gambar dan tabel berikut. Ukuran TCP header paling kecil (ketika tidak ada tambahan opsi TCP) adalah 20 byte.

Nama field Ukuran Keterangan
Source Port 2 byte (16 bit) Mengindikasikan sumber protokol lapisan aplikasi yang mengirimkan segmen TCP yang bersangkutan. Gabungan antara field Source IP Address dalam header IP dan field Source Port dalam field header TCP disebut juga sebagai socket sumber, yang berarti sebuah alamat global dari mana segmen dikirimkan. Lihat juga port TCP.
Destination Port 2 byte (16 bit) Mengindikasikan tujuan protokol lapisan aplikasi yang menerima segmen TCP yang bersangkutan. Gabungan antara field Destination IP Address dalam header IP dan field Destination Port dalam field header TCP disebut juga sebagai socket tujuan, yang berarti sebuah alamat global ke mana segmen akan dikirimkan.
Sequence Number 4 byte (32 bit) Mengindikasikan nomor urut dari oktet pertama dari data di dalam sebuah segmen TCP yang hendak dikirimkan. Field ini harus selalu diset, meskipun tidak ada data (payload) dalam segmen.
Ketika memulai sebuah sesi koneksi TCP, segmen dengan flag SYN (Synchronization) diset ke nilai 1, field ini akan berisi nilai Initial Sequence Number (ISN). Hal ini berarti, oktet pertama dalam aliran byte (byte stream) dalam koneksi adalah ISN+1.
Acknowledgment Number 4 byte (32 bit) Mengindikasikan nomor urut dari oktet selanjutnya dalam aliran byte yang diharapkan oleh untuk diterima oleh pengirim dari si penerima pada pengiriman selanjutnya. Acknowledgment number sangat dipentingkan bagi segmen-segmen TCP dengan flag ACK diset ke nilai 1.
Data Offset 4 bit Mengindikasikan di mana data dalam segmen TCP dimulai. Field ini juga dapat berarti ukuran dari header TCP. Seperti halnya field Header Length dalam header IP, field ini merupakan angka dari word 32-bit dalam header TCP. Untuk sebuah segmen TCP terkecil (di mana tidak ada opsi TCP tambahan), field ini diatur ke nilai 0×5, yang berarti data dalam segmen TCP dimulai dari oktet ke 20 dilihat dari permulaan segmen TCP. Jika field Data Offset diset ke nilai maksimumnya (24=16) yakni 15, header TCP dengan ukuran terbesar dapat memiliki panjang hingga 60 byte.
Reserved 6 bit Direservasikan untuk digunakan pada masa depan. Pengirim segmen TCP akan mengeset bit-bit ini ke dalam nilai 0.
Flags 6 bit Mengindikasikan flag-flag TCP yang memang ada enam jumlahnya, yang terdiri atas: URG (Urgent), ACK (Acknowledgment), PSH (Push), RST (Reset), SYN (Synchronize), dan FIN (Finish).
Window 2 byte (16 bit) Mengindikasikan jumlah byte yang tersedia yang dimiliki oleh buffer host penerima segmen yang bersangkutan. Buffer ini disebut sebagai Receive Buffer, digunakan untuk menyimpan byte stream yang datang. Dengan mengimbuhkan ukuran window ke setiap segmen, penerima segmen TCP memberitahukan kepada pengirim segmen berapa banyak data yang dapat dikirimkan dan disangga dengan sukses. Hal ini dilakukan agar si pengirim segmen tidak mengirimkan data lebih banyak dibandingkan ukuran Receive Buffer. Jika tidak ada tempat lagi di dalam Receive buffer, nilai dari field ini adalah 0. Dengan nilai 0, maka si pengirim tidak akan dapat mengirimkan segmen lagi ke penerima hingga nilai field ini berubah (bukan 0). Tujuan hal ini adalah untuk mengatur lalu lintas data atau flow control.
Checksum 2 byte (16 bit) Mampu melakukan pengecekan integritas segmen TCP (header-nya dan payload-nya). Nilai field Checksum akan diatur ke nilai 0 selama proses kalkulasi checksum.
Urgent Pointer 2 byte (16 bit) Menandakan lokasi data yang dianggap “urgent” dalam segmen.
Options 4 byte (32 bit) Berfungsi sebagai penampung beberapa opsi tambahan TCP. Setiap opsi TCP akan memakan ruangan 32 bit, sehingga ukuran header TCP dapat diindikasikan dengan menggunakan field Data offset.

-Handshake

Handshaking adalah proses negosiasi otomatis yang secara dinamis menentukan parameter dalam pembentukan kanal komunikasi antara dua entitas normal sebelum komunikasi melalui kanal dimulai. Ia mengikuti pembentukan fisik saluran precedes normal dan mentransfer informasi. Contohnya : ketika sebuah komputer berkomunikasi dengan perangkat lain seperti modem atau printer yang perlu melakukan handshake untuk membuat sambungan. Proses negosiasi SSL atau “handshake,” melibatkan pertukaran cryptographic keys, certificate,dan informasi lain , random data digunakan untuk membuat enkripsi satu waktu, dan valuenya digunakan untuk mengidentifikasi SSL yang dibuat dari handshake.

Handshake memiliki tiga tujuan:

• Untuk membolehkan client dan server setuju mengenai algoritma yang akan mereka gunakan.

• Untuk melibatkan kumpulan dari crypto keys untuk digunakan oleh algoritma tersebut.

• Untuk mengautentikasi klien.

SSL Handshake memerlukan perhitungan yang sangat kompleks dan perlu komputer dengan processor yang tangguh.Pada akhir cryptographic key dibuat dan dipertukarkan antara client dan server, enkripsi berikutnya dibuat cukup mudah sejauh prosesor dari komputer terfokus, namun hal itu tetap menjadikan perlunya performa tinggi dari server. Terutama ketika handshake dengan jumlah besar terjadi dalam waktu bersamaan.

Bagaimanapun juga, pekerjaan ini dapat dilakukan oleh processor khusus/spesial yang didesain khusus untuk memproses perhitungan matematis yang melibatkan handshake.

• Kapankah Handshake Terjadi?

SSL handshake terjadi setiap kali klien memulai sesi dengan server baru atau bila salah satu pihak memulai sesi karena alasan apapun, termasuk tanpa alasan baik, ingin membuat Session ID dan Spesifikasi Cipher baru. SSL handshake yang biasanya tidak dilakukan pada setiap GET obyek yang demikian, misalnya, dengan halaman empat gambar dan dua video kemungkinan akan terjadi satu handshake dan tujuh file opens. Sejak symmetrickey enkripsi sangatlebih cepat. Dari public-key operation handshake, multi-layar melindungi transaksi harus tinggal dalam satu sesi SSL, bahkan jika ini berarti bahwa beberapa halaman perlu dienkripsi. Hampir semua aplikasi SSL harus menggunakan nonstandar resumable SSL sesi.

sumber :

http://www.richardclegg.org/networks2/Lecture2_06.ppt

http://www.net-seal.net/animations.php?aid=27

http://www.net-seal.net/animations.php?aid=30

http://ifile.it/q6wtm8/0131969811.rar

http://books.google.com/  —> “networking for dummies”

Standar digolongkan ke dalam dua kategori yaitu de facto dan de jure. De facto (Latin untuk “secara fakta”) standar adalah yang baru saja terjadi, tanpa rencana formal. PC IBM dan penerusnya secara de facto standar adalah untuk kantor kecil dan komputer rumah karena puluhan produsen memilih untuk menyalin mesin IBM. Demikian pula, UNIX adalah standar de facto untuk sistem operasi di departemen ilmu komputer universitas.

De jure (Latin untuk “secara hukum”) standar adalah formal, standar hukum yang diadopsi oleh beberapa badan standarisasi yang berwenang. Badan standardisasi internasional umumnya dibagi menjadi dua kelas yaitu yang didirikan oleh perjanjian antara pemerintah nasional, dan sukarela yang terdiri dari organisasi nontreaty. Dalam bidang standar jaringan komputer, ada beberapa organisasi yang dibahas di bawah.

1.6.1 Who’s Who in Telecommunication World

Status hukum perusahaan telepon di dunia bervariasi dari negara ke negara. Amerika Serikat memiliki 1500 perusahaan telepon milik pribadi yang terpisah. Perusahaan di Amerika Serikat yang memberikan layanan komunikasi kepada masyarakat disebut common carries. Penawaran mereka dan harga yang dijelaskan oleh dokumen yang disebut tarif, yang harus disetujui oleh Komisi Komunikasi Federal untuk lalu lintas antar negara dan internasional dan oleh negara utilitas komisi untuk lalu lintas intrastate publik.

Negara-negara di mana pemerintah nasional memiliki monopoli lengkap pada komunikasi semua, termasuk surat, telegram, telepon, radio dan televisi. Sebagian besar dunia jatuh dalam kategori ini. Dalam beberapa kasus otoritas telekomunikasi adalah nasionalisasi perusahaan, dan pada orang lain itu hanyalah sebuah cabang pemerintah, biasanya dikenal sebagai PTT (Post, Telegraph & administrasi Telepon). Di seluruh dunia, tren adalah menuju liberalisasi dan kompetisi dan jauh dari monopoli pemerintah. Sebagian besar negara-negara Eropa sekarang (sebagian) diprivatisasi PTTs mereka, namun di tempat lain prosesnya masih lambat.

Dengan semua pemasok pelayanan yang berbeda, jelas ada kebutuhan untuk menyediakan kompatibilitas pada skala dunia untuk memastikan bahwa orang-orang (dan komputer) dalam satu negara dapat memanggil rekan-rekan mereka. Sebenarnya, kebutuhan ini telah ada untuk waktu yang lama. Pada tahun 1865, perwakilan dari pemerintah Eropa bertemu untuk membentuk ITU (International Telecommunication Union). Tugasnya adalah standardisasi telekomunikasi internasional, yang kemudian disebut telegraphy. Bahkan kemudian jelas bahwa jika setengah negara-negara menggunakan kode Morse dan setengah lainnya yang digunakan beberapa kode lain, ada akan menjadi masalah. Ketika telepon itu dimasukkan ke dalam layanan internasional, ITU mengambil alih tugas standardisasi telepon juga. Pada tahun 1947, ITU menjadi badan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

ITU memiliki tiga sektor utama yaitu

  • Sektor komunikasi radio (ITU-R).
  • Sektor Telekomunikasi Standardisasi (ITU-T).
  • Pembangunan Sektor (ITU-D).

ITU-R prihatin dengan mengalokasikan frekuensi radio di seluruh dunia untuk kepentingan kelompok yang bersaing. Kami akan memfokuskan terutama pada ITU-T, yang berkaitan dengan sistem komunikasi telepon dan data. Dari tahun 1956 hingga 1993, ITU-T dikenal sebagai CCITT, singkatan dari nama Perancis : Comité Consultatif International Télégraphique et Téléphonique. Pada tanggal 1 Maret 1993, CCITT direorganisasi untuk membuatnya kurang birokratis dan diganti untuk mencerminkan peran barunya. Kedua ITU-T dan CCITT mengeluarkan rekomendasi di bidang komunikasi telepon dan data.

ITU-T memiliki empat kelas anggota yaitu

  • Pemerintah nasional.
  • Sektor anggota.
  • Associate anggota.
  • Peraturan lembaga.

ITU-T memiliki sekitar 200 anggota pemerintahan, termasuk hampir setiap anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Karena Amerika Serikat tidak memiliki sebuah PTT, orang lain harus mewakili dalam ITU-T. Tugas ini jatuh ke Departemen Luar Negeri, mungkin dengan alasan bahwa ITU-T ada hubungannya dengan negara-negara asing, khusus Departemen Luar Negeri. Ada anggota sektor sekitar 500, termasuk perusahaan telepon (misalnya, AT & T, Vodafone, WorldCom), produsen peralatan telekomunikasi (misalnya, Cisco, Nokia, Nortel) vendor komputer, (misalnya Compaq, Sun, Toshiba), produsen chip (misalnya, Intel, Motorola, TI), perusahaan media (misalnya, AOL Time Warner, CBS, Sony), dan perusahaan lain yang tertarik (misalnya, Boeing, Samsung, Xerox). Berbagai organisasi ilmiah nirlaba dan konsorsium industri juga anggota sektor (misalnya, IFIP dan IATA). Anggota Asosiasi adalah organisasi yang lebih kecil yang tertarik dalam Grup Studi tertentu, lembaga regulasi adalah orang-orang yang mengawasi bisnis telekomunikasi, seperti US Federal Communications Commission.

Tugas ITU-T adalah membuat rekomendasi teknis tentang telepon, telegraf, dan antarmuka komunikasi data. Standar-standar yang diakui secara internasional sering menjadi, (misalnya, V.24 juga dikenal sebagai EIA RS-232 di Amerika Serikat), yang menentukan penempatan dan makna dari berbagai pin pada konektor yang digunakan oleh kebanyakan asynchronous terminal dan modem eksternal.

Seperti telekomunikasi yang melengkapi transisi dimulai pada tahun 1980 dari yang sepenuhnya nasional menjadi sepenuhnya global, standar akan menjadi semakin penting, dan organisasi akan semakin ingin terlibat dalam pengaturan mereka.

1.6.2 Who’s Who in International Standart World

Standar internasional diproduksi dan diterbitkan oleh ISO (Organisasi Standar Internasional), sebuah organisasi sukarela nontreaty yang didirikan pada tahun 1946. Para anggotanya adalah organisasi standar nasional dari 89 negara anggota. Para anggota termasuk ANSI (US), BSI (Inggris), AFNOR (Perancis), DIN (Jerman), dan 85 lainnya.

Lebih dari 13.000 standar telah diterbitkan, termasuk standar OSI. ISO memiliki hampir 200 Komite Teknis, nomor dalam urutan penciptaan mereka, masing-masing berurusan dengan subjek tertentu.

Dalam masalah-masalah standar telekomunikasi, ISO dan ITU-T sering bekerja sama (ISO adalah anggota ITU-T) untuk menghindari standar internasional yang saling bertentangan.

Perwakilan AS di ISO adalah ANSI (American National Standards Institute), yang meskipun namanya adalah swasta nonpemerintah, organisasi nirlaba. Anggotanya adalah produsen, operator umum, dan pihak yang berkepentingan lainnya. Standar ANSI sering diadopsi oleh ISO sebagai standar internasional.

Prosedur yang digunakan oleh ISO untuk mengadopsi standar, telah dirancang untuk mencapai konsensus. Proses ini dimulai ketika salah satu organisasi standar nasional merasa perlu untuk standar internasional di beberapa daerah. Sebuah kelompok kerja kemudian dibentuk untuk datang dengan CD (Komite Draft). CD ini kemudian diedarkan ke semua badan anggota, yang bisa 6 bulan untuk mengkritik itu. Jika mayoritas besar menyetujui, sebuah dokumen revisi, yang disebut DIS (Draft International Standard) yang diproduksi dan diedarkan untuk komentar dan pemungutan suara. Berdasarkan hasil putaran ini, teks akhir dari IS (Standar Internasional) disiapkan, disetujui, dan diterbitkan.

NIST (Lembaga Nasional Standar dan Teknologi) merupakan bagian dari Departemen Perdagangan AS. Dulu Biro Standar Nasional.

Standar dunia lainnya adalah IEEE (Institute of Engineers Electrical dan Electronics), organisasi profesi terbesar di dunia. Selain menerbitkan sejumlah jurnal dan berjalan ratusan konferensi setiap tahun, IEEE memiliki kelompok standarisasi yang mengembangkan standar di bidang teknik elektro dan komputasi. 802 komite IEEE telah memiliki berbagai standar LAN.

Gambar . The 802 working group. Yang penting adalah yang ditandai dengan *. Yang ditandai dengan   yang hibernate. Yang ditandai dengan  menyerah dan akhirnya bubar.

.

1.6.3 Who’s Who in Internet Standards World

Internet di seluruh dunia memiliki mekanisme standarisasi sendiri, sangat berbeda dengan ITU-T dan ISO. Perbedaannya bisa diringkas dengan mengatakan bahwa orang-orang yang datang ke pertemuan standardisasi ITU atau ISO memakai jas. Orang-orang yang datang ke pertemuan standardisasi Internet mengenakan jeans (kecuali ketika mereka bertemu di San Diego, ketika mereka memakai celana pendek dan T-shirt).

ITU-T dan pertemuan ISO akan diisi oleh pejabat perusahaan dan pegawai negeri sipil untuk siapa standardisasi pekerjaan mereka. Mereka menganggap standarisasi sebagai Good Thing dan mengabdikan hidup mereka untuk itu. Orang Internet, lebih suka anarki sebagai masalah prinsip.

Ketika ARPANET dibentuk, DoD membuat komite informal untuk mengawasi itu. Pada tahun 1983, panitia berganti nama menjadi IAB (Internet Activities Board) dan diberikan sebuah misi yang lebih luas yang lebih landai, yaitu, untuk menjaga peneliti yang terlibat dengan ARPANET dan Internet. Arti dari singkatan IAB kemudian diubah ke Internet Architecture Board.

Masing-masing sekitar sepuluh anggota IAB memimpin gugus tugas pada beberapa masalah penting. IAB bertemu beberapa kali setahun untuk mendiskusikan hasil dan memberikan masukan kepada Departemen Pertahanan dan NSF, yang menyediakan sebagian besar pendanaan pada saat ini. Ketika standar itu diperlukan (misalnya, algoritma routing baru), anggota IAB akan thrash keluar dan kemudian mengumumkan perubahan sehingga mahasiswa pascasarjana yang menjadi jantung dari upaya software bisa menerapkannya. Komunikasi dilakukan dengan serangkaian laporan teknis disebut RFC (Request For Comments). RFC disimpan secara on-line dan dapat diambil oleh siapa saja tertarik pada mereka dari www.ietf.org / RFC. Mereka diberi nomor dalam urutan kronologis penciptaan. Sekarang terdapat lebih dari 3000.

Pada tahun 1989, Internet telah tumbuh begitu besar sehingga gaya yang sangat informal tidak lagi bekerja. Banyak vendor oleh kemudian menawarkan TCP / IP produk dan tidak ingin mengubah mereka hanya karena sepuluh peneliti telah memikirkan ide yang lebih baik. Pada musim panas 1989, IAB direorganisasi kembali. Para peneliti dipindahkan ke IRTF (Internet Research Task Force), yang dibuat anak untuk IAB, bersama dengan IETF (Internet Engineering Task Force).

Kemudian, Internet Society diciptakan, dihuni oleh orang-orang yang tertarik pada Internet.

Ide split ini adalah untuk memiliki IRTF yang berkonsentrasi pada penelitian jangka panjang sementara IETF berurusan dengan masalah-masalah rekayasa jangka pendek. IETF dibagi ke dalam kelompok kerja, masing-masing dengan pemecahan masalah khusus. Ketua kelompok kerja ini awalnya bertemu sebagai panitia pengarah untuk mengarahkan upaya rekayasa. Topik kelompok kerja termasuk aplikasi baru, informasi pengguna, integrasi OSI, routing dan pengalamatan, keamanan, manajemen jaringan, dan standar. Akhirnya, kelompok kerja begitu banyak dibentuk (lebih dari 70), mereka dikelompokkan ke dalam wilayah dan ketua wilayah bertemu sebagai panitia pengarah.

Selain itu, proses standarisasi yang lebih formal yang diadopsi, berpola setelah ISO. Untuk menjadi Standar Usulan, ide dasar harus benar-benar dijelaskan dalam RFC dan memiliki minat yang memadai di masyarakat untuk menjamin pertimbangan. Untuk maju ke tahap Standar Draft, implementasi kerja harus telah diuji secara ketat oleh sedikitnya dua lokasi independen untuk minimal 4 bulan. Jika IAB yakin bahwa perangkat lunak itu bekerja, maka dapat mendeklarasikan RFC untuk menjadi Standar Internet. Beberapa Standar Internet telah menjadi standar DoD (MIL-STD), membuat mereka wajib untuk pemasok DoD.

Computer Networks, Fourth Edition By Andrew S. Tanenbaum (bab 1 -> 1.5)

Posted: 21st October 2010 by nindaarfiharvenda in JARKOM

1.5.1 Internet
Internet merupakan kumpulan besar dari jaringan yang berbeda yang menggunakan protokol umum tertentu dan memberikan layanan umum tertentu.


ARPANET
(
Advanced Research Projects Agency)
Merupakan jaringan komputer  yang dibuat oleh ARPA (Advanced Research Project Agency) dari Departemen Pertahanan Serikat pada tahun 1969. ARPANET difungsikan sebagai sarana percobaan teknologi jaringan komputer terbaru pada zamannya, seperti teknologi packet switching dan menjadi permulaan  berdirinya Internet yang ada sekarang.
NSFNET

NSFNET merupakan sebuah jaringan dari National Science Foundation yang dibentuk oleh Pemebrintah Amerika Serikat pada akhir tahun 1970 untuk bidang penelitian dan pendidikan. NSFNET juga pulalah yang dahulu pernah menggantikan ARPANET sebagai backbone Internet sebelum kemudian digantikan oleh pihak swasta komersial. Pada tahun 1984 NSFNET merancang sebuah jaringan kecepatan tinggi yang dibuka untuk semua bidang riset universitas di Amerika. Jaringan ini pulalah yang kemudian ditetapkan sebagai pengganti ARPANET. Untuk mewujudkan rencana tersebut, NSFNET kemudian membanguna jaringan backbone yang menghubungkan enam pusat superkomputernya di San Diego, Boulder, Champaign, Pittsburgh, Ithaca dan Princeton. Masing-masing dari superkomputer tersebut diberi sebuah nikrokompuetr yang biasa disebut fuzzball. NSFNET juga membiayai sekitar 20 jaringan regional yang dihubungkan ke backbone agar memungkinkan bagi para pengguna di ribuan universitas, laboratorium, perpustakaan dan museum untuk mengakses superkomputer-superkomputer itu dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya. NSFNET berhasil memperoleh kesuksesan dalam waktu yang realatif singkat namun juga memperoleh beban yang berlebihan.

Gambar. The NSFNET backbone pada tahun 1988.

Penggunaan Internet
Jumlah jaringan, mesin, dan pengguna yang terhubung ke ARPANET tumbuh pesat setelah TCP / IP menjadi protokol resmi  pada tanggal 1 Januari 1983. Saat NSFNET dan ARPANET  saling berhubungan, pertumbuhan menjadi eksponensial. Banyak jaringan regional bergabung, dan koneksi  dibuat untuk jaringan di Kanada, Eropa, dan Pasifik.

Sebuah mesin berada pada  Internet jika mesin itu menjalankan stack  protokol TCP / IP, memiliki alamat IP, dan dapat mengirimkan paket IP untuk semua mesin lainnya di Internet.Tidak hanya kemampuan  untuk mengirim dan menerima e-mail  saja, karena e-mail ini tergateway untuk banyak jaringan di luar internet. Namun, masalah ini hilang oleh fakta bahwa jutaan komputer pribadi bisa memanggil penyedia layanan Internet menggunakan modem, diberi alamat IP sementara, dan mengirim paket IP ke host internet lainnya. Mesin  tersebut bias berada pada jaringan internet selama mereka terhubung ke router penyedia layanan.

Tahun 1970-sekitar 1990, Internet dan pendahulunya memiliki empat aplikasi utama:

E-mail. Merupakan fasilitas untuk menulis, mengirim, dan menerima surat elektronik yang telah ada sejak masa awal ARPANET dan sangat populer.
Berita. Newsgroup adalah forum khusus di mana pengguna dengan kepentingan bersama dapat bertukar pesan. Ribuan newsgroup kini telah terbentuk, yang ditujukan untuk topik teknis dan nonteknis, termasuk komputer, ilmu pengetahuan, rekreasi, dan politik. Masing-masing newsgroup memiliki etika sendiri, gaya, dan aturan.

Remote login. Menggunakan telnet, rlogin, atau ssh program, di manapun pengguna  Internet dapat log on ke mesin lain asalkan memiliki account.

Transfer file. Menggunakan program FTP, pengguna dapat menyalin file dari satu mesin ke yang  lain. Banyak  artikel, database, dan informasi lainnya yang tersedia pada aplikasi ini.

Aplikasi  WWW (World Wide Web) memungkinkan sebuah situs untuk membuat  sejumlah halaman informasi yang berisi teks, gambar, suara, dan bahkan video, yang mampu  terlink ke halaman lain.
Selama tahun 1990-an pertumbuhan banyak dipicu oleh perusahaan yang disebut ISP (Internet Service Provider),perusahaan yang menawarkan pengguna  rumahan bias mengkoneksikan  mesinnya ke Internet, sehingga mendapatkan akses ke e-mail, WWW, dan layanan Internet lainnya. Perusahaan-perusahaan ini mendaftarkan puluhan juta pengguna baru per tahun selama tahun 1990-an. Jumlah pengguna Internet sekarang tidak diketahui, tetapi pasti ratusan juta di seluruh dunia dan mungkin akan memukul 1 miliar cukup segera.

Arsitektur Internet


Gambar . Sekilas Internet.
Pada gambar di atas diasumsikan klien memanggil ISPnya melalui dial-up telepon.  Modem adalah kartu dalam PC yang mengubah sinyal digital komputer untuk menghasilkan sinyal analog yang dapat melewati hambatan melewati sistem telepon. Sinyal ini ditransfer  ke ISP POP (Point of Presence), di mana mereka akan dihapus dari sistem telepon dan diijeksi  ke jaringan regional ISP. Sistem ini sepenuhnya digital dan packet switched. Jaringan regional ISP terdiri dari router yang saling berhubungan di berbagai kota yang meayani ISP . Jika paket  ditujukan untuk host yang diserver langsung oleh ISP, paket akan dikirim ke host. Jika tidak, maka langsung dikirim ke operator backbone ISP.

Pada gambar di atas merupakan sebuah operator backbone besar, seperti perusahaan  AT & T dan Sprint. Mereka mengoperasikan jaringan backbone internasional yang besar, dengan ribuan router dihubungkan oleh serat optik high-bandwidth. Perusahaan-perusahaan besar dan layanan hosting yang menjalankan server (mesin yang dapat melayani ribuan halaman web per detik) sering terhubung langsung ke backbone. Operator Backbone mendorong  koneksi langsung dengan menyewa ruangan yang disebut hotel carrier.

Jika paket yang diberikan kepada backbone ditujukan  untuk ISP atau perusahaan yang dilayani oleh backbone, ia akan dikirim ke router terdekat dan diserahkan sana. Namun,karena di dunia terdapat banyak backbone,dalam  berbagai ukuran, sehingga backbone-backbone tersebut  bersaing. Untuk memungkinkan paket menuju ke hop diantara backbone-backbone, semua backbone yang besar terhubung ke  NAP . Pada dasarnya, sebuah NAP adalah sebuah ruangan yang penuh dengan router, setidaknya terdapat satu tiap  backbone. LAN di dalam ruangan menghubungkan semua router, sehingga paket dapat diteruskan dari backbone satu  ke backbone lain. Agar terhubung  di NAP, backbone yang lebih besar memiliki banyak koneksi langsung antara router mereka, teknik tersebut dikenal sebagai private peering.
1.5.2 Connection-Oriented Networks: X.25, Frame Relay, dan ATM
Pada   Connection-Oriented Networks terdapat  handshaking (pembukaan hubungan, pertukaran data, penutupan hubungan).

X.25 dan Frame Relay
Merupakan jaringan data publik pertama. Untuk menggunakan X.25, komputer dikoneksikan ke komputer remote, yaitu ditempatkan pada panggilan telepon. Koneksi ini diberikan nomor sambungan yang akan digunakan dalam paket transfer data (karena beberapa sambungan dapat terbuka pada waktu yang sama). Paket data sangat sederhana, terdiri dari sebuah header 3-byte dan sampai 128 byte data. Header terdiri dari beberapa koneksi 12-bit, urutan nomor paket, nomor pengakuan, dan lain-lain.

Pada 1980-an, jaringan X.25 sebagian besar diganti dengan jenis baru yang disebut jaringan frame relay. Inti dari frame relay adalah bahwa hal itu adalah jaringan berorientasi koneksi yang tidak memiliki kontrol error dan tidak ada kontrol aliran. Karena itu connection-oriented, paket disampaikan secara berurutan (jika mereka disampaikan sama sekali). Sifat-order pengiriman, tidak punya kendali kesalahan, dan tidak ada kontrol aliran membuat frame relay mirip ke LAN luas. Penerapannya paling penting adalah interkoneksi LAN di beberapa kantor perusahaan. Frame relay menikmati kesuksesan sederhana dan masih digunakan di tempat saat ini.

Asynchronous Transfer Mode
Asynchronous Transfer Mode

**Menerapkan konsep cell dan tetap (53B = 5B header + 48B payload)

**Memberikan kecepatan dan kepastian waktu pelayanan

**Dirancang untuk melayani trafik data dan voice (lebih utama)

**Connection oriented menggunakan virtual circuit untuk menggantikan fungsi circuit switch yang dibutuhkan oleh trafik voice

**Rancangan ini menjadi bumerang ketika fakta trafik yang dominan menjadi trafik data
Sirkuit Virtual ATM
Karena jaringan ATM yang berorientasi koneksi, pengiriman data memerlukan pengirimkan paket untuk mengatur sambungan tersebut. Sebagian besar jaringan ATM juga mendukung sirkuit  virtual permanen, yang merupakan sambungan permanen antara dua  host. Setiap sambungan, sementara atau permanen, memiliki suatu pengenal  koneksi yang unik. Sebuah sirkuit virtual diilustrasikan pada Gambar di bawah.

Gambar . Sebuah sirkuit virtual

Setelah sambungan sudah didapatkan, maka langsung dapat mulai mengirim data. Konsep ATM adalah untuk mengirimkan semua informasi dalam jumlah kecil, paket yang berukuran tetap disebut sel. Sel memiliki panjang  53 byte,  5 byte header dan 48 byte payload. Bagian dari header adalah koneksi identifier, yang mengirim dan menerima hosts dan semua router intermediate bisa membedakan mana sel milik yang koneksi. Informasi ini memungkinkan setiap router untuk mengetahui bagaimana rute masing-masing sel yang masuk. Cell routing dilakukan di perangkat keras, dengan kecepatan tinggi. Bahkan, argumen utama untuk sel tetap memiliki ukuran adalah bahwa hal itu mudah untuk membangun router hardware untuk menangani pendek, sel-sel tetap-panjang. Variabel-panjang paket IP harus dialihkan oleh perangkat lunak, yang merupakan proses yang lebih lambat. Kelebihan lainnya ATM adalah bahwa perangkat keras dapat diatur untuk menyalin satu sel yang masuk ke baris output ganda, sebuah properti yang diperlukan untuk menangani sebuah program televisi yang disiarkan ke banyak penerima. Akhirnya, sel-sel kecil tidak memblokir setiap baris yang sangat panjang, yang membuat menjamin kualitas layanan lebih mudah.

Gambar . Struktur sel ATM.

Semua sel mengikuti rute ke tujuan yang sama. Cell pengiriman tidak dapat menjamin  pesanan. Meskipun jaminan ini tidak sempurna, namun lebih baik dari apa yang disediakan oleh Internet . Packet tidak hanya bisa hilang, melainkan bisa rusak juga. ATM, sebaliknya, menjamin tidak akan ada sel-sel yang rusak.

Jaringan ATM diatur seperti WAN tradisional, dengan lines dan switch (router). Kecepatan yang paling umum untuk jaringan ATM adalah 155 Mbps dan 622 Mbps, walaupun dapat mendukung kecepatan yang lebih tinggi. Kecepatan 155-Mbps dipilih karena sesuai dengan yang dibutuhkan untuk mengirimkan televisi definisi tinggi. Pilihan yang tepat dari 155,52 Mbps dibuat untuk kompatibilitas dengan AT & T SONET sistem transmisi. Kecepatan 622 Mbps ini telah dipilih sehingga empat saluran155-Mbps bisa dikirim di atasnya.

Model Referensi ATM
ATM memiliki model referensi sendiri, berbeda dari model OSI dan juga model TCP / IP. Model ini ditunjukkan pada Gambar. di bawah. Terdiri dari tiga lapisan, physical, ATM, dan lapisan adaptasi ATM, ditambah apa pun sesuai keinginan pengguna yang ditempatkan  di atasnya.

Gambar  Model referensi ATM.

ATM tidak menetapkan aturan tertentu melainkan menyatakan bahwa sel ATM dapat dikirim pada kawat atau seratnya sendiri, tetapi juga dapat dikemas dalam muatan sistem operator lain. Dengan kata lain, ATM telah dirancang untuk menjadi independen dari media transmisi.

Kesepakatan layer ATM dengan sel sel dan transportasi. Hal ini mendefinisikan tata letak sel dan memberitahu apa field header berarti. Hal ini juga berkaitan dengan pembentukan dan pelepasan sirkuit virtual. Kontrol kongesti juga terletak di sini.

Karena sebagian besar aplikasi tidak mau bekerja secara langsung dengan sel (walaupun beberapa mungkin), lapisan di atas lapisan ATM yang telah ditentukan untuk mengizinkan pengguna untuk mengirim paket lebih besar dari sel. Segmen interface ATM paket ini, mentransmisikan sel-sel individual, dan reassembles mereka di ujung lain. Lapisan ini adalah AAL (ATM Adaptation Layer).

Berbeda dengan model referensi sebelumnya yang dua dimensi, model ATM didefinisikan sebagai tiga dimensi, seperti ditunjukkan pada Gambar di atas. User Plane berkaitan dengan transportasi data, flow control, koreksi kesalahan, dan fungsi pengguna lain. Sebaliknya, control plane berkaitan dengan connection management. Fungsi layer dan plane manajemen berkaitan dengan pengelolaan sumber daya dan koordinasi antar layer.

Lapisan fisik dan AAL dibagi menjadi dua sublayers, satu di bagian bawah yang melakukan kerja dan sublayer konvergensi di atas yang menyediakan antarmuka yang tepat ke lapisan di atasnya. Fungsi lapisan dan sublayers diberikan pada Gambar di bawah

Gambar  ATM lapisan dan sublayers, dan fungsi mereka.

Sublayer PMD (Physical Medium  Dependent) menginterface ke  kabel yang sebenarnya. Sublayer tersebut menggerakkan  bit secara on atau off dan menangani bad timing. Untuk carrier dan kabel yang berbeda, lapisan ini juga akan berbeda.

Sublayer lainnya dari lapisan fisik adalah sublayer  TC (Transmission Convergence). Ketika sel ditransmisikan, lapisan TC mengirimkannya sebagai string bit ke lapisan PMD. Di ujung lain, TC sublayer mendapat aliran bit murni masuk dari PMD sublayer. Tugasnya adalah untuk mengubah aliran bit ini ke dalam aliran sel untuk lapisan ATM. Menangani semua isu yang berkaitan dengan mengatakan di mana sel-sel mulai dan berakhir dalam aliran bit. Dalam model ATM, fungsi ini berada di lapisan fisik. Dalam model OSI dan dalam jaringan lainnya cukup banyak semua, pekerjaan framing, yaitu, mengubah aliran bit mentah menjadi urutan frame atau sel, adalah tugas data link layer’s.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, lapisan ATM mengelola sel, termasuk generasi mereka dan transportasi. Sebagian besar aspek menarik dari ATM adalah terletak di sini. Ini adalah campuran dari data link OSI dan lapisan jaringan, tetapi tidak dipecah menjadi sublayers.

Lapisan AAL dibagi menjadi SAR (Segmentasi Dan Reassembly) sublayer dan CS (Convergence sublayer). Istirahat Sublayer rendah Facebook paket ke dalam sel di sisi transmisi dan menempatkan mereka kembali bersama lagi di tempat tujuan. Sublayer atas memungkinkan untuk memiliki ATM sistem menawarkan berbagai jenis layanan untuk aplikasi yang berbeda (misalnya, mentransfer file dan video on demand memiliki kebutuhan yang berbeda tentang penanganan error, waktu, dll).

1.5.3 Ethernet
Ethernet merupakan jenis skenario  dan pemrosesan data untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert MetCalfe dan David Boggs di Xeroc Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.
Versi awal Xerox Ethernet dikeluarkan pada tahun 1975 dan di desain untuk menyambungkan 100 komputer pada kecepatan 2,94 megabit per detik melalui kabel sepanjang satu kilometer.

Disain tersebut menjadi sedemikian sukses di masa itu sehingga Xerox,Intel dan Digital Equipment Corporation (DEC) mengeluarkan standar Ethernet 10Mbps yang banyak digunakan pada jaringan komputer saat ini. Selain itu, terdepat standar Ethernet dengan kecepatan 100Mbps yang dikenal sebagai Fast Ethernet.
Asal Ethernet bermula dari sebuah pengembangan WAN di University of Hawaii pada akhir tahun 1960 yang dikenal dengan naman “ALOHA”. Universitas tersebut  berkeinginan untuk menghubungkan komputer-komputer yang tersebar di kampus tersebut menjadi sebuah jaringan komputer kampus.

Proses standardisasi teknologi Ethernet akhirnya disetujui pada tahun 1985 oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), dengan sebuah standar yang dikenal dengan Project 802. Standar IEEE selanjutnya diadopsi oleh International Organization for Standardization (ISO), sehingga menjadikannya sebuah standar internasional dan mendunia yang ditujukan untuk membentuk jaringan komputer. Karena kesederhanaan dan keandalannya, Ethernet pun dapat bertahan hingga saat ini, dan bahkan menjadi arsitektur jaringan yang paling banyak digunakan.

Gambar . Arsitektur Ethernet asli.

1.5.4 Wireless LAN: 802.11
Wireless Local Area Network (WLAN) adalah LAN yang menggunakan transmisi radio, bukan menggunakan kabel atau serat optik. WLAN memungkinkan transfer data berkecepatan tinggi tanpa kawat atau kabel. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999 dan dapat mendukung berbagai aplikasi seperti e-mail, transfer file, audio atau video conferencing, dan lain-lain. IEEE 802.11 – 1999 adalah adalah dasar dari pengembangan selanjutnya dari WLAN. Distandardisasi oleh IEEE 802.11, yang merupakan anggota dari IEEE 802 LAN atau MAN Standards Committee (LMSC). Dimulai pada tahun 1991 untuk menstandardisasi teknologi jaringan data yang berbasis Radio Frequency (RF) 1 Mb/s dan kemudian selesai pada 1999 dengan diperkenalkannya standar WLAN 802.11 yang pertama dan terus mendorong untuk perkembangan teknologi WLAN di seluruh dunia.

Arsitektur 802.11 LAN mirip arsitektur seluler di mana sistem ini dibagi-bagi menjadi beberapa sel. Tiap sel (yang disebut dengan Basic Service Set atau BSS) dikontrol oleh Base Station (yang disebut dengan Access Point atau biasa disingkat AP). Terdapat 2 jenis BSS, yaitu independent BSS (IBSS) apabila MS tidak dihubungkan menggunakan AP, dan disebut infrastructure BSS apabila terdapat AP yang menghubungkan MS. Walaupun WLAN dapat berupa sel tunggal, dengan sebuah AP, kebanyakan instalasi WLAN terdiri dari beberapa sel, di mana AP terhubung melalui suatu backbone (disebut dengan Distribution System atau DS). Backbone ini biasanya berupa Ethernet dan dalam beberapa kasus juga dapat berupa wireless. Jaringan WLAN yang telah terinterkoneksi secara utuh, termasuk dengan sel-sel yang berbeda, seluruh AP dan DS dipandang sebagai satu jaringan 802.11 bagi layer di atasnya dan jaringan ini disebut dengan Extended Service Set (ESS).


Gambar 1-35. (A) Wireless networking dengan base station. (B) jaringan Ad hoc.

Computer Networks, Fourth Edition By Andrew S. Tanenbaum (bab 1 ->1.7)

Posted: 21st October 2010 by nindaarfiharvenda in JARKOM

1.7 Unit Metrik
Dalam buku ini, seperti dalam ilmu komputer secara umum, satuan metrik yang digunakan sebagai pengganti satuan tradisional Inggris (sistem dua ratus meter-batu-dua minggu). Awalan metrik utama tercantum pada Gambar. 1-39. Awalan biasanya disingkat dengan huruf pertama nama satuan, dengan unit yang lebih besar dari 1 dikapitalisasi (KB, MB, dll). Satu pengecualian adalah kbps untuk kilobit / detik. Dengan demikian, jalur komunikasi 1-Mbps mentransmisikan 106 bit / detik dan psec 100 (atau 100 ps) jam  setiap 10-10 detik. Untuk satuan mili dan mikro biasanya digunakan ,”m”adalah untuk mili dan””μ (dalam huruf Yunani mu) adalah untuk mikro.

Gambar 1-39. Prefiks metrik utama.

Hal ini menunjukkan bahwa untuk mengukur memori, disk, file, dan ukuran database, dalam praktik industri umum, unit memiliki makna yang sedikit berbeda. Dengan demikian, memori 1-KB mengandung 1024 byte, bukan 1000 byte.Demikian pula, memori 1-MB berisi 220 (1,048,576) bytes, memori 1-GB berisi 230 (1,073,741,824) byte, dan database 1-TB berisi 240 (1,099,511,627,776) bytes.Namun, jalur komunikasi 1-kbps mengirimkan 1000 bit per detik dan LAN 10-Mbps berjalan pada 10.000.000 bits / detik karena kecepatan ini tidak kekuatan dari dua.Sayangnya, banyak orang cenderung untuk mencampur kedua sistem, terutama untuk ukuran disk. Untuk menghindari ambiguitas, dalam buku ini, kita akan menggunakan simbol KB, MB, dan GB untuk 210, 220, dan 230 byte, masing-masing, dan simbol kbps, Mbps dan Gbps untuk 103, 106, dan 109 bit / detik,masing.

Computer Networks, Fourth Edition By Andrew S. Tanenbaum (BAB I -> 1.4)

Posted: 21st October 2010 by nindaarfiharvenda in JARKOM

1.4 Referensi Model

1.4.1 Model OSI Reference

Model OSI ditunjukkan pada Gambar. 1-20. Model ini didasarkan pada proposal yang dikembangkan oleh International Standar Organization (ISO). Model ini disebut ISO OSI (Open System Interconnection) Reference Model karena berhubungan dengan menghubungkan sistem terbuka yaitu, sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem lain.

Gambar 1-20. Model referensi OSI.

Model OSI memiliki tujuh lapisan. Prinsip-prinsip yang diterapkan untuk tiba di tujuh lapisan secara singkat dapat diringkas sebagai berikut :

  • Sebuah lapisan harus dibuat dimana abstraksi yang berbeda diperlukan.
  • Setiap lapisan harus melaksanakan fungsi yang jelas.
  • Fungsi setiap layer harus dipilih dengan mata ke arah mendefinisikan protokol standar internasional.
  • Batas lapisan harus dipilih untuk meminimalkan aliran informasi di seluruh antarmuka.
  • Jumlah layer harus cukup besar, sehingga fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam lapisan yang sama, dan cukup kecil bahwa arsitektur tidak menjadi berat.

Model OSI itu sendiri bukanlah sebuah arsitektur jaringan karena tidak menentukan layanan yang tepat dan protokol yang akan digunakan dalam setiap lapisan. Ini hanya memberitahu apa yang harus dilakukan oleh setiap lapisan. Namun, ISO juga telah menghasilkan standar untuk semua lapisan, meskipun ini bukan bagian dari model referensi itu sendiri. Masing-masing telah dipublikasikan sebagai standar internasional yang terpisah.

Physical Layer

Lapisan ini berkaitan dengan transmisi bit melalui saluran komunikasi. Isu-isu desain harus dilakukan dengan memastikan bahwa bila satu sisi mengirim 1 bit, yang diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit, bukan sebagai 0 bit.

Data Link Layer

Tugas utama dari data link layer adalah untuk mengubah fasilitas transmisi pada physical layer menjadi garis yang muncul bebas dari kesalahan transmisi yang terdeteksi ke lapisan jaringan. Data link layer menyelesaikan tugas ini dengan memiliki pengirim yang memecah input data ke dalam frame data (biasanya beberapa ratus atau beberapa ribu byte) dan mengirimkan frame berurutan. Jika layanan ini dapat diandalkan, penerima menegaskan penerimaan yang benar dari setiap frame dengan mengirimkan kembali sebuah frame pengakuan.

Permasalahan lain yang timbul pada lapisan data link (dan sebagian besar lapisan yang lebih tinggi juga) adalah bagaimana untuk menjaga kecepatan pemancar dari kelambatan receiver dalam data. Beberapa mekanisme peraturan lalu lintas sering dibutuhkan untuk membiarkan pemancar tahu berapa banyak ruang buffer penerima saat ini.

Jaringan Broadcast memiliki masalah tambahan pada lapisan data link yaitu bagaimana untuk mengontrol akses ke saluran bersama.

Network Layer

Network layer mengontrol operasi dari subnet. Masalah utama dalam desain adalah menentukan bagaimana paket dikirimkan dari sumber ke tujuan. Jika terlalu banyak paket yang hadir dalam subnet pada saat yang sama, maka akan membentuk kemacetan. Secara umum, kualitas layanan yang disediakan (delay, transit time, jitter, dll) juga masalah network layer.

Ketika sebuah paket telah melakukan perjalanan dari satu jaringan ke yang lain untuk mencapai tujuan, banyak masalah bisa timbul. Pengalamatan yang digunakan oleh jaringan kedua mungkin berbeda dari yang pertama. Yang kedua tidak dapat menerima paket sama sekali karena terlalu besar. Protokol mungkin berbeda, dan seterusnya. Terserah lapisan jaringan untuk mengatasi semua masalah ini untuk memungkinkan jaringan heterogen untuk saling berhubungan.

Transport Layer

Fungsi dasar dari lapisan transport adalah menerima data dari atas, membaginya ke dalam unit yang lebih kecil jika perlu, dan memastikan bahwa semua tiba di ujung lain.

Lapisan transport juga menentukan jenis layanan untuk menyediakan lapisan sesi, dan untuk para pengguna jaringan. Jenis yang paling populer dari koneksi transport adalah saluran point-to-point, yang memberikan pesan atau byte dalam urutan di mana mereka dikirim.

Lapisan transport merupakan end-to-end layer, sepanjang jalan dari sumber ke tujuan. Perbedaan antara layer 1 sampai 3, dan layer 4 sampai 7 yang end-to-end, diilustrasikan pada Gambar. 1-20.

Layer Session

Lapisan sesi memungkinkan pengguna pada mesin yang berbeda untuk membangun sesi antara mereka. Sesi menawarkan berbagai layanan, termasuk pengendalian dialog (melacak giliran untuk mengirimkan), manajemen token (mencegah dua pihak dari mencoba operasi kritis yang sama pada waktu yang sama), dan sinkronisasi (checkpointing panjang transmisi untuk memungkinkan mereka terus dari mana mereka setelah crash).

Layer Presentation

Tidak seperti layer sebelumnya, yang sebagian besar berhubungan dengan pergerakan bit disekitarnya, lapisan presentasi berkaitan dengan sintaks dan semantik informasi yang dikirimkan.

Layer Aplication

Lapisan aplikasi berisi berbagai protokol yang biasanya diperlukan oleh pengguna. Salah satu protokol aplikasi yang secara luas digunakan adalah HTTP (HyperText Transfer Protocol), yang merupakan dasar untuk World Wide Web. Ketika browser ingin halaman Web, ia akan mengirimkan nama halaman yang diinginkan ke server menggunakan HTTP. Server kemudian mengirimkan halaman kembali. Protokol aplikasi lain yang digunakan untuk transfer file, surat elektronik, dan berita jaringan.

1.4.2 TCP / IP reference model

TCP / IP merupakan model referensi yang digunakan dalam semua jaringan

Internet Layer

Tugas dari internet layer adalah memungkinkan host untuk menyuntikkan packet ke jaringan apapun dan perjalanan independen ke tujuan (berpotensi pada jaringan yang berbeda). Packet bisa saja tiba dalam urutan yang berbeda dari saat dikirim, dalam hal ini adalah tugas dari layer yang lebih tinggi untuk menata ulang.

Lapisan internet menentukan format packet yang disebut IP (Internet Protocol). Tugas lapisan internet adalah untuk memberikan packet IP mana yang harus pergi. Packet routing merupakan masalah utama, seperti menghindari kemacetan. Untuk alasan ini, dapat dikatakan bahwa internet layer pada TCP / IP memiliki kesamaan fungsi dengan network layer pada OSI.

Gambar 1-21. TCP / IP model referensi.

Transport Layer

Layer transport merupakan layer di atas internet layer, yang memungkinkan entitas peer pada host sumber dan tujuan untuk melakukan percakapan, seperti pada transport layer OSI.

TCP (Transmission Control Protocol), merupakan protokol berorientasi koneksi yang handal yang memungkinkan aliran byte yang berasal pada satu mesin akan dikirimkan tanpa kesalahan pada setiap mesin lain di internet.

UDP (User Datagram Protocol), merupakan protokol, yang koneksinya tidak dapat diandalkan untuk aplikasi yang tidak diinginkan TCP sequencing atau flow control. Hubungan IP, TCP, dan UDP ditunjukkan pada Gambar. 1-22.

Gambar 1-22. Protokol dan jaringan pada model TCP / IP pada awalnya.

Application Layer

TCP / IP tidak memiliki session layer atau presentation layer. Pengalaman dengan model OSI telah membuktikan bahwa layer tersebut kurang bermanfaat bagi sebagian besar aplikasi.

Application layer berisi semua protokol tingkat yang lebih tinggi, seperti terminal virtual (TELNET), transfer file (FTP), dan surat elektronik (SMTP), ditunjukkan pada Gambar. 1-22.

Protokol terminal virtual mengijinkan pengguna pada satu mesin untuk masuk ke mesin yang lebih jauh dan bekerja di sana. Protokol transfer file menyediakan cara untuk memindahkan data secara efisien dari satu mesin ke yang lain. Surat elektronik pada awalnya hanya semacam transfer file, tetapi kemudian protokol khusus (SMTP) dikembangkan untuk itu. Banyak protokol lain telah ditambahkan seperti Domain Name System (DNS) untuk pemetaan nama host ke alamat jaringan dan HTTP, protokol untuk mengambil halaman di Dunia Wide Web, dan banyak lainnya.

Host-to-Network Layer

Di bawah internet layer terdapat  kekosongan. TCP / IP menunjukkan bahwa host telah dapat terhubung ke jaringan dengan menggunakan beberapa protokol sehingga dapat mengirimkan packet IP. Protokol ini tidak didefinisikan dan bervariasi dari host ke host dan jaringan ke jaringan.

1.4.3 Perbandingan Model Referensi OSI dan TCP IP

OSI dan TCP / IP memiliki banyak kesamaan. Keduanya didasarkan pada konsep tumpukan protokol independen. Selain itu, fungsi dari layer-layernya juga sama.

Meskipun memiliki kemiripan, kedua model juga memiliki banyak perbedaan. Pada bagian ini kita akan fokus pada perbedaan utama antara dua model tersebut.

Tiga konsep sentral untuk model OSI adalah layanan, antarmuka dan protokol. Kontribusi terbesar dari model OSI adalah untuk membuat perbedaan antara ketiga konsep. Setiap layer melakukan beberapa layanan untuk layer di atasnya. Definisi layanan merupakan apa yang dikerjakan oleh layer. Antarmuka menjelaskan proses-proses yang di atasnya dan bagaimana mengaksesnya.

Peer protokol yang digunakan pada sebuah layer merupakan hal yang dilakukan oleh layer itu sendiri.

Pada TCP / IP tidak jelas dibedakan antara pelayanan, antarmuka, dan protokol. Sebagai contoh, layanan yang ditawarkan oleh internet layer adalah kirim packet ip dan ip menerima paket.

Perbedaan lainnya adalah di bidang connectionless versus connection-oriented communication. Model OSI mendukung komunikasi connectionless dan connection-oriented pada network layer, tetapi connection-oriented communication hanya pada transport layer. TCP / IP hanya memiliki satu mode di network layer (connectionless) namun mendukung kedua mode pada transport layer, memberikan pilihan pada pengguna.

1.4.4 Kritik pada Model OSI dan Protokol

Baik model OSI dan protokol-nya maupun TCP / IP model dan protokol yang sempurna. Cukup sedikit kritik yang telah diarahkan pada keduanya.

Bad Timing


Waktu standar yang ditetapkan benar-benar penting untuk keberhasilannya. Saat ini muncul bahwa standar protokol OSI sudah hancur. Dibandingkan dengan TCP / IP yang telah digunakan secara luas oleh universitas riset pada saat protokol OSI muncul. Sementara miliaran dolar investasi belum tercapai, pasar akademik sudah cukup besar, dimana banyak vendor mulai hati-hati menawarkan produk TCP / IP. Ketika OSI tiba, mereka tidak mau mendukung protokol kedua sampai mereka dipaksa, sehingga tidak ada penawaran awal. Setiap perusahaan menunggu untuk perusahaan lain agar pergi dulu, tidak ada perusahaan yang pergi pertama dan OSI tidak pernah terjadi.

Bad Technologi

Alasan kedua yang tidak pernah tertangkap OSI adalah kedua model dan protokol cacat. Pemilihan tujuh layer lebih politis daripada teknis, dan dua layer (session dan presentation) hampir kosong, sedangkan dua yang lainnya (data link dan network) overfull.

Selain itu, masalah lain dengan OSI adalah bahwa beberapa fungsi, seperti pengalamatan, flow control, dan kontrol error, muncul lagi dan lagi di setiap layer.

Bad Implementation

Mengingat kompleksitas yang besar pada model dan protokol, maka tidak akan mengejutkan bahwa implementasi awal yang besar, berat, dan lambat. Sebaliknya, salah satu implementasi pertama dari TCP / IP adalah bagian dari Berkeley UNIX dan cukup baik (belum lagi, gratis). Orang-orang mulai menggunakan dengan cepat, yang menyebabkan komunitas pengguna yang besar, yang membawa perbaikan, yang menyebabkan sebuah komunitas yang lebih besar.

Bad Politics

Pada akun pelaksanaan awal, banyak orang, terutama di akademisi, memikirkan TCP / IP sebagai bagian dari UNIX. OSI, di sisi lain, secara luas dianggap sebagai makhluk dari kementerian telekomunikasi Eropa, Masyarakat Eropa, dan kemudian Pemerintah Amerika Serikat. Keyakinan ini hanya sebagian benar, tetapi gagasan tentang sekelompok birokrat pemerintah berusaha mendorong standar teknis inferior menuruni para peneliti dan programer, sebenarnya jaringan komputer berkembang tidak membantu banyak.

1.4.5 Kritik pada TCP / IP

TCP / IP memiliki masalah juga. Pertama, model ini tidak secara jelas membedakan konsep pelayanan, antarmuka, dan protokol. Praktek rekayasa perangkat lunak yang baik memerlukan perbedaan antara spesifikasi dan implementasi, sesuatu yang dilakukan OSI dengan sangat hati-hati, dan TCP / IP tidak. Akibatnya, TCP / IP tidak memiliki banyak panduan untuk merancang jaringan baru menggunakan teknologi baru.

Kedua, TCP / IP sama sekali tidak umum dan kurang cocok untuk menggambarkan setiap protokol stack lain selain TCP / IP. Mencoba untuk menggunakan TCP / IP model untuk menjelaskan Bluetooth, benar-benar mustahil.

Ketiga, host-to-network layer tidak benar-benar sebuah layer dalam arti normal istilah seperti yang digunakan dalam konteks protokol berlapis. Ini merupakan antarmuka (antara network dan data link layer). Perbedaan antara sebuah interface dan layer sangat penting.

Keempat, TCP / IP tidak membedakan (atau bahkan menyebutkan) physical dan data link layer. Ini adalah sama sekali berbeda. Physical layer harus dilakukan dengan karakteristik transmisi kawat tembaga, serat optik, dan komunikasi nirkabel. Pekerjaan data link layer adalah untuk membatasi awal dan akhir frame dan membuat mereka dari satu sisi ke sisi lain dengan tingkat keandalan yang diinginkan. Sebuah model yang tepat sebaiknya mencakup layer sebagai terpisah. TCP / IP model tidak melakukan hal ini.

Akhirnya, meskipun protokol TCP IP dipikirkan dengan hati-hati dan diterapkan dengan baik, banyak protokol lain yaitu ad hoc. Implementasi protokol kemudian dibagikan gratis, yang mengakibatkan mereka menjadi banyak digunakan, tertanam, dan dengan demikian sulit untuk menggantikan. Beberapa dari mereka adalah sedikit memalukan sekarang. Misalnya protokol terminal virtual, TELNET, dirancang untuk karakter-sepuluh per second mechanical Teletype terminal. Tidak diketahui graphical user interfaces dan mice. Namun demikian, 25 tahun kemudian, masih digunakan secara luas.

Singkatnya, meskipun permasalahannya, model OSI (minus session dan presentation layer) telah terbukti sangat berguna untuk membahas jaringan komputer. Sebaliknya, protokol OSI belum menjadi populer. Sebaliknya TCP / IP banyak digunakan.

Gambar 1-24. Model referensi hibrida .

Computer Networks, Fourth Edition By Andrew S. Tanenbaum (bab 1 -> 1.3)

Posted: 21st October 2010 by nindaarfiharvenda in JARKOM

1.3 Perangkat Lunak Jaringan
Perangkat lunak jaringan sekarang sangat terstruktur.

1.3.1 Protokol
Untuk mengurangi kompleksitas rancangan, sebagian besar jaringan tersusun dari  lapisan atau tingkatan, masing-masing disusun secara hirarki. Jumlah lapisan, nama setiap lapisan, konten  dari setiap lapisan, dan fungsi setiap lapisan berbeda dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Setiap lapisan memberikan  layanan tertentu ke lapisan yang lebih tinggi.

Pada dasarnya, protokol diibaratkan sebagai  sebuah kesepakatan  antara pihak-pihak yang berkomunikasi mengenai bagaimana proses komunikasi berjalan. Melanggar protokol akan membuat komunikasi lebih sulit.

Sebuah jaringandengan  lima layer  diilustrasikan pada Gambar di bawah. Entitas yang terdiri dari lapisan yang sesuai pada mesin yang berbeda disebut peer. Peers dapat berupa proses, perangkat keras, atau bahkan manusia. Dengan kata lain, peer  berkomunikasi dengan menggunakan protokol.

Gambar : Lapisan, protokol, dan interface.

Pada kenyataannya, tidak ada data yang langsung ditransfer dari n lapisan pada satu mesin ke  lapisan n pada mesin lain. Sebaliknya, setiap lapisan melewatkan  data dan kontrol  informasi ke  lapisan di bawahnya, sampai lapisan terendah tercapai. Di bawah lapisan 1 adalah physical medium dimana komunikasi yang sebenarnya terjadi. Dalam Gambar tersebut, komunikasi virtual ditunjukkan oleh garis putus-putus dan komunikasi fisik oleh garis padat.

Satu set lapisan dan protokol disebut arsitektur jaringan. Spesifikasi arsitektur harus berisi informasi yang cukup untuk memungkinkan pelaksana dalam menulis program atau membangun perangkat keras untuk setiap lapisan sehingga sesuai dengan protokolnya. Daftar protokol yang digunakan oleh sistem tertentu, satu protokol per layer, disebut sebuah protocol stack.

Dalam banyak jaringan, tidak ada batasan untuk ukuran pesan yang ditransmisikan dalam layer protokol 4 , namun hampir selalu ada batas yang dikenakan oleh protokol layer 3. Akibatnya, lapisan 3 harus memecah pesan masuk ke dalam unit yang lebih kecil, paket-paket, menempatkan  header lapisan 3 untuk setiap paket. Dalam contoh ini, M adalah dibagi menjadi dua bagian, M1 dan M2.

Layer 3 memutuskan saluran keluar mana yang digunakan  dan yang melewatkan  paket ke layer  2. Layer 2 tidak hanya menambahkan header untuk masing-masing bagian, tetapi juga sebuah trailer, dan memberikan hasilnya ke  lapisan 1 untuk transmisi fisik. Pada mesin penerima pesan bergerak ke atas, dari lapisan ke lapisan, dengan header yang memisahkan diri selama proses berlangsung . Tak satu pun dari header untuk lapisan dibawah n diteruskan sampai dengan lapisan n.

Hal yang penting untuk memahami tentang Gambar di atas adalah hubungan antara komunikasi virtual dan aktual dan perbedaan antara protokol dan interface. Peer proses dalam lapisan 4, misalnya, berpikir konseptual komunikasi mereka sebagai”horisontal,”menggunakan lapisan 4 protokol. Masing-masing memiliki prosedur yang disebut  SendToOtherSide dan GetFromOtherSide, meskipun prosedur ini benar-benar berkomunikasi dengan lapisan bawah di seluruh antarmuka 3 / 4, tidak dengan pihak lain.

1.3.2 Desain Layer
Beberapa desain kunci yang terjadi dalam jaringan komputer terdapat pada  beberapa lapisan.

Setiap lapisan membutuhkan mekanisme untuk mengidentifikasi pengirim dan penerima. Karena jaringan biasanya memiliki banyak komputer, maka dibutuhkan banyak proses, berarti diperlukan sebuah proses pada satu mesin untuk menentukan dengan siapa berkomunikasi. Sebagai konsekuensi dari  memiliki beberapa tujuan,adalah  beberapa bentuk pengalamatan diperlukan  untuk menentukan tujuan tertentu.

Desain lainnya menyangkut aturan untuk transfer data. Dalam beberapa sistem, data hanya berjalan pada satu arah,yang lain berjalan  dua arah. Protokol juga harus menentukan berapa banyak  saluran logika yang  sesuai koneksi  dan apa prioritas mereka. Beberapa jaringan memberikan setidaknya dua saluran logika per sambungan, satu untuk data normal dan satu untuk data urgent.

Kesalahan kontrol merupakan isu penting karena sirkuit komunikasi fisik tidak sempurna. Banyak kode error-detecting dan error-correcting yang diketahui, tetapi kedua ujung sambungan harus sesuai dengan yang  digunakan. Selain itu, penerima harus memiliki beberapa cara untuk memberitahu pengirim pesan mana yang telah benar diterima dan yang belum.

Tidak semua saluran komunikasi menjaga urutan pesan yang dikirim pada mereka. Untuk menghadapi kemungkinan hilangnya urutan, protokol harus membuat ketentuan eksplisit untuk penerima untuk mengizinkan agar bagian-bagian tersebut kembali tertata dengan benar.  Sebuah solusi yang jelas adalah nomor bagian, tetapi solusi ini masih menyisakan pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan dengan bagian-bagian  yang tiba rusak.

Masalah yang harus diselesaikan pada beberapa tingkat adalah ketidakmampuan semua proses untuk menerima pesan yang panjang. Properti ini mengarah ke mekanisme untuk membongkar mesin, transmisi, dan kemudian pesan pemasangan kembali. Isu yang terkait adalah masalah apa yang harus dilakukan ketika proses memaksa tetap  pada transmisi data dalam satuan yang sangat kecil dan  pengiriman  secara terpisah merupakan hal yang tidak efisien. Solusinya adalah untuk mengumpulkan beberapa pesan kecil menuju tujuan umum menjadi pesan tunggal dan memecah  pesan yang besar di sisi lain.

Ketika merasa repot dan mahal dalam mengatur koneksi terpisah untuk setiap pasang proses komunikasi , lapisan yang mendasari dapat memutuskan untuk menggunakan koneksi yang sama untuk beberapa kali, percakapan tidak berhubungan. Selama ini multiplexing dan demultiplexing dilakukan secara transparan, dapat digunakan oleh setiap lapisan. Multiplexing diperlukan dalam lapisan fisik, misalnya, di mana semua lalu lintas untuk semua koneksi harus dikirim melalui paling sedikit satu sirkuit fisik.

Ketika ada beberapa jalur antara sumber dan tujuan, rute harus dipilih. Kadang-kadang keputusan ini harus dibagi atas dua atau lebih lapisan. Misalnya, untuk mengirim data dari London ke Roma, keputusan tingkat tinggi mungkin harus dibuat untuk transit Perancis atau Jerman berdasarkan undang-undang privasi masing-masing. Kemudian keputusan tingkat rendah mungkin harus dilakukan untuk memilih salah satu sirkuit yang tersedia berdasarkan beban lalu lintas yang ada. Topik ini disebut routing.

1.3.3 Connection-Oriented and Connectionless Services
Layer-layer  menawarkan dua jenis layanan untuk lapisan di atasnya : connection-oriented dan connectionless. Pada bagian ini kita akan melihat dua jenis dan menguji perbedaan antara mereka.

Connection-oriented service adalah model setelah sistem telepon. Untuk berbicara dengan seseorang, Anda mengangkat telepon, panggil nomor, berbicara, dan kemudian menutup telepon. Demikian pula, untuk menggunakan layanan jaringan berorientasi koneksi, pengguna layanan pertama membentuk sambungan, menggunakan sambungan, dan kemudian melepaskan sambungan. Aspek penting dari sebuah koneksi  seperti sebuah tabung: pengirim mendorong benda (bit) pada salah satu ujungnya, dan penerima membawa mereka keluar di ujung lain. Dalam kebanyakan kasus, pesanan dijaga  sehingga bit tiba di urutan yang mereka kirim.

Dalam beberapa kasus bila sambungan dibuat, pengirim, penerima, dan subnet melakukan negosiasi tentang parameter yang akan digunakan, seperti ukuran pesan maksimum, kualitas layanan yang diperlukan, dan isu-isu lainnya. Biasanya, satu sisi membuat proposal dan sisi lain dapat menerimanya, menolaknya, atau membuat suatu counterproposal.

Sebaliknya, layanan connectionless adalah model setelah sistem pos. Masing-masing pesan (surat) membawa alamat tujuan lengkap, dan masing-masing disalurkan melalui sistem independen dari  yang lain. Biasanya, ketika dua pesan yang dikirim ke tujuan yang sama, yang pertama dikirim  yang pertama tiba. Namun, ada kemungkinan bahwa yang pertama dikirim dapat ditunda sehingga kedua tiba pertama.

Setiap layanan dapat dicirikan oleh kualitas layanan. Beberapa layanan yang dapat diandalkan dalam arti bahwa mereka tidak pernah kehilangan data. Biasanya, layanan handal diimplementasikan dengan memiliki penerima mengakui penerimaan setiap pesan sehingga pengirim yakin bahwa itu tiba. Proses pengakuan memperkenalkan overhead dan penundaan, yang sering berharga, tapi kadang-kadang tidak diinginkan.

Layanan connection-oriented terdiri dari dua variasi: urutan pesan dan byte stream.. Ketika dua pesan 1024-byte dikirim, mereka datang sebagai dua pesan 1024-byte yang berbeda, tidak pernah sebagai satu pesan 2048-byte. Di kedua, koneksi hanyalah sebuah aliran byte, tanpa batas pesan. Ketika 2048 bytes tiba pada penerima, tidak ada cara untuk mengetahui jika mereka dikirim sebagai satu pesan 2048-byte, dua pesan 1024-byte, atau 2.048 pesan 1-byte. Jika halaman buku dikirim melalui jaringan ke phototypesetter sebagai pesan terpisah, mungkin penting untuk menjaga batas pesan. Di sisi lain, ketika pengguna log ke server jauh, aliran byte dari komputer pengguna ke server adalah semua yang diperlukan. Pesan batas tidak relevan.

Tidak semua aplikasi memerlukan sambungan. Misalnya, ketika  surat elektronik menjadi hal umum, sampah elektronik menjadi hal umum juga. Pengirim junk-mail mungkin tidak ingin mengalami kesulitan pemasangan dan kemudian menghancurkan sambungan hanya untuk mengirim satu item. Semua yang diperlukan adalah cara untuk mengirim pesan tunggal yang memiliki probabilitas tinggi dalam hal penyampaian, namun tidak ada jaminan. Layanan connectionless sering disebut layanan datagram, dianalogikan dengan layanan telegram, yang juga tidak kembali ke pengirim.

Layanan  yang lain adalah permintaan layanan-reply. Dalam layanan ini pengirim mentransmisikan datagram tunggal berisi permintaan; jawaban berisi jawaban. Permintaan-balasan umumnya digunakan untuk mengimplementasikan komunikasi dalam model client-server: isu-isu permintaan klien dan server menanggapi itu.

Gambar . Enam jenis layanan.

Konsep menggunakan komunikasi yang tidak dapat diandalkan mungkin membingungkan pada awalnya. Sebagai contoh, Ethernet tidak menyediakan komunikasi yang dapat diandalkan. Paket kadang-kadang bisa rusak dalam perjalanan. Hal ini sampai ke tingkat protokol yang lebih tinggi untuk mengatasi masalah ini. Kedua, penundaan yang melekat dalam memberikan layanan handal mungkin tidak bisa diterima, terutama dalam aplikasi real-time seperti multimedia.

1.3.4 Service Primitives
Layanan secara formal ditentukan oleh sekumpulan primitif (operasi) yang tersedia untuk proses pengguna untuk mengakses layanan tersebut. Primitif ini memberitahu layanan untuk menjalankan beberapa aksi atau melaporkan suatu tindakan yang dilakukan oleh entitas peer. Jika protokol stack terletak di sistem operasi, primitif biasanya merupakan system calls. System calls ini menyebabkan jebakan ke mode kernel, yang kemudian mengontrol mesin ke sistem operasi untuk mengirim paket yang diperlukan.

Himpunan primitif yang tersedia tergantung  dari layanan yang disediakan. Primitif untuk layanan connection-oriented berbeda dengan layanan connectionless. Contoh dari layanan primitif yang mungkin disediakan untuk melaksanakan aliran byte yang dapat diandalkan dalam lingkungan client-server, mempertimbangkan primitif yang tercantum pada Gambar di bawah

Gambar . Lima layanan primitif untuk melaksanakan layanan connection-oriented sederhana.

Primitif ini dapat digunakan sebagai berikut. Pertama, server mengeksekusi LISTEN untuk menunjukkan bahwa ia siap untuk menerima koneksi masuk. Cara yang umum untuk menerapkan LISTEN adalah untuk membuat sebuah system call blocking. Setelah menjalankan primitif, proses server diblokir sampai permintaan untuk koneksi muncul.

Selanjutnya, proses mengeksekusi CONNECT klien membuat koneksi dengan server. Panggilan CONNECT perlu menentukan siapa yang harus terhubung , jadi mungkin memiliki parameter yang memberikan alamat server. Sistem operasi kemudian biasanya mengirimkan sebuah paket ke peer  yang meminta untuk terhubung, seperti yang ditunjukkan oleh (1) pada Gambar. 1-18. Proses klien ditunda sampai ada tanggapan. Ketika paket tiba di server, diproses oleh sistem operasi di sana. Ketika sistem melihat bahwa paket yang meminta sambungan, ia memeriksa untuk melihat apakah ada pendengar. Jika demikian, maka : unblocks pendengar dan mengirimkan kembali sebuah acknowledgement (2). Kedatangan acknowledgement  ini kemudian melepaskan klien. Pada titik ini klien dan server keduanya berjalan dan mereka memiliki koneksi yang didirikan. Penting untuk dicatat bahwa pengakuan (2) yang dihasilkan oleh kode protokol itu sendiri, tidak menanggapi tingkat-pengguna primitif. Jika permintaan sambungan tiba dan tidak ada pendengar, hasilnya tidak terdefinisi. Dalam beberapa sistem paket mungkin antrian untuk waktu yang singkat dalam mengantisipasi sebuah LISTEN.

Gambar 1-18. Paket yang dikirim dalam interaksi client-server sederhana pada connection-oriented network.
Langkah berikutnya adalah untuk server yang  mengeksekusi RECEIVE mempersiapkan diri untuk menerima permintaan pertama. Biasanya, server melakukan hal ini segera setelah dibebaskan dari LISTEN, sebelum pengakuan bisa kembali ke klien. Blok panggilan RECEIVE server.

Kemudian klien mengeksekusi SEND untuk mengirimkan permintaannya (3) diikuti dengan pelaksanaan RECEIVE untuk mendapatkan jawabannya.

Kedatangan paket permintaan di mesin server unblocks proses server sehingga dapat memproses permintaan tersebut. Setelah telah melakukan pekerjaan, menggunakan KIRIM untuk mengembalikan jawaban kepada klien (4). Kedatangan paket ini unblocks klien, yang sekarang dapat memeriksa jawabannya. Jika klien telah permintaan tambahan, dapat membuat mereka sekarang. Jika hal itu dilakukan, maka dapat menggunakan PUTUSKAN untuk mengakhiri sambungan. Biasanya, sebuah PUTUSKAN awal pemblokiran panggilan, menangguhkan klien dan mengirimkan sebuah paket ke server mengatakan bahwa koneksi tidak lagi diperlukan (5). Ketika server mendapat paket, juga mengeluarkan PUTUSKAN sendiri, mengakui klien dan melepaskan sambungan. Ketika paket server (6) akan kembali ke mesin klien, proses klien dilepaskan dan koneksi terputus. Singkatnya, ini adalah cara kerja connection-oriented network.

Tentu saja, hidup tidak begitu sederhana. Banyak hal yang bisa salah di sini. Waktunya bisa salah (misalnya, CONNECT dilakukan sebelum LISTEN), paket dapat hilang, dan banyak lagi. Kami akan melihat masalah ini dengan sangat rinci nanti, tapi untuk saat ini, Gambar. 1-18 merangkum secara singkat bagaimana komunikasi client-server mungkin bekerja melalui connection-oriented network.

Mengingat bahwa enam paket diminta untuk melengkapi protokol ini, orang mungkin bertanya-tanya mengapa sebuah protokol connectionless tidak digunakan sebagai gantinya. Jawabannya adalah bahwa di dunia yang sempurna itu bisa, dalam hal ini hanya dua paket akan diperlukan: satu untuk permintaan dan satu untuk jawabannya. Namun, dalam menghadapi pesan besar di kedua arah (misalnya, file megabyte), kesalahan transmisi, dan paket yang hilang, perubahan situasi. Jika jawabannya terdiri dari ratusan paket, beberapa di antaranya bisa hilang selama transmisi, bagaimana klien tahu apakah beberapa bagian yang hilang? Bagaimana klien mengetahui apakah paket terakhir sebenarnya diterima benar-benar paket terakhir yang dikirim? Misalkan klien menginginkan file kedua. Bagaimana bisa mengatakan paket 1 dari file kedua dari paket yang hilang 1 dari file pertama yang tiba-tiba menemukan jalan ke klien? Singkatnya, di dunia nyata, sebuah protokol meminta-balasan sederhana melalui jaringan tidak dapat dipercaya sering tidak memadai.

1.3.5 Hubungan Services untuk Protokol
Layanan dan protokol adalah konsep yang berbeda, meskipun mereka sering bingung. Perbedaan ini sangat penting, bagaimanapun, bahwa kami menekankan lagi di sini. Layanan adalah satu set primitif (operasi) yang menyediakan lapisan ke lapisan di atasnya. Layanan ini mendefinisikan operasi apa lapisan siap untuk melakukan atas nama penggunanya, tetapi mengatakan apa-apa tentang bagaimana operasi-operasi ini dilaksanakan. Suatu pelayanan berkaitan dengan sebuah antarmuka antara dua lapisan, dengan lapisan bawah menjadi penyedia layanan dan lapisan atas menjadi pengguna jasa.

Protokol A, sebaliknya, adalah satu set aturan yang mengatur format dan arti dari paket, atau pesan yang dipertukarkan oleh entitas peer dalam lapisan. Entitas menggunakan protokol untuk menerapkan definisi layanan mereka. Mereka bebas untuk mengubah protokol mereka di akan, asalkan mereka tidak mengubah layanan terlihat oleh pengguna mereka. Dengan cara ini, layanan dan protokol yang benar-benar dipisahkan.

Dengan kata lain, jasa berhubungan dengan antarmuka antara lapisan, seperti yang diilustrasikan pada Gamba berikut. Sebaliknya, protokol berhubungan dengan paket yang dikirim antara entitas peer pada mesin yang berbeda. Hal ini penting untuk tidak merancukan dua konsep.

Gambar . Hubungan antara layanan dan protokol.

Sebuah analogi dengan bahasa pemrograman adalah membuat layak. Layanan seperti tipe data abstrak atau benda dalam bahasa berorientasi objek. Hal ini mendefinisikan operasi yang dapat dilakukan pada objek tetapi tidak menentukan bagaimana operasi-operasi ini dilaksanakan. Sebuah protokol berkaitan dengan pelaksanaan layanan dan dengan demikian tidak terlihat oleh pengguna layanan.

Banyak protokol yang lebih tua tidak membedakan layanan dari protokol. Akibatnya, lapisan khas mungkin punya primitif SEND PACKET layanan dengan pengguna menyediakan pointer ke paket dirakit secara lengkap. Pengaturan ini berarti bahwa semua perubahan pada protokol segera terlihat oleh pengguna. Sebagian besar jaringan desainer seperti sekarang menganggap desain sebagai kesalahan serius.