ANLAN

January 31st, 2019

1. Studi kasus bencana longsor pada sektor pertanian di sekitar Malang Raya

Longsor di Ranupani Menutup Jalur Lumajang-Malang

Longsor yang terjadi di Kabupaten Lumajang dengan Malang, Jawa Timur, melalui Desa Ranupani disebabkan oleh angin kencang dan hujan yang deras, selain itu kontur tanah yang tidak terlalu kuat untuk menahan lajunya air hujan menyebabkan pohon tumbang dan terbawa oleh derasnya air hujan sehingga menyebabkan terjadinya longsor, selain itu masyarakat yang menggunakan kendaraan tidak direkomendasikan melewati jalan tersebut karena longsor menutup sebagian badan jalan dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Longsor yang terjadi tidak tidak terlalu berdampak kepada bilang pertanian, tetapi juka terjadi longsor susulan , maka akan ditakutkan berdampak pada lahan pertanian yang berada disekitar kawasan daerah tersebut. Sebelumnya longsor dan pohon tumbang terjadi di sejumlah titik di jalur penghubung Kabupaten Lumajang – Kabupaten Malang yang berada di kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sehingga akses jalan di kawasan tersebut lumpuh total karena tidak bisa dilalui oleh kendaraan pada 23 Januari 2019.

2. Mengapa daerah Malang Raya banyak dikelilingi oleh gunung api?

Letusan gunung api juga menjadi ancaman yang serius, sebab Malang dikelilingi beberapa gunung aktif. Hal ini dikarenakan Indonesia berada di daerah pertemuan 3 lempeng api dunia, yaitu lempeng Eurasia,Indo-australia,dan Pasifik sehingga cincin magma/api bumi melewati Indonesia dan tersebar dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Sulawesi. Gunung Sinabung di Sumatra Utara, gunung Kerinci di Jambi, gunung Merapi di Yogyakarta, gunung Semeru di Jawa Timur, gunung Rinjani di Lombok, serta gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat merupakan beberapa contoh gunung api di Indonesia yang menandakan bahwa cincin api bumi melewati kawasan tersebut. Indonesia memiliki jumlah gunung api terbanyak di dunia yakni sekitar 127 gunung api atau 13,3% dari keseluruhan gunung api (volcano) dunia sehingga bisa dikatakan bahwa Indonesia banyak menyimpan potensi geothermal/energi panas bumi yang sangat besar dari potensi dunia. Potensi geothermal alias ‘harta karun energi’ ini banyak tersimpan di gunung berapi hingga 80%.

Wilayah Malang Raya dikelilingi oleh banyak gunung api aktif, yaitu Gunung Kawi-Butak, Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Kelud, Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Gunung pada daerah Malang Raya terbentuk karena ada sumber panas di bawah tanah. Sumber panas tersebut adalah magma. Magma ini panas dan bertekanan tinggi. Oleh karenanya, ia akan mencari jalan ke permukaan melalui retakan-retakan pada batuan. Pada saat magma muncul ke permukaan, magma disebut sebagai lava dan peristiwanya disebut erupsi atau letusan gunung berapi. Banyaknya gunung api di sekitar Malang Raya dikarenakan pada wilayah Indonesia terdapat 3 lempeng tektonik yang saling berhubungan satu sama lain. menyatakan pergerakan antar lempeng yang terjadi dapat menimbulkan 4 jenis gunung api, yaitu:

  1. Gunung api tengah samudera

Terbenntuk dari gerakah kerak benua yang saling akibat pemekaran kerak benua yang berlangsung saat lempeng bergerak saling menjauh satu sama lain sehingga memudahkan magma yang berada di dalam bumi untuk bergerak ke permukaan.

2. Gunung api tepi benua

Terbentuknya akibat tumbukan antar kerak samudera dengan kerak benua. Kerak samudera akan menujam ke bawah kerak benua sehingga akan terjadi peleburan batuan yang hasil lelehannya akan bergerak ke permukaan.

3. Gunung api tengah benua

Terbentuk dari gerakan kerak benua yang saling menjauh secara horizontal sehingga akan menyebabkan terbentukan rekahan. Rekahan tersebut dapat menjadi jalan pergerakan magma.

4. Deretan gunung api perisai

Terjadi akibat penipisan kerak samudera karena pergerakan lempeng, sehingga dapat memudahkan magma untuk menerobos dasar samudera yang nantinya akan menyebabkan terjadinya banjir lava.

 

Hello world!

January 4th, 2019

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!