• Taman Tugu Kota Malang

    Date: 2010.10.31 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Taman Tugu

    Kota Malang sejak masa kolonial sudah dikenal sebagai tempat peristirahatan dan tujuan wisata bangsa Eropa terutama dari Negeri Belanda. Iklim tropis pegunungan yang sejuk dan kaya pemandangan indah serta lingkungan yang alami dikelilingi oleh perkebunan, pegunungan, sungai dan taman menjadikan Kota Malang dikenal sebagai Paris Van East Java dan Switzerland of Indonesia. Namun sekarang ini, kondisi Kota Malang mulai berubah. Malang tidak lagi sesejuk masa itu, hal ini dikarenakan semakin padatnya jumlah penduduk yang menetap di Kota Malang. Perbandingan antara Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan luas bangunan yang ada di Kota Malang sudah jauh dari kata sesuai. Saat ini RTH di Kota Malang semakin sulit dijumpai, dan sebaliknya fasilitas umum berupa pusat perbelanjaan (Mall), pertokoan dan pemukiman semakin merebak di seluruh penjuru kota. Padahal sebenarnya, semakin meningkatnya jumlah penduduk, justru kebutuhan akan RTH dalam sebuah kota semakin tinggi yaitu untuk tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Hal ini lah yang menjadikan taman kota sebagai bagian penting bagi penduduk perkotaan. Namun sayangnya, peranan RTH dalam sebuah kota seringkali tidak dianggap dan kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kota.

    Salah satu RTH yang berada di Kota Malang dan memiliki nilai estetik cukup tinggi adalah Taman Tugu. Taman Tugu merupakan sebuah taman yang terletak di jantung kota dan sekaligus menjadi identitas Kota Malang, yakni berada di Jl. Tugu depan Balai Kota Malang. Sebutan lain untuk Taman Tugu adalah Alun-alun bunder. Taman Tugu ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, awal mula disebut taman tugu karena di dalam taman tersebut terdapat sebuah monumen tugu peninggalan pemerintah Kolonial Belanda ketika mereka menjajah Indonesia. Monumen Tugu tersebut adalah bekas dari Taman Gubernur Jenderal Hindia Belanda J.P. Zoen Coen. Monumen Tugu ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 20 Mei 1953. Adapun bentuk dan arti Monumen Tugu Kota Malang adalah :

    1. Tugu monumen yang berbentuk bambu tajam berarti bahwa senjata inilah yang pertama kali digunakan bangsa Indonesia ketika merekamenghadapi Kolonialisme Belanda dan berusaha merebut kemerdekaannya.
    2. Rantai yang mengambarkan kesatuan Indonesia dalam perjuangan yang tidak mungkin akan bisa dipisahkan.
    3. Tangga yang berbentuk 4 dan 5 sudut menggambarkan tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 1945.
    4. Bintang mempunyai 8 tingkat dan 17 pondasi, berarti 17 Agustus. Menggambarkan tanggal dan bulan Kemerdekaan Indonesia.
    5. Monumen ini terletak di tengah-tengah kolam yang di dalamnya terdapat Bunga Teratai yang berwarna putih dan merah.Melambangkan keberanian dan kesucian rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

    misi narsiz dikit yaaaak hahaaayyyy

    Desain Taman Tugu

    Taman tugu termasuk kedalam kategori taman buatan atau artificial yaitu sebuah taman yang elemen-elemennya lebih banyak didominasi dengan elemen buatan manusia. Taman Tugu dirancang untuk menyeimbangkan kondisi kota dan taman kota, antara lain bermanfaat untuk mengendalikan suhu, panas sinar matahari, pengendali angin, memperbaiki kualitas udara, untuk sarana bermain, rekreasi, memberikan kesenangan, kegembiraan, kenyamanan, sebagai pembatas fisik, pengontrol pandangan, dan lain sebagainya.

    Taman Tugu merupakan sebuah taman dengan konsep interaktif. Yakni selain bisa menikmati keindahan taman dari jarak jauh, warga juga bisa masuk lalu merasakan langsung pesona keindahan taman. Dengan luas taman sebesar 11.923 m2, taman Tugu dipercantik dengan adanya berbagai macam bunga-bungaan, rumput hijau yang terbentang seperti karpet, tanaman perdu, semak dan pohon yang terdapat di pinggir taman yang berfungsi sebagai naungan pengunjung serta menambah resapan air tanah. Point of interst dari taman Tugu yaitu terletak pada monumen tugu yang berada ditengah kolam dan di pusat taman ditambah dengana adanya bunga teratai putih di dalam kolam semakin memperindah taman. Taman Tugu juga dilengkapi dengan elemen buatan manusia seperti tempat duduk di sekeliling kolam, lampu taman, pedestrian (tempat jalan kaki) namun sayangnya pedestrian di taman Tugu kurang luas. Selain itu taman tugu juga dilengkapi dengan fasilitas tempat pembuangan sampah yang dibedakan menjadi 2 yaitu untuk sampah organik dan anorganik yang mengitari kolam ditengah taman disamping pedestrian, ini dimaksudkan agar pengunjung dapat membuang sampah dengan mudah (tidak disembarang tempat). Namun sayangnya, tempat sampah kurang terwat dan banyak coretan dimana-mana. Tidak seperti alun-alun Kota, di alun-alun bunder ini tidak terdapat pedagang kaki lima, jadi untuk masalah kebersihan dan keindahan, menurut saya taman Tugu terlihat lebih bersih, indah dan rapi. Agar keindahan taman tetap terjaga, pemerintah kota telah menyiapkan 12 orang anggota pasukan hijau yang ditugaskan khusus untuk merawat taman Tugu. Untuk tahun ini, taman Tugu mampu mengungguli Taman Kota lainnya bahkan karena keindahannya, taman Tugu berhasil mendapat predikat Taman Kota terbaik tingkat Nasional


    Lingkungan sekitar Taman Tugu

    Taman Tugu terletak di pusat Kota Malang, taman ini dikelilingi oleh fasilitasi publik seperti gedung dewan, balai kota, hotel Splendid, Sekolah HBS/AMS (sekarang SMA 1 dan SMA 4 Negeri Malang), rumah tinggal panglima militer. Taman Tugu memiliki lima sudut pandang, yait dari Jalan Kertanegara, Jalan Gajahmada, Jalan Majapahit, Jalan Kahuripan dan Jalan Untung Suropati. Secara keselruhan, seluruh bangunan di sekitar taman Tugu mengarah ke taman sebagai pusatnya.

    Aktivitas Pengunjung

    terimakasih pasukan hijau telah merawat taman kita bersama ^^

    ayo kerja yang semangat pak...!! jangan duduk2 aja...

    Taman Tugu tidak pernah sepi pengunjung, walaupun tidak terlalu ramai namun  pengunjung selalu datang silih berganti untuk menikmati keindahan taman Tugu. Pada pagi hari, biasanya taman Tugu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berolahraga, jogging mengitari taman, atau hanya sekedar berjalan-jalan menghirup udara segar pagi hari serta melihat pemandangan taman kota dan tentunya sambil foto-foto, Heheheeee :-). Sekitar pukul 9 pagi, para petugas pasukan hijau mulai datang membersihkan, merapikan dan dan merawat taman.

    taman Tugu bagus ya mister,,,, hheeeee 😀

    Pada siang sampai sore hari, pengunjung taman Tugu tidak terlalu ramai. Namun, kebetulan waktu saya datang kesana sedang ada turis asing yang sedang mengabadikan moment-momenya di kota Malang, alias foto-toto di taman Tugu ikon Kota Malang. Heheheeee ^,^. Menjelang sore hari ada sepasang sejoli yang sedang duduk santai sambil berbincang-bincang di kursi taman di pinggir kolam, heheeeee menikmati suasana sore hari di taman Tugu hanya berdua…. :-p

    Taman Tugu Sore Hari,...

    Taman Tugu Malam Hari.... banyak lampu warna-warni,,, 😀

    Saat malam hari, lampu-lampu taman pun mulai dinyalakan. Lampu kolam di tengah taman yang berwarna-warni ditambah pancuran air mancur membuat monumen Tugu terlihat lebih estetik. Suasana taman yang indah, nyaman dan bersih ditambah dengan lampu yang berwarna-warni membuat suasana menjadi sangat romantis. Suasana malam hari di taman Tugu banyak dimanfaatkan oleh para muda-mudi (sejoli) untuk sekedar jalan-jalan atau duduk-duduk ngobrol sambil menikmati sejuknya udara di sekitar taman dan indahnya pancaran gemerlap lampu taman. Selain itu biasanya taman tugu juga dimanfaatkan untuk rekreasi keluarga, walaupun hanya sekedar berjalan-jalan, bermain dan berlarian diatas rumput hijau yang seperti karpet, dan bercengkrama antar anggota keluarga.

    Ssssstttt ada orang pacaran,,, hihihiiiiiii 😀

    elemen taman menyatu dan melengkapi keindahan Taman Tugu

    Dari berbagai sisi positif keindahan taman Tugu Kota Malang, namun masih ada sedikit koreksi dari saya pribadi tentang taman Tugu. Yaitu tentang pemeliharaan dan penambahan fasilitas umum untuk para pengunjung, supaya pengunjung merasa lebih nyaman dan betah berlama-lama di taman Tugu. Contoh fasilitas yang perlu  dipelihara yaitu kebersihan tempat sampah, tempat duduk di pinggir kolam, dan pedstrian yang berlubang dan bergelombang (kurang rata). Untuk fasilitas yang perlu ditambahkan antara lain, toilet umum dan tempat parkir. Semoga sedikit saran dan ulasan dari saya pribadi tentang taman Tugu bisa bermanfaat bagi kita semua….. Amien…..

    Terimakasih ^,^

    Posted by

    Navita Maharani

    0810440249

    Pengantar Arsitektur Lanskap

    Kelas C

    Source: http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASH0116/df2fe2e0.dir/doc.pdf


  • Taman Kota

    Date: 2010.10.26 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Pengertian tentang taman kota sangat banyak, luas dan beragam menurut berbagai sumber. Dan akhirnya disini bisa saya simpulkan bahwa taman kota merupakan suatu kawasan ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan, lengkap dengan segala fasilitasnya untuk kebutuhan masyarakat kota sebagai tempat rekreasi aktif (taman aktif) maupun tempat rekreasi pasif (taman pasif) . Di samping sebagai tempat rekreasi warga kota, sebagai paru-paru kota, juga sebagai pengendali iklim mikro, konservasi tanah dan air, serta merupakan habitat berbagai flora dan fauna terutama burung.

    Pengertian dari taman aktif adalah taman yang di dalamnya di bangun suatu kegiatan pemakai taman, sehingga pemakai taman secara aktif menggunakan fasilitas di dalamnya. Sedangkan taman pasif yaitu taman yang di bentuk agar dapat dinikmati keindahan visualnya, sebagai aksentuasi untuk menarik perhatian, dan karena kerindangannya, tetapi tanpa mengadakan aktifitas di dalamnya, seperti taman yang berada di pertigaan, di perempatan, taman meredian di perkotaan dan lainnya.


    Standar Taman Kota

    Sebuah pertanyaan besar tentang “berapakah sesungguhnya standar luas taman kota yang sesuai?”, sampai saat ini masih belum ada kesepakatan dari para ahli. Karena di tiap-tiap daearah mempunyai standarnya masing-masing dan tidak bersifat universal. Menurut seorang ahli bernama Thomas Nix, kebutuhan taman untuk kota Bandung adalah seluas 3,5 m2 per orang. Sementara Malaysia, menetapkan bahwa standar pemenuhan kebutuhan tamannya adalah 1,9 m2 per orang, sedangkan negara Jepang menetapkan standar luas taman kota minimal seluas 5 m2 per orang. Ada pula yang berpendapat bahwa standar luas taman kota adalah 7-11,5 m2 per orang, ada juga yang berdasar pada luas dan jarak jangkauan dari tempat tinggal. Ada taman kecil yang luasnya kurang dari 2 ha yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari lingkungan rumah. Taman menengah luasnya 20 ha yang terletak 1,5 km dari perumahan dan taman besar yang luasnya minimal 60 ha dengan jarak 8 km dari perumahan.

    Standar luasan taman per orang, nampaknya sulit dipertahankan karena jumlah penduduk yang semakin bertambah, sementara luasan kotanya tetap dan tidak mungkin ada penambahan luasan. Menurut perhitungan KTT Bumi di Rio De Jainero, tahun 1995, jumlah taman kota yang ideal adalah 30% dari luas kota (Intisari, 1998 :162). Berdasarkan Permendagri No.14 tahun 1998 tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta adalah 40% dari luas kota Jakarta. luas wilayah Jakarta sekitar 65.000 hektar, maka luas ideal taman di Jakarta adalah 26.450 hektar. Sedangkan jumlah taman yang ada adalah 18.179,68 hektar (Kompas, 1997 : 20). Menurut Pemda DKI jumlah tersebut masih kurang memenuhi target taman yang ideal.

    Sebuah organisasi bernama National Recreation Association melakukan sebuah usaha untuk mengukur keefektifan penyediaan taman kota raya, dan merumuskan standar-standar dari segi luas per unit penduduk. Taman rayamenurut standar National Recreation Association merumuskan bahwa 1acre taman harus disediakan untuk 800 penduduk  (Laurie, 1986 : 42).

    Menurut Perencanaan Kawasan Perumahan Kota dalam hal ruang terbuka hijau adalah :

    a. Taman untuk 250 penduduk

    Setiap 250 penduduk dibutuhkan minimal 1 taman dan sekaligus tempat bermain anak yang luasnya sekurang-kurangnya 250 m2 atau standar = 1M2/p.

    b. Taman untuk 2500 penduduk

    Untuk setiap 2.500 penduduk diperlukan sekurang-kurangnya 1 daerah terbuka, disamping daerah-daerah terbuka yang telah ada pada tiap kelompok 2500 penduduk. Daerah terbuka ini sebaiknya berupa taman yang dapat juga digunakan untuk aktifitas olah raga seperti volley,badminton, dan lainnya. Luas area yang diperlukan adalah 1.250 m2 atau standar = 0,5 M2/p.

    Memang luas taman ideal sulit untuk ditentukan, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti letak geografis dan topografis, tingkat kesejahteraan dan budaya masyarakatnya. Namun mengingat betapa pentingnya fungsi taman kota, maka tentunya harus selalu diupayakan untuk terciptanya sebuah taman yang multi fungsi yakni terkait fungsi hidroorologis, ekologi, kesehatan, estetika dan rekreasi dan lain-lain. Disadari ataupun tidak, taman kota merupakan sebuah tempat yang dapat berperan sebagai sarana pengembangan budaya kota, pendidikan, dan menjadi pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan.

    Berikut adalah Standar taman kota berdasarkan fungsinya:

    a)      Standar Fungsi sosial

    Fungsi sosial dari taman kota antara lain :

    • sebagai tempat melakukan aktifitas bersama
    • sebagai tempat komunikasi sosial;
    • sebagai tempat peralihan dan menunggu;
    • sebagai tempat bermain dan olah raga;
    • sebagai sarana olah raga dan rekreasi;
    • sarana penghubung antara tempat satu dengan tempat lainnya;
    • pembatas diantara massa bangunan;
    • sarana penelitian dan pendidikan serta penyuluhan bagi masyarakat untuk membentuk kesadaran lingkungan hidup; sarana untuk menciptakan kebersihan, kesehatan, keserasian, dan keindahan lingkungan.

    b) Standar fungsi ekologis

    Fungsi ekologis dari taman kota antara lain :

    • Sarana Kesehatan (Higienis)

    Taman kota juga berperan sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Bahkan rindangnya taman dengan banyak pohon buah-buahan dan biji-bijian merupakan habitat yang baik bagi burung-burung untuk tinggal. Dengan demikian maka setiap pagi dan sore kita akan dapat mendengar suara kicauan burung-burung.

    Terkait pula dengan fungsi ekologis taman kota, taman itu sendiri juga dapat berfungsi sebagai filter berbagai gas pencemar dan debu, pengikat karbon, dan pengatur iklim mikro. Pepohonan yang  rimbun, dan rindang, terus-menerus menyerap dan mengolah gas-gas beracun yang mencemari kota seperti karbondioksida (CO 2), karbon monoksida (CO), timbal (Pb) dan gas-gas beracun lainnya, kemudian merubahnya menjadi oksigen segar yang siap dihirup warga kota setiap saat.

    Setiap jam, satu hektar daun-daun hijau dapat menyerap delapan kilogram CO 2 yang setara dengan CO 2 yang diembuskan oleh napas manusia sekitar 200 orang dalam waktu yang sama. Dengan tereduksinya polutan di udara maka masyarakat kota akan terhindar dari resiko yang berupa kemandulan, infeksi saluran pernapasan atas, stres, mual, muntah, pusing, kematian janin, keterbelakangan mental anak- anak, dan kanker kulit. Kota sehat, warga pun sehat.

    • Pengaturan Iklim (Klimatologis)

    Taman dapat melindungi manusia dari panas matahari dan tekanan suhu panas serta peneduh. Taman mampu menyerap panas dari atmosfer yang dekat dengan permukaan tanah disekitar tanaman, sehingga daerah disekitarnya menjadi nyaman.

    • Perlindungan (Protektif)

    Taman dapat melindungi manusia dari angin kencang, panas sinar matahari, serta mempunyai sifat melindungi dari asap-asap kendaraan dan gas-gas dari buangan industri dan gas beracun mengambang di udara, melalui proses kimiawi zat hijau daun dapat mengubah CO2 menjadi O2 juga gasgas lainnya seperti zat lemas (N) dan (S). memelihar ekosistem tertentu dan perlindungan plasma nuftah;

    • Pengaturan Persediaan Air Tanah (Hidrologis)

    Taman kota merupakan salah satu lahan terbuka hijau di tengah padatnya perkotaan. Taman kota berperan membantu fungsi hidrologi dalam hal penyerapan air dan mereduksi potensi banjir sebuah kawasan perkotaan. Pepohonan dalam taman kota melalui perakarannya yang dalam, mampu meresapkan air ke dalam tanah, sehingga pasokan air dalam tanah ( water saving) semakin meningkat dan jumlah aliran limpasan air juga berkurang, yang pada akhirnya akan mengurangi terjadinya banjir dalam kota tersebut. Menurut perkiraan, untuk setiap hektar ruang terbuka hijau, setidaknya mampu menyimpan 900 m 3 air tanah per tahun. Sehingga kekeringan sumur penduduk di musim kemarau dapat diatasi.

    • Penyeimbang Alam ( Edhapis)

    Tanaman dapat memberikan lingkungan hidup bagi makhluk

    • Keindahan (Estetika)

    Taman-taman diperkotaan dengan warna yang alami serta tekstur yang bermacam-macam dan perencanaan yang teratur akan menampakkan

    keindahan.

    • Kejiwaan (Psikis)

    Taman kota dapat membawa dan memberikan suasana sejuk dan tentram, serta damai bagi jiwa manusia.

    • Pendidikan (Edukatif)

    Taman dapat menjadi media untuk pendidikan pengetahuan alam, sarana penelitian, pendidikan, dan membentuk kesadaran lingkungan.

    • Pencipta Lingkungan Hidup (Ekologi)

    Taman merupakan pengikat yang menyatukan manusia dengan kondisi alam lingkungannya, sehingga antara manusia dengan taman seakan akan saling membutuhkan dalam kehidupan lingkungannya.

    • Sosial-Ekonomi

    Taman kota mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia, karena merupakan tempat rekreasi warga.

    Selain standar taman kota berdasarkan fungsi, terdapat juga standar taman kota berdasarkan kota. Menurut perhitungan KTT Bumi di Rio De Jainero, tahun 1995, jumlah taman kota yang ideal adalah 30% dari luas kota.

    Elemen-elemen taman kota yang sering atau biasa kita jumpai yaitu terdiri dari :

    a. Material Landscape atau Vegetasi

    Yang termasuk dalam elemen landscape antara lain :

    1. Pohon yaitu tanaman kayu keras dan tumbuh tegak, berukuran besar dengan percabangan yang kokoh. Yang termasuk dalam jenis pohon ini adalah asam kranji, lamtorogung, akasia, dan lainnya.Pohon pada area taman berfungsi sebagai tanaman peneduh.
    2. Perdu yakni jenis tanaman seperti pohon tetapi berukuran kecil, batang cukup berkayu tetapi kurang tegak dan kurang kokoh. Yang termasuk dalam jenis perdu adalah bougenvillle, kol banda, kembang sepatu, dan lainnya.
    3. Semak adalah tanaman yang agak kecil dan rendah, tumbuhnya melebar atau merambat. Yang termasuk dalam jenis semak adalah teh-tehan,dan lainnya.
    4. Tanaman penutup tanah yaitu tanaman yang lebih tinggi rumputnya, berdaun dan berbunga indah. Yang termasuk dalam jenis ini adalah krokot, nanas hias dan lainnya.
    5. Rumput adalah jenis tanaman pengalas, merupakan tanaman yang persisi berada diatas tanah. Yang termasuk dalam jenis ini adalah rumput jepang, rumput gajah, dan lainnya.

    b. Material Pendukung atau Elemen Keras.

    Yang termasuk dalam material pendukung adalah :

    1) Kolam


    Kolam dibuat dalam rangka menunjang fungsi gedung atau merupakan bagian taman yang memiliki estetika sendiri. Kolam sering dipadukan dengan batuan tebing dengan permainan air yang menambah kesan dinamis. Kolam akan tampil hidup bila ada permainan air didalamnya. Taman dengan kolam akan mampu meningkatan kelembaban lingkungan sehingga dapat berfungsi sebagai penyejuk lingkungan.

    2) Tebing Buatan

    Tebing buatan atau artificial banyak diminati oleh penggemar taman. Tebing ini dibuat untuk memberikan kesan alami, menyatu dengan alam, tebing dibuat dengan maksud untuk menyembunyikan tembok pembatas dinding yang licin massif, agar tidak menyilaukan pada saat matahari bersinar sepanjang siang. Penambah air kolam terjun pada tebing buatan akan menambah suasana sejuk dan nyaman.

    3) Batuan

    Batuan tidak baik bila diletakkan di tengah taman, sebaiknya diletakkan agak menepi atau pada salah satu sudut taman. Sebagian batu yang terpendamdi dalam tanah akan memberi kesan alami dan terlihat menyatu dengan taman akan terlihat lebih indah bila ada penambahan koloni taman pada sela-sela batuan.

    4) Gazebo

    Gazebo adalah bangunan peneduh atau rumah kecil di taman yang berfungsi sebagai tempat beristirahat menikmati taman. Sedangkan bangku taman adalah bangku panjang yang disatukan dengan tempat duduknya dan ditempatkan digazebo atau tempat-tempat teduh untuk beristirahat sambil menikmati taman. Bahan pembuatan gazebo atau bangku taman tidak perlu berkesan mewah tetapi lebih ditekankan pada nilai keindahan, kenyamanan dalam suasana santai, akrab, dan tidak resmi. Gazebo atau bangku taman bisa terbuat dari kayu, bambu, besi atau bahan lain yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi taman. Atapnya dapat bermacam-macam, mulai dari genting, ijuk, alang-alang dan bahan lain yang berkesan tahan sederhana.

    5) Jalan Setapak (Stepping Stone)


    Jalan setapak atau steppig stone dibuat agar dalam pemeliharaan taman tidak merusak rumput dan tanaman, selain itu jalan setapak berfungsi sebagai unsur variasi elemen penunjang taman.

    6) Perkerasan

    Perkerasan pada taman dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam bahan, seperti tegel, paving, aspal, batu bata, dan bahan lainnya. Tujuan perkerasan adalah untuk para pejalan kaki (pedestrian) atau sebagai pembatas.

    7) Lampu Taman

    Lampu taman merupakan elemen utama sebuah taman dipergunakan untuk menunjang suasana di malam hari. Lampu berfungsi sebagai penerang taman dan sebagai nilai eksentrik pada taman.

  • Elemen Khusus dalam Taman Bali

    Date: 2010.10.15 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Taman Bali, sebenarnya hampir mirip dengan taman jepang. Hal ini bisa dilihat dari adanya unsur air, batu, dan tanaman-tanaman dalam kedua taman tersebut. Namun, di sini taman gaya Bali biasanya lebih mudah diketahui karena adanya elemen-elemen khusus yang menjadi ciri khas dari taman Bali itu sendiri, yaitu  dapat dilihat dari bentuk komponen tamannya seperti adanya candi Bentar atau gapura pintu masuk, bale Bengong dan bale Kul Kul. Selain itu biasanya juga terdapat water feature yang mengisi taman serta menjadi ciri dari taman tropis bergaya Bali. Kehadiran kolam kecil dengan bentuk kolam renang atau kolam ikan menjadi pelengkap taman yang dapat memberi keseimbangan jiwa dan ketenangan sebagai efek unsur air yang ada dalam area hunian.

    Ada beberapa elemen yang perlu diperhatikan dalam pembuatan taman Bali

    • Pemilihan Tempat Untuk Taman Bali

    Area luar rumah yang dapat dilihat dari ruang tamu, bagian pintu masuk rumah, atau pavilion samping rumah yang cukup luas dapat menjadi pilihan untuk menciptakan taman Bali.

    • Tanaman yang Sesuai untuk Taman Bali

    Tanaman yang bisa dipilih untuk memperindah taman Bali adalah tanaman gaya tropis dan biasanya berdaun lebar seperti kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), palem bali, kenanga, pisang bali, daun-daunan, Irish, Filodenron, Spatipilum, Adenium, Tricolor (mirip pohon kelapa), bamboo dan lain-lain. Untuk membuat suasana teduh, dapat dipilih kamboja cendana atau kamboja jepun (Adenium obesum). Kamboja ini adalah kamboja khas Bali dan ini wajib ada dalam tanam Bali. Tanaman lain yang dapat mendukung suasana pedesaan Bali adalah tanaman air tifa yang sekilas mirip tanaman padi.

    • Hiasan atau Ornamen Dekoratif untuk Taman Bali

    Ornamen yang dapat dipakai untuk taman Bali antara lain patung dari batu misalkan berbagai patung gaya Bali antara lain, patung Ganesha dan  patung Arjuna. Serta patung yang biasanya terkait dengan mitologi dan cerita rakyat Bali seperti patung katak, kura-kura, dan kera. Ornamen lain yang dapat digunakan untuk mempercantik taman Bali yaitu lampu taman dari kayu yang beratap ijuk atau lampu taman dari batu, hiasan pintu atau gapura pintu masuk dengan relief khas bali, ada gazebo, gentong yang bisa diisi dengan bunga lotus / teratai, payung upacara, ukiran di dinding taman, dan lain-lain. Untuk taburan lantai taman dapat dipakai batu koral atau batu dekoratif lainnya agar tercipta harmoni dengan ornamen patung. Batu candi dapat dipakai untuk menghubungkan teras dan taman. Untuk memperlengkap ornamen taman Bali, dapat juga ditambahkan Pelinggih. Pelinggih adalah tempat pemujaan bagi pemeluk Hindu.Untuk orang Hindu, pelinggih biasanya diletakkan di tempat yang paling baik. Untuk memberi kesan alami, dipakai pagar semen aci tanpa cat.

    Taman Bali termasuk taman basah dan keindahnya sangat diperngaruhi oleh budaya dari Pulau Bali sendiri. Banyak yang mengatakan bahwa  taman bergaya Bali sering memberikan kesan mistis dan eksotis, itu pun tergantung pada sudut pandang masing-masing individu.

    Namun, taman gaya Bali masih bisa diolah sedemikian rupa sehingga kesan mistis dan eksotis tersebut akan berubah dan dapat memberikan kesan yang lebih hangat dan alami. Selain itu taman ini juga sangat fleksibel untuk digabungkan dengan taman-taman bergaya klasik hingga modern sesuai dengan keinginan kita untuk membuat taman mungil yang indah dan berkesan. Untuk penempatan taman gaya bali, sama dengan taman-taman model yang lain yang paling penting dapat dilihat dari berbagai arah bisa didepan ruang tamu, bagian pintu masuk rumah, atau pavilion samping dapat menjadi pilihan untuk menciptakan taman Bali.

  • Hello world!

    Date: 2010.10.14 | Category: Uncategorized | Response: 1

    Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!

My calendar

September 2019
S M T W T F S
« Oct    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Archives

For searching