RSS
 

Posts Tagged ‘Iklan Televisi’

Iklan yang sering muncul di Radio, Media online dan Televisi

10 Apr

1. Produk yang sering di iklankan di Radio

RRI Malang AM 891 kHz, FM 94,6 MHz, FM 99,4 MHz, FM 105,3 MHz

RRI adalah salah satu radio yang sudah lama mengudara di Malang. RRI sendiri adalah kepanjangan dari Radio Republik Indonesia. Dan saat saya mendengarkan radio tersebut, terdapat beberapa produk salep, minuman, ataupun makanan yang di iklankan. 3 besar produk yang di iklankan adalah:

Jahe Keraton
Antalinu
Salep 88
Radio Tidar Sakti – FM 90,3 MHz
Iklan yang sering muncul di Radio tidar Sakti adalah
Antalinu
Baygon obat nyamuk bakar
Obat sakit kepala Bodrex
Radio Andalus – FM 91,1 MHz
Iklan yang muncul di Radio Andalus adalah
Jahe Keraton
Obat sakit kepala Bodrex
Param kocok
Dari Iklan di tiga radio yang ada di malang, dapat saya simpulkan iklan yang banyak muncul adalah iklan jahe keraton dan obat sakit pinggang antalinu. dan dari kedua produk yang di iklankan, produk tersebut adalah produk lokal yang jarang ada TVC di Televisi. Jadi jelas, segmentasi dari iklan tersebut adalah orang tua, pedagang, dan juga orang yang kalangan kebawah. karena menurut pengamatan saya, radio hanya didengarkan oleh orang kalangan kebawah. Target dari kedua produk tersebut adalah untuk pekerja kasar (kuli angkut di pasar, kuli bangunan) dan juga masyarakat desa. karena kedua produk yang sering diiklankan adalah produk minuman kesehatan dan obat.
2. Produk yang muncul di iklan Online
Saya mengamati beberapa situs berita online di www.detik.com www.kompas.com www.kaskus.us
dan saya melihat iklan yang ada di main page (halaman awal) pada situs tersebut adalah iklan kartu selular dan juga iklan perbankan.
Salah satu Provider kartu selular yang muncul di kompas.com
Salah satu Bank yang muncul di detik.com
Pendapat saya tentang adanya iklan tersebut adalah wajar-wajar saja. karena saya tidak pernah merasa terganggu akan iklan tersebut. karena layout dan penempatan iklannya enak dilihat dan tidak mengganggu. menurut saya juga, segmentasi iklan tersebut sangat tepat. untuk kalangan menengah keatas, dimana iklan tersebut memberikan penawaran yang sangat menarik (promosi produk), dari situ secara tidak sadar, saya sebagai pembaca akan membuka iklan tersebut.
3. Iklan Televisi di pagi hari. dari jam 6.00-7.00
Pada saat pagi hari, di Global TV menayangkan film-film kartun seperti Spongebobs square pans, clark zone, dll.
dan iklan yang sering muncul adalah iklan produk makanan anak-anak. seperti wafer, shampoo anak-anak, dan makanan ringan.
contoh iklan:
Gerry Chocolatos
Kodomo Shampoo
Yang melandasi penayangan iklan tersebut, adalah segmentasinya. dimana saat pagi hari adalah waktu untuk anak-anak untuk menonton televisi (khusunya kartun). sehingga produsen tersebut dapat menarik perhatian konsumen anak-anak tersebut.
4. Iklan Televisi di Malam hari (prime time). dari jam 7.00-9.00
Saat Prime time, program Trans TV menurut saya yang paling ramai. karena saat itu programnya adalah program-program yang diperuntukkan untuk keluarga. dan iklan yang ada saat itu adalah
Coca-cola
Ice Cream Walls
Pepsodent
Disaat jam Prime Time, iklan yang sering muncul adalah iklan kebutuhan pokok dari Manusia dan produk tersebut biasanya bersifat untuk keluarga. dimana pada saat jam tersebut keluaga indonesia melihat televisi bersama-sama.

 

 
No Comments

Posted in Marcom

 

Iklan yang tidak etis dan tidak Ber-Etika

13 Mar
YouTube Preview Image

Contoh Iklan Tori-tori Cheese Cracker

1. Temukan Iklan yang Tidak etis dan jelaskan?

menurut saya, Iklan yang tidak etis adalah iklan tori-tori cheese cracker. karena didalam iklan tersebut terdapat seorang wanita yang menggunakan celana hot pants dan didampingi oleh dua orang pegulat dibelakangnya. mereka menari fulgar dengan menggoyangkan pinggul mereka. dan sebenarnya iklan dengan konsep yang sama juga diproduksi di Jepang pada tahun 2008. jadi bisa dikatakan iklan tersebut Plagiat

YouTube Preview Image

Iklan makanan ringan di Jepang

2. Siapa yang menjadi target iklan tersebut?

yang menjadi target iklan tersebut adalah anak-anak dan keluarga. dimana produk yang ditawarkan adalah makanan ringan cheese crackers. Tapi dengan target iklan yang dikhususkan untuk anak-anak, maka iklan tersebut sangat tidak etis untuk ditampilkan karena terlalu fulgar dan tidak mendidik.

3. Bagaimana cara menentukan target dan positioning iklan tersebut?

KONSEP TEORI

POSITIONING

Definisi dari positioning menurut Hermawan Kertajaya, seorang pakar pemasaran menyatakan bahwa positioning adalah salah satu bagian dari elemen strategi pemasaran agar target pasar (konsumen) mempunyai persepsi yang dapat membedakan suatu produk dari produk para pesaing.

Tanpa adanya perbedaan yang jelas, maka produk perusahaan akan dianggap sama dengan produk pesaing. Positioning merupakan awal dari lahirnya suatu produk (reason for being), sehingga aktivitas positioning harus dilakukan pada tahapan awal sebelum suatu produk diluncurkan. Apabila suatu produk sudah ”lahir”, kemudian baru menetapkan positioning maka ruang lingkup dari positioning menjadi sangat terbatas. (Kartajaya,2002)

 

STRATEGI POSITIONING

Mempertimbangkan pentingnya peran positioning pada keberhasilan suatu produk, maka terdapat tiga langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan positioning (Kotler,2003):

  1. Mengidentifikasi keunggulan – keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh perusahaan.

Untuk mendapatkan keunggulan bersaing (competitive advantage) maka perusahaan harus melakukan kegiatan diferensiasi atas penawaran kepada konsumen yang berbeda dibandingkan dengan penawaran dari pesaing. Diferensiasi dapat dilakukan melalui inovasi pada bauran pemasaran (marketing mix) seperti atribut produk, harga, saluran distribusi, dan juga aktivitas komunikasi pemasaran.

2. Memilih salah satu atau lebih keunggulan kompetitif yang dimiliki untuk dikomunikasikan dan diposisikan dalam benak konsumen. Adapun persyaratan suatu keunggulan untuk dapat dipilih dan dikomunikasikan adalah:

  • Sesuatu yang penting bagi konsumen
  • Sesuatu yang khas dan unik
  • Bernilai superior
  • Mudah dikomunikasikan
  • Sesuatu yang baru / pioner
  • Terjangkau (daya beli)
  • Dapat memberikan keuntungan

 

Beberapa persyaratan tersebut diatas perlu diperhatikan dalam usaha untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam positioining seperti berikut (Kotler & Armstrong,2003):

  • Under Positioning

Suatu kondisi dimana konsumen tidak dapat menangkap ide yang hendak disampaikan oleh pemasar atas kelebihan atau keunikan dari merek produk perusahaan.

  • Over Positioning

Suatu kondisi dimana konsumen memiliki persepsi yang terlalu sempit untuk atas citra atau nilai suatu merek.

  • Confused Positioning

Suatu kondisi dimana konsumen bingung akan citra yang hendak diposisikan oleh suatu merek. Hal ini terjadi akibat perusahaan tidak konsisten dalam mengangkat suatu nilai untuk diposisikan atau karena perusahaan selalu berganti – ganti nilai yang diposisikan atas suatu merek.

  • Doubtful Positioning

Suatu kondisi dimana konsumen ragu atau tidak percaya dengan positioning dari sebuah merek. Hal ini terjadi karena kinerja dari merek yang kurang standar atau ”over promise under delivered” (Kartajaya,2002) Komunikasi pemasaran yang mengobral janji berlebihan tanpa adanya dukungan kinerja merek yang sesuai dengan apa yang telah dijanjikan.

3. Memilih strategi positioning yang tepat melalui brand value proposition.

Setiap merek memiliki nilai yang dapat ditawarkan kepada konsumen, sekumpulan manfaat yang dimiliki oleh sebuah merek, yang dapat dijadikan sarana untuk diposisikan dalam benak konsumen dikenal dengan istilah brand value proposition. Melalui brand value proposition, konsumen mengenal value yang dimiliki dan ditawarkan oleh sebuah merek dibandingkan dengan pesaingnya.

POSITIONING STATEMENT

Positioning statement adalah sebuah pernyataan yang memuat dan menyarikan inti dari positioning perusahaan atau merek perusahaan. Perusahaan atau suatu produk harus memiliki positioning statement yang dijadikan pedoman dalam melakukan kegiatan pemasaran untuk dapat mencapai target positoning di benak konsumen sesuai dengan harapan perusahaan. Bentuk ringkas dan aplikatif dari positioning statement sesuatu yang dikenal oleh masyarakat umum dengan istilah slogan atau tagline. (Kartajaya,2002)

Brand positioning dapat dibangun melalui tiga pondasi dasar yaitu atribut produk, manfaat produk, serta kepercayaan dan nilai. Brand positioning berdasarkan atribut produk adalah cara tercepat untuk membangun brand awareness tetapi pondasi ini hanya memberikan efek jangka pendek karena keunggulan suatu atribut produk dapat dengan mudah ditiru oleh pesaing.

Manfaat produk sebagai pondasi dalam brand positioning adalah satu langkah  yang lebih baik dari pondasi atribut produk. Manfaat produk bisa dikategorikan menjadi manfaat secara fungsional maupun secara emosional sehingga brand positioning tidak hanya menciptakan brand awareness tetapi juga mulai menciptakan brand preference bagi konsumen yang merasakan manfaat fungsional sekaligus manfaat emosional dari produk yang dikonsumsinya.

Pondasi terakhir adalah kepercayaan dan nilai, dimana pondasi ini merupakan dasar yang paling kuat dan paling efektif. Pemasar tidak dapat menggunakan pondasi kepercayaan dan nilai pada saat awal pengenalan suatu produk baru. Penggunaan pondasi terakhir ini hanya dapat dilakukan oleh establish brand yang sebelumnya membangun ekuitas mereknya melalui pondasi yang pertama dan kedua. Kepercayaan dan nilai sebagai pondasi dari brand positioning akan memberikan efek jangka panjang yang merupakan aset berharga bagi perusahaan yaitu terciptanya brand loyalty dari para konsumennya.

 

4. Pasal berapa dan aturan penyiaran yang dilanggar?

TATA KRAMA PENYIARAN

A. Asas-asas Umum Iklan harus jujur, bertanggung jawab, dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. Iklan tidak boleh menyinggung perasaan dan atau merendahakan martabat agama, adat budaya, suku dan golongan. Iklan harus dijiwai oleh asas persaingan sehat.

B. Penerapan Umum Iklan harus jujur, bertanggung jawab, dasn tidask bertentangan dengan hokum yang berlaku.

Jujur Iklan tidak boleh menyesatkan, antara lain dengan memberikan keterangan yang tidak benar, mengelabuhi, dasn

memberikan janji yang berlebihan.

Bertanggung jawab Iklan tidak boleh menyalahgunakan kepercayaan dan merugikan masyarakat.

Tidak bertentangan dengan hukum Iklan harus mematuhi UU dan peranturan pemerintah yang berlaku.

Isi iklan Pernyataan dan janji mengenai produk dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

 

Asas Utama Periklanan: Jujur dan benar!

Dalam kitab Etika Pariwara Indonesia, disebutkan 3 asas utama periklanan; yaitu:

Iklan dan pelaku periklanan harus:

1. Jujur, benar, dan bertanggungjawab.

2. Bersaing secara sehat.

3. Melindungi dan menghargai khalayak, tidak merendahkan agama, budaya, negara, dan golongan, serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Dari poin pertama Jujur, iklan tori-tori cheese cracker jelas tidak jujur karena telah plagiat dalam beriklan. dan bertanggung jawab, mereka tidak bertanggung jawab atas efek iklan tersebut (dengan memperlihatkan kefulgaran mereka) dan tidak mendidik.

poin ketiga mekundungi dan menghargai khayak. jelas dilanggar, karena dari iklan tersebut mencitrakan kesan murahan bagi sisi wanita (berbusana ketat, minim, dan menggoyangkan pinggul)

 

Sumber:

www.kpi.go.id

http://denysetia.files.wordpress.com/2011/09/uu-32-2002-penyiaran.pdf

http://faizal.student.umm.ac.id/download-as-pdf/umm_blog_article_236.pdf

http://www.p3i-pusat.com/dunia-pariwara/wicara/225-dasar-dasar-etika-periklanan-bagian-1

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=cara%20menentukan%20target%20dan%20positioning%20sebuah%20iklan&source=web&cd=8&ved=0CGIQFjAH&url=http%3A%2F%2Ffportfolio.petra.ac.id%2Fuser_files%2F04-013%2FStrategi%2520Reposisi%2520Merek.doc&ei=ZC9eT9PECcnUrQe74pDbBw&usg=AFQjCNFX7CV0tjiiVy6aLbmBmJFIGaS6oA

 
No Comments

Posted in Marcom

 

Iklan

05 Mar

Pengertian iklan :

• Berasal dari bahasa Yunani , kurang lebih pengertiannya “ mengiring orang pada gagasan “
• Secara komprehensip “ semua bentuk aktivitas untuk memperkenlakan dabn mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau toko.
• Iklan ialah promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor.
• Iklan merupakan suatu investasi ekonomis, dan bagi kebanyakan perusahaan dan organisasi non profit, iklan merupakan sebuah investasi yang dianggap sangat menguntungkan. (Shimp, 2000)
• Iklan memiliki berbagai macam jenis, berdasarkan sifatnya iklan dibedakan atas iklan niaga dan nonniaga. Iklan niaga dibuat untuk mempengaruhi khalayak/masyarakat supaya tertarik untuk memiliki, membeli, dan mengunakan produk yang diiklankan. Iklan nonniaga/layanan masyarakat dibuat untuk menarik perhatian masyarakat sehingga masyarakat mempunyai rasa simpati atau memberikan dukungan terhadap hal yang diiklankan.
• Berdasarkan tujuan, iklan dibedakan atas iklan penawaran/permintaan dan iklan pengumuman. Sedangkan berdasarkan ruang (space), iklan dibedakan iklan baris dan displai. Iklan baris adalah iklan yang menggunakan bahasa singkat dan padat. Iklan baris biasanya disusun berdasarkan golongan yang sama. Misalnya: iklan penjualan rumah masuk dalam kolom properti atau rumah dijual.
• Iklan lowongan pekerjaan dan mencari pekerjaan masuk golongan karier, misalnya: pada setiap surat kabar penggolongan iklan diberi nama yang berbeda-beda. Iklan baris memiliki beberapa komponen, yaitu: komponen aktivitas, produk yang diiklankan, spesifikasi produk, dan identitas pengiklan.

Fungsi iklan :

Iklan sangat penting karena memiliki fungsi komunikasi yang kritis, yaitu: (Shimp,2000)
• Menginformasikan
Iklan membuat konsumen sadar akan adanya produk baru, memberikan informasi mengenai merk tertentu, dan menginformasikan karakteristik serta keunggulan suatu produk.
Pada tahap awal dari kategori produk, iklan sangat diperlukan untuk membangun permintan primer (kotler). Iklan merupakan bentuk komunikasi yang efisien karena mampu meraih khalayak luas dengan biaya yang relativ rendah.
• Membujuk
Tujuan ini sangat penting pada tahap persaingan, dimana perusahaan ingin membangun permintaan selektif untuk produk tertentu (Kotler, 2000:578). Bebrapa iklan menggunakan comparative advertising yang memberikan perbandingan atribut dari dua atau lebih merk/produk secara eksplisit.
Iklan yang efektif akan membujuk konsumen utnuk mencoba menggunakan/mengkonsumsi suatu produk. Kadang-kadang iklan dapat mempengaruhi permintaan primer yang membentuk permintaan untuk seluruh kategori produk. Seringkali iklan ditujukan untuk membangun permintaan sekunder yaitu permintaan untuk merk perusahaan tertentu.
• Mengingatkan
Iklan dapat membuat konsumen tetap ingat pada merk/produk perusahaan. Ketika timbul kebutuhan yang berkaitan dengan produk tertentu, konsumen akan mengingat iklan tentang produk tertentu. Maka konsumen tersebut akan menjadi kandidat pembeli. Iklan dengan tujuan mengingatkan ini sangat penting unruk produk matang (kotler, 2000:579)
• Memberikan Nilai Tambah
Iklan memberikan nilai tambah terhadap produk dan merk tertentu dengan cara mempengaruhi persepsi konsumen. Iklan yang efektif akan memberikan nilai tambah produk sehingga produk dipersepsikan lebih mewah, lebih bergaya, lebih bergengsi, bahkan melebihi apa yang ditawarkan oleh produk lain, dan secara keseluruhan memberikan kualitas yang lebih baik dari produk lainnya.
• Mendukung Usaha Promosi Lainnya
Dapat digunakan sebagai alat pendukung usaha promosi lainnya seperti sebagai alat untuk menyalurkan sales promotion, pendukung sales representative, meningkatkan hasil dari komunikasi pemasaran lainnya.
Disamping itu, menurut Tellis (1998) periklanan memberikan dampak terhadap produksi massal dibutuhkan kemampuan suatu perusahaan untuk melayani pasar yang luas. Perusahaan harus memberi merk produknya dengan nama yang unik sehingga konsumen melakukan permintaan terhadap suatu barang tertentu. Jadi, produksi massal dan pemasaran dapat menguntungkan bila telah memiliki merk. Kedua, produksi massal membutuhkan kemasan yang baik. Sehingga perusahaan dapat memberi merk pada kemasan dengan desain dan nama yang unik. Oleh karena itu iklan merupakan alat komunikasi perusahaan terhadap konsumen untuk menyampaikan kualitas produk yang unik yang dapat dilihat dari kemasan unik dan merk produk yang dihasilkan.

Contoh iklan televisi yang memangfaatkan momen spesial:
YouTube Preview Image
Contoh iklan televisi yang bersifat mengingatkan:
YouTube Preview Image
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan

http://triantoroblogs.blogspot.com/2009/10/pengertian-fungsi-iklan.html

 
No Comments

Posted in Marcom