TUGAS STELA2013 MINGGU 4

Latihan

1.  meneruskan pengayaan bahan kajian seperti yang dituliskan pada minggu kedua

Resume Materi  Minggu Ke-4

Prinsip-prinsip Survei Tanah

Satuan peta tanah (satuan peta) dan satuan taksonomi merupakan dua istilah yang berbeda.Satuan peta tanah merupakan satuan yang dibatasi di lapangan berdasarkan pada kenampakan bentang alam (landscape).Satuan taksonomi (satuan tanah) merupakan satuan yang diperoleh dari menentukan suatu selang sifat (range in characteristic) tertentu dari sifat-sifat tanah yang didefinisikan oleh suatu sistim klasifikasi tanah.Setiap satuan peta tanah bisa berisi satu atau lebih satuan taksonomi tanah.Satuan Peta Tanah (SPT) dibuat tergantung pada tingkat ketelitian survei atau tingkatan pemetaan yang dilakukan, sehingga satuan peta tanah dapat memiliki kisaran karakteristik yang luas maupun yang sempit.Macam satuan peta tanah menurut (Wambeke dan Forbes, 1986) ada empat yaitu konsosiasi, asosiasi, komplek, dan kelompok tak dibedakan (‘undifferntiated groups’).Penamaan satuan peta tanah yang dikemukakan dalam hal ini adalah penamaan menggunakan sistem klasifikasi Taksonomi Tanah USDA (Soil Survey Staff, 1990; 2003). Di dalam penentuan batas tanah, ada tiga metode yang dapat dilakukan, yaitu metoda: grid kaku, grid bebas, dan fisiografik.Metode survei grid biasa disebut juga metode grid kaku. Skema pengambilan contoh tanah secara sistematik dirancang dengan mempertimbangkan kisaran spasial autokorelasiyang diharapkan.Jarak pengamatan dibuat secara teratur pada jarak tertentu untuk seluruh daerah survei.Pengamatan tanah dilakukan dengan pola teratur dan jarak 15 pengamatan tergantung dari skala peta.Survei grid ini sangat cocok diterapkan pada daerah yang posisi pemetanya sukar ditentukan dengan pasti. Keuntungan dari metode survei grid ini diantaranya tidak memerlukan penyurvei yang berpengalaman karena lokasi titik-titik pengamatan sudah diplot pada peta rencana pengamatan, sangat baik diterapkan pada daerah yang luas yang memerlukan penyurvei dalam jumlah besar, cukup teliti dalam menentukan batas satuan peta tanah pada daerah survei yang relatif datar, dan dapat mengurangi sejumlah sifat tanah pada suatu variasi yang menggambarkan proporsi yang besar dari data yang tersedia. Kerugian dari metode survei grid ini antara lain memerlukan waktu yang lama, pemanfaatan seluruh titik-titik pengamatan sehingga tidak efektif, sebagian lokasi pengamatan tidak mewakili satuan peta yang dikehendaki.Metode survei fisiografi. Survei ini diawali dengan melakukan interpretasi foto udara (IFU) untuk mendelineasi landform yang terdapat di daerah survei, diikuti dengan pengecekan lapangan terhadap komposisi satuan peta, biasanya hanya di daerah pewakil.Survei ini umumnya diterapkan skala 1:50.000 – 1:200.000.Metode ini hanya dapat diterapkan jika tersedia foto udara yang berkualitas tinggi.Batas satuan peta sebagian besar atau seluruhnya didelineasi dari hasil IFU.Metode grid bebas (fleksibel).Metode ini merupakan perpaduan metode grid kaku dan metode fisiografi. Metode ini diterapkan pada survei detil hingga semi-detil, foto udara berkemampuan terbatas dan di tempat-tempat yang orientasi di lapangan cukup sulit dilakukan Pengamatan lapangan dilakukan seperti pada grid-kaku, tetapi jarak pengamatan tidak perlu sama dalam dua arah, tergantung fisiografi daerah survei. Dengan demikian kerapatan pengamatan disesuaikan menurut kebutuhan skala survei yang dilaksanakan serta tingkat kerumitan pola tanah di lapangan.Survey tanah umumnya dilaksanakan oleh suatu suatu tim yang terdiri dari beberapa reu. Pada dasarnya suatu peta tanah merupakan hasil interpretasi yang subyektif dari masing-masing regu (penyurvei), sehingga masing-masing penyurvei mempunyai interpretasi yang berbeda-beda terhadap konsep model hubungan tanah-bentang alam yang dipetakan.Dengan demikian peta tanah yang dihasilkan pun berbeda bagi masing-masing pemeta.Berdasarkan kenyataan tersebut, hasil kerja masing-masing regu hendaklah dikorelasikan satu dengan lainnya oleh seorang korelator yang bertanggung jawab terhadap peta yang dihasilkan.

2. Kerjakan bahan diskusi pada slide no 4 di bahan kuliah minggu 3

  1. Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0.4 cm2?

Jawab : Karena dalam penentuan luasan SPT terkecil terkecil ditujukan untuk mendapatkan kompleks tanah. Bila komponen tanah yang berasosiasi secara geografis, tetapi tidak dapat dipisahkan kecuali pada tingkat amat detil.

  1. Apakah dibenarkan kita membesarkan peta analog (misalnya peta tanah cetak) dgn scanner/foto copy  skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000? JELASKAN

Jawab : Tidak, karena jika kita hanya memfotocopy/scanner memperbesar peta ataupun memperkecilnya, maka pada bagian dalam peta tersebut ada yang hilang atau bertambah. Kecuali jika membuat ulang dan memperkecil skala sebelumnya.

  1. Skala peta
    1. Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0.8 cm2 pd peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?
    2. Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?
      • Eksplorasi (1: 1000.000)

Jawab        : L. Sebenranya   = 0.8cm2 x (1.000.000)= 0.8 x 1012 cm= 0.8 x 104 ha

      • Tinjau (1:250.000)

Jawab        : L. Sebenarnya   = 0.8 cmx (250.000)2 = 0.8 x 625 x 108 = 500 x 10cm = 500 ha

      • Semi detil (1:50.000)

Jawab        : L. Sebenarnya   = 0.8 cmx (50.000)= 20 x 108  cm = 20 ha

      • Detil (1:25.000)

Jawab        : L. Sebenarnya   = 0.8 x 625 x 10= 500 x 10cm = 5 ha

      • Sangat Detil (1:5 000)

Jawab        : L. Sebenarnya    = 0.8 cmx (5000)= 20 x 10cm= 20-1 ha 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

TUGAS STELA2013 MINGGU 3

Koleksi Peta

1.  Meneruskan Pengayaan Bahan Kajian Seperti Yang Dituliskan Pada Minggu Kedua

2. Koleksi Peta Rupa Bumi/Topografi, Geologi, Peta Tanah, Dan Peta Penggunaan Lahan Masing-Masing Asal Daerah Anda.

Peta Rupa Bumi

PETA RUPA BUMI

  1. -    Judul                                  :  Peta Rupa Bumi Indeks Peta Jawa dan Bali

-          Tahun Penerbitan              : 2010

-          Pembuat Peta                    : Pusat Pelayanan Jasa dan Informasi Badan Koordinasi Survei Dan Pemetaan Nasional

 

  1. -     Skala                                 :1: 250000

-          Sistem proyeksi                 : Silinder

Peta Geologi

PETA GEOLOGI

  1. -    Judul                                  :  Peta Geologi Kabupaten Jombang

-          Tahun Penerbitan              : 2010

-          Pembuat Peta                    : Badan Geologi

 

  1. -     Skala                                 :1: 792060

 

-          Sistem Proyeksi                 : Silinder

 

 

 

 

 

 

Peta Tanah

 PETA TANAH

 

 

  1. -    Judul                                  :  Peta Tanah Kabupaten Jombang

-          Tahun Penerbitan              : 2011

-          Pembuat Peta                    : Denantasya Tamasya

 

  1. -     Skala                                 :1: 100000

-          Sistem Proyeksi                 : Silinder

 

Penggunaan Lahan

Penggunaan Lahan

Keterangan:

1. Luas wilayah kabupaten 115.950 Ha : 1.159,5 Km²

2. Terletak membentang antara 7.20′ dan 7.45′ .Lintang Selatan 5.20º – 5.30 º Bujur Timur

3. Batas-batas wilayah kabupaten:

  • Utara   : Kabupaten Lamongan
  • Selatan : Kabupaten Kediri
  • Timur   : Kabupaten Mojokerto
  • Barat   : Kabupaten Nganjuk

4. Administrasi Pemerintahan terdiri dari 21 Kecamatan dan 301 desa, 5 kelurahan

5. Kecamatan terluas: Kecamatan Kabuh (13.233 Ha)

6. Kecamatan terkecil: Kecamatan Ngusikan (34,980 Ha)

7. Curah hujan terbesar antara 1750 s/d 2500 mm pertahun

 

 

Resume Materi  Minggu Ke-3

Peta Tanah dan Legenda

Berdasarkan tingkatannya, survei tanah dibedakan atas enam macam, yaitu peta tanah bagan, eksplorasi, tinjau, semi-detil, detil dan sangat detil. Masing-masing peta tersebut memiliki skala peta yang berbeda-beda.Peta tanah bagan, peta ini dibuat sebagai hasil kompilasi dan generalisasi peta-peta tanah eksplorasi atau peta tanah tinjau.Peta ini hanya digunakan untuk memperoleh gambaran umum tentang sebaran tanah secara nasional.Dalam pembuatannya tidak dilakukan pengamatan lapangan. Skala peta sama atau lebih kecil dari 1:2.500.000.Peta tanah eksplorasi, peta ini menyajikan keterangan yang sangat umum tentang keadaan tanah dari suatu daerah. Biasanya peta ini dibuat dengan survei yang dilakukan sepanjang jalan atau menggunakan helikopter pada tempat-tempat tertentu yang dianggap mempunyai perbedaan jenis tanah, yang ditunjukkan oleh 14 bentang alam yang berbeda.Survei ini juga dapat dilakukan dengan bantuan interpretasi foto udara atau citra satelit, dengan intensitas pengamatan yang sangat rendah. Skala bervariasi dari 1:500.000 hingga 1:1.000.000. Peta tanah tinjau, umumnya peta ini dibuat pada skala 1:250.000. Satuan peta didasarkan atas satuan tanah-bentuk lahan atau sistem lahan yang didelineasi melalui interpretasi foto udara dan atau citra satelit. Pengamatan di lapangan kurang lebih 1 untuk 12,5 km2.Peta tanah semi-detil, peta ini umumnya dibuat dengan skala 1:50.000, dengan intensitas pengamatan sekitar 1 untuk setiap 50 hektar, tergantung dari kerumitan bentang lahan. Biasanya dilakukan dengan sistem grid yang dibantu oleh hasil interpretasi foto udara dan citra satelit. Peta ini memberi gambaran tentang potensi daerah secara lebih terperinci serta dapat menunjukkan lokasi proyek yang akan dilaksanakan.Peta tanah detil, peta ini biasanya dibuat dengan skala 1:25.000 dan 1:10.000 serta ditujukan untuk mempersiapkan pelaksanaan suatu proyek termasuk proyek konservasi tanah sehingga informasi sifat dan ciri tanah diuraikan sedetil mungkin. Jumlah pengamatan untuk tanah adalah sekitar 1 untuk setiap 2 ha sampai 12,5 ha.Peta tanah sangat detil, peta tanah ini mempunyai skala > 1:10.000. Pengamatannya 2 atau lebih untuk setiap hektarnya.Peta ini ditujukan untuk penelitian khusus, misalnya untuk petak percobaan pertanian guna mempelajari variabilitas respons tanaman terhadap pemupukan atau perlakuan tertentu dan lain-lain.Legenda peta tanah merupakan uraian yang terkandung informasi tentang beberapa hal penting dari tanah yang masing-masing digambarkan dengna simbol satuan peta.Setiap peta selalui disertai dengan legenda peta termasuk peta tanah.Legenda ini berfungsi mengidentifikasikan satuan peta, membrikan informasi tentang satuan-satuan yang terdapat dalam suatu peta tanah. Informasi tersebut meliputi:  keadaan drainase, kedalaman tanah, keadaaan erosi, tekstur tanah, warna dan karatan, aspek kesuburan, konsistensi, relief mikro, luasan. Informasi tersebut sangat diperlukan oleh pemakai bukan ahli tanah. Informasi penting bagi ahli tanah ialah namasatuan tanah yang ditunjukkan oleh nama menurut sistem klasifikasi tanah yang digunakan. Pada satuan peta majemuk, komposisi satuan klasifikasi tanah harus jelas. Klasifikasi tanah perlu dicantumkan agar memudahkan untuk tujuan korelasi dengan tanah-tanah ditempat lain.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

TUGAS STELA2013 MINGGU 2

TUGAS PENGAYAKAN

MINGGU KE-2

  1. Ada beberapa istilah dalam kuliah ini, dalam kuliah minggu 1 dan 2 ada beberapa istilah yang perlu pemahaman, berikan penjelasan (definisi dan penjelasannya), misalnya:
  • Peta Tanah,
  • Skala peta,
  • Delineasi batas tanah (Soil delineation),
  • Poligon,
  • Satuan Peta (Map unit),
  • Satuan Peta,
  • Satuan Peta Tanah,
  • Legenda,
  • Foto udara,
  • Stereoskop,
  • Dll

 

JAWABAN

  1. Peta tanah adalah suatu peta yang menggambarkan penyebaran jenis-jenis tanah disuatu daerah. Peta ini dilengkapi degan legenda yang secara singkatmenerangkan sifat-sifat tanah dari masing-masing satuan peta. Peta tanah biasanya disertai dengan “Laporan Pemetaan Tanah” yang menerangkan lebih lanjut sifat-sidan kemampuan tanah yang digambarkan dalam peta tanah tersebut. Walaupun pada dasarnya peta ini dibuat untuk tujuan pertanian, namun tidak menutup kemungkinan untuk dimanfaatkan dalam bidang-bidang lain seperti halnya dalam bidang engineering. Jenis-jenis peta tanah:
    1. Peta Tanah Bangun (Skala 1 : 2.500.000 Atau Lebih Kecil); fungsi dari peta ini untuk memberikan petunjuk kasar mengenai penyebaran jenis-jenis tanah.
    2. Peta Tanah Eksplorasi (Skala 1 : 1.000.000 – 1 : 2.500.000); peta tanah eksplorasi berfungsi untuk memberikan gambar kemungkinan penelitian terarah, menunjukkan potensi sumberdaya alam (tanah), adanya problem area suatu daerah serta kemungkinan pengembangan daerah.
    3. Peta Tanah Tinjau (Skala 1 : 100.000 – 1 : 250.000); peta tanah tanah tinjau berfungsi memberikan keterangan lebih lanjut tentang jenis tanah suatu wilayah untuk keperluan tertentu.
    4. Peta Tanah Semi Detil (Skala 1 : 25.000 – 1 : 100.000); peta tanah semi detil berfungsi untuk pelaksanaan-pelaksanaan tertentu dari suatu wilayah yang luasnya dibatasi pada maksud tersebut. Peta ini dapat menggambarkan lebih jelas legi mengnai hal-hal yang dalam peta tanah eksplorasi atau peta tinjau belum disajikan (jelaskan).
    5. Peta Tanah Detil (Skala 1 : 5.000 – 1 : 25.000); peta tanah detil berfungsi untuk proyek-proyek khusus misalnya proyek trasmigrasi, rencana pengairan, kebun percobaan dan sebagainya
  1. Skala peta adalah perbandingan antara jarak  di lapangan dengan jarak di peta. Sebagai  contoh :Jarak sebenarnya antara Jakarta – Bogor adalah 50 km.Pada peta skala 1 : 100.000, maka jarak antara kedua kota tersebut adalah :1 cm di peta = 100.000 cm atau 1 km di lapangan, Maka 50 km di lapangan = 50 cm di peta. Skala merupakan perbandingan  jarak tertentu pada peta dengan jarak itu di lapangan. Umumnya penempatan skala peta diletakan tepat di bawah judul peta dengan ukuran lebih kecil.
  2. Delineasi batas tanah (Soil delineation) adalah daerah yang dibatasi oleh suatu batas tanah pada suatu peta, atau bisa juga diartikan sebagai suatu garis yang tehubung untuk menandai perbedaan keadaan tanah dalam peta tanah. Deineasi menghubungkan antara tanah yang satu dengan yang lainnya yang mempunyai fungsi yang sama.
  3. Poligon adalahpenggambaran batas/delineasi tanah-tanah yang dijumpai di lapangan yang berupa garis-garis. Poligon berasal dari kata polygon yang berarti poly : banyak dan gon(gone) : titik. Yang kita maksud disini adalah poligon yang digunakan sebagai kerangka dasar pemetaan yang memiliki titik titik dimana titik tersebut mempunyai sebuah koordinat X dan Y koordinat dan proyeksi peta yang tidak terlepas akan pengukuran dan penghitungan poligon Jenis Poligon :
    1. Poligon tertutup,
    2. Poligon tertutup (koordinat lokal),
    3. Poligon terbuka tidak terikat / lepas (koordinat lokal),
    4. Poligon terbuka tidak terikat sempurna,
    5. Poligon terbuka terikat sempurna

Poligon memiliki beberapa jenis di pandang dari bentuk dan titik refrensi (acuan) yang digunakan sebagai sistem koordinat dan kontrol kualitas dari pengukuran poligon. Titik refrensi adalah titik yang mempunyai sebuah koordinat yang dalam penghitungannya mengacu pada sebuah datum dan proyeksi peta, di Indonesia datum yang di gunakan adalah WGS 84 sedangkan proyeksi peta menggunakan TM-3, sedangkan koordinat lokal adalah koordinat yang tidak mengacu pada dua hal tersebut (koordinat sementara), kalaupun hal itu di terapkan dalam pengukuran poligon untuk area yang cukup luas tentu saja kelengkungan bumi diabaikan begitu saja. Untuk titik refrensi dalam pengukuran poligon ialah TDT (Titik Dasar Teknik) atau BM (Base Mark) Orde 3,2 ataupun Orde 1 yang telah memiliki kooordinat TM-3 dan diukur menggunakan GPS Geodetik.

  1. Satuan Peta (Map unit) ialah satuan lahan yang mempunyai sistem fisiografi atau landform yang sama, yang dibedakan satu sama lain di lapangan oleh batas-batas alami dan dapat dipakai sebagai satuan evaluasi lahan. Satuan-satuan yang dihasilkan umumnya berupa tubuh lahan yang memiliki ciri-ciri tertentu yang dibedakan oleh batas-batas alami di tempat terjadinya perubahan ciri-ciri yang paling cepat kearah lateral. Pendekatannya menggunkan pendekatan fisiografis.
  2. Survei tanah adalah penelitian tanah di lapangan dan di laboratorium, yang di lakukan secara sistematis dengan metode-metode tertentu terhadap suatu daerah (areal) tertentu, yang ditunjang oleh informasi dari sumber-sumber lain yang relevan. Satuan Peta tanah disususn untuk menampung informasi penting dalam suatu luasan (polygon) tentang hal-hal yang berkaitan dengan survey tanah. Satuan peta tanah harus dengan mudah dikenali, diukur dan harus dapat dipetakan pada skala yang tersedia dari peta dasarnya, waktu yang tersedia, kemampuan dari pemetanya, dan tujuan dari survey tanah.
  3. Legenda merupakan penjelasan simbol-simbol yang terdapat pada sebuah peta. Legenda peta tanah berfungsi mengidentifikasi satuan-satuan peta serta memberikan informasi tentang satuan-satuan yang terdapat didalam suatu peta tanah. Legenda Peta tanah terdiri dari bagian, yaitu symbol dan uraian atau diskripsi.
  4. Foto udara yaitu dimana pengambilan gambar atau foto melalui udara atau angkasa dengan menggunakan alat satelit. Foto udara atau peta foto adalah Peta foto didapat dari survei udara yaitu melakukan pemotretan lewat udara pada daerah tertentu dengan aturan fotogrametris tertentu.Sebagai gambaran pada foto dikenal ada 3 (tiga) jenis yaitu foto tegak, foto miring dan foto miring sekali. Yang dimaksud dengan foto tegak adalah foto yang pada saat pengambilan objeknya sumbu kamera udara sejajar dengan arah gravitasi( tolerensi <3o), sedangkan yang disebut dengan foto miring sekali apabila pada foto tersebut horison terlihat. Untuk foto miring, batasannya adalah antara kedua jenis foto tersebut. Secara umum foto yang digunakan untuk peta adalah foto tegak.
  5. Stereoskop merupakan alat untuk mengamati peta tanah secara tiga dimensi atas foto udara yang bertampalan.
  6. Inklusi : salah satu dalam satuan peta tanah yang tidak memungkinkan untuk digambar, tetapi juga tidak mungkin dihilangkan dan terdapat pada legenda.
  7. Asosiasi : kumpulan dari suatu tanah yang gravimetris yang tidak dapat dipetakan.
  8. Peta Dasaradalah peta yang digunakan sebagai dasar untuk membuat peta tanah atau wadah untuk menggambarkan delineasi satuan peta tanah.

m. Survei tanah adalah serangkaian kegiatan untuk dapat membedakan tanah satu dengan yang kemudian disajikan dalam suatu peta tanah. Dan juga sebaagai penelitian tanah dilapangan dan di laboratorium, yang dilakukan secara sistematis dengan metode-metode tertentu terhadap suatu daerah tertentu, yang ditunjang oleh informasi dari sumber-sumber lain yang relevan.

  1. Satuan Taksonomi (satuan tanah) merupakan satuan yang diperoleh dari menentukan suatu selang sifat (range in characteristic) tertentu dari sifat-sifat tanah yang didefinisikan oleh suatu sistem klasifikasi tanah.
  2. Inklusi adalah satuan peta yang hanya mengandung satu satuan tanah saja atau terdapat tanah lain. Satuan peta ini dapat dijumpai pada survey tanah detail, dari daerah yang relative seragam.
  3. Asosiasi Tanah yaitu sekelompok tanah yang berhubungan secara geografis, tersebar dalam suatu satuan peta menurut pola tertentu yang dapat diduga, tetapi arena kecilnya skala peta, jenis-jenis tanah itu tidak dapat dipisahkkan.
  • Setipa komponen dideskripsi secara terperinci, tanpa ada perbedaaan.
  • Posisi geografis masing-masing anggota satuan peta dalam bentang-alam diterangkan dengan jelas, sehingga memungkinkan untuk diperhalus oleh pmakai peta.
  1. Kompleks tanah yaitu merupakakn sekolompok tanah yang berbaur satu dengan yang lainnya tanpa ada pola tertentu atau tidak beraturan.
  • Meskipun ada komponen tanah yang berasosiasi secara gografis, tetapi tidak dapat dipisahkan kecuali pada tingkat amat detil.
  1. Kelompok tak dibedakan (‘undifferentiated groups’) :terdiri dari 2 atau lebih tanah yang secara gografis tidak selalu berupa konsosiasi tetapi termasuk dalam satuan  peta sama karena untuk penggunaan dan pngelolaannya sama tau mirip. Tanah-tanah tersebut dimasukkan kedalam satuan peta yang sama karena sama-sama mempunyai sifat sbb: berlereng terjal, berbatu, mengalami pengaruh bajir yang menentukan sebagai pembatas atau penggunaan dan pengelolaannya.
  2. Seri tanah merupakan sekelompok tanah yang memiliki ciri dan prilaku serupa, berkembang dari bahan induk yang sama dan mempunyai sifat-sifat dan sususnan horison, terutama dibagian bawah horison olah, dan sama dalam resim kelembaban dan suhu tanah.Nama seri diambil dari nama lokasi pertama kali ditemukan seri tanah tersbut. Misal Seri Labuanteratak.
  3. Fase tanah, meupakan pembagian lebih lanjut dari seri tanah sesuai dengan ciri-ciri penting bagi pengelolaan/ penggunaan lahan seperti: drainase, erosi.Fase dapat juga digunakan pada tingkat kategori lainnya seperti famili, sub-group dan lain-lain.
  4. ‘Soil variant’ merupakan tanah-tanah yang sangat mirip dengan seri yang sudah ditemukan, tetapi berbeda dalam beberapa sifat penting. Hal ini mengurangi banyaknya seri tanah yang mungkin ditemukan dalam suatu survei, dimana perbedaannya tidak terlalu besar. ‘Soil variant’ dapat menjadi seri tersendiri, jika pengkajian lapangan telah dilakukan lebih intensif.
  5. Inklusi penghambat adalah inklusi tanah tidak serupa yang mempunyai faktor penghambat lebih besar dari tanah utama atau mempengaruhi tingkat pengelolaanya.
  6. Inklusi bukan penghambat adalah inklusi tanah tidak serupa dengan faktor penghambat lebih rendah daripada tanah utama. Tidak akan mempengaruhi interpretasi terhadap potensi satuan peta tersebut.
  7. Metoda Grid Kaku (Rigid Grid) adalah metoda yang diterapkan pada survey tanah detil hingga sangat detil (pada skala besar), di mana tidak tersedia foto udara.
  8. Metode fisiografik (dengan bantuan foto udara)yaitu metode yang  sangat efektif diterapkan pada survey tanah dengan skala lebih kecil dari 1:25.000, dan foto udara berkualitas cukup tinggi sudah tersedia.

 

  1. Buat halaman yang berisi resume bahan kajian kuliah minggu pertama, yang berisi penjelasan ( definisi dan penjelasan)

Resume Materi Minggu ke-2

Tanah Sebagai Objek Survei

Tanah sebagai suatu tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau horizon-horizon dari komponen mineral atau organik dengan ketebalan yang bervariasi terbentuk karena adanya faktor pembentuk tanah.Iklim merupakan faktor yang sangat penting dari proses pembentukan tanah. Suhu dan curah hujan sangat berpengaruh terhadap intensitas reaksi kimia dan fisika di dalam tanah. Adanya curah hujan dan suhu tinggi di daerah tropika menyebabkan reaksi kimia berjalan cepat sehingga proses pelapukan dan pencucian berjalan cepat. Selain itu, iklim berperan dalam proses erosi dan pengendapan tanah yang mengakibatkan terjadi pergerakan materi tanah termasuk bahan organik dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini terjadi akibat adanya interaksi antara iklim (curah hujan) dengan faktor kemiringan lereng (relief).Organisme merupakan faktor pembentuk tanah yang tergolong aktif. Proses pelapukan mineral dan pencampuran merupakan salah satu tugas dari organisme makro dan mikro. Organisme ini mempengaruhi pembentukan humus, pembentukan profil tanah, dan sifat fisika-kimia tanah.Di samping itu organisme hidup memperlancar peredaran unsur hara dan membina struktur tanah yang baik. Di antara berbagai organisme, vegetasi (makroflora) merupakan yang paling berperan dalam mempengaruhi proses genesis dan pekembangan profil tanah, karena merupakan sumber utama biomass atau bahan organik tanah.

Bahan Induk menentukan sifat fisik maupun kimiawi tanah yang terbentuk secara endodinamomorf, tetapi pengaruhnya menjadi tidak jelas terhadap tanah6 tanah yang terbentuk secara ektodinamomorf. Sifat dari bahan induk dengan nyata dapat mempengaruhi ciri-ciri dari tanah, muda maupun dewasa, namun dalam perkembangannya terjadi proses pelapukan lebih lanjut bahkan mengalami pencucian atau erosi, maka pengaruh ini makin tidak jelas bahkan hilang sama sekali.

Relief adalah perbedaan tinggi atau bentuk wilayah suatu daerah termasuk di dalamnya perbedaan kecuraman dan bentuk lereng. Relief mempengaruhi proses pembentukan tanah dengan cara mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap atau ditahan masa tanah, mempengaruhi dalamnya air tanah, mempengaruhi besarnya erosi, dan mengarahkan gerakan air berikut bahan-bahan yang terlarut di dalamnya

Waktu, berapa lamanya suatu bahan mengalami hancuran memegang peranan penting dalam pembentukan tanah.Peranan waktu dalam perkembangan tanah sangat tergantung pada faktor pembentuk tanah lainnya.Semakin lambat faktor pembentuk tanah bekerja, semakin lama pula waktu yang diperlukan untuk tanah tersebut mengalami perkembangan (weathering), begitu juga sebaliknya.

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

TUGAS E-COMMERSE

Bhinneka.com adalah bisnis online store yang bergerak di bidang penjualan perangkat-perangkat IT atau teknologi. Sejarah awal bisnis bhinneka.com yang mengusung nama PT Bhinneka Mentari Dimensi adalah menggeluti produk kategoriprinting. Namun terus bergerak sebagai provider perangkat komputasi dan gadgetnya.

Didirikan oleh Hendrik Tio, Pria kelahiran 1963 asal Medan, lulusan Akuntansi dari Universitas Sumatera Utara.

Sekarang telah berkembang menjadi 6 toko dengan ratusan karyawan yang tersebar di seputar kota Jakarta. Bahkan toko ke tujuh akan di buka minggu depan di Mangga Dua Jakarta. Berbagai layanan ditawarkan demi kemudahan pelanggan, seperti layanan rakit PC di tempat atau layanan cetak foto digital. Untuk transaksi yang dihandle secara online sekitar 700-800 transaksi per bulannya.

Omzet sekitar 200Milyar setahun . Setiap harinya jumlah pengunjung website ini rata-rata mencapai 50 ribu visitor per hari. Tak mengherankan jika Bhinneka.com masuk dalam jajaran 100 besar website Indonesia. Peringkat situs ini terakhir berada di posisi 79 mengacu pada alexa.com.

Partner Network:

›   Microsoft Certified Gold Partner

›  Microsoft Licensing Solutions

›  Microsoft Network Infrastructure

›  Microsoft Information Worker

›  Microsoft Small Business Specialist

›  IBM Business Partner

›  HP Premier Business Partner

›  Intel Premier Partner and System Builder

›  Adobe Authorized Reseller

›  Kaspersky Gold Certified Partner

›  Cisco Selected SMB

›  Lenovo Business Partner

›  Oracle Partner Network

 

Profil
Nama Resmi : Bhinneka Mentari Dimensi, PT
Alamat : Jl. Gunung Sahari Raya 73C # 5-6 Jakarta – Pusat, 10610 Indonesia
Berdiri Sejak : 1993
Tipe bisnis : solusi total untuk IT,berspesialisasi dalam hardware & software untuk komputer
Visi : menjadi perusahaan kelas dunia dan tempat pelatihan dan pengembangan untuk para wirausaha dengan penggunaan IT
Misi : untuk menjadi retailer nomer 1 di indonesia melalui konsep 8 dimensi yang menghantarkan pengalaman dalam belanja produk-produk IT, berhadapan dengan teknologi tinggi tapi tetap manusiawi terhadap palanggan

 

Kebanyakan orang Indonesia, masih takut belanja lewat internet. Dengan begitu transaksi secara online yang dilakukan juga relatif kecil Rp 2 jutaan.

Kebanyakan user menggunakan Website bhinneka.com sebagai mengecek harga komputer atau produk-produk teknologi informasi, jadi hanya sekitar rata-rata perharinya 10-20 transaksi

Konsumen di Indonesia tergolong cerewet. Mereka selalu memantau pergerakan barangnya. Mereka juga kerap menelepon jika barangnya tidak sampai-sampai. Apalagi, uang sudah ditransfer. Padahal, bhinneka.com sudah jelas punya toko, tak mungkin menipu. “Bayangkan yang jualan pribadi, pasti konsumen lebih khawatir lagi.” .

Untuk mempermudah konsumen berkunjung itulah, Bhinneka memperluas jaringannya dari semula hanya satu toko sekarang sudah tumbuh menjadi tujuh toko. Beberapa di antaranya adalah di :

  1. ITC Mangga Dua,
  2. ITC Ambassador,
  3. Ratu Plaza,
  4. Pacific Place,
  5. Cibubur Junction,
  6. Point Square.

 

Bukan hanya jaringan yang diperluas. Namun, item barang yang diperdagangkan juga semakin banyak. Jumlahnya puluhan, bahkan mungkin ratusan item terkait dengan produk teknologi informasi. Itu mulai dari komputer desktop, notebook, netbook, server, kamera, ponsel, software, asesoris, mp3, mp4, printer, projector, scanner, speaker, stabilizer, TV dan lainnya. Beberapa merek top juga dipajang di website ini, seperti HP, Toshiba, Lenovo dan IBM.

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

ANALISIS ANGGOTA KELOMPOK 6

Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa umur anggota berkisar 18-19 tahun, dengan 3 anggota yang berumur 19tahun adalah yang berjenis kelamin laki-laki yakni Andi, Puguh, dan Robitul. Sedangkan yang berumur 18tahun ada 2 yakni Adisti dan Mukhih. Dari semua anggota tidak ada yang memiliki saudara lebih dari 5, dimulai dari Andi yang memiliki 1 orang saudara, Adisti 3, Puguh 1, Robitul 2, dan Mukhih 1. Nah, pada semester 2 ini Alhamdulillah semuanya mendapat IP lebih dari 3 sehingga dapat mengambil SKS penuh yakni 24 SKS, kecuali Robitul hanya dapat mengambil 21 SKS.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!

Categories: Uncategorized | 1 Comment