• Taman Kota

    Date: 2010.10.26 | Category: Uncategorized | Tags:

    Pengertian tentang taman kota sangat banyak, luas dan beragam menurut berbagai sumber. Dan akhirnya disini bisa saya simpulkan bahwa taman kota merupakan suatu kawasan ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan, lengkap dengan segala fasilitasnya untuk kebutuhan masyarakat kota sebagai tempat rekreasi aktif (taman aktif) maupun tempat rekreasi pasif (taman pasif) . Di samping sebagai tempat rekreasi warga kota, sebagai paru-paru kota, juga sebagai pengendali iklim mikro, konservasi tanah dan air, serta merupakan habitat berbagai flora dan fauna terutama burung.

    Pengertian dari taman aktif adalah taman yang di dalamnya di bangun suatu kegiatan pemakai taman, sehingga pemakai taman secara aktif menggunakan fasilitas di dalamnya. Sedangkan taman pasif yaitu taman yang di bentuk agar dapat dinikmati keindahan visualnya, sebagai aksentuasi untuk menarik perhatian, dan karena kerindangannya, tetapi tanpa mengadakan aktifitas di dalamnya, seperti taman yang berada di pertigaan, di perempatan, taman meredian di perkotaan dan lainnya.


    Standar Taman Kota

    Sebuah pertanyaan besar tentang “berapakah sesungguhnya standar luas taman kota yang sesuai?”, sampai saat ini masih belum ada kesepakatan dari para ahli. Karena di tiap-tiap daearah mempunyai standarnya masing-masing dan tidak bersifat universal. Menurut seorang ahli bernama Thomas Nix, kebutuhan taman untuk kota Bandung adalah seluas 3,5 m2 per orang. Sementara Malaysia, menetapkan bahwa standar pemenuhan kebutuhan tamannya adalah 1,9 m2 per orang, sedangkan negara Jepang menetapkan standar luas taman kota minimal seluas 5 m2 per orang. Ada pula yang berpendapat bahwa standar luas taman kota adalah 7-11,5 m2 per orang, ada juga yang berdasar pada luas dan jarak jangkauan dari tempat tinggal. Ada taman kecil yang luasnya kurang dari 2 ha yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari lingkungan rumah. Taman menengah luasnya 20 ha yang terletak 1,5 km dari perumahan dan taman besar yang luasnya minimal 60 ha dengan jarak 8 km dari perumahan.

    Standar luasan taman per orang, nampaknya sulit dipertahankan karena jumlah penduduk yang semakin bertambah, sementara luasan kotanya tetap dan tidak mungkin ada penambahan luasan. Menurut perhitungan KTT Bumi di Rio De Jainero, tahun 1995, jumlah taman kota yang ideal adalah 30% dari luas kota (Intisari, 1998 :162). Berdasarkan Permendagri No.14 tahun 1998 tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta adalah 40% dari luas kota Jakarta. luas wilayah Jakarta sekitar 65.000 hektar, maka luas ideal taman di Jakarta adalah 26.450 hektar. Sedangkan jumlah taman yang ada adalah 18.179,68 hektar (Kompas, 1997 : 20). Menurut Pemda DKI jumlah tersebut masih kurang memenuhi target taman yang ideal.

    Sebuah organisasi bernama National Recreation Association melakukan sebuah usaha untuk mengukur keefektifan penyediaan taman kota raya, dan merumuskan standar-standar dari segi luas per unit penduduk. Taman rayamenurut standar National Recreation Association merumuskan bahwa 1acre taman harus disediakan untuk 800 penduduk  (Laurie, 1986 : 42).

    Menurut Perencanaan Kawasan Perumahan Kota dalam hal ruang terbuka hijau adalah :

    a. Taman untuk 250 penduduk

    Setiap 250 penduduk dibutuhkan minimal 1 taman dan sekaligus tempat bermain anak yang luasnya sekurang-kurangnya 250 m2 atau standar = 1M2/p.

    b. Taman untuk 2500 penduduk

    Untuk setiap 2.500 penduduk diperlukan sekurang-kurangnya 1 daerah terbuka, disamping daerah-daerah terbuka yang telah ada pada tiap kelompok 2500 penduduk. Daerah terbuka ini sebaiknya berupa taman yang dapat juga digunakan untuk aktifitas olah raga seperti volley,badminton, dan lainnya. Luas area yang diperlukan adalah 1.250 m2 atau standar = 0,5 M2/p.

    Memang luas taman ideal sulit untuk ditentukan, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti letak geografis dan topografis, tingkat kesejahteraan dan budaya masyarakatnya. Namun mengingat betapa pentingnya fungsi taman kota, maka tentunya harus selalu diupayakan untuk terciptanya sebuah taman yang multi fungsi yakni terkait fungsi hidroorologis, ekologi, kesehatan, estetika dan rekreasi dan lain-lain. Disadari ataupun tidak, taman kota merupakan sebuah tempat yang dapat berperan sebagai sarana pengembangan budaya kota, pendidikan, dan menjadi pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan.

    Berikut adalah Standar taman kota berdasarkan fungsinya:

    a)      Standar Fungsi sosial

    Fungsi sosial dari taman kota antara lain :

    • sebagai tempat melakukan aktifitas bersama
    • sebagai tempat komunikasi sosial;
    • sebagai tempat peralihan dan menunggu;
    • sebagai tempat bermain dan olah raga;
    • sebagai sarana olah raga dan rekreasi;
    • sarana penghubung antara tempat satu dengan tempat lainnya;
    • pembatas diantara massa bangunan;
    • sarana penelitian dan pendidikan serta penyuluhan bagi masyarakat untuk membentuk kesadaran lingkungan hidup; sarana untuk menciptakan kebersihan, kesehatan, keserasian, dan keindahan lingkungan.

    b) Standar fungsi ekologis

    Fungsi ekologis dari taman kota antara lain :

    • Sarana Kesehatan (Higienis)

    Taman kota juga berperan sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Bahkan rindangnya taman dengan banyak pohon buah-buahan dan biji-bijian merupakan habitat yang baik bagi burung-burung untuk tinggal. Dengan demikian maka setiap pagi dan sore kita akan dapat mendengar suara kicauan burung-burung.

    Terkait pula dengan fungsi ekologis taman kota, taman itu sendiri juga dapat berfungsi sebagai filter berbagai gas pencemar dan debu, pengikat karbon, dan pengatur iklim mikro. Pepohonan yang  rimbun, dan rindang, terus-menerus menyerap dan mengolah gas-gas beracun yang mencemari kota seperti karbondioksida (CO 2), karbon monoksida (CO), timbal (Pb) dan gas-gas beracun lainnya, kemudian merubahnya menjadi oksigen segar yang siap dihirup warga kota setiap saat.

    Setiap jam, satu hektar daun-daun hijau dapat menyerap delapan kilogram CO 2 yang setara dengan CO 2 yang diembuskan oleh napas manusia sekitar 200 orang dalam waktu yang sama. Dengan tereduksinya polutan di udara maka masyarakat kota akan terhindar dari resiko yang berupa kemandulan, infeksi saluran pernapasan atas, stres, mual, muntah, pusing, kematian janin, keterbelakangan mental anak- anak, dan kanker kulit. Kota sehat, warga pun sehat.

    • Pengaturan Iklim (Klimatologis)

    Taman dapat melindungi manusia dari panas matahari dan tekanan suhu panas serta peneduh. Taman mampu menyerap panas dari atmosfer yang dekat dengan permukaan tanah disekitar tanaman, sehingga daerah disekitarnya menjadi nyaman.

    • Perlindungan (Protektif)

    Taman dapat melindungi manusia dari angin kencang, panas sinar matahari, serta mempunyai sifat melindungi dari asap-asap kendaraan dan gas-gas dari buangan industri dan gas beracun mengambang di udara, melalui proses kimiawi zat hijau daun dapat mengubah CO2 menjadi O2 juga gasgas lainnya seperti zat lemas (N) dan (S). memelihar ekosistem tertentu dan perlindungan plasma nuftah;

    • Pengaturan Persediaan Air Tanah (Hidrologis)

    Taman kota merupakan salah satu lahan terbuka hijau di tengah padatnya perkotaan. Taman kota berperan membantu fungsi hidrologi dalam hal penyerapan air dan mereduksi potensi banjir sebuah kawasan perkotaan. Pepohonan dalam taman kota melalui perakarannya yang dalam, mampu meresapkan air ke dalam tanah, sehingga pasokan air dalam tanah ( water saving) semakin meningkat dan jumlah aliran limpasan air juga berkurang, yang pada akhirnya akan mengurangi terjadinya banjir dalam kota tersebut. Menurut perkiraan, untuk setiap hektar ruang terbuka hijau, setidaknya mampu menyimpan 900 m 3 air tanah per tahun. Sehingga kekeringan sumur penduduk di musim kemarau dapat diatasi.

    • Penyeimbang Alam ( Edhapis)

    Tanaman dapat memberikan lingkungan hidup bagi makhluk

    • Keindahan (Estetika)

    Taman-taman diperkotaan dengan warna yang alami serta tekstur yang bermacam-macam dan perencanaan yang teratur akan menampakkan

    keindahan.

    • Kejiwaan (Psikis)

    Taman kota dapat membawa dan memberikan suasana sejuk dan tentram, serta damai bagi jiwa manusia.

    • Pendidikan (Edukatif)

    Taman dapat menjadi media untuk pendidikan pengetahuan alam, sarana penelitian, pendidikan, dan membentuk kesadaran lingkungan.

    • Pencipta Lingkungan Hidup (Ekologi)

    Taman merupakan pengikat yang menyatukan manusia dengan kondisi alam lingkungannya, sehingga antara manusia dengan taman seakan akan saling membutuhkan dalam kehidupan lingkungannya.

    • Sosial-Ekonomi

    Taman kota mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia, karena merupakan tempat rekreasi warga.

    Selain standar taman kota berdasarkan fungsi, terdapat juga standar taman kota berdasarkan kota. Menurut perhitungan KTT Bumi di Rio De Jainero, tahun 1995, jumlah taman kota yang ideal adalah 30% dari luas kota.

    Elemen-elemen taman kota yang sering atau biasa kita jumpai yaitu terdiri dari :

    a. Material Landscape atau Vegetasi

    Yang termasuk dalam elemen landscape antara lain :

    1. Pohon yaitu tanaman kayu keras dan tumbuh tegak, berukuran besar dengan percabangan yang kokoh. Yang termasuk dalam jenis pohon ini adalah asam kranji, lamtorogung, akasia, dan lainnya.Pohon pada area taman berfungsi sebagai tanaman peneduh.
    2. Perdu yakni jenis tanaman seperti pohon tetapi berukuran kecil, batang cukup berkayu tetapi kurang tegak dan kurang kokoh. Yang termasuk dalam jenis perdu adalah bougenvillle, kol banda, kembang sepatu, dan lainnya.
    3. Semak adalah tanaman yang agak kecil dan rendah, tumbuhnya melebar atau merambat. Yang termasuk dalam jenis semak adalah teh-tehan,dan lainnya.
    4. Tanaman penutup tanah yaitu tanaman yang lebih tinggi rumputnya, berdaun dan berbunga indah. Yang termasuk dalam jenis ini adalah krokot, nanas hias dan lainnya.
    5. Rumput adalah jenis tanaman pengalas, merupakan tanaman yang persisi berada diatas tanah. Yang termasuk dalam jenis ini adalah rumput jepang, rumput gajah, dan lainnya.

    b. Material Pendukung atau Elemen Keras.

    Yang termasuk dalam material pendukung adalah :

    1) Kolam


    Kolam dibuat dalam rangka menunjang fungsi gedung atau merupakan bagian taman yang memiliki estetika sendiri. Kolam sering dipadukan dengan batuan tebing dengan permainan air yang menambah kesan dinamis. Kolam akan tampil hidup bila ada permainan air didalamnya. Taman dengan kolam akan mampu meningkatan kelembaban lingkungan sehingga dapat berfungsi sebagai penyejuk lingkungan.

    2) Tebing Buatan

    Tebing buatan atau artificial banyak diminati oleh penggemar taman. Tebing ini dibuat untuk memberikan kesan alami, menyatu dengan alam, tebing dibuat dengan maksud untuk menyembunyikan tembok pembatas dinding yang licin massif, agar tidak menyilaukan pada saat matahari bersinar sepanjang siang. Penambah air kolam terjun pada tebing buatan akan menambah suasana sejuk dan nyaman.

    3) Batuan

    Batuan tidak baik bila diletakkan di tengah taman, sebaiknya diletakkan agak menepi atau pada salah satu sudut taman. Sebagian batu yang terpendamdi dalam tanah akan memberi kesan alami dan terlihat menyatu dengan taman akan terlihat lebih indah bila ada penambahan koloni taman pada sela-sela batuan.

    4) Gazebo

    Gazebo adalah bangunan peneduh atau rumah kecil di taman yang berfungsi sebagai tempat beristirahat menikmati taman. Sedangkan bangku taman adalah bangku panjang yang disatukan dengan tempat duduknya dan ditempatkan digazebo atau tempat-tempat teduh untuk beristirahat sambil menikmati taman. Bahan pembuatan gazebo atau bangku taman tidak perlu berkesan mewah tetapi lebih ditekankan pada nilai keindahan, kenyamanan dalam suasana santai, akrab, dan tidak resmi. Gazebo atau bangku taman bisa terbuat dari kayu, bambu, besi atau bahan lain yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi taman. Atapnya dapat bermacam-macam, mulai dari genting, ijuk, alang-alang dan bahan lain yang berkesan tahan sederhana.

    5) Jalan Setapak (Stepping Stone)


    Jalan setapak atau steppig stone dibuat agar dalam pemeliharaan taman tidak merusak rumput dan tanaman, selain itu jalan setapak berfungsi sebagai unsur variasi elemen penunjang taman.

    6) Perkerasan

    Perkerasan pada taman dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam bahan, seperti tegel, paving, aspal, batu bata, dan bahan lainnya. Tujuan perkerasan adalah untuk para pejalan kaki (pedestrian) atau sebagai pembatas.

    7) Lampu Taman

    Lampu taman merupakan elemen utama sebuah taman dipergunakan untuk menunjang suasana di malam hari. Lampu berfungsi sebagai penerang taman dan sebagai nilai eksentrik pada taman.