browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pandangan Islam

Curhat dikit ya vlad, ini pandangan aku tentang beberapa hal yang berkaitan sama agama, agama aku khususnya Islam. Sebelumnya aku pikir penting untuk kamu (yang baca ini) tau latar belakang aku dulu, supaya bisa nyamain persepsi kenapa aku bisa punya pandangan yang seperti ini.

Aku lahir dikeluarga yang biasa-biasa aja dalam hal agamanya, aku sendiri ga ada basic pesantren sama sekali, paling ya ngaji waktu SD, dan  aku sama sekali ga tertarik sama hal-hal yang berbau agama, tapi ga berarti aku ga peduli soal agama loh ya, aku sendiri selama SMA ikut kegiatan mentoring yang diadain sama lembaga yang ngasih aku  beasiswa, bergaul sama teteh-teteh sholeha yang ngajinya 1 juz sehari, yang kerudungnya panjang-panjang, yang kalo diliat ngademin, yang kalo bicara suaranya lembut banget, kalo akusih ya masih barbar hahaha, belum sholeha, belum sefrekuensi sama mereka (belum loh ya, tapi suatu saat pasti bisa sefrekuensi selama ada usaha menuju kearah sana).

Kalo bicara golongan, aku sendiri aku gatau ada dipihak mana, dibilang NU aku gatau NU teh yang kaya gimana, apa yang harus baca Qunut, baca sholawat, maulidan, dan banyak lagi yang ga aku tau, dibilang persis aku juga gatau persis teh yang kaya gimana, apa yang tangannya gerak-gerak pas sholat (?) dibilang Muhammadiyah lebih gatau lagi hahaha, padahal di Islam sendiri ada banyak golongan yang belum aku sebut hehehe.

Ko bisa sih aku Islam tapi aku gatau sebenernya aku jadi bagian golongan yang mana?? Jawaban yang bisa aku kasih adalah karena aku ga pernah (atau mungkin pernah tapi aku ga paham) diajarin tentang golongan-golongan itu, dan lingkungan terdekat aku juga mungkin gatau dan ga mendalami tentang perbedaan-perbedaan golongan yang ada, jadi apakah islam aku diterima ketika kita gatau dan ga bisa menentukan kita dipihak mana? :(( aku pikir banyak banget orang yang kaya aku.. yang ngejalanin islam apa adanya, ya alasannya tadi, kita ga dapet cukup pemahaman sama golongan-golongan itu tadi. Apa orang kaya aku sholatnya diterima ketika kita gatau sebenernya ketika tahiyat itu tangannya gerak-gerak apa engga? Apa orang kaya aku  masih berhak dapet surga ketika surga hanya diklaim sebagai milik satu golongan saja dari sekian banyak golongan yang ada? jadi sebenernya golongan yang benar itu yang mana? Biar aku bisa masuk golongan itu.. tapi realitanya kita tahu sendiri semua golongan mengaku yang paling benar.. saling menyalahkan satu sama lain, mendiskreditkan golongan lain, menyebar kebencian tentang golongan yang berbeda adalah salah, sesat, dan saling membenci tanpa pernah dibicarakan dulu dimana letak perbedaannya.. oke ini cuman apa yang aku liat sehari-hari loh ya, jangan dijadikan rujukan apalagi kamu (yang baca blog ini) tahu kalo aku latar belakangnya kaya gitu (yang dijelasin sebelumnya).

Jadi sebenernya apasih yang mau aku bahas? Ehehe, jadi gini vlad, makin dipikir aku kok makin resah ya.. takut juga.. soalnya banyak orang disekitar aku yang memandang perbedaan ini adalah salah dan harus diluruskan.. padahal pandangan pribadi aku sendiri perbedaan adalah berkah dari Allah, biarlah orang lain mau masuk golongan yang mana, selama dia emang merasa jadi bagian dari golongan itu, hey ini masalah prinsip! Dan kita ga mungkin bisa (dan tentu saja ga boleh) memaksakan untuk merubah prinsip orang lain, dan seramnya dakwah yang banyak beredar sekarang malah getol banget ngebahas perbedaan ini, mempersoalkan sebenernya terawih itu harus 11 atau 23, mempermasalahkan kerudung itu harus gimana, mempermasalahkan bentuk jihad itu seperti apa, dan memberi “label” yang seperti ini adalah benar, dan kalau tidak seperti ini adalah salah, sesat. Padahal jelas-jelas kalau prinsip seseorang, rasa keterkaitan seseorang, serta kepercayaan itu sulit dirubah, yang tentu saja menimbulkan perpecahan, kebencian, dan kesedihan bagi golongan yang dibilang salah atau sesat tadi. Hey ayolah, Allah menciptakan perbedaan bukan untuk dijadikan alasan untuk saling membenci, bagaimana mungkin Allah yang palng sering disebut “Ar-Rahman Ar-Rahiim” menciptakan perbedaan untuk saling menyakiti satu golongan dengan golongan lain :(( so, permasalahan kita bukan di prinsipnya, bukan di golongan mana yang paling benar, tapi ada di cara pikir kita, cara kita menyikapi perbedaan itu sendiri..

Aku ga peduli kamu orang apa, mau NU, Persis, Muhammadiyah, HizbuTahrir, Syiah, selama kamu baik, dan memang mengamalkan apa yang diperintahkan Allah (beribadah, melakukan amal shaleh, menjauhi larangan Allah) maka kamu benar. Cukuplah kamu sholeh untuk lingkungan sekitar mu sehingga orang lain melihat bahwa iniloh islam, agama yang penuh kasih sayang, toleransi, sopan-santun, dan semua hal yang baik-baik, dan tentu saja sholeh secara pribadi dan aku pikir cukup diri kita sendiri yang tahu kesolehan pribadi kita, berapa tahajudnya, tilawahnya, duhanya, dll. See? Aku pikir ini bukan tentang golongan mana yang paling benar kan? Nah makanya aku ngerasa its okay kalo aku memilih untuk tidak menjadi salah-satu golongan, tidak menjadi konservatif, apalagi fanatic. cukup bagi aku untuk berada ditengah-tengah, ambil semua hal yang baik-baiknya, buang yang jelek-jeleknya, dan sebenernya disbanding golongan-golongan yang ada, aku lebih tertarik dengan konsep Sufi, yang menjadikan agama adalah cinta, dan tuhan adalah kekasih, segala sesuatu yang diberikan tuhan, adalah bentuk kasih sayangnya, nikmat, ujian, musibah, bahkan azab adalah bentuk kasih sayang, ketakutan terhadap tuhan adalah takut kehilangan cintanya, bukan takut terhadap neraka. Aku masih belum sepenuhnya paham sih, tapi aku mau belajar :)

Sekali lagi ini cuman pandangan pribadi ya :)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*