Ada beberapa pengertian strategi promosi yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah menurut  Kotler dan Amstrong (2001:74). Promosi artinya kreativitas mengkomunikasikan keunggulan produk serta membujuk pelanggan sasaran u

1.      Promosi

ntuk memebleinya. Selanjutnya menurut Swastha (2005:237) menyatakan bahwa promosi dipandang sebagai suatu arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Sedangkan menurut Alma (2005:179), promosi pada hakikatna adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang merupakan aktiftas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi dan meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

Uraian tentang pengertian strategi promosi tersebut menjelaskan bahwa dengan aktivitas dan komunikasi promosi sangat mempengaruhi penjualan yang dicapai oleh perusahaan. Strategi promosi digunakan untuk menginformasikan kepada konsumen mengenai produk dan jasa seta menyalurkan keputusan-keputusan para pembeli di pasar sasaran suatu perusahaan.

  1. a.      Iklan

Iklan adalah segala bentuk penyajian non personal dan promosi ide, barang atau jasa oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.

Menurut Philip Kotler (2002:68) mendefinisikan iklan sebagai “segala bentuk penyajian non personal dan promosi ide, barang atau jasa oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.” Terdapat dua hal yang penting dalam penyajian definisi tersebut:

a)      Pembayaran untuk iklan yang bersangkutan

b)      Seorang sponsor yang membayar untuk iklan

Sedangkan Solomon dan Stuart (2003:434), periklanan adalah bentuk komunikasi non personal yang dibayarkan oleh sebuah sponsor yang menggunakan media massa untuk memberitahu atau menginformasikan sesuatu kepada pemirsa.

Organisasi menangani periklanan dengan berbagai cara. Perusahaan kecil mengelola iklan dengan menggunakan seseorang di departemen penjualan atau pemasaran yang bekerja sama dengan biro iklan. Perusahaan besar sering membentuk departemen periklanan sendiri, yang manajernya melapor kepada wakil direktur pemasaran. Tugas departemen periklanan adalah membuat anggaran total, membantu membangun strategi periklanan, menyetujui iklan, serta menangani iklan lewat surat langsung, pajangan penyalur dan bentuk iklan lai yang biasanya tidak dilakukan oleh biro iklan.

Menurut Kotler (2002:154), tujuan periklanan berdasarkan sasarannnya dapat digolongkan sebagai berikut:

a)      Periklanan informative (invormative advertising), digunakan habis-habisan pada suatu kategori produk yang baru mulai diperkenalkan.

b)      Periklanan persuasive (persuasive advertising), penting dilakukan dalam tahap persaingan untuk membentuk permintaan selektif atas suatu merek tertentu (membentuk keyakinan masyarakat bahwa produk yang di iklankan lebih baik daripada produk serupa lainnya).

c)      Iklan pengingat (reminder advertising), untuk mengingatkan konsumen yang sudah ada agar tetap mengkonsumsi atau menggunakan produk dan jasanya.

Periklanan itu sendiri membutuhkan suatu media sebagai alat untuk mengkomunikasikan idea tau konsep iklan kepada target konsumen. Melalui media periklanan tersebut, perusahaan secara bebas dan leluasa dapat memilih serta mengkombinasikan media-media periklanan yang ada untuk mengenalkan suatu produk atau jasa kepada masyarakat. Terdapat berbagai media periklanan yang dapat digunakan oleh perusahaan yaitu:

a)      Koran

b)      Televise

c)      Surat langsung

d)     Radio

e)      Majalah

f)       Reklame luar ruangan

g)      Yellow pages

h)      Berita berkala

i)        Brosur

j)        Telepon

k)      Internet

 

 

  1. b.      Promosi penjualan

Promosi penjualan sebagai program-program yang dirancang oleh pemasar untuk membangun minat atau meningkatkan pembelian dari sebuah produk atau jasa dalam kurun waktu tertentu.

Kotler dan Amstrong (2003:470), mendefinisikan promosi penjualan sebagai intensif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan suatu barang atau jasa.

Solomon dan Stuart (2003:471), mendefinisikan promosi penjualan sebagai program-program yang dirancang oleh pemasar untuk membangun minat atau meningkatkan pembelian dari sebuah produk atau jasa dalam kurun waktu tertentu.

Suatu promosi penjualan mendorong seseorang untuk mengambil produk di toko eceran dan mencobanya dengan cara menawarkan sesuatu yang nyata seperti hadiah,penurunan harga atau apapun bentuknya.

Contoh:

Harga sesuai dengan kualitas produk (pasta gigi pepsodent)

 

  1. c.       Penjualan Pribadi

Penjualan pribadi adalah interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan yang saling menguntungkan dengan pihak lain.

Menurut Swastha (2002:226), mendefinisikan penjualan pribadi sebagai interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mepertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.

Penjualan pribadi (personal selling) melibatkan interaksi personal langsung antara seorang pembeli potensial dengan seorang salesman. Penjualan personal antara seorang pembeli potensial dengan seorang salesman. Penjualan personal dapat menjadi merode promosi yang hebat untuk beberapa alasan:

a)Komunikasi personal dengan salesman dapat meningkatkan keterlibatan konsumen dengan produk dan atau proses pengambilan keputusan. Sehingga konsumen dapat lebih termotivasi untuk masuk dan memahami informasi yang disajikan salesman tentang suatu produk.

b)                  Situasi komunikasi saling interaksi memungkinkan salesman mengadaptasi apa yang disajikannya agar sesuai dengan kebutuhan informasi setiap pembeli potensial.

Contoh :

Kemampuan wiraniaga dalam mengkomunikasikan produk (bagaimana SPG pepsodent dapat mengkomunikasikan produk dengan baik ke pelanggan)

 

  1. d.      Publisitas

Publisitas adalah informasi public mengenai seuah perusahaan, barang atau jasa yang tampil di media massa sebagai suatu jenis baru.

Sebuah alat penting yang lain untuk berpromosi adalah publisitas. Menurut Kotker(2002:149), mendefinisikan publisitas sebagai informasi public mengenai sebuah perusahaan, barang atau jasa yang tampil di media massa sebagai suatu jenis baru. Informasi yang tercantum dalam publisitas bukan merupakan iklan, tetapi sebuah berita.

Ada beberapa hal dalam kegiatan publisitas perusahaan yang dijelaskan oleh Kotler dan Amstrong(2003:501), yaitu:

a)      Konferensi pers, yaitu menciptakan dan menempatkan informasi dalam media berita untuk menarik perhatian seseorang.

b)      Mempublikasikan produk, yaitu memperkenalkan produk yang spesifik.

c)      Hubungan masyarakat, yaitu membangun dan memelihara hubungan dengan komunitas local atau nasional.

d)     Melobi, yaitu membangun dan memelihara hubungan dengan para pembuat peraturan dan pejabat pemerintah untuk mempengaruhi kebijakan dan peraturan.

e)      Hubungan dengan investor, yaitu memelihara hubungan dengan lingkungan yang terkait dan lainnya dalam komunitas keuangan.

f)       Pengembangan, yaitu relasi umum dengan menjadi donor atau anggota sebuah organisasi non laba untuk meraih dukungan financial.

 

Contoh:

Menciptakan persepsi yang baik di benak konsumen ( program kebiasaan sikat gigi di sekolah dasar)

                                               

  1. e.       Penjualan langsung

Penjualan langsung adalah system pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media periklanan untuk menghasilkan tanggapan yang dapat diukur dan atau transaksi pada lokasi manapun.

Menurut Kotler dan Amstrong (2002:112), penjualan langsung adalah komunikasi langsung dengan sejumlah konsumen sasaran untuk memperoleh tanggapan langsung penggunaan surat, telepon, dll untuk berkomunikasi langsung dengan konsumen tertentu atau usaha untuk mendapatkan tanggapan langsung.

Dalam penerapan langsung dapat disajikan bentuk-bentuk yang mencakup, sebagai berikut:

a)Penjualan temu muka, adalah kunjungan penjualan secara langsung

b)                  Pemasaran pengeposan-langsung (diret mail marketing), adalah melibatkan pengiriman penawaran, pengumuman, peringatan atau barang lain kepada seseorang di alamat tertentu.

c)Pemasaran catalog, adalah melibatkan penjualan melalui catalog yang diposkan ke daftar pelangga yang terpilih atau disediakan di toko-toko.

d)              Telemarketing, adalah menggunakan telepon untuk menjual langsung kepada konsumen.

e)                  Pemasaran televise, adalah pemasaran langsung melalui televise, termasuk pengiklan televise tanggapan langsung atau saluran informasi dan belanja dari rumah.

f)                    Pemasaran kios, adalah penempatan mesin informasi dan pesan di toko, bandara dan tempat-tempat lainnya.

g)                  Pemasaran online, adalah pemasaran yang dilakukan melalui system computer online interaktif yang menghubungkan konsumen dan penjual secara elektronik.

Contoh :

Penjualan bisa diakses melalui stan-stan penjualan produk (pasta gigi pepsodent)

  1. Acara dan pengalaman

Merupakan sarana untuk menjadi bagian dari momen special dan lebih relevan secara personal dalam hidup konsumen. Keterlibatan pada acara-acara khusus dapat memperluas dan memperdalam hubungan sponsor dengan pasar sasarannya, namun hanya jika dikelola secara tepat.

Tujuan :

  1. Untuk mengidentifikasi sebuah pasar sasaran khusus atau gaya hidup
  2. Untuk meningkatkan kesadaran nama perusahaan atau produk
  3. Untuk menciptakan atau mengukuhkan persepsi konsumen tentang asosiasi citra merek
  4. Untuk meningkatkan dimensi citra perusahaan
  5. Untuk menciptakan pengalaman dan membangkitkan perasaan
  6. Untuk mengungkapkan komitmen pada komunitas atau pada isu social
  7. Untuk menghibur klien utama atau mengimbali karyawan kunci
  8. Untuk memungkinkan peluang perdagangan atau promosi

(Kottler:2007)

            Contoh :

            Acara yang digelar leh perusahaan untuk meningkatkan peranan konsumen unilever (pasta gigi pepsodent)

  1. Public Relation

Mencakup berbagai jenis program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau masing-masing produknya. Banyak perusahaan dewasa ini menggunakan hubungan masyarakat pemasaran untuk mendukung departemen pemasaran dalam promosi perusahaan atau produk dan penciptaan citra. Marketing Public Relation dapat mempengaruhi kesadaran masyarakat dengan biaya yang jauh lebih dapat dipercaya. Alat-alat utama humas adalah penerbitan, acara, berita,ceramah,kegiatan-kegiatan layanan masyarakat dan media identitas.

                Contoh :

                Hubungan kerjasama perusahaan dengan perusahaan lainnya.

f. Sponsorship

bagaimana perusahaan mampu untuk meningkatkan penjualan dengan membagikan kegiatannya untuk meningkatkan kerjasama dengan pihak lain untuk memperkaya jaringan dan bertujuan untuk meningkatkan profit perusahaan.

Contoh :

Wisata kuliner Bango.