Evolusi Ethernet

Ethernet adalah hardware berupa card yang dipasang pada komputer agar komputer dapat terhubung dengan jaringan atau kabel LAN. Merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972. Selanjutnya, ethernet telah melalui empat generasi. Yakni Ethernet standard (10 Mbps), Fast Ethernet (100 Mbps), Gigabit Ethernet (1 Gbps), dan ten-Gigabit Ethernet (l0 Gbps). Standardisasi ethernet dilakukan oleh IEEE sejak tahun 1978.

Standart ethernet

Kecepatan mencapai 10 Mbit/detik. Standar yang digunakan meliputi 10 Base5, 10 Base2, 10 Base-T dan 10 Base-F.

  • 10 base5 (thick ethernet/thicknet)

Ukuran kabel tergolong besar. Transceiver (transmitter / receiver) terhubung melalui thick kabel koaksial. Panjang maksimum dari kabel koaxial 500m. Jika melebihi 500m, maka harus dipasang repeater tiap 500m-nya.

  • 10 base2 (thin ethernet/ cheapernet)

Sesuai namanya, kabel ini jauh lebih tipis dan lebih fleksibel. Installasinya sederhana. Namun, panjang setiap segmen maksimal 185m (hampir 200m).

  • 10 Base-T (Ethernet twisted-pair)

Menggunakan topologi fisik bintang dan twisted kabel. Panjang maksimal kabel twisted hanya 100 m.

  • 10 Base-F

10Base-F menggunakan topologi star agar  tiap komputer dapat terhubung ke hub. komputer tersambung ke hub menggunakan dua kabel serat optik.

Fast Ethernet

Kecepatannya mulai mencapai 100 Mbit/detik. Standar yang digunakan meliputi 100 Base-T, 100 Base-T4, 100 Base-TX dan 100 Base-FX.

  • 100 Base-T

Jenis kabel yang digunakan adalah UTP. Di dalamnya termasuk 100 Base-TX  dan 100BASE – T4. Panjang kabel maksimal hanya 100 meter.

  • 100 Base-T4

Membutuhkan empat pasang tembaga twisted biasa. Satu kabel disediakan untuk mengirimkan, satu untuk menerima , dan dua lainnya akan beralih arah untuk dinegosiasikan.

  • 100 Base-TX

Adalah bentuk dominan Fast Ethernet, menggunakan 2 pasang kabel twisted pair berkualitas tinggi.

  • 100 base FX

Panjang segmen maksimum untuk 100 Base-FX hanya 300m, untuk komunikasi half-duplex.

Gigabit ethernet

Kecepatannya mencapai 1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik. Standar yang digunakan meliputi 1000 Base-CX, 1000 Base-LX, 1000 Base-SX dan 1000 Base-TX.

  • 1000 Base-CX

Merupakan standar awal untuk koneksi gigabit Ethernet melalui kabel tembaga dengan jarak maksimum 25 meter dan menggunakan twisted pair.

  • 1000 Base-LX

Merupakan serat optik gigabit Ethernet standar IEEE 802,3 yang menggunakan panjang gelombang laser (1270 nm ke 1355), dengan maksimal lebar RMS 4 nm. 100 Base-LX bekerja dengan jarak hingga 5 km lebih dari 10 μm-mode serat tunggal.

  • 1000 Base-SX

Adalah serat optik gigabit Ethernet standar untuk operasi lebih multi-mode fiber menggunakan 770-860 nanometer, dekat inframerah (NIR) panjang gelombang cahaya. Dengan standar kemampuan jarak antara 220 meter (untuk bandwidth rendah) dan 550 meter (untuk bandwidth tinggi).

  • 1000 Base-TX

Merupakan versi 1000 Base-T  yang lebih sederhana dan dibuat oleh TIA. Namun lebih dikomersialkan dengan panggilan 1000 Base-TX (TIA/EIA-854). Secara teori lebih murah karena hanya menggunakan 2 pasang kabel . Banyak 1000 Base-T produk yang diiklankan sebagai 1000 Base-TX walaupun sebenarnya mereka mempunyai standar yang berbeda.

Ten-gigabit ethernet

Kecepatan hingga 10000 Mbit/detik atau 10 Gbit/detik. Standar ini belum banyak diimplementasikan.

 

Source:

http://agry_alfiah.staff.gunadarma.ac.id/

http://www.jaringankomputer.org/pengertian-ethernet-dan-fungsi-ethernet-card-pada-jaringan-komputer/

 

Dalam sebuah jaringan, kita akan mengenal adanya media transmisi. Dimana media inilah yang bergerak sebagai distributor dalam pengiriman sebuah data. Pada dasarnya, media transmisi hanya ada 3. Yakni melalui media tembaga, udara dan kaca. Seperti yang kita tau, Media tembaga membawa pesan, suara, gambar, dan data digital menggunakan penghantar elektromagnetik. Sedangkan media udara, mengirimkan datanya melalui frekuensi radio yang lebih kita kenal dengan nama nirkabel atau wireless. Kemudian, untuk Fiber optic sendiri memanfaatkan pulsa cahaya dalam sebuah ruang kaca berbentuk kabel sebagai media transmisi data.

Sistem transmisi unik yang dimiliki oleh fiber optic ini memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan media transmisi sebelumnya (media tembaga dan udara).

Pertama, jika dilihat dari segi  redaman transmisinya.  Fiber optik mempunyai redaman transmisi per km relatif kecil dibandingkan dengan media transmisi lainnya, seperti kabel koaksial. Itu berarti fiber optic sangat cocok digunakan untuk mentransmisikan data jarak jauh. Karena Ia tidak membutuhkan banyak repeater.

 

Kedua, dari segi bidang frekuensinya. Fiber optic sangat diandalkan untuk media transmisi dengan kecepatan tinggi. Bahkan hingga satuan gigabits sekalipun. Sehingga fiber optic bisa mentrasmisikan data dengan jumlah sangat besar hanya dengan satu buah fiber optic.

 

Ketiga, dari segi ukuran. Ukuran fiber optic sangat kecil dan ringan. Sehingga mudah untuk dipasangkan di manapun.

 

Keempat, dari segi ada tidaknya interferensi. Fiber optic dapat dipastikan tidak mempunyai interferensi. Hal ini disebabkan sistem transmisi fiber optic menggunakan sinar/cahaya laser sebagai gelombang pembawanya. Sehingga akan bebas dari cross talk/power induction yang sering terjadi pada kabel tembaga.

 

Dan yang terakhir, dari segi keamanan. Fiber optik mempunyai isolasi antara pengirim (transmitter) dan penerimanya (receiver), sehingga tidak ada ground loop dan tidak akan terjadi hubungan api saat terputusnya fiber optic. Maka, fiber optic cukup aman digunakan di tempat yang mudah terbakar. Seperti pabrik kimia contohnya.

 

Namun amat disayangkan, media transmisi yang “super” tersebut memiliki beberapa kekurangan. Diantaranya, sulitnya membuat terminal pada kabel fiber optic. Ditambah lagi metode penyambungannya yang harus menggunakan teknik dan alat khusus serta ketelitian yang tinggi.

Akan tetapi dari segi ekonomis yang sering dikeluhkan mahal oleh para konsumen, tidak perlu khawatir lagi. Kini, fiber optic dari tahun ke tahun sudah relatif lebih murah jika dibandingkan dengan terakomodirnya kebutuhan bandwidth yang ditawarkan didalamnya. Jadi, sudahkah anda merasakan manfaat dari fiber optic? 🙂

Metode Signaling

NRZ(Non-Return to Zero) signaling

Merupakan metode encoding paling sederhana. Metode ini menggunakan 0 volt untuk logika 0. Dan tegangan tinggi (3.3-5 volt) untuk logika 1. Metode ini mempunyai 2 turunan. Yakni, Non return to zero level (NRZ-L) dan  Non return to zero inverted (NRZ-I). NRZ-L yaitu suatu kode dimana tegangan negatif dipakai untuk mewakili suatu binary dan tegangan positif untuk binary lainnya. Sedangkan Non return to zero inverted (NRZ-I). kode dimana suatu transisi (low ke high atau high ke low) pada awal suatu bit time akan dikenal sebagai binary ‘1’ untuk bit time tersebut. Apabila tidak ada transisi berarti binary ‘0’.

 

Manchester encoding

Lebih kompleks dan tahan terhadap gangguan.  Manchester encoding digunakan pada ethernet. Pada metode ini, setiap bit 1 yang ditransmisikan, terjadi perubahan sinyal dari high-to-low (1 ke 0) dan setiap bit 0 yang ditransmisikan terjadi perubahan sinyal dari low-to-high(0-1).

 

4B/5B code group

Pada metode ini, dari aliran bit yang ditransmisikan, tiap 4 bit di-XOR-kan menjadi 5 bit, sehingga tidak ada 3 bit sejenis yang terus berurutan. Kemudian diencoding lagi menggunakan metoda NRZ-I. Sehingga problem bit 1 atau pun bit 0 yang terus berurutan teratasi. Kemudian didecoding lagi saat diterima oleh receiver. Karena tiap 4 bit data harus ditransformasikan ke bentuk 5 bit, maka akan terdapat 1 bit overhead.  Sehingga efisisensi metode ini berkurang 20%.

 

 

 

Organisasi Standarisasi Jaringan

Dalam berkomunikasi menggunakan jaringan, tentunya akan ada standarisasi khusus jika berkomunikasi di dalamnya. Saat berkomunikasi pun kita akan membutuhkan perangkat untuk saling terhubung. Adalah FCC yang mempunyai tugas untuk mengatur segala jenis penggunaan perangkat telekomunikasi. Organisasi milik Amerika serikat ini juga mempunyai tujuan untuk mengatur komunikasi wireless, agar tidak terjadi kesimpang siuran, maupun penyalahgunaan dalam hal penggunaan sinyal atau frekuensi radio yang digunakan dalam teknologi wireless.

Untuk berkomunikasi pun kita memerlukan sebuah kabel atau frekuensi radio. Untuk itulah, fungsi dari organisasi TIA/EIA ada. Karena mereka memiliki standart pemasangan kabel menggunakan disain dan instalasi sistem pemasangan kabel yang terkoordinasi. Sedangkan untuk frekuensi radio sendiri, diatur oleh organisasi ITU. Saat informasi di kirimkan, organisasi ANSI lah yang berperan. Karena tugas utama ANSI adalah untuk industri pemrosesan informasi. Organisasi yang mendefinisikan standart Amerika serikat ini adalah anggota IEC dan ISO. Stadarisasi yang keluar dari organisasi ini salah satunya adalah standart ASCII dan SQL LANGUAGE.

Kemudian, dalam berkomunikasi kita pasti membutuhkan sebuah protokol. Untuk struktur dan fungsi protocol komunikasi data, organisasi ISO lah yang berperan. Protokol dari ISO sekarang dikenal dengan OSI LAYER.  Dan untuk penetapan protokol itu sendiri, kita membutuhkan standarisasi dari organisasi IETF.  Karena tugas utama dari organisasi ini adalah mengatur dan menetapkan protocol-protocol standard yang digunakan di internet.

Namun saat ini telekomunikasi sudah semakin berkembang sejalan dengan teknologi yang semakin canggih. Maka,  IEEE(Institute of Electrical and Electronics Engineers) lah yang memegang peran penting. Karena Ia  merupakan organisasi yang mempunyai tugas untuk peningkatan teknologi. Beberapa standar IEEE yaitu, IEEE 802.3 untuk Ethernet akses LAN., IEEE 802.11 untuk Wifi, akses wireless LAN, IEEE 802.16 untuk WiMAX, akses wireless MAN.

[1]

Circuit Switching Atau Packet Switching?

Banyak orang setiap harinya berkomunikasi dengan tukar-menukar data. Nah, sudah selayaknya kita mengetahui bagaimana proses data itu bisa berpindah dari tempat pengirim ke tempat penerima data. Dalam hal ini, kita akan mengenal dua cara perpindahan paket data tersebut. Yakni dengan circuit switching dan packet switching.

Apa itu circuit switching?

Circuit switching merupakan salah satu cara perpindahan paket data dengan menggunakan satu jalur. Yakni dengan jalur khusus yang dimiliki oleh  pengirim dan penerimanya. Itu artinya, circuit switching hanya bisa digunakan untuk satu komunikasi saja.

Contoh,  si A ingin mengirimkan paket data ke si B. Maka harus ada jalur yang jelas diantara keduanya. Dan jalur ini hanya mereka saja yang bisa memakainya. Jika suatu saat si A ingin mengirimkan paket data ke si C, dia tidak boleh menggunakan jalur yang digunakannya dengan si B. Dia harus membuat jalur baru, khusus untuk si A dan si C.

Sehingga apabila kita menginginkan adanya komunikasi yang lebih kompleks, otomatis kita akan membutuhkan lebih banyak lagi jalur. Dengan semakin banyaknya jalur yang kita gunakan, kita juga akan semakin mengeluarkan banyak uang untuk membuatnya. Terlebih dengan adanya jalur khusus tersebut, kemungkinan pengiriman data boleh dibilang masih  50:50. Jika berhasil, maka kita akan menerima paket lengkap & sempurna. Jika terjadi eror di tengah pengiriman, maka seluruh paket akan rusak.

Lalu bagaimana dengan packet switching?

Packet switching merupakan salah satu cara perpindahan paket data dimana data dipecah-pecah terlebih dahulu menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya dikirimkan. Paket ini bisa melewati berbagai jalur hingga nantinya sampai ke tempat tujuan. Dengan bebasnya jalur yang dilaluinya tersebut,  pantaslah jika kita menyematkan semboyan “banyak jalan menuju roma” untuk switching jenis ini.

Contohnya, si A ingin mengirimkan pesan ke si B. Pesan si A harus dipecah-pecah menjadi beberapa bagian terlebih dahulu. Pecahan pesan ini nanti boleh melewati jalur si C,si D dan jalur lainnya terlebih dahulu saat dikirimkan. Sekalipun tujuannya tetap untuk ke si  B.

Perlu diingat juga,  sebelum paket yang lebih kecil itu dikirimkan, dia diberi alamat tujuannya terlebih dahulu agar tidak salah alamat. Dengan dipecahnya paket-paket itu, akan meminimalisir rusaknya sebuah paket data. Karena jika terjadi eror ditengah pengiriman, tidak semua paket data akan rusak. Sayangnya dengan dipecah-pecahnya paket data tersebut menjadi beberapa bagian, memungkinkan terjadinya loss-packet(hilangnya paket).

Namun pada intinya, suatu peket data lebih cepat sampai tujuan jika ukurannya lebih kecil. Akan tetapi lebih baik kualitasnya jika Ia melewati jalur yang memang terkhususkan untuk komunikasi paket itu saja. Dan kembali lagi kepada anda sekalian ingin menggunakan model switching data jenis apa  🙂

 

‘Terjaring’ Oleh Jaringan

Jaringan komputer memudahkan kita saling terhubung satu dengan yang lainnya sekalipun kita berada di tempat yang berbeda dalam waktu bersamaan. Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh sebuah jaringan, tak heran jika manusia akan terus dan terus menggunakannya sebagai sarana berkomunikasi. Pengkonsumsian secara kontinu macam inilah yang menyebabkan ketergantungan tersendiri bagi para penggunanya. Dan seperti kita tahu, ketergantungan dalam hal apapun tidak dianjurkan. Layaknya seorang pecandu narkoba.  Dari yang semula hanya ingin  ‘mencicipi’, lambat laun  akan terikat juga oleh sebuah ‘ketergantungan’ . Semakin kita menggunakannya, semakin kita tidak mudah untuk melepaskannya begitu saja.

Jadi, mengapa kita tidak boleh terlalu ‘terjaring’ oleh jaringan?

Dengan segala kemudahan yang ada, pekerjaan kita akan semakin ringan. Terlihat baik memang. Tapi siapa sangka justru hal inilah yang menjadikan jaringan terlihat memiliki sisi negatif.  Keringanan kerja yang diberikan, akan membuat seseorang cenderung malas untuk berusaha lebih keras dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Selain itu, karena kita terhubung dengan jaringan, kita akan selalu membawa gadget sebagai media komunikasi. Semakin sering kita mengenakan gadget, semakin sering pula kita mengabaikan lingkungan sekitar kita. Dimana justru disitulah kita sebenarnya benar-benar hidup.

Tidak hanya itu. Terhubung dengan berbagai orang yang terdiri dari berbagai ras, suku dan budaya akan menyebabkan berbaurnya budaya dari seluruh penjuru dunia. Dengan budaya yang  saling campur aduk,  tata cara hidup pun jadi membaur satu sama lain. Sehingga tak kenal lagi budaya aslinya. Tatanan moral pun akan rusak karena hilangnya nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Sebagai contoh, budaya indonesia yang menjunjung tinggi nilai kesantunan dengan budaya barat yang sangat bebas dan terkesan tidak perduli dengan nilai-nilai kesopanan.

Disamping itu, kemajuan yang ada seringkali tidak diimbangi dengan kemajuan berfikir dalam mengolah informasi yang didapat. Sehingga orang cenderung menelan mentah-mentah setiap informasi yang diperoleh tanpa menyaring terlebih dahulu nilai-nilai yang disampaikan. Ditambah lagi, bawaan latah masyarakat kita yang membuatnya  terus mengkonsumsi perkembangan yang ada tanpa memiliki tujuan yang jelas, yang kadang justru hanya sebagai pecitraan diri belaka. Dan juga dengan kemudahannya memusatkan banyak orang pada satu media, yakni jaringan. Akan membuat seseorang mudah menggaet masa untuk mengajak perdamaian atau justru  malah memicu pertikaian.

Begitu banyaknya ancaman negatif yang juga ditawarkan oleh jaringan. Maka perlu adanya upaya untuk mengimbanginya dengan langkah yang positif. Imbangi kemajuan teknologi yang ada dengan kemajuan pola pikir yang cerdas dalam memilah tiap informasi yang didapat. Kemudian, gunakanlah teknologi yang ada sesuai kebutuhan. Jika tidak terlalu butuh dan masih bisa dikerjakan seorang diri, lebih baik dilakukan oleh diri sendiri tanpa menggunakan bantuan teknologi apapun.  Selain itu, jangan sekali-kali menggunakan teknologi hanya ingin dipandang sebagai generasi ‘modern’. Teknologi bukan tentang bagaimana kita mengikutinya, tapi tentang bagaimana kita menciptakan, menggunakan dan mengembangkannya . Jaringan boleh saja menjadi pusat dunia. Tapi orang tua tetap harus jadi kontrol utama bagi anak-anaknya yang mulai menjadi konsumen jaringan. Sehingga akan meminimalisir penyalahgunaan sejak dini, dan teknologi digunakan benar-benar sesuai fungsinya. Dan yang paling krusial, punyai pegangan hidup yang kuat sebagai ‘security’ tersendiri sebelum berselancar dalam dunia jaringan.

Desain Analisis dan Algoritma

Pengertian Algoritma

Algoritma adalah suatu prosedur yang tepat untuk memecahkan masalah dengan menggunakan bantuan komputer serta menggunakan suatu bahasa pemrogaman tertentu seperti bahasa Pascal, Visual Basic, Java, dan masih banyak lagi bahasa yang lain.

Pengertian Desain Analisis dan Algoritma

Sedangkan desain dan analisis algoritma adalah suatu cabang khusus dalam ilmu komputer yang mempelajari karakteristik dan performa dari suatu algoritma dalam menyelesaikan masalah, terlepas dari implementasi algoritma tersebut. Dalam cabang disiplin ini, algoritma dipelajari secara abstrak dan terlepas pula dari sistem komputer atau bahasa pemrograman yang digunakan. Sehingga, Algoritma yang berbeda dapat diterapkan pada suatu masalah dengan kriteria yang sama.

Jenis-Jenis Algoritma

Jenis-jenis Algoritma terdapat beragam klasifikasi algoritma dan setiap klasifikasi mempunyai alasan tersendiri. Salah satu cara untuk melakukan klasifikasi jenis-jenis algoritma adalah dengan memperhatikan paradigma dan metode yang digunakan untuk mendesain algoritma tersebut. Berikut merupakan paradigma yang ada dalam desain algoritma:

  1. Divide and Conquer: paradigma yang menyelesaikan keseluruhan masalah dengan membagi masalah besar dan kemudian memecahkan permasalahan-permasalahan kecil yang terbentuk.
  2. Dynamic programming: paradigma pemrograman dinamik akan sesuai jika digunakan pada suatu masalah yang mengandung sub-struktur yang optimal dan mengandung beberapa bagian permasalahan yang tumpang tindih.
  3. Metode serakah: Sebuah algoritma serakah mirip dengan sebuah Pemrograman dinamik, bedanya jawaban dari submasalah tidak perlu diketahui dalam setiap tahap; dan menggunakan pilihan “serakah”, karena apa yang dilihat terbaik pada saat itu.

Ada pula jenis-jenis algoritma yang lain. Seperti:

  • Bahasa Semu (pseudo code):  Algoritma ini menggunakan bahasa sehari-hari, tetapi harus jelas dan struktur.
  • Diagram Alir/Alur (Flowchart): Algoritma ini menggunakan sejumlah simbol untuk menyatakan kegiatan-kegiatan secara keseluruhanDiagram alir

Komponen yang harus ada dalam merancang algoritma:

  1. Komponen masukan: terdiri dari pemilihan variable, jenis variable, tipe variable, konstanta dan parameter (dalam fungsi).
  2. Komponen keluaran: merupakan tujuan dari perancangan algoritma dan program. Permasalahan yang diselesaikan dalam algoritma dan program harus ditampilkan dalam komponen keluaran. Karakteristik keluaran yang baik adalah menjawab permasalahan dan tampilan yang ramah
  3. Komponen proses: merupakan bagian utama dan terpenting dalam merancang sebuah algoritma. Dalam bagian ini terdapat logika masalah, logika algoritma (sintaksis dan semantik), rumusan, metode(rekursi, perbandingan, penggabungan, pengurangan dll)

Tahapan Algoritma (Proses Pemrograman)

Proses pemecahan masalah dengan algoritma tertentu,  hingga menjadi program dapat dibagi dalam sembilan tahap:

  1. Mendefinisikan masalah; masalah yang ingin dipecahkan harus jelas lingkupnya.
  2. Membuat model; yang dimaksud model ini adalah model (bentuk) matematis yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
  3. Merancang algoritma (flowchart/pseudocode); Apa maksudnya, bagaimana rincian prosesnya, apa keluarannya.
  4. Menulis program; Ubah algoritma menjadi program (source code) dalam bahasa pemrograman tertentu.
  5. Mengubah source code menjadi executable code melalui proses compiling.
  6. Memeriksa hasil compiling, jika salah maka kembali ke tahap empat.
  7. Menjalankan program (run) untuk diuji kebenarannya dengan menggunakan berbagai data
  8. Memperbaiki kesalahan (debugging dan testing); Apabila hasilnya salah, kesalahan mungkin terjadi saat konversi rancangan algoritma manjadi program, atau salah rancang algoritma, atau salah menentukan model, atau salah mendefinisikan masalah. Ulangi langkah yang sesuai.

 

source:

1. http://eprints.undip.ac.id/18627/1/pertemuan1.pdf

2. http://gapra.files.wordpress.com/2009/01/makalah-desain-analisis-algoritmagapra.pdf

3. http://www.ti-c.us/wp-content/uploads/2011/10/Dasar-Algoritma.pdf

Pintu Kemana Saja

Benda itulah yang terlintas dipikiran saya pertama kali ketika harus berimajinasi akan jaringan komputer di masa depan.

Mungkin di masa depan nanti bukan hanya sekedar bertukar data saja yang bisa dilakukan oleh jaringan komputer. Boleh jadi, beberapa tahun kemudian tubuh kita ini dapat bertukar tempat hanya dalam hitungan detik.

Seperti pintu kemana saja, kita bisa pergi kemana saja dengan melewati sebuah pintu yang terhubung ke berbagai tempat di berbagai belahan dunia. Dengan begitu, kita bisa jadi lebih hemat waktu, hemat uang dan hemat tenaga.

Contohnya saja saat kita ingin bepergian. Kita tidak perlu repot-repot menggunakan alat transportasi apa pun.  Tanpa menggunakan alat transportasi, itu berarti kita tidak akan keluar uang untuk membeli bahan bakarnya. Disamping itu, dengan menggunakan pintu kemana saja kita bisa bepergian ke berbagai tempat dengan sangat cepat. Sehingga kita akan menghemat waktu yang kita miliki. Karena seperti yang kita tau, waktu adalah uang. Dan kembali lagi kita akan menghemat uang. Karena kita hemat, maka seluruh penduduk bumi ini akan kaya raya. Karena seperti kata pepatah, hemat pangkal kaya 😀

Dengan berhematnya uang dan waktu, kita juga akan hemat tenaga. Karena kita tidak perlu capek-capek menggunakan alat transportasi.  Kita juga tidak perlu keluar tenaga untuk mencari uang transportasi. 🙂

Membuka Mata, Menutup Hati

“bagimana rasanya bermain monopoli seorang diri?”

Mungkin begitulah jawaban saya ketika ditanya tentang bagaimana keadaan jika jaringan komputer tidak ada. Memang tidak ada hubungannya atau bahkan terkesan aneh. Tapi bagi saya, ada atau tidaknya jaringan komputer dapat dianalogikan seperti suatu permainan yang hanya bisa dilakukan oleh satu atau beberapa orang.  Gampangnya seperti ini, bermain monopoli memang menyenangkan. Selain bisa menghilangkan kejenuhan juga bisa melatih kita dalam berfikir penuh strategi. Tapi bagaimana jadinya jika kita bermain seorang diri? Bisakah kita benar-benar menikmati permainan itu?

Jika diibaratkan, monopoli merupakan media. Dalam hal ini adalah komputer. Apabila kita kembali pada hakikat komputer sebenarnya, yang tak lain dan tak bukan merupakan mesin penghitung , sama halnya dengan seseorang yang bermain monopoli seorang diri. Memang monopoli  menyenangkan, tapi jika hanya bermain untuk diri sendiri, puaskah?

Perlu lawan main di dalamnya agar permainan jadi lebih menarik. Begitu pula komputer, perlu jaringan komputer di dalamnya agar lebih ‘hidup’. Karena nantinya jaringan komputerlah yang akan menguhubungkan manusia dari berbagai belahan dunia mana pun tanpa batasan tempat dan waktu. Dalam hal ini tentu saja internet.  Tanpa internet, mustahil kita dapat bertukar data melalui email, menjalin pertemanan melalui social networking, mengetahui berbagai informasi dengan cepat, melakukan transaksi perbanka, dan berbagai kegiatan lainnya yang menggunakan jasa internet. Tidak hanya internet, telekomunikasi, sumber daya komputer, semua itu juga tidak lepas dari peran jaringan komputer yang pada intinya menghubungkan satu dengan yang lainnya.

Jadi, bisa dibayangkan kan apabila hidup tanpa ada jaringan komputer ? Seperti yang saya katakan sebelumnya, rasanya seperti bermain monopoli seorang diri. Kurang hidup, kurang menarik, kurang seru dan membuat hidup terasa kurang tertantang untuk lebih maju.

Akan tetapi, dengan tidak adanya jaringan komputer, manusia akan kembali lagi kepada hakikat asalnya sebagai mahkluk sosial. Bukan hanya makhluk sosial dalam dunia maya yang kebanyakan justru apatis terhadap lingkungan aslinya. Dengan tidak adanya jaringan komputer pula, tidak akan ada kejahatan pembobolan e-banking atau lainnya. Yang justru menimbulkan kecemasan berlebihan pada individu, sehingga memicu stres dengan beban pikiran yang terlalu banyak. Dan dengan tidak adanya jaringan komputer, mungkin tidak akan ada orang iseng atau orang yang terlalu go public. Sehingga tidak tau lagi mana batasan privasi masing-masing.

Memang begitulah keadaaan yang ada saat ini. Dibalik keberadaan jaringan komputer yang sangat berguna dalam segala hal, terdapat kerugian dalam segi moral (menurut saya).  Jika kita membayangkan hilang/tidak adanya jaringan komputer, kembalilah kebeberapa tahun yang lalu. Dimana moral, attitude, masih ada sekalipun kemudahan bekerja belum ada. Itu mengapa, jaringan komputer bisa dibilang membuka mata, menutup hati. Karena Ia membuat kita lebih luas melihat dunia ini, namun menutup hati kita dengan batasan-batasan yang sudah dianggap tidak ada lagi batasan. Over all, semua tergantung pada individu pengguna ataupun individu di balik layar jaringan komputer. CMIIW 🙂